<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.halomedan.com/</link>
        <description>Halo Medan | Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Wed, 07 Oct 2026 01:13:37 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rico Waas Ditabalkan Marga Ginting, Sebut sebagai Amanah</guid>
            <pubDate>Wed, 07 Oct 2026 01:09:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rico Waas Ditabalkan Marga Ginting, Sebut sebagai Amanah]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN &mdash Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas akan menerima penabalan marga dari keluarga besar masyarakat Karo. Bagi Rico, marga t]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN &mdash; Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas akan menerima penabalan marga dari keluarga besar masyarakat <a href="https://www.halomedan.com/tag/karo/" target="_blank">Karo</a>. Bagi Rico, marga tersebut bukan sekadar identitas, tetapi amanah untuk mengenal dan memperkenalkan budaya <a href="https://www.halomedan.com/tag/karo/" target="_blank">Karo</a> lebih luas.<br><br>Hal itu disampaikan Rico saat menerima Panitia Mburo Tedeh Ate sekaligus Penabalan Marga Wali Kota Medan di Balai Kota Medan, Senin (6/10/2026).<br><br>Prosesi penabalan bersama Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas dijadwalkan berlangsung di Gedung TP PKK Kota Medan, 7 November 2026.<br><br>Rico mengaku bangga dipercaya menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat <a href="https://www.halomedan.com/tag/karo/" target="_blank">Karo</a>. Ia mengatakan, setelah menerima marga, dirinya memiliki tanggung jawab untuk ikut memperhatikan pemberdayaan masyarakat <a href="https://www.halomedan.com/tag/karo/" target="_blank">Karo</a> sekaligus mempromosikan kebudayaannya.<br><br>&laquo;&quot;Ini bukan hanya soal penabalan marga. Ada tanggung jawab khusus setelah saya ditabalkan, bagaimana saya memberikan perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat <a href="https://www.halomedan.com/tag/karo/" target="_blank">Karo</a> dan ikut mempromosikan kebudayaan <a href="https://www.halomedan.com/tag/karo/" target="_blank">Karo</a> ke kancah nasional,&quot; kata Rico.&raquo;<br><br>Ia juga ingin memahami lebih dalam sejarah, bahasa, adat istiadat, musik tradisional dan tradisi <a href="https://www.halomedan.com/tag/karo/" target="_blank">Karo</a> agar dapat menjelaskannya kepada masyarakat luas.<br><br>Rico berharap penabalan tersebut menjadi bagian dari kekerabatan dan memberikan manfaat bagi masyarakat <a href="https://www.halomedan.com/tag/karo/" target="_blank">Karo</a> di Kota Medan. Ia juga menegaskan momentum tersebut tidak semestinya dipandang sebagai kepentingan politik.<br><br>Ketua Panitia Muhammad Edison Ginting mengatakan, prosesi akan dikemas dengan nuansa adat <a href="https://www.halomedan.com/tag/karo/" target="_blank">Karo</a>. Sejumlah unsur budaya akan ditampilkan, seperti alat musik tradisional, tarian, nyanyian, prosesi adat dan tradisi manuk sangka atau makan nasi bersama.<br><br>&quot;Kita akan menabalkan marga Wali Kota menjadi Ginting Suka bere-bere Tarigan, sedangkan Ketua TP PKK Kota Medan menjadi Beru Sembiring Pelawi,&quot; jelas Ginting.<br><br>Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan konsep &quot;Medan untuk Semua&quot; dan diharapkan memperkuat kekerabatan serta kebersamaan antarsuku di Kota Medan.<br><br>Tokoh masyarakat <a href="https://www.halomedan.com/tag/karo/" target="_blank">Karo</a> Roy Fakhrabi menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkenalkan eksistensi masyarakat <a href="https://www.halomedan.com/tag/karo/" target="_blank">Karo</a> di Kota Medan. Sejumlah kepala daerah, tokoh masyarakat dan tokoh adat direncanakan hadir.Kalau ingin, saya juga bisa buatkan 5 judul alternatif yang lebih menarik/clickable tetapi tetap bernuansa berita.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_5908_Rico-Waas-Ditabalkan-Marga-Ginting--Sebut-sebagai-Amanah.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/politik/66966/rico-waas-ditabalkan-marga-ginting-sebut-sebagai-amanah/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">MK Nyatakan Permohonan soal Syarat Pendidikan Gibran Tak Dapat Diterima</guid>
            <pubDate>Wed, 07 Oct 2026 00:59:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[MK Nyatakan Permohonan soal Syarat Pendidikan Gibran Tak Dapat Diterima]]></title>
            <description><![CDATA[JAKARTA &ndash Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan permohonan yang mempersoalkan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ti]]></description>
            <content><![CDATA[JAKARTA &ndash; Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan permohonan yang mempersoalkan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak dapat diterima.</p><br>Dalam pertimbangannya, MK menilai para pemohon tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan permohonan tersebut. Sebab, para pemohon bukan pasangan calon dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.</p><br>Mengutip unggahan MK, Mahkamah juga menyatakan tidak menemukan bukti yang meyakinkan berupa ijazah, sertifikat, atau diploma yang menunjukkan Gibran telah menamatkan pendidikan di luar negeri yang setara dengan SMA atau sederajat.</p><br>Dokumen certificate of attendance dan catatan akademik yang menjadi dasar penyetaraan pendidikan Gibran turut dipertimbangkan oleh Mahkamah.</p><br>Namun, MK menilai dokumen tersebut hanya menunjukkan kehadiran dalam proses pembelajaran dan tidak membuktikan bahwa Gibran telah menyelesaikan atau lulus dari pendidikan tersebut.<br>Meski demikian, MK menegaskan tidak dapat membatalkan kedudukan Gibran sebagai Wakil Presiden melalui permohonan tersebut.</p><br>Mahkamah menjelaskan, proses pencalonan presiden dan wakil presiden telah berakhir setelah pasangan calon terpilih dilantik pada 20 Oktober 2024.</p><br>Dengan demikian, persoalan terkait syarat pencalonan Gibran tidak lagi dapat diselesaikan melalui mekanisme perselisihan hasil Pemilihan Presiden.</p><br>Atas pertimbangan tersebut, MK menyatakan permohonan para pemohon tidak dapat diterima karena tidak memiliki kedudukan hukum dalam perkara tersebut.red<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_6144_MK-Nyatakan-Permohonan-soal-Syarat-Pendidikan-Gibran-Tak-Dapat-Diterima.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66965/mk-nyatakan-permohonan-soal-syarat-pendidikan-gibran-tak-dapat-diterima/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Syahganda: Jarak Gagasan Pemerintah dan Kebutuhan Masyarakat Diperkecil</guid>
            <pubDate>Tue, 06 Oct 2026 21:42:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Syahganda: Jarak Gagasan Pemerintah dan Kebutuhan Masyarakat Diperkecil]]></title>
            <description><![CDATA[JAKARTA &mdash Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) menegaskan arah penguatan komunikasi pemerintah yang mengutamakan ]]></description>
            <content><![CDATA[JAKARTA &mdash; Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (<a href="https://www.halomedan.com/tag/bakom/" target="_blank">Bakom</a> RI) menegaskan arah penguatan komunikasi pemerintah yang mengutamakan penyampaian informasi secara sederhana, penyerapan aspirasi masyarakat, dan koordinasi lintas instansi. Pendekatan ini ditujukan untuk memperkecil jarak antara gagasan pemerintah dan kebutuhan masyarakat.<br><br>Dalam keterangan kepada media pada kegiatan serah terima jabatan, Kepala <a href="https://www.halomedan.com/tag/bakom/" target="_blank">Bakom</a> RI, Syahganda Nainggolan, Selasa sore, 6 Oktober 2026, menyampaikan bahwa pemerintah perlu lebih aktif memahami tanggapan masyarakat terhadap kebijakan dan pelaksanaan program. Komunikasi tidak hanya berfungsi menyampaikan pesan, tetapi juga mendengarkan usulan, masukan, keluhan, dan kritik publik.<br><br>&quot;Jadi strategi kita adalah strategi mendengar tadi,&quot; ujar Syahganda. <br><br>Menurut Syahganda Nainggolan, Presiden mengarahkan <a href="https://www.halomedan.com/tag/bakom/" target="_blank">Bakom</a> untuk mendengarkan suara rakyat secara sungguh-sungguh. <a href="https://www.halomedan.com/tag/bakom/" target="_blank">Bakom</a> akan mengembangkan pendekatan aktif atau menjemput bola agar memperoleh umpan balik masyarakat, sekaligus membantu menjelaskan arah kebijakan pemerintah dengan bahasa yang mudah dipahami. <br><br>Untuk mendukung pendekatan tersebut, <a href="https://www.halomedan.com/tag/bakom/" target="_blank">Bakom</a> akan memperkuat kerja sama dengan unsur komunikasi dan kehumasan pada kementerian, lembaga, instansi vertikal, serta pemerintahan daerah hingga tingkat desa. Masukan masyarakat akan diteruskan kepada instansi terkait sesuai bidang kewenangannya.<br><br>Wakil Kepala <a href="https://www.halomedan.com/tag/bakom/" target="_blank">Bakom</a> RI, Fadli Tri Hartono menegaskan bahwa program, gagasan, dan kebijakan pemerintah harus dapat menjangkau masyarakat seluas-luasnya. Karena itu, penyampaian informasi perlu menggunakan bahasa sederhana agar masyarakat dapat memahami pesan pemerintah secara utuh.<br><br>Fadli Tri Hartono juga menyampaikan pentingnya mendengarkan masyarakat secara aktif dan meneruskan aspirasi kepada kementerian, lembaga terkait, serta Presiden. Kerja sama dengan media akan diperkuat untuk mendukung penyampaian informasi dan penerimaan masukan publik.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/bakom/" target="_blank">Bakom</a> akan melanjutkan dan mengoptimalkan kapasitas yang telah tersedia, termasuk jejaring kehumasan, perangkat big data, hubungan dengan wartawan, serta pertemuan rutin bersama media.<br><br>Penguatan tersebut diarahkan untuk mendukung kerja komunikasi pemerintah yang lebih cepat dan responsif.<br><br>Melalui komunikasi dua arah, <a href="https://www.halomedan.com/tag/bakom/" target="_blank">Bakom</a> berupaya membantu masyarakat memahami kebijakan pemerintah sekaligus memastikan suara masyarakat dapat diterima oleh pihak yang berwenang. Rel<br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_3623_Syahganda--Jarak-Gagasan-Pemerintah-dan-Kebutuhan-Masyarakat-Diperkecil.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66964/syahganda-jarak-gagasan-pemerintah-dan-kebutuhan-masyarakat-diperkecil/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Gugatan Minta Gibran Didiskualifikasi Kandas di MK</guid>
            <pubDate>Tue, 06 Oct 2026 21:37:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Gugatan Minta Gibran Didiskualifikasi Kandas di MK]]></title>
            <description><![CDATA[ halomedan.com  JAKARTA  &ndash Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan gugatan terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Ra]]></description>
            <content><![CDATA[ <b><a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> - JAKARTA | &ndash; Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan gugatan terkait syarat pendidikan Wakil Presiden <a href="https://www.halomedan.com/tag/gibran/" target="_blank">Gibran</a> Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024 tidak dapat diterima.<br>Putusan tersebut dibacakan dalam sidang di Gedung MK, Jakarta, Selasa (6/10/2026).</p><br>MK mengabulkan eksepsi mengenai kedudukan hukum atau legal standing para pemohon. Mahkamah menilai para pemohon tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan perkara tersebut.</p><br>Dengan pertimbangan tersebut, MK tidak melanjutkan pemeriksaan terhadap pokok permohonan yang mempersoalkan syarat pendidikan <a href="https://www.halomedan.com/tag/gibran/" target="_blank">Gibran</a>.</p><br>Sebelumnya, para pemohon meminta MK mendiskualifikasi <a href="https://www.halomedan.com/tag/gibran/" target="_blank">Gibran</a> sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024. Mereka juga meminta sejumlah keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait pencalonan dan hasil Pilpres 2024 dibatalkan.<br>Persoalan yang diajukan berkaitan dengan pemenuhan syarat pendidikan calon wakil presiden. Para pemohon mempersoalkan dokumen dan ketentuan yang digunakan dalam proses pencalonan <a href="https://www.halomedan.com/tag/gibran/" target="_blank">Gibran</a>.</p><br>Dalam persidangan, MK turut mempertimbangkan berbagai hal yang berkaitan dengan bukti pendidikan tersebut. Namun, Mahkamah tidak sampai memutus apakah syarat pendidikan <a href="https://www.halomedan.com/tag/gibran/" target="_blank">Gibran</a> telah terpenuhi atau tidak.</p><br>Pasalnya, persoalan kedudukan hukum pemohon menjadi alasan utama perkara tersebut tidak dapat dilanjutkan ke pemeriksaan pokok permohonan.<br>Dengan demikian, putusan MK kali ini tidak menyatakan bahwa substansi persoalan syarat pendidikan <a href="https://www.halomedan.com/tag/gibran/" target="_blank">Gibran</a> terbukti atau tidak terbukti. Mahkamah hanya menyatakan permohonan tidak dapat diterima karena pemohon dinilai tidak memiliki legal standing.red/dt<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_7728_Gugatan-Minta-Gibran-Didiskualifikasi-Kandas-di-MK.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/politik/66963/gugatan-minta-gibran-didiskualifikasi-kandas-di-mk/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">KH. AKHMAD KHAMBALI: MOMENTUM MEMPERKUAT KOLABORASI ULAMA, UMARO, TNI, POLRI DAN UMAT</guid>
            <pubDate>Tue, 06 Oct 2026 20:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[KH. AKHMAD KHAMBALI: MOMENTUM MEMPERKUAT KOLABORASI ULAMA, UMARO, TNI, POLRI DAN UMAT]]></title>
            <description><![CDATA[KH. AKHMAD KHAMBALI MOMENTUM MEMPERKUAT KOLABORASI ULAMA, UMARO, TNI, POLRI DAN UMAT]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br>MEDAN &mdash; Kehadiran <a href="https://www.halomedan.com/tag/kapolda/" target="_blank">Kapolda</a> Sumatera Utara Irjen. Pol. Sony Irawan, S.I.K., M.H. di Bumi Sumatera Utara disambut hangat dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat persatuan.<br><br>Penyambutan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi seluruh komponen bangsa dalam menjaga keamanan, kedamaian dan kondusivitas Sumatera Utara.<br><br>Hadir dalam momentum tersebut Gubernur Sumatera Utara, Kajati Sumatera Utara, Kasdam I/Bukit Barisan, Danlantamal, jajaran Forkopimda Provinsi Sumatera Utara, Pejabat Utama Polda Sumut, serta para Kapolres seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Utara.<br><br>Turut memberikan perhatian dan dukungan terhadap momentum tersebut KH. Akhmad Khambali, SE, MM., Ketua Umum Gema Santri Nusa, yang menegaskan bahwa kehadiran <a href="https://www.halomedan.com/tag/kapolda/" target="_blank">Kapolda</a> Sumatera Utara merupakan energi baru bagi penguatan kolaborasi antara ulama, umaro, TNI, Polri dan seluruh elemen masyarakat.<br><br>BUKAN SEKADAR PENYAMBUTAN, TETAPI AWAL GERAKAN BESAR<br><br>KH. Akhmad Khambali mengatakan, penyambutan <a href="https://www.halomedan.com/tag/kapolda/" target="_blank">Kapolda</a> Sumut tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus menjadi titik awal membangun gerakan bersama yang nyata dan berkelanjutan.<br><br>&laquo;&quot;Kami menyambut Bapak <a href="https://www.halomedan.com/tag/kapolda/" target="_blank">Kapolda</a> Sumatera Utara Irjen Pol. Sony Irawan dengan penuh hormat dan optimisme. Kehadiran beliau kami maknai sebagai energi baru untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi menjaga Sumatera Utara tetap aman, damai, sejuk dan bermartabat,&quot; ujar KH. Akhmad Khambali.&raquo;<br><br>Menurutnya, Sumatera Utara memiliki kekuatan besar karena memiliki banyak tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, organisasi kemasyarakatan serta unsur TNI dan Polri yang dapat bergerak bersama dalam satu visi.<br><br>&laquo;&quot;Kalau ulama membimbing, umat bersatu, umaro mengayomi, TNI menjaga kedaulatan dan Polri melindungi masyarakat, maka insyaallah Sumatera Utara akan menjadi rumah besar yang aman, damai dan bermartabat,&quot; tegasnya.&raquo;<br><br>DUKUNG PENUH PROGRAM KAPOLRI<br><br>Gema Santri Nusa, lanjut KH. Akhmad Khambali, siap mengambil bagian dalam mendukung dan mengimplementasikan program-program prioritas Kapolri di wilayah Sumatera Utara.<br><br>Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan keagamaan, sosial, kebangsaan dan pembinaan masyarakat, termasuk dakwah kebangsaan, sholawat kebangsaan, pembinaan generasi muda, penguatan moderasi beragama, pencegahan radikalisme dan ekstremisme, pemberantasan narkoba, serta gerakan menjaga kerukunan dan persatuan.<br><br>&laquo;&quot;Program Kapolri harus kita turunkan dari tingkat institusi sampai ke tengah-tengah masyarakat. Jangan hanya menjadi program kepolisian, tetapi kita jadikan gerakan bersama. Gema Santri Nusa siap menjadi bagian dari gerakan tersebut,&quot; katanya.&raquo;<br><br>SINERGI TNI-POLRI DAN ULAMA UNTUK SUMUT<br><br>Kehadiran unsur Gubernur Sumatera Utara, Kajati Sumut, Kasdam I/Bukit Barisan, Lantamal, Polda Sumut dan jajaran Forkopimda menjadi simbol kuat bahwa keamanan dan pembangunan daerah merupakan tanggung jawab bersama.<br><br>KH. Akhmad Khambali menilai kolaborasi lintas institusi tersebut sangat penting menghadapi berbagai tantangan yang berkembang di tengah masyarakat.<br><br>Mulai dari hoaks, ujaran kebencian, provokasi, intoleransi, radikalisme, ekstremisme, narkoba, kenakalan remaja hingga potensi konflik sosial, semuanya membutuhkan pendekatan bersama yang mengedepankan komunikasi, edukasi dan keteladanan.<br><br>&laquo;&quot;Kita jangan menunggu masalah menjadi besar. Ulama hadir memberikan pencerahan, pemerintah hadir memberikan pelayanan, TNI menjaga stabilitas, Polri memberikan perlindungan dan penegakan hukum, sementara masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga lingkungan masing-masing,&quot; jelasnya.&raquo;<br><br>DARI SUMATERA UTARA UNTUK INDONESIA<br><br>KH. Akhmad Khambali menegaskan, Sumatera Utara harus menjadi contoh bagaimana kekuatan Ulama, Umaro, TNI, Polri dan Umat dapat berjalan dalam satu frekuensi.<br><br>Menurutnya, keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi merupakan hasil dari kepercayaan, komunikasi dan gotong royong seluruh masyarakat.<br><br>&laquo;&quot;Kita ingin membangun Sumatera Utara bukan hanya aman secara keamanan, tetapi juga aman secara sosial, damai secara kehidupan, kuat secara persatuan dan bermartabat dalam peradaban,&quot; ungkapnya.&raquo;<br><br>Ia berharap kepemimpinan Irjen Pol. Sony Irawan di Sumatera Utara dapat semakin memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat serta membuka ruang kolaborasi yang luas bersama para ulama dan tokoh masyarakat.<br><br>SATU BUMI, SATU SEMANGAT, SATU KOMITMEN<br><br>Momentum penyambutan <a href="https://www.halomedan.com/tag/kapolda/" target="_blank">Kapolda</a> Sumatera Utara ini menjadi simbol bahwa seluruh elemen strategis Sumatera Utara siap berjalan bersama menjaga stabilitas daerah.<br><br>Ulama membimbing.<br>Umat bersatu.<br>Umaro mengayomi.<br>TNI menjaga.<br>Polri melindungi.<br><br>SATU KOMITMEN:<br><br>SUMATERA UTARA AMAN, DAMAI DAN BERMARTABAT.<br><br>Dari Bumi Sumatera Utara, seluruh elemen masyarakat menyampaikan pesan kuat:<br><br>&quot;Kita boleh berbeda pilihan, tetapi kita satu tujuan.<br><br>Kita boleh berbeda latar belakang, tetapi kita satu Indonesia.<br><br>Kita boleh berbeda cara pandang, tetapi jangan pernah berbeda dalam menjaga persatuan.&quot;<br><br>Gema Santri Nusa siap bersinergi bersama Polda Sumatera Utara dan seluruh Forkopimda untuk mengawal program-program Kapolri, memperkuat ketahanan sosial masyarakat, serta membangun Sumatera Utara yang aman, damai, sejuk, religius dan bermartabat.<br><br>Dari Sumut untuk Indonesia.<br>Bersama menjaga persatuan.<br>Bersama merawat kedamaian.<br>Bersama membangun negeri]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_5257_KH--AKHMAD-KHAMBALI--MOMENTUM-MEMPERKUAT-KOLABORASI-ULAMA--UMARO--TNI--POLRI-DAN-UMAT.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66962/kh-akhmad-khambali-momentum-memperkuat-kolaborasi-ulama-umaro-tni-polri-dan-umat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Di Era Bahlil, Golkar Tak Lagi Milik Para Pewaris: Dari Staf Ahli, Jurnalis hingga Kader Bawah Kini Duduk di Kabinet</guid>
            <pubDate>Tue, 06 Oct 2026 16:10:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Di Era Bahlil, Golkar Tak Lagi Milik Para Pewaris: Dari Staf Ahli, Jurnalis hingga Kader Bawah Kini Duduk di Kabinet]]></title>
            <description><![CDATA[JAKARTA &mdash Sebuah foto yang menampilkan sejumlah kader Partai Golkar yang kini menduduki posisi menteri dapat dibaca sebagai gambaran p]]></description>
            <content><![CDATA[JAKARTA &mdash; Sebuah foto yang menampilkan sejumlah kader Partai <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> yang kini menduduki posisi menteri dapat dibaca sebagai gambaran perubahan komposisi elite partai berlambang pohon beringin itu. Di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia, sejumlah kader yang meniti karier dari bawah kini mendapat tempat di lingkaran kekuasaan nasional.</p><br>Nama-nama seperti Muhammad Sarmuji, Wihaji, Maman Abdurrahman hingga Meutya Hafid memiliki perjalanan politik yang tidak identik dengan dinasti politik lama <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a>.</p><br>Sarmuji, misalnya, sebelum menjadi Menteri Perindustrian pada Oktober 2026, merupakan tenaga ahli Fraksi <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> di DPR. Ia kemudian menjadi anggota DPR selama tiga periode dan menjabat Sekretaris Jenderal Partai <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> sejak 2024. Rekam jejaknya juga panjang di organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, termasuk HMI, AMPI dan AMPG.</p><br>Wihaji memiliki perjalanan yang serupa. Ia mengawali karier politik sebagai staf ahli anggota DPR dari Partai <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a>. Ia sempat gagal dalam Pemilu 2014 sebelum kemudian terpilih sebagai Bupati Batang dan akhirnya dipercaya menjadi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN dalam Kabinet Merah Putih.<br>Sementara itu, Maman Abdurrahman datang dari jalur profesional dan organisasi. Setelah berkarier di sektor minyak dan gas, ia aktif di Partai <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> dan pernah menjadi tenaga ahli Kementerian Sosial pada 2018. Ia kemudian menjadi anggota DPR melalui mekanisme pergantian antarwaktu dan terpilih kembali pada Pemilu berikutnya sebelum dipercaya menjadi Menteri UMKM.</p><br>Ada pula Meutya Hafid. Sebelum masuk politik, ia dikenal sebagai jurnalis Metro TV. Jalan politiknya juga tidak langsung mulus. Ia gagal dalam pencalonan anggota DPR pada 2009 dan kemudian kalah dalam Pilkada Binjai 2010 sebagai calon wakil wali kota mendampingi Dhani Setiawan Isma. Setelah itu, ia justru masuk DPR melalui mekanisme PAW pada 2010 dan kemudian terpilih dalam tiga pemilu berikutnya. Kini ia menjadi Menteri Komunikasi dan Digital.</p><br>Rangkaian perjalanan tersebut memperlihatkan munculnya generasi kader <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> dengan latar belakang yang berbeda dari sebagian elite partai pada masa sebelumnya.</p><br>Dari dinasti menuju meritokrasi?</p><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> merupakan partai yang memiliki sejarah panjang dan berkelindan dengan kekuasaan sejak era Orde Baru. Karena sejarah tersebut, pembicaraan mengenai jejaring elite, keluarga politik dan kesinambungan antargenerasi selalu menjadi bagian dari dinamika internal partai.<br>Dalam konteks itu, komposisi elite <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> hari ini menarik untuk diperhatikan.<br>Nama keluarga seperti Bakrie, Laksono, Kalla, Isman, Hartanto, hingga Kartasasmita pernah menjadi bagian dari sejarah panjang elite <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> dan politik nasional. Namun, kemunculan sejumlah kader baru menunjukkan bahwa nama keluarga bukan satu-satunya jalur menuju posisi strategis di partai maupun pemerintahan.</p><br>Airlangga Hartarto menjadi salah satu figur yang masih memiliki hubungan langsung dengan elite Orde Baru. Ia merupakan putra Hartarto Sastrosoenarto, Menteri Perindustrian pada era pemerintahan Soeharto. Airlangga sendiri kemudian membangun karier politiknya sebagai anggota DPR, Menteri Perindustrian, Ketua Umum <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a>, dan kini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.<br>Namun, keberadaan Airlangga sekaligus memperlihatkan bahwa <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> hari ini tidak sepenuhnya meninggalkan generasi lama. Yang berubah adalah komposisinya: semakin banyak kader yang berasal dari jalur organisasi, profesional, legislatif dan politik akar rumput yang memperoleh akses ke posisi puncak.</p><br>Bahlil dan wajah baru <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a></p><br>Di titik inilah kepemimpinan Bahlil Lahadalia menarik untuk dilihat.<br>Bahlil sendiri bukan produk dinasti politik Orde Baru. Ia membangun karier dari organisasi kepemudaan dan dunia usaha sebelum masuk ke pemerintahan. Kini, sebagai Ketua Umum <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, ia memimpin partai yang secara historis memiliki banyak figur yang lahir dari lingkungan elite lama.<br>Pilihan untuk memberi ruang kepada kader seperti Sarmuji, Wihaji, Maman dan Meutya dapat dibaca sebagai upaya memperlebar jalur kaderisasi <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a>.<br>Bukan berarti seluruh kader tersebut datang dari latar belakang yang sama atau sepenuhnya tanpa jejaring politik. Mereka masing-masing memiliki pengalaman organisasi, legislatif dan pemerintahan yang panjang. Tetapi perjalanan mereka menunjukkan bahwa posisi strategis tidak semata-mata ditentukan oleh nama keluarga.</p><br>Dalam perspektif ini, <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> di bawah Bahlil sedang memperlihatkan wajah yang berbeda: kaderisasi berdasarkan perjalanan politik dan pengalaman organisasi semakin terlihat berdampingan dengan warisan elite lama.<br>Tidak ada lagi anggapan bahwa nama belakang tertentu otomatis membuat seorang kader lebih istimewa.</p><br>Bagi partai setua <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a>, perubahan semacam ini penting dicermati. Sebab, keberlangsungan sebuah partai tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan jaringan kekuasaan lama, tetapi juga oleh kemampuan membuka jalan bagi generasi yang datang dari bawah.</p><br>Foto tersebut, dengan demikian, bukan sekadar dokumentasi sejumlah menteri dari Partai <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a>. Ia dapat dibaca sebagai simbol perubahan generasi di tubuh partai: dari politik yang lekat dengan warisan keluarga menuju politik yang semakin memberi ruang bagi kader yang membangun kariernya melalui proses panjang di organisasi, parlemen dan pemerintahan.</p><br>Apakah ini menandai berakhirnya pengaruh &quot;darah biru&quot; di <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a>? Belum tentu.red</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_7143_Di-Era-Bahlil--Golkar-Tak-Lagi-Milik-Para-Pewaris--Dari-Staf-Ahli--Jurnalis-hingga-Kader-Bawah-Kini-Duduk-di-Kabinet.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/politik/66961/di-era-bahlil-golkar-tak-lagi-milik-para-pewaris-dari-staf-ahli-jurnalis-hingga-kader-bawah-kini-duduk-di-kabinet/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tembang Prof Dr HR Wijaya M.Si.  1. Dhandhanggula  Prof Wijaya sayekti winarni,  Badhe mendhar mangka guru besar,  Jroning pawiiyatan gedhe,  Babaran</guid>
            <pubDate>Tue, 06 Oct 2026 16:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tembang Prof Dr HR Wijaya M.Si.  1. Dhandhanggula  Prof Wijaya sayekti winarni,  Badhe mendhar mangka guru besar,  Jroning pawiiyatan gedhe,  Babaran]]></title>
            <description><![CDATA[Tembang Prof Dr HR Wijaya M.Si.1.DhandhanggulaProf Wijaya sayekti winarni, Badhe mendhar mangka guru besar, Jroning pawiiyatan gedhe, Babara]]></description>
            <content><![CDATA[<a href="https://www.halomedan.com/tag/tembang/" target="_blank">Tembang</a> Prof Dr HR Wijaya M.Si.<br><br>1.<br>Dhandhanggula<br><br>Prof Wijaya sayekti winarni, <br>Badhe mendhar mangka guru besar, <br>Jroning pawiiyatan gedhe, <br>Babaran kawruh ngelmu, <br>Mligi bidang sosiologi, <br>Mistik kejawen  Islam, <br>Sumebar sumawur, <br>Kampus UIN Raden Fatah, <br>Tata titi para kolega nekseni, <br>Kawignyan kautaman. <br><br>2.<br>Pangkur<br><br>Ngumandhang kota Palembang, <br>Banyu bening ilining kali Musi, <br>Marsudi dhawuh leluhur, <br>Lumantar ibu bapak, <br>Sung pituduh Prof Wijaya wani wanuh, <br>Kerajaan Sriwijaya, <br>Dadi wawasan historis. <br><br>3.<br>Mijil<br><br>Darma bakti dhumateng negari, <br>Mengabdi  kesohor, <br>Arum wangi melati rinonce, <br>Prof Wijaya mejang siswa siswi, <br>Kebangsaan inggil, <br>Kabudayan unggul.<br><br>4.<br>Sambang sambung sawang srawung, <br>Wicara ketitik becik, <br>Grapyak sigrak tur semanak, <br>Ngendi papan mikolehi, <br>Gandheng renteng Prof Wijaya, <br>Andhap asor welas asih. <br><br>5.<br>Gambuh <br><br>Ilmu laku tinemu, <br>Suka sukur rahayu sempulur, <br>Prof Wijaya mulang muruk kawruh Jawi, <br>Sosiologi tinutur, <br>Satemah ngembuyung awoh. <br><br>6.<br>Pucung<br><br>Sinengkuyung Prof Wijaya adi luhung, <br>Wasis samudaya, <br>Sanak kadang kakung putri, <br>Mbudidaya murih raharjaning praja. <br><br>7.<br>Asmarandana<br><br>Zakat fitrah idul fitri, <br>Idul Kurban sasi Besar, <br>Gotong royong gawa gawe, <br>Jumurung kerja sosial, <br>imbang serasi selaras, <br>Prof Wijaya gugur gunung, <br>Caket raket seduluran. <br><br>8.<br>Megatruh<br><br>Unggul kabul organisasi pinunjul, <br>Sekretaris PGRI, <br>Sadarum Ketua Umum, <br>Wadhahe psiko terapi, <br>Prof Wijaya kersa momong. <br><br>9.<br>Durma<br><br>Ibu Ela Aspiati nama garwa, <br>Dita Nurul Safitri, <br>Putra sepisanan, <br>Tika Widya Utama, <br>Raka Andika Jagad  katri, <br>Wusnya bebrayan, <br>Subur makmur basuki. <br><br>10.<br>Maskumambang<br><br>Muhammad Shalahuddin Syah kang pinilih, <br>Muhammad Nyakra Kusuma, <br>Lan Naila Larasati, <br>Tetiga wayah Prof Wijaya. <br><br>11.<br>Sinom<br><br>Kuat drajat pangkat semat, <br>Wirya arta tri winasis, <br>Prof Wijaya ngupakara, <br>Bu Ela  nayogyani, <br>Ndherek kersa anak putu, <br>Mardi dalan kamulyan,<br>Yuwana hayu lestari, <br>Kawidadan kawibawan karaharjan. <br><br><br>Palembang, 7 Oktober 2026.<br>Purwadi<br><br>10.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_8923_Tembang-Prof-Dr-HR-Wijaya-M-Si---1--Dhandhanggula--Prof-Wijaya-sayekti-winarni---Badhe-mendhar-mangka-guru-besar---Jroning-pawiiyatan-gedhe---Babaran.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/66960/tembang-prof-dr-hr-wijaya-msi-1-dhandhanggula-prof-wijaya-sayekti-winarni-badhe-mendhar-mangka-guru-besar-jroning-pawiiyatan-gedhe-babaran/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">SYAMSUL RIZAL KETUM GARUDA 08 : CALON KAPOLRI BARU, HARAPAN BARU BAGI POLRI DAN RAKYAT INDONESIA</guid>
            <pubDate>Tue, 06 Oct 2026 11:22:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[SYAMSUL RIZAL KETUM GARUDA 08 : CALON KAPOLRI BARU, HARAPAN BARU BAGI POLRI DAN RAKYAT INDONESIA]]></title>
            <description><![CDATA[JAKARTA &mdash Ketua Umum GARUDA 08, Syamsul Rizal, menyambut positif langkah Presiden Prabowo Subianto yang secara resmi mengajukan Komjen]]></description>
            <content><![CDATA[<br>JAKARTA &mdash; Ketua Umum GARUDA 08, Syamsul <a href="https://www.halomedan.com/tag/rizal/" target="_blank">Rizal</a>, menyambut positif langkah Presiden Prabowo Subianto yang secara resmi mengajukan Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri untuk menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Pengajuan tersebut telah disampaikan melalui Surat Presiden kepada DPR RI dan kini memasuki tahapan konstitusional di parlemen. Bagi Syamsul <a href="https://www.halomedan.com/tag/rizal/" target="_blank">Rizal</a>, langkah Presiden tersebut merupakan momentum penting untuk mempersiapkan kepemimpinan baru Polri dalam menghadapi tantangan bangsa yang semakin kompleks.<br><br>Syamsul <a href="https://www.halomedan.com/tag/rizal/" target="_blank">Rizal</a> menegaskan bahwa posisi Komjen Pol Suyudi Ario Seto saat ini adalah calon Kapolri yang diajukan Presiden, sehingga seluruh pihak patut menghormati proses dan mekanisme yang sedang berlangsung di DPR RI. Menurutnya, proses tersebut bukan sekadar pergantian pucuk pimpinan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat profesionalisme, integritas, modernisasi, serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.<br><br>&quot;Kami menyambut positif keputusan Presiden Prabowo mengajukan Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri. Menurut pandangan kami, pilihan Presiden tersebut merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan bangsa ke depan. Kini proses konstitusional sedang berjalan, dan tentu harus kita hormati bersama. Masyarakat menaruh harapan besar terhadap hadirnya kepemimpinan baru Polri yang profesional, tegas, humanis, dan berintegritas,&quot; ujar Syamsul <a href="https://www.halomedan.com/tag/rizal/" target="_blank">Rizal</a>.<br><br>Menurut Syamsul <a href="https://www.halomedan.com/tag/rizal/" target="_blank">Rizal</a>, pengalaman panjang Komjen Pol Suyudi Ario Seto di berbagai penugasan strategis menjadi salah satu aspek penting yang akan menjadi perhatian publik selama proses pencalonannya. Tantangan kepolisian ke depan semakin luas, mulai dari kejahatan konvensional dan transnasional, narkotika, kejahatan siber dan kejahatan terorganisasi, hingga tuntutan masyarakat terhadap penegakan hukum yang transparan, adil, dan tidak diskriminatif.<br><br>GARUDA 08 berpandangan bahwa masyarakat Indonesia menaruh perhatian besar terhadap proses penentuan calon Kapolri menjadi Kapolri definitif. Harapan publik bukan hanya tertuju kepada figur, melainkan juga kepada agenda besar transformasi institusi kepolisian. Polri diharapkan semakin profesional dalam penegakan hukum, semakin terbuka terhadap pengawasan, semakin responsif dalam pelayanan, serta mampu menjadikan kepercayaan masyarakat sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas negara.<br><br>&quot;Calon Kapolri yang nantinya memperoleh persetujuan DPR dan ditetapkan sesuai mekanisme konstitusional akan memikul amanah yang sangat besar. Rakyat menginginkan kepolisian yang kuat dalam memberantas kejahatan, tetapi sekaligus humanis dalam melayani masyarakat. Ketegasan hukum harus berjalan bersama keadilan, integritas dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat,&quot; tegas Syamsul <a href="https://www.halomedan.com/tag/rizal/" target="_blank">Rizal</a>.<br><br>Syamsul <a href="https://www.halomedan.com/tag/rizal/" target="_blank">Rizal</a> juga mengajak seluruh elemen bangsa memberikan ruang bagi proses konstitusional di DPR RI untuk berjalan secara objektif dan transparan. Menurutnya, uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Kapolri merupakan bagian penting dalam memastikan arah kepemimpinan Polri ke depan. Karena itu, perhatian publik sebaiknya diarahkan kepada visi, program, integritas, profesionalisme, serta komitmen calon Kapolri dalam memperkuat supremasi hukum dan pelayanan kepada masyarakat.<br><br>&quot;Kami berharap seluruh tahapan berjalan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku. Rakyat Indonesia menantikan kepemimpinan baru Polri yang mampu membawa semangat pembaruan, menjaga keamanan dan ketertiban, serta memastikan hukum berdiri tegak untuk seluruh rakyat. GARUDA 08 berharap proses pencalonan Komjen Pol Suyudi Ario Seto dapat menjadi momentum untuk semakin memperkuat Polri sebagai institusi yang profesional, modern, berintegritas dan dipercaya masyarakat,&quot; pungkas Syamsul <a href="https://www.halomedan.com/tag/rizal/" target="_blank">Rizal</a>.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_1813_SYAMSUL-RIZAL-KETUM-GARUDA-08---CALON-KAPOLRI-BARU--HARAPAN-BARU-BAGI-POLRI-DAN-RAKYAT-INDONESIA.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66959/syamsul-rizal-ketum-garuda-08-calon-kapolri-baru-harapan-baru-bagi-polri-dan-rakyat-indonesia/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Usai Karo, PDI Perjuangan Sumut Lanjutkan Pemberian Tali Asih untuk Siswa Terdampak MBG di Kisaran</guid>
            <pubDate>Tue, 06 Oct 2026 10:11:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Usai Karo, PDI Perjuangan Sumut Lanjutkan Pemberian Tali Asih untuk Siswa Terdampak MBG di Kisaran]]></title>
            <description><![CDATA[Usai Karo, PDI Perjuangan Sumut Lanjutkan Pemberian Tali Asih untuk Siswa Terdampak MBG di Kisaran ]]></description>
            <content><![CDATA[<br>ASAHAN&mdash; Setelah memberikan tali asih kepada siswa terdampak dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sabtu (3/10/2026), DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara melanjutkan pemberian bantuan kepada siswa terdampak di Kabupaten Asahan. Penyerahan tali asih berlangsung di MTsN 2 Asahan, Kisaran, Senin (05/10/2026) terhadap 21 orang siswa. <br><br> <br><br>Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian PDI Perjuangan Sumatera Utara terhadap anak-anak dan keluarga yang terdampak persoalan dalam pelaksanaan program MBG (dugaan keracunan). Pemberian tali asih juga menjadi wujud pelaksanaan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar kader selalu hadir di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi sulit. <br><br> <br><br>Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan, mengatakan pemberian tali asih tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak. <br><br> <br><br>&quot;Kami melanjutkan apa yang sudah dilakukan di Karo. Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri dan ada yang hadir memberikan dukungan di tengah situasi yang mereka hadapi,&quot; ujar Sutrisno. <br><br> <br><br>Menurut Sutrisno, perhatian kepada para siswa tersebut bukan hanya soal bantuan yang diberikan, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak dan keluarga mereka merasa didampingi setelah mengalami kejadian yang tidak diharapkan. <br><br> <br><br>&quot;Kita bisa membayangkan bagaimana perasaan anak-anak dan orang tua setelah mengalami kejadian seperti ini. Karena itu, kami ingin datang, bertemu langsung, mendengar dan memberikan sedikit penguatan. Mudah-mudahan mereka segera pulih dan bisa kembali menjalani hari-hari mereka dengan tenang,&quot; katanya. <br><br> <br><br>Ia menjelaskan, tali asih yang diberikan merupakan wujud gotong royong kader PDI Perjuangan Sumatera Utara. Bantuan disalurkan dalam bentuk tabungan melalui kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI), dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan kondisi siswa terdampak. <br><br> <br><br>Untuk siswa yang mengalami kondisi berat hingga harus menjalani perawatan dan dirujuk, bantuan diberikan sebesar Rp2,5 juta per orang (khusus Kabupaten Karo). Sementara siswa yang menjalani rawat inap mendapatkan Rp500 ribu per orang, sedangkan siswa terdampak yang tidak menjalani perawatan memperoleh Rp300 ribu per orang. <br><br> <br><br>&quot;Nilainya mungkin tidak akan menghapus apa yang sudah mereka alami. Tetapi kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan dan menjadi tanda bahwa ada orang-orang yang ikut memikirkan mereka. Bagi kami, itu yang paling penting,&quot; ujar Sutrisno. <br><br> <br><br>Semula DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Utara menjadwalkan pembagian tali asih di Asahan, Senin (5/10/2026) Pukul 16.00 WIB. Namun akhirnya disesuaikan dengan waktu belajar para siswa di sekolah, Senin (5/10/2026) Pukul 10.00 WIB. Dalam kegiatan tersebut, DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Utara menugaskan Sekretaris, Soetarto menyerahkan tali asih kepada para siswa terdampak. Soetarto didampingi Rosmansyah, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Asahan beserta pengurus DPC dan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Asahan.  <br><br> <br><br>Bantuan diberikan melalui tabungan yang difasilitasi BRI sehingga dapat dimanfaatkan oleh masing-masing penerima. Sutrisno mengatakan perhatian PDI Perjuangan terhadap para siswa terdampak tidak berhenti pada pemberian tali asih. Menurutnya, perkembangan kondisi anak-anak dan persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan MBG tetap perlu menjadi perhatian bersama. <br><br> <br><br>&quot;Kami berharap anak-anak segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Dan tentu kita semua berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Anak-anak harus menjadi perhatian utama dalam setiap pelaksanaan program yang menyangkut kebutuhan mereka,&quot; katanya. <br><br> <br><br>Ia menambahkan, pemberian tali asih di Asahan merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya dilakukan di Kabupaten Karo, dan akan dilanjutkan Rabu (7/10/2026) di Kabupaten Deli Serdang. Perhatian tersebut menjadi bagian dari kepedulian kader PDI Perjuangan Sumatera Utara kepada masyarakat yang terdampak persoalan MBG. <br><br> <br><br>&quot;Kami akan terus melihat apa yang dibutuhkan masyarakat di lapangan. Kalau ada yang bisa kami lakukan untuk membantu, kami akan berusaha hadir. Bukan karena ingin sekadar datang memberikan bantuan, tetapi karena kami ingin anak-anak dan keluarga ini tahu bahwa mereka punya banyak orang yang peduli,&quot; ujar Sutrisno. <br><br> <br><br>Melalui pemberian tali asih tersebut, PDI Perjuangan Sumatera Utara melanjutkan kepedulian kepada para siswa dan keluarga terdampak MBG, setelah sebelumnya melakukan kegiatan serupa di Kabupaten Karo. Kehadiran kader di tengah masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan kepada keluarga yang terdampak sekaligus memastikan mereka tidak menghadapi persoalan tersebut seorang diri.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_3718_Usai-Karo--PDI-Perjuangan-Sumut-Lanjutkan-Pemberian-Tali-Asih-untuk-Siswa-Terdampak-MBG-di-Kisaran.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66958/usai-karo-pdi-perjuangan-sumut-lanjutkan-pemberian-tali-asih-untuk-siswa-terdampak-mbg-di-kisaran/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Batalyon Parako 463 Pasgat Terima Tanda Kehormatan Samkaryanugraha</guid>
            <pubDate>Tue, 06 Oct 2026 08:24:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Batalyon Parako 463 Pasgat Terima Tanda Kehormatan Samkaryanugraha]]></title>
            <description><![CDATA[JAKARTA &mdash Batalyon Parako 463 Pasgat &quotPancawara&quot menorehkan catatan penting dalam perjalanan pengabdiannya kepada bangsa dan]]></description>
            <content><![CDATA[JAKARTA &mdash; Batalyon Parako 463 Pasgat &quot;Pancawara&quot; menorehkan catatan penting dalam perjalanan pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Bertepatan dengan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Batalyon Parako 463 Pasgat menerima Tanda Kehormatan Samkaryanugraha di Markas Besar TNI, Jakarta, Senin (5/10/2026).</p><br>Tanda kehormatan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan diterima oleh Komandan Batalyon Parako 463 Pasgat, Letkol Pas Jhon Herriansyah Siregar, S.I.P.<br>Penganugerahan Samkaryanugraha tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 86/TK/Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Samkaryanugraha yang ditetapkan di Jakarta pada 5 Oktober 2026.</p><br>Dalam petikan Keputusan Presiden tersebut, Batalyon Parako 463 Pasgat &quot;Pancawara&quot; dianugerahi Tanda Kehormatan Samkaryanugraha atas jasa dalam operasi militer dan pembangunan TNI Angkatan Udara.</p><br>Pengabdian tersebut mencakup pelaksanaan Operasi Pengamanan Objek Vital Nasional Bandara Kualanamu pada 2013&ndash;2026, Satgas Garuda UNIFIL pada 2021, Satgas Pamtas RI-PNG pada 2022&ndash;2026, penanggulangan bencana alam di wilayah Sumatera Utara dan Aceh pada 2025, serta peningkatan kemampuan personel antiterorisme aspek udara.<br>Rangkaian penugasan tersebut dinilai turut mendukung pelaksanaan misi perdamaian dunia dan kemanusiaan serta upaya menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.</p><br>Bagi keluarga besar Batalyon Parako 463 Pasgat, penganugerahan Samkaryanugraha menjadi kehormatan sekaligus kebanggaan. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, profesionalisme, disiplin, dan semangat pengabdian para prajurit Pancawara dalam menjalankan berbagai penugasan.</p><br>Dalam pesan yang tercantum dalam Keputusan Presiden tersebut, Presiden Republik Indonesia memberikan amanat kepada para prajurit Batalyon Parako 463 Pasgat:</p><br>&quot;KOBARKAN SEMANGAT &#039BAYU BUMI SAMYOGA&#039; PRAJURIT PANCAWARA PASGAT. JADILAH PUNGGAWA DIRGANTARA PELINDUNG TANAH AIR YANG KOKOH DAN CEPAT DI DARAT MAUPUN DI UDARA.&quot;</p><br>Pesan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh prajurit Batalyon Parako 463 Pasgat untuk terus menjaga kehormatan satuan, meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan, serta memberikan pengabdian terbaik dalam setiap tugas yang dipercayakan.</p><br>Penganugerahan Samkaryanugraha bukan hanya menjadi tanda kehormatan bagi satuan, tetapi juga menjadi bagian dari catatan sejarah perjalanan panjang Batalyon Parako 463 Pasgat &quot;Pancawara&quot; dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara.red</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_3078_Batalyon-Parako-463-Pasgat-Terima-Tanda-Kehormatan-Samkaryanugraha.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66957/batalyon-parako-463-pasgat-terima-tanda-kehormatan-samkaryanugraha/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Adik Wawako Medan Jadi Kadiv Propam Polri, CEO Sumut24 Group: Nazly Putra Terbaik Sumut</guid>
            <pubDate>Mon, 05 Oct 2026 21:37:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Adik Wawako Medan Jadi Kadiv Propam Polri, CEO Sumut24 Group: Nazly Putra Terbaik Sumut]]></title>
            <description><![CDATA[Adik Wawako Medan Jadi Kadiv Propam Polri, CEO Sumut24 Group Nazly Putra Terbaik Sumut]]></description>
            <content><![CDATA[<br>JAKARTA  | Halomedan.com<br><br> Irjen Pol. Dr. H. Mahmud Nazly Harahap, S.I.K., M.H., M.M., dipercaya menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri.<br><br>Alumni Akpol 1997 tersebut sebelumnya menjabat Kepala Korps Sabhara Baharkam Polri sejak Juni 2026. Penunjukan ini menambah panjang perjalanan kariernya di Korps Bhayangkara, setelah sebelumnya pernah menjabat Kapolres Sumedang dan Kapolres Bandung serta menjalani penugasan di Baintelkam Polri dan BIN.<br><br>Irjen Mahmud Nazly Harahap merupakan putra mantan Bupati Tapanuli Selatan M. Saleh Harahap. Ia juga adik kandung Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap.<br><br>Dengan pangkat jenderal polisi bintang dua, kini Nazly mengemban tugas penting dalam pengawasan internal, penegakan disiplin, kode etik, dan pengamanan profesi di lingkungan Polri.<br><br>Selain memiliki pengalaman panjang di kepolisian, Nazly juga berlatar pendidikan hukum dan manajemen. Ia menyelesaikan S-2 Ilmu Hukum dan S-2 Manajemen serta meraih gelar doktor Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.<br><br>CEO Sumut24 Group Beri Apresiasi<br><br>CEO Sumut24 Group, Rianto, SH, MH, yang akrab disapa Anto Genk, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Irjen Mahmud Nazly Harahap.<br><br>&quot;Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Sumatera Utara. Irjen Mahmud Nazly Harahap merupakan salah satu putra terbaik Sumut yang kini dipercaya menduduki jabatan strategis di Mabes Polri,&quot; ujar Rianto.<br><br>Ia juga menyoroti kiprah dua bersaudara tersebut. Menurutnya, Mahmud Nazly Harahap kini dipercaya mengemban amanah di institusi Polri, sementara sang kakak, Zakiyuddin Harahap, menjabat sebagai Wakil Wali Kota Medan.<br><br>&quot;Abangnya, Zakiyuddin Harahap, juga kini menjabat Wakil Wali Kota Medan. Satu keluarga mengabdi di dua bidang berbeda, pemerintahan dan kepolisian. Luar biasa,&quot; kata Anto Genk.<br><br>Ia berharap Irjen Mahmud Nazly Harahap dapat menjalankan amanah tersebut dengan baik dan terus membawa nama Sumatera Utara di tingkat nasional.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_2555_Adik-Wawako-Medan-Jadi-Kadiv-Propam-Polri--CEO-Sumut24-Group--Nazly-Putra-Terbaik-Sumut.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66956/adik-wawako-medan-jadi-kadiv-propam-polri-ceo-sumut24-group-nazly-putra-terbaik-sumut/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ikanas Sumut Prihatin Binsar Nasution Jadi Korban Kriminal, Minta Polisi Usut Tuntas</guid>
            <pubDate>Mon, 05 Oct 2026 21:20:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ikanas Sumut Prihatin Binsar Nasution Jadi Korban Kriminal, Minta Polisi Usut Tuntas]]></title>
            <description><![CDATA[Ikanas Sumut Prihatin Binsar Nasution Jadi Korban Kriminal, Minta Polisi Usut Tuntas]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>MADINA &ndash; Ikatan Keluarga Nasution Sumatera Utara (Ikanas Sumut) menyampaikan keprihatinan mendalam atas tindakan kriminal yang menimpa Binsar Nasution, SH, anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sekaligus warga Ikanas.<br><br>Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, Ketua Ikanas Sumut Erwan Rozadi Nasution menunjuk Wakil Ketua Ikanas Sumut, Parulian Nasution, untuk menjenguk Binsar Nasution yang tengah menjalani perawatan di RSU Madina, Senin (5/10/2026).<br><br>Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan moral Ikanas Sumut kepada Binsar Nasution dan keluarganya agar tetap kuat, sabar dan tabah menghadapi musibah yang terjadi.<br><br>&quot;Kami menyampaikan rasa keprihatinan yang cukup tinggi atas tindakan kriminal yang menimpa saudara kami Binsar Nasution. Kami berharap beliau dan keluarga tetap kuat, sabar dan tabah menghadapi kejadian ini,&quot; ujar Parulian Nasution menyampaikan pesan Ketua Ikanas Sumut Erwan Rozadi Nasution.<br><br>Ikanas Sumut juga mendoakan agar Binsar Nasution segera diberikan kesembuhan sehingga dapat kembali menjalankan tugas dan pengabdiannya sebagai wakil rakyat.<br><br>Menurut Ikanas Sumut, Binsar Nasution dikenal sebagai sosok yang baik, familier dan komunikatif dalam berinteraksi dengan masyarakat.<br><br>&quot;Menurut kami, Binsar Nasution adalah orang baik, familier dan komunikatif. Karena itu, kami sangat prihatin dan mengecam tindakan kriminal yang menimpa beliau,&quot; tegasnya.<br><br>Ikanas Sumut meminta aparat penegak hukum, khususnya Polres Mandailing Natal, segera mengusut kasus tersebut secara profesional, transparan dan tuntas.<br><br>Proses hukum diharapkan tidak berhenti pada penangkapan pelaku, tetapi dilanjutkan hingga tahap penuntutan di Kejaksaan Negeri Madina dan persidangan di Pengadilan Negeri Madina sesuai ketentuan hukum yang berlaku.<br><br>&quot;Tangkap, periksa dan ungkap secara terang benderang. Hukum harus hadir memberikan perlindungan kepada korban sesuai prinsip equality before the law. Hukum harus ditegakkan di tengah masyarakat,&quot; tegas Ikanas Sumut.<br><br>Ikanas juga menyoroti bahwa peristiwa tersebut terjadi ketika Binsar Nasution sedang menjalankan tugas reses sebagai anggota DPRD Madina di Kecamatan Siabu.<br><br>Karena itu, selain meminta proses hukum berjalan maksimal, Ikanas Sumut memandang perlu adanya perhatian terhadap aspek keamanan dan pemulihan psikologis korban, terutama ketika Binsar nantinya kembali melaksanakan tugas-tugas kedewanan di tengah masyarakat.<br><br>&quot;Dalam proses pemulihan trauma, kami memandang perlu adanya bantuan perlindungan keamanan bagi beliau, terutama saat kembali menjalankan tugas di lapangan,&quot; katanya.<br><br>Ikanas Sumut berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di Kabupaten Mandailing Natal yang selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai agama, adat dan budaya.<br><br>&quot;Semoga peristiwa seperti ini tidak terulang lagi di Bumi Serambi Mekkah Madina yang kita kenal dengan ketaatan beragama, adat dan budayanya,&quot; pungkasnya.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_4648_Ikanas-Sumut-Prihatin-Binsar-Nasution-Jadi-Korban-Kriminal--Minta-Polisi-Usut-Tuntas.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66955/ikanas-sumut-prihatin-binsar-nasution-jadi-korban-kriminal-minta-polisi-usut-tuntas/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Adik Kandung  Wakil Walikota Medan Zakiyuddin , Irjen Mahmud Nazly Harahap Kini Dipercaya Jadi Kadiv Propam Polri</guid>
            <pubDate>Mon, 05 Oct 2026 21:14:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Adik Kandung  Wakil Walikota Medan Zakiyuddin , Irjen Mahmud Nazly Harahap Kini Dipercaya Jadi Kadiv Propam Polri]]></title>
            <description><![CDATA[Adik Kandung  Wakil Walikota Medan Zakiyuddin , Irjen Mahmud Nazly Harahap Kini Dipercaya Jadi Kadiv Propam Polri]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>JAKARTA | Irjen Pol. Dr. H. Mahmud Nazly Harahap, S.I.K., M.H., M.M., kini dipercaya menduduki salah satu posisi strategis di Mabes Polri sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri.<br><br>Perwira tinggi Polri kelahiran Sumatera Utara dan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1997 tersebut mendapat amanah baru setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Korps Sabhara (Kakorsabhara) Baharkam Polri sejak Juni 2026.<br><br>Penunjukan tersebut menempatkan Irjen Nazly Harahap sebagai pejabat yang memiliki tanggung jawab penting dalam fungsi pengawasan internal, penegakan disiplin, ketertiban, serta pengamanan profesi di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.<br><br>Putra Mantan Bupati Tapanuli Selatan<br><br>Nama Mahmud Nazly Harahap memiliki keterkaitan kuat dengan Sumatera Utara. Ia merupakan putra kandung M. Saleh Harahap, yang pernah menjabat sebagai Bupati Tapanuli Selatan periode 1999&ndash;2004.<br><br>Irjen Nazly Harahap juga merupakan adik kandung Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap. Hubungan keluarga tersebut semakin menegaskan kedekatan keluarga Harahap dengan perjalanan pemerintahan dan kehidupan publik di Sumatera Utara.<br><br>Meski berasal dari keluarga yang dikenal di lingkungan pemerintahan daerah, perjalanan Nazly Harahap di institusi Polri dibangun melalui penugasan dan jenjang karier yang panjang, baik di kewilayahan maupun di tingkat pusat.<br><br>Di luar perjalanan karier kepolisian, Irjen Nazly Harahap dikenal memiliki latar belakang pendidikan akademis di bidang hukum dan manajemen.<br><br>Ia menyelesaikan pendidikan S-2 Ilmu Hukum dan S-2 Manajemen di Universitas Jayabaya. Pendidikan akademiknya kemudian berlanjut hingga jenjang S-3 (Doktor) Ilmu Hukum di universitas yang sama.<br><br>Rekam Jejak Karier<br><br>Karier Irjen Nazly Harahap di Korps Bhayangkara terbilang panjang dengan sejumlah penugasan di kewilayahan maupun tingkat pusat.<br><br>Berikut sejumlah jabatan yang pernah diembannya:<br><br>- 2015: Kapolsek Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.<br>- 2015&ndash;2016: Kapolres Sumedang, Jawa Barat.<br>- 2016&ndash;2017: Kapolres Bandung, Jawa Barat.<br>- 2017&ndash;2022: Perwira Menengah Baintelkam Polri dalam penugasan pada Badan Intelijen Negara (BIN).<br>- 2022&ndash;2023: Perwira Tinggi Baintelkam Polri dalam penugasan pada BIN.<br>- Desember 2023&ndash;Juni 2026: Pati Baintelkam Polri dalam penugasan pada BIN.<br>- Juni&ndash;Oktober 2026: Kepala Korps Sabhara Baharkam Polri.<br>- Oktober 2026&ndash;sekarang: Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.<br><br>Dalam perjalanan kariernya, Irjen Nazly Harahap juga memperoleh kenaikan pangkat hingga menyandang pangkat Inspektur Jenderal (Irjen) atau jenderal polisi bintang dua.<br><br>Kini Memimpin Divisi Propam Polri<br><br>Sebagai Kadiv Propam Polri, Irjen Nazly Harahap kini berada pada posisi yang berkaitan langsung dengan pengawasan internal personel Polri.<br><br>Divisi Propam memiliki fungsi penting dalam menjaga disiplin dan ketertiban anggota, penegakan kode etik profesi, serta pengamanan profesi di lingkungan kepolisian.<br><br>Dengan pengalaman di bidang kewilayahan, intelijen, serta pendidikan hukum dan manajemen, penugasan baru ini menjadi bagian penting dari perjalanan karier Irjen Nazly Harahap di institusi Polri.<br><br>Sosoknya pun kembali menjadi perhatian publik Sumatera Utara. Selain karena menduduki jabatan strategis sebagai Kadiv Propam Polri, perhatian tersebut juga tidak terlepas dari latar belakang keluarganya yang memiliki sejarah dalam pemerintahan daerah Tapanuli Selatan.<br><br>Irjen Mahmud Nazly Harahap merupakan putra mantan Bupati Tapanuli Selatan M. Saleh Harahap dan adik kandung Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap. Dengan demikian, kiprahnya di tingkat nasional sekaligus menjadi catatan tersendiri bagi Sumatera Utara.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_1101_Adik-Kandung--Wakil-Walikota-Medan-Zakiyuddin---Irjen-Mahmud-Nazly-Harahap-Kini-Dipercaya-Jadi-Kadiv-Propam-Polri.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66954/adik-kandung-wakil-walikota-medan-zakiyuddin-irjen-mahmud-nazly-harahap-kini-dipercaya-jadi-kadiv-propam-polri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">DPN PERADI Angkat 25 Advokat Baru di Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Bandung</guid>
            <pubDate>Mon, 05 Oct 2026 19:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[DPN PERADI Angkat 25 Advokat Baru di Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Bandung]]></title>
            <description><![CDATA[BANDUNG &ampmdash Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perkumpulan Advokat Indonesia (PERADI) resmi mengangkat 25 advokat baru di wilayah hukum Penga]]></description>
            <content><![CDATA[BANDUNG &mdash; Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perkumpulan Advokat Indonesia (PERADI) resmi mengangkat 25 advokat baru di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Bandung, Jumat, 2 Oktober 2026.<br>Pengangkatan tersebut menjadi tahapan legal formal bagi para advokat sebelum melanjutkan proses pengambilan sumpah atau janji advokat oleh Ketua Pengadilan Tinggi Bandung.</p><br>Sidang pengangkatan dipimpin jajaran pengurus pusat DPN PERADI yang hadir mewakili Ketua Umum. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua Umum DPN PERADI Haris Azhar, S.H., M.A., serta Wakil Sekretaris Jenderal Anggara Suwahju, S.H., M.H.</p><br>Prosesi turut dihadiri jajaran lengkap Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PERADI Bandung. Ketua DPC PERADI Bandung Heryanrico Silitonga, S.H., CLA., CTA., hadir bersama Sekretaris Bayu Listiawan, S.H., Bendahara Fina Fitria Dewi, S.H., Wakil Ketua I Idris Cardi Pasaribu, S.H., M.H., Wakil Ketua II I Nengah Merta, S.H., M.H., M.Si., Wakil Ketua III R. Dodi Budi Kelana, S.H., M.H., serta Wakil Ketua IV Bidang Antar Lembaga, Penegak Hukum dan Pemerintah, Tody Ardiansyah Prabu, S.H.</p><br>Sejumlah anggota Dewan Penasihat PERADI dan para senior organisasi juga turut hadir. Kehadiran mereka memberikan dukungan moral sekaligus menjadi bagian dari prosesi pengangkatan para advokat baru.</p><br>Dalam arahannya, Haris Azhar menekankan bahwa profesi advokat merupakan officium nobile atau profesi yang terhormat. Karena itu, setiap advokat dituntut menjunjung tinggi integritas, keberanian moral, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas dan membela kepentingan hukum masyarakat.<br>Pengangkatan advokat tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, yang mengatur mengenai organisasi advokat dan proses pengangkatan advokat.</p><br>Sementara itu, Anggara Suwahju memberikan pembekalan mengenai perkembangan praktik hukum di tengah transformasi digital. Salah satu materi yang disampaikan yakni sosialisasi Panduan Artificial Intelligence (AI) serta Panduan Manajemen Kantor Hukum.</p><br>Pembekalan tersebut diarahkan untuk mempersiapkan para advokat baru agar tidak hanya memiliki kemampuan dalam praktik persidangan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta menerapkan tata kelola kantor hukum yang efektif dan efisien.<br>Kehadiran jajaran pengurus, dewan penasihat, dan para senior PERADI dalam prosesi tersebut sekaligus memperlihatkan dukungan organisasi terhadap proses kaderisasi advokat baru.</p><br>Acara kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada 25 advokat yang telah resmi diangkat, disertai harapan agar mereka dapat menjalankan profesi secara profesional, kompeten, berintegritas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan.red</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_5339_DPN-PERADI-Angkat-25-Advokat-Baru-di-Wilayah-Hukum-Pengadilan-Tinggi-Bandung.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/hukum/66953/dpn-peradi-angkat-25-advokat-baru-di-wilayah-hukum-pengadilan-tinggi-bandung/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">KSMI Aceh Menguat, KONI Sebut Sepakbola Mini Punya Prospek Besar</guid>
            <pubDate>Mon, 05 Oct 2026 19:42:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[KSMI Aceh Menguat, KONI Sebut Sepakbola Mini Punya Prospek Besar]]></title>
            <description><![CDATA[BANDA ACEH  Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Provinsi Aceh mulai memperkuat langkah membangun organisasi dan pembinaan sepakbola mini]]></description>
            <content><![CDATA[BANDA ACEH - Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Provinsi Aceh mulai memperkuat langkah membangun organisasi dan pembinaan sepakbola mini di seluruh Aceh. Kehadiran KSMI Aceh mendapat sambutan positif dari Komite Olahraga Nasional Indonesia) Provinsi Aceh yang menilai minifootball memiliki prospek besar seiring semakin tingginya minat masyarakat terhadap olahraga tersebut.<br><br>&quot;Kami menyambut baik terbentuknya Pengurus KSMI Provinsi Aceh,&quot; kata Wakil Ketua I Bidang Organisasi KONI Aceh, T. Rayuan Sukma.<br><br>Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Pengurus KSMI Aceh di Kantor KONI Aceh, kawasan Lhong Raya, Banda Aceh, Senin (5/10/2026). Pertemuan tersebut membahas keberadaan KSMI Aceh sekaligus persiapan memenuhi persyaratan untuk menjadi anggota KONI Aceh.<br><br>&quot;Kehadiran KSMI tentu menjadi sesuatu yang positif. Sepakbola mini saat ini semakin berkembang dan diminati masyarakat. Prospeknya cukup besar, terutama jika pembinaan dan kompetisinya dilakukan secara berkelanjutan,&quot; ujar T. Rayuan Sukma.<br><br>KONI Aceh menjelaskan, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi KSMI Aceh adalah memiliki kepengurusan sekurang-kurangnya di 14 kabupaten/kota. Selain itu, KSMI harus menunjukkan aktivitas pembinaan dan kompetisi yang berjalan secara berkelanjutan, termasuk melalui kejuaraan daerah.<br><br>&quot;Untuk menjadi anggota KONI Aceh tentu ada persyaratan organisasi yang harus dipenuhi, di antaranya kepengurusan minimal di 14 kabupaten/kota dan kegiatan olahraga seperti kejuaraan daerah,&quot; jelas T. Rayuan Sukma.<br><br>Ketua KSMI Aceh Muktaruddin Usman, S.E., mengatakan audiensi tersebut penting untuk menyelaraskan langkah organisasi dengan sistem pembinaan olahraga di Aceh. Pihaknya akan segera mempercepat konsolidasi dan pembentukan kepengurusan di kabupaten/kota.<br><br>&quot;Kami ingin mengetahui secara langsung apa saja yang harus kami persiapkan untuk memenuhi persyaratan menjadi anggota KONI Aceh. Setelah ini kami akan bergerak membangun kepengurusan di kabupaten/kota,&quot; ujar Muktaruddin.<br><br>Secara nasional, KSMI telah tercatat sebagai anggota resmi KONI Pusat setelah diterima dalam Rakernas KONI 2025. Di tingkat internasional, KSMI juga telah tergabung dalam International Minifootball Federation (IMF), yang menaungi perkembangan minifootball dunia.<br><br>&quot;Secara nasional KSMI sudah menjadi anggota resmi KONI Pusat. Di tingkat internasional kita juga tergabung dalam International Minifootball Federation. Ini menunjukkan bahwa sepakbola mini memiliki jaringan pengembangan dari daerah, nasional hingga internasional,&quot; katanya.<br><br>KSMI Aceh menargetkan sedikitnya 14 Pengcab/Pengkot terbentuk di Aceh. Struktur tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan organisasi, tetapi menjadi fondasi pembinaan dan kompetisi yang lebih merata.<br><br>&quot;Dengan terbentuknya KSMI Pengprov Aceh, kami berharap sepakbola mini dapat berkembang lebih terstruktur dan merata hingga ke seluruh kabupaten/kota. Kita ingin melahirkan bibit-bibit atlet unggul yang nantinya dapat mengharumkan nama Aceh,&quot; ujarnya.<br><br>Sebagai bagian dari agenda pembinaan, KSMI Aceh juga menyiapkan Liga Santri di Banda Aceh yang melibatkan klub-klub sepakbola mini dari dayah dan pesantren. Pemenangnya akan dipersiapkan mewakili Aceh pada kompetisi tingkat nasional.<br><br>&quot;Kami juga akan melaksanakan Liga Santri yang melibatkan klub sepakbola dari dayah dan pesantren di Aceh. Pemenangnya nanti akan mewakili Aceh di tingkat nasional,&quot; kata Muktaruddin.<br><br>Menurutnya, penguatan organisasi harus berjalan bersama pembinaan dan kompetisi agar sepakbola mini tidak berhenti sebagai olahraga komunitas, tetapi berkembang menjadi bagian dari pembinaan prestasi.<br><br>&quot;Kami tidak ingin KSMI Aceh hanya hadir sebagai nama atau struktur organisasi. Kami ingin membangun pembinaan yang nyata, kompetisi berkelanjutan dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi talenta muda Aceh. Dengan dukungan KONI Aceh serta jaringan KSMI secara nasional dan internasional, kami optimistis sepakbola mini Aceh dapat tumbuh lebih kuat dan membawa nama Aceh ke panggung nasional bahkan internasional,&quot; pungkas Muktaruddin. (R)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_5962_KSMI-Aceh-Menguat--KONI-Sebut-Sepakbola-Mini-Punya-Prospek-Besar.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/olahraga/66952/ksmi-aceh-menguat-koni-sebut-sepakbola-mini-punya-prospek-besar/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Lantik 188 Pejabat, Wagub Sumut Tekankan Kolaborasi dan Sinergi dalam Bekerja</guid>
            <pubDate>Mon, 05 Oct 2026 16:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Lantik 188 Pejabat, Wagub Sumut Tekankan Kolaborasi dan Sinergi dalam Bekerja]]></title>
            <description><![CDATA[Lantik 188 Pejabat, Wagub Sumut Tekankan Kolaborasi dan Sinergi dalam Bekerja]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br>MEDAN &ndash; Wakil Gubernur (<a href="https://www.halomedan.com/tag/wagub/" target="_blank">Wagub</a>) Sumatera Utara (Sumut) Surya menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam bekerja kepada 188 pejabat yang baru dilantik di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. Menurutnya, kerja sama yang kuat antarpimpinan dan perangkat daerah menjadi kunci untuk menghadirkan kinerja pemerintahan yang efektif serta pelayanan publik yang semakin baik.<br><br>Hal tersebut disampaikan <a href="https://www.halomedan.com/tag/wagub/" target="_blank">Wagub</a> Surya dalam sambutannya usai Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut di Aula Raja Inal Siregar (RIS), Lantai 2, Kantor Gubernur Sumut, Senin (5/10/2026).<br><br>Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 188 pejabat administrator dan pejabat pengawas dilantik, terdiri dari 71 pejabat administrator dan 117 pejabat pengawas dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Para pejabat tersebut diharapkan mampu memikul tanggung jawab dalam memimpin, menggerakkan organisasi, membangun kerja sama, membina jajaran, menyelesaikan persoalan, hingga memastikan pelayanan pemerintahan berjalan dengan baik.<br><br>"Saya berharap amanah ini diterima dengan penuh rasa syukur. Sekaligus juga dengan kesadaran bahwa semakin besar tanggung jawab, semakin besar tuntutan integritas, kemampuan dan keteladanan dalam bekerja," sebut Surya, didampingi sejumlah pimpinan OPD.<br><br>Sebagai perwujudan dari manajemen ASN berbasis talenta, <a href="https://www.halomedan.com/tag/wagub/" target="_blank">Wagub</a> menegaskan bahwa setiap jabatan perlu diisi oleh orang yang kompeten, potensial, berpengalaman, serta memiliki kemauan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Karena itu, jabatan harus menjadi ruang untuk menghasilkan kinerja, bukan sekadar menjalankan kewenangan.<br><br>"Saya ingin para pejabat yang dilantik ini mampu mebuktikan kepercayaan yang diberikan memang tepat. Tentunya dengan kerja nyata serta hasil yang dapat dirasakan. Karena jabatan ini memiliki posisi sangat penting dalam roda pemerintahan," jelas Surya.<br><br>Menurut <a href="https://www.halomedan.com/tag/wagub/" target="_blank">Wagub</a> Surya, posisi pejabat administrator dan pengawas sangat penting karena berhadapan langsung dengan pelaksanaan pekerjaan, koordinasi antarpegawai, pengendalian kegiatan, dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, ia mengajak para pejabat menjadi penggerak perubahan di unit kerja masing-masing.<br><br>"Bangun komunikasi yang baik, jangan biarkan persoalan kecil menjadi besar. Jika ada hambatan, segera koordinasikan dan cari jalan keluarnya. Dan yang terpenting, jangan bekerja sendiri-sendiri. Kita butuh pemerintahan yang bekerja dalam semagat kolaborasi dan sinergi," katanya.<br><br>Selain itu, <a href="https://www.halomedan.com/tag/wagub/" target="_blank">Wagub</a> Surya mengingatkan setiap perangkat daerah untuk saling mendukung dalam menjalankan tugas pemerintahan. Menurutnya, masyarakat tidak melihat satu OPD secara terpisah, melainkan melihat wajah Pemprov Sumut secara keseluruhan dalam menjawab kebutuhan publik.<br><br>"Mulailah bekerja sungguh-sungguh, responsif, disiplin dan lebih dekat dengan persoalan masyarakat. Mari kita pastikan setiap jabatan memberikan manfaat. Setiap tugas menghasilkan kinerja, dan setiap kebijakan bermuara pada peningkatan kualitas layanan serta kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara," pungkas <a href="https://www.halomedan.com/tag/wagub/" target="_blank">Wagub</a> Surya.**]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_8045_Lantik-188-Pejabat--Wagub-Sumut-Tekankan-Kolaborasi-dan-Sinergi-dalam-Bekerja.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66951/lantik-188-pejabat-wagub-sumut-tekankan-kolaborasi-dan-sinergi-dalam-bekerja/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Keselamatan Pengendara Terabaikan? Proyek Cor Beton Jalan Pancasila Paya Gambar Disorot Warga</guid>
            <pubDate>Mon, 05 Oct 2026 16:40:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Keselamatan Pengendara Terabaikan? Proyek Cor Beton Jalan Pancasila Paya Gambar Disorot Warga]]></title>
            <description><![CDATA[Keselamatan Pengendara Terabaikan? Proyek Cor Beton Jalan Pancasila Paya Gambar Disorot Warga]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>DELISERDANG &mdash; Pekerjaan pengecoran beton pada bahu jalan atau rigid pavement di Jalan Pancasila, Desa Paya Gambar, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, dikeluhkan masyarakat.<br><br>Proyek yang semestinya memperkuat struktur tepi jalan, mencegah bahu jalan mudah ambles sekaligus membantu mengarahkan aliran air drainase tersebut justru dinilai menimbulkan keresahan bagi pengguna jalan.<br><br>Pantauan di lokasi menunjukkan adanya aktivitas pekerjaan yang berada di sisi badan jalan. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati, terlebih ketika melintas di sekitar titik pekerjaan.<br><br>Sejumlah masyarakat mengeluhkan minimnya pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan pengendara, terutama pengendara sepeda motor yang tidak mengetahui adanya lubang atau bagian jalan yang sedang dikerjakan.<br><br>&quot;Seharusnya ada petugas yang mengatur kendaraan. Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena masuk ke lubang pekerjaan,&quot; keluh warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.<br><br>Selain persoalan keselamatan, masyarakat juga mempertanyakan kualitas pekerjaan tersebut. Mereka menduga pekerjaan pengecoran bahu jalan itu belum tentu dikerjakan sesuai spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.<br><br><br>Masyarakat meminta pihak pelaksana maupun instansi yang bertanggung jawab melakukan pengawasan secara serius. Jangan sampai proyek yang menggunakan anggaran pemerintah tersebut hanya mengejar penyelesaian pekerjaan tanpa memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan dan kualitas konstruksi.<br><br>&quot;Kalau memang sudah sesuai spesifikasi, silakan dibuktikan. Yang penting jangan sampai kualitasnya dipertanyakan dan masyarakat justru dirugikan,&quot; ujar warga.<br><br>Masyarakat juga berharap selama pekerjaan berlangsung dipasang rambu-rambu, pembatas serta petugas pengatur lalu lintas pada titik yang berpotensi membahayakan pengendara.<br><br>Sebab, pekerjaan infrastruktur bukan semata-mata soal mengejar target fisik, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat dan pertanggungjawaban terhadap penggunaan anggaran negara.<br><br>Hingga berita ini ditulis, pihak pelaksana pekerjaan maupun instansi terkait belum memberikan penjelasan mengenai spesifikasi teknis pekerjaan, nilai kontrak, sumber anggaran serta langkah pengamanan lalu lintas di sekitar lokasi.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_2040_Keselamatan-Pengendara-Terabaikan--Proyek-Cor-Beton-Jalan-Pancasila-Paya-Gambar-Disorot-Warga.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66950/keselamatan-pengendara-terabaikan-proyek-cor-beton-jalan-pancasila-paya-gambar-disorot-warga/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Menyambut Hari Batik Nasional 2026, JNE Dukung Kolaborasi MANDALAS dengan Yayasan Habibie &amp; Ainun</guid>
            <pubDate>Mon, 05 Oct 2026 16:34:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Menyambut Hari Batik Nasional 2026, JNE Dukung Kolaborasi MANDALAS dengan Yayasan Habibie & Ainun]]></title>
            <description><![CDATA[Menyambut Hari Batik Nasional 2026,JNE Dukung Kolaborasi MANDALAS dengan Yayasan Habibie &amp Ainun]]></description>
            <content><![CDATA[<br> <br>Jakarta &ndash; Dalam rangka menyambut Hari <a href="https://www.halomedan.com/tag/batik/" target="_blank">Batik</a> Nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2026, JNE kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung karya anak bangsa dan memajukan UMKM lokal. Kali ini, JNE hadir sebagai Official Logistics Partner dalam peluncuran koleksi batik eksklusif bertajuk &quot;Menemani&quot;, sebuah koleksi yang diinisiasi dan dikreasikan oleh jenama fesyen MANDALAS melalui kolaborasi bersama Yayasan Habibie &amp; Ainun dalam mengangkat nilai serta warisan inspiratif Habibie &amp; Ainun. Koleksi spesial ini mengangkat tema tentang takdir dan pertemuan dua insan yang ditakdirkan bersama selamanya, yang membawa gagasan luhur Habibie &amp; Ainun ke dalam keseharian bahwa cinta memberi arah pada kecerdasan, dan kecerdasan membuat cinta mampu menciptakan manfaat nyata bagi sesama.<br><br>Koleksi &quot;Menemani&quot; terinspirasi dari kisah nyata pertemuan mereka pada suatu malam yang tenang di Bandung di awal tahun 1960-an, saat Habibie pulang sejenak dari Eropa dan singgah ke rumah yang dulu ia kenal, di mana seorang gadis yang dulu ia lihat semasa kecil kini berdiri di hadapannya sebagai perempuan dewasa. Pertemuan sederhana tersebut menjadi awal dari perjalanan saling menemani seumur hidup, membawa pesan utama bahwa kisah cinta terbesar jarang dimulai dengan gestur yang megah, melainkan kesadaran bahwa seseorang begitu berarti sebagai sebuah takdir.<br><br>Daniel Anugrah Wiranata selaku Co-Founder MANDALAS mengungkapkan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini. &quot;Kami ingin mewujudkan mimpi besar MANDALAS agar masyarakat Indonesia semakin bangga mengenakan busananya sendiri, termasuk batik sebagai warisan budaya bangsa yang sarat akan makna,&quot; ujar Daniel.<br><br>Senada dengan hal tersebut, Nadia Sofia Habibie selaku Direktur Yayasan Habibie &amp; Ainun menyampaikan bahwa koleksi ini bukan sekadar selembar kain, melainkan sarana untuk berbagi nilai kehidupan yang inspiratif. &quot;Lewat koleksi ini, kami ingin masyarakat bisa merasakan dan membawa nilai-nilai cinta, kesetiaan, serta persahabatan lebih dekat dalam balutan busana sehari-hari. Ini menjadi cara untuk melanjutkan kekuatan cinta mereka di luar tembok Wisma Habibie &amp; Ainun, agar bisa terus menemani di setiap momen bermakna dalam hidup kita,&quot; tutur Nadia.<br><br>Sebagai bentuk apresiasi nyata dalam merayakan Hari <a href="https://www.halomedan.com/tag/batik/" target="_blank">Batik</a> Nasional 2026 serta komitmen untuk terus memberdayakan UMKM, JNE hadir sebagai official logistics partner yang siap mengantarkan karya istimewa ini ke seluruh masyarakat Indonesia. JNE memberikan promo hemat ongkos kirim khusus untuk pembelian koleksi batik &quot;Menemani&quot; melalui situs resmi https://jnewsonline.com/potongan-ongkir-mandalas/ , yang berlaku mulai 2 Oktober hingga 31 Desember 2026 dengan tujuan seluruh wilayah di Indonesia.<br><br>Eri Palgunadi selaku SVP Marketing Group Head JNE, menyatakan antusiasmenya terhadap kolaborasi istimewa ini yang sejalan dengan visi perusahaan untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. &quot;Menyambut usia JNE yang ke-36 tahun dengan mengusung tema &#039Melesat Hebat&#039;, JNE terus berkomitmen untuk mendukung UMKM Indonesia agar dapat tumbuh bersama melalui semangat &#039Connecting Happiness&#039;, serta berharap kolaborasi ini dapat memberikan nilai tambah dan dampak positif yang luas bagi jenama lokal di Indonesia,&quot; ujar Eri.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_4388_Menyambut-Hari-Batik-Nasional-2026--JNE-Dukung-Kolaborasi-MANDALAS-dengan-Yayasan-Habibie--amp--Ainun.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66949/menyambut-hari-batik-nasional-2026-jne-dukung-kolaborasi-mandalas-dengan-yayasan-habibie-amp-ainun/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dari Subuh Berjemaah di Medan, Dadang Hartanto Kini Dipercaya Jadi Kapolda Metro Jaya</guid>
            <pubDate>Mon, 05 Oct 2026 15:45:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dari Subuh Berjemaah di Medan, Dadang Hartanto Kini Dipercaya Jadi Kapolda Metro Jaya]]></title>
            <description><![CDATA[Dari Subuh Berjemaah di Medan, Dadang Hartanto Kini Dipercaya Jadi Kapolda Metro Jaya]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>MEDAN |  Nama Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.I.K., S.H., M.Si., tentu tidak asing bagi masyarakat Kota Medan. Saat dipercaya memimpin Polrestabes Medan pada 2017&ndash;2019, Dadang dikenal sebagai sosok yang aktif membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat.<br><br>Salah satu jejak yang cukup membekas adalah program <a href="https://www.halomedan.com/tag/subuh/" target="_blank">Subuh</a> Berjemaah. Melalui kegiatan tersebut, Dadang tidak hanya hadir sebagai seorang pejabat kepolisian, tetapi juga membuka ruang silaturahmi dengan masyarakat secara langsung.<br><br>Sejumlah masjid di Kota Medan dan sekitarnya menjadi tempat Dadang menyambangi warga, melaksanakan salat <a href="https://www.halomedan.com/tag/subuh/" target="_blank">Subuh</a> berjemaah, berdialog dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Program tersebut bahkan menjadi salah satu program yang dikenal selama kepemimpinannya di Polrestabes Medan.<br><br>Bagi masyarakat, kehadiran seorang Kapolrestabes di tengah jamaah selepas salat <a href="https://www.halomedan.com/tag/subuh/" target="_blank">Subuh</a> menjadi gambaran pendekatan kepolisian yang tidak semata-mata berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga membangun komunikasi, silaturahmi dan kepercayaan publik.<br><br>Kenangan serupa juga dirasakan jajaran Sumut24 Group. Dadang Hartanto pernah menyambangi kantor redaksi Sumut24 Group ketika masih menjabat Kapolrestabes Medan. Kunjungan tersebut menjadi salah satu momen yang hingga kini masih dikenang.<br><br>Rianto, SH, MH, yang akrab disapa Anto Genk, mengaku merasa terhormat pernah menerima kunjungan Dadang Hartanto.<br><br>&quot;Suatu kehormatan bagi kami pernah dikunjungi beliau. Saat itu beliau begitu dekat dengan masyarakat dan insan pers,&quot; ujar Anto Genk.<br><br>Waktu terus berjalan. Dari Medan, perjalanan karier Dadang Hartanto berlanjut ke sejumlah posisi strategis di lingkungan Polri. Setelah meninggalkan jabatan Kapolrestabes Medan pada awal 2020, ia kemudian dipercaya mengemban sejumlah tugas di tingkat yang lebih tinggi. Saat ini, namanya kembali menjadi sorotan setelah ditunjuk sebagai Kapolda Metro Jaya, menggantikan Irjen Pol. Asep Edi Suheri.<br><br>Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Namun, pada saat pemberitaan mengenai rotasi tersebut terbit, Dadang belum mengikuti pelantikan dan serah terima jabatan karena sedang menjalankan ibadah umrah.<br><br>Bagi Anto Genk, perjalanan tersebut menjadi sebuah kisah tersendiri. Sosok yang dahulu hadir menyapa masyarakat Medan melalui masjid-masjid, berdialog dengan jamaah dan menjalin komunikasi dengan insan pers, kini dipercaya mengemban tanggung jawab besar di wilayah hukum Polda Metro Jaya.<br><br>Jejak pengabdian Dadang Hartanto di Medan pun menjadi bagian penting dari perjalanan panjangnya sebagai perwira Polri. Dari <a href="https://www.halomedan.com/tag/subuh/" target="_blank">Subuh</a> Berjemaah di masjid-masjid Kota Medan, membangun komunikasi dengan masyarakat, hingga kini mendapat kepercayaan untuk memimpin salah satu wilayah kepolisian paling strategis di Indonesia.<br><br>Dari Medan, sebuah perjalanan pengabdian terus berlanjut.*(SS68)*]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_5194_Dari-Subuh-Berjemaah-di-Medan--Dadang-Hartanto-Kini-Dipercaya-Jadi-Kapolda-Metro-Jaya.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66948/dari-subuh-berjemaah-di-medan-dadang-hartanto-kini-dipercaya-jadi-kapolda-metro-jaya/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">NEGARA YANG MAMPU MENJELASKAN DIRI Orkestrasi Komunikasi dan Kepercayaan Publik</guid>
            <pubDate>Mon, 05 Oct 2026 07:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[NEGARA YANG MAMPU MENJELASKAN DIRI Orkestrasi Komunikasi dan Kepercayaan Publik]]></title>
            <description><![CDATA[NEGARA YANG MAMPU MENJELASKAN DIRIOrkestrasi Komunikasi dan Kepercayaan PublikOleh Abdullah RasyidDR. (Cand) Ilmu Pemerintahan IPDNPendiri ]]></description>
            <content><![CDATA[NEGARA YANG MAMPU MENJELASKAN DIRI<br>Orkestrasi Komunikasi dan Kepercayaan Publik<br><br>Oleh: Abdullah Rasyid<br>DR. (Cand) Ilmu Pemerintahan IPDN<br>Pendiri GREAT Institute<br><br>Pemerintah dapat bekerja keras, tetapi masyarakat belum tentu memahami arah kerjanya. Kebijakan diumumkan, anggaran disiapkan, program dijalankan. Namun, pertanyaan sederhana sering tertinggal: mengapa kebijakan itu diperlukan, siapa yang memperoleh manfaat, dan kapan hasilnya bisa dirasakan? Ketika jawaban terlambat datang, dugaan dan kecemasan lebih dahulu mengisi percakapan publik.<br><br>Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan wakilnya, Fadli Tri Hartono, di Hambalang, 4 Oktober 2026, memberi arah penting. Menurut keterangan Sekretariat Kabinet, Presiden meminta komunikasi pemerintah menggunakan bahasa sederhana, menjelaskan pemikiran di balik kebijakan, serta mendengarkan masukan, keluhan, dan kritik masyarakat.<br><br>Arahan tersebut patut menjadi pegangan kerja Bakom. Masyarakat membutuhkan penjelasan yang membantu mereka memahami keputusan pemerintah. Presiden pun membutuhkan gambaran jujur tentang keadaan warga. Bakom berada di antara dua kebutuhan itu: membawa kebijakan kepada masyarakat dan membawa pengalaman masyarakat ke meja pengambil keputusan.<br><br>Banyak Suara, Satu Dasar Fakta<br><br>Pelantikan Syahganda pada 2 Oktober 2026 membuka kesempatan membenahi komunikasi pemerintah. Pengalamannya dalam aktivisme dan perdebatan publik dapat membantu menjangkau kelompok masyarakat yang beragam. Tantangannya ialah menerjemahkan kemampuan pribadi menjadi kerja lembaga yang tertib, terbuka, dan dapat diandalkan.<br><br>Pembenahan perlu dimulai sejak kebijakan dirumuskan. Pemerintah harus mengenali kelompok yang terdampak, pertanyaan yang mungkin muncul, serta kendala pelaksanaan. Apabila penjelasan baru disiapkan setelah masalah membesar, pejabat akan terus mengejar kegaduhan, sementara warga menunggu kepastian.<br><br>Di sinilah orkestrasi diperlukan. Dalam sebuah orkestra, biola dan trompet memiliki bunyi berbeda, tetapi mengikuti partitur yang sama. Menteri, kepala badan, dan pejabat daerah juga mempunyai tanggung jawab serta khalayak berbeda. Mereka dapat memakai cara penyampaian masing-masing dengan dasar fakta yang konsisten.<br><br>Masyarakat akan kebingungan ketika Presiden menyampaikan tujuan tertentu, kementerian memberikan angka berbeda, dan petugas daerah belum memahami prosedurnya. Bakom perlu memastikan siapa menjelaskan apa, dari mana datanya berasal, serta siapa yang menjawab ketika muncul persoalan.<br><br>Presiden menjaga arah pada keputusan besar, persoalan strategis, keadaan darurat, dan kepentingan persatuan. Menteri menjelaskan kebijakan sektornya. Pelaksana menerangkan prosedur dan menyelesaikan kendala. Pembagian ini memerlukan akses terhadap keputusan, data lapangan, dan kewenangan untuk memberikan jawaban.<br><br>Mendengar Sebelum Meluruskan<br><br>Pesan Presiden di Hambalang tentang mendengarkan masyarakat layak mendapat perhatian utama. Selama ini, ketidakpuasan warga terlalu mudah dianggap sebagai persoalan komunikasi. Harga meningkat disebut kurang sosialisasi. Program tersendat dianggap kalah narasi. Kritik dipandang sebagai akibat pemberitaan yang tidak berimbang.<br><br>Kebiasaan tersebut membuat pemerintah kehilangan kesempatan mengenali kekurangan sendiri. Jika pelayanan lambat, warga membutuhkan perbaikan pelayanan. Jika bantuan salah sasaran, penyalurannya harus dibenahi. Penjelasan baru berguna apabila menyebut masalah, tindakan korektif, penanggung jawab, dan waktu penyelesaian.<br><br>Angka makro juga perlu dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Pertumbuhan ekonomi penting, tetapi masyarakat menilai keadaan melalui harga pangan, pendapatan, biaya sekolah, dan peluang kerja. Ketika statistik menggembirakan sementara hidup terasa berat, pemerintah perlu memahami pengalaman itu sebagai bahan evaluasi.<br><br>Bakom harus menjadi telinga Presiden. Pertanyaan wartawan, laporan daerah, pengaduan warga, dan percakapan publik perlu diolah menjadi masukan yang dapat ditindaklanjuti. Keluhan tentang layanan harus sampai kepada penyelenggara layanan. Persoalan lintas instansi memerlukan koordinasi. Masalah yang membutuhkan keputusan Presiden perlu disampaikan dengan jelas.<br><br>Mendengar juga menuntut keberanian melaporkan kabar yang kurang menyenangkan. Presiden memerlukan informasi tentang program yang tersendat, janji yang belum terpenuhi, dan warga yang belum memperoleh manfaat. Laporan yang hanya memuat keberhasilan akan mempersempit ruang koreksi.<br><br>Menghadapi AI dengan Bukti<br><br>Perhatian Syahganda terhadap kecerdasan buatan dan algoritma digital layak ditindaklanjuti melalui kajian terbuka. Pemerintah perlu mengetahui bagaimana pesan beredar, bagian mana yang kehilangan konteks, serta bagaimana masyarakat memahaminya.<br><br>Dugaan distorsi harus diperiksa satu per satu. Apakah potongan pernyataan mengubah makna? Apakah informasinya palsu? Apakah penjelasan pemerintah terlalu panjang, terlambat, atau sulit dimengerti? Setiap penyebab membutuhkan tindakan berbeda. Menyalahkan algoritma sebelum memeriksa bukti justru dapat mengaburkan masalah.<br><br>Bakom dapat mempertemukan pengelola platform, media, akademisi, komunitas teknologi, dan masyarakat sipil. Kerja sama diarahkan pada penelusuran informasi palsu, kejelasan sumber, literasi digital, serta saluran koreksi. Ruang bagi masyarakat untuk mempertanyakan dan memperdebatkan kebijakan harus tetap terjaga.<br><br>Pemerintah pun perlu berhati-hati menggunakan AI dalam pekerjaan komunikasi. Angka, kutipan, dan uraian kebijakan harus diperiksa manusia sebelum diterbitkan. Kesalahan informasi dari pemerintah sendiri akan menyulitkan upaya membangun kepercayaan.<br><br>Jawaban yang Bisa Ditagih<br><br>Arahan Presiden perlu segera diwujudkan dalam kebiasaan kerja. Salah satu langkahnya ialah forum berkala &quot;Pemerintah Menjawab&quot;. Isu dipilih dari pertanyaan warga, pejabat terkait hadir, data disediakan, wartawan mendapat kesempatan bertanya, dan tindak lanjut diumumkan.<br><br>Forum tersebut harus menghasilkan jawaban yang bisa ditagih. Setiap masalah memiliki penanggung jawab dan tenggat. Pada pertemuan berikutnya, pemerintah melaporkan perkembangannya. Warga dapat melihat apakah keluhan mereka sudah ditangani, masih tertunda, atau membutuhkan keputusan lebih lanjut.<br><br>Bakom juga perlu menyiapkan ringkasan isu untuk Presiden dan kementerian: pertanyaan yang berkembang, fakta yang tersedia, informasi yang masih diperiksa, serta tindakan yang diperlukan. Ketika fakta belum lengkap, pemerintah dapat menyatakan pemeriksaan sedang berlangsung dan menyebut jadwal pembaruan.<br><br>Bahasa pemerintah harus dekat dengan kenyataan. Keterlambatan disebut keterlambatan. Target yang meleset dijelaskan penyebabnya. Kebijakan tersedia dalam penjelasan singkat dan dokumen lengkap agar masyarakat dapat memahami pokoknya sekaligus memeriksa dasarnya.<br><br>Keberhasilan Bakom perlu diukur melalui pemahaman masyarakat, konsistensi informasi, mutu jawaban, dan tindak lanjut pengaduan. Jumlah unggahan dan pemberitaan dapat dicatat, tetapi manfaat komunikasi terlihat ketika warga memperoleh kepastian dan pemerintah memperbaiki pelaksanaan program.<br><br>Pertemuan Hambalang memberi dasar bagi pekerjaan tersebut. Kepemimpinan Syahganda akan berarti apabila arahan Presiden menjadi budaya kerja: menjelaskan dengan jernih, mendengar dengan sungguh-sungguh, mengakui kekurangan, dan memperbaikinya. <a href="https://www.halomedan.com/tag/negara/" target="_blank">Negara</a> yang mampu menjelaskan diri memberi masyarakat alasan memahami keputusan, ruang mempertanyakannya, serta bukti bahwa suara mereka diperhitungkan.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/10/_374_NEGARA-YANG-MAMPU-MENJELASKAN-DIRI-Orkestrasi-Komunikasi-dan-Kepercayaan-Publik.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/politik/66947/negara-yang-mampu-menjelaskan-diri-orkestrasi-komunikasi-dan-kepercayaan-publik/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>