Senin, 04 Mei 2026

Di Taman Budaya, Rico Waas Rayakan Sastra Lewat Musikalisasi Puisi Kopi dan Kepo

Administrator
Minggu, 03 Mei 2026 21:31 WIB
Di Taman Budaya, Rico Waas Rayakan Sastra Lewat Musikalisasi Puisi Kopi dan Kepo
Di Taman Budaya, Rico Waas Rayakan Sastra Lewat Musikalisasi Puisi Kopi dan Kepo
Medan,Dalam sambutannya Wali Kota Medan Rico Waas mengaku kehadirannya dilandasi rasa "kopi" dan "kepo" yang ia maknai secara filosofis.

Menurut Rico Waas, kopi adalah simbol jeda, ketenangan, dan ruang merenung dari hiruk-pikuk kehidupan. Sedangkan kepo adalah dorongan rasa ingin tahu yang mendorong seseorang untuk menggali lebih dalam makna kehidupan. Dua hal ini, kata Rico, merupakan perpaduan antara rasa dan nalar yang penting dalam membangun peradaban.

"Bangsa ini akan kuat jika kebudayaan, intelektual, dan rasa kita terus dijaga. Rasa mencintai, rasa memiliki, dan rasa menelaah kehidupan harus terus hidup," kata Rico Waas didampingi Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Laksamana Putra Siregar dan Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata, Amsar.

Rico juga menyoroti pola penulisan puisi yang menurutnya memiliki kemiripan dengan pola sastra Melayu, sebagai bukti kekayaan budaya lokal yang dapat terus dikembangkan oleh generasi muda. Ia menegaskan, Pemerintah Kota Medan berkomitmen mendorong seniman muda untuk terus berkarya di berbagai bidang, mulai dari musik, puisi, lukisan, hingga desain.

"Membangun kota tidak hanya tentang gedung tinggi, rumah sakit, atau infrastruktur fisik. Seni dan budaya adalah elemen penting dalam kehidupan kota," tegas Rico Waas

Baca Juga:
Di akhir sambutannya, Rico Waas secara resmi membuka festival tersebut, seraya memberikan apresiasi kepada penulis, komunitas teater, dan para pegiat seni yang terus menjaga denyut budaya di Kota Medan.

Sebelumnya Founder Medan Teater Ahmad Munawar Lubis menuturkan bahwa festival ini bukan sekadar pertunjukan seni biasa, melainkan sebuah perayaan atas "rasa" yang seringkali terabaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dijelaskannya karya-karya yang ditampilkan merupakan kristalisasi dari berbagai emosi manusia—mulai dari keresahan, tawa yang tertahan, hingga air mata yang jatuh dalam diam. Medan Theater sendiri, menurutnya, dibangun bukan di atas kemegahan gedung, melainkan di atas fondasi kepercayaan dan kesetiaan untuk mengubah rasa sakit menjadi keindahan.

Festival Musikalisasi Puisi Kopi dan Kepo pun berlangsung dalam suasana hangat, sarat makna, dan menjadi ruang pertemuan antara sastra, musik, serta semangat kebudayaan yang hidup di Kota Medan. Festival yang menampilkan karya penulis Hasan Al Bana dan musik dari grup 7 Keliling ini pun resmi dibuka, membawa harapan baru bagi bangkitnya ruang-ruang kreatif di Kota Medan.R

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
Di
Berita Terkait
SDIT TPI Gelar GEMAS, PP TPI Siapkan Rangkaian Besar HUT ke-76

SDIT TPI Gelar GEMAS, PP TPI Siapkan Rangkaian Besar HUT ke-76

Ahmad Fikri Assegaf Pimpin PERADI RBA 2026–2031, Usung Transformasi Organisasi Modern

Ahmad Fikri Assegaf Pimpin PERADI RBA 2026–2031, Usung Transformasi Organisasi Modern

Gusmiyadi: Tani Merdeka Jadi Penyambung Aspirasi Petani

Gusmiyadi: Tani Merdeka Jadi Penyambung Aspirasi Petani

Diduga Limbah PTPN III Gunung Para Dolok Merawan Cemari Sungai Bahilang, Warga Terserang Penyakit Gatal

Diduga Limbah PTPN III Gunung Para Dolok Merawan Cemari Sungai Bahilang, Warga Terserang Penyakit Gatal

Gusmiyadi Hadiri Konsolidasi Tani Merdeka Sumut di Binjai

Gusmiyadi Hadiri Konsolidasi Tani Merdeka Sumut di Binjai

Ahmad Fikri Assegaf , S.H., LL.M. Siap Pimpin PERADI RBA dalam Munas IV Peradi RBA, Bawa Gagasan Organisasi yang Modern , Melayani, Berintegritas dan

Ahmad Fikri Assegaf , S.H., LL.M. Siap Pimpin PERADI RBA dalam Munas IV Peradi RBA, Bawa Gagasan Organisasi yang Modern , Melayani, Berintegritas dan

Komentar
Berita Terbaru