<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.halomedan.com/</link>
        <description>Halo Medan | Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Mon, 08 Jun 2026 19:03:04 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bayu Surya Gandamana Pimpin JMSI Kaltim 2026&ndash;2031, Siap Lanjutkan Perjuangan Almarhum Mohammad Sukri</guid>
            <pubDate>Mon, 08 Jun 2026 18:40:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bayu Surya Gandamana Pimpin JMSI Kaltim 2026–2031, Siap Lanjutkan Perjuangan Almarhum Mohammad Sukri]]></title>
            <description><![CDATA[Samarinda &ndash Bayu Surya Gandamana resmi terpilih sebagai Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk ma]]></description>
            <content><![CDATA[Samarinda &ndash; Bayu Surya Gandamana resmi terpilih sebagai Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk masa bakti 2026&ndash;2031. Ia menggantikan almarhum Mohammad Sukri yang wafat pada 16 April 2026.</p><br>Penetapan Bayu dilakukan melalui rapat pengurus JMSI Kaltim yang berlangsung pada Senin (8/6/2026), sesuai mekanisme organisasi yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) JMSI.</p><br>Usai ditetapkan sebagai ketua, Bayu mengaku merasakan perpaduan antara rasa bangga dan tanggung jawab besar. Menurutnya, amanah yang diberikan bukan sekadar melanjutkan kepemimpinan organisasi, tetapi juga meneruskan perjuangan yang telah dirintis almarhum Mohammad Sukri selama memimpin JMSI Kaltim.</p><br>&quot;Perasaan saya tentu campur aduk. Ada rasa terhormat, tetapi juga tanggung jawab yang sangat besar. Pak Sukri telah membangun fondasi yang kokoh. Ini bukan sekadar meneruskan jabatan, melainkan melanjutkan amanah dan perjuangan yang telah beliau tanamkan,&quot; ujar Bayu.</p><br>Ia menilai warisan terbesar yang ditinggalkan Mohammad Sukri bukan hanya struktur organisasi, melainkan semangat persatuan dan kepercayaan yang telah terbangun di antara anggota JMSI Kaltim.<br>Di bawah kepemimpinan almarhum, JMSI Kaltim dinilai berhasil menghimpun perusahaan media siber dari berbagai daerah di Kalimantan Timur dalam satu wadah yang solid, profesional, independen, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran jurnalistik.</p><br>Fokus pada Penguatan Media dan Kompetensi Wartawan</p><br>Sebagai penerus estafet kepemimpinan, Bayu menegaskan akan melanjutkan arah perjuangan organisasi yang telah dirintis pendahulunya. Fokus utama JMSI Kaltim ke depan tetap pada peningkatan kualitas perusahaan pers, penguatan kompetensi wartawan, perlindungan hukum, serta mendorong kemandirian ekonomi media.</p><br>Menurutnya, program pelatihan jurnalistik, Uji Kompetensi Wartawan (UKW), advokasi hukum, hingga peningkatan kapasitas manajemen perusahaan media akan menjadi prioritas selama masa kepemimpinannya.</p><br>&quot;Kami akan terus meningkatkan kualitas anggota melalui pelatihan dan UKW, menjaga integritas serta kebebasan pers, sekaligus membantu anggota tumbuh secara ekonomi agar media tetap mandiri dan tidak mudah diintervensi,&quot; tegasnya.</p><br>Selain itu, Bayu berkomitmen memperluas jangkauan program organisasi hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur agar manfaat JMSI dapat dirasakan secara merata oleh seluruh anggota.<br>&quot;Fokus pada pelatihan, perlindungan hukum, dan kemandirian media tetap menjadi perhatian utama. Namun, saya ingin memperluas jangkauannya hingga ke seluruh daerah agar seluruh anggotamendapatkan manfaat yang sama,&quot; katanya.</p><br></p>Tantangan Adaptasi di Era Digital</p><br>Bayu menilai perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi media. Menurutnya, menjaga soliditas internal sekaligus memastikan perusahaan media lokal mampu beradaptasi dengan perubahan ekosistem digital menjadi pekerjaan besar yang harus dihadapi bersama.<br>&quot;Tantangan terbesar adalah menjaga semangat kebersamaan dan persatuan di tengah perubahan zaman yang begitu cepat. Kita harus tetap adaptif tanpa kehilangan jati diri sebagai media yang profesional dan bertanggung jawab,&quot; ujarnya.</p><br>JMSI Kaltim Dinilai Strategis dalam Pengembangan Media Siber Nasional</p><br>Sementara itu, Ketua Harian JMSI Pusat, Ari Rahman, menilai JMSI Kaltim memiliki posisi strategis dalam pengembangan media siber nasional. Menurutnya, Kalimantan Timur memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan media siber di kawasan Kalimantan, terlebih dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang turut mengubah arah pembangunan nasional.</p><br>&quot;Dibandingkan daerah lain, Kaltim memiliki potensi yang besar. Kami melihat Kaltim sebagai poros media siber di Kalimantan. Posisinya strategis karena menjadi penghubung ke Sulawesi bahkan kawasan luar negeri seperti Brunei dan Filipina,&quot; ujarnya.</p><br>Ari mendorong kepengurusan baru JMSI Kaltim agar lebih aktif menjangkau masyarakat, memperkuat regenerasi jurnalis, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perguruan tinggi, sekolah, pemerintah, hingga sektor swasta.</p><br>Menurutnya, organisasi perusahaan pers tidak boleh hanya menjadi wadah formal, tetapi harus mampu menghadirkan program-program yang berdampak nyata terhadap pengembangan media lokal.</p><br>&quot;Harapan kami, kerja-kerja organisasi semakin konkret. JMSI harus hadir untuk membantu perusahaan media lokal berkembang, baik dari sisi sumber daya manusia, tata kelola perusahaan, maupun kualitas produk jurnalistik,&quot; tegasnya.</p><br>Ia juga mengingatkan kepengurusan baru agar tetap menjaga dan melanjutkan fondasi organisasi yang telah dibangun almarhum Mohammad Sukri.</p><br>&quot;Jangan pernah melupakan sejarah. Kepengurusan hari ini meneruskan apa yang sudah dirintis sebelumnya, bukan memulai dari nol. Apa yang telah dibangun almarhum harus dijaga dan dilanjutkan,&quot; pungkasnya.ted</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_3000_Bayu-Surya-Gandamana-Pimpin-JMSI-Kaltim-2026-ndash-2031--Siap-Lanjutkan-Perjuangan-Almarhum-Mohammad-Sukri.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65961/bayu-surya-gandamana-pimpin-jmsi-kaltim-2026ndash2031-siap-lanjutkan-perjuangan-almarhum-mohammad-sukri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">100 CTFP Targetkan 3.000 Pesan untuk Atlet di Asian Para Games Aichi Nagoya 2026</guid>
            <pubDate>Mon, 08 Jun 2026 17:58:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[100 CTFP Targetkan 3.000 Pesan untuk Atlet di Asian Para Games Aichi Nagoya 2026]]></title>
            <description><![CDATA[100 CTFP Targetkan 3.000 Pesan untuk Atlet di Asian Para Games Aichi Nagoya 2026]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br><br>NAGOYA, JEPANG &ndash; Asian Para Games Aichi Nagoya 2026 atau Asian Para Games ke-5 akan berlangsung pada 18&ndash;24 Oktober 2026 di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Jepang. Ajang ini direncanakan menjadi pesta olahraga disabilitas terbesar di Asia dengan melibatkan sekitar 3.000 atlet difabel dari 45 negara Asia.<br><br>Salah satu momen istimewa dalam ajang tersebut adalah diperkenalkannya lagu anthem Asian Paralympic Committee (APC) yang diciptakan oleh Natalia Tjahja dan musiknya oleh Dwiki Dharmawan. Acara ini diperkirakan akan disaksikan oleh sekitar 100.000 orang.<br><br><br><br>"Dengan izin Tuhan, ribuan kartu 100 CTFP akan hadir di acara ini untuk membawa kebahagiaan bagi atlet-atlet difabel melalui pesan cinta kasih dari para tokoh dunia," ujar Natalia Tjahja, pendiri 100 CTFP.<br><br>Apa Itu 100 CTFP?<br>100 CTFP (100 Celebrities Talk for Para Athletes) merupakan kartu yang berisi tiga pesan inspiratif dari para tokoh dunia untuk atlet difabel di seluruh dunia. Pesan tersebut disampaikan dengan tulus dan berasal dari hati yang terdalam.<br><br>Hingga saat ini, tercatat sebanyak 654 tokoh dunia dari berbagai negara telah bergabung dalam gerakan kemanusiaan tersebut.<br><br>Program 100 CTFP pertama kali diluncurkan di Ital Auto Singapore pada 11 Juli 2025. Peluncuran tersebut menghadirkan momen unik ketika 14 atlet difabel berparade menggunakan mobil Ferrari bersama 14 pemilik Ferrari.<br><br>"Saya meluncurkan 100 CTFP dengan tiga pesan dari Andrew Parsons, Presiden International Paralympic Committee (IPC)," kata Natalia.<br><br>Menurut Natalia, Andrew Parsons merupakan sosok yang baik dan rendah hati yang dikirim Tuhan untuk mendukung perjalanan 100 CTFP.<br><br>Ia juga menyebut sejumlah tokoh dunia lain yang memberikan dukungan luar biasa, di antaranya Putri Euphelma Choden Wangchuck dari Kerajaan Bhutan yang juga menjabat Presiden NPC Bhutan, Naiyanobh Bhirombhakdi selaku Presiden NPC Thailand, Deepa Malik yang merupakan Presiden NPC India yang sebelum ini, sekaligus atlet difabel wanita pertama India peraih medali Paralimpiade, serta Bing Bhirombhakdi, Direktur utama Cavallino Motors Ferrari Thailand.<br><br>Dalam waktu lima bulan, 100 CTFP berkembang menjadi gerakan global dengan ratusan pesan dari tokoh-tokoh dunia yang berasal dari berbagai negara. Mereka berasal dari kalangan penyelenggara negara, keluarga kerajaan, pemimpin bisnis, selebriti, penyair ternama, nominasi Nobel, jurnalis, hingga tokoh masyarakat.<br><br>Di Indonesia, sejumlah tokoh yang telah bergabung antara lain Raja Sapta Oktohari, Siti Ma&#039;rifah Ma&#039;ruf Amin, Gusti Bhre, Jenny O, Harnoto Darsono, Sylvia Hendarto, Dwiki Dharmawan, Ita Purnamasari, Rita Pusponegoro, Richard Sam Bera, Marcelino Lefrandt, Anita Djajadiningrat, Acha Septriasa, Elang L. Gibran, Samuel Rizal, Ranty Purnamasari, Andrigo, Yoan, dan masih banyak lagi.<br><br>Natalia juga mengapresiasi kontribusi Maki Starfield, penyair dan pelukis ternama asal Jepang yang berhasil mengajak sekitar 70 tokoh dunia dari berbagai negara untuk bergabung dalam 100 CTFP.<br><br>"Maki Starfield adalah bagian dari tim 100 CTFP Jepang dan menjabat sebagai Lead Women of Influence 100 CTFP Japan 2026," jelas Natalia.<br><br>Dukungan terhadap program ini juga datang dari Presiden NPC Singapura, Dr. Teo-Koh Sock Miang.<br><br>"Atas nama Singapore National Paralympic Council, saya mengucapkan selamat kepada 100 CTFP. Komitmen 100 CTFP dalam menyatukan komunitas dan bangsa-bangsa mencerminkan semangat keberanian, tekad, dan solidaritas yang menjadi jiwa Gerakan Paralimpik. Semoga 100 CTFP terus sukses di tahun-tahun mendatang," ujarnya.<br><br>Saat ini, MMLWF berkolaborasi dengan penyelenggara Asian Para Games Aichi Nagoya 2026 yakni Asian Paralympic Committee (APC) dalam pengembangan program 100 CTFP.<br><br>"Terima kasih kepada Tuhan, Saya sedang mengumpulkan 3.000 pesan dari tokoh-tokoh Asia di 45 negara untuk 100 CTFP Asian Para Games Aichi Nagoya 2026," ujar Natalia.<br><br><br><br>"Saya juga ucapkan selamat kepada Bapak Senny Marbun menjadi Presiden APSF" ujarnya lagi menutup wawancara.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_1949_100-CTFP-Targetkan-3-000-Pesan-untuk-Atlet-di-Asian-Para-Games-Aichi-Nagoya-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/65960/100-ctfp-targetkan-3000-pesan-untuk-atlet-di-asian-para-games-aichi-nagoya-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Anto Genk Dukung SPS Terus Berkembang di Usia ke-80 Tahun</guid>
            <pubDate>Mon, 08 Jun 2026 16:36:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Anto Genk Dukung SPS Terus Berkembang di Usia ke-80 Tahun]]></title>
            <description><![CDATA[Medan &ndash Wakil Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumatera Utara, Rianto, SH, MH, atau yang akrab disapa Anto Genk, menyampaikan ucapa]]></description>
            <content><![CDATA[Medan &ndash; Wakil Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumatera Utara, Rianto, SH, MH, atau yang akrab disapa <a href="https://www.halomedan.com/tag/anto/" target="_blank">Anto</a> Genk, menyampaikan ucapan selamat dan dukungan penuh atas peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 SPS yang jatuh pada 8 Juni 2026.</p><br>Menurut <a href="https://www.halomedan.com/tag/anto/" target="_blank">Anto</a> Genk, perjalanan SPS selama delapan dekade merupakan bukti nyata komitmen organisasi dalam menjaga eksistensi perusahaan pers sekaligus memperkuat peran media sebagai pilar demokrasi dan pembangunan bangsa.</p><br>"Usia 80 tahun merupakan perjalanan yang panjang dan penuh tantangan. SPS telah menunjukkan perannya sebagai organisasi yang mampu menjadi wadah bagi perusahaan pers untuk terus berkembang, menjaga profesionalisme, serta memperjuangkan keberlanjutan industri media nasional," ujar <a href="https://www.halomedan.com/tag/anto/" target="_blank">Anto</a> Genk, Senin (8/6/2026).</p><br>CEO Sumut24 Group itu menilai tema HUT ke-80 SPS, Mengakar dalam Integritas, Bertumbuh Melalui Inovasi, Melangkah Bersama untuk Masa Depan Pers yang Lebih Kuat dan Sehat, sangat relevan dengan kondisi industri pers saat ini yang tengah menghadapi perubahan besar akibat perkembangan teknologi digital.</p><br>Menurutnya, integritas harus tetap menjadi fondasi utama dalam menjalankan fungsi pers, sementara inovasi menjadi kunci agar media tetap mampu beradaptasi dan bersaing di tengah perubahan zaman.</p><br>"Pers harus terus menjaga kepercayaan publik melalui karya jurnalistik yang berkualitas, independen, dan bertanggung jawab. Di sisi lain, perusahaan pers juga harus mampu berinovasi agar tetap eksis dan berkembang di era digital," katanya.</p><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/anto/" target="_blank">Anto</a> Genk menegaskan, SPS memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem media yang sehat dan profesional. Karena itu, ia mengajak seluruh insan pers untuk terus memperkuat kolaborasi dan menjaga solidaritas demi kemajuan industri media nasional.</p><br>"Kami di SPS Sumatera Utara siap mendukung berbagai program dan langkah strategis SPS ke depan. Semoga di usia ke-80 tahun ini, SPS semakin kuat, semakin maju, dan terus menjadi garda terdepan dalam membangun pers Indonesia yang berdaya saing serta berkontribusi bagi kepentingan bangsa dan negara," pungkasnya.</p><br>Berita ini menempatkan Rianto atau <a href="https://www.halomedan.com/tag/anto/" target="_blank">Anto</a> Genk sebagai fokus utama dengan sudut pandang dukungan dan harapannya terhadap SPS di usia ke-80 tahun.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_8530_Anto-Genk-Dukung-SPS-Terus-Berkembang-di-Usia-ke-80-Tahun.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65959/anto-genk-dukung-sps-terus-berkembang-di-usia-ke80-tahun/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pansus DPRD Medan Desak Pemko Tuntaskan Pengambilalihan PSU Contempo Regency</guid>
            <pubDate>Mon, 08 Jun 2026 16:13:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pansus DPRD Medan Desak Pemko Tuntaskan Pengambilalihan PSU Contempo Regency]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN &ndash Panitia Khusus (Pansus) Penertiban Aset Daerah DPRD Kota Medan mendesak Pemerintah Kota Medan segera menuntaskan pengambilalih]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN &ndash; Panitia Khusus (<a href="https://www.halomedan.com/tag/pansus/" target="_blank">Pansus</a>) Penertiban Aset Daerah DPRD Kota Medan mendesak Pemerintah Kota Medan segera menuntaskan pengambilalihan aset Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) Perumahan Contempo Regency di Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor. Langkah tersebut dinilai penting untuk menyelamatkan aset daerah sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan fasilitas umum yang seharusnya menjadi milik masyarakat.<br>Anggota <a href="https://www.halomedan.com/tag/pansus/" target="_blank">Pansus</a> Penertiban Aset Daerah DPRD Medan, Muslim, menegaskan pengambilalihan PSU harus dilaksanakan sesuai Berita Acara Pengambilalihan PSU Nomor 600.1.15.2/9520 tertanggal 1 Desember 2025 yang telah ditandatangani Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama unsur pemerintah kecamatan, kelurahan dan lingkungan setempat.<br>Pernyataan tersebut disampaikan Muslim dalam Rapat Koordinasi Penertiban Aset Daerah Kota Medan terkait optimalisasi dan kelancaran penertiban aset daerah fasilitas umum perumahan yang digelar di Ruang Rapat Badan Anggaran DPRD Medan, Senin (8/6).<br>Rapat tersebut dipimpin Ketua <a href="https://www.halomedan.com/tag/pansus/" target="_blank">Pansus</a> Penertiban Aset Daerah DPRD Medan, Robi Barus, dan dihadiri anggota pansus Margaret MS, Jusuf Ginting, Salomo TR Pardede, Modesta Marpaung, Renvil Napitupulu, serta Lailatul Badri. Hadir pula perwakilan pengembang, organisasi perangkat daerah terkait, camat dan lurah.<br>Menurut Muslim, persoalan PSU tidak hanya berkaitan dengan administrasi aset, tetapi juga menyangkut upaya penyelamatan aset negara yang menjadi perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Melalui program Monitoring Center for Prevention (MCP), KPK menjadikan penataan dan penyelamatan aset daerah sebagai salah satu indikator penting dalam upaya pencegahan korupsi.<br>"KPK mendorong pemerintah daerah menertibkan PSU untuk mencegah potensi pengalihan fungsi fasilitas umum, mencegah kerugian keuangan daerah, serta menutup peluang praktik gratifikasi dan pungutan liar dalam proses penyerahan aset," ujar Muslim.<br>Berdasarkan dokumen pengambilalihan, kawasan Perumahan Contempo Regency memiliki luas sekitar 10.187 meter persegi. PSU yang diserahkan mencakup jaringan jalan paving block seluas sekitar 2.847,50 meter persegi dengan panjang 334 meter dan lebar tujuh meter, serta saluran drainase sepanjang 334 meter.<br>Dalam berita acara tersebut ditegaskan bahwa setelah penyerahan dilakukan, seluruh biaya pemeliharaan dan pengelolaan PSU menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Medan melalui APBD. Sebaliknya, pengembang tidak lagi memiliki hak untuk mengelola maupun mengalihkan aset yang telah diserahkan.<br>Meski demikian, proses pengambilalihan masih menuai polemik. Sejumlah warga Perumahan Contempo Regency menolak pengambilalihan karena mengaku tidak pernah mendapatkan sosialisasi yang memadai. Warga juga menyampaikan keberatan terhadap rencana pembongkaran sejumlah fasilitas yang selama ini digunakan untuk kegiatan sosial dan keagamaan. Sementara sebagian warga lainnya menyebut kegiatan sosial di lokasi PSU baru dilakukan setelah muncul rencana eksekusi.<br>Di sisi lain, Tim Verifikasi PSU Dinas SDABMBK Kota Medan menyatakan sosialisasi telah dilakukan dan proses pengambilalihan telah sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2021, serta Permendagri Nomor 9 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyerahan PSU Perumahan dan Permukiman.<br>Anggota <a href="https://www.halomedan.com/tag/pansus/" target="_blank">Pansus</a> Margaret MS mengingatkan agar proses penyelamatan aset daerah tidak berlarut-larut karena berpotensi menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.<br>"Kalau terlalu lama dibiarkan, aset yang semestinya menjadi milik Pemko Medan bisa saja berpotensi diperjualbelikan atau dialihfungsikan. Ini harus segera dituntaskan," tegasnya.<br>Senada, anggota <a href="https://www.halomedan.com/tag/pansus/" target="_blank">Pansus</a> Lailatul Badri meminta pemerintah bergerak cepat mengingat masih banyak aset daerah lainnya yang belum berhasil diambil alih dari pihak pengembang.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_8725_Pansus-DPRD-Medan-Desak-Pemko-Tuntaskan-Pengambilalihan-PSU-Contempo-Regency.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65958/pansus-dprd-medan-desak-pemko-tuntaskan-pengambilalihan-psu-contempo-regency/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">80 Tahun SPS: Mengakar dalam Integritas, Bertumbuh Melalui Inovasi, Melangkah Bersama untuk Masa Depan Pers yang Lebih Kuat dan Sehat</guid>
            <pubDate>Mon, 08 Jun 2026 15:10:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[80 Tahun SPS: Mengakar dalam Integritas, Bertumbuh Melalui Inovasi, Melangkah Bersama untuk Masa Depan Pers yang Lebih Kuat dan Sehat]]></title>
            <description><![CDATA[80 Tahun SPS Mengakar dalam Integritas, Bertumbuh Melalui Inovasi, Melangkah Bersama untuk Masa Depan Pers yang Lebih Kuat dan Sehat]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br>Jakarta&mdash; Serikat Perusahaan Pers (SPS) hari ini genap berusia 80 tahun. Delapan dekade perjalanan organisasi yang berdiri sejak 8 Juni 1946 ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kontribusi SPS dalam menjaga keberlanjutan perusahaan pers Indonesia, sekaligus memperkuat perannya menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.<br><br>Mengusung semangat "Mengakar dalam Integritas, Bertumbuh Melalui Inovasi, Melangkah Bersama untuk Masa Depan Pers yang Lebih Kuat dan Sehat", HUT ke-80 SPS menjadi pengingat bahwa fondasi utama pers nasional tetap terletak pada integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kepentingan publik. Pada saat yang sama, industri pers dituntut terus berinovasi agar mampu beradaptasi dengan transformasi teknologi, perubahan perilaku audiens, dan perkembangan ekosistem informasi digital.<br><br>Selama 80 tahun, SPS terus berupaya menjadi rumah bagi perusahaan pers Indonesia dalam menjaga nilai-nilai profesionalisme, kebebasan pers yang bertanggung jawab, dan keberlanjutan industri media. Ketua Umum SPS, Januar P. Ruswita, menegaskan bahwa usia 80 tahun bukan sekadar penanda perjalanan panjang organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat visi masa depan pers Indonesia. <br><br>"Kita harus terus mengakar kuat dalam integritas sebagai fondasi utama kepercayaan publik, namun, integritas saja tidak cukup. Kita juga harus bertumbuh melalui inovasi agar perusahaan pers tetap relevan di tengah perubahan yang begitu cepat. SPS akan terus melangkah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk membangun masa depan pers yang lebih kuat, sehat, dan berdaya saing," ujar Ketua Umum SPS.<br><br>Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal SPS, Asmono Wikan, menilai bahwa di tengah disrupsi digital, informasi publik, dan model bisnis pers yang belum kunjung terkonsolidasi penuh, perusahaan pers harus benar-benar kreatif dan inovatif. Produk pers yang berkualitas saja tidak cukup hari ini. <br><br>"Perusahaan pers membutuhkan upaya paralel yang berkelanjutan. Memastikan kualitas terjaga, sekaligus menjaga relevansinya dengan kebutuhan publik yang dilayani. Dalam semangat 80 tahun usianya, SPS akan terus mengupayakan anggotanya di seluruh Indonesia menjadi perusahaan pers yang berkualitas, dibutuhkan audiensnya, tanpa mengesampingkan peran ideologisnya merawat demokrasi dan kemerdekaan pers. Jaya Selalu SPS. Dari, oleh, dan untuk pers Indonesia yang bermartabat," kata Sekjen SPS.<br>Perayaan puncak HUT ke-80 SPS tahun ini rencananya akan diselenggarakan pada Oktober mendatang di tiga kota di Kalimantan Timur (Kaltim), yakni, Balikpapan, Samarinda, dan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sekaligus menjadi simbol semangat pembangunan dan transformasi Indonesia menuju masa depan.<br><br>Ketua SPS Kalimantan Timur, Ajid Kurniawan, menyampaikan kesiapan Kaltim sebagai tuan rumah perayaan 80 tahun SPS. Kaltim saat ini berada di jantung transformasi nasional dengan hadirnya IKN. Momentum ini sangat relevan dengan semangat SPS yang terus bergerak maju menghadapi perubahan. <br><br>"Dari Kaltim kami menyerukan kepada insan pers untuk bangkit bersama, berinovasi tanpa henti. Kami yakin, dengan semangan kebersamaan yang mengakar dalam integritas dan tumbuh melalui inovasi, pers Indonesia akan melangkah gagah memasuki 80 tahun berikutnya dengan penuh keyakinan dan harapan," pungkas Ketua SPS Kaltim.<br><br>Tentang SPS<br>Pada 8 Juni 1946, tokoh-tokoh, pendiri perusahaan-perusahaan pers nasional, antara lain H.M Sumanang, B.M Diah, Sudarjo Tjokrosisworo dll, berkumpul di Yogyakarta untuk mengikrarkan berdirinya Serikat Penerbit Suratkabar (SPS). Organisasi ini menjadi alat perjuangan dalam menjaga kedaulatan Republik Indonesia melalui pers.<br><br>Salah satu momentum terpenting SPS terjadi tahun 2011, saat Kongres di Bali. Di mana organisasi ini bertransformasi seiring perkembangan bisnis anggota-anggotanya. Menjadi bukan sekedar organisasi penerbit media cetak dan mengubah brand Serikat Penerbit Suratkabar menjadi Serikat Perusahaan Pers. <br><br>Saat ini SPS memiliki 30 cabang provinsi yang di seluruh Indonesia dengan 614 anggota perusahaan pers. Mayoritas berasal dari media cetak arus utama yang sudah mengembangkan bisnis persnya ke berbagai platform.<br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_9562_80-Tahun-SPS--Mengakar-dalam-Integritas--Bertumbuh-Melalui-Inovasi--Melangkah-Bersama-untuk-Masa-Depan-Pers-yang-Lebih-Kuat-dan-Sehat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/65957/80-tahun-sps-mengakar-dalam-integritas-bertumbuh-melalui-inovasi-melangkah-bersama-untuk-masa-depan-pers-yang-lebih-kuat-dan-sehat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tim Taekwondo Harumkan Nama Sumatera Utara</guid>
            <pubDate>Mon, 08 Jun 2026 11:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tim Taekwondo Harumkan Nama Sumatera Utara]]></title>
            <description><![CDATA[Tim Taekwondo HarumkanNama Sumatera Utara]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan - Setelah berhasil meraih 4 emas dan 1 perak di ajang PBTI series III, di Kediri Jawa Timur, tim <a href="https://www.halomedan.com/tag/taekwondo/" target="_blank">Taekwondo</a> harumkan nama Sumatera Utara. <br> "Tidak hanya itu, salah satu atlit kita Anggi Sitorus Pane dari Medan juga berhasil meraih gelar pemain terbaik diajang tersebut. Kita berharap dari kejuaraan ini, ada atlit kita yang masuk Pelatnas nantinya,"ungkap manajer tim Tulus Abdiansyah didampingi pelatihnya Arya Syahputra kepada media, Senin (8/6) pukul 09.00 wib.<br> Selain itu, kata Abdi yang juga sekretaris Pengprov TI Sumut ini, atlit yang berhasil meraih medali emas yaitu Anggi sitorus pane ( emas ), Syaida sari ( emas ), M Aqil avatar ( emas ) dqn Ryan brema damanik ( emas ). Sedangkan Mangara pandopatan sihite meraih perak.<br> "Ini artinya, kita tinggal mencari 1 emas lagi di seri berikutnya di Lampung atau Jabar bulan depan, untuk mendapatkan tiket wild card agar bisa bermain di <a href="https://www.halomedan.com/tag/taekwondo/" target="_blank">Taekwondo</a> Indonesia Open pada Agustus mendatang di Jakarta,"ungkapnya.<br> Sementara ketua Pengprov TI Sumut H. Hamdani Syahputra mengatakan pihaknya sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh timnya sehingga mengharumkan nama baik Sumatera Utara sebagai gudangnya atlit.<br>  " Untuk itu, nantinya kita akan memberikan bonus kepada atlit-atlit kita. Baik itu dari Pengprov TI Sumut, dari pembina H. Musa Rajekshah dan dari bendahara kita owner Baba parfum,"ungkapnya.<br>  Pria yang juga wakil ketua DPRD Deli Serdang ini mengatakan, pihaknya berharap agar ada atlit-atlitnya yang mengikuti jejak M. Raihan sehingga bisa masuk ke Pelatnas."Kita juga mendoakan, agar M.Raihan atlit kita dari Sumut bisa menang di Asean Games nantinya. Karena saat ini hanya ada tiga atlit yang lolos ke Asean Games, yaitu Sumut, DKI dan Jabar,"ungkapnya seraya mengatakan pihaknya tetap berprestasi dengan biaya mandiri dari Pengprov TI Sumut dan bantuan pembina H. Musa Rajekshah yang juga anggota DPR RI dari komisi V yang senantiasa selalu mensupport <a href="https://www.halomedan.com/tag/taekwondo/" target="_blank">Taekwondo</a> Sumut. (Iza)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_7338_Tim-Taekwondo-Harumkan-Nama-Sumatera-Utara.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/olahraga/65956/tim-taekwondo-harumkan-nama-sumatera-utara/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Garuda Muda Bungkam Vietnam 2-1, Indonesia Melaju ke Semifinal Piala AFF U-19</guid>
            <pubDate>Mon, 08 Jun 2026 00:02:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Garuda Muda Bungkam Vietnam 2-1, Indonesia Melaju ke Semifinal Piala AFF U-19]]></title>
            <description><![CDATA[DELISERDANG &mdash Malam penuh emosi tersaji di Stadion Utama Sumatera Utara saat Timnas Indonesia U19 berhasil menundukkan Vietnam dengan]]></description>
            <content><![CDATA[DELISERDANG &mdash; Malam penuh emosi tersaji di Stadion Utama Sumatera Utara saat Timnas Indonesia U-19 berhasil menundukkan Vietnam dengan skor ketat 2-1 dalam lanjutan turnamen Piala AFF U-19.</p><br>Sejak menit awal, pertandingan berlangsung sengit. Kedua tim saling jual beli serangan, namun Garuda Muda tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Dua gol Indonesia menjadi pembeda, sementara Vietnam hanya mampu memperkecil kedudukan lewat satu gol balasan.</p><br>Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk keunggulan Indonesia. Hasil ini sekaligus memastikan langkah Timnas Indonesia U-19 melaju ke babak semifinal dan mengunci posisi sebagai juara Grup A.</p><br>Laga panas ini digelar di Stadion Utama Sumatera Utara yang malam itu dipadati puluhan ribu suporter. Atmosfer stadion benar-benar membara, dengan sorakan dan dukungan tanpa henti dari tribun penonton.</p><br>Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang hadir langsung maupun yang memberikan dukungan dari rumah. Ia menyebut, energi besar dari suporter menjadi salah satu faktor penting yang mendorong semangat juang para pemain di lapangan.</p><br>&quot;Terima kasih kepada puluhan ribu penonton di stadion dan masyarakat yang menyaksikan lewat layar kaca. Dukungan ini jadi motivasi besar bagi Garuda Muda,&quot; demikian apresiasi yang disampaikan.<br></p><br>Dengan kemenangan ini, harapan publik terhadap Timnas Indonesia U-19 semakin tinggi untuk melangkah lebih jauh dan meraih prestasi di ajang regional tersebut.red</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_7290_Garuda-Muda-Bungkam-Vietnam-2-1--Indonesia-Melaju-ke-Semifinal-Piala-AFF-U-19.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/65955/garuda-muda-bungkam-vietnam-21-indonesia-melaju-ke-semifinal-piala-aff-u19/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Diisukan Pengolahan Bahan Kimia Tidak Standar, Kepala IPA Delitua Tirtanadi Angkat Bicara</guid>
            <pubDate>Sun, 07 Jun 2026 21:59:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Diisukan Pengolahan Bahan Kimia Tidak Standar, Kepala IPA Delitua Tirtanadi Angkat Bicara]]></title>
            <description><![CDATA[Diisukan Pengolahan Bahan Kimia Tidak Standar, Kepala IPA Delitua Tirtanadi Angkat Bicara]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan, diisukan pengolahan bahan kimia yang tidak standar serta biaya perawatan bak pemancar dipersoalkan pada salah satu media online,  Kepala Instalasi Pengolahan Air (Ka.IPA) Delitua Perumda Tirtanadi Azanil Putra angkat bicara.<br><br>"Tube settler setiap clarifier memiliki 16 sel kesemuanya berjalan normal," kata Azanil Putra Ka.IPA Delitua Perumda Tirtanadi ketika dihubungi melalui telepon selularnya Sabtu (6/6/2026).<br><br>Dikatakan Azanil  adapun kegunaan clarifier itu sendiri adalah untuk menangkap flok - flok ataupun partikel - partikel lumpur yang melayang.<br><br>"Jadi gak benar itu bang yang diisukan tidak standar kesemuanya masih berjalan secara normal dan sesuai standar," tegas Azanil Putra.<br><br>Dilanjutkan Azanil Putra diakuinya bahwa kondisi tube settler yang ada saat ini diperlukan perawatan ekstra namun masih dapat digunakan serta dilakukan perbaikan secara kontinyu, sehingga seluruh kegiatan pengolahan air di IPA Delitua tetap berjalan normal dengan menggunakan bahan - bahan kimia yang standar, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 2 tahun 2003.<br><br>Menurutnya di IPA Delitua kapasitas terpasang produksi 1400 liter/detik, dengan cakupan layanan Cabang Delitua, Cabang Medan Kota, Cabang HM Yamin, Cabang Medan Denai dan Cabang Tuasan.<br><br>"Air ini kan dipergunakan  untuk hajat hidup orang banyak mana mungkin kami dalam pengelolaannya tidak sesuai standar," tegas Azanil.<br><br>Sementara Ka. IPA Sibolangit Subhandi ketika ditemui di ruang kerjanya mengatakan bahwa pengolahan air di IPA Sibolangit seperti pemancar lau kaban sudah terpasang springkel dengan baik yang kegunaannya untuk menangkap oksigen XN untuk menaikkan PH.<br><br>"Springkel itu sudah terpasang dengan baik untuk menangkap oksigen XN  sehingga PHnya naik," ujar Subhandi.<br><br>Selain itu kata Subhandi pipa yang untuk mengalirkan bahan kimia soda ash dan kaporit akan dilakukan  penutup pipa serta dibersihkan pada tiap 3 bulan sekali.<br><br>Dikatakan Subhandi di IPA Sibolangit  pemeriksaan kualitas air menggunakan turbidity meter pada tiap 1 jam sekali.<br><br>"Kualitas air di IPA Sibolangit diperiksa menggunakan turbidity meter setiap 1 jam sekali sehingga sesuai Permenkes No 2 tahun 2003," kata Subhandi.<br><br>Subhandi memastikan air yang keluar dari IPA Sibolangit pengolahannya sudah sesuai standar sehingga masyarakat tidak perlu ragu dalam menggunakannya.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_9848_Diisukan-Pengolahan-Bahan-Kimia-Tidak-Standar--Kepala-IPA-Delitua-Tirtanadi-Angkat-Bicara.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65954/diisukan-pengolahan-bahan-kimia-tidak-standar-kepala-ipa-delitua-tirtanadi-angkat-bicara/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kadispora Sumut Mahfullah Pratama Buka Kejuaraan Voli Antar Klub U-15, Diikuti 46 Klub dari Sumut dan Luar Provinsi</guid>
            <pubDate>Sun, 07 Jun 2026 20:57:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kadispora Sumut Mahfullah Pratama Buka Kejuaraan Voli Antar Klub U-15, Diikuti 46 Klub dari Sumut dan Luar Provinsi]]></title>
            <description><![CDATA[Deli Serdang, 7 Juni 2026 &ndash Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumatera Utara, Mahfullah Pratama, secara resmi membuka Kejua]]></description>
            <content><![CDATA[Deli Serdang, 7 Juni 2026 &ndash; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumatera Utara, Mahfullah Pratama, secara resmi membuka Kejuaraan Bola Voli Antar Klub Usia 15 Tahun (U-15) yang berlangsung di Stadion Utama Voli Sport Center, Deli Serdang, Minggu (7/6/2026).<br><br>Kejuaraan yang diikuti sebanyak 46 klub putra dan putri dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara ini juga mendapat partisipasi klub dari luar provinsi, yakni Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Lampung. Ajang tersebut menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit atlet voli usia dini yang diharapkan mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia di masa depan.<br><br>Dalam sambutannya, Mahfullah Pratama memberikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan yang merupakan hasil kolaborasi program Sumut Berprestasi dengan Mantan Atlet Voli Indonesia (MAVI) Korwil Sumut yang dipimpin Ketua Umum Korwil Sumut, Kombes Pol. A. Azas Siagian, serta didukung oleh Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sumatera Utara yang diketuai Wiko Lovino Siregar.</p><img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/07e1cd7dca89a1678042477183b7ac3f_1002439913.jpg"><br></p><br><br>"Kejuaraan ini menjadi langkah nyata dalam menjaring dan membina atlet-atlet muda berbakat. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sangat mengapresiasi kolaborasi MAVI Sumut dan PBVSI Sumut dalam mendukung pembinaan olahraga prestasi sejak usia dini," ujar Mahfullah.<br><br>Antusias Peserta Sangat Tinggi<br><br>Ketua Umum MAVI Korwil Sumut, Kombea Pol. A. Azas Siagian, menyampaikan bahwa kejuaraan tahun 2026 merupakan penyelenggaraan kedua yang dilaksanakan oleh MAVI Sumut. Tingginya antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan 46 klub putra dan putri, termasuk perwakilan dari beberapa provinsi di luar Sumatera Utara.<br><br>"Ini merupakan kejuaraan kedua yang dilaksanakan MAVI Sumut. Antusiasme peserta sangat luar biasa dengan hadirnya puluhan klub dari berbagai daerah serta klub dari luar Sumatera Utara yang ikut ambil bagian," kata Azas.<br><br>Menurut Azas, ke depan MAVI Sumut akan memperkuat program pembinaan melalui penyelenggaraan liga antar klub yang berfokus pada wilayah kabupaten dan kota dengan tetap berkolaborasi bersama PBVSI daerah masing-masing.</p><br></p><img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/0777d5c17d4066b82ab86dff8a46af6f_1002439903.jpg"><br><br>"Kami akan melakukan penguatan pembinaan melalui kompetisi yang berkesinambungan. Liga antar klub akan menjadi salah satu program utama MAVI untuk mendukung lahirnya atlet-atlet voli potensial," ujar Kabid Hukum Polda NTB tersebut.<br><br>Pada kesempatan yang sama, Azas juga menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80.<br><br>"Selamat HUT Bhayangkara ke-80 Tahun. Terus mengabdi untuk masyarakat," ucap Azas yang juga merupakan anggota Polri.<br><br><br>PBVSI Sumut Dukung Pembinaan Atlet Muda<br><br>Sementara itu, Ketua PBVSI Sumut, Wiko Lovino Siregar, menyambut baik pelaksanaan Kejuaraan Voli Antar Klub U-15 yang digagas MAVI Sumut.<br><br>"Ini merupakan kegiatan yang sangat positif dalam membina dan mencari atlet voli usia dini. Kami berharap kejuaraan ini dapat menjadi agenda tahunan MAVI Sumut karena sangat membantu PBVSI dalam menjaring atlet-atlet potensial," ujar Wiko.<br><br>Diawali Coaching Clinic Bersama Legenda Voli Nasional<br><br>Ketua Panitia Kejuaraan U-15, Bambang, menjelaskan bahwa sebelum kompetisi berlangsung, MAVI Korwil Sumut telah menggelar coaching clinic sebagai rangkaian kegiatan pembinaan.<br><br>Kegiatan yang berlangsung menjelang pembukaan kejuaraan tersebut menghadirkan legenda voli nasional era 1980-an dan 1990-an, yakni Imam Agus Faisal dan Danis Taroreh, yang berbagi pengalaman dan ilmu kepada para atlet serta pelatih.<br><br>"Peserta sangat antusias mengikuti coaching clinic. Para narasumber juga sangat bersemangat berbagi pengalaman dan ilmu kepada atlet maupun pelatih yang hadir," kata Bambang.</p><img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/d1f491a404d6854880943e5c3cd9ca25_1002439900.jpg"></p>Kejuaraan Voli Antar Klub U-15 MAVI Sumut berlangsung pada 7 hingga 11 Juni 2026 dan diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan olahraga voli usia dini di Sumatera Utara serta mempererat hubungan antarklub dari berbagai daerah di Indonesia. Acara dihadiri para sponsor, Forkopinda Sumut , Gubsu, Koni, Polda Sumut dan lainnya.<br><br>Klub Peserta<br><br>Kategori Putra Sumut:<br>SBV Deli Serdang, Pelita Siantar VC, NUHI Tinjowan VC, SBV Elfian Deli Serdang, Garuda Jaya Labuhan Batu, AKRAL VC/SM Nur Ilmi, BVC Bunut, Wondr BNI, SMK Tamsuda, Diamond VC Junior, Regansu VC, SBV Labuhan Batu, Apel VC Asahan, Balam VC Medan, Lokomotif VC Tebing Tinggi, Voltar Tanjung Rejo VC, Arbas Pulau Raja VC, KS3 VC Toba Balige, Perkasa Domas Sergai, PNVC Simalungun, White Horse Tanjung Balai, PBV Yapsum Labusel, dan BVC Bunut.<br><br>Kategori Putri Sumut:<br>Bina Putri Medan, SBV Labuhan Batu, TVRI Sumut, SBV Deli Serdang, Garuda Jaya Labuhan Batu, AKRAL VC/SMP Nur Ilmi, Yube Brandan, Gaperta Medan, Wondr BNI, Johar VC, SMK Tamsuda, BVC Bunut, Kalimbawang Karo, Bina Remaja Deli Serdang, Tunhara VC Pulau Raja, NUHI Tinjowan VC, dan PBV Yapsum Labusel.<br><br>Peserta Luar Sumatera Utara<br><br>Putra:<br>MAVI Riau (Fortuna Disdikpora Rohul), MAVI Lampung ADL Master Academy, dan MAVI Kepulauan Riau (Batam Tectona VC).<br><br>Putri:<br>MAVI Riau (Anjungan Pekanbaru), MAVI Lampung Tri Sula Volley Club, dan MAVI Kepulauan Riau (Batam Tectona VC).<br><br>Redaksi.</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_8245_Kadispora-Sumut-Mahfullah-Pratama-Buka-Kejuaraan-Voli-Antar-Klub-U-15--Diikuti-46-Klub-dari-Sumut-dan-Luar-Provinsi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/65953/kadispora-sumut-mahfullah-pratama-buka-kejuaraan-voli-antar-klub-u15-diikuti-46-klub-dari-sumut-dan-luar-provinsi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PBVSI Sumut Apresiasi Kejuaraan Voli Antar Klub U-15 MAVI, Dinilai Efektif Cetak Atlet Muda</guid>
            <pubDate>Sun, 07 Jun 2026 20:41:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PBVSI Sumut Apresiasi Kejuaraan Voli Antar Klub U-15 MAVI, Dinilai Efektif Cetak Atlet Muda]]></title>
            <description><![CDATA[DELI SERDANG &ndash Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sumatera Utara, Wiko Lovino Siregar, mengapresias]]></description>
            <content><![CDATA[DELI SERDANG &ndash; Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sumatera Utara, Wiko Lovino Siregar, mengapresiasi pelaksanaan Kejuaraan Bola Voli Antar Klub Usia 15 Tahun (U-15) yang diselenggarakan Mantan Atlet Voli Indonesia (MAVI) Korwil Sumut di Stadion Utama Voli Sport Center, Deli Serdang, Minggu (7/6/2026).<br><br>Menurut Wiko, kejuaraan yang diikuti puluhan klub dari Sumatera Utara dan sejumlah provinsi lain tersebut merupakan kegiatan positif yang mendukung pembinaan dan pengembangan atlet voli usia dini.<br><br>"Kami menyambut baik pelaksanaan Kejuaraan Voli Antar Klub U-15 yang digagas MAVI Sumut. Ini merupakan kegiatan yang sangat baik dalam membina sekaligus mencari atlet-atlet voli usia dini yang potensial," ujar Wiko.<br><br>Ia menilai, kompetisi yang digelar secara berjenjang menjadi salah satu sarana efektif untuk mengukur kemampuan atlet muda sekaligus memberikan pengalaman bertanding sejak usia dini.<br><br>"Pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan kompetisi yang berkelanjutan agar para pemain memiliki jam terbang dan mental bertanding yang baik. Kejuaraan seperti ini sangat membantu proses tersebut," katanya.<br><br>Wiko juga berharap kegiatan yang digelar MAVI Sumut dapat menjadi agenda rutin tahunan sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan olahraga voli di Sumatera Utara.<br><br>"Kami berharap kejuaraan ini bisa menjadi kalender tahunan MAVI Sumut. Dengan konsistensi pelaksanaan, tentu akan semakin banyak atlet berbakat yang dapat terjaring dan dibina," ungkapnya.<br><br>Menurut Wiko, PBVSI Sumut sangat terbantu dengan adanya kompetisi usia muda karena menjadi salah satu sarana untuk memantau perkembangan atlet-atlet potensial dari berbagai daerah.<br><br>"Kejuaraan ini mendukung program PBVSI dalam mencari dan mempersiapkan atlet-atlet voli yang nantinya dapat memperkuat Sumatera Utara pada berbagai ajang kompetisi, baik tingkat nasional maupun regional," jelasnya.<br><br>Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara MAVI Sumut dengan PBVSI dalam membangun ekosistem pembinaan olahraga voli yang berkesinambungan.<br><br>"Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat. Semakin banyak pihak yang peduli terhadap pembinaan usia dini, maka semakin besar pula peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Sumatera Utara," pungkas Wiko.<br><br>Kejuaraan Voli Antar Klub U-15 MAVI Sumut berlangsung pada 7 hingga 11 Juni 2026 dan diikuti klub-klub putra dan putri dari berbagai daerah di Sumatera Utara serta perwakilan dari Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Lampung.<br><br>(Red)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_9110_PBVSI-Sumut-Apresiasi-Kejuaraan-Voli-Antar-Klub-U-15-MAVI--Dinilai-Efektif-Cetak-Atlet-Muda.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/olahraga/65952/pbvsi-sumut-apresiasi-kejuaraan-voli-antar-klub-u15-mavi-dinilai-efektif-cetak-atlet-muda/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ketum MAVI Sumut: Kejuaraan U-15 Jadi Langkah Nyata Mencetak Atlet Voli Masa Depan</guid>
            <pubDate>Sun, 07 Jun 2026 20:39:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ketum MAVI Sumut: Kejuaraan U-15 Jadi Langkah Nyata Mencetak Atlet Voli Masa Depan]]></title>
            <description><![CDATA[DELI SERDANG &ndash Ketua Umum Mantan Atlet Voli Indonesia (MAVI) Korwil Sumatera Utara, Kombes Pol. A. Azas Siagian, menegaskan komitmenny]]></description>
            <content><![CDATA[DELI SERDANG &ndash; Ketua Umum Mantan Atlet Voli Indonesia (MAVI) Korwil Sumatera Utara, Kombes Pol. A. Azas Siagian, menegaskan komitmennya dalam mendorong pembinaan atlet voli usia dini melalui penyelenggaraan Kejuaraan Bola Voli Antar Klub U-15 yang berlangsung di Stadion Utama Voli Sport Center, Deli Serdang, Minggu (7/6/2026).<br><br>Menurut Azas, kejuaraan yang diikuti 46 klub putra dan putri dari berbagai daerah di Sumatera Utara serta sejumlah provinsi lain tersebut merupakan bukti tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga voli.<br><br>"Ini merupakan kejuaraan kedua yang dilaksanakan MAVI Sumut. Antusiasme peserta sangat luar biasa. Sebanyak 46 klub putra dan putri ikut ambil bagian, bahkan beberapa provinsi di luar Sumatera Utara juga turut berpartisipasi," ujar Azas.<br><br>Ia mengatakan, kejuaraan ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya mencari dan membina bibit-bibit atlet voli yang nantinya dapat berkembang menjadi pemain berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.<br><br>"Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan ruang kompetisi bagi atlet usia dini sekaligus menjaring talenta-talenta muda yang memiliki potensi untuk dibina lebih lanjut," katanya.<br><br>Azas menjelaskan, MAVI Sumut akan terus memperkuat program pembinaan dengan menggelar kompetisi yang berkelanjutan. Salah satu program yang tengah disiapkan adalah liga antar klub yang akan dilaksanakan di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara.</p><br>"Ke depan, MAVI akan melakukan penguatan pembinaan melalui kompetisi yang berkesinambungan. Kami merencanakan liga antar klub yang dititikberatkan di wilayah kabupaten dan kota dengan tetap berkolaborasi bersama PBVSI di daerah masing-masing," jelasnya.<br><br>Menurut Kabid Hukum Polda NTB tersebut, kolaborasi antara MAVI dan PBVSI menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pembinaan atlet yang terstruktur dan berkelanjutan.<br><br>"Kami ingin pembinaan atlet voli tidak berhenti pada satu kejuaraan saja, tetapi terus berlanjut melalui kompetisi yang rutin sehingga atlet memiliki kesempatan berkembang dan meningkatkan kemampuannya," ungkap Azas.<br><br>Pada kesempatan itu, Azas juga menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80.<br>"Selamat HUT Bhayangkara ke-80. Terus mengabdi untuk masyarakat," ucapnya.<br><br>Kejuaraan Voli Antar Klub U-15 MAVI Sumut berlangsung pada 7-11 Juni 2026 dan menjadi salah satu agenda pembinaan olahraga yang mendapat dukungan dari berbagai pihak dalam upaya melahirkan generasi atlet voli masa depan.<br>Hadir dalam acara ini forkompinda Sumut, Polda Sumut, Pemprovsu, Koni Sumut, serta Seluruh Pengurus MAVI SUMUT.<br>(Red)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_3426_Ketum-MAVI-Sumut--Kejuaraan-U-15-Jadi-Langkah-Nyata-Mencetak-Atlet-Voli-Masa-Depan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65951/ketum-mavi-sumut-kejuaraan-u15-jadi-langkah-nyata-mencetak-atlet-voli-masa-depan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Aset Rp14,53 Miliar Disorot, Pansus Ungkap Dugaan Pelanggaran dalam Pembelian Eks Rumah Singgah</guid>
            <pubDate>Sun, 07 Jun 2026 14:56:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Aset Rp14,53 Miliar Disorot, Pansus Ungkap Dugaan Pelanggaran dalam Pembelian Eks Rumah Singgah]]></title>
            <description><![CDATA[Aset Rp14,53 Miliar Disorot, Pansus Ungkap Dugaan Pelanggaran dalam Pembelian Eks Rumah Singgah]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Medan | Dugaan penyimpangan dalam pembelian tanah dan bangunan Eks <a href="https://www.halomedan.com/tag/rumah/" target="_blank">Rumah</a> Singgah Covid-19 oleh Pemerintah Kota Pematangsiantar semakin menguat. Temuan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Pematangsiantar terkait pengadaan aset senilai Rp14,53 miliar itu kini menjadi dasar rencana pelaporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).<br>Berdasarkan dokumen pengaduan yang diperoleh, aset yang berlokasi di Jalan Singamangaraja, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari tersebut dibeli menggunakan APBD dan Perubahan APBD Kota Pematangsiantar Tahun Anggaran 2025.<br>Dalam laporan hasil kerja dan rekomendasinya, Pansus DPRD mengungkap sedikitnya 12 temuan yang dinilai berpotensi menimbulkan kerugian keuangan daerah serta memerlukan pendalaman aparat penegak hukum.<br>Salah satu temuan yang menjadi sorotan adalah tidak ditemukannya dokumen Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) sebagai dasar pengadaan aset. Selain itu, proses pembelian disebut tidak didahului kajian kebutuhan yang memadai.<br>Pansus juga menyoroti proses penunjukan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang melakukan appraisal terhadap objek pembelian. Berdasarkan keterangan Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ), lembaga tersebut tidak dilibatkan dalam proses penunjukan KJPP.<br>Tak hanya itu, hasil konsultasi Pansus dengan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) mengungkap sejumlah kelemahan dalam laporan appraisal. Di antaranya tidak dicantumkannya data pembanding, sumber data pasar, hingga analisis penilaian secara rinci sebagaimana lazimnya laporan penilaian aset.<br>Kejanggalan lain juga ditemukan pada aspek legalitas bangunan. Pansus mempertanyakan adanya bangunan yang disebut tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), namun justru memperoleh nilai appraisal lebih tinggi dibanding bangunan yang memiliki legalitas lengkap.<br>Dari hasil penelusuran dokumen pertanahan, sebagian bidang tanah yang dibeli juga diduga berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). Temuan tersebut diperoleh berdasarkan dokumen overlay dari Kantor Pertanahan Kota Pematangsiantar.<br>Sementara itu, hingga 13 Februari 2026, tanah yang telah dibayar menggunakan APBD tersebut disebut masih berstatus Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama Jony Lee dan belum beralih menjadi milik Pemerintah Kota Pematangsiantar.<br>Pansus turut menemukan perbedaan keterangan antara mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) dengan pihak ahli waris terkait proses penawaran dan pembentukan harga transaksi.<br>Dalam proses pendalaman, Pemerintah Kota Pematangsiantar juga disebut tidak menyerahkan sejumlah dokumen yang diminta Pansus, termasuk dokumen Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), IMB asli, surat pinjam pakai, serta dokumen pendukung lainnya.<br>Berdasarkan analisis terhadap umur bangunan yang diperkirakan dibangun pada tahun 2008 dengan mengacu pada ketentuan penyusutan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72 Tahun 2023, Pansus memperkirakan terdapat kelebihan penilaian bangunan mencapai Rp6,18 miliar.<br>Dari hasil simulasi dan analisis yang dilakukan, potensi kerugian keuangan negara atau daerah diperkirakan berkisar Rp6,18 miliar hingga lebih dari Rp10 miliar. Namun demikian, angka pasti kerugian negara masih harus dibuktikan melalui audit investigatif oleh auditor yang berwenang.<br>Atas dasar berbagai temuan tersebut, pelapor meminta KPK melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pembelian aset Eks <a href="https://www.halomedan.com/tag/rumah/" target="_blank">Rumah</a> Singgah Covid-19 tersebut, termasuk memeriksa seluruh pihak yang terlibat dalam proses perencanaan, appraisal, penganggaran, pembayaran hingga pengalihan hak atas aset.<br>Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kota Pematangsiantar maupun pihak-pihak yang disebut dalam dokumen Pansus belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.red</p><br><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_7175_Aset-Rp14-53-Miliar-Disorot--Pansus-Ungkap-Dugaan-Pelanggaran-dalam-Pembelian-Eks-Rumah-Singgah.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/65950/aset-rp1453-miliar-disorot-pansus-ungkap-dugaan-pelanggaran-dalam-pembelian-eks-rumah-singgah/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bus Aceh Dilempari Batu Lagi, Balita Nyaris Jadi Korban</guid>
            <pubDate>Sun, 07 Jun 2026 14:23:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bus Aceh Dilempari Batu Lagi, Balita Nyaris Jadi Korban]]></title>
            <description><![CDATA[Bus Aceh Dilempari Batu Lagi, Balita Nyaris Jadi Korban]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>AEK KANOPAN &ndash; Teror terhadap kendaraan asal Aceh kembali terjadi di Sumatera Utara. Kali ini, bus berpelat BL 7917 AA rute Medan&ndash;Pekanbaru menjadi sasaran pelemparan batu oleh orang tak dikenal saat melintas di kawasan Simpang Marbau, Kampung Pajak, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Minggu (7/6/2026) sekitar Pukul 02.00 WIB dini hari.<br><br>Lemparan batu menghantam kaca samping kanan hingga pecah dan rontok seluruhnya. Yang mengkhawatirkan, bagian jendela yang menjadi sasaran berada tepat di samping kursi yang ditempati seorang perempuan bersama balita. Beruntung tidak ada korban luka, namun insiden itu memicu kepanikan di dalam bus yang sedang melaju.<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/bus/" target="_blank">Bus</a> tersebut membawa puluhan penumpang, termasuk rombongan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh yang sedang menuju Pekanbaru untuk menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun SPS ke-80 pada Senin (8/6/2026). Di antara rombongan itu terdapat Barlian Erliadi yang dijadwalkan menjadi pembicara pada sesi talk show nasional dalam rangkaian kegiatan tersebut.<br><br>Kevin, kernet bus, mengatakan kejadian berlangsung saat bus melintas di kawasan Simpang Marbau, Kampung Pajak. Setelah memastikan seluruh penumpang selamat, awak bus melakukan penanganan darurat agar perjalanan tetap dapat dilanjutkan.<br><br>Karena kaca rontok total, bagian yang rusak ditutup menggunakan terpal biru yang direkatkan dengan lakban. Kondisi itu membuat bus kehilangan kenyamanan dan keamanan sebagaimana mestinya. Sebagai armada full AC, bus tidak lagi dapat melaju normal karena angin kencang terus masuk ke dalam kabin melalui bagian yang rusak.<br><br>Peristiwa ini bukan yang pertama. Sebelumnya, sejumlah kendaraan travel, mobil pribadi, hingga bus yang membawa rombongan Persiraja Banda Aceh juga pernah menjadi korban pelemparan batu di sejumlah ruas jalan Sumatera Utara. Namun hingga kini, kasus serupa terus berulang.<br><br>Salah seorang penumpang mengaku kejadian itu mengingatkannya pada pengalaman yang baru saja dialaminya.<br><br>&quot;Belum lama ini mobil yang saya tumpangi juga dilempari batu. Sekarang bus yang saya tumpangi mengalami hal yang sama. Ini sudah sangat meresahkan,&quot; katanya.<br><br>Barlian Erliadi menilai kejadian tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai gangguan biasa. Menurutnya, lemparan batu yang menghantam jendela di samping kursi perempuan dan balita menunjukkan betapa nyawa penumpang berada dalam ancaman nyata.<br><br>&quot;Kali ini perempuan dan balita selamat. Tapi sampai kapan keberuntungan itu ada? Jika batu itu mengenai kepala penumpang, akibatnya bisa fatal. Karena itu kami meminta kepolisian bertindak serius mengungkap pelaku dan mencegah kejadian serupa terulang,&quot; ujar Barlian.<br><br>Ia juga meminta anggota DPR RI dari daerah pemilihan Aceh ikut menyuarakan persoalan tersebut di tingkat nasional. Menurutnya, rangkaian aksi pelemparan terhadap kendaraan yang membawa masyarakat Aceh sudah terlalu sering terjadi dan membutuhkan perhatian nyata dari semua pihak.<br><br>&quot;Jangan menunggu korban jiwa. Negara harus hadir memberikan rasa aman bagi setiap warga yang menggunakan jalan umum,&quot; tegas Barlian. (Red)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_9253_Bus-Aceh-Dilempari-Batu-Lagi--Balita-Nyaris-Jadi-Korban.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65949/bus-aceh-dilempari-batu-lagi-balita-nyaris-jadi-korban/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Menjadikan Lingkungan sebagai Kebiasaan Hati dan Tata Kelola Negara</guid>
            <pubDate>Sun, 07 Jun 2026 09:08:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Menjadikan Lingkungan sebagai Kebiasaan Hati dan Tata Kelola Negara]]></title>
            <description><![CDATA[Menjadikan Lingkungan sebagai Kebiasaan Hati dan Tata Kelola NegaraOleh Abdullah RasyidMahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN dan Pendir]]></description>
            <content><![CDATA[Menjadikan Lingkungan sebagai Kebiasaan Hati dan Tata Kelola Negara<br><br>Oleh: Abdullah <a href="https://www.halomedan.com/tag/rasyid/" target="_blank">Rasyid</a><br>Mahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN dan Pendiri GREAT Institute<br><br><br>Wawancara Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat dengan UNDP Indonesia memberi pesan yang sederhana, tetapi sangat penting: menjaga lingkungan tidak boleh hanya menjadi urusan pemerintah, tetapi juga harus menjadi kebiasaan hidup masyarakat.<br><br>Menteri Jumhur menyampaikan bahwa kesadaran lingkungan perlu menjadi habit of our heart, kebiasaan hati. Artinya, kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hadir karena aturan, imbauan, atau kampanye sesaat. Ia harus tumbuh dari kesadaran sehari-hari: bagaimana kita membuang sampah, menggunakan air, menghemat energi, menjaga ruang hidup, dan tidak merusak alam sekitar.<br><br>Pesan ini penting karena persoalan lingkungan di Indonesia semakin nyata. Perubahan iklim, banjir, pencemaran, krisis sampah, kerusakan sungai, polusi udara, dan tekanan terhadap wilayah pesisir bukan lagi ancaman jauh di masa depan. Semua itu sudah dirasakan langsung oleh masyarakat.<br><br>Di antara berbagai persoalan itu, sampah menjadi masalah yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sampah ada di rumah, pasar, jalan, sungai, laut, dan tempat pembuangan akhir. Karena itu, benar jika Menteri Jumhur menempatkan sampah sebagai isu yang &quot;di depan mata&quot;.<br><br>Sampah bukan hanya soal kebersihan. Sampah adalah soal kesehatan, tata kelola kota, perilaku masyarakat, tanggung jawab produsen, kemampuan pemerintah daerah, dan kualitas pelayanan publik. Bila sampah tidak dikelola dengan baik, dampaknya bisa merambat ke mana-mana: lingkungan tercemar, sungai tersumbat, banjir meningkat, penyakit menyebar, dan biaya sosial menjadi semakin besar.<br><br>Namun, menyelesaikan masalah sampah tidak cukup hanya dengan mengangkut sampah ke TPA. Cara berpikir seperti itu sudah tidak memadai. Indonesia perlu bergerak dari sekadar membuang sampah menjadi mengurangi, memilah, mengolah, dan memanfaatkan kembali sampah.<br><br>Pemilahan dari rumah tangga harus menjadi kebiasaan. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos. Sampah plastik dan kertas dapat masuk ke rantai daur ulang. Produsen harus ikut bertanggung jawab atas kemasan yang mereka hasilkan. Pemerintah daerah harus memperkuat sistem pengumpulan, pengolahan, data, dan pengawasan. Masyarakat juga harus menjadi bagian dari solusi, bukan hanya menunggu pemerintah bekerja.<br><br>Di sinilah makna penting dari pesan habit of our heart. Kesadaran lingkungan harus dimulai dari hati, tetapi tidak boleh berhenti di hati. Kesadaran itu harus berubah menjadi tindakan nyata.<br><br>Namun, tanggung jawab tidak bisa hanya dibebankan kepada masyarakat. Negara juga harus hadir dengan tata kelola yang kuat. Pemerintah perlu memastikan data sampah benar, kebijakan jelas, pembiayaan memadai, aparat daerah mampu bekerja, pelanggaran ditindak, dan program lingkungan tidak berhenti sebagai slogan.<br><br>Dengan kata lain, habit of our heart harus diperkuat menjadi governance of the state. Kebiasaan hati masyarakat harus bertemu dengan tata kelola negara yang efektif.<br><br>Hal yang sama berlaku dalam isu perubahan iklim. Bagi Indonesia, keadilan iklim bukan hanya soal mengurangi emisi karbon. Keadilan iklim berarti memastikan rakyat kecil tidak menjadi korban paling besar dari kerusakan lingkungan dan perubahan iklim.<br><br>Petani yang menghadapi gagal panen, nelayan kecil yang terdampak cuaca ekstrem, masyarakat pesisir yang menghadapi rob, warga miskin kota yang rentan banjir, serta generasi muda yang akan mewarisi bumi di masa depan harus menjadi pusat perhatian kebijakan lingkungan.<br><br>Karena itu, pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan tidak boleh dipertentangkan. Indonesia tetap membutuhkan pertumbuhan ekonomi, investasi, industri, energi, pangan, infrastruktur, dan lapangan kerja. Tetapi pertumbuhan itu harus dijalankan dengan cara yang tidak merusak alam.<br><br>Ekonomi yang baik bukan ekonomi yang mengorbankan lingkungan. Lingkungan yang baik juga bukan berarti menghentikan pembangunan. Jalan yang harus dipilih Indonesia adalah pembangunan yang bersih, adil, dan berkelanjutan.<br><br>Wawancara Menteri Jumhur dengan UNDP mengingatkan kita bahwa agenda lingkungan hidup harus dibumikan. Ia tidak boleh hanya menjadi bahasa konferensi internasional, laporan teknis, atau dokumen kebijakan. Lingkungan hidup harus hadir dalam kebijakan kota, perilaku rumah tangga, dunia usaha, sekolah, desa, industri, dan pelayanan publik.<br><br>Menjaga lingkungan berarti menjaga kesehatan rakyat. Mengelola sampah berarti menjaga kualitas kota. Melindungi hutan, sungai, laut, dan udara berarti melindungi masa depan bangsa.<br><br>Pada akhirnya, menjaga lingkungan bukan sekadar menjaga alam. Menjaga lingkungan adalah menjaga kehidupan. Menjaga lingkungan adalah menjaga republik.<br><br>Indonesia tidak boleh memilih antara ekonomi dan lingkungan. Pilihan yang benar adalah membangun ekonomi yang menjadikan alam sebagai modal bangsa, bukan korban pembangunan.<br><br>Itulah pesan penting yang perlu kita ambil: kesadaran lingkungan harus menjadi kebiasaan hati, tetapi tata kelola lingkungan harus menjadi kerja nyata negara.tel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_4399_Menjadikan-Lingkungan-sebagai-Kebiasaan-Hati-dan-Tata-Kelola-Negara.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65948/menjadikan-lingkungan-sebagai-kebiasaan-hati-dan-tata-kelola-negara/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rangkaian Kejuaraan Voli Antar Klub se-Sumut, A. Azas Siagian Jalin Silaturahmi dengan Legenda Voli Nasional</guid>
            <pubDate>Sat, 06 Jun 2026 23:36:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rangkaian Kejuaraan Voli Antar Klub se-Sumut, A. Azas Siagian Jalin Silaturahmi dengan Legenda Voli Nasional]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN &ampndash Ketua Umum MAVI Korwil Sumatera Utara, Kombes Pol A. Azas Siagian, SH MH, menggelar silaturahmi bersama legenda atlet voli nas]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN &ndash; Ketua Umum MAVI Korwil Sumatera Utara, Kombes Pol A. Azas Siagian, SH MH, menggelar silaturahmi bersama legenda atlet voli nasional Iman Agus Faizal dan Danis Taroreh dan lainya dalam rangkaian kegiatan menyambut Kejuaraan Voli Antar Klub se-Sumatera Utara.<p></p><br>Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi ajang mempererat hubungan antarpelaku olahraga sekaligus membangun semangat bersama untuk memajukan bola voli di Sumatera Utara.<p></p><br>Azas Siagian mengatakan, silaturahmi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kejuaraan Voli Antar Klub se-Sumatera Utara yang diselenggarakan oleh komunitas mantan at<p></p>let voli Indonesia di Sumatera Utara. Kejuaraan tersebut dijadwalkan mulai bergulir pada 7 Juni 2026 dan akan diikuti klub-klub voli dari berbagai daerah di Sumatera Utara.<p></p><br>"Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan mempererat persaudaraan dan memperkuat jaringan pembinaan olahraga voli di Sumatera Utara. Kehadiran para legenda voli nasional tentu menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda untuk terus berprestasi," ujar Azas, Sabtu 6 Juni 2026.<p></p><br>Menurutnya, peran mantan atlet sangat penting dalam mendukung pembinaan dan pengembangan olahraga, khususnya dalam berbagi pengalaman serta menanamkan nilai-nilai sportivitas kepada generasi penerus.<p></p><br>Melalui silaturahmi dan kejuaraan tersebut, Azas berharap tercipta sinergi yang kuat antara mantan atlet, pengurus olahraga, dan klub-klub voli sehingga mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat mengharumkan nama Sumatera Utara di tingkat nasional.<p></p><br>Kejuaraan Voli Antar Klub se-Sumatera Utara ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan dan semangat membangun prestasi olahraga di daerah. Red<p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_4057_Rangkaian-Kejuaraan-Voli-Antar-Klub-se-Sumut--A--Azas-Siagian-Jalin-Silaturahmi-dengan-Legenda-Voli-Nasional.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65947/rangkaian-kejuaraan-voli-antar-klub-sesumut-a-azas-siagian-jalin-silaturahmi-dengan-legenda-voli-nasional/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">MAVI Korwil Sumut Gelar Coaching Clinic Sambut Kejuaraan Antar Klub U-15</guid>
            <pubDate>Sat, 06 Jun 2026 18:56:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[MAVI Korwil Sumut Gelar Coaching Clinic Sambut Kejuaraan Antar Klub U-15]]></title>
            <description><![CDATA[Medan, 6 Juni 2026 &ndash Dalam rangka menyambut Kejuaraan Antar Klub U15 yang akan dilaksanakan pada 11 Juni 2026, MAVI Korwil Sumatera U]]></description>
            <content><![CDATA[Medan, 6 Juni 2026 &ndash; Dalam rangka menyambut Kejuaraan Antar Klub U-15 yang akan dilaksanakan pada 11 Juni 2026, MAVI Korwil Sumatera Utara mengadakan kegiatan coaching clinic bagi atlet dan pelatih bola voli, Sabtu (6/6/2026).</p><br>Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga 18.00 WIB ini dipimpin oleh dua legenda bola voli nasional era 1980-an dan 1990-an, yaitu Imam Agus Faisal dan Danis Taroreh.</p><br>Coaching clinic tersebut diikuti oleh para atlet dan pelatih dari berbagai klub yang akan berpartisipasi dalam kejuaraan mendatang. Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak sangat antusias mengikuti setiap materi dan sesi praktik yang diberikan.</p><br>Tidak hanya peserta, kedua narasumber juga menunjukkan semangat tinggi dalam berbagi pengalaman, pengetahuan, serta teknik-teknik permainan kepada para atlet muda dan pelatih yang hadir.</p><br>Kegiatan ini turut didampingi oleh Wakil Ketua Umum MAVI Korwil Sumut, Paryono, serta Ketua Panitia, Bambang.</p><br>Melalui kegiatan coaching clinic ini, MAVI Korwil Sumut berharap para atlet dan pelatih dapat meningkatkan kemampuan teknis, wawasan, serta kesiapan menghadapi Kejuaraan Antar Klub U-15 yang akan digelar pada 11 Juni 2026.<br>Redaksi.</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_9883_MAVI-Korwil-Sumut-Gelar-Coaching-Clinic-Sambut-Kejuaraan-Antar-Klub-U-15.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65946/mavi-korwil-sumut-gelar-coaching-clinic-sambut-kejuaraan-antar-klub-u15/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Coaching Clinic Kejuaraan Antar Klub Voli II Diikuti 46 Atlet, Berlangsung Sukses</guid>
            <pubDate>Sat, 06 Jun 2026 18:36:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Coaching Clinic Kejuaraan Antar Klub Voli II Diikuti 46 Atlet, Berlangsung Sukses]]></title>
            <description><![CDATA[Coaching Clinic Kejuaraan Antar Klub Voli II Diikuti 46 Atlet, Berlangsung Sukses]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MEDAN &ndash; Coaching Clinic dalam rangka Kejuaraan Antar Klub Voli II yang digagas para mantan atlet voli Sumatera Utara berlangsung sukses dan mendapat sambutan antusias dari para peserta. Kegiatan yang digelar pada Sabtu (6/6/2026) tersebut diikuti sebanyak 46 atlet putra dan putri dari berbagai klub voli.<br>Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan atlet usia muda sekaligus meningkatkan kualitas permainan bola voli di Sumatera Utara. Kejuaraan yang memasuki penyelenggaraan tahun kedua ini berada di bawah kepemimpinan Ketua Umum Kombes Pol. A. Azas Siagian bersama jajaran pengurus, di antaranya Paryono,  Bambang, Syafrizal, Fitra, dan pengurus lainnya.<br>Panitia berharap pelaksanaan kejuaraan dan coaching clinic dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat besar bagi perkembangan olahraga voli di daerah. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan dan pengembangan bakat atlet-atlet muda yang berpotensi mengharumkan nama Sumatera Utara di masa mendatang.<br>Pada kesempatan tersebut, para peserta mendapatkan materi dan pelatihan langsung dari tim MAVI Pusat yang diperkuat sejumlah mantan atlet voli nasional, yakni Imam Agus Faisal (Fafa), Danis Taroreh, dan Toni Eriyadi.<br>Ketiga instruktur tersebut memberikan berbagai materi mengenai teknik dasar, strategi permainan, penguatan mental bertanding, hingga pentingnya disiplin dan kerja sama tim dalam olahraga bola voli. Para peserta juga diberikan motivasi agar terus berlatih secara konsisten untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi.<br>Imam Agus Faisal (Fafa) menekankan pentingnya penguasaan teknik dasar sebagai modal utama bagi seorang atlet. Menurutnya, kemampuan individu yang baik harus didukung dengan kerja keras dan semangat belajar yang tinggi.<br>Sementara itu, Danis Taroreh mengingatkan para atlet muda untuk menjunjung tinggi sportivitas serta memanfaatkan setiap kesempatan bertanding sebagai sarana menambah pengalaman dan kemampuan.<br>Sedangkan Toni Eriyadi menyampaikan bahwa kekompakan tim menjadi salah satu faktor penting dalam meraih kemenangan. Oleh karena itu, komunikasi dan kerja sama antar pemain harus terus dibangun sejak dini.<br>Selama coaching clinic berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan. Mereka tidak hanya menerima teori, tetapi juga mempraktikkan berbagai teknik dan pola permainan yang diajarkan para instruktur.<br>Ketua Umum Kombes Pol. A. Azas Siagian mengapresiasi semangat para peserta dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan atlet voli di Sumatera Utara.<br>"Melalui kegiatan ini diharapkan lahir atlet-atlet muda berbakat yang mampu berprestasi di tingkat daerah, nasional bahkan internasional. Pembinaan yang berkesinambungan menjadi kunci kemajuan olahraga voli di Sumatera Utara," ujarnya.<br>Dengan berakhirnya coaching clinic yang berlangsung lancar dan sukses, para peserta diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu serta pengalaman yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas permainan dan prestasi di klub masing-masing.<br>(red)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_6716_Coaching-Clinic-Kejuaraan-Antar-Klub-Voli-II-Diikuti-46-Atlet--Berlangsung-Sukses.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/65945/coaching-clinic-kejuaraan-antar-klub-voli-ii-diikuti-46-atlet-berlangsung-sukses/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PW ISMI Sumut dan GJI Gandeng Komunitas Sekitar Kanal Untuk Tanam Pohon Pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Sungai Deli</guid>
            <pubDate>Sat, 06 Jun 2026 18:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PW ISMI Sumut dan GJI Gandeng Komunitas Sekitar Kanal Untuk Tanam Pohon Pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Sungai Deli]]></title>
            <description><![CDATA[PW ISMI Sumut dan GJI Gandeng Komunitas Sekitar Kanal Untuk Tanam Pohon Pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Sungai Deli]]></description>
            <content><![CDATA[Medan &ndash; Kota Medan saat ini sedang mengalami peningkatan intensitas hujan yang akan menjadi ancaman banjir, dengan sedikitnya ruang hijau yang terus menurun. Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PW ISMI) Sumatera Utara mengajak masyarakat sadar ekoteologis.<br><br>"Melalui gerakan penanaman 1.000 pohon khas Melayu di kawasan Hutan Kota Medan Johor, kami mengajak masyarakat menyadari merawat alam bukan hanya kewajiban ekologis, tetapi juga tanggung jawab moral, budaya, dan spiritual. Kita harus berterimakasih pada GJI dan semua komunitas yang sudah berbuat untuk menjaga ekologi kita," kata Ketua PW ISMI Sumut, Prof. Dr. Nispul Khoir, M.Ag, didampingi Sekretaris Umum PW ISMI Sumut Ismail Maszuki dan pengurus dalam aksi penanaman 1.000 pohon khas Melayu di kawasan Hutan Kota Medan Johor, Sabtu (06/06/2026).<br><br>Kegiatan ini digagas PW ISMI Sumut bersama Green Justice Indonesia (GJI), Warga Peduli Sekitar (Wa Pesek), Komunitas Warga Kanal (KWK), dan Bentangan Alam Hijau Indonesia (Bahis) digelar dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Bagi Prof Nispul aksi ini selain konservasi lingkungan, juga upaya menghidupkan kembali kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai peradaban Melayu yang sejak dahulu tumbuh dan berkembang di sepanjang aliran sungai.<br><br>"Sungai Deli adalah ruang sejarah, ruang budaya, sekaligus ruang spiritual masyarakat Melayu. Dari sungai inilah peradaban tumbuh, perdagangan berkembang, dan identitas budaya terbentuk. Ketika sungai rusak, sesungguhnya yang terancam bukan hanya lingkungan, tetapi juga memori kolektif sebuah peradaban," kata Nispul.<br><br>Dalam tradisi Melayu dan ajaran Islam, alam memiliki kedudukan yang jauh lebih luhur karena merupakan bagian dari amanah yang harus dijaga manusia. Karena itu, kata Nispul, gerakan penanaman pohon yang dilakukan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Deli juga membawa pesan ekoteologi, yakni cara pandang yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia kepada Tuhan YME.<br><br>"Ekologi dan teologi tidak boleh dipisahkan. Merawat alam adalah bagian dari ibadah sosial. Menjaga sungai, menanam pohon, dan melindungi lingkungan merupakan wujud nyata pelaksanaan amanah sebagai khalifah di bumi. Inilah yang kami sebut sebagai penguatan perspektif ekoteologis dalam peradaban masyarakat," ujarnya.<br><br>Dia menilai berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini, mulai dari banjir, pencemaran sungai, hingga berkurangnya kawasan resapan air, tidak hanya disebabkan oleh persoalan teknis pembangunan, tetapi juga karena melemahnya kesadaran etis manusia terhadap alam.<br><br>Direktur Green Justice Indonesia (GJI), Panut Hadisiswoyo, mengatakan bahwa kawasan DAS Deli saat ini membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan. Menurut dia, upaya rehabilitasi lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama masyarakat.<br><br>"Kita menanam bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk puluhan tahun ke depan. Setiap pohon yang tumbuh akan menjaga tanah, menyimpan air, mengurangi risiko banjir, dan memberi kehidupan bagi generasi berikutnya," ujarnya.<br><br>Senada dengan itu, Ketua Umum Warga Peduli Sekitar (Wa Pesek), M. Adlin Ginting, menegaskan bahwa gerakan menjaga sungai harus menjadi gerakan kebudayaan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.<br><br>"Sungai adalah peradaban. Ketika sungai sehat, masyarakat juga sehat. Karena itu pesan yang ingin kami sampaikan sederhana tanam pohon, rawat peradaban. Jangan sampai generasi mendatang hanya mengenal Sungai Deli dari cerita dan catatan sejarah," katanya.<br><br>Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Medan. Sekretaris Kecamatan Medan Johor, Juni Hardian, mengapresiasi kolaborasi organisasi masyarakat sipil, komunitas lingkungan, dan akademisi dalam memperkuat gerakan pelestarian lingkungan di wilayah Kota Medan.<br><br>Penanaman 1.000 pohon khas Melayu ini diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih luas untuk memulihkan fungsi ekologis DAS Deli sekaligus menghidupkan kembali kesadaran bahwa menjaga lingkungan tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga identitas budaya dan keberlanjutan peradaban. "Pemko Medan sangat mendukung aksi penguatan lingkungan hidup untuk kenyamanan bersama. Karena Medan untuk semua," pungkasnya.(red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_9562_PW-ISMI-Sumut-dan-GJI-Gandeng-Komunitas-Sekitar-Kanal-Untuk-Tanam-Pohon-Pada-Hari-Lingkungan-Hidup-Sedunia-di-Sungai-Deli.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65944/pw-ismi-sumut-dan-gji-gandeng-komunitas-sekitar-kanal-untuk-tanam-pohon-pada-hari-lingkungan-hidup-sedunia-di-sungai-deli/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">ENERGI BERSIH BUKAN SEKADAR LINGKUNGAN, TETAPI KEDAULATAN BARU INDONESIA</guid>
            <pubDate>Sat, 06 Jun 2026 17:26:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[ENERGI BERSIH BUKAN SEKADAR LINGKUNGAN, TETAPI KEDAULATAN BARU INDONESIA]]></title>
            <description><![CDATA[Halomedan.comOleh Abdullah RasyidMahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN Pendiri GREAT Institute. Pengurus Pusat PII Energi bersih ter]]></description>
            <content><![CDATA[Halomedan.com |<br><br>Oleh: Abdullah Rasyid<br>Mahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN <br>Pendiri GREAT Institute. <br>Pengurus Pusat PII <br><br>Energi bersih terlalu sering dibicarakan hanya sebagai isu lingkungan. Seolah-olah transisi energi semata urusan menurunkan emisi, memasang panel surya, membangun pembangkit hijau, atau memenuhi tekanan dunia internasional.<br><br>Padahal, bagi Indonesia, energi bersih jauh lebih besar dari itu.<br><br>Ia adalah soal kedaulatan.<br><br>Negara yang berdaulat pada abad ke-21 bukan hanya negara yang memiliki tentara kuat, wilayah luas, atau sumber daya alam melimpah. Negara yang berdaulat adalah negara yang mampu mengamankan energi, menguasai teknologi, menjaga daya saing industri, melindungi rakyat dari gejolak harga, dan tidak mudah ditekan oleh perubahan standar ekonomi global.<br><br>Dalam kerangka itulah energi bersih harus ditempatkan: bukan sebagai beban, melainkan sebagai strategi nasional.<br><br>Indonesia sebenarnya memiliki modal sangat besar. Potensi energi baru terbarukan Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 3.686 gigawatt (GW), mencakup energi surya, bayu, hidro, bioenergi, panas bumi, dan energi laut.<br><br>Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia bukan negara miskin energi bersih.<br><br>Masalahnya bukan ketiadaan potensi, melainkan kemampuan mengubah potensi menjadi kapasitas nyata.<br><br>Di sinilah letak ironi kita.<br><br>Potensi energi bersih ribuan GW, tetapi realisasi pemanfaatannya belum sebanding. Selama bertahun-tahun, bauran energi nasional masih didominasi energi fosil. Energi baru terbarukan memang terus tumbuh, tetapi belum menjadi tulang punggung utama sistem energi nasional.<br><br>Arah baru mulai terlihat dalam RUPTL PLN 2025&ndash;2034.<br><br>Pemerintah menetapkan tambahan kapasitas pembangkit dan sistem penyimpanan energi sebesar 69,5 GW. Dari jumlah itu, sekitar 52,9 GW atau 76 persen berasal dari energi baru terbarukan dan storage.<br><br>Rinciannya mencakup PLTS 17,1 GW, PLTA 11,7 GW, PLTB 7,2 GW, panas bumi 5,2 GW, bioenergi 0,9 GW, serta storage 10,3 GW.<br><br>Ini bukan angka kecil.<br><br>Bila dijalankan konsisten, RUPTL ini dapat menjadi titik balik transisi energi nasional.<br><br>Namun energi bersih tidak boleh berhenti sebagai daftar proyek pembangkit. Ia harus menjadi strategi kedaulatan ekonomi.<br><br>Pertama, energi bersih penting untuk mengurangi kerentanan fiskal.<br><br>APBN selama ini memikul beban besar untuk menjaga harga energi rakyat. Subsidi adalah bentuk keberpihakan negara, terutama kepada kelompok rentan. Tetapi ketergantungan jangka panjang pada energi fosil membuat fiskal mudah terguncang oleh harga minyak, kurs rupiah, dan gejolak geopolitik.<br><br>Ketika harga minyak naik, APBN tertekan.<br><br>Ketika rupiah melemah, biaya impor energi meningkat.<br><br>Ketika konflik global mengganggu pasokan, rakyat ikut merasakan dampaknya.<br><br>Maka energi bersih bukan sekadar urusan emisi, tetapi instrumen untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.<br><br>Kedua, energi bersih penting untuk daya saing industri.<br><br>Dunia sedang bergerak menuju standar karbon. Uni Eropa, melalui Carbon Border Adjustment Mechanism atau CBAM, mulai menerapkan rezim definitif sejak 1 Januari 2026 setelah masa transisi 2023&ndash;2025.<br><br>Artinya, produk industri masa depan tidak hanya dinilai dari harga dan kualitas, tetapi juga dari jejak karbonnya.<br><br>Jika listrik industri Indonesia masih terlalu bergantung pada energi kotor, maka produk ekspor kita berisiko menghadapi beban tambahan, tekanan reputasi, dan hambatan pasar.<br><br>Dalam bahasa sederhana:<br><br>Tanpa energi bersih, hilirisasi Indonesia bisa mahal di pasar global.<br><br>Ketiga, energi bersih terkait langsung dengan mineral kritis.<br><br>Indonesia adalah pemain utama nikel dunia. Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar dunia, sekitar 55 juta ton atau sekitar 42,3 persen cadangan global. Produksi nikel Indonesia pada 2024 mencapai sekitar 2,2 juta ton, setara sekitar 59 persen produksi global.<br><br>Ini kekuatan besar.<br><br>Tetapi kekuatan itu bisa menjadi paradoks bila hilirisasi nikel masih ditopang energi kotor.<br><br>Dunia membutuhkan nikel untuk baterai, kendaraan listrik, penyimpanan energi, turbin angin, panel surya, dan teknologi hidrogen hijau. Namun bila proses produksinya menghasilkan emisi tinggi dan merusak lingkungan, Indonesia akan menghadapi kritik baru: menjual bahan baku transisi energi dengan cara yang belum sepenuhnya bersih.<br><br>Karena itu, hilirisasi Indonesia harus naik kelas menjadi hilirisasi hijau.<br><br>Nikel, baterai, baja, semen, pupuk, smelter, kawasan industri, dan data center harus mulai diarahkan pada energi rendah emisi.<br><br>Jika tidak, hilirisasi kita mudah diserang sebagai dirty downstreaming.<br><br>Keempat, energi bersih adalah instrumen geopolitik.<br><br>Sejak 2010, hampir 80 persen kenaikan kebutuhan energi Asia Tenggara masih dipenuhi oleh energi fosil, terutama batu bara. Pada 2023, batu bara menghasilkan sekitar setengah listrik kawasan dan menyumbang sekitar 80 persen emisi sektor ketenagalistrikan.<br><br>Ini menunjukkan bahwa Asia Tenggara, termasuk Indonesia, masih berada dalam jalur pembangunan yang sangat intensif karbon.<br><br>Pada saat yang sama, investasi energi bersih global bergerak cepat.<br><br>Negara yang mampu menyediakan listrik bersih, stabil, dan kompetitif akan menjadi tujuan industri masa depan. Data center, baterai, kendaraan listrik, manufaktur hijau, dan rantai pasok global akan mencari lokasi yang tidak hanya murah, tetapi juga rendah karbon.<br><br>Indonesia tidak boleh sekadar menjadi pasar panel surya, baterai, turbin, atau kendaraan listrik asing.<br><br>Indonesia harus membangun ekosistem industri energi bersih sendiri: manufaktur komponen, riset baterai, smart grid, storage, PLTS atap, panas bumi, bioenergi, green hydrogen, hingga pengelolaan sampah menjadi energi.<br><br>Namun kedaulatan energi bersih menuntut kejujuran.<br><br>Tidak semua yang disebut hijau benar-benar bersih. Tidak semua proyek transisi otomatis adil. Tidak semua investasi hijau bebas dari risiko rente.<br><br>Di sinilah tata kelola menjadi kunci.<br><br>Energi bersih harus dikawal dengan data, audit, transparansi, dan standar yang kredibel.<br><br>Jika tidak, agenda hijau bisa berubah menjadi greenwashing: bungkusnya hijau, isinya tetap eksploitasi lama.<br><br>Negara harus memastikan bahwa transisi energi bukan sekadar proyek elite, melainkan perubahan struktural yang menyentuh rakyat.<br><br>Desa harus mendapat akses energi bersih untuk irigasi, cold storage, UMKM, pesantren, koperasi, dan pengolahan hasil pertanian.<br><br>Kota harus bergerak menuju transportasi publik bersih, pengelolaan sampah modern, PLTS atap, bangunan hemat energi, dan udara yang lebih sehat.<br><br>Industri harus mulai menghitung emisi.<br><br>Pemerintah daerah harus menjadikan energi bersih sebagai agenda pembangunan, bukan sekadar slogan lingkungan.<br><br>Dengan demikian, energi bersih bukan hanya urusan kementerian teknis.<br><br>Ia adalah agenda lintas sektor: energi, industri, perdagangan, keuangan, desa, pertanian, kelautan, pendidikan, riset, dan diplomasi.<br><br>Narasi besarnya harus jelas:<br><br>Energi bersih bukan sekadar lingkungan, tetapi kedaulatan baru Indonesia.<br><br>Kedaulatan untuk tidak terus bergantung pada energi impor.<br><br>Kedaulatan untuk melindungi APBN dari gejolak harga fosil.<br><br>Kedaulatan untuk membangun industri yang diterima pasar global.<br><br>Kedaulatan untuk mengolah mineral kritis dengan standar tinggi.<br><br>Kedaulatan untuk menciptakan lapangan kerja hijau bagi generasi muda.<br><br>Kedaulatan untuk menjaga udara, air, tanah, dan laut sebagai hak rakyat.<br><br>Abad ke-20 dimenangkan oleh negara yang menguasai minyak dan batu bara.<br><br>Abad ke-21 akan dimenangkan oleh negara yang menguasai energi bersih, mineral kritis, teknologi baterai, data, karbon, dan industri hijau.<br><br>Indonesia memiliki semua modal awal: matahari, air, angin, panas bumi, laut, bioenergi, nikel, pasar besar, dan posisi geopolitik strategis.<br><br>Yang dibutuhkan adalah keberanian kebijakan, konsistensi regulasi, pembiayaan inovatif, tata kelola bersih, dan narasi nasional yang kuat.<br><br>Pada akhirnya, transisi energi bukan tentang meninggalkan pembangunan.<br><br>Justru sebaliknya, transisi energi adalah cara baru membangun Indonesia agar lebih kuat, lebih sehat, lebih kompetitif, dan lebih berdaulat.<br><br>Energi bersih bukan sekadar menyelamatkan bumi.<br><br>Energi bersih adalah cara menjaga republik./ist<br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_5716_ENERGI-BERSIH-BUKAN-SEKADAR-LINGKUNGAN--TETAPI-KEDAULATAN-BARU-INDONESIA.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65943/energi-bersih-bukan-sekadar-lingkungan-tetapi-kedaulatan-baru-indonesia/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">GREAT Institute: &ldquo;State-Driven Economy&rdquo; untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan</guid>
            <pubDate>Sat, 06 Jun 2026 17:24:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[GREAT Institute: “State-Driven Economy” untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan]]></title>
            <description><![CDATA[PONTIANAK  halomedan.com &quotMarketdriven economy&quot yang sudah puluhan tahun jadi arus utama di Indonesia dituding sebagai penyebab ]]></description>
            <content><![CDATA[PONTIANAK | halomedan.com</p><br></p> &quot;Market-driven economy&quot; yang sudah puluhan tahun jadi arus utama di Indonesia dituding sebagai penyebab terjadinya ketimpangan pembangunan dan ketergantungan ekonomi nasional pada pasar global. <br><br>Ketimpangan pembangunan dan produktivitas yang rendah ini menjadi salah satu fokus perhatian Prabowo Subianto sejak lama, dan menjadi tema penting dalam buku &quot;Paradoks Pembangunan&quot; yang ditulisnya tahun 2017.<br><br>Karena itu, setelah berkuasa, Prabowo berusaha untuk mengimbangi atau setidaknya menutup kekurangan pendekatan &quot;market-dirven economy&quot; dengan menerapkan pendekatan &quot;state-driven economy&quot;. Mulai dari kebijakan hilirisasi dan kontrol ekspor komoditas, sampai intervensi negara pada berbagai sektor ekonomi yang bersentuhan langsung dengan rakyat, seperti pendidikan, jaminan gizi yang cukup bagi generasi muda, serta praktik perekonomian di tingkat desa dan kelurahan.<br><br>Hal-hal di atas disampaikan Direktur Geopolitik <a href="https://www.halomedan.com/tag/great/" target="_blank">GREAT</a> Institute Dr. Teguh Santosa ketika berbicara dalam &quot;Magang Komunikasi Pembangunan&quot; yang diselenggarakan Nexus Digital Strategy di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu, 6 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti puluhan content creator muda Kalimantan Barat.<br><br>&quot;Praktik ekonomi yang dikendalikan pasar untuk efisiensi, inovasi, dan menarik investasi. Tapi market tidak selalu mau masuk ke hulu, sektor pangan, energi, hilirisasi mineral, atau bangun konektivitas 3TP (terdepan, tertinggal, terbelakang, dan perbatasan),&quot; ujar Teguh.<br><br>Teguh menambahkan, istilah lain yang dapat digunakan untuk pendekatan &quot;state-driven economy&quot; versi Prabowo adalah &quot;strategic state intervention&quot;. Dalam praktiknya, negara masuk sebagai &quot;first investor&quot; dan &quot;risk taker&quot; di sektor yang dianggap market tidak menarik. Tujuannya adalah untuk membangun fondasi industri, ketahanan pangan, energi, dan logistik.<br><br>Dari kacamata geopolitik, dosen Hubungan Internasional di Universitas Islam Negerir (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengatakan, pendekatan &quot;state-driven economy&quot; adalah alat tawar Indonesia kepada great powers. Indonesia ingin tampil sebagai negara dengan kemampuan ekonomi yang memadai sehingga dapat ikut menentukan agenda-agenda besar politik global.<br><br>&quot;Ini bukan situasi di mana negara berhadap-hadapan dengan pasar. Tapi negara yang cerdas dan pasar yang sehat adalah formula bagi Indonesia untuk memiliki daya tahan yang memadai,&quot; demikian Teguh./rel<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/06/_3614_GREAT-Institute---ldquo-State-Driven-Economy-rdquo--untuk-Hentikan-Ketimpangan-dan-Ketergantungan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/65942/great-institute-ldquostatedriven-economyrdquo-untuk-hentikan-ketimpangan-dan-ketergantungan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>