<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.halomedan.com/</link>
        <description>Halo Medan | Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Tue, 07 Jul 2026 03:41:15 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi</guid>
            <pubDate>Mon, 06 Jul 2026 20:55:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi]]></title>
            <description><![CDATA[GEMA PENA  Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Jakarta &ndash; Ketua Umum Gerakan Masyarakat Pemuda Nusantara (GEMA PENA), Julius Fadli, menyatakan dukungannya kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menyikapi polemik terkait pengadaan gembok untuk lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.<br><br>Menurut Julius Fadli, masyarakat perlu melihat persoalan tersebut secara menyeluruh dengan mengedepankan data, ketentuan hukum, dan penjelasan resmi dari instansi yang berwenang, bukan membangun kesimpulan berdasarkan perbandingan yang tidak sepadan.<br><br>Ia menegaskan bahwa sarana pengamanan yang digunakan di lingkungan pemasyarakatan merupakan peralatan khusus yang dirancang untuk mendukung sistem keamanan berisiko tinggi. Karena itu, spesifikasi teknis, kualitas material, dan standar keamanan yang diterapkan tentu berbeda dengan produk yang dipasarkan untuk kebutuhan umum.<br><br>"Kita tidak bisa menyamakan perangkat pengamanan di Lapas dan Rutan dengan produk komersial yang dijual di toko. Ada standar teknis, aspek keamanan, dan proses pengujian yang menjadi bagian penting sebelum barang tersebut digunakan," ujar Julius Fadli.<br><br>Ia juga menilai bahwa mekanisme pengadaan yang dilakukan melalui e-Purchasing Katalog Elektronik LKPP merupakan prosedur resmi pemerintah yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Sistem tersebut dibangun untuk menjamin transparansi, efisiensi, akuntabilitas, serta persaingan usaha yang sehat dalam setiap proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.<br><br>Menurutnya, selama proses pengadaan dilaksanakan sesuai regulasi yang berlaku, maka setiap penilaian sebaiknya menunggu hasil pemeriksaan dari lembaga yang memiliki kewenangan melakukan audit dan pengawasan.<br><br>"Negara telah memiliki mekanisme pengawasan yang jelas. Apabila terdapat dugaan penyimpangan, tentu ada aparat pengawas internal maupun lembaga pemeriksa yang akan bekerja secara profesional. Karena itu, kita harus menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan tidak terburu-buru membentuk opini yang belum didukung oleh fakta hukum," tegasnya.<br><br>Julius Fadli juga mengapresiasi komitmen Ditjen PAS dalam memperkuat sistem keamanan pemasyarakatan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan nasional. Menurutnya, penguatan sarana dan prasarana keamanan merupakan investasi penting untuk melindungi petugas, warga binaan, serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat.<br><br>Di akhir pernyataannya, Ketua Umum Gerakan Masyarakat Pemuda Nusantara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan kepercayaan kepada Ditjen PAS agar dapat menjalankan tugasnya secara profesional. Ia berharap seluruh pihak mengedepankan sikap objektif, menghormati proses yang berlaku, serta bersama-sama mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang modern, transparan, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan bangsa.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_366_GEMA-PENA---Kedepankan-Fakta-dan-Regulasi--Jangan-Hakimi-Ditjen-PAS-Lewat-Asumsi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66207/gema-pena-kedepankan-fakta-dan-regulasi-jangan-hakimi-ditjen-pas-lewat-asumsi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina</guid>
            <pubDate>Mon, 06 Jul 2026 20:01:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina]]></title>
            <description><![CDATA[Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Serdang Bedagai &ndash; Seorang petugas keamanan PTPN IV Regional 2 mengalami luka di bagian dada setelah diserang menggunakan anak panah saat berupaya menggagalkan aksi pencurian tandan buah segar atau TBS kelapa sawit di Areal Blok 17F Afdeling I <a href="https://www.halomedan.com/tag/kebun/" target="_blank">Kebun</a> Adolina, Sabtu, 27 Juni 2026, sekitar pukul 09.05 WIB.<br><br>Korban bernama Sindi Prayoga langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, manajemen perusahaan telah melaporkan kejadian tersebut kepada aparat penegak hukum agar diproses sesuai ketentuan yang berlaku.<br><br>Menurut Manajer <a href="https://www.halomedan.com/tag/kebun/" target="_blank">Kebun</a> dan PKS Adolina, Dennis Nichova, petugas keamanan bernama Sindi Prayoga saat itu tengah melaksanakan patroli rutin ketika menemukan pelepah kelapa sawit yang patah. Kondisi tersebut merupakan salah satu indikasi awal yang kerap dijumpai setelah terjadi aktivitas pemanenan ilegal. Korban kemudian melakukan penyisiran untuk memastikan kondisi di sekitar lokasi sebelum tiba-tiba mendapat serangan dari balik tanaman kelapa sawit.<br><br>&quot;Secara tiba-tiba pelaku melepaskan empat anak panah ke arah petugas dan satu di antaranya mengenai dada sebelah kanan. Meski terluka, korban masih sempat melakukan pengejaran. Namun, pelaku berhasil melarikan diri menuju permukiman warga yang berbatasan langsung dengan areal kebun,&quot; ujar Dennis.<br><br>Selain melakukan penyerangan, kelompok yang diduga terlibat juga merusak sepeda motor milik petugas sebelum melarikan diri. Dalam kondisi terluka, korban segera menghubungi rekan-rekannya untuk meminta pertolongan. Personel pengamanan bersama tim pendukung kemudian tiba di lokasi dan mengevakuasi korban untuk mendapatkan penanganan medis.<br><br>Korban sempat mendapatkan perawatan awal sebelum dirujuk ke RS Grand Medistra sekitar pukul 11.00 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban kembali dirujuk ke RS Murni Teguh Medan pada malam harinya dan tiba sekitar pukul 23.30 WIB. Tim dokter kemudian melakukan tindakan operasi pada Minggu, 28 Juni 2026, sekitar pukul 01.20 WIB untuk penanganan lebih lanjut.<br><br>Manajemen PTPN IV Regional 2 telah melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian. Seluruh barang bukti dan informasi pendukung yang diperoleh di lokasi kejadian turut diserahkan sebagai bagian dari proses penyelidikan guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan tersebut.<br><br>&quot;Kami percaya aparat penegak hukum akan menangani perkara ini secara profesional sehingga memberikan rasa aman bagi seluruh pekerja maupun masyarakat,&quot; ujar Dennis.<br><br>Menurut Plh. Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional 2, Hwin Dwi Putera, insiden penyerangan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tingginya tantangan pengamanan di <a href="https://www.halomedan.com/tag/kebun/" target="_blank">Kebun</a> Adolina. Unit usaha itu mengelola areal seluas 8.945 hektare, dengan 8.188,90 hektare di antaranya merupakan tanaman menghasilkan, serta berbatasan langsung dengan enam kecamatan dan 19 desa di Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Deli Serdang.<br><br>&quot;Luasnya areal perkebunan dan banyaknya akses yang berbatasan dengan permukiman menjadi tantangan tersendiri dalam pengamanan. Namun, ketika aksi pencurian sudah berkembang menjadi tindak kekerasan terhadap petugas, tentu persoalan ini memerlukan penegakan hukum yang tegas agar memberikan efek jera,&quot; kata Hwin.<br><br>Data PTPN IV Regional 2 menunjukkan bahwa tekanan terhadap operasional <a href="https://www.halomedan.com/tag/kebun/" target="_blank">Kebun</a> Adolina terus meningkat. Sepanjang 2025, kehilangan TBS mencapai 76.697 kilogram, dengan angka tertinggi terjadi pada Juni, yaitu 12.104 kilogram. Sementara itu, hingga Mei 2026, jumlah kehilangan TBS telah mencapai 65.031 kilogram. Jumlah tersebut terdiri atas 8.231 kilogram pada Januari, 9.619 kilogram pada Februari, 12.279 kilogram pada Maret, 17.258 kilogram pada April, dan 17.644 kilogram pada Mei.<br><br>Akumulasi kehilangan selama 17 bulan tersebut mencapai 141.728 kilogram atau rata-rata sekitar 8.336 kilogram setiap bulan. Menurut Hwin, angka tersebut memberikan tekanan terhadap produktivitas kebun dan berpotensi memengaruhi pencapaian target produksi apabila tidak segera ditekan melalui langkah pengamanan yang lebih efektif.<br><br>&quot;Pencurian TBS bukan lagi sekadar persoalan kehilangan hasil panen. Dampaknya menyentuh aspek operasional, produktivitas perusahaan, hingga perlindungan aset negara. Karena itu, kami terus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum agar setiap tindak pidana yang terjadi dapat ditangani secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku,&quot; ujar Hwin.<br><br>Sementara itu, Region Head PTPN IV Regional 2, Budi Susanto, menyampaikan keprihatinan atas insiden yang menimpa petugas keamanan saat menjalankan tugasnya. Ia menegaskan bahwa keselamatan pekerja menjadi prioritas utama perusahaan. Setiap bentuk kekerasan terhadap personel yang sedang bertugas merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi.<br><br>&quot;Kami memastikan korban memperoleh penanganan medis terbaik dan perusahaan memberikan pendampingan selama proses pemulihan maupun proses hukum berlangsung. Kami juga terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum agar pelaku dapat segera diproses sesuai ketentuan yang berlaku sehingga memberikan kepastian hukum sekaligus rasa aman bagi para pekerja,&quot; ujar Budi.<br><br>Budi menambahkan, PTPN IV Regional 2 akan terus memperkuat sistem pengamanan melalui peningkatan patroli, pemetaan wilayah rawan, optimalisasi koordinasi dengan aparat keamanan, serta penguatan kolaborasi dengan masyarakat di sekitar perkebunan. Menurutnya, terciptanya keamanan di kawasan perkebunan menjadi kepentingan bersama agar kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan dengan baik sekaligus memberikan kontribusi berkelanjutan bagi negara dan masyarakat.<br><br>&quot;Kami berharap seluruh elemen dapat bersama-sama menjaga keamanan kawasan perkebunan. Lingkungan yang kondusif akan melindungi para pekerja dalam menjalankan tugasnya, menjaga keberlangsungan produksi, serta memastikan aset negara tetap terlindungi,&quot; tutup Budi.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_6902_Petugas-Keamanan-PTPN-IV-Regional-2-Terkena-Anak-Panah-saat-Gagalkan-Pencurian-TBS-Kelapa-Sawit-di-Kebun-Adolina.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66206/petugas-keamanan-ptpn-iv-regional-2-terkena-anak-panah-saat-gagalkan-pencurian-tbs-kelapa-sawit-di-kebun-adolina/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026</guid>
            <pubDate>Mon, 06 Jul 2026 16:55:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026]]></title>
            <description><![CDATA[BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan - Komandan Batalyon <a href="https://www.halomedan.com/tag/parako/" target="_blank">Parako</a> 463 Pasgat, Letkol Pas Jhon Herriansyah Siregar, sukses menggelar Liga TopSkor Zona Medan dan Zona Simalungun Season 2026 yang memperebutkan Piala Danyon <a href="https://www.halomedan.com/tag/parako/" target="_blank">Parako</a> 463 Pasgat Tahun 2026. Kompetisi ini berlangsung sejak 21 Desember 2025 hingga 05 Juli 2026 di Lapangan Batalyon <a href="https://www.halomedan.com/tag/parako/" target="_blank">Parako</a> 463 Pasgat, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Minggu (05/07/2026).<br><br>Kompetisi yang mempertandingkan kategori usia U-10, U-12, U-14, dan U-16 ini menjadi wadah pembinaan sekaligus pengembangan bakat bagi pesepak bola usia muda. Selama 6 bulan 14 hari penyelenggaraan, ratusan pertandingan berlangsung dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerja sama, serta semangat kompetisi yang sehat.<br><br>Liga TopSkor Zona Medan dan Zona Simalungun tidak hanya menjadi ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter, mental juara, dan kualitas para atlet muda sebagai generasi penerus sepak bola Indonesia.<br><br>Sebagai penutup rangkaian kompetisi, diselenggarakan Awarding Ceremony sebagai bentuk apresiasi kepada para juara, pemain terbaik, pelatih, official, dan seluruh peserta yang telah menunjukkan dedikasi, kerja keras, serta semangat juang yang tinggi sepanjang kompetisi berlangsung.<br><br>Pada kesempatan tersebut, Komandan Batalyon <a href="https://www.halomedan.com/tag/parako/" target="_blank">Parako</a> 463 Pasgat, Letkol Pas Jhon Herriansyah Siregar, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada CEO Liga TopSkor, Bapak Yusuf Kurniawan, beserta seluruh panitia, perangkat pertandingan, sponsor, orang tua, pelatih, official, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan Liga TopSkor Zona Medan dan Zona Simalungun Season 2026.<br><br>Beliau berharap kompetisi ini dapat terus menjadi wadah pembinaan sepak bola usia muda yang berkelanjutan sehingga mampu melahirkan bibit-bibit atlet berbakat yang kelak mengharumkan nama Sumatera Utara dan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_8095_BATALYON-PARAKO-463-PASGAT-SUKSES-MENGGELAR-LIGA-TOPSKOR-ZONA-MEDAN-DAN-ZONA-SIMALUNGUN-SEASON-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66205/batalyon-parako-463-pasgat-sukses-menggelar-liga-topskor-zona-medan-dan-zona-simalungun-season-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum &amp; Perlindungan Hak Masyarakat</guid>
            <pubDate>Mon, 06 Jul 2026 16:40:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat]]></title>
            <description><![CDATA[SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum &amp Perlindungan Hak Masyarakat]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>PADANGSIDIMPUAN &ndash; Ketua Depicab SOKSI Kota Padangsidimpuan, Mitrawan Fauzi, S.Si., melaksanakan audiensi dan diskusi advokasi hukum dengan Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan yang diterima langsung oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Zulhelmi Sinaga, S.H., M.H.<br><br>Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan aparat penegak hukum dalam membangun kesadaran hukum di tengah masyarakat. Dalam diskusi itu, kedua belah pihak membahas berbagai persoalan hukum yang kerap muncul di wilayah Kota Padangsidimpuan, sekaligus mendorong terciptanya penyelesaian yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.<br><br>Ketua Depicab SOKSI Kota Padangsidimpuan, Mitrawan Fauzi, menyampaikan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperluas wawasan dan pemahaman hukum bagi jajaran organisasi. Menurutnya, komunikasi yang baik dengan institusi penegak hukum sangat penting agar SOKSI dapat menjalankan peran sosialnya secara tepat dan memberikan edukasi hukum kepada masyarakat.<br><br>Sementara itu, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan, Zulhelmi Sinaga, memberikan sejumlah masukan agar kehadiran SOKSI semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ia berharap organisasi tersebut dapat terus memperjuangkan berbagai kepentingan rakyat, termasuk memberikan perhatian terhadap persoalan sengketa lahan ulayat yang masih menjadi isu penting di sejumlah daerah.<br><br>Selain itu, Zulhelmi Sinaga juga berpesan agar SOKSI terus hadir di tengah masyarakat melalui program-program nyata yang memberikan manfaat langsung. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dan aparat penegak hukum dalam meningkatkan kesadaran hukum serta memperkuat keadilan sosial.<br><br>Keberadaan program bantuan hukum SOKSI kepada masyarakat juga dinilai menjadi salah satu kekuatan organisasi dalam memberikan pendampingan kepada warga yang membutuhkan. Program tersebut saat ini berada di bawah koordinasi Mangihut Sinaga, Anggota Komisi III DPR RI, yang membidangi urusan hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.<br><br>Semangat pengabdian tersebut diharapkan tetap sejalan dengan nilai-nilai perjuangan para pendiri SOKSI yang sejak awal menempatkan organisasi sebagai wadah perjuangan kebangsaan, pembelaan terhadap ideologi negara, serta pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan dan advokasi hukum sesuai dengan prinsip-prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_3325_SOKSI-Padangsidimpuan-Perkuat-Sinergi-dengan-Kejari--Bahas-Advokasi-Hukum--amp--Perlindungan-Hak-Masyarakat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66204/soksi-padangsidimpuan-perkuat-sinergi-dengan-kejari-bahas-advokasi-hukum-amp-perlindungan-hak-masyarakat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Aksi di Polda Sumut dan Bea Cukai, AMPERAKSU Minta Aktor Utama Peredaran Rokok HELIUM Diungkap</guid>
            <pubDate>Mon, 06 Jul 2026 15:50:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Aksi di Polda Sumut dan Bea Cukai, AMPERAKSU Minta Aktor Utama Peredaran Rokok HELIUM Diungkap]]></title>
            <description><![CDATA[Aksi di Polda Sumut dan Bea Cukai, AMPERAKSU Minta Aktor Utama Peredaran Rokok HELIUM Diungkap]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan &ndash; Aliansi Mahasiswa Pembela Rakyat Kecil Sumatera Utara (AMPERAKSU) mendesak Polda Sumatera Utara bersama Bea Cukai Medan mengusut tuntas dugaan jaringan peredaran rokok ilegal merek HELIUM yang diduga telah merugikan negara hingga miliaran rupiah akibat tidak dibayarkannya cukai.<br><br>Desakan tersebut disampaikan melalui aksi unjuk rasa dan penyampaian pernyataan sikap di depan Mapolda Sumatera Utara dan Kantor Bea Cukai Medan, Senin (6/7).<br><br>Koordinator Aksi AMPERAKSU, Rian Lubis, didampingi Koordinator Lapangan Muhammad Ridho, mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi lapangan dan memperoleh informasi mengenai dugaan adanya gudang penyimpanan rokok ilegal merek HELIUM di sejumlah lokasi di Sumatera Utara. Menurutnya, aparat penegak hukum harus segera mengusut aktor utama, jaringan distribusi, hingga pihak-pihak yang diduga menjadi pelindung peredaran rokok ilegal tersebut.<br><br>"Peredaran rokok ilegal bukan hanya merugikan penerimaan negara dari sektor cukai, tetapi juga mencederai penegakan hukum. Kami meminta aparat bertindak tegas dan transparan agar tidak ada kesan pembiaran terhadap praktik ilegal ini," kata Rian.<br><br>Rian menilai, di tengah kondisi ekonomi nasional yang masih menghadapi berbagai tantangan, penerimaan negara dari sektor cukai seharusnya menjadi perhatian serius. Karena itu, ia mempertanyakan dugaan pembiaran terhadap peredaran rokok ilegal, khususnya merek HELIUM.<br><br>"Saat kondisi keuangan negara sedang membutuhkan optimalisasi penerimaan, kami menduga masih terjadi pembiaran terhadap peredaran rokok ilegal, khususnya merek HELIUM. Jika dugaan ini benar, tentu sangat merugikan negara. Kami meminta Bea Cukai Medan dan Polda Sumut segera membuktikan komitmennya dengan melakukan penindakan secara terbuka dan tegas," ujarnya.<br><br>Dalam aksi tersebut, AMPERAKSU juga menyoroti sikap seorang oknum pegawai Bea Cukai Medan yang menurut mereka bertugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan. Rian mengaku kecewa karena aspirasi masyarakat yang bertujuan membantu menyelamatkan penerimaan negara justru diduga dianggap sebagai "pengganggu".<br><br>"Sangat kami sayangkan apabila masyarakat yang menyampaikan informasi demi menyelamatkan uang negara justru dianggap sebagai pengganggu. Seharusnya informasi dari masyarakat menjadi pintu masuk bagi aparat untuk mengungkap praktik peredaran rokok ilegal, bukan direspons secara negatif," tegasnya.<br><br>AMPERAKSU mendesak Bea Cukai Medan bersama Ditreskrimsus Polda Sumut segera menelusuri lokasi-lokasi yang diduga menjadi gudang penyimpanan rokok ilegal merek HELIUM serta mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat, termasuk apabila terdapat oknum aparat yang terbukti memberikan perlindungan terhadap praktik tersebut.<br><br>Menanggapi aspirasi tersebut, N. Prismana, yang disebut sebagai pejabat pada bidang pemeriksaan dan penyidikan Bea Cukai Medan, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan yang disampaikan AMPERAKSU.<br><br>"Kami akan menindaklanjuti laporan dari AMPERAKSU dan berencana mengajak mereka mengikuti razia rokok ilegal dalam waktu dekat. Peredaran rokok ilegal terus terjadi karena masih ada masyarakat yang membeli produk tersebut, padahal itu merugikan negara," ujar Prismana.rel<br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_4015_Aksi-di-Polda-Sumut-dan-Bea-Cukai--AMPERAKSU-Minta-Aktor-Utama-Peredaran-Rokok-HELIUM-Diungkap.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66203/aksi-di-polda-sumut-dan-bea-cukai-amperaksu-minta-aktor-utama-peredaran-rokok-helium-diungkap/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Nusakambangan yang Bersih dan Bayang-Bayang yang Belum Selesai</guid>
            <pubDate>Mon, 06 Jul 2026 10:57:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Nusakambangan yang Bersih dan Bayang-Bayang yang Belum Selesai]]></title>
            <description><![CDATA[Nusakambangan yang Bersih dan BayangBayang yang Belum Selesai]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Jakarta - Ada momen yang layak dicatat pada akhir Juni, pekan lalu (29 Juni 2026). <br>Di Lapas Ngaseman, Nusakambangan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berdiri dan mengucapkan kalimat yang jarang terdengar untuk kawasan yang selama ini identik dengan citra keras tersebut: &quot;Nusakambangan tidak lagi seram. Sekarang bersih, sehat, dan terang.&quot;<br><br>Pujian itu disampaikan di hadapan jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Kesehatan, serta pemerintah daerah dalam peluncuran nasional program skrining tuberkulosis dengan rontgen dan Cek Kesehatan Gratis 2026. Program ini menyasar petugas pemasyarakatan, tahanan, narapidana, dan anak binaan di seluruh Indonesia.<br><br>Nusakambangan, pulau yang selama puluhan tahun lekat dengan citra isolasi, hukuman berat, dan kekerasan, tiba-tiba tampil sebagai etalase perubahan. Namun di balik narasi transformasi itu, ada pertanyaan yang lebih mendasar: apakah capaian kesehatan yang diklaim benar-benar berkelanjutan, atau masih merupakan keberhasilan sektoral yang berdiri di atas persoalan struktural yang belum sepenuhnya tersentuh?<br><br>Skala Program dan Klaim Keberhasilan<br><br>Program yang diluncurkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ini menyasar 272.573 warga binaan dan 48.876 petugas pemasyarakatan secara nasional. Di Nusakambangan, program tersebut mencakup skrining TB berbasis rontgen, pemeriksaan HIV komprehensif, serta peresmian Rumah Sakit Pemasyarakatan Nusakambangan sebagai fasilitas rujukan baru.<br><br>Klaim yang paling mencolok adalah penurunan prevalensi TB di lingkungan pemasyarakatan, dari 3,64 persen pada 2025 menjadi 0,54 persen per Maret 2026. Artinya, terjadi penurunan lebih dari 85 persen dalam kurun kurang dari satu tahun.<br><br>Jika angka ini akurat, maka capaian tersebut merupakan kemajuan epidemiologis yang signifikan. Lapas dan rutan selama ini dikenal sebagai lingkungan berisiko tinggi bagi penularan penyakit menular. Ventilasi yang terbatas, kepadatan hunian, mobilitas penghuni, serta keterbatasan akses layanan kesehatan membuat penyakit seperti TB mudah menyebar.<br><br>Karena itu, skrining TB dan cek kesehatan gratis patut diapresiasi sebagai langkah deteksi dini yang penting. Program ini juga sejalan dengan Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Prabowo Subianto, yakni kolaborasi lintas kementerian yang dirancang untuk menghasilkan dampak cepat, terukur, dan langsung dirasakan masyarakat. Dalam konteks pemasyarakatan, program ini menyentuh kelompok yang sering luput dari perhatian kebijakan kesehatan nasional: warga binaan.<br><br>Bayang-Bayang Overkapasitas<br><br>Namun, dalam kunjungan yang sama, Menteri Agus Andrianto juga mengakui satu persoalan penting: overkapasitas lapas dan rutan masih menjadi faktor risiko penularan penyakit yang belum tuntas ditangani.<br><br>Pengakuan ini penting karena menyentuh akar masalah. Data resmi Sistem Database Pemasyarakatan menunjukkan total penghuni lapas dan rutan se-Indonesia mencapai 277.035 orang, sementara kapasitas resmi hanya 132.107 orang. Artinya, rasio hunian berada di kisaran 210 persen dari kapasitas ideal.<br><br>Di sinilah paradoks kebijakan itu terlihat. Skrining TB dan cek kesehatan gratis adalah intervensi yang tepat, bahkan mendesak. Namun deteksi dini tanpa pembenahan akar penyebab penularan, terutama kepadatan hunian yang jauh melampaui daya tampung, berisiko hanya menangani gejala, bukan sumber penyakitnya.<br><br>Sel yang dihuni tiga hingga empat kali lipat dari kapasitas ideal tetap menjadi ruang yang rentan bagi penyebaran droplet Mycobacterium tuberculosis, betapapun rutin pemeriksaan rontgen dilakukan. Dengan kata lain, rontgen dapat menemukan kasus lebih cepat, pengobatan dapat dimulai lebih dini, tetapi risiko penularan akan tetap tinggi jika ruang hidup warga binaan tidak menjadi lebih manusiawi.<br><br>Karena itu, pertanyaan kebijakan yang perlu diajukan bukan hanya berapa banyak orang yang sudah diskrining. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah penurunan prevalensi TB tersebut mencerminkan perbaikan lingkungan hunian, atau terutama hasil dari deteksi yang lebih agresif dan pengobatan yang lebih cepat terhadap kasus yang sudah ada.<br><br>Kedua hal itu sama-sama positif, tetapi implikasi kebijakannya berbeda. Jika penurunan terjadi karena perbaikan lingkungan hunian, maka kita sedang menyaksikan kemajuan struktural. Namun jika penurunan terutama disebabkan oleh deteksi dan pengobatan cepat, maka negara masih perlu bekerja lebih keras agar program ini tidak menjadi intervensi tahunan yang terus berulang tanpa menyelesaikan penyebab utamanya.<br><br>Antara Etalase dan Substansi<br><br>Ironi lain juga perlu dicermati. Pada pekan yang sama ketika Nusakambangan tampil sebagai etalase kesehatan pemasyarakatan, Komisi XIII DPR RI justru menggelar Rapat Dengar Pendapat khusus membahas maraknya penyelundupan narkoba ke dalam lapas. Persoalan itu bahkan dinilai bukan semata kegagalan pengamanan, melainkan cerminan dari masalah sistem hukum, tata kelola, dan kondisi sosial yang lebih luas.<br><br>Dua narasi ini berjalan beriringan dalam rentang waktu yang hampir sama. Di satu sisi, ada prestasi sektoral di bidang kesehatan. Di sisi lain, masih ada persoalan sistemik di bidang keamanan, integritas, dan tata kelola pemasyarakatan. Keduanya menunjukkan bahwa pemasyarakatan tidak bisa dibaca secara parsial. Keberhasilan di satu sektor harus diikuti pembenahan pada sektor lain agar perubahan benar-benar berkelanjutan.<br><br>Ini bukan berarti program kesehatan pemasyarakatan patut diremehkan. Justru sebaliknya, program ini menunjukkan bahwa negara mulai memandang warga binaan sebagai subjek yang memiliki hak atas layanan kesehatan yang layak. Ini sejalan dengan semangat pemasyarakatan yang dicetuskan Sahardjo pada 1963: bahwa penghukuman tidak boleh berhenti pada pemenjaraan, melainkan harus diarahkan pada pembinaan agar seseorang dapat kembali hidup berguna di tengah masyarakat.<br><br>Namun keberlanjutan capaian kesehatan ini sangat bergantung pada keberanian pemerintah mengurai persoalan hulu. Beberapa agenda tidak bisa terus ditunda: pembaruan kebijakan pemidanaan yang terlalu bertumpu pada pemenjaraan, percepatan remisi dan asimilasi berbasis risiko, penguatan asesmen individual warga binaan, peningkatan integritas petugas, serta investasi pada fasilitas pemasyarakatan yang lebih proporsional dengan jumlah penghuni riil.<br><br>Asta Cita dan visi Indonesia Emas 2045 menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama bangsa. Dalam kerangka itu, warga binaan pemasyarakatan tetap merupakan bagian dari sumber daya manusia Indonesia. Mereka bukan sekadar angka dalam statistik hunian, melainkan manusia yang memiliki hak untuk sehat, dibina, dan dipersiapkan kembali menjadi bagian produktif dari masyarakat.<br><br>Nusakambangan hari ini memang tampak lebih terang. Tetapi terang yang berkelanjutan hanya akan tercapai jika pemerintah berani menatap langsung sisi gelap yang selama ini menyertainya: sel yang terlalu sesak untuk benar-benar disebut sehat, sistem yang masih rentan terhadap penyimpangan, dan kebijakan pemidanaan yang masih terlalu mudah mengirim orang ke balik jeruji.<br><br>Transformasi pemasyarakatan tidak cukup ditandai oleh lingkungan yang bersih, fasilitas yang baru, atau angka prevalensi penyakit yang menurun. Transformasi sejati hanya terjadi ketika kesehatan, keamanan, pembinaan, tata kelola, dan penghormatan terhadap martabat manusia bergerak dalam satu tarikan napas kebijakan.<br><br>Nusakambangan boleh menjadi simbol perubahan. Namun simbol itu akan bermakna penuh hanya jika cahaya yang menyala di sana juga menerangi seluruh agenda reformasi pemasyarakatan Indonesia.<br><br>Penulis adalah Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI dan kandidat doktor Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_7587_Nusakambangan-yang-Bersih-dan-Bayang-Bayang-yang-Belum-Selesai.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66202/nusakambangan-yang-bersih-dan-bayangbayang-yang-belum-selesai/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">. Arif Tanjung Dukung Percepatan Perbaikan Jalan dan Normalisasi Drainase di Medan</guid>
            <pubDate>Mon, 06 Jul 2026 09:34:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[. Arif Tanjung Dukung Percepatan Perbaikan Jalan dan Normalisasi Drainase di Medan]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN  &ndash Pemerhati sosial sekaligus tokoh masyarakat, M. Arif Tanjung, memberikan masukan untuk Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan ]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN  &ndash; Pemerhati sosial sekaligus tokoh masyarakat, M. <a href="https://www.halomedan.com/tag/arif/" target="_blank">Arif</a> Tanjung, memberikan masukan untuk Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan dalam mempercepat perbaikan jalan rusak dan normalisasi drainase guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta mengurangi risiko banjir.<br><br>Menurut <a href="https://www.halomedan.com/tag/arif/" target="_blank">Arif</a> Tanjung, jalan berlubang tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan, bahkan dapat memicu kecelakaan lalu lintas. Karena itu, penyelenggara jalan memiliki kewajiban untuk segera melakukan perbaikan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.<br><br>"Kalau jalan rusak belum bisa diperbaiki karena menunggu anggaran, minimal harus dipasang rambu peringatan agar pengguna jalan lebih waspada. Itu merupakan kewajiban penyelenggara jalan," ujar <a href="https://www.halomedan.com/tag/arif/" target="_blank">Arif</a> Tanjung, Minggu (6/7/2026).<br><br>Ia juga meminta Pemerintah Kota Medan memperkuat anggaran swakelola agar kerusakan jalan yang bersifat mendesak dapat ditangani lebih cepat seperti Paching Aspal. Selain itu, setiap UPTD di lingkungan Dinas SDABMBK diharapkan memiliki layanan pengaduan atau call center sehingga laporan masyarakat mengenai jalan rusak maupun drainase tersumbat dapat segera ditindak lanjuti.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/arif/" target="_blank">Arif</a> Tanjung turut mengapresiasi jika program normalisasi drainase dapat berjalan, yang akan dilaksanakan secara bertahap selama tiga bulan. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis untuk memperlancar aliran air sekaligus meminimalkan genangan dan banjir di Kota Medan.<br><br>"Kita juga harus mendukung seluruh kepala OPD yang baru dilantik Wali Kota Medan Bapak Rico Tri Putra Bayu Waaa dan Wali Walikota Medan Bapak H. Zakiyuddin Harahap agar dapat menunjukkan kinerja terbaiknya. Saya optimistis di bawah kepemimpinan Kepala Dinas SDABMBK, Khairul Azmi, S.STP., M.T., akan lahir berbagai terobosan kreatif dalam penanganan jalan dan drainase sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin baik," katanya.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/arif/" target="_blank">Arif</a> Tanjung menambahkan, pembangunan infrastruktur yang berkualitas merupakan salah satu fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima. Jalan yang baik dan sistem drainase yang berfungsi optimal akan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Medan.<br><br>Ia berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Medan terus memperkuat sinergi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, program pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung harus menjadi prioritas agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/arif/" target="_blank">Arif</a> Tanjung juga mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah dengan tidak membuang sampah ke saluran drainase serta aktif melaporkan kerusakan jalan di lingkungan masing-masing.<br><br>Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan, sejalan dengan semangat "Medan untuk Semua, Bersatu Menuju Hebat, Medan Tangguh, Maju untuk Semua."<br><br>"Dengan semangat tersebut, saya optimistis pembangunan infrastruktur di Kota Medan akan semakin baik, pelayanan publik semakin cepat, dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara merata. Jika pemerintah dan masyarakat terus bersinergi, Medan akan menjadi kota yang aman, nyaman, tangguh, dan maju untuk semua," pungkas <a href="https://www.halomedan.com/tag/arif/" target="_blank">Arif</a> Tanjung.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_3796_--Arif-Tanjung-Dukung-Percepatan-Perbaikan-Jalan-dan-Normalisasi-Drainase-di-Medan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/66201/-arif-tanjung-dukung-percepatan-perbaikan-jalan-dan-normalisasi-drainase-di-medan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Silaturahmi Alumni HMI Sumut Se-Jabodetabek, Musa Rajekshah: Saya Bangga Menjadi Bagian dari KAHMI</guid>
            <pubDate>Mon, 06 Jul 2026 07:08:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Silaturahmi Alumni HMI Sumut Se-Jabodetabek, Musa Rajekshah: Saya Bangga Menjadi Bagian dari KAHMI]]></title>
            <description><![CDATA[Silaturahmi Alumni HMI Sumut SeJabodetabek, Musa Rajekshah Saya Bangga Menjadi Bagian dari KAHMI]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br><br>Jakarta &ndash; Keluarga Besar Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara se-Jabodetabek menggelar Pengajian dan Silaturahmi di Restaurant Pagi Sore, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2026). Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Alimbas Insan Cita ini dihadiri ratusan alumni HMI asal Sumatera Utara yang berdomisili di wilayah Jabodetabek.<br><br>Acara diawali dengan pembacaan Surah Yasin dan Ayat Kursi yang dihadiahkan secara khusus kepada almarhum Lafran Pane, Sutan Pangurabaan Pane, dan Musannif bin Gulrang Shah sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian mereka.<br><br>Tuan rumah kegiatan, Dr. H. Musa Rajekshah, S.Sos., M.Hum. (Ijeck), yang juga Anggota Kehormatan Korps Alumni HMI (KAHMI), mengaku bangga dapat menjadi bagian dari keluarga besar KAHMI. Menurutnya, status tersebut merupakan amanah yang diperoleh melalui proses panjang.<br><br>"Saya bangga menjadi bagian dari KAHMI. Penetapan saya sebagai anggota kehormatan tidak dilakukan begitu saja, tetapi melalui proses yang panjang dan harus diputuskan dalam rapat Majelis Nasional KAHMI. Alhamdulillah, saya diangkat sebagai Anggota Kehormatan KAHMI pada momentum Milad HMI di Sumatera Utara," ujar Musa Rajekshah.<br><br>Dalam sambutannya, Ijeck juga mengenang masa-masa ketika masih menjadi mahasiswa. Ia mengungkapkan penyesalannya karena tidak sempat bergabung dengan HMI saat masih aktif di bangku kuliah.<br><br>"Kalau boleh jujur, saya menyesal ketika masih mahasiswa tidak sempat masuk HMI. Seandainya saat itu saya bergabung, tentu saya akan mendapatkan banyak pelajaran berharga dari proses kaderisasi HMI," katanya.<br><br>Pada kesempatan tersebut, Musa Rajekshah turut menceritakan pembangunan Masjid Lafran Pane Athoyibah Al-Musannif yang berlokasi di Desa Pangurabaan, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Masjid tersebut dibangun melalui Yayasan Haji Anif sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri HMI sekaligus Pahlawan Nasional, Lafran Pane.<br><br>Menurut Ijeck, pembangunan masjid itu merupakan wujud penghargaan terhadap perjuangan Lafran Pane yang sejak usia muda telah memikirkan masa depan bangsa melalui lahirnya HMI.<br><br>"Lafran Pane adalah putra terbaik Sumatera Utara yang sejak masih mahasiswa telah memikirkan kondisi bangsa. Pembangunan masjid ini merupakan bentuk penghormatan kami kepada beliau sebagai pendiri HMI sekaligus Pahlawan Nasional," ucapnya.<br><br>Sementara itu, perwakilan alumni HMI, Abidinsyah Siregar, mengenang perjalanan HMI di Kota Medan. Ia menceritakan sejarah Alimbas yang berada di Jalan Adinegoro Nomor 15 sebagai kantor HMI yang diresmikan langsung oleh Lafran Pane.<br><br>"Alimbas itu adalah Adinegoro 15, kantor HMI yang diresmikan langsung oleh Lafran Pane. Di depan kantor HMI itu ada satu pohon seri yang buahnya sangat banyak. Kalau senior HMI semasa saya pasti tahu. Buahnya itu adalah ini semua, kader-kader HMI yang ada di DPR, MPR, kementerian dan lain sebagainya," tuturnya.<br><br>Sebagai penceramah, Ustaz H. Fadlan Al Garamatan turut membagikan pengalamannya selama berproses di HMI Makassar. Ia menilai Lafran Pane merupakan sosok pemersatu mahasiswa Indonesia yang memiliki visi kebangsaan kuat.<br><br>"Lafran Pane adalah tokoh nasional asal Sumatera Utara yang berhasil menyatukan mahasiswa dari ujung Sumatera hingga Papua dengan semangat perjuangan yang luar biasa," ujar Ustaz Fadlan.<br><br>Dalam ceramahnya, Ustaz Fadlan juga mengapresiasi komitmen Musa Rajekshah dalam pembangunan rumah ibadah di berbagai daerah. Ia menyebut salah satunya adalah masjid ke-70 yang dibangun Ijeck di Merauke, Papua Selatan.<br>Menurutnya, masjid tersebut memiliki makna strategis karena berada di wilayah paling timur Indonesia, sehingga menjadi tempat pertama berkumandangnya azan Subuh di Nusantara sebelum diikuti oleh masjid-masjid di wilayah lain.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_9784_Silaturahmi-Alumni-HMI-Sumut-Se-Jabodetabek--Musa-Rajekshah--Saya-Bangga-Menjadi-Bagian-dari-KAHMI.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66199/silaturahmi-alumni-hmi-sumut-sejabodetabek-musa-rajekshah-saya-bangga-menjadi-bagian-dari-kahmi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">HMI Labuhanbatu Apresiasi Program Pembinaan Kemandirian Lapas Kelas IIA Rantauprapat</guid>
            <pubDate>Sun, 05 Jul 2026 19:15:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[HMI Labuhanbatu Apresiasi Program Pembinaan Kemandirian Lapas Kelas IIA Rantauprapat]]></title>
            <description><![CDATA[HMI Labuhanbatu Apresiasi Program Pembinaan Kemandirian Lapas Kelas IIA Rantauprapat]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Rantauprapat &ndash; Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Labuhanbatu melaksanakan kunjungan ke Lapas Kelas IIA Rantauprapat dalam rangka melihat secara langsung pelaksanaan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara organisasi kemahasiswaan dengan Lapas dalam mendukung penyelenggaraan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan.<br><br>Dalam kesempatan tersebut, rombongan HMI Cabang Labuhanbatu meninjau berbagai unit pembinaan kemandirian yang secara aktif dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Rantauprapat. Program yang ditinjau meliputi kegiatan pertanian, pelatihan bakery, pelatihan barber shop, pelatihan pengelasan (welding), pembuatan kerajinan tangan, hingga peternakan ayam. Seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Lapas dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan dan pengalaman kerja sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat.<br><br>Rombongan HMI tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Mereka tidak hanya menyaksikan secara langsung proses pembinaan yang sedang berlangsung, tetapi juga berdialog dengan petugas serta melihat hasil karya dan produktivitas warga binaan di masing-masing bidang pembinaan.<br><br>Ketertarikan HMI Cabang Labuhanbatu terhadap program pembinaan tersebut juga diwujudkan melalui partisipasi nyata dengan menyerahkan bantuan bibit kangkung untuk mendukung pengembangan program pertanian di Lapas Kelas IIA Rantauprapat. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk kolaborasi positif antara organisasi kepemudaan dan Lapas dalam mendukung pembinaan yang produktif.<br><br>Ketua HMI Cabang Labuhanbatu menyampaikan apresiasi atas berbagai program pembinaan yang telah dijalankan oleh Lapas Kelas IIA Rantauprapat.<br><br>"Kami mengapresiasi dedikasi seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Rantauprapat yang tetap konsisten menjalankan tugas pembinaan secara optimal. Upaya seperti ini patut mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat karena sejalan dengan tujuan sistem pemasyarakatan, yaitu membentuk warga binaan menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat," ujarnya.<br><br>Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Rantauprapat menyampaikan apresiasi atas kunjungan HMI Cabang Labuhanbatu serta dukungan yang diberikan terhadap program pembinaan kemandirian. Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan sistem pemasyarakatan.<br><br>"Kami menyambut baik kunjungan HMI Cabang Labuhanbatu dan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan. Kami berharap sinergi seperti ini terus terjalin sehingga semakin banyak pihak yang dapat melihat secara langsung berbagai program pembinaan yang dilaksanakan di Lapas. Pembinaan yang baik memerlukan dukungan dan kepedulian bersama agar Warga Binaan memiliki bekal keterampilan, kemandirian, serta kesiapan untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat," ungkap Kalapas.<br><br>Melalui berbagai program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan, Lapas Kelas IIA Rantauprapat berkomitmen melaksanakan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara profesional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, dengan tujuan mewujudkan Warga Binaan Pemasyarakatan yang produktif, mandiri, dan mampu berintegrasi kembali secara baik di tengah masyarakat.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_1211_HMI-Labuhanbatu-Apresiasi-Program-Pembinaan-Kemandirian-Lapas-Kelas-IIA-Rantauprapat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66198/hmi-labuhanbatu-apresiasi-program-pembinaan-kemandirian-lapas-kelas-iia-rantauprapat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Lembaga Pemerhati Korupsi Desak APH Usut Dugaan Pengondisian Pembelian Buku SD dan SMP di Disdik Medan</guid>
            <pubDate>Sun, 05 Jul 2026 08:25:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Lembaga Pemerhati Korupsi Desak APH Usut Dugaan Pengondisian Pembelian Buku SD dan SMP di Disdik Medan]]></title>
            <description><![CDATA[Lembaga Pemerhati Korupsi Desak APH Usut Dugaan Pengondisian Pembelian Buku SD dan SMP di Disdik Medan]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>MEDAN &ndash; Dugaan pengondisian pembelian buku bagi sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (<a href="https://www.halomedan.com/tag/disdik/" target="_blank">Disdik</a>bud) Kota Medan mendapat sorotan dari kalangan pemerhati antikorupsi.<br><br>Ketua Lembaga Pemerhati Korupsi, Zainal SH, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), Inspektorat, serta Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) untuk segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan tersebut.<br><br>Menurut Zainal, apabila benar terdapat pengarahan kepada sekolah untuk membeli buku dari penerbit tertentu, praktik itu berpotensi melanggar prinsip transparansi, akuntabilitas, dan persaingan usaha yang sehat dalam penggunaan dana pendidikan.<br><br>"Kami meminta APH segera turun tangan mengusut dugaan pengondisian pembelian buku SD dan SMP di Dinas Pendidikan Kota Medan. Jangan sampai dana pendidikan yang seharusnya digunakan untuk kepentingan siswa justru dimanfaatkan untuk kepentingan pihak tertentu," ujar Zainal.<br><br>Ia menegaskan bahwa setiap pengadaan yang menggunakan dana negara, termasuk Dana BOS, harus mengacu pada kebutuhan riil sekolah serta dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.<br><br>Zainal juga meminta seluruh kepala sekolah yang mengetahui adanya dugaan pengondisian agar berani memberikan keterangan kepada aparat penegak hukum demi mengungkap fakta yang sebenarnya.<br><br>"Kalau memang tidak ada pelanggaran, tentu proses pemeriksaan akan membuktikannya. Tetapi apabila ditemukan penyalahgunaan wewenang atau konflik kepentingan, maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku," katanya.<br><br>Sebelumnya, dugaan pengondisian pembelian buku di SD Negeri Kota Medan mencuat setelah muncul informasi mengenai adanya arahan kepada sekolah untuk membeli buku dari penerbit tertentu melalui mekanisme penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Dugaan tersebut hingga kini masih berupa informasi yang memerlukan pembuktian dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait. <br><br>Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan terkait tudingan tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak dinas maupun pihak lain yang disebut agar pemberitaan tetap memenuhi asas keberimbangan.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_6393_Lembaga-Pemerhati-Korupsi-Desak-APH-Usut-Dugaan-Pengondisian-Pembelian-Buku-SD-dan-SMP-di-Disdik-Medan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66200/lembaga-pemerhati-korupsi-desak-aph-usut-dugaan-pengondisian-pembelian-buku-sd-dan-smp-di-disdik-medan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Handayaningrat Bupati Pengging Sakti Mandraguna</guid>
            <pubDate>Sat, 04 Jul 2026 21:45:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Handayaningrat Bupati Pengging Sakti Mandraguna]]></title>
            <description><![CDATA[Handayaningrat Bupati Pengging Sakti MandragunaAdipati Sri Makurung Handayaningrat penguasa Pengging. Keturunan langsung  Prabu Kusuma Wicit]]></description>
            <content><![CDATA[Handayaningrat Bupati Pengging Sakti Mandraguna<br><br>Adipati Sri Makurung Handayaningrat penguasa Pengging. Keturunan langsung  Prabu Kusuma Wicitra. Dirinya mengalir darah Daha Kediri Jenggala Kahuripan Singasari. Terkenal sebagai raja yang sakti mandraguna. <br><br>Daya perbawa dan arif bijaksana Bupati Handayaningrat membuat Prabu Brawijaya tertarik. Sri Makurung Handayaningrat menikah dengan Kanjeng Ratu Pembayun. Menantu raja Majapahit rendah hati dan ramah tamah. Bathara Katong sempat ngenger di Pengging. Mengikuti Ratu Pembayun. <br><br>Daya linuwih tanah Pengging karena wibawa Adipati Handayaningrat. Umbul Pengging mengalir sepanjang masa. Kelak cucunya berhasil mendirikan kerajaan Pajang. Joko Tingkir bergelar Sultan Hadiwijaya Abdul Hamid Panetep Panatagama. Dari Demak pindah ke Pajang, Mataram dan Kraton Surakarta Hadiningrat. <br><br>Pada hari Sabtu Paing, 4 Julu 2026 dilakukan tata cara ganti langse. Larapan warana dipimpin oleh GKR Wandansari, pengageng Sasana Wilapa. Abdi dalem dan sentana sami ndherek. <br><br>Dalam Babad Pengging disebutkan silsilah dan sejarah. Adipati Sri Makurung Handayaningrat memiliki asal usul bangsawan agung dan luhur. Tembang macapat mengalun di Malangan Dukuh Banyudono Boyolali. <br><br>1. Pangkur<br><br>Sri Makurung Dayaningrat, <br>Putra mantu narendra Majapahit, <br>Kanjeng Ratu Sri Pembayun, <br>Atmaja Brawijaya, <br>Trah ngaluhur nyata Bupati misuwur, <br>Dhasar brayat kalokeng rat, <br>Ngarang ngiring bumi Pengging. <br><br>2. Kinanthi<br><br>Kusuma Wicitra Prabu, <br>Jaya Aminata aji, <br>Turune nata Jenggala, <br>Jaya Purusa narpati, <br>Wusnya mangun palakrama, <br>Sesanti Daha Kediri.<br><br>3. Asmarandana<br><br>Citra Kusuma ing Pengging, <br>Winisuda kanarendran, <br>Angling Kusuma trus gedhe, <br>Nuli Prabu Angling Darma, <br>Lajeng Prabu Angling Driya, <br>Handayaningrat Makurung, <br>Bebet bibit tanah Jawa.<br><br>4. Mijil<br><br>Sri Ratu Pembayun kadang alit, <br>Bathara Akatong, <br>Adipati Ponorogo kiye, <br>Nggulawenthah bakti raja putri, <br>Nami Sri Windari, <br>Warna ayem ayu.<br><br>5. Gambuh<br><br>Sri Windari bangun turut, <br>Atut runtut urut sarwa patut, <br>Garwa Kebo  Kenanga wus murakabi, <br>Handayaningrat Pembayun, <br>Jakarta Tingkir sigra miyos.<br><br>6. Pucung<br><br>Amiluhur Kebo Kanigara mancur, <br>Kasultanan Pajang, <br>Pakar pikir Jaka Tingkir, <br>Gya ngumbara<br>Momong turasing narendra.<br><br>7. Durma<br><br>Demak Pajang Kartasura Surakarta, <br>Sambungan darah Pengging, <br>Panjalu Jenggala, <br>Medang lan Kahuripan, <br>Singosari lan Majapahit, <br>Bajanegara,<br>Praja Malawapati.<br><br>8. Mas Kumambang<br><br>Tatas titis papan pujangga winasis, <br>Ki Ageng Yasadipura, <br>Ranggawarsita winarni, <br>Tanah Pengging sung pepeling.<br><br>9. Megatruh<br><br>Serat Rama Dewaruci Sanasunu, <br>Wulangreh Panji Centhini, <br>Warni warni sumber kawruh, <br>Wulang wuruk becik apik, <br>Garapan Pengging rinaos.<br><br>10. Sinom<br><br>Bening balumbang patirtan, <br>Gumricik ilining warih, <br>Mubal umbul Pengging Cakra, <br>Ngocori tegalan sabin,<br>Ngarah arih kapurih, <br>Gunung Merapi Merbabu, <br>Pamuji kapitayan, <br>Srana mahas ing ngasepi, <br>Suka bagya tanah Jawa tata harja.<br><br>11. Dhandhanggula<br><br>Tapa brata sarta mesu budi, <br>Ngupakara wejangan wedharan, <br>Ing Pengging kang wus sumare, <br>Kungkum wancine dalu, <br>Mawas dhiri cipta pribadi, <br>Ngalap trahing kusuma, <br>Rumembesing madu, <br>Kuat drajat pangkat semat, <br>Gya pinanggih bandha bandhu sugih luwih, <br>Pengging paring perbawa. <br><br>Paheman sigrak pepak gumyak jenak penak. Abdi dalem Karaton Surakarta Hadiningrat berdatangan. Berasal dari Semarang, Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, Yogyakarta dan Salatiga. Malah ada yang datang dari Negeri Jepang. Mereka ngalap berkah pada leluhur Pengging. Suka sukur awit berkahing leluhur. <br><br><br>Setu Paing, 4 Juli 2026.<br><a href="https://www.halomedan.com/tag/purwadi/" target="_blank">Purwadi</a>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_8620_Handayaningrat-Bupati-Pengging-Sakti-Mandraguna.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/66197/handayaningrat-bupati-pengging-sakti-mandraguna/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Daya Linuwih Tanah Pengging</guid>
            <pubDate>Sat, 04 Jul 2026 20:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Daya Linuwih Tanah Pengging]]></title>
            <description><![CDATA[Daya Linuwih Tanah Pengging1. PangkurSri Makurung Dayaningrat, Putra mantu narendra Majapahit, Kanjeng Ratu Sri Pembayun, Atmaja Brawijaya, ]]></description>
            <content><![CDATA[<a href="https://www.halomedan.com/tag/daya/" target="_blank">Daya</a> Linuwih Tanah Pengging<br><br>1. Pangkur<br><br>Sri Makurung <a href="https://www.halomedan.com/tag/daya/" target="_blank">Daya</a>ningrat, <br>Putra mantu narendra Majapahit, <br>Kanjeng Ratu Sri Pembayun, <br>Atmaja Brawijaya, <br>Trah ngaluhur nyata Bupati misuwur, <br>Dhasar brayat kalokeng rat, <br>Ngarang ngiring bumi Pengging. <br><br>2. Kinanthi<br><br>Kusuma Wicitra Prabu, <br>Jaya Aminata aji, <br>Turune nata Jenggala, <br>Jaya Purusa narpati, <br>Wusnya mangun palakrama, <br>Sesanti Daha Kediri.<br><br>3. Asmarandana<br><br>Citra Kusuma ing Pengging, <br>Winisuda kanarendran, <br>Angling Kusuma trus gedhe, <br>Nuli Prabu Angling Darma, <br>Lajeng Prabu Angling Driya, <br>Handayaningrat Makurung, <br>Bebet bibit tanah Jawa.<br><br>4. Mijil<br><br>Sri Ratu Pembayun kadang alit, <br>Bathara Akatong, <br>Adipati Ponorogo kiye, <br>Nggulawenthah bakti raja putri, <br>Nami Sri Windari, <br>Warna ayem ayu.<br><br>5. Gambuh<br><br>Sri Windari bangun turut, <br>Atut runtut urut sarwa patut, <br>Garwa Kebo  Kenanga wus murakabi, <br>Handayaningrat Pembayun, <br>Jakarta Tingkir sigra miyos.<br><br>6. Pucung<br><br>Amiluhur Kebo Kanigara mancur, <br>Kasultanan Pajang, <br>Pakar pikir Jaka Tingkir, <br>Gya ngumbara<br>Momong turasing narendra.<br><br>7. Durma<br><br>Demak Pajang Kartasura Surakarta, <br>Sambungan darah Pengging, <br>Panjalu Jenggala, <br>Medang lan Kahuripan, <br>Singosari lan Majapahit, <br>Bajanegara,<br>Praja Malawapati.<br><br>8. Mas Kumambang<br><br>Tatas titis papan pujangga winasis, <br>Ki Ageng Yasadipura, <br>Ranggawarsita winarni, <br>Tanah Pengging sung pepeling.<br><br>9. Megatruh<br><br>Serat Rama Dewaruci Sanasunu, <br>Wulangreh Panji Centhini, <br>Warni warni sumber kawruh, <br>Wulang wuruk becik apik, <br>Garapan Pengging rinaos.<br><br>10. Sinom<br><br>Bening balumbang patirtan, <br>Gumricik ilining warih, <br>Mubal umbul Pengging Cakra, <br>Ngocori tegalan sabin,<br>Ngarah arih kapurih, <br>Gunung Merapi Merbabu, <br>Pamuji kapitayan, <br>Srana mahas ing ngasepi, <br>Suka bagya tanah Jawa tata harja.<br><br>11. Dhandhanggula<br><br>Tapa brata sarta mesu budi, <br>Ngupakara wejangan wedharan, <br>Ing Pengging kang wus sumare, <br>Kungkum wancine dalu, <br>Mawas dhiri cipta pribadi, <br>Ngalap trahing kusuma, <br>Rumembesing madu, <br>Kuat drajat pangkat semat, <br>Gya pinanggih bandha bandhu sugih luwih, <br>Pengging paring perbawa. <br><br><br>Setu Paing, 4 Juli 2026.<br>Purwadi]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_3243_Daya-Linuwih-Tanah-Pengging.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/wisata/66196/daya-linuwih-tanah-pengging/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Paku Buwono XIV Bagi Jenang Suro</guid>
            <pubDate>Sat, 04 Jul 2026 19:59:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Paku Buwono XIV Bagi Jenang Suro]]></title>
            <description><![CDATA[Paku Buwono XIV Bagi Jenang SuroPurwadi, Ketua LokantaraA. Pengetan Hadeging Kraton SurakartaKanjeng Sinuwun Paku Buwono XIV Hangabehi memba]]></description>
            <content><![CDATA[<a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono XIV Bagi Jenang Suro<br><br>Purwadi, <br>Ketua Lokantara<br><br>A. <br>Pengetan Hadeging Kraton Surakarta<br><br>Kanjeng Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono XIV Hangabehi membagi jenang Suro. Pada hari Jumat Legi, 17 Suro merupakan peringatan hari lahirnya Karaton Surakarta Hadiningrat. Pangageng, sentana, abdi dalem wilujengan di sasana andrawina. <br><br>Berdirinya Kraton Surakarta ditandai dengan tembang macapat. Abdi dalem pangrawit nabuh ladrang Sri Katon. Tanda Sinuwun miyos saking dalem ageng. Dengan penghormatan payung gilap songsong agung. <br><br>Dhandhanggula <br><br>Sigra jengkar saking Kartawani, <br>Ngalih kedhaton mring dhusun Sala, <br>Kebut sawadya balane, <br>Busekan sapraja gung, <br>Pinengetan hangjate bumi, <br>Hanuju hari Buda, <br>Henjing wancinipun, <br>Wimbaning lek ping sapta welas, <br>Sura he je kombuling pudya kapyarsi, <br>Hing nata kang sangkala. <br><br>Bagi masyarakat Surakarta tanggal 17 Sura atau 20 Pebruari merupakan saat yang sangat berbahagia. Dengan selamat sentosa kota Surakarta berdiri megah mewah gagah. Tampak dari barat Gunung Merapi Merbabu, selatan gunung Sewu, utara Gunung Kendheng dan timur gunung Lawu. Mata air bening bersamaan dengan aliran bengawan Solo. <br><br>Sala sebagai wilayah utama Kraton Surakarta dirancang oleh Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwana II untuk bangsa Indonesia. <br><br>Kraton Surakarta Hadiningrat sesungguhnya penerus kerajaan Mataram, Pajang, Demak, Majapahit, Daha, Jenggala, Kediri, Medang dan Kahuripan. Dibangun di desa Sala. <br><br> Kehadiran kraton Surakarta Hadiningrat menjadi syarat pokok agar tanah Jawa selalu mendapat pengayoman, baik dari dunia lahir maupun dari jagad yang tidak kasat mripat. Dengan harapan masyarakat Jawa bisa hidup ayem tentrem, gemah ripah, loh jinawi, tata tentrem karta raharja.<br><br>Pendiri kraton Surakarta adalah Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono II yaitu tahun 1745. Sejarah Kraton Surakarta menjadi sarana utama bagi orang Jawa untuk membangun peradaban yang kokoh dan produktif. Sejak berdirinya, Kraton Surakarta berusaha melanjutkan warisan luhur kerajaan sebelumnya. <br><br>B. <br>Solidaritas Kebangsaan<br><br>Tahun 1945 Karaton Surakarta pertama kali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hadiah peradaban yang mulia agung dan anggun. <br><br>Bahkan peninggalan dan warisan itu dibangun dan disempurnakan menjadi lebih elok, indah dan berguna bagi kehidupan. Selama lebih dari 2 abad kraton Surakarta mewariskan keutamaan, keteladanan dan kebesaran yang pantas untuk dilestarikan, sebagai pedoman untuk kaca benggala, ngungak owah gingsiring jaman.<br><br>Selama ini Kraton Surakarta diperintah oleh Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, XI, XII dan XIII. Keagungan Kraton Surakarta disokong oleh kebudayaan asli Jawa dengan diperkokoh oleh paham Hindu, Budha, Islam serta ilmu pengetahuan modern. Raja yang selalu berpikir untuk kesejahteraan rakyat. <br><br> Kesatuan peradaban tersebut menjadikan kreasi dan produksi sejarah Kraton Surakarta dapat tampil mengagumkan di tingkat lokal, nasional dan internasional. Di era pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia, kraton Surakarta merupakan bagian yang penting demi mewujudkan kesejahteraan lahir batin. Rum kuncaraning bangsa dumunung ing luhuring budaya.<br><br>Sri Susuhunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono II mendapat gelar Sinuwun Kombul. Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono II adalah pendiri Kraton Surakarta Hadiningrat pada tahun 1745.<br><br> Sebelumnya beliau memerintah dengan ibukota yang berada di Kartasura antara tahun 1726-1745. Selama memerintah beliau telah menciptakan sarana pertanian yang unggul. Umbul Cakra dan Umbul Pengging dijadikan irigasi pertanian. Kedua sumber mata air ini bertemu di kota Kartasura, lantas dialirkan di sungai Larangan. Dari sungai Larangan ini air digunakan oleh segenap warga Surakarta. Kali Larangan mengalir sampai ke Bengawan Solo.<br><br>Ibukota Kraton Surakarta dibangun di desa Sala. Tanah bangunan kraton dibeli dari Ki Gedhe Sala. Pilihan Surakarta sebagai ibukota kerajaan dinilai tepat dan strategis.<br><br> Sebelah timur terdapat Gunung Lawu, sebelah selatan Pegunungan Seribu, sebelah utara Pegunungan Kendeng, selatan barat tampak Gunung Merapi dan Merbabu. Kota Surakarta menjadi pusat peradaban Jawa yang memancarkan keagungan dan keanggunan. Di sanalah ditemukan nilai logika, etika dan estetika, guna mewujudkan konsep memayu hayuning bawana.<br><br>Dasar dasar kebudayaan Jawa diwariskan oleh Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono II sebagai modal masyarakat Jawa untuk memberi kontribusi terhadap kokohnya peradaban.<br><br> Bangunan kraton, kesusasteraan, kesenian, pertanian, masakan, peternakan, perkebunan, busana, adat istiadat, upacara tradisional, gamelan, tari, wayang berkembang di kota Surakarta. Wilayah lain tinggal mengembangkan dan menikmati warisan luhur.<br><br>C. <br>Bapak Kota Sala<br><br>Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono II adalah raja Surakarta yang pertama. Adapun silsilah <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono II menurut Bratadiningrat (1990) yang menuliskan riwayat beliau dalam bahasa Jawa adalah sebagai berikut: Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono Senapati Ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panata Gama Khalifatullah Ingkang Kaping II Ing Negari Surakarta Hadiningrat, putra dalem Sinuwun Prabu Amangkurat Jawa ing Negari Kartasura. <br><br>Miyos saking prameswari dalem GKR (Gusti Kanjeng Ratu) Kencana, putri Raden Adipati Tirtakusuma ing Kudus. Nama Bendara Raden Mas Gusti Prabasuyasa.<br><br>Kraton Surakarta Hadiningrat merupakan pindahan dari Kraton Kartasura. <br><br>Bangunan warisan Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Bowono II adalah tratag rambat. Bangunan ini kini terkenal dengan nama Pagelaran Sasana Sumewa. Dibangun pada tahun 1745 yang berguna untuk mengadakan pisowanann agung, pertemuan besar dan cara seni budaya.<br><br>Pada tahun 1913 tratag rambat dirombak besar-besaran. Jumlah tiang penyangga 48 dengan ukuran besar. <br><br>Angka ini juga melambangkan ulang tahun raja yang ke 48. Sejak itu nama tratag rambat menjadi Pagelaran Sasana Sumewa. Di tengah pagelaran sasana sumewa terdapat bangsal pengrawit. Bangunan ini disangga 4 kayu jati yang berasal dari Kerajaan Jenggala. Bangunan lain yaitu bangsal Pacekotan dan bangsal Pacikeran. <br><br> Bangsal Pacekotan berguna untuk tempat pemberian hadiah. Bangsal Pacikeran berguna untuk tempat pemberian hukuman. Agak menjorok ke dalam yakni bangunan Sitihinggil, sebelah timur bangsal Martalulut dan sebelah barat bangsal Singanegara.<br><br>Sri Susuhunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono III mendapat gelar Sinuwun Suwarga. Perjanjian Giyanti merupakan tonggak penting dalam mewujudkan proses perdamaian di Kraton Mataram. Selama enam tahun lamanya Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono III belajar sejarah Tanah Jawa. Dari masa ke masa selalu muncul problematika yang berbeda. <br><br>Dari sekian tokoh historis, Raja Airlangga menjadi figur istimewa. Sikapnya yang bersedia berbagi dalam kekuasaan ditiru oleh <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono III, dengan menandatangani kontrak penting yaitu Perjanjian Giyanti dan Perjanjian Salatiga.<br><br>Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono III memberi ganjaran kepada Pangeran Mangkubumi pada tanggal 139 Pebruari 1755. <br><br>Berkat perjanjian Giyanti resmilah Pangeran Mangkubumi menjadi raja Yogyakarta dengan gelar Sultan Hamengku Buwana I. Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa dinobatkan menjadi KGPAA Mangkunegara I pada tanggal 17 Maret 1757 dengan Perjanjian Salatiga. Keduanya mendapat kemuliaan, kebahagiaan, kehormatan, keagungan dan keluhuran berkat kemurahan Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono III. Sejarah yang patut dan perlu dianut.<br><br>Aktivis perdamaian yang cinta lingkungan mendapatkan suri teladan utama. Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono III yang mewariskan peradaban yang terhormat dan bermartabat. Gelar Bapak Perdamaian layak disandang oleh Kanjeng Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono III, raja Surakarta Hadiningrat, yang ber budi bawa laksana, hambeg adil paramarta, memayu hayuning bawana.<br><br>Kraton Surakarta Hadiningrat kemudian diperintah oleh Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono III. Riwayat <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono III secara lengkap dalam bahasa Jawa sebagai berikut:<br><br> Sinuwun Kanjeng Susuhunan Prabu Amangkurat Jawa Senapati Ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panata Gama Khalifatullah Ingkang Kaping III Ing Negari Surakarta Hadiningrat, putra dalem Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono II. Miyos saking prameswari dalem GKR Mas putrinipun Panem-bahan Purbaya, Bupati Lamongan. Panembahan Purbaya punika putra dalem Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono I. Nama BRM Gusti Suryadi.<br><br>D. <br>Refleksi Etis Jawa<br><br>Sri Susuhunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono IV mendapat gelar Sinuwun Bagus. Beliau adalah raja pujangga Kraton Surakarta Hadiningrat. <br><br>Beliau meninggalkan warisan luhur dan agung bagi masyarakat Jawa yang tinggal di wilayah perkotaan, pedesaan dan pegunungan. Penyusunan serat Wulangreh diwujudkan dalam bentuk tembang macapat yang bernilai filosofis dan estetis.<br><br>Serat Wulangreh dikaji, dibaca dan dibahas dalam berbagai kalangan.<br><br> Para wiyaga dan waranggana melantunkan cakepan yang dipetik dari serat Wulangreh, sehingga ajarannya menyebar di segala pelosok. Lewat macapatan, seminar dan penulisan karya ilmiah, membuat wejangan Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono IV semakin mudah diresapi serta dipahami.<br><br>Paguyuban Kawula Kraton Surakarta Hadiningrat mengadakan pertemuan rutin secara berkala dan teratur. Mereka menyempatkan diri untuk melagukan, ngrembug, bawa rasa dan tukar kawruh. <br><br>Semua kegiatan tersebut dilakukan murih padhanging sasmita. Pada 1788, Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono III digantikan oleh Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono IV yang memiliki tradisi yang berbeda dengan sunan sunan sebelumnya. Perubahan itu diadakan dalam rangka menjawakan kehidupan masyarakat, antara lain, sebagai berikut.<br><br> Setiap hari Jumat, Sunan bersembahyang di Masjid Besar. Setiap hari Sabtu diadakan latihan warangan. Setiap abdi dalem yang menghadap raja diwajibkan berpakaian santri. Mereka yang tidak patuh dipecat.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono IV bertahta di Surakarta antara tahun 1788-1820. Gelar lainnya yaitu Sunan Bagus, karena wajahnya memang tampan, lagi pula beliau memegang kendali pemerintahan dalam usia yang sangat muda, yaitu 19 tahun. <br><br>Nama kecilnya adalah Bendara Raden Mas Sambadya. Warisan yang dibangun oleh <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono IV di antaranya: Masjid Agung, Gerbang Sri Manganti, dalem Ageng Prabasuyasa, Bangsal Witana Sitihinggil Kidul, Pendapa Agung Sasana Sewaka, Bangsal Ageng Marcukundha, dan Kori Kamandhungan.<br><br>Hasil karyanya dalam bidang kesusasteraan di antaranya: Serat Wulangreh, Serat Wulang Sunu, Serat Wulang Putri, Serat Wulang Tata Krama, Donga Kabulla Mataram, Cipta Waskitha, Panji Sekar, Panji Raras, Panji Dhadhap, Serat Sasana Prabu, dan Serat Polah Muna Muni. <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono IV dalam pandangan masyarakat Jawa namanya harum sekali.<br><br>Serat Wulangreh sampai sekarang sangat populer di lingkungan kebudayaan Jawa. Orang Jawa sangat memperhatikan ajaran ajaran dalam Serat Wulangreh itu untuk dipraktek-kan dalam kehidupan sehari hari. Ketajaman moral dan intelektual diperlukan agar manusia tepat dalam meniti karier hidup.<br><br>Sri Susuhunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono V mendapat gelar: Sinuwun Sugih. Penyusunan serat Centhini dipimpin langsung oleh Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono V. Beliau mengirim tim ke tanah Arab agar menulis ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan agama Islam. <br><br>Tim yang bertugas menulis soal gunung, sawah, tegal, tumbuhan, ternak, seni, kuliner, dan adat istiadat disebar di kawasan Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Tim penyusun Centhini terdiri dari kaum profesional yang ahli di bidangnya.<br><br>Serat Centhini adalah karya sastra istana Jawa yang megah, mewah, indah dan bermutu tinggi. Banyak ilmuwan berkaliber internasional yang membicarakan dan mengkaji Serat Centhini. Mereka menimba ilmu pengetahuan Jawa dari Serat Centhini yang kaya akan data, fakta dan analisa. Tidak berlebihan bila para ilmuwan besar itu menyebut Serat Centhini sebagai warisan sastra dunia. Serat Centhini telah memberi kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan. <br><br>Dokumentasi dan klasifikasi berbagai ilmu pengetahuan dalam Serat Centhini, menunjukkan wibawa para elit cendekiawan Jawa. Elit cendekiawan Jawa mampu berkomunikasi di panggung ilmiah internasional.<br><br>Kehadiran Serat Centhini pada kancah pustaka dunia itu, secara otomatis mengangkat harkat, martabat dan derajat jati diri bangsa. <br><br> Ternyata identitas suatu bangsa hanya bisa ditampilkan lewat kreatifitas dan produktivitas. Serat Centhini sudah membuktikan kaitan antara prestise dan prestasi bangsa Indonesia.<br><br>Sri Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono VII memberi perintah menyalin Serat Centhini baku ciptaan Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono V, dengan tinta mas berhuruf Jawa. <br><br>Serat Centhini itu dijadikan empat belas jilid mulai dari Keramaian Terbangan, Sya&#039;iran dan Sulapan di Kabupaten Wirosobo sampai Pertunjukan Topengan di Krajan Lembuasta dan Trenggalek. Serat Centhini baru ini memuat 280 pupuh dan berisikan semua cerita-cerita porno tulisan Sri Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono V sendiri, ketika beliau masih menjadi Pangeran Mahkota.<br><br>Sri Susuhunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono VI mendapat gelar: Sinu-wun Bangun Tapa. Pemerintah RI telah menetapkan Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono VI sebagai pahlawan Nasional pada tanggal 30 Desember 1861. <br><br> Berkat cita cita dan perjuangannya beliau menjadi inspirasi agar segenap anak keturunan, keluarga dan pengikutnya selalu menjunjung tinggi nilai kebenaran dan keadilan. <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono VI hidup di pengasingan antara tahun 1830-1849. Beliau wafat di kota Ambon.<br><br>Dalam masa pembuangan itu beliau tetap berkarya dengan menyusun serat Babad Joko Tingkir. Serat Babad ini menceriterakan semangat kepahlawanan Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya yang menjadi raja Pajang.<br><br> Joko Tingkir dalam panggung sejarah Indonesia mempunyai beberapa keunggulan kepribadian (psikologis), kemasyarakatan (sosiologis), keturunan (genetis), kenegaraan (yuridis) dan keagamaan (asketis). Kelima keunggulan itu menjadikan Joko Tingkir mampu tampil sebagai tokoh yang handal, fenomenal dan profesional.<br><br>Ditinjau dari segi genetis, Joko Tingkir merupakan trah Kraton Majapahit. Jelas sekali dia adalah satria agung trahing kusuma rembesing madu, keturunan bangsawan besar. Secara sosiologis keluarga besar Joko Tingkir berhasil membangun jaringan sosial yang kuat dan mengakar.<br><br> Ayah Joko Tingkir yang bernama Ki Ageng Pengging menjadi pelopor Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).<br><br> LSM pimpinan Ki Ageng Pengging ini selalu didukung oleh anak muda, kelas menengah dan kaum reformis yang rindu perubahan.<br><br>Akhirnya Joko Tingkir menjadi raja di Kraton Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya. <br><br>Secara yuridis kenegaraan dia dapat mewujudkan good governance dan clean government, pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Ini wajar sekali, karena semasa mudanya Joko Tingkir memiliki psikologi kepribadian yang mengagumkan. Dia gemar belajar tekun dan bekerja keras, dengan dilambari prinsip ngelmu laku, lara lapa, tapa brata dan cegah dhahar lawan guling. <br> Sebuah asketisme keagamaan yang intinya mengutamakan keselarasan pikir dan dzikir, dengan mengurangi kenikmatan jasmaniah.<br><br>Pada masa pemerintahan Kraton Pajang mulai terjadi intrik-intrik politik antar berbagai kekuatan yang ingin berkuasa, Joko Tingkir berusaha untuk mendidik putra-putrinya agar selalu menekuni ilmu pengetahuan dan keagamaan. Dalam hal suksesi kepemimpinan, Joko Tingkir lebih mengedepankan asas meritokrasi, demokrasi, kredibilitas dan kapabilitas seseorang. <br><br>Bahkan Joko Tingkir dapat mengarahkan putra sulungnya yang bernama Pangeran Benowo untuk menjadi ulama besar. Gagasan Pangeran Benowo ini pula yang menjadi cikal bakal tradisi pendidikan pesantren di Jawa.<br><br>Sri Susuhunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono VII mendapat gelar: Sinuwun Pradata. Masa pemerintahan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono VII menjadi tempat pengayoman bagi sekalian pujangga Jawa. <br><br>Beliau memberi subsidi dan bantuan hidup kepada para pujangga yang mau melakukan kreatifitas dan produktivitas kesusasteraan. Di antaranya adalah: Kyai Yasadipura, Sindusastra, Kusumadilaga dan Ranggawarsita.<br><br>Dalam bidang yuridis formal Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono VII mengirimkan para sarjana untuk belajar ilmu hukum dan tata negara.<br><br>Dari sinilah kemudian disusun Kitab Undang undang dan Hukum Pidana (KUHP) yang disebut dengan serat angger-angger. Dalam prakteknya serat Angger angger ini merupakan landasan utama bagi raja dan aparatnya dalam memerintah kerajaan. Kepastian hukum yang berdasarkan kepada konstitusi ini membuat masyarakat dapat hidup aman dan tenteram.<br><br>Warisan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono VII yakni perintisan masuknya teknologi dan elektronik di tanah Jawa. Pengadaan sarana transportasi mulai dirintis dengan mendatangkan ahli keeta api. Demikian pula energi listrik mulai dikenalkan. Manajemen yang digunakan berpola pada pembagian kerja yang tepat dan memadai. Sri Susuhunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono VIII mendapat gelar: Sinu-wun Makutha Mulya. Artinya yang menjadi jembatan peralihan. <br><br>Jasa dan warisan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono VIII terletak pada kemampuannya untuk melakukan lobi dan diplomasi. Dengan penuh kebijaksanaan beliau memulai pemerintahan dengan melibatkan segenap kaum profesional.<br><br>Masa pemerintahannya selalu berlandaskan pada asas yang telah disepakati bersama.<br><br> Ketentuan suksesi kerajaan dibuat lebih terang supaya tidak terjadi salah tafsir. Jangan sampai soal suksesi menjadi masalah yang berlarut larut sehingga memunculkan silang sengketa. Keyakinan ini dilakukan oleh <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono VIII dengan amat konsekuen.<br><br>Saat beliau dinobatkan menjadi raja, dengan segala kerelaan beliau mengangkat putra mahkota yang bukan dari keturunannya. Putra mahkota itu adalah anak <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono VI yaitu GRM Duksino. Kelak GRM Duksino dinobatkan menjadi Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono IX. <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono VIII adalah putra <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono IV dan kakak <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono VII. Selama tiga tahun, <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono VIII memerintah kerajaan Surakarta (1958-1861).<br>Usia pemerintahan beliau paling pendek. Beliau wafat pada tanggal 28 Desember 1861 dalam usia 72 tahun.<br><br>Sri Susuhunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono IX mendapat gelar: Sinuwun Bangun Kedhaton. Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono IX mewarisi kejayaan dalam bidang ekonomi, teknologi dan diplomasi.<br><br> Sukses gemilang <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono IX mengantarkannya sebagai raja Surakarta Hadiningrat yang amat populer di Asia Tenggara.Pada tahun 1864 <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono IX membuka areal perkebunan teh, kopi, tebu, tembakau di sekitar Gunung Merapi Merbabu. Irigasi dan bendungan dibangun di sepanjang aliran umbul Cakra Pengging. Usaha perkebunan dna pertanian memberi hasil yang berlimpahruah.<br> Kraton Surakarta Hadiningrat tampil sebagai negara subur makmur. Masyarakat Jawa menyebut Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono IX sebagai Sinuwun Bangun Kedhaton.<br><br>Pelestarian lingkungan menjadi perhatian <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono IX. Tahun 1865 dilakukan penanaman pohon jati di sekitar Gunung Kendheng. <br><br>Program ini melibatkan Bupati Pati, Purwodadi, Sragen, Blora, Rembang, Ngawi, Tuban, Madiun, Nganjuk, Lamongan dan Gresik. Sepanjang jalan raya dianjurkan pohon asem. Pulau Jawa menjadi penghasil asem terbesar di dunia.<br><br>Dalam bidang teknologi, prestasi yang diwariskan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono IX yaitu pembangunan rel kereta api, stasiun, listrik, air minum. Perusahaan kereta api menjadi transportasi utama yang menghubungkan seluruh kawasan Pulau Jawa.<br><br> Perusahaan listrik bekerja sama dengan ANIEM (Algement Netherlands Indische Electric Mascapij), beroperasi hingga jaman sekarang. Modernisasi yang berpijak pada akar budaya.<br><br>Kelancaran perdagangan dilakukan dengan renovasi pelabuhan di Semarang, Tegal, Rembang, Tuban dan Surabaya. Keuangan Kraton Surakarta yang sehat memungkinkan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono IX membuat program diplomasi kenegaraan. <br><br>Pada tahun 1786 <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono IX melakukan kunjungan kerja dengan Kerajaan Tidore, Ternate, Goa, Buton, Banjar, Delli, Serdang, Langkat, Cirebon, Buleleng dan Bima. Forum komunikasi antar raja Nusantara dibentuk, untuk memperlancar diplomasi kenegaraan. Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono IX tampil sebagai Narendra Gung Binathara, mbahu dhendha nyakrawati, ambeg adil para marta.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono IX adalah putra kelima <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono VI. Ibunya bernama GKR Hemas. <br>Beliau lahir pada hari Rabu, tanggal 7 Saban 1758 H atau 22 Desember 1830 M. Sebagai raja beliau juga aktif menulis karya sastra, di antaranya: Wulang Putri, Serat Jayeng Sastra, Serat Darmarini, Serat Wirayatna, Serat Darmaduhita, Serat Menak Cina, Jayeng Sari, Wulang dalem Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono IX, Serat Wira Iswara.<br><br>Sri Susuhunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono X mendapat gelar: Sinuwun ingkang Minulya saha Wicaksana. Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono X telah ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional oleh Pemerintah RI pada tahun 2013. Warisan nilai-nilai kepahlawanan dan kebangsaan Sri Susuhunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono X dapat dilacak dari pemikiran, langkah dan karyanya.<br><br> Dokumentasi historis yang tersimpan dalam berbagai perpustakaan lokal, nasional dan internasional memberi informasi penting bahwa raja Surakarta ini punya peranan yang sangat menentukan dalam langkah perjuangan nasional Indonesia.<br><br>Selama <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono X memerintah telah banyak memberi sumbangan yang berarti yaitu berupa fasilitas publik meli-puti sarana transportasi, rumah sakit, tempat ibadah, pengairan, sekolah dan lain- lain, merupakan kontribusi riil bagi kesejahteraan rakyat. <br><br>Dalam hal ini beliau berlaku sebagai narendra ber budi bawa laksana. Keterlibatan beliau dalam membidani Budi Utomo sebagai tanggal Kebangkitan Nasional akan selalu dikenang. Demikian pula dukungan terhadap perjuangan Syarikat Islam yang lahir di kota Surakarta, adalah sikap patriotis yang patut diteladani.<br><br>Perjuangan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono X senantiasa mengikuti jejak leluhurnya, sejak zaman Kraton Majapahit sampai dengan Mataram. Kejayaan Majapahit mewariskan nilai kebangsaan yang dipelopori oleh Mahapatih Gajah Mada dan Raja Hayam Wuruk. Masa keemasan kerajaan nasional, dengan rajanya Prabu Brawijaya ini, terus berkibar di kawasan kepulauan nusantara.<br><br> Demikian pula Dinasti Kesultanan Demak Bintara yang merupakan kelanjutan Majapahit, nilai-nilai keteladanan telah membawa kemakmuran bagi sekalian rakyat.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono X bertahta di Surakarta Hadiningrat antara tahun 1893-1939. Beliau adalah putra <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono IX. Kawula negari Surakarta memberi gelar Sampeyan dalem Ingkang Minulya Saha Wicaksana Kanjeng Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono X.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono X lahir pada tanggal 21 Rejeb 1795 atau 29 November 1866. Nama kecilnya adalah Bendara Raden Mas Gusti Sayidin Malikul Husna. Ibunya bernama Gusti Kanjeng Ratu Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono. Sejak lahir diambil anak oleh eyang dalem Gusti Kanjeng Ratu Agung, permaisuri <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono VI.<br><br>Menginjak umur 3 tahun, BRM Gusti Sayidin Malikul Khusna diangkat menjadi putra mahkota, dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Sudibya Raja Putra Narendra Mataram Ingkang Kaping V ing Negara Surakarta Hadiningrat. Gerakan nasional yang tumbuh di Solo, yaitu Syarikat Islam sangat didukung oleh Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono X. Pendidikan pada masa itu pun berkembang pesat. Surat kabar juga hidup dengan subur, dengan beraneka ragam penerbitan yang maju idealismenya.<br><br>Sri Susuhunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono XI mendapat gelar <br> Sinuwun Kridha Caraka. Artinya raja yang menjadi pelopor tumbuhnya parlemen atau Dewan Perwakilan Rakyat. Sri Susuhunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono XI adalah aktifis pergerakan pendidikan keagamaan dan kebudayaan. Pada tahun 1905 Hangabehi PB XI menjabat sebagai Ketua Dewan Kraton. Tahun 1908 aktif dalam pemben-tukan Budi Utomo. Tahun 1911 menjadi Ketua Penasihat Sarekat Islam. <br><br>Tahun 1912-1914 menempuh pendidikan di Universiteit Leiden. Tahun 1915 membantu persarikatan Muhammadiyah. Tahun 1918 turut serta dalam pembentukan Volksraad atau dewan rakyat.<br><br>Antara tahun 1920-1940 beliau mencurahkan tenaganya demi kemajuan bangsa dan negara. KGPH Hangabehi PB XI turut memperlancar Perguruan Taman Siswa, Pendidikan Islam Mamba&#039;ul Ulum, stadion Sriwedari, pasar Gede.<br><br>Pabrik gula, stasiun kereta api, jalan, jembatan, terminal, telekomunikasi, listrik perkebunan dan rumah sakit. Ketrampilan Hangabehi PB XI yaitu melakukan lobi, pendekatan dan kerjasama dengan berbagai kekuatan sosial.<br><br>Menjelang kemerdeaan Indonesia tahun 1945 Sri Susuhunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwana XI dapat meyakinkan para pembesar Jepang untuk membentuk BPUPKI. <br><br>Bahkan ketua BPUPKI dijabat oleh KRT Dr. Radjiman Widyodiningrat, utusan resmi Kraton Surakarta. Sri Susuhunan PB XI merupakan pejuang kemerdekaan yang mewariskan keteladanan, keutamaan dan kepahlawanan. Beliau telah mengantar bangsa ini ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia. <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono XI naik tahta pada tanggal 26 April 1939, mengganti ayahanda <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono X. Beliau memerintah 1939-1945. Beliau selalu memberi sumbangan kepada masyarakat. Kontribusi masyarakat Surakarta dalam sejarah terbukti nyata. <br><br>E. <br>Kraton Surakarta bergabung NKRI<br><br>Sri Susuhunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono XII mendapat gelar: Sinuwun Hamardika. Kraton Surakarta Hadiningrat kemudian diperintah oleh Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono XII. Riwayat Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono XII dalam bahasa Jawa sebagai berikut. <br><br>Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono Senapati Ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah Ingkang Kaping XII Ing Negari Surakarta Hadiningrat putra saking <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono XI ingkang lahir saking prameswari dalem GKR Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono, putri KRMT Puspadiningrat. Asma timur GRM Suryaguritna. Wiyosan dalem ing dinten Selasa Legi, 20 Ramelan 1855 utawi 14 April 1925. Dewasa jumeneng Pangeran KGPH Purbaya. Jumeneng nata ing dinten Jum&#039;at Pahing, 19 Rejeb 1876 utawi 12 Juli 1945. Wondene sesebutan dalem Solo Koo, awit taksih pendudukan Japan.<br><br>Kehidupan Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono XII saat ini banyak diwarnai oleh nilai nilai kebudayaan dan kesenian Jawa.<br><br> Beliau termasuk tokoh tradisional yang berpengaruh di Asia Tenggara. Beliau wafat pada tanggal 11 Juni 2004. Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono XII sangat disegani oleh politikus kaliber internasional. Semuanya selalu mohon doa restu pada Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono XII di Surakarta.<br><br>Mendukung Berdirinya NKRI<br><br>Sejarah telah mencatat bahwa Kraton Surakarta amat berperan pada masa awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sinuhun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono XII membantu secara moril, materiil dan spirituil demi tegaknya NKRI yang diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945. Generasi muda perlu mempelajari dengan sungguh sungguh peranan Kraton Surakarta Hadiningrat sepanjang masa.<br><br>Piagam Kedudukan<br><br>Republik Indonesia<br><br>Kami, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, menetapkan: Ingkang Sinoehoen Kandjeng Soesoehoenan Pakoe Boewono Senopati Ing Ngalogo Abdoerrahman Sajidin Panotogomo Ingkang Kaping XII, ing Soerakarta Hadiningrat pada kedudukannya.<br><br>Dengan kepercayaan bahwa Seri Padoeka Kandjeng Soesoehoenan akan mencurahkan segala pikiran, tenaga, jiwa dan raga untuk keselamatan daerah Surakarta sebagai bagian dari pada Republik Indonesia.<br><br>Jakarta 19 Agustus 1945<br><br>Presiden Republik Indonesia<br><br>Ir. Soekarno<br><br>Maklumat Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono XII<br><br>Makloemat Sri Padoeka Ingkang Sinoehoen Kandjeng Soesoehoenan kepada seloeroeh Pendoedoek Negeri Soerakarta Hadiningrat.<br><br>1. Kami Pakoe Boewono XII, Soesoehoenan Negeri Soerakarta Hadiningrat menjatakan Negeri Soerakarta Hadiningrat jang bersifat keradjaan adalah daerah istimewa dari Negara Repoeblik Indonesia dan berdiri di belakang Pemerintah Poesat Negara Repoeblik Indonesia.<br><br>2. Kami menjatakan bahwa pada dasarnja segala kekoeasaan dalam daerah negeri Soerakarta Hadiningrat terletak di tangan Soesoehoenan Soerakarta Hadiningrat dan oleh karena itoe, berhoeboeng dengan keadaan pada dewasa ini, maka kekoeasaan kekoeasaan jang sampai kini tidak di tangan kami dengan sendirinja kembali ke tangan kami.<br><br>3. Kami menjatakan bahwa perhoeboengan antara Negeri Soerakarta Hadiningrat dengan Pemerintah Poesat Negara Repoeblik Indonesia bersifat langsoeng.<br><br>4. Kami memerintahkan dan pertjaja kepada seloeroeh Pendoedoek Negeri Soerakarta Hadiningrat, mereka akan bersikap sesoeai dengan Sabda Kami terseboet di atas.<br><br>Soerakarta Hadiningrat, 1 September 1945<br><br>Pakoe Boewono XII<br><br>Delegasi Konferensi Meja Bundar<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono XII dan Mangkunegara VIII menjadi anggota delegasi RI yang dipimpin oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta. Surat di bawah ini dikirim dari negeri Belanda menjelang penandatanganan Konferensi Meja Bundar (KMB) oleh Bung Hatta yang ditujukan kepada Presiden dan Menhankam RI.<br><br>Jang terhormat<br><br>J.M. fg. Minister Presiden dan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Djogjakarta<br><br>Dengan hormat, <br><br>Dengan surat ini dikabarkan bahwa dalam perundingan KMB tetap diturut sikap dan pendirian bahwa semendjak penjerahan piagam pengakuan pada penghabisan tahun 1945 oleh Pemerintah Republik Indonesia, maka Zelfbesturende Landschappen Surakarta dan Mangkunegaran mempunyai kedudukan daerah istimewa menurut Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.<br><br>Berhubung dengan ketetapan pendirian ini hendaklah ada persesuaian dengan kebidjaksanaan dalam praktik pemerintahan terhadap kedua daerah istimewa itu.<br><br>Bersangkutan dengan persesuaian pendirian ini dan melihat aliranaliran jang ada di daerah tersebut, maka djikalau sekiranja ada berlangsung penjerahan pemerintahan oleh tentara Belanda, hendaknya penjerahan itu diterima dengan langsung oleh J.M. fg. Minister Presiden dan Menteri Pertahahan sebagai wakil Pemerintah Republik Indonesia. Tentang Pengangkatan Wali Kota baru di Surakarta hendaklah dilaksanakan setelah mendengar timbangan dan fikiran rijksbestuurders Surakarta.<br><br>Sekian pemberitahuan ini, jang harap didjadikan pedoman dalam melaksanakan kebidjaksanaan pemerintahan terhadap kedua daerah istimewa itu.<br><br><br>Den Haag, 12 September 1949<br>Dengan hormat,<br><br>Ttd.<br><br>WAKIL PRESIDEN<br><br>Mohammad Hatta<br><br>Konferensi Meja Bundar yang diikuti oleh Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono XII tersebut merupakan peristiwa sejarah yang sangat penting. Pada tanggal 27 Desember 1949, negara Indonesia diakui kedaulatannya. Hasil terpenting perundingan Meja Bundar adalah terbentuknya Republik Indonesia Serikat. <br><br>Penting, karena dampaknya di bidang politis terutama dalam aspek konstitusional akan sangat luas (Bram Setiadi, dkk. 2000: 105). Beliau menjadi delegasi KMB dengan biaya sendiri. Tujuannya untuk tegaknya NKRI yang baru saja merdeka. Wawasan kebangsaan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwana II jauh ke depan. Masyarakat Surakarta memiliki teladan utama. <br><br>F. <br>Sumbangan Kraton Surakarta pada NKRI<br><br>Nilai kejuangan masyarakat Surakarta. Peran perjuangan masyarakat Surakarta tercatat dengan tinta emas. Terkait dengan aspek historis perlu menengok nilai kejuangan pendiri Surakarta. Warisan kejuangan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwana II berlanjut terus. Sumbangan Kraton Surakarta pada Pemerintah Republik Indonesia tercatat dengan rapi. <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwana XII melanjutkan perjuangan  <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwana II buat rakyat. Sejak awal proklamasi kraton Surakarta terlibat aktif dalam proses pendirian NKRI.<br><br> Menurut Prof. Dr. Sri Juari Santosa Guru Besar Universitas Gadjah Mada bahwa Kraton Surakarta Hadiningrat telah memberi sumbangan kepada Negara RI. <br><br>Barang dan jasa yang diberikan Kraton Surakarta kepada pemerintah RI pada masa revolusi kemerdekaan, sesuai dengan catatan kwitansi dan dokumen resmi yang tersimpan dalam berbagai kepustakaan dan musium adalah sebagai berikut:<br><br>No Nama barang yang diberikan atau dipinjamkan Jumlah Penerima Tanggal penyerahan<br><br>1 Mobil Plymouth 1 buah Reg. II Div. IV 30-10-45<br><br>2 Mobil Chevrolet kelabu 1 buah TKR Surakarta 4-11-45<br><br>3 Makanan dan bahan makan &ndash; Medan pertempuran Surabaya 17-11-45<br><br>4 Instrumen musik &ndash; Kep. Jawatan TU. TRI Div. Surakarta 20-11-45<br><br>5 Mobil Plymouth 1 buah Polisi tentara 30-11-45<br><br>6 Mobil Chevrolet 1 buah Abdidalem Pangreh Praja 30-11-45<br><br>7 Sejumlah senjata &ndash; Markas TKR 24-12-45<br><br>8 Uang Rp. 8.750 Berbagai badan 19 Sept s/d 24 Des 45<br><br>1 Mobil 1 buah M. BO TRI bag. Organisasi 4-2-46<br><br>2 Kursi antik, kursi bludru &amp; kecohan &ndash; Panitia Muktamar Masyumi 9-2-46<br><br>3 Bangsal Witana Balai Agung &ndash; Asrama &amp; Pengadilan Luhur Islam 18-2-46<br><br>4 Perahu 1 buah PKBS Serengan 22-2-46<br><br>5 Instrumen musik &ndash; Panitia penyambutan tentara 26-6-45<br><br>6 Jam Genta 6 buah Markas Resimen II Div. X 19-4-46<br><br>7 Tambur 1 buah AsramaRI 14-4-46<br><br>8 Instrumen musik 23 pucuk Div. IV 29-4-46<br><br>9 Tambur 4 buah Div. X 13-6-46<br><br>10 Slompret 4 buah Div. X 13-6-46<br><br>11 Bende 5 buah Markas Resimen II Div. X 19-6-46<br><br>12 Senapan Beamont model 71 dengan bayonet 50 buah TRI Bat. 16 &ndash;<br><br>13 Tempat peluru 50 buah TRI Bat. 16 <br><br>14 Klewang pendek 100 buah TRI Bat. 16 &ndash;<br><br>15 Gordel 100 buah TRI Bat. 16 &ndash;<br><br>16 Anggar (schunkapmes) 100 buah TRI Bat. 16 &ndash;<br><br>17 Draagrim 100 buah TRI Bat. 16 &ndash;<br><br>18 Wachpatroon 105 buah<br>TRI Bat. 16 &ndash;<br><br>19 Sadel cavaleri 100 buah TRI Bat. 16 &ndash;<br><br>20 Instrumen musik 27 pucuk Panitia 1 tahun RI 27-7-46<br><br>21 Telepon di WiryodininG.R.A.tan 1 buah Gabungan Laskar Pertahanan 23-9-46<br><br>22 Montor Ford 1 buah Anggota PMC 25-11-45<br><br>23 Kuda 1 ekor Pasukan berkuda Div. IV 17-12-46<br><br>24 Kuda 1 ekor Kep. Div. IV AD RI 17-12-46<br><br>25 Piala 1 buah Konggres Laskar Buruh Indonesia 30-12-46<br><br>26 Uang Rp. 41.088 Berbagai badan 21 Jan s/d 28 Des 46<br>1 Kuda 1 ekor Pasukan Cavaleri 6-1-47<br><br>2 Kuda besar 2 ekor Staf. Div. IV AD TRI 30-11-47<br><br>3 Mobil Crysler 1 buah Walikota 18-1-47<br><br>4 Kuda gerobag 1 ekor Pemimpin pertem-puran tenggara 17-4-47<br><br>5 Ikan dendeng &ndash; Garis depan 8 Feb s/d 15 Feb 47<br><br>6 Kuda Layarmega &amp; Nirwati 2 ekor Kementrian Pertahanan 10-3-47<br><br>7 PesangG.R.A.han Tegalganda &amp; Giriwaya &ndash; Markas tertinggi tentara 18-3-47<br><br>8 Kuda tunggangan 2 ekor Dewan Pertahanan Daerah Surakarta<br>9-4-47<br><br>9 Arca marmer 2 buah Panitia Fancy Fair Pandu Ska.<br>17-4-47<br><br>10 Kuda besar 1 ekor Pemimpin pertempuran tenggara 17-4-47<br><br>11 Plaquette 1 buah Panitia penyelenggara Hawaian Concours Ska. 21-4-47<br><br>12 Plaquette 1 buah Gabungan Laskar Pertahanan 21-4-47<br><br>13 PasangG.R.A.han Langenharjo &ndash; PT Resimen II 24-5-47<br><br>14 PasangG.R.A.han Tursinoharjo &ndash; BTN 5-6-47<br><br>15 Taplak, piring, beri, serbet, dan jodang 420 buah Detasemen Staf Div. IV 24-7-47<br><br>16 Kuda kecil 1 ekor Pemimpin pertempu-ran tenggara 17-4-47<br><br>17 Rusa 2 ekor Dewan Pertahanan Daerah Ska. 24-7-47<br><br>18 Mobil Dodge 1 buah Divisi IV 24-7-47<br><br>19 Kuda Lungkeh &amp; Kresno 2 ekor Dewan Pertahanan Daerah Ska. 24-7-47<br><br>20 Pesawat telepon di rumah KRMT Tirtodiningrat 1 buah Markas pertahanan Salatiga 29-7-47<br><br>21 Lampu ting 10 buah Gabungan Laskar pertahanan Surakarta 14-10-47<br><br>22 Piala<br><br>1 buah IPI 28-9-47<br><br>23 Pesawat telepon 1 buah Gabungan Laskar pertahanan Surakarta 14-10-47<br><br>24 Beri emas 1 buah PemerintahRI 9-9-47<br><br>25 Pedang 20 buah Laskar Merah Markas Surakarta 17-10-47<br><br>26 Plaquette 1 buah PPR. Kalurahan Gajahan 20-11-47<br><br>27 Kuda 2 ekor Eskadron Cavaleri Divisi IV 24-7-47<br><br>28 Plaquette 1 buah Panitia Panahan Surakarta 25-10-47<br><br>29 Plaquette 1 buah Panitian pertahanan Rakyat Gajahan 21-11-47<br><br>30 Uang Rp. 17.500 Berbagai badan 10 Jan s/d 30 Des 47<br><br>1 Plaquette 1 buah TNI bag. Masyarakat 16-1-48<br><br>2 Plaquette 1 buah Panitia Hawaian Cours Surakarta 28-1-48<br><br>3 Plaquette 1 buah PO RI Surakarta 14-2-48<br><br>4 Arca Perunggu 1 buah Fancy for bagian kewanitaan Surakarta 6-3-48<br><br>5 Arca Perunggu 1 buah Panitia Pasar Derma cabang Surakarta 31-3-48<br><br>6 Nessel Merah Putih 6 buah Kepala Rumah Tangga Presiden 24-3-48<br><br>7 Uang Rp. 900 Berbagai badan 17 Jan s/d 31 Maret 48<br><br>1 Rusakan perahu 2 buah Pendidikan Langenarjo 20-6-49<br><br>2 Rumah Pakapalan 4 buah DPU Surakarta 14-6-49<br><br>3 Plaquette 1 buah Panitia Pasar Malam Sri Wedari &ndash;<br><br>4 Uang Rp. 450 Berbagai badan 2 Juni s/d 20 Des 49<br><br>1 Tanah perumahan di Kartasura 1 hektar Kep. Pem.Militer Kartasura 16-1-50<br><br>2 Perabot wireng &ndash; Panitia perayaan Surakarta 18-1-50<br><br>3 Perabot wireng &ndash; Panitia Kampung Reksoniten 17-2-50<br><br>4 Perabot wireng &ndash; PB PNI Pusat daerah Surakarta 11-4-50<br><br>5 Perabot wireng &ndash; Panitia Peringatan 1 Mei<br><br>27-4-50<br><br>6 Perabot wireng &ndash; Panitia Perpisahan STN 9-6-50<br><br>7 Perabot wireng &ndash; Kep. Pendidikan Subsistensi Kader<br><br>4-5-50<br><br>8 Pompa motor &ndash; Pembantu Polisi Karesidenan Surakarta 5-7-50<br><br>9 Sabuk epek &ndash; Panitia kitanan Pasar Kliwon &ndash;<br><br>10 Gamelan &ndash; Pembukaan Konservatori Surakarta 19-8-56<br><br>11 Wayang kulit &ndash; RRI Surakarta 19-10-50 &amp;12-12-50<br><br>12 Alat Brandweer &ndash; Panitia Pekan Maulud Surakarta 23-11-50<br><br>13 Uang Rp. 1330 Berbagai badan 21 Agust s/d 13 Des 50<br><br>1 Berbagai plaquette &ndash; Berbagai badan Selama tahun 1951<br><br>2 Perabot wireng &ndash; Berbagai badan Selama tahun 1951<br><br>3 Wayang kulit &ndash; RRI Surakarta 9-3-51<br><br>4 Pompa motor &ndash; Panitia Maleman Sri Wedari 14-6-51<br><br>5 Pakaian wayang orang &ndash; Pengurus HBS 30-7-51<br><br>6 PasangG.R.A.han Langenharjo &ndash; Perwira Pengawas Teritorial 5-9-51<br><br>7 Tambur &amp; slompret @ 2 buah Com. Brigade Mobil Rayon Surakarta 20-11-51<br><br>8 Uang Rp. 350 Berbagai badan 13-21-51<br><br>No Nama barang Jumlah Keterangan<br><br>1 Pakaian prajurit Jaba 205 stel Satu stel terdiri dari:<br><br>1 Jas hitam<br><br>1 Celana hitam<br><br>1 Shouder (tali rumbai)<br><br>1 Kuas topi<br><br>2 Pakaian Jayengsastra 50 stel Satu stel terdiri dari<br><br>1 Baju atela biru<br><br>1 Celana panjang merah<br><br>1 Kain rejeng latar putih<br><br>1 Sabuk merah<br><br>1 Shouder (tali rumbai)<br><br>3 Pakaian Tamtama 50 stel Satu stel terdiri dari:<br><br>1 Jas atela hitam<br><br>1 Celana panji-panji merah<br><br>1 Kain rejeng latar ireng<br><br>1 Sabuk merah<br><br>1 Shouder<br><br>4 Pakaian Opsir (luar dalam) 17 stel Satu stel terdiri dari:<br><br>1 Jas atela hitam<br><br>1 Celana panji-panji merah<br><br>1 Kain rejeng<br><br>1 Sabuk cinde boro Epek<br><br>1 Shouder<br><br>5 Pakaian Prajurit komplit 18 stel Satu stel terdiri dari:<br><br>1 Kutang putih<br><br>1 Takwa kuning<br><br>1 Rapek sabuk kuning<br><br>1 Epek dan timan<br><br>1 Celana panji-panji biru<br><br>1 Sumping keris<br><br>6 Cadangan pakaian Panyutro<br><br>a. Rapek<br><br>b. Kutang putih<br><br>c. Celana Panji-panji biru<br><br>d. Srempang endong<br><br>e. Jeplakan<br><br>f. Tempat anak panah<br><br>g. Sabuk kuning<br><br>h. Anggaran<br><br>i. Epek<br><br>j. Sumping<br><br>k. Kolong keris<br><br>l. Kain rejeng<br><br>m. Kain lereng barong<br><br>n. Keris Panyutro<br><br>5 potong<br><br>5 potong<br><br>4 potong<br><br>9 potong<br><br>5 potong<br><br>18 buah<br><br>1 buah<br><br>2 buah<br><br>9 buah<br><br>5 buah<br><br>5 buah<br><br>3 helai<br><br>1 helai<br><br>18 bilah<br><br>7 Sabuk prajurit 29biji<br><br>8 Rim 52buah<br><br>9 Epek kulit 32buah<br><br>10 Timang PB 34buah<br><br>11 Tempat klewang 38buah<br><br>12 Topi sersi/Prajurit Jaba 250 buah<br><br>13 Topi hijau 140 buah<br><br>14 Topi bamboo 140 buah<br><br>15 Iket wulung 100 buah<br><br>16 Isi kepmes 232 buah<br><br>17 Pestol kuno 15buah<br><br>18 Songkok 9buah<br><br>19 Umbul-umbul 1buah<br><br>20 Daludag 3buah<br><br>21 Rontek 119 buah<br><br>22 Keris 98buah<br><br>23 Tempat peluru 200 buah<br><br>24 Tameng 51buah<br><br>25 Tombak 125 buah<br><br>26 Pedang 213 buah<br><br>27 Payung 6 buah<br><br>28 Kuluk 94buah<br><br>29 Pukul bende 1buah<br><br>30 Alat/pakaian kuda 2jodang<br><br>31 Pakaian kusir 1blek<br><br>32 Ting joli (lampu kereta) 4buah<br><br>33 Kain penutup kereta 5buntel<br><br>34 Besek kosong 9buah<br><br>35 Tiwar 1buah<br><br>36 Kawat 1gulung &plusmn; 10 m<br><br>37 Kereta 3 buah a. Kyai Garudo<br><br>b. Kyai Siswando<br><br>c. Kyai Morosebo<br><br>38 Joli 2 buah a. Kyai Jempono<br><br>b. Kyai Mimono<br><br>(Sri Juari, 2002: 20-25).<br><br>Sumbangan Kraton Surakarta tersebut menjadi modal awal atas terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah kota Surakarta yang dipimpin oleh walikota menjadi ringan dan mudah dalam memberikan tugas.<br><br>Berseri berseri bersih sehat rapi indah. Pancen nyata pra kanca kanggo srana. Mujudake Surakarta kutha budaya. Pariwisata lan olahraga. Wus misuwur sedulur. Njaban rangkah wus genah. Ngondhangake kutha Sala tanpa nendra. Dadya budayane bangsa mrih kuncara. Berseri berseri bersih sehat rapi indah.<br><br>Anak cucu <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwana II melanjutkan nilai perjuangan. Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono XII memerintah kraton Surakarta tahun 1945 &ndash; 2004. Jasa dan perjuangannya cukup berlimpah ruah.<br><br> Bangsa Indonesia perlu berterima kasih kepada Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwono XII. Keteladanan dan keutamaan ini menjadi sarana untuk membina mental generasi muda yang berbudi luhur.<br><br>Babad Sala merupakan bacaan mulia utama. <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwana II telah merintis perjuangan. Generasi muda bisa mendapatkan wawasan pelajaran. Untuk menyongsong masa depan yang lebih gemilang.<br><br>Pusaka agung bagi bangsa Indonesia adalah Karaton Surakarta. Warisan dari Sinuwun <a href="https://www.halomedan.com/tag/paku/" target="_blank">Paku</a> Buwana II itu anugerah besar yang wajib dilestarikan. Tahun 1745 - 1945 Kraton Surakarta sudah memberi kemuliaan pada bangsa Indonesia.<br><br>Peringatan berdirinya kota Surakarta sejak tanggal 17 Sura atau 20 Pebruari 2022 merupakan sarana untuk memupuk jiwa kebangsaan. Dengan harapan pengembangan kebudayaan nasional dalam lingkup NKRI akan semakin kokoh. Rum kuncaraning bangsa dumunung ing luhuring budaya. Indonesia semakin jaya terhormat dan makmur lahir batin.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_6357_Paku-Buwono-XIV-Bagi-Jenang-Suro.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/66195/paku-buwono-xiv-bagi-jenang-suro/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Musa Rajekshah Ajak Kader HMI Jaga Idealisme dan Persatuan Bangsa dalam LK II Nasional HMI Korkom UNJ</guid>
            <pubDate>Sat, 04 Jul 2026 19:43:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Musa Rajekshah Ajak Kader HMI Jaga Idealisme dan Persatuan Bangsa dalam LK II Nasional HMI Korkom UNJ]]></title>
            <description><![CDATA[Musa Rajekshah Ajak Kader HMI Jaga Idealisme dan Persatuan Bangsa dalam LK II Nasional HMI Korkom UNJ]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br>Jakarta &ndash; Anggota Komisi V DPR RI sekaligus Anggota Kehormatan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Musa Rajekshah (Ijeck), menjadi pemateri dalam kegiatan Intermediate Training (Latihan Kader II/LK II) Nasional yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Cabang Jakarta Raya, Sabtu (4/7/2026).<br><br>Dalam forum kaderisasi tersebut, Ijeck membawakan materi bertajuk "Idealisme Kader HMI dalam Berbangsa dan Bernegara." Kegiatan ini diikuti kader HMI dari berbagai cabang di seluruh Indonesia sebagai bagian dari proses penguatan kapasitas kepemimpinan, intelektualitas, dan wawasan kebangsaan.<br><br>Mengawali penyampaian materinya, Ijeck mengenang masa-masa ketika menjadi mahasiswa di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU). Ia menceritakan pengalaman berproses dikampus yang menurutnya telah membentuk karakter kepemimpinan, memperkuat idealisme, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat.<br><br>Ijeck juga berbagi pengalamannya saat menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara. Menurutnya, selama memimpin ia selalu membangun komunikasi yang baik dengan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang tergabung dalam Cipayung, khususnya HMI di Sumatera Utara, sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.<br><br>Dalam pemaparannya, Ijeck menegaskan bahwa mahasiswa, khususnya kader HMI, memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan arah masa depan bangsa.<br><br>"Sebagai kader HMI sekaligus mahasiswa, kita semua yang hadir di sini mempunyai peran untuk menentukan ke mana arah bangsa ini ke depan sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045," ujar Ijeck.<br><br>Ia mengajak seluruh kader untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual, menjaga idealisme, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjawab berbagai tantangan kebangsaan sekaligus mengawal terwujudnya Indonesia Emas 2045.<br><br>Di tengah dinamika politik praktis dan berbagai godaan kepentingan sesaat, lanjut Ijeck, idealisme kader harus tetap menjadi benteng utama dalam menjaga marwah perjuangan organisasi.<br><br>"Di tengah politik praktis dan godaan kepentingan sesaat, idealisme kader harus menjadi benteng terakhir dalam menjaga marwah perjuangan. Karena itu, kepada adik-adik HMI saya berpesan agar terus mengamalkan nilai-nilai dan prinsip perjuangan yang telah diwariskan oleh pendiri HMI, Ayahanda Lafran Pane," tegasnya.<br><br>Menutup sesi penyampaian materi, Ijeck kembali mengingatkan seluruh peserta untuk senantiasa menjaga persatuan, kekompakan, dan kebersamaan sebagai modal utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.<br><br>"Saya ingatkan kepada kita semua di sini, jagalah kekompakan dan kebersamaan kita dalam berbangsa. Dengan persatuan, kita akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia," pungkasnya.<br><br>Intermediate Training (LK II) merupakan jenjang kaderisasi lanjutan HMI yang bertujuan membentuk kader dengan kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan yang kuat. Melalui proses kaderisasi ini, peserta diharapkan mampu menganalisis berbagai persoalan strategis serta menghadirkan solusi dan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_8458_Musa-Rajekshah-Ajak-Kader-HMI-Jaga-Idealisme-dan-Persatuan-Bangsa-dalam-LK-II-Nasional-HMI-Korkom-UNJ.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66194/musa-rajekshah-ajak-kader-hmi-jaga-idealisme-dan-persatuan-bangsa-dalam-lk-ii-nasional-hmi-korkom-unj/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ketua Umum PP TPI: Soliditas dan Integritas Kunci Mewujudkan Visi Lembaga Pendidikan Islam</guid>
            <pubDate>Sat, 04 Jul 2026 13:25:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ketua Umum PP TPI: Soliditas dan Integritas Kunci Mewujudkan Visi Lembaga Pendidikan Islam]]></title>
            <description><![CDATA[Ketua Umum PP TPI Soliditas dan Integritas Kunci Mewujudkan Visi Lembaga Pendidikan Islam]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan &ndash; Pimpinan Pusat Taman Pendidikan Islam (TPI) menggelar pembinaan sekaligus penandatanganan Pakta Integritas bagi seluruh guru dan pegawai sebagai langkah memperkuat komitmen, profesionalisme, dan soliditas organisasi dalam menyongsong Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ar-Rivai TPI, Sabtu (4/7/2026).<br><br>Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya TPI membangun budaya kerja yang berintegritas, disiplin, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai Islam sehingga mampu menghadirkan pelayanan pendidikan yang berkualitas serta mencetak generasi berkarakter.<br><br>Acara dihadiri Ketua Umum PP TPI Prof. drg. Ismet Danial Nasution, Ph.D., Sp.Pros., Subsp.PKIKG(K), Ketua I dan II PP TPI H. Ikrom Helmi Nasution, SH, Sekretaris Umum PP TPI Drs. H. Ahmad Suhaimi, MA, Plt. Bendahara PP TPI Dr. H. Yose Rizal, S.Ag., MM, serta jajaran guru dan pegawai di lingkungan TPI.<br><br>Dalam arahannya, Ketua Umum PP TPI Prof. Dr. H. Ismet menegaskan bahwa pembinaan dan penandatanganan Pakta Integritas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk penguatan komitmen moral seluruh guru dan pegawai terhadap sejarah perjuangan, nilai-nilai organisasi, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah di lingkungan Pondok Pendidikan Islam.<br><br>Menurutnya, setiap tenaga pendidik dan pegawai harus memahami bahwa Pondok Pendidikan Islam berdiri melalui perjuangan para pendiri, khususnya almarhum Ayahanda KH. Abdul Rivai Manaf Nasution. Karena itu, memahami sejarah lembaga merupakan bagian penting dalam menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap keberlangsungan TPI.<br><br>"Pembinaan dan penandatanganan fakta integritas merupakan pengakuan bahwa setiap guru dan pegawai memahami sejarah berdirinya Pondok Pendidikan Islam sebagai hasil perjuangan para pendiri. Selain itu, fakta integritas juga menjadi pengakuan terhadap status yang membawa konsekuensi untuk memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing," ujar Prof. Ismet.<br><br>Ia menambahkan, pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi (tupoksi) menjadi fondasi utama dalam membangun organisasi yang kuat.<br><br>"Dengan memahami tupoksi masing-masing, akan tercipta soliditas di lingkungan Pondok Pendidikan Islam maupun di perhimpunan Pondok Pendidikan Islam. Soliditas merupakan salah satu syarat mutlak bagi sebuah organisasi dalam mewujudkan cita-cita dan visi institusi," tegasnya.<br><br>Prof. Ismet juga menekankan bahwa kesamaan pemahaman terhadap sejarah perjuangan lembaga, disertai komitmen menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing, akan memperkuat kebersamaan serta meningkatkan kualitas pengabdian seluruh tenaga pendidik dan pegawai.<br><br>Melalui pembinaan tersebut, seluruh civitas akademika TPI diharapkan semakin memperkokoh komitmen menjaga nilai-nilai perjuangan para pendiri sekaligus bersama-sama mewujudkan visi dan misi lembaga secara berkelanjutan.<br><br>Sementara itu, Ketua I dan II PP TPI H. Ikrom Helmi Nasution, SH, mengatakan bahwa setiap guru dan pegawai memiliki tanggung jawab menjaga nama baik Taman Pendidikan Islam melalui sikap disiplin, jujur, amanah, serta mematuhi aturan dan nilai-nilai yang menjadi dasar perjuangan lembaga.<br><br>Menurutnya, kemajuan TPI hanya dapat diwujudkan apabila seluruh elemen memiliki kesamaan visi, saling mendukung, dan melaksanakan tugas sesuai fungsi serta tanggung jawab masing-masing.<br><br>"Pakta integritas ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga marwah Taman Pendidikan Islam. Seluruh guru dan pegawai harus menjadi teladan dalam sikap, perilaku, dan pengabdian kepada lembaga sehingga kepercayaan masyarakat terhadap TPI terus meningkat," katanya.<br><br>Ia juga mengajak seluruh tenaga pendidik dan pegawai untuk terus memperkuat semangat kebersamaan, loyalitas, dan dedikasi dalam membangun TPI agar semakin maju serta mampu melahirkan generasi yang unggul, berakhlak mulia, profesional, dan siap menghadapi tantangan masa depan.<br><br>Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi semangat "TPI Entrepreneur Berbasis Religius", yang diusung sebagai komitmen lembaga dalam mencetak generasi berkarakter Islami, memiliki kompetensi profesional, serta berjiwa kewirausahaan. Dengan penandatanganan Pakta Integritas tersebut, seluruh guru dan pegawai menegaskan komitmen untuk menjalankan tugas secara jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan menjunjung tinggi etika dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_55_Ketua-Umum-PP-TPI--Soliditas-dan-Integritas-Kunci-Mewujudkan-Visi-Lembaga-Pendidikan-Islam.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66193/ketua-umum-pp-tpi-soliditas-dan-integritas-kunci-mewujudkan-visi-lembaga-pendidikan-islam/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Putri Ketua JMSI Sumut Rianto SH, MH Resmi Dipinang Fahdi Saidi Lubis</guid>
            <pubDate>Sat, 04 Jul 2026 12:58:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Putri Ketua JMSI Sumut Rianto SH, MH Resmi Dipinang Fahdi Saidi Lubis]]></title>
            <description><![CDATA[Putri Ketua JMSI Sumut Rianto SH, MH Resmi Dipinang Fahdi Saidi Lubis]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan&ndash; Suasana hangat penuh kebahagiaan menyelimuti kediaman pribadi Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, CEO Sumut24 Group, Rianto, SH, MH, pada Sabtu (4/7/2026). Putri tercinta Rianto, SH, MH dan Marlina Elyanti, SE, Bella Olivia Putrisani, S.Kom resmi melangsungkan acara pertunangan dengan Fahdi Saidi Lubis, S.Kom, M.Kom.<br><br>Prosesi pertunangan berlangsung secara khidmat dengan dihadiri keluarga besar kedua mempelai, kerabat, sahabat, serta sejumlah tokoh masyarakat diantaranya, Wali Kota Medan Periode 2000 - 2008 Drs. H. Abdillah, SE, Ak, MBA; dan Walikota Medan periode 2016 - 2021 Ir.H.Akhyar Nasution , MSi.<br><br>Acara semakin meriah juga dihadiri oleh Ketua Umum PWI Pusat Drs. H. Akhmad Munir didampingi Ketua PWI Sumut H Farianda Putra Sinik, SE.<br><br>Momen sakral tersebut menjadi awal dari perjalanan menuju jenjang pernikahan bagi Bella Olivia Putrisani dan Fahdi Saidin Lubis.<br><br>Acara diawali dengan penyambutan keluarga calon mempelai pria, dilanjutkan dengan prosesi penyampaian maksud kedatangan, pertukaran tanda ikatan, doa bersama, serta ramah tamah yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.<br><br>Rianto, SH, MH, yang dikenal sebagai Ketua JMSI Sumatera Utara sekaligus tokoh pers di Sumatera Utara, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut. Ia berharap ikatan pertunangan yang telah terjalin menjadi awal yang baik bagi kedua calon mempelai dalam membangun rumah tangga yang harmonis, sakinah, mawaddah, dan warahmah.<br><br>"Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga, sahabat, dan para tamu undangan yang telah hadir serta memberikan doa dan restu kepada Bella dan Fahdi. Semoga keduanya diberikan kelancaran hingga hari pernikahan nanti serta menjadi keluarga yang bahagia dan penuh keberkahan," ujar Rianto yang juga merupakan CEO Sumut24 Group tersebut.<br><br>Sementara itu, keluarga besar Fahdi Saidi Lubis juga menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas terjalinnya hubungan kekeluargaan antara kedua belah pihak. Mereka berharap seluruh rangkaian menuju pernikahan dapat berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi kedua keluarga.<br><br>Prosesi pertunangan ditutup dengan sesi foto bersama dan jamuan makan siang yang semakin mempererat tali silaturahmi antara kedua keluarga serta para tamu yang hadir.<br><br>Rianto diketahui menjabat sebagai Ketua JMSI Sumatera Utara periode 2025&ndash;2030, organisasi yang menghimpun perusahaan media siber di Sumut dan CEO Sumut24 Group. (Lor)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_4906_Putri-Ketua-JMSI-Sumut-Rianto-SH--MH-Resmi-Dipinang-Fahdi-Saidi-Lubis.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66192/putri-ketua-jmsi-sumut-rianto-sh-mh-resmi-dipinang-fahdi-saidi-lubis/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Prajurit Ratu Kidul</guid>
            <pubDate>Fri, 03 Jul 2026 17:13:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Prajurit Ratu Kidul]]></title>
            <description><![CDATA[Prajurit Ratu KidulA. Penjaga Laut SelatanIstana laut selatan diperintah Kanjeng Ratu Kidul. Prajurit berpusat di istanaSoko Domas Bale  Ken]]></description>
            <content><![CDATA[Prajurit Ratu Kidul<br><br>A. Penjaga Laut Selatan<br><br>Istana laut selatan diperintah Kanjeng Ratu Kidul. Prajurit berpusat di istana<br>Soko Domas Bale  Kencono. Tiap saat siap bertugas menjaga wibawa penguasa samudera selatan. Ratu Kidul memiliki pengawal yang mumpuni. <br><br>Beberapa bregada prajurit Ratu Kidul sudah sangat terkemuka. Mereka berjaga jaga di istana Soko Domas Bale Kencono. Tugasnya mulai dari kori gladhag, pamurakan, alun alun, pagelaran, sitihinggil, mangu, gapit, kamandungan, semarakata dan bale marcukundha. Disambung prajurit yang piket di sri manganti, nguntarasana, sasane sewaka, paningrat dan maligi. Untuk urusan logistik berada di bawah komando mandra budaya. <br><br>Bregada prawira taruni merupakan prajurit Ratu Kidul yang tergolong muda. Bertugas merawat istana Soko Domas Bale Kencono. Tempat tinggal Ratu Kidul sehari hari. Makanan ketan biru siap tersaji. Kain hijau lembayung tersedia rapi. <br><br>Golongan prajurit yang berhubungan dengan keperluan Kanjeng Ratu Kidul diurusi oleh prajurit Dorokenya. Bregada Dorokenya merupakan kelompok prajurit yang bertugas mengawal Kanjeng Ratu Kidul saat bercengkrama. Kunjungan <br><br>Jayengestri merupakan prajurit Ratu Kidul yang berhubungan dengan tata cara adat. Kanjeng Ratu Kidul mengadakan upacara ritual. Bersama prajurit di kraton pantai selatan tata cara diselenggarakan pada saat madya candra. Yakni tepat pada pertengahan bulan Suro. <br><br>Suro wani, karto gawe. Berarti wani ing gawe. Untuk memudahkan segala pekerjaan, maka, Kraton Surakarta selalu sowan ke istana Soko Domas Bale Kencono. Sejak tanggal 2 Juli 2026 siang dimulai dengan upacara wilujengan di kompleks pajimatan Sultan Agung. <br><br>Abdi dalem putra berbusana beskap, blangkon, sabuk walaupun, samir, stagen. Abdi dalem putri mengenakan busana kemben. Sekar melathi rinonce dibawa di atas beri. Gandane arum sumerbak nganan ngering. <br><br>Puji pangastuti, puja pangastawa. Tata cara pisowanan di laut selatan dilakukan oleh Kraton Surakarta. Terjadi pada hari Kemis Kliwon malem Jumat Legi, 2 Juli 2026 pukul 19.30. Bertempat di Pantai Parangkusumo, samudra selatan.<br><br>Kerajaan Mataram berdiri pada tahun 1575. Panembahan Senapati dibantu oleh Kanjeng Ratu Kidul. Penguasa pantai selatan bernama Kanjeng Ratu Kidul. Karaton Surakarta Hadiningrat menyebut dengan gelar kehormatan Kanjeng Ratu Kencono Hadisari. Abdi dalem menamakan Ratu Kencono Sari. Masyarakat umum lebih kenal dengan nama Ratu Kidul. <br><br>Istana Kanjeng Ratu Kidul disebut Soko Domas Bale Kencono. Terletak di bawah dasar lautan. <br>Istana Ratu Kidul terkenal cemerlang, indah nan permai. Terbuat dari emas intan permata berlian mutiara. Berwarna warni serba berkilauan. Sumunar terang madhangi jagad. <br><br>Pengageng Sasana Wilapa Kraton Surakarta memimpin jalannya ritual. GKR Dra Koes Moertiyah Wandansari M.Pd bersama dengan sentana dan abdi dalem. Lenggah saluku tunggal, mengheningkan cipta. Abdi dalem berasal dari Jombang, Nganjuk, Kediri, Boyolali, Karanganyar, Klaten, Sukoharjo dan warga negara Jepang. Melu nindakake gawa gawe. Lila lan legawa kanggo mulyaning negara. <br><br>Ngobong dupa mangalat alat. Samudra Selatan dengan gelombang gulung gemulung. Ombak besar silih berganti. Saat kerabat Kraton Surakarta ngeningke cipto, saknaliko ombak lerem adhem, luruh sajak pakewuh. Gelombang seketika kembali tenang. <br><br>Meditasi membawa energi. Cipta pikiran menuju Soko Domas Bale Kencono. Tiba tiba tampak indahnya istana Ratu Kidul. Dupa kumelun seolah olah menuntun ke istana dalam samudra. Cahaya biru, ungu kuning keemasan, merah delima bersorot dari istana Soko Domas Bale Kencono. Prajurit Kanjeng Ratu Kidul  berbaris rapi. Dengan seragam serba ijo lembayung. Mereka disebut barisan Nyai Roro Kidul. Prajurit putri yang cantik celita, bak widodari Kayangan. <br><br>Mustikane putri, tetunggule widodari. Bidadari bawahan Ratu Kidul pintar main musik. Terompet, tambur, suling, ggong, bendhe, beri, puksur. Barisan musik berkumandang terdengar sampai awang awang. Kalamun cinandra pan yayah maesa kurda. Bregada Ratu Kidul rapi edi peni. <br><br>Tiap hari Selasa Kliwon Karaton Surakarta Hadiningrat menerima kedatangan Kanjeng Ratu Kidul. Sinuwun menyambut di Panggung Sangga Buwana. Dengan suara lampor bergemuruh tanda Ratu Kidul rawuh. Bedhaya  Ketawang mengikuti selama Kanjeng Ratu Kidul datang di Kraton Surakarta. Lamanya sekitar 2 jam. Tari Bedhaya Ketawang sungguh sakral. Bermakna kultural spiritual. Gamelan mengiringi dengan irama mengalun. Suara waranggana mendayu dayu seakan akan memberi penghormatan kepada Ratu Kencono Hadisari. <br><br>Suguhan Ratu Kidul adalah ketan biru. Berasa gurih enak. Dibagi setelah tata cara ritual. Abdi dalem bedhaya ndherek dhawuh. Tugas mereka adalah melayani ratu pantai selatan. Abdi dalem Bedhaya sudah mengabdi sejak jaman Panembahan Senapati. <br><br>Raja Mataram terus melestarikan adat istiadat. Kraton Surakarta sebagai pewaris Kraton Mataram tentu melakukan upacara sesuai dengan paugeran. Sinuwun Paku Buwono XIV mengutus sentana dan Abdi dalem agar  sowan ke istana Soko Domas Bale Kencono. Umbul rontek kakandha dan bendera memberi sambutan hangat. Sajen jangkep genep genah telah terarah. Murih padhanging sasmita. Hidup raja Mataram penuh makna. Prajurit jayengestri terkenal lincah trampil rikat trengginas. <br><br>B. <br>Gladhen Keprajuritan<br><br>Latihan dasar keprajuritan istana Soko Domas Bale Kencono dilakukan dengan disiplin. Musik terdiri dari bendhe beri, gubar gurnang, puksur tambur, suling daludag, selompret. Gladhen keprajuritan dipimpin oleh Nyai Roro Peni. Prajurit senior berpengalaman mengajar teori dan praktik militer. <br><br>Kanjeng Ratu Kidul amat perhatian pada aspek pendidikan. Istana penguasa pantai selatan selalu sigrak gumyak jenak penak enak grapyak semanak. Kanjeng Ratu Kidul narendra gung binathara mbahu dhendha nyakrawati. <br><br>Prajurit Ratu Kidul senantiasa membantu kerajaan Mataram. Pada tahun 1601 kekuasaan Mataram dipegang oleh Sinuwun Prabu Hadi Hanyokrowati. Ratu Kidul berhubungan baik. Wilujengan tiap hari Selasa Kliwon rutin dilakukan dengan teliti dan rapi. Kejayaan Mataram sampai bisa membangun istana cabang Jayakarta. Kelak istana ini pada tahun 1607 bernama Astana Betawi. <br><br>Bala tentara Ratu Kidul hadir tiap kraton Mataram punya hajad. Sultan Agung memerintah Mataram tahun 1613 - 1645. Persembahan Ratu Kidul dengan membaca Syahadat Kures. Serat Sastra Gendhing untuk keselarasan sosial. Serat Pangracutan untuk memahami sangkan paraning dumadi. Serat Nitip raja untuk mewujudkan manunggaling kawula gusti. <br><br>Panyutra merupakan prajurit Ratu Kidul yang bertugas mengawal acara ritual. Misalnya membantu upacara grebeg sekaten Mataram. Sinuwun Amangkurat Agung raja ber budi bawa laksana. Memerintah tahun 1645 - 1677. Persembahan buat Ratu Kidul dengan membangun kedhaton Plered. Lantas kedhaton pamase di Lesmana Ajibarang. Tiap akhir bulan Suro dilakukan aktivitas tapa ngeli di sepanjang Kali Serayu, Sir Rahayu. Yakni ayu hayu rahayu sagung dumadi. <br><br>Bregada tanantaka rini merupakan prajurit Ratu Kidul dalam upacara kenegaraan. Contoh membantu pindahan ibukota Mataram dari Plered ke Kartasura.  Sri Susuhunan Amangkurat Amral atau Sinuwun Kartasura raja bijak bestari. Ber bandha ber bandhu. Persembahan buat Ratu Kidul dengan siram jamas di umbul Cakra Pengging. Tiap awal bulan Suro Sinuwun Amangkurat Amral wilujengan di Selo Merapi Merbabu. Memerintah tahun 1677 -  1703 di ibukota Mataram Kartasura. <br><br>Bala tentara Ratu Kidul terlibat aktif dalam pengamanan tahun Muharram. Misalnya ritual Suro pada masa pemerintahan Sinuwun Paku Buwono III dengan ruwatan. Kanjeng Ratu Kidul hadir untuk ngestreni tata cara. Selama tahun 1749 - 1788 Kraton Surakarta Hadiningrat melakukan ruwatan anak sukerta. Selaku dalang disuruh keturunan Dalang Panjang Mas. Paku Buwono III ahli perdamaian dunia yang mahir cipta sastra budaya. <br><br>Wadya bala Ratu Kidul merupakan tentara wanita profesional. Misalnya dalam acara caos buat Kanjeng Ratu Kidul dilakukan Sinuwun Paku Buwono V pada tahun 1820. Hadir pula undangan Napoleon Bonaparte. Datang dari negeri Perancis untuk ngalap berkah pada Kanjeng Ratu Kidul. Kebetulan Napoleon Bonaparte adalah sahabat karib Paku Buwono III. Jamuan makan malam dengan pentas wayang wong lakon Begawan Ciptowening. Napoleon Bonaparte puas dan bahagia. Kayungyun marang pepoyaning kautaman. <br><br>Prajurit Mataram bekerja sama dengan prajurit Soko Domas Bale Kencono. Misalnya dalam pengamanan upacara kraton Mataram. Bermula dari gladhak, kori pamurakan, alun alun lor hingga magangan kidul selalu ramai prajurit. Ratu Kidul punya wadya bala yang tertata. Siap menjaga laut selatan. Samudera raya yang luas tanpa batas. Angelangut bebasan tanpa tepi. Katungkul ngumbar gagasan. <br><br><br>Jumat Legi, <br>4 Juli 2026.<br><a href="https://www.halomedan.com/tag/purwadi/" target="_blank">Purwadi</a>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_2882_Prajurit-Ratu-Kidul.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/wisata/66188/prajurit-ratu-kidul/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">FORSOMAKAR Desak Kadis Perindag ESDM  Tindak Tegas Tambang Galian C Ilegal Di Sumut Tanpa Pandang Bulu</guid>
            <pubDate>Fri, 03 Jul 2026 15:08:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[FORSOMAKAR Desak Kadis Perindag ESDM  Tindak Tegas Tambang Galian C Ilegal Di Sumut Tanpa Pandang Bulu]]></title>
            <description><![CDATA[FORSOMAKAR Desak Kadis Perindag ESDM  Tindak Tegas Tambang Galian C Ilegal Di Sumut Tanpa Pandang Bulu]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan &ndash; Forum Solidaritas Mahasiswa untuk Kedaulatan Rakyat Sumatera Utara (FORSOMAKAR) mendesak aparat penegak hukum dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mengambil langkah tegas terhadap aktivitas pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) atau galian C ilegal yang masih beroperasi di berbagai daerah di Sumatera Utara tanpa pandang bulu.<br><br>Ketua FORSOMAKAR, Lian D.L. Siregar, menantang Kapolda Sumatera Utara dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumut agar membuktikan komitmen dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu terhadap seluruh pelaku pertambangan ilegal.<br><br>Menurutnya, maraknya aktivitas tambang tanpa izin tidak cukup hanya disikapi melalui inspeksi lapangan atau teguran administratif. Setiap dugaan pelanggaran yang ditemukan harus ditindaklanjuti melalui proses hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.<br><br>"Jangan sampai hukum hanya tajam kepada masyarakat kecil, tetapi tumpul terhadap pelaku usaha yang melakukan pelanggaran. Negara harus hadir memberikan kepastian hukum sekaligus melindungi lingkungan dan masyarakat," tegas Lian dalam keterangannya, Jumat (3/7).<br><br>FORSOMAKAR menegaskan bahwa penegakan hukum harus mengacu pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), termasuk ketentuan pidana terhadap setiap pihak yang melakukan kegiatan pertambangan tanpa izin, serta peraturan daerah yang mengatur penyelenggaraan usaha pertambangan MBLB di Sumatera Utara.<br><br>Lian menilai aktivitas pertambangan ilegal telah menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari kerusakan lingkungan, potensi hilangnya penerimaan negara dan daerah, hingga ancaman terhadap keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pertambangan.<br><br>Karena itu, FORSOMAKAR meminta seluruh aktivitas pertambangan yang tidak memiliki izin, beroperasi di luar wilayah izin, maupun belum memenuhi persyaratan teknis dan dokumen lingkungan agar segera dihentikan serta diproses sesuai hukum yang berlaku.<br><br>Selain penindakan, FORSOMAKAR juga mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama aparat penegak hukum membuka informasi kepada publik mengenai perusahaan-perusahaan yang telah diperiksa, jenis pelanggaran yang ditemukan, serta perkembangan proses hukum yang sedang berjalan.<br><br>Menurut Lian, transparansi tersebut penting untuk membangun kepercayaan masyarakat bahwa penegakan hukum dilakukan secara profesional, adil, dan tidak tebang pilih.<br><br>FORSOMAKAR menegaskan akan terus mengawal persoalan pertambangan MBLB atau galian C ilegal di Sumatera Utara. Apabila tidak ada langkah konkret dari pemerintah maupun aparat penegak hukum, organisasi tersebut menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa secara berkelanjutan di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Dinas Perindag ESDM Sumut, Polda Sumut, serta instansi terkait lainnya.<br><br>"Kami tidak menolak investasi, tetapi kami menolak praktik pertambangan ilegal yang merusak lingkungan dan mengabaikan hukum. Tegakkan Undang-Undang Minerba, jalankan seluruh peraturan yang berlaku, proses seluruh pelaku secara hukum, dan buktikan bahwa hukum benar-benar berlaku sama bagi siapa pun di Sumatera Utara," tutup Lian.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_6381_FORSOMAKAR-Desak-Kadis-Perindag-ESDM--Tindak-Tegas-Tambang-Galian-C-Ilegal-Di-Sumut-Tanpa-Pandang-Bulu.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66187/forsomakar-desak-kadis-perindag-esdm-tindak-tegas-tambang-galian-c-ilegal-di-sumut-tanpa-pandang-bulu/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">OTT KPK di Sumut: Tujuh Orang Diamankan, Bupati Langkat Diboyong ke Jakarta</guid>
            <pubDate>Fri, 03 Jul 2026 14:19:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[OTT KPK di Sumut: Tujuh Orang Diamankan, Bupati Langkat Diboyong ke Jakarta]]></title>
            <description><![CDATA[OTT KPK di Sumut Tujuh Orang Diamankan, Bupati Langkat Diboyong ke Jakarta]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan &ndash; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan tujuh orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Sumatera Utara yang diduga berkaitan dengan praktik suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat. Salah satu pihak yang diamankan adalah Bupati Langkat, Syah Afandin, yang pada Jumat (3/7/2026) siang dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.<br><br>Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa operasi tersebut menyasar dugaan suap dalam pelaksanaan proyek di Dinas Pendidikan serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat.<br><br>"Dalam kegiatan OTT ini, KPK mengamankan tujuh orang, terdiri dari seorang kepala daerah, satu aparatur sipil negara (ASN), dan lima orang dari pihak swasta," ujar Budi Prasetyo dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).<br><br>Menurut KPK, penangkapan dilakukan di beberapa lokasi berbeda, yakni di Kabupaten Langkat, Kota Binjai, dan Kota Medan. Syah Afandin diamankan di kediamannya di Kota Medan sebelum diterbangkan ke Jakarta.<br><br>Budi menegaskan, seluruh pihak yang diamankan saat ini masih berstatus sebagai pihak yang diperiksa. KPK memiliki waktu maksimal 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum mereka, termasuk kemungkinan penetapan sebagai tersangka.<br><br>Selain mengamankan para pihak, tim penyidik KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga merupakan bagian dari fee proyek.<br><br>"Tim juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga merupakan bagian dari fee proyek yang diberikan pihak swasta kepada bupati," kata Budi.<br><br>KPK saat ini masih mendalami asal-usul uang tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya aliran dana atau penerimaan lain yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi tersebut.<br><br>Perkembangan perkara ini masih terus berlangsung. KPK dijadwalkan akan menyampaikan hasil gelar perkara beserta penetapan status hukum para pihak setelah proses pemeriksaan awal selesai dilakukan di Jakarta.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_3923_OTT-KPK-di-Sumut--Tujuh-Orang-Diamankan--Bupati-Langkat-Diboyong-ke-Jakarta.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66186/ott-kpk-di-sumut-tujuh-orang-diamankan-bupati-langkat-diboyong-ke-jakarta/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pewarta Polrestabes Medan Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Program Jumat Barokah</guid>
            <pubDate>Fri, 03 Jul 2026 13:35:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pewarta Polrestabes Medan Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Program Jumat Barokah]]></title>
            <description><![CDATA[ Medan halomedan.com Persatuan Wartawan (Pewarta) Polrestabes Medan kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama melalui program ruti]]></description>
            <content><![CDATA[ <b><a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> |<a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> -</p>Persatuan Wartawan (<a href="https://www.halomedan.com/tag/pewarta/" target="_blank">Pewarta</a>) <a href="https://www.halomedan.com/tag/polrestabes/" target="_blank">Polrestabes</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama melalui program rutin <a href="https://www.halomedan.com/tag/jumat/" target="_blank">Jumat</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/barokah/" target="_blank">Barokah</a> yang digelar di Sekretariat <a href="https://www.halomedan.com/tag/pewarta/" target="_blank">Pewarta</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/polrestabes/" target="_blank">Polrestabes</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>, Jalan Bromo, Lorong Karya, Kecamatan <a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> Area, <a href="https://www.halomedan.com/tag/jumat/" target="_blank">Jumat</a> (3/7/2026).<br><br>Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung oleh Ketua <a href="https://www.halomedan.com/tag/pewarta/" target="_blank">Pewarta</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/polrestabes/" target="_blank">Polrestabes</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>, Chairum Lubis, SH, bersama jajaran pengurus dan anggota. Dalam kegiatan itu, bantuan berupa beras disalurkan kepada anggota <a href="https://www.halomedan.com/tag/pewarta/" target="_blank">Pewarta</a> serta masyarakat yang membutuhkan.<br><br>Chairum Lubis mengatakan, program <a href="https://www.halomedan.com/tag/jumat/" target="_blank">Jumat</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/barokah/" target="_blank">Barokah</a> merupakan agenda rutin organisasi yang bertujuan menumbuhkan semangat berbagi sekaligus mempererat rasa persaudaraan di antara sesama anggota dan masyarakat.<br><br>Menurutnya, sekecil apa pun bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban penerima, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih dirasakan cukup berat oleh sebagian masyarakat.<br><br>Ia menegaskan bahwa kegiatan sosial tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepedulian organisasi, tetapi juga sebagai wujud nyata kehadiran <a href="https://www.halomedan.com/tag/pewarta/" target="_blank">Pewarta</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/polrestabes/" target="_blank">Polrestabes</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> di tengah masyarakat.<br><br>Selain memberikan bantuan, kegiatan itu juga menjadi ajang silaturahmi antara pengurus, anggota, dan warga sekitar. Suasana penuh keakraban tampak mewarnai jalannya kegiatan sejak awal hingga selesai.<br><br>Para penerima bantuan mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh <a href="https://www.halomedan.com/tag/pewarta/" target="_blank">Pewarta</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/polrestabes/" target="_blank">Polrestabes</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>. Mereka berharap program seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.<br><br>Chairum Lubis turut mengajak seluruh anggota <a href="https://www.halomedan.com/tag/pewarta/" target="_blank">Pewarta</a> agar terus menumbuhkan rasa empati dan semangat gotong royong dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.<br><br>Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program <a href="https://www.halomedan.com/tag/jumat/" target="_blank">Jumat</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/barokah/" target="_blank">Barokah</a>, sehingga kegiatan sosial tersebut dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat nyata.<br><br>Melalui program <a href="https://www.halomedan.com/tag/jumat/" target="_blank">Jumat</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/barokah/" target="_blank">Barokah</a> yang dilaksanakan secara berkesinambungan, <a href="https://www.halomedan.com/tag/pewarta/" target="_blank">Pewarta</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/polrestabes/" target="_blank">Polrestabes</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> berharap dapat terus menebarkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta memperkuat hubungan harmonis antara insan pers dan masyarakat.(W02)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_5781_Pewarta-Polrestabes-Medan-Perkuat-Kepedulian-Sosial-Melalui-Program-Jumat-Barokah.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/kota/66185/pewarta-polrestabes-medan-perkuat-kepedulian-sosial-melalui-program-jumat-barokah/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>