<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.halomedan.com/</link>
        <description>Halo Medan | Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Tue, 29 Sep 2026 16:31:42 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 16:01:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku]]></title>
            <description><![CDATA[Korupsi Tak Pernah Kehabisan PelakuOleh Tundra Meliala           Pegiat MediaADA satu jenis berita yang nyaris tak pernah absen dari halama]]></description>
            <content><![CDATA[<a href="https://www.halomedan.com/tag/korupsi/" target="_blank">Korupsi</a> Tak Pernah Kehabisan Pelaku<br><br>Oleh: Tundra Meliala<br>           Pegiat Media<br><br>ADA satu jenis berita yang nyaris tak pernah absen dari halaman hukum media di Indonesia: korupsi. Pagi menangkap pejabat, siang mengumumkan tersangka, sore menggeledah kantor, malam mengabarkan persidangan. Besoknya muncul kasus baru. Begitu seterusnya. Seolah-olah negeri ini tidak pernah kehabisan koruptor.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/korupsi/" target="_blank">Korupsi</a> bahkan telah menjadi tontonan yang akrab. Operasi tangkap tangan diumumkan, barang bukti uang dipamerkan, tersangka digiring ke ruang konferensi pers, lalu kamera berpindah ke kasus berikutnya. Publik memperoleh kesan bahwa mesin pemberantasan bekerja karena penangkapan terus terjadi. Tetapi ada pertanyaan yang lebih mengganggu: jika penangkapan terus dilakukan, mengapa korupsi tidak juga berhenti?<br><br>Data menunjukkan masalahnya memang tidak kecil. Dalam Indeks Persepsi <a href="https://www.halomedan.com/tag/korupsi/" target="_blank">Korupsi</a> 2025, Transparency International memberi Indonesia skor 34 dari 100 dan menempatkannya pada peringkat 109 dari 182 negara. Skor itu turun tiga poin dibandingkan tahun sebelumnya. Transparency International menilai kemajuan pemberantasan korupsi di kawasan Asia-Pasifik mengalami stagnasi.<br><br>Di dalam negeri, angka perkara juga memperlihatkan betapa luasnya persoalan. Direktori Putusan Mahkamah Agung mencatat ribuan putusan perkara yang diklasifikasikan sebagai korupsi pada 2025. Pada saat yang sama, KPK dalam Renstra 2025-2029 mencatat bahwa sepanjang 2020-2024 terdapat perkara yang melibatkan kementerian/lembaga, BUMN/BUMD, pemerintah provinsi, komisi, hingga DPR. Artinya, korupsi bukan kejahatan yang tumbuh di satu sudut birokrasi. Ia mengikuti jalur kekuasaan dan uang.<br><br>Lalu siapa yang melakukan?<br><br>Di sinilah anggapan bahwa korupsi terutama lahir dari kemiskinan menjadi tidak memadai. <a href="https://www.halomedan.com/tag/korupsi/" target="_blank">Korupsi</a> kelas kakap justru sering dilakukan oleh orang yang memiliki jabatan, penghasilan, akses, pendidikan, dan kekuasaan. Mereka bukan orang yang mencuri karena tidak mampu membeli makan malam. Mereka mempunyai pintu ke anggaran, perizinan, pengadaan, proyek, jabatan, atau keputusan yang bernilai ekonomi.<br><br>Kasus korupsi pengadaan, misalnya, memperlihatkan pertemuan kepentingan pejabat dan pengusaha. KPK sendiri menyebut pengadaan barang dan jasa sebagai salah satu area berisiko tinggi. Dalam kajiannya, KPK mencatat 68 kasus pengadaan barang dan jasa pada 2024, sementara pada 2025 tercatat 21 kasus dalam data yang digunakan untuk kajian tersebut.<br><br>Operasi tangkap tangan di Sumatera Utara pada Juni 2025 memberikan gambaran yang gamblang. Lima orang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang berkaitan dengan enam proyek jalan dengan nilai total sekitar Rp231,8 miliar. Di antara mereka terdapat Kepala Dinas PUPR Sumatera Utara, pejabat pembuat komitmen, serta dua direktur perusahaan.<br><br>Di Sulawesi Tenggara, sebulan lebih kemudian, pola serupa kembali terlihat. Dalam OTT terkait Bupati Kolaka Timur, KPK menetapkan lima tersangka. Uang tunai Rp200 juta disita sebagai barang bukti. Kasus-kasus semacam ini menunjukkan bahwa korupsi bukan sekadar soal seseorang membutuhkan uang. Ia berkaitan dengan kekuasaan yang dapat ditukar dengan keuntungan pribadi.<br><br>Karena itu, korupsi sesungguhnya lebih dekat dengan penyalahgunaan kesempatan daripada kekurangan kebutuhan. Ada jabatan. Ada kewenangan. Ada celah. Ada uang. Lalu ada keputusan moral untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya.<br><br>Persoalannya kemudian bukan sekadar mengapa orang korupsi. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: mengapa sistem terus menyediakan orang baru untuk menggantikan mereka yang sudah ditangkap?<br><br>Di sinilah pemberantasan korupsi perlu keluar dari perangkap statistik penindakan.<br><br>Penangkapan tentu penting. OTT penting. Penyidikan penting. Persidangan penting. Penjara penting. Tetapi semuanya adalah bagian dari hilir. Jika hulu tetap terbuka, penangkapan hanya seperti menimba air dari perahu yang bocor tanpa menutup lubangnya.<br><br>KPK sendiri dalam strategi 2025-2029 tidak hanya menempatkan penindakan, tetapi juga pendidikan dan pencegahan sebagai bagian dari pemberantasan korupsi. KPK mencatat pemulihan aset pada 2020-2024 masing-masing mencapai ratusan miliar rupiah per tahun, dengan realisasi 2024 sebesar Rp739,61 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa pemberantasan korupsi seharusnya tidak berhenti pada menghukum orang, tetapi juga mengejar kembali hasil kejahatannya.<br><br>Namun justru di titik inilah efektivitas hukuman patut dipersoalkan.<br><br>Menurut Indonesia Corruption Watch, dari 1.768 putusan perkara korupsi yang mereka kumpulkan untuk 2024, rata-rata vonis penjara terdakwa korupsi hanya 3 tahun 3 bulan. ICW juga menghitung pengembalian kerugian negara hanya sekitar 4,78 persen dari total kerugian yang mereka identifikasi sebesar Rp330,9 triliun. Data itu tentu merupakan hasil pemantauan ICW, bukan keseluruhan populasi putusan, tetapi cukup untuk menunjukkan persoalan serius mengenai beratnya hukuman dan pemulihan aset.<br><br>Maka jangan heran jika penjara tidak selalu menjadi akhir dari kehidupan nyaman seorang koruptor.<br><br>Vonis yang panjang di atas kertas dapat menyusut melalui mekanisme hukum yang tersedia. Setelah bebas, sebagian terpidana kembali memiliki sumber daya, jaringan, dan pengaruh. Uang hasil kejahatan yang berhasil disembunyikan bahkan dapat membuat hukuman kehilangan sebagian daya paksa sosialnya.<br><br>Di sinilah gagasan memiskinkan koruptor memperoleh relevansinya. Bukan dalam arti menghukum kemiskinan, melainkan memastikan bahwa kejahatan tidak pernah menjadi investasi yang menguntungkan.<br><br>Koruptor harus kehilangan hasil kejahatannya. Aset yang berasal dari tindak pidana harus ditelusuri. Rekening harus diperiksa. Kepemilikan perusahaan harus dibuka. Aliran uang harus diikuti. Orang yang menikmati hasil korupsi harus diperiksa sesuai bukti hukum. Hukuman badan dan perampasan hasil kejahatan semestinya bekerja sebagai satu kesatuan.<br><br>Sebab hukuman penjara saja bisa menciptakan paradoks: negara kehilangan uang, kemudian membiayai penjara bagi pelakunya, sementara sebagian hasil kejahatan mungkin tetap berada di luar jangkauan negara.<br><br>Masalah lain lebih mengkhawatirkan: bagaimana jika penjaga pintu hukum sendiri ikut menjual kuncinya?<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/korupsi/" target="_blank">Korupsi</a> di lingkungan aparat penegak hukum bukan cerita baru. Catatan ICW mengenai tren korupsi hakim menunjukkan adanya perkara yang melibatkan hakim Mahkamah Agung maupun hakim pengadilan negeri. Dalam daftar yang dihimpun ICW, antara lain tercantum perkara Gazalba Saleh dan Sudrajad Dimyati serta hakim Pengadilan Negeri Surabaya dalam perkara suap vonis Ronald Tannur.<br><br>Ketika aparat penegak hukum menerima suap, masalahnya berubah. Yang rusak bukan hanya anggaran negara. Yang diperdagangkan adalah keadilan.<br><br>Jaksa dapat disuap. Hakim dapat disuap. Pengacara dapat menjadi bagian dari jaringan transaksi. Pejabat dapat membeli perlindungan. Dalam situasi seperti itu, hukum tidak lagi menjadi pagar. Ia berubah menjadi pintu yang dapat dibuka bagi siapa pun yang mempunyai uang dan akses.<br><br>Maka pemberantasan korupsi menghadapi musuh yang lebih berbahaya daripada sekadar koruptor: korupsi terhadap hukum itu sendiri.<br><br>Di sinilah publik perlu berhati-hati terhadap ukuran keberhasilan pemberantasan korupsi. Banyaknya orang yang ditangkap memang menunjukkan adanya penindakan. Tetapi banyaknya penangkapan tidak otomatis membuktikan bahwa korupsi berkurang.<br><br>Polisi tidak akan disebut berhasil memberantas pencurian hanya karena setiap hari menangkap pencuri baru. Keberhasilan sesungguhnya baru terlihat ketika lingkungan yang memungkinkan pencurian menyempit dan jumlah kejahatan menurun.<br><br>Begitu pula dengan KPK.<br><br>OTT seharusnya dipandang sebagai alat untuk membongkar jaringan, bukan sekadar peristiwa yang selesai ketika tersangka mengenakan rompi oranye. Bahkan dalam perkara Sumatera Utara, KPK sendiri menegaskan bahwa OTT merupakan pintu awal untuk mendalami proyek-proyek pengadaan lainnya.<br><br>Pernyataan itu penting. Sebab yang harus dicari bukan hanya tangan yang menerima uang, tetapi kepala dari tangan itu: siapa yang mengatur, siapa yang memerintah, siapa yang menikmati, siapa yang melindungi, bagaimana uang dipindahkan, dan mengapa sistem memungkinkan transaksi itu terjadi.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/korupsi/" target="_blank">Korupsi</a> juga tidak akan selesai hanya dengan pendidikan antikorupsi.<br><br>Bangsa ini sudah terlalu lama mengetahui bahwa korupsi itu buruk. Anak sekolah tahu. Pegawai tahu. Pejabat tahu. Pengusaha tahu. Pemuka agama tahu. Bahkan orang yang akhirnya tertangkap pun biasanya tahu bahwa yang dilakukannya melanggar hukum.<br><br>Jadi persoalannya bukan kekurangan pengetahuan.<br><br>Persoalannya adalah keberanian untuk menolak ketika kesempatan datang, dan kepastian bahwa jika seseorang tetap memilih mencuri uang negara, seluruh keuntungan yang diperolehnya akan dikejar sampai habis.<br><br>Moralitas juga tidak cukup jika sistem memberi imbalan kepada perilaku buruk.<br><br>Seseorang bisa mengenakan simbol agama, berbicara tentang kesalehan, mengutip ayat, menghadiri forum keagamaan, dan pada saat yang sama tergoda memperjualbelikan kewenangannya. Karena itu, agama tidak boleh berhenti menjadi identitas. Moral tidak boleh berhenti menjadi pidato.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/korupsi/" target="_blank">Korupsi</a> adalah ujian paling nyata terhadap integritas: apa yang dilakukan seseorang ketika tidak ada kamera, ketika peluang tersedia, dan ketika ia merasa tidak akan tertangkap.<br><br>Karena itu, resep pemberantasan korupsi sebenarnya bukan rahasia. Pencegahan diperkuat. Transparansi diperluas. Konflik kepentingan diawasi. Pengadaan dibuka. Beneficial ownership ditelusuri. Pembiayaan politik diperketat. Penegakan hukum independen. Perampasan aset diperkuat. Hukuman konsisten. Pengawasan internal tidak menjadi formalitas. Dan aparat yang menyalahgunakan kewenangan harus menghadapi konsekuensi yang nyata.<br><br>Mahkamah Agung sendiri mencatat bahwa sepanjang 2025 seluruh badan peradilan menangani lebih dari tiga juta perkara dan menyelesaikan sekitar 97,11 persen di antaranya. Angka produktivitas ini menunjukkan kapasitas sistem peradilan yang besar. Tantangannya bukan semata-mata kemampuan memproses perkara, tetapi memastikan perkara korupsi diputus dengan integritas dan menghasilkan keadilan serta pemulihan kerugian negara.<br><br>Pada akhirnya, persoalan Indonesia bukan kekurangan aturan. Bukan pula kekurangan lembaga.<br><br>Indonesia memiliki KPK, kepolisian, kejaksaan, pengadilan tipikor, PPATK, BPK, BPKP, inspektorat, Ombudsman, Komisi Yudisial, dan berbagai perangkat pengawasan lainnya. Tetapi banyaknya lembaga tidak otomatis menghasilkan negara yang bersih apabila masing-masing pagar dapat dilompati, dibeli, atau dinegosiasikan.<br><br>Itulah sebabnya perang melawan korupsi tidak boleh berhenti pada pertanyaan: berapa orang yang ditangkap?<br><br>Pertanyaan yang lebih penting adalah: berapa banyak uang yang berhasil dikembalikan, berapa banyak jaringan yang dibongkar, berapa banyak celah yang ditutup, berapa banyak aset yang dirampas melalui proses hukum, dan apakah orang yang menyaksikan hukuman itu kemudian berpikir ulang sebelum melakukan hal yang sama?<br><br>Jika jawabannya belum meyakinkan, maka ada sesuatu yang keliru.<br><br>Bukan karena Indonesia kekurangan koruptor untuk ditangkap.<br><br>Melainkan karena sistem belum cukup membuat korupsi menjadi kejahatan yang tidak menguntungkan.<br><br>Dan selama korupsi masih menjanjikan uang, kekuasaan, jaringan, dan kemungkinan hidup nyaman setelah hukuman, penangkapan seorang koruptor hanya akan menciptakan ruang bagi koruptor berikutnya.<br><br>Satu masuk penjara, yang lain antre.<br><br>Maka ukuran keberhasilan pemberantasan korupsi pada akhirnya bukan panjangnya daftar tersangka. Bukan pula banyaknya konferensi pers dengan uang sitaan di atas meja.<br><br>Ukuran keberhasilannya sederhana: suatu hari nanti, orang yang mempunyai kesempatan mencuri uang negara memilih tidak melakukannya&mdash;bukan karena ia tiba-tiba menjadi malaikat, melainkan karena ia tahu hukum pasti datang, uangnya pasti dikejar, asetnya dapat dirampas, jabatannya tidak menyelamatkannya, dan tidak ada pintu belakang untuk membeli kebebasan.<br><br>Di situlah hukum mulai menjerakan.<br><br>Sebelum itu terjadi, perang melawan korupsi masih seperti memukul bayangan.<br><br>Bayangannya hilang sebentar.<br><br>Lalu muncul lagi di tempat lain.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_3383_Korupsi-Tak-Pernah-Kehabisan-Pelaku.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/profil/66895/korupsi-tak-pernah-kehabisan-pelaku/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Leriadi Ajak Kader AMPI Perkuat Soliditas dan Kebersamaan Usai Munas X</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 15:59:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Leriadi Ajak Kader AMPI Perkuat Soliditas dan Kebersamaan Usai Munas X]]></title>
            <description><![CDATA[Jakarta &mdash Wakil Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Leriadi, M.Sos., mengajak seluruh keluarga besar AMPI mempe]]></description>
            <content><![CDATA[Jakarta &mdash; Wakil Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Leriadi, M.Sos., mengajak seluruh keluarga besar AMPI memperkuat komitmen, soliditas, dan kebersamaan setelah pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X AMPI Tahun 2026.<br><br>Menurut Leriadi, Munas X AMPI tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk melakukan refleksi, memperkuat persaudaraan, menyatukan langkah, serta meneguhkan kembali jati diri AMPI sebagai organisasi kepemudaan.<br><br>Ia menyampaikan bahwa AMPI perlu kembali pada khittah organisasi dengan memperkuat persatuan, kaderisasi, pengabdian, serta menghadirkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.<br><br>&quot;Perbedaan pandangan dalam musyawarah adalah bagian dari dinamika organisasi. Namun, setelah keputusan diambil, seluruh kader harus kembali dalam satu barisan, satu semangat, dan satu komitmen,&quot; ujar Leriadi dalam refleksinya terkait Munas X AMPI 2026.<br><br>Leriadi menekankan pentingnya menghilangkan sekat di antara kader setelah proses musyawarah selesai. Menurutnya, seluruh kader merupakan bagian dari keluarga besar AMPI yang memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan organisasi.<br><br>Dalam refleksinya, Leriadi juga menyoroti semangat Make Over AMPI yang menurutnya tidak sebatas perubahan wajah organisasi, tetapi juga pembaruan dalam cara berpikir, bekerja, dan mengabdi.<br><br>Ia menyebut AMPI perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, membangun kedekatan dengan generasi muda, terbuka terhadap gagasan, serta menghadirkan berbagai karya dan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.<br><br>&quot;Satukan komitmen. Kuatkan soliditas. Rawat kebersamaan. Perbesar karya. Hadirkan dampak,&quot; katanya.<br><br>Leriadi juga mengajak seluruh kader untuk menjadikan Munas X sebagai momentum memperkuat kembali rumah besar AMPI melalui semangat persaudaraan, gotong royong, dan kebersamaan.<br><br>&quot;Karena kemenangan yang sesungguhnya bukan kemenangan satu kelompok, melainkan kemenangan bersama seluruh keluarga besar AMPI,&quot; ujar Leriadi.<br><br>Ia kemudian menegaskan semangat yang diusungnya melalui pesan, &quot;AMPI Bersatu, AMPI Berkarya, AMPI Berdampak.&quot;<br><br>Refleksi tersebut menjadi ajakan kepada seluruh keluarga besar AMPI untuk melanjutkan perjalanan organisasi setelah Munas X dengan mengedepankan persatuan, karya, dan pengabdian.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_8399_Leriadi-Ajak-Kader-AMPI-Perkuat-Soliditas-dan-Kebersamaan-Usai-Munas-X.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/politik/66894/leriadi-ajak-kader-ampi-perkuat-soliditas-dan-kebersamaan-usai-munas-x/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Oknum Lurah Kuala Bekala Diduga Bagi Bagi Anggaran Proyek Drainase di Kuala Bekala Medan Johor</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 13:26:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Oknum Lurah Kuala Bekala Diduga Bagi Bagi Anggaran Proyek Drainase di Kuala Bekala Medan Johor]]></title>
            <description><![CDATA[ Medan halomedan.com Pengerjaan proyek drainase yang tidak sedikit jumlahnya berlokasi di Jalan Gudang/Perumahan Johor City s/d Jln Jamin ]]></description>
            <content><![CDATA[ <b>Medan |<a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> -</p><br>Pengerjaan proyek drainase yang tidak sedikit jumlahnya berlokasi di Jalan Gudang/Perumahan Johor City s/d Jln Jamin Ginting, Kelurahan Kuala Bekala, Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara terkesan berbau Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).<br><br><br>Dugaan itu terendus, Selasa (29/9/2026) saat wartawan mendapat informasi dari beberapa warga bahwa, anggaran pengerjaan drainase terkesan adanya bagi bagi anggaran proyek yang kabarnya langsung dikucurkan oleh oknum lurah Kuala Bekala berinisial I Ginting.<br><br><br>Menurut warga, <a href="https://www.halomedan.com/tag/lurah/" target="_blank">Lurah</a> Kuala Bekala (Irwan Ginting) disebut sebut sebagai pemborong proyek dan baru sehari pelaksanaan pekerjaan sudah membagikan anggaran proyek drainase terhadap sejumlah OKP secara bervariasi. Tidak hanya itu, lurah Kuala juga menempatkan sejumlah kepala lingkungan sebagai pengamanan proyek.<br><br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/lurah/" target="_blank">Lurah</a> Kuala Bekala Irwan Ginting saat dikonfirmasi wartawan via WhatsApp terkait dugaan bagi bagi anggaran proyek drainase Pemerintah Kota (Pemko) Medan belum memberikan jawaban dan komentar.<br><br><br>Dari amatan wartawan dilokasi, pengerjaan proyek Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Kota Medan dengan paket pengerjaan Pembangunan Sistem Drainase Perkotaan bertempat di Jln Gudang/Perumahan Johor City s/d Jln Jamin Ginting, Kecamatan Medan Johor dengan Nomor Kontrak 013/SP/29.4/APBD/2026 Tanggal 29 September 2026 Nilai <a href="https://www.halomedan.com/tag/anggaran/" target="_blank">Anggaran</a> Rp4.968.027.000,00,&#039; waktu pengerjaan 148 (seratus empat delapan) hari, sumber anggaran APBD, penyedia jasa CV AMAR MULIA dengan konsultan supervisi PT Konsulindo Citra Ernala.(W02)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_9078_Oknum-Lurah-Kuala-Bekala-Diduga-Bagi-Bagi-Anggaran-Proyek-Drainase-di-Kuala-Bekala-Medan-Johor.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/kota/66893/oknum-lurah-kuala-bekala-diduga-bagi-bagi-anggaran-proyek-drainase-di-kuala-bekala-medan-johor/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sidang Gugatan Perbuatan Melawan Hukum PT Toba Surimi Industries Terhadap Bank Mandiri di PN Medan Kembali Ditunda</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 11:41:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sidang Gugatan Perbuatan Melawan Hukum PT Toba Surimi Industries Terhadap Bank Mandiri di PN Medan Kembali Ditunda]]></title>
            <description><![CDATA[ Medan halomedan.com Majelis Hakim Kembali Memanggil jajaran Direksi dan Komisaris Bank Mandiri dikarenakan tidak pernah hadir dalam tiga ]]></description>
            <content><![CDATA[ <b>Medan |<a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> -</p><br>Majelis Hakim Kembali Memanggil jajaran Direksi dan Komisaris Bank Mandiri dikarenakan tidak pernah hadir dalam tiga lali persidangan, Medan, 28 September 2026.<br><br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/sidang/" target="_blank">Sidang</a> gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan oleh PT Toba Surimi Industries, Tbk (&quot;PT TSI&quot;) terhadap PT Bank Mandiri (Persero), Tbk dan pihak-pihak terkait lainnya dengan Nomor Perkara 879/Pdt.G/2026/PN Mdn kembali ditunda oleh Pengadilan Negeri Medan.<br><br><br>Persidangan yang digelar pada Senin, 28 September 2026 tersebut masih beragendakan pemeriksaan kelengkapan para pihak, termasuk pemeriksaan kelengkapan surat kuasa dan dokumen pendukung kedudukan hukum para tergugat yaitu dari pihak-pihak direksi, komisaris, dan karyawan-karyawan Bank Mandiri. Namun dalam persidangan tersebut Direksi dan Komisaris dari Bank Mandiri masih belum menghadiri persidangan.<br><br><br>Dalam persidangan sebelumnya pada tanggal 14 September 2026, kuasa hukum Bank Mandiri telah menyampaikan bahwa kelengkapan dokumen surat kuasa seluruh pihak Tergugat akan dipenuhi pada persidangan berikutnya. Namun, pada persidangan tanggal 28 September 2026, kelengkapan tersebut masih belum sepenuhnya terpenuhi.</p><br></p><img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/084b6fbb10729ed4da8c3d3f5a3ae7c9_1000425868.jpg"><br><br> <br>Berdasarkan pemeriksaan di persidangan, masih terdapat beberapa dokumen administrasi beracara yang belum lengkap, termasuk dokumen pendukung seperti akta pendirian Bank Mandiri serta pendaftaran surat kuasa melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pengadilan Negeri Medan, mengingat dokumen-dokumen tersebut merupakan bagian penting dalam proses pemeriksaan perkara.<br><br><br>Kuasa hukum PT TSI, Dr. David M.L. Tobing, S.H., M.Kn., menyampaikan kekecewaannya atas kembali tertundanya proses persidangan.<br><br><br>"Kami menghormati proses persidangan yang berjalan di Pengadilan Negeri Medan. Namun kami menyayangkan bahwa setelah beberapa kali persidangan dengan agenda yang sama, pihak Tergugat yaitu jajaran Direksi dan Komisaris Bank Mandiri tidak pernah hadir atau memberikan kuasa ke kuasa hukumnya&quot; ujar David Tobing.<br><br><br>Menurut David, sebagai bank besar yang memiliki peran penting dalam sistem perekonomian nasional, Bank Mandiri beserta jajaran pihak yang ditarik sebagai Tergugat seharusnya menghormati proses persidangan dengan memastikan seluruh kelengkapan beracara telah dipenuhi.<br><br><br>&quot;Seharusnya jajaran Direksi dan Komisaris dari sebuah bank besar di Indonesia dapat menunjukkan komitmen untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Proses persidangan tidak boleh terhambat hanya karena persoalan administratif yang seharusnya dapat dipersiapkan sejak awal. Ketidakhadiran jajaran direksi dan komisaris di tiga kali persidangan membuktikan bahwa Bank Mandiri tidak menghormati dan mengabaikan proses persidangan&quot; lanjut David.</p><br></p><img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/31fefc0e570cb3860f2a6d4b38c6490d_1000425867.jpg"><br><br><br>Dalam persidangan tersebut, pihak PT TSI juga meminta agar Majelis Hakim dapat bersikap tegas apabila kelengkapan berkas Para Tergugat tidak segera dipenuhi, sehingga proses pemeriksaan perkara dapat berjalan secara efektif dan tidak berlarut-larut.<br><br><br>Atas kondisi tersebut, Majelis Hakim kemudian menetapkan persidangan berikutnya pada Senin, 19 Oktober 2026 dengan agenda pemeriksaan kelengkapan pihak Tergugat 9 serta Tergugat 12 sampai dengan Tergugat 30.<br><br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/gugatan/" target="_blank">Gugatan</a> ini berkaitan dengan penarikan dana fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) Revolving PT TSI sebesar Rp124,4 miliar berdasarkan 54 lembar cek yang tanda tangannya telah dinyatakan non-identik atau berbeda berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Kriminalistik.<br><br><br>Perkara ini juga berkaitan dengan Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 580/Pid.B/2026/PN Mdn tanggal 25 Juni 2026 yang telah berkekuatan hukum tetap terkait tindak pidana pemalsuan surat. <br><br><br>Melalui gugatan ini, PT TSI meminta pertanggungjawaban hukum atas pencatatan kewajiban kredit yang menurut PT TSI berasal dari transaksi yang tidak pernah diperintahkan, disetujui, maupun dinikmati oleh perusahaan.<br><br><br>PT TSI tetap menghormati seluruh tahapan proses persidangan dan akan terus menyampaikan fakta serta bukti hukum sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.(W02)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_8641_Sidang-Gugatan-Perbuatan-Melawan-Hukum-PT-Toba-Surimi-Industries-Terhadap-Bank-Mandiri-di-PN-Medan-Kembali-Ditunda.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66892/sidang-gugatan-perbuatan-melawan-hukum-pt-toba-surimi-industries-terhadap-bank-mandiri-di-pn-medan-kembali-ditunda/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Festival Seni Budaya Buddhis di Medan Padukan Sun Go Kong dan Hanoman</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 11:05:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Festival Seni Budaya Buddhis di Medan Padukan Sun Go Kong dan Hanoman]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN &mdash Festival Seni Budaya Buddhis digelar di Klenteng Kong Tek Cun Ong, Jalan B. Zein Hamid No. 5, Kelurahan Kedai Durian, Kota Med]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN &mdash; Festival Seni Budaya Buddhis digelar di Klenteng Kong Tek Cun Ong, Jalan B. Zein Hamid No. 5, Kelurahan Kedai Durian, Kota <a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>, Senin (28/9/2026).<br>Kegiatan berlangsung meriah dengan menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya yang memadukan unsur budaya Tionghoa dan Jawa. Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah kolaborasi tokoh kera dalam budaya Tionghoa, Sun Go Kong, dengan tokoh kera dalam tradisi pewayangan Jawa, Hanoman.<br>Penampilan Hanoman dikemas dalam bentuk petilan lakon Hanoman Duta yang dibawakan salah satu sanggar tari Paguyuban Jogja di <a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>, di bawah pimpinan Letkol (Purn.) Warsono. Sanggar tersebut turut menyumbangkan pertunjukan seni budaya dalam rangkaian festival.<br>Kolaborasi Sun Go Kong dan Hanoman menjadi salah satu daya tarik festival. Tokoh yang dikenal luas dalam kisah budaya Tionghoa tersebut dipertemukan dengan Hanoman dari tradisi pewayangan Jawa, menghadirkan warna tersendiri dalam pertunjukan seni budaya Buddhis.<br>Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B., Ketua DPRD Kota <a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> sekaligus Ketua Permabudhi Sumatera Utara; Budi Malem, SMT.; Prof. Dr. H. Abdi Yanto, S.E., M.Si., tokoh Jawa Sumatera Utara; Prof. Dr. dr. Delyuzar, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota <a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>; Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara Sukasdi, S.E., M.A.; Ko William; Johan, S.H., dari pimpinan Wartapoldasu sekaligus Ketua Yayasan Cetiya Tissa; serta para undangan lainnya.<br>Dalam sambutannya, Ketua FPK Kota <a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> Prof. Dr. dr. Delyuzar menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan festival. Menurutnya, kegiatan seni dan budaya dapat menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan masyarakat di tengah keberagaman.<br>&quot;Walaupun kita berbeda, tetapi kita tetap kompak. Perbedaan bukan menjadi penghalang untuk kita bersama-sama membangun kebersamaan,&quot; ujarnya.<br>Ia mengatakan kegiatan seni budaya seperti Festival Seni Budaya Buddhis dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat dari berbagai latar belakang budaya dan kepercayaan.<br>Apresiasi juga disampaikan Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara, Sukasdi, S.E., M.A. Ia menilai kegiatan seni dan budaya memiliki nilai penting dalam membangun kebersamaan sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya kepada masyarakat.<br>&quot;Kami memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya festival seni budaya Buddhis ini. Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya sekaligus memperkuat kerukunan dan kebersamaan,&quot; ujar Sukasdi.<br>Sementara itu, Ketua DPRD Kota <a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> yang juga Ketua Permabudhi Sumatera Utara, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B., melalui Wakil Ketua Permabudhi Sumut Budi Malem, SMT., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.<br>&quot;Kami menyampaikan terima kasih kepada panitia, para seniman, sanggar, tokoh masyarakat, tokoh agama serta seluruh undangan yang telah hadir dan ikut menyukseskan festival ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi wadah untuk mempererat persatuan melalui seni dan budaya,&quot; ujar Budi Malem mewakili Wong Chun Sen Tarigan.<br>Ia juga menekankan pentingnya menjadikan seni dan budaya sebagai jembatan untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.<br>Hal senada disampaikan Prof. Dr. H. Abdi Yanto, S.E., M.Si., tokoh Jawa Sumatera Utara. Ia membawa semangat persatuan melalui slogan, &quot;Melalui budaya kita bersatu.&quot;<br>Slogan tersebut dinilai sejalan dengan semangat festival yang mempertemukan berbagai unsur budaya dalam satu panggung pertunjukan.<br>Suasana festival semakin semarak dengan kehadiran MC kondang Kota <a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>, H. Benny Soebarjo, S.H., yang diketahui merupakan kelahiran Kota Pelajar Yogyakarta. Kehadirannya turut memberikan warna tersendiri dalam memandu jalannya acara.<br>Festival ini menjadi momentum yang memperlihatkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi ruang bersama untuk memperkenalkan keberagaman. Kolaborasi Sun Go Kong dan Hanoman menjadi salah satu gambaran bagaimana unsur budaya Tionghoa dan Jawa dapat hadir secara berdampingan dalam satu pertunjukan.<br>Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan mendapat perhatian positif dari para tamu undangan maupun masyarakat yang hadir.<br>Festival Seni Budaya Buddhis di Klenteng Kong Tek Cun Ong diharapkan dapat terus menjadi wadah pelestarian seni dan budaya sekaligus memperkuat semangat persatuan, kerukunan, dan kebersamaan di Kota <a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_3407_Festival-Seni-Budaya-Buddhis-di-Medan-Padukan-Sun-Go-Kong-dan-Hanoman.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/kota/66891/festival-seni-budaya-buddhis-di-medan-padukan-sun-go-kong-dan-hanoman/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">MENGADILI PENYIMPANGAN, MEMBENAHI PEMASYARAKATAN</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 09:14:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[MENGADILI PENYIMPANGAN, MEMBENAHI PEMASYARAKATAN]]></title>
            <description><![CDATA[MENGADILI PENYIMPANGAN, MEMBENAHI PEMASYARAKATAN]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Oleh Abdullah Rasyid<br>Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan<br><br><br>Di dalam lapas, hal-hal kecil pun diatur. Kapan warga binaan bangun, bekerja, menerima kunjungan, hingga kembali ke kamar. Mereka menjalaninya setiap hari. Maka, ketika terdengar kabar bahwa ada orang yang mungkin menikmati fasilitas berbeda di tempat yang sama, pertanyaan pertama mereka barangkali sederhana: mengapa?<br><br>Keluarga di rumah pun bisa bertanya demikian. Mereka menitipkan orang yang mereka sayangi kepada negara, dengan segala konsekuensi hukum yang harus dijalani. Yang mereka harapkan setidaknya satu: aturan berlaku sama.<br><br>Karena itulah temuan Ombudsman RI di Lapas Cibinong mengusik banyak orang. Dugaan tentang fasilitas istimewa, terlebih jika dikaitkan dengan uang atau kedekatan, tidak cukup dijawab dengan menyebut status bangunan. Publik ingin mengetahui apa yang terjadi di sana.<br><br>Sejak inspeksi Ombudsman pada 23 September 2026, pertanyaannya belum banyak berubah. Siapa yang menggunakan bangunan dan fasilitas tersebut? Siapa yang mengizinkan? Bagaimana aksesnya diatur? Apakah benar ada pungutan?<br><br>Status Bangunan dan Cara Penggunaannya<br><br>Kanwil Ditjenpas Jawa Barat menjelaskan bahwa lokasi yang disorot berada di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Sejumlah bangunan disebut memiliki surat keputusan sebagai rumah jabatan. Keterangan ini perlu dicatat. Namun, status resmi sebuah bangunan belum dengan sendirinya menjelaskan siapa yang menggunakannya dan untuk keperluan apa.<br><br>Ada pula soal foto dan perlengkapan yang terlihat dalam dokumentasi awal, tetapi tidak tampak saat pemeriksaan berikutnya. Bisa saja barang-barang itu dipindahkan dengan alasan yang sah. Jika demikian, catatannya tentu dapat ditunjukkan. Ke mana dipindahkan, kapan, dan oleh siapa? Pertanyaan seperti ini sebaiknya dijawab sebelum orang telanjur menyusun kesimpulannya sendiri.<br><br>Pemeriksaan yang Harus Tuntas<br><br>Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto telah memerintahkan investigasi. Lima pejabat struktural Lapas Cibinong, termasuk kepala lapas, dinonaktifkan untuk diperiksa. Langkah itu memberi kesempatan kepada tim untuk bekerja tanpa mengabaikan hak mereka yang diperiksa. Penonaktifan belum berarti bersalah. Tetapi dugaan yang telah mengundang perhatian luas juga tidak boleh berhenti pada penonaktifan.<br><br>Pada Senin, 28 September, perkara ini dibahas dalam rapat dengar pendapat Komisi XIII DPR. Dirjen Pemasyarakatan Mashudi hadir bersama kepala lapas yang telah dinonaktifkan. Ombudsman belum hadir. Ketua Komisi XIII Willy Aditya menjelaskan bahwa permintaan untuk menghadirkan Ombudsman masih menunggu respons Komisi II, mitra kerjanya di DPR.<br><br>Kehadiran Ombudsman pada kesempatan berikutnya akan membantu. Publik perlu mendengar langsung apa yang ditemukan saat inspeksi, lalu membandingkannya dengan hasil pemeriksaan kementerian. Perbedaan keterangan, jika ada, justru perlu dibuka dan diperiksa. Dari situlah gambaran yang lebih utuh bisa diperoleh.<br><br>Dalam perkara seperti ini, godaan terbesar adalah tergesa-gesa memberi jawaban. Kementerian sebaiknya menyampaikan saja apa yang sudah diketahui, apa yang belum, dan kapan hasil pemeriksaan akan disampaikan. Orang dapat memahami bahwa penyelidikan membutuhkan waktu. Yang sulit diterima adalah penjelasan yang terdengar tuntas, sementara pertanyaan pokok masih tertinggal.<br><br>Pemeriksaan pun perlu masuk ke keseharian tempat itu. Siapa yang memegang akses? Bagaimana barang dan fasilitas masuk? Adakah warga binaan yang ditugaskan di area tersebut, dan untuk pekerjaan apa? Pernahkah petugas atau warga binaan menyampaikan keluhan? Jika pernah, apa tindak lanjutnya?<br><br>Jawaban-jawaban itu penting karena yang dipersoalkan bukan hanya sebuah ruangan. Bila ada perlakuan khusus, seseorang tentu membuat keputusan, memberi izin, atau membiarkannya terjadi. Sebaliknya, bila suatu dugaan tidak terbukti, hasil pemeriksaan yang rinci juga dapat membersihkan nama orang yang telanjur dicurigai.<br><br>Menjaga Rasa Adil<br><br>Di tengah sorotan terhadap Cibinong, ribuan petugas pemasyarakatan tetap bekerja. Mereka menjaga keamanan, mengatur kunjungan keluarga, mencegah narkotika masuk, melerai konflik, dan mendampingi pembinaan. Pembimbing Kemasyarakatan membantu menyiapkan jalan bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat. Banyak dari pekerjaan itu berlangsung tanpa kamera dan tanpa pujian.<br><br>Beban mereka berat, apalagi ketika lapas dan rutan melebihi kapasitas. Keadaan tersebut tidak dapat dipakai untuk memaklumi pelanggaran. Namun, kita juga tidak boleh membiarkan kesalahan beberapa orang, jika kelak terbukti, menutup pekerjaan baik petugas lain.<br><br>Warga binaan berhak hidup secara manusiawi. Mereka menjalani pidana, tetapi martabatnya tetap harus dijaga. Hunian yang layak, layanan kesehatan, dan kesempatan mengikuti pembinaan semestinya tersedia menurut aturan, bukan menurut isi dompet atau kedekatan seseorang dengan pejabat.<br><br>Bayangkan sulitnya meminta warga binaan percaya pada pembinaan jika mereka merasa aturan bisa dinegosiasikan oleh orang tertentu. Rasa tidak adil seperti itu dapat menetap jauh lebih lama daripada kegaduhan berita. Ia ikut terbawa ke dalam hubungan antara warga binaan dan petugas setiap hari.<br><br>Itu sebabnya hasil investigasi Cibinong harus mudah dipahami publik. Apa yang terbukti? Apa yang tidak? Siapa yang bertanggung jawab? Tindakan apa yang diambil? Bila ada indikasi pidana, teruskan kepada penegak hukum. Bila ditemukan pengawasan yang lemah, perbaiki cara mengatur akses, mencatat barang, menggunakan area khusus, dan menangani pengaduan.<br><br>Masyarakat wajar marah mendengar dugaan perlakuan istimewa. Petugas yang bekerja jujur pun wajar resah ketika institusinya ikut dicurigai. Keduanya menunggu hal yang sama: pemeriksaan yang adil dan penjelasan yang terus terang.<br><br>Nanti, ketika perhatian publik beralih ke perkara lain, kehidupan di Lapas Cibinong akan terus berjalan. Warga binaan masih menjalani hukumannya. Petugas masih datang bekerja. Di situlah hasil penanganan kasus ini akan terasa: apakah aturan benar-benar berlaku bagi semua orang di dalamnya.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_59_MENGADILI-PENYIMPANGAN--MEMBENAHI-PEMASYARAKATAN.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66890/mengadili-penyimpangan-membenahi-pemasyarakatan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Andar Amin Pimpin Golkar Sumut, Bersiap Gelar Pelantikan dan Rakerda Akbar</guid>
            <pubDate>Mon, 28 Sep 2026 22:07:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Andar Amin Pimpin Golkar Sumut, Bersiap Gelar Pelantikan dan Rakerda Akbar]]></title>
            <description><![CDATA[Andar Amin Pimpin Golkar Sumut, Bersiap Gelar Pelantikan dan Rakerda Akbar]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br>MEDAN &ndash; Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Andar Amin Harahap bersiap menggelar agenda akbar Pelantikan Pengurus DPD Partai GOLKAR Provinsi Sumatera Utara Periode 2025-2030 sekaligus Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026.<br><br>Kepastian ini dimatangkan dalam rapat perdana panitia yang dipimpin langsung oleh Ketua Penyelenggara, H.M. Syaf Lubis, didampingi Sekretaris Edi Surahman Sinuraya, serta jajaran Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) di Kantor DPD Partai <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Medan, Senin (28/9/2026).<br><br>Agenda strategis ini direncanakan berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Kota Medan. Kendati demikian, penetapan tanggal pasti akan diselaraskan dengan jadwal kehadiran Ketua Umum DPP Partai <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a>, Bahlil Lahadalia.<br><br>Ketua Penyelenggara, H.M Syaf Lubis, menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi tonggak sejarah baru untuk memperkuat kejayaan partai di Sumatera Utara. Ia menyerukan kepada seluruh kader dan organisasi sayap&mdash;baik yang mendirikan maupun yang didirikan&mdash;untuk bersatu padu total mendukung penuh acara ini.<br><br>"Mari kita semua bekerja sama dan bahu-membahu menyukseskan serta memeriahkan pelantikan dan rakerda ini. Kita berharap seluruh kader Partai <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> berkontribusi aktif menggaungkan energi positif ini, dan yang terpenting, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat demi mempertahankan kebesaran Partai <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> di Sumatera Utara," ujar Syaf Lubis dengan optimis.<br><br>Usai pembukaan rapat perdana tersebut, pembahasan langsung masuk ke ranah teknis pelaksanaan yang dipimpin oleh AS Suruhenta Sembiring selaku Ketua Panitia Pelaksana atau Organizing Committee (OC).<br><br>Suruhenta menginstruksikan kepada seluruh jajaran panitia untuk menjaga soliditas dan bekerja ekstra fokus sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.<br><br>"Soliditas adalah kunci. Kita ingin memastikan pelantikan dan rakerda ini berjalan spektakuler, tertata rapi, dan menjadi sinyal kuat kesiapan <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> Sumut menyongsong agenda-agenda politik strategis ke depan," pungkas Suruhenta.<br><br>Acara pelantikan dan Rakerda <a href="https://www.halomedan.com/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> Sumut 2026 ini diprediksi akan menjadi salah satu panggung politik terbesar di Sumatera Utara menjelang akhir tahun, mengingat konsolidasi ini melibatkan ribuan kader dari seluruh kabupaten/kota di Sumut. (***)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_1692_Andar-Amin-Pimpin-Golkar-Sumut--Bersiap-Gelar-Pelantikan-dan-Rakerda-Akbar.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66889/andar-amin-pimpin-golkar-sumut-bersiap-gelar-pelantikan-dan-rakerda-akbar/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">RIP CURRENT&quot; EKONOMI</guid>
            <pubDate>Mon, 28 Sep 2026 21:36:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[RIP CURRENT" EKONOMI]]></title>
            <description><![CDATA[RIP CURRENT EKONOMIOleh  Akhmad Khambali,SE,MMInisiator InsanPreneurPernah dengar tentang RIP CURRENT? Itu adalah gelombang bawah lau]]></description>
            <content><![CDATA[RIP CURRENT" EKONOMI</p>Oleh : Akhmad Khambali,SE,MM<br>Inisiator InsanPreneur<br><br>_"Pernah dengar tentang *RIP CURRENT*?_ Itu adalah gelombang bawah laut yang kelihatan tenang di permukaan, tapi di bawahnya ada arus kuat yang bisa menyeret orang ke tengah laut tanpa sadar.<br>​Nah&hellip; sadar atau enggak, kondisi keuangan banyak orang saat ini lagi kena *RIF CURRENT versi ekonomi*."<br>"Secara statistik atau indikator makro, mungkin semuanya kelihatan aman-aman aja. Malah kelihatan baik. Kita masih bisa makan enak, nongkrong di cafe, belanja online dan jalani rutinitas seperti biasa. Nggak ada tanda krisis yang meledak-ledak.<br><br>*​Tapi di bawah permukaan?* Ada arus balik yang pelan-pelan menarik pendapatan riil kita. Inflasi tersembunyi, biaya hidup naik, pelan pelan menggunakan paylater; sementara kenaikan penghasilan makin tipis; setipis tisu."<br>"Arus bawah ini bikin kita tanpa sadar masuk ke fase *MANTAB&mdash;Makan Tabungan*<br>​Awalnya cuma ambil sedikit buat nambal kebutuhan bulanan atau belanja online. Tapi kalau didiamkan terus, fase ini berubah jadi *MAUT&mdash;Makan Tabungan*, alias tergerus habis tanpa tersisa.<br>​Bahayanya *Rip Current Ekonomi* ini bukan karena dia datang _tiba-tiba dengan gelombang besar, tapi karena dia bikin kita terlena_ sampai terlambat sadar kalau kita udah terseret jauh."<br>_"Terus gimana caranya selamat?_ Di laut, kalau terjebak *Rip Current,* kunci utamanya jangan panik dan jangan berenang melawan arus secara langsung, tapi berenang sejajar garis pantai.<br>​Di keuangan pun sama. Jangan cuma bertahan pakai cara lama sambil nunggu situasi membaik. _Mulai cek ulang cash flow, pangkas bocor halus, dan bangun kembali benteng pertahanan finansial [emergency fund dan safety net) kita._<br>​Coba cek tabunganmu bulan ini&mdash;masih aman, atau tanpa sadar udah mulai terseret arus?"red</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_6721_RIP-CURRENT-quot--EKONOMI.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66888/rip-currentquot-ekonomi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Gubernur Bobby Nasution Siapkan Dua Hadiah untuk UMSU, Beasiswa hingga Dukungan Pembangunan Kampus</guid>
            <pubDate>Mon, 28 Sep 2026 15:20:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Gubernur Bobby Nasution Siapkan Dua Hadiah untuk UMSU, Beasiswa hingga Dukungan Pembangunan Kampus]]></title>
            <description><![CDATA[Gubernur Bobby Nasution Siapkan Dua Hadiah untuk UMSU, Beasiswa hingga Dukungan Pembangunan Kampus]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br><br>MEDAN &ndash; Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyiapkan dua bentuk dukungan bagi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), yakni dukungan terhadap pembangunan Kampus IV UMSU dan pemberian kuota khusus beasiswa bagi mahasiswa UMSU. Dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat pengembangan pendidikan tinggi sekaligus membuka akses pendidikan bagi lebih banyak mahasiswa di Sumut.<br><br>Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution di hadapan ribuan mahasiswa baru UMSU, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, para Wakil Menteri, anggota DPR RI, Kapolda Sumut, sejumlah kepala daerah, civitas akademika UMSU, serta undangan lainnya pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Jalan Kapten Muchtar Basri, Kota Medan, Senin (28/9/2026).<br><br>&quot;Di Provinsi Sumut banyak sekali paket untuk beasiswa. Dan kami juga akan meluncurkan beasiswa kepada mahasiswa UMSU. Jumlah mahasiswa baru sebanyak 6.027 orang, kami yakin banyak yang bisa kami berikan beasiswa sampai tamat,&quot; ujar Bobby.<br><br>Bobby mengatakan, Pemprov Sumut juga telah mengubah mekanisme pemberian beasiswa agar diberikan secara tuntas. Beasiswa tidak hanya diberikan kepada mahasiswa baru, tetapi akan diberikan hingga mahasiswa tersebut menyelesaikan pendidikannya.<br><br>&quot;Pak Wamen, setelah ini yang dibilang Pak Rektor tadi selesai. Jadi Pak Rektor ini ada hadiah tambahan selain yang harus selesai 2027. Kami akan memberikan kuota khusus bagi mahasiswa UMSU,&quot; ucapnya.<br><br>Pada kesempatan itu, Bobby juga menyampaikan sejumlah pesan kepada mahasiswa UMSU. Menurutnya, tema PKKMB &quot;Satu Klik Sejuta Dampak&quot; berkaitan erat dengan perkembangan dunia digital dan kecerdasan buatan (AI).<br><br>Bobby berpesan agar mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk menghasilkan karya, bahkan menjadi pencipta.<br><br>&quot;Ini kampus yang tepat untuk adik-adik. Karena itu belajarlah yang baik dan benar. Dan yang paling penting juga adalah tetap berbakti kepada orangtua,&quot; pesannya.<br><br>Sementara itu, Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd menyebutkan UMSU merupakan salah satu perguruan tinggi terbesar di Sumut. Jumlah mahasiswa baru UMSU tahun ini juga mengalami peningkatan hingga mencapai 6.027 orang, sehingga total mahasiswa UMSU kini mencapai 29.617 orang.<br><br>&quot;Tahun ini terjadi peningkatan penerimaan mahasiswa baru sebanyak 1.000 orang. Terdapat 194 mahasiswa baru yang non muslim, sehingga total mahasiswa non muslin menjadi 1.031 orang. Ini membuktikan kampus yang terbuka dan inklusif pada siapa saja untuk belajar di UMSU,&quot; katanya.<br><br>UMSU, katanya, juga menerima mahasiswa asing yang jumlahnya telah mencapai 117 orang dari kawasan Asia dan Afrika. Selain itu, UMSU terus mengembangkan pembangunan Kampus IV Terpadu UMSU yang berlokasi di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang.<br><br>Kampus tersebut dirancang di atas lahan seluas 25 hektare sebagai pusat pendidikan modern terintegrasi, dilengkapi sarana olahraga hingga pusat penelitian lingkungan. Pembangunan kampus terpadu itu telah menunjukkan progres signifikan dan ditargetkan mulai beroperasi sebagian pada Januari 2027.<br><br>Keberadaan Kampus IV Terpadu UMSU juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan infrastruktur Sumut yang akan menjadi tuan rumah Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan Aisyiyah pada 2027. *]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_4365_Gubernur-Bobby-Nasution-Siapkan-Dua-Hadiah-untuk-UMSU--Beasiswa-hingga-Dukungan-Pembangunan-Kampus.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66887/gubernur-bobby-nasution-siapkan-dua-hadiah-untuk-umsu-beasiswa-hingga-dukungan-pembangunan-kampus/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dugaan TPPO PMI Asal Medan ke Malaysia Dilaporkan ke Mabes Polri, Paspor hingga Gaji Disoal</guid>
            <pubDate>Mon, 28 Sep 2026 14:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dugaan TPPO PMI Asal Medan ke Malaysia Dilaporkan ke Mabes Polri, Paspor hingga Gaji Disoal]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN  Halomedan.comDugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Medan yang dibe]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN | Halomedan.com<br><br>Dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Medan yang diberangkatkan ke Malaysia dilaporkan ke Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri).<br><br>Pengaduan tersebut disampaikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KEDAN PRABO NOL LAPAN Advokasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia melalui surat Nomor 216-27/LP/DPP-DPD-KP08/VII/2026, tertanggal 27 Juli 2026.<br><br>Surat itu ditujukan kepada Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan Anak (PPA) dan Pidana Perdagangan Orang (PPO) Mabes Polri. Dalam surat tersebut, perkara yang dilaporkan berkaitan dengan dugaan pengiriman PMI ke Malaysia untuk bekerja pada pengguna perseorangan tanpa P3MI atau secara nonprosedural.<br><br>Dalam laporan tersebut, seorang PMI bernama Nurhayati, warga Medan Belawan, Sumatera Utara, disebut diberangkatkan ke Malaysia untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) pada pengguna perseorangan.<br><br>Berdasarkan dokumen pengaduan, Nurhayati disebut mendapat sponsor dari perempuan bernama Indah, sementara proses kelengkapan dokumen keberangkatannya disebut dilakukan oleh perempuan bernama Linda.<br><br>Nurhayati disebut berangkat ke Malaysia melalui Pelabuhan Tanjung Balai Asahan pada 20 April 2026.<br><br>Dalam kronologi yang dituangkan dalam surat pengaduan, setelah berada di Malaysia, Nurhayati kemudian meminta bantuan DPP KEDAN PRABO NOL LAPAN untuk mendapatkan perlindungan hukum sekaligus proses pemulangan ke Indonesia.<br><br>Permintaan bantuan tersebut disebut disampaikan pada 26 Juni 2026.<br><br>Nurhayati selanjutnya disebut kembali ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Balai Asahan pada 6 Juli 2026.<br><br>*Paspor Diduga Ditahan*<br><br>Persoalan disebut belum selesai setelah Nurhayati tiba di Indonesia.<br><br>Dalam surat pengaduan disebutkan, setelah tiba di Pelabuhan Tanjung Balai Asahan, Nurhayati dijemput oleh orang yang disebut sebagai suruhan dari pihak pemroses. Dalam kesempatan tersebut, dokumen berupa paspor disebut ditahan.<br><br>Selain persoalan dokumen perjalanan, pihak pelapor juga mencantumkan sejumlah hak finansial yang disebut belum terpenuhi.<br><br>Adapun yang dipersoalkan meliputi biaya proses pemberangkatan sebesar Rp5,25 juta yang disebut dianggap sebagai utang, pengembalian potongan gaji sebesar MYR750, serta gaji bulan terakhir sebesar MYR1.500 yang disebut belum dibayarkan.<br><br>*Dua Pihak Dilaporkan*<br><br>Dalam pengaduannya, DPP KEDAN PRABO NOL LAPAN melaporkan I yang disebut sebagai sponsor dan L yang disebut sebagai pemroses.<br><br>Dokumen tersebut menyebut kedua pihak diduga merekrut, memberangkatkan dan mempekerjakan Nurhayati sebagai PMI untuk pengguna perseorangan secara nonprosedural di Malaysia.<br><br>Pihak pelapor juga menduga terdapat unsur TPPO dan perbudakan terhadap Nurhayati.<br><br>Dalam surat tersebut, pihak pelapor menyatakan laporan dibuat berdasarkan pengakuan dan pernyataan pemberi kuasa yang diperoleh melalui wawancara secara langsung.<br><br>Namun, seluruh dugaan tersebut masih merupakan materi laporan pengaduan dan belum menjadi kesimpulan hukum. Ada atau tidaknya tindak pidana serta pihak yang bertanggung jawab tetap harus ditentukan melalui proses penyelidikan dan penyidikan aparat penegak hukum berdasarkan alat bukti yang diperoleh.<br><br>*Minta Polisi Tindaklanjuti*<br><br>DPP KEDAN PRABO NOL LAPAN meminta Mabes Polri, khususnya unit yang menangani perkara PPA/PPO, menindaklanjuti laporan tersebut dan memanggil pihak-pihak yang dilaporkan untuk dimintai keterangan.<br><br>Dalam surat pengaduan, pelapor mencantumkan UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia serta UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang sebagai dasar hukum pengaduan.<br><br>Pelapor juga meminta Mabes Polri segera menindaklanjuti laporan tersebut dan memberikan perkembangan penanganannya.<br><br>&quot;Kami meminta kepada Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia, up. Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan Anak (PPA), Pidana Perdangan Orang (PPO) MABES POLRI untuk mengundang para pemroses dengan inisial yang kami sebutkan namanya di atas,&quot; demikian salah satu bagian surat pengaduan tersebut.<br><br>Surat pengaduan tersebut ditandatangani Ketua Umum DPP KEDAN PRABO NOL LAPAN Jonson P. Simalango, S.H. dan Sekretaris Jenderal Hendi Irawan.<br><br>Dalam dokumen itu, KEDAN PRABO NOL LAPAN juga menyatakan berharap Mabes Polri segera menindaklanjuti laporan dan memberikan perkembangan penanganannya.<br><br>Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan dari pihak yang dilaporkan terkait tuduhan yang tercantum dalam laporan pengaduan tersebut.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_1059_Dugaan-TPPO-PMI-Asal-Medan-ke-Malaysia-Dilaporkan-ke-Mabes-Polri--Paspor-hingga-Gaji-Disoal.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66886/dugaan-tppo-pmi-asal-medan-ke-malaysia-dilaporkan-ke-mabes-polri-paspor-hingga-gaji-disoal/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tradisi Silek dan Cara Lain Mendengarkan Komposisi Musik</guid>
            <pubDate>Mon, 28 Sep 2026 11:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tradisi Silek dan Cara Lain Mendengarkan Komposisi Musik]]></title>
            <description><![CDATA[Jakarta  Halomedan.comDi Gedung Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, malam itu penonton tidak duduk seperti lazimnya menyaksikan pe]]></description>
            <content><![CDATA[Jakarta | Halomedan.com<br>Di Gedung Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, malam itu penonton tidak duduk seperti lazimnya menyaksikan pertunjukan musik.<br><br>Di tengah panggung terdapat matras pencak silat berukuran sekitar 4 &times; 4,5 meter. Penonton duduk bersila mengelilingi arena dalam dua-tiga baris di setiap sisi. Barisan terdepan berjarak hanya beberapa sentimeter dari arena.<br><br>Di setiap sudut matras terdapat mikrofon dengan tiang pendek, ditempatkan rendah dan diarahkan ke permukaan matras.<br><br>Panggung digelapkan. Cahaya hanya jatuh dari atas, menerangi arena.<br><br>Tiga orang yang akan menjadi pusat pertunjukan mula-mula duduk di antara penonton barisan depan. Ketika pertunjukan dimulai, mereka masuk ke arena, menyalami beberapa penonton terdekat, lalu mengambil posisi kuda-kuda dan berhadapan.<br><br>Gerakan tubuh mulai berlangsung. Ada serangan dan tangkisan, tangkapan, kuncian, jatuhan dan lompatan. Tubuh menghantam matras. Kaki menghentak. Kain bergesekan. Tangan menepuk tubuh. Napas para pesilat mulai memburu.<br><br>Sesekali tubuh seorang pesilat terhempas hanya beberapa sentimeter dari penonton.<br><br>*Silek di Tengah Musik*<br>Yang sedang disaksikan penonton tampaknya adalah silek. Silek adalah istilah dalam tradisi Minangkabau untuk seni bela diri yang secara umum dikenal sebagai silat. Pencak silat sebagai tradisi Nusantara sendiri telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada 2019.<br><br>Rabu (23/9/2026) malam itu, silek hadir dalam panggung komposisi musik. Pertunjukan tersebut merupakan bagian dari Pekan Komponis Indonesia (PKIna) 2026, yang berlangsung pada 23&ndash;27 September di Taman Ismail Marzuki.<br><br>Tiga orang di arena itu adalah M. Hario Efenur, atau yang akrab dipanggil Uncu, Emri, dan Hamdan Tawil atau Da At. Pertunjukan sekitar 45 menit itu berlangsung dalam tiga pertemuan: Emri dengan Da At, Emri dengan Uncu, kemudian Da At dengan Uncu.<br><br>Emri adalah seniman tari yang juga mengajar di ISI Padangpanjang, sedangkan Da At merupakan alumni ISI Padangpanjang dan pembuat alat-alat musik tradisional Minangkabau. Keduanya telah menekuni tradisi silek sejak lama.<br><br>Pada pertemuan pertama, gerakan mereka masih mudah dibaca sebagai pertarungan. Namun bersamaan dengan gerakan itu muncul bunyi yang tidak datang dari alat musik.<br><br>Kaki menghentak matras. Tubuh beradu. Kain bergesekan. Tangan menepuk tubuh. Hentakan terdengar ketika tubuh jatuh atau melompat. Tarikan napas para pesilat terdengar semakin jelas.<br><br>Pada awalnya, bunyi-bunyi tersebut mungkin terasa sebagai akibat dari gerakan. Namun semakin pertunjukan berlangsung, bunyi itu mulai menarik perhatian dengan sendirinya.<br><br>*Bunyi dari Gerakan*<br>Pertemuan kedua, Emri dengan Uncu, membawa pengalaman serupa. Gerakan mereka berubah mengikuti respons satu sama lain. Satu tindakan memancing tindakan berikutnya, dan setiap tindakan membawa bunyinya sendiri.<br><br>Menjelang pertemuan terakhir, Da At tampil sendirian selama beberapa menit, sementara Uncu tetap berada di arena tanpa bergerak.<br>Daat berganti-ganti jurus, mengubah langkah, berpindah posisi, melompat, menepuk tubuh dan celana sileknya.<br><br>Tidak ada lawan yang harus direspons. Namun bunyi tetap muncul dari setiap tindakan.<br><br>Langkah kaki, gesekan kain, tepukan tangan pada tubuh dan pakaian, hentakan kaki serta napas membentuk rangkaian bunyi yang terus bergerak mengikuti tubuh Da At.<br><br>Pada bagian ini muncul pertanyaan: apakah bunyi-bunyi tersebut sekadar akibat dari gerakan silek, atau memang ada sesuatu yang sedang disusun?<br><br>Pertanyaan itu menjadi penting karena sejak awal Uncu menempatkan tubuh, gerak dan bunyi dalam satu kerangka penciptaan komposisi. Dalam sesi diskusi karya seusai pertunjukan, ia kemudian menjelaskan cara berpikir yang menjadi dasar karyanya dengan kalimat sederhana:<br><br>&quot;Yang dikomposisi bukan nada. Tapi tindakan.&quot;<br><br>Uncu tidak mengambil gerakan silek lalu memberinya musik. Ia menjadikan tindakan tubuh dalam silek sebagai bahan komposisi.<br><br>Gerakan yang telah disusun dan dilatih dapat menjadi bagian yang tetap, sementara respons terhadap lawan membuka ruang perubahan saat pertunjukan berlangsung. Serangan dapat menjadi pemicu, tangkapan dan pelepasan membentuk hubungan antartindakan, sedangkan perubahan posisi, kecepatan, tenaga dan jarak menghasilkan perubahan bunyi.<br><br>Dengan cara itu, silek tidak sekadar menjadi tontonan yang diiringi musik. Gerak dan tindakan tubuhnya sendiri ditempatkan sebagai bagian dari komposisi.<br><br>*Tubuh sebagai Komposisi*<br>Uncu menyebut pendekatan tersebut sebagai Musik Konsekuensial. Gagasannya berangkat dari sistem ketubuhan silek: silek dipahami bukan hanya sebagai teknik gerak, tetapi sebagai pengetahuan yang bekerja melalui tubuh, termasuk prinsip, respons dan nilai filosofis yang terkandung di dalamnya.<br><br>Dalam sistem tersebut, tubuh bukan sekadar alat untuk memainkan komposisi yang telah dibuat sebelumnya. Tubuh menjadi tempat komposisi berlangsung.<br><br>Gagasan ini merupakan bagian dari perjalanan artistik Uncu bersama Candasuara, yang ia dirikan pada 2016. Kelompok yang berbasis di Sumatera Barat itu memusatkan penciptaannya pada seni ketubuhan Minangkabau, khususnya silek dan randai, sebagai sumber penciptaan musik.<br><br>Ketertarikan Uncu pada musik dan silek sendiri telah tumbuh sejak 2003. Saat itu ia mulai memainkan musik tradisional Minangkabau seperti gandang tambua, talempong dan rabano, sekaligus mulai belajar silek.<br><br>Eksplorasi hubungan tubuh, bunyi dan teknologi kemudian juga muncul dalam sejumlah kolaborasinya. Salah satunya melalui karya Panjago, bersama Rani Jambak, istrinya, dan Prof. Scott Wilson dari University of Birmingham. Dalam karya tersebut, gerak silek Uncu ditangkap kamera dan sensor gerak, lalu diolah menjadi body sound yang dipertemukan dengan musik elektronik dan live coding, sementara visualnya dikerjakan oleh Jean David Caillouet.<br><br>Uncu dan Rani juga mengelola Rumah Gagas, sebuah laboratorium dan ruang kreatif untuk pertunjukan kontemporer dan eksperimental.<br><br>Uncu kini tengah menyelesaikan pendidikan doktoral di ISI Surakarta. Karya Ketubuhan Silek: Formulasi Sistem Ketubuhan Silek Menjadi Sistem Komposisi Musik yang dipentaskan dalam PKIna 2026 berkaitan dengan proses penelitian dan penciptaan tersebut.<br><br>Gagasan tersebut hadir dalam Pekan Komponis Indonesia, sebuah program yang memiliki sejarah panjang. Agenda tahunan Dewan Kesenian Jakarta ini telah berlangsung sejak 1979, ketika masih bernama Pekan Komponis Muda.<br><br>Puluhan tahun kemudian, PKIna 2026 mengambil tema Tala&ndash;Talu: Listening, Remapping, Extending. Tema tersebut membuka ruang bagi berbagai bentuk penciptaan dan pemikiran musik.<br><br>Dalam konteks itu, karya Uncu bukan sekadar memperluas bunyi yang digunakan dalam musik, tetapi juga memetakan kembali dari mana musik dapat berangkat: dari tindakan tubuh yang telah hidup dalam sebuah tradisi.<br><br>*Mendengar yang Bergerak*<br>Gagasan Uncu bersinggungan dengan pertanyaan yang lebih lama dalam musik eksperimental: apa sebenarnya yang membuat sesuatu dapat disebut musik?<br><br>John Cage pernah menggeser pertanyaan tersebut melalui 4&#039;33&quot;. Dalam karya itu, David Tudor duduk di depan piano tanpa memainkan nada, sementara suara-suara yang muncul dari lingkungan pertunjukan menjadi bagian dari pengalaman mendengarkan.<br><br>Jika Cage menggeser perhatian pendengar melalui keheningan, Uncu menggesernya melalui tubuh.<br><br>Hentakan kaki, gesekan kain, tepukan tubuh, napas dan benturan yang biasanya menjadi bagian dari gerakan silek ditempatkan sebagai materi musik.<br><br>Cara berpikir ini dapat ditempatkan dalam percakapan yang lebih luas tentang soundscape yang dikembangkan R. Murray Schafer. Jika lingkungan dapat dipahami sebagai lanskap bunyi, gagasan itu dapat diperluas untuk melihat tubuh sebagai ruang kecil yang terus menghasilkan berbagai bunyi dari gerak dan aktivitasnya.<br><br>Dalam praktik body music, seperti yang dikembangkan Keith Terry, tubuh juga digunakan sebagai sumber bunyi. Namun pendekatan Uncu memiliki tekanan yang berbeda: yang dikomposisikan bukan semata-mata pola bunyi tubuh, tetapi tindakan yang menghasilkan bunyi tersebut, dan tindakan itu bersumber dari pengetahuan silek.<br><br>Seorang penonton dalam sesi diskusi karya bercerita bahwa ia sempat memejamkan mata agar lebih berkonsentrasi mendengarkan. Ketika penglihatan disisihkan, bunyi gesekan, hentakan, napas dan benturan tubuh terasa memiliki susunan tersendiri.<br><br>Jarak penonton dengan arena membuat pengalaman itu semakin kuat. Ketika tubuh terlempar hanya beberapa sentimeter dari mereka atau benturan keras tiba-tiba terdengar, penonton tidak sepenuhnya berada dalam posisi pengamat yang berjarak.<br><br>Kedekatan itulah yang membuat pertunjukan terasa immersive: jarak, suara, gerakan dan ketegangan tubuh ikut membentuk pengalaman penonton.<br><br>Kembali ke Arena<br>Pada bagian terakhir, tiba saatnya Da At berhadapan dengan Uncu.<br><br>Kali ini Da At membawa sebilah kuku alang, senjata tradisional berbentuk belati yang cukup besar dan mengilap di bawah cahaya lampu, sementara Uncu bertangan kosong.<br><br>Adegan itu kembali menghadirkan ketegangan silek. Tetapi setelah menyaksikan bagaimana gerakan tubuh menjadi sumber bunyi, perhatian penonton mungkin sudah berubah.<br><br>Yang terdengar bukan sekadar suara dari sebuah pertarungan. Ada langkah, napas, gesekan kain, benturan, jeda, respons dan perubahan tenaga. Semuanya lahir dari tindakan tubuh yang sejak awal ditempatkan sebagai bagian dari sistem komposisi.<br><br>Langkah, napas, gesekan kain, benturan dan jeda yang terdengar di arena malam itu tidak lagi sekadar menyertai gerakan silek sebagai bagian dari tradisi leluhur yang diwariskan melalui tubuh. Semuanya menjadi bagian dari cara lain membaca tubuh, sekaligus mendengarkan musik.<br>Rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_7225_Tradisi-Silek-dan-Cara-Lain-Mendengarkan-Komposisi-Musik.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/seleb/66885/tradisi-silek-dan-cara-lain-mendengarkan-komposisi-musik/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Memperingati Hari Tani Nasional 2026: Menanam Penghargaan kepada Petani dari Kebun Sekolah</guid>
            <pubDate>Mon, 28 Sep 2026 11:18:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Memperingati Hari Tani Nasional 2026: Menanam Penghargaan kepada Petani dari Kebun Sekolah]]></title>
            <description><![CDATA[Jawa Barat  Halomedan.comBagi anakanak yang tumbuh di kota, nasi, sayur, dan buah umumnya hadir dalam bentuk siap dimakan. Mereka mengenal]]></description>
            <content><![CDATA[Jawa Barat | Halomedan.com<br><br>Bagi anak-anak yang tumbuh di kota, nasi, sayur, dan buah umumnya hadir dalam bentuk siap dimakan. Mereka mengenal rasanya, tetapi belum tentu mengenal perjalanan di baliknya: bagaimana tanaman tumbuh, siapa yang merawatnya, dan bagaimana pangan sampai ke meja makan.<br><br>Jarak itu terasa semakin nyata di kota seperti Depok. Data BPS menunjukkan luas sawah yang tercatat di kota ini dari sekitar 135 hektare pada 2021 kini tinggal 61 hektare pada 2024&mdash;menyusut sekitar 54,8 persen hanya dalam tiga tahun. Dalam skala nasional, Indonesia memiliki sekitar 7,38 juta hektare lahan baku sawah pada 2024, sementara Jawa Barat sekitar 916.798 hektare.<br><br>Angka tersebut memang berbicara tentang lahan pertanian. Tetapi di baliknya terdapat persoalan lain: ketika ruang pertanian semakin jauh dari kehidupan anak-anak, kesempatan mereka memahami asal pangan juga semakin terbatas.<br><br>Gagasan itulah yang menjadi salah satu latar peringatan Hari Tani Nasional 2026 di TK Siti Maryam, yang berada di Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Depok, Kamis (24/9/2026).<br><br>*Dari Lahan ke Anak*<br>Pagi itu, kebun sekolah menjadi ruang belajar. Anak-anak tidak sekadar diajak menyebut nama tanaman, tetapi memperhatikan bentuk dan bagian tanaman, membandingkan apa yang tumbuh di atas tanah dengan bagian yang tersembunyi di bawahnya.<br><br>Di sana ada cabai, singkong, pisang, mangga, pepaya, dan kacang. <a href="https://www.halomedan.com/tag/tanam/" target="_blank">Tanam</a>an-tanaman itu menjadi benda yang bisa diamati langsung dan disentuh, bukan sekadar gambar atau materi dalam buku.<br><br>Dari situ pertanyaan bergerak dari &quot;ini tanaman apa?&quot; menjadi pertanyaan yang lebih jauh: kalau kita menanamnya, apa yang harus dilakukan supaya tanaman itu bisa hidup dan menghasilkan?<br><br>Anak-anak kemudian menanam singkong dan kacang. Bibit dimasukkan ke tanah untuk dirawat bersama hingga waktunya dipanen.<br><br>Kepala TK Siti Maryam, H. Sigit Subiyanto, SE, mengatakan kegiatan tersebut menjadi cara sederhana untuk mengenalkan kerja petani melalui pengalaman langsung.<br><br>&quot;Anak-anak perlu mengenal bahwa di balik pangan yang mereka konsumsi ada petani yang menanam, merawat, dan bekerja keras hingga hasilnya bisa dinikmati. Karena itu, Hari Tani Nasional kami manfaatkan untuk menanamkan rasa syukur sekaligus penghargaan kepada petani Indonesia,&quot; ungkapnya.<br><br>*Belajar dari Kebun*<br>Kegiatan menanam bukan hal baru bagi anak-anak di sekolah tersebut. Kebun menjadi bagian dari pembelajaran yang terhubung dengan konsep pertanian terpadu.<br><br>Selain tanaman sayuran, anak-anak diperkenalkan pada pemeliharaan ikan lele, ayam, dan maggot Hasilnya pada kesempatan tertentu kemudian digunakan dalam kegiatan pembelajaran cooking class, memasak bersama.<br><br>Aktivitas berkebun biasanya dilakukan pada pagi hari, sebelum anak mengikuti pembelajaran di kelas dan sarapan. Dengan demikian, tanaman hadir sebagai bagian dari pengalaman sehari-hari, bukan sekadar materi dalam satu kegiatan khusus.<br><br>Aprilianti Putri Hermawan, guru Kelompok Bermain sekaligus koordinator kegiatan Hari Tani Nasional, mengatakan yang diperkenalkan bukan sekadar nama dan jenis tanaman.<br><br>&quot;Yang ingin kami tanamkan bukan hanya pengetahuan tentang tanaman. Anak-anak belajar bahwa untuk menghasilkan sesuatu dibutuhkan proses dan perawatan. Dari sana mereka belajar menghargai makanan, alam, dan orang-orang yang bekerja menghasilkan pangan,&quot; ujarnya.<br><br>Pengalaman itu kemudian bertemu dengan kebiasaan makan bersama. Saat sarapan, guru mengajak anak-anak bersyukur atas makanan yang tersedia sekaligus mengenalkan bahwa setiap butir nasi memiliki cerita panjang di belakangnya.<br><br>*Dari Sekolah ke Rumah*<br>Sebelum kegiatan Hari Tani Nasional, anak-anak mendapat tugas bersama orang tua membuat topi petani dari karton atau kardus bekas. Topi tersebut dihias secara kreatif dan dikenakan dalam kegiatan peringatan.<br><br>Bagi orang tua, rangkaian kegiatan semacam ini memberi kesempatan untuk melanjutkan pengalaman anak di luar sekolah.<br><br>Nur Kholisoh Labibah, wali murid M. Nu&#039;man Abdullah, siswa TK A, mengapresiasi kegiatan yang secara konsisten mengenalkan kecintaan terhadap lingkungan melalui aktivitas menanam dan merawat tanaman.<br><br>&quot;Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang mengenalkan kecintaan terhadap lingkungan sejak dini melalui menanam dan merawat tanaman. Saya melihat anak saya menjadi lebih bersemangat berkebun di rumah. Dari kegiatan seperti ini, anak juga belajar menghargai alam dan mengenal jasa petani,&quot; ujarnya.<br><br>Ia berharap kegiatan seperti itu tidak berhenti sebagai pengalaman sesaat, tetapi menjadi bagian dari cara anak-anak memandang lingkungan dan makanan yang mereka temui sehari-hari.<br><br>&quot;Semoga anak-anak semakin mengenal alam, memahami pentingnya menjaga lingkungan, dan tumbuh dengan kesadaran bahwa apa yang ada di sekitar kita perlu dirawat bersama,&quot; katanya.<br><br>*Menanam Syukur*<br>Bagi anak-anak, memahami perjalanan pangan tidak harus dimulai dari angka produksi atau luas lahan. Mereka dapat memulainya dari tanaman yang dilihat, tanah yang disentuh, dan makanan yang disantap.<br><br>Di balik setiap butir nasi terdapat kerja yang panjang. Petani menanam dan merawat padi, hasilnya dipanen dan diolah, kemudian berpindah melalui berbagai tangan hingga menjadi beras dan terhidang sebagai nasi yang tersaji di meja makan.<br><br>Kesadaran sederhana itu penting karena sebagian besar proses tersebut tidak terlihat oleh anak-anak yang tumbuh di perkotaan. Mereka menerima pangan pada tahap akhirnya, sementara proses yang membuatnya tersedia berlangsung jauh dari pandangan.<br><br>Kebun sekolah menghadirkan sebagian kecil proses itu dalam jarak yang dekat. Anak-anak melihat tanaman tumbuh, belajar merawatnya, dan memahami bahwa hasil tidak dapat diperoleh secara instan.<br><br>Bibit singkong yang ditanam hari itu belum menghasilkan apa-apa. Anak-anak harus kembali melihatnya, merawatnya, menunggu, dan kelak menyaksikan hasilnya.<br><br>Dari proses sederhana itu, penghargaan kepada petani diperkenalkan bukan sebagai hafalan tentang Hari Tani Nasional, melainkan sebagai pengalaman: menanam, merawat, menunggu, dan memahami bahwa pangan yang hadir di meja makan merupakan hasil kerja banyak tangan.red<br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_2564_Memperingati-Hari-Tani-Nasional-2026--Menanam-Penghargaan-kepada-Petani-dari-Kebun-Sekolah.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66884/memperingati-hari-tani-nasional-2026-menanam-penghargaan-kepada-petani-dari-kebun-sekolah/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">UNPAB Beri Voucher Jutaan Rupiah untuk 22 Dosen Lulus Sertifikasi, Dorong Karier Menuju Lektor Kepala</guid>
            <pubDate>Mon, 28 Sep 2026 10:02:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[UNPAB Beri Voucher Jutaan Rupiah untuk 22 Dosen Lulus Sertifikasi, Dorong Karier Menuju Lektor Kepala]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN, HALOMEDAN.COM Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) memberikan apresiasi kepada 22 dosen tetap yang berhasil lulus 100 persen da]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN, HALOMEDAN.COM</p> Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) memberikan apresiasi kepada 22 dosen tetap yang berhasil lulus 100 persen dalam Program Sertifikasi Dosen Gelombang 1 Tahun 2026.</p><br>Apresiasi tersebut diberikan dalam bentuk voucher senilai jutaan rupiah kepada masing-masing dosen. Voucher itu dapat digunakan untuk mendukung biaya publikasi karya ilmiah pada jurnal terindeks SINTA.<br>Pemberian voucher dan sertifikat penghargaan dilakukan dalam kegiatan Tasyakuran Kelulusan Sertifikasi Dosen yang digelar UNPAB, Sabtu (26/9/2026).</p><br>Rektor Bidang Sumber Daya dan Internasionalisasi UNPAB, Assoc. Prof. H. Abdul Razak Nasution, S.H.Int., M.Sc., mengatakan pemberian voucher merupakan bentuk penghargaan universitas terhadap kerja keras dosen dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme.</p><br>&quot;Voucher senilai jutaan rupiah ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dosen UNPAB dalam mendapatkan Sertifikasi Dosen Profesional dari Kementerian Pendidikan Tinggi,&quot; ujar Abdul Razak dalam siaran pers di Medan, Senin (28/9/2026).</p><br>Namun, menurutnya, apresiasi tersebut tidak hanya berhenti sebagai penghargaan. Voucher yang diberikan juga diharapkan menjadi fasilitas yang dapat dimanfaatkan dosen untuk meningkatkan karier akademiknya.</p><br>&quot;Kami juga berharap voucher ini dapat digunakan oleh dosen sebagai fasilitas peningkatan karier yang lebih baik lagi, khususnya menuju Jabatan Akademik Lektor Kepala,&quot; katanya.</p><br>Abdul Razak menilai dukungan terhadap publikasi ilmiah menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong pengembangan karier dosen.<br>Karena itu, fasilitas berupa voucher publikasi diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para dosen untuk menghasilkan dan mempublikasikan karya ilmiah.</p><br>Ia juga menyampaikan bahwa pemberian apresiasi tersebut merupakan bentuk komitmen Rektor UNPAB, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, SE., MM., bersama jajaran pimpinan universitas dalam memotivasi dan memfasilitasi pengembangan karier dosen.</p><br>&quot;Langkah cepat UNPAB dalam memberikan apresiasi ini menunjukkan komitmen yang sangat tinggi dari Rektor UNPAB dan jajaran pimpinan universitas untuk memotivasi dan memfasilitasi pengembangan karier dosen di lingkungan universitas,&quot; ungkapnya.<br>Sebanyak 22 dosen tetap UNPAB tersebut dinyatakan lulus 100 persen dalam Sertifikasi Dosen Gelombang 1 Tahun 2026 oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.</p><br>Mereka berasal dari sejumlah program studi, mulai dari Hukum, Manajemen, Akuntansi, Perpajakan, Ekonomi Pembangunan, Agribisnis, Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota, Teknik Elektro, Sistem Komputer, Sains Data, Pendidikan Agama Islam hingga Pendidikan Islam Anak Usia Dini.<br>Abdul Razak berharap keberhasilan memperoleh sertifikasi tersebut menjadi momentum bagi para dosen untuk terus meningkatkan kualitas akademik, produktivitas karya ilmiah, dan jenjang karier profesional.</p><br>&quot;Sekali lagi, kami juga mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan seluruh pihak dalam pencapaian ini,&quot; pungkas Abdul Razak. (rel)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_3183_UNPAB-Beri-Voucher-Jutaan-Rupiah-untuk-22-Dosen-Lulus-Sertifikasi--Dorong-Karier-Menuju-Lektor-Kepala.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66883/unpab-beri-voucher-jutaan-rupiah-untuk-22-dosen-lulus-sertifikasi-dorong-karier-menuju-lektor-kepala/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PP TPI Ajak Alumni Bersinergi Majukan Pendidikan, Pengawasan Siswa Kampus II Diperketat</guid>
            <pubDate>Mon, 28 Sep 2026 08:40:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PP TPI Ajak Alumni Bersinergi Majukan Pendidikan, Pengawasan Siswa Kampus II Diperketat]]></title>
            <description><![CDATA[PP TPI Ajak Alumni Bersinergi Majukan Pendidikan, Pengawasan Siswa Kampus II Diperketat]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br>DELI SERDANG &ndash; Pimpinan Pusat Taman Pendidikan Islam (PP TPI) mengapresiasi pelaksanaan Reuni Perdana dan Silaturahmi Alumni SD TPI angkatan masuk 1975 dan tamat 1981 yang digelar di Resto Budaya, Jalan Medan&ndash;Tanjung Morawa Km 12,5, Deli Serdang, Minggu (27/9/2026).<br><br><br><br>Sekitar 20 alumni hadir dalam pertemuan penuh keakraban tersebut. Mereka mengenang masa sekolah sekaligus menyampaikan kepedulian terhadap perkembangan disiplin siswa di Kampus II TPI, yang kini juga menjadi tempat belajar cucu-cucu mereka.<br><br><br><br>Ketua I &amp; II PP TPI sekaligus Penanggung Jawab Kampus II, H. Ikrom Helmi Nasution, SH, mengatakan masukan dari para alumni menjadi perhatian serius lembaga demi menjaga mutu pendidikan dan karakter peserta didik.<br><br><br><br>&gt; &quot;PP TPI membuka pintu selebar-lebarnya bagi para alumni untuk memberikan saran, kritik, dan kontribusi demi kemajuan TPI. Silaturahmi ini harus terus dijaga melalui program yang bermanfaat,&quot; ujar Ikrom.<br><br><br><br>Ia mengusulkan agar alumni menggelar pengajian rutin setiap tiga bulan di Masjid Ar Rivai TPI sebagai wadah mempererat ukhuwah sekaligus mendukung pembinaan generasi muda.<br><br><br><br>Soroti Murid Keluar Saat Istirahat<br><br>Dalam dialog, sejumlah alumni menyoroti masih adanya siswa yang keluar melalui pintu belakang sekolah saat jam istirahat, bahkan diduga merokok di kawasan permukiman warga.<br><br>Para alumni membandingkan kondisi tersebut dengan masa mereka bersekolah dahulu yang dinilai lebih disiplin meski belum memiliki pagar sekolah.<br><br><br><br>Menindaklanjuti aspirasi itu, Ikrom meminta seluruh kepala sekolah di Kampus II mulai Senin (28/9/2026) memperketat pengawasan dengan menutup dan menjaga pintu masuk maupun keluar saat jam pelajaran berlangsung, serta tidak mengizinkan siswa keluar tanpa izin tertulis dari kepala sekolah.<br><br><br><br>Alumni Siap Berkontribusi<br><br>Koordinator Reuni, Suriono, menyampaikan terima kasih kepada PP TPI yang telah menghadiri kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan, dari sekitar 30 siswa dalam satu angkatan, kini tersisa sekitar 20 alumni yang masih aktif bersilaturahmi, sementara sembilan rekan mereka telah wafat.<br><br>Reuni perdana ini diharapkan menjadi awal terbentuknya jaringan alumni SD TPI yang lebih solid, sekaligus menjadi mitra PP TPI dalam memberikan masukan untuk memajukan dunia pendidikan berbasis religius dan berkarakter.rel<br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_2605_PP-TPI-Ajak-Alumni-Bersinergi-Majukan-Pendidikan--Pengawasan-Siswa-Kampus-II-Diperketat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66882/pp-tpi-ajak-alumni-bersinergi-majukan-pendidikan-pengawasan-siswa-kampus-ii-diperketat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">MTS Al Manar Gelar Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM, Layaknya Seperti Pemilu, Reyval dan Nazwa Unggul</guid>
            <pubDate>Sun, 27 Sep 2026 23:54:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[MTS Al Manar Gelar Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM, Layaknya Seperti Pemilu, Reyval dan Nazwa Unggul]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN  Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTS) Al Manar Medan melaksanakan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasyah (OSIM)]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN | Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTS) Al Manar Medan melaksanakan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasyah (OSIM) di Aula Al Manar pada Sabtu 25 September 2026. Pemilihan bertemakan &#039;Pendidikan  Menyalakan Cahaya Pengetahuan&#039;.<br><br>Pemilihan diikuti tiga pasang calon  Ketua dan Wakil Ketua OSIM yaitu  Geysan dan Aisy Alfarid, kedua Ulfa dan Ayla ketiga Reyval dan Nazwa, mereka semua adalah anak Kelas 8. Sebelumnya Ketua dan Wakil Ketua OSIM ialah Hadi dan Fathir.<br><br>Pelaksanaan pemilihan berjalan demokratis. Yaitu satu orang satu suara dengan voting langsung. Peserta pemilih adalah para guru berjumlah 28 orang dan para siswa kelas 7,8 dan 9 sejumlah 302 siswa dan siswi.<br><br>Sebagai pemilih pertama adalah Kepala MTs Al Manar, Ustad Irham Khalid Tanjung kemudian diikuti guru yang lain dan menyusul para siswa yang berjumlah 302 orang.<br><br>Usai memberikan suara kepada calon ketua dan wakil ketua, panitia melakukan penghitungan suara dengan manual. Pasangan nomor 1 Geysan dan Aisy memperoleh  33 suara dan saling kejar dengan pasangan nomor 3 Reyval dan Nazwa memperoleh 220 suara. Sementara pasangan Nomor urut 2 Ulfaira dan Ayla hanya di urutan ketiga dengan 16 suara dan 7 suara batal.<br><br>Dengan demikian pasangan Reyval dan Nazwa terpilih secara demokratis menjadi Ketua dan Wakil Ketua OSIM<br>MTs Al Manar Medan. Dalam sambutan perdananya ia mengucapkan terima kasih dan doakan agar dapat menjalankan tugas dengan amanah. "Kita akan menjalin bekerjasama dengan para guru, seluruh siswa dan MTs lainnya di Medan," ucap Reyval singkat.<br><br>Sementara Kepala MTs Al Manar Medan, Ustad Irham Khalid Tanjung mengucapkan terima kasihnya kepada semua guru dan murid, sebab pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM MTs Al Manar berjalan tertib dan lancar. Dan ini merupakan pelajaran tambahan bagi anak anak semua tentang berorganisasi dan berdemokrasi.<br><br>"Ini pelajaran yang berharga bagi seluruh pelajar Al Manar dalam berorganisasi dan berdemokrasi. Kelak ini akan jadi pengalaman tetapi yang utama harus tetap prioritaskan belajar dan kerjasama yang baik dengan semua pihak. Selamat kepada Ketua dan Wakil Ketua OSIM MTs Al Manar, semoga amanah yang dipercayakan dapat dijalankan dengan baik," tutup Irham Khalid Tanjung. Rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_8303_MTS-Al-Manar-Gelar-Pemilihan-Ketua-dan-Wakil-Ketua-OSIM--Layaknya-Seperti-Pemilu--Reyval-dan-Nazwa-Unggul.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/kota/66881/mts-al-manar-gelar-pemilihan-ketua-dan-wakil-ketua-osim-layaknya-seperti-pemilu-reyval-dan-nazwa-unggul/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">LPS Apresiasi Kepatuhan Bank Sumut dalam Program Penjaminan Simpanan, Memperkuat Resiliensi Likuiditas*</guid>
            <pubDate>Sun, 27 Sep 2026 21:55:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[LPS Apresiasi Kepatuhan Bank Sumut dalam Program Penjaminan Simpanan, Memperkuat Resiliensi Likuiditas*]]></title>
            <description><![CDATA[LPS Apresiasi Kepatuhan Bank Sumut dalam Program Penjaminan Simpanan, Memperkuat Resiliensi Likuiditas]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan &ndash; Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengapresiasi kepatuhan PT Bank Sumut dalam menjalankan program penjaminan simpanan. Per Agustus 2026, dari sekitar 1,99 juta rekening simpanan nasabah Bank Sumut tercatat dalam cakupan penjaminan LPS.<br><br>Apresiasi tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Badan Supervisi LPS bersama Komisi XI DPR RI dan OJK ke Bank Sumut, Jumat (25/9). Direktur Eksekutif Keuangan dan Investasi LPS Hafiz As&#039;adi mengatakan, Bank Sumut juga memenuhi kewajiban program penjaminan, termasuk pembayaran premi tepat waktu dan sesuai ketentuan.<br><br>&quot;Berdasarkan laporan yang kami terima, hampir seluruh rekening simpanan nasabah Bank Sumut tercatat dalam cakupan program penjaminan LPS,&quot; ujar Hafiz.<br><br>Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah mengatakan, kepatuhan dan perlindungan nasabah menjadi bagian dari transformasi bisnis perseroan. Cakupan penjaminan tersebut tetap mengikuti ketentuan LPS, termasuk batas maksimal simpanan yang dijamin sebesar Rp2 miliar per nasabah pada setiap bank serta persyaratan lain yang berlaku. Karena itu, Bank Sumut terus memperkuat edukasi kepada nasabah melalui customer service, frontliner, relationship manager dan kanal digital.<br><br>&quot;Transformasi Bank Sumut bukan hanya soal pertumbuhan bisnis. Kami ingin pertumbuhan itu dibangun dengan tata kelola, kepatuhan dan pengelolaan risiko yang semakin kuat,&quot; kata Heru.<br><br>Di sisi bisnis, Bank Sumut terus mendorong peningkatan porsi kredit produktif. Salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bank Sumut memperoleh tambahan kuota KUR Rp1 triliun sehingga total kuota menjadi Rp2 triliun. Sekitar Rp800 miliar masih akan disalurkan hingga akhir tahun.<br><br>Heru juga menjelaskan, per Agustus 2026, aset Bank Sumut mencapai Rp49,8 triliun atau tumbuh 4,8% secara tahunan. Dana pihak ketiga tercatat Rp40,8 triliun, sedangkan kredit mencapai Rp32,3 triliun dengan porsi kredit produktif sebesar 34,47%.<br><br>OJK dalam pertemuan tersebut menyampaikan kondisi Bank Sumut secara umum tetap kuat, terutama dari sisi permodalan. Modal inti berada sekitar Rp4,4 triliun dengan rasio kecukupan modal sekitar 21%. <br><br>&quot;Pertumbuhan kredit harus tetap berjalan dengan prinsip kehati-hatian. Kami ingin kredit tumbuh, tetapi kualitas aset dan pengelolaan risikonya juga harus semakin baik,&quot; ujar Heru.<br><br>Selain kredit produktif, Bank Sumut memperkuat transaction banking melalui digitalisasi, termasuk mobile banking dan QRIS merchant. Hingga Agustus 2026, transaksi QRIS merchant mencapai 3,6 juta transaksi senilai Rp442,7 miliar, sementara transaksi mobile banking mencapai Rp18,5 triliun.<br><br>Penguatan bisnis tersebut berjalan seiring dengan kepatuhan, tata kelola dan edukasi penjaminan simpanan untuk menjaga kepercayaan nasabah. Dengan mengedepankan kepercayaan nasabah sebagai fondasi dalam memperkuat resiliensi likuiditas bank.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_8768_LPS-Apresiasi-Kepatuhan-Bank-Sumut-dalam-Program-Penjaminan-Simpanan--Memperkuat-Resiliensi-Likuiditas-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66880/lps-apresiasi-kepatuhan-bank-sumut-dalam-program-penjaminan-simpanan-memperkuat-resiliensi-likuiditas/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kearifan Lokal Kraton Surakarta</guid>
            <pubDate>Sun, 27 Sep 2026 18:16:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kearifan Lokal Kraton Surakarta]]></title>
            <description><![CDATA[Kearifan Lokal Kraton SurakartaWarisan penting Kraton Surakarta berupa nilai kearifan lokal. Indonesia memerlukan jatidiri budaya. Dari Saba]]></description>
            <content><![CDATA[Kearifan Lokal Kraton Surakarta<br><br>Warisan penting Kraton Surakarta berupa nilai kearifan lokal. Indonesia memerlukan jatidiri budaya. Dari Sabang sampai Merauke tersedia kebajikan dari tradisi nenek moyang. <br><br>Integrasi Kearifan lokal dalam layanan Bimbingan dan konseling untuk mendukung profil pelajar Pancasila. Nilai kearifan lokal nusantara beraneka rupa. Artikel ini bertujuan untuk menggali arti penting butir butir kearifan lokal.<br><br>Bahasan lebih khusus nilai kearifan lokal itu bersumber dari seni budaya Jawa. Nilai kearifan lokal berhubungan dengan layanan bimbingan dan konseling buat para pelajar. Kearifan lokal yang berasal dari seni budaya Jawa dalam rangka untuk mendukung profil pelajar Pancasila.<br><br>Dengan menggunakan teori semiotik simbol simbol budaya Jawa memperlancar pelayanan bimbingan dan konseling. Metode hermeneutik menjelaskan tafsir yang utuh dalam mewujudkan perilaku pelajar Pancasila.<br><br>Pendekatan budaya memang efektif dalam memahami dan menganalisis fenomena sosial. Budaya Jawa penuh dengan muatan kearifan lokal.<br><br>Bimbingan dan Konseling. Penggunaan nilai kearifan lokal Jawa berhubungan dengan layanan bimbingan dan konseling.<br><br>Pendekatan kebudayaan ini tentu lebih muda dipahami oleh peserta didik. Pendidikan nasional memang bertumpu pada akar budaya bangsa. Bimbingan dan konseling dilakukan dengan memperhatikan lingkungan budaya lokal. <br><br>Pitutur luhur, wejangan kasepuhan, unggah unggah, tata krama dan sopan santun umumnya sudah berjalan secara alamiah. Mulai dari lingkungan keluarga, kampung dan masyarakat tentu sudah menerapkan norma dasar warisan nenek moyang. Nilai kearifan lokal disebarkan secara turun temurun. Dari generasi ke generasi berlangsung terus menerus. <br><br>Pendidikan yang memuat kearifan lokal terdapat dalam pagelaran wayang purwa. Ajaran luhur seni pedalangan sarat dengan lambang simbolik. <br><br>Unsur etis filosofis pewayangan mengandung aspek tontonan tuntunan dan tatanan. Pelajar Pancasila harapan bangsa. Pelajar Pancasila yang didukung oleh layanan bimbingan dan konseling makin terarah.<br><br>Pendidikan kultural generasi muda demi menyongsong masa depan yang lebih baik. Aspek ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan dan keadilan intisari pendidikan moral Pancasila. <br><br>Peradaban Jawa mengajarkan nilai luhur sepanjang masa. Sastra piwulang berguna untuk membangun mental spiritual pelajar. Serat Wulangreh, Wedhatama, Centhini, Dewaruci dan Pustaka Raja menyediakan beragam materi untuk memupuk keluhuran. <br><br>Pagelaran Seni Budaya. Unsur gendhing melambangkan perjalanan manusia. <br><br>Pembagian pathet nem, panthet sangat, pathet manyura. Pathet nem lambang enam rasa. Pathet sanga lambang indera yang harus mampu mengendalikan diri. Pathet manyura lambang lelakon manusia yang harus menjunjung nilai kebajikan.<br>Wayang lengkap dengan aspek simbolik. <br><br>Cerita kenegaraan, kemasyarakatan dan kesusilaan berjalan selaras serasi dan seimbang. <br>Teladan cerita pewayangan cocok untuk menggali seni budaya. <br>Bimbingan dan konseling terbantu dengan nilai kearifan lokal. <br>Seni budaya Jawa mendukung karakter pelajar Pancasila.<br><br>Kekerabatan Kraton Surakarta. <br>Paguyuban Kraton Surakarta Hadiningrat berdiri di tiap kabupaten. Kekerabatan ini disebut dengan singkatan Pakasa. Wilayah pesisir utara terdapat legitimasi kultural. <br><br>Misalnya kepercayaan terhadap ratu pesisir. Orang Jawa menyebut Nyi Lanjar. Tokoh wanita sakti mandraguna. Tampil sebagai putri cantik. Mustikaning putri, tetungguling widodari. <br><br>Nyi Lanjar Ratu Laut Jawa. Keselarasan laut Jawa karena wibawa Nyi Lanjar. Ombak bergulung gulung bisa surut karena perintah penguasa pantai. Para nelayan selalu memuja untuk ngalap berkah. <br><br>Pantai Sendang Si Kucing Kendal. Nyi Lanjar penguasa laut Jawa. Kali ini dalam rangka mangayu bagya tetepan abdi dalem Keraton Surakarta. Utusan datang pantai Sendang si kucing. <br><br>Abdi dalem Kendal Tampi Ganjaran Pangkat. Titi laksana hadicara paring gamjaran pangkat lan sesebatan dari Kraton Surakarta Hadiningrat pada tanggal 26 September 2026 pukul 19. Bertempat di Sendangdawuhan Rowosari Kendal. <br><br>Dengan teliti panitia menyusun acara budaya. Pra acara dimulai dengan makan bersama Bupati Kendal dan rombonganKraton. <br>Pukul 18.30 - 19.<br><br>Menuju lokasi jalan 20 m. <br>Pengalungan melati rinonce kagem Bupati dan pangageng Kraton Surakarta. Iringan gamelan lancaran kebo Giro pelog. <br><br>Acara. <br>1. Pembukaan MC dari Kraton Surakarta. <br>2. Lagu Indonesia Raya<br>3. Tari Gambyong<br>4. Sambutan kades. <br>5. Sambutan Bupati. <br>6. Sambutan Kraton. <br>7. Donga Wilujengan. <br>8. Srah tinampen pangkat<br>9. Sumene <br>10. Pengumuman panitia. MC lokal<br>11. Penyerahan 3 tokoh wayang. <br>12. Pagelaran wayang lakon Wahyu Cakraningrat, dalaang Ki Aji Todho Gondo Darsono.<br>13. Manasuka<br>14. Panutup<br><br>Tamu acara 26 September 2026 jam 19.<br>Sendang dawuhan, Rowosari, Kendal. Pimpinan Kendal berkenan hadir. <br>Hj. DYAH KARTIKA PERMANASARI, S.E., M.M.<br>BUPATI KENDAL<br>Dan<br>H. BENNY KARNADI, S.Ag.<br>WAKIL BUPATI KENDAL<br><br>Dari Kraton Surakarta hadir pangageng sasana wilapa. GKR Dra Koes Moertiyah Wandansari M.Pd. pangarsa Pakasa punjer yang dijabat KPH Dr Wirobhumi SH MM. Sentana dan Abdi dalem ndherek nyengkuyung. <br><br>Asisten panitia Kendal terdiri dari :<br>Dosen UNY<br>Dr Purwadi Sosronagoro M.Hum.<br>Dosen seni pedalangan ISI Yogyakarta<br>Endah Budiarti SS MA. <br>Ketua Penerbit Bangun Bangsa<br>Sari Indah Setiani SS<br><br>Assalamu&#039;alaikum <br>Rahayu x3. <br><br>Selamat pagi semuanya<br>Untuk Acara gladi bersih kekancingan insyallah akan dilaksanakan besok Hari : Sabtu jam 1 Siang yg akan langsung dipimpin oleh beliau Kanjeng Purwadi dari Solo, tempat di Balai desa Sendangdawuhan <br>Sekian terimakasih atas perhatiannya<br>Wassalamu alaikum<br><br>Penerima pangkat dan sesebatan. <br><br>1.<br>Waryono SH,<br>ALAMAT Sendangdawuhan Rowosari Kendal<br>KRT Waryono Notonagoro SH<br><br>2.<br>Maeni Kusmiati Ningsih<br>KMT Maeni Condrodipuro<br>Alamat Kendal<br><br>3.<br>DWI WAHYUNI<br> Sendangdawuhan Rowosari Kendal <br>KMT Dwi Wahyuni Puspoprojo<br><br>4.<br>KRT Kompol Edi Joko P Notoprojo SH SE<br>Limbangan Karangdowo Weleri Kendal<br><br>5.<br>Imam Sudibyo S.Psi <br>Gedangsambung Tambaksari Rowosari Kendal<br>KRT Imam Sudibyo Reksopuro S.Psi<br><br>6.<br>ARSYANENDRA YAFIZHAN<br> Getasombo  Sendangdawuhan Rowosari  Kendal <br>Mas Ngabehi Arsysanendra Puspoko<br><br>7.<br>Bani Andi S.Pd M.Pd<br>Sambongsari Weleri Kendal<br>KRT Bani Andi Probonagoro S.Pd M.Pd<br><br>8.<br>Waryanto, ST., S.Pd., M.Pd.<br>Traju Manggungsari Weleri Kendal<br>KRT Waryanto Puspitopuro ST S.Pd M.Pd<br><br>9.<br>Aryo bimo joko<br> karangdowo<br> Weleri kendal<br>Mas Ngabehi Aryo Bimo Sewoko<br><br>10.<br>Junior Jack Edi<br> karangdowo<br>Weleri kendal<br>Mas Ngabehi Junior Jack Nguntoro<br><br>11.<br>Awanda Mutiara<br>Fauzah<br>Langensari Ungaran<br>KMT Awanda Mutiara Harjorukmi<br><br>12.<br>R Bayu Adhi Pamungkas SE CGCAE<br>Plantaran Kaliwungu Kendal<br>KRT Bayu Aji Punoprojo SE CGCAE<br><br>13.<br>MARGIYATI KUNCORO DEWI<br>KMT Margiyanti Kuncoro Puspoprojo<br><br>KPH DR Wirobhumi SH melantik. Serat kekancingan diserahkan. Samir dikalungkan GKR Wandansari. Bupati Kendal memberi ucapan selamat. Tamu undangan memberi kesaksian dengan wajah berseri seri. Sedaya ndherek mangayu bagya. <br><br>Restu Dewi Lannjar telah memperlancar tata cara adat Jawa. Kraton Surakarta memberi pangkat dan sesebatan buat abdi dalem Kendal. Kekerabatan Kraton Surakarta Hadiningrat untuk pelestarian budaya. Nilai kearifan lokal berguna untuk memperkokoh kepribadian bangsa. <br><br><br>Surakarta, 27 September 2026.<br>Purwadi]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_7685_Kearifan-Lokal-Kraton-Surakarta.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/wisata/66879/kearifan-lokal-kraton-surakarta/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Nyi Lanjar Ratu Laut Jawa</guid>
            <pubDate>Sun, 27 Sep 2026 16:48:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Nyi Lanjar Ratu Laut Jawa]]></title>
            <description><![CDATA[Nyi Lanjar Ratu Laut JawaKeselarasan laut Jawa karena wibawa Nyi Lanjar. Ombak bergulung gulung bisa surut karena perintah penguasa pantai. ]]></description>
            <content><![CDATA[Nyi Lanjar Ratu Laut Jawa<br><br>Keselarasan laut Jawa karena wibawa Nyi Lanjar. Ombak bergulung gulung bisa surut karena perintah penguasa pantai. Para nelayan selalu memuja untuk ngalap berkah. <br><br>Pantai Sendang Si Kucing Kendal<br><br>Nyi Lanjar penguasa laut Jawa. Kali ini dalam rangka mangayu bagya tetepan abdi dalem Keraton Surakarta. Utusan datang pantai Sendang si kucing. <br><br>Abdi dalem Kendal Tampi Ganjaran Pangkat<br><br>Titi laksana hadicara paring gamjaran pangkat lan sesebatan dari Kraton Surakarta Hadiningrat pada tanggal 26 September 2026 pukul 19. Bertempat di Sendangdawuhan Rowosari Kendal. <br><br>Dengan teliti panitia menyusun acara budaya. Pra acara dimulai dengan makan bersama Bupati Kendal dan rombonganKraton. <br>Pukul 18.30 - 19.<br><br>Menuju lokasi jalan 20 m. <br>Pengalungan melati rinonce kagem Bupati dan pangageng Kraton Surakarta. Iringan gamelan lancaran kebo Giro pelog. <br><br>Acara. <br>1. Pembukaan MC dari Kraton Surakarta. <br>2. Lagu Indonesia Raya<br>3. Tari Gambyong<br>4. Sambutan kades. <br>5. Sambutan Bupati. <br>6. Sambutan Kraton. <br>7. Donga Wilujengan. <br>8. Srah tinampen pangkat<br>9. Sumene <br>10. Pengumuman panitia. MC lokal<br>11. Penyerahan 3 tokoh wayang. <br>12. Pagelaran wayang lakon Wahyu Cakraningrat, dalaang Ki Aji Todho Gondo Darsono.<br>13. Manasuka<br>14. Panutup<br><br>Tamu acara 26 September 2026 jam 19.<br>Sendang dawuhan, Rowosari, Kendal. Pimpinan Kendal berkenan hadir. <br>Hj. DYAH KARTIKA PERMANASARI, S.E., M.M.<br>BUPATI KENDAL<br>Dan<br>H. BENNY KARNADI, S.Ag.<br>WAKIL BUPATI KENDAL<br><br>Dari Kraton Surakarta hadir pangageng sasana wilapa. GKR Dra Koes Moertiyah Wandansari M.Pd. pangarsa Pakasa punjer yang dijabat KPH Dr Wirobhumi SH MM. Sentana dan Abdi dalem ndherek nyengkuyung. <br><br>Asisten panitia Kendal terdiri dari :<br>Dosen UNY<br>Dr <a href="https://www.halomedan.com/tag/purwadi/" target="_blank">Purwadi</a> Sosronagoro M.Hum.<br>Dosen seni pedalangan ISI Yogyakarta<br>Endah Budiarti SS MA. <br>Ketua Penerbit Bangun Bangsa<br>Sari Indah Setiani SS<br><br>Assalamu&#039;alaikum <br>Rahayu x3<br>Selamat pagi semuanya<br>Untuk Acara gladi bersih kekancingan insyallah akan dilaksanakan besok Hari : Sabtu jam 1 Siang yg akan langsung dipimpin oleh beliau Kanjeng <a href="https://www.halomedan.com/tag/purwadi/" target="_blank">Purwadi</a> dari Solo, tempat di Balaidesa Sendangdawuhan <br>Sekian terimakasih atas perhatiannya<br>Wassalamu alaikum<br><br>Penerima pangkat dan sesebatan. <br><br>1.<br>Waryono SH,<br>ALAMAT Sendangdawuhan Rowosari Kendal<br>KRT Waryono Notonagoro SH<br><br>2.<br>Maeni Kusmiati Ningsih<br>KMT Maeni Condrodipuro<br>Alamat Kendal<br><br>3.<br>DWI WAHYUNI<br> Sendangdawuhan Rowosari Kendal <br>KMT Dwi Wahyuni Puspoprojo<br><br>4.<br>KRT Kompol Edi Joko P Notoprojo SH SE<br>Limbangan Karangdowo Weleri Kendal<br><br>5.<br>Imam Sudibyo S.Psi <br>Gedangsambung Tambaksari Rowosari Kendal<br>KRT Imam Sudibyo Reksopuro S.Psi<br><br>6.<br>ARSYANENDRA YAFIZHAN<br> Getasombo  Sendangdawuhan Rowosari  Kendal <br>Mas Ngabehi Arsysanendra Puspoko<br><br>7.<br>Bani Andi S.Pd M.Pd<br>Sambongsari Weleri Kendal<br>KRT Bani Andi Probonagoro S.Pd M.Pd<br><br>8.<br>Waryanto, ST., S.Pd., M.Pd.<br>Traju Manggungsari Weleri Kendal<br>KRT Waryanto Puspitopuro ST S.Pd M.Pd<br><br><br>9.<br>Aryo bimo joko<br> karangdowo<br> Weleri kendal<br>Mas Ngabehi Aryo Bimo Sewoko<br><br>10.<br>Junior Jack Edi<br> karangdowo<br>Weleri kendal<br>Mas Ngabehi Junior Jack Nguntoro<br><br>11.<br>Awanda Mutiara<br>Fauzah<br>Langensari Ungaran<br>KMT Awanda Mutiara Harjorukmi<br><br>12.<br>R Bayu Adhi Pamungkas SE CGCAE<br>Plantaran Kaliwungu Kendal<br>KRT Bayu Aji Punoprojo SE CGCAE<br><br>13.<br>MARGIYATI KUNCORO DEWI<br>KMT Margiyanti Kuncoro Puspoprojo<br><br>KPH DR Wirobhumi SH melantik. Serat kekancingan diserahkan. Samir dikalungkan GKR Wandansari. Bupati Kendal memberi ucapan selamat. Tamu undangan memberi kesaksian dengan wajah berseri seri. Sedaya ndherek mangayu bagya. <br><br>Restu Dewi Lannjar telah memperlancar tata cara adat Jawa. Kraton Surakarta memberi pangkat dan sesebatan buat abdi dalem Kendal. <br><br>Kendal, 26 September 2026.<br><a href="https://www.halomedan.com/tag/purwadi/" target="_blank">Purwadi</a>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_797_Nyi-Lanjar-Ratu-Laut-Jawa.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/66878/nyi-lanjar-ratu-laut-jawa/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kapolri Kunker ke Medan, Sejumlah Agenda Besar Warnai Kota Medan Senin Besok</guid>
            <pubDate>Sun, 27 Sep 2026 16:40:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kapolri Kunker ke Medan, Sejumlah Agenda Besar Warnai Kota Medan Senin Besok]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN &mdash Sejumlah kegiatan berskala besar akan berlangsung di Kota Medan dan wilayah sekitarnya pada Senin (28/9/2026). Agenda tersebut]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN &mdash; Sejumlah kegiatan berskala besar akan berlangsung di Kota Medan dan wilayah sekitarnya pada Senin (28/9/2026). Agenda tersebut mulai dari kunjungan kerja <a href="https://www.halomedan.com/tag/kapolri/" target="_blank">Kapolri</a> Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, kegiatan DPRD, agenda partai politik, pelantikan organisasi, hingga berbagai kegiatan hiburan dan masyarakat.</p><br>Salah satu agenda utama adalah kunjungan kerja <a href="https://www.halomedan.com/tag/kapolri/" target="_blank">Kapolri</a> Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., ke wilayah hukum Polrestabes Medan.<br><a href="https://www.halomedan.com/tag/kapolri/" target="_blank">Kapolri</a> bersama rombongan dijadwalkan memulai rangkaian kegiatan sejak pukul 05.00 WIB. Dalam kunjungannya, <a href="https://www.halomedan.com/tag/kapolri/" target="_blank">Kapolri</a> dijadwalkan memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) serta meninjau bangunan baru Kampus 4 UMSU.</p><br>Sejumlah lokasi yang masuk dalam rangkaian kunjungan antara lain Hotel J.W. Marriott, Kampus 1 UMSU, Kampus Terpadu UMSU di Kabupaten Deli Serdang, serta Mapolda Sumatera Utara.<br>Rapat Paripurna hingga Agenda Politik<br>Pada pukul 10.00 WIB, DPRD Kota Medan dijadwalkan menggelar Rapat Paripurna DPRD Kota Medan bulan September 2026 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis. Kegiatan tersebut diperkirakan diikuti sekitar 100 orang.</p><br>Pada hari yang sama, DPD Partai Golkar Sumatera Utara juga menggelar pembentukan panitia pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Sumut masa bakti 2026&ndash;2030.</p><br>Kegiatan yang dijadwalkan mulai pukul 14.30 WIB tersebut berlangsung di Kantor DPD Partai Golkar Sumut, Jalan K.H. Wahid Hasyim, Medan Baru. Agenda sekaligus membahas persiapan rangkaian pelantikan, Bimbingan Teknis (Bimtek), dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), dengan peserta sekitar 80 orang.</p><br>Sementara itu, pukul 14.00 WIB, Pelantikan Pengurus Sentra Komunikasi Mitra Polri Kota Medan masa bakti 2024&ndash;2029 dijadwalkan berlangsung di Pusdiklat Senkom Mitra Polri Sumatera Utara/PT Gis, Selambo Ujung, Medan.</p><br>Kegiatan tersebut diperkirakan diikuti sekitar 150 orang.</p><br>Bazar dan Hiburan Masyarakat<br>Aktivitas masyarakat juga diperkirakan cukup ramai. Bazar Multibrand Giordano digelar di Kuta Raja Ballroom Tiara Convention Center, Jalan Cut Mutia, Medan Polonia.</p><br>Bazar tersebut berlangsung mulai 28 September hingga 4 Oktober 2026, dengan jam kegiatan pukul 10.00&ndash;22.00 WIB dan diperkirakan diikuti sekitar 450 orang.</p><br>Di Medan Johor, Pagelaran Wayang Boneka Tradisi Tiongkok masih berlangsung di Kelenteng Kong Tek Cun Ong, Jalan Brigjen Zein Hamid. Kegiatan seni budaya Buddha tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 2 Oktober 2026.</p><br>Sementara itu, Bazar Kuliner "Gempita Rasa HUT RI Ke-81 Tahun" masih berlangsung di Lapangan Jalan Jati II, Medan Kota. Kegiatan yang dijadwalkan hingga 18 Oktober 2026 tersebut berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 23.00 WIB.</p><br>Di wilayah Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, masyarakat juga dapat mengunjungi Taman Hiburan Rakyat Terbuka/Pasar Malam di Lapangan Pekan Minggu, Jalan Diponegoro, Desa Cinta Rakyat. Kegiatan tersebut berlangsung hingga 10 Oktober 2026, mulai pukul 20.00 hingga 24.00 WIB.</p><br>Antisipasi Situasi Kamtibmas</p><br>Selain mengantisipasi kepadatan aktivitas masyarakat, perhatian juga diarahkan terhadap kemungkinan munculnya respons masyarakat terkait Surat Edaran Wali Kota Medan Nomor 500.7.1/1540 tentang Penataan Lokasi dan Pengelolaan Limbah Penjualan Daging Non-Halal di Kota Medan.</p><br>Respons terhadap surat edaran tersebut dapat berasal dari kelompok masyarakat yang mendukung maupun yang menyampaikan keberatan. Karena itu, situasi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.</p><br>Dengan sejumlah agenda yang berlangsung pada waktu dan lokasi berbeda, koordinasi serta pengamanan di titik-titik kegiatan menjadi bagian penting agar seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_9199_Kapolri-Kunker-ke-Medan--Sejumlah-Agenda-Besar-Warnai-Kota-Medan-Senin-Besok.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66877/kapolri-kunker-ke-medan-sejumlah-agenda-besar-warnai-kota-medan-senin-besok/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Abdi dalem Kendal Tampi Ganjaran Pangkat</guid>
            <pubDate>Sun, 27 Sep 2026 12:02:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Abdi dalem Kendal Tampi Ganjaran Pangkat]]></title>
            <description><![CDATA[Abdi dalem Kendal Tampi Ganjaran PangkatTiti laksana hadicara paring gamjaran pangkat lan sesebatan dari Kraton Surakarta Hadiningrat pada t]]></description>
            <content><![CDATA[Abdi dalem Kendal Tampi Ganjaran Pangkat<br><br>Titi laksana hadicara paring gamjaran pangkat lan sesebatan dari Kraton Surakarta Hadiningrat pada tanggal 26 September 2026 pukul 19. Bertempat di Sendangdawuhan Rowosari Kendal. <br><br>Dengan teliti panitia menyusun acara budaya. Pra acara dimulai dengan makan bersama Bupati Kendal dan rombonganKraton. <br>Pukul 18.30 - 19.<br><br>Menuju lokasi jalan 20 m. <br>Pengalungan melati rinonce kagem Bupati dan pangageng Kraton Surakarta. Iringan gamelan lancaran kebo Giro pelog. <br><br>Acara. <br>1. Pembukaan MC dari Kraton Surakarta. <br>2. Lagu Indonesia Raya<br>3. Tari Gambyong<br>4. Sambutan kades. <br>5. Sambutan Bupati. <br>6. Sambutan Kraton. <br>7. Donga Wilujengan. <br>8. Srah tinampen pangkat<br>9. Sumene <br>10. Pengumuman panitia. MC lokal<br>11. Penyerahan 3 tokoh wayang. <br>12. Pagelaran wayang lakon Wahyu Cakraningrat, dalaang Ki Aji Todho Gondo Darsono.<br>13. Manasuka<br>14. Panutup<br><br>Tamu acara 26 September 2026 jam 19.<br>Sendang dawuhan, Rowosari, Kendal. Pimpinan Kendal berkenan hadir. <br>Hj. DYAH KARTIKA PERMANASARI, S.E., M.M.<br>BUPATI KENDAL<br>Dan<br>H. BENNY KARNADI, S.Ag.<br>WAKIL BUPATI KENDAL<br><br>Dari Kraton Surakarta hadir pangageng sasana wilapa. GKR Dra Koes Moertiyah Wandansari M.Pd. pangarsa Pakasa punjer yang dijabat KPH Dr Wirobhumi SH MM. Sentana dan Abdi dalem ndherek nyengkuyung. <br><br>Asisten panitia Kendal terdiri dari :<br>Dosen UNY<br>Dr <a href="https://www.halomedan.com/tag/purwadi/" target="_blank">Purwadi</a> Sosronagoro M.Hum.<br>Dosen seni pedalangan ISI Yogyakarta<br>Endah Budiarti SS MA. <br>Ketua Penerbit Bangun Bangsa<br>Sari Indah Setiani SS<br><br>Assalamu&#039;alaikum <br>Rahayu x3<br>Selamat pagi semuanya<br>Untuk Acara gladi bersih kekancingan insyallah akan dilaksanakan besok Hari : Sabtu jam 1 Siang yg akan langsung dipimpin oleh beliau Kanjeng <a href="https://www.halomedan.com/tag/purwadi/" target="_blank">Purwadi</a> dari Solo, tempat di Balaidesa Sendangdawuhan <br>Sekian terimakasih atas perhatiannya<br>Wassalamu alaikum<br><br>Penerima pangkat dan sesebatan. <br><br>1.<br>Waryono SH,<br>ALAMAT Sendangdawuhan Rowosari Kendal<br>KRT Waryono Notonagoro SH<br><br>2.<br>Maeni Kusmiati Ningsih<br>KMT Maeni Condrodipuro<br>Alamat Kendal<br><br>3.<br>DWI WAHYUNI<br> Sendangdawuhan Rowosari Kendal <br>KMT Dwi Wahyuni Puspoprojo<br><br>4.<br>KRT Kompol Edi Joko P Notoprojo SH SE<br>Limbangan Karangdowo Weleri Kendal<br><br>5.<br>Imam Sudibyo S.Psi <br>Gedangsambung Tambaksari Rowosari Kendal<br>KRT Imam Sudibyo Reksopuro S.Psi<br><br>6.<br>ARSYANENDRA YAFIZHAN<br> Getasombo  Sendangdawuhan Rowosari  Kendal <br>Mas Ngabehi Arsysanendra Puspoko<br><br>7.<br>Bani Andi S.Pd M.Pd<br>Sambongsari Weleri Kendal<br>KRT Bani Andi Probonagoro S.Pd M.Pd<br><br>8.<br>Waryanto, ST., S.Pd., M.Pd.<br>Traju Manggungsari Weleri Kendal<br>KRT Waryanto Puspitopuro ST S.Pd M.Pd<br><br><br>9.<br>Aryo bimo joko<br> karangdowo<br> Weleri kendal<br>Mas Ngabehi Aryo Bimo Sewoko<br><br>10.<br>Junior Jack Edi<br> karangdowo<br>Weleri kendal<br>Mas Ngabehi Junior Jack Nguntoro<br><br>11.<br>Awanda Mutiara<br>Fauzah<br>Langensari Ungaran<br>KMT Awanda Mutiara Harjorukmi<br><br>12.<br>R Bayu Adhi Pamungkas SE CGCAE<br>Plantaran Kaliwungu Kendal<br>KRT Bayu Aji Punoprojo SE CGCAE<br><br>13.<br>MARGIYATI KUNCORO DEWI<br>KMT Margiyanti Kuncoro Puspoprojo<br><br>KPH DR Wirobhumi SH melantik. Serat kekancingan diserahkan. Samir dikalungkan GKR Wandansari. Bupati Kendal memberi ucapan selamat. Tamu undangan memberi kesaksian dengan wajah berseri seri. Sedaya ndherek mangayu bagya. <br><br><br>Kendal, 26 September 2026.<br><a href="https://www.halomedan.com/tag/purwadi/" target="_blank">Purwadi</a>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_9857_Abdi-dalem-Kendal-Tampi-Ganjaran-Pangkat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/66876/abdi-dalem-kendal-tampi-ganjaran-pangkat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>