<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.halomedan.com/</link>
        <description>Halo Medan | Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Tue, 06 Oct 2026 04:28:01 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Adik Wawako Medan Jadi Kadiv Propam Polri, CEO Sumut24 Group: Nazly Putra Terbaik Sumut</guid>
            <pubDate>Mon, 05 Oct 2026 21:37:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Adik Wawako Medan Jadi Kadiv Propam Polri, CEO Sumut24 Group: Nazly Putra Terbaik Sumut]]></title>
            <description><![CDATA[Adik Wawako Medan Jadi Kadiv Propam Polri, CEO Sumut24 Group Nazly Putra Terbaik Sumut]]></description>
            <content><![CDATA[<br>JAKARTA  | Halomedan.com<br><br> Irjen Pol. Dr. H. Mahmud Nazly Harahap, S.I.K., M.H., M.M., dipercaya menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri.<br><br>Alumni Akpol 1997 tersebut sebelumnya menjabat Kepala Korps Sabhara Baharkam Polri sejak Juni 2026. Penunjukan ini menambah panjang perjalanan kariernya di Korps Bhayangkara, setelah sebelumnya pernah menjabat Kapolres Sumedang dan Kapolres Bandung serta menjalani penugasan di Baintelkam Polri dan BIN.<br><br>Irjen Mahmud Nazly Harahap merupakan putra mantan Bupati Tapanuli Selatan M. Saleh Harahap. Ia juga adik kandung Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap.<br><br>Dengan pangkat jenderal polisi bintang dua, kini Nazly mengemban tugas penting dalam pengawasan internal, penegakan disiplin, kode etik, dan pengamanan profesi di lingkungan Polri.<br><br>Selain memiliki pengalaman panjang di kepolisian, Nazly juga berlatar pendidikan hukum dan manajemen. Ia menyelesaikan S-2 Ilmu Hukum dan S-2 Manajemen serta meraih gelar doktor Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.<br><br>CEO Sumut24 Group Beri Apresiasi<br><br>CEO Sumut24 Group, Rianto, SH, MH, yang akrab disapa Anto Genk, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Irjen Mahmud Nazly Harahap.<br><br>&quot;Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Sumatera Utara. Irjen Mahmud Nazly Harahap merupakan salah satu putra terbaik Sumut yang kini dipercaya menduduki jabatan strategis di Mabes Polri,&quot; ujar Rianto.<br><br>Ia juga menyoroti kiprah dua bersaudara tersebut. Menurutnya, Mahmud Nazly Harahap kini dipercaya mengemban amanah di institusi Polri, sementara sang kakak, Zakiyuddin Harahap, menjabat sebagai Wakil Wali Kota Medan.<br><br>&quot;Abangnya, Zakiyuddin Harahap, juga kini menjabat Wakil Wali Kota Medan. Satu keluarga mengabdi di dua bidang berbeda, pemerintahan dan kepolisian. Luar biasa,&quot; kata Anto Genk.<br><br>Ia berharap Irjen Mahmud Nazly Harahap dapat menjalankan amanah tersebut dengan baik dan terus membawa nama Sumatera Utara di tingkat nasional.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_2555_Adik-Wawako-Medan-Jadi-Kadiv-Propam-Polri--CEO-Sumut24-Group--Nazly-Putra-Terbaik-Sumut.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66956/adik-wawako-medan-jadi-kadiv-propam-polri-ceo-sumut24-group-nazly-putra-terbaik-sumut/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ikanas Sumut Prihatin Binsar Nasution Jadi Korban Kriminal, Minta Polisi Usut Tuntas</guid>
            <pubDate>Mon, 05 Oct 2026 21:20:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ikanas Sumut Prihatin Binsar Nasution Jadi Korban Kriminal, Minta Polisi Usut Tuntas]]></title>
            <description><![CDATA[Ikanas Sumut Prihatin Binsar Nasution Jadi Korban Kriminal, Minta Polisi Usut Tuntas]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>MADINA &ndash; Ikatan Keluarga Nasution Sumatera Utara (Ikanas Sumut) menyampaikan keprihatinan mendalam atas tindakan kriminal yang menimpa Binsar Nasution, SH, anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sekaligus warga Ikanas.<br><br>Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, Ketua Ikanas Sumut Erwan Rozadi Nasution menunjuk Wakil Ketua Ikanas Sumut, Parulian Nasution, untuk menjenguk Binsar Nasution yang tengah menjalani perawatan di RSU Madina, Senin (5/10/2026).<br><br>Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan moral Ikanas Sumut kepada Binsar Nasution dan keluarganya agar tetap kuat, sabar dan tabah menghadapi musibah yang terjadi.<br><br>&quot;Kami menyampaikan rasa keprihatinan yang cukup tinggi atas tindakan kriminal yang menimpa saudara kami Binsar Nasution. Kami berharap beliau dan keluarga tetap kuat, sabar dan tabah menghadapi kejadian ini,&quot; ujar Parulian Nasution menyampaikan pesan Ketua Ikanas Sumut Erwan Rozadi Nasution.<br><br>Ikanas Sumut juga mendoakan agar Binsar Nasution segera diberikan kesembuhan sehingga dapat kembali menjalankan tugas dan pengabdiannya sebagai wakil rakyat.<br><br>Menurut Ikanas Sumut, Binsar Nasution dikenal sebagai sosok yang baik, familier dan komunikatif dalam berinteraksi dengan masyarakat.<br><br>&quot;Menurut kami, Binsar Nasution adalah orang baik, familier dan komunikatif. Karena itu, kami sangat prihatin dan mengecam tindakan kriminal yang menimpa beliau,&quot; tegasnya.<br><br>Ikanas Sumut meminta aparat penegak hukum, khususnya Polres Mandailing Natal, segera mengusut kasus tersebut secara profesional, transparan dan tuntas.<br><br>Proses hukum diharapkan tidak berhenti pada penangkapan pelaku, tetapi dilanjutkan hingga tahap penuntutan di Kejaksaan Negeri Madina dan persidangan di Pengadilan Negeri Madina sesuai ketentuan hukum yang berlaku.<br><br>&quot;Tangkap, periksa dan ungkap secara terang benderang. Hukum harus hadir memberikan perlindungan kepada korban sesuai prinsip equality before the law. Hukum harus ditegakkan di tengah masyarakat,&quot; tegas Ikanas Sumut.<br><br>Ikanas juga menyoroti bahwa peristiwa tersebut terjadi ketika Binsar Nasution sedang menjalankan tugas reses sebagai anggota DPRD Madina di Kecamatan Siabu.<br><br>Karena itu, selain meminta proses hukum berjalan maksimal, Ikanas Sumut memandang perlu adanya perhatian terhadap aspek keamanan dan pemulihan psikologis korban, terutama ketika Binsar nantinya kembali melaksanakan tugas-tugas kedewanan di tengah masyarakat.<br><br>&quot;Dalam proses pemulihan trauma, kami memandang perlu adanya bantuan perlindungan keamanan bagi beliau, terutama saat kembali menjalankan tugas di lapangan,&quot; katanya.<br><br>Ikanas Sumut berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di Kabupaten Mandailing Natal yang selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai agama, adat dan budaya.<br><br>&quot;Semoga peristiwa seperti ini tidak terulang lagi di Bumi Serambi Mekkah Madina yang kita kenal dengan ketaatan beragama, adat dan budayanya,&quot; pungkasnya.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_4648_Ikanas-Sumut-Prihatin-Binsar-Nasution-Jadi-Korban-Kriminal--Minta-Polisi-Usut-Tuntas.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66955/ikanas-sumut-prihatin-binsar-nasution-jadi-korban-kriminal-minta-polisi-usut-tuntas/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Adik Kandung  Wakil Walikota Medan Zakiyuddin , Irjen Mahmud Nazly Harahap Kini Dipercaya Jadi Kadiv Propam Polri</guid>
            <pubDate>Mon, 05 Oct 2026 21:14:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Adik Kandung  Wakil Walikota Medan Zakiyuddin , Irjen Mahmud Nazly Harahap Kini Dipercaya Jadi Kadiv Propam Polri]]></title>
            <description><![CDATA[Adik Kandung  Wakil Walikota Medan Zakiyuddin , Irjen Mahmud Nazly Harahap Kini Dipercaya Jadi Kadiv Propam Polri]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>JAKARTA | Irjen Pol. Dr. H. Mahmud Nazly Harahap, S.I.K., M.H., M.M., kini dipercaya menduduki salah satu posisi strategis di Mabes Polri sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri.<br><br>Perwira tinggi Polri kelahiran Sumatera Utara dan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1997 tersebut mendapat amanah baru setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Korps Sabhara (Kakorsabhara) Baharkam Polri sejak Juni 2026.<br><br>Penunjukan tersebut menempatkan Irjen Nazly Harahap sebagai pejabat yang memiliki tanggung jawab penting dalam fungsi pengawasan internal, penegakan disiplin, ketertiban, serta pengamanan profesi di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.<br><br>Putra Mantan Bupati Tapanuli Selatan<br><br>Nama Mahmud Nazly Harahap memiliki keterkaitan kuat dengan Sumatera Utara. Ia merupakan putra kandung M. Saleh Harahap, yang pernah menjabat sebagai Bupati Tapanuli Selatan periode 1999&ndash;2004.<br><br>Irjen Nazly Harahap juga merupakan adik kandung Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap. Hubungan keluarga tersebut semakin menegaskan kedekatan keluarga Harahap dengan perjalanan pemerintahan dan kehidupan publik di Sumatera Utara.<br><br>Meski berasal dari keluarga yang dikenal di lingkungan pemerintahan daerah, perjalanan Nazly Harahap di institusi Polri dibangun melalui penugasan dan jenjang karier yang panjang, baik di kewilayahan maupun di tingkat pusat.<br><br>Di luar perjalanan karier kepolisian, Irjen Nazly Harahap dikenal memiliki latar belakang pendidikan akademis di bidang hukum dan manajemen.<br><br>Ia menyelesaikan pendidikan S-2 Ilmu Hukum dan S-2 Manajemen di Universitas Jayabaya. Pendidikan akademiknya kemudian berlanjut hingga jenjang S-3 (Doktor) Ilmu Hukum di universitas yang sama.<br><br>Rekam Jejak Karier<br><br>Karier Irjen Nazly Harahap di Korps Bhayangkara terbilang panjang dengan sejumlah penugasan di kewilayahan maupun tingkat pusat.<br><br>Berikut sejumlah jabatan yang pernah diembannya:<br><br>- 2015: Kapolsek Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.<br>- 2015&ndash;2016: Kapolres Sumedang, Jawa Barat.<br>- 2016&ndash;2017: Kapolres Bandung, Jawa Barat.<br>- 2017&ndash;2022: Perwira Menengah Baintelkam Polri dalam penugasan pada Badan Intelijen Negara (BIN).<br>- 2022&ndash;2023: Perwira Tinggi Baintelkam Polri dalam penugasan pada BIN.<br>- Desember 2023&ndash;Juni 2026: Pati Baintelkam Polri dalam penugasan pada BIN.<br>- Juni&ndash;Oktober 2026: Kepala Korps Sabhara Baharkam Polri.<br>- Oktober 2026&ndash;sekarang: Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.<br><br>Dalam perjalanan kariernya, Irjen Nazly Harahap juga memperoleh kenaikan pangkat hingga menyandang pangkat Inspektur Jenderal (Irjen) atau jenderal polisi bintang dua.<br><br>Kini Memimpin Divisi Propam Polri<br><br>Sebagai Kadiv Propam Polri, Irjen Nazly Harahap kini berada pada posisi yang berkaitan langsung dengan pengawasan internal personel Polri.<br><br>Divisi Propam memiliki fungsi penting dalam menjaga disiplin dan ketertiban anggota, penegakan kode etik profesi, serta pengamanan profesi di lingkungan kepolisian.<br><br>Dengan pengalaman di bidang kewilayahan, intelijen, serta pendidikan hukum dan manajemen, penugasan baru ini menjadi bagian penting dari perjalanan karier Irjen Nazly Harahap di institusi Polri.<br><br>Sosoknya pun kembali menjadi perhatian publik Sumatera Utara. Selain karena menduduki jabatan strategis sebagai Kadiv Propam Polri, perhatian tersebut juga tidak terlepas dari latar belakang keluarganya yang memiliki sejarah dalam pemerintahan daerah Tapanuli Selatan.<br><br>Irjen Mahmud Nazly Harahap merupakan putra mantan Bupati Tapanuli Selatan M. Saleh Harahap dan adik kandung Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap. Dengan demikian, kiprahnya di tingkat nasional sekaligus menjadi catatan tersendiri bagi Sumatera Utara.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_1101_Adik-Kandung--Wakil-Walikota-Medan-Zakiyuddin---Irjen-Mahmud-Nazly-Harahap-Kini-Dipercaya-Jadi-Kadiv-Propam-Polri.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66954/adik-kandung-wakil-walikota-medan-zakiyuddin-irjen-mahmud-nazly-harahap-kini-dipercaya-jadi-kadiv-propam-polri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">DPN PERADI Angkat 25 Advokat Baru di Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Bandung</guid>
            <pubDate>Mon, 05 Oct 2026 19:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[DPN PERADI Angkat 25 Advokat Baru di Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Bandung]]></title>
            <description><![CDATA[BANDUNG &ampmdash Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perkumpulan Advokat Indonesia (PERADI) resmi mengangkat 25 advokat baru di wilayah hukum Penga]]></description>
            <content><![CDATA[BANDUNG &mdash; Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perkumpulan Advokat Indonesia (PERADI) resmi mengangkat 25 advokat baru di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Bandung, Jumat, 2 Oktober 2026.<br>Pengangkatan tersebut menjadi tahapan legal formal bagi para advokat sebelum melanjutkan proses pengambilan sumpah atau janji advokat oleh Ketua Pengadilan Tinggi Bandung.</p><br>Sidang pengangkatan dipimpin jajaran pengurus pusat DPN PERADI yang hadir mewakili Ketua Umum. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua Umum DPN PERADI Haris Azhar, S.H., M.A., serta Wakil Sekretaris Jenderal Anggara Suwahju, S.H., M.H.</p><br>Prosesi turut dihadiri jajaran lengkap Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PERADI Bandung. Ketua DPC PERADI Bandung Heryanrico Silitonga, S.H., CLA., CTA., hadir bersama Sekretaris Bayu Listiawan, S.H., Bendahara Fina Fitria Dewi, S.H., Wakil Ketua I Idris Cardi Pasaribu, S.H., M.H., Wakil Ketua II I Nengah Merta, S.H., M.H., M.Si., Wakil Ketua III R. Dodi Budi Kelana, S.H., M.H., serta Wakil Ketua IV Bidang Antar Lembaga, Penegak Hukum dan Pemerintah, Tody Ardiansyah Prabu, S.H.</p><br>Sejumlah anggota Dewan Penasihat PERADI dan para senior organisasi juga turut hadir. Kehadiran mereka memberikan dukungan moral sekaligus menjadi bagian dari prosesi pengangkatan para advokat baru.</p><br>Dalam arahannya, Haris Azhar menekankan bahwa profesi advokat merupakan officium nobile atau profesi yang terhormat. Karena itu, setiap advokat dituntut menjunjung tinggi integritas, keberanian moral, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas dan membela kepentingan hukum masyarakat.<br>Pengangkatan advokat tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, yang mengatur mengenai organisasi advokat dan proses pengangkatan advokat.</p><br>Sementara itu, Anggara Suwahju memberikan pembekalan mengenai perkembangan praktik hukum di tengah transformasi digital. Salah satu materi yang disampaikan yakni sosialisasi Panduan Artificial Intelligence (AI) serta Panduan Manajemen Kantor Hukum.</p><br>Pembekalan tersebut diarahkan untuk mempersiapkan para advokat baru agar tidak hanya memiliki kemampuan dalam praktik persidangan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta menerapkan tata kelola kantor hukum yang efektif dan efisien.<br>Kehadiran jajaran pengurus, dewan penasihat, dan para senior PERADI dalam prosesi tersebut sekaligus memperlihatkan dukungan organisasi terhadap proses kaderisasi advokat baru.</p><br>Acara kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada 25 advokat yang telah resmi diangkat, disertai harapan agar mereka dapat menjalankan profesi secara profesional, kompeten, berintegritas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan.red</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_5339_DPN-PERADI-Angkat-25-Advokat-Baru-di-Wilayah-Hukum-Pengadilan-Tinggi-Bandung.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/hukum/66953/dpn-peradi-angkat-25-advokat-baru-di-wilayah-hukum-pengadilan-tinggi-bandung/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">KSMI Aceh Menguat, KONI Sebut Sepakbola Mini Punya Prospek Besar</guid>
            <pubDate>Mon, 05 Oct 2026 19:42:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[KSMI Aceh Menguat, KONI Sebut Sepakbola Mini Punya Prospek Besar]]></title>
            <description><![CDATA[BANDA ACEH  Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Provinsi Aceh mulai memperkuat langkah membangun organisasi dan pembinaan sepakbola mini]]></description>
            <content><![CDATA[BANDA ACEH - Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Provinsi Aceh mulai memperkuat langkah membangun organisasi dan pembinaan sepakbola mini di seluruh Aceh. Kehadiran KSMI Aceh mendapat sambutan positif dari Komite Olahraga Nasional Indonesia) Provinsi Aceh yang menilai minifootball memiliki prospek besar seiring semakin tingginya minat masyarakat terhadap olahraga tersebut.<br><br>&quot;Kami menyambut baik terbentuknya Pengurus KSMI Provinsi Aceh,&quot; kata Wakil Ketua I Bidang Organisasi KONI Aceh, T. Rayuan Sukma.<br><br>Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Pengurus KSMI Aceh di Kantor KONI Aceh, kawasan Lhong Raya, Banda Aceh, Senin (5/10/2026). Pertemuan tersebut membahas keberadaan KSMI Aceh sekaligus persiapan memenuhi persyaratan untuk menjadi anggota KONI Aceh.<br><br>&quot;Kehadiran KSMI tentu menjadi sesuatu yang positif. Sepakbola mini saat ini semakin berkembang dan diminati masyarakat. Prospeknya cukup besar, terutama jika pembinaan dan kompetisinya dilakukan secara berkelanjutan,&quot; ujar T. Rayuan Sukma.<br><br>KONI Aceh menjelaskan, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi KSMI Aceh adalah memiliki kepengurusan sekurang-kurangnya di 14 kabupaten/kota. Selain itu, KSMI harus menunjukkan aktivitas pembinaan dan kompetisi yang berjalan secara berkelanjutan, termasuk melalui kejuaraan daerah.<br><br>&quot;Untuk menjadi anggota KONI Aceh tentu ada persyaratan organisasi yang harus dipenuhi, di antaranya kepengurusan minimal di 14 kabupaten/kota dan kegiatan olahraga seperti kejuaraan daerah,&quot; jelas T. Rayuan Sukma.<br><br>Ketua KSMI Aceh Muktaruddin Usman, S.E., mengatakan audiensi tersebut penting untuk menyelaraskan langkah organisasi dengan sistem pembinaan olahraga di Aceh. Pihaknya akan segera mempercepat konsolidasi dan pembentukan kepengurusan di kabupaten/kota.<br><br>&quot;Kami ingin mengetahui secara langsung apa saja yang harus kami persiapkan untuk memenuhi persyaratan menjadi anggota KONI Aceh. Setelah ini kami akan bergerak membangun kepengurusan di kabupaten/kota,&quot; ujar Muktaruddin.<br><br>Secara nasional, KSMI telah tercatat sebagai anggota resmi KONI Pusat setelah diterima dalam Rakernas KONI 2025. Di tingkat internasional, KSMI juga telah tergabung dalam International Minifootball Federation (IMF), yang menaungi perkembangan minifootball dunia.<br><br>&quot;Secara nasional KSMI sudah menjadi anggota resmi KONI Pusat. Di tingkat internasional kita juga tergabung dalam International Minifootball Federation. Ini menunjukkan bahwa sepakbola mini memiliki jaringan pengembangan dari daerah, nasional hingga internasional,&quot; katanya.<br><br>KSMI Aceh menargetkan sedikitnya 14 Pengcab/Pengkot terbentuk di Aceh. Struktur tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan organisasi, tetapi menjadi fondasi pembinaan dan kompetisi yang lebih merata.<br><br>&quot;Dengan terbentuknya KSMI Pengprov Aceh, kami berharap sepakbola mini dapat berkembang lebih terstruktur dan merata hingga ke seluruh kabupaten/kota. Kita ingin melahirkan bibit-bibit atlet unggul yang nantinya dapat mengharumkan nama Aceh,&quot; ujarnya.<br><br>Sebagai bagian dari agenda pembinaan, KSMI Aceh juga menyiapkan Liga Santri di Banda Aceh yang melibatkan klub-klub sepakbola mini dari dayah dan pesantren. Pemenangnya akan dipersiapkan mewakili Aceh pada kompetisi tingkat nasional.<br><br>&quot;Kami juga akan melaksanakan Liga Santri yang melibatkan klub sepakbola dari dayah dan pesantren di Aceh. Pemenangnya nanti akan mewakili Aceh di tingkat nasional,&quot; kata Muktaruddin.<br><br>Menurutnya, penguatan organisasi harus berjalan bersama pembinaan dan kompetisi agar sepakbola mini tidak berhenti sebagai olahraga komunitas, tetapi berkembang menjadi bagian dari pembinaan prestasi.<br><br>&quot;Kami tidak ingin KSMI Aceh hanya hadir sebagai nama atau struktur organisasi. Kami ingin membangun pembinaan yang nyata, kompetisi berkelanjutan dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi talenta muda Aceh. Dengan dukungan KONI Aceh serta jaringan KSMI secara nasional dan internasional, kami optimistis sepakbola mini Aceh dapat tumbuh lebih kuat dan membawa nama Aceh ke panggung nasional bahkan internasional,&quot; pungkas Muktaruddin. (R)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_5962_KSMI-Aceh-Menguat--KONI-Sebut-Sepakbola-Mini-Punya-Prospek-Besar.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/olahraga/66952/ksmi-aceh-menguat-koni-sebut-sepakbola-mini-punya-prospek-besar/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Lantik 188 Pejabat, Wagub Sumut Tekankan Kolaborasi dan Sinergi dalam Bekerja</guid>
            <pubDate>Mon, 05 Oct 2026 16:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Lantik 188 Pejabat, Wagub Sumut Tekankan Kolaborasi dan Sinergi dalam Bekerja]]></title>
            <description><![CDATA[Lantik 188 Pejabat, Wagub Sumut Tekankan Kolaborasi dan Sinergi dalam Bekerja]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br>MEDAN &ndash; Wakil Gubernur (<a href="https://www.halomedan.com/tag/wagub/" target="_blank">Wagub</a>) Sumatera Utara (Sumut) Surya menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam bekerja kepada 188 pejabat yang baru dilantik di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. Menurutnya, kerja sama yang kuat antarpimpinan dan perangkat daerah menjadi kunci untuk menghadirkan kinerja pemerintahan yang efektif serta pelayanan publik yang semakin baik.<br><br>Hal tersebut disampaikan <a href="https://www.halomedan.com/tag/wagub/" target="_blank">Wagub</a> Surya dalam sambutannya usai Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut di Aula Raja Inal Siregar (RIS), Lantai 2, Kantor Gubernur Sumut, Senin (5/10/2026).<br><br>Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 188 pejabat administrator dan pejabat pengawas dilantik, terdiri dari 71 pejabat administrator dan 117 pejabat pengawas dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Para pejabat tersebut diharapkan mampu memikul tanggung jawab dalam memimpin, menggerakkan organisasi, membangun kerja sama, membina jajaran, menyelesaikan persoalan, hingga memastikan pelayanan pemerintahan berjalan dengan baik.<br><br>"Saya berharap amanah ini diterima dengan penuh rasa syukur. Sekaligus juga dengan kesadaran bahwa semakin besar tanggung jawab, semakin besar tuntutan integritas, kemampuan dan keteladanan dalam bekerja," sebut Surya, didampingi sejumlah pimpinan OPD.<br><br>Sebagai perwujudan dari manajemen ASN berbasis talenta, <a href="https://www.halomedan.com/tag/wagub/" target="_blank">Wagub</a> menegaskan bahwa setiap jabatan perlu diisi oleh orang yang kompeten, potensial, berpengalaman, serta memiliki kemauan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Karena itu, jabatan harus menjadi ruang untuk menghasilkan kinerja, bukan sekadar menjalankan kewenangan.<br><br>"Saya ingin para pejabat yang dilantik ini mampu mebuktikan kepercayaan yang diberikan memang tepat. Tentunya dengan kerja nyata serta hasil yang dapat dirasakan. Karena jabatan ini memiliki posisi sangat penting dalam roda pemerintahan," jelas Surya.<br><br>Menurut <a href="https://www.halomedan.com/tag/wagub/" target="_blank">Wagub</a> Surya, posisi pejabat administrator dan pengawas sangat penting karena berhadapan langsung dengan pelaksanaan pekerjaan, koordinasi antarpegawai, pengendalian kegiatan, dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, ia mengajak para pejabat menjadi penggerak perubahan di unit kerja masing-masing.<br><br>"Bangun komunikasi yang baik, jangan biarkan persoalan kecil menjadi besar. Jika ada hambatan, segera koordinasikan dan cari jalan keluarnya. Dan yang terpenting, jangan bekerja sendiri-sendiri. Kita butuh pemerintahan yang bekerja dalam semagat kolaborasi dan sinergi," katanya.<br><br>Selain itu, <a href="https://www.halomedan.com/tag/wagub/" target="_blank">Wagub</a> Surya mengingatkan setiap perangkat daerah untuk saling mendukung dalam menjalankan tugas pemerintahan. Menurutnya, masyarakat tidak melihat satu OPD secara terpisah, melainkan melihat wajah Pemprov Sumut secara keseluruhan dalam menjawab kebutuhan publik.<br><br>"Mulailah bekerja sungguh-sungguh, responsif, disiplin dan lebih dekat dengan persoalan masyarakat. Mari kita pastikan setiap jabatan memberikan manfaat. Setiap tugas menghasilkan kinerja, dan setiap kebijakan bermuara pada peningkatan kualitas layanan serta kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara," pungkas <a href="https://www.halomedan.com/tag/wagub/" target="_blank">Wagub</a> Surya.**]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_8045_Lantik-188-Pejabat--Wagub-Sumut-Tekankan-Kolaborasi-dan-Sinergi-dalam-Bekerja.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66951/lantik-188-pejabat-wagub-sumut-tekankan-kolaborasi-dan-sinergi-dalam-bekerja/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Keselamatan Pengendara Terabaikan? Proyek Cor Beton Jalan Pancasila Paya Gambar Disorot Warga</guid>
            <pubDate>Mon, 05 Oct 2026 16:40:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Keselamatan Pengendara Terabaikan? Proyek Cor Beton Jalan Pancasila Paya Gambar Disorot Warga]]></title>
            <description><![CDATA[Keselamatan Pengendara Terabaikan? Proyek Cor Beton Jalan Pancasila Paya Gambar Disorot Warga]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>DELISERDANG &mdash; Pekerjaan pengecoran beton pada bahu jalan atau rigid pavement di Jalan Pancasila, Desa Paya Gambar, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, dikeluhkan masyarakat.<br><br>Proyek yang semestinya memperkuat struktur tepi jalan, mencegah bahu jalan mudah ambles sekaligus membantu mengarahkan aliran air drainase tersebut justru dinilai menimbulkan keresahan bagi pengguna jalan.<br><br>Pantauan di lokasi menunjukkan adanya aktivitas pekerjaan yang berada di sisi badan jalan. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati, terlebih ketika melintas di sekitar titik pekerjaan.<br><br>Sejumlah masyarakat mengeluhkan minimnya pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan pengendara, terutama pengendara sepeda motor yang tidak mengetahui adanya lubang atau bagian jalan yang sedang dikerjakan.<br><br>&quot;Seharusnya ada petugas yang mengatur kendaraan. Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena masuk ke lubang pekerjaan,&quot; keluh warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.<br><br>Selain persoalan keselamatan, masyarakat juga mempertanyakan kualitas pekerjaan tersebut. Mereka menduga pekerjaan pengecoran bahu jalan itu belum tentu dikerjakan sesuai spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.<br><br><br>Masyarakat meminta pihak pelaksana maupun instansi yang bertanggung jawab melakukan pengawasan secara serius. Jangan sampai proyek yang menggunakan anggaran pemerintah tersebut hanya mengejar penyelesaian pekerjaan tanpa memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan dan kualitas konstruksi.<br><br>&quot;Kalau memang sudah sesuai spesifikasi, silakan dibuktikan. Yang penting jangan sampai kualitasnya dipertanyakan dan masyarakat justru dirugikan,&quot; ujar warga.<br><br>Masyarakat juga berharap selama pekerjaan berlangsung dipasang rambu-rambu, pembatas serta petugas pengatur lalu lintas pada titik yang berpotensi membahayakan pengendara.<br><br>Sebab, pekerjaan infrastruktur bukan semata-mata soal mengejar target fisik, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat dan pertanggungjawaban terhadap penggunaan anggaran negara.<br><br>Hingga berita ini ditulis, pihak pelaksana pekerjaan maupun instansi terkait belum memberikan penjelasan mengenai spesifikasi teknis pekerjaan, nilai kontrak, sumber anggaran serta langkah pengamanan lalu lintas di sekitar lokasi.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_2040_Keselamatan-Pengendara-Terabaikan--Proyek-Cor-Beton-Jalan-Pancasila-Paya-Gambar-Disorot-Warga.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66950/keselamatan-pengendara-terabaikan-proyek-cor-beton-jalan-pancasila-paya-gambar-disorot-warga/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Menyambut Hari Batik Nasional 2026, JNE Dukung Kolaborasi MANDALAS dengan Yayasan Habibie &amp; Ainun</guid>
            <pubDate>Mon, 05 Oct 2026 16:34:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Menyambut Hari Batik Nasional 2026, JNE Dukung Kolaborasi MANDALAS dengan Yayasan Habibie & Ainun]]></title>
            <description><![CDATA[Menyambut Hari Batik Nasional 2026,JNE Dukung Kolaborasi MANDALAS dengan Yayasan Habibie &amp Ainun]]></description>
            <content><![CDATA[<br> <br>Jakarta &ndash; Dalam rangka menyambut Hari <a href="https://www.halomedan.com/tag/batik/" target="_blank">Batik</a> Nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2026, JNE kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung karya anak bangsa dan memajukan UMKM lokal. Kali ini, JNE hadir sebagai Official Logistics Partner dalam peluncuran koleksi batik eksklusif bertajuk &quot;Menemani&quot;, sebuah koleksi yang diinisiasi dan dikreasikan oleh jenama fesyen MANDALAS melalui kolaborasi bersama Yayasan Habibie &amp; Ainun dalam mengangkat nilai serta warisan inspiratif Habibie &amp; Ainun. Koleksi spesial ini mengangkat tema tentang takdir dan pertemuan dua insan yang ditakdirkan bersama selamanya, yang membawa gagasan luhur Habibie &amp; Ainun ke dalam keseharian bahwa cinta memberi arah pada kecerdasan, dan kecerdasan membuat cinta mampu menciptakan manfaat nyata bagi sesama.<br><br>Koleksi &quot;Menemani&quot; terinspirasi dari kisah nyata pertemuan mereka pada suatu malam yang tenang di Bandung di awal tahun 1960-an, saat Habibie pulang sejenak dari Eropa dan singgah ke rumah yang dulu ia kenal, di mana seorang gadis yang dulu ia lihat semasa kecil kini berdiri di hadapannya sebagai perempuan dewasa. Pertemuan sederhana tersebut menjadi awal dari perjalanan saling menemani seumur hidup, membawa pesan utama bahwa kisah cinta terbesar jarang dimulai dengan gestur yang megah, melainkan kesadaran bahwa seseorang begitu berarti sebagai sebuah takdir.<br><br>Daniel Anugrah Wiranata selaku Co-Founder MANDALAS mengungkapkan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini. &quot;Kami ingin mewujudkan mimpi besar MANDALAS agar masyarakat Indonesia semakin bangga mengenakan busananya sendiri, termasuk batik sebagai warisan budaya bangsa yang sarat akan makna,&quot; ujar Daniel.<br><br>Senada dengan hal tersebut, Nadia Sofia Habibie selaku Direktur Yayasan Habibie &amp; Ainun menyampaikan bahwa koleksi ini bukan sekadar selembar kain, melainkan sarana untuk berbagi nilai kehidupan yang inspiratif. &quot;Lewat koleksi ini, kami ingin masyarakat bisa merasakan dan membawa nilai-nilai cinta, kesetiaan, serta persahabatan lebih dekat dalam balutan busana sehari-hari. Ini menjadi cara untuk melanjutkan kekuatan cinta mereka di luar tembok Wisma Habibie &amp; Ainun, agar bisa terus menemani di setiap momen bermakna dalam hidup kita,&quot; tutur Nadia.<br><br>Sebagai bentuk apresiasi nyata dalam merayakan Hari <a href="https://www.halomedan.com/tag/batik/" target="_blank">Batik</a> Nasional 2026 serta komitmen untuk terus memberdayakan UMKM, JNE hadir sebagai official logistics partner yang siap mengantarkan karya istimewa ini ke seluruh masyarakat Indonesia. JNE memberikan promo hemat ongkos kirim khusus untuk pembelian koleksi batik &quot;Menemani&quot; melalui situs resmi https://jnewsonline.com/potongan-ongkir-mandalas/ , yang berlaku mulai 2 Oktober hingga 31 Desember 2026 dengan tujuan seluruh wilayah di Indonesia.<br><br>Eri Palgunadi selaku SVP Marketing Group Head JNE, menyatakan antusiasmenya terhadap kolaborasi istimewa ini yang sejalan dengan visi perusahaan untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. &quot;Menyambut usia JNE yang ke-36 tahun dengan mengusung tema &#039Melesat Hebat&#039;, JNE terus berkomitmen untuk mendukung UMKM Indonesia agar dapat tumbuh bersama melalui semangat &#039Connecting Happiness&#039;, serta berharap kolaborasi ini dapat memberikan nilai tambah dan dampak positif yang luas bagi jenama lokal di Indonesia,&quot; ujar Eri.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_4388_Menyambut-Hari-Batik-Nasional-2026--JNE-Dukung-Kolaborasi-MANDALAS-dengan-Yayasan-Habibie--amp--Ainun.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66949/menyambut-hari-batik-nasional-2026-jne-dukung-kolaborasi-mandalas-dengan-yayasan-habibie-amp-ainun/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dari Subuh Berjemaah di Medan, Dadang Hartanto Kini Dipercaya Jadi Kapolda Metro Jaya</guid>
            <pubDate>Mon, 05 Oct 2026 15:45:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dari Subuh Berjemaah di Medan, Dadang Hartanto Kini Dipercaya Jadi Kapolda Metro Jaya]]></title>
            <description><![CDATA[Dari Subuh Berjemaah di Medan, Dadang Hartanto Kini Dipercaya Jadi Kapolda Metro Jaya]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>MEDAN |  Nama Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.I.K., S.H., M.Si., tentu tidak asing bagi masyarakat Kota Medan. Saat dipercaya memimpin Polrestabes Medan pada 2017&ndash;2019, Dadang dikenal sebagai sosok yang aktif membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat.<br><br>Salah satu jejak yang cukup membekas adalah program <a href="https://www.halomedan.com/tag/subuh/" target="_blank">Subuh</a> Berjemaah. Melalui kegiatan tersebut, Dadang tidak hanya hadir sebagai seorang pejabat kepolisian, tetapi juga membuka ruang silaturahmi dengan masyarakat secara langsung.<br><br>Sejumlah masjid di Kota Medan dan sekitarnya menjadi tempat Dadang menyambangi warga, melaksanakan salat <a href="https://www.halomedan.com/tag/subuh/" target="_blank">Subuh</a> berjemaah, berdialog dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Program tersebut bahkan menjadi salah satu program yang dikenal selama kepemimpinannya di Polrestabes Medan.<br><br>Bagi masyarakat, kehadiran seorang Kapolrestabes di tengah jamaah selepas salat <a href="https://www.halomedan.com/tag/subuh/" target="_blank">Subuh</a> menjadi gambaran pendekatan kepolisian yang tidak semata-mata berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga membangun komunikasi, silaturahmi dan kepercayaan publik.<br><br>Kenangan serupa juga dirasakan jajaran Sumut24 Group. Dadang Hartanto pernah menyambangi kantor redaksi Sumut24 Group ketika masih menjabat Kapolrestabes Medan. Kunjungan tersebut menjadi salah satu momen yang hingga kini masih dikenang.<br><br>Rianto, SH, MH, yang akrab disapa Anto Genk, mengaku merasa terhormat pernah menerima kunjungan Dadang Hartanto.<br><br>&quot;Suatu kehormatan bagi kami pernah dikunjungi beliau. Saat itu beliau begitu dekat dengan masyarakat dan insan pers,&quot; ujar Anto Genk.<br><br>Waktu terus berjalan. Dari Medan, perjalanan karier Dadang Hartanto berlanjut ke sejumlah posisi strategis di lingkungan Polri. Setelah meninggalkan jabatan Kapolrestabes Medan pada awal 2020, ia kemudian dipercaya mengemban sejumlah tugas di tingkat yang lebih tinggi. Saat ini, namanya kembali menjadi sorotan setelah ditunjuk sebagai Kapolda Metro Jaya, menggantikan Irjen Pol. Asep Edi Suheri.<br><br>Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Namun, pada saat pemberitaan mengenai rotasi tersebut terbit, Dadang belum mengikuti pelantikan dan serah terima jabatan karena sedang menjalankan ibadah umrah.<br><br>Bagi Anto Genk, perjalanan tersebut menjadi sebuah kisah tersendiri. Sosok yang dahulu hadir menyapa masyarakat Medan melalui masjid-masjid, berdialog dengan jamaah dan menjalin komunikasi dengan insan pers, kini dipercaya mengemban tanggung jawab besar di wilayah hukum Polda Metro Jaya.<br><br>Jejak pengabdian Dadang Hartanto di Medan pun menjadi bagian penting dari perjalanan panjangnya sebagai perwira Polri. Dari <a href="https://www.halomedan.com/tag/subuh/" target="_blank">Subuh</a> Berjemaah di masjid-masjid Kota Medan, membangun komunikasi dengan masyarakat, hingga kini mendapat kepercayaan untuk memimpin salah satu wilayah kepolisian paling strategis di Indonesia.<br><br>Dari Medan, sebuah perjalanan pengabdian terus berlanjut.*(SS68)*]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_5194_Dari-Subuh-Berjemaah-di-Medan--Dadang-Hartanto-Kini-Dipercaya-Jadi-Kapolda-Metro-Jaya.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66948/dari-subuh-berjemaah-di-medan-dadang-hartanto-kini-dipercaya-jadi-kapolda-metro-jaya/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">NEGARA YANG MAMPU MENJELASKAN DIRI Orkestrasi Komunikasi dan Kepercayaan Publik</guid>
            <pubDate>Mon, 05 Oct 2026 07:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[NEGARA YANG MAMPU MENJELASKAN DIRI Orkestrasi Komunikasi dan Kepercayaan Publik]]></title>
            <description><![CDATA[NEGARA YANG MAMPU MENJELASKAN DIRIOrkestrasi Komunikasi dan Kepercayaan PublikOleh Abdullah RasyidDR. (Cand) Ilmu Pemerintahan IPDNPendiri ]]></description>
            <content><![CDATA[NEGARA YANG MAMPU MENJELASKAN DIRI<br>Orkestrasi Komunikasi dan Kepercayaan Publik<br><br>Oleh: Abdullah Rasyid<br>DR. (Cand) Ilmu Pemerintahan IPDN<br>Pendiri GREAT Institute<br><br>Pemerintah dapat bekerja keras, tetapi masyarakat belum tentu memahami arah kerjanya. Kebijakan diumumkan, anggaran disiapkan, program dijalankan. Namun, pertanyaan sederhana sering tertinggal: mengapa kebijakan itu diperlukan, siapa yang memperoleh manfaat, dan kapan hasilnya bisa dirasakan? Ketika jawaban terlambat datang, dugaan dan kecemasan lebih dahulu mengisi percakapan publik.<br><br>Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan wakilnya, Fadli Tri Hartono, di Hambalang, 4 Oktober 2026, memberi arah penting. Menurut keterangan Sekretariat Kabinet, Presiden meminta komunikasi pemerintah menggunakan bahasa sederhana, menjelaskan pemikiran di balik kebijakan, serta mendengarkan masukan, keluhan, dan kritik masyarakat.<br><br>Arahan tersebut patut menjadi pegangan kerja Bakom. Masyarakat membutuhkan penjelasan yang membantu mereka memahami keputusan pemerintah. Presiden pun membutuhkan gambaran jujur tentang keadaan warga. Bakom berada di antara dua kebutuhan itu: membawa kebijakan kepada masyarakat dan membawa pengalaman masyarakat ke meja pengambil keputusan.<br><br>Banyak Suara, Satu Dasar Fakta<br><br>Pelantikan Syahganda pada 2 Oktober 2026 membuka kesempatan membenahi komunikasi pemerintah. Pengalamannya dalam aktivisme dan perdebatan publik dapat membantu menjangkau kelompok masyarakat yang beragam. Tantangannya ialah menerjemahkan kemampuan pribadi menjadi kerja lembaga yang tertib, terbuka, dan dapat diandalkan.<br><br>Pembenahan perlu dimulai sejak kebijakan dirumuskan. Pemerintah harus mengenali kelompok yang terdampak, pertanyaan yang mungkin muncul, serta kendala pelaksanaan. Apabila penjelasan baru disiapkan setelah masalah membesar, pejabat akan terus mengejar kegaduhan, sementara warga menunggu kepastian.<br><br>Di sinilah orkestrasi diperlukan. Dalam sebuah orkestra, biola dan trompet memiliki bunyi berbeda, tetapi mengikuti partitur yang sama. Menteri, kepala badan, dan pejabat daerah juga mempunyai tanggung jawab serta khalayak berbeda. Mereka dapat memakai cara penyampaian masing-masing dengan dasar fakta yang konsisten.<br><br>Masyarakat akan kebingungan ketika Presiden menyampaikan tujuan tertentu, kementerian memberikan angka berbeda, dan petugas daerah belum memahami prosedurnya. Bakom perlu memastikan siapa menjelaskan apa, dari mana datanya berasal, serta siapa yang menjawab ketika muncul persoalan.<br><br>Presiden menjaga arah pada keputusan besar, persoalan strategis, keadaan darurat, dan kepentingan persatuan. Menteri menjelaskan kebijakan sektornya. Pelaksana menerangkan prosedur dan menyelesaikan kendala. Pembagian ini memerlukan akses terhadap keputusan, data lapangan, dan kewenangan untuk memberikan jawaban.<br><br>Mendengar Sebelum Meluruskan<br><br>Pesan Presiden di Hambalang tentang mendengarkan masyarakat layak mendapat perhatian utama. Selama ini, ketidakpuasan warga terlalu mudah dianggap sebagai persoalan komunikasi. Harga meningkat disebut kurang sosialisasi. Program tersendat dianggap kalah narasi. Kritik dipandang sebagai akibat pemberitaan yang tidak berimbang.<br><br>Kebiasaan tersebut membuat pemerintah kehilangan kesempatan mengenali kekurangan sendiri. Jika pelayanan lambat, warga membutuhkan perbaikan pelayanan. Jika bantuan salah sasaran, penyalurannya harus dibenahi. Penjelasan baru berguna apabila menyebut masalah, tindakan korektif, penanggung jawab, dan waktu penyelesaian.<br><br>Angka makro juga perlu dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Pertumbuhan ekonomi penting, tetapi masyarakat menilai keadaan melalui harga pangan, pendapatan, biaya sekolah, dan peluang kerja. Ketika statistik menggembirakan sementara hidup terasa berat, pemerintah perlu memahami pengalaman itu sebagai bahan evaluasi.<br><br>Bakom harus menjadi telinga Presiden. Pertanyaan wartawan, laporan daerah, pengaduan warga, dan percakapan publik perlu diolah menjadi masukan yang dapat ditindaklanjuti. Keluhan tentang layanan harus sampai kepada penyelenggara layanan. Persoalan lintas instansi memerlukan koordinasi. Masalah yang membutuhkan keputusan Presiden perlu disampaikan dengan jelas.<br><br>Mendengar juga menuntut keberanian melaporkan kabar yang kurang menyenangkan. Presiden memerlukan informasi tentang program yang tersendat, janji yang belum terpenuhi, dan warga yang belum memperoleh manfaat. Laporan yang hanya memuat keberhasilan akan mempersempit ruang koreksi.<br><br>Menghadapi AI dengan Bukti<br><br>Perhatian Syahganda terhadap kecerdasan buatan dan algoritma digital layak ditindaklanjuti melalui kajian terbuka. Pemerintah perlu mengetahui bagaimana pesan beredar, bagian mana yang kehilangan konteks, serta bagaimana masyarakat memahaminya.<br><br>Dugaan distorsi harus diperiksa satu per satu. Apakah potongan pernyataan mengubah makna? Apakah informasinya palsu? Apakah penjelasan pemerintah terlalu panjang, terlambat, atau sulit dimengerti? Setiap penyebab membutuhkan tindakan berbeda. Menyalahkan algoritma sebelum memeriksa bukti justru dapat mengaburkan masalah.<br><br>Bakom dapat mempertemukan pengelola platform, media, akademisi, komunitas teknologi, dan masyarakat sipil. Kerja sama diarahkan pada penelusuran informasi palsu, kejelasan sumber, literasi digital, serta saluran koreksi. Ruang bagi masyarakat untuk mempertanyakan dan memperdebatkan kebijakan harus tetap terjaga.<br><br>Pemerintah pun perlu berhati-hati menggunakan AI dalam pekerjaan komunikasi. Angka, kutipan, dan uraian kebijakan harus diperiksa manusia sebelum diterbitkan. Kesalahan informasi dari pemerintah sendiri akan menyulitkan upaya membangun kepercayaan.<br><br>Jawaban yang Bisa Ditagih<br><br>Arahan Presiden perlu segera diwujudkan dalam kebiasaan kerja. Salah satu langkahnya ialah forum berkala &quot;Pemerintah Menjawab&quot;. Isu dipilih dari pertanyaan warga, pejabat terkait hadir, data disediakan, wartawan mendapat kesempatan bertanya, dan tindak lanjut diumumkan.<br><br>Forum tersebut harus menghasilkan jawaban yang bisa ditagih. Setiap masalah memiliki penanggung jawab dan tenggat. Pada pertemuan berikutnya, pemerintah melaporkan perkembangannya. Warga dapat melihat apakah keluhan mereka sudah ditangani, masih tertunda, atau membutuhkan keputusan lebih lanjut.<br><br>Bakom juga perlu menyiapkan ringkasan isu untuk Presiden dan kementerian: pertanyaan yang berkembang, fakta yang tersedia, informasi yang masih diperiksa, serta tindakan yang diperlukan. Ketika fakta belum lengkap, pemerintah dapat menyatakan pemeriksaan sedang berlangsung dan menyebut jadwal pembaruan.<br><br>Bahasa pemerintah harus dekat dengan kenyataan. Keterlambatan disebut keterlambatan. Target yang meleset dijelaskan penyebabnya. Kebijakan tersedia dalam penjelasan singkat dan dokumen lengkap agar masyarakat dapat memahami pokoknya sekaligus memeriksa dasarnya.<br><br>Keberhasilan Bakom perlu diukur melalui pemahaman masyarakat, konsistensi informasi, mutu jawaban, dan tindak lanjut pengaduan. Jumlah unggahan dan pemberitaan dapat dicatat, tetapi manfaat komunikasi terlihat ketika warga memperoleh kepastian dan pemerintah memperbaiki pelaksanaan program.<br><br>Pertemuan Hambalang memberi dasar bagi pekerjaan tersebut. Kepemimpinan Syahganda akan berarti apabila arahan Presiden menjadi budaya kerja: menjelaskan dengan jernih, mendengar dengan sungguh-sungguh, mengakui kekurangan, dan memperbaikinya. <a href="https://www.halomedan.com/tag/negara/" target="_blank">Negara</a> yang mampu menjelaskan diri memberi masyarakat alasan memahami keputusan, ruang mempertanyakannya, serta bukti bahwa suara mereka diperhitungkan.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_374_NEGARA-YANG-MAMPU-MENJELASKAN-DIRI-Orkestrasi-Komunikasi-dan-Kepercayaan-Publik.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/politik/66947/negara-yang-mampu-menjelaskan-diri-orkestrasi-komunikasi-dan-kepercayaan-publik/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Gema Santri Nusa dan Majlis Sholawat Akhsa Nusantara Siap Bersinergi dengan Polda Sumut</guid>
            <pubDate>Sun, 04 Oct 2026 19:51:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Gema Santri Nusa dan Majlis Sholawat Akhsa Nusantara Siap Bersinergi dengan Polda Sumut]]></title>
            <description><![CDATA[Gema Santri Nusa dan Majlis Sholawat Akhsa Nusantara Siap Bersinergi dengan Polda Sumut]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br>Medan - Ketua Umum Gema Santri Nusa, KH. Akhmad Khambali, SE, MM, menyampaikan dukungan penuh terhadap semangat kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, khususnya gagasan mendekatkan institusi Polri dengan masyarakat melalui gerakan keagamaan, sosial dan kemasyarakatan.<br><br>Menurut KH. Akhmad Khambali yang juga Pengasuh Majlis Sholawat Akhsa Nusantara, gerakan Subuh Keliling dan Jum&#039;at Keliling merupakan gagasan yang sangat positif apabila dikembangkan sebagai ruang silaturahmi antara kepolisian, ulama, tokoh agama dan masyarakat.<br><br>&quot;Kami menyambut baik dan mendukung penuh semangat Gerakan Subuh Keliling dan Jum&#039;at Keliling. Ini bukan hanya kegiatan ibadah, tetapi dapat menjadi sarana membangun kedekatan, komunikasi, silaturahmi dan kepercayaan antara Polri dengan masyarakat,&quot; ujar KH. Akhmad Khambali yang juga Pengurus Komisi Dakwah MUI Pusat.<br><br>Ia menilai, pendekatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat sangat penting dalam membangun keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan.<br><br>&quot;Keamanan tidak cukup hanya dijaga dengan pendekatan hukum. Keamanan juga harus dibangun melalui silaturahmi, keteladanan, komunikasi, kepedulian dan kebersamaan. Ketika polisi hadir di tengah masyarakat, hadir bersama ulama dan tokoh agama, maka akan tumbuh rasa saling percaya,&quot; tegasnya.<br><br>Siap Dikembangkan di Sumatera Utara<br><br>KH. Akhmad Khambali menyatakan bahwa Gema Santri Nusa dan Majlis Sholawat Akhsa Nusantara yang dipimpinnya siap berkolaborasi dengan Polda Sumatera Utara untuk mengembangkan gerakan tersebut di berbagai daerah.<br><br>Menurut Kyai Khambali yang juga Pembina Ponpes Tahfizhul Qur&#039;an Roudhotul Ulum Paya Bakung Hamparan Perak Deliserdang Sumatera Utara memiliki kekuatan besar berupa jaringan masjid, pesantren, majelis taklim, ulama, dai, pemuda dan berbagai komunitas masyarakat yang dapat menjadi mitra strategis Polri.<br><br>&quot;Kami siap bersinergi dengan Polda Sumut. Gema Santri Nusa dan Majlis Sholawat Akhsa Nusantara siap menjadi bagian dari gerakan membangun kedekatan Polri dengan masyarakat melalui masjid, majelis sholawat, pesantren dan ruang-ruang sosial masyarakat,&quot; katanya.<br><br>Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan yang konsisten dan memiliki manfaat nyata.<br><br>Dari Masjid Membangun Persatuan<br><br>KH. Akhmad Khambali Sang Inisiator InsanPreneur menjelaskan, Subuh Keliling dapat menjadi momentum membangun spiritualitas, persaudaraan dan kepedulian sejak pagi hari. Sementara Jum&#039;at Keliling dapat menjadi ruang memperkuat komunikasi sosial, menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara humanis.<br><br>&quot;Masjid jangan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang membangun persaudaraan, mencerdaskan umat, mencegah provokasi, menangkal radikalisme dan ekstremisme, serta memperkuat persatuan bangsa,&quot; ujarnya.<br><br>Menurutnya, sinergi antara Polri dan ulama juga dapat menjadi kekuatan penting dalam mencegah berkembangnya paham intoleransi, hoaks, fitnah, provokasi dan berbagai potensi konflik sosial.<br><br>&quot;Polisi Bersama Masyarakat&quot;<br><br>Gagasan tersebut dinilai sejalan dengan semangat &quot;Polisi Bersama Masyarakat&quot; yang diusung Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, dengan penekanan pada kehadiran polisi yang dekat, humanis dan berorientasi kepada masyarakat.<br><br>&quot;Polisi yang dekat dengan masyarakat akan lebih mudah mendengar. Ulama yang dekat dengan masyarakat akan lebih mudah membimbing. Dan ketika keduanya berjalan bersama, insyaallah akan lahir masyarakat yang aman, damai dan kondusif,&quot; tutur KH. Akhmad Khambali yang juga Ketua Forum Kyai Tahlil.<br><br>Ia menambahkan bahwa kolaborasi tersebut dapat dikembangkan dengan konsep:<br><br>&quot;Dari Masjid Kita Bersilaturahmi, Dari Subuh Kita Bersinergi, Dari Jum&#039;at Kita Berbagi, Bersama Polri Kita Jaga Negeri.&quot;<br><br>Membangun Sumut yang Aman, Damai dan Kondusif<br><br>KH. Akhmad Khambali berharap Polda Sumut dapat menjadi salah satu daerah yang mengembangkan model kolaborasi Polri dan masyarakat melalui kegiatan keagamaan serta sosial kemasyarakatan.<br><br>&quot;Mari kita jadikan masjid sebagai titik temu Polri dan masyarakat. Kita kuatkan ukhuwah, kita jaga persatuan, kita cegah provokasi dan kita bangun Sumatera Utara yang aman, damai, religius dan kondusif.&quot;<br><br>Ia menegaskan, Gema Santri Nusa dan Majlis Sholawat Akhsa Nusantara siap mengambil bagian dalam gerakan tersebut sebagai mitra masyarakat dan mitra strategis dalam membangun kehidupan sosial-keagamaan yang sejuk.<br><br>&quot;Kami tidak ingin hanya berbicara tentang persatuan. Kami ingin ikut bekerja untuk persatuan. Tidak hanya menyerukan kedamaian, tetapi ikut merawat kedamaian. Karena menjaga Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama.&quot;<br><br>KH. Akhmad Khambali, SE, MM<br>Ketua Umum Gema Santri Nusa<br>Pengasuh Majlis Sholawat Akhsa Nusantara]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_1115_Gema-Santri-Nusa-dan-Majlis-Sholawat-Akhsa-Nusantara-Siap-Bersinergi-dengan-Polda-Sumut.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66946/gema-santri-nusa-dan-majlis-sholawat-akhsa-nusantara-siap-bersinergi-dengan-polda-sumut/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Andar Amin Harahap Apresiasi Kapolri Baru, Siap Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Negara</guid>
            <pubDate>Sun, 04 Oct 2026 15:47:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Andar Amin Harahap Apresiasi Kapolri Baru, Siap Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Negara]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN   Sumut24.co Anggota DPR RI Komisi III sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Andar Amin Harahap, menegaskan komitmennya u]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN  | Sumut24.co<br><br> Anggota DPR RI Komisi III sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara, <a href="https://www.halomedan.com/tag/andar/" target="_blank">Andar</a> Amin Harahap, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional.</p><br>Hal itu disampaikan <a href="https://www.halomedan.com/tag/andar/" target="_blank">Andar</a> dalam kebersamaannya dengan Kapolri baru Jenderal Pol Suyudo Ario Seto, kemarin.<br><br> Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara DPR RI dan Polri dalam menghadapi berbagai dinamika politik, hukum, serta keamanan di Tanah Air.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/andar/" target="_blank">Andar</a> mengapresiasi kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Suyudo Ario Seto dan berharap Polri di bawah kepemimpinan baru semakin profesional serta mampu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.<br><br>&quot;Yang paling penting adalah bagaimana kita terus menjaga komunikasi dan sinergi. Stabilitas politik dan keamanan merupakan fondasi utama agar pembangunan nasional dapat berjalan dengan baik,&quot; ujar <a href="https://www.halomedan.com/tag/andar/" target="_blank">Andar</a>.<br><br>Menurutnya, sebagai anggota Komisi III DPR RI, dirinya melihat Polri memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan dengan baik dan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/andar/" target="_blank">Andar</a> menilai dinamika politik yang berkembang harus disikapi dengan kedewasaan dan tetap mengedepankan kepentingan bangsa.<br><br> Perbedaan pilihan maupun pandangan politik, katanya, merupakan bagian dari demokrasi dan tidak boleh menjadi sumber perpecahan.<br><br>&quot;Kita harus menjaga suasana tetap sejuk. Perbedaan politik adalah hal biasa dalam demokrasi, tetapi persatuan dan kepentingan bangsa harus berada di atas semuanya,&quot; tegasnya.<br><br>Sebagai Ketua Partai Golkar Sumatera Utara, <a href="https://www.halomedan.com/tag/andar/" target="_blank">Andar</a> juga menyatakan kesiapan partainya untuk terus membangun sinergi dengan seluruh elemen bangsa, termasuk Polri, dalam menciptakan suasana politik yang aman, damai dan kondusif.<br><br>Ia berharap kepemimpinan Kapolri yang baru dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.<br><br>&quot;Kami mengapresiasi Kapolri yang baru dan tentu siap terus bersinergi. DPR, Polri, pemerintah dan seluruh kekuatan politik harus bersama-sama menjaga stabilitas negara,&quot; katanya.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/andar/" target="_blank">Andar</a> menambahkan, keamanan dan stabilitas nasional merupakan tanggung jawab bersama. Dengan komunikasi dan koordinasi yang kuat antarlembaga, berbagai tantangan yang muncul dapat dihadapi secara bersama-sama.<br><br>&quot;Kalau negara aman dan stabil, pembangunan akan berjalan dengan baik dan masyarakat juga bisa beraktivitas dengan tenang. Ini yang harus kita jaga bersama,&quot; pungkasnya.<br>(Red)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_5191_Andar-Amin-Harahap-Apresiasi-Kapolri-Baru--Siap-Perkuat-Sinergi-Jaga-Stabilitas-Negara.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66945/andar-amin-harahap-apresiasi-kapolri-baru-siap-perkuat-sinergi-jaga-stabilitas-negara/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kehutanan Pengokoh Jatidiri Alam Nusantara</guid>
            <pubDate>Sun, 04 Oct 2026 15:42:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kehutanan Pengokoh Jatidiri Alam Nusantara]]></title>
            <description><![CDATA[Kehutanan Pengokoh Jatidiri Alam NusantaraBulaksumur pagi itu bersuasana tenang aman  damai. Sinar matahari terang benderang. Udara berhembu]]></description>
            <content><![CDATA[Kehutanan Pengokoh Jatidiri <a href="https://www.halomedan.com/tag/alam/" target="_blank">Alam</a> Nusantara<br><br><br>Bulaksumur pagi itu bersuasana tenang aman  damai. Sinar matahari terang benderang. Udara berhembus cukup segar. Pepohonan meliak liuk. Burung burung berkicau ramai. Dari dahan ke dahan ranting. Berlompatan ke sana kemari. <br><br>Gedung pusat UGM ngengreng merbawani. Fakultas Kehutanan dikelilingi pohon pohon rindang. Auditorium sudah siap untuk tukar pikiran. Berbagai pakar hutan berkumpul. Bawa rasa udhu bahu suku panemu. <br><br>Negara Indonesia kaya sumber daya alam. Dari Sabang sampai Merauke hidup beraneka rupa hayati dan hewani. Kesadaran ini muncul saat seminar nasional purna tugas Prof Suryo Hardiwinoto dalam rangka dies natalis Fakultas Kehutanan UGM ke 63. Jumat, 2 Oktober 2026 seluk beluk rimba raya dibahas secara sistematis integral dan komprehensif. <br><br>Nilai kebangsaan bersemi di dada para rimbawan Gadjah Mada. Lagu Indonesia Raya berkumandang membahana. Tanda cinta tanah air dan bangsa. Dekan memberi introduksi wedharan wacana mulia. Pambagya harya yang penuh wibawa pesona. Seolah olah Fakultas Kehutanan seperti pertapan Saptaharga yang menjadi sumber kebijaksanaan. <br><br>Purna karya tampil paripurna. Paparan berjudul peran silvikultur dalam rehabilitasi dan peningkatan hutan Indonesia. Direktur jenderal pengelolaan DAS dan rehabilitasi hutan memberi wejangan. Peran Silvikultur lanskap  dalam pengelolaan DAS dan rehabilitasi hutan. Ir Dyah Murtiningsih M.Hum pangarsa negara yang micara miraga mirasa.<br><br>Pembahasan topik peran silvikultur dalam rehabilitasi tapak terdegradasi di taman Methanol  Bontang Kalimantan Timur. Paparan ini disampaikan oleh Ir Agus Prriyatno IPU direktur umum PT Kaltim Methanol Industri dan Dr Daryono Prehaten S.Hut  M.Sc IPM. Ahli Kehutanan cukup mempesona. Lingkungan kehutanan dikelola dengan bajik dan bajik, selaras serasi seimbang. <br><br>Pakar kehutanan sangat meyakinkan. Ir Wawan Triwibowo S.Hut MM IPU adalah direktur operasional Perhutani. Topik yang dibahas yakni peran silvikultur dalam peningkatan produktivitas hutan tanaman jati dan pinus di Jawa. Rasa jati, sari rasa jati, sarira sejati. <br><br>Bumi nusantara anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Iwan Setiawan S.Hut M.Si adalah wakil ketua komite jasa lingkungan asosiasi pengusaha hutan Indonesia. Tema yang dibahas meliputi peran silvikultur  dalam peningkatan hutan alam dan hutan tanaman di luar Jawa. Para penggagas hutan Indonesia ini memandang masa depan lebih cemerlang. <br><br>Anjajah desa milang kori,<br>Kala mangsane pariwisata, <br>Endahe alam nusantara, <br>Ingkang adi luhung, <br>Alas lan gunung gunung. <br><br>Problematika kehutanan dalam seni pedalangan. Kyai dalang menyebut dengan istilah wana gung liwang liwung. Satria utama melakukan lara lapa tapa brata. Hutan merupakan sarana pengasah budi pekerti luhur. <br><br><br>Bulaksumur, 2 Oktober 2026.<br>Purwadi]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_4488_Kehutanan-Pengokoh-Jatidiri-Alam-Nusantara.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/umum/66944/kehutanan-pengokoh-jatidiri-alam-nusantara/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wisudan Abdi Dalem Surakarta</guid>
            <pubDate>Sun, 04 Oct 2026 15:41:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wisudan Abdi Dalem Surakarta]]></title>
            <description><![CDATA[Wisudan Abdi Dalem SurakartaHari Minggu, 4 Oktober 2026 dilakukan upacara wisuda. Sekitar 500 abdi dalem sowan di Karaton Surakarta Hadining]]></description>
            <content><![CDATA[Wisudan Abdi Dalem Surakarta<br><br>Hari Minggu, 4 Oktober 2026 dilakukan upacara wisuda. Sekitar 500 abdi dalem sowan di Karaton Surakarta Hadiningrat. Mulai pukul 7.30 panitia sudah siap siaga. Tampak asri anglam kami, gayeng seneng regeng. <br><br>Wisuda diikuti oleh sedulur tunggal pasuwitan. Berasal dari Malang, Surabaya, Nganjuk, Kediri, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ngawi, Madiun, Ponorogo, Pacitan, Tuban, Bojonegoro. Dari Jawa Timur cukup terwakili. Siaga ing gati, sawega ing dhiri.<br><br>Abdi dalem Subosuka Wonosraten. Sukoharjo, Boyolali, Surakarta, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten. Paguyuban kawula Surakarta atau PAKASA memang kuat berakar di wilayah ini. Berdiri sejak tanggal 29 Nopember 1931. Saat Sinuwun Paku Buwono X memerintah Karaton Surakarta Hadiningrat. Pisowanan ini wujud gawa gawe.<br><br>PAKASA pang Jepara, Pati, Kudus, Grobogan, Magelang, Semarang, Kendal, Tegal, Banjarnegara Cilacap, Kebumen, Salatiga, Jakarta, Bekasi turut serta. Hadir pula dari Kalimantan dan Sumatera. Sama sama bertujuan untuk nguri uri budaya Jawi, murih mencar kencar kencar. <br><br>Bale angun angun tempat awal berkumpul. Presensi satu demi satu. Nama dan alamat dipanggil. Nuwun sendika. Begitulah jawaban apabila mendapat giliran maju ke depan. Kanjeng Budayaningrat memberi pengantar sejenak. Berisi tentang pengetahuan tata cara wisuda. <br><br>Peserta wisuda berbusana beskap hitam. Bebedan jarik. Iked blangkon. Stagen sabuk timang. Kalung samir warna merah kuning. Wangkingan yakni wangun yen sinawang ing wingking. Untuk abdi dalem putri pakai kebaya. Sanggulan dan nyampingan. Penjelasan dari dwija pambiwara berlangsung 1 jam. Berbaris rapi dengan busana edi peni. <br><br>Pacak baris menuju bale semarakata. Lewat lawang gapit dan kori kamandungan. Terlebih dahulu pangkat Bupati riya inggil, Bupati Sepuh, bupati Anom, panewu, mantri, lurah, jajar. Dengan sesebatan Kanjeng Raden Arya Tumenggung, Kanjeng Mas Ayu Temenggung, Mas  Ngabehi, Nyi Behi. Pangkat  lan sesebatan paring dalem Kanjeng Sinuhun Paku Buwono XIV. Serat kekancingan tapak asta GKR  Dra Koes Moertiyah Wandansari M.Pd. Ketua Lembaga Dewan Adat dan pengageng sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat. Bagi penerima pangkat lan ganjaran pangkat saha sesebatan bertempat di kasentanan. <br><br>KPH Sangkoyo memimpin upacara wisuda di bale semarakata. Penyerahan serat kekancingan dan sumpah dibaca urut pangkat. SK yang diterima berupa turunan. Karena SK yang asli diberikan setelah revisi final. Perlu waktu 2 bulan. Kekancingan ditulis dengan aksara latin dan aksara Jawa. Cocok untuk pajangan di ruang tamu. Kelihatan agung dan anggun. <br><br>Istirahat dengan pasugatan teh hangat dan nyamikan. Tersedia di bale marcukundha. Ndalidir pindha sela brekithi. Sela watu, brekithi semut. Ndalidir pindha semut lumaku sainggiling watu. <br><br>Kembul bujana andrawina berada di sitihinggil. Makan siang di halaman lapang. Dekat dengan sasana sumewa pagelaran. Nikmat sekali. Tepat pukul 11.30. Perut puncak lapar laparnya. Mirasa micara miraga. Duduk lesehan di atas karpet. Klasa gumelar katon gilar gilar.<br><br>Ulama bersama kanca kaji. Berbusana putih. Segera memimpin wilujengan haul Sinuhun Paku Buwono XII raja Surakarta tahun 1945 - 2004. Tahlil tahmid takbir tasbes berkumandang di awang awang. Berlanjut dengan alunan Sahadat Kures. Hening merbawani. <br><br>Mata memandang saat Sinuhun Paku Buwono XIV lenggah sinewaka. Jalannya disongsong oleh abdi dalem. Sentana sami ndherek tindak tumuju sitihinggil. Upacara yang dipimpin oleh Raja Karaton Surakarta Hadiningrat memberi daya pangaribawa. Dunia tambah ayem tentrem subur makmur. <br><br><br>Surakarta, Minggu 4 Oktober 2026.<br>Purwadi]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_209_Wisudan-Abdi-Dalem-Surakarta.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/66943/wisudan-abdi-dalem-surakarta/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kawula Karaton Surakarta Hadiningrat</guid>
            <pubDate>Sun, 04 Oct 2026 15:40:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kawula Karaton Surakarta Hadiningrat]]></title>
            <description><![CDATA[Kawula Karaton Surakarta HadiningratPengabdian maksimal, rame ing gawe, sepi ing pamrih. Pada hari Minggu, 4 Oktober 2026 dilakukan upacara ]]></description>
            <content><![CDATA[<a href="https://www.halomedan.com/tag/kawula/" target="_blank">Kawula</a> Karaton Surakarta Hadiningrat<br><br><br>Pengabdian maksimal, rame ing gawe, sepi ing pamrih. Pada hari Minggu, 4 Oktober 2026 dilakukan upacara wisuda. Sekitar 500 abdi dalem sowan di Karaton Surakarta Hadiningrat. Mulai pukul 7.30 panitia sudah siap siaga. Tampak asri anglam kami, gayeng seneng regeng. <br><br>Wisuda diikuti oleh sedulur tunggal pasuwitan. Berasal dari Malang, Surabaya, Nganjuk, Kediri, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ngawi, Madiun, Ponorogo, Pacitan, Tuban, Bojonegoro. Dari Jawa Timur cukup terwakili. Siaga ing gati, sawega ing dhiri.<br><br>Abdi dalem Subosuka Wonosraten. Sukoharjo, Boyolali, Surakarta, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten. Paguyuban kawula Surakarta atau PAKASA memang kuat berakar di wilayah ini. Berdiri sejak tanggal 29 Nopember 1931. Saat Sinuwun Paku Buwono X memerintah Karaton Surakarta Hadiningrat. Pisowanan ini wujud gawa gawe.<br><br>PAKASA pang Jepara, Pati, Kudus, Grobogan, Magelang, Semarang, Kendal, Tegal, Banjarnegara Cilacap, Kebumen, Salatiga, Jakarta, Bekasi turut serta. Hadir pula dari Kalimantan dan Sumatera. Sama sama bertujuan untuk nguri uri budaya Jawi, murih mencar kencar kencar. <br><br>Bale angun angun tempat awal berkumpul. Presensi satu demi satu. Nama dan alamat dipanggil. Nuwun sendika. Begitulah jawaban apabila mendapat giliran maju ke depan. Kanjeng Budayaningrat memberi pengantar sejenak. Berisi tentang pengetahuan tata cara wisuda. <br><br>Peserta wisuda berbusana beskap hitam. Bebedan jarik. Iked blangkon. Stagen sabuk timang. Kalung samir warna merah kuning. Wangkingan yakni wangun yen sinawang ing wingking. Untuk abdi dalem putri pakai kebaya. Sanggulan dan nyampingan. Penjelasan dari dwija pambiwara berlangsung 1 jam. Berbaris rapi dengan busana edi peni. <br><br>Pacak baris menuju bale semarakata. Lewat lawang gapit dan kori kamandungan. Terlebih dahulu pangkat Bupati riya inggil, Bupati Sepuh, bupati Anom, panewu, mantri, lurah, jajar. Dengan sesebatan Kanjeng Raden Arya Tumenggung, Kanjeng Mas Ayu Temenggung, Mas  Ngabehi, Nyi Behi. Pangkat  lan sesebatan paring dalem Kanjeng Sinuhun Paku Buwono XIV. Serat kekancingan tapak asta GKR  Dra Koes Moertiyah Wandansari M.Pd. Ketua Lembaga Dewan Adat dan pengageng sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat. Bagi penerima pangkat lan ganjaran pangkat saha sesebatan bertempat di kasentanan. <br><br>KPH Sangkoyo memimpin upacara wisuda di bale semarakata. Penyerahan serat kekancingan dan sumpah dibaca urut pangkat. SK yang diterima berupa turunan. Karena SK yang asli diberikan setelah revisi final. Perlu waktu 2 bulan. Kekancingan ditulis dengan aksara latin dan aksara Jawa. Cocok untuk pajangan di ruang tamu. Kelihatan agung dan anggun. <br><br>Istirahat dengan pasugatan teh hangat dan nyamikan. Tersedia di bale marcukundha. Ndalidir pindha sela brekithi. Sela watu, brekithi semut. Ndalidir pindha semut lumaku sainggiling watu. <br><br>Kembul bujana andrawina berada di sitihinggil. Makan siang di halaman lapang. Dekat dengan sasana sumewa pagelaran. Nikmat sekali. Tepat pukul 11.30. Perut puncak lapar laparnya. Mirasa micara miraga. Duduk lesehan di atas karpet. Klasa gumelar katon gilar gilar.<br><br>Ulama bersama kanca kaji. Berbusana putih. Segera memimpin wilujengan haul Sinuhun Paku Buwono XII raja Surakarta tahun 1945 - 2004. Tahlil tahmid takbir tasbes berkumandang di awang awang. Berlanjut dengan alunan Sahadat Kures. Hening merbawani. <br><br>Mata memandang saat Sinuhun Paku Buwono XIV lenggah sinewaka. Jalannya disongsong oleh abdi dalem. Sentana sami ndherek tindak tumuju sitihinggil. Upacara yang dipimpin oleh Raja Karaton Surakarta Hadiningrat memberi daya pangaribawa. Dunia tambah ayem tentrem subur makmur. <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/kawula/" target="_blank">Kawula</a> Karaton Surakarta selalu menjaga budaya. Aspek historis sosiologis dan humanis disajikan secara estetis. Unsur etis berdasar nilai luhur sastra piwulang. Unggah ungguhing basa, kasar alusing rasa, jugar genturing tapa. <br><br><br>Surakarta, Minggu 4 Oktober 2026.<br>Purwadi]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_6535_Kawula-Karaton-Surakarta-Hadiningrat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/umum/66942/kawula-karaton-surakarta-hadiningrat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Nazir Adam Kembali Pimpin PSSI Aceh, Pesan Keras ke PSSI Pusat: Jangan Adu Domba!</guid>
            <pubDate>Sun, 04 Oct 2026 14:25:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Nazir Adam Kembali Pimpin PSSI Aceh, Pesan Keras ke PSSI Pusat: Jangan Adu Domba!]]></title>
            <description><![CDATA[SIGLI  Nazir Adam kembali memimpin PSSI Aceh periode 20262030. Namun, kemenangan dalam Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Aceh di Sigli, S]]></description>
            <content><![CDATA[SIGLI - Nazir Adam kembali memimpin PSSI Aceh periode 2026-2030. Namun, kemenangan dalam Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Aceh di Sigli, Sabtu (3/10/2026), tidak membuat Nazir memilih bahasa aman.<br><br>Dari arena kongres, ia justru mengirim pesan tegas kepada PSSI Pusat: jangan membawa perbedaan kepentingan ke Aceh hingga memecah-belah insan sepak bola.<br><br>&quot;Sepak bola ini persaudaraan, sepak bola ini keluarga. Kita berharap PSSI Pusat tidak melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan kita bertengkar di sini hanya karena perbedaan pendapat,&quot; kata Nazir Adam seusai kongres.<br><br>Pernyataan itu menjadi salah satu pesan paling keras Nazir setelah kembali mendapatkan mandat memimpin Asprov PSSI Aceh untuk empat tahun ke depan.<br><br>Nazir terpilih setelah meraih 33 suara dari total 40 voter yang memiliki hak pilih. Sebanyak tujuh voter tidak hadir dalam kongres yang diikuti perwakilan Askab, Askot, dan klub sepak bola di Aceh.<br><br>Bagi Nazir, persoalan kongres seharusnya selesai melalui mekanisme organisasi. Jangan sampai perbedaan pilihan dan kepentingan justru menyeret sepak bola Aceh ke dalam konflik berkepanjangan.<br><br>Ia meminta PSSI Pusat menghormati hasil kongres dan menindaklanjutinya sesuai statuta.<br><br>&quot;Semua proses organisasi harus berjalan berdasarkan statuta, bukan kepentingan tertentu maupun intervensi yang tidak memiliki dasar aturan,&quot; tegasnya.<br><br>Nazir juga mengingatkan bahwa statuta PSSI telah menyediakan mekanisme untuk menyelesaikan setiap persoalan. Karena itu, jika terdapat pihak yang keberatan terhadap hasil kongres, jalurnya adalah mekanisme organisasi, bukan mempertentangkan satu kelompok dengan kelompok lainnya.<br><br>&quot;Kita tidak ingin sepak bola Aceh hancur hanya karena persoalan ini. Semua proses ada aturannya dalam statuta, termasuk bagaimana menentukan siapa yang bersalah dan siapa yang benar,&quot; ujarnya.<br><br>Peringatan itu disampaikan Nazir ketika dinamika pemilihan Ketua PSSI Aceh menjadi perhatian di internal sepak bola Aceh. Karena itu, ia menilai setelah kongres seluruh pihak harus kembali pada kepentingan yang lebih besar: membangun sepak bola Aceh.<br><br>Menurutnya, kemenangan dalam kongres bukanlah akhir perjuangan. Justru pekerjaan sesungguhnya dimulai setelah mandat kepemimpinan diberikan.<br><br>&quot;Amanah yang diberikan ini tentu sangat berat. Saya berharap mari kita berdayung bersama, jangan tinggalkan saya melangkah sendiri,&quot; kata Nazir.<br><br>Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan sepak bola Aceh, mulai dari Askab, Askot, klub hingga elemen pembinaan, kembali bergandengan tangan.<br><br>&quot;Perjuangan untuk membangun sepak bola Aceh baru dimulai setelah kongres,&quot; katanya.<br><br>Dengan mandat empat tahun ke depan, Nazir kini menghadapi pekerjaan yang jauh lebih besar daripada sekadar memenangkan kongres. Ia dituntut menjaga organisasi tetap solid sekaligus memastikan pembinaan sepak bola Aceh bergerak lebih maju.<br><br>Pesan yang disampaikannya juga jelas: jangan biarkan kepentingan organisasi pusat atau perbedaan pilihan politik internal mengorbankan persaudaraan sepak bola di Aceh.<br><br>"Kongres telah memberikan mandat. Kini, yang diuji bukan lagi siapa yang menang dalam pemilihan, melainkan bagaimana mandat itu digunakan untuk menyatukan kembali kekuatan sepak bola Aceh," pungkasnya..rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_6118_Nazir-Adam-Kembali-Pimpin-PSSI-Aceh--Pesan-Keras-ke-PSSI-Pusat--Jangan-Adu-Domba-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66941/nazir-adam-kembali-pimpin-pssi-aceh-pesan-keras-ke-pssi-pusat-jangan-adu-domba/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ceo Media Sumut24 Group Anto Genk Ucapkan Selamat kepada Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya</guid>
            <pubDate>Sun, 04 Oct 2026 14:24:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ceo Media Sumut24 Group Anto Genk Ucapkan Selamat kepada Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya]]></title>
            <description><![CDATA[Ceo Media Sumut24 Group Anto Genk Ucapkan Selamat kepada Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>MEDAN &mdash; CEO Media Sumut24.co, Rianto, S.H., M.H., yang akrab disapa Anto Genk, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto atas amanah dan kepercayaan yang diberikan untuk menjabat sebagai <a href="https://www.halomedan.com/tag/kapolda/" target="_blank">Kapolda</a> Metro Jaya.<br><br>Anto Genk yang juga Ketua Jaringan Media Siber Indonesia ( JMSI ) Sumut berharap, amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, serta dedikasi dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.<br><br>&quot;Selamat dan sukses kepada Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto atas amanah sebagai <a href="https://www.halomedan.com/tag/kapolda/" target="_blank">Kapolda</a> Metro Jaya. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas,&quot; ujar Rianto.<br><br>Ia juga berharap kepemimpinan Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto dapat terus memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polda Metro Jaya.<br><br>&quot;Semoga selalu amanah dalam mengemban kepercayaan dan sukses dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,&quot; tambahnya.<br><br>Ucapan tersebut disampaikan Rianto sebagai bentuk apresiasi sekaligus doa atas amanah baru yang diemban Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto.<br>(Red/Sumut24.co)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_4857_Ceo-Media-Sumut24-Group-Anto-Genk-Ucapkan-Selamat-kepada-Irjen-Pol--Prof--Dr--Dadang-Hartanto-sebagai-Kapolda-Metro-Jaya.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66940/ceo-media-sumut24-group-anto-genk-ucapkan-selamat-kepada-irjen-pol-prof-dr-dadang-hartanto-sebagai-kapolda-metro-jaya/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">14 NPC dan MSN Malaysia Mendukung 100 CTFP</guid>
            <pubDate>Sun, 04 Oct 2026 13:31:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[14 NPC dan MSN Malaysia Mendukung 100 CTFP]]></title>
            <description><![CDATA[14 NPC dan MSN Malaysia Mendukung 100 CTFP]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Malaysia - Seperti layaknya sebuah federasi, 100 CTFP berkembang pesat mendunia. Tidak hanya didukung 660 tokoh dunia, tetapi juga mendapat dukungan dari 14 NPC (National Paralympic Committee) dan MSN (Majlis Sukan Negara) Malaysia.<br><br>Perwakilan MSN untuk paralimpik, Shukri Hasan, mengatakan program 100 CTFP (Celebrities Talk for Para Athletes) sederhana, tetapi sangat menyentuh hati para atlet.<br><br>&quot;Programnya simple, tetapi sangat mengena di hati atlet difabel. Saya juga senang melihat atlet paralimpik berbahagia mendapat kartu 100 CTFP. Ini menjadi booster buat mereka untuk Asian Para Games Aichi-Nagoya.&quot;<br><br>Kebahagiaan itu terlihat dalam acara di Kompleks Paralimpik MSN Kampung Pandan. Nur Asyku Zaimi, yang baru meraih gelar Boccia Champion BC3 di Seoul, merasakan kemenangan tersebut semakin lengkap ketika Natalia Tjahja, creator 100 CTFP, menghampirinya dan memberikan kartu berisi pesan dari seorang tokoh dunia.<br><br>&quot;Sungguh senangnya hati saya. Saya bisa mendapat pesan istimewa dari kartu 100 CTFP dari Mr. Andrew Parsons. Ia seorang yang luar biasa di hati saya.&quot;<br><br>Sementara itu, atlet para-renang Malaysia Abd Halim bin Mohammad mengatakan, &quot;Hati saya sangat tersentuh mendapat pesan kartu 100 CTFP dari artis Gladys Lazarus. Ini sesuai dengan perjalanan paralimpik saya. Kartu ini menjadi motivasi untuk saya bisa meraih medali di Asian Para Games Nagoya nanti.&quot;<br><br>Bahkan, seorang atlet berseru kepada Natalia, &quot;Mam, kalau saya dapat medali, Marcelino Lefrandt yang namanya ada di kartu 100 CTFP saya ini mau bertemu dengan saya kan kalau saya ke Indonesia.&quot;<br><br>&quot;Semua atlet paralimpik, pemimpin dan para pelatih juga bahagia dengan kartu 100 CTFP,&quot; ujar Natalia Tjahja, creator 100 CTFP.<br><br>Dari NPC Filipina, Sekjen Godofredo &quot;Goody&quot; Custodio mengirimkan dua foto atlet para-renang Filipina, Ernie Gawilan, yang menyabet banyak medali emas, dan Muhaimen Ulag, penyumbang medali perak dan perunggu. Ia menyampaikan kegembiraannya melihat kedua atlet tersebut sangat bahagia dan antusias menerima kartu 100 CTFP.<br><br>Di NPC Maldives, pengiriman kartu disambut positif oleh Sekjen Ahmed Mohamed. Ia mengatakan pihaknya sedang menunggu jadwal acara bersama Menpora untuk mengumpulkan para atlet dan membagikan kartu 100 CTFP.<br><br>Dukungan serupa datang dari Let. Col. Deepal, President NPC Sri Lanka.<br><br>&quot;Program 100 CTFP ini sangat bagus buat atlet difabel dan saya support.&quot;<br><br>Dari NPC Singapura, Sekjen Leslie Lee mengirimkan fotonya bersama juara Boccia Aloysius Gan yang menerima kartu 100 CTFP.<br><br>Sementara itu, dari NPC India, atlet para-renang Suyash Narayan Jadhav, penyumbang ratusan medali, menerima kartu 100 CTFP saat sedang berlatih.<br><br>Deretan NPC yang mendukung 100 CTFP: Singapore, MSN Malaysia, Thailand, Filipina, Cambodia, Brunei Darussalam, Chinese Taipei, India, Pakistan, Sri Lanka, Bhutan, Timor-Leste, dan Nepal.<br><br>Naiyanobh Bhirombhakdi, Presiden NPC Thailand, memberi dukungan penuh terhadap pemberian kartu 100 CTFP kepada atlet paralimpik nasional Thailand.<br><br>Natalia mengatakan saat ini masih menunggu keputusan beberapa NPC lainnya. Baru saja ada tambahan konfirmasi dari NPC China Hong Kong yang mendukung 100 CTFP.<br><br>100 CTFP memberikan idola bagi atlet paralimpik yang selama ini kehidupannya penuh dengan latihan dan pertandingan. Dan juga Bapak 100 CTFP dunia, yakni Andrew Parsons, Presiden IPC.<br><br>&quot;Sungguh tidak menyangka, Tuhan bekerja, kartu 100 CTFP bisa menjadi booster, menjadi motivasi, sekaligus menjadi kartu kebahagiaan bagi para atlet,&quot; ujar Natalia.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_4678_14-NPC-dan-MSN-Malaysia-Mendukung-100-CTFP.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66939/14-npc-dan-msn-malaysia-mendukung-100-ctfp/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Presiden dengan Kabinetnya yang Gemuk</guid>
            <pubDate>Sun, 04 Oct 2026 12:18:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Presiden dengan Kabinetnya yang Gemuk]]></title>
            <description><![CDATA[OPINI &mdash Ada satu istilah yang pernah begitu melekat pada sosok Prabowo Subianto gemoy. Sebuah citra yang menggambarkan sisi santai, h]]></description>
            <content><![CDATA[OPINI &mdash; Ada satu istilah yang pernah begitu melekat pada sosok Prabowo Subianto: gemoy. Sebuah citra yang menggambarkan sisi santai, humoris, dan dekat dengan masyarakat.<br><br>Namun, ketika gaya kepemimpinan bertemu dengan struktur pemerintahan, muncul pertanyaan yang jauh lebih serius: apakah Presiden yang gemoy harus selalu dibarengi dengan kabinet yang gemuk?<br><br>Pertanyaan itu bukan sekadar permainan kata. Ia menyentuh persoalan mendasar tentang bagaimana negara dikelola, berapa besar struktur pemerintahan yang dibutuhkan, dan yang paling penting, apakah besarnya struktur tersebut berbanding lurus dengan hasil yang dirasakan masyarakat.<br><br>Sejak awal pemerintahannya, Presiden Prabowo memang membangun Kabinet Merah Putih dengan struktur yang lebih besar dibanding sejumlah pemerintahan sebelumnya. Pada 2024, pemerintah menyebut terdapat 48 kementerian, dengan komposisi tujuh kementerian koordinator dan 41 kementerian. Pemerintah ketika itu menjelaskan bahwa besarnya struktur tersebut disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia sebagai negara besar. (Portal Informasi Indonesia⁠￼)<br><br>Argumen itu tentu memiliki dasar.<br><br>Indonesia bukan negara kecil. Persoalan pangan, energi, pertahanan, pendidikan, kesehatan, industri, hilirisasi, perumahan, lingkungan, hingga perlindungan pekerja migran memang membutuhkan perhatian negara yang serius dan terfokus.<br><br>Tetapi dalam tata kelola pemerintahan, besar bukan otomatis efektif.<br><br>Di sinilah ukuran keberhasilan sebuah kabinet seharusnya tidak berhenti pada banyaknya kementerian, menteri, wakil menteri, badan, staf, atau pejabat yang mengisi struktur pemerintahan.<br><br>Ukuran akhirnya tetap sederhana: apa yang berubah bagi rakyat?<br><br>Apakah harga kebutuhan pokok semakin terjangkau?<br><br>Apakah lapangan pekerjaan semakin terbuka?<br><br>Apakah pelayanan publik semakin cepat?<br><br>Apakah kemiskinan berkurang?<br><br>Apakah birokrasi semakin sederhana?<br><br>Dan apakah uang negara yang digunakan untuk membiayai pemerintahan menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat?<br><br>Itulah pertanyaan yang seharusnya menyertai setiap perluasan struktur kekuasaan.<br><br>Kabinet <a href="https://www.halomedan.com/tag/gemuk/" target="_blank">Gemuk</a>, Tantangan Semakin Berat<br><br>Istilah &quot;kabinet gemuk&quot; sebenarnya bukan semata-mata kritik terhadap jumlah orang. Yang lebih penting adalah potensi munculnya tumpang tindih kewenangan.<br><br>Semakin banyak kementerian dan lembaga, semakin penting pembagian tugas dibuat jelas. Jika tidak, koordinasi dapat menjadi persoalan tersendiri.<br><br>Bahkan pada 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo kembali melakukan perubahan komposisi kabinet dengan melantik sejumlah menteri dan wakil menteri untuk melanjutkan pemerintahan periode 2024&ndash;2029. Sekretariat Negara mencatat pelantikan tersebut mencakup sepuluh menteri dan wakil menteri. (Setneg⁠￼)<br><br>Perubahan itu menunjukkan bahwa kabinet bukan struktur yang statis. Pemerintah memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian berdasarkan kebutuhan politik pemerintahan dan agenda negara.<br><br>Tetapi publik juga berhak mengajukan pertanyaan sederhana:<br><br>Setiap perubahan struktur, apakah benar-benar membuat pemerintahan semakin efektif?<br><br>Sebab setiap jabatan publik membawa konsekuensi terhadap anggaran negara, fasilitas, birokrasi pendukung, dan rantai koordinasi.<br><br>Rakyat tentu tidak akan mempermasalahkan apakah kabinet itu kurus atau gemuk selama hasil kerjanya nyata.<br><br>Sebaliknya, kabinet yang besar akan terus menjadi sorotan apabila masyarakat merasa birokrasi semakin panjang sementara persoalan sehari-hari tak kunjung selesai.<br><br>Presiden Boleh Gemoy, Pemerintahan Harus Serius<br><br>Menjadi Presiden yang komunikatif, humoris dan dekat dengan rakyat bukanlah persoalan.<br><br>Justru gaya komunikasi yang lebih cair dapat menjadi modal penting untuk membangun hubungan antara pemerintah dan masyarakat.<br><br>Namun pemerintahan tidak boleh berhenti pada citra.<br><br>Presiden boleh gemoy, tetapi kebijakan harus serius.<br><br>Menteri boleh tampil santai, tetapi target harus terukur.<br><br>Kabinet boleh besar, tetapi hasil kerja harus lebih besar.<br><br>Dan anggaran boleh meningkat untuk membiayai struktur pemerintahan, tetapi manfaat yang kembali kepada rakyat harus jauh lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan negara.<br><br>Di sinilah tantangan terbesar pemerintahan Prabowo.<br><br>Bukan sekadar bagaimana mengisi kursi kekuasaan, melainkan bagaimana memastikan setiap kursi memiliki fungsi, setiap kementerian memiliki target, dan setiap kebijakan menghasilkan dampak.<br><br>Karena pada akhirnya rakyat tidak memilih pemerintahan untuk melihat banyaknya pejabat berfoto di Istana.<br><br>Rakyat menunggu harga yang lebih terjangkau, pekerjaan yang lebih layak, pelayanan publik yang lebih cepat, hukum yang bekerja dan masa depan yang lebih pasti.<br><br>Jangan Sampai <a href="https://www.halomedan.com/tag/gemuk/" target="_blank">Gemuk</a> di Struktur, Kurus di Prestasi<br><br>Kabinet yang besar dapat menjadi kekuatan apabila seluruh komponennya bergerak dalam satu arah.<br><br>Namun kabinet yang besar juga dapat menjadi beban apabila terlalu banyak energi habis untuk koordinasi, tarik-menarik kepentingan, atau sekadar mempertahankan struktur.<br><br>Karena itu, perdebatan mengenai &quot;kabinet gemuk&quot; seharusnya tidak berhenti pada jumlah.<br><br>Yang jauh lebih penting adalah rasio antara biaya pemerintahan dan hasil pemerintahan.<br><br>Jika biaya semakin besar tetapi pelayanan publik tidak berubah secara signifikan, kritik publik tentu akan semakin keras.<br><br>Sebaliknya, jika struktur yang besar mampu menghasilkan percepatan pembangunan, membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi, memperbaiki pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan, maka ukuran &quot;gemuk&quot; menjadi tidak terlalu relevan.<br><br>Maka, tantangan Presiden Prabowo bukan membuktikan bahwa kabinetnya besar.<br><br>Itu sudah terlihat.<br><br>Tantangannya adalah membuktikan bahwa kabinet yang besar tersebut memang diperlukan dan mampu bekerja secara efektif.<br><br>Sebab rakyat pada akhirnya tidak menghitung berapa banyak menteri yang duduk di kursi pemerintahan.<br><br>Rakyat menghitung berapa banyak masalah yang berhasil diselesaikan.<br><br>Presidennya boleh disebut gemoy. Kabinetnya boleh disebut gemuk. Tetapi jangan sampai yang gemuk hanya struktur kekuasaan, sementara prestasinya justru kurus.<br><br>Junaidi Rusli<br>Wartawan dan Pemerhati Kebijakan Publik<br>Tinggal di Tangsel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_945_Presiden-dengan-Kabinetnya-yang-Gemuk.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/politik/66938/presiden-dengan-kabinetnya-yang-gemuk/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Hery Subiansauri Ucapkan Selamat dan Sukses Kepada Irjen Pol Sonny Irawan Dipercaya Menjadi Kapolda Sumatera Utara</guid>
            <pubDate>Sun, 04 Oct 2026 12:16:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Hery Subiansauri Ucapkan Selamat dan Sukses Kepada Irjen Pol Sonny Irawan Dipercaya Menjadi Kapolda Sumatera Utara]]></title>
            <description><![CDATA[Hery Subiansauri Ucapkan Selamat dan Sukses Kepada Irjen Pol Sonny Irawan Dipercaya Menjadi Kapolda Sumatera Utara]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN &mdash; Irjen Pol Sonny Irawan, S.I.K., M.H. mendapat amanah baru sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara.<br><br>Penunjukan tersebut mendapat ucapan selamat dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Dr. H. <a href="https://www.halomedan.com/tag/hery/" target="_blank">Hery</a> Subiansauri, S.H., M.H., M.Si., yang menyampaikan apresiasi sekaligus doa atas amanah baru yang dipercayakan kepada Sonny Irawan.<br><br>Dalam ucapan yang disampaikan melalui sebuah poster, <a href="https://www.halomedan.com/tag/hery/" target="_blank">Hery</a> Subiansauri berharap kepemimpinan Irjen Pol Sonny Irawan dapat membawa institusi Polri, khususnya Polda Sumatera Utara, semakin dekat dengan masyarakat.<br><br>"Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kesehatan, kebijaksanaan dan petunjuk-Nya dalam mengemban amanah mulia ini," demikian pesan dalam ucapan tersebut.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/hery/" target="_blank">Hery</a> juga berharap di bawah kepemimpinan Sonny Irawan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumatera Utara semakin kondusif.<br><br>"Semoga di bawah kepemimpinan Bapak, Polri semakin dicintai masyarakat, serta Sumatera Utara semakin aman, damai, maju dan sejahtera," lanjutnya.<br><br>Kepercayaan kepada Sonny Irawan sebagai Kapolda Sumut dinilai menjadi amanah strategis, mengingat Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi dengan dinamika keamanan, sosial dan pembangunan yang cukup kompleks.<br><br>Karena itu, kepemimpinan Kapolda baru diharapkan mampu memperkuat pelayanan kepolisian, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus membangun komunikasi yang semakin baik dengan seluruh elemen masyarakat.<br><br>Ucapan selamat tersebut ditutup dengan salam hormat dari Dr. H. <a href="https://www.halomedan.com/tag/hery/" target="_blank">Hery</a> Subiansauri, S.H., M.H., M.Si. kepada Irjen Pol Sonny Irawan atas amanah dan jabatan barunya sebagai Kapolda Sumatera Utara.rrd<p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_8394_Hery-Subiansauri-Ucapkan-Selamat-dan-Sukses-Kepada-Irjen-Pol-Sonny-Irawan-Dipercaya-Menjadi-Kapolda-Sumatera-Utara.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66937/hery-subiansauri-ucapkan-selamat-dan-sukses-kepada-irjen-pol-sonny-irawan-dipercaya-menjadi-kapolda-sumatera-utara/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>