<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.halomedan.com/</link>
        <description>Halo Medan | Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Sun, 31 May 2026 01:50:05 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">ABPEDNAS Sumut Terbitkan SK Kepengurusan DPC ABPEDNAS Deli Serdang Masa Bakti 2026-2031</guid>
            <pubDate>Sat, 30 May 2026 14:14:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[ABPEDNAS Sumut Terbitkan SK Kepengurusan DPC ABPEDNAS Deli Serdang Masa Bakti 2026-2031]]></title>
            <description><![CDATA[ABPEDNAS Sumut Terbitkan SK Kepengurusan DPC ABPEDNAS Deli Serdang Masa Bakti 20262031]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br><br>DELI SERDANG &ndash; Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Sumatera Utara resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Nomor: 019/SK/DPW-ABPEDNAS/SU/V/2026 tentang Penunjukan Komposisi dan Personalia Dewan Pengurus Cabang (DPC) ABPEDNAS Kabupaten Deli Serdang Masa Bakti 2026-2031.<br><br>SK yang ditandatangani Ketua DPD ABPEDNAS Sumut, Drs. H. Abdul Khair, MM dan Sekretaris Ahmad Sayuti, S.HI pada 29 Mei 2026 di Medan tersebut diterbitkan sebagai upaya memperkuat peran, fungsi, serta kinerja organisasi ABPEDNAS di tingkat kabupaten.<br><br>Dalam keputusan tersebut, DPD ABPEDNAS Sumut menetapkan susunan kepengurusan DPC ABPEDNAS Kabupaten Deli Serdang yang akan menjalankan program kerja organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) ABPEDNAS selama lima tahun ke depan.<br><br>Untuk jajaran Dewan Pembina, tercantum Bupati Deli Serdang, Ketua DPRD Kabupaten Deli Serdang, Kapolresta Deli Serdang, Kepala Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam, dan Ketua Pengadilan Negeri Lubuk Pakam.<br><br>Sementara itu, jajaran Dewan Penasehat diisi oleh sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, dan pejabat, di antaranya Sri Paduka Duli Yang Maha Mulia Sultan Tuanku Akhmad Syariful Alamsyah, Kolonel TNI Dr. H. Sadikin Bintang, M.M, H. Edwin Nasution, S.H., M.Si., CGCAE, serta sejumlah tokoh lainnya.<br><br>Berdasarkan SK tersebut, OK. Hendri Fadlian Karnain, S.H dipercaya sebagai Ketua DPC ABPEDNAS Kabupaten Deli Serdang periode 2026-2031. Dalam menjalankan roda organisasi, ia didampingi sejumlah wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan pengurus bidang.<br><br>Jabatan Sekretaris dipercayakan kepada Raja Anggi Ramadhan Harahap, SH., M.Kn, sedangkan posisi Bendahara diamanahkan kepada Sobirin.<br><br>Selain pengurus harian, kepengurusan juga dilengkapi berbagai bidang strategis, meliputi Bidang Penelitian dan Pengembangan, Organisasi dan Pembinaan, Hubungan Masyarakat, Hukum dan HAM/Tim Advokasi, Ekonomi Sosial, Politik dan Hankam, Lingkungan, Pendidikan dan Kebudayaan, Kesejahteraan Masyarakat, Koperasi dan UMKM, Media dan Informasi, serta Pemerintahan Desa.<br><br>Pada Bidang Pemerintahan Desa, posisi ketua dijabat oleh Faisal Damri Nasution, S.PdI, dengan anggota di antaranya Syawaluddin, Hamdan, Herianto, S.PdI, Parulian Siregar, dan Ismail Nasution.<br><br>DPD ABPEDNAS Sumut berharap kepengurusan yang baru dapat menjadi wadah aspirasi masyarakat desa serta berkontribusi dalam pengawasan, pembangunan, dan pemberdayaan desa di Kabupaten Deli Serdang.<br><br>Dengan terbitnya SK tersebut, DPC ABPEDNAS Kabupaten Deli Serdang resmi memiliki legalitas organisasi untuk menjalankan program kerja dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong kemajuan desa menuju Indonesia yang lebih maju.<br><br><br><br>Berikut susunan lengkap Komposisi dan Personalia DPC ABPEDNAS Kabupaten Deli Serdang Masa Bakti 2026&ndash;2031 berdasarkan SK DPD ABPEDNAS Sumatera Utara:<br><br>Dewan Pembina<br>Bupati Deli Serdang<br>Ketua DPRD Kabupaten Deli Serdang<br>Kapolresta Deli Serdang<br>Kepala Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam<br>Ketua Pengadilan Negeri Lubuk Pakam<br>Dewan Penasehat<br>Sri Paduka Duli Yang Maha Mulia Sultan Tuanku Akhmad Syariful Alamsyah<br>Kolonel TNI Dr. H. Sadikin Bintang, M.M<br>Lom Lom Suwondo, S.S<br>Dedi Maswardi, S.STP., M.AP<br>H. Edwin Nasution, S.H., M.Si., CGCAE<br>Dra. Anita Magdalena Br. Situmorang<br>Suparno, S.Sos., M.SP<br>Kurnia Bolon Sinaga, S.STP<br>Muslih Siregar, S.H<br>Agung Triyanto, S.STP<br>Afinimsari Nasution, S.E., M.M<br>Pengurus Harian<br>Ketua<br>OK. Hendri Fadlian Karnain, S.H<br>Wakil Ketua<br>Jendrial Siregar, S.H<br>Novy Hendrawan<br>Waluyo<br>Amal Sahari Sembiring<br>Hendri Setiawan, S.T<br>Asri Mayasari, S.E<br>Husni Mubarak, S.PdI<br>Amad Abadi, S.E<br>Sekretaris<br>Raja Anggi Ramadhan Harahap, S.H., M.Kn<br>Wakil Sekretaris<br>Fikri<br>Jibran<br>Juliadi<br>Darman Situmorang<br>Jepriandi<br>Sahnan<br>Muhammad Devan Alfarizi<br>Khairul Azmi<br>Bendahara<br>Sobirin<br>Wakil Bendahara<br>Ferial<br>Sukatman<br>Muslim<br>Suwarto<br>Emi Harlini<br>Dimas Prayogi<br>Bidang-Bidang<br>Bidang Penelitian dan Pengembangan<br>Ketua: Rudi Efendi<br><br>Anggota:<br><br>Wuriyani<br>Supriono<br>Suhanto<br>Satria<br>Dedi Zuna<br>Surya Aguswinata<br>Bidang Organisasi dan Pembinaan<br>Ketua: Miswanto<br><br>Anggota:<br><br>Zulkarnain Sembiring<br>Juri<br>OK. Jamalludin<br>Saipul Bahri<br>Wahidin<br>Bidang Hubungan Masyarakat<br>Ketua: Eko<br><br>Anggota:<br><br>Rezi<br>Habibullah<br>Gusti Randa<br>Agus Rizki Syahputra<br>Khairul Kadri<br>Bidang Hukum dan HAM/Tim Advokasi<br>Ketua: Riski Darmawan, S.H<br><br>Anggota:<br><br>Muhammad Irfan, S.H<br>Tommy Ali, S.H<br>Surian Sahrizal, S.H<br>Muhammad Fadli, S.H<br>Bidang Ekonomi Sosial<br>Ketua: Sukenti<br><br>Anggota:<br><br>Hardina Janiar<br>Joit Tarigan<br>Masmur<br>Sosius Tarigan<br>Junaidi<br>Bidang Politik dan Hankam<br>Ketua: Hariro Harahap<br><br>Anggota:<br><br>Distoria<br>Saksi Sitepu<br>Ediwarto<br>Rawi<br>Dollah<br>Bidang Lingkungan<br>Ketua: Ridwan<br><br>Anggota:<br><br>Wasdianto<br>Idrus<br>Dhani Hara<br>OK. Akhri Putra Karnain<br>Candra<br>Bidang Pendidikan dan Kebudayaan<br>Ketua: Susanto<br><br>Anggota:<br><br>OK. Septi Aulia<br>Irwansyah<br>Anggi Patumbak<br>Sukarman<br>Santoso<br>Bidang Kesejahteraan Masyarakat<br>Ketua: Suparman<br><br>Anggota:<br><br>Buang Sumanto<br>Muliadi Ginting<br>Erny Amsari<br>Eko Sujarwo<br>Jul Jamri<br>Bidang Koperasi dan UMKM<br>Ketua: Haposan Parsaoran<br><br>Anggota:<br><br>Zibran<br>Desi Pratiwi<br>Rahma Dani<br>Dedy Suriawan<br>M. Agustian Lubis<br>Bidang Media dan Informasi<br>Ketua: Joni Suheryanto<br><br>Anggota:<br><br>Ahmad Yani<br>Sugeng<br>Surya Dharma<br>Muhammad Ihsan<br>Ewi Saprion, S.T<br>Bidang Pemerintahan Desa<br>Ketua: Faisal Damri Nasution, S.PdI<br><br>Anggota:<br><br>Syawaluddin<br>Hamdan<br>Herianto, S.PdI<br>Parulian Siregar<br>Ismail Nasution<br>Masa Bakti: 2026&ndash;2031<br>Ditetapkan di: Medan, 29 Mei 2026<br>Ketua DPD ABPEDNAS Sumut: Drs. H. Abdul Khair, MM<br>Sekretaris DPD ABPEDNAS Sumut: Ahmad Sayuti, S.HI.<br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_1111_ABPEDNAS-Sumut-Terbitkan-SK-Kepengurusan-DPC-ABPEDNAS-Deli-Serdang-Masa-Bakti-2026-2031.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65870/abpednas-sumut-terbitkan-sk-kepengurusan-dpc-abpednas-deli-serdang-masa-bakti-20262031/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tapsel Cetak Sejarah, Raih Opini WTP ke-12 Berturut-turut dari BPK RI</guid>
            <pubDate>Sat, 30 May 2026 12:41:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tapsel Cetak Sejarah, Raih Opini WTP ke-12 Berturut-turut dari BPK RI]]></title>
            <description><![CDATA[Medan &ndash Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam pengelolaan keuangan daerah. Di ]]></description>
            <content><![CDATA[Medan &ndash; Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (<a href="https://www.halomedan.com/tag/tapsel/" target="_blank">Tapsel</a>) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam pengelolaan keuangan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Gus Irawan Pasaribu, Pemkab Tapanuli Selatan berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.</p><br>Pencapaian ini menjadi semakin istimewa karena merupakan opini WTP ke-12 kalinya secara berturut-turut, sebuah catatan yang menunjukkan konsistensi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam menjaga tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.</p><br>Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh BPK RI Perwakilan Sumatera Utara dalam acara yang berlangsung di Auditorium BPK RI Perwakilan Sumatera Utara, Kota Medan, Jumat (29/05/2026).<br>Bupati Gus Irawan Pasaribu menyampaikan bahwa raihan opini WTP bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan wujud komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah.</p><br>&quot;Tujuan akhirnya adalah bagaimana APBD benar-benar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,&quot; ujar Gus Irawan.</p><br>Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 12 tahun berturut-turut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta pengelolaan anggaran yang berorientasi pada pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.</p><br>Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terus berupaya menjaga kepercayaan publik melalui pengelolaan keuangan yang profesional, efektif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.</p><br>Dengan capaian tersebut, Pemkab Tapanuli Selatan berharap dapat terus meningkatkan kualitas pembangunan daerah serta memastikan setiap program dan anggaran yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.Rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_6412_Tapsel-Cetak-Sejarah--Raih-Opini-WTP-ke-12-Berturut-turut-dari-BPK-RI.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/politik/65869/tapsel-cetak-sejarah-raih-opini-wtp-ke12-berturutturut-dari-bpk-ri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">MBG Bawa Multiplier Effect, Wali Kota Medan : Anak Sehat, Ekonomi Rakyat Meningkat</guid>
            <pubDate>Sat, 30 May 2026 12:26:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[MBG Bawa Multiplier Effect, Wali Kota Medan : Anak Sehat, Ekonomi Rakyat Meningkat]]></title>
            <description><![CDATA[Medan  Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa kehadiran 255 SPPG yang ditargetkan di Kota Medan akan membawa multiplier]]></description>
            <content><![CDATA[Medan | Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa kehadiran 255 SPPG yang ditargetkan di Kota Medan akan membawa multiplier effect (efek berganda), mulai dari pemenuhan gizi anak, pengentasan kemiskinan hingga peningkatan ekonomi pelaku UMKM lokal.<br><br>Penegasan itu disampaikan Rico Waas saat membuka acara High Level Meeting (HLM), Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Mengenai Kemitraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Pelaku Usaha Potensial di Kota Medan, di Gedung PKK Kota Medan, Jumat (29/5/2026).<br><br>Rico Waas menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar tentang memberikan makanan sehat kepada anak sekolah. Program nasional ini juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang masif melalui ekosistem Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).<br><br>"Kita ingin anak-anak kita sehat dan mendapatkan gizi yang standar serta merata. Namun jangan lupa, pembangunan gizi ini ada dapurnya. Dapur ini belinya ke para pelaku yang ada disekitar dapur. Di sinilah ekosistem ekonomi lokal kita bangun," kata Rico Waas.<br><br>Program ini bilang Rico Waas, membantu anak-anak untuk dapat mengakses makanan yang layak dan bergizi. Untuk kota Medan sendiri, target menyasar 700.000 anak di 21 kecamatan, Pemko Medan juga telah berkomitmen memastikan generasi masa depan Medan tumbuh cerdas dan sehat. <br><br>"Di Kota Medan ditargetkan berdiri 255 SPPG untuk melayani sekitar 700.000 anak. Alhamdulillah saat ini sudah aktif 235 SPPG,"bilang Rico Waas.<br><br>Selain itu, Rico Waas juga berharap setiap SPPG diproyeksikan menyerap 47 hingga 50 tenaga kerja lokal yang diprioritaskan bagi masyarakat rentan dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 (masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah).<br><br>​"Harapan kami, mohon ini menjadi perhatian bersama agar yang dipekerjakan adalah masyarakat di sekitar dapur SPPG tersebut. Dari yang tadinya tidak punya pekerjaan, sekarang punya penghasilan tetap," tegas Rico Waaa dihadapan ratusan pengelolah SPPG dan pelaku usaha yang hadir.<br><br>Lebih lanjut, Rico Waas juga ingin agar dapur SPPG diwajibkan membeli bahan baku dari warung, peternak, petani urban farming dan pengrajin di sekitarnya. Ia mencontohkan, jika ada warga sekitar yang beternak lele atau nila, pasokannya bisa langsung diserap oleh SPPG.<br><br>"Angka kebutuhan pangan untuk program ini per minggunya sangat fantastis. Untuk beras saja kebutuhan perminggu itu mencapai 183 ton, daging ayam 21 ton. Yang cukup tinggi itu tempe dan tahu. Saya ingin berikan mereka akses untuk menyuplai SPPG. Kita ingin mendengar para pedagang kecil di pasar tersenyum dan berkata, &#039;Setiap hari ada yang membeli"terang Rico Waas.<br><br>Meski berpotensi meningkatkan perputaran uang di masyarakat, Wali Kota Medan mengingatkan jajarannya beserta Bank Indonesia (BI) dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk tetap waspada terhadap risiko inflasi. Lonjakan permintaan bahan pangan yang masif berpotensi memicu kenaikan harga jika tidak distrategikan dengan matang. Untuk itu, Rico Waas menginstruksikan pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat mulai dari hulu hingga hilir guna memastikan jalur jual-beli berjalan lancar tanpa merusak stabilitas harga pasar.<br><br>​"mau melihat masa depan Indonesia, lihat anak-anak kita sekarang. Berikan gizi, pendidikan, dan fasilitas terbaik, maka Indonesia masa depan akan maju luar biasa. Jika pengusaha kecil dapat income yang baik dan anak-anak sehat, maka ekonomi kita akan sangat stabil," tutup Rico Waas.<br><br>Turut hadir dalam acara tersebut, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Didit Widiana, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarkat Badan Gizi Nasional Tengku Syahdana, serta pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_706_MBG-Bawa-Multiplier-Effect--Wali-Kota-Medan---Anak-Sehat--Ekonomi-Rakyat-Meningkat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/kota/65868/mbg-bawa-multiplier-effect-wali-kota-medan-anak-sehat-ekonomi-rakyat-meningkat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pemko Medan Kembali Raih WTP ke-6 Kalinya Dari BPK RI, Rico Waas: Bukti Komitmen Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan</guid>
            <pubDate>Sat, 30 May 2026 12:25:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pemko Medan Kembali Raih WTP ke-6 Kalinya Dari BPK RI, Rico Waas: Bukti Komitmen Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan]]></title>
            <description><![CDATA[Medan  Pemko Medan kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuanga]]></description>
            <content><![CDATA[Medan | Pemko Medan kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.</p><br>Penghargaan tersebut diterima langsung Wali Kota Medan, <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Tri Putra Bayu Waas, dalam agenda penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang diserahkan Kepala BPK RI Perwakilan Sumatera Utara, Paula Henry Simatupang, di Auditorium Kantor BPK Perwakilan Sumut, Jumat (29/5/26).<br><br>Capaian tersebut menjadi semakin istimewa karena Pemko Medan berhasil mempertahankan opini WTP selama enam tahun berturut-turut. Raihan itu sekaligus menjadi bukti konsistensi Pemerintah Kota Medan dalam menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel.<br><br>Usai menerima penghargaan tersebut, <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemko Medan yang telah bekerja keras dan menunjukkan komitmen tinggi dalam pengelolaan keuangan daerah.<br><br>&quot;Terima kasih kepada Badan Pemeriksa Keuangan atas penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian yang kembali diberikan kepada Pemerintah Kota Medan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan tahunan oleh BPK. Alhamdulillah, penghargaan ini berhasil diraih selama enam tahun berturut-turut,&quot; ujar <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas.<br><br>Menurut <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas, opini WTP bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan bentuk pengakuan atas kerja kolektif seluruh perangkat daerah dalam menjaga integritas dan profesionalisme pengelolaan anggaran daerah.<br><br>&quot;Capaian ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel,&quot; katanya.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kota Medan. Ia berharap seluruh jajaran Pemko Medan tidak cepat berpuas diri dan terus melakukan pembenahan di berbagai sektor pemerintahan.<br><br>&quot;Terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Medan dan seluruh pihak yang terus bekerja keras memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan pengabdian kepada masyarakat,&quot; ucapnya.<br><br>Penyerahan LHP BPK tersebut turut dihadiri sejumlah kepala daerah serta pimpinan DPRD dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara. Momentum ini menjadi bagian penting dalam penguatan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah sekaligus mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada pelayanan publik.<br><br>Dengan kembali diraihnya opini WTP, Pemko Medan diharapkan mampu mempertahankan kualitas pengelolaan keuangan daerah sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah.<br><br>Acara turut dihadiri Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman, Inspektorat Kota Medan Erfin Fahrurrazi dan Plt Kepala BKAD Suluh Aulia Harahap.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_7878_Pemko-Medan-Kembali-Raih-WTP-ke-6-Kalinya-Dari-BPK-RI--Rico-Waas--Bukti-Komitmen-Wujudkan-Tata-Kelola-Pemerintahan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/kota/65867/pemko-medan-kembali-raih-wtp-ke6-kalinya-dari-bpk-ri-rico-waas-bukti-komitmen-wujudkan-tata-kelola-pemerintahan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tinjau TPU Marelan yang Lama Tidak Difungsikan, Rico Waas Segera Benahi Akses Jalan</guid>
            <pubDate>Sat, 30 May 2026 12:23:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tinjau TPU Marelan yang Lama Tidak Difungsikan, Rico Waas Segera Benahi Akses Jalan]]></title>
            <description><![CDATA[Medan,Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk membenahi akses jalan menuju Tempat]]></description>
            <content><![CDATA[Medan,Wali Kota Medan, <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Tri Putra Bayu Waas, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk membenahi akses jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, agar TPU tersebut segera dapat difungsikan dan dimanfaatkan masyarakat.<br><br>Komitmen itu disampaikan <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas saat meninjau langsung akses jalan sekaligus lokasi TPU Marelan, Jumat (29/5/2026). Dalam peninjauan tersebut, ia mendapati kondisi jalan masih berupa tanah di pinggir Sungai Bederah dan sulit dilalui kendaraan roda empat, termasuk ambulans.<br><br>&quot;Hari ini saya kembali ke Marelan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat terkait kurangnya TPU. Setelah dilihat langsung, kendalanya ada pada akses jalan yang rusak sehingga ambulans pun sulit masuk,&quot; ujar <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas.<br><br>Didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan Khairul Azmi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Melvi Marlabayana, serta Camat Medan Marelan Zulkifli S. Pulungan, <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas berjalan kaki menuju lokasi TPU guna memastikan kondisi di lapangan.<br><br>Dalam peninjauan tersebut, ia juga melihat langsung potensi lahan TPU yang memiliki luas sekitar 1,8 hektare. Menurutnya, keberadaan TPU ini sangat dibutuhkan mengingat lahan pemakaman di Marelan semakin terbatas.<br><br>&quot;Lahan pemakaman di Marelan saat ini sudah sangat sempit, bahkan ada yang bertumpuk. Kondisi ini sudah mendesak,&quot; katanya.<br><br>Ia memastikan Pemko Medan akan segera mengambil langkah konkret dengan membenahi akses jalan agar TPU dapat segera difungsikan.<br><br>&quot;Komitmen Pemko Medan, kita benahi jalannya agar TPU ini bisa segera dimanfaatkan,&quot; tegasnya.<br><br>Selain itu, <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas menyebut pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), mengingat akses jalan tersebut merupakan jalan inspeksi di sisi aliran sungai.<br><br>Sementara itu, Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Khairul Azmi, menjelaskan bahwa akses jalan menuju TPU merupakan jalan inspeksi yang menjadi tanggung jawab BWS. Meski demikian, Pemko Medan akan mempercepat koordinasi agar jalan yang sudah di-hotmix dapat disambung hingga ke lokasi TPU.<br><br>&quot;Target awalnya, akses jalan dipadatkan dan dicor agar ambulans maupun kendaraan roda empat bisa segera masuk,&quot; kata Khairul Azmi.<br><br>Ia menambahkan, Pemko Medan akan segera menyampaikan surat resmi kepada BWS guna mempercepat penanganan akses jalan tersebut.<br><br>&quot;Hari Senin kita surati BWS,&quot; pungkasnya.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_4217_Tinjau-TPU-Marelan-yang-Lama-Tidak-Difungsikan--Rico-Waas-Segera-Benahi-Akses-Jalan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/kota/65866/tinjau-tpu-marelan-yang-lama-tidak-difungsikan-rico-waas-segera-benahi-akses-jalan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sultan Agungan Imogiri</guid>
            <pubDate>Sat, 30 May 2026 12:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sultan Agungan Imogiri]]></title>
            <description><![CDATA[ halomedan.com Sultan Agungan Imogiri1.DhandhanggulaUpacara narendra Mentawis, Pajimatan Imogiri sigra, Gumanti warana langse, Aling aling ]]></description>
            <content><![CDATA[ <b><a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> -Sultan Agungan Imogiri<br><br>1.<br>Dhandhanggula<br><br>Upacara narendra Mentawis, <br>Pajimatan Imogiri sigra, <br>Gumanti warana langse, <br>Aling aling kelambu, <br>Wastra mligi kagem narpati, <br>Puncaking gunung Merak, <br>Kanjeng Sultan Agung, <br>Jatmika Nyakra Kusuma, <br>Gya pinundhi pepundhening tanah Jawi, <br>Mengkoni drajat pangkat. <br><br>2.<br>Pangkur<br><br>Duta wusnya lumaksana, <br>Adityo Jatmiko Faizal Rasyid, <br>Kinen warana ingukur, <br>Aneng Sultan Agungan, <br>Nami Agus tukang jahit wus ingutus, <br>Tuwan Rawang saking Jombang, <br>Pasrah uba rampe titi. <br><br>3.<br>Kinanthi <br><br>Laju lumampah rahayu, <br>Dinten Sabtu Pon pinanggih, <br>Kraton dalem Surakarta, <br>Ndherek Ratu Wandansari, <br>Ganti larapan warana, <br>Mawi tahlil takbir tahmid. <br><br>4.<br>Gambuh<br><br>Priyayi tanggap tangguh, <br>Pak Dekan <br>Iskandar Yasin rawuh, <br>Fakultas Teknik Sarwi kersa anitik, <br>Sowan Pajimatan agung, <br>Mrih antuk barokah yektos. <br><br>5.<br>Pucung<br><br>Turut lurung langkung riyin mampir warung, <br>Miwiti sarapan, <br>Dhahar enak ngunjuk manis, <br>Reh tenaga gagas pikir reka daya. <br><br>6.<br>Megatruh<br><br>Pasang luwur donga pamuji sumawur, <br>Ngalap berkah jroning kapti, <br>Kasuwargan Sultan Agung, <br>Tinata sagunging abdi, <br>Pangajab gayuhan awoh. <br><br>7.<br>Mijil<br>Mawar kanthil kenanga melathi, <br>Tata cara dandos, <br>Angiringi wrana luwur langse, <br>Unggul kabul sakehing pangesthi, <br>Gandane mastuti, <br>Dupane kumelun. <br><br>8.<br>Asmarandana<br><br>Pangangge busana Jawi, <br>Priya blangkon bebet beskap, <br>Putri kemben sanggul gelung kondhe, <br>Umanjing Sultan Agungan, <br>Masang langse genep genah, <br>Lampah laku nut pituduh, <br>Run tumurun nak tumanak.<br><br>9.<br>Durma<br><br>Wilujengan ing pangangkah binerkahan, <br>Uba rampe sesaji, <br>Purna pemasangan, <br>Langse luwur warana,<br>Sanyata pakarti wigati, <br>Laju laksita, <br>Lilah lilih penggalih. <br><br>10.<br>Sinom<br><br>Pendherek Sultan Agungan, <br>Kanjeng Ratu Batang riyin, <br>Sunan Amangkurat Amral, <br>Kanjeng Balitar Bupati, <br>Dalang Panjang Mas bekti, <br>Trah kraton Mataram luhur, <br>Minulyeng jagad raya, <br>Mberkahi wong tanah Jawi, <br>Putra wayah prayogane ngarah arah. <br><br>11.<br>Maskumambang<br><br>Puja puji gusti bendara priyayi, <br>Pelestari kabudayan, <br>Mrih kokohing jatidiri, <br>Saindhening nusantara. <br><br>12.<br>Pangkur<br><br>Sultan Agung Ratu Batang,<br>Jeng Sinuwun Amangkurat Kaping Dwi, <br>Surabangi Kanjeng Ratu, <br>Jeng Pekik Surabaya, <br>Wandansari  Kasiliran Wigang estu,<br>Kanjeng Juminah Balitar, <br>Salisir miwah Rerangin.<br><br><br>Pajimatan Imogiri, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/purwadi/" target="_blank">Purwadi</a><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_4868_Sultan-Agungan-Imogiri.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/umum/65865/sultan-agungan-imogiri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pajimatan Sultan Agungan Imogiri</guid>
            <pubDate>Sat, 30 May 2026 12:20:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pajimatan Sultan Agungan Imogiri]]></title>
            <description><![CDATA[ halomedan.com  Pajimatan Sultan Agungan Imogiri1.DhandhanggulaUpacara narendra Mentawis, Pajimatan Imogiri sigra, Gumanti warana langse, A]]></description>
            <content><![CDATA[ <b><a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> - Pajimatan Sultan Agungan Imogiri<br><br>1.<br>Dhandhanggula<br><br>Upacara narendra Mentawis, <br>Pajimatan Imogiri sigra, <br>Gumanti warana langse, <br>Aling aling kelambu, <br>Wastra mligi kagem narpati, <br>Puncaking gunung Merak, <br>Kanjeng Sultan Agung, <br>Jatmika Nyakra Kusuma, <br>Gya pinundhi pepundhening tanah Jawi, <br>Mengkoni drajat pangkat. <br><br>2.<br>Pangkur<br><br>Duta wusnya lumaksana, <br>Adityo Jatmiko Faizal Rasyid, <br>Kinen warana ingukur, <br>Aneng Sultan Agungan, <br>Nami Agus tukang jahit wus ingutus, <br>Tuwan Rawang saking Jombang, <br>Pasrah uba rampe titi. <br><br>3.<br>Kinanthi <br><br>Laju lumampah rahayu, <br>Dinten Sabtu Pon pinanggih, <br>Kraton dalem Surakarta, <br>Ndherek Ratu Wandansari, <br>Ganti larapan warana, <br>Mawi tahlil takbir tahmid. <br><br>4.<br>Gambuh<br><br>Priyayi tanggap tangguh, <br>Pak Dekan <br>Iskandar Yasin rawuh, <br>Fakultas Teknik Sarwi kersa anitik, <br>Sowan Pajimatan agung, <br>Mrih antuk barokah yektos. <br><br>5.<br>Pucung<br><br>Turut lurung langkung riyin mampir warung, <br>Miwiti sarapan, <br>Dhahar enak ngunjuk manis, <br>Reh tenaga gagas pikir reka daya. <br><br>6.<br>Megatruh<br><br>Pasang luwur donga pamuji sumawur, <br>Ngalap berkah jroning kapti, <br>Kasuwargan Sultan Agung, <br>Tinata sagunging abdi, <br>Pangajab gayuhan awoh. <br><br>7.<br>Mijil<br>Mawar kanthil kenanga melathi, <br>Tata cara dandos, <br>Angiringi wrana luwur langse, <br>Unggul kabul sakehing pangesthi, <br>Gandane mastuti, <br>Dupane kumelun. <br><br>8.<br>Asmarandana<br><br>Pangangge busana Jawi, <br>Priya blangkon bebet beskap, <br>Putri kemben sanggul gelung kondhe, <br>Umanjing Sultan Agungan, <br>Masang langse genep genah, <br>Lampah laku nut pituduh, <br>Run tumurun nak tumanak.<br><br>9.<br>Durma<br><br>Wilujengan ing pangangkah binerkahan, <br>Uba rampe sesaji, <br>Purna pemasangan, <br>Langse luwur warana,<br>Sanyata pakarti wigati, <br>Laju laksita, <br>Lilah lilih penggalih. <br><br>10.<br>Sinom<br><br>Pendherek Sultan Agungan, <br>Kanjeng Ratu Batang riyin, <br>Sunan Amangkurat Amral, <br>Kanjeng Balitar Bupati, <br>Dalang Panjang Mas bekti, <br>Trah kraton Mataram luhur, <br>Minulyeng jagad raya, <br>Mberkahi wong tanah Jawi, <br>Putra wayah prayogane ngarah arah. <br><br>11.<br>Maskumambang<br><br>Puja puji gusti bendara priyayi, <br>Pelestari kabudayan, <br>Mrih kokohing jatidiri, <br>Saindhening nusantara. <br><br><br>Pajimatan Imogiri,<br><a href="https://www.halomedan.com/tag/purwadi/" target="_blank">Purwadi</a><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_4840_Pajimatan-Sultan-Agungan-Imogiri.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/65864/pajimatan-sultan-agungan-imogiri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Purna Wiyata Siswa Pambiwara</guid>
            <pubDate>Sat, 30 May 2026 12:19:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Purna Wiyata Siswa Pambiwara]]></title>
            <description><![CDATA[ halomedan.com Purna Wiyata Siswa Pambiwara 1.DhandhanggulaPurna wiyata pra siswa siswi, Kraton Surakarta Hadiningrat, Wanci tabuh pitu sor]]></description>
            <content><![CDATA[ <b><a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> -Purna Wiyata Siswa Pambiwara <br><br>1.<br>Dhandhanggula<br><br>Purna wiyata pra siswa siswi, <br>Kraton Surakarta Hadiningrat, <br>Wanci tabuh pitu sore, <br>Babaran papat telu, <br>Rasa sembah legawaning dwi,<br>Mangka tahun sengkalan, <br>Mei telu likur, <br>Rong ewu nem kalampahan, <br>Sampun prapti kawisuda tata gati, <br>Sumorot kang perbawa.<br><br>2.<br>Pangkur<br><br>Reriptan tari bedhaya, <br>Murwakani tata cara pamardi, <br>Kagunan wusnya sinebut, <br>Wireng Lintang Sesinggah, <br>Mawi petung edi peni adi luhung, <br>Raditya Lintang Sasangka, <br>Laras ciptaning penggalih.<br><br>3.<br>Pucung <br><br>Jeng Sinuwun Paku Buwana mangayun, <br>Kaping Kawan Welas, <br>Sarta Ratu Wandansari,<br>Sung sesorah pawiyatan tambah berkah.<br><br>4.<br>Durma<br><br>Winisuda ing bale Semarakata, <br>Busana jangkep Jawi, <br>Jumbuh paugeran, <br>Miturut pamulangan, <br>Parang paring rinengga bening, <br>Sana Pustaka, <br>Pra sarjana winasis.<br><br>5.<br>Mijil<br><br>Wireng Lintang Sesinggah winardi, <br>Momong momong momot, <br>Dirga yuswa guna kaya sae, <br>Sang pangripta seket sanga warsi, <br>Karya darma bakti, <br>Sumunar sesuluh.<br><br>6.<br>Gambuh<br><br>Pambiwara lumaku, <br>Ngelmu laku katuju tinemu, <br>Olah pikir kawignyan reriptan kampir, <br>Gladhen gedhen wus tinamtu, <br>Mangka sanggar pasinaon.<br><br>7.<br>Asmarandana<br><br>Cahya terang anelahi, <br>Tumrap siswa kawisuda, <br>Piindha sekar rinonce, <br>Ganda arum trus mangambar, <br>Mlathi kenanga sumebar, <br>Luhur mujur gya sumawur, <br>Sanggar ageng pambiwara.<br><br>8.<br>Kinanthi<br><br>Jajar jejer bareng maju, <br>Jawat asta pangastuti, <br>Asung pambagya raharja, <br>Paripurna nggennya ngesti, <br>Kembang sari kabudayan, <br>Tuking becik wohing apik.<br><br>9.<br>Megatruh<br><br>Ayun ayun kagunan gawe kayungyun, <br>Endah edi milangeni, <br>Winarah pujangga agung, <br>Pana pranawa ing kapti, <br>Sumber budaya karaton.<br><br>10.<br>Sinom<br><br>Sagung siswa pambiwara, <br>Amrih bisa laris manis, <br>Gancar lancaring pakaryan, <br>Tanggapan ing pundi pundi, <br>Rejeki mbanyu mili, <br>Gumuyu karana payu, <br>Kajen kopen minulya, <br>Mrika mriki sarwa bathi, <br>Kawibawan kawidadan kaluhuran. <br><br>11.<br>Maskumambang<br><br>Tatas titis winasis ing samukawis, <br>Pasinaon pambiwara, <br>Kraton Surakarta yekti, <br>Siswa sanggar rum kawentar. <br><br><br>Karaton Surakarta Hadiningrat, <br><a href="https://www.halomedan.com/tag/purwadi/" target="_blank">Purwadi</a><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_7610_Purna-Wiyata-Siswa-Pambiwara.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/wisata/65863/purna-wiyata-siswa-pambiwara/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Babad Dr Alfiah M.Pd.</guid>
            <pubDate>Sat, 30 May 2026 12:18:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Babad Dr Alfiah M.Pd.]]></title>
            <description><![CDATA[Babad Dr Alfiah M.Pd.1.GambuhKadang mitra nyengkuyung, Jeng Alfiah trus agung ngrembuyung Tamat titi saking pawiyatan tinggi, Dosen UPGRIS k]]></description>
            <content><![CDATA[<a href="https://www.halomedan.com/tag/babad/" target="_blank">Babad</a> Dr Alfiah M.Pd.<br><br>1.<br>Gambuh<br><br>Kadang mitra nyengkuyung, <br>Jeng Alfiah trus agung ngrembuyung <br>Tamat titi saking pawiyatan tinggi, <br>Dosen UPGRIS kang misuwur, <br>Wusnya antuk gelar doktor.<br><br>2.<br>Maskumambang<br><br>Pembelajaran bahasa Jawa aglis, <br>Berbasis proyek sinerat, <br>Lumantaring disertasi, <br>Doktor Alfiah lumampah.<br><br>3.<br>Pangkur<br><br>Sumengka tlatah Magelang, <br>Ing Semawis Alfiah gya lumaris, <br>Bahu suku luru ngelmu, <br>Sedyaning kautaman, <br>Kang kadulu kang ingambu kang karungu, <br>Mrih rampunge penulisan, <br>Karya nama disertasi.<br><br>4.<br>Mijil <br><br>Siyang ratri mulang basa Jawi, <br>Sigrak lahir batos, <br>Jroning kampus UPGRIS trus mergawe, <br>Mulang mahasiswa mahasiswi, <br>Murih gelis wasis, <br>Alfiah mituhu.<br><br>5.<br>Megatruh<br><br>Tapa gentur budi luhur tur sempulur, <br>Doktor Alfiah marsudi, <br>Kabudayan adi luhung, <br>Kesenian edi peni, <br>Wusana kumencar awoh.<br><br>6.<br>Durma<br><br>Jangkah langkah Doktor Alfiah angarah, <br>Pindha Wara Srikandhi, <br>Garwa Sang Arjuna, <br>Satriya Madukara, <br>Laras laris asung memanis, <br>Myang manuhara, <br>Satemah mulya mukti.<br><br>7.<br>Asmarandana<br><br>Pakumpulan Ikadbudi, <br>Gumregah Doktor Alfiah, <br>Kaya melaathi rinonce, <br>Angambar ganda sumekar, <br>Saindhenging Jagad raya, <br>Sumerbak wewangi arum, <br>UPGRIS sangsaya kuncara.<br><br>8.<br>Kinanthi, <br><br>Prof Sutrisna anenuntun, <br>Prof Darmoko mangastuti, <br>Alfiah nampi wewarah, <br>Peningkatan akademik, <br>Samangsane pertemuan, <br>Ikadbudi konferensi.<br><br>9.<br>Pucung<br><br>Gothak gathuk Prof Darmoko mesthi mathuk, <br>Mring Doktor Alfiah, <br>Amemetri basa Jawi, <br>Para kadang nggegulang cara memulang.<br><br>10.<br><br>Sinom<br><br>Pirantine genep genah, <br>Pamulangan kampus UPGRIS,<br>Rampunge Doktor Alfiah, <br>Nyerat karya disertasi, <br>Lulus tamate becik, <br>Unggul kabul lan pinunjul, <br>Tata laksana kuliah, <br>Departemen basa Jawi, <br>Wus kaonang sakjroning kutha Semarang.<br><br>11.<br>Dhandhanggula<br><br>Bagya mulya sampun purna gati, <br>Doktor Alfiah gregah jumangkah, <br>Perguruan kampus UNNES, <br>Lulus bagus tur alus, <br>Tata titi kanthi permati, <br>UPGRIS mangayu bagya, <br>Keplok dara muluk,<br>Wibawa rena widada, <br>Wus lestari pinanggih suka basuki, <br>Nuli sugeng makarya. <br>Oleh : Purwadi]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_3218_Babad-Dr-Alfiah-M-Pd-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/politik/65862/babad-dr-alfiah-mpd/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Adityo Jatmiko Wisuda</guid>
            <pubDate>Sat, 30 May 2026 12:17:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Adityo Jatmiko Wisuda]]></title>
            <description><![CDATA[ halomedan.com Adityo Jatmiko Wisuda1.PangkurAdityo Jatmiko wisuda, Ing Fakultas Filsafat  pinilih, Gadjah Mada Bulaksumur, Kutha Ngayogyak]]></description>
            <content><![CDATA[ <b><a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> -Adityo Jatmiko <a href="https://www.halomedan.com/tag/wisuda/" target="_blank">Wisuda</a><br><br>1.<br>Pangkur<br><br>Adityo Jatmiko wisuda, <br>Ing Fakultas Filsafat  pinilih, <br>Gadjah Mada Bulaksumur, <br>Kutha Ngayogyakarta, <br>Sampun lulus kalampahan bagus alus, <br>Purna gati pawiyatan, <br>Ijazah enggal katampi.<br><br>2.<br>Mijil<br><br>Wanci enjing padhang terang bening,<br>Sumanar cumlorot, <br>Sanak kadang teka gandheng renteng, <br>Rerenggan apik busana becik, <br>Tumata permati,<br>Adityo rahayu.<br><br>3.<br>Kinanthi<br><br>Tahun rong ewu selikur, <br>Adityo Jatmiko wiwit, <br>Kuliah ing Fakultas, <br>Filsafat jurusan Jawi, <br>Perguruan Gadjah Mada, <br>Nut tataning akademik.<br><br>4.<br>Asmaradana<br><br>PMM Adityo manggih,  <br>Pertukaran mahasiswa, <br>Kota Padang panggonane, <br>Universitas Andalas, <br>Mentawai dipun ambah, <br>Kanggo nambah pengalaman, <br>Sarana jembaring kawruh, <br>Alam bumi nusantara.<br><br>5.<br>Durma<br><br>Jangkah langkah Adityo Jatmiko ngarah, <br>KKN kang katiti, <br>Tlatah Jawa Barat, <br>Kabupaten Kuningan, <br>Olah sampah dipun lampahi, <br>Bappeda suka, <br>Penghargaan wigati.<br><br>6.<br>Megatruh<br><br>Kantor BPJS pusat dipun gayuh, <br>Ing Ibukota Betawi, <br>Sowan mring Direktur Umum, <br>Pak Abdur Rahman Irsyadi, <br>Adityo winejang raos.<br><br>7.<br>Maskumambang<br><br>Mahasiswa Gadjah Mada perlu aktif, <br>Karawitan olahraga, <br>HMI ngaji rokhani,<br>Adit nyambung sesrawungan.<br><br>8.<br>Gambuh<br><br>Bisane tanggap tanguh, <br>Weruh bakti sosial tinempuh, <br>Mring sesami Adityo kudu mangerti, <br>Welas asih sinengkuyung, <br>Mardi momong momor momot.<br><br>9.<br>Dhandhanggula <br><br>Nalikane Adit nggarap skripsi, <br>Wulangan Sunan Paku Buwana, <br>Wira Iswara serate, <br>Ngemot filsafat luhur, <br>Pancasila dasar negari, <br>Gancare pembimbingan, <br>Dosen mangka guru, <br>Tata titi garapan kanthi permati, <br>Dumugi pendadaran. <br><br>10.<br>Sinom <br><br>Samengko ngudi pakaryan, <br>Pamrihe urip mandiri,<br>Dadiya jalma sembada,<br>Mulat petung ekonomi, <br>Jiwa raga pangaji, <br>Adityo Jatmiko luru, <br>Kehing papan gaweyan, <br>Srana pangembang profesi, <br>Tembe benjang gesange langkung cemerlang.<br><br>11.<br>Pucung<br><br>Matur nuwun Bapak Ibu sampun purun, <br>Maringi pamuja, <br>Anak kula nomer siji, <br>Ing filsafat kawisuda mrih manfaat.<br><br>Oleh: Purwadi<br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_1506_Adityo-Jatmiko-Wisuda.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65861/adityo-jatmiko-wisuda/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ratu Shima Raja Kalingga</guid>
            <pubDate>Sat, 30 May 2026 12:15:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ratu Shima Raja Kalingga]]></title>
            <description><![CDATA[Ratu Shima Raja KalinggaPurwadi, Ketua LOKANTARA,A. Kawasan Pesisir Tanah Jawa. Hari bersejarah terjadi pada hari Rabu Legi, 9 April 2025. B]]></description>
            <content><![CDATA[Ratu Shima Raja Kalingga<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/purwadi/" target="_blank">Purwadi</a>, <br>Ketua LOKANTARA,<br><br>A. Kawasan Pesisir Tanah Jawa. <br><br>Hari bersejarah terjadi pada hari Rabu Legi, 9 April 2025. Bupati Witiarso Utomo didampingi oleh Wakil Bupati M Ibnu Hajar melakukan tata cara di Pajimatan Ratu Kalinyamat. Hadir pula KP Bambang Hadiningrat dan JMT Susanti Purwaningrum beserta warga Pakasa cabang Jepara. Suasana begitu agung dan anggun. <br><br>Jepara pewaris kejayaan Majapahit, Demak, Pajang Mataram. Wajar sekali bila Jepara menjadi pelopor kejayaan pesisir Tanah Jawa. KRA Bambang Hadipuro memberi nama organisasi Paguyuban Kawula Karaton Surakarta cabang Jepara dengan sebutan Pakasa Nguntara Praja. <br><br>Nama Pakasa Nguntara Praja berkaitan dengan letak Jepara yang berada di kawasan pesisir Jawa. Nguntara berarti utara. Praja berarti kenegaraan. Pakasa atau Paguyuban Kawula Karaton Surakarta Hadiningrat merupakan wadah untuk pasuwitan. Punya sesanti atau semboyan luhur, yaitu saraya setya rumeksa. <br><br>Pada hari Minggu Pahing, 20 Pebruari 2022 jam 10 pagi Karaton Surakarta tedhak ing pendopo Kabupaten Jepara. Acara ini dalam rangka srah tinampen serat Kekancingan yang berupa ganjaran pangkat lan sesebatan. Rum kuncaraning bangsa dumunung ing luhuring budaya. <br><br>Titi laksana dipimpin oleh KRT Bambang Hadipuro, Ketua Pakasa atau Paguyuban Kawula Karaton Surakarta Hadiningrat cabang Jepara. Dengan didampingi oleh KMT Susanti Purwaningrum, Ketua Lokantara cabang Kabupaten Jepara. Pemuda, mahasiswa, LSM dan aktivis seni budaya turut menyemarakkan pahargyan. <br><br>Nguri uri budaya Jawi yang edi peni, adi luhung. Kraton Majapahit Demak Pajang Mataram Pendekar berhubungan dengan sejarah Kabupaten Jepara. Pelajaran keutamaan yang berwujud butir butir kearifan lokal. Warisan luhur buat generasi penerus demi memperkokoh jatidiri bangsa. <br><br>Kabupaten Jepara memiliki teladan utama dalam bidang kepemimpinan kekuasaan dan pemerintahan. Salah seorang raja yang memerintah Kerajaan Kalingga dengan adil adalah seorang wanita yaitu Dewi Sima.<br><br>Dalam lintasan sejarah Ratu Sima merupakan raja kraton Kalingga yang selalu menjunjung tinggi nilai kebenaran dan keadilan. Ratu Sima memang hambeg adil paramarta.<br><br>Saat memerintah kerajaan Kalingga Ratu Sima dapat berlaku adil kepada siapa saja, tanpa pandang bulu. Kerajaan Kalingga terletak di daerah Keling Jepara. Secara geografis daerah ini termasuk kawasan pesisir. Keling adalah keluarga sing eling.<br><br>Raja Kalingga menjadi teladan bagi sekalian perjuangan gerakan kaum wanita. Peranan wanita sangat penting kedudukannya dalam masyarakat. Sejarah telah membuktikan arti penting kedudukan wanita baik dalam keluarga, masyarakat, maupun negara.<br><br>Putri sejati nan mulia. Di bawah ini disebutkan tokoh tokoh wanita yang mendukung adanya eksistensi dan legitimasi kekuasaan. Di dalam negara wanita mempunyai kedudukan sederajat dengan pria. Wanita wani ditata. Tapa tapak telapak. Pada hakekatnya kaum wanita mempunyai hak yang sama dengan kaum pria dalam ikut serta melaksanakan tugas tugas negara.<br><br>Oleh karena dalam masa pemerintahan negara mengalami kemakmuran dan kebesaran atau dengan kata lain mengalami jaman keemasan. Pencuri dan penjahat dihukum mati atau dihukum berat. Oleh karena itu masyarakat merasa tenteram tidak ada gangguan suatu apapun.<br><br>Tokoh lain yang meniru perjuangan ratu Sima adalah Roro Jonggrang. Di dalam pemerintahan raja Baka di Mataram Kuna ada peristiwa yang kemudian lalu bernama ceritera Roro Jonggrang. Ia adalah puteri raja yang dipinang oleh seorang satria yaitu Bandung Bandawasa. Meskipun raja mempunyai kekuasaan yang sangat besar namun Roro Jonggrang tidak dipaksa menerima lamaran tersebut, akan tetapi diberi kebebasan untuk menjawab dan menentukan sikap sendiri.<br><br>Kebijakan Ratu Sima jadi inspirasi. Setelah raja Erlangga mengundurkan diri sebagai raja, sebenarnya yang berhak menggantikannya sebagai raja adalah Dewi Kilisuci. Akan tetapi ia tidak bersedia menjadi raja dan lebih suka menjadi pertapa di gunung Penanggungan. Ia dapat menentukan sikap dan menjalankan perbuatan sesuai dengan kehendak hati nuraninya sendiri. Ini berarti bahwa ia juga memberi kesempatan kepada kedua saudaranya untuk menggantikan ayahnya sebagai raja Daha dan Jenggala.<br><br>Ada samubarang gawe yang perlu perhatian. Meskipun Calon Arang melakukan perbuatan melawan negara, namun ia saya kemukakan sebagai contoh karena dengan segala ketekunannya ia menjadi orang yang sakti. Hal ini menunjukkan bahwa pada waktu itu wanita juga mendapat kesempatan mengembangkan kepandaiannya sesuai dengan kemampuannya.<br><br>Kecakapan dan kepandaian bukan menjadi monopoli kaum pria saja.Ratu Sima tetap jadi suri tauladan. Sejarah Jenggala dan Daha penuh dibiasi dengan ceritera romantik antara Panji dengan Dewi Sekartaji. Dalam hal ini nampak sekali bahwa wanita dalam hal ini Dewi Sekartaji mempunyai hak untuk menentukan pilihannya sendiri demi kebahagiaannya.<br><br>Kehebatan Ratu Sima tetap berlanjut. Ceritera ceritera roman tersebut misalnya berbentuk ceritera Dewi Kleting Kuning dan ceritera tentang Cinde Laras. Dari ceritera ini nampak bahwa ketenteraman negara sebagian juga tergantung kepada ketenteraman keluarga raja.<br><br>Pada masa pemerintahan Majapahit tercatat adanya beberapa wanita yang menduduki jabatan tertinggi yaitu raja Tribuwana Tungga Dewi Jayawisnu wardhani sebagai raja puteri yang sangat terkenal karena memerintah dengan baik dan merintis kebesaran kerajaan Majapahit<br><br>Di samping itu ada lagi raja puteri yaitu Dewi Suhita yang semasa tampuk pemerintahannya diwarnai oleh terjadinya Perang saudara yaitu perang Paregreg. Setelah perang ini dapat diatasi oleh ayahnya yang bertahta kembali, akhirnya Dewi Suhita menjadi raja lagi untuk kedua kalinya mengganti ayahnya. Majapahit makin jaya makmur.  <br><br> Pendiri Kabupaten Jepara sesungguhnya mewarisi semangat perjuangan Kraton Majapahit Demak Pajang Mataram. Kali ini Karaton Surakarta Hadiningrat berusaha untuk nlesih leluhur yang sumare di kabupaten Jepara. <br><br>Masyarakat Jepara memang sadar sejarah. Setelah Sultan Trenggana wafat, terjadi pelanggaran terhadap Sunan Kalinyamat dan Sunan Prawata. Pelanggaran hak ini dilakukan oleh Ariya Penangsang yang menjadi Adipati Jipang. Ia adalah putera Pangeran Sekar Seda Lepen. Pangeran Sekar Seda Lepen adalah putera Sultan Demak dan kakak Sultan Trenggana.<br><br>Pangeran Sekar Seda Lepen wafat di sungai karena itu namanya terkenal dengan Pangeran Sekar Seda Lepen artinya yang meninggal di sungai. Karena ia wafat maka yang menggantikan menjadi raja ialah Sultan Trenggana. Karena itu sewafat Sultan Trenggana, Arya Penangsang merasa bahwa sebenarnya yang berhak menjadi raja adalah dia.<br><br>Untuk mencapai maksudnya itu karena merasa bahwa ayahnya dahulu redup oleh Sunan Prawata, maka ia lalu membalas tidak hanya Sunan Prawata tetapi juga Sunan Kalinyamat. Iapun mencoba kontra dengan Adipati Pengging akan tetapi tidak berhasil. Untuk membalas hak suaminya, maka Nyai Kalinyamat pergi bertapa tanpa berpakaian, sampai merasa mendapat petunjuk bahwa pelanggar tersebut akan mendapat balasan setimpal.<br><br>Dalam hal ini sedikit banyak ia ikut serta menentukan harah dan nasib kerajaan selanjutnya. Walaupun perbuatannya hanyalah suatu protes terhadap ketidakadilan dan perbuatan sewenang wenang terhadap suaminya. Akan tetapi hal ini mengundang simpati dan rasa kasihan masyarakat untuk membantu menghancurkan sumber kejahatan itu. Keadilan harus ditegakkan. <br><br>Pada waktu Mataram di bawah pimpinan Panembahan Senapati menghadapi gerakan melawan Ki Ageng Mangir. Salah satu cara untuk mengalahkan musuh tersebut adalah menjadikan putera puterinya sendiri sebagai istri Ki Ageng Mangir. Diceriterakan bahwa Ki Ageng Mangir orang yang sakti dan mempunyai senjata tombak bernama Kyai Baruklinting.<br><br>Dengan kekuatan senjata Mataram tidak berhasil mengalahkan musuhnya. Karena itu lalu dicari jalan yang sebaik baiknya untuk mengalahkan Ki Ageng Mangir. Puteri raja Dewi Sekar Pembayun dijadikan pemain teledek bersama sama dengan rombongan penabuh gamelan yang telah diatur.<br><br>Ki Ageng Mangir berkenan menanggap dan setelah melihat kecantikan pemain puteri tersebut ia jatuh cinta. Kemudian teledek tersebut dijadikan istrinya. Sejarah sebagai kaca benggala. Setelah selang beberapa lama tahulah Ki Ageng Mangir bahwa istrinya adalah putera musuhnya yaitu raja Mataram. Nasi telah menjadi bubur. Ia bersama istrinya menghadap raja dengan maksud menunjukkan kesetiaannya kepada raja. Sesampainya di istana, ia menghadap dan menyembah raja.<br><br>Ratu Sima bisa dijadikan sebagai suri tauladan. Akan tetapi, masih ada juga kerajaan kerajaan yang meneruskan corak kehinduan Majapahit misalnya, Pajajaran yang akhirnya lenyap setelah ditundukkan oleh Sultan Yusuf dari Banten di tahun 1579. Sejarah Balambangan yang di tahun 1639 baru bisa ditundukkan oleh Sultan Agung dari Mataram.<br><br>Untuk masyarakat di Pegunungan Tengger yang sampai saat ini masih mempertahankan corak Hindunya dengan memuja Brahma. Masyarakat Bali  masih tetap dapat terus mempertahankan kebudayaan lama. <br><br>Penerus Majapahit yang tetap di Majapahit, selain Purbawisesa yang berkeraton di Kahuripan adalah Kertabumi atau Brawijaya, yang memerintah di tahun 1453-1478. Lantas diketahui mengenai perjalanan kerajaan nya yang makin moncer.<br><br>Jaman berjalan owah gingsir. Namun ia mempunyai salah satu putra yang bernama raden Patah atau Jin Bun, yang diberi kedudukan sebagi Bupati Demak. Hanya saja yang menarik, ia mengundurkan diri dan pindah ke gunung Lawu, lalu masuk agama Islam. Pada tahun 1437 terjadi peristiwa unik Bre Daha diangkat menjadi ratu Majapahit.<br><br>Keadaan ini menunjukkan adanya ketegangan yang memuncak. Untuk sementara Dewi Suhita tidak berdaya mengatasi kekacauan tersebut. Tokoh wanita yang menjadi inspirasi adalah Ratu Mas Balitar. Kanjeng Ratu Mas Balitar adalah garwa dalem sinuwun Paku Buwana I. Gelar Ratu Balitar lainnya adalah Kanjeng Ratu Ibu atau Sang Aprabu Nini.<br><br>Pelaku sejarah Jepara hebat sekali. Berhubung nyata kepribadiannya yang luhur dan agung, Ratu Balitar dihormati sebagai Putri amardika jimate wong nusa Jawa. Sikap Ratu Balitar yang bijak bestari ini mampu meredakan krisis politik yang selalu bergolak pada masa awal kerajaan Kartasura dan Surakarta. Hal ini bukan suatu kebetulan, karena beliau adalah seorang tokoh putri yang gemar akan ilmu pengetahuan.<br><br>Ratu Balitar terlibat dalam pembuatan karya sastra yang berjudul Serat Iskandar, Serat Menak, dan Serat Yusuf. Serat Iskandar masih berkaitan dengan Hikayat Iskandar Zulkarnain berbahasa Melayu. Serat Menak dan Serat Jusuf ini dibuat oleh Ratu Balitar di samping untuk syiar Islam juga demi kemajuan pendidikan masyarakat saat itu yang selalu menghadapi pergolakan politik.<br><br>Bagi kebanyakan para putri sekarang, kiranya patut apabila mau meniru kebijaksanaan dan kepandaian Kanjeng Ratu Mas Balitar dalam menyikapi perubahan dan pergolakan di pentas kenegaraan. Keberadaan Ratu Sima menjadi inspirasi bagi Raden Ajeng Kartini dalam memajukan emansipasi wanita. Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara pada tanggal 21 April 1879.<br><br>Untuk mengetahui kehidupan Raden Ajeng Kartini, bisa ditelusuri lewat museum Kartini. Museum RA Kartini berada dilingkungan rumah dinas Bupati Rembang di Jl. Gatot Subroto 8 Rembang, merupakan bangunan asli yang dulu dihuni RA Kartini beserta suaminya Djojodiningrat, Bupati Rembang (1889-1912). Sampai sekarang bangunan tersebut masih dipergunakan sebagai rumah dinas Bupati Rembang.<br><br>Museum RA Kartini menempati salah satu kamar yang dulu di tempati RA Kartini untuk melakukan aktivitas, menulis buah pikiran dan ide ide beliau, juga sebagai tempat beliau melahirkan putera satu satunya yang bernama RM Susalit, dan sebagai kamar pribadi sampai beliau wafat.<br><br>Musium ini pengunjung dapat melihat beberapa perabot yang dulu dipergunakan RA Kartini. Misalnya seperti bak mandi, bothekan tempat jamu, kotak jahitan, meja makan, meja merawat bayi, lukisan karya RA Kartini berupa tiga ekor angsa. Naskah tulisan tangan, sepasang rono penyekat ruangan dari kayu berukir hadiah dari ayahandanya. Foto foto kenangan semasa hidupnya di sekitar museum, disebelah timur gapura komplek Rumah Dinas Bupati, masih berdiri dengan kokoh, bangunan kuno yang dahulu digunakan RA Kartini untuk mengajar anak anak bumi putera.<br><br>Beliau dimakamkan di desa Bulu, 17,5 Km dari kota Rembang ke arah selatan jurusan Blora. Di tempat ini pada tanggal 17 September 1904 dimakamkan pahlawan Pergerakan Wanita Indonesia. Areal makam tersebut merupakan makam keluarga Bupati Rembang RMAA Djojodiningrat dan putera RA Kartini, RM Soesalit. <br><br>Pada bulan April tepatnya tanggal 21 April untuk memperingati hari kelahiran RA Kartini, puluhan ribu pengunjung berziarah ke makam tersebut. Pendekar kaum wanita sejati. Hubungan Jepara dan Rembang menjadi semakin erat.<br><br>Untuk itulah bersamaan dengan hari jadi kota Surakarta tanggal 20 Pebruari 2022 ada acara di kabupaten Jepara. Sekaligus untuk maca owah gingsiring lelakon kang wus kawuri. <br><br>B. Basis Kraton Surakarta di Pesisir <br><br>Pesisir utara pulau Jawa berada di Kabupaten Jepara. Pahargyan ing Joglo Hadipuran. Pagi itu cuaca cerah sekali. Minggu Pahing, 20 Pebruari 2022 panitia wisudan bekerja keras. Upacara srah tinampen serat Kekancingan dari Karaton Surakarta Hadiningrat disiapkan dengan matang. Joglo Hadipuran Sukodono Tahunan Jepara menjadi markas acara di pendopo kabupaten Jepara. <br><br><br><br>Sekilas keterangan tentang joglo Hadipuran pernah diulas panjang lebar. <br><br><br><br>Nguri uri budaya Jawi murih basuki lestari. Lembaga Olah Kajian Nusantara utawa LOKANTARA ngadani gelar seni budaya. Mapan aneng Joglo Hadipuran Sukodono Tahunan Jepara. Pinuju dina Setu Kliwon 16 November 2019. Titi laksana adicara dipandhegani dening Bambang Setiawan kang kawentar sinebut KRT Bambang Hadipuro.<br><br><br><br>Wiwit sedina sakdurunge pahargyan lumaku, para warga desa Sukodono kepyek kerja bakti. Tuwa mudha kakung putri sengkut gumregut nyamektakake acara kang karantam.<br><br><br><br> Panggung, tratag, rontek, umbul umbul dipasang kanthi rerenggan sing asri. Tandha yen warga Sukodono padha gembleng nyangkuyung pahargyan. Apa maneh kalebu acara sing langka. Kula semangate dadi makantar kantar. Dusun Sukodono Tahunan Jepara rumangsa bombong atine, amarga pikantuk kehormatan sing gedhe. Saiyek saeka praya njunjung drajading praja.<br><br><br><br>Serat ulem kang sumebar nganti sakjabane rangkah kabupaten Jepara. Kadang mitra rawuh saka Yogyakarta, Klaten, Surakarta, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Salatiga, Banjarnegara, Jakarta, Semarang, Kudus. Kena diarani iki acara gedhen gedhenan. Rombongan Karaton Surakarta Hadiningrat. Ing pangajab budaya sanggup ngrembaka arum kuncara.<br><br><br><br>Abdi dalem putri disuhi dening Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Santi Purwaningrum. Ibu ibu lan remaja gumregah anggone cecawis unjukan lan dhaharan sing edi mirasa. Suguhan mbanyu mili, tanpa ana pedhote.<br><br><br><br> Jumbuh karo kutha Jepara sing misuwur papan ukir ukiran, mila kabeh perangan gawe sarwa tumata. Joglo Hadipuran rinengga asri, winangun ukir ukiran. Pahargyan edi peni sanyata gawe cingak, sengsem, gumun, ngungune kang sami mirsani.<br><br><br><br>Tamu sinedhahan yaiku Bupati Jepara kang diwakili dening Dian Kristiandi mimbuhi regenging pahargyan. Kepala Dinas Pariwisata lan Budaya paring panyengkuyung. Dene para pejabat kang rawuh saka kecamatan Tahunan, Polsek, Koramil, Pejabat Muspika katon padha karenan ing penggalih. <br><br><br><br>Seni budaya Jawa kang adi luhung pancen perlu lestari. Nganti tekan tlatah manca negara, seni budaya Jawa padha gandrung kayungyung, kanthi mengkono program wisata ing Jepara uga bisa tambah tumangkar.<br><br>Gelar seni wujud kerawitan, tembang, tari lan pedhalangan.<br><br><br><br> Urutaning acara kairing gangsa. Gendhing gendhing pinilih kanthi pengrawit peng pengan. Waranggana uga swara kung. Penari dumadi mahasiswi pengalaman. Megah, indah lan mewahi. Yekti bebadan Lokantara sembada ing samubarang gawe. Siji mbaka siji urutan acara katliti. Tegese nyukupi ing sakabehane. Diangkah bisa kecandhak lan becik.<br><br><br><br>Joglo Hadipuran dijangkepi gapura regol sakembaran. Sairip karo wewangunan ing Pulo Bali. Yen dinulu saka cerak meh padha karo candi gagrag Jawa Timuran. Bahan dhasar bata rinumpaka, katumpuk tumpuk. Katonton saka pinggir dalan pancen ngresepake. Kiwa tengen patamanan. Kembang kembangan mimbuhi swasana sing asri. <br><br><br><br>Mlebu palataran, ing kono bale rata kang tinata sarwa nengsemake. Sisih lor pojok gardhu joglo. Kena kanggo leyeh-leyeh nyuda sayah. Pager sing ngupengi pekarangan mirip beteng kraton. Joglo kaperang dadi telung perangan. Perangan sepisan wujud bale, bisa kanggo papan rembugan.<br><br><br><br> Katon kenthongan kang gumandhul. Cagak 8 saka kayu jati. Kori rinengga reca lan payung. Tanpa beda karo rerenggan ing Pulo Bali. Perangan tengah Joglo kanggo nyimpen pusaka. Tombak, keris, wedung, cundrik. Warisan kuno dipepetri supaya bisa mberkahi.<br><br><br><br>Dene perangan wingking dumadi kamar mirunggan.<br><br><br><br> Tamu kang rawuh bisa sare. Upama ditandhing genah luwih gumebyar timbang wewangunan hotel bintang sanga. Tenan, lumrah wae. Jepara pusat ukir ukiran. Wiwit jaman Majapahit, Demak, Pajang, Mataram lan Surakarta tlatah Jepara wus kondhang kaloka. Isen isene pura kang magepokan karo rerenggan kayu, mesthi sing nandangi para tukang saka Jepara.<br><br><br><br> Malah nganti dina iki tetep unggul, yen Jepara kuwi papane juru ukir sing mitayani. Kondhang nganti tekan manca negari. Pendherek saking Gumelem Susukan Banjarnegara sampun dugi rikala Sabtu Kliwon, 16 November 2019 jam 6 enjing. Dipun pangarsani dening Mbah Mino, abdi dalem Karaton Surakarta ingkang ngesuhi Kabupaten Banjarnegara. <br><br><br><br>Mawi tumpakan bus cacah sekawan, lajeng dhahar sarapan sesarengan. Gamelan ugi dipun tata ing panggung. Sedaya kemput nyambut damel.<br><br><br><br>Juru paes ugi sengkut ndandani mbak mbak lan mas mas kang kapatah ngayahi wajib. Saperangan nata meja kursi, sound system, tenda, klasa, lan piranti upacara wisuda. Pak Hansip nindakake jejibahan. <br><br><br><br>Nata parkir, arus lalulintas, lan keamanan. FPKM uga mbantu nglancarake gawe. Wondene seragam petugas nambahi perbawa tumrap pahargyan.<br><br><br><br>Angin sumilir, langit biru, cahya srengenge sumunar. Swasana pahargyan ing dina iki katon mubyar nyenengake.<br><br><br><br> Kanca wira pradangga wiwit ngayahi kewajiban. Kabantu waranggana pengalaman. Sakwuse lingsir bedhug, swara kerawitan ngumandhang ing awang awang. Pengrawit mudha tua dadi siji. Mong kinemong. Tegese sing isih meguru marang sing tuwa. Sing tuwa gelem nyinau tumrap kang isih mudha.<br><br><br><br> Pasinaon seni kerawitan bisa ditularke kanthi gampang lan premati. Ing kene pelestarian seni lumaku kanthi becik. Tegese pamulangan langsung ditularake marang wiranom.<br><br><br><br>Gendhing santi mulya, suba kastawa, eling eling, ladrang slamet menehi padhanging swasana.  Nalika GKR Wandansari rawuh, gendhinge Raja Manggala. Gagah mrebawani. Rawuhe GKR Wandansari lan GKR Retno Dumilah sinarta abdi dalem lan bregada prajurit. Regeng, nggayeng lan seneng. Abdi dalem busana kejawen jangkep. Kakung ngagem beskap, jarik, blangkon, samir, sabuk timang, sabuk wala, radya laksana. Sing putri jarik, kebaya, sanggulan. Kabeh abdi dalem luwes, dhemes, kewes lan pantes. Sarwa edi peni.<br><br><br><br> Tata cara srah tinampen diwiwiti. Cacah ana 54 jiwa kang nampa serat kekancingan saka Kraton Surakarta Hadiningrat.<br><br><br><br>Watara jam 16.00 sore paripurna acara. Diterusake ziarah marang pasareyan Kanjeng Ratu Kalinyamat. <br><br><br><br>GKR Wandansari lan GKR Retno Dumilah didherekake abdi dalem nyekar. Minangka tahlil tahmid dipandhegani KH Saefudin Banjarnegara. Kukuse dupa kumelun. GKR Wandansari caos donga konjuk Kanjeng Ratu Kalinyamat. Sekaliyan karo garwane. Kanjeng Ratu Kalinyamat sumare ing Mantingan Tahunan Jepara. Kang garwa asma Kanjeng Pangeran Hadirin. Asal saka Samudra Pasai Aceh. Pangeran Hadirin saudagar sugih kang karem dana weweh.<br><br><br><br>Suka sukur ing joglo Hadipuran, kanthi nggelar pentas wayang purwa. Lakon Gathutkaca winisuda. Dalang cacah 6 jiwa sing enom lan bagas waras. Amrih penonton tetep sigrak, pewayangan kapurwakan jam 20.00 WIB. Dhalang muda sing prigel ing olah sabet nyata gawe sengsem kang mirsani. Gonta-ganti lakon satemah seneng bebarengan. Wektu adegan Limbuk, penonton sinugata tari gambyong Pare Anom. Banjur njoged bendrong. Sing njoged cacah 16 jiwa. Kalung sampur, nyeblakake slendhang, pacak gulu, trisik, ugel ugel, katon gumyak. Atine padha suka parisuka. Kepyakan seni budaya ing dusun Sukodono Tahunan Jepara mau sanyata dadi sarana murih kuncarane jati diri bangsa.<br><br><br><br>C. Kanjeng Ratu Kalinyamat <br><br><br><br> Keteladanan Para Pemimpin Jepara perlu dihayati. <br><br><br><br>Trah kusuma dari Kasultanan Demak Bintara bernama Kanjeng Ratu Kalinyamat. Putri Sultan Trenggana, raja Demak Bintara ini memang wasis ing samukawis. Punya bakat kepemilikan handal. Bersama dengan Pangeran Hadlirin, suami tercinta membangun Kabupaten Jepara. Pemimpin Japara mewariskan nilai agung anggun unggul. <br><br><br><br>1. Ratu Kalinyamat tahun 1536-1569, <br><br><br><br>Bupati pertama Kadipaten Jepara adalah Retna Kencana atau Nimas Ratu Kalinyamat. Beliau menikah dengan Datuk Thoyib atau Datuk Pangeran Tengku Thoyib. Sultan Trenggana memberi gelar Tengku Thoyib dengan sebutan Pangeran Hadlirin.<br><br><br><br>2. Pangeran Timur (1569-1590)<br><br><br><br>Pangeran Timur adalah anak Sultan Trenggana, raja Demak. Adik Ratu Kalinyamat ini memimpin Kabupaten Jepara pada masa pemerintahan Sultan Hadiwijaya Kerajaan Pajang.<br><br><br><br>3. Pangeran Radin (1590-1610)<br><br><br><br>Pangeran Radin adalah cucu Sultan Hadiwijaya. Masih cucu kemenakan Ratu Kalinyamat. Ayah Pangeran Radin adalah Raden Benowo. Pangeran Radin berdarah Pajang dan Demak.<br><br><br><br>4. KRT Wirosetyo (1610-1624)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa pemerintahan Sinuwun Prabu Hadi Hanyakrawati, raja Mataram.<br><br><br><br>5. KRT Potro Manggolo (1624-1646)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa kerajaan Mataram oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma.<br><br><br><br>6. KRT Wirodiko (1646-1678)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa kerajaan Mataram oleh Sri Susuhunan Amangkurat Agung.<br><br><br><br>7. KRT Wongsodipo (1678-1704)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa kerajaan Mataram Kartasura oleh Sri Susuhunn Amangkurat Amral.<br><br><br><br>8. KRT Wiroatmoko (1704-1712)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa pemerintahan Amangkurat Mas, raja Mataram Kartasura.<br><br><br><br>9. KRT Martopuro (1712-1721)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa kerajaan Mataram Kartasura oleh Sri Susuhunan Paku Buwono I.<br><br><br><br>10. KRT Sujonopuro (1721-1730)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa kerajaan Mataram Kartasura oleh Sri Susuhunan Amangkurat Jawi.<br><br><br><br>11. KRT Citrosoma I (1730-1745)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa kerajaan Mataram Kartasura oleh Sri Susuhunan Paku Buwono II.<br><br><br><br>12. KRT Citrosoma II (1745-1756)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa kerajaan Surakarta oleh Sinuwun Paku Buwono II.<br><br><br><br>13. KRT Citrosoma III (1756-1785)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa kerajaan Surakarta oleh Sinuwun Paku Buwono III.<br><br><br><br>14. KRT Citrosoma IV (1785-1809)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat oleh Sinuwun Paku Buwono IV.<br><br><br><br>15. KRT Citrosoma V (1809-1821)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat oleh Sinuwun Paku Buwono IV.<br><br><br><br>16. KRT Citrosoma VI (1821-1829)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat oleh Sinuwun Paku Buwono V.<br><br><br><br>17. KRT Cendhol (1829-1836)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat oleh Sinuwun Paku Buwono VI.<br><br><br><br>18. KRT Citrosoma VII (1836-1858)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat oleh Sinuwun Paku Buwono VII.<br><br><br><br>19. KRT Citro Wikromo (1858-1870)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat oleh Sinuwun Paku Buwono VIII.<br><br><br><br>20. KRMAA Sosroningrat (1870-1905)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat oleh Sinuwun Paku Buwono IX.<br><br><br><br>21. RMAA Koesoemo Oetoyo (1905-1927)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa kerajaan Sura-karta Hadiningrat oleh Sinuwun Paku Buwono X.<br><br><br><br>22. RAAA Soekahar (1927-1942)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat oleh Sinuwun Paku Buwono X.<br><br><br><br>23. RMAA Soemitro Oetoyo (1942-1949)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat oleh Sinuwun Paku Buwono XI.<br><br><br><br>24. H Sahlan Ridwan (1949-1961)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.<br><br><br><br>25. R Sunarto (1961-1965)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.<br><br><br><br>26. H Zubaidi Ali (1965-1967)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.<br><br><br><br>27. Moehadi SH (1967-1973)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.<br><br><br><br>28. Soewarno Djojo Mardowo SH (1973-1976)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.<br><br><br><br>29. Soedikno SH (1976-1981)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.<br><br><br><br>30. Hisom Prasetyo SH (1981-1991)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.<br><br><br><br>31. Drs. Bambang Poerwadi (1991-1996)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.<br><br><br><br>32. Drs. H Soenarto (1997-2002)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.<br><br><br><br>33. Drs. Hendro Martojo (2002-2012)<br><br><br><br>Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa pemerintahan Presiden Megawati.<br><br><br><br>34. KH Ahmad Marsuqi (2012-2017). Diangkat sebagai bupati Jepara pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.<br><br><br><br>35. Dian Kristiandi menjabat tahun 2018. Dengan semangat pengabdian, Bupati Dian Kristiandi membangun Kabupaten Jepara. Kesejahteraan rakyat menjadi prioritas utama. Beliau dilantik pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.<br><br><br><br>36. Witiarso Utomo didampingi oleh M Ibnu Hajar. Menjabat sejak tahun 2025 pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. <br><br><br><br>Alangkah baiknya, para pemimpin Jepara selalu membaca sejarah leluhur. Pendiri Kadipaten Jepara adalah Kanjeng Ratu Kalinyamat. Beliau adalah putri Sultan Trenggana raja Demak Bintara. Suaminya bernama Pangeran Hadlirin dari Samudra Pasai Aceh.<br><br><br><br>Nama lainnya yaitu Datuk Thoyib yang bermurah hati dalam perjuangan kebudayaan. Kabupaten Jepara semakin misuwur arum kuncara. Penduduknya rajin, cermat, makmur, sejahtera.<br><br><br><br>Pangkur. <br><br><br><br>Nimas Ratu Kalinyamat. <br><br>Tilar wisma amartapa neng wukir. <br><br>Tapa wuda sinjang rambut.<br><br>Ing Gunung Danaraja. <br><br>Apratignya tan arsa tapihan ingsun.<br><br>Yen tan antuk adiling Hyang. <br><br>Patine sedulur mami<br><br><br><br>Bait tembang di atas melukiskan tekad Kanjeng Ratu Kalinyamat yang kehilangan suami, Pangeran Hadirin. Sebelumnya juga sudah meninggal kakak tercinta Sunan Prawoto. Pembunuhnya Arya Penangsang, Adipati Jipang Panolan. Krisis politik di Demak bisa diatasi oleh Sultan Hadiwijaya. Jasanya yang besar itulah sebagai legitimasi beliau berkuasa di Kraton Pajang.<br><br><br><br>Jepara kawasan penting dalam sejarah kerajaan Demak, Pajang dan Mataram. Peran masyarakat Jepara sepanjang jaman selalu membawa kejayaan kedamaian dan keluhuran.<br><br><br><br>D. Pertapan Gunung Danaraja <br><br><br><br>Lara lapa tapa brata dilakukan oleh Kanjeng Ratu Kalinyamat. Bertempat di Gunung Danaraja Bangsri Jepara. Nalika nira ing dalu, wong agung mangsah semedi. <br><br><br><br> Kanan kiri gunung Danaraja merupakan wana gung liwang liwung, kang gawat kaliwat liwat, angker kepati pati. Bebasan jalma mara jalma mati, sato mara keplayu. Memang cocok untuk melakukan pendadaran diri. <br><br><br><br>Utara gunung Danaraja adalah pulau Mandalika, daerah Keling Jepara. Tempat bertapa Ratu Sima. Keling, keluarga yang selalu eling. Ratu Sima memerintah Keling dengan sikap eling waspada. Keling atau Kalingga, kabeh eling murih slamete jiwa raga. <br><br><br><br>Pulau Mandalika ini memancarkan daya kecantikan. Para bidadari kerap bersolek, dandan, ngadi salira, ngadi busana. Karang kawidodaren berpindah di pulau Mandalika yang menawarkan aura ayu hayu rahayu. <br><br><br><br>Ratu Kalinyamat bertapa di Gunung Danaraja. Dalam Babad tanah Jawi disebutkan cakepan tembang pangkur yang misuwur.  <br><br><br><br>Tapa wuda berarti semedi nglegena tanpa busana. Seluruh pakaian lepas, sebagai tanda ikhlas. Biar segala panuwunan terkabul jelas. Dengan tujuan semua masalah jadi tuntas. <br><br><br><br>Sinjang rambut berarti hanya ditutupi dengan rambut yang ngore memanjang. Selama bertapa tak pernah memotong rambut. Cukup untuk menutup sejujur tubuh. Malah tampak lebih magis, mistis dan wingit berkharisma. <br><br><br><br>Tekad Ratu Kalinyamat mesu budi demi ibu pertiwi. Labuh labet marang praja. Musuh negara harus sirna. Kehormatan leluhur mesti dipertahankan. Nyata sebagai Srikandhi wanita. <br><br><br><br>Untuk itulah Ratu Kalinyamat berguru kepada Syekh Siti Jenar di Balong Bangsri Jepara. Bersama dengan Ki Ageng Butuh, Ki Ageng Pengging, Ki Ageng Tingkir, Ki Ageng Banyubiru, Ki Ageng Pringapus, Ki Ageng Karanglo, Joko Tingkir. Mereka adalah penghayat Kejawen. <br><br><br><br>Hari Sabtu, 29 Mei 2021 KRT Bambang Hadipuro memberi pakaryan pada tim peneliti. Bertugas untuk melakukan dokumentasi sejarah Ratu Kalinyamat yang berguru kepada Syekh Siti Jenar. Seorang guru kebatinan yang terkenal di seluruh Tanah Jawa. Agama ageming aji. <br><br><br><br>Siaga ing gati, sawega ing dhiri. Tim peneliti terdiri dari <a href="https://www.halomedan.com/tag/purwadi/" target="_blank">Purwadi</a>, Puji Ari Wibowo, Susanti Purwaningrun. Lokasi penelitian di Mantingan Tahunan Jepara dan gunung Danaraja. Dari kota Jepara sejauh 40 KM menuju arah Tayu Pati. Anelasak wana wasa, tumuruning jurang terbis. <br><br><br><br>Kerajaan Demak Bintara lahir pada tahun 1478. Pada masa inilah berkembang ajaran ngelmu kasampurnan yang disebarkan oleh Syekh Siti Jenar. Berguru pada Sunan Bonang bersama dengan Raden Mas Sahid putra Bupati Wilwatikta Tuban. <br><br><br><br>Kelak Raden Sahid dinobatkan menjadi anggota Wali Sanga. Bergelar Sunan Kalijaga. Adapun Syekh Siti Jenar mengembangkan ajaran Islam Kejawen. Pengaruh Syekh Siti Jenar sampai kawasan pedesaan. Ilir Ilir tandure wis sumilir. <br><br>Kanjeng Ratu Kalinyamat merupakan pengikut Syekh Siti Jenar. Pemimpin Jepara ini menyebut ngelmu kasampurnan. Siswa lain menamakan sangkan paraning dumadi, kawruh sepuh, seserepan tuwa. Puncaknya untuk mewujudkan manunggaling kawula gusti. <br><br>Wedharan ilmu kebatinan disebutkan dalam kitab Babad Tanah Jawi. Ini inti sari kutipan wulangan guru kebatinan. Sebagai sarana Ratu Kalinyamat untuk melakukan pengabdian pada Kabupaten Jepara. <br><br><br><br>Ajaran Syekh Siti Jenar dihayati benar oleh Ratu Kalinyamat dan masyarakat Jepara. Dalam bentuk tembang sangat menyentuh hati, karena menggunakan estetika macapat. Murih padhanging sasmita. <br><br>Dhandhanggula<br><br>Sadat salat puwasa kawuri, <br><br>Apa dene jakat lawan pitrah, <br><br>Iku kawruhana kabeh, <br><br>Murih kena ginugu, <br><br>Islam tetep pandoming budi, <br><br>Nelahi  kyehning titah, <br><br>Sinung swarga besuke, <br><br>Wong Jawa kanut sarjana, <br><br>Tur nyatane padha bae pengin uning, <br><br>Siswa Syekh Siti Jenar.<br><br><br><br>Kang mituhu salat lawan dikir<br><br>Anglakoni neng masjid ting krembyah, <br><br>Pancen nana ganjarane, <br><br>Yen wus ngapal mantramu, <br><br>Jatine kena pinanggih. <br><br>Neng dunya bae padha, <br><br>susah amemikul, <br><br>Lara sangsaya tan beda, <br><br>Marma Siti Jenar mung madhep Hyang Widhi<br><br>Gusti Dat roning kamal.<br><br>Pengajaran kawruh sejati di Balong Bangsri Jepara. Dari sini lantas ilmu itu menyebar ke segala penjuru. Tafsir dan makna ajarannya ajaran Syekh Siti Jenar perlu dipahami dengan hati hati. <br><br>Proses pembelajaran mesti urut dan tertib. Tidak boleh salah tafsir, agar tidak membuat gaduh. Dipahami dengan hati hati. <br><br>Kesadaran historis Ratu Kalinyamat sangat tinggi. Kanjeng Sunan Kalijaga memberi sejarah berdirinya kerajaan Demak Bintara. <br><br>Dhandhanggula <br><br>Myang suratira Sri Narapati,<br><br>Majalengka kang dhawuh mring sira,<br><br>nulya tinampen sirage,<br><br>mring Harya Damar sampun, <br><br>ponang surat binuka aglis,<br><br>sinuksma ing wardaya,<br><br>penget layang ingsun,<br><br>Brawijaya majalengka, <br><br>Heh ta sira Harya Damar,<br><br>Sira sun paringi,<br><br>Garweng ngong putri cina.<br><br><br><br>Nanging aja kokrewang saresmi,<br><br>lah hentenen ing titipaning wang,<br><br>yen wus mijil wawratane,<br><br>sakarsanira iku,<br><br>marang putri Cina wus dadi,<br><br>pan iku garwanira,<br><br>ywa ta hamaringsun,<br><br>sahesthining sriraning wang,<br><br>pan wus kamot aneng patra kang sun tulis,<br><br>rampung tata titinya.<br><br>Penulisan surat di astana sastra wulan Mojokerto. Tafsir dan makna ajarannya dipahami Ratu Kalinyamat. <br><br>Sejarah perlu dipelajari untuk merancang kehidupan pada masa mendatang.<br><br> Banyak pelajaran pada masa silam yang dapat digunakan untuk referensi hari ini dan hari esok. Babad Tanah Jawi mencatat peristiwa kerajaan. <br><br>Sejarah kerajaan Majapahit pernah mengalami masa kejayaan, keemasan dan kemakmuran. Pemerintahan kuat, bersih dan berwibawa. Rakyat hidup makmur rukun dan bahagia. Kerajaan Majapahit menjadi sumber tenaga untuk mengembangkan jiwa kebangsaan.<br><br><br><br>Jepara turut berkontribusi atas berdirinya Kraton Demak Pajang dan Mataram. Wajar bila KRT Bambang Hadipuro memimpin Paguyuban Abdi Dalem Karaton Surakarta Hadiningrat. Peresmian tanggal 16 Nopember 2019 di Joglo Hadipuran Sukodono Tahunan Jepara. <br><br><br><br>Serat Syekh Siti Jenar diulas dalam berbagai sudut pandang. Ngelmu kasampurnan ini menyebar di seluruh kawasan tanah Jawa. <br><br>Ilmu kasampurnan mengantarkan pada ketentraman lahir batin. Syekh Siti Jenar mewariskan ajaran luhur yang berpusat di Balong Bangsri Jepara. <br><br>Joglo Hadipuran meneliti Sejarah Ratu Kalinyamat yang dihubungkan dengan berdirinya Kraton Pajang. Agar diperoleh pemahaman yang utuh. <br><br>Kraton Pajang berdiri pada tanggal 24 Juli 1546. Rajanya bernama Joko Tingkir atau Mas Karebet. Bergelar Sultan Hadiwijaya Abdul Hamid Panetep Panatagama. <br><br><br>Jasa besar Joko Tingkir adalah menjaga kehormatan Kerajaan Demak. Maka Ratu Kalinyamat memberi dukungan penuh. Joko Tingkir penyelamat kerajaan dari bahaya krisis politik. Trah kusuma rembesing madu. <br><br><br><br>Kapindhone kakung ingwang, <br><br>Hiya dene si Jipang kang mateni, <br><br>Yen ora kelakon lampus, <br><br>Si bethut Arya Jipang, <br><br>Eningena gantiya ingkang winuwus, <br><br>Pangeran Harya Penangsang, <br><br>Pajineman kang den ulig.<br><br><br><br>Kelangkung Cgprawiranira, <br><br>Agal alus tan ana den wegahi, <br><br>Cinatur jineman wau, <br><br>Dhasar wong tau tatal,<br><br>Asring kinen akarya randhaning Ratu, <br><br>Kekes Bupati bang wetan, <br><br>Dene wong papat sinekti.<br><br><br><br>Pangeran Jipang ngendika, <br><br>Mring wong papat kang sarya den kasihi, <br><br>Kabeh sun jaluk gawemu, <br><br>Padha lakuwa dhustha, <br><br>Lan cidranen Sultan Pajang amrih lampus, <br><br>Yen kelakon gawenira, <br><br>Papat suk karya Bupati.<br><br><br><br>Si Setan Kober tamakna, <br><br>Pamit nembah dhuwung dipun tampeni, <br><br>Winanti wanti dhustha wus, <br><br>Mesat sekawan pisan, <br><br>Tan kawarna, lampahe sekawan rawuh, <br><br>Kabeh kudu kawruhana, <br><br>Amomor duk kala menjing.<br><br>Wus prapta sajroning pura, <br><br>Kawarnaa lakune dhustha nenggih, <br><br>Murih dalan ribet ribut, <br><br>Malumpat pager bata, <br><br>Panjingira aneng sajroning Kadhatun, <br><br>Maling sekti papat pisan, <br><br>Wus prapta pra sami ndingkik.<br><br>Mataram memang kelanjutan Pajang. Sambung menyambung demi anyaman peradaban. Tafsir dan makna ajaran mengandung nilai sejarah. Panembahan Senapati adalah putra Sultan Hadiwijaya yang diasuh Ki Ageng Pemanahan. <br><br>Ratu Kalinyamat adalah putri Sultan Trenggana, raja Demak. Beliau bertapa di gunung  Danaraja. Tempat bertapanya bernama Sonder. <br><br>Suami Ratu Kalinyamat bernama Pangeran Hadirin. Seorang pengusaha kaya raya yang berasal dari kerajaan Samudra Pasai. Ratu Kalinyamat merupakan pendiri kabupaten Jepara. Jasanya amat besar atas berdirinya kerajaan Pajang yang merupakan leluhur Sinuwun Prabu Hanyakrawati. Dari Pajang inilah lantas kerajaan mataram berdiri.<br><br> Atas perjuangan Ki Ageng Pemahanan, Ki Ageng Penjawi dan Ki Ageng Jurumartani. Pajang berdiri kokoh. Mengingatkan Joko Tingkir berguru pada Ki Ageng Banyubiru. <br><br>Kali Serang yang berhulu dari Gunung Merbabu berhubungan dengan kota Salatiga. Asal KRT Bambang Hadipuro yang sekarang tinggal di Sukodono Tahunan Jepara. Makam Ratu Kalinyamat di Mantingan berjarak 2 km dari joglo Hadipuran.<br><br>Untuk memberi dukungan tim peneliti, KRT Bambang Hadipuro mengajak seniman ISI Surakarta. Pentas pedalangan dengan lakon wayang yang dilakukan oleh muda mudi. Biar seni edi peni tetap lestari.<br><br>KRT Bambang Hadipuro merupakan pewaris ajaran Syekh Siti Jenar. Yakni kelarasan sosial berbasis toleransi dan keberagaman. Jepara sumber ajaran kasepuhan Kejawen.<br><br>E. Tetepan Abdi Dalem Pesisir<br><br>Abdi dalem pesisir di Jepara mendapat julukan Pakasa Untara Praja. GKR Wandansari, Pangageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat tedhak di bumi pesisir.  Ketua Lembaga Dewan Adat memberi ganjaran pangkat lan sesebatan. Abdi dalem Pesisir Jepara sudah siap sedia dengan busana Kejawen jangkep.<br><br>Minggu Pahing, 20 Pebruari 2022 saat yang berbahagia. Bupati Jepara, Bapak H Dian Kristiandi S.Sos merasa mendapat kehormatan tinggi. Atas nama masyarakat Jepara, kunjungan Karaton Surakarta Hadiningrat ini bentuk sambungan silaturahmi sejarah. Kesadaran historis dianyam agar peradaban makin kokoh.<br><br>Pendopo Kabupaten Jepara boleh dibilang megah mewah gagah. Maklum kota Jepara pusat ukir ukiran dunia. Jepara merupakan perhatian internasional. Layak untuk mendapat sertifikat dari UNISCO lembaga PBB yang mengurusi bidang kebudayaan.<br><br>Menurut KMT Susanti Purwaningrum, Ketua Lokantara cabang Jepara, ruang tengah pendopo dulu pernah digunakan oleh RA Kartini. Tokoh emansipasi wanita ini putri Bupati Jepara RMAA Sosrodiningrat. RA Kartini hidup tahun 1879 - 1904. Kelak menikah dengan Bupati Rembang RMAA Djojodiningrat. Pahlawan nasional ini menjadi pelopor pendidikan buat kaum wanita.<br><br>Kaum wanita diajari oleh RA Kartini dengan berbagai ketrampilan di kompleks pendopo Kabupaten Jepara. Ketrampilan memasak, menjahit, menyulam yang dapat digunakan untuk berwiraswasta. Perempuan mesti mandiri. Nama harum RA Kartini sebagai putri sejati. Tokoh wanita Jepara ini pantas dikenang sepanjang jaman.<br><br>Suasana seneng nggayeng mirip sarasehan kultural historis. Dr KPH Wirobhumi SH, selaku ketua Pakasa Punjer didampingi tokoh mebel, KRT Noor Wahjudi Hadinagoro. Tampak pula putri Sinuwun Paku Buwana XIII, GKR Timur. Terlebih dahulu informal bincang di ruang pringgitan. Sarana membahas kejayaan historis sosiologis dan estetis Jawa.<br><br>Laporan tentang acara dilaksanakan oleh KRT Bambang Hadipuro, Ketua Pakasa Cabang Jepara. Kali ini abdi dalem pesisir yang mendapat ganjaran pangkat lan sesebatan maneka warni. Ulama, cendekiawan, praktisi, juru ukir, guru, pemuda, seniman, budayawan lan pelajar mahasiswa sama bersedia untuk melakukan pasuwitan. Nguri uri budaya Jawi, agar tetap basuki lestari.<br><br>Tari gambyong mengawali pahargyan. Dua putri cantik jelita ini binaan sanggar Loka Budaya yang beralamat di Joglo Hadipuran Sukodono Tahunan Jepara. Dengan lemah gemulai penari memberi suasana khusuk, agar Jepara tampil sebagai wilayah yang panjang punjung pasir wukir, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja.<br><br>Gendhing ketawang wigaringtyas berkumandang mengiringi pranata adicara. Lampu pendopo temaram disertai gerimis rintik rintik. Hawa cles adhem ayem. Wisudawan duduk rapi dengan busana Jawa. Putri pakai kebaya sanggulan. Putra blangkonan nyampingan. Beginilah adat istiadat ketimuran. Lantas berdiri serempak. Dengan khidmat menyanyi lagu kebangsaan Indonesia Raya.<br><br>Bupati Jepara, Bapak H Dian Kristiandi S.Sos paring pangandikan. Dukungan pemimpin Jepara cukup memberi rasa bangga. Jumbuh kang ginayuh, sembada ingkang sinedya. <br><br> Rumangsa melu handarbeni. <br>Rumangsa wajib hangrungkebi. <br>Mulat sarira hangrasa wani. <br><br>Sesanti ini dihayati oleh abdi dalem pesisir. Partisara atau sertifikat serat Kekancingan segera diberikan. Logo Pakasa tertulis kata suwita saraya rumeksa. Radya laksana merupakan lambang Karaton Surakarta Hadiningrat yang penuh dengan makna etis filosofis. Lambang yang bisa digunakan sebagai sarana tontonan tuntunan tatanan.<br><br>Anak  muda tahu ajaran ini mulia sekali. Alumni universitas yang ahli gending dan matematika tradisi hendaknya selalu dilestarikan. Abdi dalem pesisir Jepara bertekad untuk memajukan kebudayaan. Pak Bupati H Dian Kristiandi S. Sos menekankan arti penting pahargyan budaya yang dilakukan abdi dalem Pakasa.<br><br>Kembul bujana andrawina setelah acara paripurna. Dilanjutkan nyekar sowan ing Pajimatan Kanjeng Ratu Kalinyamat di Mantingan Tahunan Jepara. Minggu Pahing, 20 Pebruari 2022 jam 15 tata cara jangkep genep genah. Karaton Surakarta Hadiningrat menyambung sejarah Jepara. Guna menatap masa depan yang cemerlang. Marbabak bang sumirat.<br><br>Sejarah Kabupaten Jepara memiliki pengalaman yang panjang. Pelopor wilayah pesisir ini berperan dalam membangun peradaban besar. Kraton Majapahit, Demak, Pajang dan Mataram menjadikan Jepara sebagai kawasan yang agung anggun dan unggul.<br><br>Tanggal 9 April 2025 Bupati Witiarso Utomo didampingi Wakil Bupati M Ibnu Hajar. Bersama KP Bambang Hadiningrat dan KMT Susanti Purwaningrun melakukan tata cara adat di makam Ratu Kalinyamat. Kabupaten Jepara makin makmur kaloka.<br><br>Teladan Ratu Shima lestari sepanjang masa. Kerajaan Kalingga makmur bijaksana.hm/r]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_4808_Ratu-Shima-Raja-Kalingga.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/65860/ratu-shima-raja-kalingga/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Predikat Mumtaz, Artanti Adiva Calista Tamba Tuntaskan Hafalan Al-Qur&rsquo;an di Nur Ihsan Islamic Full Day School</guid>
            <pubDate>Sat, 30 May 2026 10:03:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Predikat Mumtaz, Artanti Adiva Calista Tamba Tuntaskan Hafalan Al-Qur’an di Nur Ihsan Islamic Full Day School]]></title>
            <description><![CDATA[Predikat Mumtaz, Artanti Adiva Calista Tamba Tuntaskan Hafalan AlQur&rsquoan di Nur Ihsan Islamic Full Day School]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan &ndash; Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh salah satu peserta didik Nur Ihsan Islamic Full Day School (IFDS). Siswi bernama Artanti Adiva Calista Tamba berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur&#039;an dari Surah An-Nas hingga Al-Qadr dan meraih predikat Mumtaz atau istimewa.<br><br>Atas capaian tersebut, Yayasan Pinta Harapan melalui Nur Ihsan Islamic Full Day School memberikan penghargaan dalam bentuk Sertifikat Tahfidzul Qur&#039;an sebagai bentuk apresiasi atas ketekunan dan kesungguhan Artanti dalam menghafal ayat-ayat suci Al-Qur&#039;an.<br><br>Pemberian sertifikat tersebut dilaksanakan di Medan pada 30 Mei 2026 dan ditandatangani oleh Pimpinan Nur Ihsan IFDS, Andrizah Harahap, S.T, serta Koordinator Tahfidz, Febriansyah, S.Pd.<br><br>Dalam sertifikat penghargaan tersebut, pihak sekolah menyampaikan harapan agar pencapaian yang diraih menjadi motivasi bagi Artanti untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan kecintaannya terhadap Al-Qur&#039;an sesuai tuntunan Allah SWT dan Rasulullah SAW.<br><br>Prestasi ini juga menjadi bukti komitmen Nur Ihsan Islamic Full Day School dalam membina generasi Qur&#039;ani yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki fondasi keagamaan yang kuat sejak usia dini.<br><br>Pihak sekolah berharap keberhasilan Artanti dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk semakin semangat mempelajari, menghafal, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur&#039;an dalam kehidupan sehari-hari.<br><br>Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 9:<br><br>&quot;Sesungguhnya Al-Qur&#039;an ini memberi petunjuk ke jalan yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.&quot;<br><br>Melalui program tahfidz yang terus dikembangkan, Nur Ihsan Islamic Full Day School berupaya melahirkan generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, berilmu, dan dekat dengan Al-Qur&#039;an.<br><br>(Redaksi)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_7342_Predikat-Mumtaz--Artanti-Adiva-Calista-Tamba-Tuntaskan-Hafalan-Al-Qur-rsquo-an-di-Nur-Ihsan-Islamic-Full-Day-School.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65859/predikat-mumtaz-artanti-adiva-calista-tamba-tuntaskan-hafalan-alqurrsquoan-di-nur-ihsan-islamic-full-day-school/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">BRI BO Sibuhuan  Berikan Tabungan Emas Kepada Pemenang Racing FBI AgenBRILink</guid>
            <pubDate>Fri, 29 May 2026 20:12:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[BRI BO Sibuhuan  Berikan Tabungan Emas Kepada Pemenang Racing FBI AgenBRILink]]></title>
            <description><![CDATA[BRI BO Sibuhuan  Berikan Tabungan Emas Kepada Pemenang Racing FBI AgenBRILink]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>PALAS - Bank Rakyat Indonesia Branch Office (BRI - BO) Sibuhuan menyerahkan hadiah kepada pemenang program Racing FBI AgenBRILink berupa tabungan emas untuk Periode Tahun 2025.<br><br>Program Racing FBI merupakan bagian dari Program Nasional (PRONAS) BRI yang bertujuan meningkatkan free based income (FBI) AgenBRILink melalui pemberian penghargaan kepada agen dengan capaian ratas FBI tertinggi selama periode program berjalan.<br><br>Pimpinan Cabang BRI BO Sibuhuan,Dedi Harpian,As, mengatakan AgenBRILink merupakan ujung tombak BRI dalam menghadirkan layanan perbankan yang mudah, cepat, dan dekat dengan masyarakat.<br><br>&quot;Melalui AgenBRILink, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi perbankan tanpa harus datang ke kantor bank, mulai dari tarik tunai, pembayaran berbagai tagihan, hingga pembukaan rekening tabungan,&quot; ujar Dedi Harpian,Jumat(29/5/2026).<br><br>Ia menambahkan, keberadaan AgenBRILink juga memberikan manfaat ekonomi bagi agen sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat di wilayah pedesaan.<br><br>&quot;Program Racing FBI ini kami hadirkan sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas agen, sekaligus dorongan agar transaksi dan kualitas layanan AgenBRILink terus meningkat,&quot; tambahnya.<br><br>Pada Periode Tahun 2025, pemenang Racing FBI kategori Agen Jawara BRI BO Sibuhuan diraih oleh agen BRILink UD Batara sehingga berhak menerima satu buku tabungan emas pegadaian senilai Rp1,5 juta.<br><br>Dedi Harpian,As berharap, program ini mampu meningkatkan kesejahteraan agen sekaligus memperluas awareness masyarakat terhadap layanan AgenBRILink.<br><br>Penyerahan hadiah dilakukan kepada agen BRILink UD Batara,beralamat di Jalinsum Sibuhuan- Gunungtua,Kabupaten Padanglawas Utara(Paluta)oleh PPBK BRI BO Sibuhuan,Fitri.<br><br>Keterangan Photo : BRI BO Sibuhuan berikan hadiah kepada agen BRILink UD Batara sebagai pemenang program Racing FBI priode tahun 2025.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_8644_BRI-BO-Sibuhuan--Berikan-Tabungan-Emas-Kepada-Pemenang-Racing-FBI-AgenBRILink.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65858/bri-bo-sibuhuan-berikan-tabungan-emas-kepada-pemenang-racing-fbi-agenbrilink/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Lansia Tetap Aktif dan Produktif, Turnamen Pingpong Medan Jadi Ajang Silaturahmi</guid>
            <pubDate>Fri, 29 May 2026 15:37:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Lansia Tetap Aktif dan Produktif, Turnamen Pingpong Medan Jadi Ajang Silaturahmi]]></title>
            <description><![CDATA[Lansia Tetap Aktif dan Produktif, Turnamen Pingpong Medan Jadi Ajang Silaturahmi]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan - Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) di Medan berlangsung meriah melalui pelaksanaan Turnamen Pingpong Lansia yang digelar Persatuan Tenis Meja Eksekutif Sumatera Utara (PTMESU) bersama komunitas tenis meja se-Kota Medan. Berlangsung di Urban Community Park  Taman Bunga Medan, Jumat (29/5).<br><br>Kegiatan yang diikuti puluhan peserta lansia dari berbagai lintas profesi dan kecamatan itu tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana silaturahmi dan kampanye hidup sehat bagi para lanjut usia.</p><img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/8f85517967795eeef66c225f7883bdcb_1001087424.jpg"><br><br>Ketua PTME Sumatera Utara, H. Ikrom Helmi Nasution, dalam sambutannya mengatakan bahwa peringatan Hari Lansia Nasional harus menjadi momentum untuk membangun semangat hidup sehat, aktif, dan mandiri bagi para lansia.<br>Menurutnya, olahraga tenis meja menjadi salah satu olahraga yang sangat cocok bagi kalangan lanjut usia karena mampu melatih pernapasan, refleks, konsentrasi, serta kesehatan jantung dan kaki.<br>&quot;Kegiatan ini bukan hanya sekadar pertandingan, tetapi juga wadah silaturahmi para lansia agar tetap sehat, aktif, dan bahagia. Minat lansia terhadap tenis meja semakin meningkat sehingga perlu dibuat turnamen khusus seperti ini,&quot; ujarnya.<br>Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, sponsor, tenaga medis, dan panitia yang mendukung suksesnya kegiatan tersebut. Bahkan, selama pertandingan panitia turut menyiagakan dokter, perawat, dan ambulans guna memastikan keamanan para peserta lansia.<br>Sementara itu, Ketua PTMSI Kota Medan, Prof H Bustami Syah, menegaskan bahwa usia lanjut bukan alasan untuk berhenti beraktivitas dan berolahraga.<br><br>&quot;Tua itu bukan hanya soal angka. Yang penting adalah bagaimana kita tetap menjaga kesehatan dan semangat hidup. Pingpong ini olahraga yang sangat lengkap, melatih gerak kaki, konsentrasi, dan juga mempererat silaturahmi,&quot; katanya.<br>Bustami juga mengungkapkan bahwa suasana kebersamaan antar pemain menjadi nilai penting dalam komunitas tenis meja lansia.<br>&quot;Di pingpong ini persaudaraan luar biasa. Walaupun kadang saling bercanda dan saling ejek saat bermain, semuanya tetap penuh keakraban,&quot; ucapnya disambut tawa peserta.</p><img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/4c56ff4ce4aaf9573aa5dff913df997a_1001087281.jpg"><br><br>Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengprov PTMSI Sumatera Utara, Nanda Berdikari Batubara, memberikan apresiasi atas terbentuknya komunitas tenis meja lansia di Kota Medan.<br>Ia menilai pembinaan olahraga bagi lansia perlu terus diperkuat karena selain menjaga kesehatan juga menjadi sarana membangun kebersamaan dan semangat hidup positif di usia senja.<br>&quot;Semoga tenis meja tetap berjaya dan komunitas lansia ini terus berkembang menjadi wadah pembinaan dan silaturahmi bagi para senior,&quot; katanya.<br><br>Sementara itu, Wali Kota Medan yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan, H. Tengku Chairuniza, menyampaikan bahwa lansia merupakan aset bangsa yang memiliki pengalaman dan kebijaksanaan dalam kehidupan sosial masyarakat.<br>&quot;Peringatan Hari Lansia Nasional menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen kita dalam menghormati, melindungi, dan memberdayakan para lanjut usia,&quot; ujarnya.<br>Ia menambahkan, turnamen pingpong lansia memiliki makna lebih luas dari sekadar kompetisi olahraga.<br>&quot;Ini adalah ruang silaturahmi, sarana menjaga kesehatan, dan bukti nyata bahwa semangat hidup aktif tetap bisa dijaga di usia lanjut,&quot; katanya.<br>Pemerintah Kota Medan, lanjut Chairuniza, terus berupaya mewujudkan kota ramah lansia melalui penguatan layanan kesehatan, pembinaan sosial, serta dukungan terhadap aktivitas olahraga dan rekreasi.<br>Turnamen tersebut juga diwarnai partai ekshibisi, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pemberian hadiah dan bingkisan bagi para pemenang dan peserta senior tertua serta pengukuhan PTMS Lansia Kota Medan oleh Wali Kota Medan diwakili Kadispora Medan.<br><br>Panitia berharap kegiatan itu dapat menjadi agenda rutin tahunan sekaligus memperkuat eksistensi komunitas tenis meja lansia di Sumatera Utara.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_1698_Lansia-Tetap-Aktif-dan-Produktif--Turnamen-Pingpong-Medan-Jadi-Ajang-Silaturahmi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65857/lansia-tetap-aktif-dan-produktif-turnamen-pingpong-medan-jadi-ajang-silaturahmi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tanah Indonesia untuk Siapa?</guid>
            <pubDate>Fri, 29 May 2026 10:56:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tanah Indonesia untuk Siapa?]]></title>
            <description><![CDATA[Tanah Indonesia untuk Siapa?]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Oleh: Muhammad Taufik Umar Dani Harahap dan Syahrir Nasution<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/tanah/" target="_blank">Tanah</a> bukan sekadar ruang geografis yang dipijak manusia. Dalam sejarah bangsa Indonesia, tanah adalah sumber kehidupan, identitas sosial, ruang kebudayaan, sekaligus simbol kedaulatan rakyat. Dari tanah, rakyat menanam harapan, membangun rumah, menjaga warisan leluhur, hingga mewariskan masa depan kepada generasi berikutnya.<br><br>Karena itulah, setiap kebijakan negara yang mengatur tanah sejatinya bukan hanya persoalan administrasi pertanahan, melainkan menyangkut hubungan paling mendasar antara negara dan rakyatnya. Dalam konteks ini, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2021 patut dibaca secara kritis sebagai produk politik hukum agraria yang menentukan: tanah Indonesia ini berpihak kepada siapa?<br><br>PP No.18 Tahun 2021 lahir sebagai aturan pelaksana Undang-Undang Cipta Kerja. Pemerintah menyebut regulasi ini sebagai langkah percepatan investasi, kepastian hukum, dan efisiensi pelayanan pertanahan. Namun, di balik narasi pembangunan tersebut, muncul pertanyaan konstitusional yang jauh lebih mendasar: kepastian hukum untuk siapa?<br><br>Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 dengan tegas menyatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Frasa &quot;kemakmuran rakyat&quot; seharusnya menjadi ruh utama setiap kebijakan agraria. Tetapi dalam praktiknya, regulasi pertanahan justru kerap dipersepsikan lebih ramah terhadap kepentingan investasi dibanding perlindungan hak-hak rakyat kecil dan masyarakat adat.<br><br>Salah satu persoalan krusial dalam PP No.18 Tahun 2021 terletak pada pengaturan pengakuan tanah ulayat sebagaimana diatur dalam Pasal 70 hingga Pasal 72. Negara memang mengakui keberadaan masyarakat hukum adat beserta hak ulayatnya. Namun pengakuan itu dibatasi oleh syarat administratif yang tidak sederhana: masyarakat adat harus masih hidup, memiliki pranata adat, wilayah yang jelas, dan terdaftar dalam sistem administrasi pertanahan negara.<br><br>Di sinilah persoalan besar muncul. Dalam tradisi masyarakat adat di Papua, Tapanuli, Kalimantan, Maluku, hingga pesisir Sumatera, tanah tidak lahir dari sertifikat ataupun arsip negara. <a href="https://www.halomedan.com/tag/tanah/" target="_blank">Tanah</a> diwariskan melalui sejarah, batas sungai, hutan, batu besar, makam leluhur, dan ingatan kolektif masyarakat. Ketika negara mensyaratkan legalitas administratif sebagai ukuran utama pengakuan, maka tanah-tanah adat yang secara sosial hidup justru terancam kehilangan legitimasi secara hukum.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/tanah/" target="_blank">Tanah</a> yang tidak tercatat berpotensi dikategorikan sebagai tanah negara. Dari titik itu, jalan menuju konsesi usaha menjadi terbuka melalui Hak Pengelolaan (HPL), Hak Guna Usaha (HGU), maupun berbagai skema kerja sama pemanfaatan dengan korporasi besar.<br><br>Persoalan semakin kompleks ketika Hak Pengelolaan diberikan kepada kementerian, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, hingga Badan Bank <a href="https://www.halomedan.com/tag/tanah/" target="_blank">Tanah</a>. Secara normatif, HPL memang bukan hak milik. Namun dalam praktik ekonomi-politik, HPL dapat menjadi instrumen penguasaan yang sangat kuat karena bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga dalam jangka panjang.<br><br>Negara akhirnya berada dalam posisi ganda: sebagai regulator sekaligus operator bisnis pertanahan. Di titik inilah batas antara kepentingan publik dan kepentingan ekonomi menjadi kabur.<br><br>Belum lagi ketentuan Hak Guna Usaha yang dapat berlaku hingga 95 tahun melalui mekanisme pemberian, perpanjangan, dan pembaruan. Secara sosiologis, jangka waktu tersebut bukan lagi izin sementara, melainkan penguasaan lintas generasi.<br><br>Bayangkan satu perusahaan menguasai lahan hampir satu abad. Anak cucu masyarakat adat bisa lahir, tumbuh, bahkan meninggal tanpa pernah lagi memiliki akses terhadap tanah leluhurnya sendiri. Negara mungkin menyebutnya sebagai kepastian investasi, tetapi rakyat kecil sering merasakannya sebagai pelepasan hak yang nyaris permanen.<br><br>Konflik agraria yang terjadi di berbagai wilayah seperti Papua, Batang Toru, Rempang, Kalimantan, hingga pesisir timur Sumatera memperlihatkan pola yang berulang. Masyarakat hadir membawa sejarah penguasaan turun-temurun. Negara hadir dengan peta dan regulasi. Perusahaan datang dengan izin usaha.<br><br>Ketika ketiganya bertemu, pihak yang paling sering kalah justru masyarakat yang paling lama hidup di atas tanah tersebut.<br><br>Pada titik itu, sengketa tanah tidak lagi sekadar soal batas wilayah, melainkan soal legitimasi: siapa yang diakui oleh hukum. Sayangnya, hukum sering kali tampil sebagai instrumen administratif yang kehilangan wajah sosialnya.<br><br>Padahal Mahkamah Konstitusi telah menegaskan bahwa &quot;hak menguasai negara&quot; bukanlah hak memiliki sebagaimana pemilik privat. Negara hanyalah pemegang mandat rakyat untuk mengatur, melindungi, dan memastikan distribusi manfaat sumber daya alam sebesar-besarnya demi kesejahteraan rakyat.<br><br>Karena itu, pembangunan dan investasi seharusnya tidak boleh mengorbankan keadilan agraria. Pertumbuhan ekonomi tanpa perlindungan hak rakyat hanya akan memperbesar ketimpangan sosial. Legalitas tanpa legitimasi rakyat hanya akan melahirkan konflik berkepanjangan.<br><br>Pertanyaan akhirnya sangat sederhana, namun mendasar: tanah Indonesia ini sebenarnya untuk siapa?<br><br>Untuk rakyat yang hidup turun-temurun di atasnya? Untuk negara sebagai pemegang mandat konstitusi? Atau justru untuk pasar yang hadir melalui izin dan konsesi?<br><br>Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan masa depan republik ini. Sebab ketika rakyat mulai merasa asing di atas tanahnya sendiri, maka yang sedang terancam bukan hanya hak atas tanah, tetapi juga kedaulatan rakyat itu sendiri.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_1786_Tanah-Indonesia-untuk-Siapa-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65856/tanah-indonesia-untuk-siapa/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">HIPKA Sumut Gelar Qurban di Pesantren Usman Syarif, Perkuat Kepedulian Sosial dan Solidaritas</guid>
            <pubDate>Fri, 29 May 2026 10:40:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[HIPKA Sumut Gelar Qurban di Pesantren Usman Syarif, Perkuat Kepedulian Sosial dan Solidaritas]]></title>
            <description><![CDATA[HIPKA Sumut Gelar Qurban di Pesantren Usman Syarif, Perkuat Kepedulian Sosial dan Solidaritas]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MEDAN &ndash; Badan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (BPW HIPKA Sumut) menggelar kegiatan qurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dengan mengusung tema &quot;Berqurban, Berbagi dan Peduli untuk Ketakwaan dan Kebaikan&quot; di Pesantren Usman Syarif, Jalan Karya Baru No.7, Medan Sunggal, Jumat (29/05/2026).<br>Ketua BPW HIPKA Sumut, Anggi Rhaditya Lubis mengatakan, pelaksanaan qurban tersebut menjadi momentum untuk mempererat solidaritas antar pengurus sekaligus bentuk kontribusi nyata organisasi kepada masyarakat.<br>&quot;Melalui momentum Idul Adha ini, HIPKA Sumut melaksanakan qurban sebagai wujud kepedulian sosial serta memperkuat kebersamaan antar pengurus dan masyarakat,&quot; ujar Anggi Rhaditya Lubis didampingi Aja Syahri, Erwinsyah Lubis, OK Dedek, Sayuti, Andi Wiliandi, Ismail Marzuki, Romi Pasaribu dan Rahmat S.<br>Menurutnya, kegiatan qurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah semata, tetapi juga sarana menumbuhkan nilai keikhlasan, ketakwaan serta semangat berbagi kepada sesama, khususnya bagi para santri dan masyarakat sekitar pesantren.<br>&quot;Kami berharap qurban ini bermanfaat bagi peserta didik, warga sekitar pesantren, keluarga besar HIPKA serta meningkatkan keikhlasan dan ketakwaan kita semua kepada Allah SWT,&quot; tambahnya.<br>Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian aksi sosial BPW HIPKA Sumut pasca bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan Aceh beberapa waktu lalu.<br>BPW HIPKA Sumut berharap kegiatan qurban itu dapat menjadi inspirasi bagi berbagai kalangan untuk terus menumbuhkan nilai kepedulian sosial, kebersamaan dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.<br>Sementara itu, Ketua Yayasan Pesantren Usman Syarif, Syafril Agus Dalimunthe menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada HIPKA Sumut yang telah melaksanakan kegiatan qurban di lingkungan pesantren.<br>&quot;Kami mengucapkan terima kasih kepada HIPKA Sumut. Semoga pelaksanaan qurban di pesantren ini dapat meningkatkan ketakwaan dan membawa manfaat bagi siswa, masyarakat serta seluruh pihak yang terlibat,&quot; ujar Syafril Agus Dalimunthe.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_2207_HIPKA-Sumut-Gelar-Qurban-di-Pesantren-Usman-Syarif--Perkuat-Kepedulian-Sosial-dan-Solidaritas.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65855/hipka-sumut-gelar-qurban-di-pesantren-usman-syarif-perkuat-kepedulian-sosial-dan-solidaritas/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">JAM PMII: Dugaan Kutipan Qurban ASN di Labura Harus Diusut, Jangan Jadikan Idul Adha Ladang Pemerasan Berkedok Ibadah*</guid>
            <pubDate>Fri, 29 May 2026 10:37:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[JAM PMII: Dugaan Kutipan Qurban ASN di Labura Harus Diusut, Jangan Jadikan Idul Adha Ladang Pemerasan Berkedok Ibadah*]]></title>
            <description><![CDATA[JAM PMII Dugaan Kutipan Qurban ASN di Labura Harus Diusut, Jangan Jadikan Idul Adha Ladang Pemerasan Berkedok Ibadah]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Jakarta &mdash; Kordinator Nasional Jaringan Alumni Muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (JAM PMII), Hasan Basyri Simanjuntak, melontarkan kritik keras terhadap dugaan praktik kutipan uang qurban terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) yang nilainya disebut mencapai Rp3,5 juta per orang. Ia menilai praktik tersebut bukan lagi sekadar persoalan internal birokrasi, melainkan dugaan penyalahgunaan kekuasaan yang mencederai nilai suci Idul Adha.<br><br>Pernyataan itu disampaikan Hasan Basyri setelah pihaknya menerima sejumlah pengaduan dari ASN di Labura yang mengaku telah menyetor uang qurban dalam jumlah besar, namun tidak pernah menerima daging qurban dan bahkan tidak mengetahui secara pasti di mana hewan qurban tersebut disembelih.<br><br>Kondisi itu dinilai sangat janggal dan memunculkan dugaan adanya praktik kutipan terstruktur berkedok kegiatan keagamaan.<br>&quot;Ini bukan lagi soal qurban semata. Kalau ASN diminta setor jutaan rupiah tetapi qurbannya tidak jelas, dagingnya tidak ada, lokasi penyembelihannya pun tidak diketahui, maka publik berhak curiga. Jangan sampai ibadah dijadikan tameng untuk melakukan kutipan yang diduga sarat tekanan dan kepentingan tertentu,&quot; tegas Hasan Basyri di Jakarta.<br><br>Menurut Hasan, qurban seharusnya menjadi simbol keikhlasan, solidaritas sosial, dan pengabdian kepada Tuhan. Namun apabila dalam praktiknya justru muncul tekanan terhadap ASN untuk menyetor uang demi menjaga loyalitas atau posisi di lingkungan birokrasi, maka hal tersebut sudah masuk kategori dugaan penyalahgunaan wewenang dan tindakan semena-mena dalam pemerintahan.<br><br>Ia menegaskan, praktik semacam itu bertentangan dengan semangat pemerintahan yang bersih dan berintegritas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, khususnya terkait larangan penyalahgunaan wewenang, mencampuradukkan kewenangan, dan tindakan sewenang-wenang yang merugikan aparatur maupun masyarakat.<br><br>Hasan yang juga merupakan putra daerah Labura mengaku prihatin mendengar berbagai cerita yang berkembang di internal pemerintahan daerah. Ia menyebut dugaan kutipan qurban terhadap ASN bukan lagi menjadi rahasia umum, namun banyak pihak memilih diam karena takut terhadap tekanan jabatan maupun konsekuensi birokrasi yang dapat mengganggu karier mereka.<br><br>&quot;Sangat miris jika ASN diposisikan seperti objek kutipan berkedok loyalitas. Negara tidak boleh membiarkan aparatur sipil hidup dalam ketakutan hanya karena menolak praktik yang mereka anggap tidak benar. Idul Adha jangan diubah menjadi momentum tekanan birokrasi yang merusak moral pemerintahan,&quot; ujarnya.<br><br>JAM PMII juga mendesak Aparat Penegak Hukum, baik Kepolisian maupun Kejaksaan, segera turun tangan untuk menelusuri dugaan aliran dana qurban tersebut. Hasan meminta seluruh pihak yang diduga terlibat, mulai dari koordinator pengumpulan hingga pihak yang menikmati aliran dana, dipanggil dan diperiksa secara terbuka agar tidak menimbulkan kecurigaan publik yang lebih luas.<br><br>&quot;APH jangan diam dan pura-pura tidak mendengar jeritan ASN. Telusuri siapa yang memerintahkan kutipan Rp3,5 juta itu, berapa jumlah ASN yang dipungut, ke mana uangnya mengalir, serta bagaimana mekanisme penggunaan dana tersebut. Jangan sampai qurban berubah menjadi ladang bancakan oknum birokrasi yang memanfaatkan ketakutan bawahan,&quot; katanya.<br><br>Sebagai bentuk keberpihakan terhadap ASN, JAM PMII juga membuka posko pengaduan bagi pegawai yang merasa menjadi korban dugaan kutipan tersebut. Hasan memastikan pihaknya siap mengawal seluruh laporan hingga ke tingkat nasional apabila di daerah persoalan ini diduga sengaja ditutup-tutupi. &quot;Jangan jadikan ASN sapi perah kekuasaan dan jangan kotori Idul Adha dengan praktik yang mencederai agama serta rasa keadilan masyarakat. <br><br>Jika benar ada pihak yang memanfaatkan momentum qurban untuk kepentingan tertentu, maka itu bukan hanya melukai ASN, tetapi juga mempermalukan marwah pemerintahan dan nilai-nilai keislaman itu sendiri,&quot; tutup Hasan Basyri Simanjuntak.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_2190_JAM-PMII--Dugaan-Kutipan-Qurban-ASN-di-Labura-Harus-Diusut--Jangan-Jadikan-Idul-Adha-Ladang-Pemerasan-Berkedok-Ibadah-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65854/jam-pmii-dugaan-kutipan-qurban-asn-di-labura-harus-diusut-jangan-jadikan-idul-adha-ladang-pemerasan-berkedok-ibadah/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Soal Perjalanan ke Luar Negeri, Gerindra: Prabowo Jaga Keseimbangan Geopolitik</guid>
            <pubDate>Fri, 29 May 2026 10:33:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Soal Perjalanan ke Luar Negeri, Gerindra: Prabowo Jaga Keseimbangan Geopolitik]]></title>
            <description><![CDATA[Soal Perjalanan ke Luar Negeri, Gerindra Prabowo Jaga Keseimbangan Geopolitik]]></description>
            <content><![CDATA[Soal Perjalanan ke Luar <a href="https://www.halomedan.com/tag/negeri/" target="_blank">Negeri</a>, Gerindra: Prabowo Jaga Keseimbangan Geopolitik<br><br><br>Jakarta - Juru bicara (jubir) Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyebut bila penilaian perjalanan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri sebagai pemborosan anggaran merupakan bentuk cara pandang parsial dari pihak tertentu.<br><br>Dia menjelaskan kunjungan Prabowo itu adalah strategi Kepala Negara dalam memperkuat hubungan diplomatik Indonesia dengan negara sahabat. Misalnya, dalam mengonversi keunggulan komoditas nikel hingga posisi geopolitik Indonesia di kancah internasional.<br><br>"Indonesia tidak sekadar berkunjung. Pak Prabowo sedang mengonversi keunggulan komoditas nikel dan posisi geopolitik kita menjadi investasi nyata dan benteng keamanan sebelum jendela peluang global ini tertutup," kata Sugiat dalam keterangannya, Jakarta, Kamis, 28 Mei 2026.<br><br>Sugiat menjelaskan paradigma politik luar negeri bebas-aktif Presiden Prabowo adalah diplomasi ofensif, yaitu sebuah strategi membangun hubungan luar negeri yang proaktif dalam memperjuangkan kepentingan nasional.<br><br>Dia mengatakan diplomasi ofensif  dijalankan dalam merespons serta mengantisipasi krisis. Artinya, kata dia, Presiden prabowo mengambil inisiatif untuk menetapkan agenda, membangun aliansi, dan memberikan tekanan strategis agar negosiasi berjalan sesuai tujuannya.<br><br>"Prabowo melangkah lebih awal sebelum didikte oleh negara lain. Dia mengambil posisi tegas dalam menyatakan kedaulatan, posisi politik, dan membela warga negaranya dengan terukur," katanya.<br><br>Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI ini menuturkan ada 3 negara Eropa yang dikunjungi oleh Presiden Prabowo di Akhir Mei 2026 ini, yaitu Prancis, Austria, dan Hungaria. Ketiga Negara ini memiliki posisi strategis yang dibutuhkan Indonesia.<br><br>Sugiat mengungkapkan bila Prancis punya kekuatan militer dan teknologi terbesar di Eropa Barat yang tidak menjual sistem persenjataan canggih atau memberikan komitmen strategis hanya karena pembeli memiliki uang.<br><br>"Kedekatan politik yang dibangun bertahap melalui kunjungan berulang adalah syarat mutlak dalam bekerja sama dengan Macron," katanya.<br><br>Sementara itu, Austria merupakan gerbang industri manufaktur presisi Eropa Tengah. Menurutnya, industri utamanya berpusat pada mesin, otomotif, pengolahan logam, bahan kimia, dan makanan/minuman.<br><br>Sedangkan Hungaria adalah pusat agresif pembangunan gigafactory baterai EV di Uni Eropa (tempat berkumpulnya raksasa seperti Samsung SDI dan CATL). Dia menyebut masuk ke Hungaria berarti mengunci posisi Indonesia dalam rantai pasok baterai masa depan Eropa dari pintu yang paling terbuka.<br><br>Legislator asal Dapil Sumatra Utara (Sumut) III itu menekankan bila Indonesia menguasai 65 persen nikel dunia. Sementara Eropa (melalui gigafabrik di Hungaria/Budapest dan teknologi Austria/Wina) sangat butuh nikel Indonesia.<br><br>"Pak Prabowo datang ke sana bukan sebagai peminta-minta bantuan, tetapi sebagai pemilik komoditas strategis yang menentukan masa depan industri otomotif dunia," katanya.<br><br>Sugiat mengungkapkan dunia saat ini sedang bertransisi ke kendaraan listrik. Namun, Indonesia punya waktu terbatas sebelum teknologi baterai bergeser ke bahan non-nikel.<br><br>Untuk itu, dia mengatakan bila Presiden Prabowo bergerak cepat secara maraton (Paris-Wina-Budapest) dalam satu bulan untuk mengunci investasi hilirisasi ini sebelum jendela peluangnya tertutup. Menunda perjalanan berarti kehilangan momentum emas.<br><br>Tak hanya itu, Sugiat menerangkan sebuah negara tidak bisa mendikte dunia jika militernya lemah. Kunjungan berulang ke Paris adalah cara Prabowo membangun trust tingkat tinggi dengan Presiden Macron agar Indonesia diberi akses teknologi militer yang tidak sembarang negara bisa beli.<br><br>Oleh karena itu, Sugiat kembali menegaskan bila penilaian perjalanan Presiden hanya dari ongkos tiket pesawat adalah cara berpikir yang tidak sebanding. Nilai transfer teknologi pertahanan, pengamanan kedaulatan di Laut Natuna Utara, dan posisi tawar Indonwsia sebagai kekuatan regional jauh lebih besar dari sekadar biaya operasional perjalanan.<br><br>"Kunjungan ke Prancis ini bukti nyata politik Bebas-Aktif yang berwibawa. Indonesia tidak mengekor ke Amerika, tidak tunduk ke China, dan tidak takut pada tekanan NATO saat berhubungan dengan Rusia demi mengamankan pasokan minyak dan LPG murah untuk rakyat," katanya.<br><br>"Pak Prabowo sedang mempraktikkan hedging (keseimbangan geopolitik) tingkat tinggi agar Indonesia tidak bisa diabaikan oleh kekuatan dunia mana pun," timpalnya.<br><br>Dia menyatakan Presiden Prabowo saat ini tidak sedang melakukan diplomasi seremonial atau sekadar tanda tangan di atas kertas. Kepala Negara sedang bertarung di panggung dunia untuk menaikkan kelas Indonesia dari negara berkembang menjadi kekuatan global yang mandiri secara ekonomi dan tangguh secara militer.<br><br>"Indonesia sedang dipimpin oleh seorang Patriot yang tahu persis bagaimana cara memenangkan kepentingan nasional di luar negeri. Menilai keberhasilan diplomasi internasional dari hasil beberapa minggu atau bulan adalah cara berpikir yang tidak logis," katanya.<br><br>Menutup pernyataannya, Sugiat mengatakan komitmen, transfer teknologi, dan investasi yang dikunci di Paris, Wina, dan Budapest adalah fondasi jangka panjang yang hasilnya baru akan terlihat nyata dalam hitungan tahun ke depan.<br><br>"Pak Prabowo adalah seorang negarawan. Negarawan memberikan apa yang dapat diberikan kepada negara, sedangkan politisi mencari apa yang bisa diperoleh dari negara," tegasnya.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_8566_Soal-Perjalanan-ke-Luar-Negeri--Gerindra--Prabowo-Jaga-Keseimbangan-Geopolitik.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65853/soal-perjalanan-ke-luar-negeri-gerindra-prabowo-jaga-keseimbangan-geopolitik/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">IKBM Medan Potong 8 Ekor Lembu Kurban, H Ahmad Arif: Momentum Perkuat Kebersamaan</guid>
            <pubDate>Thu, 28 May 2026 21:51:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[IKBM Medan Potong 8 Ekor Lembu Kurban, H Ahmad Arif: Momentum Perkuat Kebersamaan]]></title>
            <description><![CDATA[HALOMEDAN &ndash Ikatan Keluarga Bayur Medan (IKBM) kembali melaksanakan penyembelihan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hi]]></description>
            <content><![CDATA[HALOMEDAN &ndash; Ikatan Keluarga Bayur Medan (IKBM) kembali melaksanakan penyembelihan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Tahun ini, sebanyak 8 ekor lembu dikurbankan dan dibagikan kepada masyarakat serta anggota keluarga besar IKBM.</p><br>Kegiatan pemotongan hewan kurban tersebut berlangsung dengan penuh kebersamaan dan semangat gotong royong. Ketua IKBM, H Ahmad Arif, mengatakan bahwa ibadah kurban bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga Bayur di Medan.</p><br>&quot;Alhamdulillah, tahun ini IKBM kembali dipercaya untuk melaksanakan pemotongan 8 ekor lembu kurban. Semoga membawa berkah dan semakin memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat,&quot; ujar H Ahmad Arif pada pers Kamis 28 Mei 2026</p><br>Menurutnya, daging kurban nantinya akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, kaum dhuafa, dan anggota IKBM sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi di Hari Raya Iduladha.</p><br>Suasana pelaksanaan kurban tampak berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan. Sejumlah pengurus dan warga turut bergotong royong membantu proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban.</p><br>Kegiatan tahunan ini menjadi salah satu agenda rutin IKBM dalam menjaga tradisi kebersamaan sekaligus meningkatkan nilai-nilai sosial dan keagamaan di tengah masyarakat Kota Medan.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_7342_IKBM-Medan-Potong-8-Ekor-Lembu-Kurban--H-Ahmad-Arif--Momentum-Perkuat-Kebersamaan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/kota/65852/ikbm-medan-potong-8-ekor-lembu-kurban-h-ahmad-arif-momentum-perkuat-kebersamaan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">&quot;Pasca Banjir Kami Sangat Terbantu,&rdquo; Warga Aceh Tamiang Haru Terima Daging Kurban dari PP Sumut</guid>
            <pubDate>Thu, 28 May 2026 21:33:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA["Pasca Banjir Kami Sangat Terbantu,” Warga Aceh Tamiang Haru Terima Daging Kurban dari PP Sumut]]></title>
            <description><![CDATA[ACEH TAMIANG, HALOMEDAN.COM Wajahwajah haru terlihat dari masyarakat korban banjir di Aceh Tamiang saat menerima pembagian daging kurban da]]></description>
            <content><![CDATA[ACEH TAMIANG, HALOMEDAN.COM</p> Wajah-wajah haru terlihat dari masyarakat korban banjir di Aceh Tamiang saat menerima pembagian daging kurban dari Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumatera Utara, Kamis (28/5/2026).</p><br>Di tengah kondisi ekonomi warga yang belum sepenuhnya pulih pasca banjir, bantuan hewan kurban tersebut menjadi penguat semangat sekaligus bentuk kepedulian yang sangat dirasakan masyarakat.</p><br>Sebanyak 8 ekor sapi kurban disembelih MPW PP Sumut yang diketuai dr H Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck. Penyembelihan dilakukan di Desa Durian, Kecamatan Rantau Panjang, Aceh Tamiang, sebelum daging dibagikan kepada warga terdampak banjir di sejumlah desa.</p><br>&quot;Alhamdulillah, pasca banjir ini terasa sedikit terobati dengan kepedulian kader Pemuda Pancasila melalui pemberian daging kurban. Semoga Bapak Ijeck diberikan kesehatan dan dimudahkan segala urusannya,&quot; ujar salah seorang warga dengan mata berkaca-kaca.</p><br>Tidak hanya menyerahkan bantuan, para kader Pemuda Pancasila Sumut juga turun langsung menyapa dan membantu warga dalam proses distribusi daging kurban. Kebersamaan itu membuat masyarakat merasa tidak sendiri menghadapi masa sulit pasca bencana.</p><br>Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua MPW PP Sumut H Taufik Edi, Sekwil H Ikbal Hanafi Hasibuan, Hikmet, Muslih, Zainuddin, Dedy Armaya, Irwan Gamal, serta kader lainnya yang bersama-sama menembus sejumlah desa demi memastikan bantuan sampai kepada warga.</p><br>Di hadapan masyarakat, Musa Rajekshah berharap pelaksanaan kurban tersebut dapat membawa manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat Aceh Tamiang.</p><br>&quot;Semoga pelaksanaan ini berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana. Dan kami sekali lagi berterima kasih kepada seluruh jajaran panitia kurban yang bekerja dengan sepenuh hati,&quot; kata Musa Rajekshah.</p><br>Sementara itu, Wakil Ketua MPW PP Sumut H Taufik Edi mengatakan masyarakat korban banjir membutuhkan perhatian dan dukungan dari semua pihak.</p><br>&quot;Masyarakat Aceh ini pasca banjir membutuhkan uluran tangan kita semua. Jadi pembagian hewan kurban ini setidaknya bisa sedikit meringankan dan melegakan keluarga warga terdampak,&quot; ujarnya.</p><br>Adapun pembagian daging kurban dilakukan di Desa Lubuk Sidup sebanyak 167 bungkus/KK, Desa Batang Ara 169 bungkus/KK, Desa Tanjung Gelumpang 217 bungkus/KK, dan Desa Blang Kandis 82 bungkus/KK.</p><br>Bagi warga Aceh Tamiang, bantuan itu bukan sekadar daging kurban. Kehadiran dan perhatian yang diberikan menjadi pengobat di tengah trauma dan kesulitan yang masih mereka rasakan pasca banjir melanda daerah tersebut.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_3422_-quot-Pasca-Banjir-Kami-Sangat-Terbantu--rdquo--Warga-Aceh-Tamiang-Haru-Terima-Daging-Kurban-dari-PP-Sumut.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65851/quotpasca-banjir-kami-sangat-terbanturdquo-warga-aceh-tamiang-haru-terima-daging-kurban-dari-pp-sumut/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>