<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.halomedan.com/</link>
        <description>Halo Medan | Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Mon, 27 Jul 2026 21:41:45 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bobby Nasution Ajak DHD 45 Sumut Perkuat Semangat Juang Generasi Muda</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Jul 2026 18:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bobby Nasution Ajak DHD 45 Sumut Perkuat Semangat Juang Generasi Muda]]></title>
            <description><![CDATA[Medan Halomedan.com Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Sumatera Utara untuk terus m]]></description>
            <content><![CDATA[Medan| Halomedan.com</p> Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Sumatera Utara untuk terus menjaga, memelihara, dan mengembangkan nilai-nilai semangat juang Angkatan &#039;45 melalui program-program yang sejalan dengan visi dan misi pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.</p><br>Ajakan tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menerima audiensi jajaran pengurus DHD 45 Sumatera Utara di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (27/7/2026).</p><br>Bobby menyampaikan apresiasi atas kunjungan pengurus DHD 45 Sumut sekaligus mengucapkan selamat kepada kepengurusan baru. Ia berharap semangat perjuangan para pendiri bangsa terus diwariskan kepada generasi muda sebagai modal membangun daerah dan memperkuat persatuan bangsa.</p><br>"Kami berharap setelah pelantikan nanti, semangat juang &#039;45 dapat terus ditumbuhkan. Kami ingin seluruh program DHD 45 memiliki semangat perjuangan yang dapat bersinergi dengan visi dan misi pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara," ujar Bobby.</p><br>Sementara itu, Herry Lontung Sirega sebagai Ketua Dewan Paripurna bersama Ketua Umum DHD 45 Sumatera Utara Muhammad Hasyim, didampingi Sekretaris Umum Sofyan Ahmadi Hutasuhut dan Bendahara Umum Novan Efendy Siregar, mengatakan audiensi tersebut bertujuan memperkenalkan susunan kepengurusan DHD 45 Sumut periode 2026&ndash;2031 sekaligus menyampaikan sejumlah program strategis yang akan disinergikan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.</p>Menurut Hasyim, DHD 45 memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan menanamkan semangat perjuangan kemerdekaan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.<br>"DHD 45 juga memohon arahan dan dukungan Gubernur menjelang pelantikan kepengurusan yang direncanakan berlangsung sebelum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026," katanya.</p><br>Usai melaksanakan rapat persiapan kepengurusan, Sekretaris Umum Sofyan Ahmadi Hutasuhut bersama Bendahara Umum Novan Efendy Siregar berfoto bersama sebagai bagian dari rangkaian persiapan pelantikan pengurus DHD 45 Sumatera Utara periode 2026&ndash;2031. (red)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_4456_Bobby-Nasution-Ajak-DHD-45-Sumut-Perkuat-Semangat-Juang-Generasi-Muda.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66392/bobby-nasution-ajak-dhd-45-sumut-perkuat-semangat-juang-generasi-muda/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pembangunan Puskesmas Kenangan Rp5,6 Miliar Diduga Molor, BARAPAKSI Minta Bupati Deli Serdang Audit Total</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Jul 2026 13:49:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pembangunan Puskesmas Kenangan Rp5,6 Miliar Diduga Molor, BARAPAKSI Minta Bupati Deli Serdang Audit Total]]></title>
            <description><![CDATA[Pembangunan Puskesmas Kenangan Rp5,6 Miliar Diduga Molor, BARAPAKSI Minta Bupati Deli Serdang Audit Total]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Deli Serdang &ndash; Proyek pembangunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/puskesmas/" target="_blank">Puskesmas</a> Kenangan di Jalan Enggang Raya, Perumnas Mandala, Kabupaten Deli Serdang, yang menghabiskan anggaran lebih dari Rp5,6 miliar dari APBD diduga mengalami keterlambatan penyelesaian dan berpotensi tidak memenuhi target pekerjaan sesuai kontrak.<br><br>Temuan tersebut mencuat berdasarkan pantauan lapangan pada Minggu (26/7/2026). Hingga akhir Juli 2026, kondisi fisik bangunan disebut belum rampung. Sejumlah pekerjaan utama masih terlihat belum selesai sehingga memunculkan dugaan proyek tersebut terancam wanprestasi apabila tidak dapat diselesaikan sesuai ketentuan kontrak.<br><br>Pembangunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/puskesmas/" target="_blank">Puskesmas</a> Kenangan diketahui dibiayai melalui APBD Kabupaten Deli Serdang Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp3 miliar, kemudian dilanjutkan melalui APBD Perubahan 2026 sebesar Rp2,6 miliar. Dengan total anggaran lebih dari Rp5,6 miliar, proyek tersebut diharapkan mampu menghadirkan fasilitas kesehatan yang representatif bagi masyarakat.<br><br>Pengguna anggaran dalam proyek ini berada pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Deli Serdang, bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan pengawas, serta rekanan pelaksana yang bertanggung jawab terhadap kualitas dan ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan.<br><br>Direktur Barisan Rakyat Pemerhati Korupsi (BARAPAKSI), Otti Batubara, menilai keterlambatan proyek bernilai miliaran rupiah tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa karena menyangkut pelayanan publik dan penggunaan uang negara.<br><br>"Anggaran proyek ini mencapai lebih dari Rp5 miliar. Jika progres pekerjaan tidak sesuai target, pemerintah harus segera melakukan evaluasi menyeluruh. Jangan sampai proyek pelayanan kesehatan menjadi mangkrak dan akhirnya merugikan masyarakat maupun keuangan daerah," tegas Otti.<br><br>Menurutnya, keterlambatan proyek berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum maupun administratif apabila terbukti terjadi wanprestasi. Selain itu, mutu pekerjaan juga harus menjadi perhatian agar tidak terjadi penyelesaian yang dipaksakan menjelang batas waktu kontrak.<br><br>BARAPAKSI mendesak Bupati Deli Serdang segera memerintahkan Inspektorat Kabupaten Deli Serdang melakukan audit terhadap progres fisik, penggunaan anggaran, serta pelaksanaan kontrak proyek tersebut.<br><br>"Kami meminta dilakukan audit secara menyeluruh. Bila ditemukan kelalaian, baik dari pihak rekanan maupun pihak yang bertanggung jawab dalam pengawasan, harus diberikan sanksi sesuai ketentuan kontrak dan peraturan perundang-undangan," ujar Otti.<br><br>Keterlambatan pembangunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/puskesmas/" target="_blank">Puskesmas</a> Kenangan dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat yang hingga kini belum dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan baru yang semestinya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.<br><br>Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Deli Serdang, PPK proyek, maupun pihak rekanan pelaksana belum memberikan keterangan.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_642_Pembangunan-Puskesmas-Kenangan-Rp5-6-Miliar-Diduga-Molor--BARAPAKSI-Minta-Bupati-Deli-Serdang-Audit-Total.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66391/pembangunan-puskesmas-kenangan-rp56-miliar-diduga-molor-barapaksi-minta-bupati-deli-serdang-audit-total/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Penuh Kehangatan, Sumut24 Group dan Asian Agri Bahas Peluang Kolaborasi Strategis</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Jul 2026 13:34:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Penuh Kehangatan, Sumut24 Group dan Asian Agri Bahas Peluang Kolaborasi Strategis]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN  Halomedan.comMedia Sumut24 Group membuka peluang kerja sama strategis dengan perusahaan agribisnis terkemuka, Asian Agri Group, mela]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN | Halomedan.com<br><br>Media Sumut24 Group membuka peluang kerja sama strategis dengan perusahaan agribisnis terkemuka, Asian Agri Group, melalui pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban di Cafe Sumatera, lantai 1 lobi Gedung Uniland, Medan (Senin, 27/7/2026).<br><br>Pertemuan tersebut berawal dari komunikasi yang dilakukan oleh Public Relations (PR) Group Asian Agri, Lidya Veronika Ginting, yang mengundang CEO Sumut24 Group, Rianto, SH.,MH, atau biasa disapa Anto Genk untuk berdiskusi mengenai peluang kemitraan di bidang media dan komunikasi.<br><br>"Halo Pak, apa kabar? Saya Lidya dari PR Group Asian Agri. Pak, bisa kita bertemu?" ujar Lidya saat menghubungi Anto Genk.<br><br>Ajakan tersebut disambut positif oleh Anto Genk.<br><br>"Dengan senang hati, Bu," jawabnya.<br><br>Dalam pertemuan penuh kehangatan ini yang berlangsung hampir dua jam itu, kedua pihak membahas berbagai hal, mulai dari perkembangan industri media, strategi komunikasi perusahaan, hingga peluang membangun kemitraan yang saling menguntungkan.<br><br>Sebagai CEO Sumut24 Group sekaligus pemilik lima media, Anto Genk menyatakan pihaknya menyambut baik inisiatif kolaborasi dengan Asian Agri.<br><br>Menurutnya, membangun jaringan dan sinergi dengan perusahaan besar merupakan langkah positif untuk memperkuat kemitraan yang profesional, produktif, dan berkelanjutan.<br><br>Di sela-sela perbincangan, Lidya Veronika Ginting menyampaikan harapannya agar hubungan yang terjalin dapat berkembang menjadi kerja sama yang erat.<br><br>&laquo;"Mari kita saling bekerja sama dan mendukung kemitraan," ujar Lidya.&raquo;<br><br>Menanggapi hal tersebut, Anto Genk yang jiga Ketua JMSI Sumut ini, menegaskan komitmen Sumut24 Group untuk membuka ruang kolaborasi yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.<br><br>Pertemuan ditutup dengan saling mengucapkan terima kasih atas kebersamaan yang terjalin serta harapan agar silaturahmi tersebut menjadi langkah awal dalam membangun hubungan kemitraan yang semakin kuat di masa mendatang.<br><br>Silaturahmi yang terjalin diharapkan mampu membuka jalan bagi berbagai peluang kolaborasi, memperkuat sinergi antara dunia usaha dan media, serta menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi kedua belah pihak.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_6119_Penuh-Kehangatan--Sumut24-Group-dan-Asian-Agri-Bahas-Peluang-Kolaborasi-Strategis.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/ekbis/66390/penuh-kehangatan-sumut24-group-dan-asian-agri-bahas-peluang-kolaborasi-strategis/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ketika China, Kazakhstan, Uzbekistan, Kyrgyzstan, dan Mesir Satu Suara untuk 100 CTFP di Jalur Sutra Dunia</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Jul 2026 12:14:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ketika China, Kazakhstan, Uzbekistan, Kyrgyzstan, dan Mesir Satu Suara untuk 100 CTFP di Jalur Sutra Dunia]]></title>
            <description><![CDATA[Ketika China, Kazakhstan, Uzbekistan, Kyrgyzstan, dan Mesir Satu Suara untuk 100 CTFP di Jalur Sutra Dunia]]></description>
            <content><![CDATA[Jakarta - Ada simbolisme yang indah ketika Jalur <a href="https://www.halomedan.com/tag/sutra/" target="_blank">Sutra</a>&mdash;jalur peradaban yang selama ribuan tahun menghubungkan Timur dan Barat&mdash;kini tidak lagi hanya membawa rempah, sutra, dan budaya, tetapi juga membawa pesan tentang kemanusiaan dan inklusi.<br><br>Semangat itulah yang bergema dalam The 6th Silk Road International Festival serta berbagai penghargaan dari United Nations World Silk Road Forum, ketika kampanye global 100 CTFP (Celebrities Talk for Para Athletes) mendapat dukungan dari para tokoh budaya, sastra, dan media internasional.<br><br>Enam Honorary Chairpersons menjadi pelopor gerakan 100 CTFP di Jalur <a href="https://www.halomedan.com/tag/sutra/" target="_blank">Sutra</a>, yaitu Cao Shui dan Wang Fangwen (China), Ulugbek Yesdaulet (Kazakhstan), Usmon Azim (Uzbekistan), Altynai Temirova (Kyrgyzstan), serta Ashraf Aboul-Yazid (Mesir).<br><br>Di antara mereka, *Cao Shui* menjadi sosok sentral utk 100 CTFP. Penyair terkemuka China, penerima World Silk Road Culture Outstanding Contribution Award, sekaligus Chairman of the Beijing International Poetry Film Festival, ini dikenal sebagai jembatan budaya Timur dan Barat. Kepeduliannya terhadap para atlet difabel mendorongnya mengajak sekitar 100 tokoh Asia untuk berpartisipasi dalam 100 CTFP.<br><br>Sementara itu, *Wang Fangwen* merupakan President of the International Poetry Committee of the United Nations World Silk Road Forum serta Distinguished Professor of the Modern College of Northwest University di Xi&#039;an, China. Dari Kazakhstan, *Ulugbek Yesdaulet* adalah Chairman of the Union of Writers of Kazakhstan sekaligus Chairman of the Council of the TURKSOY Writers Union, yang sangat berpengaruh. Dari Mesir, *Ashraf Aboul-Yazid* merupakan Secretary-General of the Congress of African Journalists, former President of the Asia Journalists Association (AJA), serta penerima Manhae Grand Prize dan Arab Journalism Award, yang dikenal luas atas kiprahnya membangun dialog budaya lintas benua.<br><br>Menjelang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Cao Shui menyampaikan pesan inspiratif:<br><br>&laquo;"I hope you competing at the Aichi-Nagoya 2026 Asian Para Games will unfold your complete and powerful selves through poetic imagination. Asia is where the sun rises, for you are certain to radiate renewed strength."&raquo;<br><br>Pendiri Maria Monique Last Wish Foundation sekaligus pencetus 100 CTFP, Natalia Tjahja, mengucapkan terima kasih kepada Cao Shui dan para sahabat di Jalur <a href="https://www.halomedan.com/tag/sutra/" target="_blank">Sutra</a>, serta berharap semakin banyak figur publik China bergabung dalam gerakan ini.<br><br>&laquo;"Saya berharap tokoh-tokoh seperti Jackson Yee, yang pernah mendukung Paralimpiade Beijing, Xu Kai, Dilraba Dilmurat, Yang Mi, Lin Yi, Johnny Huang, Zhao Lusi, Bai Lu, dan figur lainnya dapat memberikan pesan inspirasi bagi para atlet difabel dunia," ujarnya.&raquo;<br><br>President of the International Paralympic Committee (IPC), Mr. Andrew Parsons, memberikan video resmi pada 11 Juli 2026, bertepatan dengan peringatan satu tahun gerakan 100 CTFP (Celebrities Talk for Para Athletes). Dalam pesannya, Andrew Parsons menyampaikan:<br><br>&laquo;"Happy first anniversary to the 100 CTFP Campaign and Maria Monique Last Wish Foundation. It is an honor for me to lend my support for 100 CTFP (Celebrities Talk for Para Athletes) and Maria Monique Last Wish Foundation. This is fully aligned with the IPC&#039;s mission to create a more inclusive world through Para sport. Together, let&#039;s make this important initiative a great success."&raquo;<br><br>Natalia Tjahja mengatakan, "Thank God always. Terima kasih kepada President IPC, Mr. Andrew Parsons, yang telah memberikan apresiasi atas perjalanan miracle saya yang dimulai dari nol, sepenuhnya non-profit dan zero budget."<br><br>Hingga hari ini, 643 tokoh dunia telah bergabung dalam gerakan 100 CTFP, memperlihatkan bagaimana Jalur <a href="https://www.halomedan.com/tag/sutra/" target="_blank">Sutra</a> modern kini tidak hanya menghubungkan bangsa dan budaya, tetapi juga menyatukan suara dunia untuk para atlet difabel.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_8083_Ketika-China--Kazakhstan--Uzbekistan--Kyrgyzstan--dan-Mesir-Satu-Suara-untuk-100-CTFP-di-Jalur-Sutra-Dunia.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66389/ketika-china-kazakhstan-uzbekistan-kyrgyzstan-dan-mesir-satu-suara-untuk-100-ctfp-di-jalur-sutra-dunia/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ketika Ekonomi Kreatif Bertemu Ekonomi Syariah</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Jul 2026 08:26:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ketika Ekonomi Kreatif Bertemu Ekonomi Syariah]]></title>
            <description><![CDATA[Ketika Ekonomi Kreatif Bertemu Ekonomi Syariah]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Oleh Abdullah Rasyid<br>Mahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN dan Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi <a href="https://www.halomedan.com/tag/syariah/" target="_blank">Syariah</a><br><br>Penghargaan Best Paper yang diterima Edrida Pulungan dalam forum ekonomi dan keuangan Islam internasional di Washington DC tentu layak diapresiasi. Namun, prestasi itu akan lebih bermakna apabila tidak berhenti sebagai kabar membanggakan tentang anak bangsa di panggung dunia.<br><br>Gagasan mengenai Global Sharia Creative Economy Ecosystem perlu dibawa pulang, diperdebatkan, diuji, lalu diterjemahkan menjadi kebijakan yang dapat bekerja di Indonesia.<br><br>Pertanyaan utamanya bukan lagi apakah Indonesia memiliki potensi ekonomi kreatif syariah. Jawabannya jelas: kita mempunyai kekayaan budaya, populasi Muslim yang besar, jutaan pelaku usaha, talenta digital, industri halal, lembaga keuangan syariah, serta pasar domestik yang luas.<br><br>Pertanyaan yang lebih menentukan ialah: mengapa seluruh kekuatan itu belum terhubung menjadi satu ekosistem yang mampu melahirkan merek global, perusahaan kreatif besar, pemilik kekayaan intelektual, dan pelaku usaha yang menguasai rantai nilai?<br><br>Indonesia tidak kekurangan kreativitas. Yang sering tidak tersedia adalah jalan yang menghubungkan kreativitas dengan pembiayaan, perlindungan hak cipta, teknologi, produksi, distribusi, dan pasar.<br><br>Dua Sungai yang Belum Bertemu<br><br>Ekonomi kreatif dan ekonomi syariah selama ini tumbuh seperti dua sungai besar yang mengalir berdekatan.<br><br>Ekonomi kreatif berkembang melalui kuliner, fesyen, kriya, desain, film, musik, fotografi, animasi, gim, aplikasi, penerbitan, arsitektur, dan konten digital. Ekonomi syariah bergerak melalui industri halal, perbankan syariah, pasar modal, asuransi, zakat, wakaf, dan pembiayaan usaha.<br><br>Keduanya sama-sama besar, tetapi belum sepenuhnya bertemu.<br><br>Hubungan ekonomi kreatif dengan ekonomi syariah masih kerap disederhanakan menjadi sertifikasi halal, pemberian pembiayaan kepada UMKM, pameran produk, atau seminar tentang kewirausahaan. Semua itu bermanfaat, tetapi belum cukup membentuk ekosistem.<br><br>Ekosistem tidak lahir hanya karena terdapat banyak pelaku. Ekosistem terbentuk apabila para pelaku saling terhubung dalam pembagian peran, kepentingan, risiko, dan manfaat yang jelas.<br><br>Seorang desainer busana Muslim, misalnya, tidak hanya membutuhkan modal. Ia memerlukan akses terhadap bahan baku, teknologi produksi, perlindungan desain, pengembangan merek, pemasaran digital, jaringan distributor, sistem pembayaran, dan kontrak yang menjamin hak ekonominya.<br><br>Begitu pula pembuat film, pengembang gim, animator, musisi, dan kreator konten. Aset utama mereka bukan tanah atau bangunan, melainkan gagasan, hak cipta, karakter, cerita, perangkat lunak, reputasi, serta komunitas pengguna.<br><br>Sistem pembiayaan konvensional sering kesulitan membaca aset semacam itu. Di sinilah ekonomi dan keuangan syariah dapat menawarkan jalan berbeda.<br><br>Melampaui Label <a href="https://www.halomedan.com/tag/syariah/" target="_blank">Syariah</a><br><br>Namun, ekonomi kreatif syariah tidak boleh dipersempit menjadi produk kreatif yang dibungkus simbol keagamaan.<br><br>Kata &quot;syariah&quot; mengandung tuntutan tata kelola. Ia seharusnya tercermin dalam kontrak yang adil, transaksi yang transparan, pelindungan pekerja, penghormatan terhadap kekayaan intelektual, pembagian keuntungan yang proporsional, tanggung jawab lingkungan, serta larangan mengambil keuntungan melalui eksploitasi.<br><br>Dengan pengertian itu, sertifikasi halal hanyalah salah satu unsur. Ekonomi kreatif syariah harus berbicara tentang keseluruhan rantai nilai, dari sumber pembiayaan hingga cara keuntungan dibagikan.<br><br>Seorang kreator tidak boleh kehilangan hak atas karyanya hanya karena membutuhkan modal pada tahap awal. Pelaku UMKM tidak boleh terus-menerus ditempatkan sebagai produsen murah, sedangkan nilai terbesar dinikmati pemilik platform, pemegang merek, agregator, dan distributor.<br><br>Ekonomi syariah semestinya hadir untuk memperbaiki ketimpangan tersebut, bukan sekadar memberi label pada transaksi yang struktur kekuasaannya tetap timpang.<br><br>Peran Kementerian Ekonomi Kreatif<br><br>Pembentukan kembali Kementerian Ekonomi Kreatif memberi kesempatan bagi negara untuk menata sektor ini secara lebih serius. Kementerian ini tidak boleh hanya menjadi kementerian festival, promosi, pameran, dan seremoni.<br><br>Tugas strategisnya adalah membangun infrastruktur yang memungkinkan kreativitas berubah menjadi nilai ekonomi.<br><br>Pemerintah perlu memetakan pelaku, talenta, subsektor unggulan, kebutuhan teknologi, pola pembiayaan, kepemilikan kekayaan intelektual, serta akses pasar pada setiap daerah. Data tersebut harus menjadi dasar intervensi, bukan sekadar statistik tahunan.<br><br>Kementerian Ekonomi Kreatif juga perlu mempercepat pengembangan pembiayaan berbasis kekayaan intelektual. Hak cipta, merek, desain, royalti, kontrak digital, dan arus pendapatan dapat dinilai sebagai aset ekonomi.<br><br>Tanpa perubahan cara pandang tersebut, pelaku kreatif akan terus dipaksa memasuki sistem pembiayaan yang tidak dirancang untuk memahami karakter usahanya.<br><br>Negara juga harus memperkuat posisi tawar kreator terhadap platform digital. Transparansi algoritma, pembagian pendapatan, perlindungan data, kontrak lisensi, dan mekanisme penyelesaian sengketa harus menjadi bagian dari agenda ekonomi kreatif.<br><br>Jangan sampai Indonesia hanya melahirkan kreator, sementara data, platform, teknologi, dan keuntungan terbesarnya dimiliki pihak lain.<br><br>MES sebagai Jembatan<br><br>Masyarakat Ekonomi <a href="https://www.halomedan.com/tag/syariah/" target="_blank">Syariah</a> memiliki posisi strategis untuk mempertemukan ekonomi kreatif dengan industri keuangan syariah.<br><br>MES mempunyai jaringan kepengurusan, perguruan tinggi, komunitas usaha, lembaga keuangan, organisasi profesi, pesantren, UMKM, serta perwakilan di luar negeri. Jaringan ini merupakan modal sosial yang besar.<br><br>Namun, modal sosial itu harus diterjemahkan menjadi infrastruktur ekonomi.<br><br>MES tidak boleh hanya kuat dalam diskusi, seminar, dan literasi. Ia perlu masuk lebih jauh ke pendampingan usaha, pembentukan konsorsium pembiayaan, perlindungan kekayaan intelektual, kurasi produk, pengembangan standar, dan pembukaan pasar.<br><br>Jaringan MES di luar negeri dapat menjadi simpul diplomasi ekonomi. Mereka dapat memetakan permintaan pasar, mempertemukan pelaku Indonesia dengan distributor, investor, diaspora, dan mitra produksi.<br><br>Ukuran keberhasilannya harus berubah. Bukan hanya berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, melainkan berapa pelaku usaha yang naik kelas, memperoleh pembiayaan, memiliki merek, mencatatkan hak cipta, menembus pasar ekspor, dan meningkatkan pendapatannya.<br><br>Membangun Akselerator Nasional<br><br>Kementerian Ekonomi Kreatif dan MES dapat memulai sebuah program bersama berupa Akselerator Ekonomi Kreatif <a href="https://www.halomedan.com/tag/syariah/" target="_blank">Syariah</a> Indonesia.<br><br>Program ini tidak perlu langsung mencakup semua subsektor. Tahap awal dapat difokuskan pada bidang yang mempunyai basis kuat dan peluang pasar besar: modest fashion, kuliner halal, kriya dan desain, film dan animasi, serta gim dan konten digital.<br><br>Setiap peserta harus memperoleh layanan terpadu: penguatan model bisnis, sertifikasi, pendaftaran kekayaan intelektual, pembiayaan, peningkatan teknologi, dan akses pasar.<br><br>Kementerian Ekonomi Kreatif dapat menyediakan kebijakan, data, inkubasi, pengembangan talenta, promosi, dan koneksi lintas kementerian. MES mempertemukan program tersebut dengan bank syariah, modal ventura, teknologi finansial, investor, wakaf produktif, perguruan tinggi, serta jaringan pasar internasional.<br><br>Skema pembiayaannya juga tidak boleh hanya berbentuk utang. Industri kreatif membutuhkan kemitraan, bagi hasil, pembiayaan berbasis royalti, dan investasi yang membagi risiko secara adil.<br><br>Program itu harus memiliki indikator yang tegas: peningkatan omzet, kontrak ekspor, investasi, lapangan kerja, pendaftaran kekayaan intelektual, pendapatan royalti, dan kenaikan pendapatan kreator.<br><br>Tanpa indikator, program akan kembali menjadi kumpulan kegiatan.<br><br>Indonesia telah terlalu lama bangga menjadi pasar besar. Kita membeli produk, menonton konten, menggunakan platform, dan mengikuti tren yang diciptakan pihak lain.<br><br>Ekonomi kreatif syariah menawarkan jalan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pencipta. Tidak hanya menjadi produsen, tetapi pemilik merek. Tidak hanya melahirkan talenta, tetapi juga menguasai teknologi, data, pembiayaan, dan jaringan distribusi.<br><br>Penghargaan internasional memang penting. Namun, ukuran keberhasilan sesungguhnya bukanlah berapa banyak gagasan Indonesia dipuji di luar negeri.<br><br>Ujian yang lebih berat adalah apakah gagasan itu dapat bekerja di dalam negeri, memberi ruang tumbuh kepada kreator, memperkuat usaha kecil, dan menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif syariah dunia.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_8145_Ketika-Ekonomi-Kreatif-Bertemu-Ekonomi-Syariah.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66388/ketika-ekonomi-kreatif-bertemu-ekonomi-syariah/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Don Muzakir: Diklat Tani Merdeka Sumatera I Siapkan Kader Penggerak Swasembada Pangan dan Dukung Program MBG</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Jul 2026 21:44:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Don Muzakir: Diklat Tani Merdeka Sumatera I Siapkan Kader Penggerak Swasembada Pangan dan Dukung Program MBG]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN  HMDewan Pimpinan Pusat (DPP) Tani Merdeka menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Sumatera I Angkatan IV di Sumater]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN | HM<br><br>Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Tani Merdeka menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Sumatera I Angkatan IV di Sumatera Utara sebagai upaya memperkuat kapasitas organisasi sekaligus menyiapkan kader yang mampu mendukung program swasembada pangan nasional.<br><br>Ketua Umum DPP Tani Merdeka, <a href="https://www.halomedan.com/tag/don/" target="_blank">Don</a> Muzakir, mengatakan kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti sekitar 210 peserta yang merupakan gabungan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka dari Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.<br><br>"Selama tiga hari ini kami melaksanakan Diklat Tani Merdeka Sumatera I Angkatan IV di Sumatera Utara. Pesertanya sekitar 210 orang yang berasal dari DPD Aceh dan DPD Sumatera Utara, bersama para ketua dan jajaran pengurus di kedua provinsi tersebut," ujar <a href="https://www.halomedan.com/tag/don/" target="_blank">Don</a> Muzakir pada siaran pers Minggu 26 Juli 2026.<br><br>Menurutnya, diklat ini tidak hanya berisi pendidikan dan pelatihan organisasi, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman mengenai berbagai isu strategis di sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat.<br><br>"Kami ingin setelah mengikuti pelatihan ini, seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing dengan bekal pengetahuan yang lebih baik, terutama dalam memahami visi Presiden Prabowo Subianto mengenai swasembada pangan. Selain itu, peserta juga dibekali materi tentang penanganan konflik, penguatan organisasi, hingga peran sosial di tengah masyarakat," jelasnya.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/don/" target="_blank">Don</a> Muzakir menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menyinergikan program Tani Merdeka dengan kebijakan pemerintah, khususnya dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.<br><br>Ia mengungkapkan, pada penutupan kegiatan dijadwalkan hadir Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka.<br><br>"Nantinya pada acara penutupan, Mas Sudaryono akan menyampaikan berbagai hal terkait sinkronisasi antara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan aktivitas pertanian dan peternakan. Harapannya, keberadaan dapur-dapur MBG dapat menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat, sekaligus membuka peluang bagi petani dan peternak untuk menjadi bagian dari rantai pasok pangan nasional," kata <a href="https://www.halomedan.com/tag/don/" target="_blank">Don</a> Muzakir.<br><br>Melalui penyelenggaraan Diklat Tani Merdeka Sumatera I Angkatan IV ini, DPP Tani Merdeka berharap para pengurus daerah mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian, memperkuat kelembagaan organisasi, serta berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan yang berkelanjutan di Indonesia.RED]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_9802_Don-Muzakir--Diklat-Tani-Merdeka-Sumatera-I-Siapkan-Kader-Penggerak-Swasembada-Pangan-dan-Dukung-Program-MBG.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66387/don-muzakir-diklat-tani-merdeka-sumatera-i-siapkan-kader-penggerak-swasembada-pangan-dan-dukung-program-mbg/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sudaryono Dijadwalkan Lantik Pengurus Baru DPW Tani Merdeka Sumut, DPN Terbitkan SK Periode 2026&ndash;2031</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Jul 2026 20:38:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sudaryono Dijadwalkan Lantik Pengurus Baru DPW Tani Merdeka Sumut, DPN Terbitkan SK Periode 2026–2031]]></title>
            <description><![CDATA[Sudaryono Dijadwalkan Lantik Pengurus Baru DPW Tani Merdeka Sumut, DPN Terbitkan SK Periode 2026&ndash2031]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>MEDAN &ndash; Dewan Pengurus Nasional (DPN) <a href="https://www.halomedan.com/tag/tani/" target="_blank">Tani</a> Merdeka Indonesia resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Nomor 441/SK-DPN/TANIMERDEKA/V/2026 tentang Susunan Kepengurusan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) <a href="https://www.halomedan.com/tag/tani/" target="_blank">Tani</a> Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Utara periode 2026&ndash;2031.<br><br>SK yang ditetapkan di Jakarta pada 6 Mei 2026 tersebut ditandatangani Ketua Umum DPN <a href="https://www.halomedan.com/tag/tani/" target="_blank">Tani</a> Merdeka Indonesia Don Muzakir dan Sekretaris Jenderal H. Nandang Sudrajat, serta diketahui Ketua Dewan Pembina DPN <a href="https://www.halomedan.com/tag/tani/" target="_blank">Tani</a> Merdeka Indonesia, Sudaryono.<br><br>Dalam keputusan tersebut, DPN sekaligus mencabut SK Nomor 051/SK-DPN-TANIMERDEKA/VI/2024 tentang susunan kepengurusan DPW <a href="https://www.halomedan.com/tag/tani/" target="_blank">Tani</a> Merdeka Indonesia Sumatera Utara periode 2024&ndash;2030 dan menetapkan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026&ndash;2031.<br><br>Berdasarkan lampiran SK, Gusmiyadi, S.E. dipercaya memimpin DPW <a href="https://www.halomedan.com/tag/tani/" target="_blank">Tani</a> Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Utara sebagai Ketua. Ia didampingi Ainal Mardiah, S.Pd., M.Si. sebagai Ketua Harian.<br><br>Struktur kepengurusan turut diperkuat oleh sejumlah wakil ketua yang membidangi berbagai sektor strategis, mulai dari organisasi, hubungan antar lembaga, politik, advokasi dan bantuan hukum, kelautan dan perikanan, peternakan, perkebunan, penelitian dan pengembangan, sarana dan prasarana, usaha dan koperasi, industri dan teknologi, informasi dan komunikasi, sosial dan mitigasi bencana, SATGAS, pemberdayaan perempuan hingga kepemudaan.<br><br>Pada jajaran Dewan Pembina, Gubernur Sumatera Utara ditetapkan sebagai Ketua, sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara menjabat Sekretaris. Dewan Pembina juga melibatkan unsur dari berbagai instansi yang berkaitan dengan sektor pertanian, perkebunan, pangan, karantina, hingga Perum Bulog.<br>Sementara Dewan Penasehat dipimpin Ade Jona Prasetyo, SH., M.M. sebagai Ketua dan Sugiat Santoso, S.E. sebagai Sekretaris, serta beranggotakan sejumlah tokoh, di antaranya Sabam Rajagukguk, Jejen Kusnawan, Muhammad Misbah, Harun Mustafa Nasution, H. Dr. Drs. Aripay Tambunan, Dr. Wihamo, Riduwan, Irwan Nasution, Ricky Prananda Nasution, S.E., dan Alwendra Frans Ulin Barus, SSTP., M.Si.<br><br>Dalam konsideran SK disebutkan bahwa pembentukan kepengurusan baru merupakan langkah strategis untuk memperkuat organisasi <a href="https://www.halomedan.com/tag/tani/" target="_blank">Tani</a> Merdeka Indonesia dalam memperjuangkan kesejahteraan petani, memperluas jaringan organisasi hingga ke daerah, serta mendukung program ketahanan pangan nasional.<br><br>Salah satu figur yang turut bergabung dalam kepengurusan baru adalah Rianto, SH., MH., yang dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi. Rianto yang akrab disapa Anto Genk dikenal sebagai CEO Sumut24 Group sekaligus Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara.<br><br>Pelantikan pengurus DPW <a href="https://www.halomedan.com/tag/tani/" target="_blank">Tani</a> Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Utara semula dijadwalkan berlangsung pada Senin, 27 Juli 2026 pukul 19.30 WIB. Namun, panitia mengumumkan perubahan jadwal sehingga pelantikan diundur menjadi Selasa, 28 Juli 2026 pukul 10.00 WIB.<br><br>Prosesi pelantikan direncanakan berlangsung di BPSDM Provinsi Sumatera Utara, Jalan Ngalengko, Perintis, Kota Medan. Ketua Dewan Pembina DPN <a href="https://www.halomedan.com/tag/tani/" target="_blank">Tani</a> Merdeka Indonesia, Sudaryono, dijadwalkan hadir sekaligus melantik jajaran pengurus DPW Sumatera Utara.<br><br> Sudaryono juga dikenal sebagai mantan Wakil Menteri Pertanian RI dan saat ini menjabat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).<br><br>Momentum pelantikan tersebut diharapkan menjadi awal penguatan konsolidasi organisasi <a href="https://www.halomedan.com/tag/tani/" target="_blank">Tani</a> Merdeka Indonesia di Sumatera Utara, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan sektor pertanian, peningkatan kesejahteraan petani, serta menyukseskan program ketahanan pangan nasional.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_7847_Sudaryono-Dijadwalkan-Lantik-Pengurus-Baru-DPW-Tani-Merdeka-Sumut--DPN-Terbitkan-SK-Periode-2026-ndash-2031.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66386/sudaryono-dijadwalkan-lantik-pengurus-baru-dpw-tani-merdeka-sumut-dpn-terbitkan-sk-periode-2026ndash2031/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Teguh: Revolusi Kuba Masih Relevan untuk Terus Digaungkan</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Jul 2026 19:45:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Teguh: Revolusi Kuba Masih Relevan untuk Terus Digaungkan]]></title>
            <description><![CDATA[Teguh Revolusi Kuba Masih Relevan untuk Terus Digaungkan]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>DENPASAR &mdash; <a href="https://www.halomedan.com/tag/kuba/" target="_blank">Kuba</a> sedang memperingati Hari Revolusi yang jatuh pada tanggal 26 Juli. Peringatan Revolusi <a href="https://www.halomedan.com/tag/kuba/" target="_blank">Kuba</a> memiliki arti penting tidak hanya bagi rakyat <a href="https://www.halomedan.com/tag/kuba/" target="_blank">Kuba</a>, tetapi juga bagi masyarakat dunia yang mendambakan kemerdekaan dan kesetaraan dalam pergaulan dikancah global.<br><br>Hari Revolusi <a href="https://www.halomedan.com/tag/kuba/" target="_blank">Kuba</a> menjadi momentum refleksi mendalam mengenai arti penting sebuah keteguhan nasional dalam melawan dominasi asing.<br><br>Demikian disampaikan dosen Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Dr. Teguh Santosa, dalam pesan yang diterima redaksi.<br><br>Teguh yang juga Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menguraikan sekilas  sejarah panjang revolusi bermula dari ketidakpuasan rakyat terhadap cengkeraman rezim autokratis yang berkuasa di <a href="https://www.halomedan.com/tag/kuba/" target="_blank">Kuba</a>. Puncak perlawanan dimulai pada tanggal 26 Juli 1953 melalui peristiwa penyerangan ke Barak Moncada oleh kelompok pergerakan bawah tanah.<br><br>Peristiwa heroik tersebut melibatkan sejumlah tokoh penting yang kemudian menjadi legenda dalam sejarah politik modern internasional. Tokoh-tokoh sentral yang terlibat langsung dalam memimpin dan menggerakkan roda revolusi di antaranya adalah Fidel Castro, Ernesto &quot;Che&quot; Guevara, dan Camilo Cienfuegos. Melalui strategi gerilya yang gigih dari pegunungan Sierra Maestra, kelompok pemberontak ini berhasil menghimpun kekuatan rakyat luas.<br><br>Perjuangan panjang kaum revolusioner itu mencapai titik kemenangan gemilang pada penghujung Desember 1958. Rezim diktator Fulgencio Batista runtuh total setelah pasukan gerilyawan mendobrak pertahanan utama dan menguasai kota-kota strategis. Kemenangan ini sekaligus menandai tumbangnya pemerintahan boneka yang selama ini didukung penuh oleh kekuatan imperialis asing di kawasan Amerika Latin.<br><br>Sejak saat itu, <a href="https://www.halomedan.com/tag/kuba/" target="_blank">Kuba</a> bertransformasi menjadi episentrum serta simbol utama revolusi dunia di tengah era Perang Dingin. Teguh menilai bahwa keberhasilan revolusi ini tidak sekadar mengganti penguasa lokal, melainkan mengubah total arah politik luar negeri <a href="https://www.halomedan.com/tag/kuba/" target="_blank">Kuba</a> menjadi mandiri. <a href="https://www.halomedan.com/tag/kuba/" target="_blank">Kuba</a> berani mengambil jalur sosialisme dan menolak tunduk pada intervensi ekonomi maupun politik dari negara-negara adidaya tetangganya.<br><br>Di tengah situasi geopolitik global saat ini, arti penting Revolusi <a href="https://www.halomedan.com/tag/kuba/" target="_blank">Kuba</a> menjadi semakin relevan untuk terus digaungkan. <a href="https://www.halomedan.com/tag/kuba/" target="_blank">Kuba</a> masih harus menghadapi berbagai tekanan berat, terutama berupa embargo ekonomi, finansial, dan perdagangan yang dilembagakan oleh Amerika Serikat selama puluhan tahun. Tekanan sistematis ini dirancang untuk melemahkan sendi-sendi kehidupan masyarakat <a href="https://www.halomedan.com/tag/kuba/" target="_blank">Kuba</a> secara perlahan.<br><br>Kendati demikian, anggota Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) Muhammadiyah itu menekankan bahwa semangat 26 Juli terbukti tetap hidup dan menjadi fondasi ketahanan nasional rakyat <a href="https://www.halomedan.com/tag/kuba/" target="_blank">Kuba</a>. Warisan revolusi memberikan mentalitas pantang menyerah bagi bangsa <a href="https://www.halomedan.com/tag/kuba/" target="_blank">Kuba</a> untuk tetap berdiri tegak mempertahankan kedaulatan negara. Warisan tersebut memotivasi mereka untuk mandiri di tengah keterbatasan serta gempuran sanksi sepihak yang terus menerus dilancarkan.<br><br>&quot;Kemampuan <a href="https://www.halomedan.com/tag/kuba/" target="_blank">Kuba</a> bertahan di bawah tekanan AS menunjukkan sebuah teladan tentang pentingnya solidaritas internasional dan keadilan sosial. <a href="https://www.halomedan.com/tag/kuba/" target="_blank">Kuba</a> secara konsisten membuktikan bahwa sebuah negara kecil dapat mempertahankan harga diri bangsa tanpa harus mengorbankan prinsip kemerdekaan,&quot; ujar Teguh.<br><br>Hal ini tercermin dari kontribusi nyata <a href="https://www.halomedan.com/tag/kuba/" target="_blank">Kuba</a> di bidang kesehatan dan pendidikan global, kendati mereka sendiri sedang mengalami kesulitan akibat blokade.<br><br>Melalui momentum peringatan Hari Revolusi <a href="https://www.halomedan.com/tag/kuba/" target="_blank">Kuba</a> ini, Teguh berharap agar semangat anti-kolonialisme dan kemandirian terus dijaga oleh bangsa-bangsa berkembang. Penolakan terhadap hegemoni sepihak merupakan kunci utama terciptanya tatanan dunia yang lebih adil dan setara.<br><br>&quot;Semangat Revolusi <a href="https://www.halomedan.com/tag/kuba/" target="_blank">Kuba</a> akan senantiasa menginspirasi setiap bangsa yang mendambakan kebebasan sejati dari segala bentuk penindasan modern,&quot; demikian Teguh. []]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_6126_Teguh--Revolusi-Kuba-Masih-Relevan-untuk-Terus-Digaungkan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66385/teguh-revolusi-kuba-masih-relevan-untuk-terus-digaungkan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Menuju Swasembada Pangan, FABEM Jabar Sebut Pengganti Wamentan Harus Paham Rantai Pasok Peternaka</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Jul 2026 14:50:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Menuju Swasembada Pangan, FABEM Jabar Sebut Pengganti Wamentan Harus Paham Rantai Pasok Peternaka]]></title>
            <description><![CDATA[Menuju Swasembada Pangan, FABEM Jabar Sebut Pengganti Wamentan Harus Paham Rantai Pasok Peternaka]]></description>
            <content><![CDATA[Jakarta - Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) Jawa Barat menilai momentum pengisian posisi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) harus dimanfaatkan untuk memperkuat agenda besar Indonesia menuju swasembada pangan. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan nasional serta implementasi berbagai program strategis pemerintah, sosok yang dipercaya mendampingi Menteri Pertanian dinilai harus memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap sektor peternakan, khususnya dalam membangun rantai pasok (supply chain) yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.<br><br>Sekretaris Jenderal FABEM Jawa Barat, **Irsan**, menyampaikan bahwa tantangan pertanian Indonesia saat ini tidak lagi hanya berkutat pada persoalan produksi. Persoalan distribusi, akses pembiayaan, hilirisasi, kepastian pasar, hingga kesejahteraan petani dan peternak menjadi tantangan yang harus diselesaikan secara bersamaan.<br><br>&gt; *"Menuju swasembada pangan, Indonesia membutuhkan Wakil Menteri Pertanian yang memahami ekosistem peternakan secara menyeluruh. Yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan menyusun regulasi, tetapi juga pengalaman membangun rantai pasok pangan, memahami kebutuhan petani dan peternak, serta mampu menjembatani kepentingan pemerintah, dunia usaha, koperasi, dan masyarakat,"* ujar Irsan.<br><br>Menurut FABEM Jawa Barat, keberhasilan berbagai program nasional seperti **Makan Bergizi Gratis (MBG)**, penguatan **Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)**, hingga target peningkatan konsumsi protein hewani sangat bergantung pada kekuatan sistem rantai pasok nasional.<br><br>Apabila rantai pasok tidak terintegrasi dengan baik, maka persoalan klasik seperti fluktuasi harga, kelangkaan pasokan, tingginya biaya distribusi, hingga rendahnya nilai tambah bagi petani dan peternak akan terus berulang.<br><br>### Sosok Berpengalaman di Dunia Peternakan<br><br>Dalam pandangan FABEM Jawa Barat, terdapat sejumlah figur yang memiliki kapasitas untuk mengisi posisi tersebut. Salah satu nama yang dinilai memiliki rekam jejak kuat adalah **drh. Cecep Muhammad Wahyudin, S.H., M.H.**<br><br>Cecep dikenal sebagai dokter hewan yang kemudian mengembangkan kiprahnya sebagai pengusaha di sektor pangan dan peternakan. Pengalaman tersebut membuatnya memahami persoalan industri peternakan tidak hanya dari sisi teknis produksi, tetapi juga dari aspek investasi, tata niaga, pembiayaan, industri pengolahan, hingga distribusi pangan.<br><br>Saat ini Cecep dipercaya sebagai **Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Peternakan**. Dalam posisi tersebut, ia aktif mendorong penguatan ekosistem peternakan nasional melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, koperasi, dan peternak rakyat. Ia juga menjabat sebagai **Wakil Ketua Umum HKTI**, sehingga memiliki ruang kolaborasi yang luas antara sektor pertanian dan peternakan.<br><br>Menurut Irsan, pengalaman Cecep di dunia usaha menjadi nilai tambah karena memahami tantangan yang dihadapi pelaku usaha di lapangan, mulai dari ketersediaan bahan baku, efisiensi logistik, investasi, hingga akses pasar.<br><br>&gt; *"Beliau bukan hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman langsung membangun usaha di sektor pangan. Pengalaman tersebut penting agar kebijakan pemerintah tidak berhenti pada tataran regulasi, tetapi benar-benar mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani dan peternak setiap hari,"* katanya.<br><br>### Konsep Digital Supply Chain untuk Membangun Ekosistem Pangan Nasional<br><br>Salah satu gagasan yang dinilai relevan adalah konsep **Digital Supply Chain Pertanian dan Peternakan** yang dikembangkan Cecep M. Wahyudin.<br><br>Konsep tersebut menitikberatkan pada pembangunan sistem rantai pasok berbasis teknologi digital yang menghubungkan seluruh pelaku dalam satu ekosistem, mulai dari petani, peternak, koperasi, UMKM pangan, industri pengolahan, distributor, lembaga pembiayaan, hingga konsumen.<br><br>Melalui sistem yang terintegrasi tersebut, data produksi, kebutuhan pasar, distribusi, dan harga dapat dipantau secara lebih akurat sehingga pengambilan kebijakan menjadi lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.<br><br>Menurut FABEM Jawa Barat, konsep tersebut memiliki sejumlah manfaat strategis, antara lain:<br><br>* meningkatkan kepastian pasar bagi petani dan peternak;<br>* memperpendek rantai distribusi sehingga harga lebih stabil;<br>* memperkuat peran koperasi sebagai agregator hasil produksi masyarakat;<br>* mempermudah akses pembiayaan melalui data usaha yang terdokumentasi;<br>* memperkuat ketahanan pangan berbasis data;<br>* menjamin ketersediaan bahan baku bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG);<br>* menciptakan sistem distribusi protein hewani yang lebih efisien hingga ke daerah.<br><br>Irsan menilai bahwa Indonesia membutuhkan transformasi besar dalam tata kelola pangan. Digitalisasi tidak hanya dimaknai sebagai penggunaan aplikasi, tetapi sebagai instrumen untuk membangun keterhubungan seluruh rantai produksi dan distribusi sehingga petani serta peternak memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.<br><br>&gt; *"Kalau kita ingin benar-benar swasembada pangan, maka petani, peternak, koperasi, industri, perbankan, hingga pemerintah harus berada dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Digital supply chain menjadi fondasi agar kebijakan pangan berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran,"* jelasnya.<br><br>FABEM Jawa Barat juga berpandangan bahwa Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang mampu menghubungkan kepentingan pemerintah dengan dunia usaha. Menurut organisasi tersebut, penguatan investasi, hilirisasi produk peternakan, peningkatan kualitas SDM, pengembangan teknologi, serta penciptaan pasar yang sehat harus berjalan secara bersamaan agar target swasembada pangan dapat tercapai.<br><br>Meski demikian, FABEM Jawa Barat menegaskan bahwa penentuan Wakil Menteri Pertanian sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden. Pernyataan ini merupakan pandangan organisasi mengenai kriteria figur yang dinilai sesuai dengan kebutuhan Indonesia saat ini.<br><br>&gt; *"Kami tidak sedang berbicara mengenai siapa yang harus dipilih, tetapi mengenai kompetensi yang dibutuhkan bangsa ini. Indonesia memerlukan pemimpin yang memahami sektor peternakan secara menyeluruh, mampu membangun rantai pasok nasional yang kuat, serta memiliki pengalaman nyata dalam mengembangkan ekosistem pangan. Dengan kepemimpinan seperti itu, kami optimistis cita-cita swasembada pangan dapat diwujudkan,"* tutup Irsan.<br>Red<br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_62_Menuju-Swasembada-Pangan--FABEM-Jabar-Sebut-Pengganti-Wamentan-Harus-Paham-Rantai-Pasok-Peternaka.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66384/menuju-swasembada-pangan-fabem-jabar-sebut-pengganti-wamentan-harus-paham-rantai-pasok-peternaka/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Presidium dan 430 Pengurus Dilantik, KAHMI Sumut Siap Kolaborasi dengan Pemprovsu Tingkatkan Ekonomi Umat</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Jul 2026 14:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Presidium dan 430 Pengurus Dilantik, KAHMI Sumut Siap Kolaborasi dengan Pemprovsu Tingkatkan Ekonomi Umat]]></title>
            <description><![CDATA[Presidium dan 430 Pengurus Dilantik, KAHMI Sumut Siap Kolaborasi dengan Pemprovsu Tingkatkan Ekonomi Umat]]></description>
            <content><![CDATA[Medan | Koordinator Presidium MW KAHMI Sumut, H Rusdi Lubis SH MMA menegaskan, KAHMI siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) untuk bersama-sama memperjuangkan dan meningkatkan perekonomian (kesejahteraan) umat. <br><br>Rusdi menekankan hal itu dalam sambutannya usai dilantik Presidium Majelis Nasional KAHMI Ahmad Doli Kurnia Tanjung, bersama sekitar 430 pengurus lainnya di Medan International Convention Center (MICC) Jalan Gagak Hitam Ringroad Medan, Sabtu (25/7/2026).<br><br>Terkait dengan kolaborasi dengan Pemprovsu dalam memberdayakan ekonomi umat itu, kata Rusdi, KAHMI Sumut juga sudah memiliki koperasi yang siap menjalin kerja sama. "Ada juga Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA)," ungkapnya.<br><br>Melalui kolaborasi ini, Rusdi berharap para tokoh lintas profesi yang tergabung di dalam kepengurusan KAHMI bisa bersinergi dengan para toke, sehingga kolaborasi tokoh dan toke, akhirnya membuat KAHMI menjadi oke.<br><br>Sementara Gubsu Bobby Afif Nasution menyambut positif tawaran kolaborasi yang disampaikan Rusdi. "Pemerintah Provinsi Sumatera Utara selalu siap berkolaborasi dengan KAHMI, demi penguatan ekonomi umat dan pengembangan produk halal," ujarnya. <br><br>Gubsu juga mengajak jajaran pengurus KAHMI Sumut di provinsi dan daerah untuk turut serta bergerak memerangi musuh kita bersama, yaitu narkoba. "Melihat potensi yang ada di KAHMI, banyak hal bisa kita sinergikan, demi peningkatan kesejahteraan umat," katanya.<br><br>Sebelumnya, Presidium MN KAHMI Ahmad Doli Kurnia menyampaikan apresiasi dan salut dengan banyaknya pengurus KAHMI Sumut, yaitu sekitar 430 orang. "Ini pertanda antusiasme menjadi pengurus KAHMI Sumut masih sangat tinggi," katanya. <br><br>Doli yang mengaku merasa angat berhutang kepada HMI, karena dirinya HMI secara biologis dan ideologis berharap Presidium dan pengurus KAHMI ikut bertanggungjawab menjaga mata air perkaderan HMI, baik secara kuantitatif dan kualitatif. "Jangan sampai sumber mata air KAHMI itu mengeruh," tegasnya.<br><br>Presidium MW KAHMI Sumut periode 2026-2031 yang dilantik, Koordinator H Rusdi Lubis SH MMA, anggota Dr Hatta Ridho SSos MSP, Dr Sadikin Bintang MM, Prof Dr Hasyim Purba, Dr Mansyur Hidayat Pasaribu, M Iskandar Nasution MP, Prof Assoc Ade Parlaungan Nasution PhD. <br><br>Sekretaris Umum Dr Ir Zulkifli Ikhwan Harahap MSi, Ketua Dewan Penasihat Drs H Syahrul M Pasaribu SH, Ketua Dewan Pakar Prof Dr H Fakhruddin Azmi, Ketua Dewan Etik Ir H Murlan Tamba MM.<br><br>Para Ketua Bidang Prof Pujiati Khalid, Ir Yahdi Khoir Harahap MBA, Elson Angkat SS, Hj Anita Lubis, H Borkat SSos MM, Dr Muazzul, Anggi Rhaditya Lubis SP MM, Dr Walid Sembiring, Prof Lusiana Andriani Lubis, Serasi Malem Sitepu SPd, Dr TA Saladin, M Taufik Umar Dhani Harahap SH, Dr Indra Sakti Harahap, Marasamin Ritonga SH MH, dan lainnya. <br><br>Para Sekretaris Bidang Andi Akbar Pulungan, Andi Wiliandi, Agung Arif Wibowo Angkat, Omar Arafat Berutu, Agus Salim Ujung, Nazir Salim Manik, Elvi Mahalli, Benyamin Keliat, Khairul Munadi, M Yusuf Pasaribu, Agussalim Aja, Edo, Indra Prawira, Henny Pratiwi, Khairul Ansari, Indrayani, Nurhayati Harahap, dan lainnya. Turut serta dilantik Koordinator Presidium Forhati Sumut Elva Citra Sari dan Rosliani. <br><br>Sekum MW KAHMI Sumut, Zulkifli Ikhwan Harahap mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas kehadiran Presidium MN KAHMI Ahmad Doli Kurnia Tanjung, bersama Sekjen Syamsul Qamar dan Koordinator Presidium MN Forhati, Wa Ode Nurhayati.<br><br>"Terima kasih juga atas kehadiran Gubsu, Bupati Tapsel, Bupati Madina, Wali Kota Padang Sidimpuan, Wakil Bupati Deli Serdang, Wakil Wali Kota Tanjung Balai dan Wakil Bupati Pakpak Bharat," kata Zulkifli Harahap.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_428_Presidium-dan-430-Pengurus-Dilantik--KAHMI-Sumut-Siap-Kolaborasi-dengan-Pemprovsu-Tingkatkan-Ekonomi-Umat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/politik/66383/presidium-dan-430-pengurus-dilantik-kahmi-sumut-siap-kolaborasi-dengan-pemprovsu-tingkatkan-ekonomi-umat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">UNPAB Dukung Pelestarian Warisan Pemikiran Bangsa melalui Peluncuran Buku Karya Iskandar, S.T. Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme</guid>
            <pubDate>Sat, 25 Jul 2026 23:12:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[UNPAB Dukung Pelestarian Warisan Pemikiran Bangsa melalui Peluncuran Buku Karya Iskandar, S.T. Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme]]></title>
            <description><![CDATA[UNPAB Dukung Pelestarian Warisan Pemikiran Bangsa melalui Peluncuran Buku Karya Iskandar, S.T. Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Sury]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan&ndash; Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian warisan intelektual dan nilai-nilai kepemimpinan bangsa melalui kehadiran Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi, Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, S.E., M.M., pada peluncuran buku Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme karya Iskandar, S.T. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Jumat (24/7) di Hotel JW Marriott Medan dan dihadiri oleh berbagai tokoh dari kalangan akademisi, pemerintahan, organisasi, serta masyarakat.<br><br>Kehadiran Rektor UNPAB dalam kegiatan ini mencerminkan dukungan universitas terhadap lahirnya karya-karya intelektual yang tidak hanya mendokumentasikan perjalanan tokoh bangsa, tetapi juga menjadi sarana untuk mewariskan nilai-nilai kepemimpinan, pengabdian, dan kebangsaan kepada generasi penerus.<br><br>Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNPAB, Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, S.E., M.M., menyampaikan bahwa gagasan Surya Paloh bukan sekadar konsep atau pemikiran, melainkan telah diwujudkan melalui berbagai tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa. Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu didokumentasikan dalam bentuk karya ilmiah agar dapat dipelajari, dipahami, dan terus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. <br><br>&quot;Pemikiran yang diwujudkan melalui tindakan nyata akan menjadi warisan yang bernilai bagi generasi mendatang. Dokumentasi dalam bentuk buku menjadi media penting untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai pengabdian, kepemimpinan, dan semangat membangun bangsa,&quot; ujar Rektor UNPAB.<br><br>Bagi UNPAB, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun budaya literasi sekaligus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta kepedulian terhadap kemajuan bangsa. Oleh karena itu, universitas terus mendukung berbagai kegiatan yang mendorong lahirnya karya-karya intelektual sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan tinggi.<br><br>Melalui peluncuran buku Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme, UNPAB berharap warisan pemikiran dan nilai-nilai pengabdian yang terkandung di dalamnya dapat terus hidup, berkembang, dan menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam membangun kepemimpinan yang visioner, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_2134_UNPAB-Dukung-Pelestarian-Warisan-Pemikiran-Bangsa-melalui-Peluncuran-Buku-Karya-Iskandar--S-T--Menelusuri-Jejak-Pengabdian-dan-Lahirnya-Suryapalohisme.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66382/unpab-dukung-pelestarian-warisan-pemikiran-bangsa-melalui-peluncuran-buku-karya-iskandar-st-menelusuri-jejak-pengabdian-dan-lahirnya-suryapalohisme/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Truk Fuso Amblas, Jalan Provinsi Panyabungan&ndash;Muara Soma Lumpuh, H. Syahrir Nasution: Bupati Madina Jangan Bungkam!</guid>
            <pubDate>Sat, 25 Jul 2026 21:45:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Truk Fuso Amblas, Jalan Provinsi Panyabungan–Muara Soma Lumpuh, H. Syahrir Nasution: Bupati Madina Jangan Bungkam!]]></title>
            <description><![CDATA[Jalan Provinsi Panyabungan&ampndashMuara Soma Rusak Parah, Truk Fuso Amblas dan Macet Total, H. Syahrir Nasution Bupati Madina Jangan Bungkam, Desa]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MADINA &ndash; Kondisi <a href="https://www.halomedan.com/tag/jalan/" target="_blank">Jalan</a> Lintas Panyabungan&ndash;Muara Soma yang merupakan jalan provinsi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) semakin memprihatinkan. Kerusakan yang terus dibiarkan tanpa perbaikan telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan serta menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.<br><br>Pada Sabtu (25/7/2026), kemacetan panjang terjadi di ruas jalan antara Desa Sopo Tinjak dan Desa Bulu Soma setelah sebuah truk Fuso amblas ke dalam lubang besar yang menganga di badan jalan. Insiden tersebut membuat arus lalu lintas lumpuh selama beberapa waktu.<br><br>Warga menilai peristiwa itu bukan lagi sekadar kecelakaan biasa, melainkan bukti nyata buruknya penanganan infrastruktur jalan yang hingga kini tak kunjung mendapat perhatian serius dari pemerintah.<br><br>Menurut masyarakat, kondisi jalan tersebut sudah lama rusak. Lubang-lubang besar, genangan air, dan badan jalan yang hancur menjadi pemandangan sehari-hari. Tak sedikit pengendara sepeda motor maupun mobil yang menjadi korban akibat jalan yang semakin sulit dilalui.<br><br>Menanggapi kondisi tersebut, Tokoh Masyarakat Mandailing Natal, H. Syahrir Nasution, melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Kabupaten Madina yang dinilai tidak menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat.<br><br>"<a href="https://www.halomedan.com/tag/jalan/" target="_blank">Jalan</a> ini adalah jalan provinsi. Namun masyarakat melihat Bupati Madina seolah bungkam seribu bahasa. Tidak terlihat adanya upaya nyata untuk mendesak Gubernur Sumatera Utara agar segera memperbaiki ruas jalan yang sudah sangat membahayakan ini," tegas Syahrir.<br><br>Ia menilai kepala daerah tidak boleh hanya menjadi penonton ketika masyarakat setiap hari mempertaruhkan nyawa akibat infrastruktur yang rusak.<br><br>"Kalau memang anggaran perbaikan sudah tersedia di Pemerintah Provinsi, mengapa pekerjaannya tidak segera dilakukan? Siapa yang menghambat? Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban karena lemahnya koordinasi dan minimnya keberanian memperjuangkan kepentingan daerah," ujarnya.<br><br>Syahrir juga mengajak seluruh elemen masyarakat Madina untuk bersatu menyuarakan tuntutan agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera turun tangan.<br><br>Menurutnya, jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dari pemerintah, gerakan masyarakat untuk menuntut percepatan perbaikan jalan merupakan pilihan yang wajar demi keselamatan warga.<br><br>"Jangan tunggu ada korban jiwa lagi. <a href="https://www.halomedan.com/tag/jalan/" target="_blank">Jalan</a> ini merupakan akses vital yang menghubungkan berbagai wilayah dan menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Pemerintah harus bertanggung jawab," katanya.<br><br>Masyarakat kini berharap Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution segera menginstruksikan perbaikan menyeluruh terhadap ruas <a href="https://www.halomedan.com/tag/jalan/" target="_blank">Jalan</a> Panyabungan&ndash;Muara Soma. Selain itu, Bupati Mandailing Natal juga diminta lebih proaktif memperjuangkan kebutuhan daerahnya, bukan sekadar menunggu tanpa kepastian.<br><br>Kerusakan jalan yang terus dibiarkan dinilai bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan warga, kelancaran distribusi logistik, serta keberlangsungan roda perekonomian masyarakat Mandailing Natal. Jika kondisi ini terus berlarut, kepercayaan publik terhadap keseriusan pemerintah dalam membangun daerah dikhawatirkan akan semakin menurun.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_2906_Jalan-Provinsi-Panyabungan-ndash-Muara-Soma-Rusak-Parah--Truk-Fuso-Amblas-dan-Macet-Total--H--Syahrir-Nasution--Bupati-Madina-Jangan-Bungkam--Desak-Gubernur.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66381/truk-fuso-amblas-jalan-provinsi-panyabunganndashmuara-soma-lumpuh-h-syahrir-nasution-bupati-madina-jangan-bungkam/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">H. Ikrom Helmi Nasution Ucapkan Selamat atas Pelantikan Pengurus MW KAHMI dan FORHATI Sumut 2026&ndash;2031</guid>
            <pubDate>Sat, 25 Jul 2026 20:47:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[H. Ikrom Helmi Nasution Ucapkan Selamat atas Pelantikan Pengurus MW KAHMI dan FORHATI Sumut 2026–2031]]></title>
            <description><![CDATA[H. Ikrom Helmi Nasution Ucapkan Selamat atas Pelantikan Pengurus MW KAHMI dan FORHATI Sumut 2026&ndash2031]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>MEDAN &ndash; Ketua I dan II Taman Pendidikan Islam (TPI) Medan, H. Ikrom Helmi Nasution, menghadiri pelantikan Pengurus Majelis Wilayah (MW) KAHMI dan FORHATI Sumatera Utara masa bakti 2026&ndash;2031 yang berlangsung di Medan International Convention Center (MICC), Jalan Gagak Hitam No. 1, Medan Sunggal, Sabtu (25/7/2026).<br><br>Pada kesempatan tersebut, H. Ikrom Helmi Nasution menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa KAHMI dan FORHATI Sumatera Utara menjadi organisasi yang semakin solid, profesional, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.<br><br>"Selamat dan sukses atas pelantikan Pengurus Majelis Wilayah KAHMI dan FORHATI Sumatera Utara masa bakti 2026&ndash;2031. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, mempererat persaudaraan alumni HMI, serta terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa, khususnya di Sumatera Utara," ujar H. Ikrom Helmi Nasution.<br><br>Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, S.Si., M.T., Wakil Bupati Pakpak Bharat, Dr. H. Mutsyuhito Solin, M.Pd., serta sejumlah tokoh HMI, akademisi, ulama, dan unsur pemerintahan dari berbagai daerah di Sumatera Utara.<br><br>Menurut H. Ikrom Helmi Nasution, KAHMI dan FORHATI memiliki peran strategis dalam melahirkan gagasan, membangun sinergi, serta menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.<br><br>Acara pelantikan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat pengabdian, menandai dimulainya kepemimpinan baru KAHMI dan FORHATI Sumatera Utara untuk periode 2026&ndash;2031.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_3207_H--Ikrom-Helmi-Nasution-Ucapkan-Selamat-atas-Pelantikan-Pengurus-MW-KAHMI-dan-FORHATI-Sumut-2026-ndash-2031.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66380/h-ikrom-helmi-nasution-ucapkan-selamat-atas-pelantikan-pengurus-mw-kahmi-dan-forhati-sumut-2026ndash2031/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">UNPAB Perkuat Kebersamaan dan Profesionalisme melalui Silaturahmi Bulanan Pegawai dan Dosen</guid>
            <pubDate>Sat, 25 Jul 2026 18:41:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[UNPAB Perkuat Kebersamaan dan Profesionalisme melalui Silaturahmi Bulanan Pegawai dan Dosen]]></title>
            <description><![CDATA[UNPAB Perkuat Kebersamaan dan Profesionalisme melalui Silaturahmi Bulanan Pegawai dan Dosen]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan &ndash; Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) kembali menyelenggarakan Silaturahmi Bulanan Pegawai dan Dosen sebagai agenda rutin untuk mempererat hubungan kekeluargaan, memperkuat kolaborasi, serta menumbuhkan semangat profesionalisme di lingkungan kampus. Kegiatan yang berlangsung di Gelanggang Mahabento ini diikuti oleh seluruh pegawai dan dosen dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.<br><br>Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, momen ini juga menjadi wadah mempererat hubungan antarsivitas akademika. Kebersamaan kemudian berlanjut melalui sarapan pagi bersama, yang menghadirkan suasana santai sekaligus memperkuat komunikasi di lingkungan kerja.<br><br>Memasuki acara inti, peserta menerima motivasi dan arahan dari Rektor II Universitas Pembangunan Panca Budi, H. Abdul Razak Nasution, S.H.Int., M.Sc Dalam penyampaiannya, beliau mengajak seluruh pegawai dan dosen untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, serta membangun budaya kerja yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, keberhasilan sebuah perguruan tinggi lahir dari sumber daya manusia yang memiliki semangat belajar, mampu berkolaborasi, dan senantiasa memberikan kontribusi terbaik di setiap bidang.<br><br>Beliau juga menekankan bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan menjadi kekuatan besar dalam membawa UNPAB terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang unggul, berkualitas, dan mampu menjawab tantangan masa depan.<br><br>Pada kesempatan tersebut, UNPAB turut memberikan apresiasi kepada pegawai dan dosen sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, partisipasi, dan komitmen dalam mendukung berbagai program pembinaan serta budaya positif di lingkungan universitas. Suasana semakin hangat dengan pemberian ucapan selamat kepada pegawai dan dosen yang berulang tahun pada bulan Juli.<br><br>Sebagai penutup, kegiatan diisi dengan sharing session bersama Bank Sumut Syariah yang memberikan wawasan singkat mengenai layanan perbankan syariah dan peluang kerja sama yang dapat dimanfaatkan oleh sivitas akademika.<br><br>Melalui kegiatan ini, UNPAB terus memperkuat budaya kerja yang sehat, harmonis, dan profesional. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh pegawai dan dosen untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta bersama-sama mewujudkan UNPAB sebagai perguruan tinggi yang semakin maju dan berdaya saing.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_399_UNPAB-Perkuat-Kebersamaan-dan-Profesionalisme-melalui-Silaturahmi-Bulanan-Pegawai-dan-Dosen.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66379/unpab-perkuat-kebersamaan-dan-profesionalisme-melalui-silaturahmi-bulanan-pegawai-dan-dosen/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Perluas Akses Pembiayaan UMKM, Bank Sumut Resmi Jadi Mitra Penyalur Program Subsidi Bunga/Margin 0 Persen Pemko Batam</guid>
            <pubDate>Sat, 25 Jul 2026 18:38:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Perluas Akses Pembiayaan UMKM, Bank Sumut Resmi Jadi Mitra Penyalur Program Subsidi Bunga/Margin 0 Persen Pemko Batam]]></title>
            <description><![CDATA[Perluas Akses Pembiayaan UMKM, Bank Sumut Resmi Jadi Mitra Penyalur Program Subsidi Bunga/Margin 0 Persen Pemko Batam]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br><br>BATAM &ndash; PT Bank Sumut resmi menjadi mitra penyalur Program Subsidi Bunga/Margin 0 Persen Pemerintah Kota Batam. Kehadiran Bank Sumut sebagai bank penyalur diharapkan semakin memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperkuat pengembangan ekonomi kerakyatan di Kota Batam.<br><br>Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kota Batam dan PT Bank Sumut di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Jumat (24/7/2026).<br><br>Acara tersebut dihadiri Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam Salim, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Batam, Pemimpin Divisi Kredit Konsumer PT Bank Sumut Faisal Panggabean didampingi Pemimpin Cabang Batam Thomas A.C Tarigan dan Pemimpin Departemen Kemudahan Akses Pembiayaan UMKM dan Konsumer Lainnya, Sofian Hadi serta para pengurus koperasi.<br><br>Pemimpin Divisi Kredit Konsumer PT Bank Sumut, Faisal Panggabean, mengatakan kerja sama tersebut menjadi bentuk komitmen Bank Sumut dalam mendukung pemberdayaan UMKM melalui penyediaan akses pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan produktif.<br><br>&quot;Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Batam atas kepercayaan yang diberikan kepada Bank Sumut. Kami siap mendukung pelaku UMKM melalui pembiayaan yang mampu mendorong pertumbuhan usaha dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,&quot; kata Faisal.<br><br>Menurutnya, banyak pelaku usaha mikro memiliki produk yang kompetitif dan peluang pasar yang besar, namun masih menghadapi keterbatasan modal untuk mengembangkan usahanya.<br><br>Melalui Program Subsidi Bunga/Margin 0 Persen, pelaku UMKM dapat memperoleh pembiayaan dengan biaya yang lebih ringan sehingga memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas produksi, dan menciptakan lapangan kerja baru.<br><br>&quot;Bank Sumut tidak hanya menjalankan fungsi sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga berkomitmen menjadi mitra pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan sektor produktif,&quot; ujarnya.<br><br>Faisal menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas antara Bank Sumut dan Pemerintah Kota Batam dalam menghadirkan berbagai layanan keuangan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.<br><br>Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.<br><br>Menurut Amsakar, akses pembiayaan yang mudah menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat daya saing UMKM sehingga mampu tumbuh sebagai penggerak ekonomi daerah.<br><br>Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, mengatakan Bank Sumut merupakan bank ketiga yang bergabung dalam Program Subsidi Bunga/Margin 0 Persen setelah Bank BTN dan Bank Riau Kepri Syariah.<br><br>Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Batam saat ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk mendukung program tersebut. Pembiayaan diberikan kepada pelaku usaha mikro dengan plafon pinjaman hingga Rp20 juta tanpa agunan. Ke depan, pemerintah juga mengusulkan peningkatan plafon pembiayaan menjadi Rp50 juta hingga Rp100 juta agar semakin banyak UMKM yang memperoleh manfaat.<br><br>Selain memperluas akses pembiayaan, Pemerintah Kota Batam pada 2026 menargetkan memfasilitasi 1.850 usaha mikro, memberdayakan 215 usaha mikro, serta mendampingi 1.500 wirausaha baru melalui pelatihan, legalitas usaha, dan perluasan akses pasar.<br><br>Dengan bergabungnya Bank Sumut sebagai mitra penyalur, diharapkan jangkauan Program Subsidi Bunga/Margin 0 Persen semakin luas sehingga mampu mempercepat pertumbuhan UMKM, meningkatkan daya saing pelaku usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Batam. ###]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_585_Perluas-Akses-Pembiayaan-UMKM--Bank-Sumut-Resmi-Jadi-Mitra-Penyalur-Program-Subsidi-Bunga-Margin-0-Persen-Pemko-Batam.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66378/perluas-akses-pembiayaan-umkm-bank-sumut-resmi-jadi-mitra-penyalur-program-subsidi-bungamargin-0-persen-pemko-batam/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tembakau Deli Menggeliat! Dari Tandem Hilir, PTPN I Regional 1 Siap Guncang Pasar Cigar Premium</guid>
            <pubDate>Sat, 25 Jul 2026 18:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tembakau Deli Menggeliat! Dari Tandem Hilir, PTPN I Regional 1 Siap Guncang Pasar Cigar Premium]]></title>
            <description><![CDATA[DELI SERDANG &ndash Kejayaan Tembakau Deli yang pernah menguasai pasar dunia kini mulai menunjukkan tandatanda kebangkitannya. Dari hampar]]></description>
            <content><![CDATA[DELI SERDANG &ndash; Kejayaan <a href="https://www.halomedan.com/tag/tembakau/" target="_blank">Tembakau</a> Deli yang pernah menguasai pasar dunia kini mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitannya. Dari hamparan lahan di Desa Tandem Hilir, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, harapan baru itu kembali tumbuh. Bukan sekadar menanam tembakau, tetapi menghidupkan kembali sebuah legenda yang pernah membuat nama Deli dikenal hingga ke berbagai belahan dunia.<br><br>Selama lima tahun terakhir, PTPN I Regional 1 (dahulu PTPN II) terus bergerak melakukan berbagai inovasi. Salah satu langkah besarnya adalah mengembangkan pembibitan <a href="https://www.halomedan.com/tag/tembakau/" target="_blank">Tembakau</a> Deli di lahan seluas sekitar 50 hektare di kawasan Tandem Hilir.<br>Tak berhenti di sektor hulu, PTPN I Regional 1 juga melangkah ke industri hilir dengan memproduksi cerutu premium (cigar). Tiga merek telah diperkenalkan, yakni Helvetia Cigar, Seintes, dan yang terbaru Henry Cigar.<br><br>Saat SUMUT24.CO berkesempatan meninjau langsung fasilitas pengolahan cerutu di Tandem Hilir, Manager PTPN I Regional 1, Henri Hutabarat, menyampaikan bahwa kualitas cigar yang diproduksi terus ditingkatkan agar mampu bersaing di pasar premium. Ia menilai karakter cigar berbahan <a href="https://www.halomedan.com/tag/tembakau/" target="_blank">Tembakau</a> Deli memiliki kualitas yang sangat baik dan berpotensi diterima pasar internasional.<br><br>"Target kami bukan hanya memproduksi cerutu, tetapi menghadirkan produk kebanggaan Sumatera Utara yang memiliki daya saing tinggi," ujar Henri.<br><br>Dukungan juga datang dari CEO Sumut24 Group, Rianto SH, MH. Menurut pria yang akrab disapa Anto Genk itu, kebangkitan <a href="https://www.halomedan.com/tag/tembakau/" target="_blank">Tembakau</a> Deli harus menjadi momentum untuk mengembalikan kejayaan komoditas legendaris Sumatera Utara.<br><br>"Kalau dikelola secara serius, saya yakin <a href="https://www.halomedan.com/tag/tembakau/" target="_blank">Tembakau</a> Deli akan kembali menjadi ikon perkebunan Indonesia. Cigar premium bukan sekadar produk, tetapi simbol kelas, prestise, dan kebanggaan. Sensasi menikmati cigar berkualitas menghadirkan pengalaman yang berbeda, sehingga tidak heran jika identik dengan kalangan pengusaha, eksekutif, hingga tokoh-tokoh dunia," katanya.<br><br>Dengan pengembangan pembibitan, perluasan budidaya, hingga lahirnya produk-produk cigar premium, Tandem Hilir kini menjadi salah satu titik harapan baru kebangkitan <a href="https://www.halomedan.com/tag/tembakau/" target="_blank">Tembakau</a> Deli. Warisan yang pernah berjaya di panggung dunia itu kini bersiap menulis babak baru dari tanah Deli Serdang.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_7985_Tembakau-Deli-Menggeliat--Dari-Tandem-Hilir--PTPN-I-Regional-1-Siap-Guncang-Pasar-Cigar-Premium.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66377/tembakau-deli-menggeliat-dari-tandem-hilir-ptpn-i-regional-1-siap-guncang-pasar-cigar-premium/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Disdik Sumut Dukung Kejuaraan Catur SIWO PWI - STOK Bina Guna 2026</guid>
            <pubDate>Fri, 24 Jul 2026 12:07:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Disdik Sumut Dukung Kejuaraan Catur SIWO PWI - STOK Bina Guna 2026]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN  Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara mendukung pelaksanaan Kejuaraan Catur SIWO PWI  STOK Bina Guna Piala Ketua PWI Sumut 2026.]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN - Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara mendukung pelaksanaan Kejuaraan Catur SIWO PWI - STOK Bina Guna Piala Ketua PWI Sumut 2026. Kejuaraan ini memeriahkan hari Olaghraga Nasional (Haornas) dengan mempertandingkan kategori pelajar dan wartawan yang digelar di Aula STOK Bina Guna, 4-5 September 2026 mendatang.<br><br>Dukungan tersebut diungkapkan Kepala <a href="https://www.halomedan.com/tag/disdik/" target="_blank">Disdik</a> Sumut, Alexander Sinulingga SSTP MSi saat menerima audiensi Panita Kejuaraan Catur SIWO PWI - STOK Bina Guna di ruangan kerjanya, Kamis (23/7/2026).<br><br>"<a href="https://www.halomedan.com/tag/disdik/" target="_blank">Disdik</a> Sumut selalu mendukung semua kegiatan yang positif. Apalagi kejuaraan ini memang sangat positif. Selain mengasah kemampuan, juga mengajak siswa untuk mengindari kenakalan remaja," ujar Alexander didampingi Sekretaris Dewi Susantri Ujung, Kabid GTK Andika Yehezkiel Sembiring, dan Kacabdis Wilayah I, David E Nainggolan.<br><br>Alex turut memberikan beberapa saran kepada panitia. Dia berharap agar panitia jangan hanya menggelar kejuaraan catur saja, namun juga cabang olahraga lainnya yang kurang populer.<br><br>"Saya berharap agar panitia juga menggelar kejuaraan cabor lainnya yang kurang populer, tapi memiliki atlet di sekolah-sekolah. Banyak siswa memiliki bakat di satu cabang olahraga, namun tidak tersalurkan karena kejuaraannya jarang ada," harapnya.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/disdik/" target="_blank">Disdik</a> Sumut akan turut membantu dengan menginformasikan kejuaraan ini ke sekolah-sekolah. "Kami berharap kejuaraan ini berjalan sukses dan melahirkan atlet berprestasi," harapnya. <br><br>Ketua Panitia Kejuaraan Catur SIWO PWI - STOK Bina Guna, Pujianto mengucapkan terima kasih atas dukungan <a href="https://www.halomedan.com/tag/disdik/" target="_blank">Disdik</a> Sumut tersebut. Dukungan tersebut menambah motivasi panitia untuk menggelar kejuaraan ini lebih baik.<br><br>Pujianto menjelaskan, Kejuaraan Catur SIWO PWI - STOK Bina Guna Piala Ketua PWI Sumut 2026 ini akan mempertandingan dua kategori, yakni pelajar dan wartawan. Untuk kategori pelajar bisa diikuti siswa SMP dan SMA. Sedangkan kategori wartawan, khusus anggota biasa PWI Sumut dan telah lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW).<br><br>"Khusus pelajar bertujuan untuk mengasah kemampuan atlet muda. Sedangkan ketegori wartawan sebagai ajang seleksi menghadapi Pekan Olahraga Wartawan (Porwanas) 2027," ujar Pujianto didampingi Sekretaris Panitia Haris Dasril, Deking Sembiring, dan Ayub Kesuma.<br><br>Kejuaraan Catur SIWO PWI - STOK Bina Guna ini akan digelar di Aula STOK Bina Guna pada 4-5 September 2026 mendatang. Rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_2027_Disdik-Sumut-Dukung-Kejuaraan-Catur-SIWO-PWI---STOK-Bina-Guna-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66376/disdik-sumut-dukung-kejuaraan-catur-siwo-pwi-stok-bina-guna-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wasekjen DPP AMPI Leriadi: Produk Rapat Pleno IX Cacat Hukum Organisasi dan Tidak Memiliki Legitimasi</guid>
            <pubDate>Fri, 24 Jul 2026 09:41:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wasekjen DPP AMPI Leriadi: Produk Rapat Pleno IX Cacat Hukum Organisasi dan Tidak Memiliki Legitimasi]]></title>
            <description><![CDATA[Wasekjen DPP AMPI Leriadi Produk Rapat Pleno IX Cacat Hukum Organisasi dan Tidak Memiliki Legitimasi]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br>Jakarta &ndash; Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Leriadi, menilai pelaksanaan Rapat Pleno IX DPP AMPI yang telah digelar bertentangan dengan ketentuan organisasi sebagaimana tertuang dalam Surat Peringatan DPP AMPI tertanggal 23 Juli 2026. Menurutnya, produk yang dihasilkan dalam forum tersebut cacat secara hukum organisasi karena tidak memenuhi ketentuan administrasi dan prosedural yang berlaku.<br><br>Leriadi menegaskan bahwa setiap agenda organisasi wajib dilaksanakan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan Organisasi (PO) DPP AMPI. Oleh karena itu, keputusan yang dihasilkan dari forum yang tidak memenuhi ketentuan organisasi patut dipertanyakan legitimasinya.<br><br>"Kami dengan tegas menolak segala produk yang dihasilkan dari Rapat Pleno IX tersebut karena dilaksanakan tanpa memenuhi ketentuan organisasi sebagaimana diatur dalam AD/ART dan Peraturan Organisasi DPP AMPI. Organisasi yang besar harus dijalankan berdasarkan konstitusi organisasi, bukan berdasarkan kehendak segelintir pihak yang justru dapat mencederai marwah AMPI," ujar Leriadi, Kamis (23/7/2026).<br><br>Ia menjelaskan, Surat Peringatan yang diterbitkan DPP AMPI telah menegaskan bahwa pelaksanaan Rapat Harian dan Rapat Pleno wajib dipimpin oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal atau pihak yang memperoleh pendelegasian sesuai dengan ketentuan organisasi. Keterlibatan Sekretaris Jenderal merupakan unsur yang mutlak dalam pelaksanaan Rapat Harian maupun Rapat Pleno sebagaimana diatur dalam Peraturan Organisasi.<br><br>Menurutnya, pelaksanaan Rapat Pleno IX yang tetap dilaksanakan meskipun telah terdapat Surat Peringatan dari DPP AMPI menjadikan seluruh produk yang dihasilkan dalam forum tersebut cacat secara hukum organisasi dan tidak memiliki legitimasi yang kuat.<br><br>"Produk yang dihasilkan dari forum yang cacat administrasi dan tidak memenuhi ketentuan organisasi tentu juga cacat secara hukum organisasi. Konstitusi organisasi tidak boleh ditabrak hanya untuk memenuhi kepentingan pribadi pihak tertentu," tegasnya.<br><br>Di akhir pernyataannya, Leriadi menilai pelaksanaan forum tersebut terkesan dipaksakan dan sarat akan kepentingan pribadi.<br><br>"Mari kita buka mata dan melihat dengan jernih siapa yang sebenarnya memiliki kepentingan dalam forum ini. coba klen cek di google rekam jejak produk yang di hasilkan masih lengkap jelas dan terang," tutup Leriadi.<br><br>Sebelumnya, DPP AMPI melalui Surat Peringatan yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Muhammad Safii dan Sekretaris Jenderal Robi Anugrah Marpaung telah meminta penundaan pelaksanaan Rapat Pleno IX hingga terpenuhinya seluruh ketentuan organisasi sesuai AD/ART dan Peraturan Organisasi yang berlaku.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_6863_Wasekjen-DPP-AMPI-Leriadi--Produk-Rapat-Pleno-IX-Cacat-Hukum-Organisasi-dan-Tidak-Memiliki-Legitimasi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66375/wasekjen-dpp-ampi-leriadi-produk-rapat-pleno-ix-cacat-hukum-organisasi-dan-tidak-memiliki-legitimasi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Puncak Penghargaan JNE Content Competition 2026, Wadah Kreativitas Anak Bangsa</guid>
            <pubDate>Fri, 24 Jul 2026 09:14:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Puncak Penghargaan JNE Content Competition 2026, Wadah Kreativitas Anak Bangsa]]></title>
            <description><![CDATA[Puncak Penghargaan JNE Content Competition 2026, Wadah Kreativitas Anak Bangsa]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Jakarta &ndash; JNE resmi menyelenggarakan puncak acara penghargaan JNE Content Competition 2026 di Wisma Habibie &amp; Ainun, Jakarta Selatan. Ajang bergengsi ini menjadi penutup dari rangkaian kompetisi yang telah menjadi panggung bagi para kreator Indonesia untuk mengekspresikan talenta kreatif mereka. Tahun ini, antusiasme peserta yang sangat luar biasa dengan terkumpulnya 5.273 karya dari empat kategori lomba: karya tulis, foto, video, dan desain. Sebanyak 77 pemenang terpilih telah diumumkan pada 10 Juli 2026 lalu melalui situs JNEWS Online dan kanal media sosial resmi JNE.<br><br>Acara yang dipandu oleh MC Suci Patia ini berlangsung penuh kehangatan. Hadir memberikan apresiasi, Ilham Akbar Habibie, selaku Chairman ILTHABI REKATMA, jajaran manajemen JNE, Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto, serta SVP Marketing Group Head JNE, Eri Palgunadi, bersama para pemenang dan dewan juri.<br><br>Dalam sambutannya, Ilham Akbar Habibie menyampaikan kekagumannya, &quot;Saya melihat semangat yang sangat luar biasa dari para kreator muda Indonesia. Kompetisi ini bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan bukti nyata potensi inovasi bangsa yang sangat besar. Saya sangat mengapresiasi langkah JNE dalam membina kreativitas anak bangsa. Semoga kompetisi ini terus menjadi wadah yang berkelanjutan, melahirkan talenta baru yang akan membawa Indonesia lebih maju di masa depan.&quot;<br><br>Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto, mengungkapkan rasa bangganya terhadap partisipasi peserta. &quot;Melihat lebih dari 5.273 karya kreatif masuk dari seluruh penjuru Indonesia, kami merasa sangat terinspirasi. Di usia JNE yang ke-35 tahun, kami mengusung semangat &#039Bergerak Bersama&#039;. Melalui kompetisi ini, kami ingin merayakan beragam cerita, mulai dari perjuangan UMKM, konektivitas jarak, hingga kebahagiaan sederhana yang diantar dalam sebuah paket. Komitmen kami adalah terus menjadi bagian dari ekosistem kreatif Indonesia, mendukung setiap talenta untuk terus tumbuh dan berbagi dampak positif,&quot; ujarnya.<br><br>JNE Content Competition sendiri telah memasuki edisi ke-13 sejak pertama kali diadakan pada tahun 2011. Tahun ini, tema &quot;Bergerak Bersama, Beragam Cerita&quot; menjadi cerminan reflektif perjalanan panjang JNE dalam bertumbuh berdampingan dengan pelanggan, pelaku UMKM, karyawan, hingga komunitas di seluruh negeri.<br><br>Maman Suherman, salah satu juri kategori Writing Nasional, turut memberikan pandangannya, &quot;Tema &#039Bergerak Bersama, Beragam Cerita&#039; mampu diterjemahkan dengan sangat emosional oleh para peserta. Banyak karya yang menyoroti sisi humanis dari setiap kiriman. Ini menegaskan bahwa di balik setiap paket yang diantar, terdapat cerita tentang harapan dan kasih sayang yang saling terhubung. Talenta kreatif Indonesia sungguh luar biasa.&quot;<br><br>Kejutan spesial hadir saat penganugerahan gelar &quot;Best of The Best&quot;. Predikat ini diraih oleh Utomo Priyambodo (jurnalis National Geographic Indonesia) yang memenangkan Juara 1 Writing Jurnalis Regional Jakarta &amp; Banten, serta Idris Prasetiawan (jurnalis Palopopos Fajar) yang meraih Juara 1 Photo Jurnalis Regional Sulawesi, Maluku &amp; Papua. Keduanya mendapatkan hadiah utama berupa perjalanan ibadah umrah.<br><br>Utomo Priyambodo menuturkan rasa syukurnya, &quot;Ini adalah rezeki yang tak terduga. Karya saya tentang inspirasi layanan JNE yang menyentuh sisi kemanusiaan ternyata diapresiasi sejauh ini. Terima kasih JNE, ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus menulis dan memberikan kontribusi inspiratif melalui karya jurnalistik.&quot;<br><br>Senada dengan hal tersebut, perwakilan pemenang kategori pelajar, Teza Syahrudin dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, turut hadir mengungkapkan kegembiraannya, &quot;Saya tidak menyangka karya saya bisa terpilih. Kehadiran saya di acara awarding ini memberikan pengalaman yang tak ternilai dan menjadi pemantik semangat saya untuk terus mengeksplorasi kreativitas di bidang foto.&quot;<br><br>Acara awarding ini menegaskan posisi JNE bukan sekadar perusahaan logistik, melainkan fasilitator bagi pertumbuhan industri kreatif nasional. Menutup acara, Feriadi menegaskan, &quot;JNE akan terus menjadi jembatan bagi setiap individu untuk mewujudkan aspirasi mereka menjadi karya nyata. Mari kita terus bergerak bersama menciptakan lebih banyak lagi narasi positif untuk kemajuan negeri.&quot;]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_3378_Puncak-Penghargaan-JNE-Content-Competition-2026--Wadah-Kreativitas-Anak-Bangsa.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66374/puncak-penghargaan-jne-content-competition-2026-wadah-kreativitas-anak-bangsa/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">JAM PMII Kecam Manuver Nusron Wahid dan KH Zulfa: &quot;Jangan Jadikan Sumut Arena Transaksi Politik!&quot;</guid>
            <pubDate>Fri, 24 Jul 2026 09:02:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[JAM PMII Kecam Manuver Nusron Wahid dan KH Zulfa: "Jangan Jadikan Sumut Arena Transaksi Politik!"]]></title>
            <description><![CDATA[JAM PMII Kecam Manuver Nusron Wahid dan KH Zulfa &quotJangan Jadikan Sumut Arena Transaksi Politik!&quot]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>​MEDAN &mdash; Gelombang gejolak internal di tubuh Nahdlatul Ulama (NU) menjelang Muktamar mendatang kian meluas dan menyita perhatian publik. Konflik dan tarik-menarik pengaruh kekuasaan yang semula berpusat di tingkat elit PBNU kini dinilai telah merembet ke daerah, memicu polarisasi di tingkat akar rumput dan memperkeruh konsolidasi organisasi, khususnya di wilayah Sumatera Utara (Sumut).<br><br><br><br>​Sorotan tajam warga Nahdliyin kini tertuju pada manuver politik Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, serta KH Zulfa Mustofa. Keduanya dinilai aktif melakukan penggalangan kekuatan internal di Sumut, seperti rangkaian pertemuan di Deli Serdang hingga Tobasa pada pertengahan Juli 2026, yang dinilai tidak berhubungan dengan agenda resmi kementerian maupun kebutuhan kelembagaan organisasi yang transparan.<br><br><br><br>​Sejumlah elemen warga NU mengkritik rekam jejak Nusron Wahid yang dianggap sering tampil sebagai "pendekar musiman" di ajang-ajang besar seperti Muktamar NU, Kongres Ansor, hingga Kongres PMII. Nusron disinyalir kerap memainkan peran di belakang layar demi mengamankan transaksi dan posisi politik personal, tanpa mengindahkan kemaslahatan jangka panjang warga Nahdliyin.<br><br><br><br>​Langkah gerilya politik tersebut kini membintangi dinamika di Sumatera Utara. Kehadiran dan konsolidasi yang melibatkan jajaran Pengurus Cabang (PCNU) tanpa koordinasi utuh dengan jajaran struktural Pengurus Wilayah NU (PWNU) Sumut, di mana Ketua dan Sekretaris Tanfidziyah berjalan sendiri-sendiri. <br><br><br><br>​Kondisi ini memicu reaksi keras dari kalangan aktivis muda NU. Koordinator Nasional Jaringan Alumni Muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Hasan Basyri Simanjuntak, menyayangkan panggung keagamaan dan keummatan NU yang terus-menerus dijadikan arena bargaining politik praktis oleh oknum elite.<br><br><br><br>​"Kita sangat menyayangkan jika panggung keagamaan dan keummatan NU terus-menerus dijadikan arena bargaining politik personal oleh oknum elite tertentu. Kehadiran figur-figur pusat di daerah yang seharusnya membawa pencerahan dan kesejukan, justru disinyalir membawa residu konflik internal ke wilayah-wilayah seperti Sumatera Utara," tegas Hasan Basyri.<br><br><br><br>​"Sebagai kader muda NU dan alumni PMII, kami menegaskan bahwa jam&#039;iyah ini didirikan untuk kemaslahatan umat, bukan panggung manuver musiman demi memburu jabatan Ketum maupun posisi tawar politik. Kami meminta KH Zulfa Mustofa dan Sahabat Nusron Wahid untuk berjiwa besar, menghentikan langkah-langkah yang memicu polarisasi di daerah, serta menghormati mekanisme konstitusi organisasi secara utuh. Jangan sampai ambisi elite mengorbankan solidaritas warga Nahdliyin di bawah," pungkasnya.<br><br><br><br>​Sejumlah pihak menilai, jika manuver penggalangan kekuatan tanpa mengindahkan tata krama ber-NU ini terus dibiarkan, marwah PBNU akan semakin tergerus di mata masyarakat umum. Kader muda dan warga Nahdliyin mendesak para elite untuk membuang ambisi pribadi, menghentikan langkah-langkah yang memicu faksionalisasi, serta mengembalikan NU pada khittah kepemimpinan yang sejuk, guyub, dan berorientasi penuh pada kemaslahatan umat. Tegasnya.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_9588_JAM-PMII-Kecam-Manuver-Nusron-Wahid-dan-KH-Zulfa---quot-Jangan-Jadikan-Sumut-Arena-Transaksi-Politik--quot-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66373/jam-pmii-kecam-manuver-nusron-wahid-dan-kh-zulfa-quotjangan-jadikan-sumut-arena-transaksi-politikquot/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>