<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.halomedan.com/</link>
        <description>Halo Medan | Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Sat, 08 Aug 2026 12:47:44 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Erick Thohir, Sudah Saatnya Mundur?</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 12:14:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Erick Thohir, Sudah Saatnya Mundur?]]></title>
            <description><![CDATA[Erick Thohir, Sudah Saatnya Mundur?]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Oleh Abdullah Rasyid<br>Pecinta Bola dan Pendukung PSMS Garis Keras<br><br>Menyaksikan perjalanan Tim Garuda dalam beberapa ajang internasional belakangan ini terasa menyesakkan. Harapan yang telanjur membesar kembali berujung kecewa. Tersingkirnya Indonesia dari Piala AFF 2026 mungkin menjadi pukulan yang paling terasa. Bukan karena AFF adalah turnamen terbesar yang pernah kita ikuti, tetapi karena di level Asia Tenggara pun kita kembali gagal memenuhi ekspektasi.<br><br>Indonesia datang dengan kepercayaan diri tinggi. Materi pemain lebih kompetitif, dukungan publik tidak pernah surut, fasilitas membaik, dan selama beberapa tahun terakhir kita terus mendengar bahwa sepak bola nasional sedang bertransformasi.<br><br>Kalau demikian, wajar bila publik bertanya: transformasi macam apa yang sebenarnya sedang berjalan?<br><br>Saya menulis ini sebagai pecinta sepak bola. Juga sebagai pendukung PSMS Medan garis keras. Orang yang lama mengikuti sepak bola tahu satu hal: kalah tidak selalu memalukan. Dalam sepak bola, tim hebat sekalipun bisa kalah. Yang sulit diterima justru ketika kegagalan datang berulang-ulang, sementara jawaban yang diberikan selalu sama.<br><br>Evaluasi.<br><br>Kata itu kembali muncul setelah Indonesia tersingkir. Pelatih dievaluasi. Pemain dievaluasi. Program tim nasional akan dibedah. Kita seperti sudah hafal urutannya.<br><br>Masalahnya, evaluasi semacam ini hampir selalu bergerak ke bawah.<br><br>Jarang sekali kita bertanya apakah orang yang berada di pucuk organisasi juga layak dievaluasi.<br><br>Erick Thohir sudah memimpin PSSI sejak Februari 2023. Sekarang ia juga menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga. Posisi itu memberinya pengaruh yang sangat besar terhadap sepak bola nasional.<br><br>Karena itu, hasil PSSI tidak mungkin dilepaskan dari kepemimpinannya.<br><br>Saya tidak termasuk orang yang menutup mata terhadap capaian Erick. Peringkat FIFA Indonesia meningkat. Tim U-23 pernah menembus semifinal Piala Asia U-23 2024. Hubungan dengan FIFA semakin dekat. Sejumlah stadion dibenahi. Tim nasional mendapat perhatian yang mungkin belum pernah sebesar sekarang.<br><br>Naturalisasi juga membuat Indonesia memiliki pemain dengan pengalaman dan kualitas kompetisi yang lebih baik.<br><br>Semua itu fakta yang patut dihargai.<br><br>Namun kepemimpinan tidak hanya dinilai ketika grafik sedang naik.<br><br>Target terbesar kita adalah Piala Dunia 2026. Indonesia gagal. Sekarang target itu dipindahkan menuju 2030. Di tengah perjalanan menuju sasaran baru tersebut, Timnas malah tersingkir dari fase grup Piala AFF.<br><br>Apakah kegagalan AFF sendirian cukup untuk menjatuhkan seorang ketua umum? Tentu tidak.<br><br>Tetapi AFF bukan berdiri sendiri.<br><br>Kita sedang berhadapan dengan persoalan yang jauh lebih lama: sistem pembinaan yang belum kokoh, liga yang masih naik turun kualitasnya, kompetisi usia muda yang belum menjadi mesin produksi pemain, klub-klub yang belum semuanya sehat, kualitas wasit, integritas kompetisi, profesionalisme manajemen, sampai standar keselamatan pertandingan.<br><br>Jumlah penduduk Indonesia hampir 300 juta. Sepak bola dimainkan di mana-mana. Anak-anak bermain di lapangan desa, halaman sekolah, gang sempit, pantai, bahkan di tanah kosong.<br><br>Bakat tidak pernah menjadi masalah utama negeri ini.<br><br>Yang bermasalah adalah jalan yang harus ditempuh bakat itu agar menjadi pemain hebat.<br><br>Berapa banyak anak berbakat yang bisa masuk akademi berkualitas? Berapa banyak yang mendapat pelatih dengan standar baik sejak usia dini? Berapa banyak pertandingan kompetitif yang mereka jalani sebelum usia 18 tahun? Seberapa bagus nutrisi, sports science, pendidikan dan proses pencarian bakat kita?<br><br>Pertanyaan-pertanyaan itu tidak bisa dijawab dengan naturalisasi.<br><br>Saya tidak punya persoalan dengan pemain naturalisasi. Selama sah sebagai warga negara Indonesia dan sungguh-sungguh membela Merah Putih, mereka adalah pemain Indonesia.<br><br>Tetapi ada perbedaan antara memakai naturalisasi sebagai penguat tim dan menjadikannya penutup kelemahan sistem pembinaan.<br><br>Kita bisa merekrut pemain yang tumbuh dalam akademi Belanda atau negara Eropa lainnya. Yang belum berhasil kita bangun adalah sistem yang mampu secara rutin menghasilkan pemain dengan kualitas serupa dari Medan, Makassar, Ambon, Jayapura, Bandung, Surabaya atau kota-kota kecil di seluruh Indonesia.<br><br>Itulah pekerjaan federasi.<br><br>Dan Ketua Umum PSSI harus bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut.<br><br>Tidak adil bila setiap kemenangan Timnas dianggap sebagai bukti keberhasilan transformasi PSSI, tetapi ketika kegagalan datang, sorotan segera diarahkan kepada pelatih.<br><br>Pelatih memang bertanggung jawab terhadap taktik. Pemain bertanggung jawab atas permainan. Namun keputusan besar tentang arah Timnas, struktur kepelatihan, regenerasi, kompetisi dan visi federasi berada di tangan PSSI.<br><br>Jadi ketika hasilnya tidak sesuai dengan target, tanggung jawab tidak boleh berhenti di ruang ganti.<br><br>Kita juga belum boleh melupakan Kanjuruhan.<br><br>Seratus tiga puluh lima orang meninggal dalam tragedi 1 Oktober 2022. Stadion kemudian direnovasi. Prosedur keselamatan diperbaiki. Pelatihan keamanan digelar.<br><br>Tetapi Kanjuruhan meninggalkan pelajaran yang lebih besar daripada soal stadion.<br><br>Sepak bola bukan hanya kemenangan, peringkat FIFA, sponsor, hak siar atau hiruk-pikuk suporter. Ada manusia yang harus dilindungi. Ada tata kelola yang harus bertanggung jawab.<br><br>Karena itu saya merasa posisi Erick Thohir sebagai Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI sudah layak dipersoalkan, bukan terutama dari sisi boleh atau tidak boleh secara aturan, tetapi dari sisi akuntabilitas.<br><br>Sebagai Ketua Umum PSSI, ia memimpin organisasi yang kinerjanya harus dinilai.<br><br>Sebagai Menpora, ia berada di pemerintahan yang memiliki peran besar dalam kebijakan olahraga nasional.<br><br>Ketika muncul kegagalan di PSSI, garis pertanggungjawabannya menjadi kabur.<br><br>Erick sebaiknya memilih.<br><br>Kalau ingin mencurahkan tenaga sebagai Menpora, mengurus seluruh cabang olahraga, pembinaan atlet, industri olahraga, olahraga pendidikan dan prestasi Indonesia secara keseluruhan, lepaskan PSSI.<br><br>Federasi sepak bola sebesar Indonesia membutuhkan pemimpin yang bekerja penuh waktu dan berdiri pada satu posisi yang jelas.<br><br>Mundur tidak berarti menghapus apa yang sudah dikerjakan.<br><br>Mundur juga bukan bentuk kekalahan pribadi.<br><br>Ada kalanya pengunduran diri justru menunjukkan bahwa seseorang memahami arti jabatan.<br><br>Di banyak tempat, pemimpin organisasi olahraga mundur ketika target besar gagal. Bukan karena seluruh masa kepemimpinannya buruk, tetapi karena ada batas antara kewenangan dan pertanggungjawaban.<br><br>Tradisi seperti inilah yang masih jarang kita lihat.<br><br>Kita sangat mudah mengganti pelatih. Sangat mudah menyalahkan pemain. Wasit dihujat. Taktik dibongkar habis.<br><br>Tetapi kursi paling atas hampir selalu selamat.<br><br>Sebagai pendukung PSMS, saya terbiasa melihat tim kesayangan kalah. Kadang menyakitkan, kadang membuat marah, tetapi itulah sepak bola.<br><br>Yang tidak boleh menjadi kebiasaan adalah kegagalan yang selalu dijawab dengan janji evaluasi tanpa keberanian mengevaluasi orang yang memegang kendali.<br><br>Sepak bola Indonesia sudah terlalu lama hidup dari siklus yang sama: berharap, kecewa, mengganti pelatih, lalu berharap lagi.<br><br>Kali ini jangan hanya pelatih dan pemain yang diperiksa.<br><br>Lihat juga ke atas.<br><br>Erick Thohir sudah bekerja. Ada hasil yang pantas dihargai. Tetapi ada pula target besar yang gagal dicapai.<br><br>Karena itu pertanyaan ini bukan lagi sesuatu yang berlebihan.<br><br>Erick Thohir, sudah saatnya mundur?]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_4468_Erick-Thohir--Sudah-Saatnya-Mundur-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66486/erick-thohir-sudah-saatnya-mundur/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sumut Rally 2026 Resmi Dibuka di Pematangsiantar, Ijeck: Bangga Sumut Kembali Jadi Tuan Rumah</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 10:58:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sumut Rally 2026 Resmi Dibuka di Pematangsiantar, Ijeck: Bangga Sumut Kembali Jadi Tuan Rumah]]></title>
            <description><![CDATA[PEMATANGSIANTAR  HALOMEDAN.COM Sumatera Utara Rally FIA APRC Round 3 &amp IMI National Rally Championship Round 4 Tahun 2026 resmi dibuka ]]></description>
            <content><![CDATA[PEMATANGSIANTAR | HALOMEDAN.COM</p><br> Sumatera Utara <a href="https://www.halomedan.com/tag/rally/" target="_blank">Rally</a> FIA APRC Round 3 &amp; IMI National <a href="https://www.halomedan.com/tag/rally/" target="_blank">Rally</a> Championship Round 4 Tahun 2026 resmi dibuka di Lapangan Haji Adam Malik, Kota Pematangsiantar, Sabtu (8/8/2026) sore.<br><br>Pembukaan ajang rally bertaraf internasional ini menjadi momentum kembalinya Sumatera Utara sebagai tuan rumah kejuaraan rally yang mempertemukan para pereli nasional dan peserta lainnya.</p><img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/a0a080f42e6f13b3a2df133f073095dd_1002833683.jpg"><br></p><br></p><br>Pereli nasional sekaligus Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI), Musa Rajekshah, mengaku bangga Sumatera Utara kembali dipercaya menggelar ajang rally bertaraf internasional tersebut.<br><br>Menurut Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah, anggota DPR RI Fraksi Golkar ini,  penyelenggaraan Sumut <a href="https://www.halomedan.com/tag/rally/" target="_blank">Rally</a> 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan para pereli, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi Sumatera Utara.<br><br>&quot;Alhamdulillah, Sumatera Utara <a href="https://www.halomedan.com/tag/rally/" target="_blank">Rally</a> FIA APRC Round 3 &amp; IMI National <a href="https://www.halomedan.com/tag/rally/" target="_blank">Rally</a> Championship Round 4 Tahun 2026 resmi dibuka sore tadi di Lapangan Haji Adam Malik, Kota Pematangsiantar,&quot; ujar Ijeck.<br><br>Ia berharap seluruh pereli dapat mengikuti perlombaan dengan menjunjung tinggi sportivitas serta mengutamakan keselamatan selama bertanding.<br><br>&quot;Semoga seluruh pereli dapat bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas dan keselamatan, serta seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan sukses,&quot; katanya.<br><br>Ijeck juga mengajak seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Sumut <a href="https://www.halomedan.com/tag/rally/" target="_blank">Rally</a> 2026.</p><img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/2a79ea27c279e471f4d180b08d62b00a_1002833621.jpg"><br></p><br><br>&quot;Selamat bertanding, dan mari bersama kita sukseskan Sumut <a href="https://www.halomedan.com/tag/rally/" target="_blank">Rally</a> 2026,&quot; ucapnya.<br><br>Sumut <a href="https://www.halomedan.com/tag/rally/" target="_blank">Rally</a> 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Sumatera Utara sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga otomotif, sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan dan masyarakat pencinta rally.<br>(red)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_7747_Sumut-Rally-2026-Resmi-Dibuka-di-Pematangsiantar--Ijeck--Bangga-Sumut-Kembali-Jadi-Tuan-Rumah.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66485/sumut-rally-2026-resmi-dibuka-di-pematangsiantar-ijeck-bangga-sumut-kembali-jadi-tuan-rumah/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">GELOMBANG DEMONSTRASI DIPICU TERHENTINYA AKTIVITAS PEMBELIAN BIJIH TIMAH MASYARAKAT</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 08:01:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[GELOMBANG DEMONSTRASI DIPICU TERHENTINYA AKTIVITAS PEMBELIAN BIJIH TIMAH MASYARAKAT]]></title>
            <description><![CDATA[Belitung Timur, &ndash Ribuan masyarakat penambang memadati Kantor PT Timah dan Gudang GBT PT Timah di Kabupaten Belitung Timur untuk menya]]></description>
            <content><![CDATA[Belitung Timur, &ndash; Ribuan masyarakat penambang memadati Kantor PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> dan Gudang GBT PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> di Kabupaten Belitung Timur untuk menyampaikan aspirasi. Aksi tersebut dipicu oleh terhentinya aktivitas pembelian bijih timah yang menyebabkan masyarakat kehilangan sumber penghasilan dalam beberapa hari terakhir.<br><br>Berdasarkan informasi di lapangan, setelah adanya penindakan hukum terhadap sejumlah kolektor timah, banyak kolektor lain memilih menghentikan sementara aktivitas pembelian karena khawatir menghadapi risiko yang sama. Akibatnya, rantai perdagangan bijih timah di tingkat masyarakat terputus dan hasil tambang tidak lagi terserap.<br><br>Di sisi lain, PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> belum dapat menyerap seluruh produksi masyarakat karena proses penyesuaian RKAB masih berlangsung, sementara kapasitas penampungan di Gudang Bijih <a href="https://www.halomedan.com/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> (GBT) juga terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan hasil tambang masyarakat menumpuk tanpa kepastian waktu pembelian.<br>Situasi ini menimbulkan tekanan ekonomi yang cukup berat bagi masyarakat penambang. Bagi sebagian besar keluarga, penghasilan dari menjual bijih timah merupakan sumber pendapatan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika hasil tambang tidak dapat dijual, banyak masyarakat mengaku kesulitan memperoleh uang untuk membeli kebutuhan pokok, membayar biaya sekolah anak, memenuhi cicilan, maupun memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.<br><br>Dalam penyampaian aspirasinya, masyarakat menilai belum adanya kepastian mengenai mekanisme pembelian hasil tambang membuat mereka berada dalam ketidakpastian. Di satu sisi, aktivitas pembelian oleh kolektor terhenti, sementara di sisi lain hasil tambang juga belum dapat seluruhnya diserap oleh PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/timah/" target="_blank">Timah</a>. Kondisi tersebut membuat masyarakat merasa tidak memiliki pilihan untuk mempertahankan mata pencahariannya.<br><br>Masyarakat berharap pemerintah, aparat penegak hukum, dan PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> dapat segera menghadirkan solusi yang memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha yang bekerja sesuai ketentuan, menjamin kelancaran penyerapan hasil tambang masyarakat, serta mencegah semakin memburuknya kondisi ekonomi masyarakat penambang. Menurut mereka, tanpa langkah yang cepat dan terkoordinasi, potensi munculnya keresahan sosial dan aksi serupa di kemudian hari masih cukup besar.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_4276_GELOMBANG-DEMONSTRASI-DIPICU-TERHENTINYA-AKTIVITAS-PEMBELIAN-BIJIH-TIMAH-MASYARAKAT.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66484/gelombang-demonstrasi-dipicu-terhentinya-aktivitas-pembelian-bijih-timah-masyarakat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">ABPEDNAS Deli Serdang Perkuat Sinergi dengan Kepala Desa, Kawal MBG, KIP, Kopdes Merah Putih hingga Pembentukan Rumah RJ</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 02:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[ABPEDNAS Deli Serdang Perkuat Sinergi dengan Kepala Desa, Kawal MBG, KIP, Kopdes Merah Putih hingga Pembentukan Rumah RJ]]></title>
            <description><![CDATA[ABPEDNAS Deli Serdang Perkuat Sinergi dengan Kepala Desa, Kawal MBG, KIP, Kopdes Merah Putih hingga Pembentukan Rumah RJ]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Deli Serdang &ndash; Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPC ABPEDNAS) Kabupaten Deli Serdang menggelar pembentukan Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) ABPEDNAS Kecamatan Batang Kuis di Aula Desa Bakaran Batu, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (7/8).<br><br>Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPC ABPEDNAS Deli Serdang OK Hendri, Sekretaris Raja Anggi Harahap, Wakil Ketua Amran, Bendahara Ridwan, Bachyuni Amin Basri, Kepala Desa Bakaran Batu Muslim Susanto, serta jajaran pengurus dan anggota BPD se-Kecamatan Batang Kuis.<br><br>Turut hadir pula calon Ketua DPK ABPEDNAS Kecamatan Batang Kuis Hariro Harahap, calon Sekretaris Zul, dan calon Bendahara Feri.<br><br>Dalam sambutannya, Ketua DPC ABPEDNAS Deli Serdang OK Hendri menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan di tingkat kecamatan merupakan langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan BPD sekaligus meningkatkan sinergi dengan para kepala desa.<br><br>"BPD harus menjadi garda terdepan dalam menjaga desa, mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), memastikan Program Indonesia Pintar (KIP) tepat sasaran bagi anak-anak yang masih bersekolah, mendukung Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), serta mendorong terbentuknya Rumah Restorative Justice (Rumah RJ) di desa," ujar OK Hendri.<br><br>Sekretaris DPC ABPEDNAS Deli Serdang Raja Anggi Harahap mengatakan hubungan harmonis antara BPD dan kepala desa merupakan kunci keberhasilan pembangunan desa.<br><br>"Pengawasan yang dilakukan BPD harus menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat. BPD dan kepala desa harus saling bersinergi, bukan saling berhadapan," katanya.<br><br>Sementara itu, Kepala Desa Bakaran Batu Muslim Susanto menyampaikan apresiasinya atas pembentukan DPK ABPEDNAS Kecamatan Batang Kuis. Menurutnya, kehadiran ABPEDNAS akan semakin memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara BPD dengan pemerintah desa.<br><br>"Kami berharap sinergi yang baik ini mampu mendukung seluruh program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga," ujarnya.<br><br>Melalui pembentukan DPK ABPEDNAS Kecamatan Batang Kuis, diharapkan seluruh anggota BPD semakin solid dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, serta penyaluran aspirasi masyarakat, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam menyukseskan berbagai program prioritas pemerintah hingga ke tingkat desa.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_721_ABPEDNAS-Deli-Serdang-Perkuat-Sinergi-dengan-Kepala-Desa--Kawal-MBG--KIP--Kopdes-Merah-Putih-hingga-Pembentukan-Rumah-RJ.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66483/abpednas-deli-serdang-perkuat-sinergi-dengan-kepala-desa-kawal-mbg-kip-kopdes-merah-putih-hingga-pembentukan-rumah-rj/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Anto Genk Hadiri Pembukaan Sumatera Utara Rally 2026, JMSI Sumut Siap Dukung Publikasi Event Otomotif Bertaraf Internasional*</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 22:53:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Anto Genk Hadiri Pembukaan Sumatera Utara Rally 2026, JMSI Sumut Siap Dukung Publikasi Event Otomotif Bertaraf Internasional*]]></title>
            <description><![CDATA[Anto Genk Hadiri Pembukaan Sumatera Utara Rally 2026, JMSI Sumut Siap Dukung Publikasi Event Otomotif Bertaraf Internasional]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>PEMATANGSIANTAR | Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara sekaligus CEO Sumut24 Group, Rianto, SH., MH atau akrab disapa Anto Genk, menghadiri pembukaan Sumatera Utara Rally 2026 yang digelar di Lapangan H. Adam Malik, Kota Pematangsiantar, Jumat (7/8/2026) pukul 16.00 WIB.<br><br>Ajang reli bergengsi tingkat internasional tersebut resmi dimulai dengan seremoni pembukaan sebelum para peserta bertolak menuju lintasan utama di kawasan PTPN IV Regional I Kebun Tobasari, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kejuaraan ini berlangsung hingga 9 Agustus 2026 dan menjadi salah satu agenda penting dalam kalender olahraga otomotif nasional dan regional.<br><br>Acara pembukaan diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ketua MUI Kota Pematangsiantar, Drs. H. M. Ali Lubis. Selanjutnya, laporan panitia disampaikan oleh Harun Mustafa Nasution, yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara.<br><br>Dalam sambutannya, Harun Mustafa Nasution menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga pelaksanaan Sumatera Utara Rally Asia Pacific Rally Championship (APRC) 2026 dapat terlaksana dengan baik.<br><br>"Atas dukungan semua pihak acara ini bisa terlaksana. Kami panitia juga telah melaksanakan kegiatan bakti sosial serta pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan oleh IMI Sumut bekerja sama dengan RS Mitra Guray Besar Petumbukan, No.29 Batu Rata, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang," ujar Harun.<br><br>Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para sponsor dan mitra pendukung, di antaranya Pertamina Fastron, PT Antam, PTPN IV, Inalum, BRI, Pemerintah Kota Pematangsiantar, Pemerintah Kabupaten Simalungun, Forkopimda, serta jajaran aparat TNI dan Polri yang mendukung pengamanan kegiatan.<br><br>Sumatera Utara Rally 2026 merupakan putaran ketiga FIA Asia Pacific Rally Championship (APRC) 2026 sekaligus putaran keempat IMI National Rally Championship 2026. Kejuaraan ini menghadirkan pereli nasional dan internasional untuk menaklukkan lintasan Tobasari yang dikenal memiliki karakter cepat, teknikal, dan menantang.<br><br>Kehadiran Rianto atau Anto Genk dalam kegiatan tersebut juga tidak terlepas dari hubungan persahabatan dekatnya dengan Musa Rajekshah (Ijeck), yang merupakan Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara.<br><br>Menurut Anto Genk, penyelenggaraan event otomotif berskala internasional seperti Sumatera Utara Rally memiliki dampak besar, bukan hanya bagi perkembangan olahraga, tetapi juga terhadap promosi daerah, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.<br><br>"JMSI Sumut dan Sumut24 Group siap menjadi garda terdepan dalam pemberitaan event-event olahraga, khususnya yang bertaraf nasional, regional maupun internasional. Event seperti ini sangat bermanfaat untuk memperkenalkan Indonesia, khususnya Sumatera Utara, kepada dunia," ujar Anto Genk.<br><br>Ia menilai, kehadiran peserta, tim pendukung, wisatawan, dan pecinta otomotif dari berbagai daerah maupun negara akan memberikan dampak positif terhadap sektor usaha lokal.<br><br>Pandangan senada disampaikan Musa Rajekshah. Menurutnya, Sumatera Utara Rally 2026 bukan sekadar kompetisi olahraga otomotif, tetapi juga menjadi momentum penggerak ekonomi dan pariwisata daerah.<br><br><br><br>"Sumatera Utara Rally 2026 ini bukan semata hanya olahraga otomotif, tapi juga dampaknya kepada dunia usaha dan pariwisata. Terlihat jelas hunian hotel di Kota Pematangsiantar terisi penuh oleh peserta dan wisatawan lokal maupun mancanegara. UMKM di sekitar lokasi rally juga sudah mulai bermunculan," ujar Musa Rajekshah.<br><br>Ia berharap event internasional tersebut dapat terus berkembang hingga membawa Sumatera Utara menjadi tuan rumah kejuaraan dunia pada masa mendatang.<br><br>"Kita berharap event dunia setelah Asia Pasifik dapat kita laksanakan di tahun-tahun mendatang. Rencana ini juga sudah mendapat dukungan dari Bapak Presiden Prabowo," tambahnya.<br><br>Selain menjadi ajang kompetisi olahraga otomotif, Sumatera Utara Rally 2026 juga menjadi sarana memperkuat citra Sumatera Utara sebagai destinasi penyelenggaraan event internasional. Dukungan berbagai pihak diharapkan mampu menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.<br><br>Dengan dukungan FIA, IMI, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Polda Sumut, PTPN IV selaku tuan rumah lintasan, serta seluruh pemangku kepentingan, Sumatera Utara Rally 2026 diharapkan semakin mengukuhkan posisi Sumatera Utara dalam peta olahraga otomotif Asia Pasifik.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_3142_Anto-Genk-Hadiri-Pembukaan-Sumatera-Utara-Rally-2026--JMSI-Sumut-Siap-Dukung-Publikasi-Event-Otomotif-Bertaraf-Internasional-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66482/anto-genk-hadiri-pembukaan-sumatera-utara-rally-2026-jmsi-sumut-siap-dukung-publikasi-event-otomotif-bertaraf-internasional/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PCNU Sumatera Utara Nyatakan Dukungan kepada Gus Yusuf Jelang Muktamar NU di Jombang</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 19:17:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PCNU Sumatera Utara Nyatakan Dukungan kepada Gus Yusuf Jelang Muktamar NU di Jombang]]></title>
            <description><![CDATA[Medan &ampndash Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, dinamika organisasi semakin menghangat. Sejumlah kandidat Ketu]]></description>
            <content><![CDATA[Medan &ndash; Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, dinamika organisasi semakin menghangat. Sejumlah kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus melakukan silaturahmi ke berbagai daerah untuk menyampaikan gagasan, visi, dan misi kepada jajaran pengurus serta warga nahdliyin.<br><br>Di tengah rangkaian konsolidasi tersebut, sejumlah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Sumatera Utara menyatakan dukungan kepada KH.<br> Muhammad Yusuf Qudlori atau yang akrab disapa Gus Yusuf, Pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo, sebagai calon Ketua Umum PBNU.<br><br>Dalam pernyataannya, dukungan tersebut diberikan setelah mencermati rekam jejak, karakter kepemimpinan, serta visi dan misi yang disampaikan Gus Yusuf selama melakukan silaturahmi di berbagai daerah.<br><br>Menurut mereka, terdapat beberapa alasan yang menjadi dasar dukungan tersebut. Pertama, komitmen Gus Yusuf dalam membangun tata kelola organisasi yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Gagasan tersebut dinilai tercermin melalui upaya memperkuat sistem administrasi organisasi, pengelolaan keuangan dan aset secara terbuka, serta modernisasi tata kelola kelembagaan tanpa meninggalkan jati diri Nahdlatul Ulama.<br><br>Selain itu, Gus Yusuf juga dinilai memiliki perhatian terhadap pengembangan sumber daya kader di seluruh tingkatan organisasi. Ia disebut mendorong distribusi kader berdasarkan kompetensi dan keahlian, sekaligus membangun pola kerja sama dengan berbagai pihak secara profesional dan berorientasi pada kemaslahatan organisasi.<br><br>Dukungan tersebut juga didasarkan pada komitmen Gus Yusuf dalam menjaga tradisi, budaya, dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai fondasi perjuangan Nahdlatul Ulama. Di sisi lain, ia dinilai memiliki pandangan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar NU tetap relevan menghadapi tantangan zaman.<br><br>Para pendukungnya juga meyakini Gus Yusuf memiliki kapasitas untuk memperkuat soliditas internal PBNU di tengah berbagai dinamika organisasi yang berkembang belakangan ini. Mereka berharap kepemimpinan yang inklusif dan mampu merangkul seluruh elemen dapat mengembalikan fokus organisasi pada pelaksanaan program-program yang bermanfaat bagi umat.<br>Dengan pengalaman, integritas, dan visi yang dimilikinya, para pendukung berharap Gus Yusuf mampu membawa Nahdlatul Ulama menjadi organisasi yang semakin kuat, modern, tetap berakar pada tradisi, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi bangsa dan negara melalui kepemimpinan PBNU pada periode mendatang.( oleh Burhan)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_6391_PCNU-Sumatera-Utara-Nyatakan-Dukungan-kepada-Gus-Yusuf-Jelang-Muktamar-NU-di-Jombang.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/politik/66481/pcnu-sumatera-utara-nyatakan-dukungan-kepada-gus-yusuf-jelang-muktamar-nu-di-jombang-3/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PCNU Sumatera Utara Nyatakan Dukungan kepada Gus Yusuf Jelang Muktamar NU di Jombang</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 18:44:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PCNU Sumatera Utara Nyatakan Dukungan kepada Gus Yusuf Jelang Muktamar NU di Jombang]]></title>
            <description><![CDATA[PCNU Sumut Dukung Gus Yusuf Pimpin PBNU Muktamar Jombang]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan &ndash; Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, dinamika organisasi semakin menghangat. Sejumlah kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus melakukan silaturahmi ke berbagai daerah untuk menyampaikan gagasan, visi, dan misi kepada jajaran pengurus serta warga nahdliyin.<br><br>Di tengah rangkaian konsolidasi tersebut, sejumlah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Sumatera Utara menyatakan dukungan kepada KH.<br> Muhammad Yusuf Qudlori atau yang akrab disapa Gus Yusuf, Pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo, sebagai calon Ketua Umum PBNU.<br><br>Dalam pernyataannya, dukungan tersebut diberikan setelah mencermati rekam jejak, karakter kepemimpinan, serta visi dan misi yang disampaikan Gus Yusuf selama melakukan silaturahmi di berbagai daerah.<br><br>Menurut mereka, terdapat beberapa alasan yang menjadi dasar dukungan tersebut. Pertama, komitmen Gus Yusuf dalam membangun tata kelola organisasi yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Gagasan tersebut dinilai tercermin melalui upaya memperkuat sistem administrasi organisasi, pengelolaan keuangan dan aset secara terbuka, serta modernisasi tata kelola kelembagaan tanpa meninggalkan jati diri Nahdlatul Ulama.<br><br>Selain itu, Gus Yusuf juga dinilai memiliki perhatian terhadap pengembangan sumber daya kader di seluruh tingkatan organisasi. Ia disebut mendorong distribusi kader berdasarkan kompetensi dan keahlian, sekaligus membangun pola kerja sama dengan berbagai pihak secara profesional dan berorientasi pada kemaslahatan organisasi.<br><br>Dukungan tersebut juga didasarkan pada komitmen Gus Yusuf dalam menjaga tradisi, budaya, dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai fondasi perjuangan Nahdlatul Ulama. Di sisi lain, ia dinilai memiliki pandangan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar NU tetap relevan menghadapi tantangan zaman.<br><br>Para pendukungnya juga meyakini Gus Yusuf memiliki kapasitas untuk memperkuat soliditas internal PBNU di tengah berbagai dinamika organisasi yang berkembang belakangan ini. Mereka berharap kepemimpinan yang inklusif dan mampu merangkul seluruh elemen dapat mengembalikan fokus organisasi pada pelaksanaan program-program yang bermanfaat bagi umat.<br>Dengan pengalaman, integritas, dan visi yang dimilikinya, para pendukung berharap Gus Yusuf mampu membawa Nahdlatul Ulama menjadi organisasi yang semakin kuat, modern, tetap berakar pada tradisi, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi bangsa dan negara melalui kepemimpinan PBNU pada periode mendatang.( oleh Burhan)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_545_PCNU-Sumatera-Utara-Nyatakan-Dukungan-kepada-Gus-Yusuf-Jelang-Muktamar-NU-di-Jombang.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66480/pcnu-sumatera-utara-nyatakan-dukungan-kepada-gus-yusuf-jelang-muktamar-nu-di-jombang/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bendahara DHD BPK 45 Sumut, Novan Efendy Siregar Apresiasi Hasil Rakercab JMSI Tabagsel: Mari Kolaborasikan Semangat Perjuangan dan Pembangunan</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 15:15:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bendahara DHD BPK 45 Sumut, Novan Efendy Siregar Apresiasi Hasil Rakercab JMSI Tabagsel: Mari Kolaborasikan Semangat Perjuangan dan Pembangunan]]></title>
            <description><![CDATA[Bendahara DHD BPK 45 Sumut, Novan Efendy Siregar Apresiasi Hasil Rakercab JMSI Tabagsel Mari Kolaborasikan Semangat Perjuangan dan Pembangu]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Medan |Tokoh Pemuda Sumatera Utara sekaligus Tokoh Pemuda Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Novan Efendy Siregar, S.E., M.Si, resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Bendahara Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan (DHD BPK) 45 Provinsi Sumatera Utara periode 2026-2031.<br><br>Pelantikan kepengurusan DHD BPK 45 Sumatera Utara tersebut berlangsung khidmat di Aula Raja Inal Siregar, Lantai 2 Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, serta semangat kebangsaan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.<br><br>Dalam kesempatan tersebut, Novan Efendy Siregar menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menjadi bagian dari kepengurusan organisasi yang memiliki peran dalam menjaga dan membumikan nilai-nilai perjuangan bangsa.<br><br>Menurut Novan, amanah tersebut bukan hanya sebuah jabatan, melainkan tanggung jawab untuk terus berkontribusi dalam membangun Sumatera Utara melalui semangat kebersamaan, kolaborasi, dan pengabdian.<br><br>Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada jajaran Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Tabagsel yang tengah melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Tahun 2026.<br><br>Novan menilai keberadaan organisasi media seperti JMSI Tabagsel memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui pemberitaan yang profesional, independen, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.<br><br>&quot;Saya mengucapkan selamat kepada rekan-rekan JMSI Tabagsel atas pelaksanaan Rakercab Tahun 2026. Semoga kegiatan ini menjadi momentum memperkuat organisasi, meningkatkan profesionalisme insan pers, serta terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Tabagsel dan Sumatera Utara,&quot; katanya.<br><br>Lebih lanjut, Novan menegaskan bahwa semangat membangun daerah harus dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pemuda, dunia usaha, serta insan pers.<br><br>&quot;Semangat membangun harus dikolaborasikan dengan semangat perjuangan. Apa yang menjadi nilai utama DHD BPK 45 Sumatera Utara, yaitu menjaga semangat kejuangan dan pengabdian, harus berjalan seiring dengan peran organisasi-organisasi yang memiliki visi membangun daerah, termasuk JMSI Tabagsel,&quot; ungkapnya.<br><br>Sementara itu, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Tabagsel, Ucok Rizal Nasution, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian serta dukungan yang diberikan Novan Efendy Siregar terhadap pelaksanaan Rakercab JMSI Tabagsel Tahun 2026.<br><br>Ucok Rizal Nasution menilai, pesan yang disampaikan Novan Efendy Siregar sejalan dengan semangat JMSI Tabagsel dalam membangun ekosistem media siber yang profesional, independen, serta memiliki kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.<br><br>&quot;Kami keluarga besar JMSI Tabagsel mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Novan Efendy Siregar atas ucapan selamat dan dukungan yang diberikan kepada JMSI Tabagsel dalam pelaksanaan Rakercab Tahun 2026. Semangat kolaborasi dan kebersamaan seperti ini menjadi energi positif bagi kita semua dalam membangun Tabagsel dan Sumatera Utara,&quot; ujar Ucok Rizal Nasution.<br><br>Menurutnya, insan pers memiliki peran penting dalam perjalanan pembangunan daerah, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan pemberitaan yang edukatif, berimbang, dan konstruktif.<br><br>Lebih lanjut, Ucok Rizal juga berharap kepengurusan baru DHD BPK 45 Sumatera Utara periode 2026-2031 dapat membawa semangat baru dalam menjaga nilai-nilai perjuangan bangsa sekaligus memberikan kontribusi bagi kemajuan masyarakat Sumatera Utara.<br><br>&quot;Kami mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran pengurus DHD BPK 45 Sumut, khususnya kepada Bapak Novan Efendy Siregar yang dipercaya sebagai Bendahara Umum. Semoga amanah dan terus membawa semangat perjuangan dalam membangun Sumatera Utara yang lebih baik,&quot; tutup Ucok.<br><br>Sebagai informasi, Pelantikan DHD BPK 45 Sumatera Utara yang pertama kali langsung di hadiri Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution S.E.,M.M  dan Wakil Gubernur Sumatera Utara H Surya B.Sc.<br><br>Kemudian, turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah. Di antaranya Ketua Dewan Paripurna Nasional DHN Angkatan 45 Jenderal TNI (Purn) H. Agustadi Sasongko Purnomo, Sekretaris Jenderal DHN BPK 45 Brigjen Pol (Purn) Dr. H. H Ma&#039;sun Amin, M.Pd.<br><br>Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, unsur TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, mahasiswa, serta perwakilan 14 Dewan Harian Cabang (DHC) kabupaten/kota.<br><br>Dalam kepengurusan DHD BPK 45 Sumatera Utara masa bakti 2026-2031, Mayjen TNI (Purn) M. Hasyim dipercaya sebagai Ketua Umum, Sofyan Ahmadi Hutasuhut sebagai Sekretaris Umum, serta Novan Efendy Siregar, S.E., M.Si sebagai Bendahara Umum.<br><br>Sementara itu, posisi Ketua Dewan Paripurna DHD BPK 45 Sumut dipercayakan kepada Herry Lontung Siregar, dan Ketua Dewan Kehormatan dijabat oleh Prof. Dr. Djohar Arifin Husin.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_9291_Bendahara-DHD-BPK-45-Sumut--Novan-Efendy-Siregar-Apresiasi-Hasil-Rakercab-JMSI-Tabagsel--Mari-Kolaborasikan-Semangat-Perjuangan-dan-Pembangunan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66479/bendahara-dhd-bpk-45-sumut-novan-efendy-siregar-apresiasi-hasil-rakercab-jmsi-tabagsel-mari-kolaborasikan-semangat-perjuangan-dan-pembangunan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">M. Raihan Taekwondoin Sumut Melenggang ke Asian Games</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 10:56:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[M. Raihan Taekwondoin Sumut Melenggang ke Asian Games]]></title>
            <description><![CDATA[M. Raihan Taekwondoin Sumut Melenggang ke Asian Games]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Medan - Setelah menumbangkan atlet India Akshay Hooda dengan nilai 2-0 di laga final yang berlangsung di Tennis Indoor Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Muhammad Raihan Fadila, atlet asal Sumut ini membuktikan ketangguhannya.<br>  Menurut ketua Pengprov TI Sumut H. Hamdani Syahputra S.sos, MH, kepada media, Jumat (7/8) pukul 10.00 wib, dengan berhasilnya Raihan meraih medali emas di kejuaraan G2 ini poinnya bertambah 20 point. <br> &quot;Insya Allah, dengan berhasil meraih emas di Indonesia Open ini, M. Raihan harapannya bisa mendapat line up untuk bermain di <a href="https://www.halomedan.com/tag/asian/" target="_blank">Asian</a> Games di Nagoya, Jepang,&quot;ungkap wakil ketua DPRD Deli Serdang ini.<br>  Ia juga mengucapkan terima kasih kepada penasehat DR. H. Musa Rajekshah yang selalu mensuport baik moril maupun materil kepada atlit-atlit di Sumut.<br>  Pria yang akrab disapa bang Danny ini juga mengucapkan terima kasih kepada ketua umum PBTI bapak Letjen TNI TP. Ricard Tampubolon yang selalu mendukung atlit Sumut, M. Raihan.<br>  &quot;Saat Raihan berhasil mengalahkan atlit India, Ketum begitu terlihat gembira, karena dari 33 atlit pelatnas yang ikut bertanding dari kelas Kyorugi M. Raihan satu-satunya yang memperoleh emas. Sedangkan satu lagi medali emas disumbangkan kelas putri kyorugi dari Jabar. Kemudian 3 emas lagi disumbangkan dari kelas Poomsae,&quot;ungkap Hamdani seraya mengucapkan atlit-atlit Sumut yang ikut dikejuaraan internasional Indonesia Open ini bisa mengambil pelajaran dan pengalaman. (Rel)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_6943_M--Raihan-Taekwondoin-Sumut-Melenggang-ke-Asian-Games.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66478/m-raihan-taekwondoin-sumut-melenggang-ke-asian-games/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">BARAPAKSI Desak Pemko Medan Buka Dokumen Andalalin PBG SDS Fontem Academy, Kadishub: &quot;Belum Ada Mengurus&quot;</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 09:50:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[BARAPAKSI Desak Pemko Medan Buka Dokumen Andalalin PBG SDS Fontem Academy, Kadishub: "Belum Ada Mengurus"]]></title>
            <description><![CDATA[BARAPAKSI Desak Pemko Medan Buka Dokumen Andalalin PBG SDS Fontem Academy, Kadishub &quotBelum Ada Mengurus&quot]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Medan &ndash; Barisan Rakyat Pemerhati Korupsi (BARAPAKSI) mendesak Pemerintah Kota Medan membuka secara transparan dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (<a href="https://www.halomedan.com/tag/andalalin/" target="_blank">Andalalin</a>) terkait penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) SDS Fontem Academy di Jalan Ngalengko, Medan.<br><br>Ketua BARAPAKSI, Otti S. Batubara, menyatakan pembangunan sekolah merupakan bangunan yang berpotensi menimbulkan bangkitan dan tarikan lalu lintas sehingga wajib memiliki kajian <a href="https://www.halomedan.com/tag/andalalin/" target="_blank">Andalalin</a> sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sebelum PBG diterbitkan.<br><br>"Kalau benar PBG diterbitkan tanpa rekomendasi <a href="https://www.halomedan.com/tag/andalalin/" target="_blank">Andalalin</a> dari Dinas Perhubungan, maka patut diduga telah terjadi pelanggaran prosedur administrasi yang dapat mengakibatkan PBG tersebut cacat hukum," kata Otti.<br><br>Menurut BARAPAKSI, ketentuan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, PP Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan, Permen PUPR Nomor 5 Tahun 2021 tentang Persetujuan Bangunan Gedung, serta Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 11 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perhubungan.<br><br>BARAPAKSI juga menyoroti lokasi pembangunan sekolah di Jalan Ngalengko yang berada di kawasan dengan ruas jalan relatif sempit dan berdekatan dengan sekolah lain sehingga berpotensi menambah kepadatan lalu lintas pada jam sibuk.<br><br>Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Irsan Idris Nasution, saat dikonfirmasi mengenai keberadaan dokumen <a href="https://www.halomedan.com/tag/andalalin/" target="_blank">Andalalin</a> SDS Fontem Academy menyampaikan bahwa pihaknya terlebih dahulu akan melakukan pengecekan kepada bidang teknis.<br><br>"Saya tanya dulu sama kabidnya," ujar Irsan melalui pesan singkat.<br><br>Tak lama kemudian, Irsan memberikan penjelasan lanjutan. "Sudah kita jawab kemarin itu, Bang. Belum ada mengurus mereka, Bang," katanya.<br><br>Pernyataan tersebut menjadi perhatian BARAPAKSI karena, apabila benar belum pernah ada pengurusan <a href="https://www.halomedan.com/tag/andalalin/" target="_blank">Andalalin</a> di Dinas Perhubungan, sementara PBG telah diterbitkan, maka proses penerbitan izin tersebut dinilai perlu ditelusuri lebih lanjut oleh instansi terkait maupun aparat pengawas untuk memastikan seluruh prosedur telah dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.<br><br>BARAPAKSI meminta Pemerintah Kota Medan, DPMPTSP, Dinas Perkim Cipta Karya dan Tata Ruang, serta Dinas Perhubungan memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai seluruh proses penerbitan PBG SDS Fontem Academy, termasuk kelengkapan dokumen persyaratan yang menjadi dasar penerbitan izin tersebut.<br><br>Di sisi lain, hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SDS Fontem Academy belum memberikan keterangan atau tanggapan terkait persoalan tersebut.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_7357_BARAPAKSI-Desak-Pemko-Medan-Buka-Dokumen-Andalalin-PBG-SDS-Fontem-Academy--Kadishub---quot-Belum-Ada-Mengurus-quot-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66477/barapaksi-desak-pemko-medan-buka-dokumen-andalalin-pbg-sds-fontem-academy-kadishub-quotbelum-ada-mengurusquot/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wiendu Nuryanti Purna Makarti</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 09:47:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wiendu Nuryanti Purna Makarti]]></title>
            <description><![CDATA[Wiendu Nuryanti Purna Makarti1.PangkurMbabar kawruh paripurna, Amarkati Bu Prof Wiendu Nuryanti, Sempulur kadang sedulur, Mahargya pawiwahan]]></description>
            <content><![CDATA[Wiendu Nuryanti <a href="https://www.halomedan.com/tag/pur/" target="_blank">Pur</a>na Makarti<br><br>1.<br>Pangkur<br><br>Mbabar kawruh paripurna, <br>Amarkati Bu Prof Wiendu Nuryanti, <br>Sempulur kadang sedulur, <br>Mahargya pawiwahan, <br>Bulaksumur kampus peguron misuwur, <br>Medhar wulangan wejangan, <br>Titis wanita winasis. <br><br>2.<br>Mijil<br><br>Sugih singgih kaloka linuwih, <br>Sami keplok alok, <br>Sigrak gumyak jenak ngawe awe, <br>Andalidir gagasan pamikir, <br>Weninging  penggalih, <br>Mencar muncar mancur. <br><br>3.<br>Kinanthi<br><br>Rekayasa arsitektur, <br>Sajroning Fakultas Teknik, <br>Budaya Pariwisata, <br>Winarni ketitik becik,<br>Borobudur miwah kita, <br>Pidato Wiendu Nuryanti.<br><br>4.<br>Maskumambang<br><br>Valedictory lecture sung piweling, <br>Wawas wuwus kabudayan, <br>Rinengga ibu pertiwi, <br>Jelas jangkep genep genah.<br><br>5.<br>Asmarandana<br><br>Profesor  Wiendu Nuryanti, <br>Jawat asta sung pambagya, <br>Mitra sambung nyambut gawe, <br>Wibawa mulya widada, <br>Berkat drajat pangkat semat,<br>Guyub rukun wus pensiun, <br>Waras wiris panjang yuswa. <br><br><br>Bulaksumur,<br><a href="https://www.halomedan.com/tag/pur/" target="_blank">Pur</a>wadi]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_2640_Wiendu-Nuryanti-Purna-Makarti.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/66476/wiendu-nuryanti-purna-makarti/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ngadi Sarira Ngadi Busana</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 09:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ngadi Sarira Ngadi Busana]]></title>
            <description><![CDATA[Ngadi Sarira Ngadi BusanaPendadaran Pasinaon Busana Kraton Surakarta tanggal 29 Juli 2026. Adapun pendadaran pasinaon pusana Kraton Surakart]]></description>
            <content><![CDATA[Ngadi Sarira Ngadi Busana<br><br>Pendadaran Pasinaon Busana Kraton Surakarta tanggal 29 Juli 2026. Adapun pendadaran pasinaon pusana Kraton Surakarta dilakukan oleh pamong lan dwija. Sedangkan tara cara pendadaran siswa pasinaon tata busana Kraton Surakarta berlangsung sesuai paugeran. <br><br>Langen beksan sebagai pembuka acara ujian. Dengan judul Adaninggar Kelaswara. Yakni purna wiyata siswa pasinaon tata busana lan paes Jawi. Ageman gagrak Kraton Surakarta dipelajari oleh masyarakat. Demi bangsa agar makin arum kuncara. <br><br>Ngadi busana, ngadi sarira. Rum kuncaraning bangsa dumunung ing luhuring budaya. Demikian wedharan Kanjeng Sinuwun Paku Buwana X. Raja Kraton Surakarta tahun 1893 - 1939 ini mendapat jejuluk Ingkang Minulya Saha Ingkang Wicaksana. Gelar kehormatan yang merujuk aspek jatidiri nasional. <br><br>Pada hari Selasa  tanggal 28 Oktober 2025 yang lalu juga ada acara ujian. Yakni para siswa pawiyatan tata busana gagrak Karaton Surakarta Hadiningrat. Bertempat di Bangsal Smarakata. Siswa pasinaon duduk lesehan. Siap untuk menjalani tata cara. <br><br>Wajah berseri seri terpancar dari peseta wisuda. Selama 6 bulan ngangsu kawruh. Ngelmu iku kelakone kanthi laku. Ada pepatah berakit rakit ke hulu. Berenang renang ke tepian. Bersakit sakit dahulu. Bersenang senang kemudian. Pembelajaran kini telah berbuah manis. Sing tekun antuk teken. Wekasan tekan. <br><br>Busana kejawen jangkep. Pria berbusana jarik, beskap, sragen, sabuk timang, keris, blangkon, samir. Putri ngagem jarik wiron, sanggul, kebayak hitam, Samir, radya laksana. Siaga ing hati, sawega ing diri. Memetri luhuring budaya Jawi. <br><br>Jembaring wawasan, jeroning kawruh. Kenangan belajar tercipta solidaritas. Antar siswa terjalin komunikasi dan interaksi. Tampak kompak guyub rukun. Persahabatan mereka berubah menjadi persaudaraan. Tiap ada kegiatan Kraton Surakarta, para alumni berusaha hadir. Misalnya saat pisowanan Grebeg Maulud dan Labuhan di Parangkusumo. Kegiatan budaya ini sekaligus media reuni. Manunggaling cipta rasa karsa. <br><br>Asal usul siswa pasinaon cukup beragam. Dari Yogyakarta, Malang, Blitar, Kediri, Ngawi, Solo, Sragen, Wonogiri, Pati, Sukoharjo. Tiap hari Rabu dan Jumat sore begitu semangat belajar. Tempatnya di Bale Agung Kraton Surakarta yang berada di utara alun alun. Dengan duduk lesehan mereka sama gumreget gumregut gumregah. <br><br>Sambang sambung srawung. Interaksi antar siswa begitu dekat akrab. Ing pangangkah gancar lancar. Ber bandha, ber bandhu, subur makmur. <br><br>Dwija atau para guru sungguh mumpuni dalam bidang ngadi busana, ngadi sarira. Teori dan praktik berjalan beriringan. Sambil ngunjuk teh jahe anget, suasana belajar sangat hidup. Proses belajar mengajar layaknya cantrik di pertapan Saptaharga. Unsur modern dikemas dengan kearifan lokal. Nuting jaman kelakone. <br><br>Daya juang siswa pawiyatan amat handal. Hujan dan hawa dingin ketika belajar, tak dihiraukan. Jarak jauh tidak menjadi persoalan. Jadilah model pengajaran yang ideal. Para dwija yang bertugas mengajar pun memberi energi dan inspirasi. <br><br>Prosesi wisuda merupakan kebanggaan. Pendidikan vokasi yang mengakar secara kultural. Pengembangan budaya Jawa perlu ketrampilan. Pendidikan vokasi Jawa dilakukan dengan sistem yang bisa menjawab perkembangan jaman. Fungsi wirya arta winasis yang berhubungan dengan tata busana atau memetri ageman. <br><br>Warni warni Ageman Jawi<br><br>1. Busana Cothan.<br>Busana resmi Amangkurat saat menjelang usia remaja memakai ageman cothan. Menggunakan baju sikepan, sabuk epek. Dilengkapi beskap kain sutera. Ngadi salira ngadi busana. <br><br>2. Busana Beskap.<br>Digunakan Amangkurat dalam acara resmi kenegaraan. Kelengkapan baju beskap terdiri dari kampuh, rasukan, sikepan bordir, kuluk kanigara. Ajining dhiri saka lathi, ajining raga saka busana. <br><br>3. Busana Kampuh<br>Amangkurat mengenakan kampuh atau dodot. Sehelai kain lebar dan panjang. Ada dua kampuh, yaitu blenggen dan lugas. Bagian tengah dibuat blumbangan. Tambah patut lan mrebawani.<br><br>4. Busana Prajurit.<br>Prajurit Mataram diperhatikan soal busana resmi. Amangkurat memberi biaya cukup untuk menjaga wibawa korps militer. Busana kebesaran keprajuritan meliputi songkok, sikepan ageng, sabuk, cindhe, epek bludru, nganggar keris. Siaga ing gati, sawega ing dhiri.<br><br>5. Busana Keprabon.<br>Lenggah siniwaka ing sitinggil binatu rata Mataram. Amangkurat mengenakan busana keprabon. Terdiri dari sikepan ageng, kuluk panunggul, selempang, kampuh ngumbar kunca, songkok, nganggar wangkingan, makutha pasikon, nyamping parang curiga. Saking mandrawa pan yayah Sang Hyang Kuwera ngejawantah.<br><br>6. Busana Kuluk. <br>Begitu agung dan anggun saat Amangkurat mengenakan busana kuluk. Berbentuk tugel semangka, bludru hitam. Kuluk lambang kehormatan. Golek kuluk kanggo njangkepi puluk.<br><br>7. Busana Makutha. <br>Sinuwun Amangkurat memakai ageman makutha saat pisowanan agung Mataram. Lenggah ing dhampar kencana dengan kampuh, sikepan ageng, gerusan, kanigara, destar jeplakan. Cundhuk serat penyu menambah sinar kawibawan kawidadan kabagyan sarta kamulyan. <br><br>8. Busana Kepatihan. <br>Kedudukan patih pada jaman Amangkurat mirip perdana menteri. Patih Mataram mengenakan ageman kampuh udab riris, kacu setangkep, lawe tebokan, blenggen ngumbar kunca, makutha methak, cindhe gubeg, kepuh cancingan. Tugas patih melakukan menejemen pemerintahan. <br><br>9. Busana Kadipaten. <br>Para bupati bawahan Amangkurat memakai busana kampuh semen latar putih. Lalu ageman tebakan tambal kanoman, cindhe cakar sorot, keris sarung ladrang, sarung ceplok kudhup turi, nyamat bacingah kuning. Pating galebyar pindha kartika aluru pernah. <br><br>10. Busana Kasentanan. <br>Para sentana Mataram mendapat penghormatan layak dari Amangkurat. Busana sikepan panjang lugas, makutha Kanigara, baju langendriyan, beskap landhung. Kepuh sampir kunca, klocer, suh wedhung dan destar jeplakan midang sebagai kelengkapan. Abra busana nira, pindha surya arsa madhangi jagad raya.<br><br>Tata cara wisuda pawiyatan busana. Bertujuan untuk memperkokoh kepribadian. Ngadi sarira, ngadi busana. Sarana memperjelas jatidiri. Cita cita peradaban yang agung dan anggun. <br><br><br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/pur/" target="_blank">Pur</a>wad<br>Ketua Lokantara<br>HP 087864404347]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_9879_Ngadi-Sarira-Ngadi-Busana.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/wisata/66475/ngadi-sarira-ngadi-busana/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wilujengan Grebeg Sekaten</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 09:45:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wilujengan Grebeg Sekaten]]></title>
            <description><![CDATA[Wilujengan Grebeg SekatenTata cara grebeg sekaten kapurwakan kanthi wilujengan. Kraton Surakarta Hadiningrat ngadani rikala dinten Ahad Legi]]></description>
            <content><![CDATA[Wilujengan Grebeg Sekaten<br><br>Tata cara grebeg sekaten kapurwakan kanthi wilujengan. Kraton Surakarta Hadiningrat ngadani rikala dinten Ahad Legi, 2 Agustus 2026. Kersa miyos Kanjeng Sinuwun Paku Buwono XIV. Mapan ing pagelaran Sasana Sumewa. <br><br>Pengageng Sasana Wilapa GKR Dra Koes Moertiyah M.Pd paring sabda pangandika. Sentana abdi dalem sami lenggah sinewaka. <br>Sigrak gumyak penak enak ketingal jenak. Ageman bethik Mataram katon edi peni. <br><br>Abdi dalem ulama enggal atur puji pangastuti. Tahlil takbir tahmid tasbeh mimbuhi suwasana luruh tuwajuh. Pendherek sami tadhah amin. Ing pangkah hajad dalem lumampah meneng anteng sugeng jeneng. Wilujeng tanpa pambeng. <br><br>Alun alun ler rebut dhucung ingkang nekseni purwakaning tata cara. Bakul bakul jejer jejer maneka warni. Dhaharan unjukan sumadya ing sadhengah papan. Suka parisuka mahargya muludan. Saking dhusun ngadhusun desa ngadesa gunung ngagunung kehing tiyang tanpa wilangan.<br><br>Angkasa biru padhang sumilak. Angin midhit sumilir seger buger. Weh prebawa Kraton Surakarta ngejayeng jagad raya. Kawula ngalap berkah. <br><br>Rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_4303_Wilujengan-Grebeg-Sekaten.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/wisata/66474/wilujengan-grebeg-sekaten/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sinuwun Tedhak Pengging</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 09:44:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sinuwun Tedhak Pengging]]></title>
            <description><![CDATA[Sinuwun Tedhak Pengging1.DhandhanggulaTedhak Pengging Sinuwun peparing, Sunan Paku Buwono Patbelas, Sentana bage binage, Kemruyuk wanci esuk]]></description>
            <content><![CDATA[Sinuwun Tedhak Pengging<br><br>1.<br>Dhandhanggula<br><br>Tedhak Pengging Sinuwun peparing, <br>Sunan Paku Buwono Patbelas, <br>Sentana bage binage, <br>Kemruyuk wanci esuk, <br>Jumah Legi Agustus sasi, <br>Pitu katiti tanggal, <br>Tahune nem likur, <br>Tata cara keyong emas,<br>Gita gati apem sumawur ing bumi, <br>Mimbuhi bagya mulya. <br><br>2.<br>Mijil<br><br>Sinuwun pangreksa tanah Jawi, <br>Prebawa sang katong, <br>Sagunging priyayi sepuh lare, <br>Among tani tuhu mitayani, <br>Subur nandur pari, <br>Jagung tela pohung.<br><br>3.<br>Pucung<br><br>Bagus alus Sinuwun busana besus, <br>Ageman kaprajan, <br>Edi peni merbawani, <br>Kathah titah sung pepuji ngalab berkah.<br><br>4.<br>Gambuh<br><br>Darma bakti Sinuwun, <br>Sami purun mahargya nenuwun,<br>Jroning kapti antuk rahayu lestari, <br>Praba suminaring ratu, <br>Sumorot terang kewahyon.<br><br>5.<br>Kinanthi<br><br>Tatanan sarwa tinuntun, <br>Pewaris Kraton Mentawis,<br>Kanjeng Sunan Surakarta, <br>Abdi dalem anekseni,<br>Sumuyut marang brahmana, <br>Welas asih marang dasih.<br><br>6.<br>Asmarandana<br><br>Milang miling bumi Pengging, <br>Prabu Kusuma Wicitra, <br>Yasa dhatulaya gedhe, <br>Kinclong kinclong tuk patirtan, <br>Gemilang lampahing gesang,<br>Niti piksa Jeng Sinuwun, <br>Surakarta Hadiningrat.<br><br>7.<br>Durma<br><br>Nglintir drajat pangkat semat dimen kuat,<br>Pasuwitan negari, <br>Kawula sentana, <br>Sinuwun sung tuladha, <br>Narapraja bupati mantri, <br>Kawicaksanan, <br>Pakaryan tambah becik.<br><br>8.<br>Megatruh<br><br>Sru gumuruh tan noleh baya pakewuh, <br>Tindake Sri Narapati, <br>Tumuju ing sumbere tuk, <br>Toya Merbabu Merapi, <br>Weh tentreming lahir  batos.<br><br>9.<br>Maskumambang<br><br>Tirta Pengging gumarojog mili bening, <br>Paku Buwono Patbelas, <br>Cahyanira anelahi, <br>Paring padhang jagad raya.<br><br>10.<br>Pangkur<br><br>Paku Buwono Patbelas, <br>Mesu budi nulat lelakon kawuri, <br>Ing Sangga Buwana Panggung,<br> Mrih padhanging sasmita, <br>Pra leluhur mangun cipta trus cinatur, <br>Lumantar seratan sastra, <br>Winaos ing tanah Pengging.<br><br>11.<br>Sinom<br><br>Pujangga Yasadipura, <br>Tedhak turun Jaka Tingkir, <br>Bupati Handayaningrat, <br>Pembayun sri prameswari, <br>Kebo kenanga nenggih, <br>Padmanegara satuhu, <br>Pepundhen Surakarta, <br>Kanjeng Sinuwun mastuti, <br>Kawibawan kawidadan karaharjan.<br><br><br>Jumah Legi, 7 Agustus 2026.<br><a href="https://www.halomedan.com/tag/pur/" target="_blank">Pur</a>wadi]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_9797_Sinuwun-Tedhak-Pengging.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/seleb/66473/sinuwun-tedhak-pengging/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polemik PETI di Mandailing Natal: Ketika Surat Edaran Bupati Diuji &quot;Urusan Perut&quot; dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kepala Desa</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 23:39:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polemik PETI di Mandailing Natal: Ketika Surat Edaran Bupati Diuji "Urusan Perut" dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kepala Desa]]></title>
            <description><![CDATA[Polemik PETI di Mandailing Natal Ketika Surat Edaran Bupati Diuji &quotUrusan Perut&quot dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kepala Desa]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Oleh : H Syahrir Nasution<br>Madina - Oknum Kepala Desa Muara Botung, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang diduga tidak mengindahkan Surat Edaran Bupati terkait penutupan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), memiliki fasilitas pengolahan ilegal (galundung), serta dinilai mengabaikan unsur pimpinan daerah, termasuk Wakil Bupati Madina.<br><br><br>Pemberitaan masif mengenai dugaan pembangkangan terhadap kebijakan larangan PETI, lambannya penindakan aparat penegak hukum serta Satgas daerah, dan dilema ekonomi masyarakat penambang.<br><br><br>Desa Muara Botung, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara.<br><br><br>Pasca diterbitkannya Surat Edaran Bupati jilid kedua, dengan rencana aktivasi penindakan oleh Satgas dan OPD terkait yang dijadwalkan baru akan efektif mulai 18 Agustus mendatang.<br><br><br>Kebijakan penutupan menghadapi resistensi kuat karena belum adanya solusi konkret berupa penyediaan lapangan pekerjaan alternatif bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor PETI, ditambah lemahnya ketegasan sanksi etik dan hukum terhadap oknum pejabat desa.<br><br><br>Penanganan masalah ini memerlukan pendekatan komprehensif: tidak hanya penegakan hukum yang berkeadilan tanpa pandang bulu, tetapi juga intervensi kebijakan sosial-ekonomi yang berpihak pada perut rakyat agar transisi dari sektor tambang ilegal berjalan manusiawi dan berkelanjutan.<br><br><br>Kajian Mendalam: Antara Kepatuhan Hukum dan Realitas "Urusan Perut"<br><br><br>Persoalan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal kembali meruncing setelah munculnya dugaan keterlibatan oknum Kepala Desa Muara Botung yang mengabaikan Surat Edaran Bupati Madina. Situasi ini bukan sekadar pelanggaran administratif atau pembangkangan birokrasi semata, melainkan manifestasi dari karut-marut tata kelola sumber daya alam yang bersinggungan langsung dengan perut rakyat dan lemahnya penegakan hukum (law enforcement).<br><br><br>1. Aspek Yuridis dan Pelanggaran Hukum<br>Secara hukum positif di Indonesia, aktivitas PETI jelas merupakan tindak pidana berat yang diatur dalam regulasi nasional:<br>Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba):<br>Pasal 158 menegaskan bahwa setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin (IUP, IPR, atau IUPK) dapat dipidana dengan penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.<br>Sanksi ini juga berlaku bagi pihak yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemurnian (galundung), pengangkutan, hingga penjualan mineral yang bukan dari pemegang izin resmi.<br><br><br>Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa:<br>Sebagai seorang aparatur pemerintahan desa, Kepala Desa terikat pada sumpah/janji jabatan serta larangan untuk melanggar hukum dan menciderai kepercayaan publik. Pembangkangan terhadap kebijakan kepala daerah mencederai etika penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berwibawa (good governance).<br><br><br>2. Kritik Tajam terhadap Kinerja Pemerintah Daerah dan Aparat<br>Penerbitan Surat Edaran Bupati jilid pertama hingga kedua terbukti kehilangan giginya di lapangan. Kebijakan yang hanya bersifat imbauan tanpa instrumen penindakan yang cepat dan terukur justru menciptakan kesan pembiaran.<br><br><br>Informasi yang menyebutkan bahwa Satgas dan OPD terkait baru akan aktif melakukan penindakan mulai 18 Agustus mendatang menuai tanda tanya besar dari masyarakat. Jeda waktu yang cukup lama ini memberikan ruang bagi para pelaku, termasuk oknum-oknum tertentu, untuk mengamankan aset atau tetap melanjutkan aktivitas ilegal.<br><br><br>Lebih ironis lagi, penanganan ini seolah mengabaikan posisi strategis Wakil Bupati Madina yang notabene merupakan putra daerah setempat.<br><br><br>Ketika pimpinan tertinggi di daerah tidak diindahkan oleh bawahannya sendiri (kepala desa), hal ini menunjukkan terjadinya erosi kewibawaan birokrasi (erosion of authority).<br><br><br>3. Sisi Lain: Kegagalan Negara Menyiapkan Lapangan Pekerjaan Alternatif<br>Kritik keras juga harus dialamatkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal terkait ketiadaan solusi ekonomi jangka pendek dan menengah.<br><br><br>Sampai hari ini, pemerintah daerah belum terlihat serius menyediakan lapangan pekerjaan pengganti yang siap menyerap ribuan tenaga kerja yang selama ini menggantungkan hidupnya di sektor PETI.<br><br><br>Ungkapan lokal yang berbunyi:<br><br>"Bagaimana kalau sudah tidak ada lagi isi piring panganan besok..."<br><br><br>Merupakan cerminan psikologis paling jujur dari masyarakat bawah. Bagi mereka, larangan penambangan tanpa disertai pembukaan lapangan kerja atau skema ekonomi transisional (seperti Wilayah Pertambangan Rakyat/WPR yang legal atau program padat karya) sama artinya dengan vonis mati kelaparan. Negara tidak boleh hanya hadir dengan bahasa larangan dan penertiban, tanpa pernah menuntaskan akar masalah kemiskinan dan pengangguran.<br><br><br>Tinjauan Etis Berdasarkan UU Pers dan UU ITE<br><br><br>Pemberitaan dan penyebaran informasi terkait kasus ini wajib tunduk pada koridor hukum yang berlaku agar tetap akuntabel:<br><br><br>Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers: Mewajibkan pers untuk menyajikan informasi yang berimbang, akurat, memegang teguh kode etik jurnalistik, serta memberikan ruang jawab kepada pihak-pihak yang disudutkan (termasuk oknum Kades dan pihak Pemkab Madina), demi mencerdaskan kehidupan berbangsa.<br><br><br>Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE):<br><br><br>Mengingatkan masyarakat dan media sosial agar menyebarkan fakta, data, dan kritik konstruktif yang berbasis bukti, bukan atas dasar fitnah atau pencemaran nama baik, sehingga diskusi publik tetap berada pada koridor hukum yang sah.<br><br><br>Kesimpulan dan Penutup:<br><br><br>Ujian Kepemimpinan dan Jalan Keluar yang Mencerdaskan<br>Kasus pembangkangan oknum Kepala Desa Muara Botung terhadap Surat Edaran Bupati Madina membuka mata kita bahwa penegakan hukum di daerah tidak akan pernah berhasil jika hanya didekati dengan pendekatan birokratis di atas kertas.<br><br><br>Catatan Kritis untuk Bupati Madina: Ketegasan seorang kepala daerah sedang diuji di ujung masa jabatannya atau di tengah masa kepemimpinannya.<br><br><br>Bupati tidak boleh ragu memberikan sanksi tegas&mdash;baik administratif berupa pemberhentian sementara hingga proses hukum pidana&mdash;kepada oknum aparatur desa yang membelot. Pembiaran terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh aparatnya sendiri akan menghancurkan legitimasi moral pemerintah kabupaten di mata rakyat.<br><br><br>Namun di sisi lain, Bupati dan jajaran Forkopimda wajib introspeksi diri. Penertiban PETI tidak boleh berhenti pada seremoni rapat OPD atau pembentukan Satgas di atas meja.<br><br><br>Negara harus hadir dengan solusi nyata: percepat penetapan WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat) bagi penambang kecil yang taat aturan, atau sediakan alokasi anggaran dan program padat karya yang langsung menyentuh "isi piring panganan" rakyat setiap hari.<br><br><br>Mencerdaskan masyarakat bukan berarti memaksa mereka patuh tanpa makan, melainkan menertibkan oknum yang serakah sambil merangkul rakyat kecil melalui keadilan sosial yang nyata. Hukum harus ditegakkan setegak-tegaknya, tetapi perut rakyat harus diselamatkan secepat-cepatnya.<br><br>(Jasuti)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_534_Polemik-PETI-di-Mandailing-Natal--Ketika-Surat-Edaran-Bupati-Diuji--quot-Urusan-Perut-quot--dan-Dugaan-Keterlibatan-Oknum-Kepala-Desa.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66472/polemik-peti-di-mandailing-natal-ketika-surat-edaran-bupati-diuji-quoturusan-perutquot-dan-dugaan-keterlibatan-oknum-kepala-desa/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 20:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA]]></title>
            <description><![CDATA[Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA]]></description>
            <content><![CDATA[Medan&ndash; Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang akademik. Program <a href="https://www.halomedan.com/tag/studi/" target="_blank">Studi</a> Diploma Tiga (D3) Perpajakan, Fakultas Sosial Sains, resmi memperoleh Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA). Predikat ini menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan yang telah memenuhi standar mutu pendidikan tinggi terbaik di Indonesia.<br><br>Penetapan Akreditasi Unggul tersebut berdasarkan Keputusan LAMEMBA Nomor 199/DE/A.5/LAMEMBA-U/VII/2026 yang diterbitkan pada 24 Juli 2026. Sertifikat akreditasi menyatakan bahwa Program <a href="https://www.halomedan.com/tag/studi/" target="_blank">Studi</a> Perpajakan Program Diploma III Universitas Pembangunan Panca Budi, Kota Medan memperoleh status Terakreditasi Unggul, dengan masa berlaku selama lima tahun, terhitung sejak 24 Juli 2026 hingga 24 Juli 2031.<br><br>Capaian ini merupakan hasil dari komitmen berkelanjutan UNPAB dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas melalui penguatan tata kelola, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penyempurnaan kurikulum berbasis kebutuhan industri, serta pengembangan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama dengan berbagai mitra strategis.<br><br>Di bawah kepemimpinan Ketua Program <a href="https://www.halomedan.com/tag/studi/" target="_blank">Studi</a> D3 Perpajakan, Noviani, S.E., M.Si., berbagai program peningkatan mutu akademik terus diimplementasikan secara konsisten. Mulai dari pengembangan pembelajaran yang adaptif terhadap dinamika regulasi perpajakan, peningkatan kompetensi dosen, hingga penguatan hubungan dengan dunia usaha, dunia industri, dan instansi pemerintah sebagai mitra pembelajaran mahasiswa.<br><br>Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari dukungan dan pembinaan Dekan Fakultas Sosial Sains, Assoc. Prof. Dr. E. Rusiadi, S.E., M.Si., yang terus mendorong budaya mutu di lingkungan fakultas. Raihan Akreditasi Unggul menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Sosial Sains UNPAB dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.<br><br>Status Akreditasi Unggul memberikan nilai tambah bagi Program <a href="https://www.halomedan.com/tag/studi/" target="_blank">Studi</a> D3 Perpajakan dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing lulusan di dunia kerja. Selain itu, pencapaian ini semakin mempertegas posisi UNPAB sebagai perguruan tinggi yang konsisten menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas, relevan dengan perkembangan zaman, serta berorientasi pada kebutuhan dunia profesional.<br><br>Melalui capaian ini, Universitas Pembangunan Panca Budi akan terus memperkuat budaya peningkatan mutu secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_7259_Program-Studi-D3-Perpajakan-Fakultas-Sosial-Sains-UNPAB-Resmi-Raih-Akreditasi-Unggul-dari-LAMEMBA.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66471/program-studi-d3-perpajakan-fakultas-sosial-sains-unpab-resmi-raih-akreditasi-unggul-dari-lamemba/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Asintel Satlap Tricakti Beri Penjelasan Terkait Penanganan 53 Ton Pasir Timah di Air Merbau</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 19:31:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Asintel Satlap Tricakti Beri Penjelasan Terkait Penanganan 53 Ton Pasir Timah di Air Merbau]]></title>
            <description><![CDATA[Asintel Satlap Tricakti Beri Penjelasan Terkait Penanganan 53 Ton Pasir Timah di Air Merbau]]></description>
            <content><![CDATA[<br>PANGKALPINANG &ndash; Asisten Intelijen (Asintel) Satlap Tricakti, Kolonel Inf Rudi Firmansyah, memberikan penjelasan mengenai pemberitaan yang berkembang terkait penanganan 53 ton pasir timah di salah satu rumah di kawasan Air Merbau, Kabupaten Belitung. Menurutnya, terdapat sejumlah hal yang perlu diluruskan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh.<br>Rudi menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki Satlap Tricakti, material tersebut merupakan milik mitra PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> yang telah tercatat dalam pengawasan Satlap. Ia mengatakan salah satu tugas Satlap Tricakti adalah melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap tata kelola timah, termasuk menertibkan aktivitas yang diduga ilegal.<br>&quot;Kami mendata barang-barang milik mitra PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> agar tidak terjadi penyelewengan. Setelah didata, jumlahnya akan dicek secara berkala. Jika ada perubahan jumlah, tentu akan dimintai penjelasan,&quot; ujarnya.<br>Ia menerangkan, sejumlah mitra PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> untuk sementara menyimpan material di gudang atau rumah pribadi karena kapasitas gudang yang tersedia disebut sedang penuh. Menurutnya, penyimpanan tersebut dilakukan dengan mekanisme wajib lapor kepada Satlap Tricakti, sehingga keberadaan dan jumlah barang tetap berada dalam pengawasan.<br>Rudi menyebut Satlap Tricakti sebelumnya telah menyampaikan informasi tersebut kepada Kapolres Belitung. Dalam penjelasannya, Satlap menyampaikan bahwa material tersebut telah didata sebagai milik mitra PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> dan berada dalam pengawasan.<br>Namun, kata dia, pihaknya kemudian mengetahui adanya tindakan lanjutan berupa pengamanan barang oleh personil Ditreskrimsus Polda Babel. Kondisi itu, menurut Rudi, menimbulkan kesan adanya perbedaan pemahaman di lapangan.<br>&quot;Kami menganggap ini lebih kepada miskomunikasi. Sebelumnya kami sudah menjelaskan status barang yang kami awasi, tetapi kemudian ada tindakan lanjutan sehingga muncul dugaan ilegal. Karena itu kami merasa perlu memberikan penjelasan,&quot; katanya.<br>Terkait dugaan pelanggaran hukum, Rudi menegaskan Satlap Tricakti tidak pernah menghalangi proses penegakan hukum. Ia mengatakan saat barang diamankan, personel Satlap tidak melakukan intervensi dan membiarkan aparat kepolisian menjalankan tugasnya.<br>&quot;Silakan dilakukan pemeriksaan. Kalau memang terbukti ilegal, katakan ilegal. Tetapi apabila hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ilegal, maka sampaikan juga apa adanya. Kami tidak menghalangi maupun mengintimidasi siapa pun,&quot; ujarnya.<br>Rudi juga menjelaskan bahwa keberadaan material di lokasi penyimpanan bukan berarti terdapat indikasi penyelundupan. Menurutnya, dugaan penyelundupan harus dibuktikan melalui proses hukum dan fakta-fakta yang ditemukan dalam penyidikan.<br>Ia menambahkan, Satlap Tricakti bersama PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> terus berupaya mengoptimalkan kapasitas gudang agar material milik mitra yang telah terdata dapat dipindahkan ke lokasi penyimpanan resmi.<br>Lebih lanjut, Rudi menyebut kerja sama yang menjadi dasar penyimpanan material tersebut berkaitan dengan Surat Perintah Kerja (SPK) CV Heiro Jaya Persada yang berada di wilayah Belitung dan Belitung Timur.<br>Ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan koordinasi antarlembaga agar tidak terjadi perbedaan persepsi dalam penanganan perkara. Menurutnya, klarifikasi mengenai status material juga dapat diperoleh melalui PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> terkait kemitraan maupun data pengawasan yang telah dilakukan Satlap Tricakti.<br>Sementara itu, status hukum atas 53 ton pasir timah yang telah diamankan saat ini masih berada dalam proses penanganan aparat kepolisian. Penentuan ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum sepenuhnya akan bergantung pada hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh penyidik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_1990_Asintel-Satlap-Tricakti-Beri-Penjelasan-Terkait-Penanganan-53-Ton-Pasir-Timah-di-Air-Merbau.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66470/asintel-satlap-tricakti-beri-penjelasan-terkait-penanganan-53-ton-pasir-timah-di-air-merbau/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Mahasiswa Taiwan Gelar Pengabdian Masyarakat di Indramayu, Perkuat Edukasi Migrasi Aman dan Pendidikan</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 15:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Mahasiswa Taiwan Gelar Pengabdian Masyarakat di Indramayu, Perkuat Edukasi Migrasi Aman dan Pendidikan]]></title>
            <description><![CDATA[Mahasiswa Taiwan Gelar Pengabdian Masyarakat di Indramayu, Perkuat Edukasi Migrasi Aman dan Pendidikan]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Indramayu &ndash; Sejumlah mahasiswa dari Taiwan melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Juntiweden, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sebagai bagian dari MOE Overseas &amp; New Southbound Internship Program. Program ini merupakan upaya pemerintah Taiwan untuk mempererat hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, melalui kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat.<br><br>Dalam kegiatan tersebut, Migrant CARE Indramayu bertindak sebagai tuan rumah yang memfasilitasi seluruh rangkaian aktivitas para mahasiswa selama berada di Indonesia. Indramayu dipilih karena dikenal sebagai salah satu daerah pengirim pekerja migran terbesar di Indonesia.<br><br>Kepala Desa Juntiweden, Carsudi, menyambut hangat kedatangan rombongan mahasiswa asal Taiwan. Menurutnya, kehadiran mereka menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat desa untuk saling belajar dan bertukar pengalaman.<br><br>"Saya berharap warga dan komunitas di Desa Juntiweden bisa belajar banyak dari teman-teman Taiwan ini. Semoga para mahasiswa betah dan kerasan tinggal di sini," ujar Carsudi saat penyambutan di Balai Desa Juntiweden.<br><br>Sementara itu, pembimbing kegiatan, Prof. Li-fang Liang dari National Dong Hwa University (NDHU), berharap para mahasiswa memperoleh pengalaman berharga selama tinggal bersama masyarakat Indonesia selama hampir satu bulan.<br><br>"Terlepas dari berbagai kegiatan yang akan kami lakukan di sini, kesempatan ini sangat berharga bagi kami untuk belajar langsung dari masyarakat Indonesia," kata Li-fang. Dosen NDHU tersebut telah puluhan tahun meneliti isu migrasi, termasuk kehidupan pekerja migran Indonesia di Taiwan.<br><br>Program pengabdian masyarakat ini terbagi dalam dua fokus utama, yakni pemberdayaan masyarakat dan pendidikan.<br><br>Pada sektor pemberdayaan masyarakat, sasaran kegiatan meliputi komunitas pekerja migran, mantan pekerja migran yang tergabung dalam Desa Peduli Buruh Migran (DESBUMI), calon pekerja migran, hingga anak-anak pekerja migran yang ditinggalkan orang tuanya.<br><br>Berbagai kegiatan disiapkan, di antaranya workshop migrasi aman yang membahas hak-hak pekerja migran di Taiwan, perbedaan budaya Indonesia dan Taiwan, serta sosialisasi mengenai kesehatan mental.<br><br>Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu menjadi agen edukasi bagi calon pekerja migran Indonesia, khususnya yang akan bekerja di Taiwan. Mereka dibekali pemahaman agar tidak mudah terjebak bujuk rayu calo, menghindari praktik kerja paksa, memahami hak-haknya sebagai pekerja, serta mengetahui langkah yang harus ditempuh ketika menghadapi persoalan di negara tujuan.<br><br>Program ini disusun berdasarkan berbagai temuan yang menunjukkan masih banyak pekerja migran belum memahami perbedaan antara memperjuangkan hak dan dianggap melawan majikan. Akibatnya, tidak sedikit yang menerima upah di bawah standar, dipaksa mengerjakan pekerjaan di luar kontrak, hingga memilih jalur keberangkatan ilegal karena kurangnya informasi.<br><br>Selain itu, mahasiswa Taiwan juga akan memberikan pelatihan mengenai pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang diterapkan di Taiwan. Mereka turut dijadwalkan berpartisipasi dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus bersama masyarakat Desa Juntiweden.<br><br>Di bidang pendidikan, program dilaksanakan bekerja sama dengan SDN Juntiweden II. Para siswa diperkenalkan dengan budaya Taiwan melalui kegiatan membuat kaligrafi Mandarin, membaca buku berbahasa Mandarin, hingga bermain board game edukatif bersama mahasiswa.<br><br>Melalui interaksi tersebut, diharapkan para pelajar memiliki motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk membuka peluang belajar ke luar negeri, bukan semata-mata bekerja di sektor informal.<br><br>Program ini juga menjadi respons atas fenomena menurunnya minat sebagian pelajar di Indramayu untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Banyak di antara mereka lebih memilih bekerja ke luar negeri karena dianggap menawarkan penghasilan lebih besar meski tanpa pendidikan tinggi.<br><br>Melalui kolaborasi ini, mahasiswa Taiwan tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun pertukaran budaya dan memperkuat hubungan masyarakat Indonesia&ndash;Taiwan melalui pendekatan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan perlindungan pekerja migran.<br><br>Penulis: Vanny El Rahman, Peneliti Doktoral Asia-Pacific Regional Studies, National Dong Hwa University (NDHU), Taiwan.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_7796_Mahasiswa-Taiwan-Gelar-Pengabdian-Masyarakat-di-Indramayu--Perkuat-Edukasi-Migrasi-Aman-dan-Pendidikan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66469/mahasiswa-taiwan-gelar-pengabdian-masyarakat-di-indramayu-perkuat-edukasi-migrasi-aman-dan-pendidikan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Dibuka, Kemnaker Ajak Masyarakat Tingkatkan Kompetensi</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 15:25:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Dibuka, Kemnaker Ajak Masyarakat Tingkatkan Kompetensi]]></title>
            <description><![CDATA[Jakarta &ndash Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 4 mulai 29 Juli hingga 12 A]]></description>
            <content><![CDATA[Jakarta &ndash; Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran <a href="https://www.halomedan.com/tag/pelatihan/" target="_blank">Pelatihan</a> Vokasi Nasional (PVN) Batch 4 mulai 29 Juli hingga 12 Agustus 2026 melalui platform Skillhub di skillhub.kemnaker.go.id. Program ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan melalui pelatihan berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.<br><br>Direktur Jenderal Pembinaan <a href="https://www.halomedan.com/tag/pelatihan/" target="_blank">Pelatihan</a> Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah mengatakan, perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis menuntut tenaga kerja untuk terus meningkatkan kompetensinya. Oleh karena itu, Kemnaker terus menghadirkan berbagai program vokasi agar semakin banyak masyarakat memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.<br><br>"Melalui <a href="https://www.halomedan.com/tag/pelatihan/" target="_blank">Pelatihan</a> Vokasi Nasional Batch 4, kami ingin memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. Bekal keterampilan yang dimiliki diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang, baik untuk bekerja maupun berwirausaha," ujar Darmawansyah melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Senin (3/8/2026).<br><br>Menurutnya, seluruh program pelatihan dirancang dengan pendekatan berbasis kompetensi sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan di dunia kerja.<br><br>Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memilih program pelatihan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan pengembangan kompetensinya.<br><br>Sejalan dengan dibukanya PVN Batch 4, Kemnaker telah menetapkan tahapan pelaksanaan program. Pendaftaran berlangsung hingga 12 Agustus 2026, dilanjutkan seleksi peserta pada 13&ndash;19 Agustus 2026, pengumuman hasil seleksi pada 20 Agustus 2026, dan pelatihan dimulai pada 26 Agustus 2026.<br><br>"Jangan lewatkan kesempatan ini. Manfaatkan <a href="https://www.halomedan.com/tag/pelatihan/" target="_blank">Pelatihan</a> Vokasi Nasional Batch 4 untuk meningkatkan keterampilan dan memperkuat kesiapan menghadapi dunia kerja yang terus berkembang," kata Darmawansyah.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_9945_Pelatihan-Vokasi-Nasional-Batch-4-Dibuka--Kemnaker-Ajak-Masyarakat-Tingkatkan-Kompetensi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/66468/pelatihan-vokasi-nasional-batch-4-dibuka-kemnaker-ajak-masyarakat-tingkatkan-kompetensi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Konsisten Hampir Satu Dekade, Dulux Raih Top Brand Award 2026</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 15:23:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Konsisten Hampir Satu Dekade, Dulux Raih Top Brand Award 2026]]></title>
            <description><![CDATA[JAKARTA, 1 Agustus 2026 &mdash Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kualitas hunian serta semakin tingginya ekspektasi kons]]></description>
            <content><![CDATA[JAKARTA, 1 Agustus 2026 &mdash; Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kualitas hunian serta semakin tingginya ekspektasi konsumen terhadap produk yang mampu memberikan perlindungan dan nilai jangka panjang, Dulux kembali meraih Top Brand Award 2026. Penilaian independen Frontier Research ini semakin menegaskan posisi Dulux sebagai merek cat pilihan utama masyarakat Indonesia, sekaligus memperkuat predikat "Cat No. 1 Terbukti oleh Waktu" melalui konsistensi kinerja merek dan kepercayaan konsumen selama bertahun-tahun, sekaligus melanjutkan rekam jejak perusahaan yang konsisten meraih penghargaan Top Brand selama hampir satu dekade terakhir.<br><br>Survei independen Top Brand Index (TBI) Fase 2 Tahun 2026 yang dilakukan Frontier Research menunjukkan Dulux mencatatkan TBI sebesar 39,56% pada kategori Cat Tembok Eksterior dan 37,37% pada kategori Cat Tembok Interior. Angka tersebut menjadi indeks tertinggi pada masing-masing kategori.<br>Menanggapi pencapaian tersebut, Nina Melisa Pelawi, Head of Marketing PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia), mengatakan bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi dan kualitas yang terus dihadirkan Dulux mampu menjawab kebutuhan konsumen Indonesia yang terus berkembang.<br>"Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar pencapaian, melainkan bukti bahwa inovasi dan kualitas yang terus kami hadirkan mampu menjawab kebutuhan konsumen Indonesia yang semakin berkembang. Kini, konsumen tidak hanya mempertimbangkan estetika, tetapi juga mengutamakan solusi pengecatan yang memberikan perlindungan optimal, daya tahan lebih baik, serta nilai jangka panjang bagi hunian mereka," ujar Nina.<br>Ketika Rumah Menjadi Aset, Bukan Sekadar Tempat Tinggal<br>Pencapaian ini hadir di tengah perubahan perilaku konsumen Indonesia yang semakin memandang rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan aset jangka panjang yang perlu dijaga kualitas dan nilainya. Sejalan dengan itu, keputusan dalam memilih material bangunan, termasuk cat dekoratif, kini semakin mempertimbangkan perlindungan, daya tahan, kemudahan perawatan, serta kualitas ruang hidup secara keseluruhan. Konsumen juga semakin bersedia berinvestasi pada produk yang menawarkan manfaat fungsional, seperti ketahanan terhadap cuaca ekstrem, kemudahan perawatan, dan daya tahan warna jangka panjang, sehingga premiumisasi menjadi arah baru pasar cat dekoratif di Indonesia.<br>Top Brand Award 2026 yang diselenggarakan oleh Frontier bersama Majalah MARKETING mengusung tema "Respectful Brand", yang menekankan pentingnya kepercayaan dan loyalitas konsumen sebagai fondasi kekuatan sebuah merek.  Handi Irawan D., CEO Frontier sekaligus Founder Top Brand Award, mengatakan &quot;Top Brand Award bukan sekadar penghargaan atas pencapaian masa lalu, melainkan indikator keberlanjutan merek di masa depan. Merek yang mampu bertahan adalah brand yang tidak hanya dikenal, tetapi juga dipuja konsumennya,&quot; ujar Handi.<br>Penghargaan ini ditentukan berdasarkan survei independen Frontier Research di 15 kota besar di Indonesia yang melibatkan sekitar 12.000 responden. Penilaian dilakukan melalui tiga indikator utama, yaitu Top of Mind Awareness, Last Usage, dan Future Intention, yang mengukur kekuatan merek dalam membangun kesadaran, mendorong penggunaan, serta mempertahankan loyalitas konsumen.[1]<br>Inovasi yang Tidak Berhenti di Produk<br>Komitmen tersebut diwujudkan tidak hanya melalui pengembangan produk, tetapi juga lewat inovasi yang membantu masyarakat menciptakan ruang hidup yang lebih nyaman. Salah satunya melalui inisiatif Dulux Colour of the Year, yang setiap tahunnya dikembangkan oleh Global Aesthetic Center AkzoNobel berdasarkan riset tren warna, desain, budaya, ekonomi, dan sosial. Untuk tahun 2026, AkzoNobel menghadirkan Rhythm of Blues&trade; melalui kampanye #TemukanTenangmu, yang mengajak masyarakat menemukan ketenangan melalui warna dan ruang di sekitarnya, karena Dulux percaya bahwa ketenangan adalah hak setiap orang.<br>Rhythm of Blues&trade; menghadirkan tiga nuansa biru yang merepresentasikan ritme hidup yang berbeda. Slow Swing&trade; membantu menciptakan suasana tenang untuk beristirahat dan memulihkan energi, Mellow Flow&trade; menghadirkan rasa seimbang dan kebersamaan, sementara Free Groove&trade; memberi ruang bagi kreativitas dan ekspresi tanpa menghilangkan kenyamanan. Melalui pendekatan ini, Dulux ingin menunjukkan bahwa setiap orang memiliki cara dan ritmenya masing-masing dalam menemukan ketenangan.<br>Sejalan dengan komitmen global AkzoNobel, Dulux terus menghadirkan inovasi produk yang menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang, mulai dari perlindungan hunian yang lebih optimal, daya tahan yang lebih baik, hingga kemudahan aplikasi.<br>"Kami percaya bahwa inovasi harus mampu menjawab kebutuhan nyata konsumen dan memberikan solusi yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Kepercayaan konsumen dibangun melalui kualitas yang konsisten serta kemampuan kami untuk terus memahami kebutuhan mereka," imbuh Nina.<br>"Top Brand Award menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan menghadirkan produk serta solusi yang relevan bagi kebutuhan konsumen Indonesia," tutup Nina.r]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_4516_Konsisten-Hampir-Satu-Dekade--Dulux-Raih-Top-Brand-Award-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/ekbis/66467/konsisten-hampir-satu-dekade-dulux-raih-top-brand-award-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>