<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.halomedan.com/</link>
        <description>Halo Medan | Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Tue, 28 Apr 2026 00:59:55 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kepala UPTD Wilayah I Stabat Apresiasi Pemilik Lahan Kembalikan Kawasan Hutan Lindung Kepada Pemerintah</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 23:47:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kepala UPTD Wilayah I Stabat Apresiasi Pemilik Lahan Kembalikan Kawasan Hutan Lindung Kepada Pemerintah]]></title>
            <description><![CDATA[Kepala UPTD Wilayah I Stabat Apresiasi Pemilik Lahan Kembalikan Kawasan Hutan Lindung Kepada Pemerintah]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Langkat- Kepala UPTD Wilayah I <a href="https://www.halomedan.com/tag/stabat/" target="_blank">Stabat</a> Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumut, Sukendra Purba, mengaku sangat mengapresiasi pemilik lahan karena di lokasi tanah yang dimilikinya terdapat kawasan hutan lindung.<br>Bahkan pihanya telah menerima surat pernyataan dari Mimpin Ginting selaku pemilik sebahagian lahan kawasan hutan di Desa Bubun, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.<br><br>" Hari ini, Senin tanggal 27 April 2026 sekira pukul 10.00 WIB, Pak Mimpin datang ke kantor KPH Wilayah I  <a href="https://www.halomedan.com/tag/stabat/" target="_blank">Stabat</a> Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, ada menyerahkan surat pernyataan bahwa beliau ada menguasai kawasan hutan lebih kurang 5 hektar di Desa Bubun, kecamatan tanjung Pura, Kabupaten langkat," ujar, Sukendra, Senin, (27/4/2026). <br><br>Sukendra  menjelaskan, bahwa surat pernyataan lahan yang dikuasi Mimpin Ginting adalah hutan lindung dan menyatakan menyerahkan kembali kepada pemerintah. <br><br>" Jadi saat ini lahan yang dikuasi oleh Pak M Ginting tersebut adalah hutan lindung dan beliau membuat surat pernyataan bahwa kawasan hutan tersebut serta beliau juga menyerahkan kembali kepada pemerintah khususnya yang menangani kawasan hutan," ungkap Sukendra. <br><br>Dipaparkan  Sukendra, dalam waktu dekat ini pihaknya akan meninjau lokasi dan memetakan kawasan tersebut dan mencari solusinya. <br><br>" Dalam waktu dekat kami akan meninjau kawasan tersebut dan memetakan serta nanti kedepannya akan mencari solusi apabila memang lahan tersebut ada perladangan, ada solusi-solusi dari pemerintah khususnya dari Kementerian Kehutanan apakah dia dalam bentuk perhutanan sosial ataupun perizinan perhutanan lainnya," sebut Sukendra. <br><br>Dalam kesempatan tersebut Sukendra juga memberikan apresiasi kepada Mimpin Ginting pemilik lahan yang berada di kawasan hutan lebih kurang 5 hektar di Desa Bubun, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.<br><br>" Kedatangan masyarakat dengan kesadaran sendiri, kami memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada Pak Mimpin Ginting bahwa beliau dengan sadar, dikarenakan beliau juga sebelumnya tidak mengetahui lahan yang dia kuasainya adalah kawasan hutan," jelas Sukendra. <br><br>Setelah beliau mengetahui, sambung Sukendra, bahwa lahan tersebut adalah kawasan hutan pemilik lahan datang dengan sadar ke kantor Wilayah I <a href="https://www.halomedan.com/tag/stabat/" target="_blank">Stabat</a> Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumut dan menyerahkannya kepada pemerintah.<br><br>" Kami juga menghimbau kepada masyarakat yang menguasai kawasan hutan di Kabupaten Langkat dan Deli Serdang tidak sesuai aturan, harapan kami agar memberi tahu dan kami akan memberi solusi, " pungkas Sukendra.<br><br>Secara terpisah Mimpin Ginting juga menjelaskan bahwa lahan seluas 15 Hektare ini dibelinya sekitar tahun 2017 dari pemilik lahan bernama B Hasibuan warga Pematang Serai Kecamatan Tanjung Pura dan dirinya juga korban karena membeli lahan yang ternyata sebahagian ada masuk dalam kawasan hutan lindung.<br>" Sebenarnya saya juga korban, karena sebahagian lahan tersebut yang saya beli 9 tahun lalu, sebelumnya diakui penjualnya tidak ada masalah dan tidak ada masuk dalam kawasan hutan lindung dan saya juga bukan Korporasi," ujar Mimpin.<br><br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/04/_1043_Kepala-UPTD-Wilayah-I-Stabat-Apresiasi-Pemilik-Lahan-Kembalikan-Kawasan-Hutan-Lindung-Kepada-Pemerintah.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65550/kepala-uptd-wilayah-i-stabat-apresiasi-pemilik-lahan-kembalikan-kawasan-hutan-lindung-kepada-pemerintah/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">BWI Sumut Bicara Soal Kenaziran, Ini kata H Solehuddin</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 23:10:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[BWI Sumut Bicara Soal Kenaziran, Ini kata H Solehuddin]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN, halomedan.com Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sumatera Utara, H. Solehuddin, SH., M.S menegaskan bahwa proses penggantian nazir yan]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN, halomedan.com</p> Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sumatera Utara, H. Solehuddin, SH., M.S menegaskan bahwa proses penggantian nazir yang meninggal dunia atau berhalangan tetap harus mengikuti mekanisme hukum yang berlaku dan tidak bisa dilakukan secara sepihak.<br>Penegasan itu disampaikannya di Medan, Senin (27/4/2026), guna memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pengelolaan wakaf, terutama pada aset masjid, tanah wakaf, dan harta wakaf lainnya agar tetap terlindungi secara hukum.<br>Solehuddin menjelaskan, apabila salah satu anggota nazir tidak lagi dapat menjalankan tugasnya, maka dalam waktu paling lambat 30 hari, nazir yang masih aktif harus menggelar musyawarah untuk menentukan calon pengganti.<br>&quot;Hasil musyawarah tersebut diajukan ke KUA, kemudian diteruskan ke BWI untuk ditetapkan secara resmi sesuai kewenangan wilayah,&quot; ujarnya.<br>Ia menambahkan, kewenangan penetapan penggantian nazir ditentukan berdasarkan luas objek wakaf. Untuk skala kecil menjadi kewenangan BWI kabupaten/kota, skala menengah di tingkat provinsi, dan skala besar oleh BWI pusat.<br>Ketentuan ini mengacu pada Peraturan BWI Nomor 3 Tahun 2008 yang menegaskan bahwa proses pemberhentian dan penggantian nazir harus melalui prosedur resmi, bukan keputusan informal.<br>Di sisi lain, Solehuddin mengakui masih banyak persoalan wakaf di Sumatera Utara. Bahkan, masih ditemukan masjid yang telah berdiri puluhan hingga ratusan tahun namun belum memiliki nazir resmi.<br>&quot;Tanpa nazir, pengelolaan wakaf tidak memiliki kepastian hukum. Padahal nazir berperan penting dalam menjaga, mengamankan, dan mengembangkan aset wakaf,&quot; jelasnya.<br>Ia juga mengingatkan bahwa harta wakaf tidak boleh diperjualbelikan atau dialihkan kepemilikannya, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.<br>Menurutnya, pengelolaan wakaf harus bersifat produktif. Pokok harta tidak boleh berkurang, namun hasil pengelolaannya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umat. Dari hasil tersebut, maksimal 10 persen dapat menjadi hak nazir.<br>&quot;Harta wakaf tidak boleh statis. Harus dikelola agar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,&quot; katanya.<br>Solehuddin pun mengingatkan bahwa tugas sebagai nazir bukan hal yang sepele karena menyangkut amanah besar, baik secara hukum maupun moral.<br>&quot;Ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan amanah,&quot; pungkasnya.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/04/_6591_BWI-Sumut-Bicara-Soal-Kenaziran--Ini-kata-H-Solehuddin.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65549/bwi-sumut-bicara-soal-kenaziran-ini-kata-h-solehuddin/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Bekasi&ndash;Jakarta Tabrakan di Bekasi Timur, Penumpang Dievakuasi</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 23:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Bekasi–Jakarta Tabrakan di Bekasi Timur, Penumpang Dievakuasi]]></title>
            <description><![CDATA[KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Bekasi&ndashJakarta Tabrakan di Bekasi Timur, Penumpang Dievakuasi]]></description>
            <content><![CDATA[<br>BEKASI&mdash; <a href="https://www.halomedan.com/tag/kereta/" target="_blank">Kereta</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/api/" target="_blank">api</a> jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL lintas Bekasi&ndash;Jakarta terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.<br>Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 21.51 WIB, proses evakuasi penumpang berlangsung di tengah kondisi gelap dengan penerangan terbatas. Petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat terlihat mengevakuasi sejumlah penumpang KRL menggunakan peralatan darurat.<br>Beberapa penumpang dibantu keluar dari gerbong dan diarahkan menuju kendaraan evakuasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sejumlah petugas juga tampak berjaga di sekitar lokasi untuk mengamankan area kejadian.<br>Belum diketahui secara pasti kronologi kecelakaan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penanganan di lokasi dan belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah korban maupun penyebab insiden.<br>Arus perjalanan kereta di lintas tersebut dilaporkan terganggu akibat kejadian ini. Penumpang diimbau untuk mencari informasi terbaru terkait perjalanan melalui kanal resmi operator kereta.<br>Pihak terkait masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kecelakaan serta dampak yang ditimbulkan. Informasi lebih lanjut akan diperbarui seiring perkembangan di lapangan.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/04/_6169_KA-Argo-Bromo-Anggrek-dan-KRL-Bekasi-ndash-Jakarta-Tabrakan-di-Bekasi-Timur--Penumpang-Dievakuasi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65548/ka-argo-bromo-anggrek-dan-krl-bekasindashjakarta-tabrakan-di-bekasi-timur-penumpang-dievakuasi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pertama di Indonesia, Bank Sumut&ndash;Pemko Medan Luncurkan QRESTO, Pajak Horeka Kini Masuk Kas Daerah Seketika</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 22:05:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pertama di Indonesia, Bank Sumut–Pemko Medan Luncurkan QRESTO, Pajak Horeka Kini Masuk Kas Daerah Seketika]]></title>
            <description><![CDATA[Medan  PT Bank Sumut bersama Pemerintah Kota Medan resmi meluncurkan Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization (QREST]]></description>
            <content><![CDATA[Medan - PT Bank Sumut bersama Pemerintah Kota Medan resmi meluncurkan Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization (QRESTO), inovasi digital yang membuat pajak hotel, restoran, dan kafe (horeka) langsung masuk ke kas daerah saat transaksi terjadi, Senin (27/4). Skema ini menjadi yang pertama di Indonesia.<br><br>Langkah ini mempertegas posisi Bank Sumut sebagai pionir digitalisasi keuangan daerah sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di sisi lain, Pemko Medan tampil sebagai daerah pelopor yang berani mendorong transparansi pengelolaan pajak berbasis teknologi.<br><br>QRESTO bekerja dengan memanfaatkan sistem QRIS yang sudah akrab di masyarakat. Bedanya, setiap transaksi pembayaran otomatis memisahkan 10 persen pajak dan langsung menyetorkannya ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kota Medan tanpa pelaporan manual, tanpa jeda waktu.<br><br>Direktur Teknologi Informasi dan Operasional PT Bank Sumut, Sandhy Sofian mengatakan inovasi ini bukan sekadar pengembangan sistem pembayaran. Selama ini, pemungutan pajak restoran masih mengandalkan sistem self-assessment yang bergantung pada pelaporan wajib pajak. Skema tersebut kerap menghadapi tantangan, mulai dari keterlambatan hingga potensi ketidaksesuaian data. QRESTO hadir memutus celah itu dengan sistem otomatis yang bekerja dalam hitungan detik.<br><br>&quot;QRESTO adalah komitmen kami untuk memastikan setiap rupiah pajak daerah tercatat, tersalurkan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan real-time,&quot; ujar Sandhy.<br><br>Tak hanya itu, QRESTO juga terintegrasi dengan sistem Smartax milik Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan. Proses administrasi seperti penerbitan Surat Tanda Setoran (STS) berlangsung otomatis, sementara seluruh data transaksi dapat dipantau secara real-time melalui dashboard.<br><br>Sandhy juga mengajak seluruh pemerintah daerah untuk mulai menerapkan QRESTO sebagai bagian dari program digitalisasi keuangan pemerintah yang lebih akuntabel.<br><br>Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menilai kehadiran QRESTO sebagai jawaban atas kebutuhan transparansi publik.<br><br>&quot;Masyarakat berhak tahu bahwa pajak yang mereka bayar benar-benar kembali ke daerah. Dengan sistem ini, begitu transaksi terjadi, pajak langsung masuk ke kas daerah di hari yang sama,&quot; kata Rico.<br><br>Rico menekankan, QRESTO tidak hanya memperkuat akuntabilitas, tetapi juga membangun kepercayaan publik sekaligus mendorong kepatuhan wajib pajak. Pemko Medan bahkan akan memberikan penanda khusus bagi restoran pengguna QRESTO sebagai simbol usaha yang transparan dan berintegritas.<br><br>Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Rudy Brando Hutabarat, menyebut inovasi ini sebagai contoh konkret pemanfaatan teknologi untuk memperkuat fiskal daerah.<br><br>&quot;Kalau sebelumnya pajak baru masuk sekitar satu bulan, sekarang bisa real-time. Ini lompatan besar untuk memastikan potensi PAD tidak hilang,&quot; ujar Rudy.<br><br>Rudy merangkum manfaat QRESTO dalam empat kata kunci: Cepat, Utuh, Akurat, dan Nyaman (CUAN). Implementasinya pun akan diperluas ke seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara, dengan peluang replikasi secara nasional.<br><br>Dengan lebih dari 4.000 restoran dan kafe di Medan, potensi pajak dari sektor horeka sangat besar. Melalui QRESTO, Bank Sumut dan Pemko Medan menargetkan peningkatan signifikan pada kepatuhan wajib pajak, percepatan penerimaan PAD, serta transparansi penuh yang dapat diaudit kapan saja.<br><br>Peluncuran yang digelar di Restoran Sushi Tei itu juga disertai uji coba langsung. Transaksi dilakukan saat itu juga, dan pajak terbukti langsung masuk ke RKUD Kota Medan secara real-time menjadi bukti nyata bahwa sistem ini siap diimplementasikan luas.<br><br>Ke depan, kolaborasi Bank Sumut dan Pemko Medan melalui QRESTO diharapkan menjadi standar baru pengelolaan pajak daerah di Indonesia: cepat, transparan, dan berpihak pada kepentingan publik.<br>Red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/04/_4344_Pertama-di-Indonesia--Bank-Sumut-ndash-Pemko-Medan-Luncurkan-QRESTO--Pajak-Horeka-Kini-Masuk-Kas-Daerah-Seketika.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/ekbis/65547/pertama-di-indonesia-bank-sumutndashpemko-medan-luncurkan-qresto-pajak-horeka-kini-masuk-kas-daerah-seketika/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Transformasi di Balik Jeruji: Menakar Asa 62 Tahun Bakti Pemasyarakatan</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 21:35:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Transformasi di Balik Jeruji: Menakar Asa 62 Tahun Bakti Pemasyarakatan]]></title>
            <description><![CDATA[Transformasi di Balik Jeruji Menakar Asa 62 Tahun Bakti PemasyarakatanOleh Abdullah RasyidMahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDNStaf ]]></description>
            <content><![CDATA[<a href="https://www.halomedan.com/tag/transformasi/" target="_blank">Transformasi</a> di Balik Jeruji: Menakar Asa 62 Tahun Bakti Pemasyarakatan<br><br>Oleh: Abdullah Rasyid<br>*Mahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN<br>*Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan<br><br>Tepat pada hari ini, 27 April 2026, Korps Pemasyarakatan merayakan usianya yang ke-62. Bukan sekadar seremoni rutin, peringatan tahun ini memikul beban sejarah sekaligus harapan baru di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Jika menilik ke belakang, perjalanan dari sistem kepenjaraan kolonial menuju sistem pemasyarakatan yang humanis adalah sebuah evolusi mentalitas yang luar biasa.<br>Optimisme ini bukan tanpa dasar. Di tengah kritik klasik mengenai *overcrowding*, Kemenimipas hadir dengan 15 Program Aksinya yang menjadi kompas baru dalam menavigasi arah pembinaan narapidana di Indonesia.<br><br>Mengubah Paradigma: Dari Hukuman ke Produktivitas<br><br>Visi yang diusung dalam 15 program aksi tersebut secara gamblang menggeser fokus dari sekadar "penjagaan" menjadi "pemberdayaan". Poin-poin krusial seperti peningkatan kualitas pembinaan kemandirian dan integrasi warga binaan ke dalam pasar kerja, menunjukkan bahwa negara tidak lagi memandang narapidana sebagai beban sosial, melainkan aset yang sedang "diservis" untuk kembali produktif.<br>&gt; "Hukum bukan lagi sarana balas dendam, melainkan jembatan bagi kemanusiaan untuk memperbaiki diri."<br>&gt; <br>Langkah optimistis ini tercermin dalam beberapa pilar utama:<br><br>Rehabilitasi Berbasis Data: Melalui penguatan sistem informasi pemasyarakatan, klasifikasi narapidana menjadi lebih presisi, memastikan program pembinaan tepat sasaran sesuai profil risiko dan bakat.<br><br>Ketahanan Pangan dan Karya: Sejalan dengan misi kedaulatan pangan, keterlibatan warga binaan dalam sektor agrikultur dan manufaktur bukan hanya soal efisiensi anggaran, tapi soal memulihkan harga diri mereka melalui karya nyata.<br><br>Transparansi dan Antikorupsi: Komitmen dalam program aksi untuk membersihkan institusi dari praktik pungli dan peredaran narkoba di dalam Lapas adalah pondasi utama agar kepercayaan publik (public trust) kembali tegak.<br><br>Tantangan Menuju Kemandirian<br><br>Tentu, optimisme ini harus dibarengi dengan konsistensi. Implementasi 15 program aksi tersebut menuntut sinergi lintas sektoral. Kita tidak bisa mengharapkan perubahan jika sektor swasta dan masyarakat masih menutup pintu bagi para mantan narapidana. <br>Program Reintegrasi Sosial yang dicanangkan harus dipandang sebagai tanggung jawab kolektif, bukan hanya tugas sipir di balik tembok tinggi.<br><br>Momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 ini seharusnya menjadi titik balik di mana Lapas benar-benar menjadi "Laboratorium Kemanusiaan". <br>Jika 15 program aksi ini dijalankan dengan integritas yang teguh, maka bayang-bayang kelam penjara akan berganti dengan wajah baru pemasyarakatan yang lebih cerah, modern, dan bermartabat.<br><br>Selamat Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62. <br>Mari kita kawal transformasi ini agar jargon "Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat" benar-benar dirasakan oleh mereka yang sedang berupaya menebus kesalahan demi masa depan Indonesia yang lebih baik.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/04/_5792_Transformasi-di-Balik-Jeruji--Menakar-Asa-62-Tahun-Bakti-Pemasyarakatan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65546/transformasi-di-balik-jeruji-menakar-asa-62-tahun-bakti-pemasyarakatan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Petugas PAB BRILink  Kunjungan ke Agen BRILink Untuk Menawarkan Produk Asuransi Jiwa</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 20:22:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Petugas PAB BRILink  Kunjungan ke Agen BRILink Untuk Menawarkan Produk Asuransi Jiwa]]></title>
            <description><![CDATA[Petugas PAB BRILink  Kunjungan ke Agen BRILink Untuk Menawarkan Produk Asuransi Jiwa]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>PALAS - Petugas PAB BRILink melaksanakan kunjungan bersama ke agen -agen BRILink untuk menawarkan produk asuransi jiwa dari BRILife.<br><br>Penawaran asuransi jiwa berupa asuransi Aurora Plus merupakan asuransi jiwa murni dengan uang pertanggungan (UP ) maksimal 5 miliar yang premi mulai dari 6 juta per tahun.<br><br>Pimpinan Cabang BRi Branch Office Sibuhuan, Dedi Harpian,As, Senin(27/4/2026),mengatakan penawaran asuransi jiwa ini juga mengcover nasabahnya selama 8 tahun,dengan tenor pembayaran premi selama 5 tahun berturut -turut.<br><br>"Kunjungan ke agen -agen BRILink ini untuk menawarkan produk asuransi jiwa Aurora Plus dari BRILife," terangnya.<br><br>Dikatakan, manfaat keunggulan asuransi Aurora Plus sebagai salah satu produk asuransi jiwa untuk manfaat perlindungan jiwa oleh nasabah BRI.<br><br>Kata Dedi Harpian, selain menawarkan manfaat perlindungan jiwa, asuransi ini juga menawarkan manfaat penyakit kritis.Jenis penyakit kritis yang ditanggung Aurora Plus antara lain, penyakit kanker, serangan jantung, stroke, gagal ginjal dan hepatitis fulminan.<br><br>Lanjut Dedi Harpian, perlindungan kepada nasabah terkena penyakit kritis 50 persen dari uang pertanggungan akan dicairkan, sementara manfaat untuk meninggal dunia atas risiko apapun,akan diberikan sebesar 100 persen dari uang pertanggungan.<br><br>Sebaliknya, sambungnya keunggulan lain dari asuransi Aurora Plus adalah jika tertanggung masih hidup hingga akhir masa asuransi,maka pemegang polis dapat menerima pengembalian premi sebesar 105 % dari total premi yang dibayarkan akan dilakukan ditahun kedelapan.<br><br>Dengan mengikuti program perlindungan dari Aurora Plus, nasabah tidak perlu mengkhawatirkan dana premi yang telah dibayarkan sia-sia. Sebab Aurora Plus menyediakan manfaat pengembalian premi, sehingga nasabah BRI tetap mendapatkan manfaat pada masa akhir perlindungan, tambahnya.<br><br>Keunggulan asuransi Aurora Plus mampu memberikan manfaat uang pertanggungan hingga Rp5 miliar," pungkasnya.<br><br>Keterangan Photo : Petugas BRILink melakukan kunjungan bersama ke agen -agen BRILink untuk menawarkan produk asuransi jiwa.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/04/_3977_Petugas-PAB-BRILink--Kunjungan-ke-Agen-BRILink-Untuk-Menawarkan-Produk-Asuransi-Jiwa.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/65545/petugas-pab-brilink-kunjungan-ke-agen-brilink-untuk-menawarkan-produk-asuransi-jiwa/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tani Merdeka Sumut Gelar Festival Pasar Hewan &ldquo;Bobot Extreme&rdquo; ke-V di Pematang Siantar</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 15:03:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tani Merdeka Sumut Gelar Festival Pasar Hewan “Bobot Extreme” ke-V di Pematang Siantar]]></title>
            <description><![CDATA[Pematang Siantar  Tani Merdeka Indonesia wilayah Sumatera Utara kembali menggelar Festival Pasar Hewan bertajuk &quotBobot Extreme&quot. ]]></description>
            <content><![CDATA[Pematang Siantar | <a href="https://www.halomedan.com/tag/tani/" target="_blank">Tani</a> Merdeka Indonesia wilayah Sumatera Utara kembali menggelar Festival Pasar Hewan bertajuk &quot;Bobot Extreme&quot;. Memasuki pelaksanaan ke-V, kegiatan ini akan digelar pada Minggu, 10 Mei 2026 di Lakerkam, Blok III Bah Sorma.<br><br>Ketua <a href="https://www.halomedan.com/tag/tani/" target="_blank">Tani</a> Merdeka Sumut, Gusmiyadi, mengatakan festival tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan membantu peternak meningkatkan penjualan hewan kurban.<br>&quot;Ini sudah yang ke-V dan rutin kita laksanakan setiap tahun. Tujuannya jelas, untuk membantu penjualan hewan kurban peternak,&quot; ujar Gusmiyadi.<br>Selain sebagai ajang transaksi, lanjutnya, festival ini juga menjadi sarana edukasi bagi peternak dan masyarakat terkait kualitas hewan ternak yang layak kurban.<br><br>Gusmiyadi yang juga anggota DPRD Sumut Komisi A menambahkan, dalam kegiatan ini akan dilakukan penilaian untuk kategori sapi, kambing, dan domba dengan sejumlah kriteria, mulai dari kesehatan, kepatuhan standar, hingga performa fisik hewan.<br><br>&quot;Termasuk juga ada fokus pada jenis sapi PO Brahman yang memiliki <br>kualitas unggul,&quot; jelasnya.<br><br>Ia berharap kegiatan ini dapat mempertemukan langsung peternak dan pembeli, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat menjelang momentum Idul Adha.<br><br>Panitia pun mengajak masyarakat untuk hadir dan meramaikan Festival Pasar Hewan &quot;Bobot Extreme&quot; yang memadukan unsur edukasi, ekonomi, dan hiburan tersebut.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/04/_4427_Tani-Merdeka-Sumut-Gelar-Festival-Pasar-Hewan--ldquo-Bobot-Extreme-rdquo--ke-V-di-Pematang-Siantar.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65544/tani-merdeka-sumut-gelar-festival-pasar-hewan-ldquobobot-extremerdquo-kev-di-pematang-siantar/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Luar Biasa! 317 Peserta UKT Taekwondo Sumut, Terbanyak di Luar Jawa</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 21:44:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Luar Biasa! 317 Peserta UKT Taekwondo Sumut, Terbanyak di Luar Jawa]]></title>
            <description><![CDATA[Medan &ampndash Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) mengaku terkejut dengan membludaknya jumlah peserta Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) DAN]]></description>
            <content><![CDATA[Medan &ndash; Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) mengaku terkejut dengan membludaknya jumlah peserta Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) DAN dan High Kukkiwon yang digelar Pengprov TI Sumatera Utara, Ahad (26/4), di Politeknik Penerbangan (Poltekbang) kawasan Jalan Jamin Ginting.</p><br>Penguji PBTI, Master Harikus Wahyudi, menyebut jumlah peserta kali ini mencetak rekor di luar Pulau Jawa.</p><br>"Ini pecah rekor di luar Pulau Jawa. Jumlah peserta UKT DAN mencapai 317 orang, angka yang sangat fantastis. Biasanya tidak sampai 200 peserta," ujarnya.</p><br>Menurutnya, tingginya antusiasme ini menjadi indikator positif bagi perkembangan taekwondo di Sumatera Utara. Dengan semakin banyaknya peserta UKT, diharapkan pembinaan atlet dapat berjalan lebih cepat dan merata.</p><br>Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut yang diwakili Maimun menyatakan pihaknya mendukung penuh kegiatan taekwondo.</p><br>"Cabang olahraga ini sangat aktif dalam berbagai kegiatan. Semoga melalui UKT ini lahir lebih banyak atlet berprestasi," katanya.</p><br>Hal senada disampaikan perwakilan Ketua KONI Sumut, Prof. Indra Kasih. Ia berharap peningkatan jumlah atlet dapat berdampak pada prestasi di ajang nasional.</p><br>"Kita berharap ke depan, khususnya di PON mendatang, Sumut bisa menyumbangkan lebih banyak medali emas," ujarnya.</p><br>Ketua Pengprov TI Sumut, H. Hamdani Syahputra, didampingi Ketua Panitia Sanim Sumarno, merinci jumlah peserta UKT. Dari total 317 peserta, sebanyak 211 mengikuti DAN 1, 62 peserta DAN 2, 25 peserta DAN 3, lima peserta DAN 4, dan 14 peserta DAN 5.<br>"Kami sangat bersyukur dengan antusiasme ini. Ada 14 daerah yang berpartisipasi, di antaranya Medan, Deli Serdang, Binjai, Labuhan Batu, dan Langkat," ungkapnya.</p><br>Rangkaian Program PBTI Series<br>Sekretaris Pengprov TI Sumut, Tulus Abdiansyah, menjelaskan bahwa kegiatan UKT ini merupakan bagian dari rangkaian program PBTI di Sumatera Utara.</p><br>"Sebelumnya, PBTI telah menggelar event PBTI Series Satria Nusantara bertaraf internasional pada 17&ndash;19 April. Kali ini dilanjutkan dengan ujian kenaikan tingkat," jelasnya.</p><br>Ia menambahkan, ajang PBTI Series tersebut diikuti ribuan peserta, termasuk atlet dari beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina.<br>"Semoga atlet Sumatera Utara bisa belajar dari gaya bertanding negara lain, sehingga ke depan tidak canggung saat menghadapi lawan dari luar negeri," pungkasnya.red</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/04/_9902_Luar-Biasa--317-Peserta-UKT-Taekwondo-Sumut--Terbanyak-di-Luar-Jawa.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/olahraga/65543/luar-biasa-317-peserta-ukt-taekwondo-sumut-terbanyak-di-luar-jawa/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 20:57:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma]]></title>
            <description><![CDATA[JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Oleh: Dr. <a href="https://www.halomedan.com/tag/teguh/" target="_blank">Teguh</a> Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)*<br><br>KITA hidup di era ketika kecepatan mengalahkan kedalaman, dan sensasi mengalahkan substansi. Disrupsi digital yang semula dijanjikan sebagai demokratisasi informasi justru melahirkan paradoks: ruang publik semakin bising, tetapi semakin miskin makna.<br><br>Dominasi algoritma media sosial telah mengubah cara masyarakat Indonesia memproduksi dan mengonsumsi informasi. Algoritma tidak peduli pada kebenaran. Ia hanya peduli pada engagement: klik, komentar, dan share.<br><br>Akibatnya, muncul fenomena yang saya sebut &quot;budak algoritma&quot;. Kita bukan lagi pengguna platform, melainkan pekerja sukarela yang terus memberi makan mesin dengan emosi, amarah, dan drama. Sebab hanya itulah yang membuat algoritma menghujani kita dengan spotlight di atas panggung.<br><br>Dalam logika algoritma, yang viral belum tentu benar. Yang benar belum tentu viral. Dan perlahan, masyarakat kita mulai percaya bahwa yang viral itulah kebenaran. Dramatisasi menjadi mata uang baru diskursus publik.<br><br>Kasus pemotongan pernyataan Jusuf Kalla tentang konflik Poso adalah contoh terbaru tentang hal ini. Dalam sebuah forum rekonsiliasi, JK menjelaskan akar konflik Poso yang kompleks: ada faktor politik, ekonomi, ketimpangan, dan provokasi. Beliau menegaskan konflik itu bukan semata-mata agama.<br><br>Kalimat JK dipotong. Diambil hanya bagian saat beliau menyebut &quot;ada kelompok dari luar yang membawa simbol agama&quot;. Potongan 11 detik itu kemudian dijahit dengan gambar kerusuhan lama. Narasi baru yang dikembangkan: &quot;JK tuduh umat agama tertentu biang kerusuhan Poso&quot;. Tentu ini menyesatkan lagi membahayakan.<br><br>Potongan itu viral. Akun-akun anonim menyebarkannya dengan tagar provokatif. JK diframe sebagai tokoh yang melahirkan kebencian berdasarkan agama. Padahal konteks utuh pidato JK justru mengajak belajar dari kisah buruk di masa lalu untuk mempertahankan rekonsiliasi dan menolak stigmatisasi agama.<br><br>Apa yang dilakukan penyebar &quot;narasi baru&quot; kisah kerusuhan Poso bukan sekadar misinformasi. Ini malinformasi yang disengaja: mengambil fakta parsial untuk menciptakan kebohongan utuh. Tujuannya bukan mencari kebenaran, tapi menciptakan musuh bersama demi trafik dan mobilisasi kebencian.<br><br>Pakar komunikasi Marshall McLuhan pernah mengingatkan, &quot;The medium is the message&quot;. Di era algoritma, kalau kita pertajam pesannya jadi begini: &quot;The algorithm is the message&quot;. <br><br>Kata Profesor University of Toronto, Kanada ini, bentuk lebih menentukan daripada isi. Video 15 detik yang memancing marah mengalahkan esai 1.500 kata yang membuka diskursus dan mengajak berpikir.<br><br>Filsuf Harry Frankfurt dalam esai &quot;On Bullshit&quot; (2005) pernah menulis perbedaan antara &quot;pembohong&quot; dan &quot;pembual&quot;. Tulis Profesor Emeritus Princeton University itu kira-kira &quot;pembohong&quot; masih peduli pada kebenaran, karena ia harus tahu yang benar untuk menyembunyikannya. Sementara &quot;pembual&quot; tidak peduli sama sekali pada kebenaran. Ia hanya peduli efek. Dalam konteks inilah, kesetiaan pada algoritma dapat kita katakan telah melahirkan jutaan pembual digital.<br><br>Dilema komunikasi publik hari ini adalah ketika publik lebih nyaman dengan ilusi yang memuaskan biasnya daripada kebenaran yang menuntutnya berpikir. Dengan sendirinya demokrasi deliberatif menjadi mustahil. Ruang publik berubah jadi arena gladiator emosi.<br><br>Media arus utama pun terkadang tidak imun. Tekanan trafik memaksa sebagian redaksi ikut dalam perlombaan dramatisasi. Judul dibuat menjebak. Potongan video diunggah tanpa verifikasi konteks. Fungsi jurnalisme bergeser dari watchdog menjadi clickdog.<br><br>Padahal, menurut Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dalam buku mereka yang kerap kita jadikan rujukan, &quot;The Elements of Journalism (2001, 2014), kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran.<br><br>Kebenaran di sini jelas bukan kebenaran versi algoritma, tapi kebenaran faktual yang diusahakan diketahui melalui disiplin verifikasi. <br><br>Filsuf Jerman J&uuml;rgen Habermas yang baru meninggalkan kita mengatakan bahwa ruang publik idealnya adalah arena di mana warga negara berdebat secara rasional demi kepentingan bersama. Sementara hari ini, bila memakai ukuran Profesor Emeritus dari Goethe University Frankfurt itu, ruang dibajak oleh filter bubble dan echo chamber. Dalam praktiknya, kita hanya mendengar apa yang ingin kita dengar.<br><br>Akibatnya, diskursus tidak lagi membangun pemahaman, tapi memperkuat polarisasi. <br><br>Kasus pelintiran cerita tentang kerusuhan Poso di atas menunjukkan bagaimana satu kalimat yang dipelintir bisa memantik ulang luka lama. Yang dirugikan bukan hanya JK, tapi perdamaian yang sudah susah payah dibangun di Sulawesi Tengah.<br><br>Menjadi &quot;budak algoritma&quot; berarti kita rela kehilangan otonomi berpikir. Kita bereaksi, bukan merefleksi. Kita meneruskan, bukan memeriksa. Kita menghakimi, bukan memahami. Ini krisis epistemik yang serius bagi kebangsaan.<br><br>Peran Pers Semakin Krusial<br><br>Di titik inilah pers harus mengambil posisi. Pers tidak boleh menjadi bagian dari masalah. Pers harus kembali menjadi penjernih ruang publik. Fungsi kurasi, verifikasi, dan klarifikasi adalah vaksin terhadap pandemi disinformasi.<br><br>Profesor Emeritus Wharton School, University of Pennsylvania, Edward S. Herman dan Profesor Emeritus MIT Noam Chomsky  dalam &quot;Manufacturing Consent: The Political Economy of the Mass Media&quot; (1988, 2002) pernah mengkritik media yang tunduk pada kuasa.<br><br>Hari ini tantangan yang dihadapi media semakin bertambah: algoritma menjasi bentuk kuasa baru. Tunduk pada algoritma berarti tunduk pada logika pasar amarah.<br><br>JMSI sejak awal menegaskan bahwa media siber anggota wajib berpegang pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Media Siber. Tidak ada toleransi bagi media yang sengaja memotong konteks demi dramatisasi. Itu bukan jurnalisme. Itu propaganda.<br><br>Memulihkan ruang publik butuh keberanian. Keberanian untuk tidak ikut viral, ketika viral itu dibangun di atas kebohongan. Keberanian untuk kalah cepat, asal menang benar. <br><br>Filsuf kelahiran Hannah Arendt pernah berpesan dalam &quot;Truth and Politics&quot; (1967): &quot;Kebenaran faktual, jika hilang, maka hilang pula ruang bersama kita&quot;.<br><br>Jika pers menyerah, dan ikut menjadi budak algoritma, maka tidak ada lagi benteng terakhir bagi akal sehat bangsa. []]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/04/_8827_JK--Kerusuhan-Poso--dan-Dramatisasi-di-Era-Algoritma.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/65542/jk-kerusuhan-poso-dan-dramatisasi-di-era-algoritma/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">HKBN 2026, PMI Kota Medan Ajak Masyarakat Perkuat Budaya Siaga Bencana</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 18:43:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[HKBN 2026, PMI Kota Medan Ajak Masyarakat Perkuat Budaya Siaga Bencana]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN &ndash Hari ini, 26 April 2026, masyarakat Indonesia kembali memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN). Momentum tahuna]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN &ndash; Hari ini, 26 April 2026, masyarakat Indonesia kembali memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN). Momentum tahunan ini dimanfaatkan untuk mengingatkan pentingnya kesiapan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.</p>Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, Dr. H. Musa Rajekshah, menegaskan bahwa peringatan HKBN harus menjadi pengingat kolektif bagi masyarakat agar tidak lengah terhadap ancaman bencana, baik yang bersifat alam maupun non-alam.<br>Dalam keterangannya kepada pers, ia menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, mulai dari gempa bumi, banjir, kebakaran, hingga bencana hidrometeorologi lainnya. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk terus meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan.</p><br>&quot;Peringatan HKBN ini mengingatkan kita untuk meningkatkan kesadaran dan membangun budaya siaga di tengah masyarakat Indonesia dalam menghadapi potensi bencana,&quot; ujar Anggota DPR dari Fraksi Golkar ini.</p><br>Ia menambahkan, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, edukasi sejak dini, pelatihan kebencanaan, serta simulasi evakuasi harus terus digencarkan agar masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai saat menghadapi situasi darurat.</p><br>PMI Kota Medan, lanjutnya, secara konsisten melakukan berbagai program peningkatan kapasitas masyarakat, seperti pelatihan pertolongan pertama, manajemen bencana berbasis komunitas, hingga pembentukan relawan siaga di tingkat kelurahan.<br>Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan juga menjadi kunci dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif dan terintegrasi.</p><br>&quot;Sinergi semua pihak sangat penting agar upaya mitigasi dan respons bencana dapat berjalan cepat dan tepat,&quot; kata Ijeck sapaan yang juga Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumut ini</p><br>Pada peringatan HKBN tahun ini, berbagai kegiatan juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran publik, seperti simulasi evakuasi mandiri, kampanye edukasi kebencanaan, serta penyebaran informasi terkait langkah-langkah keselamatan saat terjadi bencana.<br>Ia berharap, melalui peringatan HKBN, masyarakat tidak hanya memahami risiko bencana, tetapi juga mampu mengambil langkah preventif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.</p><br>&quot;Kita ingin masyarakat tidak panik saat bencana terjadi, tetapi justru mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi,&quot; pungkasnya.</p><br>Dengan semangat Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, diharapkan budaya siaga bencana semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia, sehingga mampu menciptakan komunitas yang tangguh dan siap menghadapi berbagai ancaman di masa depan.red/ag</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/04/_2831_HKBN-2026--PMI-Kota-Medan-Ajak-Masyarakat-Perkuat-Budaya-Siaga-Bencana.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65541/hkbn-2026-pmi-kota-medan-ajak-masyarakat-perkuat-budaya-siaga-bencana/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PAN Sumut Mantapkan Konsolidasi, Targetkan Zulhas Jadi Wapres 2029</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 17:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PAN Sumut Mantapkan Konsolidasi, Targetkan Zulhas Jadi Wapres 2029]]></title>
            <description><![CDATA[Medan &ndash Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara memperkuat konsolidasi internal melalui pelaksanaan M]]></description>
            <content><![CDATA[Medan &ndash; Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara memperkuat konsolidasi internal melalui pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) serentak yang digelar secara daring di Kantor DPW PAN Sumut, Minggu (26/4/2026).</p><br>Ketua DPW PAN Sumut, Syah Afandin, menegaskan bahwa langkah konsolidasi ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk mendorong Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, menjadi Wakil Presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mendatang.<br>&quot;Pemantapan konsolidasi ini dilaksanakan demi memperjuangkan ketua umum menjadi pimpinan nasional (wapres) pada Pilpres 2029,&quot; ujar Syah Afandin dalam sambutannya.</p><br>Menurutnya, seluruh kader PAN di berbagai tingkatan harus solid dan satu komando dalam memperjuangkan target tersebut. Ia menilai peluang tersebut terbuka, mengingat posisi PAN saat ini sebagai bagian dari pemerintahan, dengan Zulkifli Hasan yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang <a href="https://www.halomedan.com/tag/pan/" target="_blank">Pan</a>gan.</p><br>Syah Afandin yang juga menjabat sebagai Bupati Langkat, optimistis target PAN masuk tiga besar pada Pemilu 2029 dapat tercapai jika konsolidasi partai berjalan efektif hingga ke tingkat akar rumput.</p><br>Sebagai langkah awal, DPW PAN Sumut telah melaksanakan Muscab serentak yang diikuti oleh 25 DPD PAN kabupaten/kota se-Sumatera Utara melalui platform daring. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan langsung dari ketua umum partai.</p><br>Ia juga mengingatkan para pengurus DPD yang baru menerima surat keputusan (SK) agar segera aktif menjalankan program kerja dan memperkuat struktur organisasi partai.</p><br>&quot;Mesin partai harus terus bergerak. Para pimpinan DPD harus aktif dalam konsolidasi dan realisasi program kerja,&quot; tegasnya.</p><br>Ke depan, DPW PAN Sumut berencana melanjutkan agenda konsolidasi melalui pelantikan pengurus wilayah serta pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil).</p><br>Pelaksanaan Muscab serentak ini dipimpin oleh Ketua <a href="https://www.halomedan.com/tag/pan/" target="_blank">Pan</a>itia Organizing Committee (POK) DPW PAN Sumut, Yahdi Khoir Harahap, bersama Bendahara DPW Mora Harahap dan Suartono. Sejumlah pengurus harian turut hadir dalam kegiatan tersebut, yang berlangsung lancar dan sukses.</p><br>Melalui rangkaian konsolidasi ini, PAN Sumut menegaskan komitmennya untuk memperkuat struktur partai sekaligus mengamankan target politik menuju 2029.red</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/04/_8995_PAN-Sumut-Mantapkan-Konsolidasi--Targetkan-Zulhas-Jadi-Wapres-2029.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/politik/65540/pan-sumut-mantapkan-konsolidasi-targetkan-zulhas-jadi-wapres-2029/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Perjuangkan Ketum Zulhas Jadi Pimpinan Nasional, PAN Sumut Mantapkan Konsolidasi Lewat Muscab Serentak</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 16:43:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Perjuangkan Ketum Zulhas Jadi Pimpinan Nasional, PAN Sumut Mantapkan Konsolidasi Lewat Muscab Serentak]]></title>
            <description><![CDATA[Medan  DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara memantapkan konsolidasi partai melalui pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) serent]]></description>
            <content><![CDATA[Medan | DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara memantapkan konsolidasi partai melalui pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) serentak se-Sumut yang dilakukan secara daring di Kantor DPW PAN Sumut, Minggu (26/4/2026).<br><br>"Pemantapan konsolidasi ini dilaksanakan demi memperjuangkan ketua umum DPP PAN Zulkifli Hasan menjadi pimpinan nasional (wapres) pada Pilpres 2029 mendatang," kata Ketua DPW PAN Sumut, H Syah Afandin SH dalam sambutannya saat membuka perhelatan Muscab tersebut. <br><br>Dikatakannya, segenap kader Partai Amanat Nasional di semua tingkatan di manapun berada, harus kompak dan satu komando dalam membela dan memperjuangkan ketua umum menjadi pimpinan nasional, karena saat ini sudah menjadi bahagian dari kekuasaan, yang diamanahkan menjadi Menko Pangan. <br><br>Untuk itu, kata Bupati Langkat yang akrab disapa Ondim ini mengatakan, target untuk meraih tiga besar pada Pemilu 2029 bukan sesuatu yang mustahil untuk digapai, jika konsolidasi partai bisa dilaksanakan dengan baik, mulai dari tingkat cabang hingga ranting.<br><br>Langkah awal yang dilaksanakan DPW PAN Sumut sesuai dengan arahan dan petunjuk ketum Zulhas, yaitu menuntaskan konsolidasi melalui pelaksanaan Muscab serentak yang diikuti lewat zoom oleh 25 DPD PAN kabupaten/ kota se-Sumatera Utara.<br><br>Lebih jauh dalam sambutannya, Ondim mengingatkan mesin partai harus terus bergerak. "Kepada para pimpinan DPD PAN yang barusan sudah menerima SK sebagai ketua, sekretaris dan bendahara supaya lebih aktif dalam melaksanakan konsolidasi dan realisasi program kerja," harapnya.<br><br>Ondim menambahkan, pasca perhelatan Muscab serentak gelombang 1 ini, DPW PAN Sumut juga akan segera melaksanakan pelantikan DPW dan rapat kerja wilayah (Rakerwil).<br><br> "Sesuai arahan ketua umum, DPW akan terus meningkatkan penguatan infrastruktur dan konsolidasi partai, demi mewujudkan target membawa Pak Zulhas menduduki kepemimpinan nasional," tegas Ondim.<br><br>Pelaksanaan Muscab serentak yang berlangsung lancar dan sukses ini, dipimpin Ketua POK DPW PAN Sumut Ir H Yahdi Khoir Harahap MBA bersama Bendahara DPW Mora Harahap dan Suartono. <br><br>Hadir pengurus harian Hermansyah Lubis, Zuraida Ghina, Agus Salim Ujung, Jahidin Hidayat Daulay, Nasrullah, Dini Nasution, Ahmad Khairuddin, Welly Susanto, Muhammad Gusti, Tengku Elfina dan Eva Lariyanti.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/04/_1746_Perjuangkan-Ketum-Zulhas-Jadi-Pimpinan-Nasional--PAN-Sumut-Mantapkan-Konsolidasi-Lewat-Muscab-Serentak.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/politik/65539/perjuangkan-ketum-zulhas-jadi-pimpinan-nasional-pan-sumut-mantapkan-konsolidasi-lewat-muscab-serentak/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Didukung Alumni Se-Indonesia, Anggota DPR RI Andar Amin Harahap Pimpin IKA SMAN 2 PSP</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 16:41:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Didukung Alumni Se-Indonesia, Anggota DPR RI Andar Amin Harahap Pimpin IKA SMAN 2 PSP]]></title>
            <description><![CDATA[JAKARTA &ampndash Andar Amin Harahap, SSTP, MS resmi terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) SMAN 2 Padang Sidempuan dalam Musyawarah ]]></description>
            <content><![CDATA[<p>JAKARTA &ndash; Anggota DPR RI<a href="https://www.halomedan.com/tag/andar/" target="_blank">Andar</a> Amin Harahap, SSTP, MS resmi terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) SMAN 2 Padang Sidempuan dalam Musyawarah Nasional (Munas) dan Silaturahmi Nasional (Silatnas) yang digelar di Gedung Manggala Wana Bakti, Jakarta, Minggu (26/4/2026).<br><br>Munas tersebut dihadiri perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dari sejumlah wilayah, di antaranya Padang Sidempuan, Sumatera Utara, Bali, Jakarta, Jawa Barat, Banten, Sumatera Barat, hingga Riau-Kepulauan Riau. Kehadiran para alumni dari berbagai daerah ini menegaskan soliditas dan komitmen memperkuat jaringan alumni.<br><br>Dalam proses pemilihan, terdapat tiga kandidat yang maju sebagai calon Ketua Umum, yakni M. Kahfi Siregar, M. Syahril Harahap, dan <a href="https://www.halomedan.com/tag/andar/" target="_blank">Andar</a> Amin Harahap. Setelah melalui mekanisme musyawarah, forum akhirnya menetapkan <a href="https://www.halomedan.com/tag/andar/" target="_blank">Andar</a> Amin Harahap sebagai ketua terpilih.<br><br>Ketua Umum sebelumnya, Komjen Pol (Purn) Usman Nasution, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan harapan agar kepengurusan baru mampu membawa organisasi semakin maju dan berkontribusi bagi alumni.</p><p><img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/04/1d7f7abc18fcb43975065399b0d1e48e_motion_photo_6764985163923385175.jpg"><br></p><p><br><br>Apresiasi juga disampaikan Novan Efendy Siregar atas terpilihnya <a href="https://www.halomedan.com/tag/andar/" target="_blank">Andar</a>yang kini jabat Ketua Gokar Sumut. Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan antar alumni.<br><br>"Kita ucapkan selamat dan sukses. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik serta semakin mempererat silaturahmi sesama alumni," ujar Novan E Siregar yang juga dikenal sebagai KetuaGabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi ) Sumatera Utara.</p><p><br>Sementara itu, jalannya persidangan dipimpin oleh Raja Siregar, Taty Ariani Tambunan, dan Soleh Purba.<br><br>Dengan terpilihnya <a href="https://www.halomedan.com/tag/andar/" target="_blank">Andar</a> Amin Harahap, diharapkan IKA SMAN 2 Padang Sidempuan semakin solid serta mampu menjadi wadah kolaborasi alumni dalam berbagai bidang ke depan.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/04/_2168_Didukung-Alumni-Se-Indonesia--Andar-Amin-Harahap-Pimpin-IKA-SMAN-2-PSP.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65538/didukung-alumni-seindonesia-anggota-dpr-ri-andar-amin-harahap-pimpin-ika-sman-2-psp/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Parapatan Sekar Wijayakusuma</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 14:40:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Parapatan Sekar Wijayakusuma]]></title>
            <description><![CDATA[ halomedan.com Parapatan Sekar Wijayakusuma1.DhandhanggulaMarakata sasana prayogi, Kraton Surakarta Hadiningrat, Warga Pakasa Trenggalek, P]]></description>
            <content><![CDATA[ <b><a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> -<a href="https://www.halomedan.com/tag/parapatan/" target="_blank">Parapatan</a> Sekar Wijayakusuma<br><br>1.<br>Dhandhanggula<br><br>Marakata sasana prayogi, <br>Kraton Surakarta Hadiningrat, <br>Warga Pakasa Trenggalek, <br>Ponorogo Madiun, <br>Salatiga Cilacap Ngawi, <br>Tegal Kudus Magelang, <br>Pati Sragen Nganjuk, <br>Sukoharjo Karanganyar, <br>Wonogiri Klaten Boyolali Pati, <br>Gumyak sami rembagan. <br><br>2.<br>Mijil<br><br>Gusti Kanjeng Ratu Wandansari,<br>Pangageng kedhaton, <br>Lembaga Dewan Adat wus prapteng, <br>Medhar pangandikan murih becik, <br>Pakaryan wigati, <br>Methik sekar arum. <br><br>3.<br>Kinanthi<br><br>Lumaku enggal dinulu, <br>Tibaning wiwaha benjing, <br>Sekar Wijayakusuma, <br>Magelang nuli miwiti, <br>Sowan Patih Sindureja, <br>Ngucul abur bebek putih. <br><br>4.<br>Megatruh<br><br>Wilujengan pulo Mageti rumuhun, <br>Lampahan Sela Masigit, <br>Gandheng renteng gupuh aruh, <br>Gawene titi premati, <br>Nusa Kambana mendorong. <br><br>5.<br>Pangkur<br><br>Pakasa punjer anabda, <br>Kanjeng Pangeran Harya Wirabhumi, <br>Bagus alus kang den utus, <br>Kanjeng Rudi sendika, <br>Tampi dhawuh Kanjeng Sunarso wus saguh, <br>Tumuju Donan Cilacap, <br>Sembada hayu basuki. <br><br>6.<br>Gambuh<br><br>Sami asung pisungsung, <br>Gathak gathuk pawarta sarujuk, <br>Gita gati Sami kersa nyembadani, <br>Nyugata sagunging tamu, <br>Suka gembira karaos. <br><br>7.<br>Maskumambang<br><br>Sareng kadang Pakasa marsudi ngelmi,<br>Nenuwun bisa kabula<br>Sabarang kayun kasanggit, <br>Hastuti Donan Cilacap, <br><br>8.<br>Asmarandana<br><br>Nyabrang teleng jalanidhi, <br>Mawi tumpakan baita, <br>Alun ombak topan gedhe, <br>Prayoga langkung waspada, <br>Weruh warah ngarah arah, <br>Dedunung samudra kidul, <br>Kapurih manungku puja. <br><br>9.<br>Durma<br><br>Tekat kuat drajat pangkat semat kangkat,<br>Nabi Kidir semedi, <br>Sunan Kalijaga, <br>Raja Pajang Mataram, <br>Ing Masigit Pulo Mageti, <br>Nusa Kambana, <br>Palapuran patitis. <br><br><br>10.<br>Pucung<br><br>Wus tunuju paminta donga pangestu, <br>Sekar dipun sanggar, <br>Pajimatan Kyai Giring, <br>Pangastawa mugi konjuk Sri Narendra. <br><br>11.<br>Sinom<br><br>Kanjeng Bambang Setiawan, <br>Nyi Mas Suci dokter Fitri, <br>Sesumbang kaum wanita, <br>Jejering pendhekar putri, <br>Kanthi weninging galih,<br>Temu udhu bahu suku, <br>Mimbuhi kawibawan, <br>Kawidadan saknegari, <br>Legaweng tyas bandha bandhu bagas waras. <br><br><br>Setu Pon, 11 April 2026.<br>Purwadi<br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/04/_7010_Parapatan-Sekar-Wijayakusuma.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65537/parapatan-sekar-wijayakusuma/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pesanggrahan Deles Kraton Surakarta</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 14:38:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pesanggrahan Deles Kraton Surakarta]]></title>
            <description><![CDATA[ halomedan.com Pesanggrahan Deles Kraton SurakartaDhandhanggulaPesanggrahan Deles laris manis, Kagungan Karaton Surakarta, Perenging Merapi]]></description>
            <content><![CDATA[ <b><a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> -<a href="https://www.halomedan.com/tag/pesanggrahan/" target="_blank">Pesanggrahan</a> Deles Kraton Surakarta<br><br>Dhandhanggula<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/pesanggrahan/" target="_blank">Pesanggrahan</a> Deles laris manis, <br>Kagungan Karaton Surakarta, <br>Perenging Merapi Klaten, <br>Paripurna binangun, <br>Edi peni puncaking ardi,<br>Kinarya pawiwahan, <br>Priyagung linangkung, <br>Abdi kawula Pakasa, <br>Amemetri warisan murih lestari, <br>Pepak kebak nugraha. <br><br>2.<br>Pangkur<br><br>Joglo limasan tinata, <br>Jajar jajar pacak baris lumaris, <br>Penak jenak adhem edhum, <br>Siliring samirana, <br>Hawa gunung pang pang wit witan ngrembuyung, <br>Seger sumyah suka bungah, <br><a href="https://www.halomedan.com/tag/pesanggrahan/" target="_blank">Pesanggrahan</a> Deles adi. <br><br>3.<br>Pucung<br><br>Sagah saguh warga Pakasa gumuruh, <br>Saraya rumeksa, <br>Setya sagunging pakarti, <br><a href="https://www.halomedan.com/tag/pesanggrahan/" target="_blank">Pesanggrahan</a> Deles cihna kawibawan. <br><br>4.<br>Gambuh<br><br>Wola wali wewangsul, <br>Gya sumusul pinanggih pinunjul, <br>Sentana pangarsa asung bulu bekti, <br>Kabudayan adi luhung, <br>Jumbuh wedharan kedhaton. <br><br>5.<br>Kinanthi<br><br>Yuswa panjang tatag tutug, <br><a href="https://www.halomedan.com/tag/pesanggrahan/" target="_blank">Pesanggrahan</a> Deles merti, <br>Minangka dadi sarana, <br>Manunggal kawula Gusti, <br>Surakarta Hadiningrat, <br>Pepundhening tanah Jawi. <br><br><br>Kemis Pos, 16 April 2026.<br>Purwadi<br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/04/_6447_Pesanggrahan-Deles-Kraton-Surakarta.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/65536/pesanggrahan-deles-kraton-surakarta/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">AMANGKURAT IV</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 14:37:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[AMANGKURAT IV]]></title>
            <description><![CDATA[AMANGKURAT IVA. Trah Amangkurat JawiKanjeng Sinuwun Amangkurat IVlahir. Senin Wage, 18 Syawal 1091 Hijrah atau11 Nopember 1680 Masehi. Wafat]]></description>
            <content><![CDATA[<a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat-iv/" target="_blank">AMANGKURAT IV</a><br><br>A. <br>Trah Amangkurat Jawi<br><br>Kanjeng Sinuwun Amangkurat IV<br>lahir. <br>Senin Wage, <br>18 Syawal 1091 Hijrah atau<br>11 Nopember 1680 Masehi. <br><br><br>Wafat. <br>Setu Wage,<br>17 Rumah 1138 Hijrah atau<br>20 April 1726 Masehi.<br><br>Sinuwun Amangkurat Jawi atau Amangkurat IV. <br>Raja besar yang menurunkan para penguasa Jawa. Silsilah  Sri Amangkurat IV telah dijelaskan secara urut patut. Dinasti Mataram yang selalu basuki lestari. Masa silam yang cemerlang. Keterangan rinci mudah dipahami. Adapun Bratadiningrat (1990) meriwayatkan silsilah Sunan Amangkurat IV atau Sinuwun Amangkurat Jawi. <br><br> Kutipan dalam bahasa Jawa secara lengkap adalah sebagai berikut : Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun  Kanjeng Susuhunan Prabu Amangkurat Jawa Senopati Ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panata Gama Kalifatullah Ingkang Kaping IV Ing Nagari Kartasura Hadiningrat 1719-1726. <br><br>Putra Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun  Paku Buwana I miyos saking Prameswari Dalem G.K.R. Paku Buwana putrinipun  Tumenggung Balitar. Asma timur Bandara Raden Mas Gusti Suryoputro.<br>Nlesih salsilahipun Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Prabu Amangkurat Jawa Saking Ibu dalem G.K.R. Paku Buwana.<br><br>1.	Ingkang Sinuwun  Kanjeng Sultan Demak Bintara III, peputra.<br>2.	Kanjeng Panembahan Mas ing Madiun, peputra.<br>3.	G.K. Ratu Retnodumilah, Prameswari Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun  Panembahan Senopati ing Ngalaga, peputra.<br><br>4.	Panembahan Juminah ing Madiun, peputra.<br>5.	Pangeran Adipati Balitar, peputra.<br>6.	Ki Tumenggung Balitar, peputra.<br>7.	G.K.R. Paku Buwana, Prameswari dalam sampeyan dalam Ingkang Sinuwun  P.B. I ing Kartasura, peputra.<br><br>8.	Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun  Prabu Amangkurat Jawa ing Kartasura, BRM Gusti Suryoputro.<br>Prameswari Dalem GKR Kencana, putrinipun  Tumenggung Tirtokusumo Bupati Kudus. <br><br>Putra-Putri Dalem sedaya :<br>1.	G.P.H. Mangkunegara Kartasura<br>2.	G.R.Ay. Suraloyo ing Brebes.<br>3.	G.R.Ay. Wirodigdo<br>4.	G.P.H. Hangabei<br>5.	G.P.H. Pamot<br><br>6.	G.P.H. Diponegara.<br>7.	G.P.H. Danupoyo<br>8.	Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun  Paku Buwana II, BRMG Probosuyoso.<br>9.	G.P.H. Hadinegara<br>10.	G.K.R. Maduretno, garwa K.P.H. Hindronoto<br><br>11.	G.R.Aj. Kacihin,<br>12.	G.P.H. Hadiwijoyo seda ing Kaliabu<br>13.	G.R.M. Subronto, seda timur<br>14.	G.P.H. Mangkubumi, jumeneng Sultan ing Ngayogyakarta. miyos saking R.Ay. Setyowati.<br><br>15.	G.P.H. Buminoto. <br>16.	Sultan Dandun Matengsari, ngraman mboten dados.<br>17.	G.R.Ay. Megatsari<br>18.	G.R.Ay. Puruboyo<br>19.	G.R.Ay. Pakuningrat, garwa Adip Sampang<br>20.	G.P.H. Cakranegara.<br><br>21.	G.P.H. Silarong<br>22.	G.P.H. Prangwadono<br>23.	G.R.Ay. Suryowinoto, garwa Bupati Demak.<br>24.	G.P.H. Panular<br>25.	G.P.H. Mangkukusumo. <br>26.	G.R.M Timur<br>27.	G.R.Ay. Sujonopuro. <br>28.	G.P.H. Dipowinoto<br>29.	G.R.Ay. Adipati Danurejo I. <br><br>Kanjeng Sinuwun  Susuhunan Prabu Amangkurat Jawa Senapati Ingalaga Ngabdurrahman Sayidin Panata Gama Kalifatullah ing Kartasura jumeneng nata kala ing taun 1719 dumugi ing taun 1726, apeputra 42, urut sepuh kados ing ngandhap punika:<br><br>1.	Raden Mas Sura, peparab Raden Mas Landhe, kapatedhakaken dhateng Kapurbayan, lajeng dipun elih nama Raden Mas Damar, kakramakaken angsal putri Kablitaran nama Raden Ajeng Gilang.<br><br>Nalika teksihipun Ingkang Eyang kaparingan nama Pangeran Arya, sareng wonten ing Mataram lajeng jinunjung dening ingkang rama marasepuh, nama Pangeran Arya Mangkunagara, ingkang rama Raden Mas Said Suryakusuma. Nama Pangeran Mangkunegara, karan Mangkunegara Sambernyawa, ndherek ingkang rama Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Mangkubumi, inggih Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengku Buwana I ing Ngayogyakarta, kapundhut mantu angsal kanjeng Ratu Bendara.<br><br>2.	Raden Ajeng Dewi, peparab Raden Ajeng Sobrah nama Raden Ayu Tumenggung Suralaya ing Brebes.<br>3.	Raden Ayu Pambayun, <br><br>4.	Raden Ajeng Aminah, peparab Raden Ayu Supadni, nama Raden Ajeng Supat krama angsal Raden Tumenggung Pringgalaya, dados patih nama Raden Ayu Adipati Pringgalaya, karan Raden Ayu Ageng. <br>5.	Raden Mas Sandeya, jinunjung dening ingkang rayi Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Hangabehi.<br><br>6.	Putri wiyos. <br>7.	Raden Mas Suraya, jinunjung dening ingkang rayi Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II nama Pangeran Arya Pamot.<br><br>8.	Raden Mas Kala, jinunjung dening ingkang rayi Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Arya Dipanagara.<br>9.	Raden Mas Budiman, jejuluk Raden Mas Regu, jinunjung dening ingkang rayi Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II nama Pangeran Arya Danupaya, krama putri Dipasantan, kapanggih nak- sanak.<br><br>10.	Gusti Raden Mas Sandi, ngalih nama Gusti Raden Mas Prabayasa, nama Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Amangkunagara. Jumeneng nata tahun 1726 jejuluk Kanjeng Susuhunan Paku Buwana Senapati Ingalaga Ngabdurrahman Sayidin Panata Gama ingkang kaping II ing Kartasura.<br>Lajeng pindah ing Ngadipala Wedhi engser, inggih Sala wecaning Nujum Kyai Tumenggung Hanggawangsa Sidik Jayabaya, inggih Kyai Surawijaya, inggih Kyai Tumenggung Arungbinang I Bupati Ageng Sewu. <br>11.	Raden Mas Saoya, <br><br>12.	Raden Mas Surasa, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Arya Mangkubumi. <br><br>13.	Raden Mas Utara, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II nama Pangeran Arya Dipanagara, krama angsal putri ing Kapurbayan nama Raden Ajeng Jemblem. <br><br>14.	Raden Ayu Siti Sundari, peparab Raden Ayu Kedhaton, nama Kanjeng Ratu Maduretna, krama angsal Pangeran Cakraningrat ing Madura ingkang seda mukti. <br><br>15.	Raden Ajeng Sanyata, <br>16.	Raden Ajeng Brangti, krama angsal Raden Sukrama, putranipun Tumenggung Mangkuyuda II, Bagus Lembung Bupati Kedu patutan saking putra dalem Tegal Arum Raden Ayu Kaleting Biru, Raden Sukrama kaganjar nama Raden Tumenggung Mangkupraja ing Kedu. <br>17.	Raden Mas Subandar, peparab Raden Mas Lindu. <br><br>18.	Raden Mas Subekti, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Arya Pamot, ngalih nama Pangeran Arya Adiwijaya, seda wonten ing Kaliabu tanah Kedu, ndherek ingkang rayi babadhe Kanjeng Sultan Kabanaran Ngayogyakarta.<br> Garwanipun Pangeran Arya Adiwijaya punika putri saking Natayudan, Wadana Bumija.<br><br>19.	Raden Mas Subrangta, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II nama Pangeran Arya Blater.<br>20.	Raden Mas Sakti, peparab Raden Mas Asih, peparab malih Raden Mas Bumi, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II nama Pangeran Arya Buminata, garwanipun putra saking Kabaletaran nama Raden Ajeng Tambangleg.<br><br>21.	Raden Mas Sujana, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Arya Mangkubumi, saged ngunduraken kramanipun Paridan Martapura, kaganjar siti Sokawati 3000 karya, kajunjung nama Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Mangkubumi Senapati Ingalaga.<br><br>Gadhuhan siti Sokawati 3000 karya wau kapundhut wangsul. Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Mangkubumi lajeng madeg padhawa  nama Pangeran Adipati Sokawati, jumenengipun nata wonten ing Kabanaran nama Kanjeng Sultan Hamengku Buwana Senapati Ingalaga Ngabdurrahman Sayidin Panata Gama Kalifatullah ing Ngayogyakarta, jumeneng saking karsa pribadi, paliyan nagari jaman Giyanti Surakarta lan Ngayogyakarta.<br>Jumenengipun nata dening Kanjeng putri saking Madiun nama Raden Ajeng Manik.<br><br>22.	Raden Mas Kadhaton, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Arya Buminata. Sareng nama Kanjeng Sultan Dhandhun Martengsari, lajeng nama Panembahan Bintara. Garwa putri saking Dipasanan, sadherekipun.<br><br>23.	Raden Mas Pamade, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II nama Kanjeng Arya Mantaram, sareng Pangeran Arya Buminata, Pangeran Arya Mantaram lajeng nggentosi nama Pangeran Arya Buminata.<br><br>24.	Raden Ajeng Tajem, krama angsal Raden Wiratmeja, keponakanipun Adipati Pathi Raden Wiratmeja kaparingan nama Pangeran Arya Purbaya. <br>25.	Raden Ajeng Sutari, peparab Raden Ajeng Inten, krama angsal Raden Demang Urawan, ingkang kaparingan nama Pangeran Arya Purbaya. <br>26.	Raden Ajeng Semi, nama Raden Ayu Pakuningrat ing Sampang. <br><br>27.	Raden Mas Surata, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Rangga. Dipun elih ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana, nama Pangeran Arya Purbaya, ngalih nama malih Pangeran Arya Cakranegara.<br><br>28.	Raden Mas Yadi, jinunjung dening Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Arya Cakranegara.<br>29.	 Raden Mas Langkir, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Arya Prangwadana.<br><br>30.	Raden Ajeng Sriganten, peparab Raden Ajeng Humik, katrimakaken wiji ing Demak, nama Raden Harmaya, kaparingan nama Raden Tumenggung Surawi nata ing Demak, Raden Ayu Humik lajeng nama Raden Ayu Surawinata.<br><br>31.	Raden Mas Genter, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Arya Panular.<br>32.	Raden Mas Pater, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Arya Mangkukusuma.<br><br>33.	Raden Mas Sunaka, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Arya Singasari, sareng ndherek ingkang raka Kanjeng Sultan, lajeng kaparingan nama Pangeran Prabu Jaka.<br>34.	Raden Ajeng Marganten, ngalih nama Raden Ajeng Jumanten, nama Raden Ayu Megatsari Ngarang Ulu ingkang mbok ayu Raden Ajeng Tajem.<br>35.	Putri surut. <br><br>36.	Raden Ajeng Yadah, nama Raden Ayu Jagapura, embanipun Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom.<br>37.	Raden Mas Darman, kagadhuhaken dhateng kurawan, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Arya Dipasanta.<br><br>38.	Raden Ajeng Rembe, kaparingan nama Raden Arya Sujanapura. Raden Ajeng Rembe lajeng nama Raden Ayu Sujanapura. <br>Raden Ayu Sujanapura palakrama kaliyan Raden Tumenggung Yudanagara Adipati Banyumas.<br> Sareng Kanjeng Susuhunan Hamengku Buwana jumeneng nata wonten ing Ngayojakarta, Raden Tumenggung Yudanagara kaangkat dados Patih Ngayojakarta nama Raden Adipati Danureja I.<br>39.	Raden Ajeng Resmiyah,<br>40.	Raden Ajeng Masiyah, <br>41.	Raden Ajeng Wartah,<br>42.	Kakung surut. <br><br>Amangkurat IV adalah ayah Paku Buwana II, Hamengku Buwana I dan kakek Mangkunegara I.<br>Dengan demikian, beliau telah menurunkan tiga dinasti besar kerajaan Jawa.  G.P.H. Mangkunegara ing Kartasura, peputra R.M. Sahid, jumeneng Mangkunegara I Sambernyawa ing Surakarta. GPH Mangkubumi jumeneng Sultan Hamengku Buwana I ing Ngayogyakarta Hadiningrat. Jaman jumenengipun Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun  Kanjeng Susuhunan Paku Buwana III. <br><br>B. 	<br>Penobatan Raja Mataram<br><br>Kraton Mataram yang beribukota di  Kartasura itu sedang mempunyai gawe besar, yaitu suksesi tahta Kerajaan. Sesudah Kanjeng Susuhunan Paku Buwana I di Kartasura surut ing kasedan jati, kedudukannya diganti oleh puteranya dengan gelar Sri Susuhunan Amangkurat Jawi; jumeneng keprabon pada tahun 1643 Jawa atau 1719 Masehi. Saat jumeneng keprabon, Raden Ajeng muda itu telah berputera. Yang sulung bernama Raden Mas Sura, dilahirkan oleh garwa Mas Ayu Sumarsana asal desa Keblokan tanah Nglaroh Surakarta yang kemudian mendapat sebutan Raden Ayu Kilen atau Raden Ayu Sepuh. <br><br>Sejak kecil Raden Mas Sura dipungut sebagai putera oleh Ingkang Paman Pangeran Purbaya dan namanya diganti menjadi Raden Mas Damar. Oleh eyangnya, Sri Sunan Paku Buwana I, diberi nama Pangeran Riya, kemudian nikah dengan Raden Ayu Raga asmara, puteri Panembahan Cakraningrat di Madura, yang meninggal di dalam perahu. Dia lalu nikah lagi dengan puteri Ingkang Paman Pangeran Balitar, bernama Raden Ajeng Wulan yang mengambil tempat di Mataram Hadiningrat, di Bale Kajenar, bekas tempat kedudukan Sultan Agung, yakni kota Karta yang diganti namanya menjadi Kartasekar.<br> Dengan cepat Pangeran Balitar mendapat pengaruh besar di kalangan rakyat sehingga diangkat menjadi Sultan Ibnu Mustopo Paku Buwana Senapati Ing Ngalaga. Pangeran Purbaya menjadi Senapati atau panglima bandayuda dengan sebutan: Panembahan Senapati ning Prang, sedang Pangeran Riya. <br>Ingkang Sinuwun Amangkurat Jawi banyak dan namun berhasil mendapat bantuan seorang saudagar kaya Pranaduta. <br><br>Adipadi Surapati  di Pasuruan akan diundang pula dan akan dijanjikan diangkat menjadi Adipati Pasuruan. Pertemuan terjadi di Pasuruan. Semarang Pangeran Riya di jemput oleh utusan Sri Amangkurat Jawi, ayah kandung dibawa pulang ke Kartasura. Pangeran Purbaya tempat di Benteng Alang -alang. Pangeran Herucakra, Adipati Martapura, Adipati Surapati, Adipati Suradila. Oleh Ingkang Sinuwun di Kartasura Pangeran Riya diberi sebutan Pangeran Adipati Anom Arya. <br><br>Sri Amangkurat Jawi Sesudah menginjak usia lanjut, memikirkan akan penggantinya sebagai Raja Kartasura. Dalam pikiran beliau ingin mengangkat Pangeran Adipati Anom  sebagai pengganti. Permaisuri Kanjeng Ratu Kadipaten selalu merayu dan mohon agar salah seorang dari empat puteranya diangkat menjadi pengganti Raja di Kartasura.<br> Empat orang putera itu ialah Raden Mas Sekti, kemudian bernama Pangeran Adipati Buminata, tetapi lalu meninggal dunia. Raden Mas Kadhaton, kemudian bernama Pangeran Adipati Buminata, sesudah bernama Sultan Dandun Mertengsari. <br><br>Raden Mas Pamade, kemudian bernama Pangeran Arya Mataram Hadiningrat dan sesudah kakanda Sultan Dandun Mertengsari ia berganti nama Pangeran Adipati Buminata; 4. Raden Mas Punaka, kemudian bernama Pangeran Adipati Singasari berganti nama Sunan Prabu Jaka. Sri Amangkurat Jawi menyuruh Patihnya membuat nawala kepada Tentara   yang isinya Bila mana beliau surut ing kasedan jati, yang dipalilahkan menggantikan kedudukan adalah Pangeran Adipati. <br>Dikisahkan kelahiran Pangeran atau Raden Mas. <br> Bila mana tidak dapat terlaksana, diharapkan yang menggantikan, Pangeran Adipati. Bilamana keduanya tidak disetujui, hendaknya empat orang putera dari Kanjeng Ratu Kadipaten, agar dipilih salah seorang menjadi pengganti. Sewaktu di dalam kraton Pangeran  Adipati dengan para pangeran lain  sedang berjaga menunggui Sri Sunan gerah, datanglah seorang abdinya menyusul karena garwanya, puteri Pangeran Balitar, hendak melahirkan. Bergegas pulang, kemudian menyaksikan lahirnya jabang bayi laki- laki. Dia segera kembali ke kraton untuk menyampaikan berita itu kepada Ingkang Sinuwun yang sedang gerah. Ingkang Sinuwun berkenan memberi nama cucunya: Raden Mas  sebagai tanda Ingkang Sinuwun telah menyaksikan. <br>Kata  berasal dari bahasa artinya: saksi. Kelahiran itu pada hari Ahad Legi, tanggal 4 Ruwah (Syakban), tahun Jimakir, 1650 Jawa atau 1725 Masehi.<br> Hari kelahiran itu disebut Senggani -praba, artinya <br>Mustika kelahiran. Gerahnya Ingkang Sinuwun bertambah berat, sedang menantikan balasan belum pula datang. <br><br>Kepada Patih Danureja Ingkang Sinuwun berwejangan Bila mana saya sampai meninggal dunia, yang saya palilah menjadi Raja ialah seperti isi nawala saya. Kepada permaisuri beliau memberikan keris pusaka untuk disampaikan kepada Pangeran Adipati. Dengan hati berat sang Ratu menyampaikan keris lambang pengganti raja kepada Pangeran  Adipati dengan wejangan aku titip adinda. Kemudian Ingkang Sinuwun surut ing kasedan jati dalam tahun 1650 Jawa atau 1726 Masehi. Wafatnya Ingkang Sinuwun disambut jerit tangis seisi kraton, kemudian layon sumare di astana Imagiri. <br><br>Waktu itu di dalam kraton masih banyak putera sentana bertuguran berjaga Sesudah Sinuhun surut ing kasedan jati, Kanjeng Pangeran Adipati keluar diiringi oleh Patih Danureja. Maksudnya akan menenangkan pikiran sebentar.<br>Patih Danureja mohon agar sang Pangeran kembali ke dalam kraton, namun tidak dihiraukan. Di dalam kraton diadakan pembicaraan antara Kanjeng Gusti Ratu Ageng yang bertugas di Kartasura, disaksikan oleh Patih Danureja. <br>Ratu Ageng menjanjikan sepertiga harta bendanya kepada Kapten itu yang lalu menulis nawala. Maksudnya agar putera Ratu Ageng diangkat menjadi Susuhunan Kartasura yang baru. Pintu kraton ditutup. Patih Danureja mengumpulkan semua bupati nayaka dari pasisir mancanagara untuk minta pertimbangan akan nawala mengusulkan agar Pangeran Adipati Anom putera Ratu Ageng diangkat sebagai pengganti Sunan Kartasura. <br><br>Nawala Sunan yang dikirimkan sebelum surut ing kasedan jatinya, kemudian nawala  di Kartasura dan menyusul pula nawala Patih Danureja. Dia membawa nawala keputusannya tentang pengganti Raden Ajeng di Kartasura. Kedatangan dijemput di Banyudana oleh Pangeran Adipadi Anom diiringi oleh Patih Danureja dan beberapa orang bupati. Patih Danureja yang sowankan Pangeran Adipati Anom dengan membawanya menjemput memberikan nawala pengangkatan Raja kepada Pangeran Adipati Anom. Sang Pangeran Adipati menyatakan kegembiraan dan terima kasih. <br>Sampai di Kartasura  disambut oleh Kanjeng Pangeran Adipati yang menerangkan, bahwa dirinya adalah putera tertua dari Susuhunan. <br><br> Nawala sudah diterima tadi oleh Pangeran Adipati Anom. Jawab Pangeran Adipati. <br>Tak ada bedanya antara saya dengan Adimas Pangeran Adipati Anom, sama- sama putera almarhum rama Prabu.Komandeur yang merasa keliru menghibur hibur Pangeran Adipati dan berkata sukur. Amangkurat Jawi memberi amanat luhur. Raja Amangkurat Jawi berkuasa di Kraton Kartasura tahun 1719 -1726. Menurunkan dinasti raja Jawa yang berwibawa lestari.<br>Prameswari Nata<br>Mustikaning putri tetungguling widodari. Kanjeng Ratu Kencono putri Kanjeng Adipati Tirtokusumo Bupati Kudus. Garwa prameswari Sinuwun Amangkurat Jawi, narendra Mataram Kartasura tahun 1719 - 1726.<br><br>Alur sejarah membuktikan sebagai priyayi luhur. Trahing kusuma rembesing madu, wijiling amaratapa, tedhaking andana warih. Prabu Brawijaya V raja Majapahit palakrama dengan Ratu Cempha. <br><br>Lahir seorang tokoh mumpuni. Raden Patah Jimbun Sirullah Syah Alam Akbar. Raja Demak Bintara sejak tahun 1478. Punya garwa prameswari  Kanjeng Ratu Mas Panggung. Putri Sunan Ampeldenta, Wali Sanga ing tlatah Surabaya. <br>Pernikahan ini melahirkan Pangeran Kusen Cokrokusumo. Kelak menjabat Bupati Sumenep Madura. Nurunaken Adipati Cakraningrat, Bupati Pamekasan. Putrinya Ratu Ndoyiwati dan Raden Ajeng Sukaptinah. Keduanya prameswari Paku Buwana IV. <br><br>Generasi unggul hadir. Pangeran Ngudung Kusumodilogo, Senapati jaman Sultan Trenggana sejak tahun 1521. Garwa prameswari Ratu Mas Katambang. Nurunaken Bupati Lasem Rembang. <br>Muncul Pangeran Poncowati Bupati Demak. Beristri Raden Ajeng Sulastri putri Ki Ageng Kebo Kenanga Pengging. Rayi Joko Tingkir utawi Sultan Hadiwijaya, raja Kraton Pajang. <br><br>Lantas Pangeran Demang Sabrang Malaka Nahkodha dagang Johor Tamasek Singapura. Punya istri Tengku Nur Hasanah Pasai, rayi Pangeran Hadirin garwa Ratu Kalinyamat. Turut mendirikan kabupaten Jepara. <br><br>Turut pula Pangeran Rajungan Bahita,<br>Pangarsa Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Nurunaken Pangeran Pekik garwa Ratu Wandhansari, rayi Sultan Agung Hanyokro Kusumo. Hubungan dengan Mataram sejak tahun 1613 begitu erat. <br><br>Ada peluang menganyam kejayaan. Pangeran Bae Retno Gebang, Bupati Riya Lisah gas Padangan Cepu. Nurunaken Adipati Utoyo Kusumo Bupati Jepara. Pernah memimpin Budi Utomo. <br><br>Adipati Sumodipuro, bupati Pati. Palakrama kaliyan Raden Ajeng Panular Pethak, wayah Ki Ageng Penjawi. Berhubungan dengan Ki Ageng Ngerang dan Pangeran Benowo. <br><br>Tampil pemimpin yang trampil rikat trengginas. Mrantasi sabarang karya. Bagus alus besus lahir batin. Adipati Tirtokusumo Bupati Kudus. Mendapat wahyu Cakraningrat. Nak tumanak run tumurun mandhegani tanah Jawa. <br><br>Berputri Kanjeng Ratu Kentjono Kudus. Garwa Prameswari Sinuwun Amangkurat Jawi. Narendra gung binathara, mbahu dhendha nyakrawati, ambek adil paramarta, ber budi bawa laksana, memayu hayuning bawana. <br><br>Gusti Raden Mas Probosuyoso putra mahkota Kraton Mataram. Putra Sinuwun Amangkurat Jawi dengan Ratu Kencono. Kelak bergelar Sunan Paku Buwono II. Miyos dinten Selasa Pahing, 23 Sawal 1634 utawi 8 Desember 1711 ing Kartasura. Wayah Bupati Kudus, Sinuwun Paku Buwono II jumeneng nata ing Kartasura   tahun 1726 - 1745 lan  Kraton Surakarta Hadiningrat tahun 1745 - 1749. Dengan Pujangga Kyai Yasadipura. <br><br>Ratu Kencono Kudus berusia panjang. Yakni tahun 1698 - 1788. Kanjeng Tumenggung Prono Kusumojati merupakan abdi kinasih prameswari Amangkurat Jawi. Rumeksa terompet pusaka Kyai Glongsor. Ayu hayu rahayu. <br><br>Purwadi, <br>Universitas Negeri Yogyakarta]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/04/_1752_AMANGKURAT-IV.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/wisata/65535/amangkurat-iv/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">SUNAN AMANGKURAT JAWI</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 14:36:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[SUNAN AMANGKURAT JAWI]]></title>
            <description><![CDATA[SUNANAMANGKURAT JAWIA. Pewaris Tahta RajaLambang kejayaan Mataram terjadi pada masa pemerintahan Amangkurat Jawi. Trah Amangkurat Jawi merup]]></description>
            <content><![CDATA[SUNAN<br>AMANGKURAT JAWI<br><br>A. <br>Pewaris Tahta Raja<br><br>Lambang kejayaan Mataram terjadi pada masa pemerintahan Amangkurat Jawi. Trah Amangkurat Jawi merupakan dinasti yang sukses gemilang. Dinasti Karaton Surakarta Hadiningrat, Kasultanan Yogyakarta dan  Mangkunegaran keturunan langsung Sri Susuhunan Amangkurat Jawi. <br>Kanjeng Sinuwun Amangkurat IV<br>lahir pada hari Senin Wage, tanggal 18 Syawal 1091 Hijrah atau 11 Nopember 1680 Masehi. <br><br>Adapun <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat IV surut ing kasedan jati pada hari Setu Wage, 17 Rumah 1138 Hijrah atau tanggal 20 April 1726 Masehi.<br><br>Kanjeng Sinuwun Amangkurat Jawi atau Amangkurat IV. <br>Raja besar yang menurunkan para penguasa Jawa. Silsilah  Sri Amangkurat IV telah dijelaskan secara urut patut. Dinasti Mataram yang selalu basuki lestari. Masa silam yang cemerlang. Keterangan rinci mudah dipahami. Adapun Bratadiningrat (1990) meriwayatkan silsilah <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat IV atau Sinuwun Amangkurat Jawi. <br>Kutipan dalam bahasa Jawa secara lengkap adalah sebagai berikut : Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun  Kanjeng Susuhunan Prabu Amangkurat Jawa Senopati Ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panata Gama Kalifatullah Ingkang Kaping IV Ing Nagari Kartasura Hadiningrat 1719-1726. <br><br>Putra Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun  Paku Buwana I miyos saking Prameswari Dalem Kanjeng Ratu Mas Balitar atau GKR Paku Buwana putrinipun  Tumenggung Balitar. Asma timur Bandara Raden Mas Gusti Suryoputro.<br>Nlesih salsilahipun Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Prabu Amangkurat Jawa Saking Ibu dalem Ratu Balitar atau GKR Paku Buwana garwa prameswari trah Bupati Madiun. <br><br>Urutan Sri Susuhunan Amangkurat IV yakni:<br>1.	Ingkang Sinuwun  Kanjeng Sultan Demak Bintara III, peputra.<br>2.	Kanjeng Panembahan Mas ing Madiun, peputra.<br>3.	GKR  Retno Dumilah, Prameswari Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun  Panembahan Senopati ing Ngalaga, peputra.<br>4.	Panembahan Juminah ing Madiun, peputra.<br>5.	Pangeran Adipati Balitar, peputra.<br>6.	Ki Tumenggung Balitar, peputra.<br>7.	 Ratu Mas Balitar atau GKR Paku Buwana, Prameswari dalam sampeyan dalam Ingkang Sinuwun  Paku Buwana I ing Kartasura, peputra.<br>8.	Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun  Prabu Amangkurat Jawa ing Kartasura. <br><br>BRM Gusti Suryoputro lajeng jejuluk Sri Susuhunan Amangkurat Jawi. <br>Prameswari Dalem GKR Kencana, putrinipun  Tumenggung Tirtokusumo Bupati Kudus. <br><br>Putra -Putri Dalem sedaya :<br>1.	GPH Mangkunegara Kartasura<br>2.	GRAy. Suroloyo ing Brebes.<br>3.	GRAy. Wirodigdo<br>4.	GPH Hangabehi<br>5.	G.P.H. Pamot<br><br>6.	GPH Diponegara.<br>7.	GPH Danupoyo<br>8.	Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun  Paku Buwana II utawi BRMG Probosuyoso.<br>9.	G.P.H. Hadinegara<br>10.	GKR Maduretno, garwa KPH Hindronoto<br><br>11.	GRAj. Kacihin,<br>12.	GPH Hadiwijoyo seda ing Kaliabu<br>13.	GRM Subronto, seda timur<br>14.	GPH Mangkubumi, jumeneng Sultan Hamengku Buwono ing Ngayogyakarta. miyos saking RAy Setyowati.<br><br>15.	G.P.H. Buminoto. <br>16.	Sultan Dandun Matengsari. <br>17.	G.R.Ay. Megatsari<br>18.	GRAy. Puruboyo<br>19.	GRAy Pakuningrat, garwa Adipati Sampang<br>20.	GPH Cakranegara.<br><br>21.	GPH Selarong<br>22.	GPH Prangwadono<br>23.	GRAy Suryowinoto, garwa Bupati Demak.<br>24.	GPH Panular<br>25.	GPH Mangkukusumo. <br>26.	G.R.M Timur<br>27.	GRAy. Sujonopuro. <br>28.	GPH Dipowinoto<br>29.	GRAy. Adipati Danurejo I. <br><br>Bupati Banyumas kelak diangkat sebagai Patih Ngayogyakarta dengan gelar Patih Danureja. Badan eksekutif kerajaan Mataram dibina oleh Sri Susuhunan Amangkurat IV. Raja yang menjadi pelopor modernitas. <br><br>Kanjeng Sinuwun  Susuhunan Prabu Amangkurat Jawa Senapati Ingalaga Ngabdur Rahman Sayidin Panata Gama Kalifatullah ing Kartasura jumeneng nata kala ing taun 1719 dumugi ing taun 1726. Apeputra 42, urut sepuh kados ing ngandhap punika:<br><br>1.	Raden Mas Sura, peparab Raden Mas Landhe, kapatedhakaken dhateng Kapurbayan, lajeng dipun elih nama Raden Mas Damar, kakramakaken angsal putri Kablitaran nama Raden Ajeng Gilang.<br><br>Nalika teksihipun Ingkang Eyang kaparingan nama Pangeran Arya, sareng wonten ing Mataram lajeng jinunjung dening ingkang rama marasepuh, nama Pangeran Arya Mangkunagara, ingkang rama Raden Mas Said Suryakusuma. Nama Pangeran Mangkunegara, karan Mangkunegara Sambernyawa. Ndherek ingkang rama Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Mangkubumi, inggih Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengku Buwana I ing Ngayogyakarta, kapundhut mantu angsal kanjeng Ratu Bendara.<br><br>2.	Raden Ajeng Dewi, peparab Raden Ajeng Sobrah nama Raden Ayu Tumenggung Suralaya ing Brebes.<br>3.	Raden Ayu Pambayun, <br>4.	Raden Ajeng Aminah, peparab Raden Ayu Supadmi, nama Raden Ajeng Supat krama angsal Raden Tumenggung Pringgalaya, dados patih nama Raden Ayu Adipati Pringgalaya, karan Raden Ayu Ageng. <br>5.	Raden Mas Sandeya, jinunjung dening ingkang rayi Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Hangabehi.<br><br>6.	Putri wiyos. <br>7.	Raden Mas Suraya, jinunjung dening ingkang rayi Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II nama Pangeran Arya Pamot.<br><br>8.	Raden Mas Kali, jinunjung dening ingkang rayi Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Arya Dipanagara.<br>9.	Raden Mas Budiman, jejuluk Raden Mas Regu, jinunjung dening ingkang rayi Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II nama Pangeran Arya Danupaya, krama putri Dipasantan, kapanggih nak- sanak.<br><br>10.	Gusti Raden Mas Sandi, ngalih nama Gusti Raden Mas Prabayasa, nama Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Amangkunagara. Jumeneng nata tahun 1726 jejuluk Kanjeng Susuhunan Paku Buwana Senapati Ingalaga Ngabdurrahman Sayidin Panata Gama ingkang kaping II ing Kartasura.<br>Lajeng pindah ing Ngadipala Wedhi engser, inggih Sala wecaning Nujum Kyai Tumenggung Hanggawangsa Sidik Jayabaya, inggih Kyai Surawijaya, inggih Kyai Tumenggung Arungbinang I Bupati Ageng Sewu. <br><br>11.	Raden Mas Saoya, <br>12.	Raden Mas Surasa, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Arya Mangkubumi. <br>13.	Raden Mas Utara, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II nama Pangeran Arya Dipanagara, krama angsal putri ing Kapurbayan nama Raden Ajeng Jemblem. <br>14.	Raden Ayu Siti Sundari, peparab Raden Ayu Kedhaton, nama Kanjeng Ratu Maduretna, krama angsal Pangeran Cakraningrat ing Madura ingkang seda mukti. <br>15.	Raden Ajeng Sanyata, <br><br>16.	Raden Ajeng Brangti, krama angsal Raden Sukrama, putranipun Tumenggung Mangkuyuda II, Bagus Lembung Bupati Kedu patutan saking putra dalem Tegal Arum Raden Ayu Kleting Biru, Raden Sukrama kaganjar nama Raden Tumenggung Mangkupraja ing Kedu. <br>17.	Raden Mas Subandar, peparab Raden Mas Lindu. <br>18.	Raden Mas Subekti, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Arya Pamot, ngalih nama Pangeran Arya Adiwijaya, seda wonten ing Kaliabu tanah Kedu, ndherek ingkang rayi babadhe Kanjeng Sultan Kabanaran Ngayogyakarta.<br> Garwanipun Pangeran Arya Adiwijaya punika putri saking Natayudan, Wadana Bumija<br>19.	Raden Mas Subrangta, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II nama Pangeran Arya Blater.<br>20.	Raden Mas Sakti, peparab Raden Mas Asih, peparab malih Raden Mas Bumi, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II nama Pangeran Arya Buminata, garwanipun putra saking Kabaletaran nama Raden Ajeng Tambangleg.<br><br>21.	Raden Mas Sujana, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Arya Mangkubumi, saged ngunduraken kramanipun Paridan Martapura, kaganjar siti Sokawati 3000 karya, kajunjung nama Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Mangkubumi Senapati Ingalaga.<br>Gadhuhan siti Sokawati 3000 karya wau kapundhut wangsul. Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Mangkubumi lajeng madeg padhawa  nama Pangeran Adipati Sokawati, jumenengipun nata wonten ing Kabanaran nama Kanjeng Sultan Hamengku Buwana Senapati Ingalaga Ngabdurrahman Sayidin Panata Gama Kalifatullah ing Ngayogyakarta, jumeneng saking karsa pribadi. <br>Jumenengan nata dening Kanjeng putri saking Madiun nama Raden Ajeng Manik.<br>22.	Raden Mas Kadhaton, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Arya Buminata. Sareng nama Kanjeng Sultan Dhandhun Martengsari, lajeng nama Panembahan Bintara. Garwa putri saking Dipasanan, sadherekipun.<br>23.	Raden Mas Pamade, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II nama Kanjeng Arya Mantaram, sareng Pangeran Arya Buminata, Pangeran Arya Mantaram lajeng nggentosi nama Pangeran Arya Buminata.<br>24.	Raden Ajeng Tajem, krama angsal Raden Wiratmeja, keponakanipun Adipati Pathi Raden Wiratmeja kaparingan nama Pangeran Arya Purbaya. <br>25.	Raden Ajeng Sutari, peparab Raden Ajeng Inten, krama angsal Raden Demang Urawan, ingkang kaparingan nama Pangeran Arya Purbaya. <br><br>26.	Raden Ajeng Semi, nama Raden Ayu Pakuningrat ing Sampang. <br>27.	Raden Mas Surata, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Rangga. Dipun elih ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana, nama Pangeran Arya Purbaya, ngalih nama malih Pangeran Arya Cakranegara.<br>28.	Raden Mas Yadi, jinunjung dening Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Arya Cakranegara.<br>29.	 Raden Mas Langkir, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Arya Prangwadana.<br>30.	Raden Ajeng Sriganten, peparab Raden Ajeng Humik, katrimakaken wiji ing Demak, nama Raden Harmaya, kaparingan nama Raden Tumenggung Surawi nata ing Demak, Raden Ayu Humik lajeng nama Raden Ayu Surawinata.<br><br>31.	Raden Mas Genter, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Arya Panular.<br>32.	Raden Mas Pater, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Arya Mangkukusuma.<br>33.	Raden Mas Sunaka, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Arya Singasari, sareng ndherek ingkang raka Kanjeng Sultan, lajeng kaparingan nama Pangeran Prabu Jaka.<br>34.	Raden Ajeng Marganten, ngalih nama Raden Ajeng Jumanten, nama Raden Ayu Megatsari Ngarang Ulu ingkang mbok ayu Raden Ajeng Tajem.<br>35.	Putri surut. <br><br>36.	Raden Ajeng Yadah, nama Raden Ayu Jagapura, embanipun Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom.<br>37.	Raden Mas Darman, kagadhuhaken dhateng kurawan, jinunjung dening ingkang raka Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, nama Pangeran Arya Dipasanta.<br>38.	Raden Ajeng Rembe, kaparingan nama Raden Arya Sujanapura. Raden Ajeng Rembe lajeng nama Raden Ayu Sujanapura. <br>Raden Ayu Sujanapura palakrama kaliyan Raden Tumenggung Yudanagara Adipati Banyumas.<br> Sareng Kanjeng Susuhunan Hamengku Buwana jumeneng nata wonten ing Ngayojakarta, Raden Tumenggung Yudanagara kaangkat dados Patih Ngayojakarta nama Raden Adipati Danureja I.<br>39.	Raden Ajeng Resmiyah,<br>40.	Raden Ajeng Masiyah. <br><br>41.	Raden Ajeng Wartah,<br>42.	Kakung surut. <br>Amangkurat IV adalah ayah Paku Buwana II, Hamengku Buwana I dan kakek Mangkunegara I.<br>Dengan demikian, beliau telah menurunkan tiga dinasti besar kerajaan Jawa.  GPH Mangkunegara ing Kartasura, peputra RM Sahid, jumeneng Mangkunegara I Sambernyawa ing Surakarta. GPH Mangkubumi jumeneng Sultan Hamengku Buwana I ing Ngayogyakarta Hadiningrat. Jaman jumenengan Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun  Kanjeng Susuhunan Paku Buwana III. Raja yang terkenal sebagai juru perdamaian dunia. <br><br>B. 	<br>Dari Kudus sampai Pesisir<br><br>Kejayaan Mataram atas peran daerah Kudus dan pesisir. <br>Pernikahan Amangkurat IV dengan Ratu Kencana membawa kejayaan Mataram. Atas modal Bupati Tirtokusumo, berdiri pabrik rokok Kudus. Industri logam bertambah maju. Perkakas rumah tangga diproduksi masal. Ekonomi berputar cepat. <br><br>Istri Bupati Tirtokusumo Kudus bernama Raden Ajeng Padangan. Pengusaha minyak tanah Bojonegoro. Keuntungan usaha minyak bumi diwariskan kepada Ratu Temayang atau Ratu Kencana Kudus. Energi gas bumi di kayangan api dikelola bersama pengusaha dari Turki. Devisa Mataram Kartasura berlipat ganda. <br><br>Kayu jati diekspor ke Asia Tengah, Asia Selatan dan Asia Timur. Sebagian dipasarkan ke Eropa. Istana raja di Eropa menggunakan jati Cepu. Untung yang bertumpuk tumpuk ini jelas memberi kemakmuran. Keuangan negara sehat dan surplus. <br><br>Kraton Mataram yang beribukota di  Kartasura itu sedang mempunyai gawe besar, yaitu suksesi tahta Kerajaan. Sesudah Kanjeng Susuhunan Paku Buwana I di Kartasura surut ing kasedan jati, kedudukannya diganti oleh puteranya dengan gelar Sri Susuhunan Amangkurat Jawi; jumeneng keprabon pada tahun 1643 Jawa atau 1719 Masehi. Saat jumeneng keprabon, Raden Ajeng muda itu telah berputera. Yang sulung bernama Raden Mas Sura, dilahirkan oleh garwa Mas Ayu Sumarsana asal desa Keblokan tanah Nglaroh Surakarta yang kemudian mendapat sebutan Raden Ayu Kilen atau Raden Ayu Sepuh. Sejak kecil Raden Mas Sura dipungut sebagai putera oleh Ingkang Paman Pangeran Purbaya dan namanya diganti menjadi Raden Mas Damar. Oleh eyangnya, Sri <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Paku Buwana I, diberi nama Pangeran Riya, kemudian nikah dengan Raden Ayu Raga asmara, puteri Panembahan Cakraningrat di Madura, yang meninggal di dalam perahu. Dia lalu nikah lagi dengan puteri Ingkang Paman Pangeran Balitar, bernama Raden Ajeng Wulan yang mengambil tempat di Mataram Hadiningrat, di Bale Kajenar, bekas tempat kedudukan Sultan Agung, yakni kota Karta yang diganti namanya menjadi Kartasekar.<br><br>Mataram Kartasura makin jaya sentosa. Dengan cepat Pangeran Balitar mendapat pengaruh besar di kalangan rakyat sehingga diangkat menjadi Sultan Ibnu Mustopo Paku Buwana Senapati Ing Ngalaga. Pangeran Purbaya menjadi Senapati atau panglima bandayuda dengan sebutan Panembahan Senapati. Ingkang Sinuwun Amangkurat Jawi banyak berhasil dan mendapat bantuan seorang saudagar kaya Pranaduta. <br>Adipadi Surapati  di Pasuruan akan diundang pula dan akan dijanjikan diangkat menjadi Adipati Pasuruan. Pertemuan terjadi di Pasuruan. Semarang Pangeran Riya di jemput oleh utusan Sri Amangkurat Jawi, ayah kandung dibawa pulang ke Kartasura.<br><br> Pangeran Purbaya tempat di Benteng Alang -alang. Pangeran Herucakra, Adipati Martapura, Adipati Surapati, Adipati Suradila. Oleh Ingkang Sinuwun di Kartasura Pangeran Riya diberi sebutan Pangeran Adipati Anom Arya. Sri Amangkurat Jawi Sesudah menginjak usia lanjut, memikirkan akan penggantinya sebagai Raja Kartasura. Dalam pikiran beliau ingin mengangkat Pangeran Adipati Anom  sebagai pengganti. Permaisuri Kanjeng Ratu Kadipaten selalu memilih seorang dari empat puteranya diangkat menjadi pengganti Raja di Kartasura.<br> Empat orang putera itu ialah Raden Mas Sekti, kemudian bernama Pangeran Adipati Buminata. Raden Mas Kadhaton, kemudian bernama Pangeran Adipati Buminata, sesudah bernama Sultan Dandun Mertengsari. Raden Mas Pamade, kemudian bernama Pangeran Arya Mataram Hadiningrat dan sesudah kakanda Sultan Dandun Mertengsari ia berganti nama Pangeran Adipati Buminata; 4. Raden Mas Punaka, kemudian bernama Pangeran Adipati Singasari berganti nama <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Prabu Jaka. Sri Amangkurat Jawi menyuruh Patihnya membuat nawala    yang isinya Bila mana beliau surut ing kasedan jati, yang  menggantikan kedudukan adalah Pangeran Adipati Anom. <br><br>Dikisahkan kelahiran Pangeran atau Raden Mas. <br> Bila mana tidak dapat terlaksana, diharapkan yang menggantikan, Pangeran Adipati. Bilamana keduanya tidak disetujui, hendaknya empat orang putera dari Kanjeng Ratu Kadipaten, agar dipilih salah seorang menjadi pengganti. Sewaktu di dalam kraton Pangeran  Adipati dengan para pangeran lain  sedang berjaga menunggui Sri <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> gerah, datanglah seorang abdinya menyusul karena garwanya, puteri Pangeran Balitar, hendak melahirkan. Bergegas pulang, kemudian menyaksikan lahirnya jabang bayi laki- laki. Dia segera kembali ke kraton untuk menyampaikan berita itu kepada Ingkang Sinuwun yang sedang gerah. Ingkang Sinuwun berkenan memberi nama cucunya: Raden Mas  sebagai tanda Ingkang Sinuwun telah menyaksikan. <br>Kata  berasal dari bahasa artinya: saksi. Kelahiran itu pada hari Ahad Legi, tanggal 4 Ruwah (Syakban), tahun Jimakir, 1650 Jawa atau 1725 Masehi.<br> Hari kelahiran itu disebut Senggani -praba, artinya <br>Mustika kelahiran. Gerahnya Ingkang Sinuwun bertambah berat, sedang menantikan balasan belum pula datang. <br><br>Kepada Patih Danureja Ingkang Sinuwun berwejangan bila mana sampai meninggal dunia, yang  menjadi Raja ialah seperti isi nawala. Kepada permaisuri beliau memberikan keris pusaka untuk disampaikan kepada Pangeran Adipati. Dengan hati berat sang Ratu menyampaikan keris lambang pengganti raja kepada Pangeran  Adipati dengan wejangan  titip adinda. Kemudian Ingkang Sinuwun surut ing kasedan jati dalam tahun 1650 Jawa atau 1726 Masehi.<br> Wafatnya Ingkang Sinuwun disambut jerit tangis seisi kraton, kemudian layon sumare di astana Imagiri. <br><br>Waktu itu di dalam kraton masih banyak putera sentana bertuguran berjaga Sesudah Sinuhun surut ing kasedan jati, Kanjeng Pangeran Adipati keluar diiringi oleh Patih Danureja. Maksudnya akan menenangkan pikiran sebentar.<br>Patih Danureja mohon agar sang Pangeran kembali ke dalam kraton.  Dalam kraton diadakan pembicaraan antara Kanjeng Gusti Ratu Ageng yang bertugas di Kartasura, disaksikan oleh Patih Danureja. <br>Ratu Ageng menjanjikan sepertiga harta bendanya kepada Kapten itu yang lalu menulis nawala. Maksudnya agar putera Ratu Ageng diangkat menjadi Susuhunan Kartasura yang baru. Pintu kraton ditutup. Patih Danureja mengumpulkan semua bupati nayaka dari pasisir mancanagara untuk minta pertimbangan akan nawala mengusulkan agar Pangeran Adipati Anom putera Ratu Ageng diangkat sebagai pengganti <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Kartasura. <br><br>Nawala <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> yang dikirimkan sebelum surut ing kasedan jatinya, kemudian nawala  di Kartasura dan menyusul pula nawala Patih Danureja. Dia membawa nawala keputusannya tentang pengganti Raden Ajeng di Kartasura. Kedatangan dijemput di Banyudana oleh Pangeran Adipadi Anom diiringi oleh Patih Danureja dan beberapa orang bupati. Patih Danureja yang sowankan Pangeran Adipati Anom dengan membawanya menjemput memberikan nawala pengangkatan Raja kepada Pangeran Adipati Anom. Sang Pangeran Adipati menyatakan kegembiraan dan terima kasih. <br>Sampai di Kartasura  disambut oleh Kanjeng Pangeran Adipati yang menerangkan, bahwa dirinya adalah putera tertua dari Susuhunan. <br><br> Nawala sudah diterima tadi oleh Pangeran Adipati Anom. Jawab Pangeran Adipati. <br>Tak ada bedanya antara  Adimas Pangeran Adipati Anom. Pangeran Anom yang merasa  menghibur. Pangeran Adipati berkata sukur. Amangkurat Jawi memberi amanat luhur. <br><br>Raja Amangkurat Jawi berkuasa di Kraton Kartasura tahun 1719 -1726. Menurunkan dinasti raja Jawa yang berwibawa lestari.<br>Prameswari Nata<br>Mustikaning putri tetungguling widodari. Kanjeng Ratu Kencono putri Kanjeng Adipati Tirtokusumo Bupati Kudus. Garwa prameswari Sinuwun Amangkurat Jawi, narendra Mataram Kartasura tahun 1719 - 1726. Alur sejarah membuktikan sebagai priyayi luhur. Trahing kusuma rembesing madu, wijiling amaratapa, tedhaking andana warih. Prabu Brawijaya V raja Majapahit palakrama dengan Ratu Cempha. <br><br>Lahir seorang tokoh mumpuni. Raden Patah Jimbun Sirullah Syah Alam Akbar. Raja Demak Bintara sejak tahun 1478. Punya garwa prameswari  Kanjeng Ratu Mas Panggung. Putri <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Ampeldenta, Wali Sanga ing tlatah Surabaya. <br>Pernikahan ini melahirkan Pangeran Kusen Cokrokusumo. Kelak menjabat Bupati Sumenep Madura. Nurunaken Adipati Cakraningrat, Bupati Pamekasan. Putrinya Ratu Ndoyiwati dan Raden Ajeng Sukaptinah. Keduanya prameswari Paku Buwana IV. Generasi unggul hadir. Pangeran Ngudung Kusumodilogo, Senapati jaman Sultan Trenggana sejak tahun 1521. Garwa prameswari Ratu Mas Katambang. Nurunaken Bupati Lasem Rembang. <br>Muncul Pangeran Poncowati Bupati Demak. Beristri Raden Ajeng Sulastri putri Ki Ageng Kebo Kenanga Pengging. Rayi Joko Tingkir utawi Sultan Hadiwijaya, raja Kraton Pajang. <br><br>Lantas Pangeran Demang Sabrang Malaka Nahkodha dagang Johor Tamasek Singapura. Punya istri Tengku Nur Hasanah Pasai, rayi Pangeran Hadirin garwa Ratu Kalinyamat. Turut mendirikan kabupaten Jepara. <br>Turut pula Pangeran Rajungan Bahita,<br>Pangarsa Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Nurunaken Pangeran Pekik garwa Ratu Wandhansari, rayi Sultan Agung Hanyokro Kusumo. Hubungan dengan Mataram sejak tahun 1613 begitu erat. <br><br>Ada peluang menganyam kejayaan. Pangeran Bae Retno Gebang, Bupati Riya Lisah gas Padangan Cepu. Nurunaken Adipati Utoyo Kusumo Bupati Jepara. Pernah memimpin Budi Utomo. Adipati Sumodipuro, bupati Pati. Palakrama kaliyan Raden Ajeng Panular Pethak, wayah Ki Ageng Penjawi. Berhubungan dengan Ki Ageng Ngerang dan Pangeran Benowo. <br>Tampil pemimpin yang trampil rikat trengginas. Mrantasi sabarang karya. Bagus alus besus lahir batin. Adipati Tirtokusumo Bupati Kudus. Mendapat wahyu Cakraningrat. Nak tumanak run tumurun mandhegani tanah Jawa. <br><br>Berputri Kanjeng Ratu Kentjono Kudus. Garwa Prameswari Sinuwun Amangkurat Jawi. Narendra gung binathara, mbahu dhendha nyakrawati, ambek adil paramarta, ber budi bawa laksana, memayu hayuning bawana. Gusti Raden Mas Probosuyoso putra mahkota Kraton Mataram. Putra Sinuwun Amangkurat Jawi dengan Ratu Kencono. Kelak bergelar <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Paku Buwono II. Miyos dinten Selasa Pahing, 23 Sawal 1634 utawi 8 Desember 1711 ing Kartasura. Wayah Bupati Kudus, Sinuwun Paku Buwono II jumeneng nata ing Kartasura   tahun 1726 - 1745 lan  Kraton Surakarta Hadiningrat tahun 1745 - 1749. Dengan Pujangga Kyai Yasadipura. <br><br>Ratu Kencono Kudus berusia panjang. Yakni tahun 1698 - 1788. Kanjeng Tumenggung Prono Kusumojati merupakan abdi kinasih prameswari Amangkurat Jawi. Rumeksa terompet pusaka Kyai Glongsor. Ayu hayu rahayu. Sinuwun Susuhunan Amangkurat IV menurunkan trah berderajat. <br><br>C. <br>Wilayah Bang Wetan<br><br>Leluhur Amangkurat Jawi dari Madiun. Pendiri Madiun adalah  Pangeran Timur atau Rangga Jumena. Putra bungsu Sultan Trenggana. Sejak kecil diasuh oleh Ratu Kalinyamat di Jepara. <br><br>Ibunda Amangkurat IV yaitu Kanjeng Ratu Mas Balitar. Amangkurat IV lahir di Madiun. Masa kanak kanak tinggal di Madiun bersama Adipati Balitar. Ndherek eyang bupati. Pendidikan yang berhubungan dengan tradisi Madiun dihayati oleh Amangkurat Jawi di bawah kaki gunung Lawu. <br><br>Begitu cinta pada Madiun, <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat menggagas berdirinya pabrik brem. Usaha brem suling gading cukup berkembang pesat. Banyak diekspor sampai ke negeri Persia. Lewat selat Hormuz. Pemasaran ke brem ke negeri Mesir lewat laut Merah. Orang Madiun diajak memutar ekonomi lewat brem Madiun. <br><br>Tiap kali istana Mataram Kartasura punya gawe, tak lupa hidangan sega pecel. Sambel pecel yang pedes menjadi khas sega pecel Madiun. Wadhah pincuk godhong jati menambah selera makan. Kuluban kembang turi, rempeyek dan lempeng menambah nikmatnya sega pecel. Bangsawan Mataram hampir semua ketagihan dengan enaknya sega pecel. <br><br>Juru masak didatangkan dari Caruban, Pilangkenceng, Saradan, Gemarang dan Dungus. Amangkurat IV populer di wilayah Ponorogo, Ngawi, Madiun dan Pacitan. Orang Madiun membantu Kraton Mataram Kartasura saat pengetan hadeging Kraton, grebeg sekaten, malem selikuran dan wilujengan maesa lawung. Dhawuh berasal dari Ratu Mas Balitar yang ditujukan pada pembesar Kadipaten Madiun. Tentu disambut dengan gembira ria. <br><br>Telaga sarangan dibangun oleh Amangkurat IV. Sadar wisata cukup dipahami oleh raja Mataram. Perikanan dikembangkan. Perahu bermotor didatangkan dari Jerman. Semua atas biaya pribadi Amangkurat IV. Maklum usaha brem, minyak tanah, mebel dan semen cukup berhasil. Keuangan negara Mataram sangat kokoh. Tak ada hutang sama sekali. Karena Amangkurat IV sangat mandiri. <br><br>Aliran bengawan Solo bening. Tanggul dan bendungan dibangun sepanjang daerah aliran sungai. Perahu berjalan melewati Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Ngawi, Cepu, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik dan Surabaya. Terakhir menuju selat Madura. Amangkurat IV mengembangkan kehidupan maritim. <br><br>Baki Sukoharjo dibina Amangkurat Jawi sebagai sentra sega liwet. Acara kenegaraan  Mataram menyuguhkan sega liwet. Tamu negara lahap menikmati. Cabuk rambak juga tersaji. Makanan murah yang disukai rakyat. Kupat tahu dari Tawangsari melengkapi jamuan makan. Thengkleng dan sate buntel tersedia. Jajanan pasar diletakkan berjajar jajar. Aneka minuman tinggal pilih. Amangkurat Jawi hormat pada tamu. <br><br>Tegalgondo ditanami tembakau. Lereng gunung Merbabu ditanami teh. Daerah Kembang ditanami kopi. Sepanjang gunung Sewu terdapat kebun kina. Kaki gunung Lawu dijadikan tempat wisata kebun. Pesanggrahan dibangun untuk menggerakkan pesona wisata. <br><br>Kerajinan rakyat dibina Amangkurat Jawi. Daerah Bentangan sentra gerabah. Bayat kerajinan batik. Bekonang terdapat industri logam. Gemolong pusat mebel. Ekonomi rakyat berputar maju. Amangkurat Jawi ahli ekonomi. Rakyat hidup makmur. Gemah ripah loh jinawi. <br><br>Upacara dadat dalam setahun sebanyak 11 kali. Grebeg Mulud, grebeg besar, grebeg bada, kirab malem Sura, pengetan hadeging kraton, tingalan jumenengan raja, malem selikur, mbayar pitrah, maesa lawung dan nyadran. <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat memandang upacara adat sebagai sarana mendapat drajat pangkat semat dan selamat lahir batin.<br><br>D. <br>Sarasehan Trah Mataram<br><br>Pada hari Minggu, 26 April 2026 jam 13 - 15 diadakan sarasehan pemersatu hati trah Mataram. Dengan tema ngumpulke balung pisah, mikul dhuwur mendhem jero, kumpul gawe manfaat lan keberkahan. Bertempat di petilasan kraton Mataram Kartasura Sukoharjo Jawa Tengah. Kontribusi peserta Rp 100.300. Angka yang penuh nilai simbolik. <br><br>Hadir perwakilan dari Karaton Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, Pura Pakualaman, Pura Mangkunegaran dan keturunan Mataram. Para peserta berbusana kejawen. Panitia kakung putri berbusana gagrak Surakarta. Sebagian busana batik mataraman. Dengan duduk lesehan di pendopo Karaton Kartasura, sarasehan ini membahas nilai kearifan lokal masa lampau. Terutama Karaton Kartasura Mataram yang berdiri tahun 1677 - 1745. Kali ini khusus pemerintahan <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat Jawi. Keluhuran yang patut dijadikan sebagai tepa palupi.<br><br>Harapan untuk terus melestarikan diulas sistematis integral dan komprehensif. GKR Wandansari, GBPH Yudhaningrat, Prof Dr Teguh Supriyanto menjadi narasumber. Pewaris trah Amangkurat Jawi menggabungkan tradisi santri dan budaya abangan. Akulturasi antara agama dan budaya secara selaras serasi seimbang. <br><br>Sarasilah trah Mataram diurus Kantor kasentanan. Kanjeng Warso lan Kanjeng Angga bertugas untuk mengurus alur keluarga. Leluhur Jawa mewariskan kawibawan kawidadan kabagyan kamulyan. <br><br><br>Purwadi, <br>Minggu Pon, 26 April 2026.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/04/_206_SUNAN-AMANGKURAT-JAWI.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/65534/sunan-amangkurat-jawi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Jaringan Aneuk Syuhada Desak Pemerintah Aceh Dirikan BPJS Sendiri</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 14:33:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Jaringan Aneuk Syuhada Desak Pemerintah Aceh Dirikan BPJS Sendiri]]></title>
            <description><![CDATA[Banda Aceh &mdash Desakan agar Aceh memiliki sistem jaminan kesehatan sendiri mulai menguat. Jaringan Aneuk Syuhada Kabupaten Aceh Utara me]]></description>
            <content><![CDATA[Banda Aceh &mdash; Desakan agar Aceh memiliki sistem jaminan kesehatan sendiri mulai menguat. <a href="https://www.halomedan.com/tag/jaringan/" target="_blank">Jaringan</a> Aneuk Syuhada Kabupaten Aceh Utara menilai, ketergantungan pada BPJS Kesehatan selama ini belum mampu menjawab kebutuhan pelayanan masyarakat secara maksimal.<br><br>Ketua <a href="https://www.halomedan.com/tag/jaringan/" target="_blank">Jaringan</a> Aneuk Syuhada Kabupaten Aceh Utara, Muchlis Sayed Adnan, yang akrab disapa Yulis, mengatakan pemerintah Aceh sudah saatnya mengambil langkah berani dengan merancang sistem jaminan kesehatan mandiri yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi daerah.<br><br>&quot;Setiap tahun Aceh mengeluarkan dana ratusan miliar untuk BPJS. Tapi pelayanan masih terbatas, banyak pembatasan, dan prosesnya lambat. Ini harus dievaluasi,&quot; ujarnya di Banda Aceh, Rabu, 22 April 2026.<br><br>Menurut pemuda yang akrab disapa Yulis tersebut, persoalan utama terletak pada sistem yang tersentralisasi. Dana yang dibayarkan daerah masuk ke skema nasional, sementara daerah tidak memiliki kendali penuh terhadap kualitas layanan yang diterima masyarakat. Akibatnya, ketika pelayanan bermasalah, pemerintah daerah sulit melakukan intervensi langsung.<br><br>Padahal, Aceh memiliki dasar hukum kuat melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh untuk melakukan inovasi dalam pelayanan publik, termasuk sektor kesehatan. Otonomi khusus dinilai harus dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, fleksibel, dan tidak berbelit.<br><br>Yulis menilai, dengan pengelolaan mandiri, dana yang selama ini keluar bisa dimaksimalkan langsung untuk kepentingan masyarakat. Mulai dari peningkatan fasilitas rumah sakit, penambahan tenaga medis, hingga mempercepat sistem pelayanan tanpa banyak prosedur yang menghambat.<br><br>Ia juga membuka peluang kerja sama dengan lembaga asuransi berstandar internasional agar pelayanan kesehatan di Aceh bisa lebih profesional dan berkelas.<br><br>&quot;Kalau ingin pelayanan bagus, sistemnya juga harus kuat dan profesional. Jangan terus bergantung kalau hasilnya tidak maksimal,&quot; tegasnya.<br><br>Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pembentukan sistem mandiri harus melalui kajian menyeluruh agar tidak bertentangan dengan regulasi nasional serta tetap mampu bertahan dari sisi pembiayaan.<br><br>Desakan ini menjadi sinyal bahwa publik mulai menuntut perubahan nyata. Bagi <a href="https://www.halomedan.com/tag/jaringan/" target="_blank">Jaringan</a> Aneuk Syuhada, inti persoalannya sederhana: dana besar yang dikeluarkan setiap tahun harus berbanding lurus dengan kualitas pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat. (R)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/04/_7614_Jaringan-Aneuk-Syuhada-Desak-Pemerintah-Aceh-Dirikan-BPJS-Sendiri.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65533/jaringan-aneuk-syuhada-desak-pemerintah-aceh-dirikan-bpjs-sendiri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Silaturahmi Kapolsek Kotapinang, Hangatkan Kebersamaan dan Perkuat Sinergi</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 14:05:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Silaturahmi Kapolsek Kotapinang, Hangatkan Kebersamaan dan Perkuat Sinergi]]></title>
            <description><![CDATA[Kotapinang &mdash Nuansa hangat penuh keakraban menyelimuti malam silaturahmi Kapolsek Kotapinang bersama masyarakat yang digelar di Warung]]></description>
            <content><![CDATA[Kotapinang &mdash; Nuansa hangat penuh keakraban menyelimuti malam silaturahmi Kapolsek Kotapinang bersama masyarakat yang digelar di Warung Pinang Raja Dua, Sabtu (25/4/2026). Tawa ringan, sapaan akrab, dan suasana kekeluargaan begitu terasa dalam penyambutan pimpinan baru di tengah masyarakat.<br><br>Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang bertemu yang mempererat hubungan antara aparat keamanan, pemerintah kecamatan, serta seluruh elemen masyarakat Kotapinang.<br><br>Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kotapinang Khairul Efendi Batu Bara, SH, MH, Danramil 11 Kotapinang Mayor Infanteri Hendra Gunawan, Lurah Kotapinang Mirwan Sentosa Siregar, serta para tokoh masyarakat dan tokoh agama, khususnya dari kalangan marga Siregar.<br><br>Dalam suasana santai namun penuh makna, Lurah Kotapinang Mirwan Sentosa Siregar menyampaikan bahwa silaturahmi seperti ini telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Kotapinang dalam menyambut pemimpin baru.<br><br>&quot;Ini bukan hanya tradisi, tapi cara kita membuka pintu komunikasi yang baik, agar ke depan semua bisa berjalan seiring dan sejalan,&quot; ujarnya.<br><br>Senada dengan itu, Camat Kotapinang Khairul Efendi Batu Bara menegaskan pentingnya menjaga komunikasi lintas elemen. Ia juga menyebut bahwa masyarakat Kotapinang dikenal tertib dan memiliki semangat kebersamaan yang tinggi.<br><br>&quot;Di sini masyarakatnya terbuka, mudah diajak berdiskusi, dan punya kesadaran yang baik dalam menjaga ketertiban,&quot; ungkapnya.<br><br>Kehangatan juga terasa saat perwakilan tokoh masyarakat, H. Salim Fahri Siregar, menyampaikan bahwa masyarakat Kotapinang pada dasarnya menjunjung tinggi kebersamaan.<br><br>&quot;Kita ini masyarakat yang suka duduk bersama. Kalau ada persoalan, diselesaikan dengan musyawarah,&quot; tuturnya dengan penuh keakraban.<br><br>Sebagai wujud penghormatan dan penerimaan, prosesi adat upah-upah turut dilaksanakan oleh unsur pemerintah dan tokoh masyarakat kepada Kapolsek Kotapinang yang baru. Prosesi ini menjadi simbol doa, harapan, dan ketulusan masyarakat dalam menyambut pemimpin baru mereka.<br><br>Kapolsek Kotapinang, AKP Maruli Tua Siregar, SH., MH, tampak terharu atas sambutan yang begitu hangat. Ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta doa yang diberikan.<br><br>&quot;Saya merasa sangat dihargai. Semoga doa-doa ini menjadi kekuatan bagi kami dalam menjalankan tugas menjaga kamtibmas di Kotapinang,&quot; ucapnya.<br><br>Ia juga menegaskan komitmennya untuk selalu membuka ruang komunikasi dengan masyarakat.<br><br>&quot;Silakan datang, berdiskusi, dan berkoordinasi. Kami siap hadir bersama masyarakat,&quot; tambahnya.<br><br>Melalui malam silaturahmi ini, terbangun bukan hanya komunikasi, tetapi juga rasa saling memiliki antara aparat dan masyarakat&mdash;sebuah pondasi penting dalam menjaga keamanan dan keharmonisan di Kotapinang.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/04/_9287_Silaturahmi-Kapolsek-Kotapinang--Hangatkan-Kebersamaan-dan-Perkuat-Sinergi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65532/silaturahmi-kapolsek-kotapinang-hangatkan-kebersamaan-dan-perkuat-sinergi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Musda HDCI Sumut 2026: Bro Tengku Rinel Terpilih Aklamasi, Siap Perkuat Soliditas Organisasi</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 14:02:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Musda HDCI Sumut 2026: Bro Tengku Rinel Terpilih Aklamasi, Siap Perkuat Soliditas Organisasi]]></title>
            <description><![CDATA[Musda HDCI Sumut 2026 Bro Tengku Rinel Terpilih Aklamasi, Siap Perkuat Soliditas Organisasi]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan &mdash; Musyawarah Daerah (Musda) Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Sumatera Utara yang digelar pada 25 April 2026 berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan. Dalam forum tersebut, Bro Tengku Rinel resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua HDCI Sumut, menggantikan Bro Ijeck yang telah memimpin selama 27 tahun.<br>Ketua HDCI Sumut terpilih, Tengku Rinel, mengatakan amanah yang diberikan kepadanya merupakan tanggung jawab besar untuk melanjutkan estafet kepemimpinan sekaligus menjaga marwah organisasi.<br><br>&quot;Terima kasih atas kepercayaan seluruh anggota. Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi kemenangan kita bersama. Saya berkomitmen untuk menjaga soliditas, memperkuat persaudaraan (brotherhood), serta membawa HDCI Sumut semakin aktif dan bermanfaat bagi masyarakat,&quot; ujarnya.<br>Ia juga menegaskan akan melanjutkan program-program positif yang telah dirintis kepengurusan sebelumnya, sekaligus membuka ruang inovasi agar organisasi semakin adaptif dan relevan.<br>&quot;Saya menghormati dan mengapresiasi kepemimpinan Bro Ijeck selama 27 tahun. Ke depan, kita akan melanjutkan yang sudah baik dan meningkatkan peran HDCI, baik di bidang sosial maupun kegiatan otomotif,&quot; tambahnya.<br><br>Selain Musda tingkat provinsi, kegiatan juga dirangkai dengan Musyawarah Cabang (Muscab). Untuk HDCI Medan, Bro Musa Arjianshah terpilih sebagai ketua, sementara HDCI Deli Serdang dipimpin oleh Bro Simon.<br>Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan pusat HDCI, yakni Bro Arbain, Bro Alken, dan Bro Dadan, yang memberikan dukungan terhadap kepengurusan baru.<br>Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan lancar, mencerminkan kuatnya solidaritas dan semangat kebersamaan di tubuh HDCI Sumatera Utara.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/04/_7219_Musda-HDCI-Sumut-2026--Bro-Tengku-Rinel-Terpilih-Aklamasi--Siap-Perkuat-Soliditas-Organisasi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65531/musda-hdci-sumut-2026-bro-tengku-rinel-terpilih-aklamasi-siap-perkuat-soliditas-organisasi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>