<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.halomedan.com/</link>
        <description>Halo Medan | Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Sun, 09 Aug 2026 05:34:16 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">&lrm;Baru Grand Opening, Bingchun Tanjung Morawa Langsung Punya 5 Franchise Baru!  &lrm;</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 19:48:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[‎Baru Grand Opening, Bingchun Tanjung Morawa Langsung Punya 5 Franchise Baru!  ‎]]></title>
            <description><![CDATA[&amplrmBaru Grand Opening, Bingchun Tanjung Morawa Langsung Punya 5 Franchise Baru!&amplrm]]></description>
            <content><![CDATA[DELI SERDANG &ndash; Antusiasme warga mewarnai Grand <a href="https://www.halomedan.com/tag/opening/" target="_blank">Opening</a> Bingchun Tanjung Morawa, Sabtu (8/8/2026). Berlokasi di Jalan Irian, Bandar Labuhan, Tanjung Morawa, gerai dessert dan minuman kekinian itu resmi dibuka melalui pertunjukan barongsai yang meriah, dilanjutkan prosesi pemotongan pita sebagai tanda dimulainya operasional.<br>&lrm;<br>&lrm;Suasana semakin semarak saat Bingchun membagikan 1.000 cup gratis kepada para pengunjung yang telah memadati lokasi sejak pagi. Momen tersebut menjadi penanda langkah awal Bingchun sebagai pelopor pengembangan jaringan usahanya di Sumatera Utara.<br>&lrm;<br>&lrm;Tak hanya merayakan pembukaan gerai, Bingchun juga membawa kabar baik bagi dunia usaha. Pada hari yang sama, tiga mitra franchise baru resmi bergabung, ditandai dengan penandatanganan kerja sama. Dari tiga cabang tersebut, dua akan dibuka di Kota Medan, sementara satu cabang lainnya berada di luar Kota Medan.<br>&lrm;<br>&lrm;Manager Development Bisnis Bingchun Tanjung Morawa, Subari, mengatakan kehadiran Bingchun tidak hanya menawarkan minuman dan dessert berkualitas dengan harga terjangkau, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui sistem franchise yang mudah diakses.<br>&lrm;<br>&lrm;"Kami ingin mengajak masyarakat Sumatera Utara untuk tumbuh bersama Bingchun. Siapa pun yang ingin memiliki usaha sendiri tidak perlu khawatir soal modal besar. Kami siap memberikan pendampingan agar para mitra bisa berkembang bersama kami," ujarnya.<br>&lrm;<br>&lrm;Dengan semangat "Modal Terjangkau &bull; Peluang Terbuka &bull; Tumbuh Bersama", Bingchun menargetkan perluasan jaringan di berbagai daerah di Sumatera Utara sekaligus menciptakan lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_7190_-lrm-Baru-Grand-Opening--Bingchun-Tanjung-Morawa-Langsung-Punya-5-Franchise-Baru----lrm-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/ekbis/66491/lrmbaru-grand-opening-bingchun-tanjung-morawa-langsung-punya-5-franchise-baru-lrm/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Jambore Anak TK/RA Bandar Khalipah Jadi Contoh Kolaborasi Desa</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 19:25:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Jambore Anak TK/RA Bandar Khalipah Jadi Contoh Kolaborasi Desa]]></title>
            <description><![CDATA[Jambore Anak TK/RA Bandar Khalipah Jadi Contoh Kolaborasi Desa]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br><br>PERCUT SEI TUAN &mdash; Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mendorong kegiatan yang lahir dari aspirasi masyarakat dan dikelola secara kolaboratif seperti <a href="https://www.halomedan.com/tag/jambore/" target="_blank">Jambore</a> Anak TK/RA Se-Desa Bandar Khalipah dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya.<br><br><br><br>Hal itu disampaikan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, saat menghadiri <a href="https://www.halomedan.com/tag/jambore/" target="_blank">Jambore</a> Anak TK/RA Se-Desa Bandar Khalipah di Lapangan Kata Bima, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (8/8/2026).<br><br><br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/jambore/" target="_blank">Jambore</a> yang diikuti sekitar 1.000 anak PAUD tersebut melibatkan 24 kontingen dari 30 TK/RA yang ada di Desa Bandar Khalipah. Diawali dengan pawai budaya dan kreasi, berbagai busana adat dan berbagai kostum unik digunakan <br><br><br><br>Kegiatan ini merupakan pelaksanaan ketiga, setelah sebelumnya digelar secara sederhana dan terus dikembangkan.<br><br><br><br>Bupati yang hadir bersama Ketua TP PKK, Jelita Asri Ludin Tambunan, mengapresiasi Pemerintah Desa Bandar Khalipah yang mampu mengembangkan kegiatan melalui kolaborasi dan tidak hanya mengandalkan dukungan dana desa.<br><br><br><br>&quot;Saya ingin acara ini bisa dijadikan contoh di desa masing-masing. Ke depan kalau ada di 21 kecamatan, kegiatan inilah yang harus ditiru. Meskipun ada dukungan dana desa, tapi mereka tetap berkolaborasi bersama para sponsor,&quot; ujarnya.<br><br><br><br>Menurutnya, semangat kolaborasi tersebut penting agar kegiatan yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkarya, bersosialisasi dan mengembangkan potensi dapat terus tumbuh di setiap desa.<br><br><br><br>Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta dan memberikan dukungan pembinaan bagi sekolah yang meraih prestasi. Juara pertama mendapatkan pembinaan sebesar Rp5 juta, sedangkan juara kedua dan ketiga masing-masing memperoleh Rp2 juta.<br><br><br><br>Terkait permohonan Pemerintah Desa Bandar Khalipah untuk pengembangan lapangan sepak bola, Bupati menyatakan Pemkab Deli Serdang akan mengkaji kebutuhan yang diperlukan.<br><br><br><br>&quot;Kita akan lihat apa saja yang bisa diperbaiki atau dikembangkan untuk lapangan ini. Sebab saya ingin lapangan ini bisa menjadi tempat berkumpul warga desa. Kepada anak-anak saya tetaplah berkarya. Kepada guru, teruslah mendampingi dan membimbing anak-anak kita,&quot; pesannya.<br><br><br><br>Sebelumnya, Kepala Desa Bandar Khalipah, Suparyo, menyampaikan, <a href="https://www.halomedan.com/tag/jambore/" target="_blank">Jambore</a> Anak TK/RA merupakan salah satu kegiatan yang lahir dari hasil Musrenbang dan aspirasi bunda PAUD. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana silaturahmi akbar bagi anak-anak PAUD di Desa Bandar Khalipah.<br><br><br><br>&quot;Kami rasa berbahagia karena Bapak Bupati dan Ibu bisa menyempatkan waktunya kepada kami. Semoga apa yang kita kerjakan mendapat balasan dari Allah SWT,&quot; ungkapnya.<br><br><br><br>Ia menjelaskan, kegiatan tersebut mulai dirintis sejak tiga tahun lalu dan terus dikembangkan. Untuk pelaksanaan tahun depan, kegiatan serupa juga telah dimasukkan dalam rencana kegiatan desa.<br><br><br><br>Turut hadir anggota DPRD Sumut fraksi Demokrat, Anita Lubis; Camat Percut Sei Tuan, perangkat daerah terkait, unsur Forkopimcam, jajaran Pemerintah Desa Bandar Khalipah, guru dan pengelola TK/RA, bunda PAUD, serta para orang tua dan peserta jambore.<br><br><br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_2272_Jambore-Anak-TK-RA-Bandar-Khalipah-Jadi-Contoh-Kolaborasi-Desa.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66490/jambore-anak-tkra-bandar-khalipah-jadi-contoh-kolaborasi-desa/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Gebyar Kemerdekaan, 240 Atlet Ikuti Pertandingan Cabor Renang</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 19:22:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Gebyar Kemerdekaan, 240 Atlet Ikuti Pertandingan Cabor Renang]]></title>
            <description><![CDATA[Gebyar Kemerdekaan, 240 Atlet Ikuti Pertandingan Cabor Renang]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br><br>LUBUK PAKAM - Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, bersama Staf Ahli I TP PKK Kabupaten Deli Serdang, Asniar Lom Lom Suwondo, membuka Gebyar Kemerdekaan Olahraga Cabang Renang yang digelar Federasi Akuatik Indonesia (FAI) Kabupaten Deli Serdang di Kolam Renang Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Lubuk Pakam, Sabtu (8/8/2026).<br><br><br><br>Ajang dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini diikuti sekitar 240 atlet pelajar dan klub renang se-Kabupaten Deli Serdang.<br><br><br><br>&quot;Kami mengucapkan terima kasih kepada Federasi Akuatik Indonesia Kabupaten Deli Serdang yang telah menghadirkan kegiatan yang meriah dan semarak. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membina atlet-atlet muda sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas dan cinta tanah air,&quot; ujar Lom Lom.<br><br><br><br>Ia berharap kompetisi ini melahirkan atlet renang berprestasi yang mampu mengharumkan nama Deli Serdang. Ia juga mengingatkan dewan juri menjaga objektivitas dalam penilaian.<br><br><br><br>&quot;Saya berpesan kepada seluruh dewan juri untuk menjaga objektivitas dalam menilai. <a href="https://www.halomedan.com/tag/atlet/" target="_blank">Atlet</a>-atlet yang telah berlatih keras setiap hari harus mendapatkan penghargaan sesuai dengan prestasi yang mereka raih,&quot; katanya.<br><br><br><br>Pemkab Deli Serdang, lanjutnya, berkomitmen mendukung pembinaan olahraga melalui berbagai program dan event, termasuk EVORIA (Event Olahraga, Seni Budaya, dan Keagamaan).<br><br><br><br>&quot;Melalui kegiatan ini kita berharap lahir atlet-atlet yang berdedikasi tinggi, mampu mengangkat harkat dan martabat Kabupaten Deli Serdang, serta menumbuhkan semangat perjuangan, sportivitas dan kebersamaan di kalangan generasi muda,&quot; tambahnya.<br><br><br><br>Ketua FAI Kabupaten Deli Serdang, M Rinaldi Miraza, mengatakan kegiatan ini merupakan penyelenggaraan perdana dan diikuti sekitar 240 peserta dari jenjang SD, SMP, SMA serta klub renang.<br><br><br><br>Seluruh 11 klub renang di Deli Serdang turut ambil bagian. Panitia juga menyiapkan hadiah satu unit sepeda listrik bagi juara umum berdasarkan perolehan medali terbanyak, yang disumbangkan Bupati Deli Serdang dan Ketua Dewan Pembina FAI Kabupaten Deli Serdang.<br><br><br><br>Rinaldi mengapresiasi dukungan orang tua atlet dalam mendampingi anak-anak berlatih dan berkompetisi.<br><br><br><br>&quot;Semoga para orang tua atlet selalu diberikan kesehatan sehingga dapat terus mendampingi putra-putrinya dalam menjalani latihan dan meraih prestasi,&quot; ujarnya.<br><br><br><br>Pembukaan kegiatan turut dihadiri pejabat Pemkab Deli Serdang, pengurus FAI, pelatih, atlet, dan orang tua peserta.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_9240_Gebyar-Kemerdekaan--240-Atlet-Ikuti-Pertandingan-Cabor-Renang.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66489/gebyar-kemerdekaan-240-atlet-ikuti-pertandingan-cabor-renang/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pekan Budaya Permainan Tradisional Dorong Anak Kenali Budaya dan Kurangi Ketergantungan Gadget</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 19:18:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pekan Budaya Permainan Tradisional Dorong Anak Kenali Budaya dan Kurangi Ketergantungan Gadget]]></title>
            <description><![CDATA[Pekan Budaya Permainan Tradisional Dorong Anak Kenali Budaya dan Kurangi Ketergantungan Gadget]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br><br>PERCUT SEI TUAN &mdash; Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mendukung pelestarian permainan tradisional sebagai bagian dari upaya mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda sekaligus mendorong anak-anak mengurangi ketergantungan terhadap gawai.<br><br><br><br>Hal itu disampaikan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, saat menghadiri Pekan <a href="https://www.halomedan.com/tag/budaya/" target="_blank">Budaya</a> Permainan Tradisional yang digelar Yayasan Laskar Pelangi Tanjung Rejo, di Alun-Alun Kecamatan Percut Sei Tuan, Desa Saentis, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan berlangsung selama dua hari, 8-9 Agustus 2026, dengan berbagai permainan tradisional seperti tarik tambang, terompah, pecah piring dan lainnya.<br><br><br><br>&quot;Di siang terik ini ternyata tidak menyurutkan kegembiraan anak-anak kita. Saya juga cukup bangga, bahwa anak-anak Tanjung Rejo bisa menggerakkan dan membuat kegiatan yang cukup besar ini untuk permainan tradisional,&quot; kata Bupati.<br><br><br><br>Menurutnya, antusiasme masyarakat dan anak-anak dalam mengikuti kegiatan tersebut menjadi modal penting untuk menjadikan permainan tradisional sebagai agenda budaya yang berkelanjutan di Deli Serdang.<br><br><br><br>&quot;Kalau antusiasnya besar, kita akan kaji dan memasukkannya ke anggaran APBD. Saya titip, ajarkan anak-anak ini kebanggaan dengan Deli Serdang dan bawa pada kegiatan yang positif. Saya harap acara ini ke depan menjadi ikon Deli Serdang, tiap tahun diadakan pertandingan permainan tradisional,&quot; ujarnya.<br><br><br><br>Bupati yang hadir bersama Ketua TP PKK, Jelita Asri Ludin Tambunan, berharap permainan tradisional dapat terus hidup di tengah perkembangan teknologi dan masuknya berbagai budaya dari luar.<br><br><br><br>&quot;Semoga budaya bangsa bisa menjadi tuan rumah kita di tengah masuknya perkembangan teknologi dari dunia luar,&quot; tambahnya.<br><br><br><br>Ia juga melihat keberadaan Alun-Alun Kecamatan Percut Sei Tuan yang terus berkembang dapat menjadi ruang publik yang semakin banyak dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan positif, termasuk pelestarian budaya.<br><br><br><br>Pekan <a href="https://www.halomedan.com/tag/budaya/" target="_blank">Budaya</a> Permainan Tradisional turut mendapat dukungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II Sumatera Utara melalui Dana Indonesiana. Pamong <a href="https://www.halomedan.com/tag/budaya/" target="_blank">Budaya</a> Ahli Pertama BPK Wilayah II Sumut, Windra Adi Purba, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pelestarian kebudayaan, khususnya permainan tradisional yang mulai tergerus perkembangan zaman.<br><br><br><br>&quot;Ini salah satu kegiatan pelestarian kebudayaan khususnya di permainan tradisional. Perkembangan zaman membuat budaya semakin terkikis khususnya permainan tradisional yang mulai dilupakan,&quot; katanya.<br><br><br><br>Ia menjelaskan, Yayasan Laskar Pelangi mendapat mandat sebagai penerima stimulus Dana Indonesiana untuk mendorong pengembangan permainan tradisional. Menurutnya, masih banyak potensi budaya yang dapat dikembangkan dan dilestarikan, termasuk di Deli Serdang yang memiliki 168 cagar budaya.<br><br><br><br>Sementara itu, Ketua Yayasan Laskar Pelangi Tanjung Rejo, Siddik Zailani, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Deli Serdang atas dukungan terhadap kegiatan tersebut. Ia mengatakan Pekan <a href="https://www.halomedan.com/tag/budaya/" target="_blank">Budaya</a> Permainan Tradisional merupakan kegiatan tahunan yang digelar untuk mendorong pelestarian permainan tradisional sekaligus mengurangi penggunaan gawai pada anak-anak.<br><br><br><br>Siddik turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi serta permohonan maaf atas kekurangan selama pelaksanaan kegiatan.<br><br><br><br>Turut hadir, Sekretaris Daerah Kabupaten Deli Serdang beserta jajaran perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat dan peserta Pekan <a href="https://www.halomedan.com/tag/budaya/" target="_blank">Budaya</a> Permainan Tradisional.<br><br><br><br><br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_5601_Pekan-Budaya-Permainan-Tradisional-Dorong-Anak-Kenali-Budaya-dan-Kurangi-Ketergantungan-Gadget.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66488/pekan-budaya-permainan-tradisional-dorong-anak-kenali-budaya-dan-kurangi-ketergantungan-gadget/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Aliansi Pengamat Lingkungan Demo di Medan, Desak Dugaan Peredaran Narkotika Diusut</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 19:12:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Aliansi Pengamat Lingkungan Demo di Medan, Desak Dugaan Peredaran Narkotika Diusut]]></title>
            <description><![CDATA[Aliansi Pengamat Lingkungan Demo di Medan, Desak Dugaan Peredaran Narkotika Diusut]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MEDAN&ndash; Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Pengamat Lingkungan menggelar unjuk rasa di depan Yanglim Building, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (6/8/2026). Massa membawa tiga tuntutan, salah satunya mendesak aparat menindak dugaan peredaran narkotika di tempat hiburan malam.<br><br>Dalam aksinya, massa meminta peredaran narkotika segera ditindak, meminta aparat memeriksa pihak yang mereka sebut berinisial MK selaku pemilik tempat hiburan malam yang mereka maksud serta HS yang disebut sebagai humas. Massa juga menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut dan meminta aparat menegakkan hukum secara adil.<br><br>Koordinator aksi Aliansi Pengamat Lingkungan Pablo Saragih mengatakan maraknya dugaan peredaran narkotika di Kota Medan telah menimbulkan keresahan masyarakat, terutama karena dampaknya terhadap generasi muda.<br><br>Menurut Pablo, pihaknya menerima informasi mengenai dugaan peredaran dan penggunaan narkotika di salah satu tempat hiburan malam yang berada di Yanglim Building. Ia menyebut tempat tersebut sebelumnya menggunakan nama X3 dan kini menggunakan nama MODS.<br><br>"Kami Aliansi Pengamat Lingkungan turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi. Diduga ada peredaran dan penggunaan narkotika di MODS," kata Pablo dalam orasinya.<br><br>Pablo juga merujuk pada sejumlah pemberitaan dan unggahan media sosial yang menurut dia memuat dugaan tersebut. Namun, informasi mengenai dugaan peredaran narkotika itu masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan aparat penegak hukum.<br><br>Dalam aksi tersebut, massa juga mengaku mengalami upaya penghalangan ketika menyampaikan aspirasi. Menurut Pablo, sejumlah orang yang disebut sebagai anggota organisasi kemasyarakatan dan mengaku bertugas menjaga kawasan Yanglim Building mendatangi lokasi demonstrasi.<br><br>Massa menilai kehadiran kelompok tersebut berpotensi mengganggu penyampaian aspirasi. Pablo mengatakan pihaknya telah menyampaikan pemberitahuan mengenai rencana aksi kepada kepolisian.<br><br>"Kami menyayangkan adanya percobaan penghalangan aksi yang dilakukan oleh oknum OKP yang mengaku bagian dari pengamanan Yanglim Building. Padahal, kami juga sudah menyurati kepolisian terkait pemberitahuan aksi kami," ujar Pablo.<br><br>Aliansi Pengamat Lingkungan meminta kepolisian memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung sesuai ketentuan hukum. Mereka juga meminta aparat menindaklanjuti dugaan peredaran narkotika yang disampaikan dalam aksi tersebut secara profesional dan berdasarkan bukti.<br><br>Tiga tuntutan yang dibawa massa dalam aksi itu adalah meminta penghentian dugaan peredaran narkotika, meminta pihak yang mereka sebut berinisial MK dan HS diperiksa, serta menyatakan akan mengawal persoalan tersebut hingga tuntas.<br><br>Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan dari pihak yang disebut dalam tuntutan massa mengenai tuduhan tersebut. Demikian pula belum diperoleh keterangan resmi dari kepolisian mengenai ada atau tidaknya penyelidikan terkait dugaan peredaran narkotika di tempat hiburan malam yang disebut demonstran.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_8496_Aliansi-Pengamat-Lingkungan-Demo-di-Medan--Desak-Dugaan-Peredaran-Narkotika-Diusut.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66487/aliansi-pengamat-lingkungan-demo-di-medan-desak-dugaan-peredaran-narkotika-diusut/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Erick Thohir, Sudah Saatnya Mundur?</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 12:14:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Erick Thohir, Sudah Saatnya Mundur?]]></title>
            <description><![CDATA[Erick Thohir, Sudah Saatnya Mundur?]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Oleh Abdullah Rasyid<br>Pecinta Bola dan Pendukung PSMS Garis Keras<br><br>Menyaksikan perjalanan Tim Garuda dalam beberapa ajang internasional belakangan ini terasa menyesakkan. Harapan yang telanjur membesar kembali berujung kecewa. Tersingkirnya Indonesia dari Piala AFF 2026 mungkin menjadi pukulan yang paling terasa. Bukan karena AFF adalah turnamen terbesar yang pernah kita ikuti, tetapi karena di level Asia Tenggara pun kita kembali gagal memenuhi ekspektasi.<br><br>Indonesia datang dengan kepercayaan diri tinggi. Materi pemain lebih kompetitif, dukungan publik tidak pernah surut, fasilitas membaik, dan selama beberapa tahun terakhir kita terus mendengar bahwa sepak bola nasional sedang bertransformasi.<br><br>Kalau demikian, wajar bila publik bertanya: transformasi macam apa yang sebenarnya sedang berjalan?<br><br>Saya menulis ini sebagai pecinta sepak bola. Juga sebagai pendukung PSMS Medan garis keras. Orang yang lama mengikuti sepak bola tahu satu hal: kalah tidak selalu memalukan. Dalam sepak bola, tim hebat sekalipun bisa kalah. Yang sulit diterima justru ketika kegagalan datang berulang-ulang, sementara jawaban yang diberikan selalu sama.<br><br>Evaluasi.<br><br>Kata itu kembali muncul setelah Indonesia tersingkir. Pelatih dievaluasi. Pemain dievaluasi. Program tim nasional akan dibedah. Kita seperti sudah hafal urutannya.<br><br>Masalahnya, evaluasi semacam ini hampir selalu bergerak ke bawah.<br><br>Jarang sekali kita bertanya apakah orang yang berada di pucuk organisasi juga layak dievaluasi.<br><br>Erick Thohir sudah memimpin PSSI sejak Februari 2023. Sekarang ia juga menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga. Posisi itu memberinya pengaruh yang sangat besar terhadap sepak bola nasional.<br><br>Karena itu, hasil PSSI tidak mungkin dilepaskan dari kepemimpinannya.<br><br>Saya tidak termasuk orang yang menutup mata terhadap capaian Erick. Peringkat FIFA Indonesia meningkat. Tim U-23 pernah menembus semifinal Piala Asia U-23 2024. Hubungan dengan FIFA semakin dekat. Sejumlah stadion dibenahi. Tim nasional mendapat perhatian yang mungkin belum pernah sebesar sekarang.<br><br>Naturalisasi juga membuat Indonesia memiliki pemain dengan pengalaman dan kualitas kompetisi yang lebih baik.<br><br>Semua itu fakta yang patut dihargai.<br><br>Namun kepemimpinan tidak hanya dinilai ketika grafik sedang naik.<br><br>Target terbesar kita adalah Piala Dunia 2026. Indonesia gagal. Sekarang target itu dipindahkan menuju 2030. Di tengah perjalanan menuju sasaran baru tersebut, Timnas malah tersingkir dari fase grup Piala AFF.<br><br>Apakah kegagalan AFF sendirian cukup untuk menjatuhkan seorang ketua umum? Tentu tidak.<br><br>Tetapi AFF bukan berdiri sendiri.<br><br>Kita sedang berhadapan dengan persoalan yang jauh lebih lama: sistem pembinaan yang belum kokoh, liga yang masih naik turun kualitasnya, kompetisi usia muda yang belum menjadi mesin produksi pemain, klub-klub yang belum semuanya sehat, kualitas wasit, integritas kompetisi, profesionalisme manajemen, sampai standar keselamatan pertandingan.<br><br>Jumlah penduduk Indonesia hampir 300 juta. Sepak bola dimainkan di mana-mana. Anak-anak bermain di lapangan desa, halaman sekolah, gang sempit, pantai, bahkan di tanah kosong.<br><br>Bakat tidak pernah menjadi masalah utama negeri ini.<br><br>Yang bermasalah adalah jalan yang harus ditempuh bakat itu agar menjadi pemain hebat.<br><br>Berapa banyak anak berbakat yang bisa masuk akademi berkualitas? Berapa banyak yang mendapat pelatih dengan standar baik sejak usia dini? Berapa banyak pertandingan kompetitif yang mereka jalani sebelum usia 18 tahun? Seberapa bagus nutrisi, sports science, pendidikan dan proses pencarian bakat kita?<br><br>Pertanyaan-pertanyaan itu tidak bisa dijawab dengan naturalisasi.<br><br>Saya tidak punya persoalan dengan pemain naturalisasi. Selama sah sebagai warga negara Indonesia dan sungguh-sungguh membela Merah Putih, mereka adalah pemain Indonesia.<br><br>Tetapi ada perbedaan antara memakai naturalisasi sebagai penguat tim dan menjadikannya penutup kelemahan sistem pembinaan.<br><br>Kita bisa merekrut pemain yang tumbuh dalam akademi Belanda atau negara Eropa lainnya. Yang belum berhasil kita bangun adalah sistem yang mampu secara rutin menghasilkan pemain dengan kualitas serupa dari Medan, Makassar, Ambon, Jayapura, Bandung, Surabaya atau kota-kota kecil di seluruh Indonesia.<br><br>Itulah pekerjaan federasi.<br><br>Dan Ketua Umum PSSI harus bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut.<br><br>Tidak adil bila setiap kemenangan Timnas dianggap sebagai bukti keberhasilan transformasi PSSI, tetapi ketika kegagalan datang, sorotan segera diarahkan kepada pelatih.<br><br>Pelatih memang bertanggung jawab terhadap taktik. Pemain bertanggung jawab atas permainan. Namun keputusan besar tentang arah Timnas, struktur kepelatihan, regenerasi, kompetisi dan visi federasi berada di tangan PSSI.<br><br>Jadi ketika hasilnya tidak sesuai dengan target, tanggung jawab tidak boleh berhenti di ruang ganti.<br><br>Kita juga belum boleh melupakan Kanjuruhan.<br><br>Seratus tiga puluh lima orang meninggal dalam tragedi 1 Oktober 2022. Stadion kemudian direnovasi. Prosedur keselamatan diperbaiki. Pelatihan keamanan digelar.<br><br>Tetapi Kanjuruhan meninggalkan pelajaran yang lebih besar daripada soal stadion.<br><br>Sepak bola bukan hanya kemenangan, peringkat FIFA, sponsor, hak siar atau hiruk-pikuk suporter. Ada manusia yang harus dilindungi. Ada tata kelola yang harus bertanggung jawab.<br><br>Karena itu saya merasa posisi Erick Thohir sebagai Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI sudah layak dipersoalkan, bukan terutama dari sisi boleh atau tidak boleh secara aturan, tetapi dari sisi akuntabilitas.<br><br>Sebagai Ketua Umum PSSI, ia memimpin organisasi yang kinerjanya harus dinilai.<br><br>Sebagai Menpora, ia berada di pemerintahan yang memiliki peran besar dalam kebijakan olahraga nasional.<br><br>Ketika muncul kegagalan di PSSI, garis pertanggungjawabannya menjadi kabur.<br><br>Erick sebaiknya memilih.<br><br>Kalau ingin mencurahkan tenaga sebagai Menpora, mengurus seluruh cabang olahraga, pembinaan atlet, industri olahraga, olahraga pendidikan dan prestasi Indonesia secara keseluruhan, lepaskan PSSI.<br><br>Federasi sepak bola sebesar Indonesia membutuhkan pemimpin yang bekerja penuh waktu dan berdiri pada satu posisi yang jelas.<br><br>Mundur tidak berarti menghapus apa yang sudah dikerjakan.<br><br>Mundur juga bukan bentuk kekalahan pribadi.<br><br>Ada kalanya pengunduran diri justru menunjukkan bahwa seseorang memahami arti jabatan.<br><br>Di banyak tempat, pemimpin organisasi olahraga mundur ketika target besar gagal. Bukan karena seluruh masa kepemimpinannya buruk, tetapi karena ada batas antara kewenangan dan pertanggungjawaban.<br><br>Tradisi seperti inilah yang masih jarang kita lihat.<br><br>Kita sangat mudah mengganti pelatih. Sangat mudah menyalahkan pemain. Wasit dihujat. Taktik dibongkar habis.<br><br>Tetapi kursi paling atas hampir selalu selamat.<br><br>Sebagai pendukung PSMS, saya terbiasa melihat tim kesayangan kalah. Kadang menyakitkan, kadang membuat marah, tetapi itulah sepak bola.<br><br>Yang tidak boleh menjadi kebiasaan adalah kegagalan yang selalu dijawab dengan janji evaluasi tanpa keberanian mengevaluasi orang yang memegang kendali.<br><br>Sepak bola Indonesia sudah terlalu lama hidup dari siklus yang sama: berharap, kecewa, mengganti pelatih, lalu berharap lagi.<br><br>Kali ini jangan hanya pelatih dan pemain yang diperiksa.<br><br>Lihat juga ke atas.<br><br>Erick Thohir sudah bekerja. Ada hasil yang pantas dihargai. Tetapi ada pula target besar yang gagal dicapai.<br><br>Karena itu pertanyaan ini bukan lagi sesuatu yang berlebihan.<br><br>Erick Thohir, sudah saatnya mundur?]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_4468_Erick-Thohir--Sudah-Saatnya-Mundur-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66486/erick-thohir-sudah-saatnya-mundur/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sumut Rally 2026 Resmi Dibuka di Pematangsiantar, Ijeck: Bangga Sumut Kembali Jadi Tuan Rumah</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 10:58:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sumut Rally 2026 Resmi Dibuka di Pematangsiantar, Ijeck: Bangga Sumut Kembali Jadi Tuan Rumah]]></title>
            <description><![CDATA[PEMATANGSIANTAR  HALOMEDAN.COM Sumatera Utara Rally FIA APRC Round 3 &amp IMI National Rally Championship Round 4 Tahun 2026 resmi dibuka ]]></description>
            <content><![CDATA[PEMATANGSIANTAR | HALOMEDAN.COM</p><br> Sumatera Utara <a href="https://www.halomedan.com/tag/rally/" target="_blank">Rally</a> FIA APRC Round 3 &amp; IMI National <a href="https://www.halomedan.com/tag/rally/" target="_blank">Rally</a> Championship Round 4 Tahun 2026 resmi dibuka di Lapangan Haji Adam Malik, Kota Pematangsiantar, Sabtu (8/8/2026) sore.<br><br>Pembukaan ajang rally bertaraf internasional ini menjadi momentum kembalinya Sumatera Utara sebagai tuan rumah kejuaraan rally yang mempertemukan para pereli nasional dan peserta lainnya.</p><img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/a0a080f42e6f13b3a2df133f073095dd_1002833683.jpg"><br></p><br></p><br>Pereli nasional sekaligus Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI), Musa Rajekshah, mengaku bangga Sumatera Utara kembali dipercaya menggelar ajang rally bertaraf internasional tersebut.<br><br>Menurut Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah, anggota DPR RI Fraksi Golkar ini,  penyelenggaraan Sumut <a href="https://www.halomedan.com/tag/rally/" target="_blank">Rally</a> 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan para pereli, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi Sumatera Utara.<br><br>&quot;Alhamdulillah, Sumatera Utara <a href="https://www.halomedan.com/tag/rally/" target="_blank">Rally</a> FIA APRC Round 3 &amp; IMI National <a href="https://www.halomedan.com/tag/rally/" target="_blank">Rally</a> Championship Round 4 Tahun 2026 resmi dibuka sore tadi di Lapangan Haji Adam Malik, Kota Pematangsiantar,&quot; ujar Ijeck.<br><br>Ia berharap seluruh pereli dapat mengikuti perlombaan dengan menjunjung tinggi sportivitas serta mengutamakan keselamatan selama bertanding.<br><br>&quot;Semoga seluruh pereli dapat bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas dan keselamatan, serta seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan sukses,&quot; katanya.<br><br>Ijeck juga mengajak seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Sumut <a href="https://www.halomedan.com/tag/rally/" target="_blank">Rally</a> 2026.</p><img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/2a79ea27c279e471f4d180b08d62b00a_1002833621.jpg"><br></p><br><br>&quot;Selamat bertanding, dan mari bersama kita sukseskan Sumut <a href="https://www.halomedan.com/tag/rally/" target="_blank">Rally</a> 2026,&quot; ucapnya.<br><br>Sumut <a href="https://www.halomedan.com/tag/rally/" target="_blank">Rally</a> 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Sumatera Utara sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga otomotif, sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan dan masyarakat pencinta rally.<br>(red)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_7747_Sumut-Rally-2026-Resmi-Dibuka-di-Pematangsiantar--Ijeck--Bangga-Sumut-Kembali-Jadi-Tuan-Rumah.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66485/sumut-rally-2026-resmi-dibuka-di-pematangsiantar-ijeck-bangga-sumut-kembali-jadi-tuan-rumah/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">GELOMBANG DEMONSTRASI DIPICU TERHENTINYA AKTIVITAS PEMBELIAN BIJIH TIMAH MASYARAKAT</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 08:01:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[GELOMBANG DEMONSTRASI DIPICU TERHENTINYA AKTIVITAS PEMBELIAN BIJIH TIMAH MASYARAKAT]]></title>
            <description><![CDATA[Belitung Timur, &ndash Ribuan masyarakat penambang memadati Kantor PT Timah dan Gudang GBT PT Timah di Kabupaten Belitung Timur untuk menya]]></description>
            <content><![CDATA[Belitung Timur, &ndash; Ribuan masyarakat penambang memadati Kantor PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> dan Gudang GBT PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> di Kabupaten Belitung Timur untuk menyampaikan aspirasi. Aksi tersebut dipicu oleh terhentinya aktivitas pembelian bijih timah yang menyebabkan masyarakat kehilangan sumber penghasilan dalam beberapa hari terakhir.<br><br>Berdasarkan informasi di lapangan, setelah adanya penindakan hukum terhadap sejumlah kolektor timah, banyak kolektor lain memilih menghentikan sementara aktivitas pembelian karena khawatir menghadapi risiko yang sama. Akibatnya, rantai perdagangan bijih timah di tingkat masyarakat terputus dan hasil tambang tidak lagi terserap.<br><br>Di sisi lain, PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> belum dapat menyerap seluruh produksi masyarakat karena proses penyesuaian RKAB masih berlangsung, sementara kapasitas penampungan di Gudang Bijih <a href="https://www.halomedan.com/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> (GBT) juga terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan hasil tambang masyarakat menumpuk tanpa kepastian waktu pembelian.<br>Situasi ini menimbulkan tekanan ekonomi yang cukup berat bagi masyarakat penambang. Bagi sebagian besar keluarga, penghasilan dari menjual bijih timah merupakan sumber pendapatan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika hasil tambang tidak dapat dijual, banyak masyarakat mengaku kesulitan memperoleh uang untuk membeli kebutuhan pokok, membayar biaya sekolah anak, memenuhi cicilan, maupun memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.<br><br>Dalam penyampaian aspirasinya, masyarakat menilai belum adanya kepastian mengenai mekanisme pembelian hasil tambang membuat mereka berada dalam ketidakpastian. Di satu sisi, aktivitas pembelian oleh kolektor terhenti, sementara di sisi lain hasil tambang juga belum dapat seluruhnya diserap oleh PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/timah/" target="_blank">Timah</a>. Kondisi tersebut membuat masyarakat merasa tidak memiliki pilihan untuk mempertahankan mata pencahariannya.<br><br>Masyarakat berharap pemerintah, aparat penegak hukum, dan PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> dapat segera menghadirkan solusi yang memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha yang bekerja sesuai ketentuan, menjamin kelancaran penyerapan hasil tambang masyarakat, serta mencegah semakin memburuknya kondisi ekonomi masyarakat penambang. Menurut mereka, tanpa langkah yang cepat dan terkoordinasi, potensi munculnya keresahan sosial dan aksi serupa di kemudian hari masih cukup besar.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_4276_GELOMBANG-DEMONSTRASI-DIPICU-TERHENTINYA-AKTIVITAS-PEMBELIAN-BIJIH-TIMAH-MASYARAKAT.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66484/gelombang-demonstrasi-dipicu-terhentinya-aktivitas-pembelian-bijih-timah-masyarakat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">ABPEDNAS Deli Serdang Perkuat Sinergi dengan Kepala Desa, Kawal MBG, KIP, Kopdes Merah Putih hingga Pembentukan Rumah RJ</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 02:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[ABPEDNAS Deli Serdang Perkuat Sinergi dengan Kepala Desa, Kawal MBG, KIP, Kopdes Merah Putih hingga Pembentukan Rumah RJ]]></title>
            <description><![CDATA[ABPEDNAS Deli Serdang Perkuat Sinergi dengan Kepala Desa, Kawal MBG, KIP, Kopdes Merah Putih hingga Pembentukan Rumah RJ]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Deli Serdang &ndash; Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPC ABPEDNAS) Kabupaten Deli Serdang menggelar pembentukan Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) ABPEDNAS Kecamatan Batang Kuis di Aula Desa Bakaran Batu, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (7/8).<br><br>Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPC ABPEDNAS Deli Serdang OK Hendri, Sekretaris Raja Anggi Harahap, Wakil Ketua Amran, Bendahara Ridwan, Bachyuni Amin Basri, Kepala Desa Bakaran Batu Muslim Susanto, serta jajaran pengurus dan anggota BPD se-Kecamatan Batang Kuis.<br><br>Turut hadir pula calon Ketua DPK ABPEDNAS Kecamatan Batang Kuis Hariro Harahap, calon Sekretaris Zul, dan calon Bendahara Feri.<br><br>Dalam sambutannya, Ketua DPC ABPEDNAS Deli Serdang OK Hendri menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan di tingkat kecamatan merupakan langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan BPD sekaligus meningkatkan sinergi dengan para kepala desa.<br><br>"BPD harus menjadi garda terdepan dalam menjaga desa, mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), memastikan Program Indonesia Pintar (KIP) tepat sasaran bagi anak-anak yang masih bersekolah, mendukung Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), serta mendorong terbentuknya Rumah Restorative Justice (Rumah RJ) di desa," ujar OK Hendri.<br><br>Sekretaris DPC ABPEDNAS Deli Serdang Raja Anggi Harahap mengatakan hubungan harmonis antara BPD dan kepala desa merupakan kunci keberhasilan pembangunan desa.<br><br>"Pengawasan yang dilakukan BPD harus menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat. BPD dan kepala desa harus saling bersinergi, bukan saling berhadapan," katanya.<br><br>Sementara itu, Kepala Desa Bakaran Batu Muslim Susanto menyampaikan apresiasinya atas pembentukan DPK ABPEDNAS Kecamatan Batang Kuis. Menurutnya, kehadiran ABPEDNAS akan semakin memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara BPD dengan pemerintah desa.<br><br>"Kami berharap sinergi yang baik ini mampu mendukung seluruh program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga," ujarnya.<br><br>Melalui pembentukan DPK ABPEDNAS Kecamatan Batang Kuis, diharapkan seluruh anggota BPD semakin solid dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, serta penyaluran aspirasi masyarakat, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam menyukseskan berbagai program prioritas pemerintah hingga ke tingkat desa.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_721_ABPEDNAS-Deli-Serdang-Perkuat-Sinergi-dengan-Kepala-Desa--Kawal-MBG--KIP--Kopdes-Merah-Putih-hingga-Pembentukan-Rumah-RJ.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66483/abpednas-deli-serdang-perkuat-sinergi-dengan-kepala-desa-kawal-mbg-kip-kopdes-merah-putih-hingga-pembentukan-rumah-rj/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Anto Genk Hadiri Pembukaan Sumatera Utara Rally 2026, JMSI Sumut Siap Dukung Publikasi Event Otomotif Bertaraf Internasional*</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 22:53:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Anto Genk Hadiri Pembukaan Sumatera Utara Rally 2026, JMSI Sumut Siap Dukung Publikasi Event Otomotif Bertaraf Internasional*]]></title>
            <description><![CDATA[Anto Genk Hadiri Pembukaan Sumatera Utara Rally 2026, JMSI Sumut Siap Dukung Publikasi Event Otomotif Bertaraf Internasional]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>PEMATANGSIANTAR | Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara sekaligus CEO Sumut24 Group, Rianto, SH., MH atau akrab disapa Anto Genk, menghadiri pembukaan Sumatera Utara Rally 2026 yang digelar di Lapangan H. Adam Malik, Kota Pematangsiantar, Jumat (7/8/2026) pukul 16.00 WIB.<br><br>Ajang reli bergengsi tingkat internasional tersebut resmi dimulai dengan seremoni pembukaan sebelum para peserta bertolak menuju lintasan utama di kawasan PTPN IV Regional I Kebun Tobasari, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kejuaraan ini berlangsung hingga 9 Agustus 2026 dan menjadi salah satu agenda penting dalam kalender olahraga otomotif nasional dan regional.<br><br>Acara pembukaan diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ketua MUI Kota Pematangsiantar, Drs. H. M. Ali Lubis. Selanjutnya, laporan panitia disampaikan oleh Harun Mustafa Nasution, yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara.<br><br>Dalam sambutannya, Harun Mustafa Nasution menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga pelaksanaan Sumatera Utara Rally Asia Pacific Rally Championship (APRC) 2026 dapat terlaksana dengan baik.<br><br>"Atas dukungan semua pihak acara ini bisa terlaksana. Kami panitia juga telah melaksanakan kegiatan bakti sosial serta pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan oleh IMI Sumut bekerja sama dengan RS Mitra Guray Besar Petumbukan, No.29 Batu Rata, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang," ujar Harun.<br><br>Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para sponsor dan mitra pendukung, di antaranya Pertamina Fastron, PT Antam, PTPN IV, Inalum, BRI, Pemerintah Kota Pematangsiantar, Pemerintah Kabupaten Simalungun, Forkopimda, serta jajaran aparat TNI dan Polri yang mendukung pengamanan kegiatan.<br><br>Sumatera Utara Rally 2026 merupakan putaran ketiga FIA Asia Pacific Rally Championship (APRC) 2026 sekaligus putaran keempat IMI National Rally Championship 2026. Kejuaraan ini menghadirkan pereli nasional dan internasional untuk menaklukkan lintasan Tobasari yang dikenal memiliki karakter cepat, teknikal, dan menantang.<br><br>Kehadiran Rianto atau Anto Genk dalam kegiatan tersebut juga tidak terlepas dari hubungan persahabatan dekatnya dengan Musa Rajekshah (Ijeck), yang merupakan Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara.<br><br>Menurut Anto Genk, penyelenggaraan event otomotif berskala internasional seperti Sumatera Utara Rally memiliki dampak besar, bukan hanya bagi perkembangan olahraga, tetapi juga terhadap promosi daerah, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.<br><br>"JMSI Sumut dan Sumut24 Group siap menjadi garda terdepan dalam pemberitaan event-event olahraga, khususnya yang bertaraf nasional, regional maupun internasional. Event seperti ini sangat bermanfaat untuk memperkenalkan Indonesia, khususnya Sumatera Utara, kepada dunia," ujar Anto Genk.<br><br>Ia menilai, kehadiran peserta, tim pendukung, wisatawan, dan pecinta otomotif dari berbagai daerah maupun negara akan memberikan dampak positif terhadap sektor usaha lokal.<br><br>Pandangan senada disampaikan Musa Rajekshah. Menurutnya, Sumatera Utara Rally 2026 bukan sekadar kompetisi olahraga otomotif, tetapi juga menjadi momentum penggerak ekonomi dan pariwisata daerah.<br><br><br><br>"Sumatera Utara Rally 2026 ini bukan semata hanya olahraga otomotif, tapi juga dampaknya kepada dunia usaha dan pariwisata. Terlihat jelas hunian hotel di Kota Pematangsiantar terisi penuh oleh peserta dan wisatawan lokal maupun mancanegara. UMKM di sekitar lokasi rally juga sudah mulai bermunculan," ujar Musa Rajekshah.<br><br>Ia berharap event internasional tersebut dapat terus berkembang hingga membawa Sumatera Utara menjadi tuan rumah kejuaraan dunia pada masa mendatang.<br><br>"Kita berharap event dunia setelah Asia Pasifik dapat kita laksanakan di tahun-tahun mendatang. Rencana ini juga sudah mendapat dukungan dari Bapak Presiden Prabowo," tambahnya.<br><br>Selain menjadi ajang kompetisi olahraga otomotif, Sumatera Utara Rally 2026 juga menjadi sarana memperkuat citra Sumatera Utara sebagai destinasi penyelenggaraan event internasional. Dukungan berbagai pihak diharapkan mampu menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.<br><br>Dengan dukungan FIA, IMI, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Polda Sumut, PTPN IV selaku tuan rumah lintasan, serta seluruh pemangku kepentingan, Sumatera Utara Rally 2026 diharapkan semakin mengukuhkan posisi Sumatera Utara dalam peta olahraga otomotif Asia Pasifik.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_3142_Anto-Genk-Hadiri-Pembukaan-Sumatera-Utara-Rally-2026--JMSI-Sumut-Siap-Dukung-Publikasi-Event-Otomotif-Bertaraf-Internasional-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66482/anto-genk-hadiri-pembukaan-sumatera-utara-rally-2026-jmsi-sumut-siap-dukung-publikasi-event-otomotif-bertaraf-internasional/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PCNU Sumatera Utara Nyatakan Dukungan kepada Gus Yusuf Jelang Muktamar NU di Jombang</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 19:17:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PCNU Sumatera Utara Nyatakan Dukungan kepada Gus Yusuf Jelang Muktamar NU di Jombang]]></title>
            <description><![CDATA[Medan &ampndash Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, dinamika organisasi semakin menghangat. Sejumlah kandidat Ketu]]></description>
            <content><![CDATA[Medan &ndash; Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, dinamika organisasi semakin menghangat. Sejumlah kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus melakukan silaturahmi ke berbagai daerah untuk menyampaikan gagasan, visi, dan misi kepada jajaran pengurus serta warga nahdliyin.<br><br>Di tengah rangkaian konsolidasi tersebut, sejumlah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Sumatera Utara menyatakan dukungan kepada KH.<br> Muhammad Yusuf Qudlori atau yang akrab disapa Gus Yusuf, Pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo, sebagai calon Ketua Umum PBNU.<br><br>Dalam pernyataannya, dukungan tersebut diberikan setelah mencermati rekam jejak, karakter kepemimpinan, serta visi dan misi yang disampaikan Gus Yusuf selama melakukan silaturahmi di berbagai daerah.<br><br>Menurut mereka, terdapat beberapa alasan yang menjadi dasar dukungan tersebut. Pertama, komitmen Gus Yusuf dalam membangun tata kelola organisasi yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Gagasan tersebut dinilai tercermin melalui upaya memperkuat sistem administrasi organisasi, pengelolaan keuangan dan aset secara terbuka, serta modernisasi tata kelola kelembagaan tanpa meninggalkan jati diri Nahdlatul Ulama.<br><br>Selain itu, Gus Yusuf juga dinilai memiliki perhatian terhadap pengembangan sumber daya kader di seluruh tingkatan organisasi. Ia disebut mendorong distribusi kader berdasarkan kompetensi dan keahlian, sekaligus membangun pola kerja sama dengan berbagai pihak secara profesional dan berorientasi pada kemaslahatan organisasi.<br><br>Dukungan tersebut juga didasarkan pada komitmen Gus Yusuf dalam menjaga tradisi, budaya, dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai fondasi perjuangan Nahdlatul Ulama. Di sisi lain, ia dinilai memiliki pandangan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar NU tetap relevan menghadapi tantangan zaman.<br><br>Para pendukungnya juga meyakini Gus Yusuf memiliki kapasitas untuk memperkuat soliditas internal PBNU di tengah berbagai dinamika organisasi yang berkembang belakangan ini. Mereka berharap kepemimpinan yang inklusif dan mampu merangkul seluruh elemen dapat mengembalikan fokus organisasi pada pelaksanaan program-program yang bermanfaat bagi umat.<br>Dengan pengalaman, integritas, dan visi yang dimilikinya, para pendukung berharap Gus Yusuf mampu membawa Nahdlatul Ulama menjadi organisasi yang semakin kuat, modern, tetap berakar pada tradisi, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi bangsa dan negara melalui kepemimpinan PBNU pada periode mendatang.( oleh Burhan)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_6391_PCNU-Sumatera-Utara-Nyatakan-Dukungan-kepada-Gus-Yusuf-Jelang-Muktamar-NU-di-Jombang.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/politik/66481/pcnu-sumatera-utara-nyatakan-dukungan-kepada-gus-yusuf-jelang-muktamar-nu-di-jombang-3/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PCNU Sumatera Utara Nyatakan Dukungan kepada Gus Yusuf Jelang Muktamar NU di Jombang</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 18:44:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PCNU Sumatera Utara Nyatakan Dukungan kepada Gus Yusuf Jelang Muktamar NU di Jombang]]></title>
            <description><![CDATA[PCNU Sumut Dukung Gus Yusuf Pimpin PBNU Muktamar Jombang]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan &ndash; Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, dinamika organisasi semakin menghangat. Sejumlah kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus melakukan silaturahmi ke berbagai daerah untuk menyampaikan gagasan, visi, dan misi kepada jajaran pengurus serta warga nahdliyin.<br><br>Di tengah rangkaian konsolidasi tersebut, sejumlah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Sumatera Utara menyatakan dukungan kepada KH.<br> Muhammad Yusuf Qudlori atau yang akrab disapa Gus Yusuf, Pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo, sebagai calon Ketua Umum PBNU.<br><br>Dalam pernyataannya, dukungan tersebut diberikan setelah mencermati rekam jejak, karakter kepemimpinan, serta visi dan misi yang disampaikan Gus Yusuf selama melakukan silaturahmi di berbagai daerah.<br><br>Menurut mereka, terdapat beberapa alasan yang menjadi dasar dukungan tersebut. Pertama, komitmen Gus Yusuf dalam membangun tata kelola organisasi yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Gagasan tersebut dinilai tercermin melalui upaya memperkuat sistem administrasi organisasi, pengelolaan keuangan dan aset secara terbuka, serta modernisasi tata kelola kelembagaan tanpa meninggalkan jati diri Nahdlatul Ulama.<br><br>Selain itu, Gus Yusuf juga dinilai memiliki perhatian terhadap pengembangan sumber daya kader di seluruh tingkatan organisasi. Ia disebut mendorong distribusi kader berdasarkan kompetensi dan keahlian, sekaligus membangun pola kerja sama dengan berbagai pihak secara profesional dan berorientasi pada kemaslahatan organisasi.<br><br>Dukungan tersebut juga didasarkan pada komitmen Gus Yusuf dalam menjaga tradisi, budaya, dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai fondasi perjuangan Nahdlatul Ulama. Di sisi lain, ia dinilai memiliki pandangan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar NU tetap relevan menghadapi tantangan zaman.<br><br>Para pendukungnya juga meyakini Gus Yusuf memiliki kapasitas untuk memperkuat soliditas internal PBNU di tengah berbagai dinamika organisasi yang berkembang belakangan ini. Mereka berharap kepemimpinan yang inklusif dan mampu merangkul seluruh elemen dapat mengembalikan fokus organisasi pada pelaksanaan program-program yang bermanfaat bagi umat.<br>Dengan pengalaman, integritas, dan visi yang dimilikinya, para pendukung berharap Gus Yusuf mampu membawa Nahdlatul Ulama menjadi organisasi yang semakin kuat, modern, tetap berakar pada tradisi, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi bangsa dan negara melalui kepemimpinan PBNU pada periode mendatang.( oleh Burhan)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_545_PCNU-Sumatera-Utara-Nyatakan-Dukungan-kepada-Gus-Yusuf-Jelang-Muktamar-NU-di-Jombang.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66480/pcnu-sumatera-utara-nyatakan-dukungan-kepada-gus-yusuf-jelang-muktamar-nu-di-jombang/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bendahara DHD BPK 45 Sumut, Novan Efendy Siregar Apresiasi Hasil Rakercab JMSI Tabagsel: Mari Kolaborasikan Semangat Perjuangan dan Pembangunan</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 15:15:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bendahara DHD BPK 45 Sumut, Novan Efendy Siregar Apresiasi Hasil Rakercab JMSI Tabagsel: Mari Kolaborasikan Semangat Perjuangan dan Pembangunan]]></title>
            <description><![CDATA[Bendahara DHD BPK 45 Sumut, Novan Efendy Siregar Apresiasi Hasil Rakercab JMSI Tabagsel Mari Kolaborasikan Semangat Perjuangan dan Pembangu]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Medan |Tokoh Pemuda Sumatera Utara sekaligus Tokoh Pemuda Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Novan Efendy Siregar, S.E., M.Si, resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Bendahara Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan (DHD BPK) 45 Provinsi Sumatera Utara periode 2026-2031.<br><br>Pelantikan kepengurusan DHD BPK 45 Sumatera Utara tersebut berlangsung khidmat di Aula Raja Inal Siregar, Lantai 2 Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, serta semangat kebangsaan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.<br><br>Dalam kesempatan tersebut, Novan Efendy Siregar menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menjadi bagian dari kepengurusan organisasi yang memiliki peran dalam menjaga dan membumikan nilai-nilai perjuangan bangsa.<br><br>Menurut Novan, amanah tersebut bukan hanya sebuah jabatan, melainkan tanggung jawab untuk terus berkontribusi dalam membangun Sumatera Utara melalui semangat kebersamaan, kolaborasi, dan pengabdian.<br><br>Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada jajaran Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Tabagsel yang tengah melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Tahun 2026.<br><br>Novan menilai keberadaan organisasi media seperti JMSI Tabagsel memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui pemberitaan yang profesional, independen, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.<br><br>&quot;Saya mengucapkan selamat kepada rekan-rekan JMSI Tabagsel atas pelaksanaan Rakercab Tahun 2026. Semoga kegiatan ini menjadi momentum memperkuat organisasi, meningkatkan profesionalisme insan pers, serta terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Tabagsel dan Sumatera Utara,&quot; katanya.<br><br>Lebih lanjut, Novan menegaskan bahwa semangat membangun daerah harus dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pemuda, dunia usaha, serta insan pers.<br><br>&quot;Semangat membangun harus dikolaborasikan dengan semangat perjuangan. Apa yang menjadi nilai utama DHD BPK 45 Sumatera Utara, yaitu menjaga semangat kejuangan dan pengabdian, harus berjalan seiring dengan peran organisasi-organisasi yang memiliki visi membangun daerah, termasuk JMSI Tabagsel,&quot; ungkapnya.<br><br>Sementara itu, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Tabagsel, Ucok Rizal Nasution, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian serta dukungan yang diberikan Novan Efendy Siregar terhadap pelaksanaan Rakercab JMSI Tabagsel Tahun 2026.<br><br>Ucok Rizal Nasution menilai, pesan yang disampaikan Novan Efendy Siregar sejalan dengan semangat JMSI Tabagsel dalam membangun ekosistem media siber yang profesional, independen, serta memiliki kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.<br><br>&quot;Kami keluarga besar JMSI Tabagsel mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Novan Efendy Siregar atas ucapan selamat dan dukungan yang diberikan kepada JMSI Tabagsel dalam pelaksanaan Rakercab Tahun 2026. Semangat kolaborasi dan kebersamaan seperti ini menjadi energi positif bagi kita semua dalam membangun Tabagsel dan Sumatera Utara,&quot; ujar Ucok Rizal Nasution.<br><br>Menurutnya, insan pers memiliki peran penting dalam perjalanan pembangunan daerah, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan pemberitaan yang edukatif, berimbang, dan konstruktif.<br><br>Lebih lanjut, Ucok Rizal juga berharap kepengurusan baru DHD BPK 45 Sumatera Utara periode 2026-2031 dapat membawa semangat baru dalam menjaga nilai-nilai perjuangan bangsa sekaligus memberikan kontribusi bagi kemajuan masyarakat Sumatera Utara.<br><br>&quot;Kami mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran pengurus DHD BPK 45 Sumut, khususnya kepada Bapak Novan Efendy Siregar yang dipercaya sebagai Bendahara Umum. Semoga amanah dan terus membawa semangat perjuangan dalam membangun Sumatera Utara yang lebih baik,&quot; tutup Ucok.<br><br>Sebagai informasi, Pelantikan DHD BPK 45 Sumatera Utara yang pertama kali langsung di hadiri Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution S.E.,M.M  dan Wakil Gubernur Sumatera Utara H Surya B.Sc.<br><br>Kemudian, turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah. Di antaranya Ketua Dewan Paripurna Nasional DHN Angkatan 45 Jenderal TNI (Purn) H. Agustadi Sasongko Purnomo, Sekretaris Jenderal DHN BPK 45 Brigjen Pol (Purn) Dr. H. H Ma&#039;sun Amin, M.Pd.<br><br>Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, unsur TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, mahasiswa, serta perwakilan 14 Dewan Harian Cabang (DHC) kabupaten/kota.<br><br>Dalam kepengurusan DHD BPK 45 Sumatera Utara masa bakti 2026-2031, Mayjen TNI (Purn) M. Hasyim dipercaya sebagai Ketua Umum, Sofyan Ahmadi Hutasuhut sebagai Sekretaris Umum, serta Novan Efendy Siregar, S.E., M.Si sebagai Bendahara Umum.<br><br>Sementara itu, posisi Ketua Dewan Paripurna DHD BPK 45 Sumut dipercayakan kepada Herry Lontung Siregar, dan Ketua Dewan Kehormatan dijabat oleh Prof. Dr. Djohar Arifin Husin.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_9291_Bendahara-DHD-BPK-45-Sumut--Novan-Efendy-Siregar-Apresiasi-Hasil-Rakercab-JMSI-Tabagsel--Mari-Kolaborasikan-Semangat-Perjuangan-dan-Pembangunan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66479/bendahara-dhd-bpk-45-sumut-novan-efendy-siregar-apresiasi-hasil-rakercab-jmsi-tabagsel-mari-kolaborasikan-semangat-perjuangan-dan-pembangunan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">M. Raihan Taekwondoin Sumut Melenggang ke Asian Games</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 10:56:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[M. Raihan Taekwondoin Sumut Melenggang ke Asian Games]]></title>
            <description><![CDATA[M. Raihan Taekwondoin Sumut Melenggang ke Asian Games]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Medan - Setelah menumbangkan atlet India Akshay Hooda dengan nilai 2-0 di laga final yang berlangsung di Tennis Indoor Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Muhammad Raihan Fadila, atlet asal Sumut ini membuktikan ketangguhannya.<br>  Menurut ketua Pengprov TI Sumut H. Hamdani Syahputra S.sos, MH, kepada media, Jumat (7/8) pukul 10.00 wib, dengan berhasilnya Raihan meraih medali emas di kejuaraan G2 ini poinnya bertambah 20 point. <br> &quot;Insya Allah, dengan berhasil meraih emas di Indonesia Open ini, M. Raihan harapannya bisa mendapat line up untuk bermain di <a href="https://www.halomedan.com/tag/asian/" target="_blank">Asian</a> Games di Nagoya, Jepang,&quot;ungkap wakil ketua DPRD Deli Serdang ini.<br>  Ia juga mengucapkan terima kasih kepada penasehat DR. H. Musa Rajekshah yang selalu mensuport baik moril maupun materil kepada atlit-atlit di Sumut.<br>  Pria yang akrab disapa bang Danny ini juga mengucapkan terima kasih kepada ketua umum PBTI bapak Letjen TNI TP. Ricard Tampubolon yang selalu mendukung atlit Sumut, M. Raihan.<br>  &quot;Saat Raihan berhasil mengalahkan atlit India, Ketum begitu terlihat gembira, karena dari 33 atlit pelatnas yang ikut bertanding dari kelas Kyorugi M. Raihan satu-satunya yang memperoleh emas. Sedangkan satu lagi medali emas disumbangkan kelas putri kyorugi dari Jabar. Kemudian 3 emas lagi disumbangkan dari kelas Poomsae,&quot;ungkap Hamdani seraya mengucapkan atlit-atlit Sumut yang ikut dikejuaraan internasional Indonesia Open ini bisa mengambil pelajaran dan pengalaman. (Rel)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_6943_M--Raihan-Taekwondoin-Sumut-Melenggang-ke-Asian-Games.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66478/m-raihan-taekwondoin-sumut-melenggang-ke-asian-games/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">BARAPAKSI Desak Pemko Medan Buka Dokumen Andalalin PBG SDS Fontem Academy, Kadishub: &quot;Belum Ada Mengurus&quot;</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 09:50:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[BARAPAKSI Desak Pemko Medan Buka Dokumen Andalalin PBG SDS Fontem Academy, Kadishub: "Belum Ada Mengurus"]]></title>
            <description><![CDATA[BARAPAKSI Desak Pemko Medan Buka Dokumen Andalalin PBG SDS Fontem Academy, Kadishub &quotBelum Ada Mengurus&quot]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Medan &ndash; Barisan Rakyat Pemerhati Korupsi (BARAPAKSI) mendesak Pemerintah Kota Medan membuka secara transparan dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (<a href="https://www.halomedan.com/tag/andalalin/" target="_blank">Andalalin</a>) terkait penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) SDS Fontem Academy di Jalan Ngalengko, Medan.<br><br>Ketua BARAPAKSI, Otti S. Batubara, menyatakan pembangunan sekolah merupakan bangunan yang berpotensi menimbulkan bangkitan dan tarikan lalu lintas sehingga wajib memiliki kajian <a href="https://www.halomedan.com/tag/andalalin/" target="_blank">Andalalin</a> sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sebelum PBG diterbitkan.<br><br>"Kalau benar PBG diterbitkan tanpa rekomendasi <a href="https://www.halomedan.com/tag/andalalin/" target="_blank">Andalalin</a> dari Dinas Perhubungan, maka patut diduga telah terjadi pelanggaran prosedur administrasi yang dapat mengakibatkan PBG tersebut cacat hukum," kata Otti.<br><br>Menurut BARAPAKSI, ketentuan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, PP Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan, Permen PUPR Nomor 5 Tahun 2021 tentang Persetujuan Bangunan Gedung, serta Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 11 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perhubungan.<br><br>BARAPAKSI juga menyoroti lokasi pembangunan sekolah di Jalan Ngalengko yang berada di kawasan dengan ruas jalan relatif sempit dan berdekatan dengan sekolah lain sehingga berpotensi menambah kepadatan lalu lintas pada jam sibuk.<br><br>Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Irsan Idris Nasution, saat dikonfirmasi mengenai keberadaan dokumen <a href="https://www.halomedan.com/tag/andalalin/" target="_blank">Andalalin</a> SDS Fontem Academy menyampaikan bahwa pihaknya terlebih dahulu akan melakukan pengecekan kepada bidang teknis.<br><br>"Saya tanya dulu sama kabidnya," ujar Irsan melalui pesan singkat.<br><br>Tak lama kemudian, Irsan memberikan penjelasan lanjutan. "Sudah kita jawab kemarin itu, Bang. Belum ada mengurus mereka, Bang," katanya.<br><br>Pernyataan tersebut menjadi perhatian BARAPAKSI karena, apabila benar belum pernah ada pengurusan <a href="https://www.halomedan.com/tag/andalalin/" target="_blank">Andalalin</a> di Dinas Perhubungan, sementara PBG telah diterbitkan, maka proses penerbitan izin tersebut dinilai perlu ditelusuri lebih lanjut oleh instansi terkait maupun aparat pengawas untuk memastikan seluruh prosedur telah dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.<br><br>BARAPAKSI meminta Pemerintah Kota Medan, DPMPTSP, Dinas Perkim Cipta Karya dan Tata Ruang, serta Dinas Perhubungan memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai seluruh proses penerbitan PBG SDS Fontem Academy, termasuk kelengkapan dokumen persyaratan yang menjadi dasar penerbitan izin tersebut.<br><br>Di sisi lain, hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SDS Fontem Academy belum memberikan keterangan atau tanggapan terkait persoalan tersebut.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_7357_BARAPAKSI-Desak-Pemko-Medan-Buka-Dokumen-Andalalin-PBG-SDS-Fontem-Academy--Kadishub---quot-Belum-Ada-Mengurus-quot-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66477/barapaksi-desak-pemko-medan-buka-dokumen-andalalin-pbg-sds-fontem-academy-kadishub-quotbelum-ada-mengurusquot/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wiendu Nuryanti Purna Makarti</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 09:47:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wiendu Nuryanti Purna Makarti]]></title>
            <description><![CDATA[Wiendu Nuryanti Purna Makarti1.PangkurMbabar kawruh paripurna, Amarkati Bu Prof Wiendu Nuryanti, Sempulur kadang sedulur, Mahargya pawiwahan]]></description>
            <content><![CDATA[Wiendu Nuryanti <a href="https://www.halomedan.com/tag/pur/" target="_blank">Pur</a>na Makarti<br><br>1.<br>Pangkur<br><br>Mbabar kawruh paripurna, <br>Amarkati Bu Prof Wiendu Nuryanti, <br>Sempulur kadang sedulur, <br>Mahargya pawiwahan, <br>Bulaksumur kampus peguron misuwur, <br>Medhar wulangan wejangan, <br>Titis wanita winasis. <br><br>2.<br>Mijil<br><br>Sugih singgih kaloka linuwih, <br>Sami keplok alok, <br>Sigrak gumyak jenak ngawe awe, <br>Andalidir gagasan pamikir, <br>Weninging  penggalih, <br>Mencar muncar mancur. <br><br>3.<br>Kinanthi<br><br>Rekayasa arsitektur, <br>Sajroning Fakultas Teknik, <br>Budaya Pariwisata, <br>Winarni ketitik becik,<br>Borobudur miwah kita, <br>Pidato Wiendu Nuryanti.<br><br>4.<br>Maskumambang<br><br>Valedictory lecture sung piweling, <br>Wawas wuwus kabudayan, <br>Rinengga ibu pertiwi, <br>Jelas jangkep genep genah.<br><br>5.<br>Asmarandana<br><br>Profesor  Wiendu Nuryanti, <br>Jawat asta sung pambagya, <br>Mitra sambung nyambut gawe, <br>Wibawa mulya widada, <br>Berkat drajat pangkat semat,<br>Guyub rukun wus pensiun, <br>Waras wiris panjang yuswa. <br><br><br>Bulaksumur,<br><a href="https://www.halomedan.com/tag/pur/" target="_blank">Pur</a>wadi]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_2640_Wiendu-Nuryanti-Purna-Makarti.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/66476/wiendu-nuryanti-purna-makarti/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ngadi Sarira Ngadi Busana</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 09:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ngadi Sarira Ngadi Busana]]></title>
            <description><![CDATA[Ngadi Sarira Ngadi BusanaPendadaran Pasinaon Busana Kraton Surakarta tanggal 29 Juli 2026. Adapun pendadaran pasinaon pusana Kraton Surakart]]></description>
            <content><![CDATA[Ngadi Sarira Ngadi Busana<br><br>Pendadaran Pasinaon Busana Kraton Surakarta tanggal 29 Juli 2026. Adapun pendadaran pasinaon pusana Kraton Surakarta dilakukan oleh pamong lan dwija. Sedangkan tara cara pendadaran siswa pasinaon tata busana Kraton Surakarta berlangsung sesuai paugeran. <br><br>Langen beksan sebagai pembuka acara ujian. Dengan judul Adaninggar Kelaswara. Yakni purna wiyata siswa pasinaon tata busana lan paes Jawi. Ageman gagrak Kraton Surakarta dipelajari oleh masyarakat. Demi bangsa agar makin arum kuncara. <br><br>Ngadi busana, ngadi sarira. Rum kuncaraning bangsa dumunung ing luhuring budaya. Demikian wedharan Kanjeng Sinuwun Paku Buwana X. Raja Kraton Surakarta tahun 1893 - 1939 ini mendapat jejuluk Ingkang Minulya Saha Ingkang Wicaksana. Gelar kehormatan yang merujuk aspek jatidiri nasional. <br><br>Pada hari Selasa  tanggal 28 Oktober 2025 yang lalu juga ada acara ujian. Yakni para siswa pawiyatan tata busana gagrak Karaton Surakarta Hadiningrat. Bertempat di Bangsal Smarakata. Siswa pasinaon duduk lesehan. Siap untuk menjalani tata cara. <br><br>Wajah berseri seri terpancar dari peseta wisuda. Selama 6 bulan ngangsu kawruh. Ngelmu iku kelakone kanthi laku. Ada pepatah berakit rakit ke hulu. Berenang renang ke tepian. Bersakit sakit dahulu. Bersenang senang kemudian. Pembelajaran kini telah berbuah manis. Sing tekun antuk teken. Wekasan tekan. <br><br>Busana kejawen jangkep. Pria berbusana jarik, beskap, sragen, sabuk timang, keris, blangkon, samir. Putri ngagem jarik wiron, sanggul, kebayak hitam, Samir, radya laksana. Siaga ing hati, sawega ing diri. Memetri luhuring budaya Jawi. <br><br>Jembaring wawasan, jeroning kawruh. Kenangan belajar tercipta solidaritas. Antar siswa terjalin komunikasi dan interaksi. Tampak kompak guyub rukun. Persahabatan mereka berubah menjadi persaudaraan. Tiap ada kegiatan Kraton Surakarta, para alumni berusaha hadir. Misalnya saat pisowanan Grebeg Maulud dan Labuhan di Parangkusumo. Kegiatan budaya ini sekaligus media reuni. Manunggaling cipta rasa karsa. <br><br>Asal usul siswa pasinaon cukup beragam. Dari Yogyakarta, Malang, Blitar, Kediri, Ngawi, Solo, Sragen, Wonogiri, Pati, Sukoharjo. Tiap hari Rabu dan Jumat sore begitu semangat belajar. Tempatnya di Bale Agung Kraton Surakarta yang berada di utara alun alun. Dengan duduk lesehan mereka sama gumreget gumregut gumregah. <br><br>Sambang sambung srawung. Interaksi antar siswa begitu dekat akrab. Ing pangangkah gancar lancar. Ber bandha, ber bandhu, subur makmur. <br><br>Dwija atau para guru sungguh mumpuni dalam bidang ngadi busana, ngadi sarira. Teori dan praktik berjalan beriringan. Sambil ngunjuk teh jahe anget, suasana belajar sangat hidup. Proses belajar mengajar layaknya cantrik di pertapan Saptaharga. Unsur modern dikemas dengan kearifan lokal. Nuting jaman kelakone. <br><br>Daya juang siswa pawiyatan amat handal. Hujan dan hawa dingin ketika belajar, tak dihiraukan. Jarak jauh tidak menjadi persoalan. Jadilah model pengajaran yang ideal. Para dwija yang bertugas mengajar pun memberi energi dan inspirasi. <br><br>Prosesi wisuda merupakan kebanggaan. Pendidikan vokasi yang mengakar secara kultural. Pengembangan budaya Jawa perlu ketrampilan. Pendidikan vokasi Jawa dilakukan dengan sistem yang bisa menjawab perkembangan jaman. Fungsi wirya arta winasis yang berhubungan dengan tata busana atau memetri ageman. <br><br>Warni warni Ageman Jawi<br><br>1. Busana Cothan.<br>Busana resmi Amangkurat saat menjelang usia remaja memakai ageman cothan. Menggunakan baju sikepan, sabuk epek. Dilengkapi beskap kain sutera. Ngadi salira ngadi busana. <br><br>2. Busana Beskap.<br>Digunakan Amangkurat dalam acara resmi kenegaraan. Kelengkapan baju beskap terdiri dari kampuh, rasukan, sikepan bordir, kuluk kanigara. Ajining dhiri saka lathi, ajining raga saka busana. <br><br>3. Busana Kampuh<br>Amangkurat mengenakan kampuh atau dodot. Sehelai kain lebar dan panjang. Ada dua kampuh, yaitu blenggen dan lugas. Bagian tengah dibuat blumbangan. Tambah patut lan mrebawani.<br><br>4. Busana Prajurit.<br>Prajurit Mataram diperhatikan soal busana resmi. Amangkurat memberi biaya cukup untuk menjaga wibawa korps militer. Busana kebesaran keprajuritan meliputi songkok, sikepan ageng, sabuk, cindhe, epek bludru, nganggar keris. Siaga ing gati, sawega ing dhiri.<br><br>5. Busana Keprabon.<br>Lenggah siniwaka ing sitinggil binatu rata Mataram. Amangkurat mengenakan busana keprabon. Terdiri dari sikepan ageng, kuluk panunggul, selempang, kampuh ngumbar kunca, songkok, nganggar wangkingan, makutha pasikon, nyamping parang curiga. Saking mandrawa pan yayah Sang Hyang Kuwera ngejawantah.<br><br>6. Busana Kuluk. <br>Begitu agung dan anggun saat Amangkurat mengenakan busana kuluk. Berbentuk tugel semangka, bludru hitam. Kuluk lambang kehormatan. Golek kuluk kanggo njangkepi puluk.<br><br>7. Busana Makutha. <br>Sinuwun Amangkurat memakai ageman makutha saat pisowanan agung Mataram. Lenggah ing dhampar kencana dengan kampuh, sikepan ageng, gerusan, kanigara, destar jeplakan. Cundhuk serat penyu menambah sinar kawibawan kawidadan kabagyan sarta kamulyan. <br><br>8. Busana Kepatihan. <br>Kedudukan patih pada jaman Amangkurat mirip perdana menteri. Patih Mataram mengenakan ageman kampuh udab riris, kacu setangkep, lawe tebokan, blenggen ngumbar kunca, makutha methak, cindhe gubeg, kepuh cancingan. Tugas patih melakukan menejemen pemerintahan. <br><br>9. Busana Kadipaten. <br>Para bupati bawahan Amangkurat memakai busana kampuh semen latar putih. Lalu ageman tebakan tambal kanoman, cindhe cakar sorot, keris sarung ladrang, sarung ceplok kudhup turi, nyamat bacingah kuning. Pating galebyar pindha kartika aluru pernah. <br><br>10. Busana Kasentanan. <br>Para sentana Mataram mendapat penghormatan layak dari Amangkurat. Busana sikepan panjang lugas, makutha Kanigara, baju langendriyan, beskap landhung. Kepuh sampir kunca, klocer, suh wedhung dan destar jeplakan midang sebagai kelengkapan. Abra busana nira, pindha surya arsa madhangi jagad raya.<br><br>Tata cara wisuda pawiyatan busana. Bertujuan untuk memperkokoh kepribadian. Ngadi sarira, ngadi busana. Sarana memperjelas jatidiri. Cita cita peradaban yang agung dan anggun. <br><br><br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/pur/" target="_blank">Pur</a>wad<br>Ketua Lokantara<br>HP 087864404347]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_9879_Ngadi-Sarira-Ngadi-Busana.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/wisata/66475/ngadi-sarira-ngadi-busana/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wilujengan Grebeg Sekaten</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 09:45:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wilujengan Grebeg Sekaten]]></title>
            <description><![CDATA[Wilujengan Grebeg SekatenTata cara grebeg sekaten kapurwakan kanthi wilujengan. Kraton Surakarta Hadiningrat ngadani rikala dinten Ahad Legi]]></description>
            <content><![CDATA[Wilujengan Grebeg Sekaten<br><br>Tata cara grebeg sekaten kapurwakan kanthi wilujengan. Kraton Surakarta Hadiningrat ngadani rikala dinten Ahad Legi, 2 Agustus 2026. Kersa miyos Kanjeng Sinuwun Paku Buwono XIV. Mapan ing pagelaran Sasana Sumewa. <br><br>Pengageng Sasana Wilapa GKR Dra Koes Moertiyah M.Pd paring sabda pangandika. Sentana abdi dalem sami lenggah sinewaka. <br>Sigrak gumyak penak enak ketingal jenak. Ageman bethik Mataram katon edi peni. <br><br>Abdi dalem ulama enggal atur puji pangastuti. Tahlil takbir tahmid tasbeh mimbuhi suwasana luruh tuwajuh. Pendherek sami tadhah amin. Ing pangkah hajad dalem lumampah meneng anteng sugeng jeneng. Wilujeng tanpa pambeng. <br><br>Alun alun ler rebut dhucung ingkang nekseni purwakaning tata cara. Bakul bakul jejer jejer maneka warni. Dhaharan unjukan sumadya ing sadhengah papan. Suka parisuka mahargya muludan. Saking dhusun ngadhusun desa ngadesa gunung ngagunung kehing tiyang tanpa wilangan.<br><br>Angkasa biru padhang sumilak. Angin midhit sumilir seger buger. Weh prebawa Kraton Surakarta ngejayeng jagad raya. Kawula ngalap berkah. <br><br>Rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_4303_Wilujengan-Grebeg-Sekaten.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/wisata/66474/wilujengan-grebeg-sekaten/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sinuwun Tedhak Pengging</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 09:44:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sinuwun Tedhak Pengging]]></title>
            <description><![CDATA[Sinuwun Tedhak Pengging1.DhandhanggulaTedhak Pengging Sinuwun peparing, Sunan Paku Buwono Patbelas, Sentana bage binage, Kemruyuk wanci esuk]]></description>
            <content><![CDATA[Sinuwun Tedhak Pengging<br><br>1.<br>Dhandhanggula<br><br>Tedhak Pengging Sinuwun peparing, <br>Sunan Paku Buwono Patbelas, <br>Sentana bage binage, <br>Kemruyuk wanci esuk, <br>Jumah Legi Agustus sasi, <br>Pitu katiti tanggal, <br>Tahune nem likur, <br>Tata cara keyong emas,<br>Gita gati apem sumawur ing bumi, <br>Mimbuhi bagya mulya. <br><br>2.<br>Mijil<br><br>Sinuwun pangreksa tanah Jawi, <br>Prebawa sang katong, <br>Sagunging priyayi sepuh lare, <br>Among tani tuhu mitayani, <br>Subur nandur pari, <br>Jagung tela pohung.<br><br>3.<br>Pucung<br><br>Bagus alus Sinuwun busana besus, <br>Ageman kaprajan, <br>Edi peni merbawani, <br>Kathah titah sung pepuji ngalab berkah.<br><br>4.<br>Gambuh<br><br>Darma bakti Sinuwun, <br>Sami purun mahargya nenuwun,<br>Jroning kapti antuk rahayu lestari, <br>Praba suminaring ratu, <br>Sumorot terang kewahyon.<br><br>5.<br>Kinanthi<br><br>Tatanan sarwa tinuntun, <br>Pewaris Kraton Mentawis,<br>Kanjeng Sunan Surakarta, <br>Abdi dalem anekseni,<br>Sumuyut marang brahmana, <br>Welas asih marang dasih.<br><br>6.<br>Asmarandana<br><br>Milang miling bumi Pengging, <br>Prabu Kusuma Wicitra, <br>Yasa dhatulaya gedhe, <br>Kinclong kinclong tuk patirtan, <br>Gemilang lampahing gesang,<br>Niti piksa Jeng Sinuwun, <br>Surakarta Hadiningrat.<br><br>7.<br>Durma<br><br>Nglintir drajat pangkat semat dimen kuat,<br>Pasuwitan negari, <br>Kawula sentana, <br>Sinuwun sung tuladha, <br>Narapraja bupati mantri, <br>Kawicaksanan, <br>Pakaryan tambah becik.<br><br>8.<br>Megatruh<br><br>Sru gumuruh tan noleh baya pakewuh, <br>Tindake Sri Narapati, <br>Tumuju ing sumbere tuk, <br>Toya Merbabu Merapi, <br>Weh tentreming lahir  batos.<br><br>9.<br>Maskumambang<br><br>Tirta Pengging gumarojog mili bening, <br>Paku Buwono Patbelas, <br>Cahyanira anelahi, <br>Paring padhang jagad raya.<br><br>10.<br>Pangkur<br><br>Paku Buwono Patbelas, <br>Mesu budi nulat lelakon kawuri, <br>Ing Sangga Buwana Panggung,<br> Mrih padhanging sasmita, <br>Pra leluhur mangun cipta trus cinatur, <br>Lumantar seratan sastra, <br>Winaos ing tanah Pengging.<br><br>11.<br>Sinom<br><br>Pujangga Yasadipura, <br>Tedhak turun Jaka Tingkir, <br>Bupati Handayaningrat, <br>Pembayun sri prameswari, <br>Kebo kenanga nenggih, <br>Padmanegara satuhu, <br>Pepundhen Surakarta, <br>Kanjeng Sinuwun mastuti, <br>Kawibawan kawidadan karaharjan.<br><br><br>Jumah Legi, 7 Agustus 2026.<br><a href="https://www.halomedan.com/tag/pur/" target="_blank">Pur</a>wadi]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_9797_Sinuwun-Tedhak-Pengging.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/seleb/66473/sinuwun-tedhak-pengging/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polemik PETI di Mandailing Natal: Ketika Surat Edaran Bupati Diuji &quot;Urusan Perut&quot; dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kepala Desa</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 23:39:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polemik PETI di Mandailing Natal: Ketika Surat Edaran Bupati Diuji "Urusan Perut" dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kepala Desa]]></title>
            <description><![CDATA[Polemik PETI di Mandailing Natal Ketika Surat Edaran Bupati Diuji &quotUrusan Perut&quot dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kepala Desa]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Oleh : H Syahrir Nasution<br>Madina - Oknum Kepala Desa Muara Botung, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang diduga tidak mengindahkan Surat Edaran Bupati terkait penutupan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), memiliki fasilitas pengolahan ilegal (galundung), serta dinilai mengabaikan unsur pimpinan daerah, termasuk Wakil Bupati Madina.<br><br><br>Pemberitaan masif mengenai dugaan pembangkangan terhadap kebijakan larangan PETI, lambannya penindakan aparat penegak hukum serta Satgas daerah, dan dilema ekonomi masyarakat penambang.<br><br><br>Desa Muara Botung, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara.<br><br><br>Pasca diterbitkannya Surat Edaran Bupati jilid kedua, dengan rencana aktivasi penindakan oleh Satgas dan OPD terkait yang dijadwalkan baru akan efektif mulai 18 Agustus mendatang.<br><br><br>Kebijakan penutupan menghadapi resistensi kuat karena belum adanya solusi konkret berupa penyediaan lapangan pekerjaan alternatif bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor PETI, ditambah lemahnya ketegasan sanksi etik dan hukum terhadap oknum pejabat desa.<br><br><br>Penanganan masalah ini memerlukan pendekatan komprehensif: tidak hanya penegakan hukum yang berkeadilan tanpa pandang bulu, tetapi juga intervensi kebijakan sosial-ekonomi yang berpihak pada perut rakyat agar transisi dari sektor tambang ilegal berjalan manusiawi dan berkelanjutan.<br><br><br>Kajian Mendalam: Antara Kepatuhan Hukum dan Realitas "Urusan Perut"<br><br><br>Persoalan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal kembali meruncing setelah munculnya dugaan keterlibatan oknum Kepala Desa Muara Botung yang mengabaikan Surat Edaran Bupati Madina. Situasi ini bukan sekadar pelanggaran administratif atau pembangkangan birokrasi semata, melainkan manifestasi dari karut-marut tata kelola sumber daya alam yang bersinggungan langsung dengan perut rakyat dan lemahnya penegakan hukum (law enforcement).<br><br><br>1. Aspek Yuridis dan Pelanggaran Hukum<br>Secara hukum positif di Indonesia, aktivitas PETI jelas merupakan tindak pidana berat yang diatur dalam regulasi nasional:<br>Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba):<br>Pasal 158 menegaskan bahwa setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin (IUP, IPR, atau IUPK) dapat dipidana dengan penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.<br>Sanksi ini juga berlaku bagi pihak yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemurnian (galundung), pengangkutan, hingga penjualan mineral yang bukan dari pemegang izin resmi.<br><br><br>Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa:<br>Sebagai seorang aparatur pemerintahan desa, Kepala Desa terikat pada sumpah/janji jabatan serta larangan untuk melanggar hukum dan menciderai kepercayaan publik. Pembangkangan terhadap kebijakan kepala daerah mencederai etika penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berwibawa (good governance).<br><br><br>2. Kritik Tajam terhadap Kinerja Pemerintah Daerah dan Aparat<br>Penerbitan Surat Edaran Bupati jilid pertama hingga kedua terbukti kehilangan giginya di lapangan. Kebijakan yang hanya bersifat imbauan tanpa instrumen penindakan yang cepat dan terukur justru menciptakan kesan pembiaran.<br><br><br>Informasi yang menyebutkan bahwa Satgas dan OPD terkait baru akan aktif melakukan penindakan mulai 18 Agustus mendatang menuai tanda tanya besar dari masyarakat. Jeda waktu yang cukup lama ini memberikan ruang bagi para pelaku, termasuk oknum-oknum tertentu, untuk mengamankan aset atau tetap melanjutkan aktivitas ilegal.<br><br><br>Lebih ironis lagi, penanganan ini seolah mengabaikan posisi strategis Wakil Bupati Madina yang notabene merupakan putra daerah setempat.<br><br><br>Ketika pimpinan tertinggi di daerah tidak diindahkan oleh bawahannya sendiri (kepala desa), hal ini menunjukkan terjadinya erosi kewibawaan birokrasi (erosion of authority).<br><br><br>3. Sisi Lain: Kegagalan Negara Menyiapkan Lapangan Pekerjaan Alternatif<br>Kritik keras juga harus dialamatkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal terkait ketiadaan solusi ekonomi jangka pendek dan menengah.<br><br><br>Sampai hari ini, pemerintah daerah belum terlihat serius menyediakan lapangan pekerjaan pengganti yang siap menyerap ribuan tenaga kerja yang selama ini menggantungkan hidupnya di sektor PETI.<br><br><br>Ungkapan lokal yang berbunyi:<br><br>"Bagaimana kalau sudah tidak ada lagi isi piring panganan besok..."<br><br><br>Merupakan cerminan psikologis paling jujur dari masyarakat bawah. Bagi mereka, larangan penambangan tanpa disertai pembukaan lapangan kerja atau skema ekonomi transisional (seperti Wilayah Pertambangan Rakyat/WPR yang legal atau program padat karya) sama artinya dengan vonis mati kelaparan. Negara tidak boleh hanya hadir dengan bahasa larangan dan penertiban, tanpa pernah menuntaskan akar masalah kemiskinan dan pengangguran.<br><br><br>Tinjauan Etis Berdasarkan UU Pers dan UU ITE<br><br><br>Pemberitaan dan penyebaran informasi terkait kasus ini wajib tunduk pada koridor hukum yang berlaku agar tetap akuntabel:<br><br><br>Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers: Mewajibkan pers untuk menyajikan informasi yang berimbang, akurat, memegang teguh kode etik jurnalistik, serta memberikan ruang jawab kepada pihak-pihak yang disudutkan (termasuk oknum Kades dan pihak Pemkab Madina), demi mencerdaskan kehidupan berbangsa.<br><br><br>Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE):<br><br><br>Mengingatkan masyarakat dan media sosial agar menyebarkan fakta, data, dan kritik konstruktif yang berbasis bukti, bukan atas dasar fitnah atau pencemaran nama baik, sehingga diskusi publik tetap berada pada koridor hukum yang sah.<br><br><br>Kesimpulan dan Penutup:<br><br><br>Ujian Kepemimpinan dan Jalan Keluar yang Mencerdaskan<br>Kasus pembangkangan oknum Kepala Desa Muara Botung terhadap Surat Edaran Bupati Madina membuka mata kita bahwa penegakan hukum di daerah tidak akan pernah berhasil jika hanya didekati dengan pendekatan birokratis di atas kertas.<br><br><br>Catatan Kritis untuk Bupati Madina: Ketegasan seorang kepala daerah sedang diuji di ujung masa jabatannya atau di tengah masa kepemimpinannya.<br><br><br>Bupati tidak boleh ragu memberikan sanksi tegas&mdash;baik administratif berupa pemberhentian sementara hingga proses hukum pidana&mdash;kepada oknum aparatur desa yang membelot. Pembiaran terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh aparatnya sendiri akan menghancurkan legitimasi moral pemerintah kabupaten di mata rakyat.<br><br><br>Namun di sisi lain, Bupati dan jajaran Forkopimda wajib introspeksi diri. Penertiban PETI tidak boleh berhenti pada seremoni rapat OPD atau pembentukan Satgas di atas meja.<br><br><br>Negara harus hadir dengan solusi nyata: percepat penetapan WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat) bagi penambang kecil yang taat aturan, atau sediakan alokasi anggaran dan program padat karya yang langsung menyentuh "isi piring panganan" rakyat setiap hari.<br><br><br>Mencerdaskan masyarakat bukan berarti memaksa mereka patuh tanpa makan, melainkan menertibkan oknum yang serakah sambil merangkul rakyat kecil melalui keadilan sosial yang nyata. Hukum harus ditegakkan setegak-tegaknya, tetapi perut rakyat harus diselamatkan secepat-cepatnya.<br><br>(Jasuti)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_534_Polemik-PETI-di-Mandailing-Natal--Ketika-Surat-Edaran-Bupati-Diuji--quot-Urusan-Perut-quot--dan-Dugaan-Keterlibatan-Oknum-Kepala-Desa.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66472/polemik-peti-di-mandailing-natal-ketika-surat-edaran-bupati-diuji-quoturusan-perutquot-dan-dugaan-keterlibatan-oknum-kepala-desa/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>