<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.halomedan.com/</link>
        <description>Halo Medan | Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Mon, 07 Sep 2026 19:51:51 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Nenek-Nenek korban kriminalisasi di putus Lepas oleh Hakim diPengadilan Negeri Lubuk Pakam</guid>
            <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 19:39:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Nenek-Nenek korban kriminalisasi di putus Lepas oleh Hakim diPengadilan Negeri Lubuk Pakam]]></title>
            <description><![CDATA[LUBUK PAKAM  HALOMEDAN.COMSidang kasus dugaan penipuan dan penggelapan terhadap neneknenek yang di kriminalisasi dilanjutkan di Pengadilan]]></description>
            <content><![CDATA[LUBUK PAKAM | HALOMEDAN.COM<br><br>Sidang kasus dugaan penipuan dan penggelapan terhadap nenek-nenek yang di kriminalisasi dilanjutkan di <a href="https://www.halomedan.com/tag/pengadilan/" target="_blank">Pengadilan</a> Negeri Lubuk Pakam,  dengan agenda putusan. <br><br>Putusan atas perkara tersebut telah di bacakan pada hari senin 7/9/2026 di <a href="https://www.halomedan.com/tag/pengadilan/" target="_blank">Pengadilan</a> Negeri Lubuk Pakam. <br><br>Dalam putusannya Majelis Hakim Menyatakan unsur dakwaan alternaif pertama terpenuhi namun majelis hakim berpendapat perbuatan Terdakwa Marlina bukan merupakan perbuatan pidana sehingga majelis hakim memberikan putusan lepas dan menyatakan terdakwa marlina lepas dari segala tuntutan penuntut umum<br><br>Penasihat Hukum Terdakwa dari Law Firm Pencerah yg diwakili oleh Ahmad Revaldi Azhari NST menyampaikan rasa syukur dan berterima kasih serta mengapresiasi setinggi-tingginya atas putusan tersebut kepada majelis hakim karena telah menjalankan tugas nya untuk menegakan keadilan dan membuka fakta seterang terang nya.<br><br>"Dari awal permasalahan antara Terdakwa dengan Ercik Wu terjadi karena hubungan bisnis dan bahkan Erick Wu selaku pelapor dalam perkara ini  sebelum membuat laporan juga telah melakukan gugatan perdata di pengadilan negeri medan yang dimana putusan tersebut juga menolak gugatan yang di ajukan oleh erick wu" ujar penasihat hukum Terdakwa.</p> <br>Bahwa Fakta-Fakta di persidangan juga telah membuktikan kalau memang dugaan atas tindak pidana tipu gelap yg di sangkakan kepada Terdakwa juga tidak tepat.REL</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_5902_Nenek-Nenek-korban-kriminalisasi-di-putus-Lepas-oleh-Hakim-diPengadilan-Negeri-Lubuk-Pakam.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/hukum/66724/neneknenek-korban-kriminalisasi-di-putus-lepas-oleh-hakim-dipengadilan-negeri-lubuk-pakam/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Biwada Nata</guid>
            <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 19:24:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Biwada Nata]]></title>
            <description><![CDATA[Biwada NataKaraton Surakarta berdiri pada tanggal 17 Sura atau 20 Pebruari 1745. Raja yang bertahta Sinuwun Paku Buwono II. Memerintah hingg]]></description>
            <content><![CDATA[<a href="https://www.halomedan.com/tag/biwada/" target="_blank">Biwada</a> Nata<br><br>Karaton Surakarta berdiri pada tanggal 17 Sura atau 20 Pebruari 1745. Raja yang bertahta Sinuwun Paku Buwono II. Memerintah hingga tahun 1749.<br><br>Paku Buwono II sebelumnya memerintah Mataram yang beribukota di Kartasura. Memerintah sejak tahun 1726. Terlebih dahulu membeli tanah dari Ki Gedhe Sala seharga 5 trilyun. Tanah yang dibeli ini diruwat oleh Pangeran Mijil, guru Spiritual dari Kadilangu Demak. <br><br>Tim pembangunan Karaton Surakarta Hadiningrat terdiri dari Tumenggung Honggowongso, Adipati Padmonagoro, Kyai Yasadipura, Patih Pringgalaya. Teknokrat dan birokrat bekerja sama untuk kejayaan Surakarta. Perpindahan ibukota Mataram dari Kartasura ke Surakarta beserta ilmu dan laku.<br><br>Berturut turut raja yang memerintah Kraton Surakarta. <br>1. Paku Buwono II 1745 - 1749<br>2. Paku Buwono III 1749 -1788<br>3. Paku Buwono IV 1788-1820<br>4. Paku Buwono V 1820-1823<br>5. Paku Buwono VI 1823-1830<br>6. Paku Buwono VII 1830-1858<br>7. Paku Buwono VIII 1858-1861<br>8. Paku Buwono IX 1861-1893<br>9. Paku Buwono X 1893-1939<br>10. Paku Buwono XI 1939-1945<br>11. Paku Buwono XII 1945-2004<br>12. Paku Buwono XIII 2004-2025<br>13. Paku Buwono XIV 2025- ..... <br><br>Tibalah saat yang berbahagia dengan didorong oleh keinginan luhur. Maka tepat pada hari Sabtu Kliwon, 5 September 2026 dilakukan upacara sakral. Penobatan Raja Surakarta Hadiningrat. Sahandhap Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Sri Susuhunan Paku Buwono XIV Senapati ing Ngalaga Khalifatullah Ngabdurrahman Sayyidin Panatagama. Lembaga Dewan Adat pimpinan GKR Dra Koes Moertiyah Wandansari menjadi pelopor utama. <br><br>Prastawa wigati berlangsung dengan teliti permati. Rancangan tertata dengan penuh perhitungan. Sejak pengukuhan KGPH Hangabehi tanggal 13 Nopember 2025 sesungguhnya Kraton Surakarta telah memiliki raja baru. Paku Buwono XIV didukung penuh oleh segenap sentana pengageng Abdi dalem. BRM Suryo Suharto dinaikkan menjadi GPH Mangkubumi sejak tahun 2004. Mengikuti hukum adat karena ayahanda dinobatkan menjadi Paku Buwono XIII. Tahun 2023 GPH Mangkubumi bergelar KGPH Hangabehi. Setelah Paku Buwono XIII wafat, KGPH Hangabehi resmi menjadi raja Surakarta.<br><br>Rancangan panitia penobatan tersusun sesuai dengan paugeran. Sinuwun Paku Buwono XIV miyos pukul 8 pagi. Pendherek berbusana kampuh dodot. Dandan di balai agung. Sentana baku mendapat tempat duduk terhormat. Berada di Sitihinggil. Sumpah disertai dengan upacara hikmad. Kanan kiri Sitihinggil tertata rapi. Termasuk 15 raja Nusantara yang diundang. Terhimpun dalam Majelis Adat Kraton Nusantara atau MAKN. Organisasi yang menjaga marwah wibawa Kraton beserta adat istiadat tradisional.<br><br>Jumat Wage, 4 September 2026 jamm 14 abdi dalem pengrawit nabuh gendhing Kodhok Ngorek. Langsung dipimpin oleh BRM Dr Lintang Sasongko M.Si, cucu Paku Buwono X. Dosen Fakultas Ekonomi UNS bertugas sebagai tindih karawitan  Kraton Surakarta. Gladhen ini sungguh istimewa. Kalung samir warna merah kuning. Iket blangkon. Rata rata berumur muda. Terlatih di perguruan tinggi. ISI Surakarta memberi dukungan yang berarti. Daya dinayan.<br><br>Hari Jumat pukul 15 sore gendhing patalon berkumandang di pagelaran sasana sumewa. Acara ruwatan untuk Kanjeng Sinuwun Paku Buwono XIV. Gendhing cucur bawuk terlebih dahulu. Urutan gendhing patalon dilanjutkan gendhing pareanom, lambangsari, sukmailang, ayak, srepeg dan sampak. Suasana terasa wingit merbawani.<br><br>Dalang ruwat dipercayakan Ki Sri Susilo. Beliau dalang kenamaan Surakarta. Cantrik dekat Ki Manteb Sudarsono yang pernah ngasta anggota DPRD kota Solo. Terkenal sebagai dalang sabet. Gemar ngarang lagu. Imbangana katresnanku termasuk lagu yang kesohor. <br><br>Ruwatan di Kraton Surakarta Hadiningrat kali ini semoga mimbuhi kasantosan kawilujengan karaharjan. <br><br>Sentana ndherek sowan di sasana sewaka. Malem midodareni. Bedhaya ketawang selama 2 jam digelar. Terjadi pada hari Jumat 4 September 2026 pukul 20. Mereka burbasana Jawi jangkep. <br><br>Masjid Paramasana tempat melakukan shalat lail. Andi dalem mendampingi. Dengan songsongan kitab Paku Buwono XIV bermunajad pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Selama memimpin Karaton Surakarta tetap Ayu hayu rahayu. <br><br>Pagi hari sehabis subuh, abdi dalem, sentana dan pengageng sudah sibuk. Setu Kliwon, 5 September 2026 Kraton Surakarta berseri seri. Pagelaran, Sitihinggil dan kamandungan berhias janur. Layaknya punya hajad besar. <br><br>Daftar abdi dalem yang hadir dari berbagai daerah. Jakarta, Bekasi, Semarang, Kendal, Tegal, Pekalongan, Banjarnegara, Cilacap, Banyumas, Magelang, Demak, Grobogan, Kudus, Jepara, Pati, Purworejo. Terhimpun dalam organisasi Pakasa atau paguyuban kawula Karaton Surakarta Hadiningrat. <br><br>Wilayah Subo Suko Wonosraten, Sukoharjo, Boyolali, Surakarta,  Karangannyar, Wonogiri, Sragen, Klaten. Dengan kesadaran sendiri ndherek sowan. Sedangkan Pakasa Jawa Timur dari Blitar, Kediri, Trenggalek, Tulungagung, Nganjuk, Madiun, Ngawi, Ponorogo, Pacitan, Malang, Sidoarjo. Semangat untuk melestarikan tradisi leluhur. <br><br>Pukul 7 pagi abdi dalem kumpul di pagelaran sasana sumewa, Bangsal Sewayana, sitihinggil. Duduk lesehan berjajar jajar. Siap untuk sembah grana. Menunggu kedatangan Sinuwun. <br><br>Barisan prajurit doropati, Prawiro Anom, jayeng astra. Suara tambur suling selompret bendhe beri bertalu talu. Dari bale mangu menuju balerata. Mengawal Kanjeng Sinuwun miyos. <br><br>Dalem Ageng kamar pusaka sangat wingit wigati. Sinuwun miyos diringi sentana, abdi dalem ampilan, pembesar Kraton. Abdi dalem katimuran paling dekat dengan Sinuwun. Terdiri dari anak anak usia di bawah 7 tahun. Sinuwun dikawal dengan songsong gilap. <br><br>Banyak dhalang sawung galing harda walipa kacumas joko palara palara diarak. Perlengkapan ini wajib tersedia. Abdi dalem ngampil membawa aneka rupa sesaji. GKR Wandansari selalu tampil untuk kelancaran tata cara. <br><br>Gamelan carabalen berkumandang. Tanda pakurmatan. Sasana sewaka dua perangkat. Pintu gapit dua perangkat. Bale mangu satu perangkat. Musik indah dengan nada lincak. Suasana menjadi sigrak gumyak semarak. <br><br>Gendhing Sri Katon tanda Sinuwun miyos. Ladrang wilujeng untuk harapan keselamatan. Ladrang puspa warna untuk mahargya tamu kehormatan. Gendhing gendhing itu menjadi penanda jalannya upacara.<br><br>Kanjeng Sinuwun Paku Buwono XIV miyos dari Sasana sewaka. Melintasi paningrat, maligi, bawah panggung sangga Buwana, nguntarasana, kamandungan, lawang gapit, kori mangu, sitihinggil, bangsal Sewayana. Tentu saja semua mata tertuju pada kebesaran kanjeng Sinuwun Sala. <br><br>Gamelan semua ditabuh bersamaan. Riuh rendah ampuh megah. Mawar melati kenanga bersebaran ganda arum wangi kanan kiri. Karpet merah tergelar sepanjang Sinuwun berjalan. Indah menawan hati. Beg amdher ambelabar dugi pangurakan kehing kang sami seba. <br><br>Sunan Paku Buwono XIV Deklarasi. Sumpah di depan sela gilang. Dhedhep tidhem sabawaning ratri. Ron ronan datan obah, samirana datan lumampah. Hening sunyi wingit wigati. Dengan sembah grana tanda caos sungkem pangabekti. <br><br>Prasetya narendra atau sumpah raja telah terucapkan. Dengan tekun Abdi dalem memperhatikan. Sebagai terharu sampai meneteskan air mata. Trenyuh jroning penggalih.<br><br>Ulama Kraton Surakarta berdoa. Cara Arab bercampur Jawa. Semangat untuk terkabul tinggi sekali. Kanca Kaji mendampingi. Kelompok spiritual ini selalu melakukan gawa gawe. <br><br>Paku Buwono XIV kondur ngadhaton. Banyak dhalang sawung galing harda walipa anggung ketanggung jaka palara lara kacumas dibawa Abdi dalem ngampil. Sinuwun lukar busana keprabon. Pangarsa Pakasa berbusana kampuh dodotan lenggah di semarakata. Bersama dengan ulama kanca kaji. <br><br>Bedhaya ketawang ditampilkan di depan Sinuwun yang lenggah siniwaka. Kendhang gong kemanak kenong suling mengalun. Penari Bedhaya ketawang wajib lelaku berhari hari. Agar rangkaian acara berlangsung lancar gancar. <br><br>Ulama puroloyo Kotagede dan Pajimatan Imogiri turut ngestreni. Sedang abdi dalem duduk dengan tertib. Gendhing calapita tanda Bedhaya ketawang paripurna. Pisowanan agung kali ini tanda untuk memohon pada Tuhan. Dunia aman dama ayem tentrem sejahtera. Mangasah mingising budi. Memasuh malaning bumi. Memayu hayuning bawana. <br><br><br>Surakarta Hadiningrat, Setu Kliwon, 5 September 2026.<br>Purwadi]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_4221_Biwada-Nata.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/wisata/66723/biwada-nata/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126</guid>
            <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 17:57:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126]]></title>
            <description><![CDATA[BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Surabaya&ndash; BPJS Kesehatan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada peserta JKN melalui Customer eXcellence 126 (CX126).<br><br>Hal ini dirancang untuk mengukur implementasi customer excellence di 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Selain itu, juga mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat menjadi pembelajaran dan diterapkan secara lebih luas.<br><br>Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujo Waskito,melalui preslist,Jumat(4/9/2026), mengatakan bahwa perkembangan ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik membuat pengalaman peserta menjadi bagian penting dalam membangun reputasi dan kepercayaan publik.<br><br>Dikatakan, di era keterbukaan informasi, customer experience adalah pilar utama pembentuk reputasi dan kepercayaan publik.<br><br>Oleh karena itu,lanjut Pujo Waskito kita harus adaptif dalam memahami ekspektasi peserta serta tanggap memberikan solusi. Peserta tidak hanya membutuhkan layanan yang dapat diakses, tetapi juga kepastian informasi dan kualitas pelayanan yang konsisten, baik ketika berinteraksi melalui Kantor Cabang maupun kanal layanan seperti Care Center 165, Mobile JKN, PANDAWA, dan kanal digital lainnya.<br><br>Pujo Waskito menjelaskan, CX126 menjadi salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk membangun standar pelayanan yang berorientasi pada prinsip Mudah, Cepat, Setara, dan Solutif.<br><br>Menurutnya, CX126 tidak sekadar mencari Kantor Cabang dengan performa terbaik, tetapi juga melihat faktor yang membentuk keunggulan pelayanan agar dapat direplikasi di Kantor Cabang lainnya.<br><br>&quot;Keberhasilan di satu Kantor Cabang harus menjadi inspirasi bagi Kantor Cabang lainnya. Best practice yang telah teruji harus kita replikasi, sehingga pelayanan terbaik menjadi standar kolektif kita bersama,&quot; ujar Pujo.<br><br>Ia menjelaskan, CX126 menggunakan pendekatan penilaian yang komprehensif melalui delapan pilar, yaitu Customer Experience,<br><br>Operational Performance, Digital Maturity, Governance, Risk Management, Stakeholder Engagement, People Excellence, dan Organizational Culture. Selain itu, penilaian juga melibatkan Voice of Customer untuk memastikan pengalaman peserta menjadi bagian dari pengukuran kualitas pelayanan.<br><br>Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, menyatakan bahwa kualitas pelayanan merupakan wujud nyata kehadiran Program JKN yang langsung dirasakan oleh peserta.<br><br>Menurutnya, kemudahan akses, kejelasan informasi, keamanan proses, serta kepastian solusi akan menentukan pengalaman peserta sekaligus membangun kepercayaan terhadap Program JKN.<br><br>&quot;Pelayanan unggul hanya dapat terwujud apabila seluruh unsur bergerak dalam satu arah, bekerja dengan standar yang sama, serta menempatkan kebutuhan peserta sebagai orientasi utama. CX126 perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan perbaikan organisasi yang berkelanjutan,&quot; tegas Stevanus.<br><br>Hasil asesmen tidak berhenti pada pemberian penghargaan, tetapi perlu diterjemahkan menjadi langkah perbaikan yang konkret, terukur, dan dapat dipantau keberlanjutannya. Stevanus mengatakan bahwa melalui CX126, BPJS Kesehatan mendorong agar praktik pelayanan terbaik dapat direplikasi dan menjadi standar bersama di seluruh Kantor Cabang.<br><br>"Dengan demikian, keberhasilan Program JKN tidak hanya dilihat dari capaian masing-masing Kantor Cabang, tetapi dari kemampuan organisasi menghadirkan pengalaman pelayanan yang semakin konsisten bagi seluruh peserta JKN," terangnya.<br><br>Kata Stevanus, ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika setiap peserta JKN, di mana pun berada, merasakan layanan yang semakin mudah, cepat, setara, dan dapat diandalkan.<br><br>Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menambahkan, keunggulan pelayanan tidak ditentukan oleh besar kecilnya Kantor Cabang, lokasi, maupun tingkat tantangan yang dihadapi.<br><br>"Keunggulan lahir ketika kepemimpinan, proses, teknologi, sumber daya manusia, dan budaya pelayanan bergerak dalam satu arah," tandasnya.<br><br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_3216_BPJS-Kesehatan-Bangun-Standar-Customer-Excellence-melalui-CX126.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66722/bpjs-kesehatan-bangun-standar-customer-excellence-melalui-cx126/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">BRI BO Sibuhuan Gelar BRILiaN Culture Fest 2026, Momentum Kolaborasi Memberi Arti</guid>
            <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 17:51:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[BRI BO Sibuhuan Gelar BRILiaN Culture Fest 2026, Momentum Kolaborasi Memberi Arti]]></title>
            <description><![CDATA[BRI BO Sibuhuan Gelar BRILiaN Culture Fest 2026, Momentum Kolaborasi Memberi Arti]]></description>
            <content><![CDATA[<br>PALAS &mdash; Pelaksanaan BRILiaN Culture Fest (BCF) 2026 menjadi momentum bagi jajaran BRI Branch Office (BO) Sibuhuan.<br><br>Kegiatan tersebut mengusung tema &#039Bekolaborasi Memberi Arti&#039;, pelaksanaan BCF 2026 menjadi momentum bagi insan BRILiaN untuk memperkuat kolaborasi, membangun koneksi, serta menciptakan pengalaman bermakna bersama tim.<br><br>Kegiatan yang berlangsung tanggal 23 Agustus 2026, di Hotel Sapadia Gunung Tua, diikuti dengan penuh antusias oleh insan BRILiaN BRI BO Sibuhuan.<br><br>Mengusung semangat kebersamaan, BCF 2026 tidak sekadar menjadi ajang berkumpul dan mengikuti berbagai kegiatan bersama, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antar karyawan serta membangun komunikasi dan kerja sama yang semakin solid.<br><br>&quot;Melalui kegiatan tersebut, insan BRILiaN BRI BO Sibuhuan mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dalam suasana yang lebih santai dan penuh kebersamaan," kata Pimpinan Cabang BRI BO Sibuhuan,Dedi Harpian,As, Senin(7/9/2026).<br><br>Menurut Dedi Harpian, semangat kolaborasi yang terbangun diharapkan dapat terus dibawa ke lingkungan kerja dan pelayanan kepada nasabah.<br><br>Kata Dedi Harpian, saatnya memperkuat kolaborasi, membangun koneksi, dan menciptakan pengalaman yang bermakna bersama tim,&quot; menjadi semangat yang mewarnai pelaksanaan kegiatan BCF 2026.<br><br>Kekompakan peserta juga terlihat dalam berbagai aktivitas selama kegiatan berlangsung. Kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang positif dan mendorong terciptanya tim yang semakin solid,ujarnya.<br><br>Momentum BRILiaN Culture Fest 2026 diharapkan mampu memperkuat semangat insan BRILiaN untuk terus berkolaborasi, memberikan kontribusi terbaik, serta menghadirkan pelayanan yang semakin optimal bagi masyarakat dan nasabah,tutupnya.<br><br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_945_BRI-BO-Sibuhuan-Gelar-BRILiaN-Culture-Fest-2026--Momentum-Kolaborasi-Memberi-Arti.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66721/bri-bo-sibuhuan-gelar-brilian-culture-fest-2026-momentum-kolaborasi-memberi-arti/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">IndexPolitica Rilis 10 Menteri dengan Kinerja Terbaik dan Terendah</guid>
            <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 17:31:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[IndexPolitica Rilis 10 Menteri dengan Kinerja Terbaik dan Terendah]]></title>
            <description><![CDATA[JAKARTA&mdash IndexPolitica Indonesia merilis hasil evaluasi kinerja Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo Subianto&ndashGibran Rakabum]]></description>
            <content><![CDATA[JAKARTA&mdash; IndexPolitica Indonesia merilis hasil evaluasi kinerja Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo Subianto&ndash;Gibran Rakabuming Raka. Penilaian dilakukan berbasis bukti dengan metode Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA), bukan survei popularitas.</p><br>Founder dan peneliti senior IndexPolitica, Denny Charter, menegaskan bahwa popularitas tidak sama dengan kinerja.</p><br>&quot;Yang kami ukur adalah kinerja, bukan popularitas. Menteri yang sering diberitakan belum tentu memiliki kinerja terbaik,&quot; kata Denny.</p><br>Penilaian mencakup enam aspek, yakni policy output, policy outcome, efektivitas implementasi, dampak publik dan ekonomi, inovasi kebijakan, serta koordinasi antarlembaga.</p><br>10 Menteri dengan Kinerja Terbaik<br>Andi Amran Sulaiman &mdash; Pertanian: 91<br>Rosan Perkasa Roeslani &mdash; Investasi &amp; Hilirisasi: 89<br>Purbaya Yudhi Sadewa &mdash; Keuangan: 87<br>Abdul Mu&#039;ti &mdash; Pendidikan Dasar &amp; Menengah: 86<br>Budi Gunadi Sadikin &mdash; Kesehatan: 85<br>Agus Harimurti Yudhoyono &mdash; Infrastruktur: 83<br>Maruarar Sirait &mdash; Perumahan: 82<br>Airlangga Hartarto &mdash; Perekonomian: 81<br>Yassierli &mdash; Ketenagakerjaan: 79<br>Dudy Purwagandhi &mdash; Perhubungan: 77</p><br>Sementara itu, sepuluh menteri dengan performance gap terbesar adalah Natalius Pigai (56), Dody Hanggodo (59), Raja Juli Antoni (61), Widiyanti Putri Wardhana (62), Yandri Susanto (63), Wihaji (64), Arifatul Choiri Fauzi (65), Maman Abdurrahman (66), Teuku Riefky Harsya (67), dan Ferry Joko Yuliantono (68).</p><br>IndexPolitica menegaskan bahwa kategori tersebut bukan penilaian baik atau buruk secara personal, melainkan pengukuran terhadap pencapaian mandat kementerian berdasarkan output dan outcome yang dapat diverifikasi.</p><br>&quot;Output menunjukkan apa yang dilakukan pemerintah. Outcome menunjukkan apakah tindakan pemerintah tersebut menghasilkan perubahan,&quot; ujar Denny.rwl</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_9389_IndexPolitica-Rilis-10-Menteri-dengan-Kinerja-Terbaik-dan-Terendah.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66720/indexpolitica-rilis-10-menteri-dengan-kinerja-terbaik-dan-terendah-2/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kapolrestabes Medan Bersama Dir Intel Polda Sumut Lepas 1.800 Peserta Touring Wisata Pendawa Indonesia</guid>
            <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 16:16:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kapolrestabes Medan Bersama Dir Intel Polda Sumut Lepas 1.800 Peserta Touring Wisata Pendawa Indonesia]]></title>
            <description><![CDATA[Kapolrestabes Medan Bersama Dir Intel Polda Sumut Lepas 1.800 Peserta Touring Wisata Pendawa Indonesia]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MEDAN &ndash; Sebanyak 1.800 peserta mengikuti Touring Wisata Alam <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Indonesia dalam rangka menyambut Milad <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Indonesia ke-27 tahun 2026. Ribuan peserta tersebut dilepas langsung Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak bersama Dir Intel Polda Sumut Kombes Pol Ajie Indra dan Pendiri sekaligus Ketua Umum PB <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Indonesia H. Ruslan, SH.<br><br>Pelepasan peserta touring berlangsung di Lapangan Sejati, Simpang Titi Kuning, Medan, Minggu (6/9/2026). Dari lokasi tersebut, rombongan bergerak menuju kawasan Puncak Merga Silima/Medan Magnit di Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.<br><br>Sebelum peserta diberangkatkan, Kapolrestabes Medan memberikan arahan terkait keselamatan dan ketertiban selama perjalanan. Ia mengingatkan seluruh peserta agar memastikan kondisi kendaraan roda dua dalam keadaan sehat dan layak digunakan.<br><br>&quot;Yang perlu diperhatikan peserta touring adalah kondisi kendaraan roda dua harus sehat. Sebelum berangkat, isi BBM dan yang paling penting jaga keselamatan selama perjalanan,&quot; ujar Kapolrestabes Medan.<br><br>Ia juga mengingatkan peserta untuk menggunakan helm, tidak kebut-kebutan, serta tidak saling mendahului selama perjalanan.<br><br>&quot;Jangan kebut-kebutan, jangan saling mendahului, ikuti patwal atau foreder polisi dan jangan bermain handphone di jalan,&quot; tegasnya.<br><br>Menurutnya, kegiatan touring yang melibatkan ribuan pengendara membutuhkan kedisiplinan dan kepatuhan seluruh peserta. Keselamatan harus menjadi prioritas agar rangkaian kegiatan Milad <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Indonesia berlangsung aman, tertib dan lancar.<br><br>Sementara itu, Ketua Umum PB <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Indonesia H. Ruslan, SH menyampaikan apresiasi atas dukungan jajaran kepolisian, TNI serta seluruh pihak yang ikut mengawal kegiatan tersebut.<br><br>Touring wisata alam ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan menyambut Milad <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Indonesia ke-27 tahun 2026 sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi keluarga besar <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Indonesia.<br><br>Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir dan mengikuti kegiatan tersebut, di antaranya AKBP Pol. Samsul Siregar, Kompol Rajaguguk, Letkol TNI Andi, Kolonel Purn. Gagaring Aritonang, Ketua Umum DPO BAHIS dr. Amri, Ketua LAM Medan Zainul, Ir. Sabar Sihite, komunitas Armada <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> serta keluarga besar <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Indonesia.<br><br>Dengan jumlah peserta mencapai sekitar 1.800 orang, kegiatan tersebut berlangsung semarak. Rombongan touring kemudian bergerak secara beriringan menuju kawasan wisata Puncak Merga Silima/Medan Magnit, Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.<br><br>Kegiatan ini sekaligus menunjukkan besarnya antusiasme keluarga besar <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Indonesia dalam menyambut perjalanan organisasi yang telah memasuki usia 27 tahun.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_5778_Kapolrestabes-Medan-Bersama-Dir-Intel-Polda-Sumut-Lepas-1-800-Peserta-Touring-Wisata-Pendawa-Indonesia.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66718/kapolrestabes-medan-bersama-dir-intel-polda-sumut-lepas-1800-peserta-touring-wisata-pendawa-indonesia-2/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Sibuhuan Sambut Nasabah dengan Hangat</guid>
            <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 16:07:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Sibuhuan Sambut Nasabah dengan Hangat]]></title>
            <description><![CDATA[Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Sibuhuan Sambut Nasabah dengan Hangat ]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>PALAS - Memperingati Hari Pelanggan Nasional, BRI Branch Office (BO) Sibuhuan menghadirkan suasana pelayanan yang hangat dan penuh keakraban bagi para nasabah yang datang untuk melakukan berbagai transaksi perbankan.<br><br>Momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi kesempatan bagi jajaran insan BRILian BO Sibuhuan untuk memberikan apresiasi secara langsung kepada nasabah sekaligus mempererat hubungan yang telah terjalin.<br><br>Nasabah yang datang disambut dengan senyum, sapaan ramah, dan keramahan dari jajaran pekerja BRI, sehingga menciptakan suasana lebih hangat dan bersahabat.<br><br>Kehangatan tersebut menjadi bagian dari upaya BRI Sibuhuan dalam memberikan pengalaman perbankan yang positif kepada setiap nasabah.<br><br>Pimpinan Cabang BRI BO Sibuhuan,Dedi Harpian,As,menyampaikan, momentum hari pelanggan nasional tidak hanya memastikan kebutuhan transaksi dapat dilayani dengan baik.<br><br>Dikatakan, namun BRI terus menghadirkan interaksi yang humanis agar nasabah merasa nyaman, dihargai, dan mendapatkan perhatian selama berada di BRI BO Sibuhuan dengan pemberian berupa suvenir.<br><br>Kata Dedi Harpian, peringatan hari pelanggan nasionaljuga menjadi momentum untuk semakin memperkuat budaya customer centric di lingkungan BRI BO Sibuhuan.<br><br>"Setiap nasabah merupakan bagian penting dalam perjalanan BRI, sehingga pelayanan terbaik senantiasa diberikan melalui sikap ramah, responsif, profesional, dan penuh perhatian," kata Dedi Harpian, Senin(7/9/2026) di Sibuhuan.<br><br>Melalui semangat Hari Pelanggan Nasional,lanjutnya BRI BO Sibuhuan terus berkomitmen untuk hadir lebih dekat dengan nasabah dan memberikan pelayanan sepenuh hati.<br><br>Kehangatan dalam setiap interaksi diharapkan dapat semakin memperkuat kepercayaan serta membangun hubungan jangka panjang antara BRI dan seluruh nasabah,pungkasnya.<br><br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_7478_Semarak-Hari-Pelanggan-Nasional--BRI-BO-Sibuhuan-Sambut-Nasabah-dengan-Hangat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66717/semarak-hari-pelanggan-nasional-bri-bo-sibuhuan-sambut-nasabah-dengan-hangat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">53 WNA Diduga Salahgunakan Izin Tinggal di BSD, Siapa yang Menjamin dan Mempekerjakan?</guid>
            <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 16:01:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[53 WNA Diduga Salahgunakan Izin Tinggal di BSD, Siapa yang Menjamin dan Mempekerjakan?]]></title>
            <description><![CDATA[53 WNA Diduga Salahgunakan Izin Tinggal di BSD, Siapa yang Menjamin dan Mempekerjakan?]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Oleh Abdullah Rasyid<br>Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan<br><br>Operasi pengawasan keimigrasian di kawasan pembangunan Data Center Sinarmas Plus dan Galeri Smartfren HQ, BSD, Tangerang Selatan, membuka persoalan yang jauh lebih besar daripada keberadaan puluhan warga negara asing di sebuah lokasi proyek.<br><br>Direktorat Jenderal Imigrasi mengamankan 55 warga negara Tiongkok pada Kamis, 3 September 2026. Dari jumlah tersebut, 53 orang diduga melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izin tinggalnya.<br><br>Kata &quot;diduga&quot; harus ditegaskan. Pemeriksaan masih berlangsung dan belum seluruh fakta dapat dinyatakan sebagai pelanggaran. Setiap orang berhak mendapatkan pemeriksaan yang objektif dan adil. Namun, kehati-hatian dalam menarik kesimpulan tidak berarti publik harus berhenti bertanya.<br><br>Pertanyaannya bukan hanya apa yang dilakukan para WNA tersebut. Ada persoalan yang lebih mendasar: siapa yang mendatangkan, menjamin, dan mempekerjakan mereka?<br><br>Kasus ini bermula dari patroli siber Imigrasi. Petugas menemukan indikasi aktivitas warga negara asing yang tidak sesuai dengan izin tinggal. Informasi itu kemudian dikembangkan melalui penyelidikan lapangan sebelum tim bergerak ke lokasi proyek.<br><br>Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menjelaskan bahwa petugas lebih dahulu menemukan dugaan penyalahgunaan izin tinggal, mengidentifikasi sejumlah nama, lalu melakukan operasi pengawasan.<br><br>Cara kerja tersebut memperlihatkan perubahan penting dalam pengawasan keimigrasian. Pengawasan tidak lagi hanya bertumpu pada pemeriksaan dokumen di kantor imigrasi atau laporan masyarakat. Jejak digital, media sosial, pola aktivitas, dan informasi lapangan dapat menjadi pintu masuk untuk mendeteksi dugaan pelanggaran.<br><br>Dari 55 WNA yang terjaring, 17 pemegang Izin Tinggal Kunjungan berdasarkan Visa on Arrival telah didetensi dan dititipkan di Rumah Detensi Imigrasi Jakarta. Sebanyak 27 orang dikenai penahanan paspor untuk kepentingan pemeriksaan.<br><br>Empat WNA yang diduga bekerja belum ditemukan. Paspor mereka telah diamankan dari pihak perusahaan dan nama mereka dimasukkan dalam daftar Subject of Interest. Sementara itu, tujuh WNA lainnya dikenai penahanan paspor dan dijadwalkan memberikan keterangan kepada petugas pada 9 September 2026.<br><br>Temuan terhadap empat paspor tersebut juga patut didalami. Mengapa paspor berada dalam penguasaan pihak perusahaan ketika pemiliknya tidak ditemukan? Siapa yang menyimpan dokumen itu, untuk tujuan apa, dan di mana keberadaan keempat WNA tersebut?<br><br>Petugas menemukan sejumlah jenis izin tinggal, mulai dari Izin Tinggal Kunjungan dengan penjamin perusahaan, visa kunjungan multipel, hingga visa kunjungan tanpa penjamin. Izin-izin itu diduga digunakan untuk aktivitas pekerjaan yang tidak sesuai dengan peruntukannya.<br><br>Di sinilah pemeriksaan harus dilakukan secara teliti. Kehadiran seseorang di lokasi proyek tidak serta-merta membuktikan bahwa ia bekerja. Orang asing dapat datang untuk mengikuti rapat, melakukan penjajakan bisnis, menghadiri pelatihan, atau menjalankan kegiatan lain yang diperbolehkan.<br><br>Namun, kunjungan bisnis berbeda dari bekerja. Meninjau lokasi tidak sama dengan menjadi tenaga pelaksana proyek. Mengikuti rapat teknis juga berbeda dari melakukan pekerjaan rutin di bawah perintah perusahaan.<br><br>Untuk memastikan perbedaannya, petugas perlu memeriksa lebih dari sekadar paspor dan visa. Kontrak, struktur kerja, daftar kehadiran, pembayaran, pembagian tugas, komunikasi perusahaan, hingga pihak yang memberikan instruksi perlu ditelusuri.<br><br>Seragam kerja atau keberadaan seseorang di proyek belum dengan sendirinya menjadi bukti pelanggaran. Sebaliknya, kepemilikan visa yang sah juga tidak otomatis membenarkan setiap kegiatan yang dilakukan pemegangnya.<br><br>Penyelidikan karena itu tidak boleh berhenti pada 55 WNA tersebut. Jejak tanggung jawab harus ditelusuri sampai kepada perusahaan penjamin, perusahaan pengguna, kontraktor, subkontraktor, dan pihak yang mengurus kedatangan mereka ke Indonesia.<br><br>Dalam sistem keimigrasian, penjamin bukan sekadar nama yang dicantumkan untuk melengkapi permohonan visa. Penjamin bertanggung jawab atas keberadaan dan kegiatan orang asing yang dijaminnya. Penjamin juga memiliki kewajiban memberikan informasi serta melaporkan perubahan tertentu yang berkaitan dengan orang asing tersebut.<br><br>Posisi penjamin mengandung tanggung jawab hukum. Ia bukan stempel administratif yang perannya selesai setelah visa diterbitkan.<br><br>Jika orang asing yang dijamin ternyata melakukan kegiatan berbeda dari tujuan izin tinggalnya, petugas perlu memeriksa apakah penjamin mengetahui, membiarkan, atau bahkan mengatur aktivitas tersebut. Perusahaan pengguna juga harus dimintai penjelasan: apakah telah memeriksa kesesuaian izin tinggal sebelum menempatkan tenaga asing di proyek?<br><br>Ada kemungkinan persoalan terjadi karena kelalaian administratif, perbedaan penafsiran mengenai ruang lingkup kegiatan, atau perubahan penugasan yang tidak segera diikuti penyesuaian izin. Semua kemungkinan itu harus diperiksa secara terbuka.<br><br>Namun, jika ditemukan pola penggunaan visa kunjungan sebagai jalan pintas untuk bekerja, perkara ini memasuki wilayah yang lebih serius. Praktik semacam itu bukan hanya melanggar ketentuan keimigrasian, tetapi juga berpotensi menghindari kewajiban ketenagakerjaan dan menciptakan persaingan yang tidak sehat.<br><br>Lokasi operasi pun bukan proyek biasa. Data center merupakan bagian penting dari infrastruktur digital. Di dalamnya terdapat sistem yang menopang penyimpanan, pengolahan, dan pergerakan data. Penempatan tenaga asing dalam proyek semacam ini sudah semestinya tunduk pada standar kepatuhan, pengawasan, dan keamanan yang ketat.<br><br>Meski demikian, kasus ini tidak boleh diarahkan menjadi sentimen terhadap warga Tiongkok ataupun penolakan terhadap investasi asing. Indonesia membutuhkan investasi, tenaga ahli, transfer pengetahuan, dan teknologi. Pada tahap tertentu, proyek strategis memang dapat memerlukan keahlian yang belum tersedia dalam jumlah memadai di dalam negeri.<br><br>Yang harus ditolak bukan kewarganegaraan seseorang, melainkan ketidakpatuhan terhadap hukum Indonesia.<br><br>Investasi yang sehat justru memerlukan kepastian hukum. Perusahaan yang mengikuti prosedur tidak boleh dirugikan oleh pihak lain yang menggunakan jalan pintas. Tenaga asing yang datang dengan izin sesuai juga tidak seharusnya ikut terkena stigma akibat tindakan segelintir pihak.<br><br>Kasus BSD menjadi ujian bagi pengawasan Imigrasi yang semakin mengandalkan teknologi. Patroli siber telah membuka pintu awal. Tahap berikutnya adalah memastikan pemeriksaan berjalan menyeluruh, transparan, dan berbasis bukti.<br><br>Hasil pemeriksaan harus mampu menjawab beberapa hal secara terang: siapa melakukan pekerjaan apa, menggunakan izin jenis apa, menerima perintah dari siapa, memperoleh pembayaran dari mana, serta bekerja untuk kepentingan perusahaan mana.<br><br>Apabila dugaan pelanggaran terbukti, tindakan tidak boleh berhenti pada detensi, deportasi, atau penahanan paspor. Pihak yang menjamin, mempekerjakan, memfasilitasi, atau mengambil manfaat dari pelanggaran tersebut juga harus dimintai pertanggungjawaban sesuai perannya.<br><br>Tanpa penelusuran itu, penegakan hukum hanya akan menyasar orang yang terlihat di lapangan. Sementara pihak yang mendatangkan, mengatur, dan menikmati manfaat pekerjaan mereka tetap aman di balik meja.<br><br>Karena itu, perkara ini bukan semata-mata tentang 55 WNA yang diamankan atau 53 orang yang diduga menyalahgunakan izin tinggal. Kasus ini merupakan ujian terhadap akuntabilitas perusahaan dan efektivitas pengawasan negara.<br><br>Siapa yang menjamin mereka? Siapa yang mempekerjakan? Siapa yang mengetahui kegiatan mereka? Mengapa dugaan ketidaksesuaian izin baru terbuka setelah patroli siber dilakukan?<br><br>Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menentukan apakah operasi di BSD hanya menjadi penindakan sesaat atau menjadi tonggak perubahan pengawasan orang asing&mdash;dari sekadar memeriksa paspor menuju pembongkaran seluruh rantai tanggung jawab di belakangnya.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_1581_53-WNA-Diduga-Salahgunakan-Izin-Tinggal-di-BSD--Siapa-yang-Menjamin-dan-Mempekerjakan-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66716/53-wna-diduga-salahgunakan-izin-tinggal-di-bsd-siapa-yang-menjamin-dan-mempekerjakan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">LP3SU Desak Polda Sumut Tahan Dhody Thahir</guid>
            <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 13:10:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[LP3SU Desak Polda Sumut Tahan Dhody Thahir]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN  &ndash Ketua Lembaga Pemerhati Pembangunan dan Pemilihan Umum Sumatera Utara (LP3SU), Salfimi Umar, mendesak Kepolisian Daerah Sumat]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN  &ndash; Ketua Lembaga Pemerhati Pembangunan dan Pemilihan Umum Sumatera Utara (LP3SU), Salfimi Umar, mendesak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) untuk segera menuntaskan penanganan perkara dugaan pemalsuan dokumen yang menjerat Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Golkar, Dhody Thahir.<br><br><br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/desak/" target="_blank">Desak</a>an tersebut muncul menyusul penetapan Dhody Thahir sebagai tersangka dalam perkara dugaan pemalsuan surat atau dokumen terkait sengketa lahan Perumahan Pondok Alam (RPA) di Kabupaten Deli Serdang.<br><br><br><br>Salfimi Umar, Senin (7/9/2026), meminta aparat penegak hukum menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.<br><br>Menurut Salfimi, status seseorang sebagai pejabat publik maupun anggota legislatif tidak boleh menjadi alasan untuk mendapatkan perlakuan khusus di hadapan hukum.<br><br><br>&quot;Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Karena itu, kami meminta Polda Sumut menangani perkara ini secara profesional, transparan dan tanpa pandang bulu,&quot; tegas Salfimi.<br><br><br>Sebelumnya, sejumlah warga Perumahan Pondok Alam juga mendesak Polda Sumut melakukan penahanan terhadap Dhody Thahir. Warga mengaku khawatir proses hukum tidak berjalan maksimal dan meminta penyidik memberikan kepastian hukum atas perkara yang sedang berlangsung.<br><br><br>Warga juga menolak berbagai upaya perdamaian yang disebut-sebut dilakukan pihak tertentu dan meminta penyelesaian perkara dilakukan melalui mekanisme hukum yang berlaku.<br><br><br>Berdasarkan informasi yang beredar, status tersangka terhadap Dhody Thahir berkaitan dengan dugaan pelanggaran Pasal 266 subsidair Pasal 263 KUHP.<br>Hingga berita ini diturunkan, perkara yang menjerat Dhody Thahir masih berada dalam proses penanganan aparat penegak hukum.hen/res<br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_8953_LP3SU-Desak-Polda-Sumut-Tahan-Dhody-Thahir.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/hukum/66715/lp3su-desak-polda-sumut-tahan-dhody-thahir/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">AI Makin Canggih, Ahli Pers Nurhalim Tanjung: Karya Jurnalistik Manusia Harus Diprioritaskan</guid>
            <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 12:23:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[AI Makin Canggih, Ahli Pers Nurhalim Tanjung: Karya Jurnalistik Manusia Harus Diprioritaskan]]></title>
            <description><![CDATA[AI Makin Canggih, Ahli Pers Nurhalim Tanjung Karya Jurnalistik Manusia Harus Diprioritaskan]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br>LANGKAT &mdash; Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa perubahan besar terhadap dunia jurnalistik. Teknologi tersebut dapat membantu mempercepat produksi berita, namun wartawan tetap dituntut mempertahankan kemampuan menulis, berpikir kritis, melakukan verifikasi dan bertanggung jawab terhadap setiap karya jurnalistik yang dihasilkan.<br><br>Hal itu disampaikan ahli pers Nurhalim Tanjung dalam kegiatan Media Gathering Penguatan Kapasitas Wartawan Media Siber Menghadapi Tantangan di Era AI yang digelar Forum Jurnalis Militan (FJM) di Pantai Citra, Desa Namo Sialang, Kabupaten Langkat, 5&ndash;6 September 2026.<br><br>Kegiatan tersebut diikuti wartawan media siber sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme jurnalis dalam menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat.<br><br>Menurut Nurhalim, wartawan tidak perlu menutup diri terhadap perkembangan AI. Sebaliknya, insan pers harus memahami dan memanfaatkan teknologi tersebut secara proporsional.<br><br>Namun, AI tidak boleh mengambil alih peran manusia dalam proses jurnalistik.<br><br>&quot;AI itu kita anggap sebagai alternatif atau asisten. Bukan prioritas. Kita tetap menjadi penentunya,&quot; kata Nurhalim.<br><br>Ia menjelaskan, wartawan dapat menggunakan AI untuk membantu mengolah bahan, menyusun struktur tulisan, melakukan penyuntingan awal maupun mempercepat pekerjaan redaksi. Namun, seluruh informasi tetap harus diperiksa kembali oleh wartawan.<br><br>&quot;Kita tidak menyerahkan 100 persen kepada AI. Kita edit lagi, kita periksa datanya, kita pastikan faktanya. Ada bahasa-bahasa yang kaku dan ada konteks yang tidak bisa begitu saja diserahkan kepada mesin,&quot; ujarnya.<br><br>Wartawan Harus Tetap Bisa Menulis<br>Nurhalim menilai kemampuan dasar jurnalistik justru semakin penting di tengah perkembangan AI.<br><br>Menurutnya, wartawan yang sepenuhnya bergantung kepada mesin berisiko kehilangan kemampuan berpikir dan menulis secara mandiri.<br><br>Ia mencontohkan pengalamannya ketika menjadi juri festival seni dan lomba penulisan feature bagi pelajar SMA. Dalam perlombaan tersebut, sejumlah peserta diketahui menggunakan AI untuk membuat karya.<br><br>Penggunaan AI itu dapat diketahui oleh juri karena terdapat karakter tertentu dalam tulisan yang berbeda dengan kemampuan peserta ketika mengikuti proses wawancara.<br><br>&quot;Ketahuan. Kita yang biasa menulis bisa merasakan. Ada bagian wawancara juga. Ketika ditanya, akhirnya anak itu mengaku menggunakan AI,&quot; katanya.<br><br>Meski peserta tersebut meminta maaf, karya yang dibuat dengan bantuan AI tersebut tidak diloloskan dalam perlombaan.<br><br>Sebaliknya, terdapat peserta yang memang memiliki pengalaman mengikuti kegiatan jurnalistik atau ekstrakurikuler di sekolah dan mampu menghasilkan tulisan yang kuat.<br><br>&quot;Yang memang biasa menulis justru bagus-bagus. Mereka punya pengalaman, punya cara melihat persoalan dan punya gaya sendiri,&quot; ujarnya.<br><br>Menurut Nurhalim, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa teknologi tidak serta-merta dapat menggantikan kemampuan manusia.<br><br>Karya Manusia Harus Tetap Menjadi Prioritas<br>Dalam menghadapi era AI, Nurhalim juga menilai perlu adanya kesepakatan di kalangan media mengenai batas penggunaan teknologi tersebut.<br><br>Jika terdapat dua berita mengenai peristiwa yang sama dengan kualitas yang relatif sama, namun satu ditulis manusia dan satu lagi sangat bergantung pada AI, maka karya yang dibuat manusia semestinya mendapatkan prioritas.<br><br>&quot;Kalau ada berita dari peristiwa yang sama, satu dibuat AI dan satu dibuat manusia, maka prioritaskan yang dibuat manusia,&quot; tegasnya.<br><br>Alasannya, wartawan memiliki tanggung jawab langsung terhadap produk jurnalistik yang diterbitkan.<br><br>&quot;Kalau terjadi masalah, lebih mudah mempertanggungjawabkannya karena itu karya manusia. Wartawan yang melakukan wawancara, melihat langsung peristiwa dan memahami konteksnya,&quot; jelasnya.<br><br>Karena itu, menurutnya, penggunaan AI dalam jurnalistik harus ditempatkan dalam kerangka etika dan tanggung jawab profesi.<br><br>Jangan Sampai Wartawan Kehilangan Kemampuan Berpikir<br>Nurhalim juga menyoroti kebiasaan wartawan yang semakin bergantung pada perangkat digital.<br><br>Padahal, kegiatan sederhana seperti mencatat poin-poin hasil wawancara tetap memiliki fungsi penting dalam melatih daya ingat dan kemampuan berpikir.<br><br>&quot;Kenapa kita tetap disuruh menulis? Karena itu melatih otak. Saya sendiri masih membuat notes dan bullet point. Poin-poin itu kita tulis, kemudian kita ingat kembali,&quot; katanya.<br><br>Menurut dia, proses mencatat, mengingat, mengolah informasi dan kemudian menyusunnya menjadi berita merupakan bagian penting dari kerja jurnalistik.<br><br>Karena itu, wartawan tidak boleh hanya menjadi operator teknologi.<br><br>&quot;Kita yang menentukan. AI hanya alat bantu,&quot; katanya.<br><br>Industri Media Tidak Bisa Menghindari AI<br>Meski menekankan pentingnya kemampuan manusia, Nurhalim mengakui bahwa industri media tidak mungkin menghindari perkembangan AI.<br><br>Tekanan produksi berita yang semakin tinggi membuat sejumlah ruang redaksi mulai menggunakan AI untuk membantu pekerjaan editor.<br><br>Jika sebelumnya seorang editor hanya mampu menyunting sekitar 20&ndash;30 berita dalam sehari, teknologi AI dapat membantu mempercepat proses tersebut hingga puluhan bahkan sekitar 50&ndash;100 berita, tentunya dengan tetap membutuhkan pemeriksaan manusia.<br><br>&quot;Ini tuntutan zaman. Editor juga banyak yang menggunakan AI. Tapi tetap harus ada manusia yang mengedit dan memutuskan,&quot; ujarnya.<br><br>Karena itu, persoalannya bukan lagi menggunakan atau tidak menggunakan AI, tetapi bagaimana teknologi tersebut digunakan secara bertanggung jawab.<br><br>Perlu Kesepakatan Bersama Media<br>Nurhalim menilai organisasi wartawan dan perusahaan media perlu membangun kesepakatan yang jelas mengenai penggunaan AI dalam proses jurnalistik.<br><br>Kesepakatan itu penting agar perkembangan teknologi tidak justru menggerus standar profesionalisme dan kredibilitas pers.<br><br>&quot;Kalau kita mau memikirkan masa depan media dan profesi kita, harus ada kesepakatan yang tegas. Tidak bisa hanya satu media yang sepakat, sementara media lain menggunakan AI tanpa batas,&quot; katanya.<br><br>Kegiatan Media Gathering Penguatan Kapasitas Wartawan Media Siber Menghadapi Tantangan di Era AI yang digelar FJM tersebut menjadi salah satu ruang untuk mendiskusikan perubahan tersebut.<br><br>Kegiatan ini diselenggarakan oleh Forum Jurnalis Militan (FJM) dan mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, PDAM Tirtanadi Sumatera Utara, Bank Sumut, Telkomsel dan Indosat.<br><br>Melalui forum tersebut, wartawan didorong tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memperkuat kembali fondasi utama jurnalistik: kemampuan berpikir, kemampuan menulis, verifikasi fakta, independensi dan tanggung jawab terhadap publik.<br><br>Sebab, di tengah semakin canggihnya mesin menghasilkan tulisan, nilai seorang wartawan justru semakin ditentukan oleh kemampuannya menemukan fakta, memahami persoalan dan memberikan konteks yang tidak dapat digantikan hanya dengan perintah kepada mesin.<br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_4992_AI-Makin-Canggih--Ahli-Pers-Nurhalim-Tanjung--Karya-Jurnalistik-Manusia-Harus-Diprioritaskan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66714/ai-makin-canggih-ahli-pers-nurhalim-tanjung-karya-jurnalistik-manusia-harus-diprioritaskan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kapolrestabes Medan Bersama Dir Intel Polda Sumut Lepas 1.800 Peserta Touring Wisata Pendawa Indonesia</guid>
            <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 11:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kapolrestabes Medan Bersama Dir Intel Polda Sumut Lepas 1.800 Peserta Touring Wisata Pendawa Indonesia]]></title>
            <description><![CDATA[Kapolrestabes Medan Bersama Dir Intel Polda Sumut Lepas 1.800 Peserta Touring Wisata Pendawa Indonesia]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>MEDAN &ndash; Sebanyak 1.800 peserta mengikuti Touring Wisata Alam <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Indonesia dalam rangka menyambut Milad <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Indonesia ke-27 tahun 2026. Ribuan peserta tersebut dilepas langsung Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak bersama Dir Intel Polda Sumut Kombes Pol Ajie Indra dan Pendiri sekaligus Ketua Umum PB <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Indonesia H. Ruslan, SH.<br><br>Pelepasan peserta touring berlangsung di Lapangan Sejati, Simpang Titi Kuning, Medan, Minggu (6/9/2026). Dari lokasi tersebut, rombongan bergerak menuju kawasan Puncak Merga Silima/Medan Magnit di Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.<br><br>Sebelum peserta diberangkatkan, Kapolrestabes Medan memberikan arahan terkait keselamatan dan ketertiban selama perjalanan. Ia mengingatkan seluruh peserta agar memastikan kondisi kendaraan roda dua dalam keadaan sehat dan layak digunakan.<br><br>&quot;Yang perlu diperhatikan peserta touring adalah kondisi kendaraan roda dua harus sehat. Sebelum berangkat, isi BBM dan yang paling penting jaga keselamatan selama perjalanan,&quot; ujar Kapolrestabes Medan.<br><br>Ia juga mengingatkan peserta untuk menggunakan helm, tidak kebut-kebutan, serta tidak saling mendahului selama perjalanan.<br><br>&quot;Jangan kebut-kebutan, jangan saling mendahului, ikuti patwal atau foreder polisi dan jangan bermain handphone di jalan,&quot; tegasnya.<br><br>Menurutnya, kegiatan touring yang melibatkan ribuan pengendara membutuhkan kedisiplinan dan kepatuhan seluruh peserta. Keselamatan harus menjadi prioritas agar rangkaian kegiatan Milad <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Indonesia berlangsung aman, tertib dan lancar.<br><br>Sementara itu, Ketua Umum PB <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Indonesia H. Ruslan, SH menyampaikan apresiasi atas dukungan jajaran kepolisian, TNI serta seluruh pihak yang ikut mengawal kegiatan tersebut.<br><br>Touring wisata alam ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan menyambut Milad <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Indonesia ke-27 tahun 2026 sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi keluarga besar <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Indonesia.<br><br>Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir dan mengikuti kegiatan tersebut, di antaranya AKBP Pol. Samsul Siregar, Kompol Rajaguguk, Letkol TNI Andi, Kolonel Purn. Gagaring Aritonang, Ketua Umum DPO BAHIS dr. Amri, Ketua LAM Medan Zainul, Ir. Sabar Sihite, komunitas Armada <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> serta keluarga besar <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Indonesia.<br><br>Dengan jumlah peserta mencapai sekitar 1.800 orang, kegiatan tersebut berlangsung semarak. Rombongan touring kemudian bergerak secara beriringan menuju kawasan wisata Puncak Merga Silima/Medan Magnit, Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.<br><br>Kegiatan ini sekaligus menunjukkan besarnya antusiasme keluarga besar <a href="https://www.halomedan.com/tag/pendawa/" target="_blank">Pendawa</a> Indonesia dalam menyambut perjalanan organisasi yang telah memasuki usia 27 tahun.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_8151_Kapolrestabes-Medan-Bersama-Dir-Intel-Polda-Sumut-Lepas-1-800-Peserta-Touring-Wisata-Pendawa-Indonesia.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66713/kapolrestabes-medan-bersama-dir-intel-polda-sumut-lepas-1800-peserta-touring-wisata-pendawa-indonesia/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Perjalanan Sederhana Menuju Pertemuan dengan Crown Princess Victoria</guid>
            <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 11:01:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Perjalanan Sederhana Menuju Pertemuan dengan Crown Princess Victoria]]></title>
            <description><![CDATA[Perjalanan Sederhana Menuju Pertemuan dengan Crown Princess Victoria]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Jakarta - Putri Mahkota Swedia, Crown Princess Victoria, telah tiba di Jakarta. Beliau merupakan Dewan Kehormatan International Paralympic Committee (IPC) dan sosok yang memiliki perhatian besar terhadap perjuangan olahraga paralimpik dunia.<br><br>Dengan hati yang begitu beautiful, Crown Princess Victoria menjadi salah satu generasi awal yang memberikan dukungan kepada IPC sejak tahun 2003. Dedikasinya terhadap gerakan Paralimpik telah berlangsung panjang dan konsisten hingga hari ini.<br><br>Bagi saya, perjalanan ini menjadi sangat berarti karena pada tanggal 11 Juli 2026, dalam peringatan satu tahun 100 CTFP, Presiden IPC Andrew Parsons secara resmi telah menyampaikan kepada dunia bahwa merupakan sebuah kehormatan bagi beliau untuk mendukung 100 CTFP dan Maria Monique Last Wish Foundation (MMLWF).<br><br>Presiden Andrew Parsons dan tim IPC menerima saya apa adanya. Bagi saya, hal tersebut merupakan sebuah kehormatan dari Tuhan yang tidak dapat diukur dengan apa pun. Presiden Andrew Parsons juga menjadi satu-satunya orang yang berbicara kepada dunia untuk mendukung 100 CTFP dan MMLWF, dan diliput oleh media-media di seluruh dunia.<br><br>Kini, saya merasakan sebuah kedamaian yang luar biasa.<br><br>Hari Senin ini, saya akan berkesempatan bertemu dengan Crown Princess Victoria. Ada rasa haru ketika menyadari bahwa saya berada satu lantai dengan seorang Dewan Kehormatan IPC yang telah mendukung perjuangan Presiden Andrew Parsons sejak pertama ia menjadi Presiden hingga sekarang.<br><br>Bagi saya, ini adalah bagian dari perjalanan yang Tuhan atur dengan cara-Nya sendiri.<br><br>Terima kasih, Tuhan, atas keajaiban-keajaiban yang terus terjadi setelah saya memutuskan untuk hidup lebih rileks, tidak membuat acara besar dan tidak hadir di acara besar, serta hanya menyiapkan empat sandal sederhana bermanik-manik yang saya beli di Bangkok.<br><br>Dan hari ini, saya melihat bagaimana Tuhan membuka jalan dengan cara yang tidak pernah saya bayangkan.<br><br>Thank God always.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_7392_Perjalanan-Sederhana-Menuju-Pertemuan-dengan-Crown-Princess-Victoria.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66712/perjalanan-sederhana-menuju-pertemuan-dengan-crown-princess-victoria/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bravo Satresnarkoba Polres Labuhanbatu atas tangkapan 4 Kg Garam China di Bus ALS</guid>
            <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 13:24:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bravo Satresnarkoba Polres Labuhanbatu atas tangkapan 4 Kg Garam China di Bus ALS]]></title>
            <description><![CDATA[Bravo Satresnarkoba Polres Labuhanbatu atas tangkapan 4 Kg Garam China di Bus ALS]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Medan - Imam Marpaung aktivis dan juga pengamat Sosial di Sumatera Utara memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan Satresnarkoba <a href="https://www.halomedan.com/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Labuhanbatu dibawah Kepimpinan AKP. Hardiyanto, S.H., M.H dan Kapten Inf. Aswin dari Kodim 0209 Labuhanbatu yang berhasil menggagalkan peredaran Narkoba Jenis sabu-sabu sebanyak 4 Kg yang dibawa oleh seorang Pria berinisial MRY. <br><br><br><br>Pengungkapan dan penggagalan perederan Narkoba jaringan Internasional tersebut merupakan sebuah kolaborasi yang sangat prestisius yang harus terus digaungkan di wilayah Hukum <a href="https://www.halomedan.com/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Labuhanbatu dan Wilayah Kodim 0209 Labuhanbatu. <br><br><br><br>Dinamika dan kompleksitas didalam wilayah Hukum <a href="https://www.halomedan.com/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Labuhanbatu amat sangat berbeda dari daerah lain yang ada di Sumatera Utara, dikarenakan Wilayah Hukumnya yang melingkupi dua Kabupaten, luasnya wilayah pesisir dan pegunungan, serta kultur masyarakat yang sangat berbeda dengan daerah lain yang ada di Sumatera Utara.<br><br><br><br>Sebagai pria yang lahir di Labuhanbatu Utara, Imam mengatakan tantangan yang dihadapi oleh AKP. Hardiyanto dan Satresnarkoba <a href="https://www.halomedan.com/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Labuhanbatu tentu sangat berat. Banyaknya pelabuhan tikus yang menjadi tempat transit perederan Narkoba, wilayah pegunungan dengan akses jalan yang belum begitu baik, hingga kultur masyarakat yang berbeda. Oleh karena itu peran serta masyarakat dalam pemberantasan Narkoba sangat dibutuhkan demi memudahkan <a href="https://www.halomedan.com/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Labuhanbatu melalui Satresnarkoba <a href="https://www.halomedan.com/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Labuhanbatu untuk memberantas peredaran Narkoba. Hanya saja kadang kita jangan lupa mengkritisi kinerja Satresnarkoba <a href="https://www.halomedan.com/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Labuhanbatu sebagai upaya check and balance agar memacu kinerja Satresnarkoba <a href="https://www.halomedan.com/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Labuhanbatu agar lebih baik dibawa kepimpinan AKP. Hardiyanto, S.H.,M.H. tapi kritik itu karena kita benar - benar cinta dan support <a href="https://www.halomedan.com/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Labuhanbatu, bukan karena ada kepentingan satu dan lain hal. Pungkas Imam Marpaung.<br><br><br><br>Sekali lagi selamat buat Satreskoba <a href="https://www.halomedan.com/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Labuhanbatu, AKP. Hardiyanto, S.H., M.H, tutup Imam Marpaung]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_9977_Bravo-Satresnarkoba-Polres-Labuhanbatu-atas-tangkapan-4-Kg-Garam-China-di-Bus-ALS.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66711/bravo-satresnarkoba-polres-labuhanbatu-atas-tangkapan-4-kg-garam-china-di-bus-als/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Negara Menjemput Warganya di Semenyih</guid>
            <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 11:23:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Negara Menjemput Warganya di Semenyih]]></title>
            <description><![CDATA[Negara Menjemput Warganya di Semenyih]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Oleh Abdullah Rasyid<br>Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan<br><br><br>Di Depot Imigresen Semenyih, Selangor, 46 warga negara Indonesia menunggu kepastian untuk pulang. Mereka bukan sekadar angka dalam laporan keimigrasian. Masing-masing memiliki nama, keluarga, dan kehidupan yang tertahan oleh persoalan hukum serta administrasi di negeri orang.<br><br>Karena itu, kunjungan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto ke Semenyih pada 4 September 2026 patut dilihat lebih dari agenda diplomatik. Menteri datang untuk memeriksa langsung kondisi para tahanan Indonesia sekaligus membahas percepatan pemulangan, penerbitan dokumen perjalanan, pemeriksaan kesehatan, dan pemenuhan hak-hak dasar mereka.<br><br>Dalam koordinasi dengan Ketua Pengarah Imigresen Malaysia, Dato&#039; Zakaria bin Shaaban, proses administrasi kepulangan 46 pekerja migran Indonesia tersebut ditargetkan selesai dalam sepuluh hari. Target ini penting karena bagi orang yang sedang berada dalam tahanan, satu hari bukan sekadar hitungan kalender. Di dalamnya ada kecemasan, ketidakpastian, dan kerinduan keluarga yang menunggu di Tanah Air.<br><br>Pada hari yang sama, di KBRI Kuala Lumpur, pemerintah Indonesia meluncurkan program PASTI ADA SOLUSI. Forum pelayanan terpadu ini mempertemukan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Kementerian Hukum, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Dukcapil, serta Kementerian Luar Negeri dan perwakilan Republik Indonesia.<br><br>Program tersebut juga menjangkau Kota Kinabalu, Tawau, dan Johor Bahru. Persoalan kewarganegaraan, keimigrasian, administrasi kependudukan, ketenagakerjaan, serta pelindungan hukum dibawa ke dalam satu ruang penyelesaian. Warga tidak lagi diminta berjalan sendiri dari satu pintu birokrasi ke pintu lainnya.<br><br>Dua peristiwa itu&mdash;kunjungan ke Semenyih dan peluncuran PASTI ADA SOLUSI&mdash;menyampaikan pesan yang sama: tanggung jawab negara tidak berhenti di perbatasan.<br><br>Amanat tersebut bersumber dari Pembukaan UUD 1945 yang memerintahkan negara melindungi segenap bangsa Indonesia. Perlindungan tidak cukup tinggal sebagai rumusan konstitusional. Ia harus tampak dalam petugas yang bekerja, data yang diperiksa, dokumen yang segera diterbitkan, kondisi kesehatan yang diperhatikan, serta kepulangan warga yang dipastikan.<br><br>Makna kehadiran negara semakin terasa ketika pemerintah memberikan penegasan status kewarganegaraan dan menyerahkan dokumen kepada 1.512 anak pekerja migran Indonesia di Malaysia. Angka ini tidak boleh dibaca hanya sebagai capaian administrasi. Di balik setiap dokumen terdapat seorang anak yang membutuhkan sekolah, pelayanan kesehatan, perlindungan hukum, dan kepastian mengenai masa depannya.<br><br>Kewarganegaraan memang dibuktikan melalui dokumen, tetapi maknanya jauh melampaui selembar kertas. Ia adalah identitas, kepastian hukum, sekaligus ikatan konstitusional antara seseorang dan negaranya. Anak-anak pekerja migran tidak memilih tempat mereka dilahirkan. Mereka juga tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas perkawinan orang tua yang belum tercatat, keterlambatan pelaporan kelahiran, perbedaan data, atau prosedur yang tidak dipahami keluarganya.<br><br>Tanpa status dan dokumen yang jelas, seorang anak dapat hidup di pinggir sistem. Ia kesulitan masuk sekolah, memperoleh layanan dasar, mengurus perjalanan, bahkan membuktikan siapa dirinya. Dalam keadaan seperti itu, negara bukan sedang memberikan belas kasihan ketika membantu mereka. <a href="https://www.halomedan.com/tag/negara/" target="_blank">Negara</a> sedang menunaikan kewajibannya.<br><br>Pelindungan pekerja migran memang tidak dapat dibatasi pada hubungan kerja, kontrak, dan upah. Kehidupan seorang pekerja tidak berhenti di tempat kerja. Di belakangnya ada anak, pasangan, dan orang tua. Ada urusan paspor, izin tinggal, pencatatan perkawinan, akta kelahiran, pendidikan, kesehatan, serta berbagai kerentanan sosial yang saling berkaitan.<br><br>Satu persoalan administratif dapat melahirkan persoalan berikutnya. Anak yang tidak mempunyai akta kelahiran akan kesulitan memperoleh paspor. Ketidakjelasan status perkawinan orang tua dapat menghambat pencatatan anak. Izin tinggal yang bermasalah membuat sebagian keluarga takut mendatangi kantor pelayanan. Ketakutan dan ketidaktahuan tersebut kemudian dimanfaatkan calo, perekrut ilegal, dan jaringan perdagangan orang.<br><br>Di sinilah pelindungan PMI harus dibangun sebagai sebuah ekosistem. Kementerian P2MI menangani dimensi ketenagakerjaan dan pelindungan. Kementerian Hukum memastikan kepastian status kewarganegaraan. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menangani paspor, dokumen perjalanan, serta pengawasan perlintasan. Dukcapil menguatkan identitas kependudukan, sedangkan Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI menjadi garis depan pelayanan di negara penempatan.<br><br>Masyarakat tidak melihat negara berdasarkan pembagian kewenangan antarkementerian. Seorang pekerja migran tidak seharusnya dipaksa memahami instansi mana yang menangani setiap lembar dokumennya. Ia hanya ingin persoalannya didengar, diperiksa, dan diselesaikan. Karena itu, kolaborasi lintas kementerian tidak boleh berhenti sebagai seremoni atau forum sesaat. Ia harus tumbuh menjadi cara kerja permanen.<br><br>Langkah di Malaysia juga relevan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama penguatan hak asasi manusia, keamanan, pembangunan sumber daya manusia, serta reformasi hukum dan birokrasi. Pelindungan pekerja migran berada di persimpangan agenda tersebut karena menyangkut martabat manusia, kepastian hukum, keamanan lintas negara, dan hubungan diplomatik.<br><br>Dalam kerangka itu, 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 memperoleh konteks yang nyata. Penguatan layanan digital, misalnya, harus memungkinkan data identitas, perjalanan, dan dokumen warga diverifikasi lebih cepat. Pemeriksaan di bandara, pelabuhan, dan pos lintas batas juga tidak cukup hanya mencocokkan wajah dengan paspor. Petugas perlu mengenali pola perjalanan berisiko, terutama warga yang diduga akan bekerja secara nonprosedural atau berpotensi menjadi korban perdagangan orang.<br><br>Pencegahan bahkan harus dimulai jauh sebelum seseorang tiba di perbatasan. Melalui Petugas Imigrasi Pembina Desa atau PIMPASA dan Desa Binaan Imigrasi, masyarakat perlu memperoleh informasi mengenai jalur resmi, persyaratan, hak, serta risiko bekerja di luar negeri. Banyak calon pekerja migran berasal dari desa yang jauh dari akses informasi dan mudah tergoda janji keberangkatan cepat. Mencegah warga masuk ke jaringan ilegal tentu lebih baik daripada menyelamatkan mereka setelah ditahan di negara lain.<br><br>Namun, imbauan agar masyarakat menempuh prosedur resmi harus diikuti dengan jalur legal yang mudah, terjangkau, dan dapat dipahami. Pemerintah tidak cukup mengatakan, &quot;Jangan berangkat secara ilegal,&quot; apabila proses resmi masih terasa rumit dan jauh dari tempat tinggal warga. Ketertiban hanya dapat diminta jika pelayanan juga diperbaiki.<br><br>Setiap kasus pekerja migran semestinya memiliki penanggung jawab, batas waktu, dan informasi perkembangan yang dapat diakses keluarga. Setelah pulang, mereka juga membutuhkan pendampingan, pelatihan, kesempatan kerja, serta reintegrasi sosial agar tidak kembali masuk ke jaringan yang sama. Pemulangan bukan akhir pelindungan, melainkan awal dari proses pemulihan.<br><br>Kunjungan ke Semenyih memperlihatkan dua fungsi imigrasi yang tidak boleh dipisahkan: menjaga kedaulatan negara sekaligus melindungi warga negara. Pengawasan harus tegas terhadap jaringan yang mengambil keuntungan dari migrasi ilegal, tetapi tetap manusiawi terhadap warga yang menjadi korban atau sedang menghadapi kesulitan.<br><br>Keberhasilan kunjungan tersebut tidak diukur dari banyaknya pemberitaan. Ukurannya sederhana dan konkret: apakah 46 warga Indonesia dapat pulang dengan selamat dan sehat; apakah 1.512 anak memperoleh kepastian identitas; serta apakah persoalan serupa dapat dicegah agar tidak terus berulang.<br><br>Jika target sepuluh hari itu terpenuhi, yang kembali bukan hanya 46 pekerja migran. Bersama mereka, pulang pula kepercayaan bahwa negara bekerja, hadir, dan tidak meninggalkan warganya di negeri seberang.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_8640_Negara-Menjemput-Warganya-di-Semenyih.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66710/negara-menjemput-warganya-di-semenyih/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kades Sei Musam Akui Terbatas Tangani Jalan dan Jembatan Rusak: Kami Sudah Berupaya</guid>
            <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 10:07:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kades Sei Musam Akui Terbatas Tangani Jalan dan Jembatan Rusak: Kami Sudah Berupaya]]></title>
            <description><![CDATA[Jembatan Mangkrak Sejak 2023, Warga Sei Musam Menjerit Siapa Bertanggung Jawab?]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Langkat - Kondisi ruas jalan dan jembatan di jalur Bukit Lawang-Tangkahan atau yang dikenal dengan jalur Bulangta, khususnya di wilayah Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, kembali menjadi sorotan masyarakat.<br><br>Kerusakan infrastruktur tersebut dinilai telah mengganggu aktivitas warga sekaligus mengancam keselamatan pengguna jalan. Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jalan maupun jembatan yang kondisinya semakin memprihatinkan.<br><br>Kepala Desa Sei Musam, Bahagia Ginting, mengatakan keluhan yang disampaikan masyarakat merupakan persoalan yang juga menjadi perhatian pemerintah desa. Menurutnya, pemerintah desa memahami keresahan warga karena kondisi jalan dan jembatan tersebut memang membutuhkan penanganan.<br><br>"Keluhan masyarakat itu sebenarnya juga keluhan kami. Kami dari pemerintah desa sudah berupaya semaksimal mungkin, tetapi kami juga terbatas," ujar Bahagia saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (5/9/2026).<br><br>Bahagia menjelaskan, pemerintah desa telah berusaha menyampaikan kondisi infrastruktur tersebut kepada pihak-pihak yang dinilai dapat membantu mendorong percepatan pembangunan. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah memberikan dokumentasi kondisi jalan dan jembatan serta proposal kepada organisasi masyarakat GRIB Jaya di tingkat Kecamatan Batang Serangan.<br><br>Dokumen tersebut, kata Bahagia, diharapkan dapat diteruskan kepada pihak legislatif di tingkat provinsi sehingga persoalan infrastruktur di jalur Bulangta mendapat perhatian dan dapat diperjuangkan dalam program pembangunan.<br><br>"Kami sudah memberikan foto dan proposal kepada GRIB Kecamatan untuk diteruskan ke DPR Provinsi. Tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan ataupun solusi yang kami terima," katanya.<br><br>Persoalan yang paling dikeluhkan masyarakat bukan hanya kondisi badan jalan yang rusak, tetapi juga keberadaan jembatan yang hingga kini belum mendapatkan penyelesaian.<br><br>Berdasarkan keterangan yang disampaikan, persoalan tersebut bermula dari rencana pembangunan jembatan baru. <a href="https://www.halomedan.com/tag/jembatan/" target="_blank">Jembatan</a> lama yang sebelumnya masih dapat digunakan kemudian mengalami kerusakan setelah bagian sampingnya dibongkar atau dirusak dalam proses persiapan pembangunan jembatan baru.<br><br>Namun, pembangunan jembatan baru yang diharapkan masyarakat tidak kunjung terwujud. Akibatnya, kondisi yang terjadi justru membuat akses masyarakat semakin sulit.<br><br>Masyarakat mengaku tidak memiliki tuntutan yang berlebihan. Mereka hanya menginginkan jembatan yang layak dan dapat digunakan dengan aman untuk menunjang aktivitas sehari-hari.<br><br>"Kami ini sebenarnya tidak ada tuntutan apa-apa. Kami cuma mau jembatan kami bagus, bisa dilewati dan masyarakat tidak susah," demikian keluhan masyarakat yang disampaikan dalam pembahasan mengenai kondisi jembatan tersebut.<br><br>Kondisi itu menjadi persoalan serius karena jalur tersebut merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat di kawasan sekitar Sei Musam. Kerusakan jalan dan jembatan juga dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan, terutama ketika kendaraan dengan muatan berat melintas.<br><br>Masyarakat bahkan mengkhawatirkan kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut dapat menimbulkan kecelakaan yang lebih parah dan berujung pada korban jiwa.<br><br>Dalam keterangan yang diperoleh, pembangunan jembatan tersebut disebut mulai dikerjakan pada 2023. Saat itu masyarakat berharap pembangunan tersebut menjadi solusi atas kebutuhan akses penghubung di wilayah mereka.<br><br>Namun, proses pembangunan tidak berjalan sesuai harapan.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/jembatan/" target="_blank">Jembatan</a> lama yang sebelumnya masih tersedia kemudian terdampak akibat adanya persiapan pembangunan jembatan baru. Bagian sisi jembatan lama disebut telah dirusak dengan tujuan mendukung rencana pembangunan jembatan baru.<br><br>Persoalannya, jembatan baru yang dijanjikan tersebut tidak kunjung selesai atau bahkan tidak terealisasi sebagaimana yang diharapkan.<br><br>Kondisi tersebut akhirnya membuat masyarakat berada dalam situasi sulit. <a href="https://www.halomedan.com/tag/jembatan/" target="_blank">Jembatan</a> lama sudah mengalami kerusakan, sementara jembatan baru yang diharapkan menjadi pengganti tidak tersedia.<br><br>"<a href="https://www.halomedan.com/tag/jembatan/" target="_blank">Jembatan</a> lama itu sebenarnya masih ada. Kemudian datang rencana mau membangun jembatan baru di sampingnya. Bagian samping jembatan lama dirusak untuk persiapan, tetapi jembatan barunya tidak jadi dibangun," demikian gambaran persoalan yang disampaikan dalam transkrip.<br><br>Untuk mengatasi akses yang terputus, sempat dibuat jalur alternatif. Namun, solusi sementara tersebut dinilai belum mampu memberikan jaminan keamanan dan ketahanan bagi masyarakat.<br><br>Bahkan disebutkan, dari sejumlah jalur alternatif yang direncanakan, hanya sebagian kecil yang terealisasi.<br><br>Bahagia Ginting menegaskan bahwa pemerintah desa tidak tinggal diam menghadapi keluhan masyarakat. Namun, kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah desa tentu memiliki keterbatasan, terlebih jika persoalan yang dihadapi menyangkut pembangunan infrastruktur berskala besar.<br><br>Karena itu, pemerintah desa memilih menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak yang dinilai memiliki kewenangan lebih besar, termasuk melalui pengajuan proposal dan dokumentasi kondisi lapangan.<br><br>Menurutnya, pemerintah desa akan terus berupaya menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, realisasi pembangunan tetap membutuhkan keputusan dan dukungan dari pemerintah pada tingkatan yang memiliki kewenangan terhadap pembangunan jalan dan jembatan tersebut.<br><br>"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Kami sampaikan kondisi di lapangan, kami berikan foto dan proposal. Tetapi kami memang terbatas," ungkapnya.<br><br>Ia berharap persoalan tersebut tidak hanya menjadi keluhan yang berulang, tetapi segera mendapatkan perhatian dan solusi konkret dari pemerintah.<br><br>Masyarakat berharap kerusakan jalan dan jembatan tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan serius baru kemudian mendapat perhatian.<br><br>Menurut mereka, infrastruktur yang aman merupakan kebutuhan dasar karena jalan tersebut digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas, termasuk bekerja, membawa hasil pertanian, berdagang, maupun melakukan aktivitas lainnya.<br><br>Kekhawatiran semakin besar ketika kendaraan berat melintasi jalur yang kondisinya rusak. Jika tidak segera ditangani, masyarakat khawatir risiko kecelakaan akan semakin tinggi.<br><br>Harapan warga sederhana, yakni jalan diperbaiki dan jembatan dibangun secara layak sehingga akses antara wilayah Bukit Lawang dan Tangkahan dapat kembali aman dan nyaman dilalui.<br><br>Terkait kemungkinan adanya konsekuensi terhadap dirinya sebagai kepala desa akibat persoalan tersebut, Bahagia menyatakan dirinya menyerahkan hal tersebut kepada ketentuan yang berlaku dan takdir.<br><br>"Kalau masalah dipecat atau tidak, itu takdir," ujarnya.<br><br>Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur di Desa Sei Musam bukan hanya menjadi keluhan masyarakat, tetapi juga menjadi tantangan bagi pemerintah desa dalam memperjuangkan kebutuhan warganya.<br><br>Kini, masyarakat berharap aspirasi mengenai perbaikan jalan dan pembangunan jembatan di jalur Bukit Lawang-Tangkahan benar-benar mendapat perhatian pemerintah. Mereka tidak ingin akses yang rusak dibiarkan berlarut-larut hingga akhirnya menimbulkan kerugian yang lebih besar maupun korban jiwa.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_6331_Kades-Sei-Musam-Akui-Terbatas-Tangani-Jalan-dan-Jembatan-Rusak--Kami-Sudah-Berupaya.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66709/kades-sei-musam-akui-terbatas-tangani-jalan-dan-jembatan-rusak-kami-sudah-berupaya/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rasyid Ridho: Polemik Deposit Parkir Rp1,3 Miliar Harus Dilihat dari Aturan dan Fakta</guid>
            <pubDate>Sat, 05 Sep 2026 21:13:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rasyid Ridho: Polemik Deposit Parkir Rp1,3 Miliar Harus Dilihat dari Aturan dan Fakta]]></title>
            <description><![CDATA[Rasyid Ridho Polemik Deposit Parkir Rp1,3 Miliar Harus Dilihat dari Aturan dan Fakta]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>MEDAN &mdash; Ketua Relawan Rico-Zaki (RERZAK), Muhammad Rasyid Ridho, angkat bicara menanggapi polemik pengelolaan parkir di Kota Medan, khususnya terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai uang sekitar Rp1,3 miliar yang disebut berkaitan dengan deposit tujuh pengelola parkir.<br><br><br><br>Menurut Rasyid, persoalan tersebut perlu dilihat secara utuh, termasuk dengan memperhatikan tahun anggaran dan mekanisme pengelolaan parkir yang berlaku pada 2025. Ia menilai, apabila terdapat persoalan administrasi maupun pengelolaan, hal tersebut semestinya ditanyakan dan diklarifikasi kepada pejabat yang bertanggung jawab pada periode sebelumnya.<br><br><br><br>&quot;Menurut saya, itu anggaran pada tahun 2025. Aturan dan pelaksanaannya tentu perlu ditanyakan kepada pejabat sebelumnya, sehingga persoalannya menjadi jelas dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru,&quot; ujar Rasyid.<br><br><br><br>Rasyid juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan saat ini, Irsan Nasution. Ia menilai kinerja <a href="https://www.halomedan.com/tag/dishub/" target="_blank">Dishub</a> di bawah kepemimpinan Irsan cukup baik dan komunikasi yang terbuka diperlukan agar persoalan yang muncul dapat diselesaikan berdasarkan data dan ketentuan yang berlaku.<br><br><br><br>Rasyid mengingatkan agar isu terkait pengelolaan parkir tidak berkembang menjadi informasi yang tidak berdasar sehingga berpotensi mengganggu kinerja pejabat yang sedang menjalankan tugas.<br><br><br><br>&quot;Kinerja di bawah naungan Kadishub sekarang, Irsan, cukup bagus. Saling terbuka dan jangan menyebarkan isu-isu miring sehingga membuat kinerja Irsan sebagai Kadishub terganggu,&quot; tegasnya.<br><br><br><br>Soroti Dasar Hukum Pengelolaan Parkir<br><br><br><br>Lebih jauh, Rasyid menjelaskan bahwa pengelolaan parkir Kota Medan pada 2025, menurut keterangannya, memiliki sejumlah dasar hukum yang menjadi acuan.<br><br><br><br>Ia menyebut antara lain Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Perda Kota Medan Nomor 9 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan, serta Peraturan Wali Kota Medan Nomor 26 Tahun 2024 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelayanan Parkir Berlangganan di Tepi Jalan Umum.<br><br><br><br>Menurut Rasyid, keberadaan regulasi tersebut penting untuk melihat persoalan pengelolaan parkir secara objektif. Dengan demikian, penilaian terhadap kebijakan maupun pelaksanaan di lapangan tidak hanya didasarkan pada informasi yang berkembang di publik, tetapi juga pada dokumen dan ketentuan yang menjadi dasar pelaksanaannya.<br><br><br><br>Pengelolaan Parkir Melibatkan Tujuh Perusahaan<br><br><br><br>Rasyid juga memaparkan bahwa pengelolaan parkir Kota Medan pada 2025 dilakukan melalui dua mekanisme.<br><br><br><br>Pertama, terdapat lokasi parkir yang dikelola langsung oleh Dinas Perhubungan Kota Medan dengan menerbitkan Surat Perintah Tugas (SPT) kepada pegawai <a href="https://www.halomedan.com/tag/dishub/" target="_blank">Dishub</a>.<br><br><br><br>Kedua, terdapat tujuh perusahaan yang mengelola parkir berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS).<br><br><br><br>Ketujuh perusahaan yang disebut Rasyid tersebut yakni:<br><br><br><br>1. PT Bintang Pertama Makmur;<br><br>2. PT Logika Garis Elektro;<br><br>3. PT Sentral Parkir Jaya;<br><br>4. PT Citra Pembaharuan Utama;<br><br>5. CV Putra Raja Cakrawala;<br><br>6. PT Berkah Wira Garuda; dan<br><br>7. CV Raden Saleh.<br><br><br><br>Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Irsan Nasution sebelumnya menjelaskan bahwa uang sekitar Rp1,3 miliar yang menjadi sorotan BPK merupakan deposit atau uang jaminan milik tujuh pengelola parkir.<br><br><br><br>Irsan mengatakan deposit tersebut bukan merupakan uang negara maupun retribusi yang harus disetorkan ke kas daerah. Menurutnya, deposit berfungsi sebagai jaminan selama kerja sama berlangsung dan dapat digunakan apabila terdapat kekeliruan atau kewajiban setoran yang belum dipenuhi pengelola.<br><br><br><br>Irsan juga menyebut seluruh deposit tersebut telah dikembalikan kepada pengelola setelah kontrak kerja sama berakhir.<br><br><br><br>&quot;Perlu dipahami bersama bahwa uang Rp1,3 miliar itu adalah deposit dan milik pengelola, jadi bukan milik negara atau retribusi yang harus kita setorkan ke kas daerah,&quot; kata Irsan, Sabtu (5/9/2026).<br><br><br><br>Irsan menambahkan, pihaknya telah memberikan penjelasan kepada BPK dan Inspektorat Kota Medan terkait persoalan tersebut. Ia menyatakan <a href="https://www.halomedan.com/tag/dishub/" target="_blank">Dishub</a> akan melakukan perbaikan apabila terdapat kekurangan dalam proses pengelolaan maupun tender agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.<br><br><br><br>Di sisi lain, Rasyid menilai keterbukaan informasi dan klarifikasi dari pihak terkait menjadi hal penting agar persoalan pengelolaan parkir tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan.<br><br><br><br>Ia berharap seluruh pihak mengedepankan data, dokumen dan regulasi dalam membahas persoalan tersebut, sehingga evaluasi terhadap pengelolaan parkir dapat dilakukan secara objektif sekaligus mendukung perbaikan tata kelola parkir di Kota Medan.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_9491_Rasyid-Ridho--Polemik-Deposit-Parkir-Rp1-3-Miliar-Harus-Dilihat-dari-Aturan-dan-Fakta.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66708/rasyid-ridho-polemik-deposit-parkir-rp13-miliar-harus-dilihat-dari-aturan-dan-fakta/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bukan Sekadar MoU, UNPAB Perkuat Langkah Menuju Kampus Berdampak Bersama KLH/BPLH RI</guid>
            <pubDate>Sat, 05 Sep 2026 14:31:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bukan Sekadar MoU, UNPAB Perkuat Langkah Menuju Kampus Berdampak Bersama KLH/BPLH RI]]></title>
            <description><![CDATA[Bukan Sekadar MoU, UNPAB Perkuat Langkah Menuju Kampus Berdampak Bersama KLH/BPLH RI]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Medan &mdash; Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) memperkuat komitmennya dalam mendorong peran perguruan tinggi terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumatera Utara dengan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Republik Indonesia.<br><br>Penandatanganan MoU tersebut berlangsung dalam rangkaian Seminar Nasional &quot;Ekosistem Syari&#039;ah: Inisiasi Wakaf Hijau dan Pengembangan Ekosistem Halal Sumatera Utara Menuju Indonesia Emas 2045&quot; yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Sabtu (5/9/2026), di Hotel Grand Inna Medan. UNPAB menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang turut hadir dalam agenda strategis tersebut.<br><br>Kehadiran UNPAB dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Isa Indrawan,S.E., M.M. Momentum ini menjadi bagian penting dalam memperkuat jejaring UNPAB bersama pemerintah dan perguruan tinggi lainnya untuk mendorong implementasi Tridarma Perguruan Tinggi yang semakin relevan dengan tantangan lingkungan dan kebutuhan masyarakat.<br><br>Penandatanganan MoU antara PTS di Sumatera Utara dengan KLH/BPLH RI secara khusus diarahkan pada pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Nota kesepahaman tersebut mencakup sejumlah ruang lingkup, mulai dari pendidikan dan pengajaran bidang lingkungan hidup, pengkajian dan publikasi, pengembangan ilmu pengetahuan, pengabdian kepada masyarakat, hingga penyelenggaraan Program Kampus Berdampak.<br><br>Bagi UNPAB, kerja sama ini menjadi peluang untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan dampak nyata di luar lingkungan kampus. Konsep Kampus Berdampak mendorong agar pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menghasilkan capaian akademik, tetapi juga mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat dan lingkungan.<br><br>MoU tersebut juga menjadi landasan awal bagi pengembangan kerja sama yang lebih teknis antara perguruan tinggi dan KLH/BPLH RI. Para pihak dapat menindaklanjutinya melalui Perjanjian Kerja Sama yang mengatur bentuk dan ruang lingkup kegiatan, publikasi hasil kerja sama, kekayaan intelektual, hingga aspek pembiayaan.<br><br>Kerja sama tersebut memiliki jangka waktu lima tahun sejak ditandatangani, sehingga memberikan ruang bagi pengembangan berbagai program secara berkelanjutan sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan masing-masing pihak.<br><br>Seminar nasional yang menjadi wadah penandatanganan MoU ini turut menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Moh Jumhur Hidayat, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, serta Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., M.E.I., Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI).<br><br>Dalam forum tersebut, Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko juga membawakan materi bertema &quot;Tridarma Perguruan Tinggi Menjawab Tantangan Lingkungan Hidup&quot;, yang semakin menegaskan pentingnya posisi perguruan tinggi dalam mengambil peran terhadap persoalan lingkungan.<br><br>Sementara itu, Moh Jumhur Hidayat menyampaikan materi &quot;Gerakan Wakaf Hijau Sebagai Wujud Taubat Nasional Ekologis&quot;. Agenda tersebut dilanjutkan dengan deklarasi Taubat Nasional Ekologis dan pencanangan Wakaf Hijau Yayasan Wakaf UISU sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.<br><br>Bagi UNPAB, keterlibatan dalam penandatanganan MoU ini bukan sekadar seremoni kerja sama. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi langkah untuk memperluas ruang kolaborasi dan memperkuat peran UNPAB dalam mewujudkan Tridarma Perguruan Tinggi yang berdampak bagi lingkungan dan masyarakat.<br><br>Dengan semangat kolaborasi bersama KLH/BPLH RI dan perguruan tinggi lainnya, UNPAB terus membuka peluang untuk mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang selaras dengan agenda keberlanjutan.<br><br>Karena kampus berdampak bukan hanya tentang apa yang dilakukan di dalam kampus, tetapi tentang seberapa besar kontribusinya mampu dirasakan oleh masyarakat dan lingkungan.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_5648_Bukan-Sekadar-MoU--UNPAB-Perkuat-Langkah-Menuju-Kampus-Berdampak-Bersama-KLH-BPLH-RI.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66707/bukan-sekadar-mou-unpab-perkuat-langkah-menuju-kampus-berdampak-bersama-klhbplh-ri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan Masih Sisakan Pertanyaan, Forum Pemuda NTT Desak Polisi Ungkap Penyalur Tenaga Kerja</guid>
            <pubDate>Sat, 05 Sep 2026 06:41:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan Masih Sisakan Pertanyaan, Forum Pemuda NTT Desak Polisi Ungkap Penyalur Tenaga Kerja]]></title>
            <description><![CDATA[Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan Masih Sisakan Pertanyaan, Forum Pemuda NTT Desak Polisi Ungkap Penyalur Tenaga Kerja]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>MEDAN - Teka-teki terkait ledakan sebuah rumah di kawasan Grand Polonia Medan pada 20 Juli 2026 belum sepenuhnya terjawab. Selain penyebab ledakan yang masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik, Forum Pemuda NTT Wilayah Sumatera Utara meminta polisi mengungkap pihak yang menyalurkan salah satu korban ke Medan.<br><br>Ketua Forum Pemuda NTT Wilayah Sumatera Utara, Devis Karmoy, mengatakan pengungkapan kasus tersebut tidak cukup hanya berhenti pada penyebab teknis ledakan. Menurut dia, rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan keberadaan korban di rumah tersebut juga perlu ditelusuri secara menyeluruh.<br><br>"Polisi juga harus mengungkap siapa penyalur korban almarhumah Ros ke Medan," kata Devis, kepada wartawan di Medan, Jumat (4/9/2026). <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/ledakan/" target="_blank">Ledakan</a> yang terjadi pada 20 Juli 2026 itu mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban telah dievakuasi, sementara para korban yang meninggal kemudian dimakamkan di Nusa Tenggara Timur.<br><br>Dalam penyelidikan, Polrestabes Medan bersama Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara dan PGN telah melakukan olah tempat kejadian perkara lanjutan pada 22 Juli 2026.<br><br>Penyidik sejauh ini disebut masih mendalami sumber ledakan yang diduga berkaitan dengan kebocoran gas metana di lantai dua. Dugaan tersebut kemudian mengarah pada pemeriksaan jaringan pipa gas yang terpasang di lokasi.<br><br>Namun, bagi Devis, terdapat persoalan lain yang juga penting untuk diurai, yakni bagaimana korban bisa berada di lokasi dan siapa pihak yang berperan dalam menyalurkan tenaga kerja tersebut ke Medan.<br><br>Ia meminta pihak yang disebut sebagai penyalur tenaga kerja korban dapat ditelusuri dan, apabila relevan dengan perkara, dihadirkan untuk memberikan keterangan kepada penyidik.<br><br>Desakan tersebut muncul di tengah belum adanya kesimpulan resmi mengenai pihak yang harus bertanggung jawab atas peristiwa ledakan. Devis menilai kepolisian perlu memastikan seluruh rangkaian peristiwa diperiksa, baik dari sisi teknis penyebab ledakan maupun latar belakang keberadaan para korban di lokasi.<br><br>Di sisi lain, dampak ledakan tidak hanya dirasakan oleh penghuni rumah. Devis menyebut lima rumah warga di sekitar lokasi turut terdampak.<br><br>Karena itu, ia menilai masyarakat memiliki kepentingan untuk mengetahui apakah ledakan tersebut merupakan kecelakaan semata atau terdapat faktor kelalaian yang berkontribusi terhadap terjadinya peristiwa.<br><br>"Warga berhak tahu apakah ini murni kecelakaan, kelalaian perawatan pipa, atau ada pihak ketiga yang salah pasang ataupun salurkan gas, supaya hasil Labfor segera dibuka ke publik," ujarnya.<br><br>Devis memahami kepolisian masih membutuhkan bukti sebelum menentukan ada tidaknya unsur pidana. Rekaman CCTV, keterangan saksi, riwayat pemasangan pipa, hingga hasil pemeriksaan laboratorium menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.<br><br>Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn sebelumnya menyatakan penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil pemeriksaan lengkap dari Laboratorium Forensik. Jika nantinya ditemukan unsur kelalaian atau tindak pidana, kepolisian akan menentukan pihak yang bertanggung jawab sesuai hasil penyidikan.<br><br>Bagi Forum Pemuda NTT, proses hukum tersebut juga diharapkan dapat menjawab persoalan terkait perjalanan korban hingga berada di Medan. Devis mengatakan, meski para korban telah dimakamkan di NTT, pengungkapan perkara tetap diperlukan demi memberikan kepastian kepada keluarga dan mencegah kejadian serupa kembali terjadi.<br><br>"Kami dari Forum Pemuda NTT memiliki hak untuk mendesak Kepolisian mengungkap kasus tersebut hingga terang benderang, terutama Polisi juga harus mengungkap siapa penyalur korban almarhumah Ros ke Medan," katanya.<br><br>Devis menegaskan pihak yang menyalurkan korban perlu diperiksa jika keterangannya berkaitan dengan rangkaian peristiwa. Menurut dia, pengungkapan pihak tersebut dapat menjadi salah satu bagian untuk menjelaskan bagaimana korban sampai berada di lokasi kejadian.<br><br>"Polisi harus bisa mengungkapkan dan menghadirkan penyalur sebagai saksi dalam proses penyelidikan. Jika tidak mampu menghadirkan penyalur korban almarhumah Ros, maka kami anggap Kapolrestabes Medan gagal dalam menjalankan tugas sebagai insan Tribarata," pungkasnya.<br><br>Hingga kini, penyelidikan terhadap ledakan rumah di Grand Polonia masih berjalan. Selain menunggu hasil pemeriksaan forensik terkait sumber ledakan, perhatian juga tertuju pada upaya polisi mengurai seluruh rangkaian peristiwa, termasuk pihak yang menyalurkan tenaga kerja hingga korban berada di Medan.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_1462_Ledakan-Rumah-di-Grand-Polonia-Medan-Masih-Sisakan-Pertanyaan--Forum-Pemuda-NTT-Desak-Polisi-Ungkap-Penyalur-Tenaga-Kerja.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66706/ledakan-rumah-di-grand-polonia-medan-masih-sisakan-pertanyaan-forum-pemuda-ntt-desak-polisi-ungkap-penyalur-tenaga-kerja/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Lanjutkan Penyaluran Bantuan Erupsi Sinabung, PDI Perjuangan Sumut Jalankan Instruksi Megawati: &quot;Kader Harus Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat</guid>
            <pubDate>Fri, 04 Sep 2026 20:37:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Lanjutkan Penyaluran Bantuan Erupsi Sinabung, PDI Perjuangan Sumut Jalankan Instruksi Megawati: "Kader Harus Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat]]></title>
            <description><![CDATA[Lanjutkan Penyaluran Bantuan Erupsi Sinabung, PDI Perjuangan Sumut Jalankan Instruksi Megawati &quotKader Harus Menangis dan Tertawa Bersama Ra]]></description>
            <content><![CDATA[<br> <br><br>KARO &mdash; Wajah-wajah lelah warga Desa Suka Tengah (Kutatengah) yang terpaksa mengungsi di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, tak dapat menyembunyikan keletihan mereka. Namun di tengah kepasrahan dan perjuangan bertahan di pengungsian sore hari ini, Jumat (4/9/2026), hangatnya kepedulian hadir menyapa mereka. <br><br> <br><br>PDI Perjuangan merampungkan seluruh proses penyaluran bantuan kemanusiaan tahap pertama bagi warga terdampak dari Desa Suka Tengah tersebut. Seluruh logistik dan bantuan yang disiapkan telah tersalurkan secara seratus persen kepada para pengungsi di posko Desa Sukatepu. <br><br> <br><br>Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian mendalam dan instruksi langsung dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar seluruh instrumen partai bergerak cepat membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah. <br><br> <br><br>Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan, dan Anak, R. Mawarni Putri Tampubolon, menegaskan bahwa penyerahan bantuan ini adalah bukti nyata komitmen partai dalam menjalankan amanat Ketua Umum. Kader PDI Perjuangan diinstruksikan untuk selalu berada di tengah-tengah rakyat, baik dalam suka maupun duka. <br><br> <br><br>"Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri selalu mengingatkan dan menginstruksikan kepada kami, seluruh kader PDI Perjuangan, wajib hukumnya untuk turun langsung ke masyarakat pengungsi. Ibu Megawati menegaskan bahwa kader PDI Perjuangan harus hadir, menangis, dan tertawa bersama rakyat," ujar R. Mawarni Putri Tampubolon saat menyapa dan menyerahkan bantuan langsung kepada warga di pengungsian. <br><br> <br><br>Mawarni menambahkan, penyaluran sisa paket bantuan yang diselesaikan sore ini memastikan tidak ada warga Desa Suka Tengah di pengungsian yang terlewat.  <br><br> <br><br>Penyerahan logistik dilakukan secara langsung dan bertatap muka guna menyerap aspirasi serta memberikan dukungan moral kepada para warga terdampak. <br><br> <br><br>Terpisah, Wakil Ketua Bidang Industri, Perdagangan, BUMN, Investasi, dan Koperasi/UMKM, Paul Baja Siahaan menyatakan bahwa keselamatan warga, dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi merupakan prioritas utama yamg harus dijamin pemerintah. PDI Perjuangan mengajak seluruh warga Sumut bergotong royong dengan pemerintah memastikan keselamatan pengungsi <a href="https://www.halomedan.com/tag/sinabung/" target="_blank">Sinabung</a>. <br><br> <br><br>Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan  menjelaskan bahwa Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Utara, Rapidin Simbolon dan keluarga besar PDI Perjuangan Sumut berkomitmen untuk terus mengawal proses pemulihan warga pascabencana dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat di pengungsian terpenuhi dengan baik, mengingat tiga hari pascaletusan, Gunung <a href="https://www.halomedan.com/tag/sinabung/" target="_blank">Sinabung</a> dilaporkan masih menyemburkan asap kelabu dari arah kawahnya.  <br><br> <br><br>Oleh karena itu, PDI Perjuangan mengimbau seluruh warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mematuhi arahan pihak berwenang serta PVMBG, dan mendoakan agar aktivitas vulkanik <a href="https://www.halomedan.com/tag/sinabung/" target="_blank">Sinabung</a> dapat segera menurun sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_570_Lanjutkan-Penyaluran-Bantuan-Erupsi-Sinabung--PDI-Perjuangan-Sumut-Jalankan-Instruksi-Megawati---quot-Kader-Harus-Menangis-dan-Tertawa-Bersama-Rakyat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66705/lanjutkan-penyaluran-bantuan-erupsi-sinabung-pdi-perjuangan-sumut-jalankan-instruksi-megawati-quotkader-harus-menangis-dan-tertawa-bersama-rakyat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bank Sumut dan Pemkab Targetkan Penguatan Ekonomi Petani dan UMKM Tapanuli Utara dari Modal Hingga Hilirisasi</guid>
            <pubDate>Fri, 04 Sep 2026 18:53:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bank Sumut dan Pemkab Targetkan Penguatan Ekonomi Petani dan UMKM Tapanuli Utara dari Modal Hingga Hilirisasi]]></title>
            <description><![CDATA[Bank Sumut dan Pemkab Targetkan Penguatan Ekonomi Petani dan UMKM Tapanuli Utara dari Modal Hingga Hilirisasi]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br><br>Tarutung &ndash; PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memperkuat akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha mikro dan petani sebagai bagian dari upaya mendorong produktivitas serta pengembangan ekonomi daerah. Pembiayaan tersebut diarahkan tidak berhenti pada tambahan modal, tetapi menjadi pengungkit agar usaha masyarakat berkembang dan komoditas unggulan Tapanuli Utara memiliki nilai tambah melalui hilirisasi.<br><br>Komitmen itu mengemuka dalam kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Kamis (3/9). Pertemuan yang dipimpin Dr. Saleh Partaonan Daulay tersebut membahas pengawasan penyaluran KUR sekaligus penguatan UMKM dan potensi ekonomi daerah yang bertumpu pada sektor pertanian.<br><br>Direktur Utama <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut Heru Mardiansyah mengatakan, kepercayaan pemerintah daerah kepada <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut menjadi dorongan bagi perseroan untuk memastikan penyaluran KUR memberikan dampak yang lebih nyata bagi pelaku usaha.<br><br>&quot;Bagi <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut, pembiayaan UMKM bukan hanya tentang menyalurkan kredit, tetapi bagaimana memastikan pembiayaan benar-benar mampu mendorong usaha tumbuh, naik kelas, dan memberikan dampak bagi perekonomian daerah,&quot; kata Heru di Tarutung.<br><br>Untuk memperluas akses tersebut, <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut menghadirkan KUR Mikro dengan suku bunga 0 persen pada 2026 dan 3 persen pada 2027, bebas biaya administrasi dan provisi, serta tanpa agunan. Skema ini diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro untuk memperoleh modal dengan beban pembiayaan yang lebih ringan.<br><br>Namun, bagi <a href="https://www.halomedan.com/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut, pembiayaan tidak berhenti ketika kredit tersalurkan. Heru menyebutkan pembiayaan perlu terhubung dengan aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari peningkatan produktivitas, pengolahan komoditas hingga pemasaran.<br><br>&quot;Yang ingin kami bangun bersama Pemkab Tapanuli Utara adalah ekosistem. Usaha kecil tumbuh, petani semakin produktif, komoditas memiliki nilai tambah, dan pada akhirnya perputaran ekonomi semakin kuat di daerah,&quot; tegasnya.<br><br>Arah tersebut sejalan dengan agenda Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara yang tengah mendorong modernisasi pertanian dan hilirisasi komoditas unggulan. Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat mengatakan, sektor pertanian menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah, selain kerajinan ulos dan pariwisata religi.<br><br>Pemkab Tapanuli Utara mendorong mekanisasi pertanian serta pengembangan kopi, jagung dan durian lokal agar tidak hanya dipasarkan sebagai produk primer. Pengolahan di tingkat daerah dinilai penting untuk menciptakan nilai tambah sekaligus memperluas peluang usaha dan pendapatan masyarakat.<br><br>&quot;Fokus utama kami adalah membawa Tapanuli Utara menuju daerah yang bertani dan modern. Melalui program mekanisasi dan hilirisasi, kami ingin memfasilitasi para petani dan pengrajin agar produktivitas serta kesejahteraan mereka semakin meningkat,&quot; ujar Jonius.<br><br>Untuk mendukung agenda tersebut, pemerintah daerah siap melakukan pendampingan dari tingkat desa hingga kabupaten sehingga akses pembiayaan dapat dimanfaatkan secara produktif dan tepat sasaran.<br><br>Sementara itu, pada kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Ketua Tim Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai akses KUR harus benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. Ia juga mengingatkan bahwa KUR dengan plafon hingga Rp100 juta tidak boleh dibebani agunan tambahan sesuai ketentuan yang berlaku.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/09/_7303_Bank-Sumut-dan-Pemkab-Targetkan-Penguatan-Ekonomi-Petani-dan-UMKM-Tapanuli-Utara-dari-Modal-Hingga-Hilirisasi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66704/bank-sumut-dan-pemkab-targetkan-penguatan-ekonomi-petani-dan-umkm-tapanuli-utara-dari-modal-hingga-hilirisasi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>