<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.halomedan.com/</link>
        <description>Halo Medan | Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Tue, 11 Aug 2026 17:47:02 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rico Waas dan Zakiyuddin: 17 Bulan Memimpin, Publik Menanti Bukti Bukan Sekadar Janji</guid>
            <pubDate>Tue, 11 Aug 2026 15:07:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rico Waas dan Zakiyuddin: 17 Bulan Memimpin, Publik Menanti Bukti Bukan Sekadar Janji]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN  Halomedan.comPerjalanan kepemimpinan duet Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap tela]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN | Halomedan.com</p>Perjalanan kepemimpinan duet Wali Kota Medan <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap telah memasuki 17 bulan. Meski masih terus berbenah, pemerintahan keduanya mulai memperlihatkan warna kepemimpinan yang semakin jelas.</p><a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas, yang dikenal sebagai kader Partai NasDem, terlihat aktif dan bersemangat menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah. Begitu pula Zakiyuddin Harahap kader partai Gerindra yang terus menunjukkan semangat pengabdian, meski kondisi kesehatannya masih membutuhkan perhatian dan perawatan.</p>Kepemimpinan keduanya sejauh ini bukan hanya ditandai penghargaan dan capaian administratif. Pemerintahan <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a>-Zakiyuddin juga mulai memperlihatkan keberanian melakukan evaluasi terhadap aparatur pemerintahan yang dinilai bermasalah.</p><br>Teranyar, Camat Medan Timur Fernanda dibebastugaskan sementara mulai Senin, 10 Agustus 2026. Sebelumnya, Pemko Medan juga mengambil langkah administratif terhadap Lurah Aur serta melakukan pemeriksaan terhadap Lurah Paya Pasir, Syerly.</p><br>Langkah tersebut menunjukkan bahwa <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas tidak ingin persoalan birokrasi dibiarkan berlarut-larut. Namun, publik kini menunggu langkah berikutnya. Jika wali kota sudah berani mengevaluasi camat dan lurah, apakah <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas juga berani mengevaluasi kepala dinas yang kinerjanya dinilai belum mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat?</p>Sebab, persoalan Kota Medan tidak berhenti di tingkat kelurahan dan kecamatan. Masih banyak pekerjaan rumah besar yang berada langsung di bawah kendali kepala perangkat daerah.</p>WTP Keenam Bukan Semata Prestasi Pribadi<br>Pemerintah Kota Medan berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Opini tersebut menjadi WTP keenam secara berturut-turut. Capaian ini patut diapresiasi. Namun, harus ditempatkan secara proporsional.<br>Enam WTP tersebut bukan seluruhnya merupakan hasil pemerintahan <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas karena sebagian besar diraih sebelum dirinya menjabat.</p>Yang patut dicatat dari pemerintahan <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> adalah kemampuannya mempertahankan opini WTP atas LKPD 2025. Ini menunjukkan kesinambungan pengelolaan keuangan daerah tetap terjaga.<br>Tetapi WTP juga bukan berarti seluruh persoalan pemerintahan telah selesai.Opini audit terhadap laporan keuangan tidak otomatis menggambarkan bahwa seluruh pelayanan publik sudah berjalan sempurna.</p><a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Mulai Menunjukkan Ketegasan</p>Kasus aparatur menjadi salah satu warna yang cukup menonjol dalam 17 bulan pemerintahan <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas dan Zakiyuddin. Dalam kasus Lurah Paya Pasir, Syerly, <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> memilih menyerahkan persoalan kepada Inspektorat untuk diperiksa setelah video percakapan yang melibatkan lurah tersebut viral.</p>Langkah itu patut diapresiasi karena kepala daerah tidak langsung menjatuhkan hukuman hanya berdasarkan tekanan media sosial. Pemeriksaan dilakukan terlebih dahulu. Begitu juga dengan kasus Lurah Aur yang dinonaktifkan sementara setelah adanya audit khusus Inspektorat terkait dugaan pungutan di luar ketentuan.</p>Kemudian, giliran Camat Medan Timur Fernanda yang dibebastugaskan sementara berkaitan dengan hasil audit khusus Inspektorat mengenai dugaan penyalahgunaan wewenang dalam proses penempatan jabatan.</p>Perlu ditegaskan, pembebastugasan sementara bukan berarti seseorang telah terbukti melakukan tindak pidana. Proses pemeriksaan tetap harus berjalan sesuai aturan dan asas praduga tak bersalah. Namun secara administratif, langkah <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> memberikan pesan bahwa jabatan bukan jaminan seseorang kebal dari evaluasi.</p>Kini Bola Ada di Tangan Kepala Dinas</p>Setelah menunjukkan keberanian di level camat dan lurah, publik tentu berharap ketegasan yang sama diterapkan kepada seluruh jajaran kepala dinas.<br>Sebab masih banyak persoalan yang dirasakan masyarakat.</p>Salah satunya adalah parkir, penataan parkir di Kota Medan sampai sekarang masih menjadi pekerjaan rumah. Persoalannya bukan hanya kendaraan yang berhenti di badan jalan.lebih jauh, pemerintah harus memastikan sistem retribusi berjalan transparan dan potensi kebocoran dapat ditekan. Jangan sampai masyarakat membayar, tetapi penerimaan daerah tidak maksimal.</p>Kalau ada perubahan tarif atau mekanisme pembayaran, sosialisasi kepada masyarakat juga harus diperkuat. Jangan sampai muncul kebingungan di lapangan mengenai tarif resmi, bukti pembayaran maupun mekanisme pengaduan.<br>Retribusi Parkir Jangan Sampai Bocor<br><a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas perlu memberikan perhatian khusus terhadap sektor parkir.</p>Parkir merupakan salah satu wajah pelayanan pemerintah yang paling sering bersentuhan langsung dengan masyarakat. Jika sistemnya tertib, tarif jelas dan penerimaan masuk ke kas daerah secara optimal, masyarakat akan melihat manfaatnya.<br>Sebaliknya, jika masih terjadi kebocoran atau ketidakjelasan di lapangan, yang dirugikan bukan hanya masyarakat, tetapi juga Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan.</p>Karena itu, evaluasi terhadap pejabat yang menangani parkir perlu dilakukan secara terukur.<br>Berapa targetnya? berapa realisasinya? Berapa titik parkir yang sudah tertata? Berapa penerimaan yang masuk? Dan berapa potensi kebocoran yang berhasil ditutup?</p>Publik berhak mendapatkan jawaban yang jelas.<br>PBG Harus Dibuktikan, Bukan Sekadar Dievaluasi<br>Persetujuan Bangunan Gedung atau PBG juga menjadi salah satu ujian pelayanan publik Pemko Medan. Pemerintah memang telah melakukan evaluasi terhadap pelayanan PBG. Namun publik tentu ingin melihat hasil akhirnya.</p>Apakah proses pengurusan benar-benar semakin cepat? apakah tahapan birokrasi sudah dipangkas?<br>Apakah masyarakat tidak lagi menghadapi pelayanan yang berbelit? Dan yang paling penting, apakah celah pungutan liar benar-benar sudah ditutup?</p>Dinas Perkimcikataru di bawah Kepala Dinas John Ester Lase sebelumnya juga menjadi sorotan terkait sejumlah persoalan pengelolaan program dan PAD.</p>Media Sumut24.co sebelumnya memberitakan adanya kritik terhadap pengelolaan aset, target PAD serta peringatan Pemko terkait potensi kebocoran perizinan bangunan. Karena itu, <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> tidak cukup hanya meminta evaluasi. Masyarakat membutuhkan hasil. Pajak Restoran, BPHTB dan PAD Harus Dikebut<br>Sektor penerimaan daerah juga harus menjadi perhatian. Pajak restoran, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta sumber PAD lainnya harus diperkuat. Bukan semata-mata dengan menaikkan beban masyarakat dan pelaku usaha, tetapi dengan memperbaiki sistem pendataan, pengawasan, digitalisasi pembayaran dan menutup celah kebocoran.</p>Pemerintah harus mampu menjawab satu pertanyaan sederhana, berapa potensi PAD yang sebenarnya bisa diterima Kota Medan dan berapa yang selama ini belum tertagih secara optimal?<br>Di sinilah kepala dinas diuji.</p>Bukan hanya pintar membuat program, tetapi mampu menghasilkan angka dan pelayanan yang nyata.<br>Penebangan Pohon untuk Infrastruktur Harus Transparan Persoalan lain yang juga perlu diperhatikan adalah penebangan pohon dalam pembangunan infrastruktur, termasuk yang berkaitan dengan proyek rapid transit bus. Pembangunan transportasi massal tentu penting bagi Kota Medan.<br>Tetapi pembangunan juga harus berjalan seimbang dengan perlindungan lingkungan.</p>Masyarakat berhak mengetahui pohon mana yang ditebang, berapa jumlahnya, apa alasan teknisnya dan bagaimana skema penggantian atau penanaman kembali dilakukan. Jangan sampai pembangunan transportasi yang bertujuan memperbaiki kualitas kota justru menimbulkan persoalan lingkungan baru.<br>Transparansi menjadi kunci.</p>Stadion Teladan: Pemko Melanjutkan, Bukan Mengklaim Memulai</p>Revitalisasi Stadion Teladan juga menjadi salah satu proyek besar yang berada dalam radar pemerintahan Kota Medan. Namun proyek tersebut harus dilihat secara proporsional. Revitalisasi Stadion Teladan bukan dimulai pada masa <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas. Program tersebut merupakan kelanjutan dari pemerintahan sebelumnya. Karena itu, tepat jika seluruh proyek pemerintah dilihat sebagai kesinambungan pembangunan Kota Medan, bukan semata-mata klaim satu periode pemerintahan.</p>Meski demikian, <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas dan Zakiyuddin tetap memiliki tanggung jawab memastikan proyek berjalan dan selesai dengan baik. Inilah salah satu ukuran kepemimpinan: mampu melanjutkan pekerjaan yang sudah dimulai pendahulunya dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.</p><br>Medan Tampil di Panggung Nasional</p>Di sisi lain, Medan berhasil menjadi tuan rumah Rakernas XVIII APEKSI 2026. Kegiatan tersebut membawa Medan menjadi pusat perhatian pemerintah kota dari berbagai daerah di Indonesia.<br>Ini merupakan peluang bagi Medan untuk memperkenalkan UMKM, kuliner, budaya, pariwisata dan potensi investasi.</p>Namun sukses menjadi tuan rumah harus diikuti dampak ekonomi dan kebijakan yang berkelanjutan.<br>Jangan sampai kegiatan besar hanya ramai ketika acara berlangsung, kemudian hilang tanpa meninggalkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.</p>Investasi Rp14,5 Triliun Harus Terasa di Masyarakat<br>Realisasi investasi Kota Medan pada 2025 mencapai sekitar Rp14,5 triliun. Angka ini patut diapresiasi karena melampaui target yang ditetapkan.<br>Tetapi angka investasi tidak boleh berhenti menjadi statistik.</p>Pemko harus memastikan investasi tersebut menghasilkan lapangan pekerjaan, menggerakkan UMKM dan memberikan multiplier effect kepada masyarakat. Sebab keberhasilan investasi bukan hanya soal berapa rupiah yang masuk.</p><a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Jangan Takut Evaluasi Kepala Dinas</p>Di sinilah pesan paling penting untuk <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas dan pasangannya, Zakiyuddin. Jangan hanya berani mengevaluasi lurah dan camat. Kalau memang ada kepala dinas yang tidak mampu memenuhi target dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, evaluasi harus dilakukan.</p>Publik Tidak Butuh Panggung, Publik Butuh Bukti<br>Pada akhirnya, 17 bulan pemerintahan <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas tidak boleh hanya menjadi panggung untuk memuji.<br>Tetapi juga bukan ruang untuk menjatuhkan.<br>Semua harus dinilai berdasarkan fakta dan hasil.<br>WTP bukan berarti semua masalah selesai.</p>Publik membutuhkan bukti, dan di titik inilah <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas benar-benar akan diuji, apakah keberaniannya menata birokrasi mampu menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat Kota Medan.</p>(Penuli: Rianto, SH, MH (Anto Genk) __ Wartawan Senior Tinggal di Medan )</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_3568_Rico-Waas-dan-Zakiyuddin--17-Bulan-Memimpin--Publik-Menanti-Bukti-Bukan-Sekadar-Janji.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66513/rico-waas-dan-zakiyuddin-17-bulan-memimpin-publik-menanti-bukti-bukan-sekadar-janji/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">APRC 2026 di Simalungun Berakhir, Bupati Anton: Buka Ruang Event Nasional dan Internasional</guid>
            <pubDate>Tue, 11 Aug 2026 14:28:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[APRC 2026 di Simalungun Berakhir, Bupati Anton: Buka Ruang Event Nasional dan Internasional]]></title>
            <description><![CDATA[APRC 2026 di Simalungun Berakhir, Bupati Anton Buka Ruang Event Nasional dan Internasional]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>SIMALUNGUN | Ajang Asia Pacific Rally Championship (APRC) 2026 Putaran III yang berlangsung di kawasan Tobasari, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, resmi berakhir. Pelaksanaan event reli bertaraf internasional tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih.<br>Anton menyampaikan apresiasi kepada seluruh pereli, panitia penyelenggara, serta masyarakat yang telah ikut menjaga jalannya kompetisi sehingga berlangsung aman, tertib dan sportif.<br><br>Dalam ajang tersebut, pasangan Musa Rajekshah&ndash;Hervian Soejono berhasil keluar sebagai juara. Posisi kedua ditempati Ryan Nirwan&ndash;Adi Indiarto, sedangkan posisi ketiga diraih M. Kholilul Rahman&ndash;Tri Arjuna.<br>&quot;Selamat kepada Musa Rajekshah dan Hervian Soejono yang berhasil menjadi juara, disusul Ryan Nirwan&ndash;Adi Indiarto di posisi kedua dan M. Kholilul Rahman&ndash;Tri Arjuna di posisi ketiga,&quot; ujar Anton.<br><br>Menurut Anton, kehadiran APRC di Simalungun memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar kompetisi olahraga. Event internasional tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi alam dan budaya Simalungun sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.<br><br>&quot;Bagi Simalungun, rally ini bukan hanya tentang olahraga. Kehadiran kompetisi bertaraf internasional menjadi kesempatan memperkenalkan alam dan budaya kita sekaligus menggerakkan UMKM, penginapan, dan ekonomi masyarakat,&quot; katanya.<br><br>Ia menilai, berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional dapat menjadi sarana promosi efektif bagi Simalungun. Selain meningkatkan popularitas daerah, event tersebut juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM, sektor akomodasi, kuliner, hingga usaha masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.<br>Karena itu, Pemkab Simalungun, kata Anton, akan terus membuka ruang bagi pelaksanaan event nasional maupun internasional di daerah tersebut.<br><br>&quot;Kami akan terus membuka ruang bagi event nasional dan internasional agar nama Simalungun semakin dikenal hingga mancanegara,&quot; tegasnya.<br><br>Berakhirnya APRC 2026 Putaran III di Tobasari diharapkan tidak hanya meninggalkan catatan positif dari sisi olahraga otomotif, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap promosi pariwisata serta pertumbuhan ekonomi masyarakat Simalungun.<br>(Red)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_8974_APRC-2026-di-Simalungun-Berakhir--Bupati-Anton--Buka-Ruang-Event-Nasional-dan-Internasional.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66512/aprc-2026-di-simalungun-berakhir-bupati-anton-buka-ruang-event-nasional-dan-internasional/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rico Waas Lantik Erfin Fachrur Razi Jadi Pj Sekda Medan, Tekankan Integritas dan Profesionalisme</guid>
            <pubDate>Tue, 11 Aug 2026 12:09:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rico Waas Lantik Erfin Fachrur Razi Jadi Pj Sekda Medan, Tekankan Integritas dan Profesionalisme]]></title>
            <description><![CDATA[Rico Waas Lantik Erfin Fachrur Razi Jadi Pj Sekda Medan, Tekankan Integritas dan Profesionalisme]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN  | Wali Kota Medan Rico Waas melantik dan mengambil sumpah jabatan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (<a href="https://www.halomedan.com/tag/sekda/" target="_blank">Sekda</a>) Kota Medan, Erfin Fachrur Razi, S.STP., M.Si.<br><br>Pelantikan tersebut menandai dipercayakannya amanah baru kepada Erfin Fachrur Razi untuk membantu Wali Kota Medan dalam menjalankan roda pemerintahan serta memastikan penyelenggaraan administrasi pemerintahan berjalan efektif.<br><br>Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas menegaskan bahwa jabatan Sekretaris Daerah merupakan amanah besar yang membutuhkan dedikasi, integritas dan profesionalisme.<br><br>"Jabatan sekretaris daerah adalah sebuah amanah besar yang menuntut dedikasi penuh, integritas tinggi, serta profesionalisme dalam tata kelola pemerintahan yang responsif dan akuntabel," ujar Rico Waas.<br><br>Ia berharap Erfin Fachrur Razi mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan dengan sebaik-baiknya, sekaligus memperkuat koordinasi antarperangkat daerah dalam mendukung program pembangunan Kota Medan.<br><br>Rico Waas juga menyampaikan ucapan selamat kepada Erfin Fachrur Razi atas pelantikan tersebut.<br>"Selamat bertugas. Mari bersama-sama mewujudkan Medan Untuk Semua," kata Rico.<br><br>Pelantikan Pj <a href="https://www.halomedan.com/tag/sekda/" target="_blank">Sekda</a> ini diharapkan semakin memperkuat kinerja Pemerintah Kota Medan dalam memberikan pelayanan publik serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif, transparan dan akuntabel.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_8007_Rico-Waas-Lantik-Erfin-Fachrur-Razi-Jadi-Pj-Sekda-Medan--Tekankan-Integritas-dan-Profesionalisme.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66511/rico-waas-lantik-erfin-fachrur-razi-jadi-pj-sekda-medan-tekankan-integritas-dan-profesionalisme/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">BAKOPAM SUMUT YAKIN BUNDA YIN MAMPU MEMBAWA WALUBI SUMUT LEBIH BAIK</guid>
            <pubDate>Tue, 11 Aug 2026 10:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[BAKOPAM SUMUT YAKIN BUNDA YIN MAMPU MEMBAWA WALUBI SUMUT LEBIH BAIK]]></title>
            <description><![CDATA[BAKOPAM SUMUT YAKIN BUNDA YIN MAMPU MEMBAWA WALUBI SUMUT LEBIH BAIK]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MEDAN &mdash; Badan Koordinasi Pemuda Muslim (BAKOPAM) Sumatera Utara menyatakan keyakinannya bahwa Meriyawaty Amelia Prasetio, akan mampu membawa Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Sumatera Utara ke arah yang lebih baik dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.<br><br>Keyakinan tersebut disampaikan Ketua BAKOPAM Sumut dengan melihat sosok Meriyawaty Amelia Prasetio, atau yang akrab disapa Bunda yin sebagai figur yang memiliki kepedulian sosial tinggi serta selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.<br><br>Ketua BAKOPAM Sumut Ibnu Hajar menilai, jiwa sosial dan kepedulian terhadap masyarakat merupakan modal penting dalam memimpin sebuah organisasi keumatan seperti WALUBI.<br><br>&quot;Bunda Yin adalah sosok yang sangat berjiwa sosial. Beliau peduli dengan masyarakat dan selama ini juga dikenal sebagai pekerja sosial. Kami melihat karakter seperti ini sangat dibutuhkan untuk membawa WALUBI Sumut semakin maju dan dekat dengan masyarakat,&quot; ujarnya.<br><br>Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya membutuhkan kemampuan organisatoris, tetapi juga kepedulian, kepekaan dan keikhlasan untuk bekerja bagi kepentingan masyarakat.<br><br>BAKOPAM Sumut berharap, di bawah kepemimpinan Meriyawaty Amelia Prasetio,<br>nantinya, WALUBI Sumut dapat semakin memperkuat peran sosial, membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat serta meningkatkan kontribusi dalam menciptakan kerukunan dan keharmonisan di Sumatera Utara.<br><br>&quot;Kami yakin Bunda Yin mampu menjalankan amanah tersebut dengan baik. Semangat sosial dan kepeduliannya kepada masyarakat menjadi kekuatan tersendiri,&quot; katanya.<br><br>BAKOPAM Sumut juga berharap seluruh elemen WALUBI Sumut dapat bersinergi dan memberikan dukungan demi terwujudnya organisasi yang semakin solid, inklusif dan hadir untuk kepentingan masyarakat.<br><br>Dengan pengalaman serta kepedulian sosial yang dimilikinya, Meriyawaty Amelia Prasetio, dinilai memiliki peluang besar untuk menghadirkan warna baru dalam perjalanan WALUBI Sumut ke depan.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_5981_BAKOPAM-SUMUT-YAKIN-BUNDA-YIN-MAMPU-MEMBAWA-WALUBI-SUMUT-LEBIH-BAIK.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66510/bakopam-sumut-yakin-bunda-yin-mampu-membawa-walubi-sumut-lebih-baik/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">*KETUM GARDA MUDA PRABOWO / GARUDA 08 SYAMSUL RIZAL : MENGAWAL PRESIDEN PRABOWO SAMA HALNYA MENGAWAL UUD 1945*</guid>
            <pubDate>Tue, 11 Aug 2026 06:01:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[*KETUM GARDA MUDA PRABOWO / GARUDA 08 SYAMSUL RIZAL : MENGAWAL PRESIDEN PRABOWO SAMA HALNYA MENGAWAL UUD 1945*]]></title>
            <description><![CDATA[KETUM GARDA MUDA PRABOWO / GARUDA 08 SYAMSUL RIZAL  MENGAWAL PRESIDEN PRABOWO SAMA HALNYA MENGAWAL UUD 1945]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Jakarta &mdash; Ketua Umum <a href="https://www.halomedan.com/tag/garda/" target="_blank">Garda</a> Muda Prabowo atau Garuda 08, Syamsul Rizal, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam koridor konstitusi, demokrasi, serta kepentingan rakyat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.<br><br>Menurut Syamsul Rizal, dukungan terhadap Presiden Prabowo bukan semata-mata persoalan politik praktis, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan kebangsaan untuk memastikan kepemimpinan nasional dapat menjalankan amanat rakyat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.<br><br>&quot;Mengawal Presiden Prabowo sama halnya dengan mengawal UUD 1945. Karena Presiden adalah pemegang amanat konstitusi dan mandat rakyat. Maka yang kami kawal bukan sekadar sosok atau figur, tetapi bagaimana pemerintahan berjalan sesuai dengan konstitusi, kepentingan rakyat, dan cita-cita bangsa,&quot; ujar Syamsul Rizal.<br><br>Syamsul Rizal menjelaskan bahwa makna mengawal pemerintahan tidak boleh dipahami sebagai sikap membenarkan seluruh kebijakan tanpa ruang evaluasi. Sebaliknya, <a href="https://www.halomedan.com/tag/garda/" target="_blank">Garda</a> Muda Prabowo atau Garuda 08 ingin mengambil posisi sebagai elemen masyarakat yang ikut memberikan dukungan sekaligus menyampaikan aspirasi secara konstruktif.<br><br>Ia menilai sebuah pemerintahan yang kuat membutuhkan dukungan masyarakat, tetapi juga membutuhkan kontrol sosial, kritik yang sehat, serta masukan dari berbagai kelompok masyarakat.<br><br>&quot;Bagi kami, mendukung pemerintah bukan berarti menutup mata terhadap persoalan yang ada. Kalau ada kebijakan yang perlu diperbaiki, tentu harus disampaikan secara baik, objektif, dan berdasarkan kepentingan masyarakat. Kritik yang konstruktif justru merupakan bagian dari demokrasi,&quot; kata Syamsul Rizal.<br><br>Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara yang menempatkan konstitusi sebagai landasan tertinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan.<br><br>Syamsul Rizal juga menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto merupakan Presiden Republik Indonesia yang memperoleh mandat melalui mekanisme konstitusional.<br><br>Karena itu, menurutnya, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan memastikan proses pembangunan nasional dapat berjalan dengan baik.<br><br>&quot;Presiden adalah simbol mandat rakyat. Ketika kita menjaga pemerintahan agar tetap berjalan sesuai konstitusi, pada saat yang sama kita sedang menjaga amanat rakyat. Inilah yang kami maksud dengan mengawal Presiden Prabowo,&quot; ujarnya.<br><br>Ia menambahkan bahwa pembangunan Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, organisasi kepemudaan, kelompok sosial, dunia usaha, akademisi, serta berbagai elemen bangsa lainnya.<br><br>Sebagai organisasi yang membawa nama <a href="https://www.halomedan.com/tag/garda/" target="_blank">Garda</a> Muda Prabowo atau Garuda 08, Syamsul Rizal menyatakan bahwa generasi muda harus mengambil peran lebih besar dalam perjalanan bangsa.<br><br>Generasi muda, menurutnya, bukan hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan nasional, tetapi harus menjadi bagian dari kekuatan yang ikut menjaga persatuan, mengawal demokrasi, serta memastikan cita-cita kemerdekaan tetap menjadi arah perjuangan bangsa.<br><br>&quot;Anak muda harus hadir. Jangan hanya berbicara tentang politik ketika ada momentum tertentu. Generasi muda harus memahami konstitusi, memahami sejarah bangsa, memahami persoalan masyarakat, dan ikut memberikan solusi,&quot; tegasnya.<br><br>Ia menyebutkan bahwa semangat tersebut harus dibangun melalui pendidikan kebangsaan, kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta partisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi.<br><br>Syamsul Rizal juga mengingatkan agar perbedaan pilihan politik tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk terpecah. Menurutnya, kontestasi politik merupakan bagian dari demokrasi, tetapi setelah proses politik selesai, seluruh elemen bangsa harus kembali menempatkan kepentingan Indonesia di atas kepentingan kelompok.<br><br>&quot;Pemilu boleh berbeda pilihan. Pandangan politik boleh berbeda. Tetapi Merah Putih kita sama, Indonesia kita sama, dan UUD 1945 kita sama. Karena itu jangan sampai perbedaan politik membuat kita kehilangan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,&quot; tuturnya.<br><br>Ia berharap seluruh masyarakat dapat menjaga suasana kebangsaan yang kondusif sehingga pemerintah dapat fokus menjalankan program pembangunan dan menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/garda/" target="_blank">Garda</a> Muda Prabowo atau Garuda 08, lanjut Syamsul Rizal, akan terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengawal berbagai agenda nasional.<br><br>Dukungan terhadap Presiden Prabowo diharapkan dapat diterjemahkan menjadi dukungan terhadap program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang peningkatan kesejahteraan, pembangunan sumber daya manusia, penguatan ekonomi nasional, pemerataan pembangunan, serta perlindungan terhadap kepentingan masyarakat.<br><br>&quot;Kami ingin dukungan itu memiliki arti. Bukan hanya dukungan dalam bentuk slogan, tetapi dukungan yang diwujudkan melalui kerja nyata, kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan ikut menjaga persatuan bangsa,&quot; jelasnya.<br><br>Ia menegaskan bahwa organisasi masyarakat dan kelompok relawan memiliki tanggung jawab untuk menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.<br><br>Dengan demikian, berbagai aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara tertib dan konstruktif sehingga dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan.<br><br>Syamsul Rizal kembali menegaskan bahwa komitmen <a href="https://www.halomedan.com/tag/garda/" target="_blank">Garda</a> Muda Prabowo atau Garuda 08 tidak terlepas dari semangat menjaga konstitusi. Baginya, UUD 1945 bukan sekadar dokumen negara, tetapi merupakan fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus dihormati dan dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.<br><br>&quot;Mengawal Presiden Prabowo sama halnya dengan mengawal UUD 1945. Artinya, kami ingin memastikan bahwa dukungan yang kami berikan tetap berada dalam bingkai konstitusi. Kami mendukung kepemimpinan nasional, tetapi pada saat yang sama kami juga menjunjung tinggi hukum, demokrasi, persatuan, dan kepentingan rakyat,&quot; tegasnya.<br><br>Menurut Syamsul Rizal, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak mudah terprovokasi, tidak mudah dipecah belah, serta mampu menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan kelompok.<br><br>Di akhir pernyataannya, Syamsul Rizal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas nasional dan mendukung pembangunan Indonesia.<br><br>Ia berharap perbedaan pandangan dapat diselesaikan melalui dialog dan mekanisme demokrasi yang sehat.<br><br>&quot;Indonesia terlalu besar untuk terus dipertentangkan. Kita membutuhkan persatuan. Kita membutuhkan kerja sama. Kita membutuhkan generasi muda yang berani mengambil tanggung jawab. Mari kita kawal pemerintahan, kawal demokrasi, kawal konstitusi, dan yang paling penting, kawal kepentingan rakyat Indonesia,&quot; pungkas Syamsul Rizal.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/garda/" target="_blank">Garda</a> Muda Prabowo atau Garuda 08, lanjutnya, akan terus berkomitmen mengambil bagian dalam menjaga persatuan bangsa serta mendukung pembangunan nasional dalam semangat Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_5841_-KETUM-GARDA-MUDA-PRABOWO---GARUDA-08-SYAMSUL-RIZAL---MENGAWAL-PRESIDEN-PRABOWO-SAMA-HALNYA-MENGAWAL-UUD-1945-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66509/ketum-garda-muda-prabowo-garuda-08-syamsul-rizal-mengawal-presiden-prabowo-sama-halnya-mengawal-uud-1945/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto Saksikan Penandatanganan MOU Antara UT dan KSPSI</guid>
            <pubDate>Mon, 10 Aug 2026 23:06:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto Saksikan Penandatanganan MOU Antara UT dan KSPSI]]></title>
            <description><![CDATA[Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto Saksikan Penandatanganan MOU Antara UT dan KSPSI]]></description>
            <content><![CDATA[Jakarta - Mengejar pendidikan tinggi rupanya juga digandrungi oleh kaum pekerja Indonesia. Hal itu ditunjukan oleh adanya MOU antara Universitas Terbuka (UT) dengan KSPSI, Senin malam 10/9/26 di Gedung Kemndiktisaintek, Senayan Jakarta.<br><br>Penandatanganan yang disaksikan langsung oleh <a href="https://www.halomedan.com/tag/mendikti/" target="_blank">Mendikti</a>saintek Prof. Brian Yuliarto itu dilakukan oleh Prof. Ali Muktiyanto mewakili UT dan Jumhur Hidayat mewakili KSPSI. Dalam MOU itu pada intinya kaum pekerja Indonesia dari Konfederasi/Federasi manapun bisa memanfaatkan kerjasama ini termasuk Rekognisi Pembelajaran Lampau yang bisa dikonversi sebagai pengakuan yang duaetarakan dengan sejumlah SKS mata kuliah.<br><br>Menurut Prof. Brian kerjasama ini adalah tindakan yang mulia karena kelak, kaum pekerja yang berpendidikan lebih tinggi bisa membawa kebaikan bukan saja untuk diri sendiri tetapi juga masyarakat sekitar termasuk yang utama adalah bagi perusahaan tempat kerjanya.<br><br>"Dengan kerjasama ini juga sangat terbuka pengalaman belajar lampau dari pekerja bisa mempercepat kelulusan, misal yang harusnya 4 tahun bisa jadi 3 tahun saja", tambah Prof. Brian<br><br>Sementara itu, saat memberi sambutan, Rektor UT Prof. Ali menjelaskan karena ini untuk pekerja yang diorganisir dengan baik maka bisa saja uang kuliahnya mendapat harga khusus.<br><br>"Nanti bisa saja pekerja yang masuk kuliah lewat program ini akan nendapat diskon khusus", kata Prof. Ali<br><br>Hadir pada acara MOU malam tadi tokoh-tokoh pekerja dari KSPSI seperti Arif Minardi, Idrus, Wiwit Widuri, Tamrin, Raslina Rasyidin dan Anna Sumarna. Sementara itu dari UT nampak beberapa Wakil Rektor UT.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_8162_Mendiktisaintek-Prof--Brian-Yuliarto-Saksikan-Penandatanganan-MOU-Antara-UT-dan-KSPSI.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66508/mendiktisaintek-prof-brian-yuliarto-saksikan-penandatanganan-mou-antara-ut-dan-kspsi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pegadaian Ketuk Pintu Langit, Berbagi Makanan di Lima Wilayah</guid>
            <pubDate>Mon, 10 Aug 2026 21:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pegadaian Ketuk Pintu Langit, Berbagi Makanan di Lima Wilayah]]></title>
            <description><![CDATA[Pegadaian Ketuk Pintu Langit, Berbagi Makanan di Lima Wilayah]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MEDAN&mdash; Menjelang siang, makanan siap saji berpindah dari tangan <a href="https://www.halomedan.com/tag/pegadaian/" target="_blank">Pegadaian</a> ke masyarakat. Bukan transaksi gadai, bukan pula promosi produk. Kali ini, yang dibawa adalah semangat berbagi.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/pegadaian/" target="_blank">Pegadaian</a> menggelar kegiatan sosial bertajuk Mengetuk Pintu Langit pada 24 dan 31 Juli 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di lima titik, yakni Cabang <a href="https://www.halomedan.com/tag/pegadaian/" target="_blank">Pegadaian</a> Helvetia, Simpang Limun, Krakatau, Serbelawan, dan Cabang <a href="https://www.halomedan.com/tag/pegadaian/" target="_blank">Pegadaian</a> Syariah Blangpidie.<br><br>Makanan siap saji dibagikan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional kantor <a href="https://www.halomedan.com/tag/pegadaian/" target="_blank">Pegadaian</a>. Bagi perusahaan, kegiatan itu menjadi cara sederhana untuk mendekatkan diri dengan lingkungan sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran perusahaan tidak semata-mata diukur dari aktivitas bisnis.<br><br>Pimpinan Wilayah I Medan PT.<a href="https://www.halomedan.com/tag/pegadaian/" target="_blank">Pegadaian</a> (Persero) Yohanis Wulang mengatakan perusahaan ingin tumbuh bersama masyarakat. Kepedulian sosial, menurut dia, merupakan bagian dari kehadiran <a href="https://www.halomedan.com/tag/pegadaian/" target="_blank">Pegadaian</a> di tengah lingkungan tempat perusahaan beroperasi.<br><br>&quot;<a href="https://www.halomedan.com/tag/pegadaian/" target="_blank">Pegadaian</a> tidak hanya hadir melalui layanan bisnis. Kami juga ingin hadir di tengah masyarakat melalui kepedulian dan semangat berbagi,&quot; ujar Yohanis.<br><br>Program Mengetuk Pintu Langit juga menjadi ruang bagi <a href="https://www.halomedan.com/tag/pegadaian/" target="_blank">Pegadaian</a> untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Perusahaan berharap masyarakat mengenal <a href="https://www.halomedan.com/tag/pegadaian/" target="_blank">Pegadaian</a> bukan hanya sebagai tempat memperoleh layanan keuangan, tetapi juga sebagai institusi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.<br><br>Kepala Bagian Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT.<a href="https://www.halomedan.com/tag/pegadaian/" target="_blank">Pegadaian</a> (Persero) Shastry Yulani mengatakan berbagi tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.<br><br>&quot;Yang kami ingin hadirkan adalah semangat untuk saling berbagi. Hal sederhana yang dilakukan bersama dapat memberikan arti bagi orang lain,&quot; kata Shastry.<br><br>Lima titik kegiatan dipilih dari wilayah kerja <a href="https://www.halomedan.com/tag/pegadaian/" target="_blank">Pegadaian</a> di Sumatera Utara dan Aceh. Aktivitas itu sekaligus memperlihatkan bagaimana program tanggung jawab sosial perusahaan dijalankan melalui kantor-kantor operasional yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.<br><br>Bagi <a href="https://www.halomedan.com/tag/pegadaian/" target="_blank">Pegadaian</a>, Program ini bukan sekadar membagikan makanan. Ada pesan yang ingin ditinggalkan: perusahaan dan masyarakat tidak semestinya berjalan di ruang yang terpisah.<br><br>Ketika makanan berpindah tangan, hubungan yang dibangun bukan lagi antara penyedia layanan dan nasabah. Ia menjadi perjumpaan sederhana antara perusahaan dan masyarakat yang hidup berdampingan di sekitarnya.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_1831_Pegadaian-Ketuk-Pintu-Langit--Berbagi-Makanan-di-Lima-Wilayah.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/ekbis/66507/pegadaian-ketuk-pintu-langit-berbagi-makanan-di-lima-wilayah/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bupati Asahan Bersama Forkopimda Sambut Hangat Kunjungan Pangdam I/BB, Resmikan Masjid Al-Ikhlas Kodim 0208/Asahan</guid>
            <pubDate>Mon, 10 Aug 2026 17:56:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bupati Asahan Bersama Forkopimda Sambut Hangat Kunjungan Pangdam I/BB, Resmikan Masjid Al-Ikhlas Kodim 0208/Asahan]]></title>
            <description><![CDATA[Bupati Asahan Bersama Forkopimda Sambut Hangat Kunjungan Pangdam I/BB, Resmikan Masjid AlIkhlas Kodim 0208/Asahan]]></description>
            <content><![CDATA[<br>ASAHAN &mdash;Senin pagi, 10 Agustus 2026, suasana di Makodim 0208/Asahan terasa penuh kehangatan dan semangat persaudaraan. Bupati Kabupaten Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., bersama seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyambut kedatangan Panglima Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB), Mayor Jenderal TNI Hendy Antariksa, dalam rangka kunjungan kerja sekaligus peresmian Masjid Al-Ikhlas yang baru dibangun di lingkungan Kodim setempat.<br> <br>Kunjungan kerja Pangdam I/BB yang tiba sekira pukul 08.00 WIB ini disambut langsung oleh Bupati Asahan, Wakil Bupati Asahan, Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Ketua Pengadilan Negeri Kisaran, Kepala Kejaksaan Negeri Asahan, Dandim 0208/Asahan, Danlanal Tanjungbalai Asahan, Kapolres Asahan, Kapolres Tanjungbalai, Komandan Batalyon Infanteri TP 954/Naga Berkisar, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Batubara. Turut hadir pula jajaran perwira dan personel Kodim 0208/Asahan serta sejumlah tamu undangan lainnya.<br> <br>Dalam sambutannya, Bupati Asahan menyampaikan rasa selamat datang sekaligus kebanggaan mendalam atas kehadiran Pangdam I/BB beserta rombongan ke wilayah Kabupaten Asahan. Kehadiran ini, ujarnya, bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan kehormatan sekaligus motivasi tersendiri bagi seluruh unsur pimpinan daerah di wilayah Asahan, Tanjungbalai, dan Batubara.<br> <br>&quot;Kehadiran Bapak Pangdam I/BB di tengah-tengah kami menjadi kebanggaan sekaligus dorongan semangat bagi Forkopimda tiga kabupaten/kota ini. Semoga sinergitas dan komunikasi yang telah terjalin erat antara Pemerintah Daerah dengan jajaran TNI dan Polri dapat terus diperkuat, demi mendukung percepatan pembangunan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara menyeluruh,&quot; ucap Bupati Taufik.<br> <br>Bupati juga berharap Masjid Al-Ikhlas yang kini telah berdiri kokoh tidak hanya menjadi tempat ibadah semata bagi personel TNI dan warga sekitar, melainkan menjadi pusat pembinaan keagamaan yang memperkuat iman dan taqwa, sekaligus menjadi jembatan yang semakin mempererat hubungan erat antara TNI dengan masyarakat.<br> <br>Rangkaian kegiatan kunjungan kerja ini diawali dengan pembacaan doa bersama, dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim, lalu puncak acara peresmian Masjid Al-Ikhlas Kodim 0208/Asahan. Peresmian ditandai dengan penandatanganan batu prasasti dan pemotongan pita secara simbolis oleh Pangdam I/BB, didampingi langsung oleh Bupati Asahan.<br> <br>Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh suasana kekeluargaan, hingga akhirnya berakhir sekira pukul 10.00 WIB. Kunjungan kerja ini pun menjadi bukti nyata bahwa harmonisasi antara kekuatan pertahanan dan pemerintah daerah tetap berjalan selaras, berdiri tegak demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat. (dre)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_7057_Bupati-Asahan-Bersama-Forkopimda-Sambut-Hangat-Kunjungan-Pangdam-I-BB--Resmikan-Masjid-Al-Ikhlas-Kodim-0208-Asahan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66506/bupati-asahan-bersama-forkopimda-sambut-hangat-kunjungan-pangdam-ibb-resmikan-masjid-alikhlas-kodim-0208asahan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tanah Eks HGU Jadi Sengketa, Ratusan Satpam PT BSP Hancurkan Posko HKTI untuk Kedua Kalinya</guid>
            <pubDate>Mon, 10 Aug 2026 17:54:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tanah Eks HGU Jadi Sengketa, Ratusan Satpam PT BSP Hancurkan Posko HKTI untuk Kedua Kalinya]]></title>
            <description><![CDATA[Tanah Eks HGU Jadi Sengketa, Ratusan Satpam PT BSP Hancurkan Posko HKTI untuk Kedua Kalinya]]></description>
            <content><![CDATA[<br> <br>ASAHAN &mdash;Suasana tegang melanda kawasan Jalan Tusam, Kecamatan Kisaran Barat, Senin pagi (10/8/2026). Sekira pukul 08.30 Wib, ratusan petugas keamanan kebun PT BSP tiba secara beramai-ramai dan dengan kasar menghancurkan posko Satuan Tugas Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Asahan yang berdiri di atas tanah bekas Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan tersebut. Tanpa peringatan tertulis, tanpa mediasi, dan tanpa proses hukum yang sah, posko itu diratakan dengan tanah dalam sekejap.<br> <br>Ketua Satgas HKTI Asahan, OK M Rasyid, meluapkan kemarahannya kepada awak media di lokasi kejadian. Menurutnya, aksi penghancuran ini bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, hal serupa sudah dilakukan pihak PT BSP pada Kamis, 30 Juli 2026 lalu. Artinya, dalam kurun waktu kurang dari dua minggu, posko mereka telah dihancurkan untuk kedua kalinya.<br> <br>"Mereka datang secara beramai-ramai dengan beringas. Langsung mengubrak habrak posko kami tanpa ada perundingan atau mediasi sedikit pun," tegas OK Rasyid dengan nada tinggi. Ia juga mempertanyakan kewenangan pihak perusahaan yang mengambil alih fungsi penertiban yang seharusnya menjadi ranah Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Asahan.<br> <br>"Padahal tanah itu sudah menjadi milik Pemerintah Kabupaten Asahan. Jika ada penertiban, seharusnya Satpol PP yang melaksanakannya. Mengapa justru pihak perusahaan yang bertindak sewenang-wenang?" tandasnya.<br> <br>Pantauan di lokasi memperlihatkan bangunan posko semi permanen yang sebelumnya digunakan sebagai pusat pengawasan dan aktivitas warga kini tinggal puing-puing. Puing-puing kayu, papan, dan atap berserakan di mana-mana, menjadi saksi bisu kekerasan yang terjadi pagi itu.<br> <br>Karena dianggap melanggar hukum dan berulang kali terjadi, OK Rasyid menyatakan pihaknya tidak akan tinggal diam. Hari ini juga, perwakilan HKTI bersama-sama akan melaporkan kasus pengerusakan ini ke Mapolres Asahan agar proses hukum berjalan dan pihak yang bertanggung jawab dapat ditindak sesuai aturan yang berlaku.<br> <br>Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT BSP belum dapat dihubungi untuk memberikan tanggapan maupun penjelasan terkait aksi penghancuran yang dilakukan petugas keamanannya. (tec)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_4368_Tanah-Eks-HGU-Jadi-Sengketa--Ratusan-Satpam-PT-BSP-Hancurkan-Posko-HKTI-untuk-Kedua-Kalinya.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66505/tanah-eks-hgu-jadi-sengketa-ratusan-satpam-pt-bsp-hancurkan-posko-hkti-untuk-kedua-kalinya/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kajari Medan Suport Open Turnamen Taekwondo Adhyaksa Cup</guid>
            <pubDate>Mon, 10 Aug 2026 17:37:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kajari Medan Suport Open Turnamen Taekwondo Adhyaksa Cup]]></title>
            <description><![CDATA[Kajari Medan Suport Open Turnamen Taekwondo Adhyaksa Cup]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan - Untuk menggairahkan kegiatan olah raga di kota Medan, <a href="https://www.halomedan.com/tag/kajari/" target="_blank">Kajari</a> Medan Ridwan Sujana Angsar SH, MH, mendukung kegiatan Open Turnamen Taekwondo Adhyaksa Cup yang akan digelar akhir tahun 2026.<br> "Saya pasti support kegiatan olah raga, terutama Taekwondo. Karena kegiatan ini bisa menumbuhkan semangat dan karakter anak-anak penerus bangsa sehingga terhindar dari narkoba,"ungkapnya kepada pengurus Pengkot TI Medan, saat beraudiensi di kantor <a href="https://www.halomedan.com/tag/kajari/" target="_blank">Kajari</a> Medan, Senin (10/8) pukul 14.00 wib.<br> Tidak hanya itu, pria asal NTT (Nusa Tenggara Timur) ini, meminta kepada pengurus Pengkot TI Medan, agar sekolah Adhyaksa dibukakan Dojang. "Saya juga minta agar sekolah Adhyaksa dibukakan Dojang, jadi saat HUT kejaksaan nanti tanggal 2 September 2026, sudah launching,"imbuhnya.<br> Menanggapi hal tersebut, Ketua Pengkot TI Medan Riza Budiwan SH, sangat bersyukur karena Kepala <a href="https://www.halomedan.com/tag/kajari/" target="_blank">Kajari</a> Medan, Bapak Ridwan Sujana Angsar SH, MH, begitu peduli dengan olah raga terutama taekwondo.<br> "Untuk kegiatan ini, akan segera kita konsolidasikan kepada pengurus Taekwando Medan, untuk segera dibentuk panitia kejuaraan dan menerbitkan SK Dojang Adhyaksa,"ungkapnya didampingi Wakil Ketua Mawardi SE, Sekretaris Wahyudin SH dan Binpres Surianto.<br>  Sambung pria yang juga T.A DPRD Deli Serdang komisi IV ini, atlet yang ikut dalam kejuaraan nantinya akan menjadi cikal bakal untuk atlet binaan Spobda Medan dan atlet binaan Koni Medan pada tahun 2027.<br>  Sedangkan ketua Koni Medan Aswindy Fahrizal ketika dihubungi media, sangat mendukung kegiatan ini. <br>  "Sebagai induk cabang olah raga, kami dari Koni Medan sangat mensupport setiap kegiatan yang berada dibawah naungan Koni Medan. Apalagi ini sifatnya penjaringan atlet, maka wajib kita apresiasi,"paparnya. (Iza)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_5463_Kajari-Medan-Suport-Open-Turnamen-Taekwondo-Adhyaksa-Cup.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66504/kajari-medan-suport-open-turnamen-taekwondo-adhyaksa-cup/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kemerdekaan, Kesehatan, dan Tembok Penjara</guid>
            <pubDate>Mon, 10 Aug 2026 16:24:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kemerdekaan, Kesehatan, dan Tembok Penjara]]></title>
            <description><![CDATA[Kemerdekaan, Kesehatan, dan Tembok Penjara]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Oleh: Abdullah Rasyid<br>Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan<br><br>Kemerdekaan biasanya dirayakan dengan bendera, upacara, perlombaan, dan berbagai seremoni. Di lingkungan pemasyarakatan, kita mengenal pula pemberian remisi sebagai bagian dari tradisi setiap Agustus. Namun ada ukuran kemerdekaan lain yang jarang dibicarakan: apakah negara tetap hadir untuk menjamin hak-hak dasar seseorang ketika kebebasannya sedang dibatasi?<br><br>Pertanyaan itu menemukan jawabannya dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di RSU Pemasyarakatan Jakarta, Cipinang, Senin, 10 Agustus 2026.<br><br>Menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto bersama Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemeriksaan katarak, sekaligus operasi katarak bagi warga binaan dan masyarakat.<br><br>Angka yang dipilih memang simbolis: 81 warga binaan dan 81 masyarakat umum menjadi sasaran kegiatan. Namun di balik angka itu ada sesuatu yang lebih penting. Ini bukan sekadar pencanangan. Tindakan medisnya benar-benar berjalan. Pada pagi hari, dari 17 warga binaan yang telah menjalani pemeriksaan katarak, tujuh orang sudah selesai dioperasi. RSU Pemasyarakatan sendiri selama ini juga bukan fasilitas yang sepenuhnya tertutup; sejak 2022 rumah sakit tersebut telah melayani masyarakat umum.<br><br>Di sinilah kegiatan di Cipinang menarik untuk dibaca lebih jauh.<br><br>Program CKG merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat atau Quick Win pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan. Program ini berangkat dari gagasan sederhana tetapi mendasar: jangan menunggu orang sakit untuk mengetahui bahwa tubuhnya bermasalah. Pemeriksaan kesehatan harus bergerak ke wilayah pencegahan dan deteksi dini.<br><br>Selama bertahun-tahun, sistem kesehatan kita memang cenderung lebih sibuk mengobati penyakit dibandingkan menemukan penyakit sebelum terlambat. Hipertensi, diabetes, gangguan fungsi ginjal, penyakit jantung, TBC, bahkan gangguan penglihatan dapat berkembang perlahan tanpa keluhan berarti. Ketika pasien datang, kondisinya kadang sudah jauh lebih berat.<br><br>Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengingatkan soal itu di Cipinang. Pemeriksaan kesehatan diperlukan justru karena hipertensi dan diabetes dapat berlangsung tanpa gejala, padahal keduanya berkaitan erat dengan berbagai penyakit berat. Hingga 10 Agustus 2026, menurut data yang disampaikannya, CKG telah menjangkau sekitar 73,4 juta orang.<br><br>Tetapi ada persoalan lain yang tak kalah penting: siapa yang berhasil dijangkau oleh negara?<br><br>Warga binaan memiliki karakter yang berbeda dengan masyarakat di luar tembok lapas. Mereka tidak bisa memilih rumah sakit sesuka hati, mencari dokter spesialis sendiri, atau datang ke fasilitas kesehatan ketika merasa membutuhkan. Mobilitas mereka dibatasi oleh hukum. Karena itulah tanggung jawab negara justru menjadi lebih besar.<br><br>Seseorang memang dapat kehilangan kebebasannya karena menjalani pidana. Namun ia tidak kehilangan martabat sebagai manusia.<br><br>Cara pandang ini penting dalam membaca pemasyarakatan modern. Lapas tidak semestinya hanya dipahami sebagai tempat mengurung seseorang sampai masa pidananya berakhir. Pemasyarakatan adalah proses mempersiapkan manusia agar suatu hari dapat kembali menjalani kehidupan sosial secara lebih baik.<br><br>Bagaimana seseorang hendak dipersiapkan kembali ke masyarakat jika kesehatan dasarnya diabaikan?<br><br>Karena itu, operasi katarak di Cipinang mempunyai makna yang melampaui tindakan bedah mata. Bagi seseorang yang penglihatannya selama bertahun-tahun kabur, kemampuan melihat kembali berarti kemampuan membaca, bekerja, mengikuti pembinaan, berkomunikasi, dan kelak menjalani kehidupan secara mandiri.<br><br>Di titik inilah CKG dan operasi katarak bertemu dalam satu garis kebijakan.<br><br>CKG adalah pintu masuk. Pemeriksaan menemukan persoalan. Tetapi skrining tanpa tindak lanjut hanya menghasilkan daftar penyakit. Negara baru benar-benar bekerja ketika temuan kesehatan diikuti rujukan, pengobatan, tindakan medis, rehabilitasi, dan pemantauan.<br><br>Cipinang memperlihatkan bagaimana mata rantai itu dapat dibangun.<br><br>Lebih menarik lagi, Menteri Agus Andrianto mendorong agar fasilitas kesehatan di lapas dan rutan diperkuat sehingga tidak hanya melayani warga binaan, tetapi dalam kapasitas tertentu juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Gagasan ini layak dikembangkan.<br><br>Selama ini tembok lapas sering membentuk persepsi bahwa segala sesuatu di dalamnya terpisah dari masyarakat. Padahal ribuan petugas bekerja di sana, keluarga datang berkunjung, dan lapas merupakan bagian dari lingkungan sosial suatu daerah.<br><br>Bayangkan jika klinik-klinik pemasyarakatan yang memenuhi standar tertentu dapat menjadi simpul pelayanan kesehatan tambahan bagi masyarakat sekitar. Negara tidak perlu selalu membangun sesuatu dari nol. Infrastruktur yang sudah ada dapat dioptimalkan, tentu tanpa mengurangi fungsi utamanya dan dengan memperhatikan aspek keamanan.<br><br>Kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, organisasi profesi kedokteran, yayasan sosial, rumah sakit, perguruan tinggi, dan sektor swasta juga membuka ruang yang jauh lebih luas. Tidak semua persoalan kesehatan warga binaan harus diselesaikan Kemenimipas sendirian.<br><br>Tetapi justru di sini ujian berikutnya dimulai.<br><br>Kegiatan menjelang 17 Agustus selalu memiliki daya tarik seremonial yang tinggi. Angka 81 bertemu dengan usia kemerdekaan ke-81. Foto-foto mudah dibuat. Berita mudah diterbitkan. Yang jauh lebih sulit adalah memastikan apa yang terjadi setelah spanduk diturunkan.<br><br>Berapa pasien yang pulih setelah operasi? Apakah mereka memperoleh pemeriksaan pascaoperasi secara memadai? Bagaimana tindak lanjut terhadap warga binaan yang dari CKG diketahui mengalami hipertensi, diabetes atau penyakit lain? Apakah tersedia rekam medis yang terintegrasi? Dan yang terpenting, apakah model Cipinang dapat diterapkan secara bertahap di lapas dan rutan lain?<br><br>Ukuran keberhasilan tidak boleh berhenti pada berapa orang yang diperiksa. Yang harus dihitung adalah berapa penyakit ditemukan lebih dini, berapa pasien mendapatkan terapi, berapa komplikasi berhasil dicegah, dan sejauh mana kualitas hidup mereka membaik.<br><br>Kalau itu dilakukan, CKG di lingkungan pemasyarakatan dapat berkembang dari sebuah program menjadi sistem.<br><br>Dan mungkin di situlah makna kemerdekaan memperoleh bentuk yang paling sederhana sekaligus paling manusiawi. Negara hadir bukan hanya kepada mereka yang bebas berjalan ke mana saja, tetapi juga kepada mereka yang hidup di balik tembok dan pintu besi.<br><br>Sebab hukuman boleh membatasi kebebasan seseorang. Kesehatan dan martabatnya tidak boleh ikut dipenjara.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_2112_Kemerdekaan--Kesehatan--dan-Tembok-Penjara.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66503/kemerdekaan-kesehatan-dan-tembok-penjara/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">UNPAB Dorong Dosen Raih Pendanaan Kemdikti Saintek 2026, Perkuat Budaya Riset dan Inovasi</guid>
            <pubDate>Mon, 10 Aug 2026 09:56:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[UNPAB Dorong Dosen Raih Pendanaan Kemdikti Saintek 2026, Perkuat Budaya Riset dan Inovasi]]></title>
            <description><![CDATA[UNPAB Dorong Dosen Raih Pendanaan Kemdikti Saintek 2026, Perkuat Budaya Riset dan Inovasi]]></description>
            <content><![CDATA[Medan &ndash; Sebuah gagasan penelitian tidak selalu berhenti di ruang kelas atau laboratorium. Ketika mendapatkan ruang untuk berkembang, sebuah penelitian dapat menjadi pengetahuan baru, membuka peluang inovasi, hingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.<br>Semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan Dr. Najla Lubis, S.T., M.Si., dosen Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB), yang berhasil memperoleh pendanaan penelitian melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikti Saintek) Tahun 2026.<br>Penelitian yang didanai mengangkat tema "Karakterisasi Enzim dari Ekoenzim Limbah Pertanian". Riset ini berangkat dari potensi limbah pertanian yang masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi sesuatu yang lebih bernilai melalui pemanfaatan ekoenzim.<br>Bagi Dr. Najla, keberhasilan memperoleh pendanaan tersebut bukan hanya tentang diterimanya sebuah proposal penelitian. Lebih dari itu, pendanaan menjadi kesempatan untuk membawa gagasan yang telah dikembangkan ke tahap penelitian yang lebih jauh.<br>"Saya sangat senang sekali karena saya bisa mengembangkan penelitian ini. Nantinya penelitian ini dapat disosialisasikan kepada masyarakat dan dapat dikembangkan oleh masyarakat," ungkap Dr. Najla.<br>Dari Limbah Pertanian Menjadi Potensi yang Bernilai<br>Penelitian mengenai ekoenzim limbah pertanian memiliki ruang manfaat yang lebih luas karena menyentuh persoalan pemanfaatan sumber daya yang berada di sekitar masyarakat.<br>Limbah pertanian yang selama ini berpotensi hanya menjadi sisa aktivitas produksi dapat dikaji lebih jauh melalui pendekatan ilmiah. Melalui penelitian karakterisasi enzim, terdapat peluang untuk memahami potensi yang terkandung di dalam ekoenzim tersebut sehingga dapat dikembangkan menjadi bagian dari inovasi yang lebih bermanfaat.<br>Di sinilah penelitian perguruan tinggi memiliki peran penting. Riset tidak hanya menghasilkan data atau publikasi, tetapi juga dapat menjadi jembatan antara pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat.<br>Bagi Dr. Najla, harapannya adalah hasil penelitian tersebut nantinya tidak berhenti sebagai hasil akademik, tetapi dapat disosialisasikan dan dikembangkan oleh masyarakat.<br>Dengan demikian, manfaat penelitian diharapkan dapat bergerak dari lingkungan akademik menuju ruang yang lebih luas&mdash;memberikan pengetahuan, membuka wawasan mengenai pemanfaatan limbah pertanian, serta mendorong masyarakat untuk melihat sumber daya di sekitarnya dari perspektif yang lebih inovatif.<br>Ketika Dukungan Kampus Menjadi Bagian dari Perjalanan Riset<br>Di balik keberhasilan sebuah proposal penelitian, terdapat proses panjang yang membutuhkan ketekunan. Mulai dari menyusun gagasan, menuangkannya dalam proposal, memenuhi berbagai persyaratan, hingga mengikuti proses pengusulan dan pencairan pendanaan.<br>Dalam proses tersebut, Dr. Najla merasakan langsung dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNPAB.<br>Menurutnya, LPPM berperan dalam membantu proses pengusulan proposal hingga pencairan pendanaan.<br>"LPPM sangat membantu kami dalam pengusulan proposal dan pencairan pendanaan. Saya sangat terbantu oleh LPPM UNPAB," jelasnya.<br>Dukungan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan dosen dalam memperoleh pendanaan penelitian tidak berdiri sendiri. Ada ekosistem yang perlu dibangun agar ide-ide penelitian dapat memiliki kesempatan untuk berkembang.<br>Melalui pendampingan tersebut, dosen mendapatkan dukungan dalam menghadapi proses pengusulan pendanaan sehingga dapat lebih fokus mengembangkan gagasan penelitian yang memiliki nilai akademik dan potensi manfaat.<br>Bagi UNPAB, keberhasilan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya riset di lingkungan perguruan tinggi. Ketika dosen diberikan ruang, pendampingan, dan dorongan untuk terus mencoba, semakin banyak gagasan yang berpeluang berkembang menjadi penelitian yang berdampak.<br>Tidak Berhenti pada Satu Proposal<br>Bagi Dr. Najla, mendapatkan pendanaan bukanlah akhir dari perjalanan. Justru, keberhasilan tersebut menjadi dorongan untuk terus mengembangkan penelitian dan ilmu pengetahuan.<br>Ia pun menyampaikan pesan kepada para dosen agar tidak mudah menyerah dalam proses mengembangkan penelitian maupun mengajukan proposal pendanaan.<br>"Pesan saya untuk dosen-dosen lain, dan untuk saya sendiri sebagai dosen, agar terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan penelitian serta tidak putus asa untuk membuat proposal," pesannya.<br>Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa perjalanan seorang akademisi dalam menghasilkan penelitian membutuhkan konsistensi. Tidak setiap proposal akan langsung mendapatkan pendanaan, tetapi setiap proses dapat menjadi pengalaman untuk memperbaiki gagasan dan menghasilkan penelitian yang lebih kuat.<br>Semangat untuk terus mencoba inilah yang menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun budaya penelitian di perguruan tinggi.<br>Dari Riset, Menuju Dampak yang Lebih Luas<br>Keberhasilan memperoleh pendanaan Kemdiktisaintek 2026 menjadi lebih dari sekadar pencapaian individu. Bagi UNPAB, capaian ini mencerminkan bagaimana dukungan institusi dapat menjadi bagian dari perjalanan dosen dalam mengembangkan gagasan dan menghasilkan karya penelitian.<br>Di sisi lain, penelitian "Karakterisasi Enzim dari Ekoenzim Limbah Pertanian" membawa harapan agar ilmu yang dikembangkan di lingkungan kampus dapat memberikan manfaat di luar kampus.<br>Ketika hasil penelitian dapat diperkenalkan kepada masyarakat, pengetahuan akademik memiliki peluang untuk berubah menjadi pemahaman dan praktik yang lebih nyata. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari proses pemanfaatan dan pengembangan hasil penelitian.<br>Inilah nilai penting dari sebuah ekosistem riset: mendorong lahirnya gagasan, memberikan dukungan untuk mengembangkannya, dan membuka jalan agar hasilnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.<br>Melalui LPPM, UNPAB terus mendorong dosen untuk berani mengembangkan ide penelitian, mengikuti peluang pendanaan, dan menghasilkan karya yang memiliki kontribusi bagi ilmu pengetahuan serta masyarakat.<br>Perjalanan Dr. Najla menjadi salah satu Our Story UNPAB&mdash;sebuah cerita tentang bagaimana sebuah gagasan penelitian mendapatkan kesempatan untuk tumbuh, didukung oleh lingkungan akademik, dan diarahkan menuju manfaat yang lebih luas.<br>Karena bagi UNPAB, riset bukan sekadar tentang mendapatkan pendanaan. Riset adalah tentang bagaimana pengetahuan dikembangkan hari ini untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat di masa depan.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_9918_UNPAB-Dorong-Dosen-Raih-Pendanaan-Kemdikti-Saintek-2026--Perkuat-Budaya-Riset-dan-Inovasi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66502/unpab-dorong-dosen-raih-pendanaan-kemdikti-saintek-2026-perkuat-budaya-riset-dan-inovasi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Anto Genk: Media Harus Berani Mengungkap Fakta, Bukan Menghakimi</guid>
            <pubDate>Mon, 10 Aug 2026 01:16:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Anto Genk: Media Harus Berani Mengungkap Fakta, Bukan Menghakimi]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN &mdash Pers memiliki tanggung jawab besar dalam kehidupan demokrasi. Media bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjalan]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN &mdash; Pers memiliki tanggung jawab besar dalam kehidupan demokrasi. Media bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjalankan fungsi edukasi dan kontrol sosial bagi masyarakat.<br><br>Sebagai CEO/owner media group yang menaungi Sumut24.co, Medan24news.com, Halomedan.com, Garda.id, serta Harian Sumut24, saya menegaskan bahwa seluruh jajaran redaksi dan wartawan harus menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, berimbang dan tetap menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.<br><br>Bagi kami, tidak ada istilah membeda-bedakan siapa yang menjadi objek pemberitaan. Apakah itu pejabat, politisi, aparat penegak hukum, pengusaha, tokoh masyarakat maupun masyarakat biasa, semuanya harus ditempatkan secara proporsional dalam kerja jurnalistik.<br><br>Si A, si B maupun si C memiliki kedudukan yang sama di hadapan pers.<br><br>Pemberitaan tidak boleh dibuat berdasarkan rasa suka atau tidak suka. Tidak boleh pula karena kedekatan, tekanan, kepentingan politik ataupun kepentingan pribadi.<br><br>Setiap karya jurnalistik harus semata-mata berangkat dari fakta, data, kepentingan publik dan kaidah jurnalistik.<br><br>Karena itu, ketika media memberitakan sebuah persoalan, bukan berarti media sedang menghakimi seseorang.<br><br>Media bukan hakim. Media bukan jaksa. Media bukan alat untuk menghukum.<br><br>Tugas media adalah mencari, mengumpulkan, memverifikasi, mengonfirmasi dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.<br><br>Jika ada pemberitaan yang menyangkut seorang pejabat, politisi, aparat hukum maupun institusi tertentu, maka wartawan harus memberikan ruang konfirmasi dan keberimbangan sesuai dengan prinsip jurnalistik. Kritik terhadap suatu kebijakan atau pemberitaan mengenai sebuah persoalan tidak boleh serta-merta dianggap sebagai upaya menjatuhkan seseorang.<br><br>Justru melalui pemberitaan yang profesional, masyarakat dapat mengetahui apa yang terjadi dan memperoleh informasi yang diperlukan untuk menilai sebuah persoalan secara objektif.<br><br>Tidak Ada Tebang Pilih<br><br>Sebagai owner media, saya memberikan kebebasan kepada redaksi untuk menjalankan fungsi jurnalistiknya sesuai dengan aturan dan kode etik.<br><br>Saya tidak ingin media yang saya pimpin menjadi alat kepentingan pihak tertentu.<br><br>Media harus tetap menjadi media publik.<br><br>Artinya, ketika ada persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat, maka wartawan memiliki tanggung jawab untuk menginformasikannya. Namun demikian, kebebasan tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan tidak boleh keluar dari rambu-rambu jurnalistik.<br><br>Kami memberitakan bukan karena membenci. Kami mengkritik bukan karena memusuhi. Kami menyampaikan fakta bukan untuk menghakimi.<br><br>Semua dilakukan karena ada kepentingan publik yang harus diketahui.<br><br>Kode Etik dan UU Pers Menjadi Pegangan<br><br>Dalam menjalankan tugasnya, wartawan tidak boleh bekerja serampangan. Ada kode etik yang harus dipatuhi, ada standar profesi yang harus dijaga, dan ada Undang-Undang Pers yang menjadi salah satu landasan dalam menjalankan kehidupan pers di Indonesia.<br><br>Setiap karya jurnalistik harus dibuat berdasarkan prinsip profesionalisme, verifikasi, keberimbangan dan tanggung jawab.<br><br>Pada saat yang sama, kebebasan pers juga harus dihormati oleh seluruh pihak.<br><br>Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga telah menegaskan pentingnya perlindungan hukum terhadap wartawan dalam menjalankan fungsi, hak, kewajiban dan perannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.<br><br>Perlindungan terhadap wartawan bukan berarti wartawan bebas melakukan apa saja. Sebaliknya, wartawan juga wajib menjalankan profesinya sesuai hukum dan kode etik.<br><br>Ada hak, tetapi ada pula kewajiban. Ada kebebasan, tetapi ada pula tanggung jawab.<br><br>Pers Berpihak kepada Publik<br><br>Saya ingin seluruh jajaran Sumut24 Group memahami bahwa keberadaan media harus memberikan manfaat bagi masyarakat.<br><br>Kita tidak boleh kehilangan independensi hanya karena berhadapan dengan kekuasaan, jabatan, kepentingan ataupun tekanan.<br><br>Namun independensi juga bukan berarti bebas memberitakan tanpa dasar.<br><br>Independensi berarti mampu berdiri di atas fakta dan kepentingan publik.<br><br>Karena itu, saya meminta seluruh wartawan dan jajaran redaksi untuk terus menjaga marwah profesi jurnalistik. Jangan takut memberitakan fakta, tetapi jangan pula gegabah dalam menyampaikan informasi.<br><br>Berani karena fakta, bekerja berdasarkan data, melakukan verifikasi dan tetap menjunjung tinggi etika.<br><br>Itulah prinsip yang harus dijaga.<br><br>Pada akhirnya, media yang kuat bukanlah media yang paling keras menyerang seseorang. Media yang kuat adalah media yang mampu menjaga kredibilitas, konsisten pada fakta, berani melakukan kontrol sosial dan tetap memberikan ruang yang adil kepada semua pihak.<br><br>Sumut24 akan terus berkomitmen menjadi media yang profesional, independen dan berpihak pada kepentingan publik.<br><br>Bukan berpihak kepada si A.<br><br>Bukan kepada si B.<br><br>Bukan pula kepada si C.<br><br>Tetapi berpihak kepada kebenaran fakta, kepentingan masyarakat dan tegaknya profesionalisme pers.<br><br>ANT mO GENK (CEO/Owner Sumut24 Group)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_8531_Anto-Genk--Media-Harus-Berani-Mengungkap-Fakta--Bukan-Menghakimi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66501/anto-genk-media-harus-berani-mengungkap-fakta-bukan-menghakimi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Drama Adu Penalti, Tanjung Morawa Sabet Juara Gebyar Olahraga Deli Serdang</guid>
            <pubDate>Sun, 09 Aug 2026 23:10:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Drama Adu Penalti, Tanjung Morawa Sabet Juara Gebyar Olahraga Deli Serdang]]></title>
            <description><![CDATA[Drama Adu Penalti, Tanjung Morawa Sabet Juara Gebyar Olahraga Deli Serdang]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br><br>LUBUK PAKAM &mdash; Gebyar Olahraga Kabupaten Deli Serdang cabang sepakbola resmi berakhir. Skor 5-3 mengantarkan Kecamatan Tanjung Morawa meraih gelar juara setelah mengalahkan Kecamatan Hamparan Perak melalui adu penalti.<br><br>Pertandingan berlangsung seru dan disaksikan langsung Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, bersama Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo, serta istri masing-masing di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubuk Pakam, Sabtu (8/8/2026).<br><br>Kedua tim bermain ketat hingga waktu normal berakhir dengan skor 1-1. Laga kemudian dilanjutkan melalui adu penalti yang dimenangkan Tanjung Morawa.<br><br>&quot;Luar biasa permainan hari ini. Selamat kepada Tanjung Morawa. Menang kalah biasa, tetap semangat untuk Hamparan Perak,&quot; ujarnya.<br><br>Kemeriahan kemudian dilanjutkan dengan pertandingan persahabatan antara KONI Deli Serdang dan KONI Serdang Bedagai. Jajaran KONI Serdang Bedagai turut diperkuat Wakil Bupati Serdang Bedagai, Adlin Tambunan.<br><br>Pertandingan persahabatan tersebut dimenangkan KONI Serdang Bedagai dengan skor 3-0.<br><br>Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian semangat menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mempererat kebersamaan dan sportivitas antardaerah.<br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_5230_Drama-Adu-Penalti--Tanjung-Morawa-Sabet-Juara-Gebyar-Olahraga-Deli-Serdang.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66500/drama-adu-penalti-tanjung-morawa-sabet-juara-gebyar-olahraga-deli-serdang/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Batak United Juara PKN Sumut Cup I 2026</guid>
            <pubDate>Sun, 09 Aug 2026 23:07:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Batak United Juara PKN Sumut Cup I 2026]]></title>
            <description><![CDATA[Batak United Juara PKN Sumut Cup I 2026]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br><br>PANCUR BATU &mdash; <a href="https://www.halomedan.com/tag/batak/" target="_blank">Batak</a> United keluar sebagai juara turnamen Sepak Bola Piala Bergilir Ketua DPD Pemuda Karya Nasional (PKN) Sumatera Utara Cup I Tahun 2026 setelah mengalahkan OKKA FC dengan skor 3-2 pada laga final di Alun-Alun Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang, Minggu (9/8/2026).<br><br><br><br>Hasil tersebut menempatkan OKKA FC sebagai runner-up, sementara TGM dan Suka Raya masing-masing berada di peringkat ketiga dan keempat. Turnamen yang berlangsung sejak 12 Juli 2026 itu ditutup meriah meski hujan mengguyur kawasan pertandingan. Antusiasme pemain dan penonton tetap terjaga hingga laga berakhir.<br><br><br><br>Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, yang hadir pada penutupan, mengapresiasi semangat para pemain sekaligus menilai kompetisi seperti ini penting sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda dan pencarian bibit atlet potensial.<br><br><br><br>&quot;Walaupun diguyur hujan deras, para pemain tetap menunjukkan semangat yang luar biasa. Ini menjadi gambaran bahwa olahraga mampu membentuk generasi muda yang sehat jasmani dan rohani,&quot; kata Lom Lom.<br><br><br><br>Ia berharap turnamen dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan yang mempererat hubungan antarpemuda, masyarakat, tokoh adat, serta berbagai elemen lainnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung sportivitas dalam setiap pertandingan.<br><br><br><br>&quot;Yang paling penting adalah bagaimana bertanding dengan sportif. Semua tim yang ikut bertanding telah menunjukkan kemampuan terbaiknya. Perbedaannya hanya pada skor akhir pertandingan,&quot; ujarnya.<br><br><br><br>Ketua Harian DPP PKN, Tuangkus Harianja, mengatakan pelaksanaan turnamen perdana tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap sepak bola. Menurutnya, kompetisi berkelanjutan diperlukan untuk menjaring dan membina talenta muda agar mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.<br><br><br><br>&quot;Melalui turnamen seperti ini, kita dapat menemukan bibit-bibit pemain yang nantinya bisa dibina dan dikembangkan untuk membawa nama daerah maupun Indonesia,&quot; katanya.<br><br><br><br>Sementara itu, Ketua DPD PKN Sumatera Utara, Edi Suranta Gurusinga, turut mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan turnamen. Ia menegaskan, kompetisi tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat.<br><br><br><br>&quot;Olahraga menjadi sarana yang efektif untuk mempererat silaturahmi, membangun solidaritas, dan memperkuat persatuan antargenerasi muda,&quot; ujar Edi.<br><br><br><br>Turnamen ditutup dengan penyerahan trofi dan penghargaan kepada para pemenang.<br><br><br><br>Turut hadir Ketua Umum DPP PKN Mikail TP Purba, Camat Pancur Batu Feri Sepnanda Ginting beserta unsur Forkopimcam, jajaran pengurus PKN, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta para pendukung dari berbagai daerah.<br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_2619_Batak-United-Juara-PKN-Sumut-Cup-I-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66499/batak-united-juara-pkn-sumut-cup-i-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ijeck Juara APRC 2026 dan Nasional Rally 2026, Anto Genk: Prestasi Gemilang yang Membanggakan Sumatera Utara</guid>
            <pubDate>Sun, 09 Aug 2026 21:32:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ijeck Juara APRC 2026 dan Nasional Rally 2026, Anto Genk: Prestasi Gemilang yang Membanggakan Sumatera Utara]]></title>
            <description><![CDATA[Ijeck Juara APRC 2026 dan Nasional Rally 2026, Anto Genk Prestasi Gemilang yang Membanggakan Sumatera Utara]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>SIMALUNGUN &mdash; Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra Sumatera Utara di ajang olahraga otomotif. Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck, sukses meraih gelar Juara APRC 2026 sekaligus Juara Nasional Rally 2026.<br><br>Capaian tersebut menjadi bukti ketangguhan Ijeck yang tercatat sebagai anggota DPR dari Fraksi Golkar ini, bersama tim dalam menghadapi persaingan dan tantangan di lintasan rally. Dengan semangat, keberanian, konsistensi serta perjuangan pantang menyerah, Ijeck mampu menuntaskan setiap tantangan hingga mengantarkannya ke podium juara.<br><br>Kemenangan ini tidak hanya menjadi pencapaian bagi Ijeck dan tim, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Simalungun.<br><br>Dari kawasan Tobasari, Kecamatan Sidamanik, nama Sumatera Utara kembali berkibar di pentas rally nasional dan internasional.<br><br>CEO Sumut24 Group sekaligus Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Anto Genk, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas keberhasilan Ijeck meraih prestasi gemilang pada ajang rally 2026 di Tobasari, Sidamanik, Kab Simalungun<br><br>&quot;Selamat dan sukses kepada Ijeck beserta seluruh tim atas prestasi yang sangat membanggakan ini. Juara APRC 2026 dan Juara Nasional Rally 2026 merupakan pencapaian luar biasa yang tidak hanya mengharumkan nama pribadi dan tim, tetapi juga membawa kebanggaan bagi Sumatera Utara, khususnya Simalungun,&quot; ujar Anto Genk.<br><br>Menurut Anto, keberhasilan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah prestasi di dunia otomotif, tetapi juga mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda Sumatera Utara.<br><br>Ia berharap kiprah Ijeck dapat mendorong anak-anak muda di daerah untuk berani bermimpi besar, bekerja keras, menjaga konsistensi dan tidak mudah menyerah dalam mengejar prestasi.<br><br>&quot;Semoga prestasi ini terus berlanjut dan menjadi motivasi bagi anak-anak muda Sumatera Utara untuk berani bermimpi besar dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional,&quot; tambahnya.<br><br>Prestasi Ijeck di Tobasari, Sidamanik, sekaligus menambah catatan kebanggaan bagi Sumatera Utara di kancah olahraga otomotif.<br><br>Dari Tobasari, semangat juang dan kebanggaan Sumatera Utara kembali bergema.<br><br>Selamat dan sukses untuk Ijeck beserta seluruh tim.<br>Red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_234_Ijeck-Juara-APRC-2026-dan-Nasional-Rally-2026--Anto-Genk--Prestasi-Gemilang-yang-Membanggakan-Sumatera-Utara.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66498/ijeck-juara-aprc-2026-dan-nasional-rally-2026-anto-genk-prestasi-gemilang-yang-membanggakan-sumatera-utara/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pendawa Deli Serdang Gelar Anjangsana Sambung Rasa Pererat Keseduluran</guid>
            <pubDate>Sun, 09 Aug 2026 19:03:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pendawa Deli Serdang Gelar Anjangsana Sambung Rasa Pererat Keseduluran]]></title>
            <description><![CDATA[Pendawa Deli Serdang Gelar Anjangsana Sambung Rasa Pererat Keseduluran]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Deli Serdang - Dalam menguatkan tali silaturahmi , pengurus Persatuan Pemuda Jawa (<a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a>) Kab.Deli Serdang gelar Anjangsana sambung rasa yang berlangsung di Kec. Galang, Minggu (10-06-2026).<br><br><br><br>Anjangsana sambung rasa ini sudah menjadi tradisi dan program kerja pengurus <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> di berbagai kabupaten kota salah satunya Kab.Deli Serdang. <br><br><br><br>Joko Pristiandra ketua PAC <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Patumbak pada awak media mengatakan, Anjangsana sambung rasa ini selain sudah menjadi tradisi, secara kedepan kita dapat membangun program-program kerja yang bisa bermanfaat buat anggota <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a>.<br><br><br><br>Tambahnya, Anjangsana ini rutin setiap bulan di laksanakan secara bergiliran. Kita berharap dengan rutinitas yang dilaksanakan ini dapat membangun program kerja <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> yang  akan menyentuh dan bermanfaat  kemasyarakat.<br><br><br><br>Sedangkan Sobirin ketua DPC <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Kab.Deli Serdang dalam arahannya berharap pengurus <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> kecamatan dan ranting terus menggalang silaturahmi, sehingga keberadaan <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> terus mengikat sampai ke akar rumput. Selain itu dengan kebersamaan dan kesolidan keberadaan <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> dapat membangun ruang keperdulian dan kesosialan bagi masyarakat ,"katanya.<br><br><br><br>Kegiatan Anjangsana  sambung rasa ini turut dihadiri berbagai pengurus kecamatan se Kab. Deli Serdang dengan makan bersama di semarakan hiburan dan ditutup dengan doa. Rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_9390_Pendawa-Deli-Serdang-Gelar-Anjangsana-Sambung-Rasa-Pererat-Keseduluran.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66497/pendawa-deli-serdang-gelar-anjangsana-sambung-rasa-pererat-keseduluran/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sempat Vakum Puluhan Tahun, Wabup Dorong Adhi Tiruvilla Maha Puja Terus Hidup</guid>
            <pubDate>Sun, 09 Aug 2026 19:02:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sempat Vakum Puluhan Tahun, Wabup Dorong Adhi Tiruvilla Maha Puja Terus Hidup]]></title>
            <description><![CDATA[Sempat Vakum Puluhan Tahun, Wabup Dorong Adhi Tiruvilla Maha Puja Terus Hidup]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br>SUNGGAL &mdash; Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, mengapresiasi umat Hindu di Kabupaten Deli Serdang yang terus menjaga tradisi keagamaan, budaya, dan persaudaraan melalui upacara persembayangan Adhi Tiruvilla Maha <a href="https://www.halomedan.com/tag/puja/" target="_blank">Puja</a> Tahun 2026 di Shri Mariamman Kuil, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Minggu (9/8/2026).<br><br><br><br>Ia menilai keberadaan umat Hindu dan tokoh-tokoh spiritual merupakan bagian dari kekayaan sosial, budaya, dan kehidupan keagamaan di Kabupaten Deli Serdang. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, katanya, terus mendukung kehidupan keagamaan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang sehat secara jasmani maupun spiritual.<br><br><br><br>&quot;Kami merasa sangat bahagia karena Deli Serdang sangat kaya akan tokoh-tokoh spiritual yang memberikan kontribusi terhadap keanekaragaman, baik dari sisi keimanan, budaya maupun persaudaraan yang ada di Indonesia,&quot; ujarnya.<br><br><br><br>Lom Lom juga mengajak seluruh umat beragama untuk terus menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban kepada Tuhan maupun sesama manusia. Menurutnya, nilai-nilai agama dapat menjadi kekuatan dalam membangun kebajikan dan mempererat persatuan.<br><br><br><br>&quot;Iman adalah sesuatu yang mempersatukan kita dalam doa dan mempersatukan kita dalam kebajikan. Semakin banyak manusia yang mengikuti nilai-nilai agama, maka diharapkan semakin banyak pula manusia yang baik dan benar,&quot; katanya.<br><br><br><br>Wabup turut mengapresiasi umat Hindu yang konsisten merawat tradisi dan nilai keagamaan di Shri Mariamman Kuil. Ia berharap kegiatan keagamaan tersebut terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam merawat keberagaman di Deli Serdang.<br><br><br><br>&quot;Atas nama Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu sekalian yang konsisten merawat nilai-nilai agama dan budaya. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berkembang karena ini adalah kekayaan kita, kekayaan dalam keragaman,&quot; pungkasnya.<br><br><br><br>Ketua Kuil Shri Mariamman, Wijai, menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali tradisi dan kegiatan keagamaan Hindu di kuil yang telah berdiri sejak 1881 itu. Setelah sempat vakum selama puluhan tahun, kepengurusan baru dibentuk bersama sejumlah tokoh dan keluarga pendiri kuil.<br><br><br><br>Menurutnya, kegiatan keagamaan yang kembali aktif turut meningkatkan partisipasi umat. Jika sebelumnya hanya beberapa orang yang beribadah, kini kegiatan rutin pada Jumat dan Minggu dapat diikuti sekitar 80 hingga 150 orang.<br><br><br><br>&quot;Tujuan kegiatan ini sesuai dengan adat dan budaya Hindu, yaitu untuk menyatukan umat Hindu agar semakin baik, semakin peduli dan bersama-sama menjaga rumah ibadah,&quot; ujar Wijai.<br><br><br><br>Turut hadir, Camat Sunggal, Kapolsek Sunggal, Danramil Sunggal, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta umat Hindu.<br><br><br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_1631_Sempat-Vakum-Puluhan-Tahun--Wabup-Dorong-Adhi-Tiruvilla-Maha-Puja-Terus-Hidup.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66496/sempat-vakum-puluhan-tahun-wabup-dorong-adhi-tiruvilla-maha-puja-terus-hidup/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dari Lengkong, Kita Belajar Arti Kemerdekaan</guid>
            <pubDate>Sun, 09 Aug 2026 17:26:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dari Lengkong, Kita Belajar Arti Kemerdekaan]]></title>
            <description><![CDATA[Dari Lengkong, Kita Belajar Arti Kemerdekaan]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Oleh: Abdullah Rasyid<br>Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan<br><br>Ada tempat-tempat tertentu yang membuat kata &quot;kemerdekaan&quot; terdengar berbeda. Bukan sebagai slogan, bukan pula sekadar tema upacara setiap bulan Agustus. Di tempat seperti itu, kemerdekaan terasa dekat dengan darah, kehilangan, keberanian, dan keputusan anak-anak muda yang memilih mempertaruhkan hidup ketika Republik Indonesia bahkan belum genap berumur satu tahun.<br><br>Salah satu tempat itu adalah Palagan <a href="https://www.halomedan.com/tag/lengkong/" target="_blank">Lengkong</a>.<br><br>Hari ini, dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melakukan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Taruna, Tangerang. Di sanalah sejumlah perwira dan taruna Akademi Militer Tangerang yang gugur dalam Peristiwa <a href="https://www.halomedan.com/tag/lengkong/" target="_blank">Lengkong</a> dimakamkan.<br><br>Ziarah semacam ini mudah dianggap sebagai bagian rutin dari seremoni kenegaraan. Datang, mengheningkan cipta, meletakkan karangan bunga, lalu kembali kepada kesibukan masing-masing. Tetapi jika sejarah <a href="https://www.halomedan.com/tag/lengkong/" target="_blank">Lengkong</a> dibaca lebih dalam, sulit rasanya pulang tanpa membawa pertanyaan: setelah 81 tahun merdeka, bagaimana kita hari ini menjaga republik yang dahulu dipertahankan anak-anak muda dengan nyawa mereka?<br><br>Peristiwa <a href="https://www.halomedan.com/tag/lengkong/" target="_blank">Lengkong</a> terjadi pada 25 Januari 1946. Situasi Indonesia saat itu jauh dari tenang. Proklamasi memang telah dikumandangkan pada 17 Agustus 1945, tetapi kemerdekaan belum benar-benar aman. Tentara Jepang masih berada di sejumlah tempat dengan persenjataan lengkap. Pasukan Sekutu datang, sementara NICA membonceng dengan keinginan mengembalikan kekuasaan kolonial Belanda.<br><br>Republik yang masih belia harus bergerak cepat.<br><br>Mayor Daan Mogot bersama pasukan dari Resimen IV Tangerang dan para taruna Akademi Militer Tangerang berangkat menuju markas tentara Jepang di <a href="https://www.halomedan.com/tag/lengkong/" target="_blank">Lengkong</a>, Serpong. Tujuannya bukan menyerbu. Mereka hendak mengambil alih persenjataan Jepang melalui perundingan.<br><br>Daan Mogot sendiri masih sangat muda. Namun zaman memang tidak selalu memberi kesempatan kepada seseorang untuk menunggu cukup umur sebelum menerima tanggung jawab besar. Dalam revolusi, kematangan sering kali dipaksa datang lebih cepat daripada usia.<br><br>Perundingan dengan pasukan Jepang pada mulanya berjalan. Pelucutan senjata mulai dilakukan. Lalu sebuah letusan terdengar. Sampai sekarang terdapat berbagai versi mengenai asal tembakan tersebut. Yang pasti, keadaan berubah dalam hitungan detik. Tentara Jepang kembali mengambil senjata. Tembakan dilepaskan. Para taruna yang sebagian berada dalam posisi tidak siap menjadi sasaran.<br><br>Mayor Daan Mogot gugur.<br><br>Bersamanya gugur Letnan Soebianto Djojohadikoesoemo, Letnan Soetopo, serta puluhan taruna Akademi Militer Tangerang. Catatan sejarah mengenang 37 putra bangsa yang kehilangan nyawa dalam peristiwa tersebut.<br><br>Di antara mereka terdapat dua nama yang mempunyai hubungan sangat dekat dengan Presiden Prabowo Subianto: Letnan Soebianto Djojohadikoesoemo dan Taruna Soejono Djojohadikoesoemo. Keduanya merupakan adik dari Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo, ayah Presiden Prabowo.<br><br>Nama mereka kemudian hidup dalam keluarga. Soebianto menjadi bagian dari nama Prabowo Subianto, sementara Soejono menjadi nama tengah Hashim Soejono Djojohadikusumo.<br><br>Namun Palagan <a href="https://www.halomedan.com/tag/lengkong/" target="_blank">Lengkong</a> tentu jauh lebih besar daripada sejarah sebuah keluarga.<br><br>Ia adalah bagian dari sejarah sebuah generasi.<br><br>Bayangkan anak-anak muda pada usia belasan dan awal dua puluhan tahun, ketika hari ini seseorang mungkin masih sibuk dengan perkuliahan, mencari pekerjaan pertama, atau memikirkan masa depannya. Mereka justru berada di tengah ketidakpastian republik. Tidak ada jaminan bahwa Indonesia akan bertahan. Tidak ada kepastian bahwa mereka akan pulang.<br><br>Tetapi mereka berangkat.<br><br>Di situlah kita seharusnya membaca nasionalisme secara lebih jernih.<br><br>Nasionalisme bukan hanya keberanian berbicara tentang Indonesia. Ia adalah kesediaan menerima tanggung jawab ketika negara membutuhkannya. Kadang tanggung jawab itu hadir di medan perang. Pada masa lain ia hadir dalam ruang pelayanan publik, meja birokrasi, pos pemeriksaan perbatasan, lembaga pemasyarakatan, kantor imigrasi, ruang diplomasi, atau tempat-tempat yang mungkin tidak pernah masuk buku sejarah.<br><br>Generasi Daan Mogot mempertahankan republik dengan senjata. Generasi kita tidak lagi menghadapi tentara kolonial dalam pengertian yang sama. Tantangannya telah berubah.<br><br>Kedaulatan hari ini juga berarti kemampuan negara menjaga pintu masuk wilayahnya, mencegah perdagangan orang, menghadapi kejahatan transnasional, memastikan orang asing yang datang menghormati hukum Indonesia, serta melindungi warga negara yang melintas batas.<br><br>Kedaulatan juga diuji dari cara negara memperlakukan mereka yang sedang menjalani pidana. Apakah pemasyarakatan hanya menjadi tempat menghukum, atau mampu mengembalikan manusia kepada masyarakat dengan kehidupan yang lebih baik?<br><br>Itulah sebabnya ziarah jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ke makam para pejuang <a href="https://www.halomedan.com/tag/lengkong/" target="_blank">Lengkong</a> semestinya tidak selesai sebagai agenda kalender.<br><br>Ada amanah yang harus dibawa pulang.<br><br>Jika para pemuda pada 1946 sanggup mempertaruhkan nyawa untuk sebuah negara yang bahkan masa depannya belum pasti, kita yang hidup dalam negara yang telah berdiri lebih dari delapan dekade seharusnya mampu mempertaruhkan kenyamanan untuk menjaga integritas.<br><br>Tidak mengambil yang bukan hak kita adalah nasionalisme.<br><br>Melayani masyarakat tanpa mempersulit adalah nasionalisme.<br><br>Menolak suap adalah nasionalisme.<br><br>Menjaga perbatasan dan kedaulatan hukum Indonesia adalah nasionalisme.<br><br>Memastikan kebijakan negara benar-benar dirasakan rakyat juga nasionalisme.<br><br>Kita sering membayangkan pahlawan sebagai manusia luar biasa yang hidup pada masa lampau. Padahal mungkin pesan terpenting dari sebuah makam pahlawan justru sebaliknya: mereka adalah manusia-manusia biasa yang ketika sejarah memanggil memilih melakukan sesuatu yang luar biasa.<br><br>Karena itu, penghormatan terbaik kepada Daan Mogot dan para taruna <a href="https://www.halomedan.com/tag/lengkong/" target="_blank">Lengkong</a> bukan hanya tabur bunga.<br><br>Penghormatan terbaik adalah membangun negara yang pantas diperjuangkan oleh mereka.<br><br>Indonesia yang pemerintahannya bersih. Hukumnya berwibawa. Perbatasannya terjaga. Pelayanannya manusiawi. Aparaturnya bekerja bukan karena ingin dipuji, tetapi karena memahami bahwa jabatan adalah amanah yang sewaktu-waktu harus dipertanggungjawabkan.<br><br>Delapan puluh satu tahun setelah proklamasi, medan perjuangan memang telah berubah. Tidak ada lagi suara tembakan seperti yang pecah di <a href="https://www.halomedan.com/tag/lengkong/" target="_blank">Lengkong</a> pada Januari 1946. Tetapi Republik tetap membutuhkan keberanian.<br><br>Keberanian mengatakan yang benar ketika lebih mudah diam. Keberanian memperbaiki institusi ketika lebih nyaman mempertahankan kebiasaan lama. Keberanian menjaga kepentingan negara ketika kepentingan pribadi menawarkan jalan yang lebih menguntungkan.<br><br>Di depan pusara para taruna itu, kemerdekaan terasa mempunyai harga.<br><br>Mereka telah membayarnya.<br><br>Dengan darah, usia muda, dan masa depan yang tidak pernah sempat mereka jalani.<br><br>Kita tidak diminta membayar dengan cara yang sama.<br><br>Kita hanya diminta menjaga republik ini dengan sebaik-baiknya.<br><br>Selamat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.<br><br>Dari <a href="https://www.halomedan.com/tag/lengkong/" target="_blank">Lengkong</a> kita belajar: kemerdekaan diwariskan, tetapi tanggung jawab untuk menjaganya selalu berpindah dari satu generasi kepada generasi berikutnya.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_3130_Dari-Lengkong--Kita-Belajar-Arti-Kemerdekaan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66495/dari-lengkong-kita-belajar-arti-kemerdekaan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Remaja Taman Setia Budi Indah Gelar Tasbih Bazar Kemerdekaan, Puluhan Lomba Ramaikan HUT ke-81 RI.</guid>
            <pubDate>Sun, 09 Aug 2026 15:57:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Remaja Taman Setia Budi Indah Gelar Tasbih Bazar Kemerdekaan, Puluhan Lomba Ramaikan HUT ke-81 RI.]]></title>
            <description><![CDATA[Remaja Taman Setia Budi Indah Gelar Tasbih Bazar Kemerdekaan, Puluhan Lomba Ramaikan HUT ke81 RI.]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br>MEDAN | Remaja Taman Setia Budi Indah menggelar Tasbih Bazar Kemerdekaan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut akan digelar selama dua hari, 16&ndash;17 Agustus 2026, di Lapangan Bola Blok D, Tasbi 1.<br><br>Kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan dan kemeriahan kemerdekaan itu diisi dengan berbagai perlombaan serta aktivitas hiburan yang melibatkan masyarakat.<br><br>Ketua Panitia Remaja Taman Setia Budi Indah, Reza Batubara, mengatakan Tasbih Bazar Kemerdekaan dirancang sebagai wadah bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan dengan suasana penuh kegembiraan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarmasyarakat.<br><br>Menurut Reza, momentum HUT Kemerdekaan tidak hanya perlu diperingati secara seremonial, tetapi juga dapat diisi dengan kegiatan yang membangun kebersamaan, khususnya di kalangan generasi muda.<br><br><br>&quot;Kami ingin momentum kemerdekaan ini benar-benar dirasakan bersama. Karena itu, kami menyiapkan berbagai kegiatan yang bisa diikuti anak-anak, remaja maupun masyarakat. Harapannya, semua bisa berkumpul, bersilaturahmi dan menikmati suasana kemerdekaan dengan penuh kegembiraan,&quot; ujar Reza pada awak Medan24news.com (Minggu, 8/9/2026).<br><br>Ia menambahkan, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain menjadi panitia, para remaja diharapkan dapat ikut menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan di lingkungan tempat tinggal.<br><br>&quot;Kami mengajak seluruh warga untuk ikut meramaikan kegiatan ini. Bukan hanya datang sebagai penonton, tetapi juga ikut berpartisipasi dalam lomba dan kegiatan yang sudah disiapkan panitia,&quot; katanya.<br><br>Dalam kegiatan, sejumlah perlombaan telah disiapkan panitia, di antaranya senam pagi, jalan santai, fashion show, lomba mewarnai dan tarik tambang.<br><br>Kemudian ada pula trup gembira, dam batu, lomba makan kerupuk dan lari kelereng.<br><br>Beragam lomba tersebut diharapkan mampu menghadirkan suasana meriah sekaligus menghidupkan kembali semangat permainan rakyat yang identik dengan perayaan kemerdekaan.<br><br>Reza mengatakan, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mempererat hubungan sosial setelah menjalani berbagai aktivitas sehari-hari.<br><br>&quot;Yang kami kedepankan adalah kebersamaan. Menang atau kalah dalam perlombaan bukan yang utama. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa berkumpul dan menikmati perayaan kemerdekaan bersama,&quot; tutur Reza.<br><br>Tasbih Bazar Kemerdekaan dijadwalkan berlangsung pada Minggu hingga Senin, 16&ndash;17 Agustus 2026, dengan lokasi kegiatan di Lapangan Bola Blok D &ndash; Tasbi 1.<br><br>Panitia mengusung slogan &quot;Ramaikan, Belanjakan, Lombakan!!!&quot; sebagai ajakan kepada masyarakat untuk turut menyukseskan rangkaian kegiatan.<br><br>Untuk informasi lebih lanjut, panitia mencantumkan sejumlah nomor kontak, yakni:Bundo 081370405751, Reza 08136223250, Zinno 089699382898, dan Ami 081360363699. Panitia juga mencantumkan akun Instagram @tasbih_bazar_kemerdekaan. Rel<br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_3339_Remaja-Taman-Setia-Budi-Indah-Gelar-Tasbih-Bazar-Kemerdekaan--Puluhan-Lomba-Ramaikan-HUT-ke-81-RI-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66494/remaja-taman-setia-budi-indah-gelar-tasbih-bazar-kemerdekaan-puluhan-lomba-ramaikan-hut-ke81-ri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>