<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.halomedan.com/</link>
        <description>Halo Medan | Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Fri, 30 Oct 2026 19:36:51 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Garuda Mini Ukir Sejarah, Targetkan Prestasi Tertinggi di Piala Dunia Turki</guid>
            <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 19:03:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Garuda Mini Ukir Sejarah, Targetkan Prestasi Tertinggi di Piala Dunia Turki]]></title>
            <description><![CDATA[Garuda Mini Ukir Sejarah, Targetkan Prestasi Tertinggi di Piala Dunia Turki]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>JAKARTA &mdash; Tim nasional sepak bola mini Indonesia tidak ingin menjadikan keikutsertaan pertama di Piala Dunia sekadar pengalaman internasional. Skuad Garuda Mini justru membawa ambisi besar untuk bersaing memperebutkan gelar juara dalam ajang IMF World Cup Minifootball Antalya 2026 di Turki, 1&ndash;6 November 2026.<br><br>Ambisi tersebut ditegaskan Ketua Umum Komite Sepak <a href="https://www.halomedan.com/tag/bola/" target="_blank">Bola</a> Mini Indonesia (KSMI) Yan Mulia Abidin saat memberikan pengarahan kepada pemain, pelatih, dan ofisial tim di Jakarta, Jumat (30/10/2026). Dalam kesempatan itu, Yan juga melepas keberangkatan tim yang akan mencatat sejarah sebagai wakil pertama Indonesia di kejuaraan dunia sepak bola mini.<br><br>Pengarahan tersebut dihadiri jajaran Pengurus Pusat KSMI, antara lain Plt. Sekretaris Jenderal Adhannie Anggoro, serta Wakil Ketua Umum Bidang Media dan Teknologi Tundra Meliala.<br><br>Yan menyebut keikutsertaan Indonesia dalam turnamen dunia itu sebagai tonggak penting perjalanan sepak bola mini nasional. Setelah melalui proses pembinaan dan pengembangan organisasi, Indonesia akhirnya mendapat kesempatan menguji kemampuan di tengah persaingan negara-negara yang lebih dahulu membangun tradisi sepak bola mini.<br><br>Menurut Yan, status sebagai tim debutan tidak boleh membuat para pemain merasa rendah diri. Sebaliknya, kesempatan tersebut harus menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa sepak bola mini Indonesia memiliki kualitas dan daya saing di tingkat internasional.<br><br>"Kita datang sebagai debutan dan pendatang baru. Namun, kita tidak datang untuk sekadar numpang lewat. Saya ingin kalian berangkat dengan target, bukan dengan beban," ujar Yan.<br><br>Ia meminta seluruh pemain mengerahkan kemampuan terbaik sepanjang pertandingan. Disiplin, konsentrasi, dan keberanian mengambil keputusan dinilai menjadi modal penting untuk menghadapi lawan-lawan yang memiliki pengalaman lebih panjang di kompetisi dunia.<br><br>Yan mengingatkan bahwa mereka tidak hanya membawa nama organisasi, tetapi juga kehormatan bangsa. Setiap penampilan di lapangan akan menjadi representasi Indonesia di hadapan masyarakat sepak bola internasional.<br><br>Karena itu, ia menitipkan tiga hal kepada seluruh anggota tim. Pertama, menjaga disiplin dan kekompakan. Dalam sepak bola mini, yang dimainkan dengan enam pemain di lapangan, koordinasi dan kesatuan pemikiran menjadi faktor penting. Kepentingan tim harus ditempatkan di atas ambisi individual.<br><br>Kedua, memperlihatkan karakter bangsa Indonesia melalui sportivitas, sikap saling menghormati, dan semangat pantang menyerah. Yan menginginkan para pemain tetap menjunjung tinggi nilai fair play, tetapi memiliki daya juang kuat hingga pertandingan berakhir.<br><br>Ketiga, menikmati setiap pertandingan sekaligus membuktikan hasil pembinaan sepak bola mini nasional. Keikutsertaan di Antalya diharapkan menjadi ujian nyata terhadap kemampuan pemain, pelatih, serta sistem pembinaan yang selama ini dibangun KSMI.<br><br>Bagi Indonesia, kejuaraan di Turki bukan hanya agenda pertandingan internasional. Debut tersebut juga menjadi kesempatan memperkenalkan potensi sepak bola mini nasional sekaligus membuka jalan bagi peningkatan prestasi pada kompetisi berikutnya.<br><br>Dengan membawa semangat Merah Putih, Timnas Sepak <a href="https://www.halomedan.com/tag/bola/" target="_blank">Bola</a> Mini Indonesia kini bersiap menghadapi tantangan pertamanya di Piala Dunia. Debut di Antalya menjadi awal perjalanan yang diharapkan tidak berhenti pada keikutsertaan, tetapi berkembang menjadi prestasi yang mengangkat sepak bola mini Indonesia di pentas internasional.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_3990_Garuda-Mini-Ukir-Sejarah--Targetkan-Prestasi-Tertinggi-di-Piala-Dunia-Turki.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67167/garuda-mini-ukir-sejarah-targetkan-prestasi-tertinggi-di-piala-dunia-turki/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">CEO SUMUT24 GROUP Sampaikan Ucapan Selamat kepada Prof. Dr. Muhammad Arifin Nasution atas Pencapaian Guru Besar USU</guid>
            <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 14:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[CEO SUMUT24 GROUP Sampaikan Ucapan Selamat kepada Prof. Dr. Muhammad Arifin Nasution atas Pencapaian Guru Besar USU]]></title>
            <description><![CDATA[CEO SUMUT24 GROUP Sampaikan Ucapan Selamat kepada Prof. Dr. Muhammad Arifin Nasution atas Pencapaian Guru Besar USU]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>MEDAN &ndash; Kabar membanggakan datang dari lingkungan akademisi Universitas Sumatera Utara (USU). Prof. Dr. Muhammad Arifin Nasution, S.Sos., M.SP., yang menjabat sebagai Wakil Rektor II USU Bidang Sumber Daya Manusia, Keuangan, dan Sistem Informasi, berhasil meraih pencapaian sebagai Guru Besar.<br><br>Atas pencapaian tersebut, CEO SUMUT24 GROUP, Rianto, SH., MH., menyampaikan ucapan selamat dan sukses serta apresiasi atas prestasi akademik yang diraih Prof. Dr. Muhammad Arifin Nasution.<br><br>Menurut Anto Genk sapaan yang juga Ketua JMSI Sumut, pencapaian gelar Guru Besar merupakan sebuah prestasi yang patut dibanggakan. Hal ini sekaligus menjadi bukti dedikasi, konsistensi, dan pengabdian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan serta dunia pendidikan tinggi.<br><br>"Atas nama keluarga besar SUMUT24 GROUP, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Muhammad Arifin Nasution atas pencapaian sebagai Guru Besar. Ini merupakan prestasi yang membanggakan, tidak hanya bagi pribadi beliau, tetapi juga bagi Universitas Sumatera Utara dan masyarakat Sumatera Utara," ujar Rianto.<br><br>Ia berharap, pencapaian tersebut semakin memperkuat kontribusi Prof. Arifin Nasution dalam memajukan dunia pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta melahirkan berbagai gagasan dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.<br><br>Rianto juga menilai bahwa kehadiran para akademisi yang memiliki kompetensi dan integritas merupakan bagian penting dalam mendorong kemajuan pendidikan serta pembangunan bangsa.<br><br>"Semoga amanah sebagai Guru Besar semakin memotivasi beliau untuk terus berkarya, menginspirasi generasi muda, dan memberikan sumbangsih terbaik bagi kemajuan pendidikan Indonesia," tambahnya.<br><br>Di akhir pernyataannya, Rianto kembali menyampaikan apresiasi dan doa terbaik atas pencapaian tersebut.<br>"Selamat dan sukses Prof. Dr. Muhammad Arifin Nasution. Teruslah menjadi inspirasi dan kebanggaan bagi dunia akademik serta Sumatera Utara," tutup Rianto.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_9020_CEO-SUMUT24-GROUP-Sampaikan-Ucapan-Selamat-kepada-Prof--Dr--Muhammad-Arifin-Nasution-atas-Pencapaian-Guru-Besar-USU.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67166/ceo-sumut24-group-sampaikan-ucapan-selamat-kepada-prof-dr-muhammad-arifin-nasution-atas-pencapaian-guru-besar-usu/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">BAKOPAM SUMUT GELAR JUMAT BERKAH, IBNU HAJAR SE AJAK DERMAWAN PEDULI SESAMA</guid>
            <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 12:19:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[BAKOPAM SUMUT GELAR JUMAT BERKAH, IBNU HAJAR SE AJAK DERMAWAN PEDULI SESAMA]]></title>
            <description><![CDATA[BAKOPAM SUMUT GELAR JUMAT BERKAH, IBNU HAJAR SE AJAK DERMAWAN PEDULI SESAMA]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MEDAN &ndash; Badan Koordinasi Pemuda Muslim (BAKOPAM) Sumatera Utara kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk Jumat Berkah dengan membagikan paket sembako kepada masyarakat, Jumat (30/10/2026).<br><br>Kegiatan sosial tersebut menyasar masyarakat di kawasan Medan Maimun, Medan Area, dan Medan Kota. Pembagian paket sembako ini merupakan wujud kepedulian BAKOPAM Sumut terhadap masyarakat yang membutuhkan.<br><br>Ketua BAKOPAM Sumut, Ibnu Hajar, SE, melalui kegiatan tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.<br><br>Menurutnya, kegiatan Jumat Berkah diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mempererat tali silaturahmi.<br><br>BAKOPAM Sumut juga membuka kesempatan bagi bapak, ibu, para donatur, dan dermawan yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut. Bantuan dapat berupa paket sembako maupun bentuk bantuan lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat.<br><br>Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan donasi, bantuan dapat dikirimkan melalui rekening berikut:<br><br>1. BANK SUMUT<br>Nomor rekening: 11102040195610<br>Atas nama: BAKOPAM SUMATERA UTARA<br><br>2. BANK MANDIRI<br>Nomor rekening: 1060009796502<br>Atas nama: IBNU HAJAR<br><br>BAKOPAM Sumut menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur dan dermawan yang telah mendukung kegiatan sosial tersebut.<br><br>Diharapkan, semangat berbagi melalui Jumat Berkah dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan.<br><br>Semoga berkah dan bermanfaat bagi sesama. Aamiin.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_6111_BAKOPAM-SUMUT-GELAR-JUMAT-BERKAH--IBNU-HAJAR-SE-AJAK-DERMAWAN-PEDULI-SESAMA.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67165/bakopam-sumut-gelar-jumat-berkah-ibnu-hajar-se-ajak-dermawan-peduli-sesama/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Legenda Kuntilanak Indonesia Bertemu Ritual Pengusiran Setan Zhong Kui dari Taiwan! Kolaborasi Pemain Indonesia dan Taiwan</guid>
            <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 11:25:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Legenda Kuntilanak Indonesia Bertemu Ritual Pengusiran Setan Zhong Kui dari Taiwan! Kolaborasi Pemain Indonesia dan Taiwan]]></title>
            <description><![CDATA[Legenda Kuntilanak Indonesia Bertemu Ritual Pengusiran Setan Zhong Kui dari Taiwan! Kolaborasi Pemain Indonesia dan Taiwan]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Jakarta - Film horor asal Taiwan, The Rope Curse 4: Kuntilanak, siap tayang di bioskop Indonesia pada 23 Oktober 2026! Film ini untuk pertama kalinya memadukan tradisi ritual pengusiran roh jahat Zhong Kui dari kuil-kuil Taiwan dengan legenda hantu perempuan Kuntilanak yang sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia. Tak hanya melakukan syuting langsung di Indonesia, film ini juga menghadirkan aktor ternama Indonesia Ferry <a href="https://www.halomedan.com/tag/salim/" target="_blank">Salim</a> dan kreator konten populer Andovi da Lopez.<br><br>Sejak dirilis di Taiwan, film ini telah meraih pendapatan box office lebih dari NT$81 juta (sekitar Rp44,8 miliar), sekaligus mencetak rekor sebagai film terlaris sepanjang waralaba The Rope Curse. Kesuksesan tersebut semakin menambah daya tarik kolaborasi horor lintas negara ini.<br><br>Menjelang penayangannya di Indonesia, gala premiere The Rope Curse 4: Kuntilanak digelar meriah pada malam 19 Oktober 2026 di studio SCREENX CGV, Jakarta. Ferry <a href="https://www.halomedan.com/tag/salim/" target="_blank">Salim</a> dan Andovi da Lopez hadir bersama produser asal Taiwan Jeff Tsou, sutradara Liao Shih-Han, serta para pemain Wilson Hsu, Hangee Liu, dan Travis Hu. Mereka bertemu langsung dengan penonton Indonesia untuk memperkenalkan film yang memadukan budaya horor dari kedua negara.<br><br>Jeff Tsou mengungkapkan kegembiraannya, "Ini adalah film horor eksorsisme Taiwan pertama yang melakukan syuting sekaligus tayang di Indonesia. Saya sangat antusias dan berterima kasih atas sambutan hangat serta dukungan semua orang!"<br><br>Sementara itu, Liao Shih-Han mengaku merasa antusias sekaligus gugup karena film ini menggabungkan budaya Zhong Kui dari kuil-kuil Taiwan dengan legenda Kuntilanak Indonesia. Ia berharap perpaduan kedua budaya tersebut dapat diterima dan disukai oleh penonton Indonesia.<br><br>*Ferry <a href="https://www.halomedan.com/tag/salim/" target="_blank">Salim</a> dan Andovi da Lopez Meriahkan Gala Premiere, Para Pemain Indonesia dan Taiwan Saling Unjuk Kemampuan Bahasa*<br><br>Salah satu momen paling mengejutkan dalam gala premiere terjadi ketika aktor Taiwan Wilson Hsu memperkenalkan diri dengan bahasa Indonesia yang begitu fasih. Penonton langsung menyambutnya dengan sorakan meriah, bahkan Andovi da Lopez sampai terkejut dan berseru, "Fasih banget! Kamu sebenarnya orang Indonesia, ya?"<br><br>Tak mau melewatkan kesempatan tersebut, Ferry <a href="https://www.halomedan.com/tag/salim/" target="_blank">Salim</a> langsung mengajak Wilson Hsu menyanyikan lagu anak-anak Indonesia "Sayang Semuanya" bersama-sama. Lagu yang akrab di telinga masyarakat Indonesia itu membuat suasana acara semakin meriah.<br><br>Wilson Hsu mengungkapkan bahwa ia sengaja meluangkan waktu dua hari untuk berlatih memperkenalkan diri dalam bahasa Indonesia menjelang gala premiere. Ia juga kembali menghafalkan lagu anak-anak Indonesia yang pernah dipelajarinya selama proses syuting.<br><br>Wilson kemudian memberikan kejutan lain dengan memperagakan kembali mantra pengusiran setan dari film, lengkap dengan gerakan ritual yang penuh tenaga. Penampilannya mendapat tepuk tangan meriah, bahkan penerjemah bahasa Indonesia yang mendampingi acara sampai mengangkat kedua tangan sambil tertawa.<br><br>"Luar biasa! Mantra yang satu ini benar-benar tidak bisa saya terjemahkan. Saya menyerah!" ujarnya, membuat seluruh penonton tertawa.<br><br>Andovi da Lopez pun tak mau kalah. Ia menyapa penonton menggunakan bahasa Mandarin, lalu mengejutkan semua orang dengan menyanyikan lagu Mandarin populer "Liu Xing Yu" (流星雨) di atas panggung. Momen tersebut menjadi salah satu bentuk pertukaran budaya yang menghibur antara para pemain Indonesia dan Taiwan.<br><br>Sementara itu, Ferry <a href="https://www.halomedan.com/tag/salim/" target="_blank">Salim</a> secara khusus mengundang keluarga dan sahabatnya untuk menyaksikan film tersebut. Setelah menonton, keluarganya mengaku sangat terkesan dengan penampilan Ferry yang berbeda dari biasanya.<br><br>"Baru kali ini melihat Ferry dengan penampilan seperti ini. Keren banget!" ujar keluarganya.<br><br>*Adegan Pakai Masker Wajah Bikin Penonton Indonesia Tertawa, Travis Hu Nyanyikan "Nina Bobo"*<br><br>Selain interaksi seru antarpemain, sejumlah adegan dalam film juga meninggalkan kesan mendalam bagi penonton Indonesia.<br><br>Aktor Taiwan Hangee Liu, yang memerankan karakter A-Guai, mengungkapkan rasa harunya karena untuk pertama kalinya dapat menonton film yang dibintanginya bersama penonton Indonesia.<br><br>Saat adegan A-Guai selesai mandi, memakai masker wajah, lalu tiba-tiba bertemu hantu ditayangkan, penonton langsung tertawa terbahak-bahak. Respons tersebut membuat Hangee merasa sangat tersentuh sekaligus bangga karena unsur komedi dalam aktingnya ternyata dapat dinikmati meskipun terdapat perbedaan bahasa dan budaya.<br><br>Sementara itu, Travis Hu, yang memerankan putra seorang pekerja migran Indonesia dalam film, memberikan penampilan spesial dengan menyanyikan lagu pengantar tidur tradisional Indonesia "Nina Bobo" dalam sesi setelah pemutaran film.<br><br>Lagu yang juga muncul dalam cerita The Rope Curse 4: Kuntilanak tersebut menjadi salah satu elemen yang menghubungkan budaya Indonesia dan Taiwan dalam film ini.<br><br>*Kuntilanak Indonesia Berhadapan dengan Zhong Kui Taiwan, Film Raih Box Office Lebih dari NT$81 Juta (Sekitar Rp44,8 Miliar)*<br><br>Dikembangkan selama tiga tahun, The Rope Curse 4: Kuntilanak memadukan tradisi kepercayaan dan ritual kuil Taiwan, praktik pengusiran roh jahat Zhong Kui, serta legenda Kuntilanak yang sangat dikenal di Indonesia.<br><br>Dengan proses syuting yang juga dilakukan langsung di Indonesia, film ini menghadirkan unsur horor lintas budaya yang berbeda dari film-film sebelumnya dalam waralaba The Rope Curse.<br><br>Sejak tayang di Taiwan, film ini telah mengumpulkan pendapatan box office lebih dari NT$81 juta (sekitar Rp44,8 miliar), menjadikannya film dengan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah waralaba The Rope Curse.<br><br>Selain aktor Indonesia Ferry <a href="https://www.halomedan.com/tag/salim/" target="_blank">Salim</a> dan Andovi da Lopez, film ini juga dibintangi oleh Vera Chen, Wilson Hsu, Po Cheng Chen, Hangee Liu, dan Travis Hu.<br><br>The Rope Curse 4: Kuntilanak diproduksi dan dipasarkan oleh WOWing Entertainment Group, serta didistribusikan di Taiwan oleh Machi Xcelsior Studios. Film ini digarap oleh produser Jeff Tsou dan sutradara Liao Shih-Han bersama tim kreatif peraih penghargaan dari seri sebelumnya.<br><br>The Rope Curse 4: Kuntilanak resmi tayang di bioskop Indonesia pada 23 Oktober 2026. Film ini juga dijadwalkan tayang di Kamboja pada 29 Oktober dan Vietnam pada 11 November 2026, membawa kisah horor hasil kolaborasi Taiwan dan Indonesia kepada lebih banyak penonton di Asia.<br><br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_6122_Legenda-Kuntilanak-Indonesia-Bertemu-Ritual-Pengusiran-Setan-Zhong-Kui-dari-Taiwan--Kolaborasi-Pemain-Indonesia-dan-Taiwan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/seleb/67164/legenda-kuntilanak-indonesia-bertemu-ritual-pengusiran-setan-zhong-kui-dari-taiwan-kolaborasi-pemain-indonesia-dan-taiwan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ceo Sumut24 Group Anto Genk Mantu, Bella-Fahdi Menikah 31 Oktober, Tokoh Nasional dan Pimpinan Pers Dijadwalkan Akan Hadir</guid>
            <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 09:57:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ceo Sumut24 Group Anto Genk Mantu, Bella-Fahdi Menikah 31 Oktober, Tokoh Nasional dan Pimpinan Pers Dijadwalkan Akan Hadir]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN &ampndash Pernikahan ( Mantu, red ) putri sulung CEO Sumut24 Group sekaligus Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara,]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN &ndash; Pernikahan ( Mantu, red ) putri sulung CEO Sumut24 Group sekaligus Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Rianto, SH, MH,sapaan Anto Genk yakni Bella Olivia Putrisanni, S.Kom., dengan Fahdi Saidi Lubis, S.Kom., M.Kom., akan digelar Sabtu (31/10/2026) di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Medan.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/pesta/" target="_blank">Pesta</a> pernikahan yang dikemas dengan konsep megah dan elegan tersebut diperkirakan dihadiri hampir 1.000 undangan dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh nasional, pejabat pemerintahan, pimpinan organisasi, insan pers, akademisi, hingga tokoh masyarakat lintas etnis.<br><br>Momen bahagia ini bukan hanya menjadi peristiwa penting bagi kedua keluarga, tetapi juga diperkirakan menjadi ajang silaturahmi besar yang mempertemukan sejumlah tokoh dan sahabat dari berbagai daerah.<br><br>Bella merupakan putri sulung pasangan Rianto, SH, MH, dan Marlina Eliyanti, SE. Sementara Fahdi adalah putra pasangan dr. H. Asmin Lubis dan Hj. Arneny Abdullah.<br><br>Kedua mempelai akan memulai perjalanan baru dalam kehidupan rumah tangga setelah dipersatukan dalam ikatan pernikahan yang diharapkan membawa kebahagiaan dan keberkahan.<br><br>Perpaduan Budaya Jawa dan Mandailing</p><br>Hal menarik lainnya dalam pernikahan Bella dan Fahdi adalah perpaduan budaya Jawa dan Mandailing yang memiliki kekayaan tradisi serta nilai-nilai luhur dalam kehidupan keluarga.<br><br>Budaya Jawa dikenal dengan filosofi keselarasan, kesopanan, dan penghormatan kepada orang tua. Sementara budaya Mandailing memiliki ikatan kekerabatan yang kuat, salah satunya tercermin dalam falsafah Dalihan Na Tolu, yang mengajarkan pentingnya saling menghormati dan menjaga hubungan kekeluargaan.<br><br>Perpaduan kedua budaya ini menjadi simbol harmonisasi tradisi yang saling melengkapi. Bukan sekadar menghadirkan keindahan prosesi adat, tetapi juga mengandung pesan penting tentang bagaimana sebuah keluarga dibangun dengan menjunjung tinggi nilai budaya, persaudaraan, dan penghormatan kepada orang tua.<br><br>Sejumlah Tokoh Nasional Dijadwalkan Hadir<br><br>Dalam agenda akad nikah dan ijab kabul, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Dr. H. Dedi Batubara dijadwalkan menjadi saksi nikah.<br><br>Sejumlah tokoh nasional dan Sumatera Utara juga masuk dalam daftar undangan, diperkirakan akan hadir di antaranya anggota DPR RI Fraksi Golkar Andar Amin Harahap dan Musa Rajekshah, Prof Budi ( Ketum APTSI), Gubernur Sumatera Utara, para kepala daerah, Pangdam I/Bukit Barisan, serta Kapolda Sumatera Utara.</p><br>Dari kalangan pers, sejumlah pimpinan organisasi pers nasional juga dijadwalkan hadir. Di antaranya Ketua PWI Pusat Ahmad Munir, Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Januar Ruspita, serta Ketua JMSI Pusat Dr. Teguh Santosa.<br><br>Kehadiran para pimpinan organisasi pers tersebut diperkirakan menjadi momentum istimewa bagi insan pers untuk bersilaturahmi sekaligus mempererat hubungan antarsesama jurnalis dan pengelola perusahaan media.<br><br>Sejumlah pimpinan perguruan tinggi juga dijadwalkan akan menghadiri pesta pernikahan tersebut, di antaranya Rektor Universitas Sumatera Utara Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, SE., MM., serta Rektor Universitas Medan Area Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc.<br><br>Perpaduan kedua budaya ini menjadi simbol harmonisasi tradisi yang saling melengkapi. Bukan sekadar menghadirkan keindahan prosesi adat, tetapi juga mengandung pesan penting tentang bagaimana sebuah keluarga dibangun dengan menjunjung tinggi nilai budaya, persaudaraan, dan penghormatan kepada orang tua.<br><br>Sejumlah Tokoh Nasional Dijadwalkan Hadir<br><br>Dalam agenda akad nikah dan ijab kabul, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Dr. H. Dedi Batubara dijadwalkan menjadi saksi nikah.<br><br>Sejumlah tokoh nasional dan Sumatera Utara juga masuk dalam daftar undangan, di antaranya anggota DPR RI Fraksi Golkar Andar Amin Harahap dan Musa Rajekshah, Gubernur Sumatera Utara, para kepala daerah, Pangdam I/Bukit Barisan, serta Kapolda Sumatera Utara.</p><br>Dari kalangan pers, sejumlah pimpinan organisasi pers nasional juga dijadwalkan hadir. <br><br>Di antaranya Ketua PWI Pusat Ahmad Munir, Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Januar Ruspita, serta Ketua JMSI Pusat Dr. Teguh Santosa.<br><br>Kehadiran para pimpinan organisasi pers tersebut diperkirakan menjadi momentum istimewa bagi insan pers untuk bersilaturahmi sekaligus mempererat hubungan antarsesama jurnalis dan pengelola perusahaan media.<br><br>Sejumlah pimpinan perguruan tinggi juga dijadwalkan menghadiri pesta pernikahan tersebut, di antaranya Rektor Universitas Sumatera Utara Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, SE., MM., serta Rektor Universitas Medan Area Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc.<br><br>Tokoh organisasi kemasyarakatan dan berbagai elemen masyarakat lintas etnis juga diperkirakan turut meramaikan perhelatan tersebut.<br><br>Bukan Sekadar <a href="https://www.halomedan.com/tag/pesta/" target="_blank">Pesta</a>, tetapi Momentum Silaturahmi<br><br>Pernikahan Bella dan Fahdi menjadi gambaran bahwa sebuah pesta keluarga dapat menghadirkan makna yang lebih luas. Di tengah kesibukan dan aktivitas masing-masing, pertemuan seperti ini menjadi kesempatan untuk kembali menyapa sahabat lama, bertukar kabar, dan mempererat persaudaraan.<br><br>Bagi keluarga besar kedua mempelai, kehadiran para undangan tentu menjadi kebahagiaan tersendiri.<br><br> Setiap kedatangan membawa doa dan harapan agar Bella dan Fahdi dapat membangun rumah tangga yang harmonis, langgeng, dan penuh keberkahan.<br>Selamat menempuh hidup baru Bella Olivia Putrisanni dan Fahdi Saidi Lubis. <br><br>Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Red</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_6272_Ceo-Sumut24-Anto-Genk-Mantu--Bella-Fahdi-Menikah-31-Oktober--Tokoh-Nasional-dan-Pimpinan-Pers-Dijadwalkan-Akan-Hadir.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67163/ceo-sumut24-group-anto-genk-mantu-bellafahdi-menikah-31-oktober-tokoh-nasional-dan-pimpinan-pers-dijadwalkan-akan-hadir/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Safriadi Dipercayakan Pimpin KSMI Kota Lhokseumawe</guid>
            <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 09:49:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Safriadi Dipercayakan Pimpin KSMI Kota Lhokseumawe]]></title>
            <description><![CDATA[Safriadi Dipercayakan Pimpin KSMI Kota Lhokseumawe]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>LHOKSEUMAWE &ndash; Safriadi, S.STP., MSM., dipercayakan sebagai Ketua Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Kota Lhokseumawe dalam musyawarah dan rapat penyusunan kepengurusan yang berlangsung di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Lhokseumawe, Kamis (29/10/2026).<br><br>Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh pemegang mandat KSMI Kota Lhokseumawe, Mahyuddin Okib, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum (Sekum) KONI Kota Lhokseumawe.<br><br>Musyawarah perdana ini dibuka oleh Ketua KONI Kota Lhokseumawe, Mulyanto, S.Sos. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II KONI, Mahyuddin Okib selaku pemegang mandat, serta sejumlah insan olahraga dan tokoh terkait.<br><br>Dalam arahannya, Mulyanto,S.Sos menyampaikan bahwa kehadiran KSMI di Kota Lhokseumawe merupakan sesuatu yang telah dinantikan dan mendapat sambutan positif. Menurutnya, Sepakbola Mini Indonesia  merupakan olahraga yang semakin berkembang dan diminati, khususnya di kalangan generasi muda.<br><br>Ia berharap kepengurusan KSMI yang terbentuk dapat menjalankan roda organisasi secara profesional, membangun koordinasi yang baik, serta berperan aktif dalam memajukan sepak bola mini di Kota Lhokseumawe.<br><br>Musyawarah dan rapat penyusunan kepengurusan tersebut dipimpin oleh Dr. Hilmi, S.E., CBA., selaku Ketua Harian KONI Kota Lhokseumawe. Melalui musyawarah dan kesepakatan bersama, peserta menetapkan Safriadi, S.STP., MSM., sebagai Ketua KSMI Kota Lhokseumawe, didampingi Andry Pratama, S.STP., sebagai sekretaris.<br><br>Ketua terpilih, Safriadi, menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin KSMI Kota Lhokseumawe.<br><br>Ia juga mengharapkan dukungan, petunjuk, dan arahan dari Ketua KONI serta para senior dan tokoh olahraga agar kepengurusan KSMI ke depan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan organisasi.<br><br>Safriadi berharap KSMI Kota Lhokseumawe dapat berkembang secara optimal, menyusun program pembinaan yang berkelanjutan, serta menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang sepak bola mini.<br><br>Dengan terbentuknya kepengurusan ini, KSMI Kota Lhokseumawe diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan olahraga sepak bola mini, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi di bidang olahraga.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_2375_Safriadi-Dipercayakan-Pimpin-KSMI-Kota-Lhokseumawe.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67162/safriadi-dipercayakan-pimpin-ksmi-kota-lhokseumawe/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">MEMBUKA ISTANA BAGI MEREKA YANG MEMADAMKAN API (Menghadirkan Hari Pahlawan)</guid>
            <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 09:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[MEMBUKA ISTANA BAGI MEREKA YANG MEMADAMKAN API (Menghadirkan Hari Pahlawan)]]></title>
            <description><![CDATA[MEMBUKA ISTANA BAGI MEREKA YANG MEMADAMKAN API(Menghadirkan Hari Pahlawan)]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Oleh Abdullah Rasyid <br>Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan <br>Pendiri GREAT Institute<br><br>Bagi keluarga petugas yang meninggal saat memadamkan kebakaran hutan, berakhirnya api tidak serta-merta mengakhiri bencana. Sesudah asap menipis dan perhatian publik berpindah, mereka masih harus menjalani hari dengan kehilangan. Ada penghasilan yang terputus, biaya sekolah yang menunggu, dan tempat kosong di rumah yang tak dapat diisi oleh ucapan belasungkawa.<br><br>Pada 10 November mendatang, negara akan kembali mengenang pengorbanan para pahlawan. Di tengah persiapan upacara dan peletakan karangan bunga, ada penghormatan yang layak dipertimbangkan Presiden Prabowo Subianto: membuka pintu <a href="https://www.halomedan.com/tag/istana/" target="_blank">Istana</a> bagi keluarga petugas dan relawan yang meninggal dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.<br><br>Undangan itu dapat mempertemukan penghormatan kepada masa lalu dengan tanggung jawab terhadap pengorbanan hari ini. Sebab keberanian membela sesama juga hadir pada orang-orang yang memasuki kawasan terbakar, mengangkut air, merawat korban, dan bertahan ketika orang lain harus menyelamatkan diri.<br><br>Pada 29 Oktober, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan dukacita Presiden kepada keluarga korban penanganan karhutla di kawasan Bromo. Presiden menyebut mereka patriot bangsa. Menurut laporan ANTARA, enam orang meninggal: Sukaris, Hendra Roni Wagiyanata, Munawi, Suraji, Wisnu Yuda Pratama, dan Sefriel Ardiansyah.<br><br>Mereka datang dari latar pekerjaan berbeda. Ada petugas kehutanan, mitra perlindungan hutan, dan pekerja hotel yang ikut membantu pemadaman. Pengabdian mempertemukan mereka dalam bahaya yang sama. Karena itu, perhatian negara kepada keluarga yang ditinggalkan semestinya menjangkau semua, dengan mekanisme yang jelas sesuai kebutuhan dan hak masing-masing.<br><br>KETIKA ASAP MENJADI UJIAN KEPERCAYAAN<br><br>Karhutla memperlihatkan betapa cepat persoalan lingkungan menjalar ke ruang kehidupan lainnya. Ketika udara memburuk, warga membutuhkan perlindungan kesehatan. Ketika kegiatan ekonomi terganggu, keluarga membutuhkan penghasilan. Ketika petugas meninggal, muncul pertanyaan tentang keselamatan kerja, perlengkapan, dan kesiapan operasi.<br><br>Bahan pemantauan media sosial periode 28&ndash;29 Oktober 2026 yang menjadi dasar tulisan ini mencatat 63.564 unggahan, sentimen negatif 52,5 persen, serta estimasi jangkauan 8,027 miliar. Angka-angka tersebut harus dibaca menurut cakupan dan metode pemantauannya. Sentimen unggahan tidak otomatis menggambarkan sikap seluruh penduduk, sementara estimasi jangkauan dapat menghitung pengguna yang sama lebih dari sekali.<br><br>Meski demikian, kegelisahan yang terekam patut didengar. Pemerintah perlu memahami pertanyaan di balik kemarahan: apakah keluarga kami aman, apakah pertolongan tersedia, dan apakah pihak yang bertanggung jawab akan diperiksa?<br><br>Komunikasi pemerintah akan kehilangan daya apabila sibuk membantah nada kemarahan, sementara pertanyaan dasarnya dibiarkan menggantung. Penjelasan mengenai operasi pemadaman tetap diperlukan. Namun, warga juga membutuhkan kepastian tentang layanan kesehatan, bantuan keluarga, dan pencegahan kebakaran berikutnya.<br><br>Karhutla memang berakar panjang pada tata kelola lahan, pengawasan, dan kepentingan ekonomi. Mengakuinya membantu pemerintah memilih pembenahan yang tepat. Tetapi panjangnya sejarah persoalan tidak mengurangi kewajiban pemerintahan hari ini untuk melindungi warga dan memperbaiki kelemahan yang ditemukan.<br><br>PENGHORMATAN YANG SAMPAI KE RUMAH<br><br>Pertemuan di <a href="https://www.halomedan.com/tag/istana/" target="_blank">Istana</a> sebaiknya memberi keluarga kesempatan berbicara tanpa tuntutan untuk menampilkan ketabahan di depan kamera. Presiden perlu mendengar kebutuhan mereka, termasuk persoalan administratif yang sering terasa kecil bagi birokrasi, tetapi berat bagi keluarga yang sedang berduka.<br><br>Sebelum undangan dikirim, pemerintah perlu memastikan identitas dan status seluruh korban, termasuk mereka di daerah lain. Pendataan harus melibatkan pemerintah daerah, instansi tempat bertugas, rumah sakit, serta keluarga. Perbedaan status antara pegawai, pekerja perusahaan, dan relawan jangan sampai membuat seseorang luput dari perhatian.<br><br>Dari pertemuan itu harus lahir kepastian: siapa mendampingi keluarga, bantuan apa yang tersedia, kapan diterima, dan bagaimana mengadukan hambatan. Pendidikan anak, perlindungan sosial, serta dukungan psikologis perlu dipetakan menurut kebutuhan. Keluarga tidak semestinya berkeliling kantor untuk membuktikan pengorbanan orang yang mereka cintai.<br><br>Presiden juga dapat memberikan apresiasi secara simbolis di salah satu wilayah terdampak kepada petugas pemadam, relawan, tenaga kesehatan, dan unsur pendukung lainnya. Kunjungan perlu dirancang ringkas agar tidak menyita tenaga petugas atau mengganggu pelayanan. Yang utama ialah mendengar pengalaman lapangan dan menyelesaikan kebutuhan yang selama ini tertunda.<br><br>Penghargaan akan terasa lebih berarti ketika disertai perlengkapan yang memadai, pemeriksaan kesehatan, pelatihan, dan perlindungan kerja. Mereka yang menyelamatkan warga berhak memperoleh sistem yang juga menjaga keselamatan mereka.<br><br>SETELAH UPACARA SELESAI<br><br>Evaluasi kematian petugas harus menghasilkan perubahan operasional. Pemerintah perlu memeriksa rantai komando, penilaian arah angin, jalur evakuasi, komunikasi lapangan, kesiapan kendaraan, dan keputusan menarik personel ketika keadaan memburuk. Hasilnya perlu diterjemahkan menjadi perbaikan yang dapat diperiksa pelaksanaannya.<br><br>Pada saat bersamaan, penyelidikan penyebab kebakaran harus berjalan dengan pembuktian yang kuat. Bila ditemukan dugaan keterlibatan korporasi, pemeriksaan perlu menjangkau pengelolaan lahan, kepatuhan pencegahan kebakaran, dan pihak yang mengambil keputusan. Penetapan tanggung jawab harus bertumpu pada bukti, dengan kewajiban pemulihan dijalankan sesuai ketentuan.<br><br>Menghormati petugas yang meninggal sambil membiarkan kelalaian berulang akan meninggalkan luka baru. Keluarga berhak mengetahui apa yang terjadi. Masyarakat berhak memperoleh penjelasan tentang langkah yang mencegah korban berikutnya.<br><br>Untuk menjaga kepercayaan, Presiden dapat meminta laporan tindak lanjut dalam 30 hari setelah pertemuan. Isinya sederhana: perkembangan bantuan keluarga, pemenuhan perlindungan petugas, pembenahan prosedur, serta kemajuan penanganan perkara yang dapat diumumkan. Informasi pribadi keluarga tetap dijaga. Setiap pekerjaan harus mempunyai penanggung jawab dan tenggat.<br><br>Di situlah empati memperoleh bentuknya sebagai kebijakan. Ucapan duka diikuti pendampingan; penghargaan diikuti perlindungan; janji penegakan hukum diikuti proses yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.<br><br>Pada Hari Pahlawan, pintu <a href="https://www.halomedan.com/tag/istana/" target="_blank">Istana</a> dapat dibuka untuk keluarga mereka yang telah memadamkan api. Tetapi ukuran penghormatan negara baru terlihat setelah keluarga itu pulang: apakah hidup mereka lebih terlindungi, apakah anak-anak tetap bersekolah, dan apakah rekan-rekan yang kembali bertugas kini bekerja dengan lebih aman?]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_5408_MEMBUKA-ISTANA-BAGI-MEREKA-YANG-MEMADAMKAN-API--Menghadirkan-Hari-Pahlawan-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67161/membuka-istana-bagi-mereka-yang-memadamkan-api-menghadirkan-hari-pahlawan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">BURUH DESAK MENAKER EVALUASI ISMAIL PAKAYA, DUGAAN UNION BUSTING DAN PHK 11 PEKERJA PT EPSON TAK KUNJUNG TUNTAS</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 22:41:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[BURUH DESAK MENAKER EVALUASI ISMAIL PAKAYA, DUGAAN UNION BUSTING DAN PHK 11 PEKERJA PT EPSON TAK KUNJUNG TUNTAS]]></title>
            <description><![CDATA[BURUH DESAK MENAKER EVALUASI ISMAIL PAKAYA, DUGAAN UNION BUSTING DAN PHK 11 PEKERJA PT EPSON TAK KUNJUNG TUNTAS]]></description>
            <content><![CDATA[&lrm;<br>&lrm;<br>&lrm;<br>&lrm;JAKARTA &mdash; <a href="https://www.halomedan.com/tag/buruh/" target="_blank">Buruh</a> Jabodetabek yang tergabung dalam Serikat Pekerja Global Indonesia (SPGI) kembali mendesak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) bertindak tegas atas dugaan pemberangusan serikat pekerja (union busting), pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap 11 pekerja, serta persoalan status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di PT Indonesia Epson Industry (PT IEI).<br>&lrm;<br>&lrm;Melalui aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 29 Oktober 2026, SPGI juga menuntut evaluasi terhadap Ismail Pakaya yang dikritik terkait pelaksanaan tugasnya dalam bidang pembinaan dan pengawasan ketenagakerjaan serta keselamatan dan kesehatan kerja (Binwasnaker K3).<br>&lrm;<br>&lrm;SPGI menilai lambannya penanganan laporan ketenagakerjaan tersebut menunjukkan perlunya evaluasi serius terhadap kinerja pengawasan di lingkungan Kemenaker.<br>&lrm;<br>&lrm;Aksi 29 Oktober ini merupakan aksi kedua setelah demonstrasi pertama pada 25 Mei 2026. SPGI menyatakan telah melaporkan persoalan tersebut sejak 21 April 2026 dan tiga kali bertemu dengan Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Namun, menurut mereka, hingga kini belum ada penyelesaian yang memberikan kepastian hukum bagi para pekerja.<br>&lrm;<br>&lrm;*PHK 11 PEKERJA DIDUGA BERKAITAN DENGAN PEMBERANGUSAN SERIKAT*<br>&lrm;<br>&lrm;SPGI menilai PHK terhadap 11 pekerja PT IEI patut dipertanyakan dan menduga terdapat praktik pemberangusan serikat pekerja di balik kebijakan tersebut.<br>&lrm;<br>&lrm;Mereka mempersoalkan alasan efisiensi yang digunakan perusahaan. Menurut SPGI, kinerja PT IEI pada tahun fiskal 2025 justru mencatat indeks manajemen (Management Index/MI) tertinggi dalam 10 tahun terakhir. SPGI juga menyebut dua dari 11 pekerja yang terkena PHK merupakan mantan pengurus serikat pekerja yang menjabat sebagai manajer dengan performa terbaik.<br>&lrm;<br>&lrm;Selain itu, SPGI mengungkapkan adanya persoalan administrasi PHK yang dinilai menghambat proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Mereka mengaku tidak memperoleh surat PHK yang diperlukan untuk proses pendaftaran perselisihan, sehingga proses mediasi disebut terkendala dan para pekerja kesulitan mendapatkan kepastian hukum melalui Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).<br>&lrm;<br>&lrm;SPGI juga mempertanyakan surat perusahaan yang menyatakan PHK berlaku sejak 10 Februari 2026, sementara para pekerja mengaku masih bekerja hingga April 2026. Mereka meminta ketidaksesuaian tersebut diperiksa secara menyeluruh oleh pengawas ketenagakerjaan.<br>&lrm;<br>&lrm;Dugaan intimidasi terhadap pengurus serikat pekerja turut menjadi sorotan. SPGI menyatakan terdapat pengurus yang diduga dimutasi secara paksa serta pembatasan terhadap seorang manajer untuk menyampaikan pendapat.<br>&lrm;<br>&lrm;Mereka juga mempersoalkan tindakan petugas keamanan yang disebut menjemput dan mengeluarkan para pekerja dari area perusahaan ketika masih dalam kondisi bekerja. SPGI menilai tindakan tersebut merendahkan martabat pekerja dan berpotensi menimbulkan ketakutan di kalangan buruh lainnya.<br>&lrm;<br>&lrm;Atas berbagai persoalan itu, SPGI mendesak Kemenaker segera melakukan pemeriksaan dan mengambil keputusan berdasarkan bukti terkait dugaan pelanggaran kebebasan berserikat.<br>&lrm;<br>&lrm;*STATUS PKWT PT EPSON DIPERSOALKAN, DUGAAN PUNGLI IKUT DISOROT*<br>&lrm;<br>&lrm;Persoalan lain yang menjadi tuntutan utama adalah penerapan PKWT di PT IEI. SPGI menilai status pekerja kontrak perlu dievaluasi karena perusahaan disebut telah beroperasi selama 31 tahun dengan kegiatan utama memproduksi printer.<br>&lrm;<br>&lrm;Menurut SPGI, perusahaan belum menunjukkan secara memadai jenis pekerjaan penunjang beserta daftar pekerja yang menjalankan pekerjaan tersebut. Mereka berpendapat bahwa status pekerja yang menjalankan pekerjaan bersifat tetap harus ditinjau berdasarkan ketentuan hukum ketenagakerjaan yang berlaku.<br>&lrm;<br>&lrm;SPGI juga menuding lemahnya pengawasan telah membuka ruang bagi praktik kontrak kerja jangka pendek yang dinilai merugikan pekerja dan bertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).<br>&lrm;<br>&lrm;Mereka menyebut Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenaker pernah mengeluarkan surat mengenai perpanjangan PKWT lebih dari satu kali. Namun, SPGI mengklaim perusahaan tetap tidak mematuhi ketentuan yang mereka maksud.<br>&lrm;<br>&lrm;Tak berhenti di situ, SPGI mengungkapkan dugaan pungutan liar dalam proses penerimaan pekerja kontrak. Mereka menyebut biaya untuk masuk bekerja dengan status kontrak di PT IEI diduga mencapai Rp6 juta hingga Rp10 juta.<br>&lrm;<br>&lrm;Dugaan tersebut perlu ditelusuri oleh pihak berwenang agar dapat dipastikan kebenarannya dan ditindak sesuai hukum apabila terbukti.<br>&lrm;<br>&lrm;*DUGAAN KEKERASAN SEKSUAL JUGA DIMINTA DIUSUT*<br>&lrm;<br>&lrm;SPGI turut menyoroti kabar mengenai dugaan kasus kekerasan seksual yang belakangan menjadi perhatian publik dan disebut berkaitan dengan praktik staycation.<br>&lrm;<br>&lrm;Dalam siaran persnya, SPGI menyatakan telah menyampaikan surat kepada direktorat terkait di Kemenaker mengenai kasus yang disebut melibatkan seorang pejabat PT IEI sebagai pihak terlapor dan mantan pekerja PKWT sebagai pelapor.<br>&lrm;<br>&lrm;SPGI meminta persoalan tersebut ditangani secara serius, transparan, dan profesional. Mereka menilai perlindungan terhadap pekerja perempuan harus menjadi perhatian, terutama di lingkungan kerja yang memiliki banyak pekerja berstatus kontrak.<br>&lrm;<br>&lrm;Dugaan tersebut tetap harus ditangani melalui proses pemeriksaan yang adil, dengan menjaga perlindungan pelapor serta menghormati asas praduga tak bersalah terhadap pihak yang dilaporkan.<br>&lrm;<br>&lrm;*SPGI DESAK MENAKER TURUN TANGAN DAN EVALUASI ISMAIL PAKAYA*<br>&lrm;<br>&lrm;Atas rangkaian persoalan tersebut, SPGI menegaskan bahwa Kemenaker tidak boleh membiarkan laporan buruh berlarut-larut tanpa kejelasan.<br>&lrm;<br>&lrm;Mereka menyampaikan tiga tuntutan utama dalam aksi 29 Oktober 2026:<br>&lrm;<br>&lrm;1. Mendesak Menteri Ketenagakerjaan turun tangan langsung untuk memastikan penanganan dugaan union busting, PHK terhadap 11 pekerja, dan persoalan PKWT di PT IEI.<br>&lrm;2. Mendesak evaluasi terhadap Ismail Pakaya atas kinerja dan pelaksanaan tanggung jawab pengawasan ketenagakerjaan yang dinilai belum memberikan kepastian penyelesaian kasus.<br>&lrm;3. Menuntut pencopotan pejabat terkait apabila terbukti mengulur-ulur penanganan laporan, serta meminta pengawasan dan penegakan hukum dilakukan secara tegas, transparan, dan akuntabel.<br>&lrm;<br>&lrm;Bagi SPGI, persoalan ini bukan sekadar sengketa hubungan kerja, melainkan menyangkut perlindungan hak buruh, kebebasan berserikat, kepastian status kerja, dan tanggung jawab negara dalam memastikan hukum ketenagakerjaan ditegakkan.<br>&lrm;<br>&lrm;<a href="https://www.halomedan.com/tag/buruh/" target="_blank">Buruh</a> menuntut tindakan nyata, bukan sekadar pertemuan dan janji penyelesaian. Kemenaker didesak membuktikan bahwa mekanisme pengawasan benar-benar bekerja dan mampu memberikan kepastian hukum bagi pekerja.<br>&lrm;<br>&lrm;Hingga berita ini disusun, pernyataan di atas merujuk pada siaran pers SPGI. Klaim mengenai dugaan pelanggaran perusahaan dan evaluasi pejabat pemerintah perlu dikonfirmasi melalui keterangan pihak perusahaan serta Kemenaker.<br>&lrm;<br>&lrm;]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_5727_BURUH-DESAK-MENAKER-EVALUASI-ISMAIL-PAKAYA--DUGAAN-UNION-BUSTING-DAN-PHK-11-PEKERJA-PT-EPSON-TAK-KUNJUNG-TUNTAS.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67160/buruh-desak-menaker-evaluasi-ismail-pakaya-dugaan-union-busting-dan-phk-11-pekerja-pt-epson-tak-kunjung-tuntas/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Andar Amin: Musda Golkar Kabupaten Palas Harus Jadi Kemenangan Seluruh Kader</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 21:43:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Andar Amin: Musda Golkar Kabupaten Palas Harus Jadi Kemenangan Seluruh Kader]]></title>
            <description><![CDATA[Andar Amin Musda Golkar Kabupaten Palas Harus Jadi Kemenangan Seluruh Kader]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Sibuhuan- Partai <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> Kabupaten Padang Lawas (Palas) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IV, Kamis (29/10/2026) di Sibuhuan. Penyelenggaraan itu menjadi ajang konsolidasi sekaligus momentum kemenangan bagi seluruh kader Parta <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> di Palas.<br><br>Musda <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> Palas dibuka langsung oleh Ketua DPD Partai <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> Provinsi Sumatera Utara, Andar Amin Harahap. Hadir dalam Musda itu Plt Ketua <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> Palas Mularotua Siregar, Bupati dan Wabup Palas, Pengurus DPD Partai <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> Sumut, OKP se Kabupaten Palas serta OPD Pemkab Palas. <br><br>"Kami mengapresiasi gerak cepat Plt Ketua <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> Palas yang hamya dalam waktu kurang dari 30 hari sejak ditugaskan menjadi Plt, langsung konsolidasi dan mampu menggelar Musda ini," kata Andar Amin.<br><br>Anggota Komisi III DPR RI itu berpesan, Musda merupakan bagian dari konsolidasi memperkuat organisasi internal hingga tingkat basis. Sekaligus itu harus menjadi momen kemenangan bagi seluruh kader Partai <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> di Palas. <br><br>"Kepada Ketua terpilih nantinya, rangkul semua potensi yang ada di Palas. Ini harus menjadi kemenangan bagi kader <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> di Palas dan harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," kata Mantan Bupati Padang Lawas Utara (Paluta) itu.<br><br>Terpilih dalam Musda itu Amran Pikal Siregar. Amran Pikal terpilih secara aklamasi. <br><br>Wakil Ketua DPRD Palas itu menyampaikan rasa terima kasih, atas amanah dan kepercayaan yang diberikan seluruh jajaran pengurus dan kader Partai <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a>.<br><br>"Saya mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan kepada saya. Ini merupakan tanggung jawab bersama yang harus kita jalankan dengan penuh komitmen," kata Amran Pikal.<br><br>Amran Pikal menyerukan agar seluruh kader merapatkan barisan dan bahu membahu untuk membangun serta memajukan Partai <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a>.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_8753_Andar-Amin--Musda-Golkar-Kabupaten-Palas-Harus-Jadi-Kemenangan-Seluruh-Kader.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67159/andar-amin-musda-golkar-kabupaten-palas-harus-jadi-kemenangan-seluruh-kader/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Korban Dapat Pendampingan Psikologis, Bupati Deli Serdang Pecat Guru Tersangka Pencabulan, Sertifikasi Diusulkan Dicabut</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 19:01:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Korban Dapat Pendampingan Psikologis, Bupati Deli Serdang Pecat Guru Tersangka Pencabulan, Sertifikasi Diusulkan Dicabut]]></title>
            <description><![CDATA[Korban Dapat Pendampingan Psikologis, Bupati Deli Serdang Pecat Guru Tersangka Pencabulan, Sertifikasi Diusulkan Dicabut]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>LUBUK PAKAM &ndash; Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memutus hubungan kerja dengan seorang guru honorer di Kecamatan Namorambe yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap anak didik. Pemkab Deli Serdang juga menyiapkan langkah pembatalan sertifikasi pendidik yang bersangkutan serta memastikan pendampingan psikologis dan hukum bagi para korban.<br><br>Dalam konferensi pers bersama Polresta Deli Serdang, Kamis (29/10/2026), Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, mengatakan keputusan tersebut merupakan tindak lanjut atas kasus yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah. <a href="https://www.halomedan.com/tag/guru/" target="_blank">Guru</a> berstatus honorer yang mengajar mata pelajaran agama itu telah bekerja sekitar satu tahun.<br><br>&quot;Pemerintah kabupaten tentu sangat kecewa dan terpukul dengan kondisi seperti ini. Di saat kita semua berusaha membangun Generasi Emas Indonesia 2045, ternyata masih ada kejadian yang tidak kita inginkan di Deli Serdang. Kami akan memastikan kejadian seperti ini tidak terulang kembali,&quot; tegasnya.<br><br>Asri Ludin Tambunan menjelaskan, Pemkab Deli Serdang telah memutus hubungan kerja dengan guru yang bersangkutan. Pemerintah daerah juga akan mengusulkan pembatalan sertifikasi pendidiknya dan menyerahkan proses hukum yang berjalan kepada pihak kepolisian.<br><br>Selain penindakan terhadap pelaku, Pemkab Deli Serdang memastikan para korban mendapatkan pendampingan sejak awal kejadian hingga saat ini, termasuk dukungan psikologis dan pendampingan hukum. Orang tua korban juga dilibatkan dalam proses konseling untuk membantu memulihkan kondisi anak-anak.<br><br>&quot;Kami mendampingi seluruh korban bersama tim psikologi dan hukum. Orang tua mereka juga terus kami dampingi melalui konseling. Harapannya, anak-anak bisa mengurangi trauma yang dialami dan tetap melanjutkan pendidikan di sekolah masing-masing,&quot; ujarnya.<br><br>Bupati juga menegaskan bahwa seluruh sekolah di Deli Serdang harus meningkatkan pengawasan dan perlindungan terhadap peserta didik. Ia telah mengingatkan para kepala sekolah dan guru agar memastikan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak.<br><br>Sebagai bagian dari evaluasi, kepala sekolah tempat kejadian juga akan diberikan surat peringatan. Langkah tersebut mengacu pada kebijakan sekolah aman dan nyaman yang telah ditetapkan pemerintah daerah.<br><br>&quot;Kami sudah menekankan kepada seluruh sekolah dan guru agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak didik. Kepala sekolah yang bersangkutan juga akan diberikan surat peringatan. Ini menjadi evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang dan menjadi perhatian bagi seluruh kepala sekolah maupun guru,&quot; katanya.<br><br>Sementara itu, Kapolresta Deli Serdang, Kompes Pol Muhammad, menjelaskan bahwa tersangka berinisial MJH, berusia 37 tahun, diduga melakukan perbuatan cabul terhadap sejumlah siswi pada Juli 2026.<br><br>Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, terdapat delapan korban yang keterangannya telah teridentifikasi berkaitan langsung dengan perkara tersebut. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain.<br><br>&quot;Penyidik telah memeriksa lebih dari 10 saksi, mengamankan barang bukti, melakukan visum terhadap korban, serta menetapkan tersangka dan melakukan penahanan selama 20 hari untuk kepentingan penyidikan,&quot; ucapnya.<br><br>Tersangka dijerat denganl Pasal 6 huruf c juncto Pasal 15 ayat (1) huruf c, huruf e, dan huruf g Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual Pasal 15 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 KUHP.<br><br>&quot;Dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun,&quot; terangnya. <br><br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_1055_Korban-Dapat-Pendampingan-Psikologis--Bupati-Deli-Serdang-Pecat-Guru-Tersangka-Pencabulan--Sertifikasi-Diusulkan-Dicabut.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67158/korban-dapat-pendampingan-psikologis-bupati-deli-serdang-pecat-guru-tersangka-pencabulan-sertifikasi-diusulkan-dicabut/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Serah Terima RSUD Thomsen Nias, Bobby Nasution Tekankan Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 18:57:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Serah Terima RSUD Thomsen Nias, Bobby Nasution Tekankan Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat]]></title>
            <description><![CDATA[Serah Terima RSUD Thomsen Nias,Bobby Nasution Tekankan Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>GUNUNGSITOLI &mdash; Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menekankan agar penyerahan RSUD dr M Thomsen Nias dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias kepada Pemerintah Kota (Pemko) Gunungsitoli menjadi momentum untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pengalihan pengelolaan rumah sakit tersebut diharapkan semakin memperkuat akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat di Kepulauan Nias.<br><br>Penegasan tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Pengalihan Personel, Pendanaan, Sarana, dan Prasarana (P3D) RSUD dr. M. Thomsen Nias, di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo Nomor 15, Kelurahan Pasar, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Kamis (29/10/2026).<br><br>Dalam arahannya, Bobby Nasution menegaskan penyerahan rumah sakit tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Gunungsitoli di Provinsi Sumut. Menurutnya, pemekaran wilayah bukan sekadar membentuk pemerintahan baru, tetapi juga harus diikuti dengan penyelesaian berbagai hak dan konsekuensi administratif.<br><br>"Hari ini kita sedang menjalankan amanat undang-undang untuk pemekaran. Bukan hanya membentuk pemerintahan yang baru, namun hak-hak lainnya harus dilanjutkan. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita yang mencontohkan, siapa lagi?" tegas Bobby.<br><br>Bobby juga menyoroti berbagai dinamika yang dapat muncul dalam proses pengalihan tersebut, termasuk kekhawatiran terkait perpindahan tenaga medis dan dokter spesialis. Karena itu, ia memastikan Pemprov Sumut akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kepulauan Nias.<br><br>Koordinasi tersebut juga mencakup dukungan terhadap tenaga kesehatan dan insentif yang dibutuhkan untuk menjaga stabilitas pelayanan. Bobby menekankan, proses transisi pengelolaan rumah sakit tidak boleh sampai mengganggu pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat.<br><br>Dengan diserahkannya pengelolaan RSUD dr M Thomsen Nias kepada Pemko Gunungsitoli, penataan fasilitas kesehatan di daerah tersebut diharapkan semakin baik dan sesuai dengan ketentuan pelayanan kesehatan nasional. Pengalihan ini juga membuka peluang bagi Pemprov Sumut untuk memfasilitasi pembangunan serta peningkatan kelas fasilitas kesehatan di Kepulauan Nias ke depan.<br><br>Peningkatan fasilitas tersebut diharapkan semakin memperkuat peran RSUD dr M Thomsen Nias sebagai salah satu rumah sakit rujukan bagi masyarakat Kepulauan Nias. Dengan pengelolaan yang semakin optimal, masyarakat diharapkan memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih baik dan berkualitas.<br><br>Sementara itu, Bupati Nias Ya&#039;atul&ouml; Gul&ouml; menyampaikan rasa bangganya atas perjalanan panjang RSUD dr M Thomsen Nias yang telah menjadi salah satu rumah sakit rujukan utama bagi masyarakat Kepulauan Nias. Ia menyambut baik penyerahan estafet pengelolaan rumah sakit tersebut kepada Pemko Gunungsitoli untuk mendukung penataan administrasi wilayah yang lebih baik.<br><br>"Hari ini kami menyerahkan estafet pengelolaan RSUD ini kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli dengan keyakinan penuh bahwa di bawah kepemimpinan Bapak Walikota, rumah sakit ini akan terus berkembang pesat dan semakin optimal melayani masyarakat," ujar Ya&#039;atul&ouml;.<br><br>Senada dengan itu, Walikota Gunungsitoli Sowa&#039;a Laoli menyatakan kesiapan jajarannya menerima dan mengelola RSUD dr M Thomsen Nias. Pemko Gunungsitoli berkomitmen mengawal masa transisi, baik dalam pencatatan aset maupun perpindahan personel, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.<br><br>Sowa&#039;a juga mengharapkan dukungan Gubernur dan Pemprov Sumut dalam meningkatkan kualitas fasilitas dan pelayanan RSUD dr M Thomsen Nias. Dukungan tersebut dinilai penting karena rumah sakit ini tidak hanya melayani masyarakat Kota Gunungsitoli, tetapi juga masyarakat dari berbagai wilayah di Kepulauan Nias.<br><br>Masa transisi pengelolaan RSUD dr M Thomsen Nias dijadwalkan berlangsung selama dua bulan. Masa tersebut akan dimanfaatkan untuk memastikan penataan administrasi, pengelolaan dan pemeliharaan aset bernilai ratusan miliar rupiah, serta keberlanjutan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Gunungsitoli dan Kepulauan Nias berjalan dengan baik. **]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_6306_Serah-Terima-RSUD-Thomsen-Nias--Bobby-Nasution-Tekankan-Peningkatan-Layanan-Kesehatan-Masyarakat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67157/serah-terima-rsud-thomsen-nias-bobby-nasution-tekankan-peningkatan-layanan-kesehatan-masyarakat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sumut Perkuat Pasar Ekspor, Komoditas Unggulan Senilai Rp258,9 Miliar Dikirim ke Berbagai Negara</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 18:53:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sumut Perkuat Pasar Ekspor, Komoditas Unggulan Senilai Rp258,9 Miliar Dikirim ke Berbagai Negara]]></title>
            <description><![CDATA[Sumut Perkuat Pasar Ekspor, Komoditas Unggulan Senilai Rp258,9 Miliar Dikirim ke Berbagai Negara]]></description>
            <content><![CDATA[<br>DELISERDANG &ndash; Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat pasar ekspor dengan mendorong berbagai komoditas unggulan daerah menembus pasar internasional. Kali ini, komoditas unggulan Sumut senilai total Rp258,9 miliar dikirim ke berbagai negara, mulai dari sarang burung walet, hasil perikanan, kopi, pinang, pala hingga berbagai produk pertanian lainnya.<br><br><br><br>Pelepasan ekspor dilakukan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Timur Tumanggor bersama Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding di Kompleks MMTC, Jalan Willem Iskandar, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Kamis (29/10/2026).<br><br><br><br>Mewakili Gubernur Sumut Bobby Nasution, Timur Tumanggor mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus berupaya mendorong peningkatan berbagai sektor yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui penguatan ekspor berbagai komoditas unggulan daerah.<br><br><br><br>&quot;Hari ini sangat besar nilai ekspornya, baik itu dari sarang walet, perikanan, kopi, pinang dan lainnya. Bukan hanya sekadar nilainya atau jumlahnya yang besar, melainkan juga bahwa Sumatera Utara mampu bersaing di pasar internasional,&quot; ujar Timur.<br><br><br><br>Menurut Timur, peningkatan ekspor sejalan dengan harapan Gubernur Bobby Nasution untuk memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing Sumut. Hal tersebut juga menjadi perhatian dalam pertemuan bersama kepala daerah dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand beberapa waktu lalu, mengingat Sumut memiliki posisi strategis sebagai salah satu barometer perekonomian di Pulau Sumatera.<br><br><br><br>Karena itu, Timur berharap aktivitas ekspor-impor di Sumut terus didukung kepastian hukum dan harga, selain pemenuhan kualitas serta standar mutu komoditas. Dengan demikian, kepercayaan negara lain terhadap produk Indonesia, khususnya yang berasal dari Sumut, akan semakin meningkat.<br><br><br><br>Peningkatan kepercayaan tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan nilai ekspor setiap tahunnya. Hal ini juga perlu berjalan seiring dengan peningkatan produksi berbagai komoditas unggulan di Sumut.<br><br><br><br>Sementara itu, Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengapresiasi besarnya nilai ekspor berbagai komoditas perikanan dan pertanian dari Sumut. Menurutnya, nilai ekspor Rp258,9 miliar merupakan angka yang sangat besar dan menunjukkan kuatnya potensi komoditas Sumut di pasar internasional.<br><br><br><br>&quot;Tentu Badan Karantina Indonesia sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini, karena membantu bagi pertumbuhan ekonomi, sekaligus juga pendapatan masyarakat serta pendapatan daerah,&quot; sebut Karding, didampingi Kepala Balai Karantina Sumut Andi Yusmanto.<br><br><br><br>Terkait peran Barantin, Karding mengatakan pihaknya terus mendorong agar pemeriksaan barang dan komoditas berlangsung cepat, dengan pelayanan yang baik serta biaya terjangkau. Langkah tersebut menjadi perhatian Barantin agar proses karantina tidak menjadi hambatan atau *bottleneck* dalam kegiatan ekspor-impor.<br><br><br><br>&quot;Saya contohkan, jika ada perusahaan ditolak di luar negeri, tugas kami membantu perusahaan itu agar bisa sesuai standar auditor di negara tersebut. Namun jika dua-tiga kali tidak juga berubah, maka kami yang mengambil tindakan. Karena jika tidak, dapat merusak kepercayaan dunia internasional. Karena itu tugas kita adalah melindungi, menjaga, memastikan dengan teliti, cepat, mudah, tidak berbelit dan yang pasti biayanya harus murah,&quot; jelas Karding.<br><br><br><br>Selain itu, Karding menyebutkan Barantin terus mendorong keberadaan klinik karantina untuk membantu pengusaha pemula dan pelaku UMKM yang ingin menembus pasar internasional. Melalui klinik karantina, pelaku usaha mendapat pendampingan, bimbingan, dan pelatihan terkait berbagai standar yang dibutuhkan dalam perdagangan internasional, mulai dari aspek keamanan, kesehatan hingga mutu produk.<br><br><br><br>&quot;Begitu juga dengan pengurusan dokumen karantina, kita (klinik karantina) membantu, sambil memberitahukan informasi tentang produk yang diinginkan oleh negara tertentu, hingga siapa calon pembelinya. Ini yang sedang kita masifkan. Sekali lagi kami mengapresiasi ekspor komoditi di Sumatera Utara. Secara tidak langsung, ini akan meningkatkan peluang kerja juga hingga kesejahteraan masyarakat,&quot; pungkasnya.<br><br><br><br>Adapun komoditas yang dilepas untuk ekspor antara lain sarang burung walet senilai Rp11,22 miliar dengan volume 625,94 kg serta kepiting bakau senilai Rp745 juta sebanyak 18.400 ekor atau 4.600 kg dengan tujuan China. Sementara berbagai komoditas tumbuhan, seperti kopi, pinang, buah pala, bunga, dan lainnya senilai Rp247 miliar dengan volume mencapai 9.552.899,36 kg dikirim ke 16 negara.**]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_5693_Sumut-Perkuat-Pasar-Ekspor--Komoditas-Unggulan-Senilai-Rp258-9-Miliar-Dikirim-ke-Berbagai-Negara.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67156/sumut-perkuat-pasar-ekspor-komoditas-unggulan-senilai-rp2589-miliar-dikirim-ke-berbagai-negara/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Adanya Isu Penonaktifan PBI, BPJS Keseahtan Dorong Peserta Rutin Cek Status Keaktifan</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 18:42:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Adanya Isu Penonaktifan PBI, BPJS Keseahtan Dorong Peserta Rutin Cek Status Keaktifan]]></title>
            <description><![CDATA[Adanya Isu Penonaktifan PBI, BPJS Keseahtan Dorong Peserta Rutin Cek Status Keaktifan ]]></description>
            <content><![CDATA[Adanya Isu Penonaktifan PBI, BPJS Keseahtan Dorong Peserta Rutin Cek Status Keaktifan <br><br><br><br>Jakarta - BPJS Kesehatan mengimbau peserta penerima bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) untuk secara berkala memeriksa status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).<br><br><br><br><br><br><br><br>Himbauan ini menyusul adanya penonaktifan sejumlah peserta akibat pemutakhiran data penerima bantuan. Pengecekan dapat dilakukan melalui layanan PASTI (Pantau Status Kepesertaan dan Informasi) JKN hingga Aplikasi Mobile JKN. <br><br><br><br><br><br><br><br>Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah,Selasa(27/10/2026) melalui preslease  menjelaskan, bahwa penyesuaian status kepesertaan PBI JK dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku berdasarkan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) oleh kementerian/lembaga yang berwenang dalam pengelolaan data PBI. <br><br><br><br><br><br><br><br>Penyesuaian tersebut mengacu pada kriteria tingkat kesejahteraan masyarakat, sehingga peserta yang tidak lagi memenuhi kriteria desil 1&ndash;5 tidak termasuk dalam kelompok sasaran penerima PBI JK. <br><br><br><br>&quot;Peserta perlu secara berkala memastikan status kepesertaan JKN-nya agar mengetahui kondisi kepesertaan masing-masing," ujar Rizzky.<br><br><br><br>Ia menegaskan, jika statusnya tidak aktif, peserta dapat mencari informasi melalui kanal resmi BPJS Kesehatan dan berkoordinasi dengan instansi terkait sesuai dengan kondisi yang dihadapi.<br><br><br><br>Peserta yang masuk kategori desil 6&ndash;10, lanjut Rizzky  tetapi kondisi sebenarnya masih tergolong miskin atau kurang mampu, dapat memperbarui data sosial ekonominya apabila tidak sesuai dengan kondisi terkini. <br><br><br><br>Peserta diberikan masa tenggang 90 hari untuk melakukan pembaruan data melalui kantor desa, kantor kelurahan, atau Dinas Sosial setempat.,terangnya.<br><br><br><br>Untuk memastikan informasi tersebut, peserta juga dapat memeriksa status ekonomi sosial melalui situs resmi Cek Bansos Kementerian Sosial di https://cekbansos.kemensos.go.id/. <br><br><br><br>Sementara itu, peserta yang merasa data tingkat kesejahteraannya telah sesuai atau sudah mampu membayar iuran secara mandiri diimbau untuk beralih ke segmen kepesertaan JKN mandiri agar perlindungan kesehatannya tetap terjaga. <br><br><br><br>&quot;Pembaruan data sosial ekonomi penting agar bantuan iuran dapat diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria," ungkapnya.<br><br><br><br>Oleh karena itu, kata Rizzky  peserta yang merasa kondisi ekonominya belum sesuai dengan data yang tercatat perlu segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui perangkat desa, kelurahan, atau Dinas Sosial setempat.<br><br><br><br>Bagi peserta PBI JK yang status kepesertaannya dinonaktifkan, tersedia mekanisme pengajuan reaktivasi sesuai ketentuan yang berlaku. Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 3 Tahun 2026, kriteria reaktivasi mencakup peserta yang dinonaktifkan dan masih berada dalam jangka waktu paling lama enam bulan sejak tanggal penonaktifan, serta peserta PBI JK berstatus nonaktif yang membutuhkan pelayanan kesehatan. <br><br><br><br>Untuk mengajukan reaktivasi, sambungnya peserta dapat melapor ke Dinas Sosial setempat dengan membawa Surat Keterangan Membutuhkan Layanan Kesehatan. <br><br><br><br>Selanjutnya, Dinas Sosial mengusulkan peserta kepada Kementerian Sosial untuk menjalani proses verifikasi. Apabila peserta dinyatakan memenuhi persyaratan berdasarkan hasil verifikasi, BPJS Kesehatan akan mengaktifkan kembali status kepesertaannya sehingga peserta dapat kembali mengakses pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. <br><br><br><br>&quot;Kami mengimbau peserta PBI JK yang berstatus nonaktif dan membutuhkan pelayanan kesehatan untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat. Dengan mengikuti prosedur yang berlaku, pengajuan reaktivasi dapat diproses sesuai dengan persyaratan dan hasil verifikasi,&quot; jelas Rizzky.<br><br>Sebagai informasi, pembaruan data PBI JK dilakukan secara berkala oleh Kementerian Sosial supaya data peserta PBI JK tepat sasaran. Untuk mengecek apakah status kepesertaan JKN masih aktif atau tidak, peserta dapat melakukan pengecekan melalui microsite PASTI JKN https://pasti.bpjs-kesehatan.go.id/cek/, Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA) di nomor 08118165165, BPJS Kesehatan Care Center 165, atau melalui kantor BPJS Kesehatan terdekat. <br><br><br><br>BPJS Kesehatan  mengajak seluruh peserta JKN, khususnya peserta PBI JK, untuk proaktif mengecek status kepesertaannya melalui kanal resmi yang tersedia. Apabila statusnya nonaktif, segera cari informasi mengenai langkah yang perlu dilakukan agar hak dan akses pelayanan kesehatan dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan.rel<br><br><br><br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_8361_Adanya-Isu-Penonaktifan-PBI--BPJS-Keseahtan-Dorong-Peserta-Rutin-Cek-Status-Keaktifan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67155/adanya-isu-penonaktifan-pbi-bpjs-keseahtan-dorong-peserta-rutin-cek-status-keaktifan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ketua JMSI Apresiasi Silaturahmi Kapoldasu dan Wakapoldasu Bersama Insan Pers</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 13:27:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ketua JMSI Apresiasi Silaturahmi Kapoldasu dan Wakapoldasu Bersama Insan Pers]]></title>
            <description><![CDATA[Ketua JMSI Apresiasi Silaturahmi Kapoldasu dan Wakapoldasu Bersama Insan Pers]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MEDAN &mdash; Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Rianto, S.H., M.H., yang akrab disapa Anto Genk, mengapresiasi kegiatan silaturahmi Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., bersama Wakapoldasu Brigjen Pol. Fadillah Zulkarnaen dengan insan pers, Kamis (29/10/2026).<br><br>Menurut Anto Genk, kegiatan silaturahmi tersebut menjadi langkah positif dalam memperkuat hubungan kemitraan antara kepolisian dan insan pers, khususnya dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif di wilayah Sumatera Utara.<br><br>Ia menegaskan dukungannya terhadap Kapoldasu beserta seluruh jajaran dalam memberantas peredaran gelap narkoba, menindak tegas pelaku kejahatan jalanan, termasuk aksi begal, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.<br><br>&quot;Sebagai insan pers, kami mengapresiasi kegiatan silaturahmi ini. Hubungan baik antara kepolisian dan media sangat penting untuk membangun komunikasi yang terbuka serta menyampaikan informasi yang benar dan berimbang kepada masyarakat,&quot; ujar Anto Genk Ceo Sumut24 ini.<br><br>Ia menambahkan, pemberantasan narkoba dan kejahatan jalanan membutuhkan komitmen kuat dari aparat penegak hukum serta dukungan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut keamanan, tetapi juga masa depan generasi muda dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.<br><br>Anto Genk berharap, di bawah kepemimpinan Kapoldasu Irjen Pol. Sonny Irawan dan Wakapoldasu Brigjen Pol. Fadillah Zulkarnaen, upaya penegakan hukum, pemberantasan narkoba, pencegahan begal, serta penertiban lalu lintas semakin optimal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.<br><br>&quot;JMSI mendukung langkah-langkah positif Polda Sumut dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kami berharap sinergi antara Polri dan insan pers terus diperkuat demi mewujudkan Sumatera Utara yang aman, nyaman, tertib, dan bebas dari ancaman narkoba serta kejahatan jalanan,&quot; tegasnya.<br><br>Ia juga menekankan bahwa pers memiliki peran strategis sebagai mitra informasi bagi masyarakat, sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional, independen, dan bertanggung jawab.<br><br>Melalui komunikasi dan kolaborasi yang baik antara Polda Sumut dan insan pers, diharapkan tercipta suasana yang semakin kondusif serta meningkatnya kepercayaan publik terhadap upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban di Sumatera Utara.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_5220_Ketua-JMSI-Apresiasi-Silaturahmi-Kapoldasu-dan-Wakapoldasu-Bersama-Insan-Pers.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67154/ketua-jmsi-apresiasi-silaturahmi-kapoldasu-dan-wakapoldasu-bersama-insan-pers/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Grand Final Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Jaring Duta Budaya Indonesia</guid>
            <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 12:20:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Grand Final Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Jaring Duta Budaya Indonesia]]></title>
            <description><![CDATA[Grand Final Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Jaring Duta Budaya Indonesia]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br>JAKARTA &mdash; Sebanyak 830 penari dari 54 kabupaten/kota di 15 provinsi akan berkompetisi dalam Grand Final Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art Piala Kementerian Kebudayaan 2026 di Joglo Tumiyono, Klaten, Jawa Tengah, pada 11&ndash;13 Desember 2026. Ajang tingkat nasional ini menjadi ruang bagi para penari untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tari Indonesia.<br><br>Penyelenggara lomba, Real Art, menyebut seluruh peserta merupakan hasil seleksi yang dilaksanakan di 18 kota di Indonesia. Kompetisi tersebut diharapkan dapat menjaring penari terbaik yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas dengan tetap berpijak pada kekayaan tradisi budaya Nusantara.<br><br>Adhannie Anggoro dari Real Art mengatakan, para juara akan dipilih untuk menjadi Duta Budaya Indonesia dalam program pertukaran budaya di Kuala Lumpur, Malaysia, pada April 2027.<br><br>&quot;Kami berharap melalui kegiatan ini akan lahir penari-penari terbaik yang dapat membawa nama Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan seni budaya Nusantara di tingkat internasional,&quot; kata Adhannie dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/10/2026).<br><br>Menurut Adhannie, Grand Final 2026 merupakan penyelenggaraan keempat ajang tersebut. Keikutsertaan ratusan penari dari berbagai daerah menunjukkan besarnya potensi seni tari di Indonesia yang perlu terus diberi ruang untuk berkembang.<br><br>Tari kreasi menjadi salah satu bentuk pengembangan seni tari yang memadukan unsur tradisi dengan gagasan, gerak, dan ekspresi baru. Pengembangannya diharapkan tidak hanya memperluas kreativitas seniman, tetapi juga menjaga kesinambungan warisan budaya di tengah perubahan selera masyarakat.<br><br>Secara nasional, kekayaan tari Indonesia merupakan bagian penting dari warisan budaya takbenda yang perlu dilindungi dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Kementerian Kebudayaan memiliki peran dalam pengembangan, pelindungan, dan pemanfaatan kebudayaan, termasuk melalui dukungan terhadap ekosistem seni dan kegiatan yang mempertemukan pelaku budaya dari berbagai daerah.<br><br>Dengan melibatkan peserta dari 15 provinsi, Grand Final Real Art di Klaten diharapkan menjadi ajang pertemuan beragam ekspresi tari daerah sekaligus mendorong regenerasi penari. Program pertukaran budaya ke Malaysia juga membuka kesempatan bagi para juara untuk memperkenalkan seni Indonesia kepada masyarakat internasional.<br><br>Penyelenggaraan lomba ini diharapkan tidak berhenti pada kompetisi dan penentuan pemenang. Lebih dari itu, ajang tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat apresiasi masyarakat terhadap seni tari serta memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk berkarya dan berprestasi melalui kebudayaan.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_2775_Grand-Final-Lomba-Tari-Kreasi-Nusantara-Real-Art-2026-Jaring-Duta-Budaya-Indonesia.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67153/grand-final-lomba-tari-kreasi-nusantara-real-art-2026-jaring-duta-budaya-indonesia/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">IHSG Anjlok, Ekonomi Indonesia Masih Bisa Bangkit atau Semakin Lunglai?</guid>
            <pubDate>Wed, 28 Oct 2026 21:49:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[IHSG Anjlok, Ekonomi Indonesia Masih Bisa Bangkit atau Semakin Lunglai?]]></title>
            <description><![CDATA[IHSG Anjlok, Ekonomi Indonesia Masih Bisa Bangkit atau Semakin Lunglai?]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Oleh: H. Syahrir Nasution<br><br>MEDAN &mdash; Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang 2026 menjadi alarm yang patut diperhatikan dalam membaca arah perekonomian Indonesia. Ketika pasar saham mengalami tekanan tajam, pertanyaan mendasar pun muncul: apakah ekonomi nasional hanya sedang menghadapi guncangan sementara, atau justru mulai memperlihatkan persoalan struktural yang berpotensi menghambat pertumbuhan?<br><br>Pertanyaan ini tidak boleh dijawab hanya dengan optimisme pemerintah ataupun pesimisme pelaku pasar. Dibutuhkan pembacaan yang objektif terhadap indikator ekonomi, kondisi dunia usaha, daya beli masyarakat, stabilitas rupiah, serta tingkat kepercayaan investor.<br><br>IHSG yang disebut melemah hampir 40 persen sepanjang tahun berjalan, sebagaimana tercantum dalam bahan analisis perdagangan hingga 27 Oktober 2026, merupakan gambaran tekanan serius di pasar modal. Namun, angka tersebut perlu diverifikasi berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia dan periode perhitungan yang digunakan sebelum dijadikan kesimpulan final.<br><br>Meski demikian, satu hal patut digarisbawahi: ketika pasar kehilangan kepercayaan, persoalannya tidak cukup diselesaikan dengan meminta investor tetap optimistis.<br><br>IHSG Turun, Apakah <a href="https://www.halomedan.com/tag/ekonomi/" target="_blank">Ekonomi</a> Ikut Tumbang?<br><br>Pasar saham dan perekonomian nasional memiliki hubungan yang erat, tetapi keduanya bukan sesuatu yang identik.<br><br>IHSG dapat melemah akibat aksi jual investor asing, perubahan ekspektasi suku bunga global, pelemahan nilai tukar rupiah, penyesuaian valuasi saham, hingga persoalan transparansi dan tata kelola pasar modal.<br><br>Di sisi lain, kegiatan ekonomi riil tetap berlangsung melalui konsumsi rumah tangga, produksi industri, perdagangan, pertanian, investasi, serta aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah.<br><br>Karena itu, penurunan IHSG tidak otomatis membuktikan bahwa perekonomian Indonesia telah runtuh.<br><br>Namun, kita juga tidak boleh meremehkan koreksi pasar yang berlangsung tajam. Apabila tekanan berlanjut, perusahaan dapat menghadapi peningkatan biaya pendanaan, investor menjadi lebih berhati-hati, dan rencana ekspansi usaha berpotensi tertunda.<br><br>Dampaknya mungkin tidak langsung terasa pada seluruh sektor, tetapi dapat merambat melalui jalur pembiayaan, kepercayaan, dan keputusan investasi.<br><br>Dengan demikian, pertanyaan yang lebih relevan bukan sekadar mengapa saham turun, melainkan apa yang sedang dikhawatirkan pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia.<br><br>Pertumbuhan <a href="https://www.halomedan.com/tag/ekonomi/" target="_blank">Ekonomi</a> Harus Dirasakan Masyarakat<br><br>Pemerintah tentu memiliki alasan untuk menyoroti angka pertumbuhan ekonomi sebagai bukti bahwa perekonomian nasional masih bergerak.<br><br>Namun, pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti sebagai angka statistik.<br><br>Ukuran keberhasilan pembangunan harus dilihat pula dari kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, tersedianya lapangan kerja yang layak, meningkatnya pendapatan rumah tangga, serta bertahannya usaha produktif.<br><br>Apabila ekonomi tumbuh, tetapi sebagian masyarakat semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, berarti ada persoalan distribusi manfaat pertumbuhan yang perlu diperiksa.<br><br>Begitu pula ketika investasi meningkat, tetapi penciptaan lapangan kerja tidak sebanding dengan pertambahan angkatan kerja.<br><br>Kita harus membedakan pertumbuhan ekonomi secara agregat dengan kualitas pertumbuhan yang benar-benar meningkatkan kesejahteraan.<br><br>Pemerintah perlu menjawab pertanyaan sederhana tetapi mendasar: apakah pertumbuhan yang dicapai sudah cukup kuat untuk memperbaiki daya beli, memperluas kesempatan kerja, dan mengurangi kerentanan ekonomi masyarakat?<br><br>Jawaban atas pertanyaan inilah yang lebih penting daripada sekadar perdebatan mengenai apakah ekonomi sedang kuat atau lemah.<br><br>Kepercayaan Investor Tidak Bisa Dibangun dengan Slogan<br><br>Salah satu aspek yang perlu dicermati dalam gejolak pasar modal adalah kepercayaan investor terhadap kualitas tata kelola.<br><br>Pasar membutuhkan keterbukaan informasi, pembentukan harga yang wajar, perlindungan terhadap investor, serta penegakan aturan yang konsisten.<br><br>Perhatian terhadap transparansi kepemilikan saham dan kecukupan saham yang tersedia untuk diperdagangkan di pasar juga tidak boleh dipandang sebagai persoalan teknis semata.<br><br>Bagi investor institusional, kualitas data, likuiditas, kepastian hukum, dan kredibilitas pengawasan merupakan pertimbangan penting sebelum menempatkan modal dalam jumlah besar.<br><br>Apabila muncul keraguan terhadap aspek-aspek tersebut, investor dapat menuntut premi risiko lebih tinggi atau mengurangi eksposurnya.<br><br>Sebaliknya, reformasi yang terukur dan dapat diverifikasi akan membantu memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia.<br><br>Dalam konteks ini, pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, lembaga penyimpanan dan penyelesaian, serta perusahaan tercatat harus menjalankan tanggung jawab masing-masing secara konsisten.<br><br>Perbaikan tidak cukup disampaikan melalui konferensi pers. Pasar membutuhkan hasil yang dapat diukur dan diuji.<br><br>Kepercayaan adalah modal ekonomi yang tidak kalah penting dari uang, sumber daya alam, maupun infrastruktur.<br><br>Rupiah, Suku Bunga Global, dan Risiko <a href="https://www.halomedan.com/tag/ekonomi/" target="_blank">Ekonomi</a><br><br>Perekonomian Indonesia juga tidak bergerak dalam ruang tertutup. Perubahan kebijakan moneter Amerika Serikat, penguatan dolar, pergerakan harga komoditas, serta ketegangan geopolitik dapat memengaruhi arus modal dan nilai tukar rupiah.<br><br>Rupiah yang melemah dapat meningkatkan biaya impor bahan baku, energi, dan barang modal. Perusahaan yang memiliki kewajiban dalam valuta asing juga berpotensi menghadapi tekanan apabila tidak memiliki perlindungan nilai tukar yang memadai.<br><br>Namun, dampaknya tidak seragam. Sebagian eksportir justru dapat memperoleh penerimaan rupiah lebih besar dari pendapatan dolar, bergantung pada struktur biaya dan kewajiban mereka.<br><br>Oleh sebab itu, respons kebijakan harus mempertimbangkan keseimbangan antara stabilitas nilai tukar, inflasi, pertumbuhan kredit, dan kebutuhan mendorong kegiatan ekonomi produktif.<br><br>Kebijakan yang terlalu berorientasi pada satu indikator berisiko mengabaikan persoalan lain yang sama pentingnya.<br><br>Indonesia memerlukan stabilitas makroekonomi sekaligus pertumbuhan yang mampu menciptakan nilai tambah dan memperkuat daya saing.<br><br>Jangan Sampai Sektor Produktif Kehilangan Tenaga<br><br>Di tengah tekanan pasar keuangan, perhatian pemerintah tidak boleh hanya tertuju pada pergerakan indeks saham.<br><br>Sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, transportasi, pariwisata, dan UMKM merupakan bagian penting dari kehidupan ekonomi masyarakat.<br><br>Ketika pelaku usaha menghadapi biaya produksi yang meningkat, permintaan yang melemah, atau akses pembiayaan yang semakin sulit, dampaknya dapat menjalar ke pendapatan pekerja dan konsumsi rumah tangga.<br><br>Karena itu, kebijakan ekonomi harus mampu menjaga keberlangsungan usaha produktif.<br><br>Dukungan terhadap UMKM, kepastian regulasi, kemudahan berusaha yang bertanggung jawab, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta pembangunan infrastruktur yang efektif harus berjalan beriringan.<br><br>Belanja pemerintah pun harus dinilai berdasarkan manfaat ekonominya, bukan hanya besarnya anggaran yang terserap.<br><br>Setiap rupiah belanja publik semestinya memberikan hasil yang jelas, baik dalam bentuk peningkatan pelayanan, produktivitas, kesempatan kerja, maupun kesejahteraan masyarakat.<br><br>Dalam situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian, kualitas penggunaan anggaran menjadi semakin penting.<br><br>Tiga Kemungkinan Arah <a href="https://www.halomedan.com/tag/ekonomi/" target="_blank">Ekonomi</a> Indonesia<br><br>Jika melihat berbagai faktor tersebut, setidaknya ada tiga kemungkinan arah perekonomian Indonesia ke depan.<br><br>Pertama, ekonomi kembali menguat.<br><br>Skenario ini dapat terjadi apabila kepercayaan pasar membaik, stabilitas makroekonomi terjaga, investasi produktif meningkat, konsumsi rumah tangga tetap kuat, dan reformasi tata kelola berjalan secara nyata.<br><br>Dalam kondisi demikian, tekanan di pasar saham berpotensi mereda. Namun, pemulihan IHSG tetap bergantung pada banyak faktor dan tidak dapat dijamin hanya berdasarkan perbaikan ekonomi.<br><br>Kedua, ekonomi tumbuh tetapi menghadapi tekanan berkepanjangan.<br><br>Pada skenario ini, kegiatan ekonomi masih berkembang, tetapi daya beli sebagian masyarakat tertekan, investasi belum merata, dan pasar modal tetap bergejolak.<br><br>Kondisi seperti ini menuntut pemerintah memperbaiki kualitas pertumbuhan dan memastikan kebijakan ekonomi menjangkau sektor-sektor yang membutuhkan dukungan.<br><br>Ketiga, pelemahan semakin dalam.<br><br>Risiko ini dapat meningkat apabila tekanan eksternal memburuk, rupiah mengalami pelemahan berkepanjangan, biaya pendanaan meningkat, kepercayaan investor menurun, dan konsumsi masyarakat ikut melemah.<br><br>Namun, skenario tersebut tidak boleh diperlakukan sebagai kepastian. Perkembangannya harus dinilai melalui data aktual, termasuk pertumbuhan ekonomi, inflasi, pasar tenaga kerja, neraca perdagangan, kredit perbankan, serta kondisi fiskal.<br><br>Membedakan kemungkinan dari kepastian merupakan bagian penting dari analisis ekonomi yang bertanggung jawab.<br><br>Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?<br><br>Dalam menghadapi situasi ini, pemerintah perlu mengambil langkah yang terukur dan konsisten.<br><br>Pertama, memperkuat daya beli masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja produktif dan kebijakan yang menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok.<br><br>Kedua, meningkatkan kualitas investasi dengan mengutamakan sektor yang menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat industri dalam negeri.<br><br>Ketiga, menjaga disiplin fiskal serta memastikan belanja negara memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.<br><br>Keempat, memperkuat koordinasi kebijakan moneter dan fiskal agar stabilitas harga serta nilai tukar tetap terjaga tanpa mengabaikan kebutuhan pertumbuhan.<br><br>Kelima, membenahi tata kelola pasar modal melalui transparansi, pengawasan yang efektif, penegakan hukum yang konsisten, dan perlindungan investor.<br><br>Keenam, menyampaikan data ekonomi secara terbuka agar masyarakat dan pelaku usaha dapat menilai kondisi nasional berdasarkan fakta yang dapat diperiksa.<br><br>Kebijakan yang baik bukanlah kebijakan yang sekadar terlihat meyakinkan, melainkan kebijakan yang hasilnya dapat diukur dan dipertanggungjawabkan.<br><br>Kesimpulan: Belum Runtuh, tetapi Tidak Boleh Berpuas Diri<br><br>Apakah ekonomi Indonesia masih dapat menguat?<br><br>Jawabannya: masih ada peluang. Namun, peluang itu tidak akan berubah menjadi kenyataan tanpa kebijakan yang tepat, tata kelola yang kredibel, produktivitas yang meningkat, dan kepercayaan yang terjaga.<br><br>Apakah ekonomi Indonesia semakin lunglai?<br><br>Pertanyaan tersebut belum dapat dijawab hanya melalui penurunan IHSG. Diperlukan pemeriksaan terhadap indikator ekonomi secara menyeluruh, terutama perkembangan daya beli, lapangan kerja, investasi, nilai tukar, serta kondisi dunia usaha.<br><br>Kita tidak boleh terjebak pada dua sikap ekstrem: menganggap semua baik-baik saja hanya karena pertumbuhan ekonomi masih positif, atau menyatakan ekonomi telah runtuh hanya karena pasar saham mengalami koreksi tajam.<br><br>Keduanya sama-sama berisiko menyesatkan apabila tidak didukung data yang memadai.<br><br>Yang harus menjadi perhatian adalah apakah fondasi ekonomi semakin kuat, apakah pertumbuhan semakin berkualitas, dan apakah kesejahteraan masyarakat benar-benar meningkat.<br><br>Pasar modal yang sehat membutuhkan kepercayaan. Perekonomian yang kuat membutuhkan produktivitas. Pembangunan yang berhasil membutuhkan pemerataan manfaat.<br><br>Pada akhirnya, ukuran kekuatan ekonomi bukan hanya seberapa tinggi pertumbuhan atau seberapa besar kapitalisasi pasar, melainkan seberapa tangguh perekonomian menghadapi guncangan dan seberapa besar manfaatnya dirasakan rakyat.<br><br>Indonesia masih memiliki potensi besar. Namun, potensi tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan persoalan.<br><br>Saatnya pemerintah, pelaku usaha, investor, dan masyarakat membaca keadaan secara objektif, membenahi kelemahan secara serius, serta memastikan bahwa setiap kebijakan ekonomi benar-benar memperkuat fondasi masa depan bangsa.<br><br>Sebab, ekonomi yang kuat bukan ekonomi yang tidak pernah mengalami tekanan, melainkan ekonomi yang mampu menghadapi tekanan, memperbaiki diri, dan bangkit dengan fondasi yang lebih kokoh.<br><br>H. Syahrir Nasution]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_8187_IHSG-Anjlok--Ekonomi-Indonesia-Masih-Bisa-Bangkit-atau-Semakin-Lunglai-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67152/ihsg-anjlok-ekonomi-indonesia-masih-bisa-bangkit-atau-semakin-lunglai/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ijeck Tegaskan Penanaman 100.000 Pohon PP Sumut Bukan Sekadar Seremoni</guid>
            <pubDate>Wed, 28 Oct 2026 13:11:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ijeck Tegaskan Penanaman 100.000 Pohon PP Sumut Bukan Sekadar Seremoni]]></title>
            <description><![CDATA[SERDANG BEDAGAI &ndash Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Sumatera Utara menargetkan penanaman 100.000 pohon pelindung di]]></description>
            <content><![CDATA[SERDANG BEDAGAI &ndash; Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Sumatera Utara menargetkan penanaman 100.000 pohon pelindung di berbagai kabupaten/kota se-Sumut sebagai bentuk dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto, Gerakan Tobat Ekologis Nasional. Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, pertumbuhan pohon akan dipantau dan dilaporkan secara berkala.<br><br>Komitmen tersebut disampaikan Ketua MPW PP Sumut, Musa Rajekshah, dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemuda Pancasila melalui kegiatan penanaman bibit mangrove bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Pantai Romantis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Selasa (27/10).<br><br>Pria yang akrab disapa Ijeck itu menegaskan, penanaman 100.000 pohon tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Karena itu, pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap jumlah pohon yang ditanam serta perkembangan pertumbuhannya.<br><br>&quot;Setelah ini ada laporan setiap bulan berapa yang sudah tertanam, dan kami pantau setiap semester atau enam bulan untuk pertumbuhan pohonnya,&quot; ujar Ijeck.<br><br>Ia menegaskan, program tersebut harus memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.<br>&quot;Kami tidak mau ini hanya berita seremoni atau berita yang hanya 100 ribu,&quot; katanya.<br><br>Ijeck menjelaskan, sebanyak 100.000 bibit pohon akan didistribusikan kepada seluruh Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila di kabupaten/kota se-Sumatera Utara, dengan jenis tanaman yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah.<br>Untuk kawasan pesisir, penanaman difokuskan pada bibit mangrove. Sementara itu, wilayah pegunungan akan ditanami pohon keras, sedangkan kawasan permukiman masyarakat mendapatkan bibit pohon buah.<br><br>Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya bersama menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menyiapkan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.<br><br>&quot;Manfaatnya bukan untuk generasi kita sekarang saja, tetapi untuk anak cucu kita,&quot; ujarnya.<br><br>Gelar Pengobatan Gratis dan Pembagian Sembako<br><br>Selain kegiatan penghijauan, MPW PP Sumut bekerja sama dengan Rumah Sakit Sawit Indah menggelar pengobatan gratis dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB itu diikuti sekitar 250 warga.<br>Masyarakat yang hadir juga menerima paket sembako sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap kebutuhan warga.<br><br>Ijeck menyebut kegiatan sosial tersebut sejalan dengan arahan Ketua Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Yapto Surya Soemarno, agar setiap kegiatan organisasi memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.<br><br>&quot;Kegiatan Pemuda Pancasila seperti arahan Ketua Majelis Pimpinan Nasional Bapak Yapto Surya Soemarno harus bermanfaat pada masyarakat,&quot; ucapnya.<br><br>Ia menambahkan, kegiatan penanaman pohon dan pelayanan sosial akan terus dilanjutkan. MPW PP Sumut juga berharap program organisasi di tingkat wilayah maupun nasional dapat diselaraskan dengan program kementerian terkait.<br><br>Ajak Masyarakat Bersama Mengatasi Karhutla<br><br>Dalam kesempatan itu, Ijeck turut menyinggung persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia mengajak masyarakat menyikapi pemberitaan mengenai karhutla secara bijak dan tidak mudah terprovokasi.<br><br>Menurutnya, kebakaran hutan dapat terjadi di berbagai negara, termasuk Australia dan Amerika Serikat, dengan beragam faktor pemicu, seperti cuaca ekstrem dan kondisi alam.<br><br>menekankan pentingnya membangun semangat kebersamaan dalam menjaga lingkungan, alih-alih saling menyalahkan.<br><br>&quot;Apapun itu, bukan berarti kita saling menyalahkan, tetapi bagaimana kita bersama-sama menjaga dan memperbaiki,&quot; tuturnya.<br><br>Ijeck juga menyatakan MPW Pemuda Pancasila Sumut siap mendukung program pemerintah dalam pelestarian lingkungan dan berharap gerakan tersebut menjadi langkah berkelanjutan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.<br><br>Menteri LH Apresiasi Komitmen Pemuda Pancasila<br><br>Menteri Lingkungan Hidup, Muhammad Jumhur Hidayat, mengapresiasi komitmen Pemuda Pancasila yang berencana menanam 100.000 pohon di Sumatera Utara, termasuk di Kabupaten Serdang Bedagai.<br><br>Menurut Jumhur, gerakan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui Gerakan Tobat Ekologis Nasional, sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya mewujudkan Indonesia yang asri, aman, sehat, resik, dan indah.<br><br>Ia menegaskan bahwa persoalan lingkungan merupakan kepentingan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari individu, organisasi, hingga negara.<br><br>&quot;Tidak ada satu orang pun, tidak ada satu organisasi pun, tidak ada satu negara pun yang tidak berkepentingan dengan masalah lingkungan hidup,&quot; ujar Jumhur.<br><br>Ia juga menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum deklarasi dan penegasan kesiapan Pemuda Pancasila bersama pemerintah dalam menjaga lingkungan hidup.<br><br>Dalam sambutannya, Jumhur turut menyinggung arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pemerintah ingin mengarahkan pembangunan dari pendekatan yang disebutnya liberal kapitalistik menuju pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_7038_Ijeck-Tegaskan-Penanaman-100-000-Pohon-PP-Sumut-Bukan-Sekadar-Seremoni.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67151/ijeck-tegaskan-penanaman-100000-pohon-pp-sumut-bukan-sekadar-seremoni/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">AMMI Gagas Akademi Jurnalisme, Didukung Anggota Dewan Pers</guid>
            <pubDate>Wed, 28 Oct 2026 13:11:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[AMMI Gagas Akademi Jurnalisme, Didukung Anggota Dewan Pers]]></title>
            <description><![CDATA[AMMI Gagas Akademi Jurnalisme, Didukung Anggota Dewan Pers]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br>JAKARTA &mdash; Dewan Pers mendukung gagasan Asosiasi Media Multiplatform Indonesia (AMMI) membangun akademi jurnalisme multiplatform untuk meningkatkan kompetensi pelaku media digital dan konten kreator. Inisiatif ini dinilai relevan di tengah perubahan ekosistem informasi yang menuntut keseimbangan antara kecepatan penyebaran berita, akurasi, verifikasi, dan etika jurnalistik.<br><br>Dukungan tersebut disampaikan anggota Dewan Pers periode 2025&ndash;2028, Dr Rosarita Niken Widiastuti, dalam pertemuan dengan Ketua Umum AMMI Tundra Meliala di resto Penang Bistro Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (27/10/2026). Ketua Komisi Kemitraan, Hubungan Antarlembaga, dan Infrastruktur Organisasi Dewan Pers itu juga menyatakan kesediaannya menjadi Dewan Pembina AMMI.<br><br>Tundra mengatakan, AMMI dibentuk untuk menghimpun pengusaha media, wartawan senior, praktisi pers digital, dan pegiat media sosial dalam satu wadah. Organisasi yang telah memperoleh surat keputusan dari Kementerian Hukum itu mempertemukan pelaku berbagai platform, mulai dari media siber hingga Instagram dan konten kreator dengan jangkauan jutaan pengikut.<br><br>Menurut Tundra, perubahan teknologi telah membuat distribusi informasi tidak lagi bergantung pada media konvensional. Media sosial memungkinkan sebuah informasi menjangkau masyarakat dalam waktu singkat. Namun, besarnya jangkauan dan tingginya interaksi tidak selalu sejalan dengan akurasi serta kualitas informasi yang disampaikan.<br><br>Persoalan muncul ketika tuntutan menjadi yang pertama menyebarkan informasi mengalahkan kewajiban melakukan verifikasi. Informasi yang belum teruji dapat menyebar luas sebelum pihak terkait memperoleh kesempatan memberikan penjelasan. Kondisi ini berisiko merugikan individu maupun lembaga sekaligus mengikis kepercayaan publik terhadap media.<br><br>Karena itu, Tundra menilai pendidikan jurnalistik perlu menjadi bagian penting dalam pelatihan konten kreator. Kemampuan memproduksi konten menarik dan memperluas jangkauan audiens harus diimbangi pemahaman tentang pemeriksaan fakta, konfirmasi kepada narasumber, keberimbangan, akurasi, serta tanggung jawab atas informasi yang dipublikasikan.<br><br>Niken sejalan dengan pandangan tersebut. Pendidikan jurnalistik bagi pelaku media multiplatform diperlukan agar kemajuan teknologi dan perubahan pola distribusi informasi disertai peningkatan kualitas konten. Keterampilan teknis dalam memproduksi dan menyebarkan informasi, menurut gagasan tersebut, perlu berjalan beriringan dengan pemahaman mengenai etika serta tanggung jawab kepada publik.<br><br>Atas dasar itu, Tundra menggagas pembentukan akademi media multiplatform sebagai ruang pendidikan dan peningkatan kapasitas pelaku media lintas platform. Akademi ini dapat mengembangkan pembelajaran terstruktur, meliputi teknik peliputan dan wawancara, verifikasi foto dan video, pemeriksaan fakta, keberimbangan berita, etika publikasi, serta pemahaman mengenai hak jawab dan koreksi.<br><br>Pendidikan tersebut juga penting untuk menjelaskan perbedaan antara konten kreator secara umum dan pelaku yang menjalankan fungsi jurnalistik. Tidak semua konten media sosial merupakan produk pers. Namun, ketika informasi disajikan sebagai berita untuk kepentingan publik, prinsip jurnalistik diperlukan agar proses dan hasil publikasinya dapat dipertanggungjawabkan.<br><br>Bagi AMMI, dukungan Dewan Pers menjadi dorongan untuk menempatkan peningkatan kompetensi jurnalistik sebagai agenda utama organisasi. Tantangan selanjutnya ialah mewujudkan gagasan akademi melalui kurikulum yang relevan, keterlibatan praktisi berpengalaman, dan evaluasi kompetensi berkelanjutan. Dengan demikian, penguatan industri media multiplatform tidak hanya berorientasi pada jangkauan dan bisnis, tetapi juga pada mutu informasi serta kepercayaan masyarakat.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_4630_AMMI-Gagas-Akademi-Jurnalisme--Didukung-Anggota-Dewan-Pers.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67150/ammi-gagas-akademi-jurnalisme-didukung-anggota-dewan-pers/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Cetak Sejarah, 24 Dosen UNPAB Raih Jabatan Lektor Kepala Sepanjang 2026</guid>
            <pubDate>Tue, 27 Oct 2026 20:18:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Cetak Sejarah, 24 Dosen UNPAB Raih Jabatan Lektor Kepala Sepanjang 2026]]></title>
            <description><![CDATA[Cetak Sejarah, 24 Dosen UNPAB Raih Jabatan Lektor Kepala Sepanjang 2026]]></description>
            <content><![CDATA[Cetak Sejarah, 24 Dosen UNPAB Raih Jabatan Lektor Kepala Sepanjang 2026<br>MEDAN &ndash; Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) mencatatkan prestasi membanggakan sepanjang 2026. Sebanyak 24 dosen tetap berhasil meraih Jabatan Akademik Associate Professor atau Lektor Kepala selama periode Januari hingga Oktober 2026.<br>Pencapaian tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah UNPAB sejak berdiri pada 1961. Atas keberhasilan itu, UNPAB menggelar kegiatan tasyakuran sekaligus doa bersama bagi 14 dosen lainnya yang sedang mengajukan kenaikan Jabatan Akademik Associate Professor pada Gelombang II Tahun 2026, Selasa (27/10/2026).<br>Kegiatan tasyakuran tersebut juga diisi dengan berbagi bersama anak-anak yatim piatu di bawah naungan Yayasan Sahabat Yatim Indonesia, Kota Medan. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas capaian akademik yang membanggakan sekaligus wujud kepedulian sosial kepada sesama.<br>Rektor Bidang Sumber Daya UNPAB, Assoc. Prof. H. Abdul Razak Nasution, M.Sc., mengatakan, keberhasilan 24 dosen meraih jabatan akademik Lektor Kepala dalam satu tahun merupakan pencapaian tertinggi yang pernah diraih universitas sepanjang sejarahnya.<br>&quot;Sejak berdiri pada tahun 1961, kenaikan jabatan 24 dosen ke jenjang Associate Professor dalam satu tahun adalah pencapaian tertinggi sepanjang sejarah universitas. Bahkan, jumlah ini dapat bertambah lagi mengingat masih ada 14 dosen yang sedang dalam proses pengajuan,&quot; ujar Abdul Razak Nasution.<br>Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh dosen yang telah bekerja keras serta semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga pencapaian tersebut dapat terwujud.<br>Menurutnya, keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh dosen UNPAB untuk terus meningkatkan kompetensi, produktivitas akademik, serta kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.<br>&quot;Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh dosen yang telah bekerja keras dan semua pihak yang telah mendukung pencapaian ini. Kami juga memohon doa agar prestasi ini dapat terus ditingkatkan pada masa yang akan datang,&quot; ungkapnya.<br>Kegiatan tasyakuran dan doa bersama tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk merayakan keberhasilan akademik, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, rasa syukur, dan kepedulian sosial di lingkungan UNPAB.<br>Dengan adanya 14 dosen yang masih dalam proses pengajuan kenaikan jabatan akademik pada Gelombang II Tahun 2026, UNPAB berpeluang menambah jumlah dosen yang meraih jabatan Lektor Kepala pada tahun ini.<br>Capaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya UNPAB dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi.<br>Berikut Daftar 24 Dosen UNPAB yang Meraih Jabatan Associate Professor Periode Januari&ndash;Oktober 2026:<br>Assoc. Prof. Dr. Ali Yusran Gea, SH., MH., M.Kn.<br>Assoc. Prof. Dr. Dito Aditia Darma Nasution, SE., M.Si.<br>Assoc. Prof. Dr. Nina Andriany Nasution, SE., Ak., M.Si.<br>Assoc. Prof. Dr. Oktarini Khamilah, SE., M.Si.<br>Assoc. Prof. Dr. Rahayu Dwi Utami, S.Pd., M.Pd.<br>Assoc. Prof. Dr. Bahtiar Siregar, S.Pd.I, M.Pd.<br>Assoc. Prof. Dr. Emi Wakhyuni, SE., M.Si.<br>Assoc. Prof. Dr. Muhammad Isa Indrawan, SE., MM.<br>Assoc. Prof. Dr. Muhammad Yunan, S.Pd.I, M.Pd.I.<br>Assoc. Prof. Dr. Nurafrina Siregar, SE., M.Si.<br>Assoc. Prof. H. Abdul Razak Nasution, S.H.Int., M.Sc.<br>Assoc. Prof. Dr. Darmeli Nasution, S.Kom., M.Kom.<br>Assoc. Prof. Dr. Heriyati Chrisna, SE., M.Si.<br>Assoc. Prof. Dr. Slamet Widodo, SE., MM.<br>Assoc. Prof. Andysah Putera Utama, S.Kom., M.Kom., Ph.D.<br>Assoc. Prof. Dr. Darmilisani, SE., M.Si.<br>Assoc. Prof. Dr. Gloria Gita Putri Ginting, SH., M.Kn.<br>Assoc. Prof. Dr. Hadi Saputra Panggabean, S.Pd.I, M.Pd.<br>Assoc. Prof. Dr. Leni Marlina, S.Kom., M.Kom.<br>Assoc. Prof. Dr. Mhd. Habibu Rahman, S.Pd., M.Pd.<br>Assoc. Prof. Dr. Muhammad Toyib Daulay, SE., MM.<br>Assoc. Prof. Dr. Rahmad Sembiring, SE., M.S.P.<br>Assoc. Prof. Rita Nofianti, S.Pd., M.Pd.<br>Assoc. Prof. Dr. Ruth Riah Ate Tarigan, S.P., M.Si.<br>Prestasi ini diharapkan semakin memperkuat posisi UNPAB dalam pengembangan pendidikan tinggi serta mendorong lahirnya lebih banyak dosen berprestasi yang berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan masyarakat. Rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_5056_Cetak-Sejarah--24-Dosen-UNPAB-Raih-Jabatan-Lektor-Kepala-Sepanjang-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/67149/cetak-sejarah-24-dosen-unpab-raih-jabatan-lektor-kepala-sepanjang-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">BNCT Jajaki Peluang Kolaborasi Logistik Indonesia&ndash;Malaysia melalui Forum FMFF</guid>
            <pubDate>Tue, 27 Oct 2026 16:39:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[BNCT Jajaki Peluang Kolaborasi Logistik Indonesia–Malaysia melalui Forum FMFF]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN &ndash PT Belawan New Container Terminal (BNCT) memperluas jejaring industri logistik regional melalui partisipasinya dalam 134th FM]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN &ndash; PT Belawan New Container Terminal (BNCT) memperluas jejaring industri logistik regional melalui partisipasinya dalam *134th FMFF Council Meeting* yang berlangsung di Hotel JW Marriott Medan, Sabtu (24/10/2026). Forum yang melibatkan *Federation of Malaysian Freight Forwarders* (FMFF) tersebut menjadi kesempatan bagi BNCT untuk memperkenalkan potensi layanan terminal peti kemas di Belawan sekaligus menjajaki peluang kolaborasi dengan pelaku usaha logistik Malaysia.<br><br>President Director BNCT, Suffian Manaf, hadir sebagai salah satu narasumber dalam forum tersebut. Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya BNCT membangun komunikasi dengan perusahaan *freight forwarding*, yang berperan penting dalam mendukung pergerakan barang dan menghubungkan layanan kepelabuhanan dengan kebutuhan rantai pasok.<br><br>Forum tersebut turut dihadiri Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Sumatera Utara, Surianto, bersama jajaran pengurus lainnya. Kehadiran perwakilan asosiasi dan pelaku industri dari Indonesia dan Malaysia menjadi ruang untuk mempererat hubungan profesional serta memperluas pemahaman mengenai kebutuhan dan peluang di sektor logistik regional.<br><br>Corporate Secretary BNCT, Rizki Affandi Nst, menyampaikan bahwa interaksi langsung dengan pelaku industri merupakan langkah penting untuk memahami kebutuhan pasar dan mengidentifikasi peluang bisnis yang relevan.<br><br>&quot;Partisipasi BNCT dalam forum ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi layanan terminal sekaligus membangun komunikasi dengan pelaku *freight forwarding* di Malaysia. Kami berharap hubungan yang terjalin dapat ditindaklanjuti melalui penjajakan peluang kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan industri dan mendukung kelancaran arus barang antara Indonesia dan Malaysia,&quot; ujar Rizki.<br><br>Melalui partisipasi ini, BNCT berharap dapat memperkuat jejaring dengan pelaku logistik regional dan membuka peluang kemitraan yang memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Pelabuhan Belawan sebagai salah satu simpul logistik di wilayah barat Indonesia.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_1140_BNCT-Jajaki-Peluang-Kolaborasi-Logistik-Indonesia-ndash-Malaysia-melalui-Forum-FMFF.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/ekbis/67148/bnct-jajaki-peluang-kolaborasi-logistik-indonesiandashmalaysia-melalui-forum-fmff/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>