<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.halomedan.com/</link>
        <description>Halo Medan | Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Mon, 13 Jul 2026 18:38:15 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">PAKASA TEGAL</guid>
            <pubDate>Mon, 13 Jul 2026 17:26:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PAKASA TEGAL]]></title>
            <description><![CDATA[ halomedan.com  PAKASA TEGALTata cara wisuda abdi dalem di kabupaten Tegal. Terhimpun dalam Paguyuban Kawula Karaton Surakarta Hadiningrat ]]></description>
            <content><![CDATA[ <b><a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> - PAKASA TEGAL</p><br>Tata cara wisuda abdi dalem di kabupaten Tegal. Terhimpun dalam Paguyuban Kawula Karaton Surakarta Hadiningrat atau PAKASA. Terjadi pada hari Minggu Kliwon, 12 Juli 2026. Rum kuncaraning bangsa dumunung ing luhuring budaya. <br><br>Abdi dalem dan sentana siap siaga untuk melakukan gawa gawe. Terlebih dahulu sowan ke Pajimatan Amangkurat Agung di Pekuncen Adiwerna Tegal. Peserta berbusana Kejawen jangkep. Jarik bebedan, blangkon, slop, samir beskap. Putri kebaya sanggulan. Dikawal lengkap bregada prajurit. <br><br>Pelantikan ini menjadi sarana pelestarian seni budaya yang bersumber dari Kraton Surakarta. Drg KMT Fitri Pusponagoro dilantik sebagai ketua pakasa Tegal. Disertai KRAT Kusworo. Suasana sigrak semarak. Kantor <a href="https://www.halomedan.com/tag/pakasa/" target="_blank">Pakasa</a> berdiri megah nan indah. <br><br>Untuk itu perlu program kerja berkelanjutan. Sejarah masa silam dibaca untuk menambah wawasan. Segenap <a href="https://www.halomedan.com/tag/pakasa/" target="_blank">Pakasa</a> Tegal selalu ngudi ilmu laku. <br><br>Ratu Kencono Tegalarum<br><br>Garwa prameswari Sinuwun Amangkurat Agung bernama Kanjeng Ratu Kencono Tegalarum. Putri Pengeran Radin cucu Pangeran Benawa. Jadi masih keturunan Joko Tingkir. Trah Sultan Hadiwijaya raja Pajang. <br><br>Nama Ratu Kencono Tegalarum juga disebut Ratu Wiratsari. Karena bisa mengelola penduduk sepanjang Kali Serayu, maka bergelar Kanjeng Ratu Serayu sejak tahun 1648.<br><br>Wanita pengusaha Mataram yang terampil. Punya usaha mebel, tambang emas, minyak bumi, gas, kayu jati, ukir ukiran dan kecap. Untuk wilayah Kebumen Cilacap Purbalingga membina usaha produksi gula kelapa. Emansipasi wanita Mataram yang energik dan inspiratif. <br><br>Permaisuri Mataram yang menurunkan Sinuwun Paku Buwana I. Dulu bergelar Gusti Raden Mas Derajad. Lantas menjadi Pangeran Puger. Besar dan terdidik di Banyumanik Semarang. <br><br>Perhatian pada dunia maritim sungguh baik sekali. Kota Tegal menjadi pusat pemerintahan Mataram dalam bidang bisnis pelayaran dan maritim. Kerajaan Mataram sungguh agung dan anggun. Kraton yang subur i makmur waras  wiris panjang yuswa ber bandha ber bandhu. Rakyat  bahagia sejahtera.  Negeri gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja. <br><br>Istana Mataram berpusat di Plered Kerta Kotagedhe. Amangkurat Agung membangun istana cabang di berbagai daerah. Berkat kemakmuran itu negeri Mataram mampu membangun ibukota yang megah mewah gagah indah. Berturut-turut dari Kotagedhe, Kertas, Plered, Pamase dan Kertanegara. Ibukota Mataram berguna untuk pusat administrasi dan perkantoran. Dalam kancah perdagangan juga menjalankan fungsi bisnis. Diplomasi kenegaraan bersama duta bangsa manca yang mulia. Amangkurat yang bertahta tahun 1645 - 1677 raja Mataram yang bijak bestari. <br><br>Wilayah Tegal menjadi ibukota Mataram dalam bidang bisnis. Pelabuhan dibangun Amangkurat pada tahun 1647 . Pelayaran sampai Singapura Tamasek, Ternate, Tidore, Bugis, Makassar, Tondano Minahasa, Bima, Bali, Madura, Banjar, Palembang, Deli Belawan. Hubungan dagang dilakukan oleh pembesar bandar hingga Mesir Turki Persia Yaman. Bahkan punya kantor dagang di Selat Hormuz.<br><br>Kawasan Asia Selatan meliputi Srilanka India dan Nepal. Dari kota Tegal pelayaran dilakukan dalam rangka bisnis dan pengembangan budaya. Amangkurat Agung mengirim tim kesenian berupa sendratari Ramayana. Penari waranggana dan wiyaga diberi biaya cukup. Demi suksesnya misi kebudayaan. <br><br>Wawasan Amangkurat memang luas. Petugas Istana Tegal Mataram dikirim ke Cambridge University untuk belajar menejemen pemerintahan. Sebagian belajar administrasi keuangan di negara Swiss. Belajar tata kota di Perancis dan teknologi pelayaran di Jerman. Amangkurat Agung memang lama tinggal di Eropa. Maka punya koneksi internasional. <br><br>Temayang Bojonegoro juga dijadikan istana Mataram. Berguna untuk mengurusi tambang minyak dan bumi. Untuk itu dibangun pula jejaring dengan pelabuhan tanjung perak Surabaya dan Tanjung Emas Semarang. Usaha migas disadari membawa keuntungan yang berlipat ganda ganda. Dengan keuangan yang cukup Amangkurat sempat mengundang John Locke untuk mengisi pelatihan di Tegal pada tahun 1662.<br><br>Tambang emas berpusat di Pancurendang Ajibarang Banyumas. Amangkurat membangun istana kedhaton Pamase Lesmana. Kantor juda dibangun di Bumiayu. Istana bernama kedhaton Kencono. Pengelola yakni Pangeran Lambung Mangkurat dan Pangeran Martapura. Keduanya lantas bertugas di Banjarmasin Kalimantan. <br><br>Mataram berkepentingan untuk menjadikan Tegal sebagai ibukota bisnis. Arti penting Tegal sebagai kota bahari atau maritim mendukung status ibukota Mataram cabang. Prestasi gemilang yang layak dikenang. Tepa palupi buat pemimpin masa kini. <br><br>Harapan masa depan makin beersinar terang. Mataram mempunyai istana yang tersebar di seluruh penjuru tanah Jawa. Selama di Tegal Sri Susuhunan Amangkurat Agung mewariskan pabrik gula Pagongan, Pejambon, Dukuhringin. Usaha industri gula di Jawa pernah menjadi produsen terbesar dunia. Gedhe obore padhang jagade, ampuh prebawane. Mataram tambah arum kuncara, ngejayeng jagad raya. <br><br>Ratu Kencono Tegalarum memang mustikaning putri, tetungguling widodari. Pikiran ucapan dan tindakan pantas untuk tepa palupi. <br><br>Wisuda pengurus <a href="https://www.halomedan.com/tag/pakasa/" target="_blank">Pakasa</a> dilakukan oleh Dr KPH Wirabhumi SH. Turut memberi restu GKR Dra Koes Moertiyah Wandansari M.Pd dan GKR Ayu Koes Indriyah SE. PAKASA Tegal ayu hayu rahayu. <br><br>Kebudayaan nasional  bertumpu dari nilai kearifan lokal. Mangasah mingising budi, memasuh malaning bumi. Dunia ayem tentrem. <br><br>Purwadi, <br>Ketua Lokantara.</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_9565_PAKASA-TEGAL.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/kota/66283/pakasa-tegal/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Penghayat Kejawen Pesisir</guid>
            <pubDate>Mon, 13 Jul 2026 17:24:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Penghayat Kejawen Pesisir]]></title>
            <description><![CDATA[ halomedan.com  Penghayat Kejawen PesisirKegiatan budaya demi memperkokoh jatidiri bangsa. Wilayah Pesisir utara pulau Jawa tetap berusaha ]]></description>
            <content><![CDATA[ <b><a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> - Penghayat Kejawen Pesisir<br><br><br>Kegiatan budaya demi memperkokoh jatidiri bangsa. Wilayah Pesisir utara pulau Jawa tetap berusaha nguri uri budaya adi luhung, seni edi peni. Agar identitas nasional makin cemerlang. <br><br>Tata cara wisuda abdi dalem di kabupaten Tegal. Terhimpun dalam Paguyuban Kawula Karaton Surakarta Hadiningrat atau PAKASA. Terjadi pada hari Minggu Kliwon, 12 Juli 2026. Rum kuncaraning bangsa dumunung ing luhuring budaya. <br><br>Abdi dalem dan sentana siap siaga untuk melakukan gawa gawe. Terlebih dahulu sowan ke Pajimatan Amangkurat Agung di Pekuncen Adiwerna Tegal. Peserta berbusana Kejawen jangkep. Jarik bebedan, blangkon, slop, samir beskap. Putri kebaya sanggulan. Dikawal lengkap bregada prajurit. <br><br>Pelantikan ini menjadi sarana pelestarian seni budaya yang bersumber dari Kraton Surakarta. Drg KMT Fitri Pusponagoro dilantik sebagai ketua pakasa Tegal. Disertai KRAT Kusworo. Suasana sigrak semarak. Kantor Pakasa berdiri megah nan indah. <br><br>Untuk itu perlu program kerja berkelanjutan. Sejarah masa silam dibaca untuk menambah wawasan.<br><br>Tegal Ibukota Mataram<br><br>Kota Tegal menjadi pusat pemerintahan Mataram dalam bidang bisnis pelayaran dan maritim. Kerajaan Mataram sungguh agung dan anggun. Kraton yang subur i makmur waras  wiris panjang yuswa ber bandha ber bandhu. Rakyat  bahagia sejahtera.  Negeri gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja. <br><br>Istana Mataram berpusat di Plered Kerta Kotagedhe. Amangkurat Agung membangun istana cabang di berbagai daerah. Berkat kemakmuran itu negeri Mataram mampu membangun ibukota yang megah mewah gagah indah. Berturut-turut dari Kotagedhe, Kertas, Plered, Pamase dan Kertanegara. Ibukota Mataram berguna untuk pusat administrasi dan perkantoran. Dalam kancah perdagangan juga menjalankan fungsi bisnis. Diplomasi kenegaraan bersama duta bangsa manca yang mulia. Amangkurat yang bertahta tahun 1645 - 1677 raja Mataram yang bijak bestari. <br><br>Wilayah Tegal menjadi ibukota Mataram dalam bidang bisnis. Pelabuhan dibangun Amangkurat pada tahun 1647 . Pelayaran sampai Singapura Tamasek, Ternate, Tidore, Bugis, Makassar, Tondano Minahasa, Bima, Bali, Madura, Banjar, Palembang, Deli Belawan. Hubungan dagang dilakukan oleh pembesar bandar hingga Mesir Turki Persia Yaman. Bahkan punya kantor dagang di Selat Hormuz.<br><br>Kawasan Asia Selatan meliputi Srilanka India dan Nepal. Dari kota Tegal pelayaran dilakukan dalam rangka bisnis dan pengembangan budaya. Amangkurat Agung mengirim tim kesenian berupa sendratari Ramayana. Penari waranggana dan wiyaga diberi biaya cukup. Demi suksesnya misi kebudayaan. <br><br>Wawasan Amangkurat memang luas. Petugas Istana Tegal Mataram dikirim ke Cambridge University untuk belajar menejemen pemerintahan. Sebagian belajar administrasi keuangan di negara Swiss. Belajar tata kota di Perancis dan teknologi pelayaran di Jerman. Amangkurat Agung memang lama tinggal di Eropa. Maka punya koneksi internasional. <br><br>Temayang Bojonegoro juga dijadikan istana Mataram. Berguna untuk mengurusi tambang minyak dan bumi. Untuk itu dibangun pula jejaring dengan pelabuhan tanjung perak Surabaya dan Tanjung Emas Semarang. Usaha migas disadari membawa keuntungan yang berlipat ganda ganda. Dengan keuangan yang cukup Amangkurat sempat mengundang John Locke untuk mengisi pelatihan di Tegal pada tahun 1662.<br><br>Tambang emas berpusat di Pancurendang Ajibarang Banyumas. Amangkurat membangun istana kedhaton Pamase Lesmana. Kantor juda dibangun di Bumiayu. Istana bernama kedhaton Kencono. Pengelola yakni Pangeran Lambung Mangkurat dan Pangeran Martapura. Keduanya lantas bertugas di Banjarmasin Kalimantan. <br><br>Mataram berkepentingan untuk menjadikan Tegal sebagai ibukota bisnis. Arti penting Tegal sebagai kota bahari atau maritim mendukung status ibukota Mataram cabang. Prestasi gemilang yang layak dikenang. Tepa palupi buat pemimpin masa kini. <br><br>Harapan masa depan makin beersinar terang. Mataram mempunyai istana yang tersebar di seluruh penjuru tanah Jawa. Selama di Tegal Sri Susuhunan Amangkurat Agung mewariskan pabrik gula Pagongan, Pejambon, Dukuhringin. Usaha industri gula di Jawa pernah menjadi produsen terbesar dunia. Gedhe obore padhang jagade, ampuh prebawane. <br><br><br>Purwadi, <br>Ketua Lokantara.<br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_9354_Penghayat-Kejawen-Pesisir.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/wisata/66282/penghayat-kejawen-pesisir/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">11 Juli 2026 menjadi tonggak peringatan satu tahun 100 Celebrities Talk for Para Athletes (100 CTFP).</guid>
            <pubDate>Mon, 13 Jul 2026 17:24:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[11 Juli 2026 menjadi tonggak peringatan satu tahun 100 Celebrities Talk for Para Athletes (100 CTFP).]]></title>
            <description><![CDATA[11 Juli 2026 menjadi tonggak peringatan satu tahun 100 Celebrities Talk for Para Athletes (100 CTFP).]]></description>
            <content><![CDATA[Jakarta- Kepada media, Natalia Tjahja, kreator 100 CTFP sekaligus Founder Maria Monique Last Wish Foundation, menyampaikan rasa syukur atas dukungan luar biasa yang diberikan oleh International Paralympic Committee (IPC).<br><br>Natalia menjelaskan bahwa 100 Celebrities Talk for Para Athletes (100 CTFP) merupakan sebuah gerakan kemanusiaan global yang menghadirkan pesan-pesan inspiratif dari para pemimpin dunia, selebritas, atlet, dan tokoh masyarakat kepada para atlet para di seluruh dunia melalui kartu inspirasi.<br><br>"Puji Tuhan selalu. Merupakan suatu kehormatan besar bagi 100 CTFP menerima ucapan selamat ulang tahun pertama sekaligus dukungan luar biasa dari Bapak Andrew Parsons, Presiden International Paralympic Committee (IPC)," ujar Natalia.<br><br>Di bawah kepemimpinan Andrew Parsons sebagai Presiden International Paralympic Committee (IPC), Gerakan Paralimpik terus berkembang secara global melalui PyeongChang 2018 Winter Paralympics, Tokyo 2020 Paralympic Games, Beijing 2022 Winter Paralympics, Paris 2024 Paralympic Games, hingga Milan Cortina Winter Paralympic Games. Pada masa kepemimpinannya, ajang Milan Cortina berhasil menjangkau sekitar 650 juta penonton daring di seluruh dunia. Terpilih kembali sebanyak tiga kali sebagai Presiden IPC, Parsons terus memimpin dan menginspirasi Gerakan Paralimpik dunia dengan visi kuat mengenai inklusi dan keunggulan.<br><br>Dalam rangka peringatan satu tahun 100 CTFP, Andrew Parsons menyampaikan pesan resmi berikut:<br><br>"Congratulations to the Celebrity Talk for Paralympics Campaign Team and the Maria Monique Last Wish Foundation on the first anniversary of this inspiring initiative.<br><br>I&#039;m honored to once again lend my support to this campaign and share a message that is close to the heart of the Paralympic movement.<br><br>IPC, our vision is to make for a more inclusive world through parasport.<br><br>We believe that:<br><br>&#039;There is strength in difference, that diversity is a fact, inclusion is a choice, and that the Paralympic Games are the most transformational event on Earth.&#039; (100 CTFP message of Andrew Parsons)<br><br>Through parasport, we challenge perceptions, we break down barriers, and create opportunities for the world&#039;s 1.3 billion persons with disability.<br><br>So together, let&#039;s continue celebrating achievement, promoting inclusion, and building a world where everyone has opportunity to reach their full potential, whether on the field of play or in everyday lives.<br><br>Happy First Anniversary, and best wishes for the continued success of this important campaign."<br><br>Mengakhiri pernyataannya, Natalia menyampaikan apresiasi yang mendalam.<br><br>"Tuhan mengatur agar 100 CTFP diluncurkan dengan tiga pesan dari Bapak Andrew Parsons. Terima kasih, Bapak Andrew Parsons. Terima kasih, International Paralympic Committee. Sebagai ungkapan rasa syukur saya yang terdalam, saya akan selalu mendoakan Bapak dan seluruh keluarga besar IPC."<br><br>Sejak diluncurkan pada 11 Juli 2025 di Ital Auto Singapore, 100 CTFP terus menyatukan suara-suara inspiratif dari berbagai penjuru dunia untuk mendukung para atlet para, sekaligus mempromosikan martabat, inklusi, harapan, serta keyakinan bahwa setiap individu berhak memperoleh kesempatan untuk mencapai potensi terbaiknya.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_7135_11-Juli-2026-menjadi-tonggak-peringatan-satu-tahun-100-Celebrities-Talk-for-Para-Athletes--100-CTFP--.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66281/11-juli-2026-menjadi-tonggak-peringatan-satu-tahun-100-celebrities-talk-for-para-athletes-100-ctfp/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Temu Trah Amangkurat</guid>
            <pubDate>Mon, 13 Jul 2026 17:23:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Temu Trah Amangkurat]]></title>
            <description><![CDATA[ halomedan.com  Temu Trah AmangkuratTrah Amangkurat Agung bertemu di Slawi. Kegiatan budaya demi memperkokoh jatidiri bangsa. Wilayah Pesis]]></description>
            <content><![CDATA[ <b><a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> - <a href="https://www.halomedan.com/tag/temu/" target="_blank">Temu</a> Trah Amangkurat<br><br><br>Trah Amangkurat Agung bertemu di Slawi. Kegiatan budaya demi memperkokoh jatidiri bangsa. Wilayah Pesisir utara pulau Jawa tetap berusaha nguri uri budaya adi luhung, seni edi peni. Agar identitas nasional makin cemerlang. <br><br>Tata cara wisuda abdi dalem di kabupaten Tegal. Terhimpun dalam Paguyuban Kawula Karaton Surakarta Hadiningrat atau PAKASA. Terjadi pada hari Minggu Kliwon, 12 Juli 2026. Rum kuncaraning bangsa dumunung ing luhuring budaya. <br><br>Abdi dalem dan sentana siap siaga untuk melakukan gawa gawe. Terlebih dahulu sowan ke Pajimatan Amangkurat Agung di Pekuncen Adiwerna Tegal. Peserta berbusana Kejawen jangkep. Jarik bebedan, blangkon, slop, samir beskap. Putri kebaya sanggulan. Dikawal lengkap bregada prajurit. <br><br>Pelantikan ini menjadi sarana pelestarian seni budaya yang bersumber dari Kraton Surakarta. Drg KMT Fitri Pusponagoro dilantik sebagai ketua pakasa Tegal. Disertai KRAT Kusworo. Suasana sigrak semarak. Kantor Pakasa berdiri megah nan indah. <br><br>Untuk itu perlu program kerja berkelanjutan. Sejarah masa silam dibaca untuk menambah wawasan. Kota Tegal menjadi pusat pemerintahan Mataram dalam bidang bisnis pelayaran dan maritim. Kerajaan Mataram sungguh agung dan anggun. Kraton yang subur i makmur waras  wiris panjang yuswa ber bandha ber bandhu. Rakyat  bahagia sejahtera.  Negeri gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja. <br><br>Istana Mataram berpusat di Plered Kerta Kotagedhe. Amangkurat Agung membangun istana cabang di berbagai daerah. Berkat kemakmuran itu negeri Mataram mampu membangun ibukota yang megah mewah gagah indah. Berturut-turut dari Kotagedhe, Kertas, Plered, Pamase dan Kertanegara. Ibukota Mataram berguna untuk pusat administrasi dan perkantoran. Dalam kancah perdagangan juga menjalankan fungsi bisnis. Diplomasi kenegaraan bersama duta bangsa manca yang mulia. Amangkurat yang bertahta tahun 1645 - 1677 raja Mataram yang bijak bestari. <br><br>Wilayah Tegal menjadi ibukota Mataram dalam bidang bisnis. Pelabuhan dibangun Amangkurat pada tahun 1647 . Pelayaran sampai Singapura Tamasek, Ternate, Tidore, Bugis, Makassar, Tondano Minahasa, Bima, Bali, Madura, Banjar, Palembang, Deli Belawan. Hubungan dagang dilakukan oleh pembesar bandar hingga Mesir Turki Persia Yaman. Bahkan punya kantor dagang di Selat Hormuz.<br><br>Kawasan Asia Selatan meliputi Srilanka India dan Nepal. Dari kota Tegal pelayaran dilakukan dalam rangka bisnis dan pengembangan budaya. Amangkurat Agung mengirim tim kesenian berupa sendratari Ramayana. Penari waranggana dan wiyaga diberi biaya cukup. Demi suksesnya misi kebudayaan. <br><br>Wawasan Amangkurat memang luas. Petugas Istana Tegal Mataram dikirim ke Cambridge University untuk belajar menejemen pemerintahan. Sebagian belajar administrasi keuangan di negara Swiss. Belajar tata kota di Perancis dan teknologi pelayaran di Jerman. Amangkurat Agung memang lama tinggal di Eropa. Maka punya koneksi internasional. <br><br>Temayang Bojonegoro juga dijadikan istana Mataram. Berguna untuk mengurusi tambang minyak dan bumi. Untuk itu dibangun pula jejaring dengan pelabuhan tanjung perak Surabaya dan Tanjung Emas Semarang. Usaha migas disadari membawa keuntungan yang berlipat ganda ganda. Dengan keuangan yang cukup Amangkurat sempat mengundang John Locke untuk mengisi pelatihan di Tegal pada tahun 1662.<br><br>Tambang emas berpusat di Pancurendang Ajibarang Banyumas. Amangkurat membangun istana kedhaton Pamase Lesmana. Kantor juda dibangun di Bumiayu. Istana bernama kedhaton Kencono. Pengelola yakni Pangeran Lambung Mangkurat dan Pangeran Martapura. Keduanya lantas bertugas di Banjarmasin Kalimantan. <br><br>Mataram berkepentingan untuk menjadikan Tegal sebagai ibukota bisnis. Arti penting Tegal sebagai kota bahari atau maritim mendukung status ibukota Mataram cabang. Prestasi gemilang yang layak dikenang. Tepa palupi buat pemimpin masa kini. <br><br>Harapan masa depan makin beersinar terang. Mataram mempunyai istana yang tersebar di seluruh penjuru tanah Jawa. Selama di Tegal Sri Susuhunan Amangkurat Agung mewariskan pabrik gula Pagongan, Pejambon, Dukuhringin. Usaha industri gula di Jawa pernah menjadi produsen terbesar dunia. Gedhe obore padhang jagade, ampuh prebawane. <br><br><br>Minggu Kliwon, 12 Juli 2026.<br>Purwadi, <br>Ketua Lokantara.<br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_7632_Temu-Trah-Amangkurat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/66280/temu-trah-amangkurat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sunan Amangkurat Mas Kediri</guid>
            <pubDate>Mon, 13 Jul 2026 17:23:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sunan Amangkurat Mas Kediri]]></title>
            <description><![CDATA[ halomedan.com  Sunan Amangkurat Mas KediriRaja Mataram Kartasura bernama Sunan Amangkurat Mas. Memerintah tahun 1703  1708. Narenndra gun]]></description>
            <content><![CDATA[ <b><a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> - <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat Mas Kediri</p><br>Raja Mataram Kartasura bernama <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat Mas. Memerintah tahun 1703 - 1708. Narenndra gung binathara mbahu dhendha nyakrawati. Raja bijak bestari, berbudi luhur, murah ramah, welas asih. Seluruh rakyat merasa mendapat pengayoman. <br><br>Ibunda Sri Susuhunan Amangkurat Mas atau Amangkurat III bernama Ratu Mas Candra Kirana. Putri Tumenggung Purbonagoro Bupati Kediri. Garwa prameswari <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat Amral atau Amangkurat II yang memerintah Mataram Kartasura tahun 1677 - 1703. Ratu Mas Candra Kirana masih keturunan Prabu Jayabaya, narendra waskitha ngerti sakdurunge winarah. <br><br>Pernikahan Amangkurat Mas dengan Ratu Kencana Lembah atau Ratu Banyumanik lahir Kanjeng Ratu Bangsri. Setelah dewasa Ratu Bangsri menikah dengan Pangeran Purbaya Bupati Lamongan. Lahir Ratu Mas Lamong. Nanti menjadi garwa prameswari <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Paku Buwana II, raja Mataram tahun 1726 - 1749. Tanggal 20 Pebruari 1745 boyong kedhaton. Dari Kartasura ke Surakarta. <br><br>Trah Jenggala Daha Majapahit Singasari dan Kahuripan bertemu pada diri Sri Susuhunan Amangkurat Mas. Pajimatan Setono Gedong Kediri pepundhen Karaton Surakarta Hadiningrat. <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat III berjasa besar pada bangsa dan negara. Cita cita besar digambarkan dalam kitab babad.<br><br>warta bangun bangsa<br><br>Amangkurat Mas III Kediri<br>Mei 25, 2026<br> Amangkurat Mas III Kediri<br><br><br><br><br>1.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Amangkurat <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Mas Kediri, <br><br>Narendra Mataram Kartasura, <br><br>Sepi pamrih rame gawe, <br><br>Santun guyub rukun, <br><br>Welas asih kawula dasih, <br><br>Miraga tur micara, <br><br>Mirasa misuwur, <br><br>Muna muni solah bawa, <br><br>Merak ati karya sengseme sesami, <br><br>Tata krama prasaja. <br><br><br><br>2.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Amangkurat Mas kaloka, <br><br>Asal usul saking kraton Kediri, <br><br>Daha Jenggala leluhur, <br><br>Majapahit Koripan,<br><br>Medhang Arum Demak Pajang sadarum, <br><br>Cirebon Banten Pasundan, <br><br>Tedhak turun Singasari. <br><br><br><br>3.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Leluhur Mangkurat Kediri, <br><br>Hayamwuruk Brawijaya, <br><br>Majapahit kedhatone,<br><br>Tohjoyo Kertanegara, <br><br>Singosari kalokengrat, <br><br>Raja Darmawangsa Teguh, <br><br>Airlangga Kahuripan.<br><br><br><br>4.<br><br>Megatruh<br><br><br><br>Wulang wuruk dadi dhasar tindak tanduk, <br><br>Amangkurat Mas Kediri, <br><br>Empu Sedah lan Panuluh,<br><br>Kameswara Raden Panji, <br><br>Jangka Jayabaya maos. <br><br><br><br>5.<br><br>Durma<br><br><br><br>Empu Kanwa yasa Arjuna Wiwaha,<br><br>Empu Tantular nganggit,<br><br>Kitab Sutasoma, <br><br>Negara Kertagama,<br><br>Prapanca Empu Majapahit, <br><br>Ujar kawedhar, <br><br>Amangkurat Kediri. <br><br><br><br>6.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Wali Sanga Tanah Jawa, <br><br>Molana Malik Ibrahim, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Ampel <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Bonang, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Drajad <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Giri, <br><br>Lan <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Gunung Jati, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Murya <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Kudus, <br><br>Jeng <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Kalijaga,<br><br>Ndherek Mangkurat Kediri, <br><br>Ngestu pada Mataram manggih yuwana. <br><br><br><br>7.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Amangkurat manekung, <br><br>Tapa brata aneng puncak gunung,<br><br>Gunung ijen gunung Raung gunung Wilis, <br><br>Gunung Dhiyeng Gunung Lawu, <br><br>Gunung Cerme gunung Klothok. <br><br><br><br>8.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Luru ilmu Amangkurat gya meguru, <br><br>Ing negri Eropa, <br><br>Bagdad Turki Arab Mesir, <br><br>Nepal China Ngerum Hindustan Srilangka.<br><br><br><br>9.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Amangkurat Tri sambung negeri,<br><br>Tamasek ing Johor, <br><br>Deli Serdang Langkat Siak Pase, <br><br>Ternate Tidore Buton Bugis, <br><br>Banjar Bima Bali, <br><br>Riau Melayu. <br><br><br><br>10.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Amangkurat maca Raja Ali Haji, <br><br>Hamzah Pansuri Sumatra, <br><br>Hang Tuah pangarsi,<br><br>Hikayat tanah Malaya. <br><br><br><br>11.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Turun rembesing madu, <br><br>Amangkurat Mas Kediri, <br><br>Wijining amara tapa, <br><br>Tedhaking andana warih, <br><br>Trahing kusuma sudibya,<br><br>Setono Gedhong nekseni.<br><br><br><br>SUNAN SETONO GEDONG<br><br><br><br>1.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Amangkurat Mas Jenggala, <br><br>Jejuluk Mangkurat Katri, <br><br>Amangkurat Kartasura, <br><br>Mbahu dhendha nyakrawati, <br><br>Amangkurat Mas Kediri, <br><br>Waskitha kuncara arum, <br><br>Budi bawa laksana, <br><br>Paramarta ambeg adil, <br><br>Ing Mataram narendra gung sung pangeram.<br><br><br><br>2.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Kang ibu Candrakirana, <br><br>Purbanagara adipati Kediri, <br><br>Paring catur warah luhur, <br><br>Amangkurat winedhar, <br><br>Ngelmu laku bahu suku lan panemu, <br><br>Sangu ngereh tata praja, <br><br>Mangka narendra Mentawis. <br><br><br><br>3.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Mejang adipati Surabangi, <br><br>Ing Penanggungan lor, <br><br>Daha Jenggala tedhak turune, <br><br>Medhang Kahuripan Singasari, <br><br>Kraton Majapahit, <br><br>Mangkurat mituhu. <br><br><br><br>4.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Candrakirana rahayu, <br><br>Garwa agung prameswari, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat Amral, <br><br>Putri Bupati Kediri,<br><br>Peputra Mangkurat Daha, <br><br>Widada suka lestari. <br><br><br><br>5.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Wus andulu baraya rembesing madu, <br><br>Amangkurat Daha, <br><br>Trah kusuma ing Kediri, <br><br>Sung tuladha jalma limpat marcapada.<br><br><br><br>TRAH JENGGOLO DOHO<br><br><br><br>1.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Kanjeng Purbonegoro Dipati, <br><br>Peputra Ratu Candrakirana, <br><br>Lenggah siniwaka jejer, <br><br>Mangka garwa Sinuwun, <br><br>Amangkurat ing Surabangi, <br><br>Atma Gusti Sutikna, <br><br>Nglintir prabon luhur, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat Emas, <br><br>Ing Kediri Sentono Gedhong lestari, <br><br>Tedhak Daha Jenggala. <br><br><br><br>2.<br><br>Mijil <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat Mas Kediri, <br><br>Kuncara sang katong, <br><br>Kagungan karaton gedhe rame, <br><br>Kartasura Mataram pinilih, <br><br>Kinasih ing dasih, <br><br>Agrom angrembuyung. <br><br><br><br>3.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Raja trahing ratu agung, <br><br>Amangkurat Mas Kediri, <br><br>Jayabaya wicaksana, <br><br>Waskitha alusing budi, <br><br>Kameswara bagus warna, <br><br>Tedhak turun Raden Panji. <br><br><br><br>4.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Kanjeng <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat, <br><br>Ingkang katri Sentono Gedhong peni, <br><br>Tapa brata gunung Kelud, <br><br>Ngeli ing kali Brantas, <br><br>Wilis Lawu Kendheng Merbabu  Semeru, <br><br>Jenggala Daha Koripan,<br><br>Majapahit Singasari. <br><br><br><br>5.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Raden Sutikna dhaup, <br><br>Wus angaup Lembah Manah guyub, <br><br>Amangkurat Sentono Gedhong Kediri, <br><br>Ratu Kencana misungsung,<br><br>Kasekten ing gunung Klothok.<br><br><br><br>6.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Papanipun Raden  Panji Marabangun, <br><br>Putra ing Jenggala, <br><br>Kertapati Sekartaji, <br><br>Wus anulat lekase Sri Amangkurat. <br><br><br><br>7.<br><br>Megatruh<br><br><br><br>Sung sesuluh Empu Sedah lan Panuluh,<br><br>Pujangga kraton Kediri, <br><br>Waosan tumraping ratu,<br><br>Sangu teranging pengalih, <br><br>Amangkurat Mas Kediri. <br><br><br><br>8.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Sentono Gedhong Kediri, <br><br>Dadya papan pajimatan, <br><br>Amangkurat Mas pepundhen, <br><br>Narendra gung ing Mataram, <br><br>Kartasura Surakarta, <br><br>Nak tumanak run tumurun, <br><br>Saindhenging tanah Jawa.<br><br><br><br>RATU MAS CANDRAKIRANA KEDIRI<br><br><br><br>1.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Winursita Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Asma timur jeng Siti  Rubingah, <br><br>Parab Raden Ajeng Jene,<br><br>Lembah Manah kang ibu, <br><br>Garwa Amangkurat Kediri, <br><br>Mataram Kartasura, <br><br>Wanita pinunjul, <br><br>Garwa Bupati Lamongan, <br><br>Adipati Purbaya dhawuh marsudi, <br><br>Keputren tata praja. <br><br><br><br>Lembah Manah Ratu Banyumanik, <br><br>Atma Pangeran Puger Semarang, <br><br>Trah kusuma luhur gedhe, <br><br>Ratu Blitar Madiun, <br><br>Ratu Bangsri ndherek sumiwi, <br><br>Duk Mangkurat tri seda,<br><br>Ingkang ibu surut, <br><br>Momong Ratu Mas Balitar, <br><br>Sung Wewarah Siti Rubingah winardi, <br><br>Sekaring dhatulaya. <br><br><br><br>2.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Palakrama Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Adipati Lamong, <br><br>Pangeran Purbaya Pesisir Ler, <br><br>Bandar Tanjungperak minyak bumi, <br><br>Garam kecap trasi, <br><br>Dugi Tegalarum. <br><br><br><br>Kersa dalem Amangkurat Jawi, <br><br>Putra pati miyos, <br><br>Kanjeng Prabasuyasa lir rante, <br><br>Ratu Mas Lamongan nyaranani,<br><br>Paku Buwana dwi, <br><br>Prameswari Ratu. <br><br><br><br>3.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Ratu Bangsri amituhu, <br><br>Leluhur tlatah Kediri, <br><br>Bupati Purbanegara, <br><br>Candrakirana kang putri, <br><br>Garwa Amangkurat Amral, <br><br>Raden Sutikno sesiwi.<br><br><br><br>Ratu Lembah Manah dhaup,<br><br>Kondhang Ratu Banyumanik, <br><br>Garwa Amangkurat Emas, <br><br>Apeputra Ratu Bangsri, <br><br>Garwa Pangeran Purbaya, <br><br>Ratu Mas Sinuwun ping dwi. <br><br><br><br>4.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Suka sukur mring leluhur, <br><br>Ratu Bangsri midhanget ing atur, <br><br>Jayabaya narendra gung ing Kediri, <br><br>Waskitha sabarang kawruh, <br><br>Dadya pandam pandum pandom. <br><br><br><br>Jroning kakawin kidung,<br><br>Kraton Daha Jenggala Panjalu, <br><br>Kahuripan Singosari  Majapahit, <br><br>Demak Pajang lan Mentarum,<br><br>Ratu Bangsri purun maos. <br><br><br><br>5.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Ratu Bangsri tedhak turune Kediri, <br><br>Setono Gedhong kinucap, <br><br>Tedhak turun adipati, <br><br>Sarjana ulama Brantas. <br><br><br><br>Sekartaji Candrakirana Kediri, <br><br>Tulungagung Nganjuk Blitar, <br><br>Trenggalek wiji sejati, <br><br>Kuwat drajat pangkat semat. <br><br><br><br>6.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Waris kawruh Empu Sedah lan Panuluh,<br><br>Tantular Prapanca, <br><br>Empu Kanwa Siwamurti, <br><br>Trang terwaca Ratu Bangsri kersa maca. <br><br><br><br>Para Empu tanah Jawa nyawur ngelmu, <br><br>Pujangga Darmaja, <br><br>Kameswara peling angling, <br><br>Anut sabda Ratu Bangsri mrih yuwana. <br><br><br><br>7.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Trahing Kraton Kahuripan, <br><br>Singasari Jenggala ing Kediri, <br><br>Majapahit lan Panjalu,<br><br>Demak Pajang Mataram, <br><br>Pra leluhur tanah Jawi wus misuwur, <br><br>Ratu Bangsri bakti darma, <br><br>Garwa Bupati Lamongan. <br><br><br><br>8.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Sumungkem Siti Rubingah,<br><br>Kawentar Jeng Ratu Bangsri, <br><br>Garwa Pangeran Purbaya, <br><br>Pangarsa tlatah pesisir, <br><br>Atma Mangkurat katri, <br><br>Tedhak turun para ratu,<br><br>Ngejayeng tanah Jawa, <br><br>Run tumurun nak tumanak,<br><br>Rajadibya ambeg adil paramarta. <br><br><br><br>Jayabaya Kameswara, <br><br>Narendra kraton Kediri, <br><br>Leluhur Mangkurat Emas, <br><br>Kanjeng Ratu Ayu Bangsri, <br><br>Jenggala Singasari, <br><br>Kali Brantas gunung Kelud, <br><br><br><br>Ratu Candrakirana, <br><br>Purbanegara Dipati, <br><br>Trah kusuma mbabar yuwana raharja. <br><br><br><br>9.<br><br>Megatruh<br><br><br><br>Tanggon tangguh tekad wutuh budi ampuh, <br><br>Kanjeng Ratu Ayu Bangsri, <br><br>Nalar ginambar ginayuh, <br><br>Permana laku pertitis, <br><br>Kabeh panjangkah kelakon. <br><br><br><br>Gunung Kelud kali Brantas sami lulut, <br><br>Dhateng Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Anak yatim sung pitulung, <br><br>Pangeran Purbaya Bupati, <br><br>Kapanjing wahyu kedhaton. <br><br><br><br>10.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Amangkurat ing Kediri, <br><br>Katelah Mangkurat Tiga, <br><br>Tulungagung Blitar lan Trenggalek, <br><br>Bupati Purbanegara, <br><br>Ngembang Candrakirana, <br><br>Amangkurat Amral Ratu, <br><br>Ratu Bangsri ingembanan. <br><br><br><br>Pesisir ler tanah Jawi, <br><br>Kuneng Bupati Lamongan, <br><br>Ratu Bangsri sigrak rame, <br><br>Nggulawenthah ingkang putra, <br><br>Garwa narendra Mataram, <br><br>Suwita Sinuwun Kombul,<br><br>Kartasura Surakarta.<br><br><br><br>11.<br><br>Durma<br><br><br><br>Palakrami jeng Purbaya ing Lamongan, <br><br>Kaliyan Ratu Bangsri, <br><br>Putri Amangkurat, <br><br>Kartasura Diningrat, <br><br>Darahe Karaton Kediri, <br><br><br><br>Siwi Ratu Mas, <br><br>Paku Buwana ping dwi. <br><br><br><br>Pasok bulu bekti caos bandha arta, <br><br>Hadeg jejeging nagri, <br><br>Mbangun kutha praja, <br><br>Kedhaton Surakarta, <br><br>Ratu Bangsri tansah nyembadani, <br><br>Wragat prabeya,<br><br>Tatag tutug lestari. <br><br><br><br>RATU KENCANA BANYUMANIK<br><br><br><br>1.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Garwa <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat, <br><br>Kartasura ingkang katri, <br><br>Pangeran Puger atmaja, <br><br>Lembah Manah Banyumanik, <br><br>Dhasar putri lunuwih, <br><br>Ratu Balitar Madiun, <br><br>Tedhak Rangga Jumena,<br><br>Pangeran Timur Dipati, <br><br>Trah Bintara Trenggana Patah kasusra. <br><br><br><br>2.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Sindureja Patih alinuwih, <br><br>Mulang muruk momong, <br><br>Lembah Manah cerdhas tangkas moncer, <br><br>Tata praja wawasan negari, <br><br>Santana prajurit, <br><br>Kawruh punjul unggul. <br><br><br><br>3.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Ndherek Bupati Madiun, <br><br>Lembah Manah amarsudi, <br><br>Anenandur palawija, <br><br>Bumbu pawon pedhes asin, <br><br>Kehing ramban janganan,<br><br>Sega pecel kembang turi. <br><br><br><br>4.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Ngupakara emas picis, <br><br>Lembah Manah ing Banyumas, <br><br>Lenggah Kedhaton Pamase,<br><br>Ajibarang Pancurendhang, <br><br>Cilacap Wangon Majenang, <br><br>Gandrung Mangun Bumiayu, <br><br>Ratu Serayu Mangkurat. <br><br><br><br>5.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Suwita trahing Kajoran, <br><br>Pereng gunung Sindara Diyang Sumbing, <br><br>Sakukuban tlatah Kedu, <br><br>Wonosobo tumerah,<br><br>Telamaya gunung Merapi Merbabu, <br><br>Rawapening Kali Praga, <br><br>Lembah Manah ajar warih.<br><br><br><br>6.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Lembah Manah Ratu Prameswari, <br><br>Kanjeng Gusti Raden Mas Sutikna, <br><br>Kadang nak sanak pernahe,<br><br>Jumeneng Jeng Sinuwun, <br><br>Amangkurat ingkang kaping tri,<br><br>Jejuluk Ratu Kencana, <br><br>Kawan warsa surud,<br><br>Akarya nawung duhkita, <br><br>Sri narpati Mataram manjing suwargi,<br><br>Sumare Kediri Daha. <br><br><br><br>7.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Patutan putri ayu, <br><br>Lembah Manah Mangkurat rahayu, <br><br>Pinaringan nami Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Siti Rubingah ginarwa, <br><br>Adipati saking Lamong. <br><br><br><br>8.<br><br>Pucung<br><br><br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Paku Buwana amomong putu, <br><br>Putri Lembah Manah, <br><br>Asma Raden Ajeng Bangsri,<br><br>Ratu Blitar eyang putri wus kawentar. <br><br><br><br>9.<br><br>Durma<br><br><br><br>Lembah Manah sinebut Ratu Kencana, <br><br>Wiyose Banyumanik, <br><br>Wilayah Semarang, <br><br><br><br>Pangeran Puger wisma, <br><br>Ratu Blitar nyembadani, <br><br>Paring wewarah, <br><br>Garwa Mangkurat ping tri. <br><br><br><br>10.<br><br>Megatruh<br><br><br><br>Sore esuk Lembah Manah nampi wuruk, <br><br>Paku Buwana ping siji, <br><br>Ratu Balitar Madiun, <br><br>Jejering garwa narpati, <br><br>Babagan sekar kedhaton. <br><br><br><br>11.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Ratu Blitar momong Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Anama Siti Rubingah, <br><br>Garwa Pubaya Bupati, <br><br>Asiwi Kanjeng Ratu Mas.<br><br><br><br>AMANGKURAT DAHA JENGGALA <br><br><br><br>1.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Marsudi kitab leluhur, <br><br>Pawiyatan Hadiluwih, <br><br>Maos babad Ajisaka,<br><br>Koripan Jenggala Manik, <br><br>Mangkurat Ratu Kencana, <br><br>Paring sabak dluwang tulis. <br><br><br><br>2.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Anut ilining banyu, <br><br>Tuking Brantas ing gunung Semeru, <br><br>Empu Bradah duta Jenggala Kediri, <br><br>Mangkurat kersa ambangun, <br><br>Trah kusuma praba kinclong. <br><br><br><br>3.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Amangkurat Mas Jenggala, <br><br>Amemetri wejangan Kilisuci, <br><br>Mapan pereng gunung Kelud, <br><br>Erlangga Empu Kanwa,<br><br>Triguna wruh Manoguna weh pituduh,<br><br>Prapanca Empu Tantular, <br><br>Singasari Majapahit.<br><br><br><br>4.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Amangkurat Mas Jenggala sura sakti, <br><br>Manjing wahyu dhaton,<br><br>Sabar darana sareh pikoleh, <br><br>Bagus aris kehing wulang wuruk wasis,<br><br>Sugih welas asih, <br><br>Sumeh sopan santun. <br><br><br><br>5.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Mangkurat lan prameswari, <br><br>Suka ngungak sampun tedhak, <br><br>Mrican Kertasana Pare, <br><br>Petilasan Brawijaya, <br><br>Mahprabu Kertanegara, <br><br>Jayakatwang Hayamwuruk, <br><br>Tulungagung Jombang Blitar. <br><br><br><br>6.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Amangkurat Mas Jenggala kalokengrat, <br><br>Trahing Kahuripan, <br><br>Majapahit Singasari, <br><br>Daha Pajang Demak Medhang sung pepadhang. <br><br><br><br>7.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Raja agung binathara nyakrawati, <br><br>Amangkurat ing Jenggala, <br><br>Kinarya tepa palupi, <br><br>Sagunging kawula Jawa.<br><br><br><br>8.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Sidoarjo Porong Tanggulangin, <br><br>Amangkurat kuncara ing jagat, <br><br>Pirsa sumber lenga gedhe, <br><br>Ubaling muncar mancur, <br><br>Singosari sampun angesthi, <br><br>Leluhur Kahuripan, <br><br>Panjalu ing Cepu, <br><br>Grobogan Bojonegara, <br><br>Blora Ngawi Tuban Rembang Gresik Pati, <br><br>Piyak ilining minyak.<br><br><br><br>9.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Bumiayu Ajibarang, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat Katri, <br><br>Panambangan kencana mas, <br><br>Guna kaya sugih singgih, <br><br>Arta daya pinanggih, <br><br>Winastanan subur makmur,<br><br>Gagah endah sumagah, <br><br>Susuhunan Sri Kediri, <br><br>Kartasura tata tentrem karta harja. <br><br><br><br>10.<br><br>Durma<br><br><br><br>Jangkah langkah ngarah tumuju Eropah, <br><br>Sutikno ngudi ngelmi, <br><br>Cambridge wiyata, <br><br>Isaz Newton memitran, <br><br>Jerman Inggris Roma Perancis, <br><br>Sri Amangkurat, <br><br>Narendra titis wasis. <br><br><br><br>11.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Mulya mukti Amangkurat Sri Kediri, <br><br>Narendra gung binathara, <br><br>Mbahu dhendha nyakrawati, <br><br>Ber budi bawa laksana. <br><br>Kraton Kediri darahnya mengalir ke tubuh <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat III. Karena sumare di Setono Gedong Kediri, maka mendapat julukan <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat Setono Gedong Kediri. Berhubung kaya raya akan perhiasan emas, maka mendapat gelar <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat Mas. Nama yang harum wangi sumerbak. <br><br><br>Senin Legi, 13 Juli 2026.<br>Purwadi, <br>Universitas Negeri Yogyakarta</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_6129_Sunan-Amangkurat-Mas-Kediri.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/66279/sunan-amangkurat-mas-kediri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Amangkurat III Setono Gedong Kediri</guid>
            <pubDate>Mon, 13 Jul 2026 17:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Amangkurat III Setono Gedong Kediri]]></title>
            <description><![CDATA[ halomedan.com  Amangkurat III Setono Gedong KediriPada hari Senin Legi, 13 Juli 2026 dilakukan kunjungan di Pajimatan Setono Gedong Kediri]]></description>
            <content><![CDATA[ <b><a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> - Amangkurat III Setono Gedong Kediri<br><br>Pada hari Senin Legi, 13 Juli 2026 dilakukan kunjungan di Pajimatan Setono Gedong Kediri. Pisowanan untuk memuliakan Sunan Amangkurat III. Raja Mataram Kartasura ini keturunan langsung Prabu Jayabaya. <br><br>Raja Amangkurat III memang sakti mandraguna. Suka menjalankan lara lapa tapa brata. Meditasi di tempat sepi. Kerap mahas ing madyane wana gung liwang luwung. <br><br>Sunan Amangkurat Mas Kediri<br><br>Raja Mataram Kartasura bernama Sunan Amangkurat Mas. Memerintah tahun 1703 - 1708. Narenndra gung binathara mbahu dhendha nyakrawati. Raja bijak bestari, berbudi luhur, murah ramah, welas asih. Seluruh rakyat merasa mendapat pengayoman. <br><br>Ibunda Sri Susuhunan Amangkurat Mas atau Amangkurat III bernama Ratu Mas Candra Kirana. Putri Tumenggung Purbonagoro Bupati Kediri. Garwa prameswari Sunan Amangkurat Amral atau Amangkurat II yang memerintah Mataram Kartasura tahun 1677 - 1703. Ratu Mas Candra Kirana masih keturunan Prabu Jayabaya, narendra waskitha ngerti sakdurunge winarah. <br><br>Pernikahan Amangkurat Mas dengan Ratu Kencana Lembah atau Ratu Banyumanik lahir Kanjeng Ratu Bangsri. Setelah dewasa Ratu Bangsri menikah dengan Pangeran Purbaya Bupati Lamongan. Lahir Ratu Mas Lamong. Nanti menjadi garwa prameswari Sunan Paku Buwana II, raja Mataram tahun 1726 - 1749. Tanggal 20 Pebruari 1745 boyong kedhaton. Dari Kartasura ke Surakarta. <br><br>Trah Jenggala Daha Majapahit Singasari dan Kahuripan bertemu pada diri Sri Susuhunan Amangkurat Mas. Pajimatan Setono Gedong Kediri pepundhen Karaton Surakarta Hadiningrat. Sunan Amangkurat III berjasa besar pada bangsa dan negara. Cita cita besar digambarkan dalam kitab babad.<br><br>warta bangun bangsa<br><br>Amangkurat Mas III Kediri<br>Mei 25, 2026<br> Amangkurat Mas III Kediri<br><br><br><br><br>1.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Amangkurat Sunan Mas Kediri, <br><br>Narendra Mataram Kartasura, <br><br>Sepi pamrih rame gawe, <br><br>Santun guyub rukun, <br><br>Welas asih kawula dasih, <br><br>Miraga tur micara, <br><br>Mirasa misuwur, <br><br>Muna muni solah bawa, <br><br>Merak ati karya sengseme sesami, <br><br>Tata krama prasaja. <br><br><br><br>2.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Amangkurat Mas kaloka, <br><br>Asal usul saking kraton Kediri, <br><br>Daha Jenggala leluhur, <br><br>Majapahit Koripan,<br><br>Medhang Arum Demak Pajang sadarum, <br><br>Cirebon Banten Pasundan, <br><br>Tedhak turun Singasari. <br><br><br><br>3.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Leluhur Mangkurat Kediri, <br><br>Hayamwuruk Brawijaya, <br><br>Majapahit kedhatone,<br><br>Tohjoyo Kertanegara, <br><br>Singosari kalokengrat, <br><br>Raja Darmawangsa Teguh, <br><br>Airlangga Kahuripan.<br><br><br><br>4.<br><br>Megatruh<br><br><br><br>Wulang wuruk dadi dhasar tindak tanduk, <br><br>Amangkurat Mas Kediri, <br><br>Empu Sedah lan Panuluh,<br><br>Kameswara Raden Panji, <br><br>Jangka Jayabaya maos. <br><br><br><br>5.<br><br>Durma<br><br><br><br>Empu Kanwa yasa Arjuna Wiwaha,<br><br>Empu Tantular nganggit,<br><br>Kitab Sutasoma, <br><br>Negara Kertagama,<br><br>Prapanca Empu Majapahit, <br><br>Ujar kawedhar, <br><br>Amangkurat Kediri. <br><br><br><br>6.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Wali Sanga Tanah Jawa, <br><br>Molana Malik Ibrahim, <br><br>Sunan Ampel Sunan Bonang, <br><br>Sunan Drajad Sunan Giri, <br><br>Lan Sunan Gunung Jati, <br><br>Sunan Murya Sunan Kudus, <br><br>Jeng Sunan Kalijaga,<br><br>Ndherek Mangkurat Kediri, <br><br>Ngestu pada Mataram manggih yuwana. <br><br><br><br>7.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Amangkurat manekung, <br><br>Tapa brata aneng puncak gunung,<br><br>Gunung ijen gunung Raung gunung Wilis, <br><br>Gunung Dhiyeng Gunung Lawu, <br><br>Gunung Cerme gunung Klothok. <br><br><br><br>8.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Luru ilmu Amangkurat gya meguru, <br><br>Ing negri Eropa, <br><br>Bagdad Turki Arab Mesir, <br><br>Nepal China Ngerum Hindustan Srilangka.<br><br><br><br>9.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Amangkurat Tri sambung negeri,<br><br>Tamasek ing Johor, <br><br>Deli Serdang Langkat Siak Pase, <br><br>Ternate Tidore Buton Bugis, <br><br>Banjar Bima Bali, <br><br>Riau Melayu. <br><br><br><br>10.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Amangkurat maca Raja Ali Haji, <br><br>Hamzah Pansuri Sumatra, <br><br>Hang Tuah pangarsi,<br><br>Hikayat tanah Malaya. <br><br><br><br>11.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Turun rembesing madu, <br><br>Amangkurat Mas Kediri, <br><br>Wijining amara tapa, <br><br>Tedhaking andana warih, <br><br>Trahing kusuma sudibya,<br><br>Setono Gedhong nekseni.<br><br><br><br>SUNAN SETONO GEDONG<br><br><br><br>1.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Amangkurat Mas Jenggala, <br><br>Jejuluk Mangkurat Katri, <br><br>Amangkurat Kartasura, <br><br>Mbahu dhendha nyakrawati, <br><br>Amangkurat Mas Kediri, <br><br>Waskitha kuncara arum, <br><br>Budi bawa laksana, <br><br>Paramarta ambeg adil, <br><br>Ing Mataram narendra gung sung pangeram.<br><br><br><br>2.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Kang ibu Candrakirana, <br><br>Purbanagara adipati Kediri, <br><br>Paring catur warah luhur, <br><br>Amangkurat winedhar, <br><br>Ngelmu laku bahu suku lan panemu, <br><br>Sangu ngereh tata praja, <br><br>Mangka narendra Mentawis. <br><br><br><br>3.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Mejang adipati Surabangi, <br><br>Ing Penanggungan lor, <br><br>Daha Jenggala tedhak turune, <br><br>Medhang Kahuripan Singasari, <br><br>Kraton Majapahit, <br><br>Mangkurat mituhu. <br><br><br><br>4.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Candrakirana rahayu, <br><br>Garwa agung prameswari, <br><br>Sunan Amangkurat Amral, <br><br>Putri Bupati Kediri,<br><br>Peputra Mangkurat Daha, <br><br>Widada suka lestari. <br><br><br><br>5.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Wus andulu baraya rembesing madu, <br><br>Amangkurat Daha, <br><br>Trah kusuma ing Kediri, <br><br>Sung tuladha jalma limpat marcapada.<br><br><br><br>TRAH JENGGOLO DOHO<br><br><br><br>1.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Kanjeng Purbonegoro Dipati, <br><br>Peputra Ratu Candrakirana, <br><br>Lenggah siniwaka jejer, <br><br>Mangka garwa Sinuwun, <br><br>Amangkurat ing Surabangi, <br><br>Atma Gusti Sutikna, <br><br>Nglintir prabon luhur, <br><br>Sunan Amangkurat Emas, <br><br>Ing Kediri Sentono Gedhong lestari, <br><br>Tedhak Daha Jenggala. <br><br><br><br>2.<br><br>Mijil <br><br>Sunan Amangkurat Mas Kediri, <br><br>Kuncara sang katong, <br><br>Kagungan karaton gedhe rame, <br><br>Kartasura Mataram pinilih, <br><br>Kinasih ing dasih, <br><br>Agrom angrembuyung. <br><br><br><br>3.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Raja trahing ratu agung, <br><br>Amangkurat Mas Kediri, <br><br>Jayabaya wicaksana, <br><br>Waskitha alusing budi, <br><br>Kameswara bagus warna, <br><br>Tedhak turun Raden Panji. <br><br><br><br>4.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Kanjeng Sunan Amangkurat, <br><br>Ingkang katri Sentono Gedhong peni, <br><br>Tapa brata gunung Kelud, <br><br>Ngeli ing kali Brantas, <br><br>Wilis Lawu Kendheng Merbabu  Semeru, <br><br>Jenggala Daha Koripan,<br><br>Majapahit Singasari. <br><br><br><br>5.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Raden Sutikna dhaup, <br><br>Wus angaup Lembah Manah guyub, <br><br>Amangkurat Sentono Gedhong Kediri, <br><br>Ratu Kencana misungsung,<br><br>Kasekten ing gunung Klothok.<br><br><br><br>6.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Papanipun Raden  Panji Marabangun, <br><br>Putra ing Jenggala, <br><br>Kertapati Sekartaji, <br><br>Wus anulat lekase Sri Amangkurat. <br><br><br><br>7.<br><br>Megatruh<br><br><br><br>Sung sesuluh Empu Sedah lan Panuluh,<br><br>Pujangga kraton Kediri, <br><br>Waosan tumraping ratu,<br><br>Sangu teranging pengalih, <br><br>Amangkurat Mas Kediri. <br><br><br><br>8.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Sentono Gedhong Kediri, <br><br>Dadya papan pajimatan, <br><br>Amangkurat Mas pepundhen, <br><br>Narendra gung ing Mataram, <br><br>Kartasura Surakarta, <br><br>Nak tumanak run tumurun, <br><br>Saindhenging tanah Jawa.<br><br><br><br>RATU MAS CANDRAKIRANA KEDIRI<br><br><br><br>1.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Winursita Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Asma timur jeng Siti  Rubingah, <br><br>Parab Raden Ajeng Jene,<br><br>Lembah Manah kang ibu, <br><br>Garwa Amangkurat Kediri, <br><br>Mataram Kartasura, <br><br>Wanita pinunjul, <br><br>Garwa Bupati Lamongan, <br><br>Adipati Purbaya dhawuh marsudi, <br><br>Keputren tata praja. <br><br><br><br>Lembah Manah Ratu Banyumanik, <br><br>Atma Pangeran Puger Semarang, <br><br>Trah kusuma luhur gedhe, <br><br>Ratu Blitar Madiun, <br><br>Ratu Bangsri ndherek sumiwi, <br><br>Duk Mangkurat tri seda,<br><br>Ingkang ibu surut, <br><br>Momong Ratu Mas Balitar, <br><br>Sung Wewarah Siti Rubingah winardi, <br><br>Sekaring dhatulaya. <br><br><br><br>2.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Palakrama Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Adipati Lamong, <br><br>Pangeran Purbaya Pesisir Ler, <br><br>Bandar Tanjungperak minyak bumi, <br><br>Garam kecap trasi, <br><br>Dugi Tegalarum. <br><br><br><br>Kersa dalem Amangkurat Jawi, <br><br>Putra pati miyos, <br><br>Kanjeng Prabasuyasa lir rante, <br><br>Ratu Mas Lamongan nyaranani,<br><br>Paku Buwana dwi, <br><br>Prameswari Ratu. <br><br><br><br>3.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Ratu Bangsri amituhu, <br><br>Leluhur tlatah Kediri, <br><br>Bupati Purbanegara, <br><br>Candrakirana kang putri, <br><br>Garwa Amangkurat Amral, <br><br>Raden Sutikno sesiwi.<br><br><br><br>Ratu Lembah Manah dhaup,<br><br>Kondhang Ratu Banyumanik, <br><br>Garwa Amangkurat Emas, <br><br>Apeputra Ratu Bangsri, <br><br>Garwa Pangeran Purbaya, <br><br>Ratu Mas Sinuwun ping dwi. <br><br><br><br>4.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Suka sukur mring leluhur, <br><br>Ratu Bangsri midhanget ing atur, <br><br>Jayabaya narendra gung ing Kediri, <br><br>Waskitha sabarang kawruh, <br><br>Dadya pandam pandum pandom. <br><br><br><br>Jroning kakawin kidung,<br><br>Kraton Daha Jenggala Panjalu, <br><br>Kahuripan Singosari  Majapahit, <br><br>Demak Pajang lan Mentarum,<br><br>Ratu Bangsri purun maos. <br><br><br><br>5.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Ratu Bangsri tedhak turune Kediri, <br><br>Setono Gedhong kinucap, <br><br>Tedhak turun adipati, <br><br>Sarjana ulama Brantas. <br><br><br><br>Sekartaji Candrakirana Kediri, <br><br>Tulungagung Nganjuk Blitar, <br><br>Trenggalek wiji sejati, <br><br>Kuwat drajat pangkat semat. <br><br><br><br>6.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Waris kawruh Empu Sedah lan Panuluh,<br><br>Tantular Prapanca, <br><br>Empu Kanwa Siwamurti, <br><br>Trang terwaca Ratu Bangsri kersa maca. <br><br><br><br>Para Empu tanah Jawa nyawur ngelmu, <br><br>Pujangga Darmaja, <br><br>Kameswara peling angling, <br><br>Anut sabda Ratu Bangsri mrih yuwana. <br><br><br><br>7.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Trahing Kraton Kahuripan, <br><br>Singasari Jenggala ing Kediri, <br><br>Majapahit lan Panjalu,<br><br>Demak Pajang Mataram, <br><br>Pra leluhur tanah Jawi wus misuwur, <br><br>Ratu Bangsri bakti darma, <br><br>Garwa Bupati Lamongan. <br><br><br><br>8.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Sumungkem Siti Rubingah,<br><br>Kawentar Jeng Ratu Bangsri, <br><br>Garwa Pangeran Purbaya, <br><br>Pangarsa tlatah pesisir, <br><br>Atma Mangkurat katri, <br><br>Tedhak turun para ratu,<br><br>Ngejayeng tanah Jawa, <br><br>Run tumurun nak tumanak,<br><br>Rajadibya ambeg adil paramarta. <br><br><br><br>Jayabaya Kameswara, <br><br>Narendra kraton Kediri, <br><br>Leluhur Mangkurat Emas, <br><br>Kanjeng Ratu Ayu Bangsri, <br><br>Jenggala Singasari, <br><br>Kali Brantas gunung Kelud, <br><br><br><br>Ratu Candrakirana, <br><br>Purbanegara Dipati, <br><br>Trah kusuma mbabar yuwana raharja. <br><br><br><br>9.<br><br>Megatruh<br><br><br><br>Tanggon tangguh tekad wutuh budi ampuh, <br><br>Kanjeng Ratu Ayu Bangsri, <br><br>Nalar ginambar ginayuh, <br><br>Permana laku pertitis, <br><br>Kabeh panjangkah kelakon. <br><br><br><br>Gunung Kelud kali Brantas sami lulut, <br><br>Dhateng Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Anak yatim sung pitulung, <br><br>Pangeran Purbaya Bupati, <br><br>Kapanjing wahyu kedhaton. <br><br><br><br>10.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Amangkurat ing Kediri, <br><br>Katelah Mangkurat Tiga, <br><br>Tulungagung Blitar lan Trenggalek, <br><br>Bupati Purbanegara, <br><br>Ngembang Candrakirana, <br><br>Amangkurat Amral Ratu, <br><br>Ratu Bangsri ingembanan. <br><br><br><br>Pesisir ler tanah Jawi, <br><br>Kuneng Bupati Lamongan, <br><br>Ratu Bangsri sigrak rame, <br><br>Nggulawenthah ingkang putra, <br><br>Garwa narendra Mataram, <br><br>Suwita Sinuwun Kombul,<br><br>Kartasura Surakarta.<br><br><br><br>11.<br><br>Durma<br><br><br><br>Palakrami jeng Purbaya ing Lamongan, <br><br>Kaliyan Ratu Bangsri, <br><br>Putri Amangkurat, <br><br>Kartasura Diningrat, <br><br>Darahe Karaton Kediri, <br><br><br><br>Siwi Ratu Mas, <br><br>Paku Buwana ping dwi. <br><br><br><br>Pasok bulu bekti caos bandha arta, <br><br>Hadeg jejeging nagri, <br><br>Mbangun kutha praja, <br><br>Kedhaton Surakarta, <br><br>Ratu Bangsri tansah nyembadani, <br><br>Wragat prabeya,<br><br>Tatag tutug lestari. <br><br><br><br>RATU KENCANA BANYUMANIK<br><br><br><br>1.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Garwa Sunan Amangkurat, <br><br>Kartasura ingkang katri, <br><br>Pangeran Puger atmaja, <br><br>Lembah Manah Banyumanik, <br><br>Dhasar putri lunuwih, <br><br>Ratu Balitar Madiun, <br><br>Tedhak Rangga Jumena,<br><br>Pangeran Timur Dipati, <br><br>Trah Bintara Trenggana Patah kasusra. <br><br><br><br>2.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Sindureja Patih alinuwih, <br><br>Mulang muruk momong, <br><br>Lembah Manah cerdhas tangkas moncer, <br><br>Tata praja wawasan negari, <br><br>Santana prajurit, <br><br>Kawruh punjul unggul. <br><br><br><br>3.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Ndherek Bupati Madiun, <br><br>Lembah Manah amarsudi, <br><br>Anenandur palawija, <br><br>Bumbu pawon pedhes asin, <br><br>Kehing ramban janganan,<br><br>Sega pecel kembang turi. <br><br><br><br>4.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Ngupakara emas picis, <br><br>Lembah Manah ing Banyumas, <br><br>Lenggah Kedhaton Pamase,<br><br>Ajibarang Pancurendhang, <br><br>Cilacap Wangon Majenang, <br><br>Gandrung Mangun Bumiayu, <br><br>Ratu Serayu Mangkurat. <br><br><br><br>5.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Suwita trahing Kajoran, <br><br>Pereng gunung Sindara Diyang Sumbing, <br><br>Sakukuban tlatah Kedu, <br><br>Wonosobo tumerah,<br><br>Telamaya gunung Merapi Merbabu, <br><br>Rawapening Kali Praga, <br><br>Lembah Manah ajar warih.<br><br><br><br>6.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Lembah Manah Ratu Prameswari, <br><br>Kanjeng Gusti Raden Mas Sutikna, <br><br>Kadang nak sanak pernahe,<br><br>Jumeneng Jeng Sinuwun, <br><br>Amangkurat ingkang kaping tri,<br><br>Jejuluk Ratu Kencana, <br><br>Kawan warsa surud,<br><br>Akarya nawung duhkita, <br><br>Sri narpati Mataram manjing suwargi,<br><br>Sumare Kediri Daha. <br><br><br><br>7.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Patutan putri ayu, <br><br>Lembah Manah Mangkurat rahayu, <br><br>Pinaringan nami Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Siti Rubingah ginarwa, <br><br>Adipati saking Lamong. <br><br><br><br>8.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Sunan Paku Buwana amomong putu, <br><br>Putri Lembah Manah, <br><br>Asma Raden Ajeng Bangsri,<br><br>Ratu Blitar eyang putri wus kawentar. <br><br><br><br>9.<br><br>Durma<br><br><br><br>Lembah Manah sinebut Ratu Kencana, <br><br>Wiyose Banyumanik, <br><br>Wilayah Semarang, <br><br><br><br>Pangeran Puger wisma, <br><br>Ratu Blitar nyembadani, <br><br>Paring wewarah, <br><br>Garwa Mangkurat ping tri. <br><br><br><br>10.<br><br>Megatruh<br><br><br><br>Sore esuk Lembah Manah nampi wuruk, <br><br>Paku Buwana ping siji, <br><br>Ratu Balitar Madiun, <br><br>Jejering garwa narpati, <br><br>Babagan sekar kedhaton. <br><br><br><br>11.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Ratu Blitar momong Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Anama Siti Rubingah, <br><br>Garwa Pubaya Bupati, <br><br>Asiwi Kanjeng Ratu Mas.<br><br><br><br>AMANGKURAT DAHA JENGGALA <br><br><br><br>1.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Marsudi kitab leluhur, <br><br>Pawiyatan Hadiluwih, <br><br>Maos babad Ajisaka,<br><br>Koripan Jenggala Manik, <br><br>Mangkurat Ratu Kencana, <br><br>Paring sabak dluwang tulis. <br><br><br><br>2.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Anut ilining banyu, <br><br>Tuking Brantas ing gunung Semeru, <br><br>Empu Bradah duta Jenggala Kediri, <br><br>Mangkurat kersa ambangun, <br><br>Trah kusuma praba kinclong. <br><br><br><br>3.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Amangkurat Mas Jenggala, <br><br>Amemetri wejangan Kilisuci, <br><br>Mapan pereng gunung Kelud, <br><br>Erlangga Empu Kanwa,<br><br>Triguna wruh Manoguna weh pituduh,<br><br>Prapanca Empu Tantular, <br><br>Singasari Majapahit.<br><br><br><br>4.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Amangkurat Mas Jenggala sura sakti, <br><br>Manjing wahyu dhaton,<br><br>Sabar darana sareh pikoleh, <br><br>Bagus aris kehing wulang wuruk wasis,<br><br>Sugih welas asih, <br><br>Sumeh sopan santun. <br><br><br><br>5.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Mangkurat lan prameswari, <br><br>Suka ngungak sampun tedhak, <br><br>Mrican Kertasana Pare, <br><br>Petilasan Brawijaya, <br><br>Mahprabu Kertanegara, <br><br>Jayakatwang Hayamwuruk, <br><br>Tulungagung Jombang Blitar. <br><br><br><br>6.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Amangkurat Mas Jenggala kalokengrat, <br><br>Trahing Kahuripan, <br><br>Majapahit Singasari, <br><br>Daha Pajang Demak Medhang sung pepadhang. <br><br><br><br>7.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Raja agung binathara nyakrawati, <br><br>Amangkurat ing Jenggala, <br><br>Kinarya tepa palupi, <br><br>Sagunging kawula Jawa.<br><br><br><br>8.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Sidoarjo Porong Tanggulangin, <br><br>Amangkurat kuncara ing jagat, <br><br>Pirsa sumber lenga gedhe, <br><br>Ubaling muncar mancur, <br><br>Singosari sampun angesthi, <br><br>Leluhur Kahuripan, <br><br>Panjalu ing Cepu, <br><br>Grobogan Bojonegara, <br><br>Blora Ngawi Tuban Rembang Gresik Pati, <br><br>Piyak ilining minyak.<br><br><br><br>9.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Bumiayu Ajibarang, <br><br>Sunan Amangkurat Katri, <br><br>Panambangan kencana mas, <br><br>Guna kaya sugih singgih, <br><br>Arta daya pinanggih, <br><br>Winastanan subur makmur,<br><br>Gagah endah sumagah, <br><br>Susuhunan Sri Kediri, <br><br>Kartasura tata tentrem karta harja. <br><br><br><br>10.<br><br>Durma<br><br><br><br>Jangkah langkah ngarah tumuju Eropah, <br><br>Sutikno ngudi ngelmi, <br><br>Cambridge wiyata, <br><br>Isaz Newton memitran, <br><br>Jerman Inggris Roma Perancis, <br><br>Sri Amangkurat, <br><br>Narendra titis wasis. <br><br><br><br>11.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Mulya mukti Amangkurat Sri Kediri, <br><br>Narendra gung binathara, <br><br>Mbahu dhendha nyakrawati, <br><br>Ber budi bawa laksana. <br><br>Kraton Kediri darahnya mengalir ke tubuh Sunan Amangkurat III. Karena sumare di Setono Gedong Kediri, maka mendapat julukan Sunan Amangkurat Setono Gedong Kediri. Berhubung kaya raya akan perhiasan emas, maka mendapat gelar Sunan Amangkurat Mas. Nama yang harum wangi sumerbak. <br><br><br>Senin Legi, 13 Juli 2026.<br><a href="https://www.halomedan.com/tag/purwadi/" target="_blank">Purwadi</a>, <br>Universitas Negeri Yogyakarta<br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_4529_Amangkurat-III-Setono-Gedong-Kediri.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/umum/66278/amangkurat-iii-setono-gedong-kediri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">JMSI Batu Bara Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bangun Komunikasi Berkelanjutan</guid>
            <pubDate>Mon, 13 Jul 2026 16:45:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[JMSI Batu Bara Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bangun Komunikasi Berkelanjutan]]></title>
            <description><![CDATA[JMSI Batu Bara Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bangun Komunikasi Berkelanjutan]]></description>
            <content><![CDATA[BATU BARA &mdash; Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Batu Bara melakukan audiensi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu Bara sebagai upaya mempererat silaturahmi serta membangun sinergi berkelanjutan antara insan pers dan aparat penegak hukum.<br><br>Rombongan JMSI Batu Bara yang dipimpin Ketua Subari disambut hangat oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Batu Bara, Oppon Beslin Siregar, S.H., M.H., bersama staf di ruang kerjanya, Senin (13/7/2026).<br><br>Pertemuan berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri Batu Bara, Jalan Kayu Ara No. 30, Desa Pahang, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.<br><br>Dalam audiensi tersebut, pengurus JMSI memperkenalkan jajaran kepengurusan sekaligus memaparkan keberadaan dan peran organisasi Jaringan Media Siber Indonesia di Kabupaten Batu Bara.<br><br>Selain itu, pertemuan juga diisi dengan diskusi mengenai sejumlah isu yang tengah berkembang dan menjadi perhatian publik di Kabupaten Batu Bara.<br><br>Ketua JMSI Kabupaten Batu Bara, Subari, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kejaksaan Negeri Batu Bara yang telah menyambut serta menerima audiensi jajaran pengurus JMSI.<br><br>Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebatas agenda silaturahmi, melainkan menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi dan sinergitas yang baik serta berkelanjutan antara penegak hukum dan media.<br><br>&quot;Kami berharap pertemuan ini menjadi awal hubungan baik yang berkepanjangan, sehingga komunikasi dan sinergitas antara Kejaksaan Negeri Batu Bara dengan JMSI serta insan media dapat terus terjalin,&quot; ujar Subari.<br><br>Dalam kesempatan itu, Subari juga menyampaikan kepada Kasi Intel Kejari Batu Bara bahwa Kepala Kejaksaan Negeri Batu Bara ditempatkan sebagai penasihat dalam struktur kepengurusan JMSI Kabupaten Batu Bara.<br><br>Sementara itu, Kasi Intel Kejari Batu Bara, Oppon Beslin Siregar, S.H., M.H., menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kepala Kejaksaan Negeri Batu Bara dalam pertemuan tersebut karena sedang menjalankan agenda lain di luar kantor.<br><br>Oppon menyambut baik audiensi tersebut dan berharap hubungan antara Kejaksaan Negeri Batu Bara, JMSI, dan insan media dapat terus terjalin secara harmonis.<br><br>Ia juga berharap komunikasi dan sinergi yang telah dibangun dapat terus dipertahankan dalam mendukung penyampaian informasi yang baik kepada masyarakat.<br><br>(Red)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_167_JMSI-Batu-Bara-Perkuat-Sinergi-dengan-Kejari--Bangun-Komunikasi-Berkelanjutan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66277/jmsi-batu-bara-perkuat-sinergi-dengan-kejari-bangun-komunikasi-berkelanjutan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pengukuhan DPAC Pendawa Kecamatan Batang Kuis Berjalan Sukses dan Meriah</guid>
            <pubDate>Mon, 13 Jul 2026 16:19:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pengukuhan DPAC Pendawa Kecamatan Batang Kuis Berjalan Sukses dan Meriah]]></title>
            <description><![CDATA[Pengukuhan DPAC Pendawa Kecamatan Batang Kuis Berjalan Sukses dan Meriah]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br>Deli Serdang &ndash; Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Kecamatan Batang Kuis resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2026&ndash;2031 dalam sebuah acara yang berlangsung sukses dan meriah, Sabtu (12/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat akar rumput.<br><br>Ketua DPC <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Kabupaten Deli Serdang, Sobirin, didampingi Sekretaris Sairin, secara langsung mengukuhkan kepengurusan DPAC <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Kecamatan Batang Kuis yang dipimpin oleh Satria Budiman.<br><br>Dalam sambutannya, Sobirin menegaskan pentingnya memperkuat struktur organisasi hingga tingkat ranting atau desa agar <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> semakin kokoh dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.<br><br>"Kami berharap seluruh pengurus segera melakukan konsolidasi sampai ke tingkat ranting/desa, menjalankan program kerja sosial kemasyarakatan, serta menghidupkan kegiatan arisan anjangsana sebagai sarana mempererat silaturahmi antaranggota," ujarnya.<br><br>Sementara itu, Ketua Umum PB <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Indonesia, H. Ruslan, SH, menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan pengukuhan tersebut. Menurutnya, terbentuknya kepengurusan yang solid di tingkat kecamatan merupakan langkah strategis dalam memperkuat eksistensi <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> di Kabupaten Deli Serdang.<br><br>"Semoga <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> di seluruh kecamatan se-Kabupaten Deli Serdang semakin solid, guyub, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan," kata Ruslan.<br><br>Ketua DPAC <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Kecamatan Batang Kuis, Satria Budiman, didampingi jajaran pengurus yang baru dilantik, menyatakan kesiapan untuk mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.<br><br>"Kami siap menjalankan amanah yang diberikan, melaksanakan program kerja organisasi, serta berkontribusi dalam kegiatan sosial dan pembangunan masyarakat di Kecamatan Batang Kuis," tegasnya.red<br><br>Pengukuhan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan, sekaligus menjadi momentum mempererat persatuan serta memperkuat peran <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> sebagai organisasi kemasyarakatan yang aktif berkontribusi bagi masyarakat di Kabupaten Deli Serdang.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_1473_Pengukuhan-DPAC-Pendawa-Kecamatan-Batang-Kuis-Berjalan-Sukses-dan-Meriah.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66276/pengukuhan-dpac-pendawa-kecamatan-batang-kuis-berjalan-sukses-dan-meriah/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Optimalkan Distribusi BBM di Sumatera Utara</guid>
            <pubDate>Mon, 13 Jul 2026 15:06:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Optimalkan Distribusi BBM di Sumatera Utara]]></title>
            <description><![CDATA[Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Optimalkan Distribusi BBM di Sumatera Utara]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan&ndash; Pertamina <a href="https://www.halomedan.com/tag/patra/" target="_blank">Patra</a> Niaga Regional Sumbagut terus mengoptimalkan penyaluran BBM di wilayah Sumatera Utara guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Monitoring terhadap kondisi stok dan penyaluran di seluruh Fuel Terminal serta SPBU terus dilakukan secara intensif agar distribusi berjalan optimal.<br><br>Dalam beberapa hari terakhir, distribusi BBM di sejumlah wilayah Sumatera Utara menghadapi penyesuaian operasional armada distribusi. Untuk memastikan penyaluran tetap berjalan optimal, Pertamina telah menambah 15 unit mobil tangki (MT) bantuan sehingga kapasitas distribusi dapat terus memenuhi kebutuhan masyarakat.<br><br>Selain itu, Pertamina juga memperkuat operasional dengan menambah 30 Awak Mobil Tangki (AMT) bantuan guna mendukung kelancaran proses distribusi BBM dari Fuel Terminal Medan menuju SPBU di berbagai wilayah Sumatera Utara.<br><br>Optimalisasi distribusi tersebut juga merupakan bagian dari upaya percepatan penyaluran menyusul tingginya kebutuhan BBM masyarakat yang terjadi selama periode libur sekolah dalam beberapa waktu terakhir. Pertamina terus melakukan penyesuaian pola penyaluran dan memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan pasokan agar layanan kepada masyarakat tetap terjaga.<br><br>Pertamina <a href="https://www.halomedan.com/tag/patra/" target="_blank">Patra</a> Niaga Regional Sumbagut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan. Pertamina berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan serta mengoptimalkan distribusi agar kebutuhan energi masyarakat di Sumatera Utara dapat terpenuhi dengan baik.<br><br>Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan Pertamina, dapat menghubungi Pertamina Customer Solution 135 pungkas Fahrougi Andriani<br>Area Manager Communication, Relations &amp; CSR Regional Sumbagut.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_2736_Pertamina-Patra-Niaga-Regional-Sumbagut-Optimalkan-Distribusi-BBM-di-Sumatera-Utara.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66275/pertamina-patra-niaga-regional-sumbagut-optimalkan-distribusi-bbm-di-sumatera-utara/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">MAS TPI Plus Keterampilan Medan Sambut Peserta Didik Baru 2026/2027, Zainal Arifin: Siapkan Generasi Religius dan Terampil</guid>
            <pubDate>Mon, 13 Jul 2026 11:27:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[MAS TPI Plus Keterampilan Medan Sambut Peserta Didik Baru 2026/2027, Zainal Arifin: Siapkan Generasi Religius dan Terampil]]></title>
            <description><![CDATA[MAS TPI Plus Keterampilan Medan Sambut Peserta Didik Baru 2026/2027, Zainal Arifin Siapkan Generasi Religius dan Terampil]]></description>
            <content><![CDATA[<p><br><br>Medan &ndash; Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Taman Pendidikan Islam (TPI) Plus Keterampilan Medan menyambut peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027 dengan penuh semangat. Sebagai madrasah yang mengintegrasikan pendidikan agama, akademik, dan keterampilan, MAS TPI berkomitmen mencetak generasi yang religius, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.<br><br>Kepala MAS TPI Plus Keterampilan Medan, Zainal Arifin, mengatakan bahwa kehadiran peserta didik baru merupakan awal perjalanan untuk membentuk karakter, meningkatkan prestasi, serta mengembangkan keterampilan yang menjadi ciri khas madrasah.</p><p><img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/5f93f983524def3dca464469d2cf9f3e_1001220166.jpg"><br><br>"Selamat datang kepada seluruh peserta didik baru di keluarga besar MAS TPI Plus Keterampilan Medan. Kami siap membimbing dan mendidik para siswa agar menjadi generasi yang berakhlak mulia, unggul dalam akademik, serta memiliki keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan," ujar Zainal Arifin.<br><br>Menurutnya, MAS TPI Medan tidak hanya menekankan pencapaian akademik, tetapi juga membekali siswa dengan berbagai keterampilan seperti teknik sepeda motor, desain grafis, tata busana, tata boga, serta tilawah Al-Qur&#039;an. Program tersebut menjadi nilai tambah bagi lulusan agar lebih siap melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.<br><br>Selain itu, madrasah yang telah berakreditasi A (Unggul) ini juga didukung fasilitas yang memadai, mulai dari laboratorium komputer dan IPA, perpustakaan, ruang praktik keterampilan, masjid, aula, hingga lapangan olahraga. Berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, futsal, Paskibra, dan Tarung Derajat turut menjadi wadah pengembangan minat dan bakat siswa.<br><br>Zainal Arifin berharap seluruh peserta didik baru mampu memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh serta menjaga nama baik madrasah.</p><p><img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/2723d092b63885e0d7c260cc007e8b9d_1001219922.jpg"><br><br>"Kami ingin seluruh siswa memiliki semangat belajar yang tinggi, disiplin, serta mampu mengembangkan potensi yang dimiliki. Dengan motto Religius, Unggul, Prestasi, Entrepreneur, Terampil, Global, Nasional (RUNGREAT), kami optimistis dapat melahirkan lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global," tutupnya.<br><br>Penyambutan peserta didik baru menjadi momentum bagi MAS TPI Plus Keterampilan Medan untuk memulai tahun ajaran baru dengan semangat kebersamaan, disiplin, dan komitmen mencetak generasi Islami yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berkarakter, serta memiliki keterampilan sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.red</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_5015_MAS-TPI-Plus-Keterampilan-Medan-Sambut-Peserta-Didik-Baru-2026-2027--Zainal-Arifin--Siapkan-Generasi-Religius-dan-Terampil.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66274/mas-tpi-plus-keterampilan-medan-sambut-peserta-didik-baru-20262027-zainal-arifin-siapkan-generasi-religius-dan-terampil/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Semangat Baru di TPI Medan, Peserta Didik Baru Disambut Marhaban, Tepung Tawar, dan Penanaman Nilai-Nilai Islami</guid>
            <pubDate>Mon, 13 Jul 2026 10:54:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Semangat Baru di TPI Medan, Peserta Didik Baru Disambut Marhaban, Tepung Tawar, dan Penanaman Nilai-Nilai Islami]]></title>
            <description><![CDATA[Hari Pertama Sekolah, TPI Medan Sambut Hangat Peserta Didik Baru TA 2026/2027 dengan Tradisi Marhaban dan Tepung Tawar]]></description>
            <content><![CDATA[<p><br><br><br>Medan &ndash; Suasana penuh semangat, haru, dan keceriaan mewarnai hari pertama masuk sekolah di Kampus II Taman Pendidikan Islam (TPI) Medan, Senin (13/7/2026). Ratusan peserta didik baru dari berbagai jenjang pendidikan disambut hangat oleh jajaran pengurus, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dalam rangka dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027.<br><br>Penyambutan berlangsung istimewa dengan iringan Marhaban yang menghadirkan nuansa religius, kemudian dilanjutkan dengan prosesi tepung tawar, sebagai tradisi penuh makna yang menjadi simbol doa, harapan, dan keberkahan bagi para peserta didik yang memulai perjalanan menuntut ilmu di TPI Medan.<br><br>Sejak pagi, para siswa bersama orang tua memadati lingkungan sekolah. Spanduk bertuliskan "Selamat Datang Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2026/2027" terpasang di gerbang utama Kampus II TPI Medan sebagai bentuk penyambutan kepada keluarga besar TPI yang baru.</p><p><img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/eecca5b6365d9607ee5a9d336962c534_1001219928.jpg"><br><br>Kampus II TPI Medan menaungi beberapa satuan pendidikan, yakni Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), Sekolah Luar Biasa (SLB ABC), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS). Pada hari pertama, para peserta didik mengikuti pengenalan lingkungan sekolah, perkenalan dewan guru, penyampaian tata tertib, serta pembinaan karakter agar mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.<br><br>Dengan mengusung slogan "Sekolah/Madrasah Entrepreneur Berbasis Religius", TPI Medan terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang memadukan nilai-nilai keislaman, pembentukan karakter, serta pengembangan jiwa kewirausahaan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.<br><br>Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Taman Pendidikan Islam, Prof. drg. Ismet Danial Nasution, Ph.D., Sp.Pros., Subsp PKIKG(K), diwakili Ketua I dan II TPI Medan, H. Ikrom Helmi Nasution,  berharap momentum tahun ajaran baru menjadi semangat bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan mutu pendidikan serta melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.</p><p><img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/3988c7f88ebcb58c6ce932b957b6f332_1001219914.jpg"><br><br>Ketua I dan II TPI Medan, H. Ikrom Helmi Nasution, yang juga bertindak sebagai pembina upacara penyambutan peserta didik baru, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh siswa-siswi yang resmi menjadi bagian dari keluarga besar TPI Medan.<br><br>"Selamat datang kepada seluruh peserta didik baru TPI Medan Tahun Ajaran 2026/2027. Kami berharap anak-anak kami kelak menjadi generasi yang membanggakan, berguna bagi orang tua, agama, bangsa, dan negara. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, tanamkan akhlak yang baik, disiplin, serta semangat untuk terus berprestasi," ujar H. Ikrom Helmi Nasution.<br><br>Prosesi Marhaban dan tepung tawar kemudian dilanjutkan dengan penyematan simbol-simbol Taman Pendidikan Islam kepada para peserta didik baru oleh H. Ikrom Helmi Nasution bersama para kepala sekolah dan dewan guru. Tradisi tersebut menjadi simbol diterimanya para siswa sebagai bagian dari keluarga besar TPI Medan sekaligus doa agar mereka diberikan kemudahan, keselamatan, dan keberhasilan selama menempuh pendidikan.</p><p><img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/2b24d495052a8ce66358eb576b8912c8_1001219722.jpg"><br><br>Antusiasme juga terlihat dari para orang tua yang mengantarkan putra-putri mereka pada hari pertama sekolah. Mereka berharap TPI Medan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu membentuk karakter Islami, akhlak mulia, serta kemandirian anak-anak mereka.<br><br>Dengan dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027, TPI Medan optimistis terus memperkuat posisinya sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam unggulan di Kota Medan. Melalui peningkatan mutu pembelajaran, pembinaan karakter, serta inovasi pendidikan yang berkelanjutan, TPI Medan berkomitmen mencetak generasi religius, cerdas, mandiri, berjiwa entrepreneur, dan siap menghadapi tantangan zaman.<br>Turut hadir dalam acara penyambutan peserta didik baru tersebut, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Taman Pendidikan Islam, Prof. drg. Ismet Danial Nasution, Ph.D., Sp.Pros., Subsp PKIKG(K), diwakili Ketua I dan II TPI Medan, H. Ikrom Helmi Nasution, Sekum TPI Medan  Ahmad Suhaimi, Wakil Sekretaris TPI Medan  Yose Rizal, Kepsek MAS Zainal Arifin, Kepala Sekolah MTS TPI, Kepsek SDIT TPI, Kepsek Kepsek SLB TPI dan para guru- guru lainnya.red</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_1337_Hari-Pertama-Sekolah--TPI-Medan-Sambut-Hangat-Peserta-Didik-Baru-TA-2026-2027-dengan-Tradisi-Marhaban-dan-Tepung-Tawar.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66273/semangat-baru-di-tpi-medan-peserta-didik-baru-disambut-marhaban-tepung-tawar-dan-penanaman-nilainilai-islami/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">SMAN 2 Medan Sambut 432 Siswa Baru, Orang Tua Diajak Berkolaborasi Wujudkan Prestasi</guid>
            <pubDate>Mon, 13 Jul 2026 09:44:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[SMAN 2 Medan Sambut 432 Siswa Baru, Orang Tua Diajak Berkolaborasi Wujudkan Prestasi]]></title>
            <description><![CDATA[SMAN 2 Medan Sambut 432 Siswa Baru, Orang Tua Diajak Berkolaborasi Wujudkan Prestasi]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan &ndash; Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, SMA Negeri (SMAN) 2 Medan menggelar apel penyambutan peserta didik baru yang dihadiri langsung oleh ratusan orang tua siswa, Senin (13/7/2026). <br><br>Kegiatan yang berlangsung di lapangan SMANDU tersebut berlangsung khidmat, semarak, dan penuh semangat.<br><br>Sebanyak 432 siswa baru resmi diterima di SMAN 2 Medan pada tahun ajaran ini. Dari jumlah tersebut, tujuh orang di antaranya berasal dari Kepulauan Nias.<br><br>Apel penyambutan dimeriahkan dengan berbagai penampilan ekstrakurikuler, mulai dari atraksi Taekwondo, Pencak Silat, Karate, paduan suara siswa asal Nias, hingga pemberian bingkisan kepada siswa berprestasi.<br><br>Kepala SMAN 2 Medan, Drs. Marsito, mengajak seluruh orang tua untuk menjalin kolaborasi dengan pihak sekolah dalam mendukung proses pendidikan anak selama tiga tahun ke depan.<br><br>"Selama tiga tahun ke depan, kami para guru akan menjadi orang tua bagi anak-anak di sekolah. Karena itu, mari bersama-sama mengikhlaskan dan mempercayakan proses pendidikan kepada sekolah. Dengan kerja keras, kerja tuntas, serta dukungan orang tua, kami berharap dapat melahirkan lulusan yang berprestasi dan berkualitas," ujar Marsito.<br>Ia juga menyebutkan, kegiatan apel yang melibatkan orang tua siswa secara langsung ini merupakan yang kedua kali dilaksanakan di SMAN 2 Medan sebagai bentuk penguatan sinergi antara sekolah dan keluarga.<br><br>Sementara itu, Ketua Komite SMAN 2 Medan, Rianto, SH, MH, mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada SMANDU.<br><br>"Kami siap menjadi mitra sekolah dan orang tua untuk bersama-sama mengawal pendidikan anak-anak agar mampu meraih cita-cita. Komite akan terus berkolaborasi demi mewujudkan SMAN 2 Medan sebagai sekolah unggul dan tetap menjadi sekolah favorit," kata Rianto yang akrab disapa Anto Genk.<br><br>Dalam kesempatan tersebut, seluruh peserta juga mengikuti Zoom Meeting bersama Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, serta kepala SMA dan SMK se-Sumatera Utara sebagai bagian dari pembukaan Tahun Ajaran Baru 2026/2027.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_5252_SMAN-2-Medan-Sambut-432-Siswa-Baru--Orang-Tua-Diajak-Berkolaborasi-Wujudkan-Prestasi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66272/sman-2-medan-sambut-432-siswa-baru-orang-tua-diajak-berkolaborasi-wujudkan-prestasi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Boyong 4 Emas di Lampung, Taekwondo Sumut Dapat Wild Card di Indonesia Open</guid>
            <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 19:49:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Boyong 4 Emas di Lampung, Taekwondo Sumut Dapat Wild Card di Indonesia Open]]></title>
            <description><![CDATA[Boyong 4 Emas di Lampung, Taekwondo Sumut Dapat Wild Card di Indonesia Open]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Lampung - Setelah berhasil memboyong 4 emas di kejuaraan PBTI Series V di Lampung 10-12 Juli 2026, secara otomatis tim Pengprov TI Sumut mendapat wild card di Indonesia Open tanggal 1 Agustus 2026 mendatang.<br>  &quot; Ini prestasi yang sangat luar biasa dari tim Sumut. Karena keempat atlit yang kita kirim dikelas kyorugi memperoleh medali emas,&quot;ungkap pelatih Arya Putra di dampingi Richi Yanendo, Ahad (12/7) pukul 17.00 wib, di GOR Bandar Lampung.<br>  Secara rinci Arya menuturkan tim yang diturunkan yaitu Ryan Adriansyah Brema Damanik Under 58 kg putra, lalu Anggi Syahputra Sceeven Sitorus Pane Under 63 kg putra, kemudian Marcia Tiurma Bertha Hutapea Under 62 kg putri dan Syaida Sari Over 73 kg putri.<br>  Sedangkan ketua Pengprov TI Sumut H. Hamdani Syahputra S.sos MH mengatakan dengan perolehan empat medali Emas ini, secara otomatis tim <a href="https://www.halomedan.com/tag/taekwondo/" target="_blank">Taekwondo</a> Sumut memperoleh Wild Card untuk bermain di Indonesia Open mendatang.<br> &quot;Saya mengucapkan terima kasih dan selamat kepada tim <a href="https://www.halomedan.com/tag/taekwondo/" target="_blank">Taekwondo</a> Sumut yang telah berjuang memenangkan disetiap pertandingan. Namun ini belum berakhir, karena pertarungan yang sesungguhnya ada di event Indonesia Open. Karena itu pertarungan internasional, jadi memerlukan perjuangan yang lebih ekstra lagi,&quot;paparnya.<br>  Sedangkan ketua Pembina Pengprov TI Sumut DR. H. Musa Rajekshah mendengar kabar tersebut langsung mengucapkan selamat atas prestasi yang telah diraih.<br> &quot;Saya mengucapkan selamat kepada tim <a href="https://www.halomedan.com/tag/taekwondo/" target="_blank">Taekwondo</a> Sumut yang telah berhasil meraih tiket wild card untuk bermain di Indonesia Open. Ini suatu lompatan yang baik karena <a href="https://www.halomedan.com/tag/taekwondo/" target="_blank">Taekwondo</a> Sumut bisa bermain diajang internasional. Apalagi salah satu putra terbaik Sumut, M. Raihan juga akan berlaga di Asean Games Nagoya, Jepang, ini prestasi yang sangat membanggakan. Sekali lagi saya ucapkan selamat untuk tim <a href="https://www.halomedan.com/tag/taekwondo/" target="_blank">Taekwondo</a> Sumut,&quot; paparnya. (Iza)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_164_Boyong-4-Emas-di-Lampung--Taekwondo-Sumut-Dapat-Wild-Card-di-Indonesia-Open.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66271/boyong-4-emas-di-lampung-taekwondo-sumut-dapat-wild-card-di-indonesia-open/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ketua I dan II Taman Pendidikan Islam (TPI) Medan Hadiri Walimatul &#039;Ursy Putri Guru Besar UINSU</guid>
            <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 18:42:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ketua I dan II Taman Pendidikan Islam (TPI) Medan Hadiri Walimatul 'Ursy Putri Guru Besar UINSU]]></title>
            <description><![CDATA[Ketua I dan II Taman Pendidikan Islam (TPI) Medan Hadiri Walimatul &039Ursy Putri Guru Besar UINSU]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>MEDAN &ndash; Ketua I dan II Yayasan Taman Pendidikan Islam (TPI) Medan, H. Ikrom Helmi Nasution, turut menghadiri acara Walimatul &#039;Ursy putri Guru Besar UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Muzakkir, MA, yang berlangsung di Santika Premiere Dyandra Hotel &amp; Convention Medan, Sabtu (11/7/2026).<br><br>Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Rico Tri Putra Bayu Waas, Ahmad Qosbi Nasution, serta Ismail Effendy.<br><br>Kehadiran H. Ikrom Helmi Nasution menjadi bentuk penghormatan dan silaturahmi kepada keluarga besar Prof. Dr. H. Muzakkir, MA. Momentum walimatul &#039;ursy tersebut juga menjadi ajang mempererat hubungan kekeluargaan di antara tokoh pendidikan, ulama, akademisi, dan unsur pemerintahan di Sumatera Utara.<br><br>Acara berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kehangatan, diisi dengan doa bersama agar kedua mempelai senantiasa memperoleh keberkahan, kebahagiaan, serta membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_7529_Ketua-I-dan-II-Taman-Pendidikan-Islam--TPI--Medan-Hadiri-Walimatul---039-Ursy-Putri-Guru-Besar-UINSU.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66270/ketua-i-dan-ii-taman-pendidikan-islam-tpi-medan-hadiri-walimatul-039ursy-putri-guru-besar-uinsu/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dikky Harus Jujur, Berapa Anggaran Jamda Pramuka Sumut?</guid>
            <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 18:38:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dikky Harus Jujur, Berapa Anggaran Jamda Pramuka Sumut?]]></title>
            <description><![CDATA[Dikky Harus Jujur, Berapa Anggaran Jamda Pramuka Sumut?]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan - Kegiatan jambore daerah (Jamda) Gerakan <a href="https://www.halomedan.com/tag/pramuka/" target="_blank">Pramuka</a> di Sumatera Utara telah berakhir, pada Minggu 12 Juli 2026. Namun tidak diketahui berapa anggaran yang digunakan untuk kegiatan jamda tersebut.<br><br>Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan <a href="https://www.halomedan.com/tag/pramuka/" target="_blank">Pramuka</a>n Provinsi Sumatera Utara setiap tahun mendapatkan bantuan hibah dari APBD.<br><br>Tetapi tidak ada rincian pasti mengenai total anggaran pemerintah yang dipublikasikan secara spesifik untuk Jambore Daerah (Jamda) XI Gerakan <a href="https://www.halomedan.com/tag/pramuka/" target="_blank">Pramuka</a> Sumatera Utara.<br><br>Namun, Jamda yang berlangsung di Bumi Perkemahan Sibolangit pada 8-12 Juli 2026 tersebut mencetak sejarah sebagai satu-satunya Jambore Daerah di Indonesia yang membebaskan biaya perkemahan (gratis) bagi seluruh peserta.<br><br>Kebijakan ini diinisiasi oleh Ketua Kwarda Gerakan <a href="https://www.halomedan.com/tag/pramuka/" target="_blank">Pramuka</a> Sumut, Dikky Anugerah Panjaitan agar seluruh <a href="https://www.halomedan.com/tag/pramuka/" target="_blank">Pramuka</a> Penggalang dari 32 Kwartir Cabang dapat berpartisipasi tanpa terkendala biaya.<br><br>Pembiayaan kegiatan berskala besar yang melibatkan 5.575 peserta ini didukung oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Utara serta berbagai pemangku kepentingan.<br><br>"Tapi masyarakat ingin tahu berapa anggaran Jamda <a href="https://www.halomedan.com/tag/pramuka/" target="_blank">Pramuka</a> Sumut. Dikky harus transparan dengan anggaran yang dipakai, itu kan dari APBD? dari pajak rakyat," ungkap Arief Tampubolon, kader gerakan pramuka yang pernah mengikuti Pertikara Nasional Saka Bhayangkara di Desa Selerejo, Malang, Jawa Timur, pada tahun 1997.<br><br>Arif berharap Ketua Kwarda Gerakan <a href="https://www.halomedan.com/tag/pramuka/" target="_blank">Pramuka</a> Sumut Dikky Anugerah Panjaitan membiasakan diri untuk bersikap jujur dan transparan dalam Gerakan <a href="https://www.halomedan.com/tag/pramuka/" target="_blank">Pramuka</a>.<br><br>"Gerakan <a href="https://www.halomedan.com/tag/pramuka/" target="_blank">Pramuka</a>n ini untuk pengabdian diri kepada anak bangsa, jadi kita harapkan Dikky Panjaitan selalu transparan dengan penggunaa anggaran kegiatan gerakan pramuka, untuk mengajarkan adik adik pramuka jujur sejak dini," kata Arif.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_6754_Dikky-Harus-Jujur--Berapa-Anggaran-Jamda-Pramuka-Sumut-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66269/dikky-harus-jujur-berapa-anggaran-jamda-pramuka-sumut/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">BREAKING NEWS: Konglomerat Properti Tan Kian Diamankan Polisi, Diperiksa sebagai Saksi dalam Pengembangan Kasus Eks Jampidsus</guid>
            <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 18:31:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[BREAKING NEWS: Konglomerat Properti Tan Kian Diamankan Polisi, Diperiksa sebagai Saksi dalam Pengembangan Kasus Eks Jampidsus]]></title>
            <description><![CDATA[BREAKING NEWS Konglomerat Properti Tan Kian Diamankan Polisi, Diperiksa sebagai Saksi dalam Pengembangan Kasus Eks Jampidsus]]></description>
            <content><![CDATA[<br></p><br>JAKARTA |Pengusaha properti Tan Kian diamankan aparat kepolisian untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang turut menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.<br><br>Tan Kian diamankan di Apartemen Pacific Place Residence, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/7/2026). Pemeriksaan dilakukan oleh tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus <a href="https://www.halomedan.com/tag/polda/" target="_blank">Polda</a> Metro Jaya sebagai bagian dari pendalaman penyidikan sejumlah perkara dugaan korupsi bernilai besar.<br><br>Kepala Bidang Humas <a href="https://www.halomedan.com/tag/polda/" target="_blank">Polda</a> Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menegaskan bahwa hingga saat ini status hukum Tan Kian masih sebagai saksi dan belum ditetapkan sebagai tersangka.<br><br>"Yang bersangkutan statusnya masih sebagai saksi," ujar Budi dalam keterangan pers yang dikutip sejumlah media.<br><br>Selain Tan Kian, penyidik juga telah memeriksa sedikitnya 15 saksi untuk mengungkap dugaan tindak pidana korupsi, suap, gratifikasi, dan TPPU yang tengah diselidiki. Penyidikan tersebut mencakup beberapa perkara besar, antara lain dugaan korupsi pengadaan batu bara PT PLN, perkara PT Asabri dan Jiwasraya, serta dugaan TPPU terkait penyelesaian utang PT Cakrawala Bumi Selaras (CBS) kepada PT Krakatau Niaga Indonesia (KNI).<br><br>Nama Tan Kian sendiri dikenal luas di dunia bisnis properti sebagai pendiri Century Properties Group yang mengembangkan sejumlah proyek premium di Jakarta, termasuk kawasan Pacific Place, Hotel JW Marriott Jakarta, The Ritz-Carlton Jakarta Mega Kuningan, Millennium Centennial Center, hingga South Hills Apartment.<br><br>Perkembangan kasus ini semakin menjadi perhatian publik setelah Polri menetapkan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi dan TPPU. Penyidik menyatakan proses hukum masih terus berjalan dengan menelusuri aliran dana, kepemilikan aset, serta keterangan para saksi untuk mengungkap konstruksi perkara secara menyeluruh.<br><br>Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari penyidik yang menyebut Tan Kian berstatus tersangka. Aparat menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap yang bersangkutan masih dalam kapasitas sebagai saksi guna melengkapi alat bukti dalam proses penyidikan yang sedang berlangsung.<br><br>*Siapa Tan Kian?*<br>Tan Kian merupakan salah satu konglomerat properti senior di Indonesia. Ia dikenal sebagai pendiri Dua Mutiara Group, yang kemudian berkembang menjadi Century Properties Group Indonesia, perusahaan pengembang properti premium yang berfokus pada kawasan bisnis Jakarta.<br><br>Sebelum berbisnis properti, Tan Kian memulai usaha keluarga di bidang perdagangan udang dan tekstil. Sejak 1990-an ia mulai mengembangkan proyek-proyek properti kelas atas dan sempat masuk daftar orang terkaya Indonesia dengan estimasi kekayaan sekitar US$570 juta pada 2016.<br><br>Portofolio aset dan proyek yang dikaitkan dengan Tan Kian<br>Beberapa aset dan proyek yang selama ini dikaitkan dengan bisnis Tan Kian melalui Century Properties Group antara lain:<br><br>- Pacific Place Jakarta (mixed-use development di SCBD)<br><br>- The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place<br><br>- JW Marriott Hotel Jakarta<br><br>- The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan<br><br>- Millennium Centennial Center<br><br>- South Hills Apartment<br><br>- Sahid Sudirman Center<br><br>- Botanica Apartment<br><br>- The Plaza Office Tower<br><br>- Sekitar 60 vila resor di Pulau Bintan<br><br>- Proyek kota mandiri Millennium City, Parung Panjang (melalui kerja sama pengembangan).<br><br>Terseret Beberapa Perkara Hukum<br>Nama Tan Kian pernah muncul dalam sejumlah penyidikan, antara lain:<br><br>- Dugaan korupsi investasi PT Asabri.<br><br>- Pengembangan perkara Jiwasraya.<br><br>- Dugaan proyek South Hills Apartment bersama Benny Tjokrosaputro.<br><br>- Pemeriksaan terbaru sebagai saksi dalam pengembangan perkara dugaan korupsi dan TPPU yang juga menyeret mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Sampai saat ini, Polri menyatakan status hukumnya masih sebagai saksi, bukan tersangka.<br><br>Perlu dicatat bahwa beberapa properti di atas merupakan aset yang dikembangkan atau dikelola melalui kelompok usaha Tan Kian, bukan berarti seluruh merek hotel internasional tersebut dimiliki secara langsung olehnya. Hotel seperti JW Marriott dan The Ritz-Carlton merupakan merek global yang umumnya dioperasikan berdasarkan perjanjian pengelolaan dengan pemilik gedung atau pengembang properti.*(SS68)*</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_5354_BREAKING-NEWS--Konglomerat-Properti-Tan-Kian-Diamankan-Polisi--Diperiksa-sebagai-Saksi-dalam-Pengembangan-Kasus-Eks-Jampidsus.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66268/breaking-news-konglomerat-properti-tan-kian-diamankan-polisi-diperiksa-sebagai-saksi-dalam-pengembangan-kasus-eks-jampidsus/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi</guid>
            <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 17:03:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi]]></title>
            <description><![CDATA[Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Oleh: Dr. Teguh Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)<br><br>SETIAP tanggal 12 Juli, bangsa Indonesia memperingati Hari Koperasi. Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kita pada demokrasi ekonomi yang berlandaskan kekeluargaan. Koperasi adalah wujud nyata dari sila kelima Pancasila, sebuah sistem ekonomi yang menempatkan manusia di atas modal. <br><br>Catatan ini saya tulis dari Kunming, ibu kota Provinsi Yunnan, Tiongkok, di sela kunjungan delegasi JMSI atas undangan All China Journalists Assocoation (ACJA).<br><br>Saya kira kita dapat belajar dari Yunnan. Provinsi di barat daya Tiongkok yang kaya akan keanekaragaman hayati kini bertransformasi menjadi pelopor dalam pengembangan ekonomi hijau. Dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alamnya yang unik, provinsi ini telah beralih dari model ekonomi yang bergantung pada eksploitasi sumber daya menuju pendekatan yang lebih berkelanjutan.<br><br>Koperasi memainkan peran krusial sebagai agen perubahan di akar rumput dalam transisi Yunnan menuju ekonomi hijau. Dengan mengorganisir petani dan produsen kecil, koperasi berfungsi sebagai jembatan untuk menerapkan praktik pertanian regeneratif dan berkelanjutan secara kolektif. Melalui koperasi, para pelaku usaha mikro di pedesaan dapat mengakses pelatihan teknologi pertanian modern, sertifikasi organik, serta sistem manajemen rantai pasok yang lebih efisien.<br><br>Hal ini memungkinkan mereka untuk beralih dari praktik pertanian konvensional yang merusak tanah ke metode yang lebih ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal&mdash;seperti teh organik, kopi, dan tanaman herbal&mdash;sehingga petani mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi tanpa harus melakukan ekspansi lahan secara destruktif.<br><br>Lebih dari itu, koperasi di Yunnan berperan dalam demokratisasi akses terhadap teknologi energi bersih dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Koperasi komunitas sering kali menjadi inisiator dalam proyek-proyek skala kecil, seperti pembangunan instalasi biogas dari limbah pertanian, pengelolaan koperasi hutan untuk perlindungan mata air, hingga pengembangan ekowisata berbasis masyarakat.<br><br>Dengan model kepemilikan bersama, manfaat ekonomi dari ekonomi hijau tidak hanya dinikmati oleh korporasi besar, tetapi terdistribusi secara adil kepada masyarakat lokal. Hal ini menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif terhadap pelestarian lingkungan, yang menjadi fondasi bagi stabilitas ekosistem Yunnan dalam jangka panjang.<br><br>Sejarah koperasi dunia bermula dari Revolusi Industri di Inggris pada awal abad ke-19. Tokoh pemikir sekaligus praktisi, Robert Owen, sering disebut sebagai Bapak Koperasi Dunia. Melalui gagasannya tentang komunitas mandiri, ia menunjukkan bahwa pekerja dapat memperbaiki nasib mereka sendiri melalui kerja sama dan solidaritas, alih-alih hanya bergantung pada sistem kapitalisme yang eksploitatif.<br><br>Gagasan ini kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Di tanah air, koperasi lahir sebagai respons terhadap penjajahan yang menindas ekonomi rakyat. Pada masa pergerakan nasional, para tokoh bangsa menyadari bahwa kemerdekaan politik tidak akan bermakna tanpa kemandirian ekonomi.<br><br>Mohammad Hatta, atau Bung Hatta, adalah arsitek utama koperasi Indonesia. Baginya, koperasi bukan sekadar organisasi ekonomi, melainkan "soko guru" perekonomian nasional. Hatta menekankan bahwa koperasi harus menjadi alat perjuangan untuk mengangkat derajat ekonomi rakyat kecil agar tidak tertindas oleh kekuatan modal besar.<br><br>Selain Bung Hatta, tokoh seperti Raden Mas Margono Djojohadikusumo memiliki peran krusial. Margono adalah pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) yang sangat menjunjung tinggi prinsip ekonomi nasional. Pemikirannya sejalan dengan visi koperasi, di mana pengelolaan sumber daya keuangan harus berpihak pada kepentingan domestik dan kemaslahatan rakyat luas.<br><br>Profesor Sumitro Djojohadikusumo, ekonom terkemuka yang juga ayah dari Presiden Prabowo Subianto, memberikan kontribusi pemikiran melalui konsep "Ekonomi Terpimpin" dan pembangunan sistematis. Sumitro menekankan pentingnya institusi ekonomi yang kokoh dan efisien, di mana koperasi harus bertransformasi menjadi badan usaha yang modern namun tetap setia pada akar kekeluargaan.<br><br>Perkembangan koperasi di Indonesia mengalami pasang surut. Namun, di tengah tantangan globalisasi, relevansi koperasi justru semakin kuat. Koperasi terbukti lebih tangguh menghadapi krisis ekonomi dibandingkan korporasi besar yang sangat bergantung pada modal asing dan spekulasi pasar.<br><br>Kini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, semangat ekonomi kerakyatan kembali mendapatkan ruang yang lebih luas. Program-program pemerintah yang berfokus pada ketahanan pangan dan hilirisasi industri membuka peluang besar bagi koperasi untuk terlibat lebih aktif dalam rantai pasok nasional. <br><br>Pemerintahan Prabowo menekankan pentingnya kemandirian ekonomi melalui penguatan sektor-sektor strategis. Koperasi di tingkat perdesaan, khususnya di sektor pertanian dan peternakan, menjadi mitra utama pemerintah untuk memastikan distribusi kesejahteraan yang lebih adil dan merata bagi masyarakat pelosok.<br><br>Integrasi koperasi dalam program strategis nasional, seperti swasembada pangan, menjadi kunci. Dengan dukungan teknologi dan akses pasar yang difasilitasi pemerintah, koperasi dapat meningkatkan nilai tambah produk rakyat, sehingga petani tidak lagi menjadi objek, melainkan subjek dalam ekonomi nasional. Selain aspek ekonomi, koperasi masa kini harus mengadopsi prinsip keberlanjutan. Pengelolaan lingkungan hidup kini menjadi syarat mutlak dalam berbisnis. Koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi hijau yang ramah lingkungan dan rendah karbon.<br><br>Konsep Sustainable Development atau pembangunan berkelanjutan sejalan dengan prinsip koperasi yang mengedepankan kesejahteraan bersama dalam jangka panjang. Koperasi yang berwawasan lingkungan akan lebih mampu bertahan dan kompetitif di pasar global yang kini semakin peduli pada aspek ESG (Environmental, Social, and Governance).<br><br>Sebagai contoh, koperasi sektor kehutanan atau pengelolaan limbah dapat menjadi model bagaimana keuntungan ekonomi diselaraskan dengan pelestarian alam. Ini adalah bentuk tanggung jawab koperasi tidak hanya kepada anggotanya, tetapi juga kepada generasi mendatang.<br><br>Dalam visi ekonomi Prabowo, pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan ekosistem. Oleh karena itu, koperasi didorong untuk menerapkan praktik produksi yang berkelanjutan, mulai dari penggunaan energi terbarukan hingga pengelolaan limbah yang lebih efisien di unit-unit usaha mereka. Sinergi antara koperasi, pemerintah, dan sektor swasta harus diperkuat. Koperasi tidak bisa berdiri sendiri. Ia membutuhkan ekosistem yang sehat, kebijakan yang memihak, dan pendampingan profesional untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital atau digitalisasi koperasi.<br><br>Digitalisasi koperasi menjadi tantangan sekaligus peluang besar. Dengan sistem manajemen berbasis digital, transparansi dan akuntabilitas koperasi akan meningkat. Hal ini akan membangun kepercayaan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bergabung dan membesarkan koperasi.<br><br>Kita tidak boleh melupakan akar sejarah koperasi. Namun, kita juga harus berani berinovasi. Koperasi harus mampu bertransformasi dari sekadar simpan pinjam menjadi korporasi rakyat yang menguasai sektor-sektor produksi strategis.<br><br>Tantangan ke depan memang tidak ringan. Persaingan global semakin ketat, dan perubahan iklim mengancam ketahanan ekonomi kita. Namun, koperasi memiliki keunggulan kompetitif berupa rasa memiliki dan kebersamaan yang tidak dimiliki oleh perusahaan korporasi biasa.<br><br>Peringatan Hari Koperasi tahun ini harus menjadi titik tolak bagi revitalisasi koperasi Indonesia. Kita perlu membangun kembali koperasi yang profesional, tangguh, dan berkelanjutan, yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Mewujudkan tobat ekologi yang sudah diproklamirkan Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat.<br><br>Pesan Bung Hatta tentang koperasi sebagai "koperasi yang berjiwa besar" harus terus digaungkan. Koperasi harus berani bermimpi besar, berskala ekonomi besar, dan memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat Indonesia.<br><br>Peran pemerintah, melalui kementerian terkait, harus lebih banyak berfungsi sebagai fasilitator dan regulator yang adil, bukan sebagai intervensi yang mematikan inisiatif anggota koperasi. Koperasi harus tumbuh dari bawah, sesuai dengan semangat demokrasi yang dicita-citakan.<br><br>Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, koperasi harus menjadi agen perubahan (agent of change) di tingkat akar rumput. Koperasi dapat mengedukasi anggotanya mengenai praktik bertani yang ramah lingkungan atau penggunaan teknologi yang efisien energi.<br><br>Selamat Hari Koperasi. Mari kita wujudkan kedaulatan ekonomi dan tobat ekologi melalui koperasi yang modern, kuat, dan berkelanjutan untuk Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.[]]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_5310_Belajar-dari-Yunnan--Tobat-Ekologi-Ditopang-Gerakan-Koperasi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66267/belajar-dari-yunnan-tobat-ekologi-ditopang-gerakan-koperasi-2/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi</guid>
            <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 16:58:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi]]></title>
            <description><![CDATA[Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan KoperasiOleh Dr. Teguh Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)SETIAP ]]></description>
            <content><![CDATA[Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi<br><br>Oleh: Dr. <a href="https://www.halomedan.com/tag/teguh/" target="_blank">Teguh</a> Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)<br><br>SETIAP tanggal 12 Juli, bangsa Indonesia memperingati Hari Koperasi. Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kita pada demokrasi ekonomi yang berlandaskan kekeluargaan. Koperasi adalah wujud nyata dari sila kelima Pancasila, sebuah sistem ekonomi yang menempatkan manusia di atas modal. <br><br>Catatan ini saya tulis dari Kunming, ibu kota Provinsi Yunnan, Tiongkok, di sela kunjungan delegasi JMSI atas undangan All China Journalists Assocoation (ACJA).<br><br>Saya kira kita dapat belajar dari Yunnan. Provinsi di barat daya Tiongkok yang kaya akan keanekaragaman hayati kini bertransformasi menjadi pelopor dalam pengembangan ekonomi hijau. Dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alamnya yang unik, provinsi ini telah beralih dari model ekonomi yang bergantung pada eksploitasi sumber daya menuju pendekatan yang lebih berkelanjutan.<br><br>Koperasi memainkan peran krusial sebagai agen perubahan di akar rumput dalam transisi Yunnan menuju ekonomi hijau. Dengan mengorganisir petani dan produsen kecil, koperasi berfungsi sebagai jembatan untuk menerapkan praktik pertanian regeneratif dan berkelanjutan secara kolektif. Melalui koperasi, para pelaku usaha mikro di pedesaan dapat mengakses pelatihan teknologi pertanian modern, sertifikasi organik, serta sistem manajemen rantai pasok yang lebih efisien.<br><br>Hal ini memungkinkan mereka untuk beralih dari praktik pertanian konvensional yang merusak tanah ke metode yang lebih ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal&mdash;seperti teh organik, kopi, dan tanaman herbal&mdash;sehingga petani mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi tanpa harus melakukan ekspansi lahan secara destruktif.<br><br>Lebih dari itu, koperasi di Yunnan berperan dalam demokratisasi akses terhadap teknologi energi bersih dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Koperasi komunitas sering kali menjadi inisiator dalam proyek-proyek skala kecil, seperti pembangunan instalasi biogas dari limbah pertanian, pengelolaan koperasi hutan untuk perlindungan mata air, hingga pengembangan ekowisata berbasis masyarakat.<br><br>Dengan model kepemilikan bersama, manfaat ekonomi dari ekonomi hijau tidak hanya dinikmati oleh korporasi besar, tetapi terdistribusi secara adil kepada masyarakat lokal. Hal ini menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif terhadap pelestarian lingkungan, yang menjadi fondasi bagi stabilitas ekosistem Yunnan dalam jangka panjang.<br><br>Sejarah koperasi dunia bermula dari Revolusi Industri di Inggris pada awal abad ke-19. Tokoh pemikir sekaligus praktisi, Robert Owen, sering disebut sebagai Bapak Koperasi Dunia. Melalui gagasannya tentang komunitas mandiri, ia menunjukkan bahwa pekerja dapat memperbaiki nasib mereka sendiri melalui kerja sama dan solidaritas, alih-alih hanya bergantung pada sistem kapitalisme yang eksploitatif.<br><br>Gagasan ini kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Di tanah air, koperasi lahir sebagai respons terhadap penjajahan yang menindas ekonomi rakyat. Pada masa pergerakan nasional, para tokoh bangsa menyadari bahwa kemerdekaan politik tidak akan bermakna tanpa kemandirian ekonomi.<br><br>Mohammad Hatta, atau Bung Hatta, adalah arsitek utama koperasi Indonesia. Baginya, koperasi bukan sekadar organisasi ekonomi, melainkan "soko guru" perekonomian nasional. Hatta menekankan bahwa koperasi harus menjadi alat perjuangan untuk mengangkat derajat ekonomi rakyat kecil agar tidak tertindas oleh kekuatan modal besar.<br><br>Selain Bung Hatta, tokoh seperti Raden Mas Margono Djojohadikusumo memiliki peran krusial. Margono adalah pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) yang sangat menjunjung tinggi prinsip ekonomi nasional. Pemikirannya sejalan dengan visi koperasi, di mana pengelolaan sumber daya keuangan harus berpihak pada kepentingan domestik dan kemaslahatan rakyat luas.<br><br>Profesor Sumitro Djojohadikusumo, ekonom terkemuka yang juga ayah dari Presiden Prabowo Subianto, memberikan kontribusi pemikiran melalui konsep "Ekonomi Terpimpin" dan pembangunan sistematis. Sumitro menekankan pentingnya institusi ekonomi yang kokoh dan efisien, di mana koperasi harus bertransformasi menjadi badan usaha yang modern namun tetap setia pada akar kekeluargaan.<br><br>Perkembangan koperasi di Indonesia mengalami pasang surut. Namun, di tengah tantangan globalisasi, relevansi koperasi justru semakin kuat. Koperasi terbukti lebih tangguh menghadapi krisis ekonomi dibandingkan korporasi besar yang sangat bergantung pada modal asing dan spekulasi pasar.<br><br>Kini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, semangat ekonomi kerakyatan kembali mendapatkan ruang yang lebih luas. Program-program pemerintah yang berfokus pada ketahanan pangan dan hilirisasi industri membuka peluang besar bagi koperasi untuk terlibat lebih aktif dalam rantai pasok nasional. <br><br>Pemerintahan Prabowo menekankan pentingnya kemandirian ekonomi melalui penguatan sektor-sektor strategis. Koperasi di tingkat perdesaan, khususnya di sektor pertanian dan peternakan, menjadi mitra utama pemerintah untuk memastikan distribusi kesejahteraan yang lebih adil dan merata bagi masyarakat pelosok.<br><br>Integrasi koperasi dalam program strategis nasional, seperti swasembada pangan, menjadi kunci. Dengan dukungan teknologi dan akses pasar yang difasilitasi pemerintah, koperasi dapat meningkatkan nilai tambah produk rakyat, sehingga petani tidak lagi menjadi objek, melainkan subjek dalam ekonomi nasional. Selain aspek ekonomi, koperasi masa kini harus mengadopsi prinsip keberlanjutan. Pengelolaan lingkungan hidup kini menjadi syarat mutlak dalam berbisnis. Koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi hijau yang ramah lingkungan dan rendah karbon.<br><br>Konsep Sustainable Development atau pembangunan berkelanjutan sejalan dengan prinsip koperasi yang mengedepankan kesejahteraan bersama dalam jangka panjang. Koperasi yang berwawasan lingkungan akan lebih mampu bertahan dan kompetitif di pasar global yang kini semakin peduli pada aspek ESG (Environmental, Social, and Governance).<br><br>Sebagai contoh, koperasi sektor kehutanan atau pengelolaan limbah dapat menjadi model bagaimana keuntungan ekonomi diselaraskan dengan pelestarian alam. Ini adalah bentuk tanggung jawab koperasi tidak hanya kepada anggotanya, tetapi juga kepada generasi mendatang.<br><br>Dalam visi ekonomi Prabowo, pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan ekosistem. Oleh karena itu, koperasi didorong untuk menerapkan praktik produksi yang berkelanjutan, mulai dari penggunaan energi terbarukan hingga pengelolaan limbah yang lebih efisien di unit-unit usaha mereka. Sinergi antara koperasi, pemerintah, dan sektor swasta harus diperkuat. Koperasi tidak bisa berdiri sendiri. Ia membutuhkan ekosistem yang sehat, kebijakan yang memihak, dan pendampingan profesional untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital atau digitalisasi koperasi.<br><br>Digitalisasi koperasi menjadi tantangan sekaligus peluang besar. Dengan sistem manajemen berbasis digital, transparansi dan akuntabilitas koperasi akan meningkat. Hal ini akan membangun kepercayaan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bergabung dan membesarkan koperasi.<br><br>Kita tidak boleh melupakan akar sejarah koperasi. Namun, kita juga harus berani berinovasi. Koperasi harus mampu bertransformasi dari sekadar simpan pinjam menjadi korporasi rakyat yang menguasai sektor-sektor produksi strategis.<br><br>Tantangan ke depan memang tidak ringan. Persaingan global semakin ketat, dan perubahan iklim mengancam ketahanan ekonomi kita. Namun, koperasi memiliki keunggulan kompetitif berupa rasa memiliki dan kebersamaan yang tidak dimiliki oleh perusahaan korporasi biasa.<br><br>Peringatan Hari Koperasi tahun ini harus menjadi titik tolak bagi revitalisasi koperasi Indonesia. Kita perlu membangun kembali koperasi yang profesional, tangguh, dan berkelanjutan, yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Mewujudkan tobat ekologi yang sudah diproklamirkan Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat.<br><br>Pesan Bung Hatta tentang koperasi sebagai "koperasi yang berjiwa besar" harus terus digaungkan. Koperasi harus berani bermimpi besar, berskala ekonomi besar, dan memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat Indonesia.<br><br>Peran pemerintah, melalui kementerian terkait, harus lebih banyak berfungsi sebagai fasilitator dan regulator yang adil, bukan sebagai intervensi yang mematikan inisiatif anggota koperasi. Koperasi harus tumbuh dari bawah, sesuai dengan semangat demokrasi yang dicita-citakan.<br><br>Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, koperasi harus menjadi agen perubahan (agent of change) di tingkat akar rumput. Koperasi dapat mengedukasi anggotanya mengenai praktik bertani yang ramah lingkungan atau penggunaan teknologi yang efisien energi.<br><br>Selamat Hari Koperasi. Mari kita wujudkan kedaulatan ekonomi dan tobat ekologi melalui koperasi yang modern, kuat, dan berkelanjutan untuk Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_8030_Belajar-dari-Yunnan--Tobat-Ekologi-Ditopang-Gerakan-Koperasi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66266/belajar-dari-yunnan-tobat-ekologi-ditopang-gerakan-koperasi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PRSU Milik Rakyat atau Segelintir Wilayah? DPRD Sumut Pertanyakan Pembagian Tiket Gratis</guid>
            <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 13:22:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PRSU Milik Rakyat atau Segelintir Wilayah? DPRD Sumut Pertanyakan Pembagian Tiket Gratis]]></title>
            <description><![CDATA[PRSU Milik Rakyat atau Segelintir Wilayah? DPRD Sumut PertanyakanPembagian Tiket Gratis]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan - Kebijakan panitia Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 yang membagikan 1.000 tiket gratis hanya kepada masyarakat di lima kecamatan di Kota Medan mulai menuai sorotan. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kesan diskriminatif dan memunculkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat Sumatera Utara.<br><br>Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Fajri Akbar, mengatakan dirinya baru mengetahui informasi tersebut dan belum menerima penjelasan resmi dari panitia maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengenai mekanisme serta dasar penentuan penerima tiket gratis tersebut.<br><br>Menurutnya, DPRD akan terlebih dahulu mempelajari kebijakan itu sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Namun, ia menegaskan bahwa panitia harus mampu memberikan penjelasan yang transparan agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.<br><br>"Sejauh ini kami belum melakukan evaluasi karena informasi ini juga baru kami dapatkan. Kami sendiri belum menerima informasi resmi mengenai pembagian tiket gratis tersebut. Apakah memang hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan PRSU, atau sebenarnya disebarkan ke masing-masing kecamatan, bahkan untuk masyarakat Sumatera Utara secara umum, itu kami belum mengetahui. Jadi kami akan pelajari dulu," ujar Fajri saat memberikan keterangan, Minggu (12/7/2026).<br><br>Politisi Partai Demokrat tersebut menilai setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan publik harus memiliki dasar yang jelas. Apalagi PRSU merupakan agenda tahunan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang selama ini dipromosikan sebagai pesta rakyat untuk seluruh masyarakat, bukan hanya untuk kelompok atau wilayah tertentu.<br><br>Karena itu, menurut Fazri, jika benar pembagian tiket gratis hanya diberikan kepada lima kecamatan di Kota Medan tanpa penjelasan yang memadai, maka panitia wajib memberikan alasan yang objektif agar tidak memunculkan anggapan adanya perlakuan yang tidak adil.<br><br>Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan PRSU ke depan dikelola lebih profesional sehingga berbagai kebijakan yang diambil tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.<br><br>"Kami meminta panitia lebih profesional ke depannya. Ini menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. PRSU itu milik masyarakat Sumatera Utara, milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Jadi sudah seharusnya seluruh masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara bersama-sama," tegasnya.<br><br>Fazri menambahkan, DPRD Sumut akan mencermati kebijakan tersebut sebagai bagian dari fungsi pengawasan. Evaluasi diperlukan agar pelaksanaan PRSU pada tahun-tahun berikutnya benar-benar mencerminkan semangat pemerataan dan keterbukaan.<br><br>Menurutnya, penyelenggara harus memastikan setiap program yang berkaitan dengan masyarakat dilakukan secara transparan, memiliki dasar yang jelas, serta dikomunikasikan dengan baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun kecemburuan di tengah publik.<br><br>Sorotan terhadap pembagian tiket gratis ini menambah daftar evaluasi terhadap pelaksanaan PRSU 2026. Sebelumnya, penyelenggaraan PRSU juga mendapat kritik dari masyarakat dan pelaku UMKM terkait tingginya harga tiket masuk yang dinilai berdampak terhadap rendahnya jumlah pengunjung dan menurunnya aktivitas transaksi di area pameran.<br><br>Dengan adanya polemik baru mengenai distribusi tiket gratis, DPRD Sumut berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama panitia penyelenggara dapat melakukan evaluasi menyeluruh agar PRSU benar-benar menjadi pesta rakyat yang inklusif, terbuka, dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Sumatera Utara tanpa menimbulkan kesan adanya perlakuan yang berbeda antarwilayah.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_3242_PRSU-Milik-Rakyat-atau-Segelintir-Wilayah--DPRD-Sumut-Pertanyakan-Pembagian-Tiket-Gratis.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66265/prsu-milik-rakyat-atau-segelintir-wilayah-dprd-sumut-pertanyakan-pembagian-tiket-gratis/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kedaulatan Karbon dan Jalan Indonesia Menjadi Green Superpower</guid>
            <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 12:05:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kedaulatan Karbon dan Jalan Indonesia Menjadi Green Superpower]]></title>
            <description><![CDATA[Kedaulatan Karbon dan Jalan Indonesia Menjadi Green Superpower]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Oleh: Abdullah Rasyid<br>Mahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN dan Pendiri GREAT Institute<br><br>Pada abad ke-20, kekuatan negara banyak ditentukan oleh penguasaan minyak, gas, mineral, jalur perdagangan, dan teknologi industri. Memasuki abad ke-21, peta kekuatan itu mulai berubah. Ketika dunia bergerak menuju ekonomi rendah emisi, karbon tidak lagi semata-mata dipahami sebagai persoalan lingkungan. Ia telah menjadi aset ekonomi, instrumen pembiayaan, sumber daya strategis, dan bahasa baru diplomasi global.<br><br>Perubahan itu bukan sekadar wacana. Bank Dunia mencatat bahwa pada 2026 terdapat 87 kebijakan penetapan harga karbon di berbagai negara. Lebih dari 29 persen emisi gas rumah kaca global telah tercakup dalam instrumen harga karbon. Pendapatan yang masuk ke anggaran publik dari pajak karbon dan sistem perdagangan emisi bahkan melampaui 107 miliar dollar AS pada 2025. Rata-rata harga karbon dunia mendekati 21 dollar AS per ton karbon dioksida ekuivalen.<br><br>Angka tersebut menunjukkan bahwa karbon telah memasuki pusat kebijakan ekonomi dunia.<br><br>Dalam konteks itu, pernyataan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat di Bandung menjadi relevan. Menurut Jumhur, kekuatan bangsa pada masa depan tidak hanya diukur dari besarnya cadangan sumber daya alam, tetapi dari kemampuan mengelolanya secara berkelanjutan. Ia menempatkan solusi berbasis alam dan pasar karbon berintegritas sebagai bagian dari jalan Indonesia menjadi green superpower.<br><br>Kata kuncinya bukan lagi cadangan, melainkan kapabilitas.<br><br>Modal Besar, Pasar Masih Kecil<br><br>Indonesia memiliki modal ekologis yang sulit ditandingi. Luas tutupan hutan Indonesia mencapai sekitar 95,5 juta hektare. Indonesia juga memiliki sekitar 3,44 juta hektare mangrove atau kurang lebih 23 persen dari total ekosistem mangrove dunia. Kekayaan tersebut menjadikan Indonesia memiliki posisi penting dalam pengendalian perubahan iklim global.<br><br>Namun, luasnya aset ekologis belum otomatis mencerminkan besarnya kekuatan ekonomi karbon.<br><br>Hingga 30 Juni 2026, Bursa <a href="https://www.halomedan.com/tag/karbon/" target="_blank">Karbon</a> Indonesia mencatat volume perdagangan kumulatif sekitar 1,98 juta ton karbon dioksida ekuivalen, dengan nilai transaksi Rp93,81 miliar dan 155 pengguna jasa.<br><br>Apabila nilai transaksi tersebut dihitung secara agregat, rata-ratanya hanya sekitar Rp47.500 per ton karbon dioksida ekuivalen. Angka itu memang tidak dapat diperlakukan sebagai harga acuan karena transaksi karbon terdiri atas beragam jenis unit dan mekanisme. Namun, ia tetap memberi gambaran bahwa kedalaman serta nilai ekonomi pasar karbon domestik masih relatif terbatas dibandingkan besarnya aset ekologis Indonesia.<br><br>Di sinilah tantangan sesungguhnya berada.<br><br>Indonesia jangan mengulangi pola lama pengelolaan sumber daya alam: memiliki bahan mentah, tetapi menyerahkan teknologi, pembiayaan, standardisasi, pembentukan harga, pasar, dan nilai tambah kepada pihak lain.<br><br>Dalam ekonomi hijau, pola tersebut dapat muncul dalam bentuk baru. Indonesia menjaga hutan dan mangrove. Masyarakat memelihara ekosistem. Daerah menanggung biaya konservasi. Namun, metodologi, lembaga verifikasi, pembiayaan, penilaian kualitas, dan harga karbon lebih banyak ditentukan oleh institusi di luar negeri.<br><br>Apabila itu terjadi, Indonesia mungkin menjadi pemasok kredit karbon besar, tetapi belum menjadi green superpower.<br><br>Dari Cadangan Menuju Kedaulatan<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/karbon/" target="_blank">Karbon</a> baru menjadi aset strategis apabila negara mampu menguasai seluruh rantai nilainya.<br><br>Indonesia harus mengetahui berapa besar potensi karbonnya, siapa pemegang haknya, bagaimana karbon diukur, siapa yang memverifikasi, dengan standar apa ia disertifikasi, di mana ia diperdagangkan, bagaimana harga terbentuk, serta ke mana manfaat ekonominya mengalir.<br><br>Tanpa penguasaan tersebut, Indonesia hanya menjadi pemilik cadangan, bukan pemilik nilai.<br><br>Kerangka kebijakan sebenarnya terus diperkuat. Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 mengatur penyelenggaraan Nilai Ekonomi <a href="https://www.halomedan.com/tag/karbon/" target="_blank">Karbon</a> dan pengendalian emisi gas rumah kaca nasional, termasuk perdagangan karbon, pembayaran berbasis kinerja, kerangka transparansi, registrasi, pemantauan, serta kelembagaan pengarah.<br><br>Indonesia juga telah membuka perdagangan karbon luar negeri. Pada saat peluncurannya pada Januari 2025, pemerintah mengotorisasi sekitar 1,78 juta ton karbon dioksida ekuivalen untuk perdagangan internasional. Sistem Registri Nasional, mekanisme pengukuran, pelaporan dan verifikasi, Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca, serta mekanisme penyesuaian dalam perdagangan internasional menjadi bagian dari instrumen pengaman untuk mencegah penghitungan dan klaim ganda.<br><br>Langkah tersebut penting. Namun, pasar bukan tujuan akhir.<br><br>Ukuran keberhasilan tidak cukup dilihat dari kenaikan volume transaksi. Pertanyaan yang lebih mendasar ialah apakah harga karbon mencerminkan kualitas aset ekologis Indonesia, apakah nilai tambah tetap berada di dalam negeri, apakah institusi nasional menguasai teknologi pengukuran dan verifikasi, serta apakah daerah dan masyarakat penjaga ekosistem memperoleh manfaat yang layak.<br><br>Pasar yang besar belum tentu menghasilkan kedaulatan.<br><br>Integritas adalah Modal Utama<br><br>Dalam ekonomi karbon, aset paling mahal sesungguhnya bukan karbon, melainkan kepercayaan.<br><br>Satu unit karbon hanya bernilai apabila pengurangan atau penyerapan emisinya nyata, terukur, dapat diverifikasi, tidak dihitung dua kali, serta tidak merusak hak masyarakat. Karena itu, integritas bukan sekadar tuntutan moral. Integritas adalah fondasi ekonomi dan reputasi.<br><br>Indonesia telah menunjukkan bahwa aksi iklim yang dapat diukur mampu menghasilkan nilai ekonomi. Melalui skema pembayaran berbasis hasil REDD+, Indonesia memperoleh komitmen sekitar 499,8 juta dollar AS, dengan sekitar 340,7 juta dollar AS telah disalurkan. Capaian itu menunjukkan bahwa data yang kredibel, penurunan emisi yang terverifikasi, dan tata kelola yang dipercaya dapat mengubah perlindungan hutan menjadi sumber pembiayaan pembangunan.<br><br>Namun, kapasitas tersebut harus diperluas.<br><br>Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu karbon, lembaga verifikasi nasional yang kredibel, teknologi pemantauan yang mandiri, pembiayaan domestik, serta sistem data yang berada dalam kendali negara.<br><br>Second Nationally Determined Contribution Indonesia menggunakan emisi bersih 2019 sebesar sekitar 1,145 miliar ton karbon dioksida ekuivalen sebagai tahun rujukan. Dokumen tersebut memproyeksikan puncak emisi nasional pada sekitar 2030 dan mempertahankan arah menuju emisi nol bersih pada 2060 atau lebih cepat.<br><br>Artinya, kebijakan karbon bukan proyek sampingan kementerian lingkungan. Ia merupakan bagian dari strategi pembangunan nasional.<br><br>Jangan Menjadi Koloni <a href="https://www.halomedan.com/tag/karbon/" target="_blank">Karbon</a><br><br>Indonesia juga harus mewaspadai risiko kolonialisme hijau.<br><br>Dalam skenario terburuk, negara berkembang hanya menjadi penyedia hutan, kawasan konservasi, dan kredit karbon bagi kebutuhan dekarbonisasi negara maju. Masyarakat lokal menjaga ekosistem dan menerima pembatasan terhadap ruang hidupnya, sedangkan nilai ekonomi terbesar dinikmati lembaga keuangan, konsultan, pengembang proyek, dan pembeli global.<br><br>Karena itu, hak atas karbon harus jelas. Data karbon harus berada dalam kendali sistem nasional. Kontrak jangka panjang harus melindungi kepentingan generasi mendatang. Manfaat ekonomi harus kembali kepada daerah dan masyarakat yang menjaga ekosistem.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/karbon/" target="_blank">Karbon</a> bukan sekadar angka dalam sertifikat. Ia melekat pada hutan, tanah, pesisir, ruang hidup, dan masa depan pembangunan Indonesia.<br><br>Green superpower pada akhirnya bukan gelar yang diberikan oleh forum internasional. Ia dibuktikan melalui kemampuan negara menguasai data, menentukan standar, menjaga integritas, membangun pasar yang dalam, mempertahankan nilai tambah, dan mengubah kekayaan ekologis menjadi daya tawar ekonomi serta geopolitik.<br><br>Indonesia telah memiliki modal alamnya.<br><br>Sekarang saatnya membangun kedaulatannya.<br><br>Indonesia tidak boleh hanya dikenal sebagai negeri yang kaya karbon.<br><br>Indonesia harus menjadi negara yang berdaulat atas karbon.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_4733_Kedaulatan-Karbon-dan-Jalan-Indonesia-Menjadi-Green-Superpower.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66264/kedaulatan-karbon-dan-jalan-indonesia-menjadi-green-superpower/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>