<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.halomedan.com/</link>
        <description>Halo Medan | Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Tue, 30 Jun 2026 02:40:24 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dasco Terima Audiensi DPP FAGAR dan Perwakilan Guru Honorer, Bahas Pengangkatan ASN hingga Kesejahteraan Guru</guid>
            <pubDate>Mon, 29 Jun 2026 21:04:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dasco Terima Audiensi DPP FAGAR dan Perwakilan Guru Honorer, Bahas Pengangkatan ASN hingga Kesejahteraan Guru]]></title>
            <description><![CDATA[Jakarta &ndash Wakil Ketua DPR RI, Ir. Sufmi Dasco Ahmad, menerima audiensi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Aliansi Guru dan Karyawan (FAG]]></description>
            <content><![CDATA[Jakarta &ndash; Wakil Ketua DPR RI, Ir. Sufmi Dasco Ahmad, menerima audiensi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Aliansi Guru dan Karyawan (FAGAR) bersama perwakilan guru honorer dari berbagai daerah di Ruang Pimpinan Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6).<br>Dalam pertemuan tersebut, DPP FAGAR dan perwakilan guru honorer menyampaikan sejumlah aspirasi terkait peningkatan kesejahteraan serta status kepegawaian tenaga pendidik. Beberapa isu utama yang dibahas meliputi pengangkatan guru honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), pengangkatan guru PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK penuh waktu, usulan pengangkatan guru PPPK menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta pelaksanaan inpassing atau penyetaraan bagi guru.<br>Selain itu, audiensi juga membahas berbagai persoalan lain yang berkaitan dengan dunia pendidikan, termasuk upaya menciptakan kebijakan yang lebih berpihak kepada guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia.<br>Dalam kesempatan tersebut, DPR RI bersama pemerintah menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan oleh DPP FAGAR dan perwakilan guru honorer. Komitmen tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru serta penguatan kualitas pendidikan nasional.<br>Audiensi berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif sebagai bagian dari upaya membangun sinergi antara DPR RI, pemerintah, dan para pemangku kepentingan di sektor pendidikan demi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan guru di Indonesia.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_9181_Dasco-Terima-Audiensi-DPP-FAGAR-dan-Perwakilan-Guru-Honorer--Bahas-Pengangkatan-ASN-hingga-Kesejahteraan-Guru.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/politik/66142/dasco-terima-audiensi-dpp-fagar-dan-perwakilan-guru-honorer-bahas-pengangkatan-asn-hingga-kesejahteraan-guru/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bank Sumut Salurkan Zakat Pegawai, 100 Anak Ikuti Khitan Massal</guid>
            <pubDate>Mon, 29 Jun 2026 20:38:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bank Sumut Salurkan Zakat Pegawai, 100 Anak Ikuti Khitan Massal]]></title>
            <description><![CDATA[Bank Sumut Salurkan Zakat Pegawai, 100 Anak Ikuti Khitan Massal]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br><br>Medan &ndash; PT Bank Sumut melalui Unit Pengelola <a href="https://www.halomedan.com/tag/zakat/" target="_blank">Zakat</a> (UPZ) kembali menggelar aksi sosial berupa khitan massal terhadap 100 anak. Berlangsung di Ballroom Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Minggu (28/6). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat yang dihimpun dari pegawai Bank Sumut untuk membantu masyarakat melalui layanan kesehatan.<br><br>Khitan massal tersebut dihadiri Direktur TI dan Operasional Bank Sumut Sandhy Sofyan, Wakil Ketua II BAZNAS Sumatera Utara Sultoni Trikusuma, Ketua Tim Medis RSU Haji Medan Fitrady Ulianda Siregar, jajaran pengurus UPZ Bank Sumut, serta Ibu-Ibu Rukun Wanita PT Bank Sumut.<br><br>Direktur TI dan Operasional Bank Sumut Sandhy Sofyan mengatakan, khitan bukan hanya tindakan medis, tetapi juga bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan sekaligus menjalankan syariat. Karena itu, Bank Sumut berupaya menghadirkan layanan yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta.<br><br>"Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, sekaligus merasakan suasana yang menyenangkan sehingga pengalaman hari ini menjadi kenangan yang baik bagi mereka," ujar Sandhy.<br><br>Khitan massal gratis, lanjut Sandhy, merupakan bagian dari komitmen Bank Sumut menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui pengelolaan zakat pegawai. Dana yang dihimpun dari para muzaki di lingkungan Bank Sumut dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial yang menyentuh kebutuhan nyata.<br><br>Sandhy juga menyampaikan apresiasi kepada Rumah Sakit Umum Haji Medan yang mendukung pelaksanaan khitan massal tersebut. Kolaborasi antara lembaga keuangan dan institusi kesehatan menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat. Sekaligus berharap khitan massal dapat membantu meringankan beban keluarga peserta sekaligus menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang terlibat.<br><br>Bagi Bank Sumut, program seperti ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui pengelolaan zakat yang terarah, Bank Sumut berupaya menghadirkan manfaat yang tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Sumatera Utara.<br><br>Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Sumatera Utara, Sultoni Trikusuma mengapresiasi konsistensi UPZ Bank Sumut yang selama ini aktif berkolaborasi dengan BAZNAS dalam berbagai program sosial.<br><br>Ia menyebut Bank Sumut telah menjadi salah satu mitra strategis dalam pengelolaan zakat di Sumatera Utara. Bahkan, berdasarkan penghimpunan zakat, UPZ Bank Sumut menempati posisi kedua terbesar di Sumatera Utara setelah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.<br><br>"Kami mengucapkan terima kasih kepada UPZ Bank Sumut atas kerja sama yang telah terjalin selama ini. Banyak program yang telah dilaksanakan bersama dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ini menunjukkan kepedulian Komisaris, Direksi, dan seluruh pegawai Bank Sumut terhadap pengelolaan serta penyaluran zakat," ujarnya.<br><br>Dalam pelaksanaannya, seluruh proses khitan dilakukan oleh tim medis dari Rumah Sakit Umum Haji Medan. Selain mendapatkan layanan khitan secara gratis, peserta juga memperoleh pendampingan medis sehingga pelaksanaan kegiatan berlangsung aman dan lancar.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_5236_Bank-Sumut-Salurkan-Zakat-Pegawai--100-Anak-Ikuti-Khitan-Massal.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66141/bank-sumut-salurkan-zakat-pegawai-100-anak-ikuti-khitan-massal/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dosen UNPAB Raih Gelar Doktor di Universitas Indonesia</guid>
            <pubDate>Mon, 29 Jun 2026 20:10:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dosen UNPAB Raih Gelar Doktor di Universitas Indonesia]]></title>
            <description><![CDATA[Medan &ndash Kabar membanggakan datang dari Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB). Dosen UNPAB, Dr. Nuraini Kemalasari Istiqamah, S.E.]]></description>
            <content><![CDATA[Medan &ndash; Kabar membanggakan datang dari Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB). Dosen UNPAB, Dr. Nuraini Kemalasari Istiqamah, S.E., S.Psi., M.Psi., resmi meraih gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor pada Program Kajian Strategik dan Global, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia.<br>Pencapaian tersebut menjadi wujud nyata dari dedikasi, kerja keras, dan komitmen Dr. Nuraini dalam mengembangkan kompetensi akademik sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan bangsa.<br>Keluarga Besar Universitas Pembangunan Panca Budi menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas keberhasilan tersebut. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.<br>Keberhasilan Dr. Nuraini juga mencerminkan komitmen UNPAB dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan berdaya saing. Dengan bertambahnya dosen bergelar doktor, diharapkan kualitas pembelajaran, riset, serta kontribusi universitas terhadap pembangunan nasional semakin meningkat.<br>UNPAB berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi para dosen dan mahasiswa untuk terus berkarya, berprestasi, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.<br>"Selamat atas pencapaian luar biasa ini. Semoga terus berkarya, menginspirasi, dan menjadi bagian dari perubahan menuju masa depan yang lebih baik."red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_5350_Dosen-UNPAB-Raih-Gelar-Doktor-di-Universitas-Indonesia.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/profil/66140/dosen-unpab-raih-gelar-doktor-di-universitas-indonesia/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">LTKP Desak Wali Kota Medan Evaluasi Kadis Pariwisata, GEMES IX 2026 Dinilai Minim Inovasi dan Disorot Soal Anggaran Rp2,5 Miliar</guid>
            <pubDate>Mon, 29 Jun 2026 20:05:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[LTKP Desak Wali Kota Medan Evaluasi Kadis Pariwisata, GEMES IX 2026 Dinilai Minim Inovasi dan Disorot Soal Anggaran Rp2,5 Miliar]]></title>
            <description><![CDATA[LTKP Desak Wali Kota Medan Evaluasi Kadis Pariwisata, GEMES IX 2026 Dinilai Minim Inovasi dan Disorot Soal Anggaran Rp2,5 Miliar]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MEDAN |Pelaksanaan Gelar Melayu Serumpun (GEMES) IX Tahun 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Medan ke-436 sekaligus menyambut Rakernas APEKSI XVIII dimana Kota Medan ditunjuk sebagai tuan rumah telah menuai sorotan tajam.<br><br>Presidium Lingkaran Transparansi Kebijakan Publik (LTKP), Syafaruddin Sikumbang, meminta Wali Kota Medan, Rico Waas, segera mengevaluasi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Medan, M. Odi Anggia Batubara, menyusul pelaksanaan acara yang dinilai tidak menghadirkan inovasi maupun terobosan baru.<br><br>Menurut Syafaruddin, kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (27/6/2026) dan akan berlangsung sampai Selasa (30/6/2026) tersebut justru terkesan monoton dan tidak mencerminkan sebuah agenda budaya berskala internasional yang seharusnya menjadi etalase kebudayaan Melayu sekaligus wajah Kota Medan di hadapan para tamu daerah.<br><br>"Kami menilai pelaksanaan GEMES tahun ini sangat minim inovasi. Tidak terlihat konsep baru yang mampu mengangkat nilai budaya Melayu secara lebih modern, kreatif, dan berdaya tarik tinggi. Padahal kegiatan ini membawa nama besar Kota Medan dan digelar bertepatan dengan Hari Jadi Kota Medan serta Rakernas APEKSI," ujar Syafaruddin.<br><br>LTKP menilai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Medan gagal memanfaatkan momentum besar tersebut untuk membangun citra pariwisata daerah. Dengan dukungan anggaran yang cukup besar, menurut mereka, masyarakat seharusnya dapat menikmati sebuah pertunjukan budaya yang lebih spektakuler, inovatif, dan memberikan dampak nyata terhadap sektor ekonomi kreatif.<br><br><br>*Soroti Anggaran Rp2,5 Miliar*<br><br>Tidak hanya mengkritik kualitas penyelenggaraan acara, LTKP juga menyoroti besarnya anggaran pelaksanaan GEMES IX Tahun 2026 yang mencapai sekitar Rp2,5 miliar.<br><br>Berdasarkan data yang disebut berasal dari laman LPSE Kota Medan, paket pekerjaan Jasa Penyelenggaraan Acara dengan kode tender 10136337000 dimenangkan oleh PT Global Gemilang.<br><br>Syafaruddin mengatakan bahwa besarnya nilai proyek harus sejalan dengan kualitas hasil yang diterima masyarakat.<br><br>"Ketika anggaran mencapai miliaran rupiah tetapi output kegiatan dinilai biasa-biasa saja dan tidak menunjukkan kreativitas maupun inovasi yang signifikan, maka publik tentu berhak mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran tersebut," katanya.<br><br>LTKP mengaku mencium adanya indikasi dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran kegiatan. Namun demikian, organisasi tersebut menegaskan bahwa dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui audit dan pemeriksaan oleh aparat yang berwenang.<br><br>"Kami tidak ingin berspekulasi. Dugaan itu harus diuji melalui pemeriksaan yang objektif oleh lembaga penegak hukum maupun aparat pengawasan. Karena itu kami meminta dilakukan audit menyeluruh agar penggunaan anggaran benar-benar transparan dan akuntabel," tegasnya.<br><br><br>*Minta Wali Kota Bertindak Tegas*<br><br>LTKP mendesak Wali Kota Medan agar tidak menutup mata terhadap kritik masyarakat. Evaluasi terhadap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dinilai penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan event budaya Kota Medan ke depan.<br><br>Menurut Syafaruddin, evaluasi tidak semata menyangkut persoalan administrasi, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan menghadirkan inovasi, efektivitas penggunaan anggaran, serta keberhasilan mempromosikan budaya daerah.<br><br>"Jangan sampai event budaya hanya menjadi agenda seremonial yang menghabiskan anggaran besar tanpa memberikan dampak yang signifikan bagi pariwisata maupun ekonomi masyarakat. Kota Medan membutuhkan pejabat yang memiliki visi, kreativitas, dan keberanian menghadirkan inovasi," pungkasnya.<br><br><br>*Tuntutan Evaluasi Kejati Sumut*<br><br>LTKP juga mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut untuk bersikap tegas mengusut dugaan penyimpangan anggaran pelaksanaan GEMES dari tahun ke tahun.*(SS68)*]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_1835_LTKP-Desak-Wali-Kota-Medan-Evaluasi-Kadis-Pariwisata--GEMES-IX-2026-Dinilai-Minim-Inovasi-dan-Disorot-Soal-Anggaran-Rp2-5-Miliar.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66139/ltkp-desak-wali-kota-medan-evaluasi-kadis-pariwisata-gemes-ix-2026-dinilai-minim-inovasi-dan-disorot-soal-anggaran-rp25-miliar/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Optimalkan Pertumbuhan padi, Babinsa Ngembul Bantu Petani Bersihkan Rumput Liar</guid>
            <pubDate>Mon, 29 Jun 2026 12:53:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Optimalkan Pertumbuhan padi, Babinsa Ngembul Bantu Petani Bersihkan Rumput Liar]]></title>
            <description><![CDATA[Optimalkan Pertumbuhan padi, Babinsa Ngembul Bantu Petani Bersihkan Rumput Liar]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br>Blitar - Dalam mendukung program nasional serta memastikan keberhasilan masa tanam para petani di wilayah binaan. Langkah ini dibuktikan oleh <a href="https://www.halomedan.com/tag/babinsa/" target="_blank">Babinsa</a> Desa Ngembul Koramil 0808/11 Binangun, Koptu Yulianto, yang turun langsung ke sawah untuk melaksanakan kegiatan hanpangan dengan membantu mencabut rumput liar (gulma) di lahan padi milik Bapak Harno. Kegiatan ini bertempat di Dusun Ngembul RT. 02 RW. 01 Desa Ngembul Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar, Senin (29/6/2026).<br><br>Kegiatan pembersihan lahan ini sengaja difokuskan pada pembersihan tanaman pengganggu atau gulma yang tumbuh subur di sela-sela tanaman padi. Koptu Yulianto bersama Bapak Harno tampak kompak masuk ke dalam petakan sawah yang berair untuk mencabuti rumput satu per satu menggunakan tangan. Aksi nyata dari seorang <a href="https://www.halomedan.com/tag/babinsa/" target="_blank">Babinsa</a> yang tidak ragu berkubang lumpur sejak pagi hari ini terbukti mampu memberikan suntikan semangat tersendiri bagi petani setempat.<br><br>Di sela-sela kesibukannya, Koptu Yulianto menyampaikan bahwa pendampingan berupa pembersihan rumput ini sangat krusial dan bertujuan untuk menjaga kesuburan tanah serta mengoptimalkan pertumbuhan padi secara maksimal. Jika rumput liar dibiarkan tumbuh tak terkendali, maka penyerapan pupuk dan nutrisi oleh tanaman utama akan terbagi, yang pada akhirnya dapat menyebabkan pertumbuhan padi menjadi kerdil dan menurunkan kualitas serta kuantitas hasil panen nantinya.<br><br>Lebih lanjut Koptu Yulianto menambahkan bahwa kehadiran <a href="https://www.halomedan.com/tag/babinsa/" target="_blank">Babinsa</a> di sektor pertanian merupakan salah satu perwujudan tugas pokok dalam mendukung pemerintah daerah mewujudkan swasembada pangan. Melalui komunikasi dua arah di pematang sawah seperti ini, jajaran Koramil 0808/11 Binangun dapat memantau secara berkala setiap kendala yang dihadapi petani, mulai dari ketersediaan pupuk, serangan hama, hingga kecukupan pasokan air irigasi demi dicarikan solusi bersama.<br><br>Sementara itu, Bapak Harno selaku pemilik lahan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan tenaga dan waktu yang telah diberikan oleh Koptu Yulianto. Ia mengaku sangat senang karena kehadiran <a href="https://www.halomedan.com/tag/babinsa/" target="_blank">Babinsa</a> yang aktif mendampingi tidak hanya meringankan beban kerjanya, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan serta kemanunggalan yang harmonis antara TNI dan masyarakat petani di Desa Ngembul (Dim0808).]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_4469_Optimalkan-Pertumbuhan-padi--Babinsa-Ngembul-Bantu-Petani-Bersihkan-Rumput-Liar.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66138/optimalkan-pertumbuhan-padi-babinsa-ngembul-bantu-petani-bersihkan-rumput-liar/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Menjaga Gerbang Negeri dari Siem Reap: Indonesia dan Politik Baru Perbatasan Keimigrasian</guid>
            <pubDate>Mon, 29 Jun 2026 09:41:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Menjaga Gerbang Negeri dari Siem Reap: Indonesia dan Politik Baru Perbatasan Keimigrasian]]></title>
            <description><![CDATA[Menjaga Gerbang Negeri dari Siem Reap Indonesia dan Politik Baru Perbatasan Keimigrasian]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Oleh: Abdullah Rasyid<br>Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan<br><br>JAKARTA &mdash; Kehadiran Direktur Jenderal Imigrasi Indonesia, Hendarsam Marantoko, dalam Pertemuan ke-29 ASEAN Directors-General of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Divisions of Ministries of Foreign Affairs atau DGICM pada 23&ndash;25 Juni 2026 di Siem Reap, Kamboja, bukan sekadar agenda diplomasi teknis antarotoritas imigrasi ASEAN. Forum ini menjadi panggung penting untuk menegaskan arah baru keimigrasian Indonesia: menjaga kedaulatan negara dengan sistem perbatasan yang modern, digital, terintegrasi, dan responsif terhadap dinamika kawasan.<br><br>Dalam forum tersebut, Indonesia memaparkan Tiga Pilar Strategi Nasional Penguatan Perbatasan, yaitu penguatan pemeriksaan perbatasan, pengawasan warga negara asing, dan integrasi layanan digital. Tiga pilar ini menunjukkan bahwa keimigrasian hari ini tidak lagi dapat dipahami hanya sebagai urusan cap paspor di pintu kedatangan. Imigrasi telah menjadi instrumen strategis negara dalam menjaga keamanan, mengelola mobilitas manusia, memperkuat pelayanan publik, dan melindungi kepentingan nasional.<br><br>Perbatasan adalah wajah pertama negara. Di sanalah kedaulatan diuji, keamanan disaring, dan pelayanan publik dinilai. Karena itu, penguatan pemeriksaan perbatasan harus berjalan dalam dua arah sekaligus: lebih ketat terhadap risiko, tetapi lebih cepat bagi mobilitas yang sah dan produktif. Negara tidak boleh lambat melayani, tetapi juga tidak boleh lengah mengawasi.<br><br>Strategi kedua, yakni pengawasan warga negara asing, menjadi sangat relevan di tengah meningkatnya mobilitas lintas negara, investasi, pariwisata, pendidikan, dan aktivitas digital. Indonesia adalah negara terbuka, tetapi keterbukaan harus dikelola dengan prinsip kehati-hatian. Pengawasan WNA bukan bentuk kecurigaan berlebihan, melainkan bagian dari tanggung jawab negara untuk memastikan bahwa setiap orang asing yang masuk, tinggal, dan berkegiatan di Indonesia mematuhi hukum serta tidak merugikan masyarakat.<br><br>Di sinilah teknologi memainkan peran penting. Pemanfaatan Passengers Analysis Unit (PAU), Immigration Traffic Monitoring Center (ITMC), Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) yang terintegrasi dengan Polri, platform All Indonesia, hingga teknologi Corridor Gate dalam skema Makkah Route, menunjukkan bahwa Ditjen Imigrasi sedang bergerak menuju tata kelola berbasis data dan pemantauan real-time.<br><br>Transformasi digital keimigrasian bukan semata-mata soal aplikasi. Ia adalah perubahan cara negara bekerja. Data tidak boleh lagi berdiri sendiri dalam ruang-ruang birokrasi yang terpisah. Pemeriksaan, pelayanan, pengawasan, analisis risiko, dan penindakan harus saling terhubung. Dengan integrasi digital, negara dapat membaca pola mobilitas, mendeteksi potensi ancaman, mempercepat layanan, sekaligus memperkecil ruang penyimpangan.<br><br>Lebih dari itu, posisi Indonesia sebagai Voluntary Lead Shepherd untuk isu people smuggling memperlihatkan kepercayaan kawasan terhadap kepemimpinan Indonesia. Penyelundupan manusia bukan hanya persoalan pelanggaran keimigrasian, tetapi kejahatan lintas negara yang menyangkut kemanusiaan, jaringan kriminal, keamanan perbatasan, dan martabat manusia. Peran ini menempatkan Indonesia bukan hanya sebagai peserta forum, tetapi sebagai penggerak kerja sama regional.<br><br>Kepercayaan itu semakin kuat dengan ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah DGICM ke-30 pada 2027. Penunjukan ini memiliki makna strategis. Indonesia bukan hanya negara besar secara geografis dan demografis, tetapi juga salah satu pusat mobilitas manusia di kawasan. Dengan ribuan pulau, banyak pintu masuk, arus perjalanan internasional yang tinggi, dan posisi geopolitik yang penting, Indonesia memiliki pengalaman konkret dalam mengelola kompleksitas perbatasan.<br><br>Karena itu, forum DGICM 2026 harus dibaca sebagai momentum konsolidasi. Indonesia sedang menunjukkan bahwa modernisasi keimigrasian bukan sekadar program internal, melainkan bagian dari diplomasi kawasan. Ketika sistem perbatasan Indonesia semakin kuat, cepat, dan terintegrasi, maka kawasan ASEAN juga ikut memperoleh manfaat melalui pertukaran data, kerja sama penegakan hukum, pencegahan kejahatan lintas negara, dan perlindungan mobilitas manusia yang sah.<br><br>Arah ini sejalan dengan semangat &quot;Imigrasi Untuk Rakyat.&quot; Imigrasi untuk rakyat berarti pelayanan yang mudah, cepat, dan manusiawi. Tetapi pada saat yang sama, imigrasi untuk rakyat juga berarti negara hadir menjaga keamanan, menutup celah penyalahgunaan izin tinggal, mencegah penyelundupan manusia, dan memastikan bahwa keterbukaan Indonesia tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang merugikan kepentingan nasional.<br><br>Pada akhirnya, penguatan perbatasan keimigrasian bukan hanya tentang teknologi, sistem, atau forum internasional. Ini adalah tentang bagaimana negara menjaga gerbangnya dengan cerdas. Indonesia tidak sedang membangun tembok isolasi, tetapi membangun gerbang yang kuat: terbuka bagi kebaikan, tertutup bagi ancaman, cepat dalam pelayanan, dan tegas dalam pengawasan.<br><br>Dari Siem Reap, Indonesia mengirim pesan penting kepada kawasan: keimigrasian adalah wajah kedaulatan negara modern. Dan dalam wajah itu, Indonesia ingin tampil bukan hanya sebagai negara yang mengikuti perkembangan, tetapi sebagai negara yang ikut memimpin arah baru tata kelola perbatasan ASEAN.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_1664_Menjaga-Gerbang-Negeri-dari-Siem-Reap--Indonesia-dan-Politik-Baru-Perbatasan-Keimigrasian.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66137/menjaga-gerbang-negeri-dari-siem-reap-indonesia-dan-politik-baru-perbatasan-keimigrasian/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Silaturahmi Bulanan UNPAB Perkuat Kebersamaan dan Berikan Apresiasi bagi Dosen Berprestasi</guid>
            <pubDate>Mon, 29 Jun 2026 09:25:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Silaturahmi Bulanan UNPAB Perkuat Kebersamaan dan Berikan Apresiasi bagi Dosen Berprestasi]]></title>
            <description><![CDATA[Medan&ndash Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) kembali menggelar Silaturahmi Bulanan Pegawai dan Dosen yang berlangsung di Gelangga]]></description>
            <content><![CDATA[Medan&ndash; Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) kembali menggelar Silaturahmi Bulanan Pegawai dan Dosen yang berlangsung di Gelanggang Mahabento UNPAB, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan rutin ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat sinergi antarpegawai dan dosen, serta memberikan apresiasi atas dedikasi sivitas akademika dalam mendukung kemajuan universitas.<br><br>Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan Senam Pagi Bersama dan sarapan bersama yang berlangsung penuh keakraban. Suasana hangat tersebut menjadi cerminan budaya kekeluargaan yang terus dijaga di lingkungan UNPAB.<br><br>Mewakili Rektor UNPAB, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Hubungan Internasional, H. Abdul Razak Nasution, S.H.Int., M.Sc., menyampaikan sambutan sekaligus arahan kepada seluruh pegawai dan dosen. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus menjaga semangat kolaborasi, profesionalisme, serta memperkuat komitmen dalam memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan UNPAB di tengah tantangan pendidikan tinggi yang terus berkembang.<br><br>Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengenalan pegawai dan pejabat struktural baru sebagai bagian dari penguatan organisasi. Selain itu, UNPAB memberikan penghargaan kepada dosen berprestasi kinerja Tahun 2025 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.<br><br>Tidak hanya itu, kegiatan turut diramaikan dengan pengumuman penerima Reward Puasa Senin dan Kamis periode Mei&ndash;Juni 2026, reward Maghrib Bersama Pegawai UNPAB periode Mei, serta perayaan ulang tahun pegawai dan dosen yang lahir pada bulan Juni. Momen tersebut semakin mempererat rasa kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan kampus.<br><br>Melalui kegiatan silaturahmi bulanan ini, UNPAB terus membangun budaya organisasi yang harmonis, apresiatif, dan kolaboratif. Kebersamaan yang terjalin diharapkan menjadi kekuatan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mewujudkan Universitas Pembangunan Panca Budi sebagai perguruan tinggi yang unggul, berdampak, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_7193_Silaturahmi-Bulanan-UNPAB-Perkuat-Kebersamaan-dan-Berikan-Apresiasi-bagi-Dosen-Berprestasi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66136/silaturahmi-bulanan-unpab-perkuat-kebersamaan-dan-berikan-apresiasi-bagi-dosen-berprestasi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Taekwondo Berastagi Juara Umum SNTC, Boyong Piala Musa Rajekshah</guid>
            <pubDate>Mon, 29 Jun 2026 09:20:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Taekwondo Berastagi Juara Umum SNTC, Boyong Piala Musa Rajekshah]]></title>
            <description><![CDATA[Medan, &ndash Tim Taekwondo Berastagi tampil gemilang dengan meraih predikat juara umum pada ajang Sumut Nasional Taekwondo Championship (S]]></description>
            <content><![CDATA[Medan, &ndash; Tim Taekwondo Berastagi tampil gemilang dengan meraih predikat juara umum pada ajang Sumut Nasional Taekwondo Championship (SNTC). Kontingen asal Kabupaten Karo yang menurunkan 47 atlet itu sukses membawa pulang Piala Anggota DPR RI, DR. H. Musa Rajekshah, usai mengoleksi tujuh medali emas, satu perak, dan empat perunggu.<br>Ketua Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Sumatera Utara, H. Hamdani Syahputra, S.Sos., didampingi Sekretaris Tulus Abdiansyah, mengatakan persaingan dalam kejuaraan berlangsung sangat ketat karena diikuti peserta dari 10 provinsi.<br>"Taekwondo Berastagi menjadi juara umum dengan raihan tujuh emas, satu perak, dan empat perunggu. Posisi kedua ditempati Yame Taekwondo Riau dengan empat emas, tiga perak, dan dua perunggu. Peringkat ketiga diraih XG Rush Deli Serdang dengan empat emas, satu perak, dan satu perunggu, sedangkan Medan Team berada di posisi keempat dengan tiga emas, empat perak, dan tiga perunggu," ujar Hamdani, Minggu (28/6).<br>Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Deli Serdang itu mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang tampil maksimal selama kejuaraan berlangsung.<br>"Persaingan begitu ketat sehingga seluruh atlet bertanding dengan semangat dan kemampuan terbaiknya," katanya.<br>Hamdani juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan SNTC, mulai dari sponsor utama Baba Parfum, Indodes, dan D&#039;Coffee Kedan, hingga Dispora Sumut, KONI Sumut, Kemenpora, MPC PP Deli Serdang, serta Universitas Negeri Medan (Unimed).<br>Tak lupa, ia menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kejuaraan tersebut.<br>"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada DR. H. Musa Rajekshah yang telah mempercayakan pialanya untuk diperebutkan pada event ini," ungkapnya.<br>Sementara itu, Ketua Panitia SNTC, Rinaldi, menjelaskan penghargaan pemain terbaik kategori Kyorugi Junior diraih Devon Lowell dari Medan Team, sedangkan pemain terbaik kategori senior disabet Panji Aji dari Namo Bintang, Pancur Batu, Deli Serdang.<br>Untuk kategori Overall Team, Dewa Team (Medan) berhasil menjadi yang terbaik, disusul Tiger Sumatera (Binjai) di posisi kedua dan FTA (Sibolga) di peringkat ketiga.<br>Pada sesi penutupan juga digelar pengundian lucky draw. Hadiah utama dimenangkan Dojang Espana Medan, televisi 32 inci diraih Dojang TSA Banda Aceh, sementara satu set perlengkapan pertandingan menjadi milik Macan TC Medan.<br>Kejuaraan SNTC tahun ini diharapkan menjadi ajang pembinaan atlet taekwondo sekaligus melahirkan bibit-bibit baru yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. (Iza)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_6275_Taekwondo-Berastagi-Juara-Umum-SNTC--Boyong-Piala-Musa-Rajekshah.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/olahraga/66135/taekwondo-berastagi-juara-umum-sntc-boyong-piala-musa-rajekshah/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Patriot Medan U-11 Juara Festival SSB Se-Sumut pada HUT ke-20 SSB Patriot</guid>
            <pubDate>Mon, 29 Jun 2026 08:50:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Patriot Medan U-11 Juara Festival SSB Se-Sumut pada HUT ke-20 SSB Patriot]]></title>
            <description><![CDATA[Medan &ndash Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Patriot Medan U11 mencetak sejarah dengan meraih gelar juara Festival SSB U11 seSumatera Utara]]></description>
            <content><![CDATA[Medan &ndash; Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Patriot Medan U-11 mencetak sejarah dengan meraih gelar juara Festival SSB U-11 se-Sumatera Utara yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 SSB Patriot. Turnamen berlangsung selama dua hari dan berakhir pada Minggu (28/6/2026) di Lapangan Patriot, Jalan Air Bersih, Medan.</p>Pada partai final, SSB Patriot Medan tampil impresif dengan mengalahkan SSB Lasuma dengan skor 2-0. Gelar ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Patriot Medan U-11 karena untuk pertama kalinya mampu menjadi juara di turnamen yang digelar di kandang sendiri, setelah sebelumnya kerap gagal meraih posisi pertama meski telah mengikuti puluhan turnamen di markas sendiri. Sebaliknya, saat tampil di luar kandang, tim ini justru beberapa kali berhasil membawa pulang trofi juara.</p><br>Sementara itu, posisi ketiga diraih SSB Mayang Putra usai menaklukkan SSB SO Point dengan skor telak 3-0. Festival yang diikuti 30 tim SSB dari berbagai daerah di Sumatera Utara tersebut berlangsung meriah dan menjadi ajang pembinaan bagi pesepakbola usia dini.</p><br>Ketua Umum SSB Patriot Medan, H. Hendra DS, didampingi legenda PSMS Medan, Saktiawan Sinaga, saat menutup kegiatan berharap pembinaan sepak bola usia dini di Kota Medan terus ditingkatkan sehingga mampu melahirkan pesepakbola berkualitas yang dapat mengharumkan nama daerah.<br>"Kepada tim yang berhasil menjadi juara, jangan cepat berpuas diri. Teruslah meningkatkan kualitas latihan agar kemampuan para pemain semakin berkembang," ujar Hendra.</p><br>Pada kesempatan tersebut, Hendra DS juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia pelaksana, Rifo yang juga merupakan pelatih SSB Patriot, serta M. Nasir yang selama ini tetap konsisten dan penuh semangat membina pemain usia dini di SSB Patriot yang kini telah memasuki usia ke-20 tahun.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_5425_Patriot-Medan-U-11-Juara-Festival-SSB-Se-Sumut-pada-HUT-ke-20-SSB-Patriot.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/olahraga/66134/patriot-medan-u11-juara-festival-ssb-sesumut-pada-hut-ke20-ssb-patriot/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">DIRGAHAYU BHAYANGKARA: Antara &quot;Ulang Tahun&quot; dan &quot;Hari Lahir&quot;</guid>
            <pubDate>Mon, 29 Jun 2026 08:19:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[DIRGAHAYU BHAYANGKARA: Antara "Ulang Tahun" dan "Hari Lahir"]]></title>
            <description><![CDATA[DIRGAHAYU BHAYANGKARAAntara &quotUlang Tahun&quot dan &quotHari Lahir&quot]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Oleh: Safrizal (Presiden Komunitas Cinta <a href="https://www.halomedan.com/tag/polri/" target="_blank">Polri</a>)<br><br>Setiap tanggal 1 Juli, spanduk ucapan selamat memenuhi jalanan. Dari gang sempit hingga gedung pencakar langit, dari baliho raksasa sampai status WhatsApp, semua berlomba mengucapkan, "Dirgahayu Bhayangkara."<br>Ucapan itu terdengar indah. Bahkan sangat patriotik.<br><br>Tetapi setiap kali mendengar kata dirgahayu, saya selalu teringat dua istilah yang sering dianggap sama padahal sebenarnya berbeda: ulang tahun dan hari lahir.<br><br>Ulang tahun hanya memastikan angka bertambah.<br><br>Hari lahir seharusnya memastikan semangat ikut lahir kembali.<br><br>Kalau ulang tahun, lilinnya yang bertambah.<br>Kalau hari lahir, harapannya yang bertambah.<br>Kalau ulang tahun, cukup beli kue.<br>Kalau hari lahir, mestinya ada tekad memperbaiki diri.<br>Nah, pertanyaannya, Hari Bhayangkara lebih sering dirayakan sebagai ulang tahun atau benar-benar menjadi hari lahir?<br><br>Jangan-jangan yang berubah hanya desain logonya.<br>Tema berganti.<br>Spanduk baru.<br>Seragam baru.<br>Hashtag baru.<br>Tetapi kebiasaan lama masih betah tinggal.<br>Seperti rumah kontrakan yang sewanya sudah dibayar lima tahun ke depan.<br><br>Setiap tahun tema peringatannya terdengar luar biasa.<br>Melayani.<br>Mengayomi.<br>Melindungi.<br>Presisi.<br>Humanis.<br>Profesional.<br><br>Kalau tema bisa menangkap maling, mungkin angka kejahatan sudah turun drastis.<br>Sayangnya tema hanya tulisan.<br>Yang diuji masyarakat adalah kenyataan.<br><br>Masyarakat tidak menilai institusi dari baliho.<br>Masyarakat menilai dari pengalaman ketika datang ke kantor polisi.<br><br>Masyarakat menilai dari cara petugas berbicara.<br>Masyarakat menilai dari kecepatan menangani laporan.<br>Dan yang paling penting, masyarakat menilai apakah hukum benar-benar berdiri tegak atau justru sering terlihat membungkuk.<br><br>Kepercayaan publik tidak dibangun oleh slogan.<br>Kepercayaan dibangun oleh tindakan yang konsisten.<br><br>Ada sebuah lelucon yang beredar.<br>Katanya, kalau ingin mengetahui apakah sebuah pelayanan sudah berubah, jangan lihat ruang tunggunya. Lihatlah wajah orang yang keluar dari ruang pelayanan.<br><br>Kalau masuk tersenyum lalu keluar tetap tersenyum, berarti pelayanan berjalan baik.<br><br>Kalau masuk tersenyum lalu keluar sambil mengelus dada, mungkin masih ada pekerjaan rumah.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/polri/" target="_blank">Polri</a> tentu telah melakukan banyak pembenahan dalam berbagai bidang.<br><br>Namun di sisi lain, berbagai kasus yang melibatkan oknum anggota juga terus menjadi sorotan publik.<br><br>Ironisnya, satu kesalahan oknum sering kali menghapus seribu kebaikan anggota lain yang bekerja dengan jujur.<br>Inilah beratnya menjadi institusi besar.<br>Setetes tinta hitam bisa mengubah seember air jernih menjadi keruh.<br>Karena itu, memperbaiki citra tidak cukup dengan membuat video sinematik atau slogan baru.<br><br>Yang dibutuhkan adalah keberanian membersihkan diri dari dalam.<br><br>Hari Bhayangkara seharusnya menjadi momentum kelahiran kembali semangat profesionalisme.<br>Momentum untuk bertanya dengan jujur:<br>Apakah masyarakat hari ini lebih mudah mendapatkan keadilan?<br>Apakah warga kecil merasa dilindungi?<br>Apakah hukum benar-benar berlaku sama bagi semua orang?<br><br>Kalau jawaban atas pertanyaan itu masih membuat kita terdiam cukup lama, mungkin memang masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.<br><br>Masyarakat tidak berharap polisi menjadi malaikat.<br>Masyarakat hanya berharap polisi tetap menjadi polisi.<br>Berani melindungi yang lemah.<br>Tegas kepada pelanggar hukum.<br>Ramah kepada masyarakat.<br>Dan tidak membedakan pelayanan berdasarkan status sosial.<br><br>Sebab seragam tidak otomatis menghadirkan wibawa.<br>Yang menghadirkan wibawa adalah integritas.<br>Pangkat bisa diperoleh melalui pendidikan.<br>Tetapi kepercayaan hanya diperoleh melalui keteladanan.<br><br>Maka, Dirgahayu Bhayangkara bukan sekadar ucapan.<br>Ia adalah pengingat.<br>Bahwa setiap tahun seharusnya bukan hanya usia yang bertambah.<br>Tetapi juga kualitas pelayanan, keberanian menegakkan hukum, dan kepercayaan masyarakat.<br><br>Kalau yang bertambah hanya usia, itu namanya ulang tahun.<br>Kalau yang bertambah adalah integritas, keberanian, dan semangat melayani, barulah layak disebut hari lahir.<br><br>Selamat Hari Bhayangkara.<br>Semoga yang lahir bukan sekadar perayaan baru, tetapi juga tekad baru untuk semakin dekat dengan keadilan dan semakin dipercaya oleh rakyat.***]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_7072_DIRGAHAYU-BHAYANGKARA--Antara--quot-Ulang-Tahun-quot--dan--quot-Hari-Lahir-quot-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66133/dirgahayu-bhayangkara-antara-quotulang-tahunquot-dan-quothari-lahirquot/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">CAFE ONTHEL Binjai, Destinasi Nongkrong Asri Yang Wajib Dikunjungi Bersama Keluarga dan Sahabat</guid>
            <pubDate>Sun, 28 Jun 2026 17:09:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[CAFE ONTHEL Binjai, Destinasi Nongkrong Asri Yang Wajib Dikunjungi Bersama Keluarga dan Sahabat]]></title>
            <description><![CDATA[BINJAI  Medan24News.comBagi pecinta kopi dan suasana santai, Cafe Onthell yang berlokasi di Jalan Perwira, Kota Binjai, Sumatera Utara menj]]></description>
            <content><![CDATA[BINJAI | Medan24News.com<br><br>Bagi pecinta kopi dan suasana santai, <a href="https://www.halomedan.com/tag/cafe/" target="_blank">Cafe</a> Onthell yang berlokasi di Jalan Perwira, Kota Binjai, Sumatera Utara menjadi salah satu destinasi yang patut dikunjungi. Mengusung konsep asri, sejuk, dan nyaman, kafe ini menawarkan suasana yang cocok untuk bersantai, berdiskusi, hingga berkumpul bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja.<br><br>Tak hanya menghadirkan beragam pilihan kopi dan minuman berkualitas, <a href="https://www.halomedan.com/tag/cafe/" target="_blank">Cafe</a> Onthell juga memberikan pengalaman berbeda melalui pelayanan yang ramah serta lingkungan yang tenang, sehingga pengunjung dapat menikmati waktu dengan lebih nyaman.<br><br>Di bawah pengelolaan Owner Edwin Ginting, <a href="https://www.halomedan.com/tag/cafe/" target="_blank">Cafe</a> Onthell terus berkomitmen menghadirkan tempat nongkrong yang mengedepankan kenyamanan, kualitas, dan suasana kekeluargaan bagi setiap tamu yang datang.<br><br>CEO Sumut 24 Group, RIANTO SH MH (Anto Genk), yang pernah berkunjung ke <a href="https://www.halomedan.com/tag/cafe/" target="_blank">Cafe</a> Onthell, memberikan apresiasi terhadap konsep yang dihadirkan.<br><br>"<a href="https://www.halomedan.com/tag/cafe/" target="_blank">Cafe</a> Onthell memiliki suasana yang sangat nyaman dan asri. Tempatnya cocok untuk berkumpul bersama keluarga, berdiskusi dengan relasi, maupun sekadar menikmati secangkir kopi setelah menjalani aktivitas. Pelayanan yang ramah dan konsepnya yang sederhana namun berkelas menjadi nilai tambah. Saya berharap <a href="https://www.halomedan.com/tag/cafe/" target="_blank">Cafe</a> Onthell terus berkembang dan menjadi salah satu ikon tempat nongkrong terbaik di Kota Binjai," ujar Rianto SH MH (Anto Genk).<br><br>Dengan perpaduan suasana yang menenangkan, cita rasa kopi yang nikmat, serta pelayanan yang bersahabat, <a href="https://www.halomedan.com/tag/cafe/" target="_blank">Cafe</a> Onthell layak menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin menikmati momen kebersamaan dalam suasana yang nyaman di Kota Binjai.*(SS68)*]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_5697_CAFE-ONTHEL-Binjai--Destinasi-Nongkrong-Asri-Yang-Wajib-Dikunjungi-Bersama-Keluarga-dan-Sahabat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/ekbis/66132/cafe-onthel-binjai-destinasi-nongkrong-asri-yang-wajib-dikunjungi-bersama-keluarga-dan-sahabat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">MENGENAL UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI (UNPAB)</guid>
            <pubDate>Sun, 28 Jun 2026 15:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[MENGENAL UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI (UNPAB)]]></title>
            <description><![CDATA[MENGENAL UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI (UNPAB)]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>MEDAN |  Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) adalah Perguruan Tinggi tertua di Kota Medan yang memiliki spirit Tamadun Mandiri, yaitu spirit yang menggabungkan nilai-nilai tradisional dan modern.<br><br>*Tahun 1956, Awal Mula Berdiri*<br>Universitas Pembangunan Panca Budi semula berdiri dengan nama Akademi Metafisika, di bawah naungan Yayasan Akademi Metafisika. Didirikan pada tanggal 27 November 1956, oleh Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, seorang veteran militer dan cendikiawan, ahli di bidang fisika dan kimia dan menguasai beberapa bahasa yaitu bahasa Inggris, Jerman dan Belanda, serta ahli di bidang ilmu filsafat spiritual.<br><br>*Tahun 1961 Berganti Nama*<br>Akademi Metafisika berubah menjadi Universitas Pembangunan Panca Budi dan tanggal 19 Desember 1961 ditetapkan sebagai tanggal berdirinya Universitas Pembangunan Panca Budi, yang kemudian terdaftar secara resmi dalam akta pendirian lembaga pendidikan tinggi di Indonesia.<br><br>*Tahun 2013*<br>Mulai menggunakan Sistem E-Learning<br>Pembelajaran sistem daring UNPAB mulai beroperasi.<br><br>*Tahun 2017*<br>Peleburan 7 Fakultas Menjadi 4 Fakultas<br>Yakni Fakultas Agama Islam dan Humaniora, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Sosial Sains dan Program Pascasarjana.<br><br>*Tahun 2020*<br>Dimulainya Program Berbasis Pengabdian Masyarakat<br>Program ini kemudian dikenal sebagai "Membangun Desa, Membangun Indonesia.*(SS68 )*]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_1826_MENGENAL-UNIVERSITAS-PEMBANGUNAN-PANCA-BUDI--UNPAB-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66131/mengenal-universitas-pembangunan-panca-budi-unpab/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bank Sumut Resmikan KCP Sei Berombang, Perkuat Inklusi Keuangan dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Labuhanbatu*</guid>
            <pubDate>Sun, 28 Jun 2026 14:03:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bank Sumut Resmikan KCP Sei Berombang, Perkuat Inklusi Keuangan dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Labuhanbatu*]]></title>
            <description><![CDATA[Bank Sumut Resmikan KCP Sei Berombang, Perkuat Inklusi Keuangan dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Labuhanbatu]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Labuhanbatu &ndash; PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut (Perseroda) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui perluasan jaringan layanan dengan meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Sei Berombang di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (25/6). <br><br>Kehadiran kantor layanan baru ini menjadi langkah strategis <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut untuk menghadirkan akses layanan perbankan yang semakin dekat bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran sebagai <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Pembangunan Daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir.<br><br>Peresmian ini dilakukan oleh Direktur Utama PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut, Heru Mardiansyah bersama Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST, serta dihadiri unsur Forkopimda Labuhanbatu, unsur Forkopimca Panai Hilir, camat, lurah, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan instansi, mitra kerja, dan nasabah <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut.<br><br>Dalam sambutannya, Direktur Utama <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut, Heru Mardiansyah menyampaikan bahwa pembukaan KCP Sei Berombang merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas inklusi keuangan dan menghadirkan layanan perbankan yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.<br><br>&quot;Kehadiran KCP Sei Berombang bukan sekadar menambah jaringan layanan, tetapi menjadi bentuk komitmen <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah,&quot; ujar Heru.<br><br>Sementara itu, Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST, menyampaikan apresiasi atas komitmen <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut yang terus memperluas jaringan pelayanan hingga ke wilayah pesisir Kabupaten Labuhanbatu.<br><br>&quot;Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menyampaikan apresiasi kepada <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut atas diresmikannya KCP Sei Berombang. Kehadiran kantor ini merupakan bukti nyata sinergi <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut dalam mendukung pembangunan daerah, memperluas akses layanan keuangan, memperkuat sektor UMKM, perdagangan, dan perikanan, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh layanan perbankan. Kami berharap kolaborasi ini terus terjalin untuk mendorong kesejahteraan masyarakat Labuhanbatu,&quot; ujar Wakil Bupati.<br><br>Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kehadiran <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut sebagai lembaga keuangan daerah yang terpercaya, sekaligus mendukung peningkatan budaya menabung, transaksi non-tunai, dan pengembangan usaha produktif.<br><br>Pada kesempatan tersebut, <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut juga menyerahkan secara simbolis Kredit Usaha Rakyat (KUR) <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut dengan bunga 0% kepada nasabah sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha mikro dan kecil. Selain itu, <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut menyerahkan Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) kepada siswa-siswi di Sei Berombang sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini serta menumbuhkan budaya gemar menabung di kalangan generasi muda.<br><br>Peresmian KCP Sei Berombang menjadi salah satu langkah nyata <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut dalam memperkuat perannya sebagai <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Pembangunan Daerah yang tidak hanya menyediakan layanan perbankan, tetapi juga menjadi mitra pembangunan yang mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas inklusi keuangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.<br><br>Dengan semangat &quot;Berubah, Bertumbuh, Berprestasi,&quot; <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut akan terus menghadirkan inovasi, memperluas jangkauan layanan, dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung pembangunan Sumatera Utara.###]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_5059_Bank-Sumut-Resmikan-KCP-Sei-Berombang--Perkuat-Inklusi-Keuangan-dan-Dukung-Pertumbuhan-Ekonomi-Labuhanbatu-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66130/bank-sumut-resmikan-kcp-sei-berombang-perkuat-inklusi-keuangan-dan-dukung-pertumbuhan-ekonomi-labuhanbatu/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan</guid>
            <pubDate>Sat, 27 Jun 2026 19:23:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan]]></title>
            <description><![CDATA[Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan]]></description>
            <content><![CDATA[<br></p>Medan &ndash; Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu pemerintah kota dari berbagai daerah di Indonesia yang hadir di Kota Medan dalam rangka Pertemuan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026.<br><br>Pertemuan yang dihadiri para wali kota beserta jajaran pemerintah kota se-Indonesia tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antardaerah sekaligus mempromosikan potensi Kota Medan sebagai kota metropolitan yang kaya akan budaya dan kuliner.<br><br>Dalam keterangannya, Minggu (27/6/2026), Zakiyuddin Harahap berharap seluruh peserta dapat menikmati pengalaman terbaik selama berada di Kota Medan.<br><br>"Selamat datang di Kota Medan. Kami berharap seluruh tamu dapat menikmati suasana Kota Medan yang ramah, mencicipi beragam kuliner khas, serta menyaksikan berbagai atraksi budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Medan," ujar Zakiyuddin.<br><br>Ia juga berharap pelaksanaan Pertemuan APEKSI 2026 berlangsung sukses dan menghasilkan berbagai gagasan serta kerja sama yang mampu memperkuat pembangunan dan pelayanan publik di seluruh pemerintah kota di Indonesia.<br><br>Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kota Medan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta agar rangkaian kegiatan APEKSI 2026 berjalan lancar, sekaligus meninggalkan kesan positif bagi setiap tamu yang berkunjung ke Kota Medan.<br>(Red)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_1761_Zakiyuddin-Harahap-Sambut-Peserta-APEKSI-2026--Ajak-Nikmati-Keramahan-dan-Kuliner-Kota-Medan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66129/zakiyuddin-harahap-sambut-peserta-apeksi-2026-ajak-nikmati-keramahan-dan-kuliner-kota-medan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah</guid>
            <pubDate>Sat, 27 Jun 2026 15:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah]]></title>
            <description><![CDATA[Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br><br>Lubuk Pakam &ndash; Pemerintah Kabupaten Deli Serdang resmi meluncurkan sistem pembayaran digital Qresto (Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization), Jumat (26/6). Inovasi ini menjadikan Deli Serdang sebagai kabupaten pertama di Indonesia yang menerapkan sistem pemisahan otomatis pembayaran tagihan makanan dan pajak restoran langsung ke kas daerah.<br><br>Inovasi yang dikembangkan Bank Sumut bersama Pemerintah Kabupaten Deli Serdang tersebut resmi diluncurkan di Pondok Rame, Lubuk Pakam, Jumat (26/6). QResto menjadi salah satu langkah nyata memperkuat digitalisasi transaksi pemerintah daerah sekaligus mendorong tata kelola penerimaan daerah yang lebih transparan, akuntabel, dan real time.<br><br>Direktur Teknologi Informasi dan Operasional PT Bank Sumut, Sandhy Sofian mengatakan QResto bukan sekadar menghadirkan sistem pembayaran digital, tetapi memperkenalkan pendekatan baru dalam mengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD).<br><br>"Hari ini kita tidak hanya meluncurkan sebuah sistem pembayaran digital. Kita sedang meluncurkan cara baru dalam mengelola Pendapatan Asli Daerah melalui proses yang lebih modern, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Sandhy.<br><br>Menurut Sandhy, inovasi tersebut lahir dari kebutuhan untuk menjawab tantangan yang selama ini dihadapi pemerintah daerah dan pelaku usaha, yakni bagaimana meningkatkan kepatuhan pajak tanpa menambah beban administrasi maupun mengubah kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi menggunakan QRIS.<br><br>Melalui QResto, proses yang sebelumnya masih mengandalkan pelaporan dan pencatatan manual kini berjalan secara otomatis. Saat pelanggan melakukan pembayaran melalui QRIS Bank Sumut, seluruh nilai transaksi terlebih dahulu masuk ke rekening pelaku usaha sebagaimana biasanya. Selanjutnya, sistem Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Bank Sumut secara otomatis autodebet dan menyetorkan bagian pajak yang menjadi hak pemerintah daerah. Seluruh proses berlangsung secara real time, sehingga meminimalkan kesalahan pencatatan sekaligus meningkatkan transparansi.<br><br>Sebagai Bank Pembangunan Daerah milik pemerintah daerah di Sumatera Utara, Bank Sumut, lanjutnya, memiliki komitmen untuk terus menghadirkan inovasi digital yang memberi manfaat nyata bagi pemerintah daerah, dunia usaha, maupun masyarakat.<br><br>Bank Sumut berharap implementasi QResto di Kabupaten Deli Serdang dapat menjadi model yang diperluas ke berbagai kabupaten dan kota lain di Sumatera Utara sehingga semakin banyak pemerintah daerah yang memperoleh manfaat dari sistem pengelolaan penerimaan yang terintegrasi.<br><br>Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, digitalisasi transaksi melalui QResto akan memberikan manfaat bagi pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat karena setiap transaksi tercatat secara otomatis sehingga potensi kebocoran penerimaan daerah dapat diminimalkan.<br><br>"Selain memberikan kemudahan kepada masyarakat, sistem ini membantu pemerintah memastikan penerimaan pajak menjadi lebih optimal dan transparan. <a href="https://www.halomedan.com/tag/pajak/" target="_blank">Pajak</a> merupakan sumber utama pembangunan daerah sehingga pengelolaannya harus semakin akuntabel," ujar Bupati<br><br>Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza Moesa mengapresiasi sinergi yang dibangun Bank Sumut bersama Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam menghadirkan QResto.<br><br>Menurutnya, inovasi tersebut menjadi salah satu contoh implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah yang mampu memperkuat ekosistem pembayaran digital sekaligus meningkatkan kepatuhan pajak.<br><br>Bank Indonesia juga menyambut baik kebijakan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang memberikan insentif pengurangan pajak kepada masyarakat. Kebijakan tersebut dinilai dapat mempercepat adopsi transaksi digital sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam ekosistem pembayaran berbasis QRIS.<br><br>Ameriza menegaskan Bank Indonesia akan terus mendukung pengembangan QResto bersama Bank Sumut dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, termasuk mendorong penerapannya pada berbagai jenis penerimaan daerah lainnya agar manfaat digitalisasi semakin luas dirasakan masyarakat.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_3665_Bank-Sumut-Luncurkan-QResto--Inovasi-Digital-Bersama-Pemkab-Deli-Serdang-untuk-Optimalkan-Pajak-Daerah.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66128/bank-sumut-luncurkan-qresto-inovasi-digital-bersama-pemkab-deli-serdang-untuk-optimalkan-pajak-daerah/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Strategi Komunikasi Pemerintah: Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik</guid>
            <pubDate>Sat, 27 Jun 2026 14:41:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Strategi Komunikasi Pemerintah: Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik]]></title>
            <description><![CDATA[Strategi Komunikasi Pemerintah Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Oleh: Abdullah Rasyid<br>Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan<br><br>Dalam pemerintahan modern, keberhasilan sebuah kebijakan tidak hanya ditentukan oleh seberapa baik program itu dirancang dan dijalankan, tetapi juga oleh seberapa jelas program tersebut dijelaskan kepada publik. Negara tidak cukup hanya bekerja. Negara juga harus mampu menerangkan arah kerjanya, menjelaskan alasan kebijakannya, membuka ruang pemahaman publik, serta menjaga agar informasi yang beredar tidak terdistorsi oleh kekosongan narasi, hoaks, atau framing yang menyesatkan.<br><br>Di titik inilah komunikasi pemerintah menjadi bagian penting dari tata kelola pemerintahan. Komunikasi bukan pekerjaan tambahan setelah kebijakan selesai dibuat. Komunikasi adalah bagian dari proses pemerintahan itu sendiri. Kebijakan yang baik tetapi tidak dijelaskan dengan baik dapat melahirkan salah paham. Program yang strategis tetapi tidak dikomunikasikan secara tepat dapat kehilangan dukungan publik. Bahkan, capaian yang nyata pun dapat tertutup oleh kegaduhan apabila negara terlambat hadir dalam percakapan publik.<br><br>Karena itu, kehadiran dalam Strategic Communication Forum Staf Khusus Bidang Komunikasi Kabinet Merah Putih yang diselenggarakan oleh Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia atau Bakom RI menjadi sangat penting. Forum ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum konsolidasi komunikasi strategis pemerintah. Agenda utamanya membicarakan strategi komunikasi pemerintah dan penunjukan juru bicara dari masing-masing kementerian dan lembaga.<br><br>Forum yang dipimpin oleh Kepala Bakom RI, Bapak Muhammad Qodari, menegaskan satu pesan utama: komunikasi pemerintah harus lebih terkoordinasi, lebih cepat, lebih responsif, lebih berbasis data, dan lebih selaras antar-kementerian/lembaga. Pemerintah tidak boleh berbicara dalam banyak suara yang saling bertabrakan. Pemerintah harus hadir dalam satu arah besar, dengan narasi yang kuat, substansi yang jelas, dan pesan yang mudah dipahami masyarakat.<br><br>Bakom RI dan Orkestrasi Komunikasi Pemerintah<br><br>Bakom RI memiliki posisi strategis sebagai orkestrator komunikasi pemerintah. Istilah orkestrasi penting untuk dipahami. Dalam sebuah orkestra, banyak alat musik dimainkan oleh banyak orang, tetapi semuanya harus mengikuti partitur dan irama yang sama. Demikian pula komunikasi pemerintah. Setiap kementerian dan lembaga memiliki sektor, isu, program, dan karakter kebijakan masing-masing. Namun, seluruhnya harus terhubung dengan agenda besar Presiden dan arah pembangunan nasional.<br><br>Tugas Bakom RI bukan mengambil alih komunikasi kementerian/lembaga, melainkan menyelaraskan, menguatkan, dan memastikan komunikasi pemerintah berjalan dalam satu napas. Di dalamnya terdapat fungsi penyusunan strategi komunikasi, manajemen risiko, penyediaan materi komunikasi, diseminasi informasi, kemitraan dengan media, koordinasi lintas kementerian/lembaga, serta penguatan tata kelola komunikasi pemerintah.<br><br>Dengan demikian, Bakom RI tidak hanya menjadi lembaga penyampai informasi. Bakom RI menjadi pusat penguatan narasi pemerintah. Ia memastikan agar setiap kebijakan strategis memiliki penjelasan yang utuh: apa programnya, mengapa program itu dilakukan, siapa penerima manfaatnya, bagaimana cara pelaksanaannya, apa tantangannya, dan apa dampaknya bagi masyarakat.<br><br>Inilah yang membedakan komunikasi pemerintah yang sekadar informatif dengan komunikasi pemerintah yang strategis. Komunikasi informatif hanya menyampaikan berita. Komunikasi strategis membangun pemahaman, memperkuat kepercayaan, mengelola risiko, dan menjaga legitimasi kebijakan publik.<br><br>Tidak Boleh Ada Ruang Kosong Narasi<br><br>Salah satu pesan penting dalam forum tersebut adalah bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan adanya ruang kosong narasi. Dalam era digital, ruang kosong tidak pernah benar-benar kosong. Jika pemerintah terlambat menjelaskan, ruang itu akan segera diisi oleh spekulasi, opini liar, disinformasi, atau narasi yang tidak utuh.<br><br>Karena itu, pemerintah harus proaktif, bukan hanya reaktif. Pemerintah tidak boleh hanya menjawab setelah isu menjadi krisis. Pemerintah harus mampu membaca potensi isu sejak awal, menyiapkan narasi, menyampaikan data, dan menjelaskan kebijakan secara konsisten kepada publik.<br><br>Memenangkan pertarungan narasi bukan berarti menutup ruang kritik. Kritik tetap penting dalam demokrasi. Justru komunikasi pemerintah yang baik harus mampu membedakan antara kritik yang perlu dijawab dengan data, aspirasi yang perlu direspons dengan kebijakan, dan disinformasi yang perlu diluruskan dengan cepat. Pemerintah tidak boleh alergi terhadap kritik, tetapi juga tidak boleh membiarkan kebijakan negara dikalahkan oleh informasi yang keliru.<br><br>Dalam konteks ini, juru bicara di setiap kementerian/lembaga memiliki peran penting. Juru bicara bukan sekadar penyampai pernyataan. Juru bicara adalah penerjemah kebijakan. Ia harus mampu menjelaskan bahasa teknokratis menjadi bahasa publik. Ia harus memahami substansi kebijakan, arah politik pemerintahan, sensitivitas isu, dinamika media, serta kebutuhan masyarakat atas informasi yang jelas dan dapat dipercaya.<br><br>Penunjukan juru bicara dari masing-masing kementerian/lembaga menjadi langkah penting untuk memastikan komunikasi pemerintah memiliki titik koordinasi yang jelas. Dengan adanya juru bicara, setiap isu strategis dapat dijelaskan secara lebih cepat, lebih bertanggung jawab, dan lebih terukur.<br><br>Menjelaskan Visi Presiden, Bukan Sekadar Program<br><br>Komunikasi pemerintah juga harus mampu menjelaskan visi besar Presiden. <a href="https://www.halomedan.com/tag/publik/" target="_blank">Publik</a> tidak cukup hanya diberi tahu nama program. <a href="https://www.halomedan.com/tag/publik/" target="_blank">Publik</a> perlu memahami alasan di balik program tersebut.<br><br>Ketika Presiden mendorong program Sekolah Rakyat, misalnya, narasi yang harus dijelaskan bukan hanya tentang pembangunan sekolah, tetapi tentang upaya memutus rantai kemiskinan dan membuka jalan mobilitas sosial bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Ketika Presiden menjalankan program Makan Bergizi Gratis, narasi yang perlu disampaikan bukan hanya soal makanan, tetapi tentang investasi sumber daya manusia, penurunan stunting, peningkatan kualitas anak bangsa, serta pembangunan generasi Indonesia Emas.<br><br>Dengan kata lain, komunikasi pemerintah harus menjelaskan hubungan antara program dan tujuan besar negara. Rakyat perlu melihat bahwa setiap kebijakan bukan berdiri sendiri, melainkan bagian dari desain besar pembangunan nasional. Program harus dijelaskan sebagai ikhtiar negara untuk menghadirkan keadilan, memperkuat kedaulatan, meningkatkan kesejahteraan, dan membangun masa depan bangsa.<br><br>Di sinilah pentingnya keselarasan komunikasi lintas kementerian/lembaga. Setiap K/L boleh memiliki sektor masing-masing, tetapi narasinya harus bertemu pada arah yang sama: memperkuat pemerintahan yang bekerja, melindungi rakyat, menjaga kedaulatan, dan membangun Indonesia menuju 2045.<br><br>Posisi Strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan<br><br>Bagi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, forum komunikasi strategis ini memiliki makna yang sangat penting. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan berada pada dua wilayah yang menyentuh langsung wajah negara: gerbang luar dan gerbang dalam.<br><br>Imigrasi adalah gerbang luar negara. Di sana negara mengatur lalu lintas manusia, menjaga kedaulatan wilayah, melayani mobilitas warga negara, mengawasi keberadaan orang asing, mencegah kejahatan lintas negara, dan memastikan bahwa keterbukaan Indonesia tetap berjalan dalam kerangka kepentingan nasional. Imigrasi tidak hanya bicara paspor dan visa. Imigrasi adalah instrumen kedaulatan negara.<br><br>Sementara itu, pemasyarakatan adalah gerbang dalam negara. Di sana negara diuji dalam memperlakukan manusia yang sedang menjalani pidana. Pemasyarakatan bukan hanya soal penjara, keamanan, dan pembinaan narapidana. Pemasyarakatan adalah cara negara mengembalikan martabat manusia, menyiapkan reintegrasi sosial, membangun keterampilan, menekan residivisme, serta memastikan hukum tidak kehilangan sisi kemanusiaannya.<br><br>Karena itu, komunikasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan harus mampu menjelaskan dua hal sekaligus: ketegasan negara dan kemanusiaan negara. Dalam bidang imigrasi, publik perlu melihat negara yang tegas menjaga pintu masuk dan keluar Indonesia. Dalam bidang pemasyarakatan, publik perlu melihat negara yang adil, membina, dan memberi kesempatan manusia untuk kembali produktif.<br><br>Narasi ini penting agar masyarakat tidak melihat imigrasi dan pemasyarakatan secara sempit. Imigrasi bukan sekadar layanan administratif. Pemasyarakatan bukan sekadar urusan lembaga pemasyarakatan. Keduanya merupakan instrumen pemerintahan yang sangat strategis dalam menjaga kedaulatan, keamanan, ketertiban, pelayanan publik, dan martabat bangsa.<br><br>Komunikasi sebagai Bagian dari Reformasi Tata Kelola<br><br>Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memiliki banyak agenda penting yang perlu dikomunikasikan secara kuat. Mulai dari transformasi layanan keimigrasian, digitalisasi sistem perlintasan, penguatan pengawasan orang asing, penegakan hukum keimigrasian, perlindungan warga negara, hingga pembaruan tata kelola pemasyarakatan yang lebih produktif, humanis, dan akuntabel.<br><br>Setiap agenda tersebut membutuhkan komunikasi yang jelas. <a href="https://www.halomedan.com/tag/publik/" target="_blank">Publik</a> perlu mengetahui bukan hanya apa yang dilakukan kementerian, tetapi juga mengapa hal itu dilakukan dan bagaimana manfaatnya bagi rakyat.<br><br>Transformasi digital imigrasi, misalnya, harus dijelaskan sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan, mempercepat proses, memperkuat pengawasan, dan mengurangi ruang penyimpangan. Penguatan pengawasan orang asing harus dijelaskan sebagai bagian dari perlindungan kedaulatan dan keamanan nasional, bukan sebagai sikap tertutup terhadap dunia luar. Pembinaan pemasyarakatan harus dijelaskan sebagai agenda negara untuk membangun manusia, bukan sekadar mengelola penghukuman.<br><br>Dengan komunikasi yang baik, reformasi tata kelola akan lebih mudah dipahami publik. Komunikasi yang baik dapat memperkuat dukungan masyarakat, membangun kepercayaan, dan memperkecil jarak antara kebijakan pemerintah dengan persepsi publik.<br><br>Dari <a href="https://www.halomedan.com/tag/publik/" target="_blank">Publik</a>asi Menuju Kepercayaan<br><br>Tantangan komunikasi pemerintah hari ini bukan hanya bagaimana membuat siaran pers atau unggahan media sosial. Tantangannya lebih besar: bagaimana membangun kepercayaan publik.<br><br>Kepercayaan lahir ketika pemerintah konsisten antara ucapan dan tindakan. Kepercayaan tumbuh ketika data yang disampaikan akurat. Kepercayaan menguat ketika pemerintah cepat menjelaskan isu, jujur mengakui tantangan, dan terbuka menyampaikan capaian. Komunikasi yang baik bukan kosmetik kebijakan, melainkan cermin dari tata kelola yang baik.<br><br>Karena itu, strategi komunikasi pemerintah harus bertumpu pada beberapa prinsip. Pertama, satu arah narasi besar yang selaras dengan visi Presiden. Kedua, kecepatan dalam merespons isu publik. Ketiga, akurasi data dan substansi. Keempat, koordinasi lintas kementerian/lembaga. Kelima, kemampuan menjelaskan kebijakan dalam bahasa yang mudah dipahami rakyat. Keenam, keberanian untuk hadir dalam ruang publik sebelum narasi lain mendominasi.<br><br>Pemerintah harus menyampaikan capaian, tetapi tidak boleh jatuh pada klaim kosong. Pemerintah harus membela kebijakan, tetapi tetap membuka ruang evaluasi. Pemerintah harus tegas meluruskan disinformasi, tetapi tetap menghormati kritik. Inilah komunikasi pemerintah yang sehat dalam negara demokratis.<br><br>Menjaga Gerbang Narasi Negara<br><br>Strategic Communication Forum yang diselenggarakan Bakom RI menjadi momentum penting untuk memperkuat disiplin komunikasi pemerintah. Forum ini mengingatkan bahwa setiap kementerian/lembaga tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dalam menjelaskan kebijakan. Dalam pemerintahan yang besar, komunikasi harus dikonsolidasikan. Dalam ruang publik yang cepat berubah, narasi harus dipimpin. Dalam demokrasi yang terbuka, kepercayaan harus terus dirawat.<br><br>Bagi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, kehadiran dalam forum ini adalah bagian dari komitmen untuk menyelaraskan narasi kementerian dengan arah besar Kabinet Merah Putih. Kemenimipas harus hadir sebagai kementerian yang menjelaskan kerja-kerja kedaulatan, pelayanan, penegakan hukum, pembinaan manusia, dan pemulihan martabat secara lebih kuat kepada publik.<br><br>Pada akhirnya, komunikasi pemerintah bukan hanya soal berbicara. Komunikasi pemerintah adalah soal menjelaskan arah negara. Ia adalah jembatan antara kebijakan dan pemahaman publik, antara program dan kepercayaan rakyat, antara kerja pemerintah dan legitimasi sosial.<br><br>Negara yang bekerja harus mampu menjelaskan pekerjaannya. Negara yang kuat harus mampu menjaga narasinya. Dan negara yang ingin dipercaya rakyat harus hadir dengan komunikasi yang jujur, terkoordinasi, proaktif, dan berpihak pada kepentingan publik.<br><br>Di situlah pentingnya Bakom RI, pentingnya juru bicara kementerian/lembaga, dan pentingnya strategi komunikasi pemerintah: bukan semata-mata untuk memenangkan percakapan, tetapi untuk menjaga kepercayaan rakyat kepada negara.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_1087_Strategi-Komunikasi-Pemerintah--Menjaga-Narasi--Menjaga-Kepercayaan-Publik.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66127/strategi-komunikasi-pemerintah-menjaga-narasi-menjaga-kepercayaan-publik/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov</guid>
            <pubDate>Sat, 27 Jun 2026 13:15:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov]]></title>
            <description><![CDATA[Medan&ndashKejuaraan Taekwondo Championship Sumatera Utara 2026 resmi dibuka di Medan, Sabtu (27/6/2026). Ajang ini tidak hanya menjadi wad]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan&ndash;Kejuaraan <a href="https://www.halomedan.com/tag/taekwondo/" target="_blank">Taekwondo</a> Championship Sumatera Utara 2026 resmi dibuka di Medan, Sabtu (27/6/2026). <br><br>Ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi bagi para atlet muda, tetapi juga diharapkan menjadi momentum pembinaan untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang siap tampil di tingkat nasional maupun internasional.<br><br>Mewakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumatera Utara, perwakilan Kadispora menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, orang tua, dan pelatih yang telah berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut. Ia mengajak seluruh atlet memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan hasil latihan yang telah dijalani secara konsisten.<br><br>"Kejuaraan ini menjadi sarana evaluasi bagi atlet dan pelatih untuk mengukur sejauh mana program latihan yang telah dijalankan mampu meningkatkan kemampuan dan prestasi," ujarnya.<br>Menurutnya, <a href="https://www.halomedan.com/tag/taekwondo/" target="_blank">Taekwondo</a> tidak hanya mengajarkan teknik bertanding dan kekuatan fisik, tetapi juga membentuk karakter melalui nilai-nilai disiplin, integritas, rasa hormat, kerja keras, pengendalian diri, serta semangat pantang menyerah.<br><br>"Nilai-nilai tersebut merupakan jiwa yang harus dimiliki setiap insan <a href="https://www.halomedan.com/tag/taekwondo/" target="_blank">Taekwondo</a>, baik saat bertanding maupun dalam kehidupan sehari-hari," katanya.<br><br>Ia berharap melalui kejuaraan ini lahir atlet-atlet <a href="https://www.halomedan.com/tag/taekwondo/" target="_blank">Taekwondo</a> Sumatera Utara yang mampu mengharumkan nama daerah di level nasional maupun internasional, sekaligus mencetak generasi muda yang sportif dan berintegritas.<br><br>Dukungan terhadap pembinaan atlet juga disampaikan perwakilan KONI Sumatera Utara, Syarizal Pulungan.<br> <br>Menurutnya, pembinaan atlet usia dini harus terus <br>diperkuat agar prestasi <a href="https://www.halomedan.com/tag/taekwondo/" target="_blank">Taekwondo</a> Sumatera Utara semakin meningkat.<br>Sementara itu, mewakili <a href="https://www.halomedan.com/tag/taekwondo/" target="_blank">Taekwondo</a> Indonesia (TI) Sumatera Utara, Rinaldi berharap pelaksanaan kejuaraan berlangsung lancar hingga penutupan pada Minggu (28/6/2026).<br><br>"Semoga Kejuaraan <a href="https://www.halomedan.com/tag/taekwondo/" target="_blank">Taekwondo</a> Championship Sumatera Utara ini berjalan dengan sukses, lancar sampai hari Minggu nanti, dan berhasil menjaring bibit-bibit unggul untuk Asian Championship serta Porprov mendatang," ujarnya.<br><br>Rangkaian pembukaan ditutup dengan penyerahan penghargaan Dojang Terbaik kepada dojang asal Tanah Karo yang diserahkan Sekretaris Jenderal Tulus Ardiansyah. Acara juga dimeriahkan dengan atraksi para atlet <a href="https://www.halomedan.com/tag/taekwondo/" target="_blank">Taekwondo</a> serta penampilan tarian modern yang mendapat sambutan meriah dari para tamu undangan dan peserta.Hadir para pengurus TI Sumut, Ane marekar, Rezeki Karo Sekali, Rianto SH MH dan Rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_219_Taekwondo-Championship-Sumut-2026-Digelar--Bidik-Bibit-Atlet-Menuju-Asian-Championship-dan-Porprov.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66126/taekwondo-championship-sumut-2026-digelar-bidik-bibit-atlet-menuju-asian-championship-dan-porprov/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Achirudin Hasibuan Mengamuk, Wartawan Dipiting dan Dada Dipukul, Dilaporkan ke Polda Sumut</guid>
            <pubDate>Sat, 27 Jun 2026 12:47:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Achirudin Hasibuan Mengamuk, Wartawan Dipiting dan Dada Dipukul, Dilaporkan ke Polda Sumut]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN Purna polisi Achirudin Hasibuan yang dipecat Kapolri pada 31 Desember 2023 lalu, kini berulah lagi. Muhammad Fauzi (33) warga Jala Ka]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN- Purna polisi Achirudin Hasibuan yang dipecat Kapolri pada 31 Desember 2023 lalu, kini berulah lagi. Muhammad Fauzi (33) warga Jala Karya Gang Bersama Medan Barat melaporkannya ke Polda Sumut dengan tuduhan menganiaya dan merusak HP serta Jam Tangan miliknya.<br><br>Laporan Muhammad Fauzi yang berprofesi sebagai wartawan salah satu media online di Kota Medan ini tertuang dalam LP No. STTLP/B/1026/VI/2026/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA tanggal 26 Juni 2026 diterima Kepala SPKT AKBP Drs Hermansyah. Muhammad Fauzi melapor ke Polda Sumut didampingi kuasa hukumnya dan sejumlah wartawan.<br><br>Achirudin Hasibuan merupakan mantan AKBP Polisi yang dipecat sesuai SK Kapolri No. 1794/XII/2023 tanggal 31 Desember 2023 tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat atas AKBP Achirudin Hasibuan. Mantan perwira polisi itu tersangkut kasus pembiaran penganiayaan Ken Admiral yang dilakukan anaknya Aditya Hasibuan pada tahun 2023 lalu. Dia divonis 8 bulan penjara dan retritusi 52 juta.<br><br>Achirudin Hasibuan divonis 2 tahun penjara atas penyalahgunaan penyaluran Bahan Bakar Minyak yang dilakukannya bersama sama dengan manajemen salah satu korporasi. Dia juga didenda Rp. 50 juta. <br><br>Sementara, Muhammad Fauzi menceritakan, dia mengalami penganiayaan yang dilakukan Achirudin Hasibuan pada Kamis 25 Juni 2026 sekira pukul 09.00 WIB di Jalan Guru Sinumba Kelurahan Helvetia Timur Kecamatan Medan Helvetia. "Saya dianiaya Achirudin dengan cara dipiting dan dada saya dipukul hingga badan sakit serta HP dan Jam Tangan saya rusak," kata Muhammad Fauzi, Jumat (26/6/2026) usai membuat laporan ke SPKT Polda Sumut.<br><br>Dalam LP No. 1026 tanggal 26 Juni 2026 itu, Muhammad Fauzi menuding Achirudin melanggar pasal 466 joncto pasal 561 KUHP atas penganiayaan dan pengrusakan. Selain badan nya sakit dan HP serta Jam Tangan nya rusak, Muhammad Fauzi juga mengalami rasa takut dan trauma. Dia beberapa hari terbaring di rumah dan telah berobat ke Klinik terdekat.<br><br>Muhammad Fauzi menceritakan, dia menjalankan kerja sebagaimana biasa nya sebagai wartawan. Pada Kamis 25 Juni 2026 sekira pukul 09.00 WIB dia melintas di Jalan Guru Sinumba Kelurahan Helvetia Timur Kecamatan Medan Helvetia. Pas persis dia melintasi kediaman Achirudin, Muhammad Fauzi dipanggil mantan perwira polisi itu. <br><br>"Saya dipanggil Pak Achirudin, dia menuduh saya menghalangi pemagaran tanah milik Pak Asnan. Katanya dia (Achirudin,red) kuasa Pak Asnan. Saya tak ada menghalangi dan tak ada urusan masalah tanah Pak Asnan. Dia tak percaya. Dia bilang Bapak saya akan dipenjara. Saya bingung, saya akan pergi karena akan kerja, saya dilarang pergi," jelas Muhammad Fauzi.<br><br>Korban mengaku takut dan trauma, dia lalu berinisiatif merekam perlakuan Achirudin. Lalu pecatan polisi itu terlihat mengamuk dan mengejar korban. "Lihat lah direkaman ini, Pak Achirudin mengejar saya, ingin merampas HP saya. Saat itu saya dipiting, dada saya dipukul. Akibatnya dada saya sakit dan bagian badan lain nyilu. HP dan Jam Tangan saya rusak," tegasnya.  <br><br>Atas laporannya ke Polisi, Muhammad Fauzi berharap Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto segera memproses laporannya serta menindak terlapor jika terbukti melanggar hukum. "Saya takut dan trauma Pak Kapolda. Mohon segera ditindaklanjuti laporan saya. Saya takut dianiaya lagi oleh Pak Achirudin Hasibuan," pungkasnya.<br><br>Belum diperoleh keterangan dari Kapolda Sumut Whisnu Hermawan Februanto maupun Kabid Humas Kombes Ferry Walintukan. Kedua pejabat Polda Sumut ini belum merespon konfirmasi wartawan yang dilayangkan, Sabtu (27/6/2026) via pesan Whats App nya.<br><br>Sementara Achirudin Hasibuan membantah menganiaya Muhammad Fauzi. Kepada sejumlah awak media, Kamis (25/6/2026) dia bahkan mengaku telah bermaaf maafan dengan pelapor. "Kami sudah bermaaf maafan. Tak ada masalah lagi. Sama orangtua nya juga sudah berdamai," kata Achirudin via ponselnya.<br><br>Achirudin Hasibuan, orang tua dan abang dari Muhammad Fauzi telah berdamai dengan nya dan pemilik tanah atas menempati tanah milik Asnan untuk rumah hunian. "Sudah damai," kata Achirudin sembari mengirim foto dan video. <br><br>Keterangan Achirudin, disanggah Muhammad Fauzi. Korban mengatakan, penganiayaan dan pengrusakan barang yang dialami tak ada sangkut pautnya dengan perdamaian masalah tanah yang ditempati orangtuanya. "Saya nyatakan, saya tak ada hubungannya dengan perdamaian antara Pak Asnan dan Orangtua saya. Saya dianiaya dan barang saya dirusak Pak Achirudin telah saya laporkan ke polisi," jelasnya, Sabtu (27/06/2026). Rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_4504_Achirudin-Hasibuan-Mengamuk--Wartawan-Dipiting-dan-Dada-Dipukul--Dilaporkan-ke-Polda-Sumut.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/hukum/66125/achirudin-hasibuan-mengamuk-wartawan-dipiting-dan-dada-dipukul-dilaporkan-ke-polda-sumut/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rahmat Gobel Menilai PENAS Petani Nelayan Titik Balik Kurangi Impor dan Bangun Kemandirian Pangan Nasional</guid>
            <pubDate>Sat, 27 Jun 2026 11:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rahmat Gobel Menilai PENAS Petani Nelayan Titik Balik Kurangi Impor dan Bangun Kemandirian Pangan Nasional]]></title>
            <description><![CDATA[Rahmat Gobel Menilai PENAS Petani Nelayan Titik Balik Kurangi Impor dan Bangun Kemandirian Pangan Nasional]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Gorontalo, - Pekan Nasional Petani dan Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026 resmi digelar 20 sampai 24 Juni 2026 di Gor David Toni, Kabupaten Gorontalo. <br>Event empat tahunan yang mempertemukan organisasi petani-nelayan se-Indonesia ini dinilai menjadi momentum penting untuk kebangkitan pertanian nasional.<br>Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Rachmat <a href="https://www.halomedan.com/tag/gobel/" target="_blank">Gobel</a>  menyebut PENAS XVII bukan sekadar pameran biasa Selama 5 hari, para petani, nelayan, penyuluh, akademisi, dan pelaku usaha pertanian berkumpul membahas teknologi-teknologi baru dan konsep pertanian modern dalam rangka efisiensi.<br>"PENAS ini menjadi sangat penting sekarang ini karena ini adalah satu momentum untuk kebangkitan, menurut saya, kebangkitan daripada pertanian kita. Selama ini kita kan banyak impor, sebentar-sebentar impor, beras impor, gula impor, tapi kita kurang satu dunia satu perencanaan yang dalam membangun kemandirian pertanian kita," ujar Rahamat <a href="https://www.halomedan.com/tag/gobel/" target="_blank">Gobel</a> <br>Lanjut Rahmat <a href="https://www.halomedan.com/tag/gobel/" target="_blank">Gobel</a> mengatakan pertanian merupakan fondasi utama pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional. Indonesia memiliki modal besar berupa tanah luas, jumlah penduduk banyak, serta petani dan nelayan yang melimpah untuk membangun ketahanan nasional.<br>"Dan bicara pertanian, itu ada sebetulnya merupakan fondasi untuk pertumbuhan ekonomi nasional, fondasi pertumbuhan pembangunan ekonomi nasional kita. Tidak hanya itu saja, pertanian ini merupakan suatu yang harus kita lakukan karena kita mempunyai tanah yang luas, jadi jumlah penduduk kita banyak, petani kita juga banyak, nelayan kita juga banyak, untuk membangun ketahanan nasional kita," lanjutnya.<br>Vietnam disebut berhasil menjaga kedaulatannya karena kekuatan petani. <br>"Kita lihat bagaimana Vietnam bisa berhasil, bisa melawan Amerika, karena petaninya. Dan kita bangun petani-petani kita yang memiliki semangat dan komitmen untuk bisa menjaga ketahanan pangan kita sendiri," tegasnya.<br>Puncak PENAS XVII pada 24 Juni 2026 dihadiri langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini menegaskan pentingnya PENAS sebagai ruang membangun pasokan pangan ke depan.<br>"Itulah makanya PENAS ini sangat penting, apalagi kalau tadi itu dikaitkan Presiden itu untuk membangun pasokan pangan kita ke depan," pungkasnya.<br>Suksesnya penyelenggaraan PENAS XVII 2026 selama 20-24 Juni menjadi kebanggaan tersendiri bagi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie. <br>Duet pimpinan daerah itu berhasil menjadikan Gorontalo pusat perhatian nasional dengan dihadiri Presiden Prabowo bersama 10 menteri kabinet, Kapolri, Panglima TNI, serta gubernur dari berbagai provinsi.<br>Dengan berakhirnya PENAS XVII, harapan besar disematkan agar semangat kebangkitan pertanian yang lahir dari Gorontalo ini menjadi titik balik Indonesia mengurangi impor dan mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. ( Kadek Sugiarta)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_4912_Rahmat-Gobel-Menilai-PENAS-Petani-Nelayan-Titik-Balik-Kurangi-Impor-dan-Bangun-Kemandirian-Pangan-Nasional.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66124/rahmat-gobel-menilai-penas-petani-nelayan-titik-balik-kurangi-impor-dan-bangun-kemandirian-pangan-nasional/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">LP3SU Desak Wali Kota Medan Jangan Tunda Pembongkaran Bangunan di Atas Aset Pemko Di Contempo</guid>
            <pubDate>Fri, 26 Jun 2026 21:56:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[LP3SU Desak Wali Kota Medan Jangan Tunda Pembongkaran Bangunan di Atas Aset Pemko Di Contempo]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN &ndash Ketua Lembaga Pemantau Pemerintahan dan Pemilu Sumatera Utara (LP3SU) Salfimi Umar, Jumat (26/6), mendesak Wali Kota Medan seg]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN &ndash; Ketua Lembaga Pemantau Pemerintahan dan Pemilu Sumatera Utara (LP3SU) Salfimi Umar, Jumat (26/6), mendesak Wali Kota Medan segera mengambil alih penanganan polemik bangunan berupa dua tembok dan taman yang  berdiri di atas aset Pemerintah Kota (Pemko) Medan di kawasan Perumahan Contempo Regency. Menurutnya, Wali Kota harus segera memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan melaksanakan pembongkaran karena seluruh tahapan administrasi penegakan Peraturan Daerah (Perda) telah dipenuhi, namun hingga kini eksekusi tak kunjung dilakukan.</p><br>Salfimi menilai lambannya pelaksanaan pembongkaran berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat terhadap komitmen pemerintah dalam menjaga aset daerah dan menegakkan aturan. Padahal Satpol PP telah menerbitkan tiga surat peringatan, sementara Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan juga telah meminta agar penertiban segera dilaksanakan.<br><br>Berdasarkan dokumen penertiban, Satpol PP Kota Medan telah menerbitkan Surat Peringatan (SP) I pada 30 Maret 2026, SP II pada 2 April 2026, dan SP III Nomor 600.1.15.2/4170 tertanggal 8 Mei 2026. Dalam SP III tersebut, pemilik bangunan diperintahkan membongkar sendiri bangunan yang berada di atas Daerah Milik Jalan (Damija) dalam waktu 1x24 jam. Namun hingga akhir Juni 2026, perintah tersebut belum juga dieksekusi.<br><br>Padahal, Dinas SDABMBK Kota Medan telah meminta Satpol PP melakukan pembongkaran karena seluruh tahapan teguran administratif telah dilaksanakan. Dengan demikian, secara prosedural tidak ada lagi alasan untuk menunda pelaksanaan penertiban.<br><br>Persoalan ini juga menjadi perhatian Komisi IV DPRD Kota Medan yang melakukan peninjauan lapangan bersama organisasi perangkat daerah terkait. Dalam kunjungan tersebut terungkap bahwa dua tembok dan taman berbentuk huruf "L" diduga berdiri di atas fasilitas umum dan aset Pemko Medan yang telah diserahkan melalui pengambilalihan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU).<br><br>Berdasarkan berita acara pengambilalihan PSU, aset yang telah menjadi milik Pemko Medan meliputi jaringan jalan paving block seluas 2.847,50 meter persegi dengan panjang 334 meter dan lebar 7 meter, serta saluran drainase sepanjang 334 meter. Seluruh biaya pemeliharaan dan pengelolaan aset tersebut menjadi tanggung jawab Pemko Medan melalui APBD.<br><br>Salfimi Umar menegaskan, apabila objek tersebut benar telah menjadi aset pemerintah daerah dan seluruh tahapan administrasi sudah dilalui, maka Wali Kota Medan harus segera menginstruksikan Satpol PP melaksanakan pembongkaran.<br><br>"Kalau memang aset itu sudah resmi menjadi milik Pemko Medan dan seluruh prosedur mulai dari SP I, SP II hingga SP III sudah dipenuhi, maka Wali Kota Medan tidak boleh lagi membiarkan persoalan ini berlarut-larut. Satpol PP harus segera melaksanakan pembongkaran sebagai bentuk penegakan Perda dan perlindungan terhadap aset daerah," tegas Salfimi.<br><br>Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak bersama anggota Komisi IV Jusuf Ginting dan Lailatul Badri sebelumnya telah meninjau langsung lokasi. Lailatul Badri bahkan meminta rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Aset DPRD Medan segera dijalankan, termasuk melakukan penertiban terhadap bangunan yang diduga berdiri di atas fasilitas umum.<br><br>Menurut Salfimi, lambannya pelaksanaan pembongkaran justru menimbulkan kesan buruk terhadap komitmen pemerintah dalam menegakkan aturan.<br><br>"Kalau sudah tiga kali surat peringatan diterbitkan tetapi eksekusi tidak juga dilakukan, masyarakat tentu bertanya-tanya. Jangan sampai muncul anggapan bahwa penegakan hukum hanya tegas kepada masyarakat kecil, sementara terhadap persoalan tertentu justru terkesan dibiarkan," ujarnya.<br><br>Harus Ada Tindakan Nyata<br><br>Salfimi juga menyoroti belum adanya tindakan nyata setelah keluarnya tiga surat peringatan. Kondisi tersebut dinilai dapat memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.<br><br>Ia menegaskan bahwa aset pemerintah harus dijaga dan dipertahankan. Apabila aset daerah dibiarkan dikuasai atau dimanfaatkan pihak tertentu tanpa tindakan tegas, maka hal itu akan menjadi preseden buruk bagi tata kelola pemerintahan di Kota Medan.<br><br>Bawa ke Pusat<br><br>Sementara itu, pemilik lahan menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke pemerintah pusat apabila Pemko Medan terus menunda penertiban terhadap bangunan yang diduga berdiri di atas aset pemerintah. Ia menyebut akan melaporkan persoalan tersebut kepada Korsupgah KPK RI dan Kejaksaan agar ada kepastian hukum.<br><br>Hingga berita ini diturunkan, Satpol PP Kota Medan belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan belum dilaksanakannya pembongkaran, meski masa pelaksanaan SP III telah lama berakhir.<br><br>Salfimi mengaku heran dengan belum dilaksanakannya pembongkaran, padahal seluruh tahapan administratif telah ditempuh.<br><br>"Publik tentu ingin mengetahui apa yang sebenarnya menjadi kendala sehingga pembongkaran belum juga dilakukan. Kalau memang seluruh prosedur sudah dipenuhi dan objek tersebut telah menjadi aset Pemko Medan, maka cara paling tepat menghentikan spekulasi adalah segera menegakkan Perda dan melakukan pembongkaran sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah harus menunjukkan keberpihakan terhadap kepentingan publik dan menjaga aset daerah," pungkasnya.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_4584_LP3SU-Desak-Wali-Kota-Medan-Jangan-Tunda-Pembongkaran-Bangunan-di-Atas-Aset-Pemko-Di-Contempo.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66123/lp3su-desak-wali-kota-medan-jangan-tunda-pembongkaran-bangunan-di-atas-aset-pemko-di-contempo/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>