<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.halomedan.com/</link>
        <description>Halo Medan | Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Tue, 23 Jun 2026 00:08:07 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">DPP FABEM - SM Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa &amp; Senat Mahasiswa menyoroti Ancaman Blackout Jawa-Bali</guid>
            <pubDate>Mon, 22 Jun 2026 23:47:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[DPP FABEM - SM Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa & Senat Mahasiswa menyoroti Ancaman Blackout Jawa-Bali]]></title>
            <description><![CDATA[DPP FABEM  SM Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa &amp Senat Mahasiswa menyoroti Ancaman Blackout JawaBali]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Jakarta - Kekhawatiran mengenai potensi pemadaman listrik massal atau blackout di sistem kelistrikan Jawa-Bali kembali mencuat setelah muncul informasi mengenai kekurangan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Isu ini menjadi perhatian serius karena sistem Jawa-Bali merupakan tulang punggung penyediaan listrik nasional yang melayani lebih dari separuh kebutuhan listrik Indonesia. Gangguan pasokan bahan bakar utama pembangkit berisiko memengaruhi stabilitas jaringan listrik secara luas.<br><br>Tody Ardiansyah Prabu  S.H Wakil Ketua Umum DPP FABEM - SM Forum Alumni Badan Esekutif Mahasiswa menanggapii Persoalan yang menjadi sorotan adalah adanya sekitar 20 juta ton kebutuhan batu bara PLN yang hingga kini disebut belum memiliki kontrak pasokan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan rantai pasok energi nasional, terutama ketika kebutuhan listrik terus meningkat seiring pertumbuhan industri, bisnis, dan rumah tangga. Jika pasokan terganggu dalam waktu lama, sejumlah PLTU berpotensi mengalami penurunan produksi bahkan penghentian operasi sementara. Dan berdampak kerugian ekonomi luar biasa untuk masyarakat indonesia  termasuk untuk para petani dan peternak  kerugianya dapat langsung di derita masyarakat dan umumnya berdampak pada  pertumbuhan ekonomi  Nasional. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen pada tahun 2027 sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.<br><br>Batu bara hingga saat ini masih menjadi sumber energi utama dalam bauran listrik nasional. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan lebih dari 60 persen listrik Indonesia masih bergantung pada PLTU berbahan bakar batu bara. Ketergantungan yang tinggi tersebut membuat setiap gangguan pasokan memiliki dampak langsung terhadap keamanan energi nasional.<br><br>Pemerintah selama ini menerapkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang mewajibkan perusahaan tambang memasok sebagian produksi batu bara untuk kebutuhan dalam negeri. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga ketersediaan bahan bakar bagi pembangkit listrik. Namun, tingginya harga batu bara di pasar ekspor kerap menjadi tantangan dalam memastikan pasokan domestik tetap terpenuhi sesuai kebutuhan.<br><br>Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengakui adanya persoalan dalam pemenuhan kebutuhan batu bara PLN. Dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Bahlil mengungkapkan kebutuhan batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta ton per tahun, sementara kontrak yang telah ditandatangani baru sekitar 134 juta ton. Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 20 juta ton yang belum terikat kontrak.<br><br>Dalam wawancara yang beredar luas di media sosial dan sejumlah pemberitaan, Bahlil bahkan mengaku sudah "capek" karena banyak pihak yang tidak sinkron dalam menyelesaikan persoalan pasokan batu bara ke PLN. Menurutnya, pemerintah sebenarnya telah menyiapkan alokasi batu bara melalui skema DMO, namun proses kontrak dan distribusi di lapangan masih menghadapi berbagai kendala sehingga kebutuhan PLN belum sepenuhnya terpenuhi.<br><br>Bahlil menegaskan bahwa Indonesia tidak kekurangan cadangan batu bara. Pemerintah bahkan telah menetapkan alokasi sekitar 190 juta ton batu bara untuk kebutuhan domestik sektor kelistrikan. Dari jumlah tersebut, sekitar 150 hingga 160 juta ton telah mendapatkan konfirmasi pasokan dari perusahaan tambang. Persoalan utama disebut terletak pada kesulitan memperoleh batu bara kalori menengah yang dibutuhkan sejumlah PLTU.<br>Bahlil mengungkapan bahwa PLN membutuhkan batu berkalori medium yang kualitasnya lebih baik untuk operasional pembangkit listrik. Akan tetapi, jenis batu bara tersebut semakin sedikit.<br>( Sumber Raker kerja dengan Komisi XII DPR<br>Tanggal 15 juni 2026 )<br><br>*Detail Penyebab Utama Pemadaman :*<br><br>Kerusakan Pembangkit Swasta: Dua PLTU skala besar milik mitra swasta (Independent Power Producer) mengalami kendala teknis mendadak dan keluar dari sistem transmisi Jawa. <br>Pasokan Energi Primer: Terdapat tantangan pemenuhan batu bara kalori menengah (Medium Rank Coal), namun saat ini penyaluran pasokan darurat sudah mulai dialirkan ke PLTU se-Pulau Jawa berkat dukungan Ditjen Minerba dan Kementerian ESDM.  <br>Manajemen Beban Terbatas: Guna mencegah pemadaman total (blackout), PLN menerapkan pembatasan pasokan listrik terukur secara bergilir di beberapa area Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga wilayah Malang Raya.<br><br>Ancaman blackout tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi. Pemadaman listrik skala besar dapat menghentikan aktivitas industri, mengganggu layanan publik, menurunkan produktivitas usaha, hingga merugikan masyarakat yang bergantung pada pasokan listrik untuk kegiatan sehari-hari. Karena itu, sejumlah pengamat menilai persoalan ini harus menjadi perhatian serius pemerintah dan PLN.<br><br>Di tengah meningkatnya keluhan masyarakat akibat pemadaman listrik bergilir di sejumlah daerah, kritik mulai diarahkan kepada PLN dan pemerintah. Termasuk kritik dari Wakil Ketua Umum DPP FABEM Bidang Hukum &amp; Antar Lembaga- Tody Ardiansyah Prabu, S.H  menilai masalah ini tidak semata-mata disebabkan kurangnya pasokan batu bara, tetapi juga lemahnya perencanaan, pengelolaan kontrak jangka panjang, serta koordinasi antara pemerintah, PLN, dan perusahaan tambang. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan perlunya Presiden Prabowo Subianto evaluasi &amp; audit menyeluruh terhadap tata kelola energi nasional, strategi jangka pendek , menengah dan panjang bukan hanya sekedar permintaan maaf Direksi PLN kepada rakyat Indonesia. PLN atau Perusahaan Listrik Negara adalah satu-satunya perusahaan besar yang bertanggung jawab atas penyediaan listrik di Indonesia. Dengan monopoli hampir penuh terhadap distribusi listrik, wajar jika banyak orang bertanya: Bagaimana mungkin PLN bisa rugi ? Bukankah tanpa pesaing seharusnya keuntungan mengalir deras?<br><br>DPP FABEM - SM Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa &amp; Senat Mahasiswa mendesak agar jajaran direksi dan manajemen diisi berdasarkan kompetensi, bukan kedekatan lingkaran pimpinan atau titipan politik.Tuntutan agar PT PLN (Persero) dikelola dengan sistem meritokrasi yang kuat terus menguat akibat sejumlah masalah operasional dan tata kelola.<br><br>Pemerintah dan PLN diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk memastikan pasokan listrik kembali stabil. DPP FABEM - SM ( Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa &amp; Senat Mahasiswa )  &amp; <br>Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) Sumatera Utara adalah Rinno Hadinata bahkan mendesak Presiden Prabowo Subianto dilakukan evaluasi terhadap jajaran direksi PLN, termasuk munculnya tuntutan agar Direktur Utama PLN mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas menurunnya keandalan layanan listrik. Meski demikian, fokus utama saat ini adalah memastikan krisis pasokan dapat diatasi, memperkuat cadangan energi, dan mempercepat diversifikasi sumber listrik agar ancaman serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.<br><br>*RUPTL : Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik*<br><br>*DPP FABEM - SM  &amp; DPW FABEM Sumatera Utara Urgensi Meminta  Presiden Prabowo Subianto untuk Mengevaluasi atau Merevisi skema RUPTL yang baru disahkan oleh kementerian ESDM 2025 - 2034.*<br><br>Dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang berlaku saat ini 2025 - 2034 sudah sejauh mana menghadirkan solusi untuk ketahanan Energi Nasional .<br><br>RUPTL PLN adalah singkatan dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik. Ini adalah dokumen perencanaan strategis yang disusun oleh PT PLN (Persero) bersama Kementerian ESDM yang berfungsi sebagai cetak biru atau peta jalan pengembangan sektor kelistrikan nasional untuk jangka waktu 10 tahun.<br><br>Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) adalah "otak" yang membuat regulasi, kebijakan, serta target energi, sementara PT PLN (Persero) adalah "badan/otot" yang mengeksekusinya di lapangan untuk melayani masyarakat.<br><br>Berikut adalah penjabaran lebih detail mengenai analogi tubuh manusia tersebut:Kementerian ESDM (Otak / Kepala):Berperan sebagai pembuat keputusan strategis dan perumus kebijakan.Menentukan arah transisi energi (dari fosil ke energi terbarukan).Menentukan tarif dasar listrik (penyesuaian tarif) dan kuota subsidi.<br><br>PT PLN / BUMN (Badan / Otot):Berperan sebagai operator utama yang menyalurkan listrik untuk kepentingan umum.Melaksanakan pembangunan pembangkit, pemeliharaan jaringan, hingga distribusi listrik ke rumah.Bertanggung jawab langsung atas keluhan pelanggan, gangguan teknis, dan operasional.<br><br>Selain dua elemen tersebut, terdapat juga Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) di bawah Kementerian ESDM yang bertugas mengatur perizinan dan keselamatan instalasi (seperti NIDI dan SLO).]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_8818_DPP-FABEM---SM-Forum-Alumni-Badan-Eksekutif-Mahasiswa--amp--Senat-Mahasiswa-menyoroti-Ancaman-Blackout-Jawa-Bali.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66088/dpp-fabem-sm-forum-alumni-badan-eksekutif-mahasiswa-amp-senat-mahasiswa-menyoroti-ancaman-blackout-jawabali/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Penjurian Pemred Award 2026 Masuki Tahap Final*</guid>
            <pubDate>Mon, 22 Jun 2026 23:43:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Penjurian Pemred Award 2026 Masuki Tahap Final*]]></title>
            <description><![CDATA[Penjurian Pemred Award 2026 Masuki Tahap Final]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>JAKARTA<br>Ajang Pemred <a href="https://www.halomedan.com/tag/award/" target="_blank">Award</a> 2026 yang digagas oleh Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia telah memasuki tahap final penentuan pemenang.<br><br>Dari total 124 nominasi yang masuk, dewan juri telah menetapkan 67 kandidat penerima penghargaan yang akan diumumkan dalam ajang perayaan HUT FPRMI ke-3 yang digelar di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 16-19 Juli 2026 mendatang. <br><br>Dewan Juri Pemred <a href="https://www.halomedan.com/tag/award/" target="_blank">Award</a> 2026 dipimpin oleh Yogi Hadi Ismanto, Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers Dewan Pers. <br><br>Dalam menjalankan proses penjurian, ia didampingi sejumlah tokoh pers, akademisi, dan praktisi komunikasi, yakni Hendry Ch Bangun (Tokoh Pers), Helmy Halim (Sekretaris Jenderal Forum Pimred), Dr. Asep Setiawan (Akademisi), Iqbal Irsyad (Jurnalis sekaligus Pemimpin Redaksi VOI.id), Syamsudin Hadi Sutarto (Pengurus SPS), Dr. Budi Nugraha (Pakar Komunikasi), serta Nurjaman Muchtar (Tokoh Pers).<br><br>Para kandidat penerima Pemred terdiri dari 10 kategori penghargaan, yaitu:<br><br>Kategori Menteri<br>Kategori Gubernur<br>Kategori Wali Kota<br>Kategori Bupati<br>Kategori Legislatif Pusat<br>Kategori Legislatif Provinsi<br>Kategori Legislatif Kota/Kabupaten<br>Kategori Pemimpin Perempuan<br>Kategori Aparat Penegak Hukum (APH)<br>Kategori CEO Perusahaan<br><br>Yogi Hadi Ismanto menjelaskan bahwa penilaian para kandidat tidak hanya didasarkan pada capaian kinerja dan keberhasilan mereka dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab sesuai profesinya.<br><br>&quot;Para pemenang juga dinilai berdasarkan tingkat keberpihakan terhadap media, kualitas kerja sama dengan media, serta keterbukaan dan kemudahan dalam berkomunikasi maupun memberikan informasi kepada media,&quot; ujar Yogi, Senin (22/6/2026).<br><br>Menurutnya, indikator tersebut menjadi bagian penting dalam penilaian karena mencerminkan komitmen para pemimpin dan pemangku kepentingan dalam membangun hubungan yang sehat, transparan, dan konstruktif dengan insan pers.<br><br>Sementara itu, Ketua Umum Forum Pimred Multimedia, Wilson Lumi mengungkapkan bahwa selain menggelar Pemred <a href="https://www.halomedan.com/tag/award/" target="_blank">Award</a> 2026, HUT ke-3 Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia di Yogyakarta juga diisi dengan beragam kegiatan lainnya.<br><br>Diantaranya ada 3Fun (Fun Walk, Fun Bike, dan Fun Aerobik), Pameran Perumahan/UMKM, Diklat Jurnalistik dan Konten Kreator, Pena Emas dan Pemred <a href="https://www.halomedan.com/tag/award/" target="_blank">Award</a> 2026, Gala Diner dan Lomba Karya Jurnalistik.<br><br>"Berbagai kegiatan yang digelar akan melibatkan insan pers, pemerintah, akademisi, aparat desa, pelaku usaha, hingga masyarakat umum," kata Wilson.<br><br>"Forum Pimred Multimedia sebagai wadah para pemimpin redaksi media multimedia Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga marwah pers, meningkatkan kualitas jurnalistik, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk dengan masyarakat," tambahnya. <br><br>Sedangkan Ketua Pelaksana HUT Forum Pimred Multimedia ke-3, Helmy Halim, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan akan diawali dengan Pameran Perumahan Rakyat yang berlangsung pada 16&ndash;19 Juli 2026.<br><br>Menurut Helmy, pameran tersebut akan melibatkan sejumlah pengembang perumahan nasional maupun lokal. Selain menampilkan berbagai pilihan hunian, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai program perumahan rakyat serta akses pembiayaan kepemilikan rumah juga digabung dengan pameran UMKM.<br><br>"Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang lengkap mengenai program perumahan dan berbagai skema pembiayaan yang tersedia," katanya. <br><br>Pada 17 Juli 2026, agenda akan dilanjutkan dengan Gala Dinner yang mempertemukan para pimpinan redaksi dengan kepala daerah setempat dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.<br><br>Acara tersebut juga akan menjadi momentum penyerahan Pena Emas <a href="https://www.halomedan.com/tag/award/" target="_blank">Award</a> 2026, sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memberikan kontribusi bagi perkembangan dunia pers dan komunikasi publik di Indonesia.<br><br>Memasuki 18 Juli 2026, Forum Pimred Multimedia akan menggelar Diklat Jurnalistik dan Konten Kreator bagi Pemuda Desa, Pengelola Bumdes, Koperasi Desa dan Aparat Desa yang ditargetkan diikuti sekitar 300 peserta.<br><br>Pelatihan tersebut akan membahas berbagai materi penting, mulai dari dasar-dasar jurnalistik, literasi media, etika pers, hingga teknik pembuatan konten kreatif yang edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat.<br><br>"Kami ingin aparat desa memiliki kemampuan komunikasi publik yang baik sehingga informasi pembangunan desa dapat tersampaikan secara efektif kepada masyarakat," ujar Helmy.<br><br>Pada malam harinya, panitia akan menggelar malam penganugerahan Pemred <a href="https://www.halomedan.com/tag/award/" target="_blank">Award</a> 2026 yang ditujukan untuk memberikan apresiasi kepada tokoh, institusi, dan organisasi yang dinilai berprestasi di berbagai sektor.<br><br>Penghargaan tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya praktik komunikasi publik yang transparan, akuntabel, inovatif, serta kepemimpinan yang adaptif terhadap perkembangan era digital.<br><br>Selain itu, perayaan HUT ke-3 Forum Pimred Multimedia juga dimeriahkan dengan Lomba Karya Jurnalistik berupa penulisan tajuk rencana atau editorial.<br><br>Untuk kategori media cetak dan online nasional, tema yang diangkat adalah "3 Juta Perumahan Asta Cita Program Prabowo". Sementara kategori media lokal Yogyakarta mengusung tema "6 Fokus Prioritas Program Daerah Istimewa Yogyakarta".<br><br>Panitia menetapkan batas akhir pengiriman karya pada 1 Juli 2026. Para pemenang akan mendapatkan hadiah uang tunai dengan total puluhan juta rupiah serta sertifikat penghargaan.<br><br>Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pada 19 Juli 2026 akan digelar acara 3 Fun, yang terdiri dari Fun Walk, Fun Bike, dan Fun Aerobik.<br><br>Kegiatan olahraga massal tersebut menargetkan partisipasi sekitar 10.000 peserta yang berasal dari kalangan masyarakat umum, insan pers, mitra pemerintah, swasta, hingga aparat penegak hukum.<br><br>Selain menjadi ajang kebersamaan, peserta juga berkesempatan membawa pulang berbagai hadiah menarik dengan total nilai puluhan juta rupiah.<br><br>"Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Forum Pemred Multimedia Indonesia berharap dapat semakin mempererat hubungan antara pers dan masyarakat, sekaligus memperkuat peran media sebagai pilar demokrasi yang dekat dengan rakyat," pungkas Helmy.(*)<br><br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_8497_Penjurian-Pemred-Award-2026-Masuki-Tahap-Final-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66087/penjurian-pemred-award-2026-masuki-tahap-final/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wakil Ketua HIKMA Sumut H. Syahrir Nasution Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Ayahanda Muhammad Dasuki Nasution</guid>
            <pubDate>Mon, 22 Jun 2026 22:53:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wakil Ketua HIKMA Sumut H. Syahrir Nasution Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Ayahanda Muhammad Dasuki Nasution]]></title>
            <description><![CDATA[Wakil Ketua HIKMA Sumut H. Syahrir Nasution Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Ayahanda Muhammad Dasuki Nasution]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Mandailing Natal &ndash; Kabar wafatnya ayahanda dari Muhammad Dasuki Nasution, guru Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, pada Senin (22/6/2026) pukul 20.00 WIB di Pasar Laru, Kabupaten Mandailing Natal, turut mengundang duka dari berbagai kalangan.<br><br>Wakil Ketua Himpunan Keluarga Besar Mandailing (HIKMA) Sumatera Utara, H. Syahrir Nasution, menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.<br><br>&quot;Atas nama pribadi dan keluarga besar HIKMA Sumatera Utara, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya ayahanda saudara Muhammad Dasuki Nasution. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf almarhum, menerima amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,&quot; ujar H. Syahrir Nasution.<br><br>Ia juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut.<br><br>&quot;Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan kesabaran. Kita semua yakin bahwa setiap yang bernyawa akan kembali kepada Allah SWT. Mari kita doakan almarhum agar memperoleh husnul khatimah dan rahmat Allah yang luas,&quot; tambahnya.<br><br>Kepergian almarhum menjadi duka bagi keluarga besar, kerabat, serta masyarakat yang mengenalnya. Ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas kepada keluarga yang berduka.<br><br>Inna lillahi wa inna ilaihi raji&#039;un. Semoga almarhum husnul khatimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal &#039;Alamiin.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_9630_Wakil-Ketua-HIKMA-Sumut-H--Syahrir-Nasution-Sampaikan-Belasungkawa-atas-Wafatnya-Ayahanda-Muhammad-Dasuki-Nasution.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66086/wakil-ketua-hikma-sumut-h-syahrir-nasution-sampaikan-belasungkawa-atas-wafatnya-ayahanda-muhammad-dasuki-nasution/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pelantikan 18 Pejabat, Sekda Tekankan Amanah dan Profesionalisme ASN</guid>
            <pubDate>Mon, 22 Jun 2026 22:19:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pelantikan 18 Pejabat, Sekda Tekankan Amanah dan Profesionalisme ASN]]></title>
            <description><![CDATA[Pelantikan 18 Pejabat, Sekda Tekankan Amanah dan Profesionalisme ASN]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br><br>LUBUK PAKAM - Penguatan organisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kembali dilakukan melalui pelantikan 18 pejabat administrator, kepala sekolah, dan pejabat fungsional yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Dedi Maswardy SSos MAP di Aula Cendana Lantai II Kantor Bupati, Lubuk Pakam, Senin (22/6/2026).<br><br>Pejabat yang dilantik antara lain Adi Saputra Sirait sebagai Sekretaris Kecamatan Biru-Biru, serta Novelita Sitorus yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Pengolahan Data dan Rekam Medik RSUD Drs. H. Amri Tambunan kini dipercaya sebagai Kepala Bagian Perencanaan di rumah sakit yang sama. Sebagai gantinya, Kartini Nainggolan, dilantik sebagai Kepala Bagian Pengolahan Data dan Rekam Medik.<br><br>Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa pelantikan merupakan bagian dari evaluasi kinerja, integritas, kompetensi, dan dedikasi ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.<br><br>&quot;<a href="https://www.halomedan.com/tag/pelantikan/" target="_blank">Pelantikan</a> ini bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi bagian dari penguatan organisasi berdasarkan evaluasi kinerja aparatur,&quot; ujarnya.<br><br>Ia juga mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijalankan secara profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan kapasitas, berinovasi, disiplin, dan memperkuat kolaborasi.<br><br>Kepada pejabat administrator, Sekda meminta agar mampu memperkuat koordinasi dan memastikan program pemerintah berjalan efektif. Kepada kepala sekolah, ia menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter siswa, serta menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.<br><br>&quot;Diharapkan kepala sekolah mampu melahirkan generasi Deli Serdang yang unggul, berprestasi, dan berakhlak mulia,&quot; katanya.<br><br>Sementara kepada pejabat fungsional, Sekda meminta peningkatan kompetensi sesuai bidang keahlian untuk mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah.<br><br>Ia juga menegaskan bahwa kinerja seluruh pejabat akan dievaluasi secara berkala, objektif, dan profesional, tidak hanya untuk menilai hasil kerja, tetapi juga mendorong pengembangan aparatur.<br><br>Penekanan tiga prinsip kerja ASN, yakni bekerja sesuai ketentuan, bekerja dengan etika dan nurani, serta terus meningkatkan kinerja secara berkelanjutan turut disampaikan.<br><br>&quot;Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, kekuatan, dan keberkahan dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan daerah,&quot; tutupnya.<br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_1602_Pelantikan-18-Pejabat--Sekda-Tekankan-Amanah-dan-Profesionalisme-ASN.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66085/pelantikan-18-pejabat-sekda-tekankan-amanah-dan-profesionalisme-asn/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Roy Suryo dan dr. Tifa Bebas, Kejari Jaksel Kabulkan Permohonan Penangguhan</guid>
            <pubDate>Mon, 22 Jun 2026 22:09:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Roy Suryo dan dr. Tifa Bebas, Kejari Jaksel Kabulkan Permohonan Penangguhan]]></title>
            <description><![CDATA[Roy Suryo dan dr. Tifa Bebas, Kejari Jaksel Kabulkan Permohonan Penangguhan]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Jakarta&ndash; Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (<a href="https://www.halomedan.com/tag/kejari/" target="_blank">Kejari</a> Jaksel) memutuskan tidak melakukan penahanan terhadap Roy Suryo dan dr. Tifauzia Tyassuma alias dr. Tifa usai menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti (tahap II) dari penyidik Polda Metro Jaya, Senin (22/6/2026). <br><br>Keputusan tersebut disampaikan Kepala <a href="https://www.halomedan.com/tag/kejari/" target="_blank">Kejari</a> Jakarta Selatan, Marcelo Bellah, yang menyatakan bahwa kedua tersangka dalam perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, tidak dilakukan penahanan setelah proses pelimpahan berkas perkara.<br><br>&quot;Sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku terhadap para tersangka tidak dilakukan penahanan,&quot; ujar Marcelo dalam konferensi pers. <br><br>Menurut Marcelo, keputusan tersebut diambil setelah jaksa penuntut umum menerima permohonan penangguhan penahanan yang diajukan keluarga dan tim kuasa hukum kedua tersangka. Permohonan itu kemudian menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah hukum lanjutan terhadap Roy Suryo dan dr. Tifa. <br><br>Meski tidak ditahan, proses hukum terhadap keduanya tetap berjalan. Roy Suryo dan dr. Tifa diwajibkan memenuhi ketentuan yang ditetapkan kejaksaan, termasuk kewajiban melapor serta hadir apabila dipanggil untuk kepentingan proses penuntutan dan persidangan.<br><br>Sebelumnya, Polda Metro Jaya melimpahkan Roy Suryo dan dr. Tifa ke <a href="https://www.halomedan.com/tag/kejari/" target="_blank">Kejari</a> Jakarta Selatan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 oleh pihak kejaksaan. Keduanya berstatus tersangka dalam perkara dugaan penyebaran tudingan mengenai keaslian ijazah Presiden ke-7 RI. <br><br>Pada saat pelimpahan tahap II berlangsung, Roy Suryo tampak mengenakan kemeja batik dan sempat menyampaikan seruan kepada para pendukung yang hadir. Sementara dr. Tifa menjalani proses pelimpahan dengan pengawalan petugas kepolisian. <br><br>Dengan tidak dilakukannya penahanan, perhatian publik kini tertuju pada tahapan berikutnya, yakni penyusunan surat dakwaan dan proses persidangan yang akan menentukan pembuktian perkara di hadapan majelis hakim.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_1889_Roy-Suryo-dan-dr--Tifa-Bebas--Kejari-Jaksel-Kabulkan-Permohonan-Penangguhan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66084/roy-suryo-dan-dr-tifa-bebas-kejari-jaksel-kabulkan-permohonan-penangguhan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rumah Adat di Kompleks Monumen Sisingamangaraja XII Medan Ludes Dilalap Api, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran</guid>
            <pubDate>Mon, 22 Jun 2026 16:28:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rumah Adat di Kompleks Monumen Sisingamangaraja XII Medan Ludes Dilalap Api, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran]]></title>
            <description><![CDATA[Rumah Adat di Kompleks Monumen Sisingamangaraja XII Medan Ludes Dilalap Api, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>MEDAN |Rumah adat Batak yang berada di kawasan Monumen Tugu Nasional Sisingamangaraja XII, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, ludes dilalap si jago merah pada Senin (22/6) siang. Peristiwa ini mengejutkan warga karena bangunan tersebut merupakan bagian dari kawasan cagar sejarah yang menjadi salah satu ikon budaya dan perjuangan masyarakat Batak di Sumatera Utara.<br><br>Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Dalam hitungan menit, api yang awalnya terlihat kecil dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan pendopo rumah adat yang sebagian besar terbuat dari material kayu.<br><br>Kepala Lingkungan III Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, Zulkifli Nasution, mengatakan dirinya pertama kali melihat percikan api dari bagian pendopo rumah adat tersebut.<br><br>&quot;Awalnya api terlihat kecil, tetapi karena bangunannya didominasi material yang mudah terbakar, kobaran api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan,&quot; ujar Zulkifli.<br><br>Lokasi kebakaran yang berada tepat di depan Polsek Medan Kota membuat personel kepolisian segera bergerak melakukan upaya pemadaman awal menggunakan peralatan yang tersedia sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.<br><br>&quot;Petugas dari Polsek langsung menyiram api menggunakan selang air. Namun karena kobaran api terus membesar, upaya tersebut belum mampu menghentikan penyebaran api,&quot; katanya.<br><br>Tak lama berselang, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan proses pemadaman. Setelah berjibaku selama beberapa waktu, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api.<br><br>Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan pendopo rumah adat di kawasan monumen bersejarah itu mengalami kerusakan parah dan nyaris rata dengan tanah.<br><br>Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih menjadi misteri. Namun sejumlah saksi menyebutkan sempat melihat beberapa remaja berada di sekitar pendopo sebelum api muncul.<br><br>Menurut keterangan warga, seorang juru parkir sempat menegur sejumlah remaja yang terlihat berada di atas bangunan dan melakukan aktivitas mencurigakan. Tak lama setelah teguran tersebut, api mulai terlihat dari bagian pendopo.<br><br>&quot;Ada warga yang melihat beberapa remaja berada di atas pendopo. Setelah ditegur, mereka langsung meninggalkan lokasi. Tidak lama kemudian muncul kobaran api,&quot; ungkap Zulkifli.<br><br>Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Poltak Tambunan, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia mengatakan personel kepolisian melakukan tindakan cepat untuk mencegah api merembet ke area lain.<br><br>&quot;Kami melakukan penanganan awal dengan memanfaatkan sumber air yang tersedia di Polsek sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi,&quot; ujar Poltak.<br><br>Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kebakaran, termasuk memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti di lokasi kejadian.<br><br>&quot;Api sudah berhasil dipadamkan. Untuk penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan,&quot; tegasnya.<br><br>Sebagai informasi, Monumen Tugu Nasional Sisingamangaraja XII merupakan salah satu situs bersejarah di Kota Medan yang dibangun pada tahun 1979 dan diresmikan oleh Presiden RI ke-2, Soeharto, pada tahun 1992. Kawasan ini menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII dalam melawan penjajahan Belanda di Tanah Batak.*(SS68)*]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_8353_Rumah-Adat-di-Kompleks-Monumen-Sisingamangaraja-XII-Medan-Ludes-Dilalap-Api--Polisi-Selidiki-Penyebab-Kebakaran.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66083/rumah-adat-di-kompleks-monumen-sisingamangaraja-xii-medan-ludes-dilalap-api-polisi-selidiki-penyebab-kebakaran/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pewarta Polrestabes Medan Jalin Silaturahmi dengan Pengusaha di Kisaran</guid>
            <pubDate>Mon, 22 Jun 2026 15:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pewarta Polrestabes Medan Jalin Silaturahmi dengan Pengusaha di Kisaran]]></title>
            <description><![CDATA[ Kisaran halomedan.com Persatuan Wartawan (Pewarta) Polrestabes Medan melakukan kunjungan silaturahmi dengan salah seorang pengusaha di Ki]]></description>
            <content><![CDATA[ <b>Kisaran |<a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> -</p><br>Persatuan Wartawan (<a href="https://www.halomedan.com/tag/pewarta/" target="_blank">Pewarta</a>) <a href="https://www.halomedan.com/tag/polrestabes/" target="_blank">Polrestabes</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> melakukan kunjungan silaturahmi dengan salah seorang pengusaha di Kisaran, Taufan Anwar Murni, dalam suasana penuh keakraban, Senin (22/6/2026).<br><br>Kegiatan silaturahmi tersebut dihadiri rombongan <a href="https://www.halomedan.com/tag/pewarta/" target="_blank">Pewarta</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/polrestabes/" target="_blank">Polrestabes</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> yang dipimpin langsung Ketua <a href="https://www.halomedan.com/tag/pewarta/" target="_blank">Pewarta</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/polrestabes/" target="_blank">Polrestabes</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>, Chairum Lubis, SH.<br><br>Pertemuan berlangsung di Rumah Makan Bunga Tanjung yang berada di Jalan Dr. Wahidin, Kisaran. Dalam kesempatan itu, rombongan disambut hangat oleh Taufan Anwar Murni.<br><br>Taufan Anwar hadir didampingi Advokat Arfan yang turut menyambut kedatangan para pengurus dan anggota <a href="https://www.halomedan.com/tag/pewarta/" target="_blank">Pewarta</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/polrestabes/" target="_blank">Polrestabes</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>. Suasana pertemuan berlangsung santai dan penuh kekeluargaan. <br><br>Selain mempererat hubungan silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi ajang bertukar pandangan mengenai berbagai hal yang berkembang di tengah masyarakat.<br><br>Taufan Anwar Murni mengaku senang dapat menerima kunjungan dari <a href="https://www.halomedan.com/tag/pewarta/" target="_blank">Pewarta</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/polrestabes/" target="_blank">Polrestabes</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>. Menurutnya, silaturahmi merupakan salah satu cara untuk memperkuat hubungan baik antarelemen masyarakat.<br><br>Ia juga berharap hubungan yang telah terjalin dengan insan pers dapat terus terjaga dan semakin baik ke depannya.<br><br>Sementara itu, Ketua <a href="https://www.halomedan.com/tag/pewarta/" target="_blank">Pewarta</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/polrestabes/" target="_blank">Polrestabes</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> Chairum Lubis, SH menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh Taufan Anwar Murni.<br><br>"Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat baik. Semoga silaturahmi seperti ini dapat terus terjalin dan membawa manfaat bagi semua pihak," ujar Chairum.<br><br>Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama di Rumah Makan Bunga Tanjung. Momen tersebut menjadi sarana mempererat kebersamaan antara pengurus <a href="https://www.halomedan.com/tag/pewarta/" target="_blank">Pewarta</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/polrestabes/" target="_blank">Polrestabes</a> <a href="https://www.halomedan.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> dengan Taufan Anwar Murni.(dar)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_9896_Pewarta-Polrestabes-Medan-Jalin-Silaturahmi-dengan-Pengusaha-di-Kisaran.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/ekbis/66082/pewarta-polrestabes-medan-jalin-silaturahmi-dengan-pengusaha-di-kisaran/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">DPD AMPI Sumut Gelar Musda IX, David Luther Lubis Kembali Terpilih Pimpin AMPI Sumut</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 22:10:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[DPD AMPI Sumut Gelar Musda IX, David Luther Lubis Kembali Terpilih Pimpin AMPI Sumut]]></title>
            <description><![CDATA[Medan &ndash Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sumatera Utara menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IX d]]></description>
            <content><![CDATA[Medan &ndash; Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sumatera Utara menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IX di Regale Convention Hall, Medan, Minggu (21/6/2026). Kegiatan ini menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat provinsi untuk melakukan evaluasi kinerja kepengurusan sekaligus memilih kepemimpinan baru untuk periode 2026&ndash;2031.<br><br>Musda IX AMPI Sumut berlangsung dengan semangat kebersamaan dan konsolidasi organisasi. Setelah melalui seluruh tahapan persidangan, David Luther Lubis kembali terpilih sebagai Ketua DPD AMPI Sumatera Utara untuk periode 2026&ndash;2031.<br><br>Ketua Panitia Musda IX AMPI Sumut, Gabriel Nainggolan, menyampaikan apresiasi kepada kepemimpinan David Luther Lubis selama lima tahun terakhir. Menurutnya, berbagai capaian organisasi yang telah diraih menjadi modal penting bagi AMPI Sumut untuk terus berkembang.<br><br>Musda IX AMPI Sumut secara resmi dibuka oleh Ketua Umum DPP AMPI, Jerry Sambuaga. Dalam sambutannya, Jerry menegaskan bahwa Sumatera Utara merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak kader potensial dan berkontribusi besar bagi organisasi.<br><br>&quot;Sumut ini gudang kader AMPI. Banyak kader-kader terbaik yang lahir dari Sumatera Utara dan memberikan kontribusi bagi organisasi maupun bangsa,&quot; kata Jerry.<br><br>Pada kesempatan tersebut, Jerry Sambuaga juga menyampaikan dukungannya terhadap kepemimpinan David Luther Lubis untuk kembali memimpin AMPI Sumut.<br><br>&quot;David telah menunjukkan kepemimpinan yang baik dan mampu menjaga soliditas organisasi. Saya mendukung kembali David menjadi Ketua AMPI Sumut,&quot; ujarnya.<br><br>Sementara itu, David Luther Lubis usai kembali terpilih menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh kader AMPI di Sumatera Utara.<br><br>&quot;Terima kasih atas kepercayaan ini. Amanah ini akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Kita akan terus memperkuat konsolidasi dan kaderisasi organisasi,&quot; ujar David.<br><br>Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus DPP AMPI, antara lain Sekretaris Jenderal DPP AMPI Robi Anugrah Marpaung, Wakil Ketua Umum Steven Risakotta, Wakil Sekretaris Jenderal Leriadi, Ketua Bidang Olahraga Infan Wahyudi, serta Ketua Bidang Media AngklingAngkling S.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_3087_DPD-AMPI-Sumut-Gelar-Musda-IX--David-Luther-Lubis-Kembali-Terpilih-Pimpin-AMPI-Sumut.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/politik/66081/dpd-ampi-sumut-gelar-musda-ix-david-luther-lubis-kembali-terpilih-pimpin-ampi-sumut/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">MAVI Korwil Sumut Bubarkan Panitia Kejuaraan Bola Voli U-15 Sumut 2026</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 16:05:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[MAVI Korwil Sumut Bubarkan Panitia Kejuaraan Bola Voli U-15 Sumut 2026]]></title>
            <description><![CDATA[Medan, &ndash MAVI Korwil Sumatera Utara menggelar acara pembubaran panitia Kejuaraan Bola Voli Antar Club U15 seSumatera Utara Piala Ber]]></description>
            <content><![CDATA[Medan, &ndash; MAVI Korwil Sumatera Utara menggelar acara pembubaran panitia Kejuaraan Bola Voli Antar Club U-15 se-Sumatera Utara Piala Bergilir MAVI Korwil Sumut Tahun 2026 di Stadion Cafe Kita Medan, Minggu (21/6/2026).</p><br>Acara dihadiri Wakil Ketua MAVI Korwil Sumut Paryono, Pengurus MAVI Sumut Rianto, S.H., M.H., Ketua Panitia Bambang Hermawan, serta seluruh anggota panitia pelaksana.</p><br>Ketua Panitia Bambang Hermawan mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga kejuaraan dapat berlangsung sukses dan lancar.</p><br>Sementara itu, Rianto yang akrab disapa Anto Genk mengapresiasi dukungan para sponsor dan berharap kerja sama dengan MAVI Sumut dapat terus berlanjut pada kegiatan berikutnya.</p><br>Dalam sambutannya, Paryono menyampaikan apresiasi kepada panitia dan pengurus MAVI Sumut atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam menyukseskan kejuaraan bola voli U-15 tingkat Sumatera Utara.</p><br>Acara berlangsung penuh keakraban dan ditutup dengan doa bersama serta sesi foto bersama.red</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_5321_MAVI-Korwil-Sumut-Bubarkan-Panitia-Kejuaraan-Bola-Voli-U-15-Sumut-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/politik/66080/mavi-korwil-sumut-bubarkan-panitia-kejuaraan-bola-voli-u15-sumut-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wagub Jihan Dorong PJ91 Wujudkan Semangat Bersatu, Berbaur, dan Berdampak</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 13:04:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wagub Jihan Dorong PJ91 Wujudkan Semangat Bersatu, Berbaur, dan Berdampak]]></title>
            <description><![CDATA[Wagub Jihan Dorong PJ91 Wujudkan Semangat Bersatu, Berbaur, dan Berdampak]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Bandar Lampung &ndash;&ndash; Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Purna Jambore Nasional 1991 (PJ91) dengan tema "Nengah Nyappur Dalam Aksi: Bersatu, Berbaur, Berdampak", di Gedung Dekranasda Provinsi Lampung, Sabtu (20/6/2026).<br><br>Kegiatan tersebut menjadi momentum berkumpulnya kembali keluarga besar Purna Jambore Nasional 1991 dari berbagai daerah di Indonesia sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi dalam merumuskan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.<br><br>Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi atas terjaganya ikatan persaudaraan para purna peserta jambore yang telah terbentuk sejak puluhan tahun lalu. Menurutnya, semangat kebersamaan yang terus terpelihara hingga saat ini merupakan salah satu warisan paling berharga dari Gerakan Pramuka.<br><br>Wagub Jihan menilai, pengalaman yang paling membekas dari sebuah jambore bukan semata-mata lokasi kegiatan ataupun rangkaian acaranya, melainkan hubungan persahabatan, kebersamaan, serta nilai-nilai kehidupan yang tumbuh selama proses tersebut berlangsung.<br><br>"Ketika orang mengenang pengalaman jambore, yang paling diingat biasanya adalah kebersamaan yang terjalin, sahabat yang ditemui, dan pengalaman yang dijalani bersama. Itulah yang kemudian menjadi ikatan kuat hingga puluhan tahun kemudian," ujar Wagub yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung.<br><br>Menurut Wagub, Rakernas PJ91 memiliki makna yang lebih besar dibandingkan sekadar agenda organisasi. Pertemuan tersebut menjadi bukti bahwa nilai persaudaraan yang ditanamkan sejak Jambore Nasional 1991 masih terus hidup, dirawat, dan menjadi kekuatan yang menyatukan para anggotanya hingga saat ini.<br><br>Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun para peserta telah menempuh perjalanan hidup yang berbeda selama lebih dari tiga dekade, semangat untuk tetap terhubung dalam satu keluarga besar tetap terjaga dengan baik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai kepramukaan tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan kegiatan jambore, melainkan terus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bekerja, bermasyarakat, maupun mengabdi kepada bangsa.<br><br>Lebih lanjut, Wagub juga mengapresiasi tema Rakernas tahun ini yang dinilai selaras dengan nilai budaya Lampung. Konsep Nengah Nyappur, menurutnya, mengandung makna penting tentang kehadiran di tengah masyarakat, membangun hubungan yang harmonis, menghargai keberagaman, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial.<br><br>Wagub menambahkan bahwa berbagai persoalan di masyarakat sering kali dapat diselesaikan melalui semangat kebersamaan, kepedulian, dan kemauan untuk saling mendengar serta membantu satu sama lain. Oleh karena itu, budaya gotong royong harus terus dijaga sebagai kekuatan sosial yang mendukung pembangunan daerah.<br><br>&#039;Ketika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, ketika lingkungan memerlukan perhatian, atau ketika generasi muda membutuhkan pendampingan, yang dibutuhkan adalah kepedulian dan kemauan untuk bergerak bersama," ucapnya.<br><br>Menutup arahannya, Wagub berharap Rakernas PJ91 mampu melahirkan berbagai program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, memperkuat kepedulian sosial, meningkatkan partisipasi generasi muda, serta mempererat persatuan dan persaudaraan yang telah terbangun selama puluhan tahun.<br><br>"Saya percaya apabila semangat bersatu, berbaur, dan berdampak terus dijaga, maka keluarga besar Purna Jambore Nasional akan senantiasa menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang harmonis, peduli, dan berdaya," pungkasnya.<br><br>Sementara itu, Ketua Umum Purna Jambore Nasional 1991 Teguh Santosa berharap Rakernas dapat menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus memperkokoh komitmen organisasi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh anggota untuk terus mewariskan nilai-nilai persatuan, persaudaraan, dan pengabdian kepada generasi muda sebagai bagian dari semangat yang telah dibangun sejak Jambore Nasional 1991.(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_9414_Wagub-Jihan-Dorong-PJ91-Wujudkan-Semangat-Bersatu--Berbaur--dan-Berdampak.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66079/wagub-jihan-dorong-pj91-wujudkan-semangat-bersatu-berbaur-dan-berdampak/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Fachrul Razi: Revisi UUPA Ancam Perdamaian dan Perpanjang Kemiskinan Aceh</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 12:59:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Fachrul Razi: Revisi UUPA Ancam Perdamaian dan Perpanjang Kemiskinan Aceh]]></title>
            <description><![CDATA[Fachrul Razi Revisi UUPA Ancam Perdamaian dan Perpanjang Kemiskinan Aceh]]></description>
            <content><![CDATA[Fachrul Razi: Revisi UUPA Ancam Perdamaian dan Perpanjang Kemiskinan Aceh<br><br>JAKARTA &ndash; Pendiri International Institute for Aceh Studies sekaligus mantan anggota DPD RI periode 2014-2024, Dr. H. Fachrul Razi, M.I.P., menilai revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) yang tidak memperkuat kewenangan Aceh dalam mengelola sumber daya alam (SDA) berpotensi memperpanjang kemiskinan di Aceh hingga 20 tahun ke depan dan mengancam keberlangsungan perdamaian.<br><br>Pernyataan itu disampaikan Fachrul Razi di Jakarta, Kamis (18/6/2026), menyusul bergulirnya pembahasan revisi UUPA yang dinilainya justru mengurangi kewenangan Aceh, khususnya di bidang pengelolaan minyak, gas, mineral, dan sumber daya kelautan.<br><br>Menurut Fachrul, pemerintah pusat selama ini menyampaikan narasi bahwa Aceh diberikan kekhususan dan keleluasaan pasca-perdamaian. Namun, dalam praktiknya, kewenangan strategis Aceh di bidang ekonomi justru terus dipersempit melalui berbagai regulasi nasional dan draf revisi UUPA.<br><br>&quot;Ini adalah bentuk penjajahan ekonomi gaya baru. Aceh dipertahankan secara politik, tetapi dilemahkan secara ekonomi. Jika kewenangan pengelolaan SDA terus dipangkas, maka kemiskinan dan ketergantungan Aceh kepada pusat akan terus berlanjut,&quot; kata Fachrul.<br><br>Mantan Ketua Komite I DPD RI itu menegaskan, revisi UUPA seharusnya mengembalikan semangat dan substansi perdamaian sebagaimana tertuang dalam perjanjian damai Helsinki, termasuk memberikan kewenangan yang lebih luas kepada Aceh dalam mengelola kekayaan alamnya.<br><br>Ia menilai, pembatasan pengelolaan wilayah laut Aceh hanya sampai 12 mil serta pengaturan bagi hasil SDA yang masih bergantung pada regulasi turunan menunjukkan adanya kecenderungan sentralisasi kewenangan oleh pemerintah pusat.<br><br>Fachrul juga mengingatkan bahwa perdamaian Aceh tidak cukup dijaga melalui pendekatan keamanan dan politik semata, tetapi harus dibangun melalui keadilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.<br><br>Menurutnya, ketidakadilan dalam pengelolaan sumber daya alam merupakan salah satu faktor yang melahirkan ketidakpuasan di masa lalu. Karena itu, apabila revisi UUPA justru mengurangi hak-hak ekonomi Aceh, maka kondisi tersebut berpotensi memunculkan ketidakpercayaan baru antara Aceh dan pemerintah pusat.<br><br>Melalui International Institute for Aceh Studies, Fachrul mendesak seluruh elemen masyarakat, akademisi, parlemen, dan Pemerintah Aceh untuk mengawal proses revisi UUPA agar tidak menjadi instrumen yang memperpanjang ketergantungan ekonomi Aceh.<br><br>&quot;Perjuangan hari ini adalah perjuangan intelektual dan politik agar kekayaan alam Aceh benar-benar memberikan kesejahteraan bagi rakyat Aceh, bukan hanya menjadi sumber penerimaan bagi pusat,&quot; pungkasnya. (R)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_998_Fachrul-Razi--Revisi-UUPA-Ancam-Perdamaian-dan-Perpanjang-Kemiskinan-Aceh.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66078/fachrul-razi-revisi-uupa-ancam-perdamaian-dan-perpanjang-kemiskinan-aceh/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dari Autogate ke Nusakambangan: Kemenimipas dan Ujian Konkret Asta Cita</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 12:54:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dari Autogate ke Nusakambangan: Kemenimipas dan Ujian Konkret Asta Cita]]></title>
            <description><![CDATA[Dari Autogate ke Nusakambangan Kemenimipas dan Ujian Konkret Asta Cita]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Oleh Abdullah Rasyid<br>Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/asta/" target="_blank">Asta</a> Cita tidak boleh berhenti sebagai slogan besar pemerintahan. Ia harus turun menjadi pengalaman nyata warga ketika bertemu negara: saat mengurus paspor, melewati bandara, berangkat haji, melihat orang asing diawasi, menyaksikan pegawai negara didisiplinkan, atau melihat warga binaan diberi kesempatan memperbaiki masa depan.<br><br>Di titik itulah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menemukan posisi strategisnya. Kemenimipas berada di dua gerbang penting negara. Imigrasi menjaga pintu masuk dan keluar wilayah kedaulatan. Pemasyarakatan menjaga pintu pemulihan manusia setelah berhadapan dengan hukum. Yang satu berbicara tentang mobilitas global, yang lain berbicara tentang reintegrasi sosial. Yang satu menjaga batas negara, yang lain menjaga harapan manusia agar tidak putus di balik tembok.<br><br>Karena itu, membaca kinerja Kemenimipas tidak cukup hanya dengan menghitung berapa autogate dipasang, berapa layanan paspor dibuka, berapa warga negara asing ditindak, berapa pegawai dibina, atau berapa warga binaan dilatih. Semua itu penting. Tetapi makna lebih besarnya adalah bagaimana kementerian ini menerjemahkan <a href="https://www.halomedan.com/tag/asta/" target="_blank">Asta</a> Cita Presiden Prabowo Subianto ke dalam kerja nyata birokrasi.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/asta/" target="_blank">Asta</a> Cita berbicara tentang kemandirian bangsa, ketahanan pangan, reformasi hukum dan birokrasi, pembangunan sumber daya manusia, pemberantasan korupsi dan kejahatan lintas negara, hilirisasi, ekonomi hijau-biru, serta harmoni manusia dengan lingkungan. Di atas kertas, itu agenda besar. Di lapangan, ia membutuhkan institusi yang sanggup bekerja konkret. Kemenimipas, melalui imigrasi dan pemasyarakatan, sedang mencoba menjawab tantangan itu.<br><br>Dari sisi imigrasi, agenda <a href="https://www.halomedan.com/tag/asta/" target="_blank">Asta</a> Cita tentang kedaulatan, keamanan, dan kemandirian bangsa terlihat melalui penguatan pintu perbatasan. Penggunaan 311 unit autogate di enam bandara dan pelabuhan internasional bukan sekadar modernisasi layanan. Ia adalah cara negara menghadirkan kedaulatan yang lebih cepat, presisi, dan berbasis data.<br><br>Di era mobilitas global, ancaman tidak selalu datang dalam bentuk kapal perang atau pasukan asing. Ia bisa hadir melalui jaringan scamming, penyalahgunaan izin tinggal, perdagangan orang, kejahatan lintas negara, sponsor fiktif, atau eksploitasi celah administratif. Karena itu, imigrasi modern tidak cukup menjadi tukang stempel paspor. Imigrasi harus menjadi radar kedaulatan.<br><br>Aplikasi All Indonesia, layanan autogate, dan integrasi pemeriksaan kedatangan merupakan bagian dari upaya menjadikan perbatasan sebagai sistem cerdas. Negara tidak boleh lambat membaca pergerakan orang. Negara juga tidak boleh gagap membedakan antara orang asing yang membawa investasi, ilmu, pariwisata, dan manfaat, dengan orang asing yang membawa risiko keamanan, kejahatan digital, atau gangguan sosial.<br><br>Di sinilah prinsip selective policy menemukan relevansinya. Indonesia bukan negara tertutup. Tetapi keterbukaan harus dikendalikan oleh kepentingan nasional. Yang bermanfaat dipermudah. Yang merugikan ditindak. Yang berisiko diawasi. Yang melanggar dideportasi atau diproses hukum. Itulah bentuk konkret kedaulatan dalam dunia yang semakin terbuka.<br><br>Tindakan terhadap 670 warga negara asing pelaku scamming melalui kerja Tim Pengawasan Orang Asing menunjukkan bahwa pelayanan cepat tidak boleh berarti pengawasan longgar. Justru semakin digital layanan, semakin kuat pula kemampuan negara membaca risiko. Kedaulatan abad ke-21 bukan hanya soal pagar fisik, melainkan soal data, intelijen, integrasi sistem, dan keberanian bertindak.<br><br>Kemenimipas juga menerjemahkan <a href="https://www.halomedan.com/tag/asta/" target="_blank">Asta</a> Cita dalam bentuk reformasi pelayanan publik. Hadirnya 10 Immigration Lounge di berbagai mal besar, Campus Immigration Point seperti di Universitas Diponegoro, serta program Pasporia di area car free day memperlihatkan perubahan filosofi birokrasi: negara mendekat kepada warga.<br><br>Ini bukan hal kecil. Selama bertahun-tahun, birokrasi sering dibayangkan sebagai gedung, loket, antrean, map, nomor panggilan, dan rasa canggung warga di hadapan petugas. Padahal reformasi birokrasi sejati bukan hanya memindahkan formulir ke aplikasi. Reformasi birokrasi berarti mengubah pengalaman warga ketika berhadapan dengan negara.<br><br>Warga tidak boleh dibuat merasa kecil di depan loket. Mahasiswa tidak perlu kehilangan banyak waktu hanya untuk urusan administratif. Keluarga tidak harus menempuh jarak jauh hanya untuk memperoleh layanan paspor. Ketika imigrasi hadir di kampus, mal, dan ruang publik, pesan yang muncul jelas: birokrasi modern adalah birokrasi yang melayani, bukan yang menunggu dilayani.<br><br>Layanan haji memberi contoh lain. Pre-clearance melalui Makkah Route dan pemindaian cepat biometrik lewat Immigration Seamless Process Corridor Gate memperlihatkan bahwa urusan keimigrasian juga dapat menjadi bagian dari diplomasi pelayanan negara. Jemaah haji tidak hanya diberangkatkan. Mereka dimuliakan melalui sistem yang lebih cepat, tertib, dan manusiawi.<br><br>Capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak memberi ukuran fiskal atas transformasi layanan itu. Pada 2025, sektor keimigrasian mencatat PNBP Rp10,4 triliun per Desember. Angka ini setara 155 persen dari target Rp6,55 triliun, sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Imigrasi. Dibandingkan capaian 2024 sebesar Rp8,62 triliun, realisasi tersebut tumbuh sekitar 18 persen.<br><br>Data ini penting karena menunjukkan bahwa pelayanan publik yang cepat, digital, dan terkelola baik dapat sekaligus menjadi sumber penerimaan negara. Layanan paspor, visa, izin tinggal, pengawasan, dan kemudahan mobilitas bukan hanya urusan administratif. Ia berkaitan dengan pariwisata, investasi, diplomasi, pergerakan manusia, dan kontribusi fiskal.<br><br>Namun PNBP tidak boleh dibaca semata-mata sebagai angka penerimaan. Ia harus dibaca sebagai indikator kepercayaan dan kualitas layanan. PNBP besar hanya bermakna jika lahir dari pelayanan yang sah, transparan, cepat, bersih, dan memberi kepastian. Negara boleh mengoptimalkan penerimaan, tetapi tidak boleh mengorbankan integritas layanan.<br><br>Di sinilah <a href="https://www.halomedan.com/tag/asta/" target="_blank">Asta</a> Cita tentang reformasi hukum dan birokrasi memperoleh ujian paling nyata. Reformasi bukan hanya soal aplikasi. Reformasi juga soal mental aparat. Sistem digital bisa mempercepat layanan, tetapi integritaslah yang menjaga negara tidak diperjualbelikan. Autogate bisa memangkas antrean, tetapi disiplin pegawai yang menentukan apakah institusi dipercaya.<br><br>Karena itu, pengiriman 360 pegawai bermasalah ke Nusakambangan untuk pembinaan disiplin harus dibaca sebagai pesan keras ke dalam tubuh birokrasi. Negara tidak cukup menuntut masyarakat patuh. Aparat negara sendiri harus lebih dulu tertib. Birokrasi tidak akan dihormati jika orang-orang di dalamnya memperlakukan kewenangan sebagai komoditas.<br><br>Namun pembinaan disiplin pegawai tidak boleh berhenti sebagai tindakan simbolik. Ia harus diikuti audit sistem, pengawasan berlapis, rotasi jabatan yang sehat, kanal pengaduan yang aman, hukuman yang adil, dan pembenahan budaya kerja. Pegawai bermasalah memang harus dibina atau ditindak. Tetapi sistem yang memungkinkan penyimpangan berulang juga harus dibongkar.<br><br>Dari sisi pemasyarakatan, hubungan Kemenimipas dengan <a href="https://www.halomedan.com/tag/asta/" target="_blank">Asta</a> Cita menjadi lebih dalam. Kunjungan Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, ke Nusakambangan pada 20 Juni 2026 memperlihatkan perubahan citra yang kuat. Nusakambangan yang selama ini dibayangkan seram seperti Alcatraz kini tampil sebagai kawasan produktif: ada workshop Fly Ash Bottom Ash, pertanian, peternakan, pupuk organik, Balai Latihan Kerja konveksi, pengolahan sampah, budidaya perikanan, tambak udang vaname, hingga budidaya sidat.<br><br>Ini bukan sekadar pemandangan baru di pulau penjara. Ini adalah tafsir lapangan atas <a href="https://www.halomedan.com/tag/asta/" target="_blank">Asta</a> Cita tentang ketahanan pangan, pembangunan sumber daya manusia, ekonomi hijau, ekonomi biru, produktivitas lokal, dan reintegrasi sosial. Nusakambangan tidak lagi hanya diposisikan sebagai ruang pengamanan. Ia sedang dibangun menjadi ruang produksi, pembelajaran, dan pemulihan.<br><br>Ketahanan pangan dalam <a href="https://www.halomedan.com/tag/asta/" target="_blank">Asta</a> Cita tidak harus selalu dibaca hanya dari sawah besar, bendungan, pupuk, atau korporasi pangan. Ia juga bisa tumbuh dari ruang-ruang yang selama ini tidak dibayangkan sebagai simpul produksi: lapas, rutan, lahan tidur, kolam, tambak, kandang, rumah kompos, dan bengkel kerja warga binaan. Ketahanan pangan bukan hanya urusan kementerian teknis pangan. Ia adalah kerja lintas sektor.<br><br>Nusakambangan memberi contoh bahwa pemasyarakatan dapat mengambil peran. Warga binaan dilatih bertani, beternak, mengolah sampah, memproduksi pupuk, membudidayakan ikan, mengelola tambak, dan menjahit. Mereka tidak hanya menjalani pidana. Mereka belajar bekerja, bertanggung jawab, dan menghasilkan sesuatu.<br><br>Di sinilah paradigma pemasyarakatan modern menjadi penting. Negara memang berhak menghukum orang yang melanggar hukum. Tetapi negara tidak boleh mematikan masa depan manusia. Hukuman tanpa pembinaan hanya melahirkan dendam sosial. Pembinaan tanpa disiplin kehilangan wibawa. Pemasyarakatan yang sehat harus mempertemukan keduanya: keamanan dan harapan.<br><br>Angka PNBP pemasyarakatan memberi dimensi lain dari perubahan itu. Hingga November 2025, sektor pemasyarakatan mencatat PNBP Rp49,7 miliar, jauh melampaui target Rp10,3 miliar atau sekitar 482 persen. Secara nominal, angka ini memang kecil jika dibandingkan dengan PNBP keimigrasian. Tetapi secara simbolik, ia penting.<br><br>Selama ini, lapas dan rutan lebih sering dibaca sebagai beban anggaran negara: tempat yang harus dijaga, diberi makan, diawasi, dan dibiayai. Dengan capaian PNBP pemasyarakatan, ada pesan baru bahwa pemasyarakatan dapat bergerak menjadi ruang produktif. Pemanfaatan sarana dan prasarana, sewa aset, kegiatan kerja, serta pengelolaan sumber daya di lingkungan pemasyarakatan dapat menghasilkan nilai, sepanjang tetap berada dalam koridor hukum, transparansi, dan pembinaan.<br><br>Namun angka PNBP pemasyarakatan tidak boleh membuat orientasi pembinaan bergeser menjadi komersialisasi warga binaan. Negara harus tegas membedakan antara pembinaan produktif dan eksploitasi. Warga binaan boleh dilatih bekerja, diberi keterampilan, dan dilibatkan dalam kegiatan produktif. Tetapi hak mereka, keselamatan kerja, kelayakan pembinaan, dan tujuan reintegrasi sosial harus tetap menjadi pusat.<br><br>Dengan kata lain, PNBP pemasyarakatan harus menjadi akibat dari pembinaan yang berhasil, bukan tujuan yang mengalahkan kemanusiaan. Jika dikelola benar, angka Rp49,7 miliar itu bukan sekadar penerimaan negara, melainkan tanda awal bahwa lapas dan rutan dapat menjadi ruang pembinaan yang produktif, bermartabat, dan memberi nilai tambah.<br><br>Program FABA memperlihatkan sisi lain dari <a href="https://www.halomedan.com/tag/asta/" target="_blank">Asta</a> Cita: ekonomi hijau dan nilai tambah. Limbah tidak hanya dilihat sebagai beban, tetapi sebagai bahan yang bisa diolah. Sampah tidak hanya dibuang, tetapi dikelola. Kotoran hewan tidak hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi diubah menjadi pupuk organik. Tambak udang vaname dan budidaya sidat memperkuat sisi ekonomi biru. Konveksi membuka jalan keterampilan kerja. Pertanian dan peternakan menopang pangan.<br><br>Dengan demikian, Nusakambangan menjadi miniatur kebijakan lintas sektor. Ada pemasyarakatan, pangan, lingkungan, perikanan, pelatihan kerja, ekonomi sirkular, dan keamanan. Justru di sinilah kekuatan narasinya. Ia menunjukkan bahwa <a href="https://www.halomedan.com/tag/asta/" target="_blank">Asta</a> Cita tidak harus selalu diterjemahkan melalui proyek raksasa. Kadang ia tampak paling kuat ketika hadir dalam perubahan konkret pada manusia dan ruang yang selama ini dilupakan.<br><br>Transformasi Nusakambangan juga berkaitan dengan <a href="https://www.halomedan.com/tag/asta/" target="_blank">Asta</a> Cita tentang pembangunan sumber daya manusia. Selama ini, warga binaan kerap dipandang sebagai beban negara. Mereka diberi makan, dijaga, diawasi, dan dihitung sebagai masalah kapasitas hunian. Padahal mereka juga manusia yang masih memiliki tenaga, akal, keterampilan, dan kemungkinan untuk berubah.<br><br>Jika pemasyarakatan hanya mengurung, negara kehilangan kesempatan memperbaiki manusia. Tetapi jika pemasyarakatan membina dengan serius, negara sedang berinvestasi pada keamanan sosial jangka panjang. Warga binaan yang keluar dengan keterampilan lebih mungkin bekerja. Warga binaan yang keluar dengan harapan lebih mungkin tidak mengulangi kesalahan. Warga binaan yang keluar dengan pengalaman produktif lebih mungkin diterima kembali oleh masyarakat.<br><br>Di titik ini, pembinaan warga binaan adalah bagian dari pembangunan manusia. Bukan pembangunan manusia dalam pengertian sempit yang hanya berbicara sekolah formal atau pelatihan kerja umum, melainkan pembangunan manusia yang berani menyentuh kelompok paling rentan secara sosial: mereka yang pernah jatuh, salah, dan tersisih.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/asta/" target="_blank">Asta</a> Cita akan kehilangan roh kemanusiaannya jika hanya berbicara tentang angka pertumbuhan, hilirisasi, atau swasembada, tetapi lupa pada manusia yang berada di pinggir sistem. Justru keberhasilan negara dapat diukur dari kemampuannya membangun mereka yang paling sulit dibangun. Warga binaan adalah ujian itu.<br><br>Apresiasi Titiek Soeharto sebagai Ketua Komisi IV DPR RI penting karena memperluas cara membaca pemasyarakatan. Komisi IV berkaitan dengan pangan, pertanian, kelautan, perikanan, kehutanan, dan lingkungan hidup. Ketika Ketua Komisi IV mengapresiasi transformasi Nusakambangan, pesan politiknya jelas: pemasyarakatan dapat menjadi mitra agenda ketahanan pangan dan lingkungan, bukan hanya urusan hukum dan keamanan.<br><br>Ini membuka ruang kolaborasi baru. Lapas dan rutan dapat dipetakan berdasarkan potensi lokal. Yang dekat kawasan pesisir bisa mengembangkan perikanan atau budidaya. Yang memiliki lahan dapat memperkuat pertanian dan peternakan. Yang berada di perkotaan bisa diarahkan ke konveksi, industri kreatif, jasa, pengolahan sampah, atau ekonomi digital sederhana. Yang memiliki akses pasar dapat bekerja sama dengan koperasi, BUMN, pemerintah daerah, dan sektor swasta.<br><br>Namun replikasi tidak boleh sekadar menyalin Nusakambangan. Tidak semua lapas memiliki lahan luas. Tidak semua rutan punya akses air, pasar, atau tenaga pelatih. Yang harus ditiru bukan bentuk fisiknya, melainkan prinsipnya: pembinaan harus produktif, terukur, berkelanjutan, sesuai potensi lokal, dan terhubung dengan kebutuhan pasar.<br><br>Pada akhirnya, seluruh agenda ini akan menentukan apakah Kemenimipas hanya menjadi kementerian baru secara nomenklatur, atau benar-benar menjadi institusi baru secara cara kerja. Kementerian baru tidak otomatis berarti paradigma baru. Struktur bisa berubah, tetapi budaya lama bisa tetap hidup. Karena itu, ukuran keberhasilan Kemenimipas bukan hanya jumlah program atau besarnya PNBP, melainkan perubahan rasa publik terhadap negara.<br><br>Apakah warga merasa lebih mudah mengurus paspor? Apakah WNI dan WNA merasakan layanan yang cepat tetapi tetap aman? Apakah jemaah haji merasa lebih dimudahkan? Apakah pelaku kejahatan lintas negara lebih cepat terdeteksi? Apakah pegawai bermasalah benar-benar berubah atau ditindak? Apakah warga binaan keluar dengan keterampilan? Apakah Nusakambangan menjadi model yang bisa diukur, bukan sekadar panggung kunjungan?<br><br>Pertanyaan-pertanyaan itu penting karena <a href="https://www.halomedan.com/tag/asta/" target="_blank">Asta</a> Cita membutuhkan bukti. Agenda besar Presiden Prabowo tidak akan dinilai dari indahnya dokumen, tetapi dari kerja kementerian dan lembaga di lapangan. Dalam negara besar seperti Indonesia, visi nasional hanya akan hidup jika diterjemahkan oleh birokrasi menjadi layanan, disiplin, produksi, perlindungan, dan kepercayaan.<br><br>Dari autogate ke Nusakambangan, Kemenimipas sedang membangun satu garis narasi: negara harus cepat melayani, kuat menjaga kedaulatan, tegas menindak pelanggaran, disiplin membersihkan diri, dan manusiawi membina warga binaan. PNBP Rp10,4 triliun dari sektor imigrasi menunjukkan bahwa layanan yang semakin modern dapat memberi kontribusi fiskal besar. PNBP Rp49,7 miliar dari pemasyarakatan menunjukkan bahwa ruang pembinaan juga dapat mulai menghasilkan nilai produktif.<br><br>Tetapi angka hanyalah pintu masuk. Yang lebih penting adalah arah perubahan di balik angka itu. Imigrasi menjaga agar keterbukaan Indonesia tidak berubah menjadi kerentanan. Pemasyarakatan menjaga agar hukuman tidak berubah menjadi keputusasaan. Digitalisasi menjaga agar layanan tidak tersandera antrean dan tatap muka. Pembinaan disiplin menjaga agar birokrasi tidak dikuasai mental transaksional. Nusakambangan menjaga agar pulau hukuman dapat berubah menjadi pulau produktivitas.<br><br>Jika transformasi ini konsisten, maka Kemenimipas dapat menjadi salah satu wajah paling konkret dari <a href="https://www.halomedan.com/tag/asta/" target="_blank">Asta</a> Cita Presiden Prabowo. Bukan karena ia paling banyak berbicara tentang visi besar, tetapi karena ia menunjukkan bahwa visi besar itu bisa hidup dalam pelayanan paspor, pengawasan orang asing, keberangkatan haji, pembinaan pegawai, tambak vaname, pupuk organik, konveksi warga binaan, dan wajah baru Nusakambangan.<br><br>Di tempat yang dulu hanya dibayangkan sebagai pulau hukuman, kini tumbuh pangan, keterampilan, disiplin, dan harapan. Di pintu perbatasan yang dulu identik dengan antrean, kini bergerak sistem digital dan pengawasan berbasis risiko. Di tubuh birokrasi yang sering diuji godaan penyimpangan, kini dikirim pesan bahwa aparat juga harus dibina dan ditertibkan.<br><br>Itulah ujian konkret <a href="https://www.halomedan.com/tag/asta/" target="_blank">Asta</a> Cita: bukan sekadar cita-cita di langit politik, tetapi kerja negara di bumi pelayanan. Tegas menjaga kedaulatan. Cepat melayani rakyat. Bersih membenahi birokrasi. Produktif membina warga binaan. Dan manusiawi dalam memperlakukan masa depan.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_52_Dari-Autogate-ke-Nusakambangan--Kemenimipas-dan-Ujian-Konkret-Asta-Cita.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66077/dari-autogate-ke-nusakambangan-kemenimipas-dan-ujian-konkret-asta-cita/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ketua Pengprov TI Sumut Tunaikan Janji Beri Bonus ke Atlit Taekwondo</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 08:58:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ketua Pengprov TI Sumut Tunaikan Janji Beri Bonus ke Atlit Taekwondo]]></title>
            <description><![CDATA[Medan  Setelah berhasil mengharumkan nama Sumatera Utara diajang PBTI series III, di Kediri, Jawa Timur, tim atlit Taekwondo akhir nya memp]]></description>
            <content><![CDATA[Medan - Setelah berhasil mengharumkan nama Sumatera Utara diajang PBTI series III, di Kediri, Jawa Timur, tim atlit Taekwondo akhir nya memperoleh bonus dari ketua Pengprov TI Sumut.</p> &quot;Alhamdulillah janji saya akan memberikan bonus kepada atlit yang memperoleh medali, hari ini saya tunaikan,&quot; ungkap H. Hamdani Syahputra S.sos dihadapan atlit di Training Camp Taekwondo Jalan Surya Medan Tembung.</p><br>  Disaksikan ketua Pengkot TI Medan Riza Budiwan SH dan seluruh pengurus harian Pengprov TI Sumut, pria yang akrab disapa bang Danny ini menyerahkan tali asih tersebut kepada Anggi sitorus pane ( emas ), Syaida sari ( emas ), M Aqil avatar ( emas ),  Ryan brema damanik ( emas ) dan Mangara pandopatan sihite meraih perak.</p><br>  &quot;Saya berharap tidak dilihat dari nilainya, tapi dari kepedulian dan apresiasi yang sangat luar  biasa dari pengurus Pengprov TI Sumut, pengurus Pengkot TI Medan serta pembina kita H. Musa Rajekshah,&quot;ungkap pria yang juga wakil ketua DPRD Deli Serdang ini.</p><br>  Tidak hanya itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada bendahara Akhir Marekar yang juga owner Baba Parfum ini memberikan tali asihnya kepada para atlit yang telah menorehkan prestasi.</p> <br> &quot; Saya berharap tali asih ini bisa menambah semangat kepada adik-adik sekalian untuk meraih medali emas lebih banyak lagi diajang-ajang nasional maupun diajang internasional,&quot; ungkap bendahara yang bernama asli Nove Ade Chairi ini.<br><br>Raih 4 Emas dan 1 Perak<br><br> Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya 5 atlit Sumut berhasil meraih 4 emas dan 1 perak di ajang PBTI series III, di Kediri Jawa Timur.</p><br>&quot;Tidak hanya itu, salah satu atlit kita Anggi Sitorus Pane dari Medan juga berhasil meraih gelar pemain terbaik diajang tersebut. Kita berharap dari kejuaraan ini, ada atlit kita yang masuk Pelatnas nantinya,&quot;ungkap manajer tim Tulus Abdiansyah didampingi pelatihnya Arya Syahputra kepada media.</p><br>  &quot;Ini artinya, kita tinggal mencari 1 emas lagi di seri berikutnya di Lampung atau Jabar bulan depan, untuk mendapatkan tiket wild card agar bisa bermain di Taekwondo Indonesia Open pada Agustus mendatang di Jakarta,&quot;ungkapnya.</p><br> Sedangkan ketua Pengprov TI Sumut H. Hamdani Syahputra mengatakan pihaknya sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh timnya sehingga mengharumkan nama baik Sumatera Utara sebagai gudangnya atlit. (Iza)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_3176_Ketua-Pengprov-TI-Sumut-Tunaikan-Janji-Beri-Bonus-ke-Atlit-Taekwondo.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/olahraga/66076/ketua-pengprov-ti-sumut-tunaikan-janji-beri-bonus-ke-atlit-taekwondo/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sensus Ekonomi 2026 Momentum Perbaikan Data Sosial, Zakiyuddin Harahap Ajak Warga Jujur Demi Akurasi Data</guid>
            <pubDate>Sat, 20 Jun 2026 23:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sensus Ekonomi 2026 Momentum Perbaikan Data Sosial, Zakiyuddin Harahap Ajak Warga Jujur Demi Akurasi Data]]></title>
            <description><![CDATA[Medan, Wakil Walikota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, menegaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 harus menjadi momentum krusial untuk me]]></description>
            <content><![CDATA[Medan, Wakil Walikota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, menegaskan bahwa pelaksanaan <a href="https://www.halomedan.com/tag/sensus/" target="_blank">Sensus</a> Ekonomi 2026 harus menjadi momentum krusial untuk membenahi akurasi data kemiskinan di Kota Medan. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan perdana Tim Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan untuk pendataan di rumah Dinas Wakil Wali Kota Medan, Jalan Gurila, Medan Perjuangan, Jumat (19/6/26).<br><br>Menurut Zakiyuddin, persoalan akurasi data warga miskin selama ini kerap memicu masalah di lapangan, terutama terkait penyaluran program bantuan sosial yang tidak tepat sasaran.<br><br>"Pendataan 10 tahun sekali ini sangat krusial karena berkaitan langsung dengan bantuan PKH. Kita harus akui, sampai saat ini data warga miskin terkadang tidak begitu akurat. Akibatnya, ada warga yang semestinya dapat bantuan PKH malah luput, dan sebaliknya, warga yang seharusnya tidak dapat justru menerima," ujar Zakiyuddin tegas.<br><br><br>Zakiyuddin menambahkan, di tengah pesatnya digitalisasi saat ini, pemerintah seharusnya tidak lagi mengalami kendala dalam memetakan profil ekonomi masyarakat secara riil.<br><br>"Seharusnya dengan perkembangan teknologi saat ini, kita bisa dengan mudah mendapatkan data warga miskin yang akurat. Semoga lewat sensus ini, data kita bisa benar-benar bersih," imbuhnya.<br><br>Selanjutnya dalam suasana yang hangat namun santai, Zakiyuddin membagikan pengalamannya saat menjawab rentetan pertanyaan dari petugas sensus. Ia bahkan sempat berseloroh mengenai detailnya pertanyaan yang diajukan oleh tim BPS.<br><br>"Banyak juga pertanyaannya. Macam terdakwa kita," canda Zakiyuddin sembari tertawa bersama para jurnalis dan petugas BPS yang hadir.<br><br>Meski diselingi canda, Zakiyuddin menegaskan betapa krusialnya <a href="https://www.halomedan.com/tag/sensus/" target="_blank">Sensus</a> Ekonomi 2026 ini. Ia mengungkapkan bahwa petugas menanyakan berbagai hal mendasar, mulai dari pola kehidupan sehari-hari, biaya hidup, hingga lini usaha yang dijalankan. Ia mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat memberikan jawaban yang apa adanya.<br><br>"Kita harus berkata jujur tentang kehidupan sehari-hari, biaya hidup, dan usaha kita. Harus diberikan secara jujur agar bisa didata dengan tepat oleh Badan Statistik," ujarnya.<br><br>Zakiyuddin juga memanfaatkan momentum ini untuk mengetuk kesadaran para pelaku usaha di Kota Medan, tanpa terkecuali. Ia berharap perhelatan masif sepuluh tahunan ini didukung penuh oleh seluruh elemen bisnis.<br><br>"Kami berharap seluruh pengusaha ekonomi mikro, makro, hingga usaha skala besar untuk ikut serta mensukseskan <a href="https://www.halomedan.com/tag/sensus/" target="_blank">Sensus</a> Ekonomi 2026 ini," tegasnya.<br><br>Pendataan perdana ini dipimpin langsung oleh Kepala BPS Kota Medan, Hafsyah Aprillia bersama tim organik BPS. Kedatangan mereka bertujuan untuk mencocokkan dokumen Kartu Keluarga (KK) serta memetakan pendapatan yang dimiliki oleh Wakil Walikota Medan.<br><br>Hafsyah menjelaskan bahwa <a href="https://www.halomedan.com/tag/sensus/" target="_blank">Sensus</a> Ekonomi 2026 kini hadir dengan metode yang jauh lebih praktis dan modern tanpa menggunakan kuesioner kertas konvensional. Melalui instrumen wawancara digital ini, status kesejahteraan warga akan langsung terpetakan ke dalam klaster desil yang ditentukan.<br><br>"Dengan adanya sensus 10 tahunan ini, data perekonomian dan status sosial-ekonomi seluruh warga Kota Medan akan ter-update secara menyeluruh dan valid," pungkas Hafsyah.rrr]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_3145_Sensus-Ekonomi-2026-Momentum-Perbaikan-Data-Sosial--Zakiyuddin-Harahap-Ajak-Warga-Jujur-Demi-Akurasi-Data.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/66075/sensus-ekonomi-2026-momentum-perbaikan-data-sosial-zakiyuddin-harahap-ajak-warga-jujur-demi-akurasi-data/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rico Waas Tinjau Banjir di Medan Selayang, Siapkan Solusi Penanganan Drainase</guid>
            <pubDate>Sat, 20 Jun 2026 23:43:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rico Waas Tinjau Banjir di Medan Selayang, Siapkan Solusi Penanganan Drainase]]></title>
            <description><![CDATA[Medan,Keluhan warga terkait banjir yang kerap merendam Jalan Bunga Mawar, Kecamatan Medan Selayang, mendapat respons cepat dari Wali Kota Me]]></description>
            <content><![CDATA[Medan,Keluhan warga terkait banjir yang kerap merendam Jalan Bunga Mawar, Kecamatan Medan Selayang, mendapat respons cepat dari Wali Kota Medan <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Tri Putra Bayu Waas. Genangan air yang mencapai selutut hingga sepaha orang dewasa saat hujan deras turun dinilai mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.<br>Ia meninjau langsung lokasi langganan banjir tersebut, Jumat (19/6/2026).<br><br>Di lokasi, <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas menerima langsung aspirasi warga yang selama ini terdampak genangan air.<br><br>Berdasarkan hasil peninjauan awal, ditemukan adanya saluran drainase berukuran besar yang diduga telah lama mengalami penyumbatan sehingga tidak mampu mengalirkan air secara optimal saat hujan.<br><br>&quot;Kita menerima aspirasi masyarakat terkait genangan yang sering terjadi di Jalan Bunga Mawar. Setelah dicek, ada drainase besar yang kemungkinan sudah lama mengalami penyumbatan sehingga perlu dilakukan normalisasi maupun perbaikan,&quot; ujar <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas.<br><br>Ia pun meminta Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan Khairul Azmi yang turut dalam peninjauan itu melakukan pengecekan menyeluruh guna memastikan akar persoalan dan menentukan langkah penanganan yang tepat.<br><br>&quot;Harus dicek lebih detail untuk mengetahui titik permasalahannya," sebutnya. <br><br>Setelah itu, lanjut <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas dalam kegiatan yang juga diikuti Camat Medan Selayang Muhammad Husnul Hafiz Rambe itu,  dipetakan solusi yang paling tepat, apakah perlu normalisasi drainase yang ada atau pembangunan saluran baru agar genangan tidak kembali terjadi,&quot; jelasnya.<br><br>Kehadiran <a href="https://www.halomedan.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas di wilayah itu disambut antusias warga, khususnya kaum ibu. Warga berharap penanganan banjir dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan lancar.rrr]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_4557_Rico-Waas-Tinjau-Banjir-di-Medan-Selayang--Siapkan-Solusi-Penanganan-Drainase.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/66074/rico-waas-tinjau-banjir-di-medan-selayang-siapkan-solusi-penanganan-drainase/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Buka Turnament Pencak Silat IPSI Kota Medan Tahun 2026, Wali Kota Medan Ajak Generasi Muda Jaga dan Lestarikan Budaya</guid>
            <pubDate>Sat, 20 Jun 2026 23:41:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Buka Turnament Pencak Silat IPSI Kota Medan Tahun 2026, Wali Kota Medan Ajak Generasi Muda Jaga dan Lestarikan Budaya]]></title>
            <description><![CDATA[Medan, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas resmi membuka gelaran Open Turnament Pencak Silat IPSI Kota Medan tahun 2026, bertempat di ]]></description>
            <content><![CDATA[Medan, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas resmi membuka gelaran Open Turnament Pencak Silat IPSI Kota Medan tahun 2026, bertempat di GOR Kebun Bunga, Jumat (19/6/2026) malam.<br><br>Acara yang diinisiasi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Medan ini diikuti sekitar 674 atlet dari 58 kontingen yang siap bertanding selama tiga hari kedepan.<br><br>Dalam sambutan pembukaannya, Rico Waas menekankan bahwa pencak silat memiliki nilai yang jauh lebih tinggi daripada sekadar kompetisi olahraga atau seni bela diri fisik. Silat adalah warisan leluhur yang mencerminkan jati diri bangsa Indonesia.<br><br>​"Silat adalah bagian dari budaya kita yang perlu dilestarikan dan dijaga. Ini adalah olahraga asli dari Indonesia. Kami bangga melihat adik-adik sekalian yang mau terus menekuni budaya ini," Kata Rico Waas dengan penuh rasa bangga.<br><br>Melihat antusiasme ratusan generasi muda yang memadati arena turnamen, Rico Waas meyakini harapan besar bahwa budaya asli Indonesia tidak akan punah ditelan zaman. <br><br>"Turnamen ini diharapkan menjadi ruang inspirasi bagi masyarakat luas untuk kembali mencintai dan menghargai kebudayaan lokal,"ujar Rico Waas.<br><br>Tidak hanya sekedar melestarikan budaya, Rico Waas juga berharap melalui turnamen ini lahir atlet muda berbakat yang siap mengharumkan nama kota Medan di tingkat yang lebih tinggi.<br><br>"mudah-mudahan nantinya para pemenang akan maju ke Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara dan juga akan menjadi pemenang nomor satu di Sumatera Utara dari Kota Medan,"harapnya.<br><br>Untuk membakar semangat para "penjaga budaya" muda ini, Wali Kota Medan sempat mencairkan suasana dengan mengadakan sesi interaksi langsung. Bagi para atlet yang berani berdialog dan menjawab tantangannya, Rico Waas menjanjikan hadiah berupa satu set seragam/baju silat tambahan.<br><br>Turut hadir dalam pembukaan turnamen itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan Tengku Chairuniza, Ketua Umum IPSI Kota Medan Haris Muda Siregar, serta Ketua KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal.rr]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_3653_Buka-Turnament-Pencak-Silat-IPSI-Kota-Medan-Tahun-2026--Wali-Kota-Medan-Ajak-Generasi-Muda-Jaga-dan-Lestarikan-Budaya.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/olahraga/66073/buka-turnament-pencak-silat-ipsi-kota-medan-tahun-2026-wali-kota-medan-ajak-generasi-muda-jaga-dan-lestarikan-budaya/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dengarkan Jeritan Warga Soal Trauma Banjir, LPJU Mati hingga Ancaman Longsor, Rico Waas Instruksikan Solusi di Tempat</guid>
            <pubDate>Sat, 20 Jun 2026 23:38:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dengarkan Jeritan Warga Soal Trauma Banjir, LPJU Mati hingga Ancaman Longsor, Rico Waas Instruksikan Solusi di Tempat]]></title>
            <description><![CDATA[Medan, Suasana hangat namun sarat aspirasi mewarnai kegiatan Sapa Warga yang dilakukan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, di Jalan]]></description>
            <content><![CDATA[Medan, Suasana hangat namun sarat aspirasi mewarnai kegiatan "Sapa Warga" yang dilakukan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, di Jalan Karya II, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (20/6/26). Di hadapan ratusan pasang mata, ruang dialog itu mendadak hening seketika saat seorang warga menyampaikan rasa trauma mendalamnya akibat banjir besar yang sempat melumpuhkan Kota Medan.<br><br>"Seumur hidup saya, baru kali itu merasakan banjir sampai sedada orang dewasa. Ada rasa trauma, Pak. Apa solusi konkret dari Bapak sebagai Wali Kota agar penderitaan ini tidak terulang lagi?" keluh Arifin, warga Lingkungan 17, Karang Berombak, dengan suara bergetar.<br><br>Mendengar jeritan hati warganya, Rico Waas tampak menyimak dengan saksama. Dirinya tidak menampik bahwa cuaca ekstrem pada akhir tahun lalu telah memicu bencana banjir di 19 kecamatan se-Kota Medan.<br><br>Menurut Rico Waas yang hadir bersama Anggota DPRD Medan Robi Barus dan Muslim Harahap, akar masalah ini tidak lepas dari alih fungsi lahan serta kondisi tiga sungai besar&mdash;Sungai Deli, Belawan, dan Percut&mdash;yang sudah sangat lama tidak dinormalisasi.<br><br>"Meski pengelolaan sungai tersebut berada di bawah wewenang Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra II (Kementerian PUPR), Saya tegaskan bahwa Pemko Medan tidak akan tinggal diam dan terus mendesak serta bersinergi dengan pusat demi menuntaskan normalisasi sungai tersebut", jelas Rico Waas.<br><br><br>Disampaikan Rico Waas sembari mengupayakan dorongan ke pemerintah pusat untuk pembenahan sungai, Pemko Medan fokus mengoptimalkan apa yang menjadi wewenang mereka, yakni perbaikan drainase kota dan pembuatan kolam retensi dengan dukungan World Bank.<br><br>Namun, Rico juga menyoroti kendala tak kasat mata di lapangan, seperti struktur crossing drainase di bawah jalan raya yang pecah, serta perilaku buruk membuang sampah sembarangan. Pasukan Dinas SDABMBK bahkan kerap menemukan benda-benda tak lazim di dalam saluran air seperti sampah ekstrem mulai dari tumpukan sampah plastik setinggi dada, ban, bantal, guling, hingga kasur. Bahkan di sungai ditemukan Kulkas dan sofa utuh yang sengaja dibuang oleh oknum warga.<br><br>"Saya mengimbau masyarakat untuk berkolaborasi dan menjaga kebersihan lingkungan secara rutin agar pembangunan infrastruktur yang dikerjakan Pemko tidak sia-sia", himbau Rico Waas didampingi segenap Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan diantaranya Asisten Pemerintahan dan Sosial Muhammad Sofyan, Kepala Inspektorat Kota Medan Erfin Fahrurrazi, Kadis SDABMBK,  Khairul Azmi, dan Kadispora T Chairuniza.<br><br><br>Aksi tanggap cepat Rico Waas kembali dilakukan saat Ebet, warga Lingkungan 8 Silalas, menyampaikan keluhannya. Ebet mengeluhkan birokrasi yang lamban terkait fasilitas publik di lingkungannya.<br><br>"Ada 7 lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang mati di tempat kami karena kabel putus akibat hujan. Di belakang Gang Rela juga padam. Kami sudah lapor bolak-balik, dibalas iya, tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya," ujar Ebet, yang juga meminta bantuan prasarana olahraga untuk anak-anak di lingkungannya.<br><br>Tanpa menunda waktu, Wali Kota Medan langsung memberikan instruksi tegas kepada jajarannya di lokasi acara.<br><br>"Untuk Dinas Perhubungan (Dishub), hari ini juga langsung turun ke lokasi. Beresi semua LPJU yang mati dan perbaiki kabel-kabel yang putus. Jangan ditunda lagi," tegas Rico disambut tepuk tangan riuh warga.<br><br>Terkait lapangan olahraga, Rico menjelaskan bahwa status lahan tersebut bukan milik Pemko Medan. Namun, ia memastikan Pemko akan mencari jalan keluar terbaik. "Untuk baju bola anak-anak, Pemko bisa bantu. Mengenai gawang, akan kami cek dahulu regulasinya. Kalau diperbolehkan dipasang di lahan non-Pemko, akan kami usahakan," tambahnya.trt]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_972_Dengarkan-Jeritan-Warga-Soal-Trauma-Banjir--LPJU-Mati-hingga-Ancaman-Longsor--Rico-Waas-Instruksikan-Solusi-di-Tempat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/kota/66072/dengarkan-jeritan-warga-soal-trauma-banjir-lpju-mati-hingga-ancaman-longsor-rico-waas-instruksikan-solusi-di-tempat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Seskab Teddy dan Kepala BNN Bahas Ancaman Narkotika Modern, Vape Jadi Sorotan</guid>
            <pubDate>Sat, 20 Jun 2026 23:14:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Seskab Teddy dan Kepala BNN Bahas Ancaman Narkotika Modern, Vape Jadi Sorotan]]></title>
            <description><![CDATA[Jakarta, &ndash Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Kepala Badan Narkotika Nasional, Suyudi Ario Seto, di Kantor Sekre]]></description>
            <content><![CDATA[Jakarta, &ndash; Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Kepala Badan Narkotika Nasional, Suyudi Ario Seto, di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Sabtu (20/6/2026) dini hari. Pertemuan tersebut membahas langkah strategis pemerintah dalam memperkuat pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Indonesia.<br><br>Dalam pertemuan itu, Suyudi Ario Seto yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kapolda Banten dan Wakapolda Metro Jaya menyampaikan perkembangan terkini terkait tantangan penanganan narkotika yang semakin kompleks. Modus peredaran gelap narkotika kini dinilai semakin canggih dan banyak menyasar wilayah perkotaan besar di berbagai daerah.<br><br>Selain membahas tantangan yang dihadapi, Kepala BNN juga memaparkan sejumlah capaian lembaganya dalam memberantas jaringan narkotika. Berbagai keberhasilan pengungkapan sindikat peredaran gelap narkotika serta penyitaan sejumlah barang bukti berhasil dilakukan sebelum narkotika tersebut beredar luas di tengah masyarakat.<br><br>Salah satu isu yang menjadi perhatian khusus dalam diskusi tersebut adalah penyalahgunaan rokok elektronik atau vape. BNN mengingatkan bahwa perangkat tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai media penggunaan zat berbahaya dan narkotika, sehingga memerlukan pengawasan serta edukasi yang lebih masif kepada masyarakat.<br><br>Generasi muda disebut menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam upaya pencegahan. Karena itu, edukasi mengenai bahaya narkotika, termasuk penyalahgunaan vape, terus didorong agar kesadaran masyarakat semakin meningkat.<br><br>Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen memperkuat sinergi lintas lembaga guna meningkatkan efektivitas pencegahan dan pemberantasan narkotika. Langkah tersebut diharapkan mampu melindungi generasi muda sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia yang bersih dari narkoba.<br><br>&quot;Kolaborasi antarlembaga menjadi kunci untuk menghadapi ancaman narkotika yang terus berkembang. Upaya pencegahan harus berjalan seiring dengan penindakan agar hasilnya lebih optimal,&quot; demikian salah satu poin yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.<br><br>Dengan penguatan koordinasi dan edukasi yang berkelanjutan, pemerintah berharap upaya memerangi narkotika dapat semakin efektif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. (*rr**)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_5358_Seskab-Teddy-dan-Kepala-BNN-Bahas-Ancaman-Narkotika-Modern--Vape-Jadi-Sorotan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66071/seskab-teddy-dan-kepala-bnn-bahas-ancaman-narkotika-modern-vape-jadi-sorotan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kemnaker dan Ubhara Jaya Sepakat Berkolaborasi Siapkan SDM Kompeten dan Siap Kerja</guid>
            <pubDate>Sat, 20 Jun 2026 22:39:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kemnaker dan Ubhara Jaya Sepakat Berkolaborasi Siapkan SDM Kompeten dan Siap Kerja]]></title>
            <description><![CDATA[Bekasi &mdash Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) sepakat menjalin kolaborasi dal]]></description>
            <content><![CDATA[Bekasi &mdash; Kementerian Ketenagakerjaan (<a href="https://www.halomedan.com/tag/kemnaker/" target="_blank">Kemnaker</a>) dan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) sepakat menjalin kolaborasi dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing sesuai kebutuhan industri. Kesepakatan tersebut dituangkan melalui penandatanganan Kesepahaman Bersama (MoU) di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).<br><br>Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Cris Kuntadi, menegaskan bahwa kerja sama tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan dunia praktik ketenagakerjaan.<br><br>"Ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah momentum untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dengan dunia praktik ketenagakerjaan. Salah satu tujuan utamanya adalah meminimalkan m ismatch antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri," kata Cris.<br><br>Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan talenta yang siap memasuki dunia kerja, mengembangkan inovasi melalui penelitian, serta memberikan kontribusi kepada masyarakat.<br><br>Sementara itu, <a href="https://www.halomedan.com/tag/kemnaker/" target="_blank">Kemnaker</a> berperan memastikan terselenggaranya ekosistem ketenagakerjaan yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.<br><br>Melalui kerja sama ini, <a href="https://www.halomedan.com/tag/kemnaker/" target="_blank">Kemnaker</a> dan Ubhara Jaya akan bersinergi dalam pengembangan kapasitas SDM, pelaksanaan riset bersama, pengabdian kepada masyarakat, serta pemanfaatan sarana dan prasarana untuk mendukung penguatan ekosistem ketenagakerjaan nasional.rrr<br><br>Cris menjelaskan, <a href="https://www.halomedan.com/tag/kemnaker/" target="_blank">Kemnaker</a> memiliki berbagai program yang dapat mendukung mahasiswa dalam mempersiapkan transisi dari dunia pendidikan menuju dunia kerja.<br><br>Program tersebut antara lain Magang Nasional atau MagangHub yang memberikan pengalaman dan portofolio kerja nyata, KarirHub yang menyediakan informasi lowongan kerja terkurasi, SkillHub yang menyediakan pelatihan bersertifikat untuk peningkatan dan pengembangan kompetensi (upskilling dan reskilling), serta BizHub bagi lulusan yang ingin mengembangkan kewirausahaan.<br><br>"Seluruh layanan tersebut dapat diakses melalui platform SIAPKerja. Kami juga memiliki program pembinaan mahasiswa agar lebih siap memasuki dunia kerja. Mahasiswa dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi dunia kerja yang sesungguhnya, mulai dari proses melamar pekerjaan, komunikasi profesional, hingga menghadapi wawancara kerja," ujarnya.<br><br>Ia mendorong mahasiswa, khususnya yang berada pada semester akhir, untuk memanfaatkan berbagai program dan layanan yang telah disediakan pemerintah guna meningkatkan kesiapan memasuki pasar kerja.<br><br>Lebih lanjut, Cris menekankan bahwa tantangan ketenagakerjaan saat ini semakin kompleks karena persaingan tenaga kerja tidak hanya terjadi di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga global.<br><br>"Kit a perlu menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing. Saingan kita bukan hanya di Bekasi atau Indonesia, tetapi juga tenaga kerja dari berbagai negara. Karena itu, kita harus memiliki talenta-talenta unggul yang benar-benar siap bekerja dan mampu bersaing di tingkat global," tegasnya.<br><br>Cris berharap, kerja sama ini dapat melahirkan berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata, seperti peningkatan kompetensi SDM, penguatan kajian dan penelitian di bidang ketenagakerjaan, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui program Tenaga Kerja Mandiri, penguatan hubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, serta penguatan kebijakan ketenagakerjaan berbasis data dan hasil kajian sebagai dasar pengambilan keputusan.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_7679_Kemnaker-dan-Ubhara-Jaya-Sepakat-Berkolaborasi-Siapkan-SDM-Kompeten-dan-Siap-Kerja.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66070/kemnaker-dan-ubhara-jaya-sepakat-berkolaborasi-siapkan-sdm-kompeten-dan-siap-kerja/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Escape the Noise, Surga Tersembunyi di Perth untuk Healing dan Menyatu dengan Alam</guid>
            <pubDate>Sat, 20 Jun 2026 22:15:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Escape the Noise, Surga Tersembunyi di Perth untuk Healing dan Menyatu dengan Alam]]></title>
            <description><![CDATA[Jakarta,  Bagi wisatawan modern, definisi dari sebuah perfect getaway kini telah bergeser. Liburan bukan lagi sekadar mendatangi landmark]]></description>
            <content><![CDATA[Jakarta, - Bagi wisatawan modern, definisi dari sebuah "perfect getaway" kini telah bergeser. Liburan bukan lagi sekadar mendatangi landmark terkenal, melainkan tentang menemukan ruang-ruang tenang di mana kita bisa benar-benar disconnect dari hiruk-pikuk digital dan kembali menyatu dengan alam. Di Australia Barat, Perth hadir sebagai sanctuary terbaik bagi mereka yang ingin menyeimbangkan petualangan dengan ketenangan jiwa. Sebab, di balik energi perkotaannya yang dinamis, Perth menyimpan keindahan alam liar yang murni dan sudut-sudut tersembunyi yang menawarkan healing terbaik, yang sulit ditemukan di belahan dunia lain.<br><br>Sebagai ibu kota paling cerah di Australia, Perth menawarkan perpaduan yang sangat pas antara kehidupan kota yang modern dan keindahan alam yang memukau. Bagi para turis yang ingin menjelajah di luar jalur wisata biasa, ada banyak secret spots yang menanti untuk ditemukan, tempat di mana warga lokal biasa bersantai menikmati udara segar, menikmati kopi yang nikmat, dan mengagumi pemandangan yang terasa seperti milik pribadi.<br><br>Berikut beberapa sudut tersembunyi di Perth yang wajib Anda jelajahi:<br><br>Menikmati Air Terjun dan Pesona Pub Klasik di Noble Falls<br><br>image.jpeg<br><br>Jika sebagian besar wisatawan memadati Swan Valley untuk mengunjungi perkebunan anggurnya yang terkenal, mereka yang tahu tempat terbaik akan melipir sedikit ke Gidgegannup untuk menikmati kedamaian di Noble Falls. Hidden gem ini menawarkan alternatif yang menenangkan, di mana Anda bisa berjalan santai di sepanjang Wooroloo Brook, mengagumi bunga-bunga liar, dan melihat aliran air terjun yang anggun. Setelah puas melakukan bushwalk yang menyegarkan, rasakan pengalaman autentik dengan menyeberang jalan ke Noble Falls Tavern. Pub klasik bernuansa kayu ini adalah tempat yang tepat untuk menikmati makanan lokal yang lezat dan minuman dingin, sambil meresapi atmosfer pedesaan khas Australian bush yang tenang.<br><br>Ketenangan Pesisir Pantai dan Minuman Cantik di Burns Beach<br><br>Lupakan sejenak pantai-pantai kota yang ramai dan temukan surga kecil Anda di antara tebing kapur Burns Beach. Sudut rahasia di pesisir utara ini adalah tempat di mana Samudra Hindia yang berwarna toska bertemu dengan jalur ramah sepeda dan pejalan kaki, menawarkan pemandangan garis pantai berterumbu karang tanpa batas. Ini adalah lokasi yang sempurna untuk bersepeda di pagi hari atau jalan-jalan sore menikmati sunset jauh dari keramaian. Sempurnakan momen Anda dengan mampir ke Sistas Burns Beach Cafe &amp; Restaurant, tempat nongkrong favorit warga lokal. Di sini, Anda bisa bersantai menikmati segelas artisan flat white sambil merasakan embusan angin laut yang segar, sebuah momen ketenangan pesisir yang membuat Anda merasa berada jauh dari pusat kota.<br><br>Oase Air Tawar dan Piknik Tengah Hutan di Lake Leschenaultia<br><br>Tersembunyi di pelukan hijau Perth Hills, Lake Leschenaultia adalah bekas penampungan air kereta api yang kini bertransformasi menjadi oase air tawar yang memesona. Tempat ini bagaikan dreamscape bagi Anda yang lebih menyukai ketenangan hutan daripada deburan ombak laut. Air danau yang sangat jernih sangat cocok untuk bermain kayak di pagi hari atau mencoba stand-up paddleboarding di antara bayangan pepohonan tinggi yang memantul di permukaan air. Anda bisa menghabiskan siang hari dengan bersantai di tepi pasir putih atau menjelajahi jalur setapak sepanjang 3 km, lalu melanjutkan perjalanan ke Mundaring Weir Hotel yang bersejarah untuk menikmati traditional afternoon tea di halaman mereka yang luas dan rindang.<br><br>Jalur Kuno dan Cita Rasa Warisan Sejarah di Jarrahdale<br><br>image.jpeg<br><br>Bagi Anda yang ingin merasakan petualangan yang lebih menantang, jalur Kitty&#039;s Gorge di Jarrahdale menawarkan eksplorasi batuan granit kuno dan kolam batu tersembunyi yang jarang diketahui wisatawan. Jalur ini akan membawa Anda menembus jantung Serpentine National Park, di mana keheningan hanya dipecahkan oleh suara gemercik air dan sesekali gemerisik kanguru liar di balik semak-semak. Setelah puas menjelajahi sudut-sudut ngarai, akhiri perjalanan Anda di Jarrahdale General Store. Toko ikonik yang masuk dalam daftar warisan sejarah (heritage-listed) ini adalah tempat yang pas untuk duduk di beranda sambil menikmati homemade pie dan minuman lokal, menghirup udara sejuk dari sebuah kota kecil yang seakan tak lekang oleh waktu.<br><br>Baik itu melalui bisikan angin yang melewati lembah atau ritme ombak yang menyapu terumbu karang tersembunyi, Perth mengundang Anda untuk sejenak melambatkan ritme hidup. Ini adalah destinasi di mana eksplorasi bukan lagi sebuah agenda yang melelahkan, melainkan sebuah cara alami untuk menikmati keindahan alam.<br><br>red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_5416_Escape-the-Noise--Surga-Tersembunyi-di-Perth-untuk-Healing-dan-Menyatu-dengan-Alam.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/wisata/66069/escape-the-noise-surga-tersembunyi-di-perth-untuk-healing-dan-menyatu-dengan-alam/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>