<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.halomedan.com/</link>
        <description>Halo Medan | Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Thu, 06 Aug 2026 16:46:23 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Mahasiswa Taiwan Gelar Pengabdian Masyarakat di Indramayu, Perkuat Edukasi Migrasi Aman dan Pendidikan</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 15:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Mahasiswa Taiwan Gelar Pengabdian Masyarakat di Indramayu, Perkuat Edukasi Migrasi Aman dan Pendidikan]]></title>
            <description><![CDATA[Mahasiswa Taiwan Gelar Pengabdian Masyarakat di Indramayu, Perkuat Edukasi Migrasi Aman dan Pendidikan]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Indramayu &ndash; Sejumlah mahasiswa dari Taiwan melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Juntiweden, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sebagai bagian dari MOE Overseas &amp; New Southbound Internship Program. Program ini merupakan upaya pemerintah Taiwan untuk mempererat hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, melalui kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat.<br><br>Dalam kegiatan tersebut, Migrant CARE Indramayu bertindak sebagai tuan rumah yang memfasilitasi seluruh rangkaian aktivitas para mahasiswa selama berada di Indonesia. Indramayu dipilih karena dikenal sebagai salah satu daerah pengirim pekerja migran terbesar di Indonesia.<br><br>Kepala Desa Juntiweden, Carsudi, menyambut hangat kedatangan rombongan mahasiswa asal Taiwan. Menurutnya, kehadiran mereka menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat desa untuk saling belajar dan bertukar pengalaman.<br><br>"Saya berharap warga dan komunitas di Desa Juntiweden bisa belajar banyak dari teman-teman Taiwan ini. Semoga para mahasiswa betah dan kerasan tinggal di sini," ujar Carsudi saat penyambutan di Balai Desa Juntiweden.<br><br>Sementara itu, pembimbing kegiatan, Prof. Li-fang Liang dari National Dong Hwa University (NDHU), berharap para mahasiswa memperoleh pengalaman berharga selama tinggal bersama masyarakat Indonesia selama hampir satu bulan.<br><br>"Terlepas dari berbagai kegiatan yang akan kami lakukan di sini, kesempatan ini sangat berharga bagi kami untuk belajar langsung dari masyarakat Indonesia," kata Li-fang. Dosen NDHU tersebut telah puluhan tahun meneliti isu migrasi, termasuk kehidupan pekerja migran Indonesia di Taiwan.<br><br>Program pengabdian masyarakat ini terbagi dalam dua fokus utama, yakni pemberdayaan masyarakat dan pendidikan.<br><br>Pada sektor pemberdayaan masyarakat, sasaran kegiatan meliputi komunitas pekerja migran, mantan pekerja migran yang tergabung dalam Desa Peduli Buruh Migran (DESBUMI), calon pekerja migran, hingga anak-anak pekerja migran yang ditinggalkan orang tuanya.<br><br>Berbagai kegiatan disiapkan, di antaranya workshop migrasi aman yang membahas hak-hak pekerja migran di Taiwan, perbedaan budaya Indonesia dan Taiwan, serta sosialisasi mengenai kesehatan mental.<br><br>Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu menjadi agen edukasi bagi calon pekerja migran Indonesia, khususnya yang akan bekerja di Taiwan. Mereka dibekali pemahaman agar tidak mudah terjebak bujuk rayu calo, menghindari praktik kerja paksa, memahami hak-haknya sebagai pekerja, serta mengetahui langkah yang harus ditempuh ketika menghadapi persoalan di negara tujuan.<br><br>Program ini disusun berdasarkan berbagai temuan yang menunjukkan masih banyak pekerja migran belum memahami perbedaan antara memperjuangkan hak dan dianggap melawan majikan. Akibatnya, tidak sedikit yang menerima upah di bawah standar, dipaksa mengerjakan pekerjaan di luar kontrak, hingga memilih jalur keberangkatan ilegal karena kurangnya informasi.<br><br>Selain itu, mahasiswa Taiwan juga akan memberikan pelatihan mengenai pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang diterapkan di Taiwan. Mereka turut dijadwalkan berpartisipasi dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus bersama masyarakat Desa Juntiweden.<br><br>Di bidang pendidikan, program dilaksanakan bekerja sama dengan SDN Juntiweden II. Para siswa diperkenalkan dengan budaya Taiwan melalui kegiatan membuat kaligrafi Mandarin, membaca buku berbahasa Mandarin, hingga bermain board game edukatif bersama mahasiswa.<br><br>Melalui interaksi tersebut, diharapkan para pelajar memiliki motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk membuka peluang belajar ke luar negeri, bukan semata-mata bekerja di sektor informal.<br><br>Program ini juga menjadi respons atas fenomena menurunnya minat sebagian pelajar di Indramayu untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Banyak di antara mereka lebih memilih bekerja ke luar negeri karena dianggap menawarkan penghasilan lebih besar meski tanpa pendidikan tinggi.<br><br>Melalui kolaborasi ini, mahasiswa Taiwan tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun pertukaran budaya dan memperkuat hubungan masyarakat Indonesia&ndash;Taiwan melalui pendekatan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan perlindungan pekerja migran.<br><br>Penulis: Vanny El Rahman, Peneliti Doktoral Asia-Pacific Regional Studies, National Dong Hwa University (NDHU), Taiwan.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_7796_Mahasiswa-Taiwan-Gelar-Pengabdian-Masyarakat-di-Indramayu--Perkuat-Edukasi-Migrasi-Aman-dan-Pendidikan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66469/mahasiswa-taiwan-gelar-pengabdian-masyarakat-di-indramayu-perkuat-edukasi-migrasi-aman-dan-pendidikan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Dibuka, Kemnaker Ajak Masyarakat Tingkatkan Kompetensi</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 15:25:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Dibuka, Kemnaker Ajak Masyarakat Tingkatkan Kompetensi]]></title>
            <description><![CDATA[Jakarta &ndash Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 4 mulai 29 Juli hingga 12 A]]></description>
            <content><![CDATA[Jakarta &ndash; Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran <a href="https://www.halomedan.com/tag/pelatihan/" target="_blank">Pelatihan</a> Vokasi Nasional (PVN) Batch 4 mulai 29 Juli hingga 12 Agustus 2026 melalui platform Skillhub di skillhub.kemnaker.go.id. Program ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan melalui pelatihan berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.<br><br>Direktur Jenderal Pembinaan <a href="https://www.halomedan.com/tag/pelatihan/" target="_blank">Pelatihan</a> Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah mengatakan, perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis menuntut tenaga kerja untuk terus meningkatkan kompetensinya. Oleh karena itu, Kemnaker terus menghadirkan berbagai program vokasi agar semakin banyak masyarakat memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.<br><br>"Melalui <a href="https://www.halomedan.com/tag/pelatihan/" target="_blank">Pelatihan</a> Vokasi Nasional Batch 4, kami ingin memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. Bekal keterampilan yang dimiliki diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang, baik untuk bekerja maupun berwirausaha," ujar Darmawansyah melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Senin (3/8/2026).<br><br>Menurutnya, seluruh program pelatihan dirancang dengan pendekatan berbasis kompetensi sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan di dunia kerja.<br><br>Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memilih program pelatihan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan pengembangan kompetensinya.<br><br>Sejalan dengan dibukanya PVN Batch 4, Kemnaker telah menetapkan tahapan pelaksanaan program. Pendaftaran berlangsung hingga 12 Agustus 2026, dilanjutkan seleksi peserta pada 13&ndash;19 Agustus 2026, pengumuman hasil seleksi pada 20 Agustus 2026, dan pelatihan dimulai pada 26 Agustus 2026.<br><br>"Jangan lewatkan kesempatan ini. Manfaatkan <a href="https://www.halomedan.com/tag/pelatihan/" target="_blank">Pelatihan</a> Vokasi Nasional Batch 4 untuk meningkatkan keterampilan dan memperkuat kesiapan menghadapi dunia kerja yang terus berkembang," kata Darmawansyah.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_9945_Pelatihan-Vokasi-Nasional-Batch-4-Dibuka--Kemnaker-Ajak-Masyarakat-Tingkatkan-Kompetensi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/66468/pelatihan-vokasi-nasional-batch-4-dibuka-kemnaker-ajak-masyarakat-tingkatkan-kompetensi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Konsisten Hampir Satu Dekade, Dulux Raih Top Brand Award 2026</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 15:23:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Konsisten Hampir Satu Dekade, Dulux Raih Top Brand Award 2026]]></title>
            <description><![CDATA[JAKARTA, 1 Agustus 2026 &mdash Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kualitas hunian serta semakin tingginya ekspektasi kons]]></description>
            <content><![CDATA[JAKARTA, 1 Agustus 2026 &mdash; Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kualitas hunian serta semakin tingginya ekspektasi konsumen terhadap produk yang mampu memberikan perlindungan dan nilai jangka panjang, Dulux kembali meraih Top Brand Award 2026. Penilaian independen Frontier Research ini semakin menegaskan posisi Dulux sebagai merek cat pilihan utama masyarakat Indonesia, sekaligus memperkuat predikat "Cat No. 1 Terbukti oleh Waktu" melalui konsistensi kinerja merek dan kepercayaan konsumen selama bertahun-tahun, sekaligus melanjutkan rekam jejak perusahaan yang konsisten meraih penghargaan Top Brand selama hampir satu dekade terakhir.<br><br>Survei independen Top Brand Index (TBI) Fase 2 Tahun 2026 yang dilakukan Frontier Research menunjukkan Dulux mencatatkan TBI sebesar 39,56% pada kategori Cat Tembok Eksterior dan 37,37% pada kategori Cat Tembok Interior. Angka tersebut menjadi indeks tertinggi pada masing-masing kategori.<br>Menanggapi pencapaian tersebut, Nina Melisa Pelawi, Head of Marketing PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia), mengatakan bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi dan kualitas yang terus dihadirkan Dulux mampu menjawab kebutuhan konsumen Indonesia yang terus berkembang.<br>"Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar pencapaian, melainkan bukti bahwa inovasi dan kualitas yang terus kami hadirkan mampu menjawab kebutuhan konsumen Indonesia yang semakin berkembang. Kini, konsumen tidak hanya mempertimbangkan estetika, tetapi juga mengutamakan solusi pengecatan yang memberikan perlindungan optimal, daya tahan lebih baik, serta nilai jangka panjang bagi hunian mereka," ujar Nina.<br>Ketika Rumah Menjadi Aset, Bukan Sekadar Tempat Tinggal<br>Pencapaian ini hadir di tengah perubahan perilaku konsumen Indonesia yang semakin memandang rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan aset jangka panjang yang perlu dijaga kualitas dan nilainya. Sejalan dengan itu, keputusan dalam memilih material bangunan, termasuk cat dekoratif, kini semakin mempertimbangkan perlindungan, daya tahan, kemudahan perawatan, serta kualitas ruang hidup secara keseluruhan. Konsumen juga semakin bersedia berinvestasi pada produk yang menawarkan manfaat fungsional, seperti ketahanan terhadap cuaca ekstrem, kemudahan perawatan, dan daya tahan warna jangka panjang, sehingga premiumisasi menjadi arah baru pasar cat dekoratif di Indonesia.<br>Top Brand Award 2026 yang diselenggarakan oleh Frontier bersama Majalah MARKETING mengusung tema "Respectful Brand", yang menekankan pentingnya kepercayaan dan loyalitas konsumen sebagai fondasi kekuatan sebuah merek.  Handi Irawan D., CEO Frontier sekaligus Founder Top Brand Award, mengatakan &quot;Top Brand Award bukan sekadar penghargaan atas pencapaian masa lalu, melainkan indikator keberlanjutan merek di masa depan. Merek yang mampu bertahan adalah brand yang tidak hanya dikenal, tetapi juga dipuja konsumennya,&quot; ujar Handi.<br>Penghargaan ini ditentukan berdasarkan survei independen Frontier Research di 15 kota besar di Indonesia yang melibatkan sekitar 12.000 responden. Penilaian dilakukan melalui tiga indikator utama, yaitu Top of Mind Awareness, Last Usage, dan Future Intention, yang mengukur kekuatan merek dalam membangun kesadaran, mendorong penggunaan, serta mempertahankan loyalitas konsumen.[1]<br>Inovasi yang Tidak Berhenti di Produk<br>Komitmen tersebut diwujudkan tidak hanya melalui pengembangan produk, tetapi juga lewat inovasi yang membantu masyarakat menciptakan ruang hidup yang lebih nyaman. Salah satunya melalui inisiatif Dulux Colour of the Year, yang setiap tahunnya dikembangkan oleh Global Aesthetic Center AkzoNobel berdasarkan riset tren warna, desain, budaya, ekonomi, dan sosial. Untuk tahun 2026, AkzoNobel menghadirkan Rhythm of Blues&trade; melalui kampanye #TemukanTenangmu, yang mengajak masyarakat menemukan ketenangan melalui warna dan ruang di sekitarnya, karena Dulux percaya bahwa ketenangan adalah hak setiap orang.<br>Rhythm of Blues&trade; menghadirkan tiga nuansa biru yang merepresentasikan ritme hidup yang berbeda. Slow Swing&trade; membantu menciptakan suasana tenang untuk beristirahat dan memulihkan energi, Mellow Flow&trade; menghadirkan rasa seimbang dan kebersamaan, sementara Free Groove&trade; memberi ruang bagi kreativitas dan ekspresi tanpa menghilangkan kenyamanan. Melalui pendekatan ini, Dulux ingin menunjukkan bahwa setiap orang memiliki cara dan ritmenya masing-masing dalam menemukan ketenangan.<br>Sejalan dengan komitmen global AkzoNobel, Dulux terus menghadirkan inovasi produk yang menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang, mulai dari perlindungan hunian yang lebih optimal, daya tahan yang lebih baik, hingga kemudahan aplikasi.<br>"Kami percaya bahwa inovasi harus mampu menjawab kebutuhan nyata konsumen dan memberikan solusi yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Kepercayaan konsumen dibangun melalui kualitas yang konsisten serta kemampuan kami untuk terus memahami kebutuhan mereka," imbuh Nina.<br>"Top Brand Award menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan menghadirkan produk serta solusi yang relevan bagi kebutuhan konsumen Indonesia," tutup Nina.r]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_4516_Konsisten-Hampir-Satu-Dekade--Dulux-Raih-Top-Brand-Award-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/ekbis/66467/konsisten-hampir-satu-dekade-dulux-raih-top-brand-award-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Menaker Beberkan Langkah Pemerintah Perkuat Kesejahteraan dan Pelindunga n Pekerja</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 15:22:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Menaker Beberkan Langkah Pemerintah Perkuat Kesejahteraan dan Pelindunga n Pekerja]]></title>
            <description><![CDATA[Surakarta &mdash Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memaparkan berbagai langkah pemerintah untuk memperkuat kesejahteraan, pelindu]]></description>
            <content><![CDATA[Surakarta &mdash; Menteri Ketenagakerjaan (<a href="https://www.halomedan.com/tag/menaker/" target="_blank">Menaker</a>) Yassierli memaparkan berbagai langkah pemerintah untuk memperkuat kesejahteraan, pelindungan, dan kompetensi pekerja saat membuka Musyawarah Nasional Federasi Serikat Pekerja Percetakan, Penerbitan, dan Media Informasi (FSP PPMI) SPSI di Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/2026).<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/menaker/" target="_blank">Menaker</a> mengatakan berbagai kebijakan ketenagakerjaan disusun berdasarkan kebutuhan di lapangan dengan melibatkan pekerja, serikat buruh, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan. Menurutnya, kolaborasi menjadi pilar utama penting dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan.<br><br>"Hubungan industrial yang baik hanya dapat terwujud apabila pemerintah, pengusaha, dan pekerja terus membangun dialog serta saling percaya dalam mencari solusi atas setiap tantangan ketenagakerjaan," ujar Yassierli.<br><br>Komitmen pemerintah memperkuat kesejahteraan dan pelindungan pekerja diwujudkan melalui berbagai kebijakan ketenagakerjaan. Salah satunya melalui penyempurnaan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) bagi pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja. Program tersebut memberikan dukungan penghasilan selama masa transisi sekaligus akses pelatihan untuk meningkatkan kompetensi.<br><br>Selain itu, pemerintah memperluas pelindungan pekerja melalui pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT), pemberian Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi transportasi berbasis aplikasi, keringanan iuran jaminan sosial bagi pekerja sektor informal, serta ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 untuk memperkuat pelindungan awak kapal perikanan Indonesia.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/menaker/" target="_blank">Menaker</a> menambahkan pemerintah juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan vokasi dan Program Pemagangan Nasional. Kedua program tersebut disiapkan untuk memperkuat kompetensi tenaga kerja agar selaras dengan kebutuhan industri.<br><br>"Kami ingin setiap pekerja Indonesia memiliki kesempatan untuk meningkatkan kompetensinya sehingga semakin siap menghadapi perubahan dunia kerja dan memiliki daya saing yang lebih tinggi," tutur Yassierli.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/menaker/" target="_blank">Menaker</a> mengajak pengusaha dan serikat pekerja untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun hubungan industrial yang harmonis.<br><br>"Kerja sama menjadi kunci untuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja," ucapnya.<br><br>Sementara itu, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengajak seluruh serikat pekerja untuk terus memperkuat organisasi agar mampu menghadapi berbagai tantangan dunia ketenagakerjaan.<br><br>"Organisasi pekerja yang kuat menjadi pilar utama penting dalam memperjuangkan hak-hak buruh sekaligus menjaga hubungan industrial yang sehat," kata Said Iqbal.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_9_Menaker-Beberkan-Langkah-Pemerintah-Perkuat-Kesejahteraan-dan-Pelindunga-n-Pekerja.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66466/menaker-beberkan-langkah-pemerintah-perkuat-kesejahteraan-dan-pelindunga-n-pekerja/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wamenaker Tekankan Penguatan Kompetensi dan Kemampuan Bahasa untuk Perlu as Peluang Kerja</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 15:20:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wamenaker Tekankan Penguatan Kompetensi dan Kemampuan Bahasa untuk Perlu as Peluang Kerja]]></title>
            <description><![CDATA[Yogyakarta &mdash Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya penguatan kompetensi dan kemampuan bahasa]]></description>
            <content><![CDATA[Yogyakarta &mdash; Wakil Menteri Ketenagakerjaan (<a href="https://www.halomedan.com/tag/wamenaker/" target="_blank">Wamenaker</a>) Afriansyah Noor menekankan pentingnya penguatan kompetensi dan kemampuan bahasa bagi peserta pelatihan vokasi untuk memperluas peluang kerja.<br><br>"Ke depan, kemampuan bahasa perlu semakin diperkuat dalam pelatihan vokasi. Kebutuhan tenaga kerja di luar negeri cukup besar, sehingga peserta tidak hanya harus memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan bahasa yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja," ujar <a href="https://www.halomedan.com/tag/wamenaker/" target="_blank">Wamenaker</a> saat meninjau pelaksanaan Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) di Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas (BLKPP) Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).<br><br>Dalam peninjauan tersebut, <a href="https://www.halomedan.com/tag/wamenaker/" target="_blank">Wamenaker</a> juga berdialog dengan peserta pelatihan mengenai pelaksanaan pelatihan vokasi dan peluang kerja yang dapat dimanfaatkan setelah memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.<br><br>Menurut <a href="https://www.halomedan.com/tag/wamenaker/" target="_blank">Wamenaker</a>, pelatihan vokasi harus terus menyesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja agar lulusannya memiliki kompetensi yang relevan dan mampu bersaing. Selain keterampilan teknis, kemampuan bahasa juga menjadi nilai tambah, terutama bagi peserta yang ingin memanfaatkan peluang kerja di luar negeri.<br><br>Ia menjelaskan, sejumlah negara tujuan penempatan tenaga kerja mensyaratkan kemampuan bahasa sesuai standar yang berlaku. Untuk Jepang, misalnya, calon pekerja umumnya harus memiliki kemampuan bahasa Jepang minimal level N4, yaitu tingkat kemampuan dasar&mdash;menengah bahasa Jepang.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/wamenaker/" target="_blank">Wamenaker</a> juga mengingatkan peserta yang berminat bekerja ke luar negeri agar cermat dalam memilih perusahaan penempatan dan tidak mudah tergiur dengan tawaran kerja yang tidak jelas.<br><br>"Jangan sampai salah memilih perusahaan penempatan. Pemerintah terus melakukan pengawasan terhadap perusahaan penempatan yang melanggar aturan, termasuk memberikan tindakan tegas dengan mencabut izin operasionalnya," tegas <a href="https://www.halomedan.com/tag/wamenaker/" target="_blank">Wamenaker</a>.r]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_8186_Wamenaker-Tekankan-Penguatan-Kompetensi-dan-Kemampuan-Bahasa-untuk-Perlu-as-Peluang-Kerja.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/politik/66465/wamenaker-tekankan-penguatan-kompetensi-dan-kemampuan-bahasa-untuk-perlu-as-peluang-kerja/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Menaker: Penyandang Disabilitas Harus Mendapat Kesempatan Kerja yang Setara</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 15:19:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Menaker: Penyandang Disabilitas Harus Mendapat Kesempatan Kerja yang Setara]]></title>
            <description><![CDATA[Boyolali&mdashMenteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pembangunan ketenagakerjaan yang inklusif dimulai dengan memastikan setiap warga]]></description>
            <content><![CDATA[Boyolali&mdash;Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pembangunan ketenagakerjaan yang inklusif dimulai dengan memastikan setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh kesempatan yang sama untuk bekerja, mengembangkan kompetensi, dan berkarier sesuai kemampuannya.<br><br>Komitmen tersebut disampaikan Yassierli saat membuka Pel atihan dan Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026). Menurut Yassierli, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan kesempatan kerja yang setara bagi seluruh warga negara.<br><br>"Penyandang disabilitas bukan objek belas kasihan. Mereka adalah subjek pembangunan yang memiliki hak yang sama untuk bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa sesuai kompetensi yang dimiliki," ujarnya.<br><br>Yassierli mengungkapkan tantangan penyandang disabilitas di pasar kerja masih besar. Mengutip data International Labour Organization (ILO) dalam Global Disability Summit 2025, tingkat partisipasi angkatan kerja penyandang disabilitas di dunia sekitar 30 persen lebih rendah dibandingkan kelompok non-disabilitas. Penyandang disabilitas usia muda juga menghadapi risiko hampir dua kali lebih besar untuk tidak bersekolah, bekerja, maupun mengikuti pelatihan.<br><br>Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan ketenagakerjaan tidak lagi sebatas menyediakan lapangan kerja, melainkan membangun sistem yang menilai kompetensi setiap individu secara adil tanpa diskriminasi.<br><br>"Yang perlu kita bangun adalah sistem ketenagakerjaan yang menilai kemampuan seseorang, bukan keterbatasannya. Setiap orang harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan mengembangkan kariernya," katanya.<br><br>Untuk mewujudkan hal itu, Kemnaker menyiapkan tiga pilar utama, yakni rekrutmen berbasis kompetensi, penyediaan penyesuaian yang layak di tempat kerja, serta layanan ketenagakerjaan yang mudah diakses seluruh pencari kerja. Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence) harus dimanfaatkan untuk memperluas akses kerja, bukan menciptakan hambatan baru bagi penyandang disabilitas.<br><br>Di sisi regulasi, pemerintah terus memperkuat perlindungan melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 yang mengatur kuota penyerapan tenaga ker ja penyandang disabilitas paling sedikit 2 persen di instansi pemerintah, BUMN, dan BUMD, serta 1 persen di perusahaan swasta. Ketentuan tersebut juga diperkuat melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2026 tentang Pemberian Penghargaan dalam Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.<br><br>Meski demikian, Yassierli menilai keberhasilan kebijakan tersebut memerlukan dukungan dunia usaha. Inklusivitas, menurutnya, harus menjadi bagian dari strategi pengembangan sumber daya manusia agar penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meniti karier.<br><br>"Inklusivitas bukan sekadar memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan. Yang lebih penting adalah membangun budaya kerja yang memberikan ruang bagi setiap orang untuk berkembang berdasarkan kompetensi dan kinerjanya," tuturnya.<br><br>Direktur Jenderal Binapenta dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Sugeng Heri Suseno, mengatakan bahwa terwuj udnya ketenagakerjaan yang inklusif memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mengatasi tantangan yang masih dihadapi penyandang disabilitas, diperlukan sinergi dengan dunia usaha, dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kompetensi, memperluas akses terhadap kesempatan kerja, serta menghapus stigma di lingkungan kerja.<br><br>Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui pendampingan yang berkesinambungan, sehingga penyandang disabilitas tidak hanya memperoleh pelatihan, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk memasuki dunia kerja.<br><br>"Program ini tidak berhenti pada pelatihan. Kami memastikan peserta memperoleh dukungan yang menyeluruh, mulai dari kemudahan legalitas mobilitas, penguatan jejaring dengan dunia usaha, hingga fasilitasi penempatan kerja," ujar Sugeng.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_5485_Menaker--Penyandang-Disabilitas-Harus-Mendapat-Kesempatan-Kerja-yang-Setara.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66464/menaker-penyandang-disabilitas-harus-mendapat-kesempatan-kerja-yang-setara/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sosok Gus Irawan Pasaribu di Mata Anto Genk: Dari Anak Pedagang Beras Menjadi Bankir, Legislator, hingga Bupati Tapanuli Selatan</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 13:49:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sosok Gus Irawan Pasaribu di Mata Anto Genk: Dari Anak Pedagang Beras Menjadi Bankir, Legislator, hingga Bupati Tapanuli Selatan]]></title>
            <description><![CDATA[Sosok Gus Irawan Pasaribu di Mata Anto Genk Dari Anak Pedagang Beras Menjadi Bankir, Legislator, hingga Bupati Tapanuli Selatan]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN | Di mata Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara sekaligus CEO Sumut24 Group, Rianto, SH., MH., yang akrab disapa Anto Genk, sosok H. Gus Irawan Pasaribu, SE., Ak., MM., CA. merupakan figur pemimpin yang lahir dari proses panjang, bukan dari jalan pintas. Perjalanan hidupnya dimulai dari keluarga sederhana, meniti karier dari bawah di dunia perbankan, dipercaya memimpin Bank Sumut selama tiga periode, menjadi anggota DPR RI dua periode, hingga akhirnya mendapat amanah sebagai Bupati Tapanuli Selatan.<br><br>Menurut Anto Genk, keberhasilan Gus Irawan bukan hanya karena kecerdasan akademik, tetapi juga kedisiplinan, integritas, dan kemampuannya membangun hubungan baik dengan semua kalangan.<br><br>"Saya mengenal Pak Gus Irawan sebagai pribadi yang sangat menghargai semua orang. Beliau tidak pernah membedakan media besar maupun media kecil, media nasional maupun lokal. Siapa pun wartawannya tetap dilayani dengan ramah, santun, dan penuh penghormatan. Itu karakter yang hari ini mulai langka dimiliki seorang pejabat," ujar Anto Genk yang dikenal juga sebagai advokad ini.<br><br>Lahir dari Keluarga yang Menjunjung Pendidikan<br><br>Gus Irawan Pasaribu lahir di Padang Sidempuan pada 31 Juli 1964. Ia merupakan anak keenam dari pasangan almarhum H. Hasan Pinayungan Pasaribu dan almarhumah Hj. Alimah Pakpahan. Ayahnya dikenal sebagai pedagang beras yang mendidik anak-anaknya dengan disiplin tinggi. <br><br>Keluarga besar Pasaribu dikenal melahirkan banyak tokoh nasional. Di antaranya Dr. H. Bomer Pasaribu, mantan Menteri Tenaga Kerja dan Duta Besar RI, Syahrul M. Pasaribu, mantan Bupati Tapanuli Selatan dua periode, serta sejumlah tokoh birokrasi dan profesional lainnya. <br><br>Pendidikan Gus Irawan dimulai di SD Negeri 7 Padang Sidempuan, kemudian SMP Negeri 1 Medan, SMA Negeri 1 Medan, melanjutkan S-1 Akuntansi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, dan meraih gelar Magister Manajemen Universitas Sumatera Utara (USU). <br><br>Memulai Karier dari Pegawai Biasa<br><br>Berbekal ilmu akuntansi, Gus Irawan memulai karier di Bank Sumut (saat itu BPDSU) pada 1990 sebagai pegawai biro personalia. Kariernya berkembang menjadi Kepala Seksi Administrasi, Wakil Pemimpin Cabang Tebing Tinggi, Pemimpin Cabang, hingga dipercaya menjadi Direktur Utama Bank Sumut pada usia yang relatif muda.<br><br>Di bawah kepemimpinannya selama sekitar tiga periode (2000&ndash;2012), Bank Sumut berkembang menjadi salah satu bank pembangunan daerah yang diperhitungkan di Indonesia. <br><br>Anto Genk menilai pengalaman panjang di dunia perbankan membentuk Gus Irawan menjadi pemimpin yang terbiasa bekerja dengan perencanaan, tata kelola, dan kehati-hatian.<br><br>"Beliau bukan lahir sebagai politisi. Beliau lahir sebagai profesional. Karena itu cara berpikirnya selalu berbasis data, perencanaan, dan hasil kerja."<br><br>Dari Dunia Perbankan ke Senayan<br><br>Setelah menyelesaikan pengabdiannya di Bank Sumut, Gus Irawan memasuki dunia politik melalui Partai Gerindra. Pada Pemilu 2014 ia terpilih menjadi Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara II.<br><br>Di parlemen, ia dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk di Komisi XI dan Komisi VII DPR RI, yang membidangi keuangan, energi, sumber daya mineral, riset, teknologi, dan lingkungan hidup. Ia kembali terpilih untuk periode 2019&ndash;2024 sebelum memutuskan maju dalam Pilkada Tapanuli Selatan. <br><br>Memimpin Tapanuli Selatan<br><br>Pada Pilkada 2024, Gus Irawan memperoleh kepercayaan masyarakat menjadi Bupati Tapanuli Selatan periode 2025&ndash;2030.<br><br>Ia membawa visi pembangunan:<br><br>"Tapanuli Selatan yang Maju, Berkarakter Unggul, Sehat, Cerdas, dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045."<br><br>Visi tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai program pembangunan yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, reformasi birokrasi, dan pelayanan publik yang lebih baik. <br><br>Menghadapi Ujian Banjir Bandang<br><br>Salah satu ujian terbesar pada awal masa kepemimpinannya adalah bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah Tapanuli Selatan.<br><br>Dalam situasi tersebut, Gus Irawan turun langsung ke lokasi terdampak, mengoordinasikan penanganan darurat bersama pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, TNI, Polri, Basarnas, BNPB, serta berbagai relawan.<br><br>Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan kemudian memfokuskan penanganan pada evakuasi warga, penyaluran bantuan, pemulihan infrastruktur, hingga mendorong pembangunan hunian tetap dan mitigasi bencana agar kejadian serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang. <br><br>Pemimpin yang Dekat dengan Wartawan<br><br>Bagi Anto Genk, salah satu kelebihan Gus Irawan adalah kemampuannya membangun komunikasi yang baik dengan insan pers.<br><br>"Beliau tidak pernah alergi terhadap kritik. Wartawan diterima dengan baik. Mau media nasional, televisi, media online, media lokal, semua diperlakukan sama. Itu menunjukkan beliau memahami bahwa pers adalah mitra pembangunan."<br><br>Menurut Anto Genk, sikap rendah hati dan keterbukaan terhadap media menjadi modal penting dalam membangun pemerintahan yang transparan dan akuntabel.<br><br>"Saya berharap kepemimpinan Pak Gus Irawan terus membawa perubahan nyata bagi masyarakat Tapanuli Selatan. Dengan pengalaman sebagai bankir, legislator, dan kepala daerah, saya optimistis beliau mampu mewujudkan visi besar Tapanuli Selatan yang maju, berkarakter unggul, sehat, cerdas, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045," tutup Anto Genk.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_2376_Sosok-Gus-Irawan-Pasaribu-di-Mata-Anto-Genk--Dari-Anak-Pedagang-Beras-Menjadi-Bankir--Legislator--hingga-Bupati-Tapanuli-Selatan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66463/sosok-gus-irawan-pasaribu-di-mata-anto-genk-dari-anak-pedagang-beras-menjadi-bankir-legislator-hingga-bupati-tapanuli-selatan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ketua BAKOPAM Sumut Ibnu Hajar Ajak Masyarakat Kibarkan Merah Putih, Teguhkan Semangat Nasionalisme</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 11:40:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ketua BAKOPAM Sumut Ibnu Hajar Ajak Masyarakat Kibarkan Merah Putih, Teguhkan Semangat Nasionalisme]]></title>
            <description><![CDATA[Ketua BAKOPAM Sumut Ibnu Hajar Ajak Masyarakat Kibarkan Merah Putih, Teguhkan Semangat Nasionalisme]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Medan &ndash; Ketua Badan Koordinasi Pemuda Muslim (BAKOPAM) Sumatera Utara, Ibnu Hajar, SE, mengimbau seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk mengibarkan Bendera Merah Putih secara serentak di rumah, perkantoran, tempat usaha, lembaga pendidikan, hingga fasilitas umum dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.<br><br>Menurut Ibnu Hajar, mengibarkan Bendera Merah Putih bukan sekadar memenuhi tradisi tahunan, tetapi merupakan bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.<br><br>"Merah Putih adalah lambang kehormatan bangsa. Mari kita kibarkan dengan penuh rasa bangga sebagai bukti cinta kepada NKRI sekaligus mengenang pengorbanan para pejuang kemerdekaan," ujar Ibnu Hajar, Kamis (6/8/2026).<br><br>Tokoh pemuda Sumatera Utara yang juga mantan Ketua GP Ansor Kota Medan, mantan Wakil Ketua PCNU Kota Medan, serta mantan Wakil Ketua KNPI Sumatera Utara itu mengatakan, bulan kemerdekaan harus menjadi momentum memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.<br><br>Ia mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, tokoh agama, pelajar, mahasiswa, hingga dunia usaha untuk bersama-sama memeriahkan Hari Kemerdekaan dengan kegiatan yang bernilai positif dan membangun semangat kebangsaan.<br><br>"Jangan biarkan Merah Putih hanya menjadi simbol. Jadikan semangat kemerdekaan sebagai motivasi untuk bekerja, berkarya, menjaga persaudaraan, dan mengisi kemerdekaan dengan prestasi nyata demi Indonesia yang semakin maju," tegasnya.<br><br>Ibnu Hajar juga mengingatkan bahwa menjaga persatuan bangsa merupakan tanggung jawab seluruh anak bangsa. Menurutnya, perbedaan suku, agama, budaya, maupun pilihan politik tidak boleh menjadi alasan untuk terpecah belah.<br><br>"Indonesia dibangun di atas keberagaman. Karena itu, mari kita rawat persatuan, hormati perbedaan, dan terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kibarkan Merah Putih sebagai simbol bahwa kita tetap satu, tetap kuat, dan tetap Indonesia," pungkasnya.<br><br>BAKOPAM Sumatera Utara berharap semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI mampu membangkitkan optimisme masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional, sekaligus memperkokoh nilai-nilai kebangsaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_1552_Ketua-BAKOPAM-Sumut-Ibnu-Hajar-Ajak-Masyarakat-Kibarkan-Merah-Putih--Teguhkan-Semangat-Nasionalisme.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66462/ketua-bakopam-sumut-ibnu-hajar-ajak-masyarakat-kibarkan-merah-putih-teguhkan-semangat-nasionalisme/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">NADI JKN Solusi Menjaga Keaktifan Peserta JKN</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 09:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[NADI JKN Solusi Menjaga Keaktifan Peserta JKN]]></title>
            <description><![CDATA[NADI JKN Solusi Menjaga Keaktifan Peserta JKN]]></description>
            <content><![CDATA[NADI JKN Solusi Menjaga Keaktifan Peserta JKN <br><br> <br><br>Jakarta - Tidak sedikit peserta Jaminan Kesehatan Nasional(JKN)  yang memiliki kemauan membayar iuran, namun mengalami kendala menyiapkan dana secara penuh saat jatuh tempo pembayaran iuran. <br><br>Kondisi ini terutama dialami oleh peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang memiliki penghasilan tidak tetap. Untuk menjawab tantangan tersebut, BPJS Kesehatan meluncurkan Program NADI JKN (Menabung Demi Iuran JKN) sebagai inovasi untuk membantu peserta menyiapkan dana iuran secara bertahap melalui mekanisme menabung. <br><br>Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan,,bahwa NADI JKN merupakan salah satu strategi retensi dan reaktivasi peserta untuk menjaga keberlangsungan perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus mendukung peningkatan keaktifan peserta Program JKN. <br><br>"Hingga 30 Juni 2026, cakupan kepesertaan JKN telah mencapai 98,60% dari total penduduk Indonesia. Namun demikian, tingkat keaktifan peserta tercatat sebesar 80,25% yang menunjukkan masih terdapat peserta yang belum aktif karena berbagai faktor, termasuk keterlambatan atau ketidakmampuan membayar iuran secara tepat waktu,&quot; ujar Pujo dalam Launching Program NADI JKN di Jakarta (4/8/2026). <br><br>Pujo menambahkan, Program NADI JKN adalah sarana bagi peserta untuk mempersiapkan pembayaran iuran secara lebih ringan dan terencana. Harapannya, semakin banyak peserta yang dapat menjaga status kepesertaan tetap aktif dan memperoleh perlindungan kesehatan secara berkelanjutan.<br><br>Melalui Program NADI JKN, peserta dapat menyisihkan dana secara bertahap sesuai kemampuan melalui mitra yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Program ini dikembangkan dalam dua skema layanan, yaitu digital-kolektif dan konvensional-perorangan, sehingga dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat dengan karakteristik yang berbeda. <br><br> <br><br>Pada skema digital-kolektif, peserta mendaftar melalui platform mitra seperti aplikasi digital dan ekosistem komunitas yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Peserta kemudian menabung secara berkala, misalnya harian atau mingguan, melalui fitur yang disediakan mitra. <br><br>Ketika dana yang terkumpul telah mencukupi, mitra akan membayarkan iuran JKN peserta melalui virtual account yang terhubung dengan sistem BPJS Kesehatan. Saat ini, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk dengan target peserta yang bekerja sebagai pengemudi ojek online.  <br><br>Selanjutnya pada skema konvensional-perorangan, peserta dapat menabung melalui koperasi, BUMDes, atau lembaga masyarakat yang menjadi mitra Program NADI JKN. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membayarkan iuran JKN peserta pada saat jatuh tempo. Saat ini,BPJS Kesehatan melakukan ujicoba di 5 Kantor Cabang (KC Jakarta Selatan, KC Pangkalpinang, KC Boyolali, KC Banyuwangi dan KC Pare-Pare) untuk bekerja sama dengan mitra seperti koperasi, BUMDes, atau lembaga masyarakat. <br><br>"&quot;Ke depan, kami berharap Program NADI JKN dapat diperluas untuk menjangkau lebih banyak segmen peserta. Termasuk perluasan kerja sama dengan berbagai penyedia aplikasi digital yang telah akrab digunakan masyarakat. Kami juga berharap implementasi NADI JKN dapat berjalan sesuai roadmap yang telah disusun, sehingga cakupan wilayah dan manfaat program ini dapat terus berkembang dari tahun ke tahun,&quot; tambah Pujo. <br><br>Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Ahmad Riza Patria mengungkapkan, dukungannya terhadap Program NADI JKN. Menurutnya program ini dapat mendukung target pemerintah dalam memajukan desa maupun daerah-daerah.<br><br><br><br>"Inovasi ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, khususnya masyarakat di wilayah pedesaan. Saya berharap baik BUMDes, koperasi desa mapun lembaga masyarakat lain di desa dapat menjadi mitra strategis BPJS Kesehatan dalam menjalankanProgram NADI JKN,&quot; ujar Wamendes. <br><br> <br><br>Saat ini, sejumlah kolaborasi telah terjalin antara lain melalui mitra di daerah, diantaranya BUMDes Mandiri Utama Kemuja di Pangkal Pinang, BUMDes Tirta Mandiri dan BUMDes Tumang di Boyolali, PT Pos Indonesia di Banyuwangi, serta Koperasi Desa Merah Putih Mattiro Ade di Parepare. <br><br> <br><br>Dukungan juga datang dari Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, yang mengajak, generasi muda, pekerja informal, dan pelaku UMKM untuk mulai menyisihkan sebagian pendapatannya demi perlindungan kesehatan keluarga.  <br><br> <br><br>&quot;Kehadiran program NADI JKN ini merupakan bentuk keseriusan BPJS Kesehatan dalam menghadirkan berbagai terobosan pengelolaan Program JKN yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dengan cara ini, masyarakat dapat mempertahankan kepesertaan JKN secara aktif tanpa terbebani pembayaran sekaligus,&quot;ujar Raffi Ahmad yang juga merupakan Duta Kehormatan BPJS Kesehatan. <br><br> <br><br>Sebagai mitra awal implementasi, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mendukung pengembangan skema NADI JKN melalui ekosistem digital yang dimiliki perusahaan. Ini merupakan pemanfaatan skema daily deduct engine yang terus dikembangkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, sehingga menjadi pilihan bagi pengguna aplikasi. <br><br> <br><br>"Mobilitas para mitra sangat tinggi karena mereka bekerja bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga. Saat ini, kami laporkan sebanyak 3.147 mitra Gojek di luar desil 1-5 telah bergabung dengan BPJS Kesehatan, sehingga mereka dan seluruh anggota keluarganya mendapatkan perlindungan dari risiko biaya kesehatan yang tidak terduga"ujar Dyan Shinto Eko Nugroho, Chief of Public Affair PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.  <br><br>Keterangan Photo : Prihati Pujowaskito launching program Nadi JKN di Jakarta]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_4991_NADI-JKN-Solusi-Menjaga-Keaktifan-Peserta-JKN.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66461/nadi-jkn-solusi-menjaga-keaktifan-peserta-jkn/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Janji ke Salah Satu Ormas Dinilai Hanya Simbolis, Sutrisno Pangaribuan Soroti Proses Pengisian Jabatan Sekda Sumut</guid>
            <pubDate>Wed, 05 Aug 2026 14:11:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Janji ke Salah Satu Ormas Dinilai Hanya Simbolis, Sutrisno Pangaribuan Soroti Proses Pengisian Jabatan Sekda Sumut]]></title>
            <description><![CDATA[Janji ke Salah Satu Ormas Dinilai Hanya Simbolis, Sutrisno Pangaribuan Soroti Proses Pengisian Jabatan Sekda Sumut]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan &ndash; Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas) sekaligus Direktur Indonesian Government Watch (IGoWa) dan Direktur Pusat Studi Anti Korupsi (PuSAKo), Sutrisno Pangaribuan, menilai Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution hanya memenuhi janji secara simbolis kepada salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) terkait pengisian jabatan Sekretaris Daerah (<a href="https://www.halomedan.com/tag/sekda/" target="_blank">Sekda</a>) Provinsi Sumatera Utara.<br><br>Dalam pernyataannya, Sutrisno menyebut skenario awal untuk menjadikan Topan Ginting sebagai <a href="https://www.halomedan.com/tag/sekda/" target="_blank">Sekda</a> Sumut gagal setelah Topan tersangkut kasus dugaan korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, kondisi tersebut membuat Bobby mengubah strategi dengan mengangkat Togap Simangunsong sebagai <a href="https://www.halomedan.com/tag/sekda/" target="_blank">Sekda</a>.<br><br>Sutrisno mengungkapkan, pengangkatan Togap dinilai sebagai upaya memenuhi janji politik kepada salah satu ormas. Namun, ia menilai pengangkatan tersebut hanya bersifat sementara karena masa pensiun Togap tinggal sekitar tiga bulan saat dilantik.<br><br>"Janji itu memang dipenuhi, tetapi hanya dalam waktu yang sangat singkat. Setelah Togap pensiun, tidak ada lagi upaya untuk mempertahankan representasi dari kalangan tersebut," ujar Sutrisno.<br><br>Ia menjelaskan, setelah Togap memasuki masa pensiun pada November 2025, Bobby menunjuk Sulaiman Harahap sebagai Penjabat (Pj) <a href="https://www.halomedan.com/tag/sekda/" target="_blank">Sekda</a> Sumut. Hingga kini, kata Sutrisno, Sulaiman masih menjabat sebagai Pj <a href="https://www.halomedan.com/tag/sekda/" target="_blank">Sekda</a>.<br><br>Sutrisno juga menyoroti ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penjabat Sekretaris Daerah. Menurutnya, masa jabatan penjabat sekda memiliki batas waktu tertentu sehingga perlu menjadi perhatian pemerintah provinsi.<br><br>Selain itu, ia mempertanyakan belum dibentuknya panitia seleksi (Pansel) untuk memilih <a href="https://www.halomedan.com/tag/sekda/" target="_blank">Sekda</a> definitif, meski kekosongan jabatan telah berlangsung cukup lama.<br><br>Sutrisno menyebut sebelumnya sempat beredar sejumlah nama yang disebut-sebut berpeluang menjadi calon <a href="https://www.halomedan.com/tag/sekda/" target="_blank">Sekda</a> Sumut. Namun hingga kini proses seleksi belum juga dimulai.<br><br>Sutrisno Pangaribuan sebagai Direktur IGoWa, Direktur PuSAKo, dan Presidium Kornas terkait dinamika pengisian jabatan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengenai pernyataan tersebut.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_6681_Janji-ke-Salah-Satu-Ormas-Dinilai-Hanya-Simbolis--Sutrisno-Pangaribuan-Soroti-Proses-Pengisian-Jabatan-Sekda-Sumut.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66460/janji-ke-salah-satu-ormas-dinilai-hanya-simbolis-sutrisno-pangaribuan-soroti-proses-pengisian-jabatan-sekda-sumut/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">DPD Forum Keberagaman Nusantara Sumut Gelar Rapat Persiapan Pelantikan</guid>
            <pubDate>Wed, 05 Aug 2026 13:59:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[DPD Forum Keberagaman Nusantara Sumut Gelar Rapat Persiapan Pelantikan]]></title>
            <description><![CDATA[DPD Forum Keberagaman Nusantara Sumut Gelar Rapat Persiapan Pelantikan]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Medan &ndash; Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Keberagaman Nusantara (FKN) Sumatera Utara menggelar rapat persiapan pelantikan kepengurusan di Cafe Deli, Kota Medan, Selasa (5/8/2026). <a href="https://www.halomedan.com/tag/rapat/" target="_blank">Rapat</a> tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi internal sekaligus mempersiapkan sosialisasi organisasi kepada berbagai elemen masyarakat dan pemerintah.<br><br>Ketua DPD FKN Sumatera Utara, Yang Mulia Seri Paduka Sultan Deli ke-14, Sultan Mahmud Area Lamanjiji Perkasa Alam Syah, mengatakan bahwa sebelum pelantikan dilaksanakan, pihaknya akan melakukan audiensi dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Utara.<br><br>Menurutnya, audiensi tersebut bertujuan memperkenalkan keberadaan serta visi dan misi Forum Keberagaman Nusantara sebagai organisasi yang mengedepankan persatuan dalam keberagaman.<br><br>"DPD FKN Sumut akan terlebih dahulu bersilaturahmi dan beraudiensi dengan para pimpinan Forkopimda Sumut untuk memperkenalkan eksistensi organisasi sekaligus membangun sinergi dalam menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat," ujarnya.<br><br>Ia menambahkan, pelantikan kepengurusan DPD FKN Sumatera Utara direncanakan berlangsung pada Oktober 2026.<br><br>Sementara itu, Ketua Dewan Pembina DPD FKN Sumatera Utara, H. Ruslan, SH, yang akrab disapa Ketum Pendawa, menjelaskan bahwa Forum Keberagaman Nusantara merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun berbagai unsur suku, etnis, agama, dan golongan.<br><br>"FKN hadir sebagai wadah untuk membangun, merawat, dan mempererat tali silaturahmi, persaudaraan, serta kebersamaan antarsesama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan semangat Bhinneka Tunggal Ika," tegas Ruslan.<br><br>Melalui rapat persiapan ini, DPD FKN Sumatera Utara berharap pelaksanaan pelantikan nantinya dapat berjalan sukses sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen organisasi dalam menjaga kerukunan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Sumatera Utara.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_3756_DPD-Forum-Keberagaman-Nusantara-Sumut-Gelar-Rapat-Persiapan-Pelantikan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66459/dpd-forum-keberagaman-nusantara-sumut-gelar-rapat-persiapan-pelantikan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">TABAGSEL: Jangan Biarkan Kaya Sumber Daya Alam, tetapi Miskin Kepastian Hukum bagi Pewaris Sejarahnya</guid>
            <pubDate>Wed, 05 Aug 2026 10:08:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[TABAGSEL: Jangan Biarkan Kaya Sumber Daya Alam, tetapi Miskin Kepastian Hukum bagi Pewaris Sejarahnya]]></title>
            <description><![CDATA[TABAGSEL Jangan Biarkan Kaya Sumber Daya Alam, tetapi Miskin Kepastian Hukum bagi Pewaris Sejarahnya]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Oleh: H Syahrir Nasution<br><br>Tapanuli Bagian Selatan (<a href="https://www.halomedan.com/tag/tabagsel/" target="_blank">Tabagsel</a>) merupakan kawasan yang kaya akan sumber daya alam, sejarah, budaya, dan peradaban. Angkola, Mandailing, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, serta Tapanuli Selatan bukan sekadar wilayah administratif, tetapi tanah yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur yang membangun perkampungan, persawahan, hutan adat, dan sistem sosial yang masih hidup hingga kini.<br><br>Ironisnya, di tengah kekayaan tersebut, masih banyak masyarakat yang justru menghadapi persoalan kepastian hukum atas tanah yang telah mereka kuasai secara turun-temurun. Tidak sedikit lahan adat, tanah ulayat, maupun tanah warisan yang belum memiliki legalitas yang kuat sehingga rentan menimbulkan sengketa di kemudian hari.<br><br>Keadaan ini seharusnya menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat. Jangan sampai kelalaian dalam mendokumentasikan sejarah, silsilah, maupun status kepemilikan tanah justru membuka ruang bagi pihak lain untuk mengklaim atau menguasai lahan melalui mekanisme hukum yang lebih kuat.<br><br>Persoalan ini bukan soal siapa yang datang dari mana. Negara menjamin bahwa setiap orang memiliki hak yang sama di hadapan hukum. Namun, masyarakat adat dan pewaris sejarah juga memiliki hak yang harus dilindungi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Karena itu, masyarakat <a href="https://www.halomedan.com/tag/tabagsel/" target="_blank">Tabagsel</a> perlu lebih aktif menginventarisasi sejarah kampung, tanah ulayat, silsilah keluarga, serta mengurus legalitas tanah agar memiliki kekuatan hukum.<br><br>Sudah saatnya pemerintah daerah, tokoh adat, akademisi, dan masyarakat duduk bersama menyusun peta sejarah kepemilikan tanah di <a href="https://www.halomedan.com/tag/tabagsel/" target="_blank">Tabagsel</a>. Arsip, dokumen adat, peta lama, hingga kesaksian para tetua kampung harus dihimpun sebelum terlambat. Sejarah tidak boleh hilang hanya karena tidak pernah ditulis dan dibuktikan.<br><br>Generasi muda Angkola dan Mandailing juga memiliki tanggung jawab besar. Mereka tidak cukup hanya bangga terhadap budaya dan marga, tetapi harus memahami sejarah tanah leluhurnya serta ikut menjaga aset keluarga dan masyarakat melalui jalur hukum yang benar.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/tabagsel/" target="_blank">Tabagsel</a> tidak boleh hanya dikenal sebagai daerah yang kaya hasil bumi, tetapi masyarakatnya kehilangan kepastian hukum atas tanah warisan sendiri. Kekayaan alam akan habis, tetapi sejarah dan hak masyarakat harus tetap terjaga.<br><br>Kini saatnya masyarakat <a href="https://www.halomedan.com/tag/tabagsel/" target="_blank">Tabagsel</a> bergerak. Inventarisasi tanah, penguatan dokumen, perlindungan tanah adat, dan kepastian hukum harus menjadi agenda bersama. Sebab, bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga sejarahnya, melindungi hak masyarakatnya, dan mewariskan tanah leluhurnya kepada generasi berikutnya dengan kepastian hukum yang kuat.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_6919_TABAGSEL--Jangan-Biarkan-Kaya-Sumber-Daya-Alam--tetapi-Miskin-Kepastian-Hukum-bagi-Pewaris-Sejarahnya.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66457/tabagsel-jangan-biarkan-kaya-sumber-daya-alam-tetapi-miskin-kepastian-hukum-bagi-pewaris-sejarahnya/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Soal Senjata Nuklir Iran, Hipotetikal dalam Perspektif &ldquo;Game Theory&rdquo;</guid>
            <pubDate>Wed, 05 Aug 2026 09:07:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Soal Senjata Nuklir Iran, Hipotetikal dalam Perspektif “Game Theory”]]></title>
            <description><![CDATA[Soal Senjata Nuklir Iran, Hipotetikal dalam Perspektif &ampldquoGame Theory&amprdquo]]></description>
            <content><![CDATA[BANDUNG &mdash; Potongan video dan narasi yang beredar di ruang publik mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto dan senjata nuklir Iran telah keluar jauh dari konteks asli yang disampaikan sang kepala negara.<br><br>Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Dr. Teguh Santosa, mengatakan, dalam pernyataan di depan pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) di Istana Negara, Jumat, 31 Juli 2026 lalu, Prabowo memaparkan berbagai dilema yang dihadapi pelaku usaha nasional, termasuk dari sisi geopolitik yang sedang berkembang sangat dinamis dan penuh dengan ketidakpastian strategis.<br><br>Setelah menyimak secara utuh pernyataan Prabowo, Teguh mengatakan, dirinya tidak menemukan satu kalimat pun dari Prabowo yang menyiratkan atau menyatakan bahwa Iran secara definitif telah memiliki senjata nuklir. Respons negara-negara Timur Tengah yang disebut Prabowo dalam pernyataannya itu juga merupakan penguraian atas situasi hipotetikal yang biasa digunakan dalam pendekatan "Game Theory".<br><br>"Apa yang disampaikan Prabowo murni merupakan sebuah analisis penguraian situasi hipotetikal mengenai dinamika yang sedang terjadi di panggung politik internasional," ujar Teguh dari Bandung, Rabu, 5 Agustus 2026,<br><br>Teguh yang juga pengamat hubungan internasional dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, telah menulis sejumlah buku terkait isu politik global, seperti "Di Tepi Amu Darya", "Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik", "Buldozer dari Palestina", dan "Di Tepi Sungai Efrat". Teguh juga menulis buku "Reunifikasi Korea: Game Theory" yang diangkat dari disertasinya di Universitas Padjadjaran, Bandung.<br><br>Dia menggarisbawahi, konteks pembahasan Prabowo yang mengerucut pada skenario terburuk bila terjadi eskalasi perlombaan senjata nuklir di suatu kawasan.<br><br>Analisis semacam ini, sambung Direktur Geopolitik GREAT Institute ini, lazim dilakukan pemimpin negara untuk mengukur kesiapan mitigasi risiko geopolitik, dan jelas bukan sebagai tuduhan faktual terhadap suatu negara tertentu.<br><br>Teguh mengatakan, dirinya dalam berbagai kesempatan telah menyampaikan bahwa Iran tidak memiliki senjata nuklir, sesuai dengan fatwa pemimpin Revolusi Islam Iran alm. Ayatollah Ruhollah Khomeini (1900-1989).<br><br>Senjata nuklir, kata Teguh lagi, dinilai bertentangan dengan prinsip perang dalam Islam yang selain didasarkan pada upaya untuk membalas serangan dan membela diri, juga diskriminatif. Artinya, hanya pihak-pihak kombatan saja yang menjadi sasaran perang dalam aturan Islam. Sementara pihak-pihak yang terlibat dalam perang tidak boleh dijadikan sasaran, termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan.<br><br>"Adapun senjata nuklir tidak diskriminatif karena menyasar siapapun, termasuk menghancurkan lingkungan hidup," katanya lagi.<br><br>"Ghost Fleet" dan Skenario Indonesia 2030<br><br>Teguh membandingkan pernyataan Prabowo soal senjata nuklir Iran ini dengan pernyataannya di tahun 2018 yang mengutip novel "Ghost Fleet: A Novel of the Next World War" karya dua ahli strategi militer AS, PW Singer dan August Cole.<br><br>Di dalam "Ghost Fleet" berbagai situasi hipotetikal diuraikan, tidak cuma soal Indonesia bubar di tahun 2030, tapi juga soal perang terbuka di antara great powers. Kehancuran sebuah negara, juga kelahiran negara baru, dalam rentang waktu tertentu merupakan materi fiksi strategis yang biasa dibahas dan dibayangkan oleh pengamat politik luar negeri, lembaga think tank pelat merah maupun pelat hitam.<br><br>Teguh menegaskan bahwa penggunaan skenario terburuk dalam literatur maupun diskursus geopolitik bertujuan untuk membangun kewaspadaan nasional. Pesan utamanya adalah agar seluruh elemen bangsa menyadari bahwa berbagai skenario ancaman terhadap kedaulatan sebuah negara secara nyata sedang dibicarakan dan dikalkulasikan di luar sana.<br><br>Teguh mengimbau masyarakat pers agar lebih berhati-hati menyebarkan informasi. Pemotongan konteks pernyataan pejabat publik demi kepentingan sensasi semata dapat menyesatkan publik serta berpotensi mengganggu stabilitas hubungan internasional Indonesia dengan negara sahabat.<br><br>Sebagai organisasi perusahaan pers, sambungnya, JMSI terus mendorong ekosistem pemberitaan yang menjunjung tinggi prinsip jurnalisme yang akurat, berimbang, serta berbasis fakta dan konteks. Verifikasi terhadap pernyataan narasumber kunci seperti presiden mutlak diperlukan agar esensi pesan pembangunan strategis nasional tidak terdistorsi oleh kepentingan politik praktis.<br><br>Menutup pandangannya, Teguh mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melihat arah kebijakan luar negeri Presiden Prabowo secara objektif dan komprehensif.<br><br>Teguh yakin, pemahaman yang utuh terhadap visi geopolitik nasional akan membantu Indonesia berdiri tegak di tengah persaingan global yang semakin kompleks tanpa terjebak dalam disinformasi yang merugikan. Rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_7311_Soal-Senjata-Nuklir-Iran--Hipotetikal-dalam-Perspektif--ldquo-Game-Theory-rdquo-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/politik/66456/soal-senjata-nuklir-iran-hipotetikal-dalam-perspektif-ldquogame-theoryrdquo/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu Bangun Konsep Ketahanan Pangan Tapanuli Selatan Berbasis Produksi, APBD dan Regulasi Jadi Fondasi</guid>
            <pubDate>Wed, 05 Aug 2026 08:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu Bangun Konsep Ketahanan Pangan Tapanuli Selatan Berbasis Produksi, APBD dan Regulasi Jadi Fondasi]]></title>
            <description><![CDATA[TAPANULI SELATAN  Halomedan.comKetahanan pangan menjadi salah satu agenda strategis Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan di bawah kepemimp]]></description>
            <content><![CDATA[TAPANULI SELATAN | Halomedan.com</p><br>Ketahanan pangan menjadi salah satu agenda strategis Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan di bawah kepemimpinan Bupati <a href="https://www.halomedan.com/tag/gus/" target="_blank">Gus</a> Irawan Pasaribu. Arah kebijakan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui berbagai program di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, tetapi juga diperkuat melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat serta memperkuat ekonomi pedesaan. <br><br>Berdasarkan data APBD Tahun Anggaran 2026, Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki pendapatan daerah sebesar sekitar Rp1,33 triliun, sedangkan belanja daerah mencapai Rp1,51 triliun. Porsi belanja tersebut menjadi instrumen penting bagi pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan sektor pertanian, irigasi, infrastruktur pedesaan, hingga pemberdayaan petani sebagai fondasi ketahanan pangan daerah. <br><br>Secara nasional, kebijakan tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab menjamin ketersediaan, keterjangkauan, keamanan, mutu, dan keberlanjutan pangan bagi masyarakat. Selain itu, UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menempatkan urusan pangan sebagai salah satu urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintah daerah. Pemerintah pusat juga memperkuat arah tersebut melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2026 tentang percepatan swasembada pangan dan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2026 mengenai percepatan penyediaan infrastruktur pascapanen. <br><br>Di tingkat implementasi, konsep ketahanan pangan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mulai terlihat melalui berbagai program nyata. Salah satunya adalah dorongan optimalisasi lahan pertanian agar tidak ada lahan produktif yang terbengkalai. Dalam kegiatan panen jagung pascabencana di Kecamatan Batangtoru, Bupati <a href="https://www.halomedan.com/tag/gus/" target="_blank">Gus</a> Irawan Pasaribu menegaskan bahwa setiap jengkal lahan harus dimanfaatkan untuk menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat.<br><br>Pada kesempatan tersebut, pemerintah juga menyerahkan bantuan benih padi, benih jagung, mesin perontok jagung, alat uji tanah, hingga pengembangan demplot hortikultura sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas petani. Pemerintah daerah bahkan menyediakan program pembiayaan pertanian berbunga nol persen bekerja sama dengan Bank Sumut guna memperkuat permodalan petani. <br><br>Tidak hanya berfokus pada sektor tanaman pangan, strategi ketahanan pangan juga diperluas melalui pengembangan sektor perikanan. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menggagas Gerakan Seribu Kolam untuk meningkatkan produksi ikan lokal yang selama ini belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.<br><br>Program tersebut diwujudkan melalui penyaluran ribuan benih ikan, bantuan pakan, serta pembinaan kelompok pembudidaya ikan. Pemerintah berharap produksi ikan lokal meningkat sehingga mampu mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah sekaligus mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). <br><br>Di sektor peternakan, perhatian juga diarahkan pada efisiensi biaya produksi. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menggagas pembentukan depo pakan ternak melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna memotong rantai distribusi dan menekan harga pakan yang selama ini menjadi beban utama peternak. Kebijakan tersebut dipadukan dengan penguatan budidaya jagung sebagai bahan baku pakan sehingga tercipta keterkaitan antara sektor tanaman pangan, peternakan, dan perikanan. <br><br>Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Kabupaten Tapanuli Selatan. Kondisi tersebut menjadikan investasi pada sektor pangan memiliki nilai strategis, tidak hanya untuk menjaga ketersediaan pangan daerah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang mayoritas menggantungkan hidup pada sektor pertanian. <br><br>Melihat berbagai kebijakan tersebut, konsep ketahanan pangan di era pemerintahan <a href="https://www.halomedan.com/tag/gus/" target="_blank">Gus</a> Irawan Pasaribu dapat dipahami sebagai pendekatan yang mengintegrasikan peningkatan produksi pertanian, pengembangan perikanan dan peternakan, dukungan pembiayaan, penyediaan sarana produksi, serta pembangunan infrastruktur pendukung. Pendekatan ini diarahkan untuk mewujudkan kemandirian pangan daerah sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional sebagaimana diamanatkan dalam berbagai regulasi pemerintah pusat. (SS68/genk)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_2168_Bupati-Tapsel-Gus-Irawan-Pasaribu-Bangun-Konsep-Ketahanan-Pangan-Tapanuli-Selatan-Berbasis-Produksi--APBD-dan-Regulasi-Jadi-Fondasi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66455/bupati-tapsel-gus-irawan-pasaribu-bangun-konsep-ketahanan-pangan-tapanuli-selatan-berbasis-produksi-apbd-dan-regulasi-jadi-fondasi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Gus Irawan Pasaribu Membangun Ketahanan Bencana Tapanuli Selatan Dari Tanggap Darurat Menuju Mitigasi Berkelanjutan</guid>
            <pubDate>Wed, 05 Aug 2026 08:28:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Gus Irawan Pasaribu Membangun Ketahanan Bencana Tapanuli Selatan Dari Tanggap Darurat Menuju Mitigasi Berkelanjutan]]></title>
            <description><![CDATA[TAPANULI SELATAN  Halomedan.comBencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan pada penghujung 2025 meninggalkan]]></description>
            <content><![CDATA[TAPANULI SELATAN | Halomedan.com<br><br>Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan pada penghujung 2025 meninggalkan luka yang mendalam. Ribuan warga terdampak, akses jalan terputus, jembatan hanyut, jaringan irigasi rusak, lahan pertanian tertimbun material, hingga alur sejumlah sungai berubah akibat derasnya arus banjir.<br><br>Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan di bawah kepemimpinan Bupati <a href="https://www.halomedan.com/tag/gus/" target="_blank">Gus</a> Irawan Pasaribu dihadapkan pada tantangan besar. Tidak hanya memulihkan kondisi masyarakat, tetapi juga memastikan bencana serupa tidak kembali menimbulkan kerusakan yang sama. Karena itu, penanganan pascabencana diarahkan tidak sekadar pada bantuan darurat, melainkan membangun sistem mitigasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.<br><br>Pada tahap awal, <a href="https://www.halomedan.com/tag/gus/" target="_blank">Gus</a> Irawan turun langsung mengunjungi lokasi bencana dan posko pengungsian untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Bersama BPBD, TNI, Polri, BNPB, pemerintah provinsi, serta berbagai kementerian, Pemkab mengoordinasikan distribusi logistik, layanan kesehatan, hingga pembukaan akses jalan yang sempat terisolasi.<br><br>Setelah masa tanggap darurat dinyatakan berakhir, fokus pemerintah bergeser ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Pendataan kerusakan dilakukan secara menyeluruh, meliputi rumah warga, sekolah, fasilitas kesehatan, jalan, jembatan, jaringan irigasi, hingga lahan pertanian. Data tersebut menjadi dasar penyusunan kebutuhan rehabilitasi dan pengajuan bantuan kepada pemerintah pusat.<br><br>Salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian adalah berubahnya morfologi sungai akibat banjir besar. Endapan material dan perpindahan alur sungai meningkatkan risiko banjir berulang ketika curah hujan tinggi. Karena itu, normalisasi sungai menjadi prioritas utama.<br><br>BNPB menetapkan normalisasi Sungai Batang Toru sebagai salah satu program strategis pemulihan. Sejumlah alat berat diterjunkan untuk mengeruk sedimentasi, membuka kembali alur sungai, serta membangun tanggul darurat guna mengurangi ancaman luapan air ke permukiman warga.<br><br>Di tingkat daerah, <a href="https://www.halomedan.com/tag/gus/" target="_blank">Gus</a> Irawan juga mendorong normalisasi Sungai Garoga secara menyeluruh. Menurutnya, penanganan tidak boleh bersifat parsial karena perubahan alur sungai dapat memicu bencana baru apabila tidak ditata secara komprehensif. Selain itu, pemerintah mengusulkan pembangunan jembatan permanen menggantikan jembatan Bailey yang selama ini menjadi akses sementara masyarakat.<br><br>Mitigasi juga diarahkan pada sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Tapanuli Selatan. Rusaknya bendung dan jaringan irigasi menyebabkan ratusan hektare sawah kehilangan pasokan air. Pemerintah kemudian mempercepat rehabilitasi irigasi, pembangunan bronjong pengaman sungai, normalisasi Sungai Aek Batak Kola, serta perbaikan bendung agar produktivitas pertanian kembali pulih.<br><br>Langkah tersebut diperkuat melalui dukungan APBD Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun Anggaran 2026 dan sinergi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Program yang dijalankan meliputi rehabilitasi infrastruktur sumber daya air, normalisasi sungai, pembangunan pengaman tebing, hingga pemulihan jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana.<br><br>Tidak berhenti pada pembangunan fisik, pemerintah juga berupaya memulihkan ekonomi masyarakat. Berbagai program pendampingan pertanian, kemudahan akses pembiayaan, serta percepatan perbaikan sarana produksi dilakukan agar masyarakat dapat kembali mengelola lahan yang sebelumnya terdampak banjir dan longsor.<br><br>Meski demikian, sejumlah pekerjaan rumah masih menanti penyelesaian. Beberapa kawasan rawan longsor memerlukan penanganan permanen, sementara normalisasi sungai di sejumlah titik membutuhkan dukungan anggaran yang besar. Di sisi lain, pembangunan sistem peringatan dini, edukasi kebencanaan, penataan ruang berbasis risiko, serta konservasi daerah hulu menjadi faktor penting agar upaya mitigasi tidak hanya bersifat reaktif, tetapi benar-benar mampu menurunkan risiko bencana pada masa mendatang.<br><br>Pengalaman menghadapi bencana besar tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan untuk membangun paradigma baru penanggulangan bencana. Penanganan tidak lagi hanya berorientasi pada respons ketika bencana terjadi, melainkan diarahkan pada penguatan ketahanan daerah melalui rehabilitasi, rekonstruksi, dan mitigasi yang terintegrasi.<br><br>Keberhasilan langkah tersebut tentu akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan program, dukungan anggaran, serta sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Dengan kolaborasi tersebut, Tapanuli Selatan diharapkan mampu bangkit sekaligus menjadi daerah yang lebih tangguh menghadapi ancaman bencana di masa depan.(SS68/genk)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_4764_Gus-Irawan-Pasaribu-Membangun-Ketahanan-Bencana-Tapanuli-Selatan-Dari-Tanggap-Darurat-Menuju-Mitigasi-Berkelanjutan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66454/gus-irawan-pasaribu-membangun-ketahanan-bencana-tapanuli-selatan-dari-tanggap-darurat-menuju-mitigasi-berkelanjutan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dikunjungi Delegasi Investor, Jumhur: Prabowo &ldquo;Presiden Paling Hijau&rdquo;</guid>
            <pubDate>Wed, 05 Aug 2026 08:18:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dikunjungi Delegasi Investor, Jumhur: Prabowo “Presiden Paling Hijau”]]></title>
            <description><![CDATA[Dikunjungi Delegasi Investor, Jumhur Prabowo &ampldquoPresiden Paling Hijau&amprdquo]]></description>
            <content><![CDATA[JAKARTA -- Berbagai kebijakan dan inisiatif pembangunan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto selain berorientasi untuk meningkatkan kualitas SDM, juga untuk membangun ketahanan pangan dan ketahanan energi, serta di saat bersamaan memaksimalkan perlindungan terhadap lingkungan hidup yang berkelanjutan.<br><br>Demikian disampaikan Menteri Lingkungan Hidup yang juga Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh. Jumhur Hidayat dalam pertemuan dengan delegasi dari enam lembaga investor yang dipimpin Chairman of the Board of the U.S.- Indonesia Society Duta Besar Robert O. Blake Jr., di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.<br><br>Adapun keenam lembaga investor yang hadir dalam pertemuan terdiri dari Seventh AP Fund, Green Century Capital Management, KLP Asset Management, UBS, Saturna Capital, dan Ziranjiti.<br><br>Dubes Blake Jr. menyampaikan bahwa Indonesia dipandang sebagai salah satu negara dengan potensi terbesar di dunia untuk investasi berkelanjutan, mengingat kekayaan modal alam (natural capital), keanekaragaman hayati, sumber daya karbon, serta potensi ekonomi hijau yang dimiliki.<br><br>Namun demikian, para investor juga menegaskan bahwa keputusan investasi ke depan akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan Indonesia dalam mempertahankan tren penurunan deforestasi, memperkuat tata kelola lingkungan pada sektor pertambangan, meningkatkan standar Environmental, Social and Governance (ESG), dan menjaga integritas pasar karbon nasional, serta melindungi keanekaragaman hayati dan memberikan kepastian kebijakan jangka panjang.<br><br>Merespons semua masukan yang disampaikan, Jumhur mengatakan bahwa ketahanan pangan dan produksi bioetanol merupakan prioritas strategis nasional. Di saat bersamaan Indonesia tetap berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Sementara pemanfaatan lahan terdegradasi dan restorasi ekologi akan menjadi bagian penting melalui Gerakan Nasional Tobat Ekologis.<br><br>Jumhur mengatakan, dengan semua kebijakan yang diambil pemerintah itu, Prabowo menjadi "presiden paling hijau" yang memerintah Indonesia. Bahkan, Indonesia merupakan negara pertama yang memproduksi bahan bakar nabati berbasis biodiesel B50.<br><br>Program mandatori B50 ini diluncurkan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto pada 17 Juli 2026 sebagai kelanjutan dari tahapan program transisi energi sebelumnya, seperti B30 dan B40. Kebijakan ini didasarkan pada regulasi Kementerian ESDM untuk mendorong kemandirian energi nasional sekaligus memanfaatkan kekayaan kelapa sawit domestik.<br><br>"Kebun sawit dan kebun tebu kami juga untuk mendorong program B50 yang itu jauh lebih ramah lingkungan, selain untuk ketahanan pangan dan menciptakan green jobs," ujarnya.<br><br>Selain itu, pemerintahan Prabowo juga akan membangun Panel Surya 100 Gigawatt, memasifkan gerakan dekarbonisasi industri, mengharuskan industri migas membangun Carbon Capture Storage (CCS), serta menghilangkan emisi gas metan dari tumpukan sampah terbuka yang membusuk melalui Pembangkit Sampah untuk Energi Listrik (PSEL) dan sebagainya.<br><br>Untuk menjaga track ini, Jumhur juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk memperkuat standar lingkungan, meningkatkan sistem audit lingkungan, memperbanyak auditor lingkungan, serta memperkuat pengawasan dan penegakan hukum.<br><br>Hal lain yang disampaikan Jumhur adalah tentang peradaban fase baru peradaban manusia yang disebutnya sebagai "Development through Environmental Protection". Pembangunan yang bertumpu pada perlindungan lingkungan hidup kini menggantikan pembangunan yang selama ini dikesankan mengorbankan sumber daya alam.<br><br>Jumhur juga menyampaikan paradigma aksi iklim yang diusungnya, yakni mitigasi, adaptasi, dan kemakmuran (prosperity). Dengan pendekatan kesejahteraan ini, masyarakat lokal dan masyarakat adat juga memperoleh manfaat ekonomi secara langsung dari konservasi dan perlindungan lingkungan. Rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_695_Dikunjungi-Delegasi-Investor--Jumhur--Prabowo--ldquo-Presiden-Paling-Hijau-rdquo-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66453/dikunjungi-delegasi-investor-jumhur-prabowo-ldquopresiden-paling-hijaurdquo/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Densus 88 AT Polri dan Dispora Aceh Satukan Langkah Bentengi Generasi Muda dari Paham IRET</guid>
            <pubDate>Tue, 04 Aug 2026 20:22:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Densus 88 AT Polri dan Dispora Aceh Satukan Langkah Bentengi Generasi Muda dari Paham IRET]]></title>
            <description><![CDATA[Densus 88 AT Polri dan Dispora Aceh Satukan Langkah Bentengi Generasi Muda dari Paham IRET]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br><br><br>BANDA ACEH &ndash; Komitmen membangun generasi muda Aceh yang tangguh, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan terus diperkuat. Satgaswil Aceh <a href="https://www.halomedan.com/tag/densus/" target="_blank">Densus</a> 88 Antiteror Polri menjalin sinergi strategis dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh sebagai bagian dari ikhtiar bersama mencegah penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di kalangan generasi muda.<br><br>Koordinasi yang berlangsung di Kantor Dispora Aceh, Banda Aceh, menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dalam merancang berbagai program pembinaan kepemudaan yang adaptif terhadap tantangan zaman, khususnya di era digital yang berkembang begitu cepat.<br><br>Dalam rilis pers yang diterima redaksi media ini, Selasa, 04 Agustus 2026 menyebutkan, pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian Kasatgaswil Aceh <a href="https://www.halomedan.com/tag/densus/" target="_blank">Densus</a> 88 AT Polri, AKBP Goentoro Wisnoe Tjahjono, S.Pd., M.H., dan disambut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, T. Banta Nuzullah, S.Pd.<br><br>Suasana diskusi berlangsung hangat dan konstruktif. Kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi dalam penguatan wawasan kebangsaan, peningkatan literasi digital, pendidikan karakter, serta upaya membangun daya tangkal generasi muda terhadap berbagai bentuk penyebaran paham IRET yang kini semakin mudah menjangkau masyarakat melalui ruang digital.<br><br>AKBP Goentoro Wisnoe Tjahjono menegaskan bahwa pemuda merupakan pilar utama masa depan bangsa. Karena itu, mereka tidak hanya membutuhkan ruang untuk berkarya dan berprestasi, tetapi juga bekal pemahaman kebangsaan yang kokoh agar mampu menghadapi derasnya arus informasi yang terus berkembang.<br><br>Menurutnya, kemajuan teknologi informasi menghadirkan peluang besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Namun, pada saat yang sama, ruang digital juga menjadi medium yang kerap dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menyebarkan narasi intoleransi, radikalisme, ekstremisme, hingga ajakan yang berpotensi mengarah pada tindakan terorisme.<br><br>"Karena itu, pendekatan pencegahan harus dilakukan secara komprehensif melalui edukasi, penguatan karakter, peningkatan literasi digital, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Pencegahan akan jauh lebih efektif ketika seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama," ujarnya.<br><br>Sementara itu, Kepala Dispora Aceh, T. Banta Nuzullah, menyampaikan apresiasi atas terbangunnya sinergi dengan Satgaswil Aceh <a href="https://www.halomedan.com/tag/densus/" target="_blank">Densus</a> 88 AT Polri. Menurutnya, pembinaan kepemudaan tidak hanya diarahkan untuk melahirkan generasi yang unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki integritas, nasionalisme, serta kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.<br><br>Dispora Aceh, kata dia, siap mendukung berbagai program kolaboratif yang melibatkan pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas, hingga para pegiat literasi sebagai bagian dari gerakan bersama memperkuat ketahanan ideologi bangsa di kalangan generasi muda.<br><br>Melalui sinergi ini, edukasi mengenai bahaya paham IRET diharapkan mampu menjangkau lebih luas berbagai lapisan masyarakat, khususnya kalangan muda yang menjadi kelompok paling aktif memanfaatkan teknologi digital. Dengan meningkatnya kesadaran dan kemampuan menyaring informasi secara kritis, generasi muda diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.<br><br>Kolaborasi antara Satgaswil Aceh <a href="https://www.halomedan.com/tag/densus/" target="_blank">Densus</a> 88 AT Polri dan Dispora Aceh menjadi cerminan bahwa menjaga persatuan bangsa bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan semata, melainkan merupakan ikhtiar bersama seluruh elemen bangsa. Dari sinergi inilah diharapkan lahir generasi muda Aceh yang cerdas, moderat, berdaya saing, serta mampu menjadi pelopor perdamaian dan penjaga harmoni sosial di Bumi Serambi Mekkah.Versi ini menggunakan gaya bahasa yang lebih elegan, mengalir, dan bercita rasa feature, namun tetap mempertahankan kaidah berita yang objektif dan profesional. (R/MTU)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_1826_Densus-88-AT-Polri-dan-Dispora-Aceh-Satukan-Langkah-Bentengi-Generasi-Muda-dari-Paham-IRET.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66452/densus-88-at-polri-dan-dispora-aceh-satukan-langkah-bentengi-generasi-muda-dari-paham-iret/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bank Sumut Wujudkan Impian Masyarakat Miliki Rumah melalui Akad Massal KPR Sejahtera FLPP</guid>
            <pubDate>Tue, 04 Aug 2026 18:38:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bank Sumut Wujudkan Impian Masyarakat Miliki Rumah melalui Akad Massal KPR Sejahtera FLPP]]></title>
            <description><![CDATA[Bank Sumut Wujudkan Impian Masyarakat Miliki Rumah melalui Akad Massal KPR Sejahtera FLPP]]></description>
            <content><![CDATA[Medan &ndash; Senyum bahagia terpancar dari raut wajah puluhan masyarakat yang mengikuti Akad Massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) PT Bank Sumut (Perseroda) yang diselenggarakan di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Medan, Sabtu (1/8/2026). Momentum tersebut menjadi langkah awal bagi para peserta untuk mewujudkan impian memiliki rumah pertama sekaligus membangun masa depan keluarga yang lebih baik.<br><br><br><br>Sebagai salah satu bank penyalur KPR Sejahtera FLPP, PT Bank Sumut kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui kolaborasi bersama pemerintah, BP Tapera, dan para pengembang, Bank Sumut terus menghadirkan pembiayaan perumahan yang mudah diakses dan terjangkau.<br><br><br><br>Direksi PT Bank Sumut yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Pemimpin Divisi Kredit Konsumer, Faisal Panggabean, menyampaikan bahwa kepemilikan rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat ketahanan keluarga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor perumahan.<br><br><br><br>"Hari ini bukan sekadar penandatanganan akad kredit. Hari ini adalah momentum ketika harapan menjadi kenyataan. Di balik setiap akad yang ditandatangani, ada keluarga yang memulai babak baru kehidupannya dengan memiliki rumah yang layak sebagai tempat tumbuh, belajar, dan membangun masa depan," ujarnya<br><br><br><br>Menurut Faisal, Program KPR Sejahtera FLPP tidak hanya memberikan kemudahan pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas melalui pertumbuhan sektor perumahan.<br><br><br><br>"Rumah bukan sekadar bangunan dan aset ekonomi. Rumah adalah tempat lahirnya harapan, tempat anak-anak tumbuh dan menggapai cita-cita, serta tempat keluarga membangun kehidupan yang lebih baik. Karena itu, setiap pembiayaan yang kami salurkan memiliki nilai sosial yang sangat besar," katanya.<br><br><br><br>Lebih lanjut, Faisal menyampaikan bahwa sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Sumut senantiasa berkomitmen mendukung berbagai program strategis pemerintah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan, percepatan proses pembiayaan, serta penguatan sinergi dengan pemerintah, BP Tapera, asosiasi pengembang, dan para pemangku kepentingan lainnya guna memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat.<br><br><br><br>Pada kegiatan akad massal ini, sebanyak 67 debitur melaksanakan akad KPR Sejahtera FLPP dengan total nilai pembiayaan sebesar Rp10,7 miliar. Para debitur berasal dari berbagai profesi, di antaranya PNS, PPPK, guru swasta, petani, karyawan swasta, serta profesi lainnya yang termasuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah sesuai ketentuan Program KPR Sejahtera FLPP.<br><br><br><br>Komitmen Bank Sumut dalam mendukung pemerataan akses kepemilikan rumah juga diwujudkan melalui penyaluran KPR Sejahtera FLPP kepada buruh di Pelabuhan Belawan. Program tersebut diprakarsai oleh Ketua Primkop TKBM Pelabuhan Belawan, Sabam Parsaoran Manalu, sehingga para tenaga kerja bongkar muat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memperoleh hunian layak dengan skema pembiayaan yang terjangkau.<br><br><br><br>Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Penyerahan Simbolis Kunci Rumah KPR Sejahtera FLPP kepada debitur serta Penyerahan Simbolis Penerima Manfaat Kredit Program Perumahan (KPP) sebagai wujud nyata sinergi dalam mendukung kepemilikan rumah bagi masyarakat.<br><br><br><br>Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Keuangan dan Umum PT PPSU Zia Muhammad, Wakil Ketua Umum DPP REI Andy Atmoko Panggabean, Ketua DPD REI Sumatera Utara Rakutta Karo Karo, Wakil Ketua Bidang Perbankan DPD APERSI Zamri Riduan, anggota developer yang tergabung dalam asosiasi DPD REI Sumatera Utara, para debitur KPR Sejahtera FLPP serta debitur KPP.<br><br><br><br>Bank Sumut optimistis sinergi yang telah terjalin dengan pemerintah, BP Tapera, DPD REI, APERSI, para pengembang, serta berbagai pemangku kepentingan akan semakin memperkuat upaya penyediaan rumah yang layak bagi masyarakat. Melalui penyaluran KPR Sejahtera FLPP, Bank Sumut berharap dapat terus berkontribusi dalam menyukseskan Program Tiga Juta Rumah sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_6863_Bank-Sumut-Wujudkan-Impian-Masyarakat-Miliki-Rumah-melalui-Akad-Massal-KPR-Sejahtera-FLPP.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/ekbis/66451/bank-sumut-wujudkan-impian-masyarakat-miliki-rumah-melalui-akad-massal-kpr-sejahtera-flpp/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Demo JIPI Guncang Kantor MBG Sumut, Soroti Dugaan Pelanggaran Sanitasi dan Pengelolaan Limbah</guid>
            <pubDate>Tue, 04 Aug 2026 14:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Demo JIPI Guncang Kantor MBG Sumut, Soroti Dugaan Pelanggaran Sanitasi dan Pengelolaan Limbah]]></title>
            <description><![CDATA[JIPI Kepung Kantor BGN Sumut, Soroti Dugaan Dapur MBG Tanpa IPAL &quotJangan Pertaruhkan Kesehatan Anak demi Mengejar Target Program&quot]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Medan &ndash; Jaringan Independen Pemuda Indonesia (JIPI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara dan KPPG Medan, Selasa (4/8/2026). Massa mendesak pemerintah melakukan audit total terhadap operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga belum memenuhi standar sanitasi, keamanan pangan, hingga pengelolaan limbah.<br><br>Dalam aksinya, JIPI menegaskan bahwa Program MBG merupakan program strategis nasional yang harus dijalankan secara profesional. Namun, organisasi tersebut menilai pelaksanaannya tidak boleh mengabaikan aspek kesehatan masyarakat dan kepatuhan terhadap peraturan lingkungan.<br><br>Ketua JIPI, Deni Siregar, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial agar pemerintah tidak hanya berorientasi pada percepatan pelaksanaan program, tetapi juga memastikan seluruh dapur MBG memenuhi standar yang ditetapkan.<br><br>"Kami tidak menolak Program Makan Bergizi Gratis. Yang kami tuntut adalah pelaksanaannya harus sesuai aturan, higienis, transparan, dan tidak mengancam kesehatan masyarakat," tegas Deni.<br><br>Dalam tuntutannya, JIPI menyoroti operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni SPPG Indra Kasih dan SPPG Tembung 3 di Kecamatan Medan Tembung.<br><br>Selain meminta audit sanitasi dan keamanan pangan, JIPI juga mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan turun tangan memeriksa keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di setiap dapur MBG.<br><br>Menurut JIPI, keberadaan IPAL merupakan bagian penting dalam pengelolaan limbah dapur. Jika benar terdapat dapur MBG yang beroperasi tanpa sistem pengolahan limbah yang memadai, kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan dan kesehatan.<br><br>JIPI juga meminta Badan Gizi Nasional membuka hasil pemeriksaan kepada publik sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran negara. Mereka menegaskan, apabila ditemukan pelanggaran terhadap standar operasional maupun ketentuan lingkungan hidup, pemerintah harus memberikan sanksi administratif hingga membawa persoalan tersebut ke ranah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.<br><br>Dalam surat pemberitahuan aksi, JIPI menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut. Apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons yang jelas, organisasi itu mengaku siap melanjutkan pengaduan ke lembaga pengawas serta menempuh langkah hukum sesuai mekanisme yang berlaku.<br><br>Aksi ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari banyaknya makanan yang dibagikan, tetapi juga dari kualitas tata kelola, keamanan pangan, kepatuhan terhadap regulasi, serta perlindungan terhadap kesehatan penerima manfaat.<br><br>Hingga berita ini diterbitkan, Badan Gizi Nasional Regional Sumatera Utara, KPPG Medan, maupun Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan JIPI maupun dugaan adanya dapur MBG yang belum memiliki sistem IPAL.red<br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_216_JIPI-Kepung-Kantor-BGN-Sumut--Soroti-Dugaan-Dapur-MBG-Tanpa-IPAL---quot-Jangan-Pertaruhkan-Kesehatan-Anak-demi-Mengejar-Target-Program-quot-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66449/demo-jipi-guncang-kantor-mbg-sumut-soroti-dugaan-pelanggaran-sanitasi-dan-pengelolaan-limbah/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">POLRESTABES MEDAN DIDUGA LAKUKAN &quot;PEMBELOKAN&quot; PENANGANAN PERKARA?</guid>
            <pubDate>Tue, 04 Aug 2026 13:56:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[POLRESTABES MEDAN DIDUGA LAKUKAN "PEMBELOKAN" PENANGANAN PERKARA?]]></title>
            <description><![CDATA[POLRESTABES MEDAN DIDUGA LAKUKAN &quotPEMBELOKAN&quot PENANGANAN PERKARA?]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan &ndash; Penanganan laporan polisi yang diajukan Ridwanto Simanjuntak, S.IP terhadap dugaan pembatalan sepihak tindakan operasi di RSU Royal Prima kembali menuai sorotan. Ridwanto menilai terdapat kejanggalan dalam proses penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polrestabes Medan.<br><br>Berdasarkan Surat Satreskrim Polrestabes Medan Nomor: B/6005/VII/RES.1.24/2026/Reskrim tanggal 11 Juli 2026, pada poin kedua disebutkan bahwa penyidik telah dua kali mengirimkan surat permintaan keterangan kepada Direktur RSU Royal Prima, namun yang bersangkutan tidak hadir tanpa memberikan keterangan yang sah.<br><br>Dalam periode yang sama, penyidik juga mengirimkan surat klarifikasi kepada Samuel Simanjuntak dan Antonia Sihotang. Keduanya telah memenuhi undangan penyidik untuk memberikan keterangan.<br><br>Selanjutnya, pada 24 Juli 2026, Satreskrim Polrestabes Medan kembali menerbitkan surat undangan klarifikasi kepada Aviva Sari Octavia Simanjuntak. Klarifikasi tersebut telah dilaksanakan pada Senin, 3 Agustus 2026.<br><br>Menurut Ridwanto Simanjuntak, terdapat hal yang dinilai janggal. Dalam surat Nomor: B/6625/VII/RES.1.24/2026/Reskrim yang kembali ditujukan kepadanya, tidak terdapat penjelasan mengenai langkah penyidik terhadap Direktur RSU Royal Prima yang sebelumnya disebut telah dua kali tidak memenuhi panggilan.<br><br>Ridwanto mengaku telah mempertanyakan hal tersebut kepada penyidik. Menurut keterangannya, penyidik menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan meminta keterangan dari pihak puskesmas.<br><br>Atas kondisi tersebut, Ridwanto berpendapat proses penyidikan berpotensi mengalami pelambatan atau pengalihan fokus dari substansi laporan yang ia sampaikan. Ia menilai langkah penyidik seharusnya memberikan kejelasan mengenai tindak lanjut terhadap pihak yang telah dipanggil namun tidak hadir.<br><br>Ridwanto juga mengutip Pasal 193 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang menurutnya mengatur mengenai tanggung jawab rumah sakit atas pelayanan yang diberikan, sehingga pihak rumah sakit dinilai tetap bertanggung jawab terhadap peristiwa yang dilaporkan.<br><br>Selain itu, ia mempertanyakan perkembangan perkara yang menurutnya berjalan lambat. Laporan polisi tersebut dibuat pada 16 Maret 2026, namun hingga 3 Agustus 2026, menurut Ridwanto, baru empat orang yang dimintai klarifikasi dan seluruhnya berasal dari pihak keluarga pelapor.<br><br>Pada pemeriksaan Aviva Sari Octavia Simanjuntak, Ridwanto juga menyerahkan dokumen kepada penyidik berupa lampiran Surat Nomor 057/EXR/DIR/RSURP/IV/2026 tanggal 16 April 2026 mengenai tindak lanjut rekomendasi Tim Satgas Mutu Pelayanan <a href="https://www.halomedan.com/tag/rumah/" target="_blank">Rumah</a> Sakit. Menurut Ridwanto, dokumen tersebut tidak berkaitan langsung dengan pokok laporan pidana mengenai pembatalan operasi tulang belikat lengan kiri Samuel Simanjuntak yang diduga dilakukan secara sepihak oleh RSU Royal Prima.<br><br>Ridwanto juga menyatakan bahwa dokumen tersebut menjadi bagian dari alasan yang menurutnya menunjukkan bahwa Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sumatera Utara yang pernah diusulkannya tidak menghasilkan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan.<br><br>Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari Satreskrim Polrestabes Medan maupun pihak RSU Royal Prima terkait penilaian dan keberatan yang disampaikan Ridwanto Simanjuntak tersebut. Oleh karena itu, guna memenuhi asas keberimbangan, konfirmasi dari kedua pihak masih diperlukan agar publik memperoleh gambaran yang utuh mengenai perkembangan penanganan perkara dimaksud.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/08/_422_POLRESTABES-MEDAN-DIDUGA-LAKUKAN--quot-PEMBELOKAN-quot--PENANGANAN-PERKARA-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66458/polrestabes-medan-diduga-lakukan-quotpembelokanquot-penanganan-perkara/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>