<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.halomedan.com/</link>
        <description>Halo Medan | Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Wed, 15 Jul 2026 06:25:02 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">FABEM-SM dan Masker Pragi Desak Polri&ndash;Kejagung Perkuat Sinergi Usut Dugaan Korupsi Suplai Batu Bara PLTU PLN</guid>
            <pubDate>Tue, 14 Jul 2026 22:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[FABEM-SM dan Masker Pragi Desak Polri–Kejagung Perkuat Sinergi Usut Dugaan Korupsi Suplai Batu Bara PLTU PLN]]></title>
            <description><![CDATA[FABEMSM dan Masker Pragi Desak Polri&ndashKejagung Perkuat Sinergi Usut Dugaan Korupsi Suplai Batu Bara PLTU PLN]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Jakarta &ndash; Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa dan Senat Mahasiswa (FABEM-SM) bersama Masyarakat Sipil Kritis Pengawal Prabowo-Gibran (Masker Pragi) mendesak Korps Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Kejaksaan Agung RI memperkuat sinergi dalam mengusut tuntas dugaan korupsi pengadaan dan distribusi batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT PLN (Persero).<br><br>Desakan tersebut disampaikan menyusul penetapan dua tersangka oleh Polri, yakni mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) berinisial FA dan pihak swasta berinisial DR. Keduanya diduga terlibat dalam perkara korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan pengadaan batu bara PLTU dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp5 triliun.<br><br>Wakil Ketua Umum DPP FABEM-SM Bidang Hukum dan Antar Lembaga sekaligus Koordinator Nasional Masker Pragi, Tody Ardiansyah Prabu, S.H., mengatakan aparat penegak hukum harus mengusut perkara tersebut secara menyeluruh, transparan, dan profesional hingga mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat.<br><br>"Proses hukum harus mengungkap seluruh aktor yang memiliki peran dalam dugaan penyimpangan rantai pasok batu bara, baik dari unsur korporasi, swasta, maupun apabila terdapat keterlibatan oknum pejabat di lingkungan kementerian, PLN, maupun aparat penegak hukum. Tidak boleh ada pihak yang kebal hukum," tegas Tody.<br><br>Menurutnya, penyidikan harus menitikberatkan pada aspek teknis pengadaan batu bara, mulai dari kualitas, volume, proses pengujian, hingga mekanisme penerimaan barang.<br><br>"Harus dipastikan apakah batu bara yang dipasok benar-benar sesuai spesifikasi kontrak. Jika ditemukan ketidaksesuaian kualitas maupun kuantitas yang merugikan negara dan mengganggu operasional PLTU, seluruh pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban hukum," ujarnya.<br><br>FABEM-SM juga menilai penyidikan tidak boleh berhenti pada pelaksana teknis semata, melainkan harus mengungkap pihak-pihak yang diduga menjadi aktor intelektual maupun pihak yang memperoleh keuntungan dari dugaan tindak pidana tersebut.<br><br>Tody menambahkan, sesuai ketentuan Pasal 2 ayat (2) UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, pidana mati dimungkinkan dijatuhkan dalam keadaan tertentu. Ia juga mengutip ketentuan KUHP Nasional Nomor 1 Tahun 2023 mengenai konsep pelaku tindak pidana (dader) sebagaimana diatur dalam Pasal 20 yang mencakup pelaku langsung, pelaku bersama, pelaku tidak langsung, maupun pihak yang menggerakkan terjadinya tindak pidana.<br><br>Sementara itu, Ketua DPW FABEM Sumatera Utara, Rinno Hadinata, S.Sos, meminta Polri juga memberikan kepastian perkembangan penanganan perkara dugaan korupsi proyek Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) di Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM yang sebelumnya telah menetapkan tiga tersangka.<br><br>Menurutnya, transparansi penanganan perkara di sektor energi penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.<br><br>"Publik berhak mengetahui perkembangan perkara-perkara strategis yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas. Penegakan hukum harus konsisten dan akuntabel," katanya.<br><br>Ketua Umum DPP FABEM-SM Zainuddin Arsyad, S.IP menilai penanganan kasus tersebut menjadi salah satu ujian terhadap komitmen pemerintah dalam memperkuat pemberantasan korupsi.<br><br>Ia menegaskan masyarakat sipil, akademisi, dan media memiliki peran penting dalam mengawal proses hukum agar berjalan secara objektif, transparan, serta tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.<br><br>"Yang dipertaruhkan bukan hanya penyelesaian satu perkara, tetapi juga kredibilitas sistem penegakan hukum di Indonesia. Publik menantikan proses yang profesional, terbuka, dan berdasarkan alat bukti, sehingga mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum," ujar Zainuddin.<br><br>FABEM-SM menegaskan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial dengan mengawal penanganan perkara korupsi, khususnya di sektor energi, sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pemberantasan korupsi yang digaungkan pemerintah hingga ke akar-akarnya.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_266_FABEM-SM-dan-Masker-Pragi-Desak-Polri-ndash-Kejagung-Perkuat-Sinergi-Usut-Dugaan-Korupsi-Suplai-Batu-Bara-PLTU-PLN.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66297/fabemsm-dan-masker-pragi-desak-polrindashkejagung-perkuat-sinergi-usut-dugaan-korupsi-suplai-batu-bara-pltu-pln/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ijeck Desak Jalur Kereta Api Medan-Aceh Segera Dituntaskan, Minta Trans-Sumatera Dipercepat</guid>
            <pubDate>Tue, 14 Jul 2026 21:11:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ijeck Desak Jalur Kereta Api Medan-Aceh Segera Dituntaskan, Minta Trans-Sumatera Dipercepat]]></title>
            <description><![CDATA[Ijeck Desak Jalur Kereta Api MedanAceh Segera Dituntaskan, Minta TransSumatera Dipercepat]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Jakarta &ndash; Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck, mendesak pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan RI agar mempercepat penyelesaian pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Medan hingga Aceh sebagai bagian dari jaringan Kereta Api Trans-Sumatera.<br><br>Desakan tersebut disampaikan Ijeck dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI bersama DJKA di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.<br><br>Menurut Ijeck, kereta api merupakan moda transportasi massal yang paling efektif, efisien, aman, ramah lingkungan, serta memiliki ketepatan waktu yang tinggi. Karena itu, ia meminta pemerintah memperkuat anggaran pembangunan sektor perkeretaapian dengan fokus pada perluasan jaringan rel yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.<br><br>"Di negara-negara maju, kereta api menjadi transportasi yang sangat diunggulkan. Bahkan jaringan relnya lebih banyak dibandingkan jalan kendaraan. Contohnya Singapura yang terus mengembangkan angkutan massal berbasis kereta sehingga mampu mengurangi kemacetan dan polusi," ujar Ijeck.<br><br>Politisi Partai Golkar itu juga menyoroti kemunduran jaringan rel kereta api di Sumatera Utara. Padahal, sejak masa kolonial Belanda, wilayah Sumatera Utara hingga Aceh telah memiliki jaringan rel yang jauh lebih luas dibandingkan kondisi saat ini.<br><br>Ia mempertanyakan belum dilanjutkannya pengoperasian jalur kereta Medan&ndash;Aceh Tamiang yang menurutnya secara fisik masih tersedia.<br><br>"Jalur kereta Medan&ndash;Aceh Tamiang sudah ada sejak zaman Belanda. Bahkan saat ini jalurnya masih bisa dikatakan ada sampai Aceh Tamiang. Kami ingin tahu mengapa tidak dilanjutkan. Begitu juga jalur menuju Pangkalan Susu di Kabupaten Langkat, kenapa belum kembali dioperasikan," kata Ijeck.<br><br>Selain itu, anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I tersebut juga mendorong optimalisasi konektivitas menuju kawasan ekonomi strategis. Ia menilai jalur kereta menuju Pelabuhan Kuala Tanjung yang saat ini digunakan untuk angkutan barang perlu dikembangkan agar juga melayani angkutan penumpang.<br><br>"Di Sumatera Utara ada Pelabuhan Kuala Tanjung dan Pelabuhan Belawan. Saat ini pemanfaatannya masih didominasi angkutan barang. Kami berharap ke depan juga tersedia layanan angkutan penumpang sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut," ujarnya.<br><br>Ijeck turut mengapresiasi rencana pembangunan jalur kereta api hingga Kota Pinang. Namun, ia meminta proyek tersebut tidak berhenti di sana, melainkan diteruskan hingga Provinsi Riau guna memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Sumatera.<br><br>"Dalam paparan anggaran tadi saya melihat jalur direncanakan sampai Kota Pinang. Itu sudah baik, tetapi jangan berhenti di sana. Kalau bisa diteruskan hingga Riau agar konektivitas ekonomi lintas provinsi di Pulau Sumatera semakin kuat," pungkasnya.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_6447_Ijeck-Desak-Jalur-Kereta-Api-Medan-Aceh-Segera-Dituntaskan--Minta-Trans-Sumatera-Dipercepat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66296/ijeck-desak-jalur-kereta-api-medanaceh-segera-dituntaskan-minta-transsumatera-dipercepat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">JMSI: Masyarakat Pers Asia Perlu Bangun Narasi yang Otentik</guid>
            <pubDate>Tue, 14 Jul 2026 17:41:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[JMSI: Masyarakat Pers Asia Perlu Bangun Narasi yang Otentik]]></title>
            <description><![CDATA[JMSI Masyarakat Pers Asia Perlu Bangun Narasi yang Otentik]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>KUNMING &mdash; Masyarakat pers di Asia dirasa perlu membangun narasi Asia yang kuat dan otentik di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).<br><br>Demikian antara lain disampaikan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Dr. Teguh Santosa, dalam pertemuan meja bundar media Asia Selatan dan Asia Tenggara yang diselenggarakan All China Journalists Association (ACJA) di Kunming, Yunnan, Selasa, 14 Juli 2026. <br><br>Dalam kegiatan bertema &quot;Bagaimana Membentuk Narasi Asia di Era Kecerdasan Buatan&quot; delegasi Indonesia yang diwakili JMSI terdiri dari Penasihat JMSI Pusat Mursyid Sonsang, Utusan Bidang Luar Negeri Yophiandi Kurniawan, Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan, dan Ketua JMSI Kalimantan Tengah Julius Marulitua Sinaga, serta  pembina Farah.id, Farida Farhah. <br><br>Mengawali sambutannya, Teguh menggarisbawahi hubungan yang mendalam antara Indonesia dan daratan Asia, khususnya dengan wilayah Yunnan. Dia mengatakan, Yunnan memiliki tempat istimewa dalam kesadaran sejarah masyarakat Indonesia.<br><br>Catatan sejarah menunjukkan nenek moyang bangsa Indonesia bermigrasi melalui wilayah selatan Tiongkok, termasuk Yunnan, menuju kepulauan Nusantara. Perjalanan panjang ini meletakkan fondasi awal bagi koneksi budaya dan kemasyarakatan yang kuat, serta membentuk warisan bersama yang masih lestari hingga saat ini.<br><br>Teguh juga mengenang sosok legendaris Laksamana Cheng Ho dari era Dinasti Ming di abad ke-15, yang juga berasal dari provinsi Yunnan. Bagi Indonesia, Cheng Ho bukan sekadar penjelajah, melainkan simbol persahabatan, diplomasi, dan jembatan antarkebudayaan yang membuktikan bahwa hubungan kedua bangsa telah terjalin selama berabad-abad melalui perdamaian dan perdagangan.<br><br>Dalam sesi tersebut, Teguh membagikan bukti ilmiah mengenai jejak leluhur keluarganya yang dia peroleh melalui serangkaian tes DNA. Hasil tes tersebut menunjukkan bahwa garis keturunan paternal dan maternalnya memiliki akar migrasi yang sangat panjang, sekitar 180 ribu sampai 275 ribu tahun, dari wilayah timur Afrika yang melintasi Asia hingga sampai ke Nusantara.<br><br>Dalam bagian berikutnya, Teguh mengatakan, inisiatif ACJA menyelenggarakan pertemuan di jantung provinsi Yunnan ini merupakan bukti komitmen nyata untuk memperkuat solidaritas media, baik di tingkat domestik maupun kawasan.<br><br>&quot;Kehadiran pemimpin media dan organisasi media dari Asia Selatan dan Asia Tenggara dalam forum ini mencerminkan semangat kolektif untuk terus memupuk dialog, kerja sama, dan pemahaman bersama demi masa depan Asia yang stabil dan inklusif,&quot; ujarnya.<br><br>Karena itu Teguh menambahkan, pertemuan ini adalah momentum krusial bagi industri media dalam menghadapi tantangan transformasi teknologi yang tengah mengubah lanskap ekosistem informasi global secara radikal.<br><br>Ia mengingatkan, meskipun menyediakan perangkat analisis data yang canggih, teknologi AI ini juga berisiko mengaburkan perspektif regional yang unik akibat algoritma yang kerap diprogram dengan standar yang berpusat pada nilai-nilai tertentu. Oleh karena itu, ia menyerukan agar narasi Asia harus dikurasi secara proaktif.<br><br>Teguh menekankan urgensi untuk menyematkan etika AI, nuansa nilai-nilai budaya lokal, serta realitas pembangunan regional ke dalam sistem digital yang membentuk persepsi publik. Dengan cara ini, Asia dapat memastikan bahwa teknologi tidak mengikis identitas unik kawasan dalam arus informasi global.<br><br>Lebih lanjut, ia menegaskan peran media sebagai jembatan narasi positif di tengah disrupsi informasi saat ini. Dengan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab, ia meyakini bahwa kearifan masa lalu yang diwakili oleh semangat persaudaraan Laksamana Cheng Ho tetap akan relevan dalam era algoritma.<br><br>Prioritas Kolaborasi<br><br>Teguh menyoroti beberapa isu fundamental yang harus menjadi prioritas dalam kolaborasi media, yakni pembangunan nasional dan regional, kemitraan masyarakat sipil, keberlanjutan lingkungan dan ekonomi hijau, serta stabilitas kawasan.<br><br>&quot;Perdamaian bukan kondisi yang terjadi dengan sendirinya, melainkan harus dicapai melalui dialog terbuka. Media memiliki kekuatan besar untuk meredam potensi konflik dan mengedepankan narasi perdamaian yang menyejukkan,&quot; tambahnya.<br><br>Karena di era AI pers harus menjadi garda terdepan sebagai penjaga kebenaran, Teguh  mengajak masyarakat pers Asia memanfaatkan teknologi guna memerangi penyebaran disinformasi dan ujaran kebencian.<br><br>Teguh menegaskan bahwa masa depan digital Asia harus dibangun di atas fondasi transparansi, integritas, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan bersama bangsa Asia. Kemitraan media lintas batas adalah solusi terbaik untuk merespons tantangan zaman. Ia mengajak seluruh peserta forum di Kunming untuk saling bertukar gagasan dan memperkuat jaringan profesional.<br><br>Langkah ini penting dilakukan agar saat merangkul kecerdasan buatan, masyarakat pers melakukannya dengan syarat dan ketentuannya sendiri. Hal ini bertujuan memperkuat identitas regional kita dan tidak membiarkannya hilang tergerus oleh mesin.<br><br>Teguh berharap hasil pertemuan di Kunming akan menjadi langkah konkret bagi perkembangan media di kawasan Asia. Harapannya, lahir rekomendasi yang mampu membawa perubahan nyata bagi ekosistem media yang lebih sehat di masa depan. <br><br>Dengan semangat kebersamaan yang terjalin di Kunming, ia optimis bahwa kolaborasi ini akan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat di seluruh penjuru Asia dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks. []]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_9914_JMSI--Masyarakat-Pers-Asia-Perlu-Bangun-Narasi-yang-Otentik.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66295/jmsi-masyarakat-pers-asia-perlu-bangun-narasi-yang-otentik/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dukung Kolaborasi JMSI-Dunia Usaha, Fritto Chicken Siapkan Voucher Gratis di Family Gathering</guid>
            <pubDate>Tue, 14 Jul 2026 17:08:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dukung Kolaborasi JMSI-Dunia Usaha, Fritto Chicken Siapkan Voucher Gratis di Family Gathering]]></title>
            <description><![CDATA[Dukung Kolaborasi JMSIDunia Usaha, Fritto Chicken Siapkan Voucher Gratis di Family Gathering]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>MEDAN &ndash; Fritto Chicken mendukung pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Family Gathering, dan Pelantikan Pengurus Cabang JMSI Kabupaten Serdang Bedagai/Tebing Tinggi dengan menyiapkan voucher makan gratis bagi pemenang kuis dan game yang digelar pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Pantai Romantis, Perbaungan.<br><br>Voucher tersebut diserahkan Direktur Utama Fritto Chicken, Riza Usti Siregar, kepada Ketua JMSI Sumatera Utara sekaligus CEO Sumut24 Group, Rianto, SH., MH., di Kantor Fritto Chicken, Jalan Amal Luhur, Medan, Selasa (14/7/2026).<br><br>Riza mengatakan, dukungan tersebut merupakan bentuk apresiasi Fritto Chicken terhadap peran JMSI sebagai organisasi perusahaan media siber yang terus membangun ekosistem pers yang profesional.<br><br>"Kami berharap voucher ini dapat menambah semarak Rakerda dan Family Gathering JMSI Sumut sekaligus mempererat hubungan positif antara insan pers dan pelaku usaha," ujarnya.<br>Sementara itu, Rianto mengapresiasi dukungan Fritto Chicken yang dinilai sejalan dengan tema Rakerda JMSI Sumut 2026, "Kolaborasi JMSI dengan Dunia Usaha."<br>Menurutnya, sinergi media dan dunia usaha penting untuk mendukung penyebaran informasi berkualitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.<br><br>Rakerda JMSI Sumut 2026 juga akan dirangkai dengan Family Gathering dan pelantikan Pengurus Cabang JMSI Kabupaten Serdang Bedagai/Tebing Tinggi sebagai bagian dari penguatan organisasi di Sumatera Utara. (red)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_9432_Dukung-Kolaborasi-JMSI-Dunia-Usaha--Fritto-Chicken-Siapkan-Voucher-Gratis-di-Family-Gathering.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66294/dukung-kolaborasi-jmsidunia-usaha-fritto-chicken-siapkan-voucher-gratis-di-family-gathering/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Penyerahan Paket Goddie Bag dari PT Kalbe Nutritionals Cabang Medan dari Business Representative pada JMSI Sumut</guid>
            <pubDate>Tue, 14 Jul 2026 12:05:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Penyerahan Paket Goddie Bag dari PT Kalbe Nutritionals Cabang Medan dari Business Representative pada JMSI Sumut]]></title>
            <description><![CDATA[Penyerahan Paket Goddie Bag dari PT Kalbe Nutritionals Cabang Medan dari Business Representative pada JMSI Sumut]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>MEDAN | PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/kalbe/" target="_blank">Kalbe</a> Nutritionals (PT Sanghiang Perkasa) Cabang Medan menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Family Gathering, dan Pelantikan Pengurus Cabang Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Serdang Bedagai dan Kota Tebing Tinggi yang akan digelar di Pantai Romantis, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Sabtu, 18 Juli 2026.<br><br>Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemberian berbagai souvenir sebagai hadiah untuk peserta Family Gathering, sekaligus menghadirkan layanan kesehatan gratis yang dapat dinikmati seluruh peserta kegiatan<br><br>Business Representative PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/kalbe/" target="_blank">Kalbe</a> Nutritionals Cabang Medan, Frengky, saat menerima kunjungan panitia di Kantor PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/kalbe/" target="_blank">Kalbe</a> Nutritionals (PT Sanghiang Perkasa) Cabang Medan, Komplek Pergudangan Skydex, Jalan Medan&ndash;Tanjung Morawa Km 9,5, Selasa (14/7/2026), menyampaikan bahwa perusahaan akan berpartisipasi dengan menghadirkan sejumlah program kesehatan dan produk nutrisi.<br><br>Adapun bentuk partisipasi yang diberikan meliputi pemeriksaan massa otot, pemeriksaan kadar gula darah secara gratis, pembagian goodie bag sebagai hadiah kuis dan permainan (games), serta pembagian minuman nutrisi Entrasol kepada seluruh peserta.<br><br>"Melalui kegiatan ini, kami ingin berkontribusi dalam mendukung acara JMSI sekaligus mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Kami juga berharap kolaborasi dengan JMSI dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan ke depan," ujar Frengky.<br><br>Ia menambahkan, PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/kalbe/" target="_blank">Kalbe</a> Nutritionals berkomitmen membangun kerja sama yang berkelanjutan dengan JMSI Sumatera Utara, termasuk media-media yang berada di bawah naungannya. Menurutnya, media memiliki peran strategis sebagai mitra dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi mengenai pentingnya produk nutrisi serta gaya hidup sehat kepada masyarakat.<br><br><br><br>PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/kalbe/" target="_blank">Kalbe</a> Nutritionals (PT Sanghiang Perkasa) merupakan anak perusahaan PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/kalbe/" target="_blank">Kalbe</a> Farma Tbk yang bergerak di bidang nutrisi. Perusahaan ini memproduksi berbagai makanan dan minuman kesehatan, mulai dari susu, suplemen, hingga minuman fungsional yang ditujukan bagi berbagai kelompok usia.<br><br>Sementara itu Wakil Pemimpin Redaksi Medan24news.com, Syafaruddin Sikumbang bersama Syahdan mewakili panitia, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang diberikan PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/kalbe/" target="_blank">Kalbe</a> Nutritionals terhadap suksesnya penyelenggaraan Rakerda JMSI Sumut.<br><br>Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam kegiatan organisasi pers merupakan wujud nyata sinergi yang saling menguatkan antara media dan sektor bisnis.<br><br>"Partisipasi PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/kalbe/" target="_blank">Kalbe</a> Nutritionals menjadi bentuk dukungan yang sangat berarti bagi suksesnya Rakerda dan Family Gathering JMSI Sumut. Hal ini sejalan dengan tema kegiatan, yakni &#039;Kolaborasi JMSI dengan Dunia Usaha&#039;, yang diharapkan dapat melahirkan kemitraan produktif dan berkelanjutan," ungkap Syafaruddin.<br><br>Pertemuan tersebut ditutup dengan prosesi penyerahan secara simbolis goodie bag dari PT <a href="https://www.halomedan.com/tag/kalbe/" target="_blank">Kalbe</a> Nutritionals kepada panitia sebagai hadiah bagi peserta Family Gathering JMSI Sumut, sekaligus sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen membangun sinergi antara dunia usaha dan insan pers di Sumatera Utara.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_3932_Penyerahan-Paket-Goddie-Bag-dari-PT-Kalbe-Nutritionals-Cabang-Medan-dari-Business-Representative-pada-JMSI-Sumut.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66293/penyerahan-paket-goddie-bag-dari-pt-kalbe-nutritionals-cabang-medan-dari-business-representative-pada-jmsi-sumut/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kornas JAM PMII: Muktamar NU Harus Bersih dari Transaksi Politik dan Kepentingan Pemain</guid>
            <pubDate>Tue, 14 Jul 2026 10:55:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kornas JAM PMII: Muktamar NU Harus Bersih dari Transaksi Politik dan Kepentingan Pemain]]></title>
            <description><![CDATA[Kornas JAM PMII Muktamar NU Harus Bersih dari Transaksi Politik dan Kepentingan Pemain]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan &ndash; Koordinator Nasional Jaringan Aktivis Mahasiswa (JAM) PMII, Hasan Basyri Simanjuntak, menyerukan agar pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) berlangsung bersih, bermartabat, dan terbebas dari praktik politik transaksional yang berpotensi mencederai marwah organisasi.<br><br>Dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026), Hasan menegaskan bahwa Muktamar NU merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap perjalanan organisasi dalam mengabdi kepada umat, bangsa, dan agama. Karena itu, menurutnya, forum tertinggi NU harus mampu melahirkan pemimpin yang religius, bermoral, dan berintegritas.<br><br>"Kami meminta seluruh elemen menjaga hal-hal yang dapat merusak nilai-nilai di tubuh Nahdlatul Ulama. Silakan membangun komunikasi dan menjalin silaturahmi dengan PCNU, tetapi harus mengedepankan akhlak yang baik," ujarnya.<br><br>Hasan mengaku mencermati adanya sejumlah kader NU di Sumatera Utara yang aktif melakukan konsolidasi menjelang Muktamar. Ia menyebut nama Hasan Basri Sagala, Jarul Lubis, dan Mulia Banurea agar tetap menjaga integritas serta moralitas dalam menjalankan aktivitas politik organisasi.<br><br>Menurutnya, upaya memenangkan calon tertentu tidak boleh dilakukan dengan cara memberikan iming-iming, janji politik, maupun praktik transaksi politik yang dapat mencoreng nama baik NU.<br><br>"Kami mengingatkan agar jangan sampai ambisi memenangkan calon menghalalkan segala cara. Politik transaksional hanya akan merusak persatuan dan marwah Nahdlatul Ulama," tegasnya.<br><br>Hasan juga menyinggung salah satu figur yang disebut akan melakukan konsolidasi di Sumatera Utara, yakni KH Zulfa Mustofa. Menurutnya, figur tersebut sebelumnya pernah maju dalam kontestasi kepemimpinan PBNU.<br><br>Ia berharap dinamika menjelang Muktamar tidak memunculkan kembali konflik internal yang berpotensi memecah belah organisasi.<br><br>"Semangat Muktamar harus diarahkan untuk mengembalikan citra NU di tengah masyarakat, bukan justru membuka ruang konflik baru di internal organisasi," katanya.<br><br>Hasan menambahkan, seluruh kader NU di berbagai daerah diharapkan tetap mengedepankan ukhuwah, etika, dan nilai-nilai keulamaan sehingga Muktamar benar-benar menjadi ajang demokrasi organisasi yang sehat dan bermartabat.<br><br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_701_Kornas-JAM-PMII--Muktamar-NU-Harus-Bersih-dari-Transaksi-Politik-dan-Kepentingan-Pemain.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66292/kornas-jam-pmii-muktamar-nu-harus-bersih-dari-transaksi-politik-dan-kepentingan-pemain/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Jangan Reduksi Hutan, Hanya Menjadi Komoditas Karbon</guid>
            <pubDate>Tue, 14 Jul 2026 10:49:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Jangan Reduksi Hutan, Hanya Menjadi Komoditas Karbon]]></title>
            <description><![CDATA[Jangan Reduksi Hutan, Hanya Menjadi Komoditas Karbon]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Oleh Abdullah Rasyid<br>Mahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN dan Pendiri GREAT Institute<br><br>Peluncuran Indonesia Forestry Carbon Hub (IFCH) pada Senin, 6 Juli 2026, yang kemudian diperkuat dengan peluncuran Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) pada Kamis, 9 Juli 2026, patut diapresiasi sebagai langkah penting membangun ekonomi karbon Indonesia yang lebih tertib, transparan, terintegrasi, dan berdaulat. Pemerintah mulai menyambungkan proyek penurunan emisi, penerbitan unit karbon, registrasi nasional, hingga perdagangan. Pada tahap awal, proyek yang memperoleh persetujuan mencakup sekitar 225.000 hektare dengan potensi penurunan emisi sekitar 30 juta ton CO₂ ekuivalen, estimasi nilai transaksi Rp5 triliun, dan potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak sekitar Rp500 miliar.<br><br>Momentum tersebut hadir ketika ekonomi karbon global berkembang semakin cepat. Laporan Bank Dunia 2026 mencatat 87 kebijakan harga karbon telah mencakup lebih dari 29 persen emisi gas rumah kaca dunia dan menghasilkan lebih dari US$107 miliar bagi anggaran publik sepanjang 2025. Harga karbon rata-rata global juga mendekati US$21 per ton CO₂ ekuivalen. Karbon kini bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan telah menjadi instrumen ekonomi, fiskal, investasi, perdagangan, daya saing industri, dan diplomasi internasional.<br><br>Namun, justru ketika nilai ekonomi karbon semakin besar, satu pertanyaan mendasar perlu diajukan: apakah pasar karbon sedang dibangun untuk memperkuat kebijakan lingkungan hidup, atau kebijakan lingkungan hidup perlahan direduksi menjadi kebijakan perdagangan karbon?<br><br>Pertanyaan tersebut penting karena karbon hanyalah salah satu fungsi ekologis hutan. <a href="https://www.halomedan.com/tag/hutan/" target="_blank">Hutan</a> bukan semata-mata ruang penyimpanan karbon. <a href="https://www.halomedan.com/tag/hutan/" target="_blank">Hutan</a> merupakan habitat keanekaragaman hayati, pengatur tata air, pelindung tanah, sumber pangan dan penghidupan, penyangga iklim lokal, pelindung dari bencana, ruang hidup masyarakat adat, serta bagian dari identitas sosial dan budaya.<br><br>Karena itu, nilai hutan tidak boleh berhenti pada berapa ton karbon yang dapat diterbitkan, berapa harga kredit karbon yang dapat diperdagangkan, dan berapa besar penerimaan yang dapat diperoleh negara.<br><br>UU Nomor 32 Tahun 2009 menempatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagai hak setiap warga negara serta menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus dilaksanakan berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. PP Nomor 26 Tahun 2025 juga menempatkan inventarisasi lingkungan, penetapan ekoregion, daya dukung dan daya tampung lingkungan, serta Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagai fondasi perencanaan.<br><br>Logikanya jelas: pembangunan harus mengikuti kemampuan ekosistem, bukan ekosistem dipaksa mengikuti kepentingan pasar.<br><br>Di sinilah risiko pertama muncul, yaitu reduksi ekologi menjadi angka karbon. Keberhasilan proyek karbon tidak cukup hanya diukur melalui jumlah ton CO₂ ekuivalen, nilai transaksi, dan penerimaan negara. Ketiga indikator tersebut memang penting, tetapi belum menggambarkan keseluruhan kualitas lingkungan.<br><br>Suatu kawasan dapat memiliki cadangan karbon tinggi, tetapi pada saat yang sama mengalami penurunan biodiversitas, kerusakan tata air, konflik tenurial, kebakaran berulang, atau ketimpangan penguasaan lahan. Karena itu, proyek karbon harus dinilai pula berdasarkan peningkatan kualitas tutupan hutan, perlindungan keanekaragaman hayati, kesehatan gambut dan daerah aliran sungai, pemulihan lahan kritis, penurunan risiko kebakaran, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta berkurangnya konflik agraria.<br><br>Pertanyaannya bukan hanya, &quot;Berapa juta ton karbon berhasil dijual?&quot;<br><br>Pertanyaannya harus diperluas menjadi, &quot;Apakah ekosistem semakin sehat dan masyarakat penjaga hutan semakin sejahtera?&quot;<br><br>Risiko kedua adalah ketika kredit karbon berubah menjadi &quot;izin untuk tetap mencemari&quot;. Perusahaan beremisi tinggi jangan diberi jalan mudah membeli kredit karbon sambil menunda perubahan teknologi dan mempertahankan pola produksi tinggi karbon.<br><br>Urutan kebijakan harus tegas: menghindari emisi, mengurangi emisi, mengganti teknologi, meningkatkan efisiensi, kemudian menggunakan mekanisme pengimbangan atau offset hanya untuk emisi residual yang benar-benar sulit dihilangkan.<br><br>PP Nomor 46 Tahun 2017 memang menyediakan kerangka instrumen ekonomi lingkungan hidup. Namun, instrumen ekonomi harus digunakan untuk mengubah perilaku pencemar, mendorong efisiensi, dan menginternalisasi biaya kerusakan lingkungan. Jangan sampai pencemaran justru berubah menjadi aktivitas yang seolah-olah dapat terus dilakukan selama pelakunya mampu membeli kredit karbon.<br><br>Prinsipnya harus jelas: kredit karbon bukan lisensi untuk mencemari, melainkan instrumen transisi menuju ekonomi rendah karbon.<br><br>Risiko berikutnya adalah ketika arsitektur pasar bergerak lebih cepat daripada arsitektur lingkungan. SRUK merupakan kemajuan penting karena diarahkan menjadi satu sumber data nasional bagi setiap unit karbon, memperkuat ketertelusuran, dan mencegah penghitungan ganda. Sistem ini dirancang mencakup enam sektor, yaitu energi, limbah, proses industri, pertanian, kehutanan, serta kelautan dan perikanan.<br><br>Namun, kesiapan regulasi sektoral masih belum seragam. Sektor kehutanan telah bergerak melalui Permenhut Nomor 6 Tahun 2026, sementara sejumlah sektor lain masih menyiapkan regulasi operasional.<br><br>Kondisi tersebut berpotensi melahirkan fragmentasi data, perbedaan metodologi, tumpang tindih kewenangan, ego sektoral, serta kompetisi antarsektor dalam menerbitkan unit karbon.<br><br>Karena itu, gagasan pembentukan Badan Karbon Nasional atau Otorita Karbon Indonesia semakin relevan. Namun, badan tersebut jangan dibentuk sebagai lembaga perdagangan baru yang mengambil alih seluruh kewenangan kementerian dan lembaga.<br><br>Badan Karbon Nasional harus berfungsi sebagai orkestrator di bawah Presiden: menyatukan arah dan target lintas sektor, menjaga kedaulatan data karbon, mengintegrasikan SRUK, IDXCarbon, BPDLH, kementerian teknis, pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat, serta memastikan bahwa transaksi karbon tidak mengorbankan kepentingan pencapaian target iklim nasional.<br><br>Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH harus tetap menjadi penjaga integritas ekologis, pengelola akuntansi emisi nasional, pengawas standar pengukuran, pelaporan, dan verifikasi atau MRV, serta pengelola SRUK. Kementerian sektoral mengembangkan proyek dan standar teknis. OJK dan IDXCarbon menjaga integritas pasar serta transparansi transaksi. Kementerian Keuangan dan BPDLH mengembangkan pembiayaan, insentif fiskal, dan pengelolaan penerimaan. Sementara pemerintah daerah dan masyarakat harus menjadi pelaku utama perlindungan ekosistem serta penerima manfaat di tingkat tapak.<br><br>Namun, registri yang rapi belum otomatis menjamin ekologi yang benar.<br><br>Teknologi digital dapat memastikan suatu unit karbon tercatat, berpindah tangan, dan tidak diperdagangkan dua kali. Akan tetapi, teknologi tidak otomatis membuktikan bahwa pohon benar-benar tumbuh, hutan tetap berdiri, gambut tetap basah, kebakaran tidak terjadi, atau penurunan emisi sungguh-sungguh bersifat tambahan.<br><br>Karena itu, integritas administrasi harus disertai integritas ekologis melalui pengukuran lapangan, pemantauan satelit, audit independen, keterbukaan metodologi, verifikasi berkala, transparansi data proyek, mekanisme pengaduan publik, serta sistem sanksi terhadap manipulasi data.<br><br>Persoalan baseline, additionality, leakage, dan permanence juga tidak boleh dipandang sebagai isu teknis semata. Baseline yang terlalu tinggi dapat menghasilkan kredit berlebihan. Kegiatan yang sebenarnya sudah diwajibkan oleh regulasi jangan diberi kredit seolah-olah merupakan penurunan emisi tambahan. Perlindungan hutan di satu wilayah jangan hanya memindahkan deforestasi ke wilayah lain. Sementara risiko kebakaran dan degradasi setelah kredit dijual harus diantisipasi melalui cadangan atau buffer karbon serta tanggung jawab hukum jangka panjang.<br><br>Keadilan bagi masyarakat juga harus menjadi syarat utama. Perdagangan karbon kehutanan berlangsung pada kawasan yang dalam banyak kasus telah lama dihuni, dijaga, dan dikelola oleh masyarakat lokal serta masyarakat adat.<br><br>Karena itu, setiap proyek perlu memiliki pemetaan hak dan konflik tenurial, persetujuan atas dasar informasi awal tanpa paksaan atau PADIATAPA, kontrak yang mudah dipahami, formula pembagian manfaat yang terbuka, keterwakilan masyarakat dalam pengambilan keputusan, serta mekanisme pengaduan yang efektif.<br><br>Jangan sampai masyarakat menjadi penjaga hutan, perusahaan menjadi pemilik proyek, konsultan memperoleh biaya pengembangan, lembaga sertifikasi memperoleh jasa verifikasi, investor memperoleh kredit karbon, tetapi masyarakat hanya menerima bagian paling kecil.<br><br>Hal yang sama berlaku terhadap PNBP karbon. Potensi Rp500 miliar dari proyek tahap awal seharusnya tidak sekadar masuk sebagai penerimaan fiskal biasa. Sebagian penerimaan perlu dikembalikan secara terukur untuk rehabilitasi hutan dan lahan, perlindungan gambut, konservasi biodiversitas, pencegahan kebakaran, penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan teknologi MRV, serta dana mitigasi risiko ekologis.<br><br>Prinsipnya sederhana: pendapatan dari aset lingkungan harus digunakan kembali untuk memperkuat aset lingkungan.<br><br>Indonesia juga tidak boleh mengulangi pola lama: memiliki sumber daya, tetapi pihak lain menentukan standar, membentuk harga, menyediakan pembiayaan, dan menikmati nilai tambah terbesar.<br><br>Kredit karbon adalah aset strategis karena berkaitan dengan pencapaian NDC Indonesia, daya saing industri, perdagangan internasional, investasi hijau, dan posisi diplomasi negara. Karena itu, diperlukan prinsip domestic-first, cadangan karbon nasional, pengaturan kredit yang dapat diperdagangkan ke luar negeri, mekanisme penyesuaian akuntansi internasional yang jelas, serta strategi peningkatan nilai tambah.<br><br>Jangan sampai kredit berkualitas tinggi dijual murah hari ini, sementara Indonesia kehilangan ruang mitigasi yang dibutuhkan untuk mencapai target iklim nasional pada masa depan.<br><br>Pada akhirnya, Indonesia Forestry Carbon Hub dan SRUK harus ditempatkan dalam kerangka Environmental Asset Economy, bukan semata-mata carbon commodity economy. Karbon bukan satu-satunya nilai alam, melainkan bagian dari aset lingkungan yang lebih luas: hutan, air, tanah, biodiversitas, mangrove, gambut, udara bersih, dan ekosistem laut.<br><br>Pasar karbon boleh berkembang cepat, tetapi harus tetap tunduk pada tujuan ekologis, keadilan sosial, dan kepentingan nasional.<br><br>Paradigma yang harus dibangun bukan &quot;hutan sebagai komoditas karbon&quot;, melainkan:<br><br>&quot;Karbon sebagai instrumen pembiayaan untuk menjaga hutan, memulihkan lingkungan, menyejahterakan masyarakat, dan memperkuat kedaulatan ekologis Indonesia.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_555_Jangan-Reduksi-Hutan--Hanya-Menjadi-Komoditas-Karbon.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66291/jangan-reduksi-hutan-hanya-menjadi-komoditas-karbon/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Gema Santri Nusa Apresiasi Silaturrahim Kapolri, Panglima TNI, dan Jaksa Agung: Perkuat Sinergi dan Kepercayaan Publik</guid>
            <pubDate>Tue, 14 Jul 2026 10:45:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Gema Santri Nusa Apresiasi Silaturrahim Kapolri, Panglima TNI, dan Jaksa Agung: Perkuat Sinergi dan Kepercayaan Publik]]></title>
            <description><![CDATA[Gema Santri Nusa Apresiasi Silaturrahim Kapolri, Panglima TNI, dan Jaksa Agung Perkuat Sinergi dan Kepercayaan Publik]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br>Medan - Ketua Umum Gema <a href="https://www.halomedan.com/tag/santri/" target="_blank">Santri</a> Nusa, KH. Akhmad Khambali,SE,MM, mengapresiasi pertemuan dan silaturrahim yang dilakukan Kapolri, Panglima TNI, dan Jaksa Agung.<br><br>Menurutnya, komunikasi yang terjalin di antara pimpinan lembaga negara tersebut merupakan sinyal positif bagi penguatan sinergi antarlembaga sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.<br><br>Kyai Khambali, yang juga Pengasuh Majlis Sholawat Akhsa Nusantara, mengatakan komunikasi antarpimpinan negara menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas nasional, terlebih di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap berbagai isu penegakan hukum.<br><br>&quot;Momentum ini patut diapresiasi sebagai bentuk kedewasaan para pimpinan lembaga negara dalam menjaga komunikasi dan memperkuat sinergi. Dalam negara demokrasi, perbedaan kewenangan bukan alasan untuk membangun jarak, melainkan dasar untuk memperkuat koordinasi demi kepentingan bangsa dan negara,&quot; ujarnya kepada media, Selasa (14/7/2026).<br><br>Menurutnya, komunikasi yang terjalin di antara pimpinan lembaga negara tersebut merupakan sinyal positif bagi penguatan sinergi antarlembaga sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.<br><br>Kyai Khambali, yang juga Pengurus Komisi Dakwah MUI Pusat, mengatakan komunikasi antarpimpinan negara menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas nasional, terlebih di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap berbagai isu penegakan hukum.<br><br>&quot;Momentum ini patut diapresiasi sebagai bentuk kedewasaan para pimpinan lembaga negara dalam menjaga komunikasi dan memperkuat sinergi. Dalam negara demokrasi, perbedaan kewenangan bukan alasan untuk membangun jarak, melainkan dasar untuk memperkuat koordinasi demi kepentingan bangsa dan negara,&quot; ujarnya kepada media, Selasa (14/7/2026).<br><br>Menurut Kyai Khambali, masyarakat mengharapkan hubungan kerja yang harmonis antara Polri, TNI, dan Kejaksaan sehingga masing-masing institusi dapat menjalankan mandat konstitusionalnya secara optimal.<br><br>&quot;Publik tentu menginginkan hubungan kerja yang harmonis antara Polri, TNI, dan Kejaksaan. Harmoni tersebut penting agar seluruh institusi dapat menjalankan tugas konstitusionalnya secara efektif dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan melindungi kepentingan masyarakat,&quot; katanya.<br><br>Meski demikian, ia mengingatkan bahwa sinergi antarlembaga harus tetap dibangun dengan menjunjung tinggi prinsip saling menghormati kewenangan masing-masing sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.<br><br>&quot;Koordinasi bukan berarti mencampuri kewenangan lembaga lain. Justru komunikasi yang sehat adalah komunikasi yang saling menghormati fungsi, tugas, dan kewenangan masing-masing. Di situlah prinsip negara hukum bekerja secara baik,&quot; tegasnya.<br><br>Kyai Khambali menilai Polri harus tetap diberi ruang untuk menjalankan fungsi penyelidikan dan penyidikan secara profesional, independen, dan berdasarkan alat bukti.<br>Sementara itu, Kejaksaan menjalankan fungsi penuntutan secara objektif sesuai ketentuan hukum, sedangkan TNI tetap fokus pada tugas pokok pertahanan negara.<br><br>&quot;Ketika setiap institusi menjalankan mandatnya secara profesional tanpa saling mengintervensi, maka sistem penegakan hukum akan semakin kuat dan dipercaya masyarakat,&quot; ujarnya.<br><br>Ia juga menilai dinamika yang berkembang di ruang publik dalam beberapa waktu terakhir seharusnya menjadi pelajaran bersama agar setiap perbedaan persepsi dapat diselesaikan melalui mekanisme kelembagaan dan komunikasi yang konstruktif.<br><br>&quot;Perbedaan pandangan adalah sesuatu yang wajar dalam organisasi negara yang besar. Namun, yang jauh lebih penting adalah bagaimana para pemimpin mampu menunjukkan keteladanan dengan mengedepankan dialog, komunikasi, dan semangat kebersamaan. Sikap seperti inilah yang memberikan rasa tenang kepada masyarakat,&quot; katanya.<br><br>Kyai Khambali berharap silaturahmi antarpimpinan institusi negara tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi komitmen jangka panjang dalam memperkuat tata kelola pemerintahan serta penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, dan menghormati supremasi hukum.<br><br>&quot;Kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui pernyataan ataupun simbol-simbol kebersamaan, tetapi melalui konsistensi tindakan. Sinergi yang dibangun hari ini harus diterjemahkan dalam pelayanan kepada masyarakat, penegakan hukum yang berkeadilan, serta penghormatan terhadap supremasi hukum,&quot; tuturny.<br><br>&quot;Ketika komunikasi berjalan baik dan setiap lembaga saling menghormati kewenangannya, maka yang diperkuat bukan hanya hubungan antarinstitusi, melainkan juga wibawa negara hukum dan kepercayaan masyarakat kepada negara,&quot; tutupnya.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_1467_Gema-Santri-Nusa-Apresiasi-Silaturrahim-Kapolri--Panglima-TNI--dan-Jaksa-Agung--Perkuat-Sinergi-dan-Kepercayaan-Publik.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66290/gema-santri-nusa-apresiasi-silaturrahim-kapolri-panglima-tni-dan-jaksa-agung-perkuat-sinergi-dan-kepercayaan-publik/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Amangkurat III Setono Gedong Kediri</guid>
            <pubDate>Tue, 14 Jul 2026 07:54:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Amangkurat III Setono Gedong Kediri]]></title>
            <description><![CDATA[Halomedan.com  Amangkurat III Setono Gedong KediriPada hari Senin Legi, 13 Juli 2026 dilakukan kunjungan di Pajimatan Setono Gedong Kediri.]]></description>
            <content><![CDATA[Halomedan.com | <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> III Setono Gedong Kediri<br><br>Pada hari Senin Legi, 13 Juli 2026 dilakukan kunjungan di Pajimatan Setono Gedong Kediri. Pisowanan untuk memuliakan Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> III. Raja Mataram Kartasura ini keturunan langsung Prabu Jayabaya. <br><br>Raja <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> III memang sakti mandraguna. Suka menjalankan lara lapa tapa brata. Meditasi di tempat sepi. Kerap mahas ing madyane wana gung liwang luwung. <br><br>Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Mas Kediri<br><br>Raja Mataram Kartasura bernama Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Mas. Memerintah tahun 1703 - 1708. Narenndra gung binathara mbahu dhendha nyakrawati. Raja bijak bestari, berbudi luhur, murah ramah, welas asih. Seluruh rakyat merasa mendapat pengayoman. <br><br>Ibunda Sri Susuhunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Mas atau <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> III bernama Ratu Mas Candra Kirana. Putri Tumenggung Purbonagoro Bupati Kediri. Garwa prameswari Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Amral atau <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> II yang memerintah Mataram Kartasura tahun 1677 - 1703. Ratu Mas Candra Kirana masih keturunan Prabu Jayabaya, narendra waskitha ngerti sakdurunge winarah. <br><br>Pernikahan <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Mas dengan Ratu Kencana Lembah atau Ratu Banyumanik lahir Kanjeng Ratu Bangsri. Setelah dewasa Ratu Bangsri menikah dengan Pangeran Purbaya Bupati Lamongan. Lahir Ratu Mas Lamong. Nanti menjadi garwa prameswari Sunan Paku Buwana II, raja Mataram tahun 1726 - 1749. Tanggal 20 Pebruari 1745 boyong kedhaton. Dari Kartasura ke Surakarta. <br><br>Trah Jenggala Daha Majapahit Singasari dan Kahuripan bertemu pada diri Sri Susuhunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Mas. Pajimatan Setono Gedong Kediri pepundhen Karaton Surakarta Hadiningrat. Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> III berjasa besar pada bangsa dan negara. Cita cita besar digambarkan dalam kitab babad.<br><br>warta bangun bangsa<br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Mas III Kediri<br>Mei 25, 2026<br> <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Mas III Kediri<br><br><br><br><br>1.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Sunan Mas Kediri, <br><br>Narendra Mataram Kartasura, <br><br>Sepi pamrih rame gawe, <br><br>Santun guyub rukun, <br><br>Welas asih kawula dasih, <br><br>Miraga tur micara, <br><br>Mirasa misuwur, <br><br>Muna muni solah bawa, <br><br>Merak ati karya sengseme sesami, <br><br>Tata krama prasaja. <br><br><br><br>2.<br><br>Pangkur<br><br><br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Mas kaloka, <br><br>Asal usul saking kraton Kediri, <br><br>Daha Jenggala leluhur, <br><br>Majapahit Koripan,<br><br>Medhang Arum Demak Pajang sadarum, <br><br>Cirebon Banten Pasundan, <br><br>Tedhak turun Singasari. <br><br><br><br>3.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Leluhur Mangkurat Kediri, <br><br>Hayamwuruk Brawijaya, <br><br>Majapahit kedhatone,<br><br>Tohjoyo Kertanegara, <br><br>Singosari kalokengrat, <br><br>Raja Darmawangsa Teguh, <br><br>Airlangga Kahuripan.<br><br><br><br>4.<br><br>Megatruh<br><br><br><br>Wulang wuruk dadi dhasar tindak tanduk, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Mas Kediri, <br><br>Empu Sedah lan Panuluh,<br><br>Kameswara Raden Panji, <br><br>Jangka Jayabaya maos. <br><br><br><br>5.<br><br>Durma<br><br><br><br>Empu Kanwa yasa Arjuna Wiwaha,<br><br>Empu Tantular nganggit,<br><br>Kitab Sutasoma, <br><br>Negara Kertagama,<br><br>Prapanca Empu Majapahit, <br><br>Ujar kawedhar, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Kediri. <br><br><br><br>6.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Wali Sanga Tanah Jawa, <br><br>Molana Malik Ibrahim, <br><br>Sunan Ampel Sunan Bonang, <br><br>Sunan Drajad Sunan Giri, <br><br>Lan Sunan Gunung Jati, <br><br>Sunan Murya Sunan Kudus, <br><br>Jeng Sunan Kalijaga,<br><br>Ndherek Mangkurat Kediri, <br><br>Ngestu pada Mataram manggih yuwana. <br><br><br><br>7.<br><br>Gambuh<br><br><br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> manekung, <br><br>Tapa brata aneng puncak gunung,<br><br>Gunung ijen gunung Raung gunung Wilis, <br><br>Gunung Dhiyeng Gunung Lawu, <br><br>Gunung Cerme gunung Klothok. <br><br><br><br>8.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Luru ilmu <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> gya meguru, <br><br>Ing negri Eropa, <br><br>Bagdad Turki Arab Mesir, <br><br>Nepal China Ngerum Hindustan Srilangka.<br><br><br><br>9.<br><br>Mijil<br><br><br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Tri sambung negeri,<br><br>Tamasek ing Johor, <br><br>Deli Serdang Langkat Siak Pase, <br><br>Ternate Tidore Buton Bugis, <br><br>Banjar Bima Bali, <br><br>Riau Melayu. <br><br><br><br>10.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> maca Raja Ali Haji, <br><br>Hamzah Pansuri Sumatra, <br><br>Hang Tuah pangarsi,<br><br>Hikayat tanah Malaya. <br><br><br><br>11.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Turun rembesing madu, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Mas Kediri, <br><br>Wijining amara tapa, <br><br>Tedhaking andana warih, <br><br>Trahing kusuma sudibya,<br><br>Setono Gedhong nekseni.<br><br><br><br>SUNAN SETONO GEDONG<br><br><br><br>1.<br><br>Sinom<br><br><br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Mas Jenggala, <br><br>Jejuluk Mangkurat Katri, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Kartasura, <br><br>Mbahu dhendha nyakrawati, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Mas Kediri, <br><br>Waskitha kuncara arum, <br><br>Budi bawa laksana, <br><br>Paramarta ambeg adil, <br><br>Ing Mataram narendra gung sung pangeram.<br><br><br><br>2.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Kang ibu Candrakirana, <br><br>Purbanagara adipati Kediri, <br><br>Paring catur warah luhur, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> winedhar, <br><br>Ngelmu laku bahu suku lan panemu, <br><br>Sangu ngereh tata praja, <br><br>Mangka narendra Mentawis. <br><br><br><br>3.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Mejang adipati Surabangi, <br><br>Ing Penanggungan lor, <br><br>Daha Jenggala tedhak turune, <br><br>Medhang Kahuripan Singasari, <br><br>Kraton Majapahit, <br><br>Mangkurat mituhu. <br><br><br><br>4.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Candrakirana rahayu, <br><br>Garwa agung prameswari, <br><br>Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Amral, <br><br>Putri Bupati Kediri,<br><br>Peputra Mangkurat Daha, <br><br>Widada suka lestari. <br><br><br><br>5.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Wus andulu baraya rembesing madu, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Daha, <br><br>Trah kusuma ing Kediri, <br><br>Sung tuladha jalma limpat marcapada.<br><br><br><br>TRAH JENGGOLO DOHO<br><br><br><br>1.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Kanjeng Purbonegoro Dipati, <br><br>Peputra Ratu Candrakirana, <br><br>Lenggah siniwaka jejer, <br><br>Mangka garwa Sinuwun, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> ing Surabangi, <br><br>Atma Gusti Sutikna, <br><br>Nglintir prabon luhur, <br><br>Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Emas, <br><br>Ing Kediri Sentono Gedhong lestari, <br><br>Tedhak Daha Jenggala. <br><br><br><br>2.<br><br>Mijil <br><br>Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Mas Kediri, <br><br>Kuncara sang katong, <br><br>Kagungan karaton gedhe rame, <br><br>Kartasura Mataram pinilih, <br><br>Kinasih ing dasih, <br><br>Agrom angrembuyung. <br><br><br><br>3.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Raja trahing ratu agung, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Mas Kediri, <br><br>Jayabaya wicaksana, <br><br>Waskitha alusing budi, <br><br>Kameswara bagus warna, <br><br>Tedhak turun Raden Panji. <br><br><br><br>4.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Kanjeng Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a>, <br><br>Ingkang katri Sentono Gedhong peni, <br><br>Tapa brata gunung Kelud, <br><br>Ngeli ing kali Brantas, <br><br>Wilis Lawu Kendheng Merbabu  Semeru, <br><br>Jenggala Daha Koripan,<br><br>Majapahit Singasari. <br><br><br><br>5.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Raden Sutikna dhaup, <br><br>Wus angaup Lembah Manah guyub, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Sentono Gedhong Kediri, <br><br>Ratu Kencana misungsung,<br><br>Kasekten ing gunung Klothok.<br><br><br><br>6.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Papanipun Raden  Panji Marabangun, <br><br>Putra ing Jenggala, <br><br>Kertapati Sekartaji, <br><br>Wus anulat lekase Sri <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a>. <br><br><br><br>7.<br><br>Megatruh<br><br><br><br>Sung sesuluh Empu Sedah lan Panuluh,<br><br>Pujangga kraton Kediri, <br><br>Waosan tumraping ratu,<br><br>Sangu teranging pengalih, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Mas Kediri. <br><br><br><br>8.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Sentono Gedhong Kediri, <br><br>Dadya papan pajimatan, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Mas pepundhen, <br><br>Narendra gung ing Mataram, <br><br>Kartasura Surakarta, <br><br>Nak tumanak run tumurun, <br><br>Saindhenging tanah Jawa.<br><br><br><br>RATU MAS CANDRAKIRANA KEDIRI<br><br><br><br>1.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Winursita Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Asma timur jeng Siti  Rubingah, <br><br>Parab Raden Ajeng Jene,<br><br>Lembah Manah kang ibu, <br><br>Garwa <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Kediri, <br><br>Mataram Kartasura, <br><br>Wanita pinunjul, <br><br>Garwa Bupati Lamongan, <br><br>Adipati Purbaya dhawuh marsudi, <br><br>Keputren tata praja. <br><br><br><br>Lembah Manah Ratu Banyumanik, <br><br>Atma Pangeran Puger Semarang, <br><br>Trah kusuma luhur gedhe, <br><br>Ratu Blitar Madiun, <br><br>Ratu Bangsri ndherek sumiwi, <br><br>Duk Mangkurat tri seda,<br><br>Ingkang ibu surut, <br><br>Momong Ratu Mas Balitar, <br><br>Sung Wewarah Siti Rubingah winardi, <br><br>Sekaring dhatulaya. <br><br><br><br>2.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Palakrama Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Adipati Lamong, <br><br>Pangeran Purbaya Pesisir Ler, <br><br>Bandar Tanjungperak minyak bumi, <br><br>Garam kecap trasi, <br><br>Dugi Tegalarum. <br><br><br><br>Kersa dalem <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Jawi, <br><br>Putra pati miyos, <br><br>Kanjeng Prabasuyasa lir rante, <br><br>Ratu Mas Lamongan nyaranani,<br><br>Paku Buwana dwi, <br><br>Prameswari Ratu. <br><br><br><br>3.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Ratu Bangsri amituhu, <br><br>Leluhur tlatah Kediri, <br><br>Bupati Purbanegara, <br><br>Candrakirana kang putri, <br><br>Garwa <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Amral, <br><br>Raden Sutikno sesiwi.<br><br><br><br>Ratu Lembah Manah dhaup,<br><br>Kondhang Ratu Banyumanik, <br><br>Garwa <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Emas, <br><br>Apeputra Ratu Bangsri, <br><br>Garwa Pangeran Purbaya, <br><br>Ratu Mas Sinuwun ping dwi. <br><br><br><br>4.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Suka sukur mring leluhur, <br><br>Ratu Bangsri midhanget ing atur, <br><br>Jayabaya narendra gung ing Kediri, <br><br>Waskitha sabarang kawruh, <br><br>Dadya pandam pandum pandom. <br><br><br><br>Jroning kakawin kidung,<br><br>Kraton Daha Jenggala Panjalu, <br><br>Kahuripan Singosari  Majapahit, <br><br>Demak Pajang lan Mentarum,<br><br>Ratu Bangsri purun maos. <br><br><br><br>5.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Ratu Bangsri tedhak turune Kediri, <br><br>Setono Gedhong kinucap, <br><br>Tedhak turun adipati, <br><br>Sarjana ulama Brantas. <br><br><br><br>Sekartaji Candrakirana Kediri, <br><br>Tulungagung Nganjuk Blitar, <br><br>Trenggalek wiji sejati, <br><br>Kuwat drajat pangkat semat. <br><br><br><br>6.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Waris kawruh Empu Sedah lan Panuluh,<br><br>Tantular Prapanca, <br><br>Empu Kanwa Siwamurti, <br><br>Trang terwaca Ratu Bangsri kersa maca. <br><br><br><br>Para Empu tanah Jawa nyawur ngelmu, <br><br>Pujangga Darmaja, <br><br>Kameswara peling angling, <br><br>Anut sabda Ratu Bangsri mrih yuwana. <br><br><br><br>7.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Trahing Kraton Kahuripan, <br><br>Singasari Jenggala ing Kediri, <br><br>Majapahit lan Panjalu,<br><br>Demak Pajang Mataram, <br><br>Pra leluhur tanah Jawi wus misuwur, <br><br>Ratu Bangsri bakti darma, <br><br>Garwa Bupati Lamongan. <br><br><br><br>8.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Sumungkem Siti Rubingah,<br><br>Kawentar Jeng Ratu Bangsri, <br><br>Garwa Pangeran Purbaya, <br><br>Pangarsa tlatah pesisir, <br><br>Atma Mangkurat katri, <br><br>Tedhak turun para ratu,<br><br>Ngejayeng tanah Jawa, <br><br>Run tumurun nak tumanak,<br><br>Rajadibya ambeg adil paramarta. <br><br><br><br>Jayabaya Kameswara, <br><br>Narendra kraton Kediri, <br><br>Leluhur Mangkurat Emas, <br><br>Kanjeng Ratu Ayu Bangsri, <br><br>Jenggala Singasari, <br><br>Kali Brantas gunung Kelud, <br><br><br><br>Ratu Candrakirana, <br><br>Purbanegara Dipati, <br><br>Trah kusuma mbabar yuwana raharja. <br><br><br><br>9.<br><br>Megatruh<br><br><br><br>Tanggon tangguh tekad wutuh budi ampuh, <br><br>Kanjeng Ratu Ayu Bangsri, <br><br>Nalar ginambar ginayuh, <br><br>Permana laku pertitis, <br><br>Kabeh panjangkah kelakon. <br><br><br><br>Gunung Kelud kali Brantas sami lulut, <br><br>Dhateng Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Anak yatim sung pitulung, <br><br>Pangeran Purbaya Bupati, <br><br>Kapanjing wahyu kedhaton. <br><br><br><br>10.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> ing Kediri, <br><br>Katelah Mangkurat Tiga, <br><br>Tulungagung Blitar lan Trenggalek, <br><br>Bupati Purbanegara, <br><br>Ngembang Candrakirana, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Amral Ratu, <br><br>Ratu Bangsri ingembanan. <br><br><br><br>Pesisir ler tanah Jawi, <br><br>Kuneng Bupati Lamongan, <br><br>Ratu Bangsri sigrak rame, <br><br>Nggulawenthah ingkang putra, <br><br>Garwa narendra Mataram, <br><br>Suwita Sinuwun Kombul,<br><br>Kartasura Surakarta.<br><br><br><br>11.<br><br>Durma<br><br><br><br>Palakrami jeng Purbaya ing Lamongan, <br><br>Kaliyan Ratu Bangsri, <br><br>Putri <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a>, <br><br>Kartasura Diningrat, <br><br>Darahe Karaton Kediri, <br><br><br><br>Siwi Ratu Mas, <br><br>Paku Buwana ping dwi. <br><br><br><br>Pasok bulu bekti caos bandha arta, <br><br>Hadeg jejeging nagri, <br><br>Mbangun kutha praja, <br><br>Kedhaton Surakarta, <br><br>Ratu Bangsri tansah nyembadani, <br><br>Wragat prabeya,<br><br>Tatag tutug lestari. <br><br><br><br>RATU KENCANA BANYUMANIK<br><br><br><br>1.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Garwa Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a>, <br><br>Kartasura ingkang katri, <br><br>Pangeran Puger atmaja, <br><br>Lembah Manah Banyumanik, <br><br>Dhasar putri lunuwih, <br><br>Ratu Balitar Madiun, <br><br>Tedhak Rangga Jumena,<br><br>Pangeran Timur Dipati, <br><br>Trah Bintara Trenggana Patah kasusra. <br><br><br><br>2.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Sindureja Patih alinuwih, <br><br>Mulang muruk momong, <br><br>Lembah Manah cerdhas tangkas moncer, <br><br>Tata praja wawasan negari, <br><br>Santana prajurit, <br><br>Kawruh punjul unggul. <br><br><br><br>3.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Ndherek Bupati Madiun, <br><br>Lembah Manah amarsudi, <br><br>Anenandur palawija, <br><br>Bumbu pawon pedhes asin, <br><br>Kehing ramban janganan,<br><br>Sega pecel kembang turi. <br><br><br><br>4.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Ngupakara emas picis, <br><br>Lembah Manah ing Banyumas, <br><br>Lenggah Kedhaton Pamase,<br><br>Ajibarang Pancurendhang, <br><br>Cilacap Wangon Majenang, <br><br>Gandrung Mangun Bumiayu, <br><br>Ratu Serayu Mangkurat. <br><br><br><br>5.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Suwita trahing Kajoran, <br><br>Pereng gunung Sindara Diyang Sumbing, <br><br>Sakukuban tlatah Kedu, <br><br>Wonosobo tumerah,<br><br>Telamaya gunung Merapi Merbabu, <br><br>Rawapening Kali Praga, <br><br>Lembah Manah ajar warih.<br><br><br><br>6.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Lembah Manah Ratu Prameswari, <br><br>Kanjeng Gusti Raden Mas Sutikna, <br><br>Kadang nak sanak pernahe,<br><br>Jumeneng Jeng Sinuwun, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> ingkang kaping tri,<br><br>Jejuluk Ratu Kencana, <br><br>Kawan warsa surud,<br><br>Akarya nawung duhkita, <br><br>Sri narpati Mataram manjing suwargi,<br><br>Sumare Kediri Daha. <br><br><br><br>7.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Patutan putri ayu, <br><br>Lembah Manah Mangkurat rahayu, <br><br>Pinaringan nami Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Siti Rubingah ginarwa, <br><br>Adipati saking Lamong. <br><br><br><br>8.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Sunan Paku Buwana amomong putu, <br><br>Putri Lembah Manah, <br><br>Asma Raden Ajeng Bangsri,<br><br>Ratu Blitar eyang putri wus kawentar. <br><br><br><br>9.<br><br>Durma<br><br><br><br>Lembah Manah sinebut Ratu Kencana, <br><br>Wiyose Banyumanik, <br><br>Wilayah Semarang, <br><br><br><br>Pangeran Puger wisma, <br><br>Ratu Blitar nyembadani, <br><br>Paring wewarah, <br><br>Garwa Mangkurat ping tri. <br><br><br><br>10.<br><br>Megatruh<br><br><br><br>Sore esuk Lembah Manah nampi wuruk, <br><br>Paku Buwana ping siji, <br><br>Ratu Balitar Madiun, <br><br>Jejering garwa narpati, <br><br>Babagan sekar kedhaton. <br><br><br><br>11.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Ratu Blitar momong Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Anama Siti Rubingah, <br><br>Garwa Pubaya Bupati, <br><br>Asiwi Kanjeng Ratu Mas.<br><br><br><br>AMANGKURAT DAHA JENGGALA <br><br><br><br>1.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Marsudi kitab leluhur, <br><br>Pawiyatan Hadiluwih, <br><br>Maos babad Ajisaka,<br><br>Koripan Jenggala Manik, <br><br>Mangkurat Ratu Kencana, <br><br>Paring sabak dluwang tulis. <br><br><br><br>2.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Anut ilining banyu, <br><br>Tuking Brantas ing gunung Semeru, <br><br>Empu Bradah duta Jenggala Kediri, <br><br>Mangkurat kersa ambangun, <br><br>Trah kusuma praba kinclong. <br><br><br><br>3.<br><br>Pangkur<br><br><br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Mas Jenggala, <br><br>Amemetri wejangan Kilisuci, <br><br>Mapan pereng gunung Kelud, <br><br>Erlangga Empu Kanwa,<br><br>Triguna wruh Manoguna weh pituduh,<br><br>Prapanca Empu Tantular, <br><br>Singasari Majapahit.<br><br><br><br>4.<br><br>Mijil<br><br><br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Mas Jenggala sura sakti, <br><br>Manjing wahyu dhaton,<br><br>Sabar darana sareh pikoleh, <br><br>Bagus aris kehing wulang wuruk wasis,<br><br>Sugih welas asih, <br><br>Sumeh sopan santun. <br><br><br><br>5.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Mangkurat lan prameswari, <br><br>Suka ngungak sampun tedhak, <br><br>Mrican Kertasana Pare, <br><br>Petilasan Brawijaya, <br><br>Mahprabu Kertanegara, <br><br>Jayakatwang Hayamwuruk, <br><br>Tulungagung Jombang Blitar. <br><br><br><br>6.<br><br>Pucung<br><br><br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Mas Jenggala kalokengrat, <br><br>Trahing Kahuripan, <br><br>Majapahit Singasari, <br><br>Daha Pajang Demak Medhang sung pepadhang. <br><br><br><br>7.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Raja agung binathara nyakrawati, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> ing Jenggala, <br><br>Kinarya tepa palupi, <br><br>Sagunging kawula Jawa.<br><br><br><br>8.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Sidoarjo Porong Tanggulangin, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> kuncara ing jagat, <br><br>Pirsa sumber lenga gedhe, <br><br>Ubaling muncar mancur, <br><br>Singosari sampun angesthi, <br><br>Leluhur Kahuripan, <br><br>Panjalu ing Cepu, <br><br>Grobogan Bojonegara, <br><br>Blora Ngawi Tuban Rembang Gresik Pati, <br><br>Piyak ilining minyak.<br><br><br><br>9.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Bumiayu Ajibarang, <br><br>Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Katri, <br><br>Panambangan kencana mas, <br><br>Guna kaya sugih singgih, <br><br>Arta daya pinanggih, <br><br>Winastanan subur makmur,<br><br>Gagah endah sumagah, <br><br>Susuhunan Sri Kediri, <br><br>Kartasura tata tentrem karta harja. <br><br><br><br>10.<br><br>Durma<br><br><br><br>Jangkah langkah ngarah tumuju Eropah, <br><br>Sutikno ngudi ngelmi, <br><br>Cambridge wiyata, <br><br>Isaz Newton memitran, <br><br>Jerman Inggris Roma Perancis, <br><br>Sri <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a>, <br><br>Narendra titis wasis. <br><br><br><br>11.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Mulya mukti <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Sri Kediri, <br><br>Narendra gung binathara, <br><br>Mbahu dhendha nyakrawati, <br><br>Ber budi bawa laksana. <br><br>Kraton Kediri darahnya mengalir ke tubuh Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> III. Karena sumare di Setono Gedong Kediri, maka mendapat julukan Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Setono Gedong Kediri. Berhubung kaya raya akan perhiasan emas, maka mendapat gelar Sunan <a href="https://www.halomedan.com/tag/amangkurat/" target="_blank">Amangkurat</a> Mas. Nama yang harum wangi sumerbak. <br><br><br>Senin Legi, 13 Juli 2026.<br>Purwadi, <br>Universitas Negeri Yogyakarta]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_4560_Amangkurat-III-Setono-Gedong-Kediri.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/66289/amangkurat-iii-setono-gedong-kediri-2/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Laskar Panglima Nanggroe Ajak Masyarakat Dukung Polri Berantas Korupsi dan TPPU</guid>
            <pubDate>Tue, 14 Jul 2026 07:53:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Laskar Panglima Nanggroe Ajak Masyarakat Dukung Polri Berantas Korupsi dan TPPU]]></title>
            <description><![CDATA[BANDA ACEH&ndash Ketua Umum Laskar Panglima Nanggroe, Sulaiman Manaf, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap]]></description>
            <content><![CDATA[BANDA ACEH&ndash; Ketua Umum Laskar Panglima Nanggroe, Sulaiman Manaf, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dalam memberantas tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).<br><br>Dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (13/7), Sulaiman mengatakan korupsi merupakan salah satu kejahatan yang menghambat pembangunan, merugikan keuangan negara, dan mengurangi hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik yang berkualitas.<br><br>"Karena itu, kami mendukung penuh langkah Polri, khususnya Kortas Tipikor, dalam mengusut setiap dugaan tindak pidana korupsi dan TPPU secara profesional, objektif, dan tanpa pandang bulu. Semua harus diproses berdasarkan hukum yang berlaku," ujarnya.<br><br>Menurut Sulaiman, keberhasilan pemberantasan korupsi membutuhkan dukungan seluruh komponen bangsa. Ia menilai masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan budaya antikorupsi dengan tidak memberikan ruang terhadap praktik-praktik penyalahgunaan kewenangan.<br><br>Ia juga mengingatkan agar setiap proses hukum dihormati dan tidak digiring oleh opini yang dapat mengganggu independensi aparat penegak hukum.<br><br>"Kepercayaan masyarakat akan tumbuh apabila aparat bekerja secara profesional dan seluruh pihak menghormati proses hukum. Jangan sampai penegakan hukum dipengaruhi kepentingan di luar mekanisme yang telah diatur undang-undang," katanya.<br><br>Sulaiman berharap Polri terus memperkuat komitmen dalam memberantas korupsi dan TPPU hingga tuntas. Menurutnya, penegakan hukum yang konsisten akan menjadi modal penting dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta mendorong percepatan pembangunan demi kesejahteraan rakyat. (R/MTU)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_2211_Laskar-Panglima-Nanggroe-Ajak-Masyarakat-Dukung-Polri-Berantas-Korupsi-dan-TPPU.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66288/laskar-panglima-nanggroe-ajak-masyarakat-dukung-polri-berantas-korupsi-dan-tppu/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">APDESI Aceh Tegaskan Dukungan terhadap Polri dalam Menjaga Marwah Penegakan Hukum</guid>
            <pubDate>Tue, 14 Jul 2026 07:52:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[APDESI Aceh Tegaskan Dukungan terhadap Polri dalam Menjaga Marwah Penegakan Hukum]]></title>
            <description><![CDATA[Banda Aceh &ndash Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai proses penegakan hukum di Indonesia, Dewan Pimpinan Daerah Asos]]></description>
            <content><![CDATA[Banda <a href="https://www.halomedan.com/tag/aceh/" target="_blank">Aceh</a> &ndash; Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai proses penegakan hukum di Indonesia, Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD APDESI) <a href="https://www.halomedan.com/tag/aceh/" target="_blank">Aceh</a> menegaskan bahwa kewibawaan negara hanya dapat dijaga melalui penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan bebas dari segala bentuk intervensi. Atas dasar itu, DPD APDESI <a href="https://www.halomedan.com/tag/aceh/" target="_blank">Aceh</a> menyatakan dukungan terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjalankan amanat konstitusi sebagai pelindung, pengayom, sekaligus penegak hukum.<br><br>Wakil Ketua DPD APDESI <a href="https://www.halomedan.com/tag/aceh/" target="_blank">Aceh</a>, Bahrul Fazal, SH, mengatakan penegakan hukum yang profesional merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap negara. Menurutnya, Polri memegang peran strategis dalam memastikan hukum ditegakkan secara adil, objektif, dan tanpa pandang bulu.<br><br>"DPD APDESI <a href="https://www.halomedan.com/tag/aceh/" target="_blank">Aceh</a> mendukung penuh setiap langkah Polri dalam menegakkan hukum sesuai amanat konstitusi dan peraturan perundang-undangan. Profesionalisme, integritas, dan keberanian dalam menegakkan keadilan adalah modal utama untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian," ujar Bahrul Fazal.<br><br>Ia menegaskan bahwa hukum tidak boleh tunduk pada tekanan kepentingan apa pun. Sebaliknya, hukum harus menjadi panglima yang mampu memberikan kepastian, perlindungan, dan rasa keadilan bagi seluruh warga negara.<br><br>"Negara yang kuat bukan diukur dari besarnya kekuasaan, tetapi dari kemampuannya menegakkan hukum secara adil dan bermartabat. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Karena itu, setiap proses hukum harus dihormati dan diberikan ruang untuk berjalan sesuai mekanisme yang berlaku," katanya.<br><br>Bahrul juga mengajak seluruh masyarakat <a href="https://www.halomedan.com/tag/aceh/" target="_blank">Aceh</a> untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah dengan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi maupun narasi yang dapat memecah persatuan.<br><br>"Perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi. Namun, penyelesaiannya harus tetap melalui jalur hukum, bukan melalui tekanan ataupun penghakiman di ruang publik. Mari kita percayakan proses hukum kepada aparat yang berwenang sembari tetap mengawal agar setiap tahapan berlangsung secara profesional, transparan, dan berkeadilan," tegasnya.<br><br>Menurut Bahrul, sinergi antara Polri, pemerintah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, akademisi, insan pers, dan seluruh elemen bangsa menjadi kekuatan penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung keberhasilan pembangunan di <a href="https://www.halomedan.com/tag/aceh/" target="_blank">Aceh</a>.<br><br>"Atas nama DPD APDESI <a href="https://www.halomedan.com/tag/aceh/" target="_blank">Aceh</a>, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada Polri dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Menjaga marwah penegakan hukum berarti menjaga marwah negara. Ketika hukum ditegakkan secara profesional dan berintegritas, kepercayaan publik akan semakin kuat, keamanan akan terjaga, dan pembangunan dapat berlangsung demi kesejahteraan masyarakat," tutup Bahrul Fazal.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_9067_APDESI-Aceh-Tegaskan-Dukungan-terhadap-Polri-dalam-Menjaga-Marwah-Penegakan-Hukum.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66287/apdesi-aceh-tegaskan-dukungan-terhadap-polri-dalam-menjaga-marwah-penegakan-hukum/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah 3T</guid>
            <pubDate>Tue, 14 Jul 2026 00:11:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah 3T]]></title>
            <description><![CDATA[Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah 3T]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Jakarta - Sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS<br>Kesehatan berkomitmen menghadirkan akses layanan JKN yang mudah diakses oleh penduduk Indonesia di manapun berada.<br><br>Demi mengatasi keterbatasan akses layanan di daerah 3T (terdepan,<br>terluar, dan tertinggal), BPJS Kesehatan pun telah menghadirkan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) dan layanan jemput bola BPJS Keliling.<br><br>VIOLA merupakan kanal layanan tanpa tatap muka berbasis video conference yang menghubungkan masyarakat dengan petugas BPJS Kesehatan secara real time, untuk pengurusan administrasi<br>kepesertaan JKN, informasi, dan penanganan pengaduan.<br><br>Dalam pelaksanaannya, BPJS Kesehatan<br>berkoordinasi dengan stakeholders di daerah 3T, untuk memfasilitasi video conference di fasilitas kesehatan, kantor desa/kelurahan/kecamatan, sekolah, dan tempat lainnya, selama Januari-Mei 2026, terdapat 218.729 pemanfaatan VIOLA.<br><br>Lokasi pelaksanaan VIOLA terbanyak dilakukan di Puskesmas, sementara jenis layanan yang paling banyak dimanfaatkan ialah layanan informasi dan perubahan data Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Adapun segmen peserta JKN yang paling banyak memanfaatkan VIOLA ialah peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan<br>Kesehatan (PBI JK).<br><br>Di sisi lain, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito menjelaskan bahwa tidak semua wilayah di Indonesia mampu mengadopsi layanan digital karena berbagai alasan, seperti keterbatasan<br>jarkomdat, kondisi geografis, dan belum semua lapisan masyarakat familier dengan teknologi digital.<br><br>Karena itu, selain menggalakkan kanal digital, BPJS Kesehatan juga mengoptimalkan layanan jemput bola BPJS Keliling. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengakses informasi,<br>mengurus administrasi, hingga menyampaikan aduan seputar JKN.<br><br>"Optimalisasi VIOLA dan BPJS Keliling tersebut merupakan wujud implementasi Layanan Ujung Negeri<br>(LANURI), salah satu dari Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan," kata Prihati Pujowaskito.<br><br>Ia menambahkan, hari ini kita laksanakan<br>LANURI serentak di 558 titik kabupaten/kota se-Indonesia, dengan melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan.<br><br>Dikatakan, dari ke-558 titik tersebut, sebanyak 179 titik menyediakan layanan BPJS Keliling,<br>sementara di 379 titik lainnya menghadirkan layanan VIOLA.<br><br><br>"Harapan kami, LANURI dapat<br>memudahkan akses layanan JKN bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil atau aksesnya terbatas karena kondisi geografis,&quot; ujar Pujo yang didampingi Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto dalam acara Launching LANURI dan Closing Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi,<br>Senin (13/7/2026).<br><br>Dikesempatan yang sama, Pujo juga menyampaikan capaian Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan yang menyentuh angka 91,53 %. Sebagai informasi, Quick Wins tersebut terdiri atas<br>4 Program Customer Centric dan 4 Program Collaborative. Program Customer Centric dikembangkan secara khusus untuk mengakomodir kebutuhan fundamental peserta JKN yang dirumuskan dengan<br>menjaring aspirasi masyarakat.<br><br>Sementara, secara paralel, BPJS Kesehatan juga menjalankan Program Collaborative untuk memperluas jangkauan layanan terintegrasi, sehingga melibatkan sinergi<br>dengan berbagai stakeholders dalam implementasinya.<br><br>Adapun beberapa program utama yang telah tercapai adalah JKN 3T (kerja sama dengan kapal bantu rumah sakit ke daerah 3T serta pengiriman tenaga kesehatan ke daerah 3T), P-Care MBG (petugas SPPG menjadi peserta JKN dan terpantau kesehatannya, serta tumbuh kembang siswa penerima MBG<br>terpantau), dan Eliminasi Inefisiensi (intelligence claim untuk upaya efisiensi biaya JKN, serta<br>pencegahan, pendeteksian, dan penanganan perilaku inefisiensi termasuk potens<br>sejumlah poin yang masih terus berproses bersama pemangku kepentingan terkait,&quot; jelas Pujo.<br><br><br>Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus mengapresiasi inisiatif BPJS Kesehatan dalam memperluas akses JKN bagi masyarakat 3]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_7454_Layanan-BPJS-Kesehatan-Jangkau-Penduduk-Daerah-3T.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66286/layanan-bpjs-kesehatan-jangkau-penduduk-daerah-3t/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bobby Nasution Lantik 8 Pejabat Eselon II,  Minta Ciptakan Program yang Dorong Pertumbuhan Ekonomi</guid>
            <pubDate>Mon, 13 Jul 2026 20:53:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bobby Nasution Lantik 8 Pejabat Eselon II,  Minta Ciptakan Program yang Dorong Pertumbuhan Ekonomi]]></title>
            <description><![CDATA[Bobby Nasution Lantik 8 Pejabat Eselon II,Minta Ciptakan Program yang Dorong Pertumbuhan Ekonomi]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br><br><br><br><br>MEDAN &ndash; Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution melantik delapan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut. Dalam arahannya, Bobby Nasution menekankan pentingnya setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menghadirkan program yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.<br><br><br><br>Pelantikan berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (13/7/2026).<br><br><br><br>Delapan pejabat yang dilantik yakni Chusnul Fanany Sitorus sebagai Kepala Badan Kepegawaian, Illyan Chandra sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Yuliani Siregar sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Parlindungan Pane sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset dan Sumber Daya Alam, Ady Putra Parlaungan sebagai Kepala Dinas Sosial, Sabar Jaya sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Abu Kosim sebagai Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, serta Ade Sofianita sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat.<br><br><br><br>Menurut Bobby Nasution, sejumlah OPD memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dan mampu memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Di antaranya Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Sosial, serta Dinas Kelautan dan Perikanan.<br><br><br><br>&quot;Bangun program yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan nilai tambah dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,&quot; kata Bobby Nasution.<br><br><br><br>Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Bobby Nasution juga meminta seluruh OPD terus berinovasi dan melakukan transformasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi agar layanan menjadi lebih efektif, transparan, dan akuntabel.<br><br><br><br>&quot;Saya juga meminta seluruh OPD terus bertransformasi, termasuk melalui digitalisasi pelayanan, sehingga pelayanan publik menjadi lebih mudah, cepat, transparan dan akuntabel,&quot; ujar Bobby Nasution.<br><br><br><br>Pada kesempatan tersebut, Bobby Nasution juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik untuk menjalankan amanah dan tanggung jawab jabatan dengan sebaik-baiknya.<br><br><br><br>&quot;Karena itu, saya minta kepada pejabat yang baru dilantik menjalankan amanah yang sebaik-baiknya di OPD masing-masing,&quot; tambah Bobby Nasution. **]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_5591_Bobby-Nasution-Lantik-8-Pejabat-Eselon-II---Minta-Ciptakan-Program-yang-Dorong-Pertumbuhan-Ekonomi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66285/bobby-nasution-lantik-8-pejabat-eselon-ii-minta-ciptakan-program-yang-dorong-pertumbuhan-ekonomi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Praktisi Hukum Joni Sandri Ritonga: Pengalihan Kelanjutan Perkara JAM Pidsus Harus Sesuai KUHAP</guid>
            <pubDate>Mon, 13 Jul 2026 19:05:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Praktisi Hukum Joni Sandri Ritonga: Pengalihan Kelanjutan Perkara JAM Pidsus Harus Sesuai KUHAP]]></title>
            <description><![CDATA[Praktisi Hukum Joni Sandri Ritonga Pengalihan Kelanjutan Perkara JAM Pidsus Harus Sesuai KUHAP]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan &ndash; Praktisi Hukum Joni Sandri Ritonga, S.H., M.H. menilai bahwa pengalihan kelanjutan penanganan suatu perkara pidana, termasuk perkara yang berkaitan dengan JAM Pidsus, harus dilakukan secara ketat sesuai dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan peraturan perundang-undangan lainnya.<br><br>Menurut Joni, KUHAP telah mengatur secara jelas pembagian kewenangan antara penyidik dan penuntut umum. Berdasarkan Pasal 6 KUHAP, penyidik pada prinsipnya adalah pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia dan pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi kewenangan oleh undang-undang.<br><br>Sementara itu, penuntut umum memiliki fungsi melakukan penuntutan serta kewenangan lain yang diberikan undang-undang.<br>"KUHAP tidak mengenal mekanisme pengalihan suatu perkara pidana hanya berdasarkan pertimbangan administratif atau kesepakatan antarlembaga. <br><br>Setiap perubahan penanganan perkara harus memiliki dasar hukum yang tegas agar tidak bertentangan dengan asas legalitas," ujar Joni.<br><br>Ia menjelaskan bahwa apabila suatu perkara telah berada dalam tahap penyidikan oleh penyidik yang berwenang, maka kelanjutan penanganannya harus mengikuti mekanisme KUHAP, kecuali terdapat ketentuan khusus dalam undang-undang yang secara eksplisit mengatur adanya pengambilalihan atau pengalihan kewenangan.<br><br>Menurut Joni, apabila perkara tersebut melibatkan aparat penegak hukum, prinsip equality before the law harus tetap dijunjung tinggi. Tidak boleh ada perlakuan khusus hanya karena pihak yang diperiksa berasal dari institusi penegak hukum tertentu.<br><br>"Apabila terdapat pengalihan kelanjutan perkara yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas, maka hal tersebut dapat diperdebatkan dari sudut pandang hukum acara pidana. Legalitas suatu proses sama pentingnya dengan substansi perkara yang diperiksa," tegasnya.<br><br>Joni juga menekankan bahwa proses penegakan hukum harus memenuhi prinsip due process of law, yaitu setiap tindakan penyidik dan penuntut umum dilakukan berdasarkan kewenangan yang sah, prosedur yang benar, serta menghormati hak-hak setiap pihak.<br><br>Ia menambahkan bahwa dalam negara hukum, transparansi dan akuntabilitas merupakan faktor utama untuk menjaga kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.<br><br>"Perkara yang melibatkan pejabat penegak hukum justru harus ditangani secara lebih terbuka dan profesional agar tidak menimbulkan persepsi adanya konflik kepentingan. Siapa pun yang diduga melakukan tindak pidana harus diproses berdasarkan hukum yang berlaku, tanpa perlakuan istimewa dan tanpa diskriminasi," pungkas Joni.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_7630_Praktisi-Hukum-Joni-Sandri-Ritonga--Pengalihan-Kelanjutan-Perkara-JAM-Pidsus-Harus-Sesuai-KUHAP.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66284/praktisi-hukum-joni-sandri-ritonga-pengalihan-kelanjutan-perkara-jam-pidsus-harus-sesuai-kuhap/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PAKASA TEGAL</guid>
            <pubDate>Mon, 13 Jul 2026 17:26:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PAKASA TEGAL]]></title>
            <description><![CDATA[ halomedan.com  PAKASA TEGALTata cara wisuda abdi dalem di kabupaten Tegal. Terhimpun dalam Paguyuban Kawula Karaton Surakarta Hadiningrat ]]></description>
            <content><![CDATA[ <b><a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> - PAKASA TEGAL</p><br>Tata cara wisuda abdi dalem di kabupaten Tegal. Terhimpun dalam Paguyuban Kawula Karaton Surakarta Hadiningrat atau PAKASA. Terjadi pada hari Minggu Kliwon, 12 Juli 2026. Rum kuncaraning bangsa dumunung ing luhuring budaya. <br><br>Abdi dalem dan sentana siap siaga untuk melakukan gawa gawe. Terlebih dahulu sowan ke Pajimatan Amangkurat Agung di Pekuncen Adiwerna Tegal. Peserta berbusana Kejawen jangkep. Jarik bebedan, blangkon, slop, samir beskap. Putri kebaya sanggulan. Dikawal lengkap bregada prajurit. <br><br>Pelantikan ini menjadi sarana pelestarian seni budaya yang bersumber dari Kraton Surakarta. Drg KMT Fitri Pusponagoro dilantik sebagai ketua pakasa Tegal. Disertai KRAT Kusworo. Suasana sigrak semarak. Kantor <a href="https://www.halomedan.com/tag/pakasa/" target="_blank">Pakasa</a> berdiri megah nan indah. <br><br>Untuk itu perlu program kerja berkelanjutan. Sejarah masa silam dibaca untuk menambah wawasan. Segenap <a href="https://www.halomedan.com/tag/pakasa/" target="_blank">Pakasa</a> Tegal selalu ngudi ilmu laku. <br><br>Ratu Kencono Tegalarum<br><br>Garwa prameswari Sinuwun Amangkurat Agung bernama Kanjeng Ratu Kencono Tegalarum. Putri Pengeran Radin cucu Pangeran Benawa. Jadi masih keturunan Joko Tingkir. Trah Sultan Hadiwijaya raja Pajang. <br><br>Nama Ratu Kencono Tegalarum juga disebut Ratu Wiratsari. Karena bisa mengelola penduduk sepanjang Kali Serayu, maka bergelar Kanjeng Ratu Serayu sejak tahun 1648.<br><br>Wanita pengusaha Mataram yang terampil. Punya usaha mebel, tambang emas, minyak bumi, gas, kayu jati, ukir ukiran dan kecap. Untuk wilayah Kebumen Cilacap Purbalingga membina usaha produksi gula kelapa. Emansipasi wanita Mataram yang energik dan inspiratif. <br><br>Permaisuri Mataram yang menurunkan Sinuwun Paku Buwana I. Dulu bergelar Gusti Raden Mas Derajad. Lantas menjadi Pangeran Puger. Besar dan terdidik di Banyumanik Semarang. <br><br>Perhatian pada dunia maritim sungguh baik sekali. Kota Tegal menjadi pusat pemerintahan Mataram dalam bidang bisnis pelayaran dan maritim. Kerajaan Mataram sungguh agung dan anggun. Kraton yang subur i makmur waras  wiris panjang yuswa ber bandha ber bandhu. Rakyat  bahagia sejahtera.  Negeri gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja. <br><br>Istana Mataram berpusat di Plered Kerta Kotagedhe. Amangkurat Agung membangun istana cabang di berbagai daerah. Berkat kemakmuran itu negeri Mataram mampu membangun ibukota yang megah mewah gagah indah. Berturut-turut dari Kotagedhe, Kertas, Plered, Pamase dan Kertanegara. Ibukota Mataram berguna untuk pusat administrasi dan perkantoran. Dalam kancah perdagangan juga menjalankan fungsi bisnis. Diplomasi kenegaraan bersama duta bangsa manca yang mulia. Amangkurat yang bertahta tahun 1645 - 1677 raja Mataram yang bijak bestari. <br><br>Wilayah Tegal menjadi ibukota Mataram dalam bidang bisnis. Pelabuhan dibangun Amangkurat pada tahun 1647 . Pelayaran sampai Singapura Tamasek, Ternate, Tidore, Bugis, Makassar, Tondano Minahasa, Bima, Bali, Madura, Banjar, Palembang, Deli Belawan. Hubungan dagang dilakukan oleh pembesar bandar hingga Mesir Turki Persia Yaman. Bahkan punya kantor dagang di Selat Hormuz.<br><br>Kawasan Asia Selatan meliputi Srilanka India dan Nepal. Dari kota Tegal pelayaran dilakukan dalam rangka bisnis dan pengembangan budaya. Amangkurat Agung mengirim tim kesenian berupa sendratari Ramayana. Penari waranggana dan wiyaga diberi biaya cukup. Demi suksesnya misi kebudayaan. <br><br>Wawasan Amangkurat memang luas. Petugas Istana Tegal Mataram dikirim ke Cambridge University untuk belajar menejemen pemerintahan. Sebagian belajar administrasi keuangan di negara Swiss. Belajar tata kota di Perancis dan teknologi pelayaran di Jerman. Amangkurat Agung memang lama tinggal di Eropa. Maka punya koneksi internasional. <br><br>Temayang Bojonegoro juga dijadikan istana Mataram. Berguna untuk mengurusi tambang minyak dan bumi. Untuk itu dibangun pula jejaring dengan pelabuhan tanjung perak Surabaya dan Tanjung Emas Semarang. Usaha migas disadari membawa keuntungan yang berlipat ganda ganda. Dengan keuangan yang cukup Amangkurat sempat mengundang John Locke untuk mengisi pelatihan di Tegal pada tahun 1662.<br><br>Tambang emas berpusat di Pancurendang Ajibarang Banyumas. Amangkurat membangun istana kedhaton Pamase Lesmana. Kantor juda dibangun di Bumiayu. Istana bernama kedhaton Kencono. Pengelola yakni Pangeran Lambung Mangkurat dan Pangeran Martapura. Keduanya lantas bertugas di Banjarmasin Kalimantan. <br><br>Mataram berkepentingan untuk menjadikan Tegal sebagai ibukota bisnis. Arti penting Tegal sebagai kota bahari atau maritim mendukung status ibukota Mataram cabang. Prestasi gemilang yang layak dikenang. Tepa palupi buat pemimpin masa kini. <br><br>Harapan masa depan makin beersinar terang. Mataram mempunyai istana yang tersebar di seluruh penjuru tanah Jawa. Selama di Tegal Sri Susuhunan Amangkurat Agung mewariskan pabrik gula Pagongan, Pejambon, Dukuhringin. Usaha industri gula di Jawa pernah menjadi produsen terbesar dunia. Gedhe obore padhang jagade, ampuh prebawane. Mataram tambah arum kuncara, ngejayeng jagad raya. <br><br>Ratu Kencono Tegalarum memang mustikaning putri, tetungguling widodari. Pikiran ucapan dan tindakan pantas untuk tepa palupi. <br><br>Wisuda pengurus <a href="https://www.halomedan.com/tag/pakasa/" target="_blank">Pakasa</a> dilakukan oleh Dr KPH Wirabhumi SH. Turut memberi restu GKR Dra Koes Moertiyah Wandansari M.Pd dan GKR Ayu Koes Indriyah SE. PAKASA Tegal ayu hayu rahayu. <br><br>Kebudayaan nasional  bertumpu dari nilai kearifan lokal. Mangasah mingising budi, memasuh malaning bumi. Dunia ayem tentrem. <br><br>Purwadi, <br>Ketua Lokantara.</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_9565_PAKASA-TEGAL.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/kota/66283/pakasa-tegal/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Penghayat Kejawen Pesisir</guid>
            <pubDate>Mon, 13 Jul 2026 17:24:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Penghayat Kejawen Pesisir]]></title>
            <description><![CDATA[ halomedan.com  Penghayat Kejawen PesisirKegiatan budaya demi memperkokoh jatidiri bangsa. Wilayah Pesisir utara pulau Jawa tetap berusaha ]]></description>
            <content><![CDATA[ <b><a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> - Penghayat Kejawen Pesisir<br><br><br>Kegiatan budaya demi memperkokoh jatidiri bangsa. Wilayah Pesisir utara pulau Jawa tetap berusaha nguri uri budaya adi luhung, seni edi peni. Agar identitas nasional makin cemerlang. <br><br>Tata cara wisuda abdi dalem di kabupaten Tegal. Terhimpun dalam Paguyuban Kawula Karaton Surakarta Hadiningrat atau PAKASA. Terjadi pada hari Minggu Kliwon, 12 Juli 2026. Rum kuncaraning bangsa dumunung ing luhuring budaya. <br><br>Abdi dalem dan sentana siap siaga untuk melakukan gawa gawe. Terlebih dahulu sowan ke Pajimatan Amangkurat Agung di Pekuncen Adiwerna Tegal. Peserta berbusana Kejawen jangkep. Jarik bebedan, blangkon, slop, samir beskap. Putri kebaya sanggulan. Dikawal lengkap bregada prajurit. <br><br>Pelantikan ini menjadi sarana pelestarian seni budaya yang bersumber dari Kraton Surakarta. Drg KMT Fitri Pusponagoro dilantik sebagai ketua pakasa Tegal. Disertai KRAT Kusworo. Suasana sigrak semarak. Kantor Pakasa berdiri megah nan indah. <br><br>Untuk itu perlu program kerja berkelanjutan. Sejarah masa silam dibaca untuk menambah wawasan.<br><br>Tegal Ibukota Mataram<br><br>Kota Tegal menjadi pusat pemerintahan Mataram dalam bidang bisnis pelayaran dan maritim. Kerajaan Mataram sungguh agung dan anggun. Kraton yang subur i makmur waras  wiris panjang yuswa ber bandha ber bandhu. Rakyat  bahagia sejahtera.  Negeri gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja. <br><br>Istana Mataram berpusat di Plered Kerta Kotagedhe. Amangkurat Agung membangun istana cabang di berbagai daerah. Berkat kemakmuran itu negeri Mataram mampu membangun ibukota yang megah mewah gagah indah. Berturut-turut dari Kotagedhe, Kertas, Plered, Pamase dan Kertanegara. Ibukota Mataram berguna untuk pusat administrasi dan perkantoran. Dalam kancah perdagangan juga menjalankan fungsi bisnis. Diplomasi kenegaraan bersama duta bangsa manca yang mulia. Amangkurat yang bertahta tahun 1645 - 1677 raja Mataram yang bijak bestari. <br><br>Wilayah Tegal menjadi ibukota Mataram dalam bidang bisnis. Pelabuhan dibangun Amangkurat pada tahun 1647 . Pelayaran sampai Singapura Tamasek, Ternate, Tidore, Bugis, Makassar, Tondano Minahasa, Bima, Bali, Madura, Banjar, Palembang, Deli Belawan. Hubungan dagang dilakukan oleh pembesar bandar hingga Mesir Turki Persia Yaman. Bahkan punya kantor dagang di Selat Hormuz.<br><br>Kawasan Asia Selatan meliputi Srilanka India dan Nepal. Dari kota Tegal pelayaran dilakukan dalam rangka bisnis dan pengembangan budaya. Amangkurat Agung mengirim tim kesenian berupa sendratari Ramayana. Penari waranggana dan wiyaga diberi biaya cukup. Demi suksesnya misi kebudayaan. <br><br>Wawasan Amangkurat memang luas. Petugas Istana Tegal Mataram dikirim ke Cambridge University untuk belajar menejemen pemerintahan. Sebagian belajar administrasi keuangan di negara Swiss. Belajar tata kota di Perancis dan teknologi pelayaran di Jerman. Amangkurat Agung memang lama tinggal di Eropa. Maka punya koneksi internasional. <br><br>Temayang Bojonegoro juga dijadikan istana Mataram. Berguna untuk mengurusi tambang minyak dan bumi. Untuk itu dibangun pula jejaring dengan pelabuhan tanjung perak Surabaya dan Tanjung Emas Semarang. Usaha migas disadari membawa keuntungan yang berlipat ganda ganda. Dengan keuangan yang cukup Amangkurat sempat mengundang John Locke untuk mengisi pelatihan di Tegal pada tahun 1662.<br><br>Tambang emas berpusat di Pancurendang Ajibarang Banyumas. Amangkurat membangun istana kedhaton Pamase Lesmana. Kantor juda dibangun di Bumiayu. Istana bernama kedhaton Kencono. Pengelola yakni Pangeran Lambung Mangkurat dan Pangeran Martapura. Keduanya lantas bertugas di Banjarmasin Kalimantan. <br><br>Mataram berkepentingan untuk menjadikan Tegal sebagai ibukota bisnis. Arti penting Tegal sebagai kota bahari atau maritim mendukung status ibukota Mataram cabang. Prestasi gemilang yang layak dikenang. Tepa palupi buat pemimpin masa kini. <br><br>Harapan masa depan makin beersinar terang. Mataram mempunyai istana yang tersebar di seluruh penjuru tanah Jawa. Selama di Tegal Sri Susuhunan Amangkurat Agung mewariskan pabrik gula Pagongan, Pejambon, Dukuhringin. Usaha industri gula di Jawa pernah menjadi produsen terbesar dunia. Gedhe obore padhang jagade, ampuh prebawane. <br><br><br>Purwadi, <br>Ketua Lokantara.<br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_9354_Penghayat-Kejawen-Pesisir.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/wisata/66282/penghayat-kejawen-pesisir/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">11 Juli 2026 menjadi tonggak peringatan satu tahun 100 Celebrities Talk for Para Athletes (100 CTFP).</guid>
            <pubDate>Mon, 13 Jul 2026 17:24:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[11 Juli 2026 menjadi tonggak peringatan satu tahun 100 Celebrities Talk for Para Athletes (100 CTFP).]]></title>
            <description><![CDATA[11 Juli 2026 menjadi tonggak peringatan satu tahun 100 Celebrities Talk for Para Athletes (100 CTFP).]]></description>
            <content><![CDATA[Jakarta- Kepada media, Natalia Tjahja, kreator 100 CTFP sekaligus Founder Maria Monique Last Wish Foundation, menyampaikan rasa syukur atas dukungan luar biasa yang diberikan oleh International Paralympic Committee (IPC).<br><br>Natalia menjelaskan bahwa 100 Celebrities Talk for Para Athletes (100 CTFP) merupakan sebuah gerakan kemanusiaan global yang menghadirkan pesan-pesan inspiratif dari para pemimpin dunia, selebritas, atlet, dan tokoh masyarakat kepada para atlet para di seluruh dunia melalui kartu inspirasi.<br><br>"Puji Tuhan selalu. Merupakan suatu kehormatan besar bagi 100 CTFP menerima ucapan selamat ulang tahun pertama sekaligus dukungan luar biasa dari Bapak Andrew Parsons, Presiden International Paralympic Committee (IPC)," ujar Natalia.<br><br>Di bawah kepemimpinan Andrew Parsons sebagai Presiden International Paralympic Committee (IPC), Gerakan Paralimpik terus berkembang secara global melalui PyeongChang 2018 Winter Paralympics, Tokyo 2020 Paralympic Games, Beijing 2022 Winter Paralympics, Paris 2024 Paralympic Games, hingga Milan Cortina Winter Paralympic Games. Pada masa kepemimpinannya, ajang Milan Cortina berhasil menjangkau sekitar 650 juta penonton daring di seluruh dunia. Terpilih kembali sebanyak tiga kali sebagai Presiden IPC, Parsons terus memimpin dan menginspirasi Gerakan Paralimpik dunia dengan visi kuat mengenai inklusi dan keunggulan.<br><br>Dalam rangka peringatan satu tahun 100 CTFP, Andrew Parsons menyampaikan pesan resmi berikut:<br><br>"Congratulations to the Celebrity Talk for Paralympics Campaign Team and the Maria Monique Last Wish Foundation on the first anniversary of this inspiring initiative.<br><br>I&#039;m honored to once again lend my support to this campaign and share a message that is close to the heart of the Paralympic movement.<br><br>IPC, our vision is to make for a more inclusive world through parasport.<br><br>We believe that:<br><br>&#039;There is strength in difference, that diversity is a fact, inclusion is a choice, and that the Paralympic Games are the most transformational event on Earth.&#039; (100 CTFP message of Andrew Parsons)<br><br>Through parasport, we challenge perceptions, we break down barriers, and create opportunities for the world&#039;s 1.3 billion persons with disability.<br><br>So together, let&#039;s continue celebrating achievement, promoting inclusion, and building a world where everyone has opportunity to reach their full potential, whether on the field of play or in everyday lives.<br><br>Happy First Anniversary, and best wishes for the continued success of this important campaign."<br><br>Mengakhiri pernyataannya, Natalia menyampaikan apresiasi yang mendalam.<br><br>"Tuhan mengatur agar 100 CTFP diluncurkan dengan tiga pesan dari Bapak Andrew Parsons. Terima kasih, Bapak Andrew Parsons. Terima kasih, International Paralympic Committee. Sebagai ungkapan rasa syukur saya yang terdalam, saya akan selalu mendoakan Bapak dan seluruh keluarga besar IPC."<br><br>Sejak diluncurkan pada 11 Juli 2025 di Ital Auto Singapore, 100 CTFP terus menyatukan suara-suara inspiratif dari berbagai penjuru dunia untuk mendukung para atlet para, sekaligus mempromosikan martabat, inklusi, harapan, serta keyakinan bahwa setiap individu berhak memperoleh kesempatan untuk mencapai potensi terbaiknya.rel]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_7135_11-Juli-2026-menjadi-tonggak-peringatan-satu-tahun-100-Celebrities-Talk-for-Para-Athletes--100-CTFP--.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66281/11-juli-2026-menjadi-tonggak-peringatan-satu-tahun-100-celebrities-talk-for-para-athletes-100-ctfp/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Temu Trah Amangkurat</guid>
            <pubDate>Mon, 13 Jul 2026 17:23:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Temu Trah Amangkurat]]></title>
            <description><![CDATA[ halomedan.com  Temu Trah AmangkuratTrah Amangkurat Agung bertemu di Slawi. Kegiatan budaya demi memperkokoh jatidiri bangsa. Wilayah Pesis]]></description>
            <content><![CDATA[ <b><a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> - <a href="https://www.halomedan.com/tag/temu/" target="_blank">Temu</a> Trah Amangkurat<br><br><br>Trah Amangkurat Agung bertemu di Slawi. Kegiatan budaya demi memperkokoh jatidiri bangsa. Wilayah Pesisir utara pulau Jawa tetap berusaha nguri uri budaya adi luhung, seni edi peni. Agar identitas nasional makin cemerlang. <br><br>Tata cara wisuda abdi dalem di kabupaten Tegal. Terhimpun dalam Paguyuban Kawula Karaton Surakarta Hadiningrat atau PAKASA. Terjadi pada hari Minggu Kliwon, 12 Juli 2026. Rum kuncaraning bangsa dumunung ing luhuring budaya. <br><br>Abdi dalem dan sentana siap siaga untuk melakukan gawa gawe. Terlebih dahulu sowan ke Pajimatan Amangkurat Agung di Pekuncen Adiwerna Tegal. Peserta berbusana Kejawen jangkep. Jarik bebedan, blangkon, slop, samir beskap. Putri kebaya sanggulan. Dikawal lengkap bregada prajurit. <br><br>Pelantikan ini menjadi sarana pelestarian seni budaya yang bersumber dari Kraton Surakarta. Drg KMT Fitri Pusponagoro dilantik sebagai ketua pakasa Tegal. Disertai KRAT Kusworo. Suasana sigrak semarak. Kantor Pakasa berdiri megah nan indah. <br><br>Untuk itu perlu program kerja berkelanjutan. Sejarah masa silam dibaca untuk menambah wawasan. Kota Tegal menjadi pusat pemerintahan Mataram dalam bidang bisnis pelayaran dan maritim. Kerajaan Mataram sungguh agung dan anggun. Kraton yang subur i makmur waras  wiris panjang yuswa ber bandha ber bandhu. Rakyat  bahagia sejahtera.  Negeri gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja. <br><br>Istana Mataram berpusat di Plered Kerta Kotagedhe. Amangkurat Agung membangun istana cabang di berbagai daerah. Berkat kemakmuran itu negeri Mataram mampu membangun ibukota yang megah mewah gagah indah. Berturut-turut dari Kotagedhe, Kertas, Plered, Pamase dan Kertanegara. Ibukota Mataram berguna untuk pusat administrasi dan perkantoran. Dalam kancah perdagangan juga menjalankan fungsi bisnis. Diplomasi kenegaraan bersama duta bangsa manca yang mulia. Amangkurat yang bertahta tahun 1645 - 1677 raja Mataram yang bijak bestari. <br><br>Wilayah Tegal menjadi ibukota Mataram dalam bidang bisnis. Pelabuhan dibangun Amangkurat pada tahun 1647 . Pelayaran sampai Singapura Tamasek, Ternate, Tidore, Bugis, Makassar, Tondano Minahasa, Bima, Bali, Madura, Banjar, Palembang, Deli Belawan. Hubungan dagang dilakukan oleh pembesar bandar hingga Mesir Turki Persia Yaman. Bahkan punya kantor dagang di Selat Hormuz.<br><br>Kawasan Asia Selatan meliputi Srilanka India dan Nepal. Dari kota Tegal pelayaran dilakukan dalam rangka bisnis dan pengembangan budaya. Amangkurat Agung mengirim tim kesenian berupa sendratari Ramayana. Penari waranggana dan wiyaga diberi biaya cukup. Demi suksesnya misi kebudayaan. <br><br>Wawasan Amangkurat memang luas. Petugas Istana Tegal Mataram dikirim ke Cambridge University untuk belajar menejemen pemerintahan. Sebagian belajar administrasi keuangan di negara Swiss. Belajar tata kota di Perancis dan teknologi pelayaran di Jerman. Amangkurat Agung memang lama tinggal di Eropa. Maka punya koneksi internasional. <br><br>Temayang Bojonegoro juga dijadikan istana Mataram. Berguna untuk mengurusi tambang minyak dan bumi. Untuk itu dibangun pula jejaring dengan pelabuhan tanjung perak Surabaya dan Tanjung Emas Semarang. Usaha migas disadari membawa keuntungan yang berlipat ganda ganda. Dengan keuangan yang cukup Amangkurat sempat mengundang John Locke untuk mengisi pelatihan di Tegal pada tahun 1662.<br><br>Tambang emas berpusat di Pancurendang Ajibarang Banyumas. Amangkurat membangun istana kedhaton Pamase Lesmana. Kantor juda dibangun di Bumiayu. Istana bernama kedhaton Kencono. Pengelola yakni Pangeran Lambung Mangkurat dan Pangeran Martapura. Keduanya lantas bertugas di Banjarmasin Kalimantan. <br><br>Mataram berkepentingan untuk menjadikan Tegal sebagai ibukota bisnis. Arti penting Tegal sebagai kota bahari atau maritim mendukung status ibukota Mataram cabang. Prestasi gemilang yang layak dikenang. Tepa palupi buat pemimpin masa kini. <br><br>Harapan masa depan makin beersinar terang. Mataram mempunyai istana yang tersebar di seluruh penjuru tanah Jawa. Selama di Tegal Sri Susuhunan Amangkurat Agung mewariskan pabrik gula Pagongan, Pejambon, Dukuhringin. Usaha industri gula di Jawa pernah menjadi produsen terbesar dunia. Gedhe obore padhang jagade, ampuh prebawane. <br><br><br>Minggu Kliwon, 12 Juli 2026.<br>Purwadi, <br>Ketua Lokantara.<br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_7632_Temu-Trah-Amangkurat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/66280/temu-trah-amangkurat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sunan Amangkurat Mas Kediri</guid>
            <pubDate>Mon, 13 Jul 2026 17:23:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sunan Amangkurat Mas Kediri]]></title>
            <description><![CDATA[ halomedan.com  Sunan Amangkurat Mas KediriRaja Mataram Kartasura bernama Sunan Amangkurat Mas. Memerintah tahun 1703  1708. Narenndra gun]]></description>
            <content><![CDATA[ <b><a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> - <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat Mas Kediri</p><br>Raja Mataram Kartasura bernama <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat Mas. Memerintah tahun 1703 - 1708. Narenndra gung binathara mbahu dhendha nyakrawati. Raja bijak bestari, berbudi luhur, murah ramah, welas asih. Seluruh rakyat merasa mendapat pengayoman. <br><br>Ibunda Sri Susuhunan Amangkurat Mas atau Amangkurat III bernama Ratu Mas Candra Kirana. Putri Tumenggung Purbonagoro Bupati Kediri. Garwa prameswari <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat Amral atau Amangkurat II yang memerintah Mataram Kartasura tahun 1677 - 1703. Ratu Mas Candra Kirana masih keturunan Prabu Jayabaya, narendra waskitha ngerti sakdurunge winarah. <br><br>Pernikahan Amangkurat Mas dengan Ratu Kencana Lembah atau Ratu Banyumanik lahir Kanjeng Ratu Bangsri. Setelah dewasa Ratu Bangsri menikah dengan Pangeran Purbaya Bupati Lamongan. Lahir Ratu Mas Lamong. Nanti menjadi garwa prameswari <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Paku Buwana II, raja Mataram tahun 1726 - 1749. Tanggal 20 Pebruari 1745 boyong kedhaton. Dari Kartasura ke Surakarta. <br><br>Trah Jenggala Daha Majapahit Singasari dan Kahuripan bertemu pada diri Sri Susuhunan Amangkurat Mas. Pajimatan Setono Gedong Kediri pepundhen Karaton Surakarta Hadiningrat. <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat III berjasa besar pada bangsa dan negara. Cita cita besar digambarkan dalam kitab babad.<br><br>warta bangun bangsa<br><br>Amangkurat Mas III Kediri<br>Mei 25, 2026<br> Amangkurat Mas III Kediri<br><br><br><br><br>1.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Amangkurat <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Mas Kediri, <br><br>Narendra Mataram Kartasura, <br><br>Sepi pamrih rame gawe, <br><br>Santun guyub rukun, <br><br>Welas asih kawula dasih, <br><br>Miraga tur micara, <br><br>Mirasa misuwur, <br><br>Muna muni solah bawa, <br><br>Merak ati karya sengseme sesami, <br><br>Tata krama prasaja. <br><br><br><br>2.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Amangkurat Mas kaloka, <br><br>Asal usul saking kraton Kediri, <br><br>Daha Jenggala leluhur, <br><br>Majapahit Koripan,<br><br>Medhang Arum Demak Pajang sadarum, <br><br>Cirebon Banten Pasundan, <br><br>Tedhak turun Singasari. <br><br><br><br>3.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Leluhur Mangkurat Kediri, <br><br>Hayamwuruk Brawijaya, <br><br>Majapahit kedhatone,<br><br>Tohjoyo Kertanegara, <br><br>Singosari kalokengrat, <br><br>Raja Darmawangsa Teguh, <br><br>Airlangga Kahuripan.<br><br><br><br>4.<br><br>Megatruh<br><br><br><br>Wulang wuruk dadi dhasar tindak tanduk, <br><br>Amangkurat Mas Kediri, <br><br>Empu Sedah lan Panuluh,<br><br>Kameswara Raden Panji, <br><br>Jangka Jayabaya maos. <br><br><br><br>5.<br><br>Durma<br><br><br><br>Empu Kanwa yasa Arjuna Wiwaha,<br><br>Empu Tantular nganggit,<br><br>Kitab Sutasoma, <br><br>Negara Kertagama,<br><br>Prapanca Empu Majapahit, <br><br>Ujar kawedhar, <br><br>Amangkurat Kediri. <br><br><br><br>6.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Wali Sanga Tanah Jawa, <br><br>Molana Malik Ibrahim, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Ampel <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Bonang, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Drajad <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Giri, <br><br>Lan <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Gunung Jati, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Murya <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Kudus, <br><br>Jeng <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Kalijaga,<br><br>Ndherek Mangkurat Kediri, <br><br>Ngestu pada Mataram manggih yuwana. <br><br><br><br>7.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Amangkurat manekung, <br><br>Tapa brata aneng puncak gunung,<br><br>Gunung ijen gunung Raung gunung Wilis, <br><br>Gunung Dhiyeng Gunung Lawu, <br><br>Gunung Cerme gunung Klothok. <br><br><br><br>8.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Luru ilmu Amangkurat gya meguru, <br><br>Ing negri Eropa, <br><br>Bagdad Turki Arab Mesir, <br><br>Nepal China Ngerum Hindustan Srilangka.<br><br><br><br>9.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Amangkurat Tri sambung negeri,<br><br>Tamasek ing Johor, <br><br>Deli Serdang Langkat Siak Pase, <br><br>Ternate Tidore Buton Bugis, <br><br>Banjar Bima Bali, <br><br>Riau Melayu. <br><br><br><br>10.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Amangkurat maca Raja Ali Haji, <br><br>Hamzah Pansuri Sumatra, <br><br>Hang Tuah pangarsi,<br><br>Hikayat tanah Malaya. <br><br><br><br>11.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Turun rembesing madu, <br><br>Amangkurat Mas Kediri, <br><br>Wijining amara tapa, <br><br>Tedhaking andana warih, <br><br>Trahing kusuma sudibya,<br><br>Setono Gedhong nekseni.<br><br><br><br>SUNAN SETONO GEDONG<br><br><br><br>1.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Amangkurat Mas Jenggala, <br><br>Jejuluk Mangkurat Katri, <br><br>Amangkurat Kartasura, <br><br>Mbahu dhendha nyakrawati, <br><br>Amangkurat Mas Kediri, <br><br>Waskitha kuncara arum, <br><br>Budi bawa laksana, <br><br>Paramarta ambeg adil, <br><br>Ing Mataram narendra gung sung pangeram.<br><br><br><br>2.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Kang ibu Candrakirana, <br><br>Purbanagara adipati Kediri, <br><br>Paring catur warah luhur, <br><br>Amangkurat winedhar, <br><br>Ngelmu laku bahu suku lan panemu, <br><br>Sangu ngereh tata praja, <br><br>Mangka narendra Mentawis. <br><br><br><br>3.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Mejang adipati Surabangi, <br><br>Ing Penanggungan lor, <br><br>Daha Jenggala tedhak turune, <br><br>Medhang Kahuripan Singasari, <br><br>Kraton Majapahit, <br><br>Mangkurat mituhu. <br><br><br><br>4.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Candrakirana rahayu, <br><br>Garwa agung prameswari, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat Amral, <br><br>Putri Bupati Kediri,<br><br>Peputra Mangkurat Daha, <br><br>Widada suka lestari. <br><br><br><br>5.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Wus andulu baraya rembesing madu, <br><br>Amangkurat Daha, <br><br>Trah kusuma ing Kediri, <br><br>Sung tuladha jalma limpat marcapada.<br><br><br><br>TRAH JENGGOLO DOHO<br><br><br><br>1.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Kanjeng Purbonegoro Dipati, <br><br>Peputra Ratu Candrakirana, <br><br>Lenggah siniwaka jejer, <br><br>Mangka garwa Sinuwun, <br><br>Amangkurat ing Surabangi, <br><br>Atma Gusti Sutikna, <br><br>Nglintir prabon luhur, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat Emas, <br><br>Ing Kediri Sentono Gedhong lestari, <br><br>Tedhak Daha Jenggala. <br><br><br><br>2.<br><br>Mijil <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat Mas Kediri, <br><br>Kuncara sang katong, <br><br>Kagungan karaton gedhe rame, <br><br>Kartasura Mataram pinilih, <br><br>Kinasih ing dasih, <br><br>Agrom angrembuyung. <br><br><br><br>3.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Raja trahing ratu agung, <br><br>Amangkurat Mas Kediri, <br><br>Jayabaya wicaksana, <br><br>Waskitha alusing budi, <br><br>Kameswara bagus warna, <br><br>Tedhak turun Raden Panji. <br><br><br><br>4.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Kanjeng <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat, <br><br>Ingkang katri Sentono Gedhong peni, <br><br>Tapa brata gunung Kelud, <br><br>Ngeli ing kali Brantas, <br><br>Wilis Lawu Kendheng Merbabu  Semeru, <br><br>Jenggala Daha Koripan,<br><br>Majapahit Singasari. <br><br><br><br>5.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Raden Sutikna dhaup, <br><br>Wus angaup Lembah Manah guyub, <br><br>Amangkurat Sentono Gedhong Kediri, <br><br>Ratu Kencana misungsung,<br><br>Kasekten ing gunung Klothok.<br><br><br><br>6.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Papanipun Raden  Panji Marabangun, <br><br>Putra ing Jenggala, <br><br>Kertapati Sekartaji, <br><br>Wus anulat lekase Sri Amangkurat. <br><br><br><br>7.<br><br>Megatruh<br><br><br><br>Sung sesuluh Empu Sedah lan Panuluh,<br><br>Pujangga kraton Kediri, <br><br>Waosan tumraping ratu,<br><br>Sangu teranging pengalih, <br><br>Amangkurat Mas Kediri. <br><br><br><br>8.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Sentono Gedhong Kediri, <br><br>Dadya papan pajimatan, <br><br>Amangkurat Mas pepundhen, <br><br>Narendra gung ing Mataram, <br><br>Kartasura Surakarta, <br><br>Nak tumanak run tumurun, <br><br>Saindhenging tanah Jawa.<br><br><br><br>RATU MAS CANDRAKIRANA KEDIRI<br><br><br><br>1.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Winursita Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Asma timur jeng Siti  Rubingah, <br><br>Parab Raden Ajeng Jene,<br><br>Lembah Manah kang ibu, <br><br>Garwa Amangkurat Kediri, <br><br>Mataram Kartasura, <br><br>Wanita pinunjul, <br><br>Garwa Bupati Lamongan, <br><br>Adipati Purbaya dhawuh marsudi, <br><br>Keputren tata praja. <br><br><br><br>Lembah Manah Ratu Banyumanik, <br><br>Atma Pangeran Puger Semarang, <br><br>Trah kusuma luhur gedhe, <br><br>Ratu Blitar Madiun, <br><br>Ratu Bangsri ndherek sumiwi, <br><br>Duk Mangkurat tri seda,<br><br>Ingkang ibu surut, <br><br>Momong Ratu Mas Balitar, <br><br>Sung Wewarah Siti Rubingah winardi, <br><br>Sekaring dhatulaya. <br><br><br><br>2.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Palakrama Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Adipati Lamong, <br><br>Pangeran Purbaya Pesisir Ler, <br><br>Bandar Tanjungperak minyak bumi, <br><br>Garam kecap trasi, <br><br>Dugi Tegalarum. <br><br><br><br>Kersa dalem Amangkurat Jawi, <br><br>Putra pati miyos, <br><br>Kanjeng Prabasuyasa lir rante, <br><br>Ratu Mas Lamongan nyaranani,<br><br>Paku Buwana dwi, <br><br>Prameswari Ratu. <br><br><br><br>3.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Ratu Bangsri amituhu, <br><br>Leluhur tlatah Kediri, <br><br>Bupati Purbanegara, <br><br>Candrakirana kang putri, <br><br>Garwa Amangkurat Amral, <br><br>Raden Sutikno sesiwi.<br><br><br><br>Ratu Lembah Manah dhaup,<br><br>Kondhang Ratu Banyumanik, <br><br>Garwa Amangkurat Emas, <br><br>Apeputra Ratu Bangsri, <br><br>Garwa Pangeran Purbaya, <br><br>Ratu Mas Sinuwun ping dwi. <br><br><br><br>4.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Suka sukur mring leluhur, <br><br>Ratu Bangsri midhanget ing atur, <br><br>Jayabaya narendra gung ing Kediri, <br><br>Waskitha sabarang kawruh, <br><br>Dadya pandam pandum pandom. <br><br><br><br>Jroning kakawin kidung,<br><br>Kraton Daha Jenggala Panjalu, <br><br>Kahuripan Singosari  Majapahit, <br><br>Demak Pajang lan Mentarum,<br><br>Ratu Bangsri purun maos. <br><br><br><br>5.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Ratu Bangsri tedhak turune Kediri, <br><br>Setono Gedhong kinucap, <br><br>Tedhak turun adipati, <br><br>Sarjana ulama Brantas. <br><br><br><br>Sekartaji Candrakirana Kediri, <br><br>Tulungagung Nganjuk Blitar, <br><br>Trenggalek wiji sejati, <br><br>Kuwat drajat pangkat semat. <br><br><br><br>6.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Waris kawruh Empu Sedah lan Panuluh,<br><br>Tantular Prapanca, <br><br>Empu Kanwa Siwamurti, <br><br>Trang terwaca Ratu Bangsri kersa maca. <br><br><br><br>Para Empu tanah Jawa nyawur ngelmu, <br><br>Pujangga Darmaja, <br><br>Kameswara peling angling, <br><br>Anut sabda Ratu Bangsri mrih yuwana. <br><br><br><br>7.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Trahing Kraton Kahuripan, <br><br>Singasari Jenggala ing Kediri, <br><br>Majapahit lan Panjalu,<br><br>Demak Pajang Mataram, <br><br>Pra leluhur tanah Jawi wus misuwur, <br><br>Ratu Bangsri bakti darma, <br><br>Garwa Bupati Lamongan. <br><br><br><br>8.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Sumungkem Siti Rubingah,<br><br>Kawentar Jeng Ratu Bangsri, <br><br>Garwa Pangeran Purbaya, <br><br>Pangarsa tlatah pesisir, <br><br>Atma Mangkurat katri, <br><br>Tedhak turun para ratu,<br><br>Ngejayeng tanah Jawa, <br><br>Run tumurun nak tumanak,<br><br>Rajadibya ambeg adil paramarta. <br><br><br><br>Jayabaya Kameswara, <br><br>Narendra kraton Kediri, <br><br>Leluhur Mangkurat Emas, <br><br>Kanjeng Ratu Ayu Bangsri, <br><br>Jenggala Singasari, <br><br>Kali Brantas gunung Kelud, <br><br><br><br>Ratu Candrakirana, <br><br>Purbanegara Dipati, <br><br>Trah kusuma mbabar yuwana raharja. <br><br><br><br>9.<br><br>Megatruh<br><br><br><br>Tanggon tangguh tekad wutuh budi ampuh, <br><br>Kanjeng Ratu Ayu Bangsri, <br><br>Nalar ginambar ginayuh, <br><br>Permana laku pertitis, <br><br>Kabeh panjangkah kelakon. <br><br><br><br>Gunung Kelud kali Brantas sami lulut, <br><br>Dhateng Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Anak yatim sung pitulung, <br><br>Pangeran Purbaya Bupati, <br><br>Kapanjing wahyu kedhaton. <br><br><br><br>10.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Amangkurat ing Kediri, <br><br>Katelah Mangkurat Tiga, <br><br>Tulungagung Blitar lan Trenggalek, <br><br>Bupati Purbanegara, <br><br>Ngembang Candrakirana, <br><br>Amangkurat Amral Ratu, <br><br>Ratu Bangsri ingembanan. <br><br><br><br>Pesisir ler tanah Jawi, <br><br>Kuneng Bupati Lamongan, <br><br>Ratu Bangsri sigrak rame, <br><br>Nggulawenthah ingkang putra, <br><br>Garwa narendra Mataram, <br><br>Suwita Sinuwun Kombul,<br><br>Kartasura Surakarta.<br><br><br><br>11.<br><br>Durma<br><br><br><br>Palakrami jeng Purbaya ing Lamongan, <br><br>Kaliyan Ratu Bangsri, <br><br>Putri Amangkurat, <br><br>Kartasura Diningrat, <br><br>Darahe Karaton Kediri, <br><br><br><br>Siwi Ratu Mas, <br><br>Paku Buwana ping dwi. <br><br><br><br>Pasok bulu bekti caos bandha arta, <br><br>Hadeg jejeging nagri, <br><br>Mbangun kutha praja, <br><br>Kedhaton Surakarta, <br><br>Ratu Bangsri tansah nyembadani, <br><br>Wragat prabeya,<br><br>Tatag tutug lestari. <br><br><br><br>RATU KENCANA BANYUMANIK<br><br><br><br>1.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Garwa <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat, <br><br>Kartasura ingkang katri, <br><br>Pangeran Puger atmaja, <br><br>Lembah Manah Banyumanik, <br><br>Dhasar putri lunuwih, <br><br>Ratu Balitar Madiun, <br><br>Tedhak Rangga Jumena,<br><br>Pangeran Timur Dipati, <br><br>Trah Bintara Trenggana Patah kasusra. <br><br><br><br>2.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Sindureja Patih alinuwih, <br><br>Mulang muruk momong, <br><br>Lembah Manah cerdhas tangkas moncer, <br><br>Tata praja wawasan negari, <br><br>Santana prajurit, <br><br>Kawruh punjul unggul. <br><br><br><br>3.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Ndherek Bupati Madiun, <br><br>Lembah Manah amarsudi, <br><br>Anenandur palawija, <br><br>Bumbu pawon pedhes asin, <br><br>Kehing ramban janganan,<br><br>Sega pecel kembang turi. <br><br><br><br>4.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Ngupakara emas picis, <br><br>Lembah Manah ing Banyumas, <br><br>Lenggah Kedhaton Pamase,<br><br>Ajibarang Pancurendhang, <br><br>Cilacap Wangon Majenang, <br><br>Gandrung Mangun Bumiayu, <br><br>Ratu Serayu Mangkurat. <br><br><br><br>5.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Suwita trahing Kajoran, <br><br>Pereng gunung Sindara Diyang Sumbing, <br><br>Sakukuban tlatah Kedu, <br><br>Wonosobo tumerah,<br><br>Telamaya gunung Merapi Merbabu, <br><br>Rawapening Kali Praga, <br><br>Lembah Manah ajar warih.<br><br><br><br>6.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Lembah Manah Ratu Prameswari, <br><br>Kanjeng Gusti Raden Mas Sutikna, <br><br>Kadang nak sanak pernahe,<br><br>Jumeneng Jeng Sinuwun, <br><br>Amangkurat ingkang kaping tri,<br><br>Jejuluk Ratu Kencana, <br><br>Kawan warsa surud,<br><br>Akarya nawung duhkita, <br><br>Sri narpati Mataram manjing suwargi,<br><br>Sumare Kediri Daha. <br><br><br><br>7.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Patutan putri ayu, <br><br>Lembah Manah Mangkurat rahayu, <br><br>Pinaringan nami Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Siti Rubingah ginarwa, <br><br>Adipati saking Lamong. <br><br><br><br>8.<br><br>Pucung<br><br><br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Paku Buwana amomong putu, <br><br>Putri Lembah Manah, <br><br>Asma Raden Ajeng Bangsri,<br><br>Ratu Blitar eyang putri wus kawentar. <br><br><br><br>9.<br><br>Durma<br><br><br><br>Lembah Manah sinebut Ratu Kencana, <br><br>Wiyose Banyumanik, <br><br>Wilayah Semarang, <br><br><br><br>Pangeran Puger wisma, <br><br>Ratu Blitar nyembadani, <br><br>Paring wewarah, <br><br>Garwa Mangkurat ping tri. <br><br><br><br>10.<br><br>Megatruh<br><br><br><br>Sore esuk Lembah Manah nampi wuruk, <br><br>Paku Buwana ping siji, <br><br>Ratu Balitar Madiun, <br><br>Jejering garwa narpati, <br><br>Babagan sekar kedhaton. <br><br><br><br>11.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Ratu Blitar momong Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Anama Siti Rubingah, <br><br>Garwa Pubaya Bupati, <br><br>Asiwi Kanjeng Ratu Mas.<br><br><br><br>AMANGKURAT DAHA JENGGALA <br><br><br><br>1.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Marsudi kitab leluhur, <br><br>Pawiyatan Hadiluwih, <br><br>Maos babad Ajisaka,<br><br>Koripan Jenggala Manik, <br><br>Mangkurat Ratu Kencana, <br><br>Paring sabak dluwang tulis. <br><br><br><br>2.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Anut ilining banyu, <br><br>Tuking Brantas ing gunung Semeru, <br><br>Empu Bradah duta Jenggala Kediri, <br><br>Mangkurat kersa ambangun, <br><br>Trah kusuma praba kinclong. <br><br><br><br>3.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Amangkurat Mas Jenggala, <br><br>Amemetri wejangan Kilisuci, <br><br>Mapan pereng gunung Kelud, <br><br>Erlangga Empu Kanwa,<br><br>Triguna wruh Manoguna weh pituduh,<br><br>Prapanca Empu Tantular, <br><br>Singasari Majapahit.<br><br><br><br>4.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Amangkurat Mas Jenggala sura sakti, <br><br>Manjing wahyu dhaton,<br><br>Sabar darana sareh pikoleh, <br><br>Bagus aris kehing wulang wuruk wasis,<br><br>Sugih welas asih, <br><br>Sumeh sopan santun. <br><br><br><br>5.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Mangkurat lan prameswari, <br><br>Suka ngungak sampun tedhak, <br><br>Mrican Kertasana Pare, <br><br>Petilasan Brawijaya, <br><br>Mahprabu Kertanegara, <br><br>Jayakatwang Hayamwuruk, <br><br>Tulungagung Jombang Blitar. <br><br><br><br>6.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Amangkurat Mas Jenggala kalokengrat, <br><br>Trahing Kahuripan, <br><br>Majapahit Singasari, <br><br>Daha Pajang Demak Medhang sung pepadhang. <br><br><br><br>7.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Raja agung binathara nyakrawati, <br><br>Amangkurat ing Jenggala, <br><br>Kinarya tepa palupi, <br><br>Sagunging kawula Jawa.<br><br><br><br>8.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Sidoarjo Porong Tanggulangin, <br><br>Amangkurat kuncara ing jagat, <br><br>Pirsa sumber lenga gedhe, <br><br>Ubaling muncar mancur, <br><br>Singosari sampun angesthi, <br><br>Leluhur Kahuripan, <br><br>Panjalu ing Cepu, <br><br>Grobogan Bojonegara, <br><br>Blora Ngawi Tuban Rembang Gresik Pati, <br><br>Piyak ilining minyak.<br><br><br><br>9.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Bumiayu Ajibarang, <br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat Katri, <br><br>Panambangan kencana mas, <br><br>Guna kaya sugih singgih, <br><br>Arta daya pinanggih, <br><br>Winastanan subur makmur,<br><br>Gagah endah sumagah, <br><br>Susuhunan Sri Kediri, <br><br>Kartasura tata tentrem karta harja. <br><br><br><br>10.<br><br>Durma<br><br><br><br>Jangkah langkah ngarah tumuju Eropah, <br><br>Sutikno ngudi ngelmi, <br><br>Cambridge wiyata, <br><br>Isaz Newton memitran, <br><br>Jerman Inggris Roma Perancis, <br><br>Sri Amangkurat, <br><br>Narendra titis wasis. <br><br><br><br>11.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Mulya mukti Amangkurat Sri Kediri, <br><br>Narendra gung binathara, <br><br>Mbahu dhendha nyakrawati, <br><br>Ber budi bawa laksana. <br><br>Kraton Kediri darahnya mengalir ke tubuh <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat III. Karena sumare di Setono Gedong Kediri, maka mendapat julukan <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat Setono Gedong Kediri. Berhubung kaya raya akan perhiasan emas, maka mendapat gelar <a href="https://www.halomedan.com/tag/sunan/" target="_blank">Sunan</a> Amangkurat Mas. Nama yang harum wangi sumerbak. <br><br><br>Senin Legi, 13 Juli 2026.<br>Purwadi, <br>Universitas Negeri Yogyakarta</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_6129_Sunan-Amangkurat-Mas-Kediri.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/66279/sunan-amangkurat-mas-kediri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Amangkurat III Setono Gedong Kediri</guid>
            <pubDate>Mon, 13 Jul 2026 17:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Amangkurat III Setono Gedong Kediri]]></title>
            <description><![CDATA[ halomedan.com  Amangkurat III Setono Gedong KediriPada hari Senin Legi, 13 Juli 2026 dilakukan kunjungan di Pajimatan Setono Gedong Kediri]]></description>
            <content><![CDATA[ <b><a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> - Amangkurat III Setono Gedong Kediri<br><br>Pada hari Senin Legi, 13 Juli 2026 dilakukan kunjungan di Pajimatan Setono Gedong Kediri. Pisowanan untuk memuliakan Sunan Amangkurat III. Raja Mataram Kartasura ini keturunan langsung Prabu Jayabaya. <br><br>Raja Amangkurat III memang sakti mandraguna. Suka menjalankan lara lapa tapa brata. Meditasi di tempat sepi. Kerap mahas ing madyane wana gung liwang luwung. <br><br>Sunan Amangkurat Mas Kediri<br><br>Raja Mataram Kartasura bernama Sunan Amangkurat Mas. Memerintah tahun 1703 - 1708. Narenndra gung binathara mbahu dhendha nyakrawati. Raja bijak bestari, berbudi luhur, murah ramah, welas asih. Seluruh rakyat merasa mendapat pengayoman. <br><br>Ibunda Sri Susuhunan Amangkurat Mas atau Amangkurat III bernama Ratu Mas Candra Kirana. Putri Tumenggung Purbonagoro Bupati Kediri. Garwa prameswari Sunan Amangkurat Amral atau Amangkurat II yang memerintah Mataram Kartasura tahun 1677 - 1703. Ratu Mas Candra Kirana masih keturunan Prabu Jayabaya, narendra waskitha ngerti sakdurunge winarah. <br><br>Pernikahan Amangkurat Mas dengan Ratu Kencana Lembah atau Ratu Banyumanik lahir Kanjeng Ratu Bangsri. Setelah dewasa Ratu Bangsri menikah dengan Pangeran Purbaya Bupati Lamongan. Lahir Ratu Mas Lamong. Nanti menjadi garwa prameswari Sunan Paku Buwana II, raja Mataram tahun 1726 - 1749. Tanggal 20 Pebruari 1745 boyong kedhaton. Dari Kartasura ke Surakarta. <br><br>Trah Jenggala Daha Majapahit Singasari dan Kahuripan bertemu pada diri Sri Susuhunan Amangkurat Mas. Pajimatan Setono Gedong Kediri pepundhen Karaton Surakarta Hadiningrat. Sunan Amangkurat III berjasa besar pada bangsa dan negara. Cita cita besar digambarkan dalam kitab babad.<br><br>warta bangun bangsa<br><br>Amangkurat Mas III Kediri<br>Mei 25, 2026<br> Amangkurat Mas III Kediri<br><br><br><br><br>1.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Amangkurat Sunan Mas Kediri, <br><br>Narendra Mataram Kartasura, <br><br>Sepi pamrih rame gawe, <br><br>Santun guyub rukun, <br><br>Welas asih kawula dasih, <br><br>Miraga tur micara, <br><br>Mirasa misuwur, <br><br>Muna muni solah bawa, <br><br>Merak ati karya sengseme sesami, <br><br>Tata krama prasaja. <br><br><br><br>2.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Amangkurat Mas kaloka, <br><br>Asal usul saking kraton Kediri, <br><br>Daha Jenggala leluhur, <br><br>Majapahit Koripan,<br><br>Medhang Arum Demak Pajang sadarum, <br><br>Cirebon Banten Pasundan, <br><br>Tedhak turun Singasari. <br><br><br><br>3.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Leluhur Mangkurat Kediri, <br><br>Hayamwuruk Brawijaya, <br><br>Majapahit kedhatone,<br><br>Tohjoyo Kertanegara, <br><br>Singosari kalokengrat, <br><br>Raja Darmawangsa Teguh, <br><br>Airlangga Kahuripan.<br><br><br><br>4.<br><br>Megatruh<br><br><br><br>Wulang wuruk dadi dhasar tindak tanduk, <br><br>Amangkurat Mas Kediri, <br><br>Empu Sedah lan Panuluh,<br><br>Kameswara Raden Panji, <br><br>Jangka Jayabaya maos. <br><br><br><br>5.<br><br>Durma<br><br><br><br>Empu Kanwa yasa Arjuna Wiwaha,<br><br>Empu Tantular nganggit,<br><br>Kitab Sutasoma, <br><br>Negara Kertagama,<br><br>Prapanca Empu Majapahit, <br><br>Ujar kawedhar, <br><br>Amangkurat Kediri. <br><br><br><br>6.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Wali Sanga Tanah Jawa, <br><br>Molana Malik Ibrahim, <br><br>Sunan Ampel Sunan Bonang, <br><br>Sunan Drajad Sunan Giri, <br><br>Lan Sunan Gunung Jati, <br><br>Sunan Murya Sunan Kudus, <br><br>Jeng Sunan Kalijaga,<br><br>Ndherek Mangkurat Kediri, <br><br>Ngestu pada Mataram manggih yuwana. <br><br><br><br>7.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Amangkurat manekung, <br><br>Tapa brata aneng puncak gunung,<br><br>Gunung ijen gunung Raung gunung Wilis, <br><br>Gunung Dhiyeng Gunung Lawu, <br><br>Gunung Cerme gunung Klothok. <br><br><br><br>8.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Luru ilmu Amangkurat gya meguru, <br><br>Ing negri Eropa, <br><br>Bagdad Turki Arab Mesir, <br><br>Nepal China Ngerum Hindustan Srilangka.<br><br><br><br>9.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Amangkurat Tri sambung negeri,<br><br>Tamasek ing Johor, <br><br>Deli Serdang Langkat Siak Pase, <br><br>Ternate Tidore Buton Bugis, <br><br>Banjar Bima Bali, <br><br>Riau Melayu. <br><br><br><br>10.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Amangkurat maca Raja Ali Haji, <br><br>Hamzah Pansuri Sumatra, <br><br>Hang Tuah pangarsi,<br><br>Hikayat tanah Malaya. <br><br><br><br>11.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Turun rembesing madu, <br><br>Amangkurat Mas Kediri, <br><br>Wijining amara tapa, <br><br>Tedhaking andana warih, <br><br>Trahing kusuma sudibya,<br><br>Setono Gedhong nekseni.<br><br><br><br>SUNAN SETONO GEDONG<br><br><br><br>1.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Amangkurat Mas Jenggala, <br><br>Jejuluk Mangkurat Katri, <br><br>Amangkurat Kartasura, <br><br>Mbahu dhendha nyakrawati, <br><br>Amangkurat Mas Kediri, <br><br>Waskitha kuncara arum, <br><br>Budi bawa laksana, <br><br>Paramarta ambeg adil, <br><br>Ing Mataram narendra gung sung pangeram.<br><br><br><br>2.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Kang ibu Candrakirana, <br><br>Purbanagara adipati Kediri, <br><br>Paring catur warah luhur, <br><br>Amangkurat winedhar, <br><br>Ngelmu laku bahu suku lan panemu, <br><br>Sangu ngereh tata praja, <br><br>Mangka narendra Mentawis. <br><br><br><br>3.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Mejang adipati Surabangi, <br><br>Ing Penanggungan lor, <br><br>Daha Jenggala tedhak turune, <br><br>Medhang Kahuripan Singasari, <br><br>Kraton Majapahit, <br><br>Mangkurat mituhu. <br><br><br><br>4.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Candrakirana rahayu, <br><br>Garwa agung prameswari, <br><br>Sunan Amangkurat Amral, <br><br>Putri Bupati Kediri,<br><br>Peputra Mangkurat Daha, <br><br>Widada suka lestari. <br><br><br><br>5.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Wus andulu baraya rembesing madu, <br><br>Amangkurat Daha, <br><br>Trah kusuma ing Kediri, <br><br>Sung tuladha jalma limpat marcapada.<br><br><br><br>TRAH JENGGOLO DOHO<br><br><br><br>1.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Kanjeng Purbonegoro Dipati, <br><br>Peputra Ratu Candrakirana, <br><br>Lenggah siniwaka jejer, <br><br>Mangka garwa Sinuwun, <br><br>Amangkurat ing Surabangi, <br><br>Atma Gusti Sutikna, <br><br>Nglintir prabon luhur, <br><br>Sunan Amangkurat Emas, <br><br>Ing Kediri Sentono Gedhong lestari, <br><br>Tedhak Daha Jenggala. <br><br><br><br>2.<br><br>Mijil <br><br>Sunan Amangkurat Mas Kediri, <br><br>Kuncara sang katong, <br><br>Kagungan karaton gedhe rame, <br><br>Kartasura Mataram pinilih, <br><br>Kinasih ing dasih, <br><br>Agrom angrembuyung. <br><br><br><br>3.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Raja trahing ratu agung, <br><br>Amangkurat Mas Kediri, <br><br>Jayabaya wicaksana, <br><br>Waskitha alusing budi, <br><br>Kameswara bagus warna, <br><br>Tedhak turun Raden Panji. <br><br><br><br>4.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Kanjeng Sunan Amangkurat, <br><br>Ingkang katri Sentono Gedhong peni, <br><br>Tapa brata gunung Kelud, <br><br>Ngeli ing kali Brantas, <br><br>Wilis Lawu Kendheng Merbabu  Semeru, <br><br>Jenggala Daha Koripan,<br><br>Majapahit Singasari. <br><br><br><br>5.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Raden Sutikna dhaup, <br><br>Wus angaup Lembah Manah guyub, <br><br>Amangkurat Sentono Gedhong Kediri, <br><br>Ratu Kencana misungsung,<br><br>Kasekten ing gunung Klothok.<br><br><br><br>6.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Papanipun Raden  Panji Marabangun, <br><br>Putra ing Jenggala, <br><br>Kertapati Sekartaji, <br><br>Wus anulat lekase Sri Amangkurat. <br><br><br><br>7.<br><br>Megatruh<br><br><br><br>Sung sesuluh Empu Sedah lan Panuluh,<br><br>Pujangga kraton Kediri, <br><br>Waosan tumraping ratu,<br><br>Sangu teranging pengalih, <br><br>Amangkurat Mas Kediri. <br><br><br><br>8.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Sentono Gedhong Kediri, <br><br>Dadya papan pajimatan, <br><br>Amangkurat Mas pepundhen, <br><br>Narendra gung ing Mataram, <br><br>Kartasura Surakarta, <br><br>Nak tumanak run tumurun, <br><br>Saindhenging tanah Jawa.<br><br><br><br>RATU MAS CANDRAKIRANA KEDIRI<br><br><br><br>1.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Winursita Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Asma timur jeng Siti  Rubingah, <br><br>Parab Raden Ajeng Jene,<br><br>Lembah Manah kang ibu, <br><br>Garwa Amangkurat Kediri, <br><br>Mataram Kartasura, <br><br>Wanita pinunjul, <br><br>Garwa Bupati Lamongan, <br><br>Adipati Purbaya dhawuh marsudi, <br><br>Keputren tata praja. <br><br><br><br>Lembah Manah Ratu Banyumanik, <br><br>Atma Pangeran Puger Semarang, <br><br>Trah kusuma luhur gedhe, <br><br>Ratu Blitar Madiun, <br><br>Ratu Bangsri ndherek sumiwi, <br><br>Duk Mangkurat tri seda,<br><br>Ingkang ibu surut, <br><br>Momong Ratu Mas Balitar, <br><br>Sung Wewarah Siti Rubingah winardi, <br><br>Sekaring dhatulaya. <br><br><br><br>2.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Palakrama Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Adipati Lamong, <br><br>Pangeran Purbaya Pesisir Ler, <br><br>Bandar Tanjungperak minyak bumi, <br><br>Garam kecap trasi, <br><br>Dugi Tegalarum. <br><br><br><br>Kersa dalem Amangkurat Jawi, <br><br>Putra pati miyos, <br><br>Kanjeng Prabasuyasa lir rante, <br><br>Ratu Mas Lamongan nyaranani,<br><br>Paku Buwana dwi, <br><br>Prameswari Ratu. <br><br><br><br>3.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Ratu Bangsri amituhu, <br><br>Leluhur tlatah Kediri, <br><br>Bupati Purbanegara, <br><br>Candrakirana kang putri, <br><br>Garwa Amangkurat Amral, <br><br>Raden Sutikno sesiwi.<br><br><br><br>Ratu Lembah Manah dhaup,<br><br>Kondhang Ratu Banyumanik, <br><br>Garwa Amangkurat Emas, <br><br>Apeputra Ratu Bangsri, <br><br>Garwa Pangeran Purbaya, <br><br>Ratu Mas Sinuwun ping dwi. <br><br><br><br>4.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Suka sukur mring leluhur, <br><br>Ratu Bangsri midhanget ing atur, <br><br>Jayabaya narendra gung ing Kediri, <br><br>Waskitha sabarang kawruh, <br><br>Dadya pandam pandum pandom. <br><br><br><br>Jroning kakawin kidung,<br><br>Kraton Daha Jenggala Panjalu, <br><br>Kahuripan Singosari  Majapahit, <br><br>Demak Pajang lan Mentarum,<br><br>Ratu Bangsri purun maos. <br><br><br><br>5.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Ratu Bangsri tedhak turune Kediri, <br><br>Setono Gedhong kinucap, <br><br>Tedhak turun adipati, <br><br>Sarjana ulama Brantas. <br><br><br><br>Sekartaji Candrakirana Kediri, <br><br>Tulungagung Nganjuk Blitar, <br><br>Trenggalek wiji sejati, <br><br>Kuwat drajat pangkat semat. <br><br><br><br>6.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Waris kawruh Empu Sedah lan Panuluh,<br><br>Tantular Prapanca, <br><br>Empu Kanwa Siwamurti, <br><br>Trang terwaca Ratu Bangsri kersa maca. <br><br><br><br>Para Empu tanah Jawa nyawur ngelmu, <br><br>Pujangga Darmaja, <br><br>Kameswara peling angling, <br><br>Anut sabda Ratu Bangsri mrih yuwana. <br><br><br><br>7.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Trahing Kraton Kahuripan, <br><br>Singasari Jenggala ing Kediri, <br><br>Majapahit lan Panjalu,<br><br>Demak Pajang Mataram, <br><br>Pra leluhur tanah Jawi wus misuwur, <br><br>Ratu Bangsri bakti darma, <br><br>Garwa Bupati Lamongan. <br><br><br><br>8.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Sumungkem Siti Rubingah,<br><br>Kawentar Jeng Ratu Bangsri, <br><br>Garwa Pangeran Purbaya, <br><br>Pangarsa tlatah pesisir, <br><br>Atma Mangkurat katri, <br><br>Tedhak turun para ratu,<br><br>Ngejayeng tanah Jawa, <br><br>Run tumurun nak tumanak,<br><br>Rajadibya ambeg adil paramarta. <br><br><br><br>Jayabaya Kameswara, <br><br>Narendra kraton Kediri, <br><br>Leluhur Mangkurat Emas, <br><br>Kanjeng Ratu Ayu Bangsri, <br><br>Jenggala Singasari, <br><br>Kali Brantas gunung Kelud, <br><br><br><br>Ratu Candrakirana, <br><br>Purbanegara Dipati, <br><br>Trah kusuma mbabar yuwana raharja. <br><br><br><br>9.<br><br>Megatruh<br><br><br><br>Tanggon tangguh tekad wutuh budi ampuh, <br><br>Kanjeng Ratu Ayu Bangsri, <br><br>Nalar ginambar ginayuh, <br><br>Permana laku pertitis, <br><br>Kabeh panjangkah kelakon. <br><br><br><br>Gunung Kelud kali Brantas sami lulut, <br><br>Dhateng Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Anak yatim sung pitulung, <br><br>Pangeran Purbaya Bupati, <br><br>Kapanjing wahyu kedhaton. <br><br><br><br>10.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Amangkurat ing Kediri, <br><br>Katelah Mangkurat Tiga, <br><br>Tulungagung Blitar lan Trenggalek, <br><br>Bupati Purbanegara, <br><br>Ngembang Candrakirana, <br><br>Amangkurat Amral Ratu, <br><br>Ratu Bangsri ingembanan. <br><br><br><br>Pesisir ler tanah Jawi, <br><br>Kuneng Bupati Lamongan, <br><br>Ratu Bangsri sigrak rame, <br><br>Nggulawenthah ingkang putra, <br><br>Garwa narendra Mataram, <br><br>Suwita Sinuwun Kombul,<br><br>Kartasura Surakarta.<br><br><br><br>11.<br><br>Durma<br><br><br><br>Palakrami jeng Purbaya ing Lamongan, <br><br>Kaliyan Ratu Bangsri, <br><br>Putri Amangkurat, <br><br>Kartasura Diningrat, <br><br>Darahe Karaton Kediri, <br><br><br><br>Siwi Ratu Mas, <br><br>Paku Buwana ping dwi. <br><br><br><br>Pasok bulu bekti caos bandha arta, <br><br>Hadeg jejeging nagri, <br><br>Mbangun kutha praja, <br><br>Kedhaton Surakarta, <br><br>Ratu Bangsri tansah nyembadani, <br><br>Wragat prabeya,<br><br>Tatag tutug lestari. <br><br><br><br>RATU KENCANA BANYUMANIK<br><br><br><br>1.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Garwa Sunan Amangkurat, <br><br>Kartasura ingkang katri, <br><br>Pangeran Puger atmaja, <br><br>Lembah Manah Banyumanik, <br><br>Dhasar putri lunuwih, <br><br>Ratu Balitar Madiun, <br><br>Tedhak Rangga Jumena,<br><br>Pangeran Timur Dipati, <br><br>Trah Bintara Trenggana Patah kasusra. <br><br><br><br>2.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Sindureja Patih alinuwih, <br><br>Mulang muruk momong, <br><br>Lembah Manah cerdhas tangkas moncer, <br><br>Tata praja wawasan negari, <br><br>Santana prajurit, <br><br>Kawruh punjul unggul. <br><br><br><br>3.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Ndherek Bupati Madiun, <br><br>Lembah Manah amarsudi, <br><br>Anenandur palawija, <br><br>Bumbu pawon pedhes asin, <br><br>Kehing ramban janganan,<br><br>Sega pecel kembang turi. <br><br><br><br>4.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Ngupakara emas picis, <br><br>Lembah Manah ing Banyumas, <br><br>Lenggah Kedhaton Pamase,<br><br>Ajibarang Pancurendhang, <br><br>Cilacap Wangon Majenang, <br><br>Gandrung Mangun Bumiayu, <br><br>Ratu Serayu Mangkurat. <br><br><br><br>5.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Suwita trahing Kajoran, <br><br>Pereng gunung Sindara Diyang Sumbing, <br><br>Sakukuban tlatah Kedu, <br><br>Wonosobo tumerah,<br><br>Telamaya gunung Merapi Merbabu, <br><br>Rawapening Kali Praga, <br><br>Lembah Manah ajar warih.<br><br><br><br>6.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Lembah Manah Ratu Prameswari, <br><br>Kanjeng Gusti Raden Mas Sutikna, <br><br>Kadang nak sanak pernahe,<br><br>Jumeneng Jeng Sinuwun, <br><br>Amangkurat ingkang kaping tri,<br><br>Jejuluk Ratu Kencana, <br><br>Kawan warsa surud,<br><br>Akarya nawung duhkita, <br><br>Sri narpati Mataram manjing suwargi,<br><br>Sumare Kediri Daha. <br><br><br><br>7.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Patutan putri ayu, <br><br>Lembah Manah Mangkurat rahayu, <br><br>Pinaringan nami Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Siti Rubingah ginarwa, <br><br>Adipati saking Lamong. <br><br><br><br>8.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Sunan Paku Buwana amomong putu, <br><br>Putri Lembah Manah, <br><br>Asma Raden Ajeng Bangsri,<br><br>Ratu Blitar eyang putri wus kawentar. <br><br><br><br>9.<br><br>Durma<br><br><br><br>Lembah Manah sinebut Ratu Kencana, <br><br>Wiyose Banyumanik, <br><br>Wilayah Semarang, <br><br><br><br>Pangeran Puger wisma, <br><br>Ratu Blitar nyembadani, <br><br>Paring wewarah, <br><br>Garwa Mangkurat ping tri. <br><br><br><br>10.<br><br>Megatruh<br><br><br><br>Sore esuk Lembah Manah nampi wuruk, <br><br>Paku Buwana ping siji, <br><br>Ratu Balitar Madiun, <br><br>Jejering garwa narpati, <br><br>Babagan sekar kedhaton. <br><br><br><br>11.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Ratu Blitar momong Kanjeng Ratu Bangsri, <br><br>Anama Siti Rubingah, <br><br>Garwa Pubaya Bupati, <br><br>Asiwi Kanjeng Ratu Mas.<br><br><br><br>AMANGKURAT DAHA JENGGALA <br><br><br><br>1.<br><br>Kinanthi<br><br><br><br>Marsudi kitab leluhur, <br><br>Pawiyatan Hadiluwih, <br><br>Maos babad Ajisaka,<br><br>Koripan Jenggala Manik, <br><br>Mangkurat Ratu Kencana, <br><br>Paring sabak dluwang tulis. <br><br><br><br>2.<br><br>Gambuh<br><br><br><br>Anut ilining banyu, <br><br>Tuking Brantas ing gunung Semeru, <br><br>Empu Bradah duta Jenggala Kediri, <br><br>Mangkurat kersa ambangun, <br><br>Trah kusuma praba kinclong. <br><br><br><br>3.<br><br>Pangkur<br><br><br><br>Amangkurat Mas Jenggala, <br><br>Amemetri wejangan Kilisuci, <br><br>Mapan pereng gunung Kelud, <br><br>Erlangga Empu Kanwa,<br><br>Triguna wruh Manoguna weh pituduh,<br><br>Prapanca Empu Tantular, <br><br>Singasari Majapahit.<br><br><br><br>4.<br><br>Mijil<br><br><br><br>Amangkurat Mas Jenggala sura sakti, <br><br>Manjing wahyu dhaton,<br><br>Sabar darana sareh pikoleh, <br><br>Bagus aris kehing wulang wuruk wasis,<br><br>Sugih welas asih, <br><br>Sumeh sopan santun. <br><br><br><br>5.<br><br>Asmarandana<br><br><br><br>Mangkurat lan prameswari, <br><br>Suka ngungak sampun tedhak, <br><br>Mrican Kertasana Pare, <br><br>Petilasan Brawijaya, <br><br>Mahprabu Kertanegara, <br><br>Jayakatwang Hayamwuruk, <br><br>Tulungagung Jombang Blitar. <br><br><br><br>6.<br><br>Pucung<br><br><br><br>Amangkurat Mas Jenggala kalokengrat, <br><br>Trahing Kahuripan, <br><br>Majapahit Singasari, <br><br>Daha Pajang Demak Medhang sung pepadhang. <br><br><br><br>7.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Raja agung binathara nyakrawati, <br><br>Amangkurat ing Jenggala, <br><br>Kinarya tepa palupi, <br><br>Sagunging kawula Jawa.<br><br><br><br>8.<br><br>Dhandhanggula<br><br><br><br>Sidoarjo Porong Tanggulangin, <br><br>Amangkurat kuncara ing jagat, <br><br>Pirsa sumber lenga gedhe, <br><br>Ubaling muncar mancur, <br><br>Singosari sampun angesthi, <br><br>Leluhur Kahuripan, <br><br>Panjalu ing Cepu, <br><br>Grobogan Bojonegara, <br><br>Blora Ngawi Tuban Rembang Gresik Pati, <br><br>Piyak ilining minyak.<br><br><br><br>9.<br><br>Sinom<br><br><br><br>Bumiayu Ajibarang, <br><br>Sunan Amangkurat Katri, <br><br>Panambangan kencana mas, <br><br>Guna kaya sugih singgih, <br><br>Arta daya pinanggih, <br><br>Winastanan subur makmur,<br><br>Gagah endah sumagah, <br><br>Susuhunan Sri Kediri, <br><br>Kartasura tata tentrem karta harja. <br><br><br><br>10.<br><br>Durma<br><br><br><br>Jangkah langkah ngarah tumuju Eropah, <br><br>Sutikno ngudi ngelmi, <br><br>Cambridge wiyata, <br><br>Isaz Newton memitran, <br><br>Jerman Inggris Roma Perancis, <br><br>Sri Amangkurat, <br><br>Narendra titis wasis. <br><br><br><br>11.<br><br>Maskumambang<br><br><br><br>Mulya mukti Amangkurat Sri Kediri, <br><br>Narendra gung binathara, <br><br>Mbahu dhendha nyakrawati, <br><br>Ber budi bawa laksana. <br><br>Kraton Kediri darahnya mengalir ke tubuh Sunan Amangkurat III. Karena sumare di Setono Gedong Kediri, maka mendapat julukan Sunan Amangkurat Setono Gedong Kediri. Berhubung kaya raya akan perhiasan emas, maka mendapat gelar Sunan Amangkurat Mas. Nama yang harum wangi sumerbak. <br><br><br>Senin Legi, 13 Juli 2026.<br><a href="https://www.halomedan.com/tag/purwadi/" target="_blank">Purwadi</a>, <br>Universitas Negeri Yogyakarta<br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_4529_Amangkurat-III-Setono-Gedong-Kediri.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/umum/66278/amangkurat-iii-setono-gedong-kediri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>