<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.halomedan.com/</link>
        <description>Halo Medan | Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Wed, 04 Nov 2026 06:30:14 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kaki Bengkak Saat Ditekan Meninggalkan Bekas? Kenali Tanda Gangguan Jantung Ini</guid>
            <pubDate>Tue, 03 Nov 2026 21:40:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kaki Bengkak Saat Ditekan Meninggalkan Bekas? Kenali Tanda Gangguan Jantung Ini]]></title>
            <description><![CDATA[Kaki Bengkak Saat Ditekan Meninggalkan Bekas? Kenali Tanda Gangguan Jantung Ini]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Jakarta &mdash; Penyakit jantung koroner dapat berkembang tanpa gejala yang jelas sebelum memicu serangan jantung. Karena itu, mengenali faktor risiko dan menjaga kesehatan sejak dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko komplikasi.<br><br>Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan kardiologi intervensi, dr. Bobby, Sp.JP(K), membahas penyakit jantung koroner dalam video di kanal YouTube Raditya Dika yang tayang pada Selasa, 30 Juni 2026.<br><br>Dalam pembahasan tersebut, ia menjelaskan risiko serangan jantung, pilihan tindakan medis, serta pentingnya membangun kebiasaan hidup sehat secara konsisten.<br><br>Mengapa Serangan <a href="https://www.halomedan.com/tag/jantung/" target="_blank">Jantung</a> Bisa Terjadi Saat Subuh?<br><br>Menurut penjelasan dr. Bobby, perubahan ritme biologis tubuh menjelang pagi dapat memengaruhi denyut jantung dan tekanan darah. Pada orang yang memiliki faktor risiko, perubahan ini dapat berperan dalam memicu masalah pada plak di pembuluh darah koroner.<br><br>"Malam ketika kita tidur, jantung mulai rileks, nadi dan tensi turun. Dekat subuh, tubuh bersiap bangun, adrenalin naik, tensi naik. Pada orang dengan faktor risiko, ini bisa bikin robekan plak yang memicu serangan jantung," jelasnya.<br><br>Meski demikian, serangan jantung tidak hanya terjadi saat subuh. Kondisi ini dapat muncul kapan saja, sehingga gejala yang mengarah pada serangan jantung perlu ditangani sebagai keadaan darurat.<br><br>Tanda yang perlu diwaspadai antara lain rasa tertekan atau nyeri di dada, sesak napas, keringat dingin, mual, serta nyeri yang menjalar ke lengan, punggung, leher, atau rahang.<br><br>Jika gejala tersebut muncul, segera cari pertolongan medis darurat. Jangan menunggu sampai rasa sakit semakin berat atau menghilang dengan sendirinya.<br><br>Gaya Hidup Berpengaruh terhadap Risiko Penyakit <a href="https://www.halomedan.com/tag/jantung/" target="_blank">Jantung</a><br><br>Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke otot jantung mengalami penyempitan, umumnya akibat penumpukan plak. Proses ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun.<br><br>Sejumlah faktor yang meningkatkan risiko antara lain kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, dan kurang aktivitas fisik.<br><br>Pencegahan dapat dimulai dengan berhenti merokok, menjaga pola makan seimbang, memantau tekanan darah dan kolesterol, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.<br><br>Langkah-langkah tersebut tidak menjamin seseorang sepenuhnya terbebas dari penyakit jantung, tetapi dapat membantu mengurangi faktor risiko yang bisa dikendalikan.<br><br>Pasang Ring atau Bypass, Mana yang Dibutuhkan?<br><br>Dalam penanganan penyakit jantung koroner, dokter dapat mempertimbangkan pemasangan stent atau ring untuk membantu membuka pembuluh darah yang menyempit. Namun, tindakan ini tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk setiap pasien.<br><br>Bobby menjelaskan bahwa pada kasus penyempitan yang melibatkan banyak pembuluh darah atau memiliki karakteristik tertentu, operasi bypass dapat memberikan hasil jangka panjang yang lebih baik.<br><br>"Orang yang banyak penyempitan dibandingkan dipasang 4-5 ring, hasil studinya lebih bagus bypass jangka panjang," ujarnya.<br><br>Pilihan tindakan tetap harus ditentukan berdasarkan kondisi pasien, lokasi dan tingkat penyempitan, penyakit penyerta, serta hasil pemeriksaan oleh tim medis. Pasien tidak sebaiknya menentukan pilihan hanya berdasarkan jumlah ring atau pengalaman orang lain.<br><br>Kaki Bengkak Bisa Menjadi Tanda Gangguan <a href="https://www.halomedan.com/tag/jantung/" target="_blank">Jantung</a><br><br>Pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki dapat terjadi karena penumpukan cairan. Dalam kondisi tertentu, gejala ini bisa berkaitan dengan gagal jantung, yakni ketika jantung tidak mampu memompa darah secara efektif.<br><br>Salah satu bentuk pembengkakan adalah pitting edema, yaitu kondisi ketika kulit meninggalkan cekungan sementara setelah ditekan. Namun, kaki bengkak tidak selalu berarti seseorang mengalami penyakit jantung karena masalah ginjal, pembuluh darah, obat-obatan, dan faktor lain juga dapat menjadi penyebab.<br><br>Jika pembengkakan menetap, memburuk, atau disertai sesak napas maupun kenaikan berat badan mendadak, segera periksakan diri ke tenaga kesehatan.<br><br>Mulai Olahraga Perlahan dan Konsisten<br><br>Bobby menekankan bahwa menjaga kesehatan jantung perlu dilakukan melalui kebiasaan yang berkelanjutan, bukan perubahan ekstrem dalam waktu singkat.<br><br>"<a href="https://www.halomedan.com/tag/jantung/" target="_blank">Jantung</a> itu sifatnya pembiasaan. Buat teman-teman yang baru mulai hidup sehat, start slow saja tapi konsisten," katanya.<br><br>Sebagai panduan umum, orang dewasa dianjurkan melakukan sedikitnya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu, atau 75 menit aktivitas intensitas berat. Latihan penguatan otot juga dianjurkan setidaknya dua hari dalam seminggu.<br><br>Aktivitas dapat dimulai dari berjalan kaki, bersepeda, atau olahraga lain yang sesuai kemampuan. Orang dengan riwayat penyakit jantung atau keluhan saat beraktivitas perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai latihan intensif.<br><br>Pada akhirnya, pencegahan penyakit jantung koroner membutuhkan kombinasi pola hidup sehat, pengendalian faktor risiko, dan pemeriksaan medis. Mengenali gejala lebih awal serta segera mencari pertolongan dapat membantu mengurangi risiko komplikasi serius.<br><br>***]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/11/_5066_Kaki-Bengkak-Saat-Ditekan-Meninggalkan-Bekas--Kenali-Tanda-Gangguan-Jantung-Ini.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/67198/kaki-bengkak-saat-ditekan-meninggalkan-bekas-kenali-tanda-gangguan-jantung-ini/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Hui Chandra Fireta Raih Penghargaan Indonesia Most Innovative CFO Awards 2026</guid>
            <pubDate>Tue, 03 Nov 2026 21:13:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Hui Chandra Fireta Raih Penghargaan Indonesia Most Innovative CFO Awards 2026]]></title>
            <description><![CDATA[Hui Chandra Fireta Raih Penghargaan Indonesia Most Innovative CFO Awards 2026]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Jakarta &ndash; Hui Chandra Fireta selaku Business Support Director JNE meraih penghargaan bergengsi dari The Iconomics dalam ajang 4th Indonesia Most Innovative CFO Awards 2026. Mengusung tema &quot;Mengkatalisasi Ekonomi Daerah: Pembiayaan, Investasi, dan Kolaborasi untuk Pertumbuhan&quot;, penghargaan ini diserahkan langsung oleh Founder &amp; CEO The Iconomics, Bram S. Putro, pada Kamis (15/10).<br><br>Ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh The Iconomics Media dengan dukungan Axia Research ini digelar sebagai bentuk apresiasi bagi para pemimpin keuangan yang inovatif. Saat ini, peran Chief Financial Officer (CFO) dan pimpinan finansial tidak hanya berfokus pada pengendalian biaya serta pelaporan keuangan, melainkan juga terlibat aktif dalam menyusun dan mengeksekusi strategi pertumbuhan bisnis. Keputusan keuangan yang bijak dan inovatif menjadi pilar utama perusahaan dalam menciptakan ketahanan finansial serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. <br><br>Penghargaan ini mengakui peran Hui Chandra Fireta sebagai pemimpin finansial dan operasional pendukung yang adaptif, visioner, serta mampu menghadirkan tata kelola keuangan yang responsif terhadap dinamika industri logistik. Di bawah kepemimpinannya, JNE secara konsisten memperkuat kepemimpinan finansial yang adaptif dalam mendorong inovasi, memperkuat operasional, dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi di seluruh lini bisnis.<br><br>Hui Chandra Fireta menyatakan rasa syukurnya atas penghargaan ini dan berharap dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran manajemen serta karyawan untuk terus meningkatkan kinerja dan inovasi. &quot;Mewakili seluruh manajemen dan karyawan JNE, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada The Iconomics atas penghargaan Indonesia Most Innovative CFO Awards 2026. Penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras dan dedikasi seluruh keluarga besar JNE. Dengan semangat &#039Connecting Happiness&#039;, apresiasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat strategi. Ke depannya, JNE berkomitmen untuk terus berkolaborasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,&quot; ungkapnya. <br><br>Rangkaian pencapaian ini semakin bermakna menjelang perayaan HUT JNE ke-36 dengan semangat &quot;Melesat Hebat&quot;. Tema ini mencerminkan kepemimpinan yang adaptif dan inovatif dalam mengelola tata kelola keuangan serta kualitas layanan terdepan di era transformasi digital. JNE terus memperkuat posisinya bukan sekadar sebagai penyedia layanan logistik, melainkan juga sebagai motor penggerak pembangunan perekonomian nasional yang menghubungkan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Indonesia.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/11/_2212_Hui-Chandra-Fireta-Raih-Penghargaan-Indonesia-Most-Innovative-CFO-Awards-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67197/hui-chandra-fireta-raih-penghargaan-indonesia-most-innovative-cfo-awards-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Farianda Minta Anto Genk Dukung Kembali Kepemimpinannya di PWI Sumut Periode Kedua*</guid>
            <pubDate>Tue, 03 Nov 2026 21:07:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Farianda Minta Anto Genk Dukung Kembali Kepemimpinannya di PWI Sumut Periode Kedua*]]></title>
            <description><![CDATA[Farianda Minta Anto Genk Dukung Kembali Kepemimpinannya di PWI Sumut Periode Kedua]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MEDAN |  Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara sekaligus CEO Sumut24, Rianto, S.H., M.H., yang akrab disapa Anto Genk, menunjukkan sikap organisasi yang tegas dengan menyatakan mundur dari kandidat calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara periode 2026&ndash;2031 dan memberikan dukungan kepada H. Farianda Putra Sinik Tanjung, S.E., untuk melanjutkan kepemimpinannya pada periode kedua.<br><br>Sikap tersebut disampaikan Anto Genk saat menghadiri deklarasi pencalonan Farianda di Kembar Cafe, Jalan Sakti Lubis, Medan, Selasa (3/11/2026).<br><br>Di hadapan sejumlah tokoh pers dan undangan yang hadir, Rianto mengungkapkan bahwa keputusannya memberikan dukungan bukan tanpa alasan. Ia memiliki pengalaman langsung menjalin hubungan dan bekerja sama dengan Farianda selama memimpin PWI Sumut.<br><br>Menurut Anto Genk, Farianda merupakan sosok pemimpin yang mampu merangkul seluruh elemen pers tanpa membedakan organisasi maupun latar belakang media. Bahkan, hubungan yang terjalin selama ini sudah melampaui hubungan formal antarlembaga dan berkembang menjadi persahabatan serta kekeluargaan.<br><br>"Selama kepemimpinan Bung Farianda, kami dari JMSI merasa dirangkul. Hubungan kami bukan hanya sebatas hubungan organisasi, tetapi sudah seperti sahabat lama. Beliau sosok yang baik, religius, terbuka, dan mudah diajak bekerja sama," ungkap Anto Genk.<br><br>Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan penilaian Rianto terhadap karakter kepemimpinan Farianda. Baginya, seorang pemimpin organisasi pers tidak cukup hanya mampu menjalankan roda organisasi sendiri, tetapi juga harus memiliki sikap terbuka, menghargai organisasi lain, dan mampu membangun persaudaraan di antara sesama insan pers.<br><br>*Mundur Bukan Karena Persaingan, Tetapi Memilih Kebersamaan*<br><br>Sikap Rianto yang menyatakan mundur dari kandidat Ketua PWI Sumut menjadi salah satu hal menarik dalam deklarasi tersebut.<br><br>Keputusan itu memperlihatkan bahwa hubungan baik, persahabatan, dan pengalaman bekerja sama dengan Farianda menjadi pertimbangan penting bagi Anto Genk dalam menentukan sikap.<br><br>Ia tidak menempatkan hubungan antarpimpinan organisasi semata-mata sebagai kepentingan pencalonan, melainkan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersamaan dan soliditas dunia pers di Sumatera Utara.<br><br>Bagi Rianto, dukungan terhadap Farianda merupakan bentuk apresiasi atas kepemimpinan yang selama ini dirasakannya mampu membangun komunikasi dan merangkul organisasi media siber.<br><br>*Tak Lupakan Dukungan Farianda kepada JMSI*<br><br>Anto Genk juga mengingat sejumlah bentuk perhatian Farianda terhadap kegiatan JMSI Sumut. Salah satunya ketika Farianda menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) JMSI Sumut 2026 di Pantai Romantis, Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu (18/7/2026).<br><br>Kegiatan yang dihadiri seluruh Pengurus Cabang JMSI se-Sumatera Utara tersebut menjadi salah satu bukti nyata hubungan baik antara kedua organisasi.<br><br>Bagi Rianto, kehadiran Farianda dalam kegiatan JMSI bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan menunjukkan sikap menghargai dan mendukung keberadaan organisasi pers lainnya.<br><br>Sikap saling menghargai inilah yang menurutnya harus terus dipelihara. Sebab, kemajuan pers tidak bisa dibangun dengan berjalan sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan komunikasi, kolaborasi, dan rasa persaudaraan.<br><br>*Berharap Farianda Kembali Memimpin PWI Sumut*<br><br>Dengan pengalaman hubungan yang telah terjalin, Rianto berharap Farianda kembali mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari anggota PWI Sumut terutama yang bergabung di JMSI Sumut untuk memimpin organisasi tersebut selama lima tahun ke depan.<br><br>Ia menilai kesinambungan kepemimpinan diperlukan agar hubungan harmonis antarlembaga pers yang telah terbangun dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.<br><br>Sementara itu, Farianda menyatakan kesiapannya kembali maju sebagai calon Ketua PWI Sumut periode 2026&ndash;2031 dalam konferensi yang dijadwalkan berlangsung pada 21 November 2026.<br><br>Farianda juga berkomitmen melanjutkan program peningkatan kompetensi dan kesejahteraan wartawan, di antaranya Uji Kompetensi Wartawan (UKW), sekolah jurnalistik, perlindungan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, beasiswa pendidikan anak wartawan, serta pemberdayaan keluarga wartawan.<br><br>Deklarasi tersebut turut dihadiri tokoh pers senior H. Roni Simon, Ketua SMSI Sumut Erris Julieta Napitupulu, ulama, tokoh masyarakat, serta sejumlah pimpinan media cetak dan siber di Sumatera Utara.<br><br>Sikap Anto Genk memberikan dukungan kepada Farianda menjadi pesan bahwa dalam membangun organisasi pers, persahabatan, saling menghargai, dan kebersamaan merupakan nilai penting yang tidak boleh dikesampingkan oleh kepentingan perebutan jabatan organisasi.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/11/_6246_Farianda-Minta-Anto-Genk-Dukung-Kembali-Kepemimpinannya-di-PWI-Sumut-Periode-Kedua-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67196/farianda-minta-anto-genk-dukung-kembali-kepemimpinannya-di-pwi-sumut-periode-kedua/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pilih Kebersamaan, Anto Genk Nyatakan Dukungan untuk Farianda Pimpin PWI Sumut Periode Kedua</guid>
            <pubDate>Tue, 03 Nov 2026 21:03:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pilih Kebersamaan, Anto Genk Nyatakan Dukungan untuk Farianda Pimpin PWI Sumut Periode Kedua]]></title>
            <description><![CDATA[Pilih Kebersamaan, Anto Genk Nyatakan Dukungan untuk Farianda Pimpin PWI Sumut Periode Kedua]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan,Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara sekaligus CEO Sumut24, Rianto, S.H., M.H., yang akrab disapa Anto Genk, menunjukkan sikap organisasi yang tegas dengan menyatakan mundur dari kandidat calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara periode 2026&ndash;2031 dan memberikan dukungan kepada H. Farianda Putra Sinik Tanjung, S.E., untuk melanjutkan kepemimpinannya pada periode kedua.<br><br>Sikap tersebut disampaikan Anto Genk saat menghadiri deklarasi pencalonan Farianda di Kembar Cafe, Jalan Sakti Lubis, Medan, Selasa (3/11/2026).<br><br>Di hadapan sejumlah tokoh pers dan undangan yang hadir, Rianto mengungkapkan bahwa keputusannya memberikan dukungan bukan tanpa alasan. Ia memiliki pengalaman langsung menjalin hubungan dan bekerja sama dengan Farianda selama memimpin PWI Sumut.<br><br>Menurut Anto Genk, Farianda merupakan sosok pemimpin yang mampu merangkul seluruh elemen pers tanpa membedakan organisasi maupun latar belakang media. Bahkan, hubungan yang terjalin selama ini sudah melampaui hubungan formal antarlembaga dan berkembang menjadi persahabatan serta kekeluargaan.<br><br>"Selama kepemimpinan Bung Farianda, kami dari JMSI merasa dirangkul. Hubungan kami bukan hanya sebatas hubungan organisasi, tetapi sudah seperti sahabat lama. Beliau sosok yang baik, religius, terbuka, dan mudah diajak bekerja sama," ungkap Anto Genk.<br><br>Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan penilaian Rianto terhadap karakter kepemimpinan Farianda. Baginya, seorang pemimpin organisasi pers tidak cukup hanya mampu menjalankan roda organisasi sendiri, tetapi juga harus memiliki sikap terbuka, menghargai organisasi lain, dan mampu membangun persaudaraan di antara sesama insan pers.<br><br>*Mundur Bukan Karena Persaingan, Tetapi Memilih Kebersamaan*<br><br>Sikap Rianto yang menyatakan mundur dari kandidat Ketua PWI Sumut menjadi salah satu hal menarik dalam deklarasi tersebut.<br><br>Keputusan itu memperlihatkan bahwa hubungan baik, persahabatan, dan pengalaman bekerja sama dengan Farianda menjadi pertimbangan penting bagi Anto Genk dalam menentukan sikap.<br><br>Ia tidak menempatkan hubungan antarpimpinan organisasi semata-mata sebagai kepentingan pencalonan, melainkan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersamaan dan soliditas dunia pers di Sumatera Utara.<br><br>Bagi Rianto, dukungan terhadap Farianda merupakan bentuk apresiasi atas kepemimpinan yang selama ini dirasakannya mampu membangun komunikasi dan merangkul organisasi media siber.<br><br>*Tak Lupakan Dukungan Farianda kepada JMSI*<br><br>Anto Genk juga mengingat sejumlah bentuk perhatian Farianda terhadap kegiatan JMSI Sumut. Salah satunya ketika Farianda menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) JMSI Sumut 2026 di Pantai Romantis, Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu (18/7/2026).<br><br>Kegiatan yang dihadiri seluruh Pengurus Cabang JMSI se-Sumatera Utara tersebut menjadi salah satu bukti nyata hubungan baik antara kedua organisasi.<br><br>Bagi Rianto, kehadiran Farianda dalam kegiatan JMSI bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan menunjukkan sikap menghargai dan mendukung keberadaan organisasi pers lainnya.<br><br>Sikap saling menghargai inilah yang menurutnya harus terus dipelihara. Sebab, kemajuan pers tidak bisa dibangun dengan berjalan sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan komunikasi, kolaborasi, dan rasa persaudaraan.<br><br>*Berharap Farianda Kembali Memimpin PWI Sumut*<br><br>Dengan pengalaman hubungan yang telah terjalin, Rianto berharap Farianda kembali mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari anggota PWI Sumut terutama yang bergabung di JMSI Sumut untuk memimpin organisasi tersebut selama lima tahun ke depan.<br><br>Ia menilai kesinambungan kepemimpinan diperlukan agar hubungan harmonis antarlembaga pers yang telah terbangun dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.<br><br>Sementara itu, Farianda menyatakan kesiapannya kembali maju sebagai calon Ketua PWI Sumut periode 2026&ndash;2031 dalam konferensi yang dijadwalkan berlangsung pada 21 November 2026.<br><br>Farianda juga berkomitmen melanjutkan program peningkatan kompetensi dan kesejahteraan wartawan, di antaranya Uji Kompetensi Wartawan (UKW), sekolah jurnalistik, perlindungan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, beasiswa pendidikan anak wartawan, serta pemberdayaan keluarga wartawan.<br><br>Deklarasi tersebut turut dihadiri tokoh pers senior H. Roni Simon, Ketua SMSI Sumut Erris Julieta Napitupulu, ulama, tokoh masyarakat, serta sejumlah pimpinan media cetak dan siber di Sumatera Utara.<br><br>Sikap Anto Genk memberikan dukungan kepada Farianda menjadi pesan bahwa dalam membangun organisasi pers, persahabatan, saling menghargai, dan kebersamaan merupakan nilai penting yang tidak boleh dikesampingkan oleh kepentingan perebutan jabatan organisasi.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/11/_3435_Pilih-Kebersamaan--Anto-Genk-Nyatakan-Dukungan-untuk-Farianda-Pimpin-PWI-Sumut-Periode-Kedua.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67195/pilih-kebersamaan-anto-genk-nyatakan-dukungan-untuk-farianda-pimpin-pwi-sumut-periode-kedua/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">KASUS DUGAAN PENYADAPAN PRESIDEN MELEDAK! EKS KAPOLRI  DAN DUA JENDERAL JADI TERSANGKA, INTEGRITAS POLRI DIUJI</guid>
            <pubDate>Tue, 03 Nov 2026 20:59:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[KASUS DUGAAN PENYADAPAN PRESIDEN MELEDAK! EKS KAPOLRI  DAN DUA JENDERAL JADI TERSANGKA, INTEGRITAS POLRI DIUJI]]></title>
            <description><![CDATA[KASUS DUGAAN PENYADAPAN PRESIDEN MELEDAK! EKS KAPOLRI  DAN DUA JENDERAL JADI TERSANGKA, INTEGRITAS POLRI DIUJI]]></description>
            <content><![CDATA[<p><br>JAKARTA &ndash; Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto mengguncang institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Mantan Kapolri yang kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Listyo Sigit Prabowo, bersama dua perwira tinggi Polri, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan ilegal, akses ilegal, dan penghapusan data elektronik.<br><br>Penetapan tersangka tersebut diumumkan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Asep Safrudin, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026).<br><br>Dua perwira tinggi lainnya yang turut ditetapkan sebagai tersangka adalah Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso.<br><br>Kabareskrim menyatakan penyidik telah menetapkan tiga tersangka dengan inisial LSP, ASN, dan EH berdasarkan hasil penyidikan.<br><br>Informasi tersebut dilaporkan sejumlah media nasional, termasuk detikNews dan CNN Indonesia.<br><br>Penyadapan Presiden Bukan Perkara Biasa<br><br>Kasus ini bukan persoalan kriminal biasa. Dugaan penyadapan yang menyasar nomor telepon seorang presiden menyentuh persoalan serius, mulai dari perlindungan komunikasi kepala negara, keamanan informasi strategis, hingga integritas aparat penegak hukum.<br><br>Jika dugaan tersebut terbukti di pengadilan, publik berhak mengetahui bagaimana tindakan itu dilakukan, siapa yang memberikan perintah, apa tujuan penyadapan, dan apakah terdapat pihak lain yang terlibat.<br><br>Pertanyaan mendasarnya: bagaimana dugaan pelanggaran serius semacam ini bisa terjadi, dan sejauh mana penyidik akan mengungkap keseluruhan rangkaian perkaranya?<br><br>Penetapan tersangka terhadap pejabat atau mantan pejabat tinggi tidak boleh menjadi akhir dari pengusutan. Justru, langkah tersebut harus menjadi pintu masuk untuk membongkar perkara secara menyeluruh, berdasarkan bukti dan prosedur hukum.<br><br>Jangan Berhenti pada Tiga <a href="https://www.halomedan.com/tag/tersangka/" target="_blank">Tersangka</a><br><br>Mabes Polri harus memastikan penyidikan berjalan transparan, profesional, dan bebas dari konflik kepentingan.<br><br>Publik membutuhkan penjelasan yang terang mengenai konstruksi perkara, bukti elektronik yang ditemukan, dugaan peran masing-masing tersangka, serta dasar hukum tindakan yang disangkakan.<br><br>Apabila ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain, penyidik wajib menindaklanjutinya berdasarkan alat bukti yang sah. Tidak boleh ada pihak yang kebal hukum hanya karena memiliki pangkat, jabatan, atau kedekatan dengan pusat kekuasaan.<br><br>Sebaliknya, seseorang juga tidak boleh langsung dianggap bersalah hanya karena telah ditetapkan sebagai tersangka. Pembuktian tetap harus dilakukan melalui proses peradilan yang adil.<br><br>Prinsip tersebut penting agar penegakan hukum tidak berubah menjadi pertarungan kepentingan di lingkungan kekuasaan.<br><br>Kepercayaan Publik terhadap Polri Dipertaruhkan<br><br>Perkara yang menyeret nama mantan Kapolri dan dua jenderal ini menjadi ujian serius bagi komitmen pembenahan internal Polri.<br><br>Institusi kepolisian tidak cukup hanya menyampaikan bahwa penyidikan sedang berjalan. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata, penjelasan yang dapat diuji, serta jaminan bahwa proses hukum tidak tebang pilih.<br><br>Jika dugaan pelanggaran dilakukan oleh aparat yang semestinya menjaga hukum, persoalannya bukan hanya menyangkut pertanggungjawaban individu, tetapi juga menyangkut kredibilitas institusi.<br><br>Karena itu, pengawasan terhadap proses penyidikan perlu dilakukan secara serius tanpa mengintervensi independensi penyidik maupun proses peradilan.</p><p>Diketahui,Berdasarkan keterangan Bareskrim Polri dalam konferensi pers Selasa malam, 3 November 2026, dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar penyadapan satu nomor telepon.<br><br>Polisi mengungkap adanya dugaan penyadapan terhadap sejumlah nomor milik pejabat dan tokoh penting sejak 2025 hingga 2026.<br><br>*Apa yang sebenarnya disadap?*<br><br>Berikut fakta yang sejauh ini diungkap kepolisian:<br><br>* Nomor telepon Presiden Prabowo Subianto. Diduga dimasukkan ke sistem penyadapan tanpa prosedur yang sah.<br><br>* Komunikasi pejabat negara. Sejumlah nomor pejabat negara lainnya juga menjadi sasaran.<br><br>* Tokoh-tokoh politik. Nomor telepon sejumlah tokoh politik diduga ikut disadap.<br><br>* Media dan jurnalis. Nomor yang berkaitan dengan kalangan media turut disebut.<br><br>* Tokoh ormas, LSM, dan pengusaha. Mereka juga masuk dalam daftar sasaran penyadapan. <br><br>*Bagaimana cara penyadapannya?*<br><br>Menurut penjelasan Kabareskrim Komjen Pol Asep Safrudin:<br><br>* Sejumlah nomor telepon dimasukkan ke dalam sistem Lawful Interception Management System (LIMS).<br><br>* Pemasukan nomor tersebut diduga dilakukan tanpa verifikasi.<br><br>* Penyadapan dilakukan tanpa dasar proses penyelidikan maupun penyidikan yang sah.<br><br>* Pada Oktober 2026, diduga ada perintah untuk menghapus berkas hasil penyadapan dari komputer sistem LIMS. <br><br>*Apa yang ditemukan polisi?*<br><br>- 11 Unit handphone<br>- 1 Unit iPad.<br>- 4 Flashdisk<br><br>Polisi juga telah memeriksa 10 saksi dan tiga ahli.<br><br>*Tetapi ada satu hal penting!*<br><br>Sampai berita yang tersedia malam ini, polisi belum membeberkan secara terbuka isi percakapan Prabowo yang diduga disadap.<br><br>Artinya, belum diketahui apakah yang direkam berupa:<br><br>* Percakapan telepon Presiden.<br><br>* Pesan WhatsApp atau komunikasi elektronik lainnya.<br><br>* Rekaman komunikasi dengan pejabat dan pihak tertentu.<br><br>* Data komunikasi lainnya.red<br><br>Jadi, jangan dulu menyimpulkan bahwa isi pembicaraan rahasia Presiden sudah diketahui atau bocor.<br><br>Menurut saya, ada tiga pertanyaan besar yang harus dijawab dalam kasus ini:<br><br>* Apa motif penyadapan terhadap Presiden Prabowo?<br><br>* Siapa yang sebenarnya memerintahkan dan menerima hasil sadapan tersebut?<br><br>* Apakah hasil penyadapan hanya disimpan atau pernah diserahkan kepada pihak lain?<br><br>Ketiga pertanyaan itu justru menjadi bagian paling penting untuk mengungkap perkara ini.<br><br><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/11/_7655_KASUS-DUGAAN-PENYADAPAN-PRESIDEN-MELEDAK--EKS-KAPOLRI--DAN-DUA-JENDERAL-JADI-TERSANGKA--INTEGRITAS-POLRI-DIUJI.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67194/kasus-dugaan-penyadapan-presiden-meledak-eks-kapolri-dan-dua-jenderal-jadi-tersangka-integritas-polri-diuji/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Siapa Jenderal di Balik Isu Penyadapan Pejabat Negara? Pengamat Minta Polri Tak Tutup Suara</guid>
            <pubDate>Tue, 03 Nov 2026 17:22:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Siapa Jenderal di Balik Isu Penyadapan Pejabat Negara? Pengamat Minta Polri Tak Tutup Suara]]></title>
            <description><![CDATA[Siapa Jenderal di Balik Isu Penyadapan Pejabat Negara? Pengamat Minta Polri Tak Tutup Suara]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Jakarta&mdash; Dugaan penyadapan percakapan pejabat negara menyeret nama seorang jenderal polisi berpangkat bintang empat dalam isu pemeriksaan internal di lingkungan <a href="https://www.halomedan.com/tag/polri/" target="_blank">Polri</a>, Selasa, 3 November 2026.<br><br>Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, mendesak Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memberikan penjelasan terbuka agar spekulasi tidak semakin berkembang.<br><br>Bambang menilai persoalan tersebut perlu dijelaskan karena menyangkut kerahasiaan negara dan sistem keamanan nasional.<br><br>Pengamat Minta Kapolri Buka Identitas Jenderal<br><br>Bambang meminta <a href="https://www.halomedan.com/tag/polri/" target="_blank">Polri</a> menjelaskan siapa pejabat yang diduga melakukan penyadapan, siapa yang menjadi sasaran, kapan tindakan itu terjadi, serta apa motifnya.<br><br>&quot;Kapolri harus segera menjelaskan kepada publik agar isu yang berkembang tidak semakin liar yang malah kontraproduktif dengan program Kapolri sendiri,&quot; kata Bambang.<br><br>Menurutnya, persoalan penyadapan terhadap pejabat negara tidak seharusnya hanya dipandang sebagai masalah individu.<br><br>Ia mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan agar dugaan serupa tidak kembali terjadi.<br><br>Sejumlah Perwira Dikabarkan Diperiksa Propam<br><br>Desakan tersebut muncul di tengah kabar pemeriksaan sejumlah perwira tinggi dan menengah oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes <a href="https://www.halomedan.com/tag/polri/" target="_blank">Polri</a>.<br><br>Informasi yang beredar menyebut seorang perwira berpangkat jenderal bintang empat berinisial L sempat diamankan untuk menjalani pemeriksaan sebelum akhirnya dilepaskan.<br><br>Namun, informasi mengenai identitas dan keterlibatan jenderal tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh <a href="https://www.halomedan.com/tag/polri/" target="_blank">Polri</a>.<br><br>Pemeriksaan sejumlah perwira itu juga dikaitkan dengan dugaan pengerahan massa dalam aksi di Yogyakarta. Hubungan antara pemeriksaan tersebut dan dugaan penyadapan masih belum dijelaskan secara terbuka.<br><br>Kadiv Humas <a href="https://www.halomedan.com/tag/polri/" target="_blank">Polri</a> Diminta Beri Penjelasan<br><br>Kepala Divisi Humas <a href="https://www.halomedan.com/tag/polri/" target="_blank">Polri</a> Irjen Pol. Johnny Edison Isir turut dimintai keterangan mengenai kabar tersebut di Mabes <a href="https://www.halomedan.com/tag/polri/" target="_blank">Polri</a>.<br><br>Johnny menyatakan akan melakukan pengecekan lebih lanjut ketika ditanya mengenai informasi pemeriksaan dan dugaan penyadapan.<br><br>Ia juga menyampaikan bahwa evaluasi pengamanan dilakukan setelah pelaksanaan tugas pengamanan selesai.<br><br>Hingga Selasa, 3 November 2026, belum ada keterangan resmi yang memastikan identitas jenderal bintang empat tersebut maupun keterlibatannya dalam dugaan penyadapan.<br><br>***]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/11/_3260_Siapa-Jenderal-di-Balik-Isu-Penyadapan-Pejabat-Negara--Pengamat-Minta-Polri-Tak-Tutup-Suara.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67193/siapa-jenderal-di-balik-isu-penyadapan-pejabat-negara-pengamat-minta-polri-tak-tutup-suara/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">H. Farianda Putra Sinik Siap Lanjutkan Kepemimpinan PWI Sumut Periode Kedua</guid>
            <pubDate>Tue, 03 Nov 2026 15:51:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[H. Farianda Putra Sinik Siap Lanjutkan Kepemimpinan PWI Sumut Periode Kedua]]></title>
            <description><![CDATA[Deklarasi Maju Calon Ketua PWI Sumut 20262031, Farianda Putra Sinik Siap Jadi Parhobas Didukung Wartawan Senior]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br>Medan, Peta pertarungan Ketua PWI Sumut mulai mengerucut H. Farianda Putra Sinik, SE  yang saat ini masih menjabat Ketua PWI Sumut, resmi mendeklarasikan diri untuk maju kembali sebagai calon Ketua PWI Sumut periode 2026-2031.<br><br>Deklarasi digelar dengan penuh kehangatan dan soliditas di Cafe Kembar, Jalan Sakti Lubis Medan, Selasa (3/11/2026). Tampak,  ratusan pendukung memadati acara deklarasi, termasuk barisan wartawan senior yang menjadi saksi perjalanan panjang PWI Sumut.<br><br>Seperti Pemred/wartawan senior yang ikut hadir memberi dukungan, Anton Panggabean dan Proklamasi Naibaho (Hr SIB), Khairul Muslim (Membara news.com), Rizal Rudi Surya (Analisa), Agus Syafaruddin (Realitas), H Roni Simon (Gebrak), Eris Napitupulu (SMSI), Rianto/Anto Genk (JMSI), Abdul Haris Nasution,<br>Idrus Pasaribu dan para pemilik media serta tokoh agama. <br><br>Dukungan wartawan senior ini menjadi sinyal kuat memenangkan konferensi mendatang. Farianda Putra Sinik bukan sekedar deklarasi pencalonan, tapi deklarasi restu dan keberlanjutan menjabat Ketua PWI dua periode.<br><br>"Saya akan maju lagi. Saya maju karena PWI Sumut ini rumah besar kita yang harus kita jaga dan kita bawa lebih baik lagi. Jabatan ini sebagai amanah dan siap memposisikan saya sebagai Parhobas," ujar Farianda dengan suara berwibawa di hadapan pendukungnya.<br><br>Farianda yang dikenal dengan gaya kepemimpinan yang tidak sombong, tenang dan humanis menegaskan, keputusannya untuk kembali maju telah melalui perenungan matang dan dorongan dari akar rumput anggota PWI se-Sumut.<br><br>"Selama ini kita sudah meletakkan fondasi, mulai dari penguatan organisasi, peningkatan kompetensi wartawan, hingga menjaga marwah PWI di tengah disrupsi media. Tapi pekerjaan itu belum selesai. Masih banyak yang harus kita benahi bersama," tegas Farianda selaku pemilik Hr Medan Pos itu.<br><br>Diharapkan Farianda, dalam pesta demokrasi nanti, PWI Sumut akan dapat menjadi contoh ke Provinsi lainnya dalam pesta Demokrasi. <br>"Boleh berisik namun tetap jaga persatuan dan jangan memfitnah.  Jauhkan itu, pesta demokrasi hanya satu hari. Jangan gara gara gara 1 hari lalu kita bermusuhan. Kita harus tetap kompak," ungkapnya.<br><br>Siap Daftar Jumat 6 November<br><br>Sebagai bentuk keseriusan, Farianda memastikan akan mendaftarkan diri secara resmi kepada Panitia Konferensi PWI Sumut pada Jumat, 6 November 2026. Konferensi PWI Sumut sendiri dijadwalkan akan digelar pada 21 November mendatang.<br><br>"Segala persyaratan sudah kita persiapkan. Kita ikut mekanisme organisasi secara elegan dan bermartabat. Saya ingin konferensi nanti menjadi pesta demokrasi wartawan yang santun, berkualitas, dan bermarwah," pungkasnya.<br><br>Dengan deklarasi ini, Farianda menjadi calon pertama yang secara terbuka dan didukung kekuatan wartawan senior menyatakan siap bertarung. Laga Konferensi PWI Sumut 21 November dipastikan akan berlangsung menarik dan elegan.<br><br>Pada kesempatan itu dalam sambutannya, Ketua SMSI Sumut Eris Napitupulu saat memberikan sambutam menyampaikan penilaiannya bahwa Farianda Putra Sinik yang terbaik pemimpin masa depan.<br><br>Sementara itu, Ketua JMSI Sumut Rianto (Anto Genk) mangatakan kepemimpinan Farianda tidak diragukan. Untuk itu sangat wajar memberikan kesempatan yang ke dua kalinya.<br><br>Sedangkan wartawan senior, Roni Simon menyampaikan, mendukung penuh Farianda Putra karena sudah banyak berbuat untuk kemajuan PWI. "Mudah mudaha lima tahun ke depan akan lebih banyak lagi untuk mensejahterakan wartawan," sebutnya. (lamru)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/11/_9508_Deklarasi-Maju-Calon-Ketua-PWI-Sumut-2026-2031--Farianda-Putra-Sinik-Siap-Jadi-Parhobas-Didukung-Wartawan-Senior.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67192/h-farianda-putra-sinik-siap-lanjutkan-kepemimpinan-pwi-sumut-periode-kedua/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">SMSI Aceh Besar Audiensi dengan Bupati, Pelantikan Dirangkai Maulid dan Penganugerahan Tokoh</guid>
            <pubDate>Tue, 03 Nov 2026 15:16:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[SMSI Aceh Besar Audiensi dengan Bupati, Pelantikan Dirangkai Maulid dan Penganugerahan Tokoh]]></title>
            <description><![CDATA[SMSI Aceh Besar Audiensi dengan Bupati, Pelantikan Dirangkai Maulid dan Penganugerahan Tokoh]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br><br>ACEH BESAR &ndash; Menjelang pelantikan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Aceh Besar masa bakti 2026&ndash;2029, jajaran pengurus melakukan audiensi dengan Bupati Aceh Besar, Syech Muharram Idris, di kediamannya, Gampong Ajuen, Kecamatan Peukan Bada, Senin malam (2/11/2026).<br><br>Audiensi tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara SMSI Aceh Besar dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam mendorong kemajuan perusahaan media siber serta penguatan ekosistem pers di daerah.<br><br>Dalam pertemuan itu, Ketua SMSI Aceh Besar, Zulfikar, S.Pd., hadir didampingi Sekretaris Sadhali, S.Pd., Bendahara Azhari Usman, S.Pd., dan Wakil Bendahara Nazarullah, S.E.<br><br>Ketua SMSI Aceh Besar, Zulfikar, mengatakan audiensi tersebut bertujuan menyampaikan undangan sekaligus meminta kesediaan Bupati Aceh Besar untuk hadir, membuka, dan memberikan sambutan pada acara pelantikan pengurus SMSI Aceh Besar periode 2026&ndash;2029.<br><br>Pelantikan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 14 November 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Hotel The Pade, Aceh Besar.<br><br>Menurut Zulfikar, kehadiran dan dukungan kepala daerah sangat berarti bagi penguatan organisasi serta perkembangan perusahaan media siber di Kabupaten Aceh Besar.<br><br>"Pelantikan ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat kebersamaan, membangun kemitraan, serta meningkatkan profesionalisme dan kapasitas perusahaan media siber di Aceh Besar," ujarnya.<br><br>Ia menyebutkan, kegiatan tersebut direncanakan dihadiri sekitar 300 undangan dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, pimpinan lembaga, tokoh masyarakat, mitra strategis, hingga para pemangku kepentingan lainnya.<br><br>Sementara itu, Sekretaris SMSI Aceh Besar sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Sadhali, S.Pd., menjelaskan bahwa pelantikan nantinya akan dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta penganugerahan penghargaan kepada Bupati Aceh Besar dan sejumlah tokoh, lembaga, serta mitra strategis yang dinilai memiliki kepedulian dan kontribusi terhadap kemajuan perusahaan media siber.<br><br>Menurut Sadhali, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial organisasi, tetapi juga sebagai wadah mempererat silaturahmi, memberikan apresiasi, dan membangun kolaborasi yang lebih kuat antara perusahaan media siber, pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat.<br><br>Pada kesempatan tersebut, Bupati Aceh Besar, Syech Muharram Idris, menyambut baik rencana pelantikan pengurus SMSI Aceh Besar. Ia menyatakan dukungan terhadap kegiatan tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk hadir sekaligus menyukseskan agenda organisasi itu.<br><br>Bupati juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terbuka untuk terus membangun sinergi dan kemitraan dengan perusahaan media yang tergabung dalam SMSI, terutama dalam mendukung perkembangan organisasi serta kemajuan dunia pers di daerah.<br><br>Ia berharap keberadaan SMSI Aceh Besar semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya melalui penyebaran informasi yang sehat, akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.<br><br>Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam memberikan informasi sekaligus menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah.<br><br>"Peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kami berharap SMSI terus berkembang dan mampu menghadirkan pemberitaan yang berkualitas serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Aceh Besar," demikian harapan Bupati. (*)<br><br><br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/11/_4463_SMSI-Aceh-Besar-Audiensi-dengan-Bupati--Pelantikan-Dirangkai-Maulid-dan-Penganugerahan-Tokoh.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67191/smsi-aceh-besar-audiensi-dengan-bupati-pelantikan-dirangkai-maulid-dan-penganugerahan-tokoh/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Urus KTP, KK dan Akta di Medan Gratis 100 Persen, Baginda P. Siregar Minta Petugas Layani Warga dengan Ramah</guid>
            <pubDate>Tue, 03 Nov 2026 13:07:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Urus KTP, KK dan Akta di Medan Gratis 100 Persen, Baginda P. Siregar Minta Petugas Layani Warga dengan Ramah]]></title>
            <description><![CDATA[Urus KTP, KK dan Akta di Medan Gratis 100 Persen, Baginda P. Siregar Minta Petugas Layani Warga dengan Ramah]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>MEDAN |Kabar baik bagi masyarakat Kota Medan. Kini, seluruh pengurusan dokumen administrasi kependudukan (adminduk) melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan dapat dilakukan secara mandiri dan 100 persen gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun.<br><br>Masyarakat dapat mengurus berbagai dokumen kependudukan, mulai dari Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, akta kematian hingga Kartu Identitas Anak (KIA), tanpa harus selalu datang dan mengantre di kantor pelayanan.<br>Bahkan, dokumen fisik yang telah selesai diproses dapat dikirim langsung ke alamat rumah melalui jasa PT Pos Indonesia dengan tarif pengiriman hanya Rp12.000.<br><br>Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadis Dukcapil) Kota Medan, Baginda P. Siregar, A.P., M.Si., saat memberikan keterangan kepada pers, Selasa (3/11/2026), menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan agar semakin mudah dijangkau masyarakat.<br><br>Menurutnya, pelayanan adminduk tidak lagi harus terpusat di kantor utama Disdukcapil yang beralamat di Jalan Iskandar Muda Nomor 270, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah.<br><br>Disdukcapil Kota Medan telah memperluas pelayanan melalui kantor-kantor kecamatan se-Kota Medan. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan sesuai wilayah tempat tinggal masing-masing.<br>Untuk pelayanan perekaman dan pencetakan KTP-el, sejumlah titik layanan telah disiapkan, di antaranya Kecamatan Medan Belawan, Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Marelan dan Medan Denai, serta kecamatan lainnya di Kota Medan.<br><br>Baginda menegaskan, apabila dalam proses pengurusan administrasi kependudukan terdapat kendala, masyarakat diharapkan tidak langsung menganggap bahwa petugas tidak memberikan pelayanan.<br>"Kalau ada hal-hal yang tidak pas, bukan berarti kita tidak melayani.<br><br> Mungkin saja pemberkasannya kurang lengkap. Karena itu, kita membutuhkan dukungan semua masyarakat," ujar Baginda.<br><br>Ia menegaskan, Disdukcapil Kota Medan tetap berkomitmen memberikan pelayanan prima terhadap seluruh kebutuhan administrasi kependudukan masyarakat.<br><br>"Kita tetap memberikan pelayanan prima untuk kebutuhan administrasi KK, KTP dan lainnya," tegasnya.<br><br>Baginda juga mengingatkan seluruh petugas Disdukcapil agar senantiasa memberikan pelayanan dengan baik, profesional dan penuh keramahan kepada masyarakat.<br><br>Menurutnya, pelayanan publik harus mengedepankan sikap humanis, tidak mempersulit masyarakat serta memberikan penjelasan yang baik apabila terdapat persyaratan administrasi yang belum lengkap.<br><br>Dengan berbagai kemudahan tersebut, Disdukcapil Kota Medan berharap masyarakat semakin terbantu dalam mengurus dokumen kependudukan. Selain mempermudah akses pelayanan, kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang transparan, cepat, mudah dan bebas pungutan liar.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/11/_9243_Urus-KTP--KK-dan-Akta-di-Medan-Gratis-100-Persen--Baginda-P--Siregar-Minta-Petugas-Layani-Warga-dengan-Ramah.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67190/urus-ktp-kk-dan-akta-di-medan-gratis-100-persen-baginda-p-siregar-minta-petugas-layani-warga-dengan-ramah/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ahli Pidana: Peradilan Sesat Karena Korban Pencurian Uang melalui ATM BCA Justru Menjadi Tersangka</guid>
            <pubDate>Tue, 03 Nov 2026 12:15:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ahli Pidana: Peradilan Sesat Karena Korban Pencurian Uang melalui ATM BCA Justru Menjadi Tersangka]]></title>
            <description><![CDATA[JAKARTA &mdash Ahli hukum pidana dari UII Prof. Dr. Mudzakkir, S.H., M.H., memberikan pandangan kritis terhadap penanganan perkara dugaan p]]></description>
            <content><![CDATA[JAKARTA &mdash; <a href="https://www.halomedan.com/tag/ahli/" target="_blank">Ahli</a> hukum pidana dari UII Prof. Dr. Mudzakkir, S.H., M.H., memberikan pandangan kritis terhadap penanganan perkara dugaan pencurian uang melalui ATM yang justru berujung pada proses pidana terhadap pihak yang mengaku sebagai korban pencurian atas tuduhan pemerasan dan pengancaman.<br><br>Dalam keterangannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tgl 2 November 2026, Prof. Dr. Mudzakkir, S.H., M.H., menegaskan bahwa penyidik Polres Jakarta Pusat tidak boleh menilai suatu perbuatan secara terpisah dari rangkaian peristiwa yang melatarbelakanginya. Penyidik harus memahami tiga dimensi peristiwa hukum, yakni ante factum (sebelum peristiwa), factum (peristiwa), dan post factum (setelah peristiwa).<br><br>Menurutnya, apabila permintaan pengembalian uang dan ganti kerugian dilakukan dalam rangka penyelesaian dugaan tindak pidana pencurian secara damai, tindakan tersebut tidak serta-merta dapat dikualifikasikan sebagai pemerasan atau pengancaman.<br><br>"Jadi bukan pemerasan, meminta ganti itu bukan pemerasan dalam konteks penyelesaian secara damai," tegas Prof. Mudzakkir dalam keterangannya.<br><br><br>Prof. Mudzakkir menjelaskan bahwa perkara dugaan pencurian uang melalui ATM BCA yang diduga dilakukan oleh Vinson Leocarlius merupakan peristiwa awal yang harus diperiksa untuk menentukan apakah pembayaran uang merupakan bagian dari upaya perdamaian atau benar-benar akibat pemerasan.<br><br>Menurutnya, ketika seseorang diduga mengambil uang milik orang lain, kemudian terjadi negosiasi pengembalian uang serta ganti kerugian materiil dan immateriil, seluruh rangkaian tersebut harus diperiksa sebagai satu kesatuan.<br><br>Ia berpandangan bahwa perkara dugaan pencurian semestinya diproses terlebih dahulu karena menjadi dasar untuk menilai tuduhan pemerasan yang muncul kemudian.<br><br>Lebih lanjut, Prof. Mudzakkir menegaskan bahwa pengembalian uang yang telah dicuri tidak dengan sendirinya menghapus tindak pidana pencurian itu, kecuali terdapat penyelesaian perdamaian yang sah sesuai ketentuan hukum. Pencurian yang diduga dilakukan oleh Vinson Leocarlius adalah voltooid delict atau delik sempurna.<br><br>Dengan demikian, penghentian perkara pencurian semata-mata karena uang telah dikembalikan perlu dipersoalkan secara hukum.<br><br><br>Prof. Mudzakkir juga menyoroti keadaan ketika seseorang melakukan pembayaran dalam rangka negosiasi perdamaian, tetapi kemudian melaporkan pihak penerima pembayaran sebagai pelaku pemerasan.<br><br>Apa lagi pengiriman uang  dengan cara transfer dilakukan sendiri oleh pelapor tanpa diketahui oleh penerima pembayaran. Nomor rekening penerimapun dicari sendiri oleh pengirim uang.<br><br><br>Menurutnya, apabila pembayaran tersebut benar merupakan bagian dari upaya perdamaian, kemudian dikonstruksikan sebagai pemerasan tanpa mempertimbangkan peristiwa pencurian sebelumnya, proses hukum demikian berpotensi keliru dan jangan sampai ini menjadi jebakan.<br><br><br>Ia menegaskan bahwa permintaan ganti kerugian materiil maupun immateriil pada prinsipnya dapat menjadi bagian dari negosiasi perdamaian. Bahkan, pemberitahuan mengenai laporan polisi kepada pihak yang diduga melakukan pencurian tidak otomatis merupakan tindakan pengancaman yang melawan hukum.<br><br>Pandangan ahli tersebut menjadi dasar penting untuk mempertanyakan ketepatan penyidik Polres Jakarta Pusat dalam menetapkan pihak yang mengaku sebagai korban pencurian sebagai tersangka pemerasan, terutama apabila unsur pemaksaan yang melawan hukum dan maksud memperoleh keuntungan secara melawan hukum tidak terbukti.<br><br><br>Dalam keterangannya, Prof. Mudzakkir secara khusus mengingatkan bahwa proses hukum yang tidak mempertimbangkan hubungan antara perkara pencurian dan tuduhan pemerasan berpotensi menimbulkan penyesatan proses peradilan.<br><br>"Kalau proses kesesatan ini berlanjut harus berhenti. Supaya apa? Tidak terjadi kesesatan berikutnya," ujarnya.<br><br>Ia juga memperingatkan agar proses hukum yang seharusnya saling berkaitan tidak dipisahkan sedemikian rupa hingga menghasilkan kesimpulan dan putusan yang keliru.<br><br>Menurut Prof. Mudzakkir, perkara pemerasan sebaiknya dihentikan sementara atau ditunda penanganannya sampai perkara dugaan pencurian yang menjadi latar belakangnya diperiksa dan diselesaikan.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/ahli/" target="_blank">Ahli</a> turut menyinggung konsep obstruction of justice atau perintangan proses peradilan sebagai risiko hukum apabila terdapat tindakan yang secara melawan hukum menyesatkan proses penegakan keadilan. Namun, ada atau tidaknya pelanggaran tersebut tetap memerlukan pembuktian tersendiri.<br><br>Polisi Diminta Mengevaluasi Kembali Penanganan Perkara<br>Berdasarkan pandangan ahli tersebut, penghentian penyidikan dugaan pencurian dan kelanjutan perkara pemerasan terhadap pihak yang mengaku sebagai korban perlu dievaluasi secara menyeluruh.<br><br><br>Prof. Mudzakkir berpandangan bahwa penyidik dapat mempertimbangkan pembukaan kembali perkara pencurian apabila terdapat bukti yang belum dinilai secara tepat. Pemeriksaan terhadap perkara awal itu diperlukan untuk memperoleh kebenaran materiil dan mencegah kekeliruan dalam proses peradilan.<br><br>Keterangan Prof. Mudzakkir menjadi kritik serius terhadap konstruksi hukum perkara ini. Jangan sampai pihak yang melaporkan dugaan pencurian justru dipidana karena menempuh upaya perdamaian dan meminta penggantian kerugian yang dialaminya.<br><br><br>Pandangan tersebut sekaligus mengingatkan aparat penegak hukum bahwa penetapan tersangka harus didasarkan pada pembuktian unsur tindak pidana secara utuh, objektif, dan tidak terlepas dari rangkaian fakta yang mendahuluinya.<br><br>Sebab, ketika dugaan tindak pidana asal tidak diperiksa secara tuntas, sementara akibat dari upaya penyelesaiannya justru diproses sebagai tindak pidana baru, terdapat risiko serius terjadinya kekeliruan penegakan hukum yang dapat bermuara pada peradilan sesat.<br><br>Kuasa Hukum terdakwa BPT minta Kapolri untuk memeriksa Kapolres Jakarta Pusat Kombes Reynold dan jajaran yang melakukan penyidikan ini.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/11/_798_Ahli-Pidana--Peradilan-Sesat-Karena-Korban-Pencurian-Uang-melalui-ATM-BCA-Justru-Menjadi-Tersangka.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/hukum/67189/ahli-pidana-peradilan-sesat-karena-korban-pencurian-uang-melalui-atm-bca-justru-menjadi-tersangka/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rianto SH MH Apresiasi Kehadiran Tokoh Penting Sumut di Resepsi Pernikahan Bella-Fahdi Lubis</guid>
            <pubDate>Tue, 03 Nov 2026 10:58:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rianto SH MH Apresiasi Kehadiran Tokoh Penting Sumut di Resepsi Pernikahan Bella-Fahdi Lubis]]></title>
            <description><![CDATA[Rianto SH MH Apresiasi Kehadiran Tokoh Penting Sumut di Resepsi Pernikahan BellaFahdi Lubis]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MEDAN &ndash; Rianto, S.H., M.H., yang akrab disapa Anto Genk, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tamu undangan, para pejabat, tokoh masyarakat, sahabat, kerabat, serta seluruh pihak yang telah hadir dan memberikan doa restu pada resepsi pernikahan putrinya, Bella, dengan Fahdi Lubis di Hotel Santika Medan, Sabtu (31/10/2026).<br><br>Rianto yang merupakan CEO Media Sumut24 sekaligus Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, menyatakan rasa syukur dan kebahagiaannya atas perhatian serta dukungan berbagai kalangan yang telah ikut menjadi bagian dari hari istimewa keluarga besarnya.<br><br>Secara khusus, Rianto menyampaikan penghargaan kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Anggota DPR RI Ade Zona Prasetio, Maruli Siahaan, para akademisi, tokoh masyarakat, serta seluruh undangan yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri resepsi pernikahan putrinya.<br><br>"Atas nama keluarga besar, saya dan istri mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tamu undangan, para pejabat, tokoh masyarakat, sahabat, kerabat, dan seluruh keluarga yang telah berkenan hadir serta memberikan doa restu kepada kedua mempelai, Bella dan Fahdi Lubis," ujar Rianto.<br><br>Ia juga menyampaikan terima kasih secara khusus kepada seluruh pihak yang telah mengirimkan karangan bunga, ucapan selamat, serta berbagai bentuk perhatian dan dukungan lainnya.<br><br>"Perhatian, doa, dukungan, dan karangan bunga yang dikirimkan kepada keluarga kami merupakan kehormatan sekaligus kebahagiaan yang sangat berarti. Kami merasa bersyukur karena begitu banyak sahabat, saudara, dan rekan dari berbagai kalangan yang turut berbagi kebahagiaan bersama keluarga kami," ungkapnya.<br><br>Rianto juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyelenggaraan acara masih terdapat kekurangan, baik dalam penyambutan, pelayanan maupun hal-hal lainnya.<br><br>"Jika selama pelaksanaan acara terdapat kekurangan dan hal-hal yang kurang berkenan, baik dalam penyambutan maupun pelayanan, kami sekeluarga memohon maaf yang sebesar-besarnya," tambahnya.<br><br>Lebih lanjut, Rianto berharap seluruh kebaikan dan perhatian yang diberikan para tamu undangan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT.<br><br>"Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan Bapak/Ibu sekalian dengan keberkahan, kesehatan, kemudahan rezeki, dan kebahagiaan. Semoga silaturahmi dan persaudaraan yang telah terjalin selama ini semakin erat," tuturnya.<br><br>Menutup ungkapannya, Rianto bersama keluarga besar kedua mempelai kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadikan pernikahan Bella dan Fahdi sebagai momentum penuh kebahagiaan dan kenangan indah bagi keluarga besar mereka.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/11/_7020_Rianto-SH-MH-Apresiasi-Kehadiran-Tokoh-Penting-Sumut-di-Resepsi-Pernikahan-Bella-Fahdi-Lubis.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67188/rianto-sh-mh-apresiasi-kehadiran-tokoh-penting-sumut-di-resepsi-pernikahan-bellafahdi-lubis/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Enam Ketua KADIN Kabupaten/Kota Tolak Hadiri Musprov ke-7, Desak Transparansi Dana dan Keterwakilan Daerah</guid>
            <pubDate>Tue, 03 Nov 2026 10:40:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Enam Ketua KADIN Kabupaten/Kota Tolak Hadiri Musprov ke-7, Desak Transparansi Dana dan Keterwakilan Daerah]]></title>
            <description><![CDATA[Enam Ketua KADIN Kabupaten/Kota Tolak Hadiri Musprov ke7, Desak Transparansi Dana dan Keterwakilan Daerah]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>LEBAK, BANTEN &ndash; Pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Banten ke-7 yang dijadwalkan berlangsung di Hotel Keisha, Kabupaten Lebak, Selasa (3/11/2026), diwarnai penolakan dari enam Ketua KADIN kabupaten/kota.<br><br>Enam Ketua KADIN tersebut secara tegas menyatakan tidak akan menghadiri Musprov. Mereka berasal dari KADIN Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Pandeglang, Kota Serang, dan Kabupaten Serang.<br><br>Sikap tersebut bukan tanpa alasan. Para Ketua KADIN daerah menginginkan adanya transparansi terkait dana perimbangan serta jaminan keterwakilan kabupaten/kota dalam struktur kepengurusan KADIN Provinsi Banten.<br><br>Perwakilan para Ketua KADIN kabupaten/kota se-Provinsi Banten yang juga Ketua KADIN Kabupaten Tangerang, H. Zulkarnain, SE, membenarkan adanya kesepakatan enam daerah untuk tidak menghadiri Musprov ke-7.<br><br>Terpisah salah satu pengurus <a href="https://www.halomedan.com/tag/kadin/" target="_blank">Kadin</a> Uding menyatakan, terdapat dua persoalan mendasar yang menjadi perhatian para Ketua KADIN daerah, yakni keterbukaan pengelolaan dana perimbangan dan komposisi kepengurusan KADIN Provinsi Banten yang harus memberikan ruang keterwakilan bagi kabupaten/kota.<br><br>&quot;Para Ketua KADIN kabupaten/kota menginginkan adanya transparansi dana perimbangan. Selain itu, struktur organisasi KADIN Provinsi Banten harus mengakomodasi keterwakilan dari kabupaten/kota,&quot; menjadi pokok tuntutan yang disampaikan dalam sikap bersama tersebut.<br><br>Bagi para Ketua KADIN daerah, persoalan ini bukan semata-mata menyangkut kepentingan personal ataupun perebutan jabatan organisasi. Lebih dari itu, menyangkut prinsip keadilan organisasi, transparansi, dan penghargaan terhadap keberadaan KADIN kabupaten/kota sebagai bagian dari struktur organisasi di Provinsi Banten.<br><br>Mereka menginginkan agar KADIN Provinsi Banten dibangun melalui prinsip kebersamaan, bukan hanya menjadi organisasi yang didominasi oleh kepentingan kelompok tertentu.<br><br>Tidak hadirnya enam Ketua KADIN daerah dalam Musprov kali ini tentu menjadi catatan penting bagi penyelenggara. Sebab, konsolidasi organisasi dan keterlibatan seluruh daerah merupakan bagian penting dalam menjaga soliditas KADIN sebagai wadah dunia usaha.<br><br>Kini, perhatian tertuju kepada panitia dan penyelenggara Musprov KADIN Banten ke-7. Apakah tuntutan transparansi dana perimbangan dan keterwakilan daerah akan mendapatkan jawaban?<br><br>Sebab, organisasi pengusaha seharusnya menjadi rumah bersama bagi seluruh pelaku usaha di Banten, termasuk KADIN kabupaten/kota yang memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah.<br><br>Musprov bukan sekadar memilih ketua dan menyusun kepengurusan, tetapi juga momentum membangun kepercayaan, transparansi, dan keadilan organisasi.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/11/_6992_Enam-Ketua-KADIN-Kabupaten-Kota-Tolak-Hadiri-Musprov-ke-7--Desak-Transparansi-Dana-dan-Keterwakilan-Daerah.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67187/enam-ketua-kadin-kabupatenkota-tolak-hadiri-musprov-ke7-desak-transparansi-dana-dan-keterwakilan-daerah/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">HAJI, TOLERANSI, DAN BATAS YANG PERLU DIJAGA</guid>
            <pubDate>Tue, 03 Nov 2026 09:06:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[HAJI, TOLERANSI, DAN BATAS YANG PERLU DIJAGA]]></title>
            <description><![CDATA[HAJI, TOLERANSI, DAN BATAS YANG PERLU DIJAGA]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Oleh Abdullah Rasyid<br>Pendiri GREAT Institute<br>Pengurus Pusat MES (Masyarakat Ekonomi Syahriah)<br><br>Bagi seorang calon jemaah yang telah menabung bertahun-tahun, keberangkatan haji adalah peristiwa yang sangat pribadi. Ada hasil kerja keras, doa keluarga, dan harapan agar tubuh masih cukup kuat untuk menunaikan ibadah. Ketika akhirnya berangkat, yang dibutuhkan sederhana: petugas yang dapat dipercaya, pelayanan yang manusiawi, serta bimbingan ibadah yang menenteramkan.<br><br>Dari kebutuhan jemaah itulah wacana pelibatan nonmuslim dalam pelayanan haji sebaiknya dibicarakan.<br><br>Wakil Menteri <a href="https://www.halomedan.com/tag/haji/" target="_blank">Haji</a> dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong partisipasi masyarakat lintas agama untuk mendukung pelayanan jemaah. Semangat yang hendak dibangun adalah gotong royong dan persaudaraan dalam masyarakat Indonesia yang majemuk. Gagasan tersebut mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, yang membedakan tugas teknis atau lapangan dengan tugas pembimbingan dan pelaksanaan ibadah.<br><br>Perbedaan itu penting. Istilah &quot;petugas haji&quot; mencakup pekerjaan yang luas. Ketika semuanya disebut dengan istilah yang sama, masyarakat dapat membayangkan seorang pembimbing manasik, sementara pemerintah mungkin sedang membicarakan dukungan administrasi keberangkatan di daerah. Percakapan pun mudah memanas sebelum maksud kebijakannya dipahami.<br><br>Kekhususan Ibadah Harus Dihormati<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/haji/" target="_blank">Haji</a> memiliki tuntunan, rukun, kewajiban, dan larangan yang mengikat umat Islam. Jemaah membutuhkan pembimbing yang memahami ketentuan tersebut sekaligus mampu mendampingi mereka ketika menghadapi persoalan ibadah.<br><br>Seorang jemaah lansia yang kebingungan mengenai tahapan manasik memerlukan lebih dari penjelasan prosedur. Ia membutuhkan tuntunan yang benar, kesabaran, serta keyakinan bahwa orang yang mendampinginya memahami tanggung jawab keagamaan itu.<br><br>Karena itu, pendirian bahwa pembimbing ibadah harus seorang muslim memiliki alasan yang jelas. Penghormatan terhadap kekhususan agama merupakan bagian dari kehidupan bersama yang sehat. Setiap pemeluk agama berhak menjalankan ibadah dengan tuntunan dan pendampingan yang sesuai dengan keyakinannya.<br><br>Namun, menjadi muslim saja juga belum cukup untuk menjalankan amanah sebagai petugas. Tetap diperlukan kompetensi, kesehatan, integritas, dan kesiapan melayani. Identitas keagamaan memenuhi salah satu persyaratan; kualitas kerja menentukan apakah jemaah benar-benar tertolong.<br><br>Gotong Royong Memerlukan Pembagian Peran<br><br>Dalam kehidupan sehari-hari, kepedulian lintas agama tumbuh melalui tindakan yang bersahaja. Membantu orang lanjut usia, memberikan informasi, mengatur kendaraan, atau menolong keluarga yang kesulitan merupakan pekerjaan kemanusiaan yang dapat mempertemukan siapa saja.<br><br>Ruang seperti itu layak dipertimbangkan dalam dukungan pelayanan haji di dalam negeri, sepanjang sesuai dengan aturan dan kebutuhan nyata. Misalnya, dukungan teknis di daerah, pengelolaan informasi, atau bantuan bagi keluarga jemaah.<br><br>Akan tetapi, partisipasi tersebut harus disertai penjelasan tentang status, kewenangan, lokasi kerja, dan tanggung jawabnya. Menjadi pegawai kementerian, tenaga pendukung, relawan, pembimbing ibadah, dan petugas yang mendampingi jemaah ke Arab Saudi merupakan kedudukan yang perlu dibedakan.<br><br>Dokumen resmi rekrutmen PPIH Arab Saudi tahun 2026 masih mencantumkan beragama Islam sebagai syarat umum. Dengan demikian, wacana partisipasi lintas agama tidak boleh langsung dipahami sebagai perubahan seluruh ketentuan perekrutan petugas.<br><br>Pemerintah perlu menyampaikan batas itu secara terang agar masyarakat memperoleh kepastian.<br><br>Dahulukan Kebutuhan Jemaah<br><br>Pandangan untuk mendahulukan tenaga muslim ketika tersedia dalam jumlah dan kualitas yang mencukupi patut dipertimbangkan, terutama untuk penugasan yang melekat pada pendampingan ibadah. Meski demikian, kebutuhan tenaga harus dihitung berdasarkan pekerjaan, kemampuan, dan kondisi lapangan.<br><br>Jika muncul kekurangan petugas, pemerintah perlu menjelaskan jenis keahlian yang kurang, lokasi kekurangannya, serta cara pemenuhannya. Jika tenaga sudah mencukupi, penambahan personel perlu dipertimbangkan manfaat dan biayanya.<br><br>Jemaah berhak mengetahui bahwa setiap keputusan diambil untuk memperbaiki pelayanan. Mereka memerlukan makanan yang layak, transportasi yang tertib, bantuan kesehatan yang cepat, dan petugas yang hadir ketika dicari.<br><br>Tujuan memperkuat toleransi patut dihargai. Pelaksanaannya akan lebih bermakna apabila sekaligus menjawab kebutuhan tersebut. Kehadiran seseorang sebagai petugas harus membawa manfaat yang dapat dirasakan, bukan sekadar melengkapi pesan dalam acara seremonial.<br><br>Kejelasan Kebijakan Menjaga Kepercayaan<br><br>Untuk penugasan di luar negeri, pemerintah juga harus memastikan kepatuhan terhadap ketentuan Arab Saudi, termasuk pembatasan akses wilayah dan izin penugasan. Kewenangan pemerintah Indonesia dalam merekrut tenaga tidak dengan sendirinya menentukan tempat tenaga tersebut boleh bekerja di negara lain.<br><br>Karena itu, sebelum memperluas pelibatan, Kementerian <a href="https://www.halomedan.com/tag/haji/" target="_blank">Haji</a> dan Umrah perlu menetapkan pembagian tugas yang mudah dipahami: pekerjaan yang berkaitan dengan ibadah, pekerjaan pendukung, persyaratan masing-masing, serta mekanisme pengawasannya. Pembahasannya perlu melibatkan ulama dan pelaksana lapangan agar pertimbangan syariat bertemu dengan kebutuhan operasional.<br><br>Pemerintah juga perlu mendengarkan kegelisahan masyarakat tanpa tergesa memberi cap antitoleransi. Sebaliknya, dukungan kemanusiaan dari warga nonmuslim patut diterima dengan sikap hormat selama berada dalam ruang yang tepat.<br><br>Pada akhirnya, kepercayaan tumbuh ketika batas dijelaskan dan tanggung jawab dijalankan. Umat Islam dapat menunaikan hajinya dengan tenang, sementara persaudaraan kebangsaan tumbuh melalui bantuan yang tulus dan saling menghormati.<br><br>Ukuran keberhasilan penyelenggaraan haji tetap berada pada pengalaman jemaah: apakah mereka dibimbing dengan benar, dilayani dengan sabar, dan dipulangkan dengan selamat. Kepada merekalah setiap wacana kebijakan harus dipertanggungjawabkan.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/11/_1603_HAJI--TOLERANSI--DAN-BATAS-YANG-PERLU-DIJAGA.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/67186/haji-toleransi-dan-batas-yang-perlu-dijaga/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">DPW PENDAWA SUMUT SERAHKAN SK DPC SIMALUNGUN, FADDLY IRWANSYAH: JADI LANDASAN PENGUATAN ORGANISASI</guid>
            <pubDate>Tue, 03 Nov 2026 00:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[DPW PENDAWA SUMUT SERAHKAN SK DPC SIMALUNGUN, FADDLY IRWANSYAH: JADI LANDASAN PENGUATAN ORGANISASI]]></title>
            <description><![CDATA[SIMALUNGUN   Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pendawa Sumatera Utara menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Dewan Pimpinan Caba]]></description>
            <content><![CDATA[SIMALUNGUN |  Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Sumatera Utara menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Kabupaten Simalungun atas nama Pengurus Besar (PB) <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Indonesia, Senin (2/11/2026).<br><br>Penyerahan SK dilakukan oleh Sekretaris DPW <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Sumut, Faddly Irwansyah, kepada Sekretaris DPC <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Kabupaten Simalungun, Muhardi, S.H.</p><br>Penyerahan SK tersebut menjadi bagian dari langkah penguatan struktur organisasi <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> di daerah sekaligus mempertegas keberadaan dan legalitas kepengurusan DPC <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Kabupaten Simalungun di bawah naungan PB <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Indonesia.<br><br>Sejumlah pengurus DPW <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Sumut turut hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Drs. Frans Saut Lbn Tobing selaku Wakil Sekretaris DPW <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Sumut, Jasmaini selaku Wakil Bendahara, serta Alfarida Pratama, S.Kom., dari Biro Srikandi DPW <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Sumut.<br><br>Kehadiran jajaran pengurus wilayah tersebut menunjukkan dukungan terhadap pembentukan dan penguatan kepengurusan <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> di Kabupaten Simalungun.<br><br>Dengan diserahkannya SK kepengurusan ini, DPC <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Kabupaten Simalungun diharapkan segera memperkuat konsolidasi internal, membangun soliditas antarpengurus, serta menjalankan program-program organisasi yang berorientasi pada persaudaraan, silaturahmi, dan kepedulian sosial.<br><br>DPW <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Sumut juga berharap kepengurusan DPC <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Kabupaten Simalungun dapat menjadi bagian penting dalam memperluas kiprah organisasi <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> di Sumatera Utara.<br><br>Penyerahan SK ini sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antara pengurus wilayah dan pengurus cabang dalam membangun <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> yang semakin solid dan berkesinambungan. Red</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/11/_2694_DPW-PENDAWA-SUMUT-SERAHKAN-SK-DPC-SIMALUNGUN--FADDLY-IRWANSYAH--JADI-LANDASAN-PENGUATAN-ORGANISASI.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/67185/dpw-pendawa-sumut-serahkan-sk-dpc-simalungun-faddly-irwansyah-jadi-landasan-penguatan-organisasi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rizal Rudi Surya Maju sebagai Ketua DKP PWI Sumut,  Siap Menjaga Etika dan Integritas PWI Sumut</guid>
            <pubDate>Mon, 02 Nov 2026 16:57:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rizal Rudi Surya Maju sebagai Ketua DKP PWI Sumut,  Siap Menjaga Etika dan Integritas PWI Sumut]]></title>
            <description><![CDATA[Rizal Rudi Surya Maju sebagai Ketua DKP PWI Sumut,Siap Menjaga Etika dan Integritas PWI Sumut]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan,Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) I Harian Analisa, Rizal Rudi Surya, SH menyatakan siap maju untuk menjadi bakal calon Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara (Sumut) masa bakti 2026-2031.<br><br>"Hari ini saya mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon Ketua DKP PWI Sumut masa bakti 2026-2031," ujar Rizal Rudi Surya, SH, usai mengambil formulir pendaftaran bakal calon PWI Sumut di Gedung Parada Harahap, Jalan Adinegoro Nomor 4, Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur, Senin (2/11/2026).<br><br>Menurut Rizal yang juga Ahli Pers dari Dewan Pers menyatakan, keinginan dan tekadnya untuk maju sebagai bakal calon DKP Ketua PWI Sumut masa bakti 2026-2031 berawal dari desakan  kawan-kawan. "Ketika kita diminta sebagai  ahli pers untuk menangani beberapa kasus, maupun ketika menguji Uji Kompetensi Wartawan (UKW), banyak desakan dan permintaan agar maju sebagai Ketua DKP PWI Sumut. Berlandaskan permintaan dan desakan itu, saya bertekad untuk maju," ujarnya didampingi sejumlah pendukung.<br><br>Rizal menegaskan, keinginannya untuk maju sebagai Ketua DKP PWI Sumut bertujuan menjaga integritas PWI Sumut. Sesuai namanya, imbuh Rizal, Dewan Kehormatan, maka kita berniat dan bertekad menjaga etika dan integritas PWI. <br><br>"Sebagai Ahli Pers, saya kerap diminta keterangan oleh Aparat Penegak Hukum (APH). Karena itu, kami ingin menjaga kehormatan dan integritas PWI Sumut. Karena itu kami memilih tagline &#039;Menjaga Etika dan Integritas PWI&#039; dalam perjuangan ini," pungkasnya.<br><br>Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana (OT) Konferensi PWI Sumut 2026, Rifki Warisan menegaskan, pendaftaran dan pengembalian Ketua PWI Sumut dan Ketua DKP PWI Sumut masa bakti 2026-2031 mulai 2 November sampai 6 November 2026 pukul 11.00 WIB hingga 16.00 WIB. Sedangkan batas pengembalian 7-8 November 2026 untuk memberi waktu bagi bakal calon untuk memperbaiki atau melengkapi berkas jika ada kekurangan.<br><br>"Pada 9 November 2026 penetapan berkas calon yang memenuhi syarat maupun tidak memenuhi syarat yang selanjutnya akan dikirim ke Jakarta untuk ditetapkan oleh PWI Pusat sebagai rekomendasi bakal calon," tutur Rifki didampingi Sekretaris Panitia Pelaksana Sahat Rahmat Hamonangan Panggabean.<br><br>Dijelaskannya, syarat organisasi untuk calon Ketua PWI dan calon Ketua DKP PWI Sumut secara umum meliputi, telah menjadi anggota biasa minimal lima tahun dan masih aktif. Kemudian bersertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Utama, pernah menjadi pengurus PWI, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, melampirkan surat-surat pernyataan, surat keterangan sehat, surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) dan lainnya.<br><br>Sedangkan syarat khusus bakal calon Ketua DKP, minimal berusia 40 tahun syarat dukungan dan kartu anggota, mendapat dukungan minimal 10% dari data Pemilih Sementara (DPS) hasil revisi. "Wajib melampirkan Kartu Tanda Anggota (KTA) biasa yang masih aktif secara fisik atau fisik kartu asli harus dibawa dan diserahkan saat mendaftar untuk diverifikasi guna mencegah duplikasi data serta penyalahgunaan nama.<br><br>"Bakal calon Ketua DKP PWI Sumut yang telah mendaftar hingga saat ini baru dua orang, yaitu Chairul Muslim dan Rizal Rudi Surya," tutup Rifki.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/11/_304_Rizal-Rudi-Surya-Maju-sebagai-Ketua-DKP-PWI-Sumut---Siap-Menjaga-Etika-dan-Integritas-PWI-Sumut.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67184/rizal-rudi-surya-maju-sebagai-ketua-dkp-pwi-sumut-siap-menjaga-etika-dan-integritas-pwi-sumut/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rezky Ginting Rilis Single Debut &ldquo;Till My Heart Gives Up&rdquo;*</guid>
            <pubDate>Mon, 02 Nov 2026 12:48:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rezky Ginting Rilis Single Debut “Till My Heart Gives Up”*]]></title>
            <description><![CDATA[Rezky Ginting Rilis Single Debut &ldquoTill My Heart Gives Up&rdquo]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>MEDAN | Rezky Andi Prataman Ginting yang akrab disapa Kiki, seorang solois asal Medan, resmi merilis single terbarunya yang berjudul &quot;Till My Heart Gives Up&quot; pada 11 September 2026. Single yang mengusung genre dream pop ini tersedia di berbagai platform musik digital, seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube.<br><br>Lagu debutnya ini mengangkat cerita tentang seseorang yang dianggap kuat, mandiri, dan mampu menghadapi semuanya sendiri, tetapi tetap memiliki sisi yang masih membutuhkan orang lain. <br><br>Gagasan ini ia dapat dari pengalaman pribadinya saat mengagumi seorang wanita di masa sekolah.  Melalui lagu ini, ia ingin menyampaikan pesan tentang memahami seseorang tanpa harus selalu berusaha memilikinya. &quot;Lagu ini tentang memahami seseorang tanpa harus selalu berusaha memilikinya. Kita bisa melihat seseorang sebagai pribadi yang kuat, tapi tetap menghargai bahwa dia juga bisa membutuhkan orang lain,&quot; ujar Kiki.<br><br>Nuansa musik yang lembut dan atmosferik dalam &quot;Till My Heart Gives Up&quot; turut membangun suasana emosional yang sejalan dengan cerita di dalamnya. <br><br>Perpaduan tersebut memberi ruang bagi pendengar untuk meresapi perasaan yang disampaikan, sekaligus memahami sisi rentan dari seseorang yang selama ini terlihat kuat dan mandiri.<br><br>Melalui karya debutnya ini, Kiki berharap lagunya tidak hanya dinikmati sebagai alunan melodi, melainkan dapat menghadirkan perasaan yang dekat dan dapat dirasakan oleh para pendengar. <br><br>&quot;Kalau ada yang merasa pernah berada di posisi seperti yang diceritakan dalam lagu ini, berarti pesan yang Kiki bawa sudah sampai,&quot; ungkapnya.<br><br>Single &quot;Till My Heart Gives Up&quot; tersedia di berbagai platform musik digital, termasuk Spotify, Apple Music, dan YouTube. <br><br>Melalui perilisan single debut ini, Kiki berharap dapat terus mengembangkan identitas bermusiknya dan mengeksplorasi berbagai kemungkinan dalam berkarya. Ia juga ingin menjadikan musik sebagai ruang untuk menyampaikan cerita dan perasaan yang dapat terhubung dengan pengalaman pendengar. <br><br>Ke depannya, Kiki berharap karya-karyanya dapat menjangkau lebih banyak orang dan memberikan ruang bagi pendengar untuk menemukan makna yang dekat dengan kehidupan mereka masing-masing.*(SS68)*]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/11/_3544_Rezky-Ginting-Rilis-Single-Debut--ldquo-Till-My-Heart-Gives-Up-rdquo--.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67183/rezky-ginting-rilis-single-debut-ldquotill-my-heart-gives-uprdquo/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Prihatin Peredaran Narkoba, AYP Usulkan BNN Berubah Menjadi BNPN RI</guid>
            <pubDate>Mon, 02 Nov 2026 12:35:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Prihatin Peredaran Narkoba, AYP Usulkan BNN Berubah Menjadi BNPN RI]]></title>
            <description><![CDATA[JAKARTA &ampndash Tokoh muda nasional asal Sulawesi Selatan, Andi Yuslim Patawari (AYP), mengusulkan perubahan nama Badan Narkotika Nasional (]]></description>
            <content><![CDATA[JAKARTA &ndash; Tokoh muda nasional asal Sulawesi Selatan, Andi Yuslim Patawari (AYP), mengusulkan perubahan nama Badan Narkotika Nasional (BNN) menjadi Badan Nasional Pemberantasan <a href="https://www.halomedan.com/tag/narkoba/" target="_blank">Narkoba</a> (BNPN) RI, pada perd Selasa 2 November 2026</p>Gagasan tersebut dilontarkan sebagai bentuk keprihatinan terhadap peredaran gelap narkotika di Indonesia sekaligus mendorong penguatan kelembagaan dalam pemberantasan narkoba.<br>Menurut AYP, perubahan nomenklatur tersebut diharapkan dapat mempertegas komitmen negara dalam memerangi jaringan peredaran narkotika, sejalan dengan upaya pemberantasan yang dilakukan Polri.</p><br>"Penggunaan kata pemberantasan memberikan pesan yang lebih tegas bahwa negara harus serius dan tanpa kompromi menghadapi kejahatan narkotika," ujar AYP.</p><br>Ia menjelaskan, tugas BNN berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika tidak hanya mencakup pemberantasan, tetapi juga pencegahan, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat.</p><br>AYP mengakui, perubahan nama tersebut membutuhkan kajian komprehensif, terutama terkait regulasi, struktur kelembagaan, anggaran, serta pengakuan internasional terhadap BNN.<br>Mantan Ketua DPP KNPI itu menegaskan, terlepas dari perubahan nomenklatur, penguatan fungsi pemberantasan narkoba harus tetap menjadi prioritas melalui penegakan hukum dan sinergi antarlembaga.</p><br>"Saya berharap gagasan ini menjadi bahan diskusi publik dan pertimbangan pemerintah untuk memperkuat komitmen negara dalam menyelamatkan masa depan bangsa dari ancaman narkoba," pungkas Andi Yuslim Patawari.REL</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/11/_9182_Prihatin-Peredaran-Narkoba--AYP-Usulkan-BNN-Berubah-Menjadi-BNPN-RI.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/profil/67182/prihatin-peredaran-narkoba-ayp-usulkan-bnn-berubah-menjadi-bnpn-ri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">80 Tahun SPS, Nasir Djamil Kembali Masuk Daftar Penerima Penghargaan</guid>
            <pubDate>Mon, 02 Nov 2026 12:07:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[80 Tahun SPS, Nasir Djamil Kembali Masuk Daftar Penerima Penghargaan]]></title>
            <description><![CDATA[80 Tahun SPS, Nasir Djamil Kembali Masuk Daftar Penerima Penghargaan]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>BANDA ACEH- Berawal dari seorang wartawan, M. Nasir Djamil menapaki perjalanan panjang hingga menjadi anggota DPR RI selama lima periode. Konsistensinya di dunia jurnalistik dan politik mengantarkan politikus asal Aceh tersebut kembali menerima penghargaan dari Serikat Perusahaan Pers (SPS), yakni Prerana Awards 2026.<br><br>Penghargaan itu akan diserahkan dalam rangkaian Gala Dinner &amp; SPS Awards 2026 untuk memperingati 80 tahun SPS, Jumat, 6 November 2026, di Ballroom Dispora, Kadrie Oening Tower, Samarinda, Kalimantan Timur.<br><br>Ketua SPS Aceh, Muktarrudin Usman, menyampaikan bahwa Nasir Djamil merupakan satu-satunya anggota DPR RI asal Aceh yang menerima penghargaan SPS tahun ini. Selain Nasir, dari unsur kepala daerah, Bupati Aceh Tamiang juga tercatat sebagai penerima penghargaan dari Aceh.<br><br>Muktarrudin mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap tokoh yang dinilai memiliki kontribusi dalam membangun komunikasi dan hubungan baik dengan komunitas pers.<br><br>"Pak Nasir Djamil satu-satunya anggota DPR RI asal Aceh yang menerima penghargaan SPS tahun ini. Ini menjadi apresiasi atas hubungan baik dan komunikasinya dengan insan pers," kata Muktarrudin, 02 November 2026.<br><br>Menurutnya, hubungan antara wakil rakyat dan pers memiliki arti penting dalam kehidupan demokrasi. Pers membutuhkan keterbukaan informasi dari para pemangku kepentingan, sementara masyarakat membutuhkan media untuk memperoleh informasi mengenai kebijakan dan berbagai persoalan publik.<br><br>Sebelumnya, pada SPS Awards 2025 yang diselenggarakan di Aceh, Nasir Djamil juga menerima Prerana Awards bersama anggota DPR RI Fraksi Gerindra, TA Khalid. Pada 2026, Nasir kembali mendapat apresiasi melalui kategori yang sama.<br><br>Dalam surat resminya tertanggal 25 Oktober 2026, SPS menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Nasir dalam membangun komunikasi dengan rekan-rekan media, baik nasional maupun lokal. SPS juga menilai jalinan silaturahmi dan komunikasi yang terbangun selama ini menjadi bagian penting dalam hubungan antara tokoh publik dan komunitas pers.<br><br>Menyambut penghargaan tersebut, M. Nasir Djamil menyampaikan terima kasih kepada SPS atas apresiasi yang kembali diberikan kepadanya. Ia menganggap penghargaan tersebut sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat pentingnya menjaga hubungan baik dengan insan pers.<br><br>"Terima kasih kepada SPS atas penghargaan dan apresiasi ini. Penghargaan ini tentu menjadi penyemangat untuk terus menjaga komunikasi dan silaturahmi dengan insan pers serta memperjuangkan kepentingan masyarakat," ujar Nasir dalam rilis singkat.<br><br>Nasir Djamil mengawali perjalanan profesionalnya sebagai wartawan Harian Serambi Indonesia pada 1996&ndash;1999. Pengalaman di dunia jurnalistik menjadi bagian awal perjalanan kariernya sebelum memasuki dunia politik.<br><br>Pada 1999, ia terpilih menjadi anggota DPRD Aceh periode 1999&ndash;2004. Setelah menyelesaikan pengabdian di tingkat daerah, Nasir melangkah ke parlemen nasional pada 2004.<br><br>Sejak saat itu, ia terus terpilih menjadi anggota DPR RI hingga periode 2024&ndash;2029. Dengan demikian, pada 2026 Nasir telah sekitar 22 tahun menjadi anggota DPR RI dan 27 tahun berkecimpung di lembaga legislatif, baik tingkat daerah maupun nasional.<br><br>Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut mewakili daerah pemilihan Aceh II. Pada periode 2024&ndash;2029, ia bertugas di Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.<br><br>Perjalanan dari ruang redaksi menuju parlemen menjadi bagian menarik dari profil Nasir Djamil. Ia pernah berada di posisi wartawan yang menjalankan fungsi mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kini, setelah puluhan tahun berada di lembaga legislatif, namanya kembali mendapat apresiasi dari organisasi perusahaan pers.<br><br>Bagi dunia pers, hubungan dengan para pemangku kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga keterbukaan informasi. Komunikasi yang profesional antara media dan pejabat publik juga menjadi salah satu unsur pendukung pelaksanaan fungsi kontrol sosial.<br><br>Muktarrudin berharap penghargaan tersebut turut memperkuat hubungan antara insan pers dan para wakil rakyat, khususnya yang berasal dari Aceh.<br><br>"Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menjaga komunikasi yang baik dengan pers dan memperkuat kemitraan dalam kepentingan publik," ujarnya.<br><br>Sementara itu, SPS merupakan organisasi perusahaan pers yang berdiri pada 8 Juni 1946 di Yogyakarta dengan nama Serikat Penerbit Suratkabar. Pada 2011, organisasi tersebut bertransformasi menjadi Serikat Perusahaan Pers untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan industri media.<br><br>Memasuki usia 80 tahun, SPS terus menjalankan peran dalam memperjuangkan kemerdekaan pers, memperkuat perusahaan media, serta mendorong terwujudnya industri pers yang sehat dan bermartabat.<br><br>Melalui SPS Awards, organisasi ini memberikan apresiasi kepada tokoh, institusi, dan insan pers yang dinilai memiliki kontribusi terhadap perkembangan industri media dan kehidupan publik di Indonesia.<br><br>Peringatan delapan dekade SPS pada 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran perusahaan pers di tengah perubahan industri media dan tantangan perkembangan teknologi informasi. (*)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/11/_4208_80-Tahun-SPS--Nasir-Djamil-Kembali-Masuk-Daftar-Penerima-Penghargaan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67181/80-tahun-sps-nasir-djamil-kembali-masuk-daftar-penerima-penghargaan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Penggerebekan Asrama Putri Pesantren Hamalatul Qur&rsquo;an, Sutrisno S.Ag Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng dan Kapolres Sukoharjo</guid>
            <pubDate>Mon, 02 Nov 2026 11:59:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Penggerebekan Asrama Putri Pesantren Hamalatul Qur’an, Sutrisno S.Ag Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng dan Kapolres Sukoharjo]]></title>
            <description><![CDATA[Penggerebekan Asrama Putri Pesantren Hamalatul Qur&rsquoan, Sutrisno S.Ag Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng dan Kapolres Sukoharjo]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>MEDAN &ndash; Tindakan aparat kepolisian yang melakukan penggerebekan dan penggeledahan di asrama putri Pondok Pesantren Hamalatul Qur&#039;an, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 27 Oktober 2026 dini hari, menuai kecaman. Sutrisno, S.Ag., calon Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Medan masa khidmat 2026&ndash;2031, menilai tindakan tersebut telah menyakiti hati umat Islam.<br><br>Sutrisno mendesak Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto agar mengambil tindakan tegas terhadap jajaran kepolisian yang terlibat dalam peristiwa tersebut, termasuk mengevaluasi dan mencopot Kapolda Jawa Tengah serta Kapolres Sukoharjo.<br><br>Menurut Sutrisno, penggerebekan yang disebut berlangsung sekitar pukul 03.20 WIB itu harus menjadi perhatian serius, terutama menyangkut cara aparat menjalankan tugas di lingkungan pendidikan keagamaan yang dihuni para santri perempuan.<br><br>Ia mengungkapkan, berdasarkan keterangan pengasuh pesantren, pintu asrama disebut didobrak sebelum aparat memasuki kamar santri putri. Saat itu, sebagian santri masih tidur tanpa mengenakan jilbab, sementara sebagian lainnya baru bangun untuk melaksanakan salat malam.<br><br>Para santri yang masih berusia belasan tahun itu juga disebut mengalami perlakuan berupa bentakan dan pertanyaan mengenai hal-hal yang tidak mereka ketahui.<br><br>&quot;Anak-anak perempuan yang masih belasan tahun itu dititipkan orang tuanya untuk belajar Al-Qur&#039;an. Namun, berdasarkan keterangan yang kami terima, mereka diperlakukan dengan cara yang sangat memprihatinkan. Ini sangat menyakiti hati umat,&quot; tegas Sutrisno.<br><br>Ia menilai, apabila tindakan tersebut dilakukan tanpa mempertimbangkan prosedur dan perlindungan terhadap privasi santri, maka hal itu perlu dievaluasi secara menyeluruh oleh pimpinan Polri.<br><br>Menurutnya, penegakan hukum memang merupakan tugas aparat kepolisian. Namun, pelaksanaannya harus tetap mengedepankan profesionalitas, proporsionalitas, penghormatan terhadap martabat manusia, serta perlindungan terhadap anak-anak yang berada di lingkungan pendidikan.<br><br>Desak Evaluasi dan Penindakan Tegas<br><br>Sutrisno meminta Kapolri tidak hanya memberikan perhatian terhadap polemik yang berkembang di tengah masyarakat, tetapi juga melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap anggota yang terlibat.<br><br>Ia berharap Kapolda Jawa Tengah dan Kapolres Sukoharjo dievaluasi secara serius. Apabila ditemukan pelanggaran, tindakan tegas harus diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.<br><br>&quot;Kami meminta Bapak Kapolri menindak tegas seluruh jajaran yang terbukti melakukan pelanggaran dalam penggeledahan asrama putri Pesantren Hamalatul Qur&#039;an. Peristiwa seperti ini jangan sampai terulang kembali pada masa mendatang,&quot; ujarnya.<br><br>Sutrisno juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam proses pemeriksaan agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai latar belakang tindakan aparat, prosedur yang digunakan, serta pertanggungjawaban apabila ditemukan pelanggaran.<br><br>Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian harus dijaga melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan.<br><br>&quot;Polisi harus hadir bersama masyarakat dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Profesionalitas, keterbukaan, dan sikap proporsional harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,&quot; katanya.<br><br>Imbau Umat Islam Tetap Menjaga Persatuan<br><br>Di tengah polemik tersebut, Sutrisno mengimbau seluruh umat Islam agar tetap tenang dan menjaga kondusivitas. Ia mengingatkan masyarakat supaya tidak mudah terprovokasi hingga melakukan tindakan yang justru dapat merusak persaudaraan dan persatuan bangsa.<br><br>Ia menegaskan, penyampaian aspirasi dan kritik terhadap aparat harus dilakukan secara bertanggung jawab, dengan tetap menghormati hukum dan menjaga ketertiban umum.<br><br>&quot;Kepada seluruh umat Islam, saya mengajak agar tetap menjaga kondusivitas, mempererat persaudaraan, dan memelihara persatuan bangsa. Jangan sampai kita terprovokasi melakukan hal-hal yang justru merugikan masyarakat dan merusak persaudaraan sebangsa,&quot; pesannya.<br><br>Sutrisno menyatakan pihaknya mempercayakan penanganan persoalan tersebut kepada Kapolri, seraya berharap pimpinan Polri dapat merespons aspirasi masyarakat secara terbuka dan objektif.<br><br>Ia berharap peristiwa di Pesantren Hamalatul Qur&#039;an menjadi momentum evaluasi bagi institusi kepolisian agar pelaksanaan tugas penegakan hukum senantiasa berjalan profesional, menghormati hak-hak masyarakat, serta menjaga kepercayaan publik.<br><br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/11/_1580_Penggerebekan-Asrama-Putri-Pesantren-Hamalatul-Qur-rsquo-an--Sutrisno-S-Ag-Desak-Kapolri-Copot-Kapolda-Jateng-dan-Kapolres-Sukoharjo.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67180/penggerebekan-asrama-putri-pesantren-hamalatul-qurrsquoan-sutrisno-sag-desak-kapolri-copot-kapolda-jateng-dan-kapolres-sukoharjo/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">JANGAN BIARKAN SANTRIWATI TAKUT KEPADA POLISI</guid>
            <pubDate>Mon, 02 Nov 2026 11:01:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[JANGAN BIARKAN SANTRIWATI TAKUT KEPADA POLISI]]></title>
            <description><![CDATA[JANGAN BIARKAN SANTRIWATI TAKUT KEPADA POLISI]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Oleh Abdullah Rasyid <br>Pengurus MN KAHMI<br><br>Sulit membayangkan perasaan orang tua yang menerima kabar bahwa anak perempuannya ketakutan saat aparat menggeledah tempat mereka belajar dan tinggal. Jauh dari rumah, anak-anak itu tentu berharap pesantren menjadi tempat yang aman. Orang tua pun menitipkan mereka dengan kepercayaan yang sama.<br><br>Karena itu, dugaan tindakan intimidatif dalam penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Qur&#039;an, Mojolaban, Sukoharjo, terasa begitu mengusik. Ada anak-anak yang perasaannya perlu didengar. Ada keluarga yang membutuhkan penjelasan, sekaligus kepastian bahwa anak mereka diperlakukan dengan baik.<br><br>Pihak pesantren menyampaikan dugaan perlakuan kasar, termasuk pendobrakan pintu dan perlakuan terhadap santriwati yang belum siap mengenakan jilbab. Keterangan itu masih harus diperiksa. Namun, menunggu hasil pemeriksaan tidak berarti kita harus menunda empati kepada mereka yang merasa ketakutan.<br><br>Memahami Keresahan Keluarga<br><br>Kita memahami bahwa polisi memiliki tugas menegakkan hukum. Menurut penjelasan Polri, penggeledahan tersebut berkaitan dengan penyidikan kasus pembakaran, ancaman, dan perusakan. Perkara itu tentu perlu diusut, dan siapa pun yang terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.<br><br>Pada saat yang sama, keluarga santriwati berhak mempertanyakan cara penggeledahan dilakukan. Mengapa harus dengan pendekatan yang mereka keluhkan? Apakah keberadaan anak-anak perempuan sudah diperhitungkan? Adakah cara yang memungkinkan penyidikan berjalan dengan tetap menjaga rasa aman mereka?<br><br>Pertanyaan seperti itu sangat manusiawi. Orang tua tentu ingin tahu apa yang dialami anaknya, siapa yang mendampingi, dan apakah mereka mendapat kesempatan untuk menenangkan diri.<br><br>Bagi seorang anak, berhadapan dengan aparat dalam situasi yang menegangkan bisa menjadi pengalaman yang membekas. Kita perlu memberi ruang bagi mereka untuk bercerita, tanpa buru-buru menyanggah atau menganggap ketakutan mereka berlebihan.<br><br>Ketegasan yang Tetap Melindungi<br><br>Di sinilah kecermatan aparat menjadi penting. Sebelum memasuki tempat tinggal santriwati, informasi mengenai penghuni, sasaran pencarian, dan tingkat ancaman semestinya dipahami dengan baik.<br><br>Pendalaman informasi dan kerja intelijen perlu menjadi bagian dari evaluasi. Apakah persiapannya sudah memadai? Apakah petugas mengetahui siapa saja yang berada di dalam? Bagaimana perlindungan terhadap anak direncanakan dan dijalankan?<br><br>Kita belum mengetahui seluruh jawabannya. Karena itu, pemeriksaan diperlukan agar dugaan tindakan yang terkesan tergesa-gesa dapat dijelaskan secara utuh.<br><br>Jika benar terjadi intimidasi terhadap santriwati, tindakan tersebut patut dikecam. Anak-anak tidak boleh menanggung perlakuan yang merendahkan hanya karena mereka berada di lokasi penggeledahan.<br><br>Saya percaya masyarakat dapat memahami ketegasan polisi ketika alasan dan tindakannya jelas. Kepercayaan itu akan lebih kuat ketika aparat juga menunjukkan kesediaan mendengar keluhan dan mengakui kesalahan apabila memang terjadi.<br><br>Berikan Jawaban yang Menenangkan<br><br>Polri telah menyatakan empati dan komitmen untuk mendalami keluhan melalui pengawasan internal, termasuk Propam. Keluarga tentu berharap komitmen tersebut menghasilkan pemeriksaan yang sungguh-sungguh.<br><br>Mereka membutuhkan jawaban mengenai apa yang terjadi, mengapa tindakan itu diambil, dan siapa yang bertanggung jawab. Pemeriksaan perlu menjangkau petugas lapangan maupun pihak yang merencanakan, memerintahkan, dan mengawasi operasi.<br><br>Desakan dari kalangan ormas Islam agar kepemimpinan Kapolda Jawa Tengah dievaluasi juga perlu didengar dengan terbuka. Jika ditemukan pelanggaran berat atau kegagalan pengawasan yang menjadi tanggung jawab pimpinan, pencopotan layak dipertimbangkan berdasarkan hasil pemeriksaan.<br><br>Kesediaan untuk bertanggung jawab akan membantu memulihkan kepercayaan masyarakat. Begitu pula permintaan maaf yang tulus apabila terbukti ada tindakan yang keliru.<br><br>Dengarkan Anak-anak Itu<br><br>Sementara pemeriksaan berjalan, kebutuhan santriwati jangan sampai terlupakan. Mereka yang mengalami ketakutan perlu mendapat pendampingan sesuai kebutuhan. Pengasuh dan keluarga perlu dilibatkan agar mereka dapat kembali belajar dengan tenang.<br><br>Jangan sampai anak-anak harus berulang kali menceritakan pengalaman yang menyakitkan hanya untuk meyakinkan orang dewasa bahwa mereka memang merasa takut. Dengarkan dengan sabar, lindungi privasinya, dan pastikan mereka aman ketika memberikan keterangan.<br><br>Pada akhirnya, kita ingin anak-anak mengenal polisi sebagai orang yang dapat mereka datangi saat membutuhkan pertolongan. Harapan itu sederhana, tetapi sangat berarti bagi setiap keluarga.<br><br>Semoga dari peristiwa ini, yang mereka ingat kelak juga adalah kesungguhan orang-orang dewasa untuk mendengar, melindungi, dan mengembalikan rasa aman mereka.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/11/_4148_JANGAN-BIARKAN-SANTRIWATI-TAKUT-KEPADA-POLISI.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67179/jangan-biarkan-santriwati-takut-kepada-polisi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>