<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.halomedan.com/</link>
        <description>Halo Medan | Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Mon, 01 Jun 2026 11:56:55 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bank Sumut Tegaskan Dukungan untuk Pembinaan Talenta Muda Lewat ASEAN U19 Boys&#039; Championship 2026</guid>
            <pubDate>Mon, 01 Jun 2026 11:05:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bank Sumut Tegaskan Dukungan untuk Pembinaan Talenta Muda Lewat ASEAN U19 Boys' Championship 2026]]></title>
            <description><![CDATA[Medan &ndash Komitmen PT Bank Sumut (Perseroda) dalam mendukung pengembangan generasi muda Indonesia kembali mendapat apresiasi. Ketua Umum]]></description>
            <content><![CDATA[Medan &ndash; Komitmen PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut (Perseroda) dalam mendukung pengembangan generasi muda Indonesia kembali mendapat apresiasi. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai dukungan <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut terhadap penyelenggaraan ASEAN U19 Boys&#039; <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut Championship 2026 merupakan bentuk nyata kontribusi dunia usaha dalam mendorong kemajuan sepak bola nasional serta pembinaan talenta muda Indonesia.</p><br>Menanggapi apresiasi tersebut, Direktur Utama banksumut.co.id⁠ Heru Mardiansyah,</p> menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut untuk menjadi sponsor utama turnamen sepak bola usia muda paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara tersebut.<br>Menurut Heru, keterlibatan <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut dalam ajang internasional ini bukan sekadar dukungan sponsorship, melainkan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun masa depan bangsa melalui pengembangan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berprestasi.</p><br>"Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang disampaikan Bapak Erick Thohir. Bagi <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut, dukungan terhadap ASEAN U19 Boys&#039; <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut Championship 2026 bukan sekadar sponsorship, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk mendukung lahirnya generasi muda yang sehat, disiplin, berkarakter, dan mampu mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia," ujar Heru Mardiansyah, Minggu (31/5).</p><br>Heru menegaskan bahwa sepak bola memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar olahraga. Menurutnya, sepak bola merupakan sarana pembentukan karakter yang mengajarkan kerja keras, kedisiplinan, sportivitas, kepemimpinan, kerja sama tim, serta semangat pantang menyerah yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan masa depan.</p><br>Sebagai <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Pembangunan Daerah yang tumbuh bersama masyarakat Sumatera Utara, <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut terus memperluas kontribusinya tidak hanya melalui layanan perbankan dan penguatan ekonomi daerah, tetapi juga melalui dukungan terhadap sektor pendidikan, sosial, budaya, dan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.</p><br>"Investasi terbaik adalah investasi pada generasi muda. Karena itu, <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut merasa bangga dapat menjadi bagian dari ajang yang mempertemukan talenta-talenta terbaik Asia Tenggara. Kami berharap turnamen ini menjadi panggung lahirnya pemain-pemain masa depan yang kelak membawa Merah Putih berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di level internasional," kata Heru.</p><br>Lebih lanjut, Heru menambahkan bahwa keterlibatan <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut dalam ajang ini juga menunjukkan bahwa perusahaan daerah mampu berperan aktif dalam mendukung agenda strategis nasional, termasuk pengembangan olahraga sebagai instrumen penting dalam membangun kebanggaan, persatuan, dan daya saing bangsa.</p><br>"Kami ingin <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Ketika generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi, daerah semakin maju, dan Indonesia semakin diperhitungkan di tingkat global, maka di situlah kami merasa turut mengambil bagian dalam perjalanan besar tersebut," tambah Heru.</p><br>Dukungan terhadap ASEAN U19 Boys&#039; <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut Championship 2026 sekaligus menjadi cerminan semangat transformasi <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut untuk terus Berubah, Bertumbuh, dan Berprestasi, dengan menghadirkan kontribusi yang berdampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.</p><br>Melalui kolaborasi ini, <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut menegaskan posisinya sebagai bank kebanggaan masyarakat Sumatera Utara yang tidak hanya berperan dalam menggerakkan ekonomi daerah, tetapi juga aktif mendukung lahirnya generasi unggul sebagai fondasi menuju Indonesia Emas di masa depan.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_3128_Bank-Sumut-Tegaskan-Dukungan-untuk-Pembinaan-Talenta-Muda-Lewat-ASEAN-U19-Boys--039--Championship-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/ekbis/65884/bank-sumut-tegaskan-dukungan-untuk-pembinaan-talenta-muda-lewat-asean-u19-boys039-championship-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">BNCT dan PSTP Belawan Kolaborasi Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat</guid>
            <pubDate>Mon, 01 Jun 2026 10:48:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[BNCT dan PSTP Belawan Kolaborasi Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat]]></title>
            <description><![CDATA[Belawan, &ndash PT Belawan New Container Terminal (BNCT) menyerahkan satu ekor kambing kurban kepada PSTP Belawan dalam rangka peringatan H]]></description>
            <content><![CDATA[Belawan, &ndash; PT Belawan New Container Terminal (BNCT) menyerahkan satu ekor kambing kurban kepada PSTP Belawan dalam rangka peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 H sebagai bentuk kepedulian sosial serta penguatan sinergi dengan pemangku kepentingan di kawasan Pelabuhan Belawan.<br><br>Penyerahan hewan kurban tersebut dilaksanakan pada 28 Mei 2026 di PSTP Belawan. Selanjutnya, proses penyembelihan hewan kurban dilakukan pada 29 Mei 2026 di lokasi yang sama, sebelum daging kurban didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima di sekitar wilayah Belawan.<br><br>Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara BNCT dan PSTP Belawan bersama para pemangku kepentingan dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya pada momentum Idul Adha, sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan di lingkungan pelabuhan.<br><br>Corporate Secretary PT Belawan New Container Terminal, Rizki Affandi Nasution, menyampaikan bahwa Idul Adha menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai kepedulian dan kebersamaan di antara seluruh pemangku kepentingan.<br><br>&quot;BNCT mengucapkan terima kasih kepada PSTP Belawan atas kolaborasi dalam kegiatan kurban ini. Momentum Idul Adha menjadi pengingat pentingnya berbagi dan memperkuat kepedulian sosial. Melalui kegiatan ini, kami berharap manfaat kurban dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas di sekitar Belawan,&quot; ujar Rizki.<br><br>Ia menambahkan bahwa BNCT berkomitmen untuk terus menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan melalui berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan memperkuat hubungan dengan para pemangku kepentingan di kawasan pelabuhan.<br><br>BNCT merupakan operator Terminal Peti Kemas Internasional Belawan yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Belawan dan secara berkelanjutan menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan sebagai bagian dari kontribusi terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional.ewl]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_2240_BNCT-dan-PSTP-Belawan-Kolaborasi-Salurkan-Hewan-Kurban-untuk-Masyarakat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/65883/bnct-dan-pstp-belawan-kolaborasi-salurkan-hewan-kurban-untuk-masyarakat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">BNCT dan BSI Kolaborasi Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat Bagan Deli</guid>
            <pubDate>Mon, 01 Jun 2026 10:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[BNCT dan BSI Kolaborasi Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat Bagan Deli]]></title>
            <description><![CDATA[Belawan, &ndash PT Belawan New Container Terminal (BNCT) berkolaborasi dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dalam kegiatan penyaluran]]></description>
            <content><![CDATA[Belawan, &ndash; PT Belawan New Container Terminal (BNCT) berkolaborasi dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dalam kegiatan penyaluran hewan kurban pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar wilayah operasional.</p><br>Kegiatan yang dilaksanakan di Terminal A BNCT pada 28 Mei 2026 tersebut melibatkan penyembelihan hewan kurban berupa empat ekor sapi dan dua ekor kambing yang kemudian dagingnya disalurkan kepada masyarakat di Kelurahan Bagan Deli, Belawan.<br><br>Kolaborasi antara BNCT dan BSI ini menjadi wujud sinergi antara dunia usaha di kawasan pelabuhan dengan sektor perbankan syariah dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan serta memperkuat kontribusi terhadap masyarakat sekitar.<br><br>Corporate Secretary PT Belawan New Container Terminal, Rizki Affandi Nasution, mengatakan bahwa kegiatan kurban ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memperkuat nilai kepedulian sosial serta memperluas manfaat bagi masyarakat.<br><br>&quot;BNCT mengucapkan terima kasih kepada BSI atas kolaborasi dalam kegiatan kurban ini. Momentum Idul Adha menjadi pengingat pentingnya nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan ini, kami berharap manfaat kurban dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di Bagan Deli,&quot; ujar Rizki.<br><br>Ia menambahkan bahwa BNCT akan terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan melalui kegiatan sosial yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.<br><br>BNCT merupakan operator Terminal Peti Kemas Internasional Belawan yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Belawan dan secara konsisten menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan sebagai bagian dari kontribusi terhadap masyarakat sekitar.ist</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_6363_BNCT-dan-BSI-Kolaborasi-Salurkan-Hewan-Kurban-untuk-Masyarakat-Bagan-Deli.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65882/bnct-dan-bsi-kolaborasi-salurkan-hewan-kurban-untuk-masyarakat-bagan-deli/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">BNCT Catat Arus Petikemas 59.663 TEUs pada April 2026, Lampaui Target Perusahaan</guid>
            <pubDate>Mon, 01 Jun 2026 10:40:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[BNCT Catat Arus Petikemas 59.663 TEUs pada April 2026, Lampaui Target Perusahaan]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN, halomedan.com &ndash PT Belawan New Container Terminal (BNCT) mencatat kinerja positif pada April 2026 dengan membukukan arus petike]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN, halomedan.com &ndash; PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/belawan/" target="_blank">Belawan</a> New Container Terminal (BNCT) mencatat kinerja positif pada April 2026 dengan membukukan arus petikemas sebesar 59.663 TEUs. Angka tersebut meningkat 24,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 47.831 TEUs.<br>Tak hanya tumbuh signifikan secara tahunan, realisasi arus petikemas pada April juga melampaui target bulanan perusahaan yang ditetapkan sebesar 56.406 TEUs.<br>Peningkatan volume petikemas tersebut didorong oleh normalisasi aktivitas perdagangan dan logistik setelah periode libur Idul Fitri pada akhir Maret. Kembalinya aktivitas ekspor dan impor serta beroperasinya sektor industri dan distribusi secara penuh turut meningkatkan arus barang melalui Pelabuhan <a href="https://www.halomedan.com/tag/belawan/" target="_blank">Belawan</a>.<br>Corporate Secretary PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/belawan/" target="_blank">Belawan</a> New Container Terminal, Rizki Affandi Nasution, mengatakan capaian pada April menunjukkan mulai pulihnya aktivitas logistik di wilayah Sumatera bagian utara setelah mengalami perlambatan selama masa libur panjang.<br>"Kinerja April menunjukkan pemulihan arus petikemas yang cukup baik dibandingkan bulan sebelumnya. Meningkatnya aktivitas perdagangan dan distribusi pasca-Idul Fitri turut mendorong pertumbuhan volume di terminal. Kami akan terus berupaya menjaga kelancaran layanan dan melakukan perbaikan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan pengguna jasa," katanya.<br>Menurut Rizki, BNCT terus berupaya meningkatkan keandalan layanan melalui penguatan operasional, optimalisasi proses kerja, serta peningkatan kesiapan fasilitas dan peralatan secara bertahap.<br>Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran arus barang sekaligus memberikan pelayanan yang semakin baik bagi para pengguna jasa pelabuhan.<br>Sebagai terminal petikemas internasional yang melayani aktivitas ekspor dan impor di wilayah Sumatera bagian utara, BNCT memegang peran penting dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional. Pertumbuhan volume pada April dinilai menjadi indikator positif meningkatnya aktivitas perdagangan dan logistik di kawasan tersebut.<br>Ke depan, BNCT akan terus memperkuat koordinasi dengan perusahaan pelayaran, pengguna jasa, serta para pemangku kepentingan lainnya guna menjaga kelancaran operasional terminal.<br>Perusahaan juga optimistis tren pertumbuhan arus petikemas akan tetap terjaga seiring meningkatnya aktivitas perdagangan dan distribusi barang sepanjang kuartal kedua tahun 2026. (ril)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_6787_BNCT-Catat-Arus-Petikemas-59-663-TEUs-pada-April-2026--Lampaui-Target-Perusahaan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65881/bnct-catat-arus-petikemas-59663-teus-pada-april-2026-lampaui-target-perusahaan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Konektivitas BNCT, Belawan&ndash;Penang Port&ndash;Perlis Inland Port Perkuat Rantai Pasok Kawasan</guid>
            <pubDate>Mon, 01 Jun 2026 10:34:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Konektivitas BNCT, Belawan–Penang Port–Perlis Inland Port Perkuat Rantai Pasok Kawasan]]></title>
            <description><![CDATA[Perlis, Konsulat Jenderal RI di Penang menyambut baik penandatanganan Nota Kolaborasi (Memorandum of Collaboration/MOC)) antara PT Belawan N]]></description>
            <content><![CDATA[Perlis, Konsulat Jenderal RI di Penang menyambut baik penandatanganan Nota Kolaborasi (Memorandum of Collaboration/MOC)) antara PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/belawan/" target="_blank">Belawan</a> New Container Terminal (BNCT), Mutiara Perlis Sdn. Bhd. (MPSB), dan Penang Port Sdn. Bhd. (PPSB) pada hari ini (30/5).  Kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat konektivitas untuk pergerakan barang/logistik dan perdagangan regional yang menghubungkan Sumatera, Malaysia bagian Utara dan negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam hingga ke Asia Timur seperti Tiongkok. <br><br>Penandatanganan Nota tersebut dilakukan oleh Presiden Direktur PT BNCT, Mohamed Suffian bin Abdul Manaf; Chief Executive Officer Penang Port, Dato&#039; Sasedharan Vasudevan; serta Group Chief Executive Officer MPSB, Wan Ahmad Zaheed Wan Mohamad, di tengah acara peresmian Kawasan Perdagangan Bebas Tuanku Syed Sirajuddin di Perlis Inland Port, Malaysia.  Hadir menyaksikan penandatanganan Nota Kolaborasi diantaranya, Raja Negeri Perlis, Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail; Menteri Pengangkutan Malaysia, Loke Siew Fook; Konsul Jenderal RI Penang, Wanton Saragih, serta para pelaku usaha dari Indonesia, Perlis, Penang, dan sekitarnya. Dalam kerangka kerja sama ini, BNCT akan berperan sebagai gerbang utama (gateway) di wilayah Sumatera untuk memperkuat distribusi barang ke/dan dari pasar regional. Penang Port (PPSB), Malaysia akan berperan sebagai transshipment hub.</p>  <img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/82161242827b703e6acf9c726942a1e4_1002397935.jpg"><br><br>Sementara Perlis Inland Port (PIP), Malaysia menjadi penghubung logistik darat (inland logistics) ke negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur.  Dengan sinergi tersebut, ketiga otoritas pelabuhan sepakat untuk mengupayakan efisiensi rantai pasok, mempercepat arus kargo lintas negara, serta menghubungkan sistem digital yang terintegrasi untuk memastikan arus barang secara end-to-end. Dengan skema ini, akan dicapai waktu tempuh yang lebih cepat dan biaya logistik yang lebih efisien sekaligus membuka akses darat menuju Thailand, Kamboja, Laos, hingga Tiongkok. Secara operasional, jalur Pelabuhan <a href="https://www.halomedan.com/tag/belawan/" target="_blank">Belawan</a>&ndash;Penang sejauh sekitar 255 km, dilanjutkan 133 km menuju Perlis Inland Port, sehingga total 388 km. Rute ini lebih efisien daripada rute konvensional Pelabuhan <a href="https://www.halomedan.com/tag/belawan/" target="_blank">Belawan</a>&ndash;Singapura yang hampir dua kali lebih jauh, sehingga mempercepat distribusi barang/komoditi Indonesia ke pasar Malaysia dan kawasan sekitarnya. <br><br>Konsul Jenderal RI Penang, Wanton Saragih, menilai kerja sama ini akan membangun konektivitas bagi peningkatan mobilitas barang/logistik dan perdagangan antara Indonesia dan Wilayah Kerja KJRI Penang (Pulau Pinang, Kedah dan Perlis), khususnya dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi 3 (tiga) negara yang berbatasan yakni Indonesia &ndash; Malaysia &ndash; Thailand (IMT Growth Triangle). Selain itu, kerja sama ini juga mengembangkan koridor alternatif untuk konektivitas antar negara ASEAN dengan negara Asia Timur seperti Tiongkok dengan rantai pasok yang lebih efisien. &quot;BNCT dapat berperan sebagai gerbang utama di Sumatera untuk memperkuat konektivitas rantai pasok antar sesama ASEAN dan dengan kawasan Asia Timur seperti Tiongkok yang lebih efisien. Konektivitas ini akan mempercepat arus komoditi produk unggulan Indonesia dari wilayah Sumatera seperti palm oil and derivatives, kopi, coklat, teh, dan hasil pertanian lainnya ke Wilayah Kerja (Pulau Pinang, Kedah dan Perlis) dan kawasan,&quot; ujar WantonSaragih.</p><img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/045117b0e0a11a242b9765e79cbf113f_1002397936.jpg"><br><br>Presiden Direktur PT BNCT, Mohamed Suffian bin Abdul Manaf menyatakan bahwa MoC ini merupakan langkah strategis memperkuat posisi BNCT dalam jaringan logistik internasional.   &quot;MoC ini membuka koridor logistik baru yang menghubungkan Sumatera dengan pasar regional dan global. BNCT siap mendukung kelancaran perdagangan internasional sekaligus meningkatkan daya saing logistik nasional,&quot; tutup Mohamed Suffian bin Abdul Manaf. KJRI Penang akan terus mendorong inisiatif untuk pengembangan konektivitas antara Indonesia dengan Wilayah Kerja KJRI Penang, antar sesama negara ASEAN dan dengan kawasan lainnya untuk kepentingan nasional.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_6050_Konektivitas-BNCT--Belawan-ndash-Penang-Port-ndash-Perlis-Inland-Port-Perkuat-Rantai-Pasok-Kawasan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/ekbis/65880/konektivitas-bnct-belawanndashpenang-portndashperlis-inland-port-perkuat-rantai-pasok-kawasan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">&quot;Pancasila 1 Juni: Ketika Elite Masih Bersujud Pada Berhala Timur Dan Barat, Keadilan Sosial Belum Menjadi Rumah Rakyat Indonesia&quot;</guid>
            <pubDate>Mon, 01 Jun 2026 10:34:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA["Pancasila 1 Juni: Ketika Elite Masih Bersujud Pada Berhala Timur Dan Barat, Keadilan Sosial Belum Menjadi Rumah Rakyat Indonesia"]]></title>
            <description><![CDATA[&quotPancasila 1 Juni Ketika Elite Masih Bersujud Pada Berhala Timur Dan Barat, Keadilan Sosial Belum Menjadi Rumah Rakyat Indonesia&quot]]></description>
            <content><![CDATA[Medan - Tanggal 1 Juni selalu datang membawa ingatan politik yang penting bagi republik ini. Pada hari itulah, tahun 1945, Soekarno berdiri di sidang BPUPKI dan merumuskan <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> sebagai dasar filosofis (philosophische grondslag) negara republik Indonesia merdeka. Namun delapan dekade setelah pidato monumental itu, pertanyaan paling mendasar justru terasa semakin relevan: apakah <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> masih sungguh menjadi pedoman hidup bernegara, atau ia tinggal menjadi slogan seremonial yang diperingati setahun sekali di podium kenegaraan? Sebab di tengah gegap gempita perayaan Hari Lahir <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a>, kenyataan sosial menunjukkan jurang yang belum tertutup&mdash;antara cita-cita keadilan dan praktik kekuasaan.<br><br><br><br>Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, dalam horizon kebangsaan Indonesia sesungguhnya memuat makna yang jauh lebih radikal dari pada sekadar pengakuan beragama di atas dokumen negara atau pelaksanaan ritual di rumah ibadah. Ia adalah dasar etika pembebasan dan pernyataan politik bahwa manusia tidak boleh menundukkan martabatnya kepada apa pun selain Tuhan. Ketika Al-Qur&#039;an dalam Al-Qur&#039;an Surah Adz-Dzariyat ayat 56 menegaskan bahwa manusia diciptakan untuk beribadah hanya kepada-Nya, maka makna ibadah juga mengandung penolakan terhadap segala bentuk penghambaan kepada kuasa selain Tuhan&mdash;baik kekuasaan politik, modal yang rakus, oligarki ekonomi, tekanan negara-negara besar, maupun pasar global yang memaksa bangsa kehilangan kehendaknya sendiri. Karena itu, ketika arah kebijakan nasional lebih tunduk pada kepentingan investor ketimbang kepentingan rakyat, ketika utang menjadi penentu langkah pembangunan, ketika diplomasi kehilangan keberanian mempertahankan kedaulatan, dan ketika pembangunan berjalan tanpa keberpihakan sosial, pada saat itulah bangsa ini sedang berhadapan dengan &quot;berhala modern&quot; yang bekerja secara halus namun mengikat. Berhala masa kini tidak berdiri di altar batu, melainkan hidup di meja perundingan ekonomi, di balik kontrak investasi yang timpang, dalam ketergantungan fiskal, dan dalam keputusan politik yang menjauh dari cita-cita keadilan sosial; maka sila Ketuhanan Yang Maha Esa seharusnya dibaca sebagai panggilan untuk memerdekakan bangsa dari segala bentuk ketaklukan baru agar Indonesia hanya bersujud kepada Tuhan&mdash;dan berdiri tegak di hadapan dunia.<br><br><br><br>Indonesia selama puluhan tahun bergerak dalam tarik-menarik pengaruh geopolitik dunia. Pada era Sukarno, bangsa ini berdiri tegas sebagai pelopor Gerakan Non-Blok&mdash;menolak tunduk kepada blok Barat maupun blok Timur. Prinsip bebas aktif lahir dari keyakinan bahwa Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri. Namun dalam praktik mutakhir, kebijakan negara kerap terlihat bergeser dari prinsip itu. Dalam satu fase terlalu dekat pada kapitalisme Barat; di fase lain terlalu bergantung pada investasi dan proyek strategis Timur. Ketika kebijakan nasional ditentukan oleh kebutuhan menjaga relasi geopolitik ketimbang kebutuhan rakyat, di situlah <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> mulai kehilangan daya hidupnya sebagai kompas moral bernegara.<br><br><br><br>Data memperlihatkan paradoks itu dengan gamblang. Indonesia adalah negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia, salah satu eksportir batu bara terbesar, produsen sawit terbesar, dan negeri kaya sumber daya agraria. Namun pada saat yang sama, angka ketimpangan penguasaan tanah tetap tinggi, akses terhadap pendidikan berkualitas masih timpang, dan kesejahteraan belum terdistribusi merata. Berbagai laporan World Bank dan Badan Pusat Statistik selama bertahun-tahun menunjukkan pertumbuhan ekonomi nasional tidak selalu identik dengan pemerataan hasil pembangunan. Produk domestik bruto naik, investasi meningkat, SDA sudah di peras dan di kuras habis-habisannya tetapi pertanyaan rakyat tetap sederhana: mengapa kekayaan negeri ini belum terasa sebagai kesejahteraan bersama?.<br><br><br><br>Inilah kegelisahan yang sesungguhnya ditangkap sila kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sila ini bukan pelengkap. Ia adalah tujuan akhir seluruh bangunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a>. Negara di bentuk bukan semata menjaga stabilitas, melainkan memastikan keadilan hadir nyata dalam kehidupan rakyat. Keadilan dalam akses tanah. Keadilan dalam pekerjaan. Keadilan dalam hukum. Keadilan dalam pendidikan. Keadilan dalam kesempatan hidup yang layak. Tetapi selama arah pembangunan lebih dekat pada kepentingan oligarki, modal global, atau tekanan geopolitik dunia, maka keadilan sosial hanya tinggal menjadi teks konstitusi yang dibacakan tanpa benar-benar diwujudkan.<br><br><br><br>Begitupun, tepat di titik inilah kritik para pemikir ekonomi dan politik Indonesia menemukan relevansinya: ketika kesejahteraan rakyat di geser menjadi angka statistik pertumbuhan, sementara keadilan sosial di tunda atas nama investasi dan stabilitas. Mubyarto mengingatkan ekonomi <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> bukan mesin akumulasi modal, melainkan jalan etik untuk memuliakan kehidupan rakyat; Mohammad Hatta menegaskan kemerdekaan politik tanpa kemerdekaan ekonomi hanya akan melahirkan republik yang merdeka di konstitusi tetapi tergantung dalam kenyataan; dan Franz Magnis-Suseno melihat demokrasi tanpa keadilan sosial pada akhirnya hanya memperlebar jarak antara yang berkuasa dan yang dikuasai. Di atas semua itu, Muhammad Natsir memberi landasan yang lebih mendasar: negara yang berpijak pada Ketuhanan Yang Maha Esa semestinya berdiri bukan hanya dengan hukum dan kekuasaan, tetapi dengan amanah moral di hadapan Tuhan dan tanggung jawab kepada manusia. Negara tidak cukup kuat karena institusinya kokoh, tetapi karena nuraninya hidup. Ketika kekuasaan terlalu intim dengan modal, terlalu tunduk pada tekanan geopolitik, dan terlalu jauh dari amanat penderitaan rakyat, maka yang hilang bukan sekadar kebijakan yang berpihak&mdash;melainkan arah moral republik itu sendiri. Dan ketika negara kehilangan kompas etiknya, rakyat bukan hanya tersingkir dari pusat pembangunan, tetapi perlahan merasa asing di tanah airnya sendiri.<br><br><br><br>Karena itu, memperingati 1 Juni tidak cukup hanya dengan upacara, spanduk, pidato, dan slogan &quot;Aku <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a>&quot;. Yang lebih mendesak adalah keberanian melakukan evaluasi nasional secara jujur: apakah negara benar-benar berpihak kepada rakyat atau justru sedang sibuk menjaga keseimbangan kepentingan elite domestik dan tekanan asing?. Sebab ukuran keberhasilan <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> bukan ada pada seberapa megah seremoni kenegaraan, tetapi pada apakah masyarakat miskin kota memperoleh rumah sederhana, petani memperoleh tanah, buruh memperoleh upah layak, mahasiswa memperoleh pendidikan bermutu dan gratis sampai S3 (starta tiga), kesehatan gratis bagi rakyat, masyarakat adat terlindungi haknya, dan hukum bekerja tanpa pandang bulu.<br><br><br><br>Jika elite politik masih menoleh ke Barat untuk mencari legitimasi ekonomi dan, lalu menoleh ke Timur untuk mencari pembiayaan pembangunan dan pengaruh politik, sementara rakyat ditinggalkan menghadapi biaya mahalnya beban hidup, sempitnya lapangan kerja, lemahnya daya beli dan lemahnya perlindungan sosial, maka kita belum sepenuhnya merdeka. Kita mungkin telah merdeka secara bendera dan wilayah, tetapi belum merdeka dalam menentukan nasib sendiri. Ketergantungan yang terlalu dalam kepada kekuatan luar selalu berisiko mengorbankan kepentingan rakyat di dalam negeri. Dan sejarah bangsa-bangsa menunjukkan, ketergantungan ekonomi cepat atau lambat berubah menjadi ketergantungan politik.<br><br><br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> sesungguhnya mengajarkan jalan lain: jalan kedaulatan. Jalan berdiri tegak di atas kekuatan bangsa sendiri. Jalan politik luar negeri bebas aktif yang tidak menjadi satelit siapa pun. Jalan ekonomi yang berpijak pada produksi nasional dan distribusi keadilan. Jalan demokrasi yang menjaga martabat rakyat sebagai pemilik sah republik. Dalam kerangka itu, Ketuhanan Yang Maha Esa dan Keadilan Sosial bukan dua sila yang terpisah; keduanya saling mengikat. Ketika bangsa hanya tunduk kepada Tuhan dan nilai kebenaran, maka bangsa itu seharusnya menolak penindasan. Dan ketika penindasan ditolak, keadilan sosial menjadi konsekuensi moral yang tak terelakkan.<br><br><br><br>Di Hari Lahir <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> 1 Juni ini, bangsa Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar peringatan. Bangsa ini membutuhkan keberanian untuk kembali membaca <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> sebagai kritik terhadap kekuasaan. Sebagai alat koreksi terhadap negara. Sebagai kompas etik untuk menguji apakah republik masih berjalan di jalan pendiriannya atau justru sedang tersesat di antara kepentingan Timur dan Barat. Sebab selama elite masih bersujud pada berhala kekuasaan global, selama kebijakan belum sepenuhnya berpihak pada rakyat, dan selama keadilan sosial belum sungguh menjadi rumah bersama rakyat Indonesia&mdash;maka pekerjaan sejarah <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> belum selesai. Dan 1 Juni akan terus datang sebagai pengingat yang menggugat kita semua.<br><br><br><br>Demikian.<br><br><br><br>Penulis Adv. Muhammad Taufik Umar Dani Harahap, SH., Merupakan Praktisi Hukum Dan Aktivis Gerakan Rakyat Banyak.<br><br>H. Syahrir Nsution - Managing Director : PECI - Indonesia. ( POLITICAL &amp; ECONOMIC CONSULTING INSTITUTE - Indonesia ).]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_916_-quot-Pancasila-1-Juni--Ketika-Elite-Masih-Bersujud-Pada-Berhala-Timur-Dan-Barat--Keadilan-Sosial-Belum-Menjadi-Rumah-Rakyat-Indonesia-quot-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65879/quotpancasila-1-juni-ketika-elite-masih-bersujud-pada-berhala-timur-dan-barat-keadilan-sosial-belum-menjadi-rumah-rakyat-indonesiaquot/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pancasila Digali dari Akar Budaya Bangsa</guid>
            <pubDate>Mon, 01 Jun 2026 10:22:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pancasila Digali dari Akar Budaya Bangsa]]></title>
            <description><![CDATA[Pancasila Digali dari Akar Budaya Bangsa]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Oleh: Parulian Nasution<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> bukanlah ide yang lahir secara tiba-tiba. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya telah hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia jauh sebelum kemerdekaan. <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> digali dari akar budaya bangsa, dari pola pikir, sikap, dan perilaku masyarakat yang menjunjung tinggi nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan.<br><br>Rumusan <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> yang dikenal saat ini merupakan hasil kajian mendalam para pendiri bangsa yang tergabung dalam Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Melalui sidang yang berlangsung pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945, para tokoh bangsa merumuskan dasar negara yang mampu menjadi pemersatu seluruh rakyat Indonesia yang beragam suku, agama, budaya, dan bahasa.<br><br>Tanggal 1 Juni kemudian diperingati sebagai Hari Lahir <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a>, karena pada momentum tersebut gagasan dasar negara Indonesia mulai dirumuskan secara sistematis. Selanjutnya, setelah BPUPKI bertransformasi menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, pada 18 Agustus 1945 <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> resmi ditetapkan sebagai Dasar Negara Republik Indonesia.<br><br>Memperingati Hari Lahir <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> tidak cukup hanya dengan upacara dan kegiatan seremonial. Yang lebih penting adalah bagaimana menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Sebab, <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> mengandung nilai luhur yang mencerminkan bangsa Indonesia yang berketuhanan, berkemanusiaan, menjunjung persatuan, mengedepankan musyawarah, serta berkeadilan sosial.<br><br>Sebagai dasar negara, kepribadian bangsa, pandangan hidup, dan cita-cita nasional, <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> harus tumbuh dan mengakar dalam jiwa setiap warga negara. Nilai-nilai tersebut perlu terus disosialisasikan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi pedoman moral dalam bertindak.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> telah terbukti mampu mempersatukan bangsa Indonesia. Dengan semangat nasionalisme dan patriotisme yang kuat, bangsa ini mampu menjaga keutuhan Republik Indonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konsep ketahanan nasional, kewaspadaan nasional, dan wawasan nusantara menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas nasional dari berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang datang baik dari dalam maupun luar negeri.<br><br>Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, nilai-nilai <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> juga relevan untuk mendukung pembangunan nasional. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pemerataan pembangunan sehingga tercipta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Semangat "Tumbuh dalam Pemerataan, Merata dalam Pertumbuhan" serta "Adil dalam Kemakmuran dan Makmur dalam Keadilan" tetap menjadi cita-cita yang harus diwujudkan.<br><br>Karena itu, pendidikan karakter berbasis <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> perlu kembali diperkuat di lingkungan pendidikan. Pendidikan Moral <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> yang pernah menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter bangsa patut mendapat perhatian agar generasi muda memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> secara afektif, kognitif, dan psikomotorik.<br><br>Generasi emas Indonesia masa depan membutuhkan fondasi moral yang kuat agar mampu menghadapi tantangan globalisasi, modernisasi, serta berbagai pengaruh negatif yang dapat mengikis jati diri bangsa. <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> harus menjadi benteng karakter yang membimbing generasi muda menuju kemajuan tanpa kehilangan identitas nasional.<br><br>Pada akhirnya, esensi terdalam dari nilai-nilai <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> adalah pengendalian diri untuk senantiasa berbuat baik, menghormati sesama, menjunjung keadilan, serta menjauhi segala bentuk perilaku yang merugikan masyarakat dan bangsa.<br><br>Selamat Hari Lahir <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a>. Semoga nilai-nilai <a href="https://www.halomedan.com/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> terus hidup, berkembang, dan membudaya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga Indonesia tetap kokoh sebagai bangsa yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.***]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_3836_Pancasila-Digali-dari-Akar-Budaya-Bangsa.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65878/pancasila-digali-dari-akar-budaya-bangsa/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Jaga Kota Tetap Aman, Polres Padangsidimpuan Intensifkan Patroli KRYD Malam Minggu</guid>
            <pubDate>Sun, 31 May 2026 19:22:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Jaga Kota Tetap Aman, Polres Padangsidimpuan Intensifkan Patroli KRYD Malam Minggu]]></title>
            <description><![CDATA[Jaga Kota Tetap Aman, Polres Padangsidimpuan Intensifkan Patroli KRYD Malam Minggu]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Padangsidimpuan | Sumut24.co<br><br>Polres Padangsidimpuan kembali melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukumnya, Sabtu (30/5/2026) malam.<br><br>Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 21.00 WIB tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Cooling System untuk mengantisipasi berkembangnya isu-isu negatif, penyebaran berita hoaks, penyakit masyarakat, serta berbagai potensi tindak pidana lainnya di Kota Padangsidimpuan.<br><br>KRYD dipimpin langsung oleh Pawas sekaligus Kasubbagbekpal Baglog Polres Padangsidimpuan, AKP Tommat Saragih, S.H., dengan melibatkan personel gabungan dari Polres Padangsidimpuan, TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP.<br><br>Sebelum patroli dimulai, seluruh personel mengikuti apel kesiapan di Mapolres Padangsidimpuan. Dalam arahannya, AKP Tommat Saragih menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan instansi terkait yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.<br><br>"Hari ini kita melaksanakan patroli demi menciptakan rasa aman dan menjaga kondusivitas kamtibmas di wilayah Kota Padangsidimpuan, khususnya pada malam minggu yang rawan terjadinya aksi kejahatan," ujarnya saat apel.<br><br>Usai apel, tim patroli bergerak menyusuri sejumlah titik strategis dan lokasi yang dinilai rawan gangguan keamanan. Adapun rute patroli dimulai dari Mapolres Padangsidimpuan menuju Tugu Siborang, Jalan Jenderal Sudirman, kawasan Sadabuan, Jalan Sutan Soripada Mulia, Simarsayang, Batunadua, Sitamiang, hingga kembali ke Mapolres.<br><br>Beberapa lokasi yang menjadi sasaran patroli di antaranya SPBU Sadabuan, warung kopi di kawasan Simarsayang, serta SPBU Sitamiang.<br><br>Saat berada di SPBU Sadabuan, petugas melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan dan memastikan situasi tetap aman. Polisi juga memberikan imbauan kepada petugas SPBU agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas.<br><br>Selanjutnya, patroli bergerak menuju kawasan warung kopi di Simarsayang. Di lokasi tersebut, petugas mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi kejahatan jalanan maupun gangguan keamanan lainnya yang kerap meningkat pada malam akhir pekan.<br><br>Personel gabungan juga memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban umum, menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, serta tidak beraktivitas hingga larut malam demi keselamatan bersama.<br><br>Patroli kemudian dilanjutkan ke SPBU Sitamiang. Di lokasi ini, petugas kembali melakukan pengaturan arus lalu lintas sekaligus memastikan situasi di sekitar area tetap aman dan terkendali.<br><br>Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Dr. Wira Prayatna, S.H., S.I.K., M.H., melalui kegiatan tersebut menegaskan bahwa KRYD merupakan langkah preventif kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan di Kota Padangsidimpuan.<br><br>"Kami terus berkomitmen menghadirkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di tengah masyarakat. Kegiatan KRYD ini menjadi bentuk nyata kehadiran Polri bersama unsur terkait dalam mencegah potensi gangguan keamanan, khususnya pada malam akhir pekan," ungkap AKBP Wira Prayatna.<br><br>Ia juga mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar atau hoaks yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.<br><br>"Kami berharap masyarakat tetap bijak dalam menggunakan media sosial, menjaga ketertiban, dan segera melapor apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas di lingkungannya," tambahnya.<br><br>Kegiatan patroli berakhir sekitar pukul 22.45 WIB setelah dilaksanakannya apel konsolidasi di Mapolres Padangsidimpuan.<br><br>Selama pelaksanaan KRYD berlangsung, situasi di wilayah hukum Polres Padangsidimpuan dilaporkan aman, tertib, dan tidak ditemukan adanya gangguan kamtibmas.zal]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_1231_Jaga-Kota-Tetap-Aman--Polres-Padangsidimpuan-Intensifkan-Patroli-KRYD-Malam-Minggu.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65877/jaga-kota-tetap-aman-polres-padangsidimpuan-intensifkan-patroli-kryd-malam-minggu/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Komisi XIII DPR: Revisi UU HAM Harus Perkuat Sistem HAM Nasional, Bukan Picu Kegaduhan</guid>
            <pubDate>Sun, 31 May 2026 19:19:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Komisi XIII DPR: Revisi UU HAM Harus Perkuat Sistem HAM Nasional, Bukan Picu Kegaduhan]]></title>
            <description><![CDATA[Komisi XIII DPR Revisi UU HAM Harus Perkuat Sistem HAM Nasional, Bukan Picu Kegaduhan]]></description>
            <content><![CDATA[<br>JAKARTA &mdash; Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menanggapi polemik yang muncul terkait draft revisi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) yang belakangan menjadi perdebatan antara Kementerian HAM dan Komnas HAM.<br><br>Sugiat menegaskan bahwa isu HAM merupakan salah satu prioritas penting pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagaimana tercermin dalam visi Asta Cita, terutama dalam penguatan demokrasi, supremasi hukum, dan penghormatan terhadap martabat manusia sebagai fondasi pembangunan nasional.<br><br>"Karena itu, setiap ikhtiar untuk memperkuat arsitektur hukum HAM nasional harus kita tempatkan dalam semangat memperkuat negara hukum demokratis, bukan justru menimbulkan kegaduhan yang kontraproduktif di ruang publik," kata Sugiat, Minggu (31/5/2026).<br><br>Menurut Sugiat, draft revisi UU HAM yang saat ini menjadi polemik merupakan inisiatif Kementerian HAM dan hingga kini belum dibahas secara resmi bersama DPR RI, termasuk Komisi XIII yang menjadi mitra kerja Kementerian HAM dan Komnas HAM.<br><br>Ia menilai berbagai pandangan yang berkembang perlu disikapi secara proporsional. Pembahasan substansi revisi undang-undang, lanjutnya, seharusnya dilakukan melalui forum konstitusional antara pemerintah dan DPR dengan melibatkan partisipasi publik yang bermakna.<br><br>Sugiat menegaskan Komisi XIII berpandangan bahwa Komnas HAM harus tetap menjadi lembaga yang kuat, independen, dan memiliki kewenangan yang memadai dalam menjalankan tugasnya.<br><br>"Independensi Komnas HAM adalah prasyarat mutlak bagi terjaganya ruang demokrasi yang sehat. Lembaga ini harus tetap memiliki posisi yang otonom agar dapat menjalankan fungsi pengawasan, pemantauan, mediasi, dan penegakan norma HAM secara objektif tanpa intervensi," ujarnya.<br><br>Meski demikian, Sugiat juga memahami keinginan Kementerian HAM untuk melakukan perubahan terhadap UU HAM guna memperoleh landasan hukum yang lebih kuat dan eksplisit di tingkat undang-undang. Saat ini, keberadaan Kementerian HAM masih diatur melalui Keputusan Presiden.<br><br>Karena itu, ia menilai revisi UU HAM tidak seharusnya dipandang sebagai pilihan antara memperkuat Kementerian HAM atau mempertahankan Komnas HAM.<br><br>"Arah revisi UU HAM menurut pandangan kami semestinya bukan memilih antara memperkuat Kementerian HAM atau mempertahankan Komnas HAM, melainkan merumuskan desain kelembagaan yang saling melengkapi. Kementerian HAM kuat dalam fungsi kebijakan, koordinasi, dan implementasi program negara; sementara Komnas HAM tetap kokoh sebagai lembaga independen pengawas dan penjaga akuntabilitas negara," jelasnya.<br><br>Lebih lanjut, Sugiat menegaskan Komisi XIII DPR RI tidak menghendaki polemik tersebut berkembang menjadi kegaduhan berkepanjangan karena berpotensi mengganggu konsolidasi agenda besar pembangunan HAM nasional.<br><br>Untuk mencari titik temu atas berbagai perbedaan pandangan yang muncul, Komisi XIII DPR RI tengah mempertimbangkan untuk memanggil Kementerian HAM dan Komnas HAM dalam forum Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU).<br><br>"Kami sedang mempertimbangkan untuk memanggil Kementerian HAM dan Komnas HAM dalam forum RDPU di Komisi XIII DPR RI, agar seluruh perbedaan pandangan dan concern masing-masing dapat dibahas secara terbuka, substantif, dan konstruktif dalam koridor kelembagaan yang tepat," kata Sugiat.<br><br>Ia menegaskan DPR ingin memastikan bahwa setiap revisi terhadap UU HAM benar-benar menghasilkan penguatan sistem HAM nasional yang sejalan dengan semangat reformasi, amanat konstitusi, serta visi Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_630_Komisi-XIII-DPR--Revisi-UU-HAM-Harus-Perkuat-Sistem-HAM-Nasional--Bukan-Picu-Kegaduhan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65876/komisi-xiii-dpr-revisi-uu-ham-harus-perkuat-sistem-ham-nasional-bukan-picu-kegaduhan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Viral di Tanah Suci, Presiden Pantai Gading Terlihat Berbaring di Tanah Bersama Jutaan Jamaah Haji</guid>
            <pubDate>Sun, 31 May 2026 11:45:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Viral di Tanah Suci, Presiden Pantai Gading Terlihat Berbaring di Tanah Bersama Jutaan Jamaah Haji]]></title>
            <description><![CDATA[HALOMEDAN.COM&ndash Sebuah foto yang memperlihatkan Presiden Republik Pantai Gading, , sedang berbaring di atas tanah di tengah jutaan jama]]></description>
            <content><![CDATA[HALOMEDAN.COM&ndash; Sebuah foto yang memperlihatkan Presiden Republik Pantai Gading, , sedang berbaring di atas tanah di tengah jutaan jamaah haji menjadi perbincangan hangat di media sosial.</p>Dalam foto yang beredar luas, sosok kepala negara tersebut tampak menyatu dengan jamaah lainnya tanpa menunjukkan kemewahan ataupun fasilitas khusus yang biasanya melekat pada seorang pemimpin negara.</p><br>Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Alassane Ouattara menunaikan ibadah haji menggunakan biaya pribadi. Ia juga dikabarkan memilih tidak menggunakan fasilitas mewah maupun pengawalan berlebihan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci<br>Pemandangan tersebut memunculkan beragam komentar dari masyarakat. Banyak warganet mengaku tersentuh dengan kesederhanaan yang ditunjukkan oleh pemimpin negara Afrika Barat tersebut.</p><br>Tak sedikit pula yang mempertanyakan keberadaan pengawalnya. Namun justru hal itu menjadi simbol kedekatan seorang pemimpin dengan rakyatnya di mata banyak orang.</p><br>Diketahui, selama masa kepemimpinannya, Pantai Gading mengalami berbagai kemajuan, mulai dari pertumbuhan ekonomi, peningkatan keamanan, hingga stabilitas politik yang lebih baik. Kondisi tersebut membuat negara yang pernah dilanda konflik itu perlahan bangkit dan berkembang.</p><br>Momen yang terekam di tengah pelaksanaan ibadah haji ini juga menjadi pengingat bahwa di hadapan Allah SWT, seluruh manusia memiliki kedudukan yang sama. Jabatan, kekayaan, dan status sosial tidak menjadi pembeda ketika mengenakan pakaian ihram dan menjalankan ibadah sebagai hamba-Nya.<br>Kesederhanaan yang ditampilkan dalam foto tersebut pun menuai banyak apresiasi serta menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang makna kerendahan hati dan kesetaraan di hadapan Sang Pencipta.</p><br>Namun demikian, sejumlah informasi yang beredar terkait fasilitas dan pengawalan Presiden Alassane Ouattara masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari sumber resmi agar kebenarannya dapat dipastikan.REL</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_5311_Viral-di-Tanah-Suci--Presiden-Pantai-Gading-Terlihat-Berbaring-di-Tanah-Bersama-Jutaan-Jamaah-Haji.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65875/viral-di-tanah-suci-presiden-pantai-gading-terlihat-berbaring-di-tanah-bersama-jutaan-jamaah-haji/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wujud Nyata Program Kasad, Seskoad Rehabilitasi Dua Panti Asuhan dan Fasilitasi Akta Kelahiran Anak Asuh</guid>
            <pubDate>Sun, 31 May 2026 10:59:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wujud Nyata Program Kasad, Seskoad Rehabilitasi Dua Panti Asuhan dan Fasilitasi Akta Kelahiran Anak Asuh]]></title>
            <description><![CDATA[Bandung &ndash Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat melaksanakan kegiatan karya bakti dan bakti sosial berupa rehabilitasi fasilitas di ]]></description>
            <content><![CDATA[Bandung &ndash; Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat melaksanakan kegiatan karya bakti dan bakti sosial berupa rehabilitasi fasilitas di Panti Asuhan Katresna dan Panti Asuhan Al-Aqwam yang berada di Rancamanyar, Kabupaten Bandung. Selain itu, Seskoad juga memfasilitasi pembuatan akta kelahiran bagi anak-anak asuh di sejumlah panti asuhan sebagai bagian dari implementasi program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.<br><br>Kegiatan rehabilitasi difokuskan pada perbaikan sarana dan prasarana panti guna menciptakan lingkungan yang lebih layak, aman, sehat, dan nyaman bagi para penghuni. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan anak-anak asuh dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik serta memperoleh dukungan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka.<br><br>Selain kegiatan fisik, Seskoad juga memberikan perhatian terhadap pemenuhan hak administrasi kependudukan anak melalui fasilitasi pembuatan akta kelahiran bagi anak-anak asuh di Panti Asuhan Katresna Rancamanyar, Panti Asuhan Alfitroh Bojongsoang, dan Panti Asuhan Taman Harapan Jelekong. Kepemilikan akta kelahiran memiliki peran penting sebagai identitas hukum yang menjadi dasar dalam memperoleh akses pendidikan, layanan kesehatan, dan berbagai pelayanan publik lainnya.<br><br>Melalui kegiatan ini, Seskoad berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempererat kemanunggalan TNI AD dengan rakyat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai kebutuhan sosial serta memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penseskoad.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_9103_Wujud-Nyata-Program-Kasad--Seskoad-Rehabilitasi-Dua-Panti-Asuhan-dan-Fasilitasi-Akta-Kelahiran-Anak-Asuh.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65873/wujud-nyata-program-kasad-seskoad-rehabilitasi-dua-panti-asuhan-dan-fasilitasi-akta-kelahiran-anak-asuh/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Insentif Kepling Belum Cair, Bapenda Medan Buka Suara: Hak Tidak Hilang, Tinggal Tunggu Target PBB Tercapai</guid>
            <pubDate>Sun, 31 May 2026 10:43:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Insentif Kepling Belum Cair, Bapenda Medan Buka Suara: Hak Tidak Hilang, Tinggal Tunggu Target PBB Tercapai]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN &ndash Keluhan sejumlah Kepala Lingkungan (Kepling) di Kota Medan terkait belum cairnya insentif pemungutan pajak hingga memasuki Tri]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN &ndash; Keluhan sejumlah Kepala Lingkungan (<a href="https://www.halomedan.com/tag/kepling/" target="_blank">Kepling</a>) di Kota Medan terkait belum cairnya insentif pemungutan pajak hingga memasuki Triwulan II Tahun 2026 akhirnya mendapat penjelasan dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan.</p><br>Kepala Bapenda Kota Medan, M. Agha Novrian, menegaskan bahwa insentif bagi <a href="https://www.halomedan.com/tag/kepling/" target="_blank">Kepling</a> tidak dihapus dan tetap akan dibayarkan. Namun, pencairannya harus mengikuti mekanisme yang telah diatur dalam regulasi yang berlaku.</p><br>&quot;Hak <a href="https://www.halomedan.com/tag/kepling/" target="_blank">Kepling</a> tetap ada dan tidak akan hilang. Begitu target PBB yang menjadi dasar perhitungan insentif tercapai sesuai ketentuan, maka insentif akan dibayarkan,&quot; tegas Agha, Jumat (29/5).</p><br>Menurutnya, pemberian insentif atau upah pungut (UP) dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010, Peraturan Wali Kota Medan Nomor 68 Tahun 2025, serta Keputusan Wali Kota Medan Nomor 970/47.K Tahun 2025.</p><br>Agha menjelaskan, pada Triwulan I Tahun 2026 capaian target penerimaan daerah yang terealisasi berasal dari sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) serta Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Sementara itu, target penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang menjadi dasar pemberian insentif bagi <a href="https://www.halomedan.com/tag/kepling/" target="_blank">Kepling</a> belum mencapai target yang telah ditetapkan.</p><br>&quot;Bapenda menyalurkan insentif sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk Tahun 2026, insentif <a href="https://www.halomedan.com/tag/kepling/" target="_blank">Kepling</a> berasal dari mata pajak PBB. Karena target PBB belum tercapai, maka insentif belum dapat dibayarkan,&quot; ujarnya.</p><br>Ia menegaskan, Bapenda tidak memiliki kewenangan untuk mengubah mekanisme maupun menambah dan mengurangi penerima insentif di luar ketentuan yang sudah ditetapkan.</p><br>&quot;Semua harus dilaksanakan secara akuntabel agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun menjadi temuan pemeriksaan,&quot; katanya.<br>Di tengah polemik keterlambatan pencairan insentif tersebut, Agha tetap memberikan apresiasi kepada para <a href="https://www.halomedan.com/tag/kepling/" target="_blank">Kepling</a> yang selama ini aktif membantu pemerintah dalam mendistribusikan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB serta mendorong kesadaran masyarakat untuk membayar pajak daerah.</p><br>&quot;Kepala Lingkungan merupakan ujung tombak pemerintah di tengah masyarakat. Kontribusi mereka sangat membantu pencapaian target penerimaan daerah, khususnya dari sektor PBB,&quot; ungkapnya.<br>Bapenda Kota Medan optimistis target penerimaan PBB Tahun 2026 dapat tercapai melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan. Dengan demikian, insentif yang menjadi hak para <a href="https://www.halomedan.com/tag/kepling/" target="_blank">Kepling</a> dapat segera direalisasikan sesuai aturan yang berlaku.</p><br>Sebelumnya, sejumlah <a href="https://www.halomedan.com/tag/kepling/" target="_blank">Kepling</a> di Kota Medan mengeluhkan belum diterimanya insentif pemungutan pajak hingga memasuki Triwulan II. Mereka berharap pemerintah segera merealisasikan pembayaran insentif mengingat peran aktif yang selama ini mereka jalankan dalam membantu pelayanan perpajakan di lingkungan masing-masing.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_4557_Insentif-Kepling-Belum-Cair--Bapenda-Medan-Buka-Suara--Hak-Tidak-Hilang--Tinggal-Tunggu-Target-PBB-Tercapai.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65872/insentif-kepling-belum-cair-bapenda-medan-buka-suara-hak-tidak-hilang-tinggal-tunggu-target-pbb-tercapai/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Idul Adha 1447 H, Jayabaya Sebar 124 Hewan Kurban untuk Masyarakat Lebak</guid>
            <pubDate>Sun, 31 May 2026 10:13:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Idul Adha 1447 H, Jayabaya Sebar 124 Hewan Kurban untuk Masyarakat Lebak]]></title>
            <description><![CDATA[LEBAK &ndash Wakil Ketua Umum Koordinator Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Mulyadi Jayabaya, kembali menyalurkan ratusan hewan ]]></description>
            <content><![CDATA[LEBAK &ndash; Wakil Ketua Umum Koordinator Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Mulyadi Jayabaya, kembali menyalurkan ratusan hewan kurban kepada masyarakat pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.</p><br>Tokoh Kabupaten Lebak yang akrab disapa Abah JB itu tahun ini mengurbankan sebanyak 124 ekor hewan, terdiri dari 98 ekor sapi dan 26 ekor domba. Hewan kurban tersebut didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima di sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak, Banten.</p><br>JB mengatakan, kegiatan berkurban rutin dilakukan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat rezeki dan kesehatan yang diberikan Allah SWT.<br>&quot;Alhamdulillah, tahun ini kami masih bisa berbagi hewan kurban kepada masyarakat. Kami berharap masyarakat, terutama yang membutuhkan, dapat ikut merasakan kebahagiaan dan menikmati daging kurban pada Hari Raya Idul Adha,&quot; kata JB, Rabu (27/5/2026).</p><br>Menurutnya, ibadah kurban tidak hanya menjadi bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT, tetapi juga merupakan wujud kepedulian sosial kepada sesama.<br>Ia berharap, daging kurban yang dibagikan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus mempererat tali silaturahmi pada momentum Idul Adha.</p><br>JB juga memastikan seluruh hewan kurban yang disalurkan berada dalam kondisi sehat, bebas dari penyakit, serta layak untuk disembelih dan dikonsumsi.</p><br>&quot;Insya Allah seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak untuk disembelih maupun dikonsumsi masyarakat,&quot; ujarnya.<br>Lebih lanjut, JB menyebut tradisi berkurban telah lama dilakukan keluarganya dan menjadi bagian dari nilai keikhlasan dalam beribadah serta kepedulian terhadap masyarakat.</p><br>&quot;Ini sudah kami lakukan sejak bertahun-tahun lalu sebagai bentuk syukur dan kepedulian kepada masyarakat,&quot; katanya.</p><br>Sementara itu, tokoh pemuda Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, Budiansyah, mengaku bersyukur karena masyarakat di wilayahnya kembali menerima bantuan hewan kurban dari keluarga besar JB.</p><br>&quot;Alhamdulillah, tahun ini warga kembali bisa menikmati daging kurban dari Pak JB. Hampir setiap tahun kami menerima bantuan sapi kurban,&quot; ujarnya.<br>Penyaluran hewan kurban tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Kehadiran bantuan kurban dari keluarga besar Mulyadi Jayabaya dinilai telah memberikan manfaat nyata bagi warga, khususnya mereka yang membutuhkan, serta menjadi tradisi tahunan yang terus dinantikan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Lebak.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_5516_Idul-Adha-1447-H--Jayabaya-Sebar-124-Hewan-Kurban-untuk-Masyarakat-Lebak.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65871/idul-adha-1447-h-jayabaya-sebar-124-hewan-kurban-untuk-masyarakat-lebak/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">ABPEDNAS Sumut Terbitkan SK Kepengurusan DPC ABPEDNAS Deli Serdang Masa Bakti 2026-2031</guid>
            <pubDate>Sat, 30 May 2026 14:14:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[ABPEDNAS Sumut Terbitkan SK Kepengurusan DPC ABPEDNAS Deli Serdang Masa Bakti 2026-2031]]></title>
            <description><![CDATA[ABPEDNAS Sumut Terbitkan SK Kepengurusan DPC ABPEDNAS Deli Serdang Masa Bakti 20262031]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br><br>DELI SERDANG &ndash; Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Sumatera Utara resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Nomor: 019/SK/DPW-ABPEDNAS/SU/V/2026 tentang Penunjukan Komposisi dan Personalia Dewan Pengurus Cabang (DPC) ABPEDNAS Kabupaten Deli Serdang Masa Bakti 2026-2031.<br><br>SK yang ditandatangani Ketua DPD ABPEDNAS Sumut, Drs. H. Abdul Khair, MM dan Sekretaris Ahmad Sayuti, S.HI pada 29 Mei 2026 di Medan tersebut diterbitkan sebagai upaya memperkuat peran, fungsi, serta kinerja organisasi ABPEDNAS di tingkat kabupaten.<br><br>Dalam keputusan tersebut, DPD ABPEDNAS Sumut menetapkan susunan kepengurusan DPC ABPEDNAS Kabupaten Deli Serdang yang akan menjalankan program kerja organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) ABPEDNAS selama lima tahun ke depan.<br><br>Untuk jajaran Dewan Pembina, tercantum Bupati Deli Serdang, Ketua DPRD Kabupaten Deli Serdang, Kapolresta Deli Serdang, Kepala Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam, dan Ketua Pengadilan Negeri Lubuk Pakam.<br><br>Sementara itu, jajaran Dewan Penasehat diisi oleh sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, dan pejabat, di antaranya Sri Paduka Duli Yang Maha Mulia Sultan Tuanku Akhmad Syariful Alamsyah, Kolonel TNI Dr. H. Sadikin Bintang, M.M, H. Edwin Nasution, S.H., M.Si., CGCAE, serta sejumlah tokoh lainnya.<br><br>Berdasarkan SK tersebut, OK. Hendri Fadlian Karnain, S.H dipercaya sebagai Ketua DPC ABPEDNAS Kabupaten Deli Serdang periode 2026-2031. Dalam menjalankan roda organisasi, ia didampingi sejumlah wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan pengurus bidang.<br><br>Jabatan Sekretaris dipercayakan kepada Raja Anggi Ramadhan Harahap, SH., M.Kn, sedangkan posisi Bendahara diamanahkan kepada Sobirin.<br><br>Selain pengurus harian, kepengurusan juga dilengkapi berbagai bidang strategis, meliputi Bidang Penelitian dan Pengembangan, Organisasi dan Pembinaan, Hubungan Masyarakat, Hukum dan HAM/Tim Advokasi, Ekonomi Sosial, Politik dan Hankam, Lingkungan, Pendidikan dan Kebudayaan, Kesejahteraan Masyarakat, Koperasi dan UMKM, Media dan Informasi, serta Pemerintahan Desa.<br><br>Pada Bidang Pemerintahan Desa, posisi ketua dijabat oleh Faisal Damri Nasution, S.PdI, dengan anggota di antaranya Syawaluddin, Hamdan, Herianto, S.PdI, Parulian Siregar, dan Ismail Nasution.<br><br>DPD ABPEDNAS Sumut berharap kepengurusan yang baru dapat menjadi wadah aspirasi masyarakat desa serta berkontribusi dalam pengawasan, pembangunan, dan pemberdayaan desa di Kabupaten Deli Serdang.<br><br>Dengan terbitnya SK tersebut, DPC ABPEDNAS Kabupaten Deli Serdang resmi memiliki legalitas organisasi untuk menjalankan program kerja dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong kemajuan desa menuju Indonesia yang lebih maju.<br><br><br><br>Berikut susunan lengkap Komposisi dan Personalia DPC ABPEDNAS Kabupaten Deli Serdang Masa Bakti 2026&ndash;2031 berdasarkan SK DPD ABPEDNAS Sumatera Utara:<br><br>Dewan Pembina<br>Bupati Deli Serdang<br>Ketua DPRD Kabupaten Deli Serdang<br>Kapolresta Deli Serdang<br>Kepala Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam<br>Ketua Pengadilan Negeri Lubuk Pakam<br>Dewan Penasehat<br>Sri Paduka Duli Yang Maha Mulia Sultan Tuanku Akhmad Syariful Alamsyah<br>Kolonel TNI Dr. H. Sadikin Bintang, M.M<br>Lom Lom Suwondo, S.S<br>Dedi Maswardi, S.STP., M.AP<br>H. Edwin Nasution, S.H., M.Si., CGCAE<br>Dra. Anita Magdalena Br. Situmorang<br>Suparno, S.Sos., M.SP<br>Kurnia Bolon Sinaga, S.STP<br>Muslih Siregar, S.H<br>Agung Triyanto, S.STP<br>Afinimsari Nasution, S.E., M.M<br>Pengurus Harian<br>Ketua<br>OK. Hendri Fadlian Karnain, S.H<br>Wakil Ketua<br>Jendrial Siregar, S.H<br>Novy Hendrawan<br>Waluyo<br>Amal Sahari Sembiring<br>Hendri Setiawan, S.T<br>Asri Mayasari, S.E<br>Husni Mubarak, S.PdI<br>Amad Abadi, S.E<br>Sekretaris<br>Raja Anggi Ramadhan Harahap, S.H., M.Kn<br>Wakil Sekretaris<br>Fikri<br>Jibran<br>Juliadi<br>Darman Situmorang<br>Jepriandi<br>Sahnan<br>Muhammad Devan Alfarizi<br>Khairul Azmi<br>Bendahara<br>Sobirin<br>Wakil Bendahara<br>Ferial<br>Sukatman<br>Muslim<br>Suwarto<br>Emi Harlini<br>Dimas Prayogi<br>Bidang-Bidang<br>Bidang Penelitian dan Pengembangan<br>Ketua: Rudi Efendi<br><br>Anggota:<br><br>Wuriyani<br>Supriono<br>Suhanto<br>Satria<br>Dedi Zuna<br>Surya Aguswinata<br>Bidang Organisasi dan Pembinaan<br>Ketua: Miswanto<br><br>Anggota:<br><br>Zulkarnain Sembiring<br>Juri<br>OK. Jamalludin<br>Saipul Bahri<br>Wahidin<br>Bidang Hubungan Masyarakat<br>Ketua: Eko<br><br>Anggota:<br><br>Rezi<br>Habibullah<br>Gusti Randa<br>Agus Rizki Syahputra<br>Khairul Kadri<br>Bidang Hukum dan HAM/Tim Advokasi<br>Ketua: Riski Darmawan, S.H<br><br>Anggota:<br><br>Muhammad Irfan, S.H<br>Tommy Ali, S.H<br>Surian Sahrizal, S.H<br>Muhammad Fadli, S.H<br>Bidang Ekonomi Sosial<br>Ketua: Sukenti<br><br>Anggota:<br><br>Hardina Janiar<br>Joit Tarigan<br>Masmur<br>Sosius Tarigan<br>Junaidi<br>Bidang Politik dan Hankam<br>Ketua: Hariro Harahap<br><br>Anggota:<br><br>Distoria<br>Saksi Sitepu<br>Ediwarto<br>Rawi<br>Dollah<br>Bidang Lingkungan<br>Ketua: Ridwan<br><br>Anggota:<br><br>Wasdianto<br>Idrus<br>Dhani Hara<br>OK. Akhri Putra Karnain<br>Candra<br>Bidang Pendidikan dan Kebudayaan<br>Ketua: Susanto<br><br>Anggota:<br><br>OK. Septi Aulia<br>Irwansyah<br>Anggi Patumbak<br>Sukarman<br>Santoso<br>Bidang Kesejahteraan Masyarakat<br>Ketua: Suparman<br><br>Anggota:<br><br>Buang Sumanto<br>Muliadi Ginting<br>Erny Amsari<br>Eko Sujarwo<br>Jul Jamri<br>Bidang Koperasi dan UMKM<br>Ketua: Haposan Parsaoran<br><br>Anggota:<br><br>Zibran<br>Desi Pratiwi<br>Rahma Dani<br>Dedy Suriawan<br>M. Agustian Lubis<br>Bidang Media dan Informasi<br>Ketua: Joni Suheryanto<br><br>Anggota:<br><br>Ahmad Yani<br>Sugeng<br>Surya Dharma<br>Muhammad Ihsan<br>Ewi Saprion, S.T<br>Bidang Pemerintahan Desa<br>Ketua: Faisal Damri Nasution, S.PdI<br><br>Anggota:<br><br>Syawaluddin<br>Hamdan<br>Herianto, S.PdI<br>Parulian Siregar<br>Ismail Nasution<br>Masa Bakti: 2026&ndash;2031<br>Ditetapkan di: Medan, 29 Mei 2026<br>Ketua DPD ABPEDNAS Sumut: Drs. H. Abdul Khair, MM<br>Sekretaris DPD ABPEDNAS Sumut: Ahmad Sayuti, S.HI.<br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_1111_ABPEDNAS-Sumut-Terbitkan-SK-Kepengurusan-DPC-ABPEDNAS-Deli-Serdang-Masa-Bakti-2026-2031.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65870/abpednas-sumut-terbitkan-sk-kepengurusan-dpc-abpednas-deli-serdang-masa-bakti-20262031/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tapsel Cetak Sejarah, Raih Opini WTP ke-12 Berturut-turut dari BPK RI</guid>
            <pubDate>Sat, 30 May 2026 12:41:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tapsel Cetak Sejarah, Raih Opini WTP ke-12 Berturut-turut dari BPK RI]]></title>
            <description><![CDATA[Medan &ndash Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam pengelolaan keuangan daerah. Di ]]></description>
            <content><![CDATA[Medan &ndash; Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (<a href="https://www.halomedan.com/tag/tapsel/" target="_blank">Tapsel</a>) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam pengelolaan keuangan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Gus Irawan Pasaribu, Pemkab Tapanuli Selatan berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.</p><br>Pencapaian ini menjadi semakin istimewa karena merupakan opini WTP ke-12 kalinya secara berturut-turut, sebuah catatan yang menunjukkan konsistensi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam menjaga tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.</p><br>Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh BPK RI Perwakilan Sumatera Utara dalam acara yang berlangsung di Auditorium BPK RI Perwakilan Sumatera Utara, Kota Medan, Jumat (29/05/2026).<br>Bupati Gus Irawan Pasaribu menyampaikan bahwa raihan opini WTP bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan wujud komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah.</p><br>&quot;Tujuan akhirnya adalah bagaimana APBD benar-benar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,&quot; ujar Gus Irawan.</p><br>Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 12 tahun berturut-turut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta pengelolaan anggaran yang berorientasi pada pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.</p><br>Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terus berupaya menjaga kepercayaan publik melalui pengelolaan keuangan yang profesional, efektif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.</p><br>Dengan capaian tersebut, Pemkab Tapanuli Selatan berharap dapat terus meningkatkan kualitas pembangunan daerah serta memastikan setiap program dan anggaran yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.Rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_6412_Tapsel-Cetak-Sejarah--Raih-Opini-WTP-ke-12-Berturut-turut-dari-BPK-RI.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/politik/65869/tapsel-cetak-sejarah-raih-opini-wtp-ke12-berturutturut-dari-bpk-ri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">MBG Bawa Multiplier Effect, Wali Kota Medan : Anak Sehat, Ekonomi Rakyat Meningkat</guid>
            <pubDate>Sat, 30 May 2026 12:26:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[MBG Bawa Multiplier Effect, Wali Kota Medan : Anak Sehat, Ekonomi Rakyat Meningkat]]></title>
            <description><![CDATA[Medan  Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa kehadiran 255 SPPG yang ditargetkan di Kota Medan akan membawa multiplier]]></description>
            <content><![CDATA[Medan | Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa kehadiran 255 SPPG yang ditargetkan di Kota Medan akan membawa multiplier effect (efek berganda), mulai dari pemenuhan gizi anak, pengentasan kemiskinan hingga peningkatan ekonomi pelaku UMKM lokal.<br><br>Penegasan itu disampaikan Rico Waas saat membuka acara High Level Meeting (HLM), Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Mengenai Kemitraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Pelaku Usaha Potensial di Kota Medan, di Gedung PKK Kota Medan, Jumat (29/5/2026).<br><br>Rico Waas menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar tentang memberikan makanan sehat kepada anak sekolah. Program nasional ini juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang masif melalui ekosistem Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).<br><br>"Kita ingin anak-anak kita sehat dan mendapatkan gizi yang standar serta merata. Namun jangan lupa, pembangunan gizi ini ada dapurnya. Dapur ini belinya ke para pelaku yang ada disekitar dapur. Di sinilah ekosistem ekonomi lokal kita bangun," kata Rico Waas.<br><br>Program ini bilang Rico Waas, membantu anak-anak untuk dapat mengakses makanan yang layak dan bergizi. Untuk kota Medan sendiri, target menyasar 700.000 anak di 21 kecamatan, Pemko Medan juga telah berkomitmen memastikan generasi masa depan Medan tumbuh cerdas dan sehat. <br><br>"Di Kota Medan ditargetkan berdiri 255 SPPG untuk melayani sekitar 700.000 anak. Alhamdulillah saat ini sudah aktif 235 SPPG,"bilang Rico Waas.<br><br>Selain itu, Rico Waas juga berharap setiap SPPG diproyeksikan menyerap 47 hingga 50 tenaga kerja lokal yang diprioritaskan bagi masyarakat rentan dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 (masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah).<br><br>​"Harapan kami, mohon ini menjadi perhatian bersama agar yang dipekerjakan adalah masyarakat di sekitar dapur SPPG tersebut. Dari yang tadinya tidak punya pekerjaan, sekarang punya penghasilan tetap," tegas Rico Waaa dihadapan ratusan pengelolah SPPG dan pelaku usaha yang hadir.<br><br>Lebih lanjut, Rico Waas juga ingin agar dapur SPPG diwajibkan membeli bahan baku dari warung, peternak, petani urban farming dan pengrajin di sekitarnya. Ia mencontohkan, jika ada warga sekitar yang beternak lele atau nila, pasokannya bisa langsung diserap oleh SPPG.<br><br>"Angka kebutuhan pangan untuk program ini per minggunya sangat fantastis. Untuk beras saja kebutuhan perminggu itu mencapai 183 ton, daging ayam 21 ton. Yang cukup tinggi itu tempe dan tahu. Saya ingin berikan mereka akses untuk menyuplai SPPG. Kita ingin mendengar para pedagang kecil di pasar tersenyum dan berkata, &#039;Setiap hari ada yang membeli"terang Rico Waas.<br><br>Meski berpotensi meningkatkan perputaran uang di masyarakat, Wali Kota Medan mengingatkan jajarannya beserta Bank Indonesia (BI) dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk tetap waspada terhadap risiko inflasi. Lonjakan permintaan bahan pangan yang masif berpotensi memicu kenaikan harga jika tidak distrategikan dengan matang. Untuk itu, Rico Waas menginstruksikan pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat mulai dari hulu hingga hilir guna memastikan jalur jual-beli berjalan lancar tanpa merusak stabilitas harga pasar.<br><br>​"mau melihat masa depan Indonesia, lihat anak-anak kita sekarang. Berikan gizi, pendidikan, dan fasilitas terbaik, maka Indonesia masa depan akan maju luar biasa. Jika pengusaha kecil dapat income yang baik dan anak-anak sehat, maka ekonomi kita akan sangat stabil," tutup Rico Waas.<br><br>Turut hadir dalam acara tersebut, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Didit Widiana, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarkat Badan Gizi Nasional Tengku Syahdana, serta pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_706_MBG-Bawa-Multiplier-Effect--Wali-Kota-Medan---Anak-Sehat--Ekonomi-Rakyat-Meningkat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/kota/65868/mbg-bawa-multiplier-effect-wali-kota-medan-anak-sehat-ekonomi-rakyat-meningkat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pemko Medan Kembali Raih WTP ke-6 Kalinya Dari BPK RI, Rico Waas: Bukti Komitmen Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan</guid>
            <pubDate>Sat, 30 May 2026 12:25:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pemko Medan Kembali Raih WTP ke-6 Kalinya Dari BPK RI, Rico Waas: Bukti Komitmen Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan]]></title>
            <description><![CDATA[Medan  Pemko Medan kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuanga]]></description>
            <content><![CDATA[Medan | Pemko Medan kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.</p><br>Penghargaan tersebut diterima langsung Wali Kota Medan, <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Tri Putra Bayu Waas, dalam agenda penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang diserahkan Kepala BPK RI Perwakilan Sumatera Utara, Paula Henry Simatupang, di Auditorium Kantor BPK Perwakilan Sumut, Jumat (29/5/26).<br><br>Capaian tersebut menjadi semakin istimewa karena Pemko Medan berhasil mempertahankan opini WTP selama enam tahun berturut-turut. Raihan itu sekaligus menjadi bukti konsistensi Pemerintah Kota Medan dalam menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel.<br><br>Usai menerima penghargaan tersebut, <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemko Medan yang telah bekerja keras dan menunjukkan komitmen tinggi dalam pengelolaan keuangan daerah.<br><br>&quot;Terima kasih kepada Badan Pemeriksa Keuangan atas penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian yang kembali diberikan kepada Pemerintah Kota Medan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan tahunan oleh BPK. Alhamdulillah, penghargaan ini berhasil diraih selama enam tahun berturut-turut,&quot; ujar <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas.<br><br>Menurut <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas, opini WTP bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan bentuk pengakuan atas kerja kolektif seluruh perangkat daerah dalam menjaga integritas dan profesionalisme pengelolaan anggaran daerah.<br><br>&quot;Capaian ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel,&quot; katanya.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kota Medan. Ia berharap seluruh jajaran Pemko Medan tidak cepat berpuas diri dan terus melakukan pembenahan di berbagai sektor pemerintahan.<br><br>&quot;Terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Medan dan seluruh pihak yang terus bekerja keras memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan pengabdian kepada masyarakat,&quot; ucapnya.<br><br>Penyerahan LHP BPK tersebut turut dihadiri sejumlah kepala daerah serta pimpinan DPRD dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara. Momentum ini menjadi bagian penting dalam penguatan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah sekaligus mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada pelayanan publik.<br><br>Dengan kembali diraihnya opini WTP, Pemko Medan diharapkan mampu mempertahankan kualitas pengelolaan keuangan daerah sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah.<br><br>Acara turut dihadiri Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman, Inspektorat Kota Medan Erfin Fahrurrazi dan Plt Kepala BKAD Suluh Aulia Harahap.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_7878_Pemko-Medan-Kembali-Raih-WTP-ke-6-Kalinya-Dari-BPK-RI--Rico-Waas--Bukti-Komitmen-Wujudkan-Tata-Kelola-Pemerintahan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/kota/65867/pemko-medan-kembali-raih-wtp-ke6-kalinya-dari-bpk-ri-rico-waas-bukti-komitmen-wujudkan-tata-kelola-pemerintahan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tinjau TPU Marelan yang Lama Tidak Difungsikan, Rico Waas Segera Benahi Akses Jalan</guid>
            <pubDate>Sat, 30 May 2026 12:23:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tinjau TPU Marelan yang Lama Tidak Difungsikan, Rico Waas Segera Benahi Akses Jalan]]></title>
            <description><![CDATA[Medan,Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk membenahi akses jalan menuju Tempat]]></description>
            <content><![CDATA[Medan,Wali Kota Medan, <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Tri Putra Bayu Waas, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk membenahi akses jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, agar TPU tersebut segera dapat difungsikan dan dimanfaatkan masyarakat.<br><br>Komitmen itu disampaikan <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas saat meninjau langsung akses jalan sekaligus lokasi TPU Marelan, Jumat (29/5/2026). Dalam peninjauan tersebut, ia mendapati kondisi jalan masih berupa tanah di pinggir Sungai Bederah dan sulit dilalui kendaraan roda empat, termasuk ambulans.<br><br>&quot;Hari ini saya kembali ke Marelan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat terkait kurangnya TPU. Setelah dilihat langsung, kendalanya ada pada akses jalan yang rusak sehingga ambulans pun sulit masuk,&quot; ujar <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas.<br><br>Didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan Khairul Azmi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Melvi Marlabayana, serta Camat Medan Marelan Zulkifli S. Pulungan, <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas berjalan kaki menuju lokasi TPU guna memastikan kondisi di lapangan.<br><br>Dalam peninjauan tersebut, ia juga melihat langsung potensi lahan TPU yang memiliki luas sekitar 1,8 hektare. Menurutnya, keberadaan TPU ini sangat dibutuhkan mengingat lahan pemakaman di Marelan semakin terbatas.<br><br>&quot;Lahan pemakaman di Marelan saat ini sudah sangat sempit, bahkan ada yang bertumpuk. Kondisi ini sudah mendesak,&quot; katanya.<br><br>Ia memastikan Pemko Medan akan segera mengambil langkah konkret dengan membenahi akses jalan agar TPU dapat segera difungsikan.<br><br>&quot;Komitmen Pemko Medan, kita benahi jalannya agar TPU ini bisa segera dimanfaatkan,&quot; tegasnya.<br><br>Selain itu, <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas menyebut pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), mengingat akses jalan tersebut merupakan jalan inspeksi di sisi aliran sungai.<br><br>Sementara itu, Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Khairul Azmi, menjelaskan bahwa akses jalan menuju TPU merupakan jalan inspeksi yang menjadi tanggung jawab BWS. Meski demikian, Pemko Medan akan mempercepat koordinasi agar jalan yang sudah di-hotmix dapat disambung hingga ke lokasi TPU.<br><br>&quot;Target awalnya, akses jalan dipadatkan dan dicor agar ambulans maupun kendaraan roda empat bisa segera masuk,&quot; kata Khairul Azmi.<br><br>Ia menambahkan, Pemko Medan akan segera menyampaikan surat resmi kepada BWS guna mempercepat penanganan akses jalan tersebut.<br><br>&quot;Hari Senin kita surati BWS,&quot; pungkasnya.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_4217_Tinjau-TPU-Marelan-yang-Lama-Tidak-Difungsikan--Rico-Waas-Segera-Benahi-Akses-Jalan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/kota/65866/tinjau-tpu-marelan-yang-lama-tidak-difungsikan-rico-waas-segera-benahi-akses-jalan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sultan Agungan Imogiri</guid>
            <pubDate>Sat, 30 May 2026 12:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sultan Agungan Imogiri]]></title>
            <description><![CDATA[ halomedan.com Sultan Agungan Imogiri1.DhandhanggulaUpacara narendra Mentawis, Pajimatan Imogiri sigra, Gumanti warana langse, Aling aling ]]></description>
            <content><![CDATA[ <b><a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> -Sultan Agungan Imogiri<br><br>1.<br>Dhandhanggula<br><br>Upacara narendra Mentawis, <br>Pajimatan Imogiri sigra, <br>Gumanti warana langse, <br>Aling aling kelambu, <br>Wastra mligi kagem narpati, <br>Puncaking gunung Merak, <br>Kanjeng Sultan Agung, <br>Jatmika Nyakra Kusuma, <br>Gya pinundhi pepundhening tanah Jawi, <br>Mengkoni drajat pangkat. <br><br>2.<br>Pangkur<br><br>Duta wusnya lumaksana, <br>Adityo Jatmiko Faizal Rasyid, <br>Kinen warana ingukur, <br>Aneng Sultan Agungan, <br>Nami Agus tukang jahit wus ingutus, <br>Tuwan Rawang saking Jombang, <br>Pasrah uba rampe titi. <br><br>3.<br>Kinanthi <br><br>Laju lumampah rahayu, <br>Dinten Sabtu Pon pinanggih, <br>Kraton dalem Surakarta, <br>Ndherek Ratu Wandansari, <br>Ganti larapan warana, <br>Mawi tahlil takbir tahmid. <br><br>4.<br>Gambuh<br><br>Priyayi tanggap tangguh, <br>Pak Dekan <br>Iskandar Yasin rawuh, <br>Fakultas Teknik Sarwi kersa anitik, <br>Sowan Pajimatan agung, <br>Mrih antuk barokah yektos. <br><br>5.<br>Pucung<br><br>Turut lurung langkung riyin mampir warung, <br>Miwiti sarapan, <br>Dhahar enak ngunjuk manis, <br>Reh tenaga gagas pikir reka daya. <br><br>6.<br>Megatruh<br><br>Pasang luwur donga pamuji sumawur, <br>Ngalap berkah jroning kapti, <br>Kasuwargan Sultan Agung, <br>Tinata sagunging abdi, <br>Pangajab gayuhan awoh. <br><br>7.<br>Mijil<br>Mawar kanthil kenanga melathi, <br>Tata cara dandos, <br>Angiringi wrana luwur langse, <br>Unggul kabul sakehing pangesthi, <br>Gandane mastuti, <br>Dupane kumelun. <br><br>8.<br>Asmarandana<br><br>Pangangge busana Jawi, <br>Priya blangkon bebet beskap, <br>Putri kemben sanggul gelung kondhe, <br>Umanjing Sultan Agungan, <br>Masang langse genep genah, <br>Lampah laku nut pituduh, <br>Run tumurun nak tumanak.<br><br>9.<br>Durma<br><br>Wilujengan ing pangangkah binerkahan, <br>Uba rampe sesaji, <br>Purna pemasangan, <br>Langse luwur warana,<br>Sanyata pakarti wigati, <br>Laju laksita, <br>Lilah lilih penggalih. <br><br>10.<br>Sinom<br><br>Pendherek Sultan Agungan, <br>Kanjeng Ratu Batang riyin, <br>Sunan Amangkurat Amral, <br>Kanjeng Balitar Bupati, <br>Dalang Panjang Mas bekti, <br>Trah kraton Mataram luhur, <br>Minulyeng jagad raya, <br>Mberkahi wong tanah Jawi, <br>Putra wayah prayogane ngarah arah. <br><br>11.<br>Maskumambang<br><br>Puja puji gusti bendara priyayi, <br>Pelestari kabudayan, <br>Mrih kokohing jatidiri, <br>Saindhening nusantara. <br><br>12.<br>Pangkur<br><br>Sultan Agung Ratu Batang,<br>Jeng Sinuwun Amangkurat Kaping Dwi, <br>Surabangi Kanjeng Ratu, <br>Jeng Pekik Surabaya, <br>Wandansari  Kasiliran Wigang estu,<br>Kanjeng Juminah Balitar, <br>Salisir miwah Rerangin.<br><br><br>Pajimatan Imogiri, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/purwadi/" target="_blank">Purwadi</a><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_4868_Sultan-Agungan-Imogiri.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/umum/65865/sultan-agungan-imogiri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pajimatan Sultan Agungan Imogiri</guid>
            <pubDate>Sat, 30 May 2026 12:20:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pajimatan Sultan Agungan Imogiri]]></title>
            <description><![CDATA[ halomedan.com  Pajimatan Sultan Agungan Imogiri1.DhandhanggulaUpacara narendra Mentawis, Pajimatan Imogiri sigra, Gumanti warana langse, A]]></description>
            <content><![CDATA[ <b><a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> - Pajimatan Sultan Agungan Imogiri<br><br>1.<br>Dhandhanggula<br><br>Upacara narendra Mentawis, <br>Pajimatan Imogiri sigra, <br>Gumanti warana langse, <br>Aling aling kelambu, <br>Wastra mligi kagem narpati, <br>Puncaking gunung Merak, <br>Kanjeng Sultan Agung, <br>Jatmika Nyakra Kusuma, <br>Gya pinundhi pepundhening tanah Jawi, <br>Mengkoni drajat pangkat. <br><br>2.<br>Pangkur<br><br>Duta wusnya lumaksana, <br>Adityo Jatmiko Faizal Rasyid, <br>Kinen warana ingukur, <br>Aneng Sultan Agungan, <br>Nami Agus tukang jahit wus ingutus, <br>Tuwan Rawang saking Jombang, <br>Pasrah uba rampe titi. <br><br>3.<br>Kinanthi <br><br>Laju lumampah rahayu, <br>Dinten Sabtu Pon pinanggih, <br>Kraton dalem Surakarta, <br>Ndherek Ratu Wandansari, <br>Ganti larapan warana, <br>Mawi tahlil takbir tahmid. <br><br>4.<br>Gambuh<br><br>Priyayi tanggap tangguh, <br>Pak Dekan <br>Iskandar Yasin rawuh, <br>Fakultas Teknik Sarwi kersa anitik, <br>Sowan Pajimatan agung, <br>Mrih antuk barokah yektos. <br><br>5.<br>Pucung<br><br>Turut lurung langkung riyin mampir warung, <br>Miwiti sarapan, <br>Dhahar enak ngunjuk manis, <br>Reh tenaga gagas pikir reka daya. <br><br>6.<br>Megatruh<br><br>Pasang luwur donga pamuji sumawur, <br>Ngalap berkah jroning kapti, <br>Kasuwargan Sultan Agung, <br>Tinata sagunging abdi, <br>Pangajab gayuhan awoh. <br><br>7.<br>Mijil<br>Mawar kanthil kenanga melathi, <br>Tata cara dandos, <br>Angiringi wrana luwur langse, <br>Unggul kabul sakehing pangesthi, <br>Gandane mastuti, <br>Dupane kumelun. <br><br>8.<br>Asmarandana<br><br>Pangangge busana Jawi, <br>Priya blangkon bebet beskap, <br>Putri kemben sanggul gelung kondhe, <br>Umanjing Sultan Agungan, <br>Masang langse genep genah, <br>Lampah laku nut pituduh, <br>Run tumurun nak tumanak.<br><br>9.<br>Durma<br><br>Wilujengan ing pangangkah binerkahan, <br>Uba rampe sesaji, <br>Purna pemasangan, <br>Langse luwur warana,<br>Sanyata pakarti wigati, <br>Laju laksita, <br>Lilah lilih penggalih. <br><br>10.<br>Sinom<br><br>Pendherek Sultan Agungan, <br>Kanjeng Ratu Batang riyin, <br>Sunan Amangkurat Amral, <br>Kanjeng Balitar Bupati, <br>Dalang Panjang Mas bekti, <br>Trah kraton Mataram luhur, <br>Minulyeng jagad raya, <br>Mberkahi wong tanah Jawi, <br>Putra wayah prayogane ngarah arah. <br><br>11.<br>Maskumambang<br><br>Puja puji gusti bendara priyayi, <br>Pelestari kabudayan, <br>Mrih kokohing jatidiri, <br>Saindhening nusantara. <br><br><br>Pajimatan Imogiri,<br><a href="https://www.halomedan.com/tag/purwadi/" target="_blank">Purwadi</a><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/05/_4840_Pajimatan-Sultan-Agungan-Imogiri.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/65864/pajimatan-sultan-agungan-imogiri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>