<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.halomedan.com/</link>
        <description>Halo Medan | Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Thu, 09 Jul 2026 23:38:45 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Lancaran Wiendu Nuryanti</guid>
            <pubDate>Thu, 09 Jul 2026 22:10:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Lancaran Wiendu Nuryanti]]></title>
            <description><![CDATA[Lancaran Wiendu Nuryanti1.Lagu Wiendu Nuryanti PinilihMerah putih Prof Wiendu Nuryanti pinilih,Merah putih Prof Wiendu Nuryanti manggalih, S]]></description>
            <content><![CDATA[Lancaran Wiendu Nuryanti<br><br>1.<br>Lagu Wiendu Nuryanti Pinilih<br><br>Merah putih Prof Wiendu Nuryanti pinilih,<br>Merah putih Prof Wiendu Nuryanti manggalih, <br>Sagung warga nusantara, <br>Tunggal cipta rasa karsa, <br>Budi luhur kulinakna, <br>Watak asor singkirana.<br><br>2.<br>Lagu Wiendu Nuryanti Ambangun<br><br>Wiendu Nuryanti mbangun negari, <br>Unggul kabul pinunjul kang kasangkul, <br>Sehat raga kalawan rasane, <br>Tertib sarwa tumata tuwin titi permati, <br>Endah agawe senenge ati, <br>Gumregah tan kendhat kang binudi, <br>Ayem tentrem tata  karta raharja, <br>Sabang nganti Merauke.<br><br>3.<br>Lagu Wiendu Nuryanti Mengabdi<br><br>Prof Wiendu Nuryanti siap siaga berbakti, <br>Siang ratri berjuang kanggo negeri, <br>Prof Wiendu ngajak ajak trus bersatu, <br>Pancen bersemangat tekad kuat masyarakat. <br><br>Generasi muda pelajar lan mahasiswa, <br>Jembar wawasane Pancasila landhesane, <br>Monggo Mas dha niteni sareng Prof Wiendu Nuryanti, <br>Gagasan kang mandiri mengabdi ibu pertiwi.<br><br><br><a href="https://www.halomedan.com/tag/purwadi/" target="_blank">Purwadi</a>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_1953_Lancaran-Wiendu-Nuryanti.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66234/lancaran-wiendu-nuryanti/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kereta Api Jawa</guid>
            <pubDate>Thu, 09 Jul 2026 22:08:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kereta Api Jawa]]></title>
            <description><![CDATA[Kereta Api JawaSinten numpak sepur, Mbayare setali, Sinten pengin makmur, Mangga dhateng ngriki. Berdirinya stasiun Balapan Solo pada tangga]]></description>
            <content><![CDATA[<a href="https://www.halomedan.com/tag/kereta/" target="_blank">Kereta</a> Api Jawa<br><br>Sinten numpak sepur, <br>Mbayare setali, <br>Sinten pengin makmur, <br>Mangga dhateng ngriki. <br><br>Berdirinya stasiun Balapan Solo pada tanggal 4 Januari 1683. Izas Newton diundang oleh Sunan Amangkurat II untuk memberi pelatihan teknologi. Raja Mataram menyadari arti penting transportasi  umum yang mudah murah tertib dan tepat waktu. Izas Newton datang dari Inggris bersama tim ahli kereta api. Amangkurat II atau Amangkurat Amral menjamu makan malam Izas Newton di pesanggrahan Pracimoharjo Paras Cepogo Boyolali. <br><br>Ibukota Kerajaan Mataram sejak tahun 1677 pindah ke Kartasura. Izas Newton menikmati pemandangan indah gunung Merapi dan gunung Merbabu. Saat pulang sempat mampir siram jamas di umbul Pengging dan umbul Cokro Klaten. Ternyata  Izas Newton cocok dengan ritual kejawen. Pangeran Karanggayam selalu tokoh spiritual memandu tata cara meditasi. Izas Newton merasa mendapat pencerahan. Agar selalu eling lan waspada.<br><br>Pembangunan stasiun Balapan Solo menggunakan upacara adat. Sesaji maesa kurda berupa menanam kepala kerbau. Tumpeng robyong, tumpeng sewu, tumpeng wukir, tumpeng wajar, tumpeng roda, tumpeng kretek, tumpeng kali melengkapi kenduri. Kembang telon, dupa kumelun, jenang baro baro menyertai wilujengan. Amangkurat II mengutus abdi dalem ulama untuk berdoa bersama kanca kaji. Izas Newton makin terpesona dengan adat istiadat Jawa. <br><br>Gamelan carabelen tanda pakurmatan. Izas Newton bangga dengan seni adi luhung. Ladrang Slamet berkumandang dengan tujuan untuk mendapatkan keselamatan. Lancaran kebo giro membuat suasana semarak. Bubarnya acara dengan gending gleyong dan udan mas. <a href="https://www.halomedan.com/tag/kereta/" target="_blank">Kereta</a> api diharapkan datang pergi berjalan dengan selamat.<br><br>Urut ke arah barat yaitu stasiun Purwosari, Stasiun Gawok, Stasiun Delanggu, Stasiun Ceper, Stasiun Klaten, Stasiun Srowot, Stasiun Brambanan, Stasiun Kalasan, Stasiun Maguwo, Stasiun Lempuyangan dan Stasiun Tugu Yogyakarta. Bisnis kereta api Solo Yogyakarta berjalan lancar. Sunan Amangkurat II sukses membangun infrastruktur. Roda ekonomi bergerak cepat. Keuntungan berlipat ganda. Kas negara normal dan sehat. <a href="https://www.halomedan.com/tag/kereta/" target="_blank">Kereta</a> api di Jawa berkembang pesat. Izas Newton pun bangga dan berbahagia.<br><br>Kebijakan Amangkurat II tentang menejemen kereta api sungguh mulia. Sepanjang rel kereta api, penduduk dilibatkan sebagai pegawai. Penjaga palang, kebersihan, konsumsi melibatkan warga sekitar stasiun. Perlindungan tenaga kerja sangat diperhatikan. Tiap akhir tahun masyarakat sekitar mendapat santunan sebagai tanda penghormatan. <a href="https://www.halomedan.com/tag/kereta/" target="_blank">Kereta</a> api memanusiakan sesami. <br><br><br>9 Juli 2026.<br>Purwadi]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_1893_Kereta-Api-Jawa.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/66233/kereta-api-jawa/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">JMSI Sumut: Penertiban Tambang Ilegal Bentuk Nyata Komitmen Bobby Nasution</guid>
            <pubDate>Thu, 09 Jul 2026 17:13:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[JMSI Sumut: Penertiban Tambang Ilegal Bentuk Nyata Komitmen Bobby Nasution]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN, HALOMEDAN.COM Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Rianto, SH., MH., atau yang akrab disapa Anto Genk, memberi]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN, HALOMEDAN.COM </p>Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Rianto, SH., MH., atau yang akrab disapa Anto Genk, memberikan apresiasi atas komitmen Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution dalam menertibkan aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) di sejumlah daerah di Sumatera Utara.</p><br>Menurut Anto Genk yang juga CEO Sumut24 Group, langkah cepat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (DPPESDM) bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sumut merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap penegakan hukum dan penyelamatan lingkungan.</p><img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/5fd0b37cd7dbbb00f97ba6ce92bf5add_1002644659.jpg"><br></p><br>"JMSI Sumatera Utara mengapresiasi langkah Gubernur Bobby Nasution beserta jajaran DPPESDM dan DLHK yang bergerak cepat melakukan penertiban tambang ilegal. Upaya ini penting untuk menjaga kelestarian lingkungan, melindungi masyarakat, serta menyelamatkan aset negara," kata Anto Genk.</p><br>Ia menilai pemberantasan tambang ilegal tidak boleh bersifat sementara. Menurutnya, pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan dan diikuti penegakan hukum yang tegas terhadap seluruh pihak yang terlibat.</p><br>Sebagai organisasi perusahaan pers, lanjut Anto, JMSI Sumut siap mendukung kebijakan pemerintah melalui pemberitaan yang objektif, edukatif, dan mendorong transparansi dalam penanganan persoalan pertambangan ilegal.<br>Berdasarkan informasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Tim Terpadu yang terdiri dari DPPESDM, DLHK Sumut, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, serta instansi terkait melakukan operasi penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, pada Kamis (2/7/2026).</p><br>Dalam operasi tersebut, petugas masih menemukan aktivitas pertambangan emas ilegal yang menggunakan alat berat. Seluruh aktivitas dihentikan sesuai ketentuan yang berlaku. Tim juga mengamankan satu unit excavator, aki alat berat, dan sejumlah peralatan operasional yang diduga digunakan dalam kegiatan pertambangan ilegal.<br>Kepala DLHK Sumatera Utara, Heri W. Marpaung, mengatakan aktivitas PETI telah menyebabkan berbagai kerusakan lingkungan, mulai dari perubahan bentang alam, kerusakan daerah aliran sungai (DAS), meningkatnya risiko banjir dan longsor, hilangnya vegetasi, hingga pencemaran kualitas air sungai.<br>Sementara itu, Kepala DPPESDM Sumut, Dedi J.P. Harahap, menegaskan operasi tersebut merupakan bukti keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menindak aktivitas pertambangan tanpa izin yang merusak lingkungan, mengancam keselamatan masyarakat, dan berpotensi menimbulkan kerugian negara.</p>.<img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/9dcb88e0137649590b755372b040afad_1002644656.jpg"></p><br>Pemprov Sumut juga berkomitmen memperkuat pengawasan melalui patroli terpadu, penegakan hukum yang konsisten, serta rehabilitasi kawasan yang telah mengalami kerusakan akibat aktivitas pertambangan ilegal.</p><br>Menutup pernyataannya, Anto Genk mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi lingkungan hingga insan pers, untuk bersama-sama mendukung upaya pemberantasan tambang ilegal di Sumatera Utara.</p><br>"Pers memiliki fungsi kontrol sosial. JMSI Sumut siap mengawal langkah pemerintah agar pengelolaan sumber daya alam di Sumatera Utara semakin baik, transparan, dan berkelanjutan demi kepentingan generasi mendatang," pungkasnya.red</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_7890_JMSI-Sumut--Penertiban-Tambang-Ilegal-Bentuk-Nyata-Komitmen-Bobby-Nasution.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66230/jmsi-sumut-penertiban-tambang-ilegal-bentuk-nyata-komitmen-bobby-nasution/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polisi Sita Uang dan Emas Bernilai Puluhan Miliar dalam Penggeledahan Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel</guid>
            <pubDate>Thu, 09 Jul 2026 15:42:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polisi Sita Uang dan Emas Bernilai Puluhan Miliar dalam Penggeledahan Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel]]></title>
            <description><![CDATA[Polisi Sita Uang dan Emas Bernilai Puluhan Miliar dalam Penggeledahan Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel]]></description>
            <content><![CDATA[JAKARTA &ndash; Tim penyidik kepolisian melakukan penggeledahan di 12 lokasi yang berkaitan dengan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam sejumlah perkara, yakni dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk PLN yang dikaitkan dengan peristiwa blackout di Sumatera, kasus PT ASABRI, dan PT Krakatau Steel.<br>Dari serangkaian penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah aset bernilai besar berupa uang tunai dalam berbagai mata uang asing, emas batangan, serta dokumen dan barang bukti lainnya.<br>Salah satu lokasi yang digeledah adalah Kafe de&#039;Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Dari lokasi tersebut, penyidik menemukan uang tunai yang disimpan di dalam brankas dengan total nilai sekitar Rp60 miliar.<br>Rinciannya terdiri atas 3.130.000 dolar Singapura, 889.965 dolar Amerika Serikat, serta uang tunai sebesar Rp259.159.000.<br>Selain itu, penyidik juga menggeledah sebuah tempat usaha penukaran valuta asing (money changer) yang berada di kawasan Cipete. Dari lokasi tersebut disita 16 jenis mata uang asing dengan nilai setara sekitar Rp7,2 miliar.<br>Penggeledahan juga dilakukan di sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, pada Rabu (8/7/2026) malam. Dari lokasi itu, penyidik menyita emas batangan seberat 74 kilogram serta sejumlah uang dalam mata uang dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat.<br>Rangkaian penggeledahan tersebut merupakan bagian dari upaya penyidik menelusuri aliran dana dan aset yang diduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi dan pencucian uang dalam tiga perkara yang tengah ditangani.<br>Di tengah proses penggeledahan, muncul perhatian publik setelah rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, di kawasan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terlihat dijaga puluhan prajurit TNI pada Rabu malam.<br>Penjagaan tersebut berlangsung bersamaan dengan beredarnya isu mengenai kemungkinan adanya penggeledahan di kediaman Febrie setelah penyidik melakukan penggeledahan di Kafe de&#039;Clan Signature dan money changer di Cipete.<br>Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Kejaksaan Agung mengenai alasan penjagaan di rumah Jampidsus maupun kaitannya dengan rangkaian penggeledahan yang dilakukan penyidik.<br>Penyidik juga belum menyampaikan identitas pihak-pihak yang menjadi pemilik aset yang disita maupun status hukum para pihak yang terkait dalam perkara tersebut. Proses penyidikan masih terus berlangsung.red<br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_1582_Polisi-Sita-Uang-dan-Emas-Bernilai-Puluhan-Miliar-dalam-Penggeledahan-Kasus-Dugaan-Korupsi-Batu-Bara-PLN--ASABRI--dan-Krakatau-Steel.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66229/polisi-sita-uang-dan-emas-bernilai-puluhan-miliar-dalam-penggeledahan-kasus-dugaan-korupsi-batu-bara-pln-asabri-dan-krakatau-steel/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">JMSI Sumut Apresiasi Gebrakan DPPESDM dan DLHK Berantas Aktivitas Tambang Ilegal di Sumut</guid>
            <pubDate>Thu, 09 Jul 2026 15:35:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[JMSI Sumut Apresiasi Gebrakan DPPESDM dan DLHK Berantas Aktivitas Tambang Ilegal di Sumut]]></title>
            <description><![CDATA[JMSI Sumut Apresiasi Gebrakan DPPESDM dan DLHK Berantas Aktivitas Tambang Ilegal di Sumut]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>MEDAN |  Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Rianto, SH., MH, yang akrab disapa Anto Genk sekaligus CEO Sumut 24 Group, memberikan apresiasi atas langkah tegas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (DPPESDM) serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sumatera Utara dalam melakukan penertiban aktivitas tambang ilegal di sejumlah wilayah di Sumatera Utara.<br><br>Apresiasi tersebut ditujukan kepada Kepala DPPESDM Sumatera Utara, Dedi J.P. Harahap, S.STP., M.SP, dan Kepala DLHK Sumatera Utara, Heri W. Marpaung, S.STP., M.AP, yang dinilai telah menunjukkan komitmen kuat menjalankan instruksi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution untuk menindak aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) yang selama ini merusak lingkungan dan merugikan negara.<br><br>Menurut Anto Genk, langkah penertiban tersebut merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap penegakan hukum dan penyelamatan lingkungan hidup.<br><br>"JMSI Sumatera Utara memberikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Utara beserta jajaran DPPESDM dan DLHK yang telah bergerak cepat melakukan penertiban tambang ilegal. Ini merupakan langkah yang patut didukung seluruh elemen masyarakat karena menyangkut kelestarian lingkungan, keselamatan masyarakat serta perlindungan terhadap aset negara," ujar Anto Genk.<br><br>Ia menegaskan media memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan pemerintah yang berpihak kepada kepentingan publik. Menurutnya, pemberantasan tambang ilegal tidak boleh berhenti pada operasi sesaat, tetapi harus dilakukan secara konsisten melalui pengawasan berkelanjutan dan penegakan hukum terhadap seluruh pihak yang terlibat.<br><br>Berdasarkan informasi resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Tim Terpadu Pemprov Sumut pada Kamis, 2 Juli 2026, melakukan operasi penertiban terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, sebagai tindak lanjut arahan langsung Gubernur Bobby Nasution. Operasi tersebut melibatkan unsur Pemprov Sumut, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, serta instansi terkait.<br><br>Dalam operasi tersebut, Tim Terpadu masih menemukan aktivitas pertambangan emas tanpa izin yang menggunakan alat berat. Seluruh aktivitas yang ditemukan langsung dihentikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit excavator, aki alat berat, serta sejumlah peralatan operasional yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas pertambangan ilegal.<br><br>Kepala DLHK Sumatera Utara, Heri W. Marpaung, menjelaskan bahwa aktivitas tambang ilegal telah menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, antara lain perubahan bentang alam, kerusakan daerah aliran sungai (DAS), meningkatnya potensi banjir dan longsor, hilangnya vegetasi, terbentuknya lubang-lubang bekas galian yang membahayakan masyarakat, hingga potensi pencemaran kualitas air sungai.<br><br>Sementara itu, Kepala DPPESDM Sumatera Utara, Dedi J.P. Harahap, menyampaikan bahwa keberhasilan operasi tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menindak tegas seluruh aktivitas pertambangan tanpa izin yang merusak lingkungan, mengancam keselamatan masyarakat, dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi negara. Pemprov juga menegaskan akan terus memperkuat pengawasan melalui patroli terpadu, penegakan hukum yang konsisten, serta rehabilitasi kawasan yang telah mengalami kerusakan akibat aktivitas PETI.<br><br>Anto Genk berharap seluruh aparat penegak hukum, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi lingkungan, serta insan pers dapat bersinergi mendukung langkah tersebut agar praktik pertambangan ilegal tidak kembali tumbuh di berbagai wilayah Sumatera Utara.<br><br>"Pers memiliki fungsi kontrol sosial. JMSI Sumut siap mendukung upaya pemerintah dengan menyajikan informasi yang objektif, edukatif, dan mendorong transparansi dalam penanganan tambang ilegal. Langkah ini harus menjadi momentum membangun tata kelola sumber daya alam yang lebih baik demi kepentingan generasi mendatang," pungkasnya.*(SS68)*]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_7214_JMSI-Sumut-Apresiasi-Gebrakan-DPPESDM-dan-DLHK-Berantas-Aktivitas-Tambang-Ilegal-di-Sumut.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66228/jmsi-sumut-apresiasi-gebrakan-dppesdm-dan-dlhk-berantas-aktivitas-tambang-ilegal-di-sumut/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rumah Digusur Bupati, Ibu Ponisah Ngadu ke Hamdani Syahputra Saat Reses Tahap II</guid>
            <pubDate>Thu, 09 Jul 2026 08:56:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rumah Digusur Bupati, Ibu Ponisah Ngadu ke Hamdani Syahputra Saat Reses Tahap II]]></title>
            <description><![CDATA[Rumah Digusur Bupati, Ibu Ponisah Ngadu ke Hamdani Syahputra Saat Reses Tahap II]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Deli Serdang - Dengan suara terbata-bata ibu Ponisah mengadukan nasibnya kepada H. Hamdani Syahputra S.sos saat menggelar reses tahap II di Jalan Batang Kuis Desa Pagar Merbau III, Selasa (7/7) pukul 16.00 wib, di kawasan perumahan Pemda.<br> &quot;Saya sangat berharap bapak wakil ketua DPRD bisa membantu kami tanyakan ke bupati kenapa tega menggusur rumah kami,&quot;ungkap wanita berusia 70 tahun ini. <br> Warga Tanjung Garbus 1 ini mengaku, sudah puluhan tahun mendiami rumah tersebut. &quot;Kami tidak pernah ada masalah, tapi saat ini tiba-tiba rumah kami malah digusur. Mohonlah bantu kami pak Hamdani,&quot;ucapnya menahan tangis.<br>  Mendengar keluhan warga tersebut, Wakil ketua DPRD Deli Serdang ini menuturkan sebelumnya pihaknya sudah mengeluarkan rekomendasi ke bupati agar tidak ada penggusuran terhadap rumah warga. <br> &quot;Namun rekomendasi kami sebagai pimpinan DPRD tidak direspon sama sekali oleh bupati, beliau tetap melakukan penggusuran terhadap rumah warga,&quot;ungkapnya.<br>  Tidak hanya itu, acara yang dihadiri kepala Desa Budi Cahyadi juga berharap agar tanggul yang jebol akibat banjir di Dusun 1 bisa diperbaiki. Hal yang sama juga disampaikan oleh Sekretaris Camat Niwa Zafira akibat tanggul jebol tersebut ada 600 rumah yang terkena  banjir.<br> Adanya laporan tersebut, H. Hamdani Syahputra akan menyampaikan kepada anggota komisi V DPR RI H. Musa Rajekshah agar disampaikan ke BWS terkait pembangunan tanggul yang jebol tersebut.<br>&quot; Semoga persoalan ini bisa segera ditanggapi dan diselesaikan,&quot;ucapnya seraya mengungkapkan selama dua tahun reses dirinya tidak pernah ada camat yang hadir atau mendampinginya.&quot;Padahal, kita disini mengadakan reses ingin menyerap aspirasi masyarakat,&quot;ucapnya. (*)]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_3476_Rumah-Digusur-Bupati--Ibu-Ponisah-Ngadu-ke-Hamdani-Syahputra-Saat-Reses-Tahap-II.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66227/rumah-digusur-bupati-ibu-ponisah-ngadu-ke-hamdani-syahputra-saat-reses-tahap-ii/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">JAGA MARWAH: Penggeledahan Kafe Terkait Jampidsus Jangan Dijadikan Alat Pelemahan Kejaksaan RI</guid>
            <pubDate>Thu, 09 Jul 2026 00:56:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[JAGA MARWAH: Penggeledahan Kafe Terkait Jampidsus Jangan Dijadikan Alat Pelemahan Kejaksaan RI]]></title>
            <description><![CDATA[JAGA MARWAH Penggeledahan Kafe Terkait Jampidsus Jangan Dijadikan Alat Pelemahan Kejaksaan RI]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Jakarta &ndash; Aktivis antikorupsi yang juga Ketua Umum Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (<a href="https://www.halomedan.com/tag/jaga/" target="_blank">Jaga</a> Marwah), Edison Tamba atau Edoy, mengingatkan seluruh pihak agar menghormati proses hukum terkait penggeledahan yang dilakukan Penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya di Cafe de&#039;Clan Signature, Jalan Cilandak Tengah, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026).<br><br>Menurut Edison Tamba, langkah penegakan hukum tersebut tidak seharusnya dimanfaatkan untuk membangun opini yang berpotensi melemahkan institusi Kejaksaan RI, khususnya di tengah berbagai perkara korupsi besar yang sedang ditangani.<br><br>"Saya melihat ada kesan upaya pelemahan terhadap Kejaksaan RI melalui pembentukan opini publik. Narasi yang berkembang justru banyak digiring oleh pihak-pihak yang selama ini terlihat membela para tersangka maupun terpidana korupsi dalam sejumlah perkara besar," kata Edison.<br><br>Ia menilai, sejumlah akun media sosial maupun buzzer yang sebelumnya aktif memberikan pembelaan terhadap pihak-pihak yang tersangkut perkara korupsi, kini kembali membangun narasi yang dinilai mendahului proses hukum.<br><br>Edison menegaskan, berdasarkan informasi yang disampaikan Kortastipidkor Polri, lokasi yang digeledah tidak hanya merupakan sebuah kafe, tetapi juga terdapat aktivitas money changer yang diduga berkaitan dengan proses penyidikan.<br><br>Menurutnya, apabila penggeledahan tersebut memang berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), dugaan suap dalam perkara PT Asabri maupun perkara korupsi pasokan batu bara yang menyebabkan gangguan kelistrikan di Sumatera, maka seluruh pihak sebaiknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.<br><br>"Kita mendukung penegakan hukum secara profesional. Jika memang ditemukan bukti adanya tindak pidana, termasuk TPPU, silakan diproses secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya.<br><br>Namun demikian, Edison mengingatkan agar masyarakat, termasuk para buzzer maupun pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu, tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.<br><br>"Jangan sampai proses hukum baru berjalan, tetapi sudah ada pihak-pihak yang membangun penghakiman di ruang publik. Asas praduga tak bersalah harus dihormati oleh semua pihak," tegasnya.<br><br>Ia juga menyoroti adanya standar ganda dalam menyikapi proses penegakan hukum. Menurutnya, ketika Kejaksaan menangani perkara korupsi yang telah memiliki dasar hukum yang kuat, justru muncul berbagai serangan dan hujatan. Sebaliknya, ketika aparat penegak hukum lainnya melakukan proses penyidikan, sebagian pihak langsung membangun opini yang dinilai menyudutkan Kejaksaan.<br><br>Edison berharap seluruh aparat penegak hukum, baik Kejaksaan maupun Polri, dapat bekerja secara profesional, independen, dan bebas dari intervensi sehingga pemberantasan korupsi tetap berjalan demi terciptanya kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_5650_JAGA-MARWAH--Penggeledahan-Kafe-Terkait-Jampidsus-Jangan-Dijadikan-Alat-Pelemahan-Kejaksaan-RI.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66226/jaga-marwah-penggeledahan-kafe-terkait-jampidsus-jangan-dijadikan-alat-pelemahan-kejaksaan-ri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">GEMA PENA: Kepemimpinan Brigjen Pol. Tatar Nugroho Perkuat Kepercayaan Publik terhadap BNNP Sumut</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 20:02:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[GEMA PENA: Kepemimpinan Brigjen Pol. Tatar Nugroho Perkuat Kepercayaan Publik terhadap BNNP Sumut]]></title>
            <description><![CDATA[GEMA PENA Kepemimpinan Brigjen Pol. Tatar Nugroho Perkuat Kepercayaan Publik terhadap BNNP Sumut]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Medan &ndash; Gerakan Masyarakat Pemuda Nusantara (GEMA PENA) memberikan apresiasi kepada Kepala BNNP Sumatera Utara, Brigjen Pol. Tatar Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., atas sikap tegas dan terbuka dalam memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai dugaan ketidaksesuaian barang bukti narkotika seberat 1,5 kilogram.<br><br>Ketua GEMA PENA, Julius Fadli, menilai langkah Brigjen Pol. Tatar Nugroho yang menyampaikan penjelasan secara terbuka kepada publik mencerminkan kepemimpinan yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas pemberantasan narkotika.<br><br>"Kami mengapresiasi ketegasan Brigjen Pol. Tatar Nugroho yang tidak membiarkan informasi yang dinilai tidak sesuai fakta berkembang tanpa klarifikasi. Sikap terbuka seperti ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum," ujar Julius Fadli.<br><br>Menurut Julius, keberhasilan BNNP Sumut dalam mengungkap berbagai kasus peredaran gelap narkotika selama ini merupakan bukti nyata bahwa jajaran BNNP Sumut terus bekerja keras melindungi masyarakat dari ancaman narkoba. Karena itu, isu mengenai dugaan barang bukti 1,5 kilogram sebaiknya disikapi secara bijaksana dengan mengedepankan fakta dan proses hukum yang berlaku.<br><br>"Setiap informasi yang berkembang harus diuji berdasarkan data dan mekanisme hukum, bukan sekadar opini atau narasi yang belum dapat dibuktikan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menghormati proses hukum dan memberikan ruang kepada aparat dalam menjalankan tugasnya secara profesional," katanya.<br><br>Julius Fadli juga menyampaikan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Brigjen Pol. Tatar Nugroho, BNNP Sumut telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam membangun penegakan hukum yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada penyelamatan generasi muda dari bahaya narkotika.<br><br>"GEMA PENA mendukung penuh langkah Brigjen Pol. Tatar Nugroho beserta seluruh jajaran BNNP Sumut dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Kami berharap semangat, integritas, dan profesionalisme yang telah ditunjukkan terus dipertahankan demi terciptanya Sumatera Utara yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba," tutup Julius Fadli.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_573_GEMA-PENA--Kepemimpinan-Brigjen-Pol--Tatar-Nugroho-Perkuat-Kepercayaan-Publik-terhadap-BNNP-Sumut.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66225/gema-pena-kepemimpinan-brigjen-pol-tatar-nugroho-perkuat-kepercayaan-publik-terhadap-bnnp-sumut/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Babad Prof Dr Ir Wiendu Nuryanti</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 13:50:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Babad Prof Dr Ir Wiendu Nuryanti]]></title>
            <description><![CDATA[Babad Prof Dr Ir Wiendu Nuryanti1. DhandhanggulaBener bleger Prof Wiendu Nuryanti, Pinter seger kober banter nyata, Bener sakeh gawa gawe, B]]></description>
            <content><![CDATA[<a href="https://www.halomedan.com/tag/babad/" target="_blank">Babad</a> Prof Dr Ir Wiendu Nuryanti<br><br>1. Dhandhanggula<br><br>Bener bleger Prof Wiendu Nuryanti, <br>Pinter seger kober banter nyata, <br>Bener sakeh gawa gawe, <br>Bleger ayu rahayu, <br>Pinter wasis tur tatas titis, <br>Seger ing jiwa raga,<br>Kober garapipun, <br>Banter terampil trengginas, <br>Darma bakti paripurna mring negari, <br>Manggih tata raharja. <br><br>2. Mijil<br><br>Tanggal siji lima wulan Mei, <br>Seket sanga miyos, <br>Prof Wiendu Nuryanti putri kang gemati, <br>Cahya anelahi, <br>Gya kuncara arum.<br><br>3. Pangkur<br><br>Mahaguru Gadjah Mada, <br>Amakarti Prof Wiendu Nuryanti, <br>Pakaryan unggul pinunjul, <br>Micara tur miraga, <br>Barang kawruh eguh kinarya pituduh, <br>Ngupakara mahasiswa, <br>Pawiyatan muda mudi.<br><br>4. Kinanthi<br><br>Perguruan Bulaksumur, <br>Ndherek Prof Wiendu Nuryanti, <br>Babagan pariwisata, <br>Katitik katata becik, <br>Nusantara trus ngrembaka, <br>Minangka tepa palupi.<br><br>5. Asmarandana<br><br>Grapyak sigrak manis aris, <br>Wusnya mangun bale wisma, <br>Jodho Mister David Sanders, <br>Kawibawan kawidadan, <br>Karaharjan kanugrahan, <br>Lahir tatag batin tutug, <br>Dados sangu pasuwitan.<br><br>6. Megatruh<br><br>Muhung suwung tinilar garwa linangkung, <br>Mister David Sanders yekti, <br>Priyayi luhur misuwur, <br>Surut ing kasedan jati, <br>Amarisi bebet bobot.<br><br>7. Durma<br><br>Mandhegani Kementrian Pendidikan, <br>Jejer Wakil Menteri, <br>Lila lan legawa, <br>Labuh labet negara, <br>Pakarti pakerti pekerti, <br>Budi manunggal, <br>Bu Prof Wiendu Nuryanti.<br><br>8. Sinom<br><br>Presiden SBY kersa, <br>Misuda Wakil Menteri, <br>Dosen mumpuni kawignyan, <br>Bu Prof Wiendu Nuryanti, <br>Jurusan ing Arsitektur, <br>Fak Teknik Gadjah Mada,  <br>Pinilih wening penggalih, <br>Sanak kadang ngumandhang kondhang kaonang.<br><br>9. Pucung<br><br>Mawi tutur jangka jangkah trus sempulur, <br>Kagem pengabdian, <br>Profesor Wiendu Nuryanti, <br>Gegayuhan kaleksanan kasembadan.<br><br>10. Gambuh<br><br>Kayat kayun kayungyun, <br>Prof Wiendu Nuryanti meh pensiun, <br>Laras laris lurus leres tatas titis, <br>Tanggap tangguh wutuh ampuh, <br>Muncar sumirat sumorot.<br><br>11. Mas Kumambang<br><br>Gemi titi premana sarta permati, <br>Prof Wiendu Nuryanti nulad, <br>Bapak Ibu duking nguni, <br>Ngelmu laku kalampahan. <br><br>Bulaksumur UGM, Rebo Legi, 8 Juli 2026.<br>Purwadi]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_136_Babad-Prof-Dr-Ir-Wiendu-Nuryanti.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/66224/babad-prof-dr-ir-wiendu-nuryanti/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Jersey Prancis dan Sepak Bola sebagai Miniatur Kehidupan</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 11:13:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Jersey Prancis dan Sepak Bola sebagai Miniatur Kehidupan]]></title>
            <description><![CDATA[Jersey Prancis dan Sepak Bola sebagai Miniatur Kehidupan]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Oleh: Abdullah Rasyid<br>*Anak Medan Pencinta PSMS Garis Keras<br><br><br>Kemarin sore saya menerima sebuah jersey Tim Nasional Prancis, tim favorit saya di Piala Dunia, dari seorang sahabat: Prof. Iswandi Syahputra, Staf Ahli Menteri Agama, yang juga seorang gibol original garis keras. Hadiah sederhana itu ternyata tidak berhenti sebagai benda. Ia memantik ingatan, menghidupkan kembali percakapan lama, dan membawa saya pada satu renungan: mengapa sepak bola begitu kuat memikat manusia?<br><br>Bagi sebagian orang, jersey hanyalah pakaian. Tetapi bagi pecinta sepak bola, jersey adalah ingatan, identitas, harapan, bahkan sedikit fanatisme yang dirawat dengan bahagia. Di dalam selembar kain itu ada warna, sejarah, kebanggaan, dan rasa memiliki. Ketika saya menerima jersey Prancis itu, yang muncul bukan hanya bayangan tentang pertandingan besar, stadion penuh, atau sorak suporter. Yang hadir lebih dulu justru kenangan masa kecil di kampung saya di Medan.<br><br>Sepak bola adalah olahraga pertama yang saya kenal sejak kecil. Bahkan sejak mulai bisa berjalan, banyak dari kita sudah diperkenalkan dengan bola. Sebelum mengenal teori, sebelum memahami strategi, sebelum tahu nama-nama klub besar dunia, kaki kecil kita lebih dulu belajar menendang. Di halaman rumah, gang kampung, tanah lapang, jalanan sempit, atau pekarangan masjid, sepak bola hadir sebagai permainan paling demokratis. Tidak perlu perlengkapan mahal. Tidak perlu lapangan sempurna. Kadang bola plastik, kadang bola karet, kadang gawangnya hanya sandal, batu, atau dua batang kayu.<br><br>Di sanalah sepak bola mula-mula mengajarkan kehidupan.<br><br>Di kampung, sepak bola tidak pernah sekadar permainan. Ia adalah cara anak-anak belajar bergaul, berunding, berebut, menerima kekalahan, merayakan kemenangan, dan kadang bertengkar lalu berbaikan kembali. Dari sepak bola kita belajar bahwa setiap orang ingin mencetak gol, tetapi tidak semua bisa menjadi penyerang. Ada yang harus bertahan. Ada yang harus menjaga gawang. Ada yang harus rela berlari tanpa banyak dipuji. Ada yang bekerja keras sepanjang pertandingan, tetapi justru orang lain yang mencetak gol. Bukankah kehidupan juga sering berjalan seperti itu?<br><br>Itulah sebabnya sepak bola tidak pernah kehilangan daya tarik. Ia bukan hanya tontonan, melainkan miniatur kehidupan. Dalam sembilan puluh menit, manusia menyaksikan perjuangan yang dipadatkan: harapan, strategi, kegagalan, keberuntungan, kesalahan, disiplin, emosi, dan kemungkinan keajaiban pada detik terakhir. Di lapangan hijau, hidup seolah dipercepat. Yang dalam kehidupan nyata bisa berlangsung bertahun-tahun, dalam sepak bola bisa terjadi hanya dalam hitungan menit.<br><br>Setiap operan adalah keputusan. Setiap tekel adalah risiko. Setiap peluang yang gagal dimanfaatkan adalah penyesalan kecil. Setiap pelanggaran bisa mengubah arah pertandingan. Setiap gol bisa mengangkat sebuah bangsa, sebuah kota, atau sekadar sekelompok sahabat yang menonton bersama di warung kopi.<br><br>Sepak bola memikat bukan karena ia selalu pasti, tetapi justru karena ia penuh ketidakpastian. Tim yang lebih kuat bisa kalah. Pemain bintang bisa gagal mengeksekusi penalti. Tim kecil bisa memberi perlawanan heroik. Pelatih hebat bisa salah membaca permainan. Satu kelengahan bisa menghancurkan kerja keras sepanjang laga. Sebaliknya, satu momen keberanian bisa mengubah pemain biasa menjadi pahlawan.<br><br>Di titik ini, sepak bola terasa sangat manusiawi. Ia mengajarkan bahwa kerja keras adalah syarat, tetapi bukan jaminan. Strategi penting, tetapi tidak selalu menentukan. Bakat besar bisa membuka jalan, tetapi mental, disiplin, dan keberanianlah yang sering menentukan siapa yang bertahan sampai akhir. Sepak bola mengajarkan bahwa hidup tidak selalu adil, tetapi manusia tetap harus berjuang dengan cara yang terhormat.<br><br>Mungkin karena itu pula kita tidak pernah benar-benar bosan menontonnya. Di balik sorak-sorai, kita sebenarnya sedang melihat diri sendiri. Kita melihat harapan yang pernah kita rawat. Kita melihat kegagalan yang pernah kita alami. Kita melihat bagaimana manusia jatuh, bangkit, tertinggal, mengejar, kalah, menang, lalu mencoba lagi. Sepak bola adalah cermin besar tempat manusia menemukan wajahnya sendiri.<br><br>Dalam sepak bola, ada aturan yang harus ditaati. Ada wasit yang mengawasi. Ada garis lapangan yang membatasi. Ada kartu kuning dan kartu merah sebagai tanda bahwa kebebasan tetap membutuhkan disiplin. Ini pelajaran penting bagi kehidupan sosial dan bernegara. Kebebasan tanpa aturan akan melahirkan kekacauan. Kompetisi tanpa sportivitas akan berubah menjadi permusuhan. Kemenangan tanpa etika akan kehilangan kehormatan.<br><br>Karena itu, sepak bola juga mengajarkan peradaban. Ia memperlihatkan bahwa persaingan tidak harus memutus persaudaraan. Kita boleh berbeda dukungan, berbeda klub, berbeda tim nasional, bahkan berdebat keras tentang siapa yang lebih hebat. Tetapi pada akhirnya, sepak bola mempertemukan manusia dalam bahasa yang sama: bahasa kegembiraan, kecemasan, harapan, dan penghormatan terhadap perjuangan.<br><br>Hadiah jersey Prancis dari Prof. Iswandi Syahputra mengingatkan saya bahwa sepak bola juga hidup dari persahabatan. Banyak percakapan yang mungkin sulit dibuka oleh politik, agama, atau ekonomi, justru cair ketika dimulai dari sepak bola. Orang bisa berbeda pandangan, tetapi duduk bersama menonton pertandingan. Orang bisa berdebat sengit tentang taktik, tetapi tetap tertawa setelah peluit akhir berbunyi. Sepak bola punya kemampuan unik untuk membuat perbedaan menjadi perayaan, bukan permusuhan.<br><br>Di tengah dunia yang semakin terbelah oleh identitas, kepentingan, dan polarisasi, sepak bola memberi kita ruang bersama. Ia mengajarkan bahwa manusia boleh berpihak, tetapi tetap harus menghormati lawan. Boleh mencintai tim sendiri, tetapi tidak harus membenci tim lain. Boleh ingin menang, tetapi tidak boleh kehilangan martabat.<br><br>Dari kampung di Medan hingga panggung Piala Dunia, sepak bola bergerak melintasi kelas sosial, bahasa, bangsa, dan generasi. Ia dimainkan anak-anak tanpa alas kaki, sekaligus dipertandingkan para atlet terbaik dunia di stadion megah. Ia hidup di gang sempit, layar televisi, media sosial, hingga percakapan para sahabat. Sepak bola menjadi olahraga rakyat karena ia sederhana, tetapi justru di dalam kesederhanaannya tersimpan filsafat yang dalam.<br><br>Pada akhirnya, sepak bola mengingatkan kita bahwa hidup adalah pertandingan panjang yang tidak selalu bisa kita kendalikan sepenuhnya. Kita bisa berlatih, menyusun strategi, memilih kawan seperjuangan, dan menjaga disiplin. Tetapi selalu ada unsur tak terduga: bola yang membentur tiang, keputusan yang diperdebatkan, cedera yang datang tiba-tiba, atau keberuntungan yang berpihak kepada lawan.<br><br>Namun, sebagaimana dalam sepak bola, yang terpenting dalam hidup bukan hanya hasil akhir. Yang juga penting adalah cara kita bermain. Apakah kita berjuang dengan jujur? Apakah kita menghormati aturan? Apakah kita tetap setia kepada tim saat tertinggal? Apakah kita mampu bangkit setelah gagal? Apakah kita tetap rendah hati ketika menang?<br><br>Jersey Prancis yang saya terima kemarin sore akhirnya menjadi lebih dari sekadar hadiah. Ia menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan hanya tentang tim favorit, skor, atau trofi. Sepak bola adalah cerita tentang manusia: tentang masa kecil, kampung halaman, persahabatan, harapan, perjuangan, dan keberanian menerima ketidakpastian.<br><br>Mungkin itulah sebabnya bola yang bergulir tak pernah sekadar bola. Ia membawa ingatan. Ia membawa mimpi. Ia membawa pelajaran bahwa selama peluit akhir belum berbunyi, selalu ada ruang untuk berlari, memperbaiki kesalahan, menciptakan peluang, dan menjaga harapan tetap hidup.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_766_Jersey-Prancis-dan-Sepak-Bola-sebagai-Miniatur-Kehidupan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66223/jersey-prancis-dan-sepak-bola-sebagai-miniatur-kehidupan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Mahasiswa Disergap Polisi di Jalan Dr Mansyur, 260 Gram Ganja Disita</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 10:10:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Mahasiswa Disergap Polisi di Jalan Dr Mansyur, 260 Gram Ganja Disita]]></title>
            <description><![CDATA[Medan  Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, Senin (6/7/2026) malam melakukan operasi senyap terhadap dua oknum mahasiswa di kota Medan, yan]]></description>
            <content><![CDATA[<br></p>Medan - Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, Senin (6/7/2026) malam melakukan operasi senyap terhadap dua oknum mahasiswa di kota Medan, yang selama ini kerap mengedarkan narkotika jenis daun ganja kering di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Terdapat lebih dari 260 gram ganja, disita petugas dari tangan keduanya yang diringkus di dua tempat berbeda.</p><br>Dua oknum Mahasiswa itu yakni KH (20) warga Jalan Jamin Ginting Medan dan Y (20) Jalan Teratai, Kecamatan Medan Helvetia.<br><br>Penangkapan keduanya, berawal dari penyelidikan yang dilakukan personel Unit 2 Satresnarkoba Polrestabes Medan, terhadap Y yang diringkus di Jalan Dr Mansyur Medan. Saat ditangkap ketika tengah mengendarai sepeda motor, petugas menyita satu paket besar ganja, yang diselipkan di bagian bawah sepeda motornya.<br><br>&quot;Dari Y sendiri kami amankan 6,05 gram ganja. Saat itu, Y mengaku baru mengambil narkoba dari teman sekelasnya di kampus, yang tinggal di sebuah rumah kos di Jalan Jamin Ginting. Kami kemudian lakukan pengembangan,&quot; ucap  Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP didampingi Kanit 2 Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, IPTU Haryono, SH, MH, Rabu (8/7/2026) pagi.<br><br>Saat pengembangan, petugas mendapati KH tengah mengkonsumsi ganja di lantai atas rumah kos. Petugas, kemudian melakukan penggeledahan di kamar kos KH, dan menemukan dua bungkus besar ganja, yang berat totalnya lebih dari 260 gram.<br><br>&quot;Keduanya mengedarkan ganja ke sesama mahasiswa, dan juga ke masyarakat diluar lingkungan kampus. Kami masih kembangkan kasus ini, ada satu pelaku lagi berinisial B yang sedang kami kejar dan berperan sebagai pemasok narkoba kepada KH. Mereka tidak pernah berjumpa namun sering berkomunikasi, transaksi antara mereka juga bukan kali pertama,&quot; tambah Rafli.<br><br>Polrestabes Medan, menghimbau kepada masyarakat terkhusus mahasiswa, agar tidak terjerumus dalam praktek penyalahgunaan narkoba. Sebab, setiap pelaku terlebih yang berperan sebagai pengedar apalagi bandar, dipastikan akan ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<br><br>&quot;Jangan gadaikan cita &ndash; cita anda untuk hal seperti ini, karena pengedar maupun pelaku narkoba tentunya akan kami kejar, dan anda harus siap dengan konsekuensi hukum yang berlaku,&quot; pungkas Rafli. <br><br><br><br><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_1793_Mahasiswa-Disergap-Polisi-di-Jalan-Dr-Mansyur--260-Gram-Ganja-Disita.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/hukum/66222/mahasiswa-disergap-polisi-di-jalan-dr-mansyur-260-gram-ganja-disita/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PN Pekanbaru menjatuhkan hukuman Judicial Perdon*</guid>
            <pubDate>Tue, 07 Jul 2026 22:28:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PN Pekanbaru menjatuhkan hukuman Judicial Perdon*]]></title>
            <description><![CDATA[PN Pekanbaru menjatuhkan hukuman Judicial Perdon]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>Pekan Baru - Majelis <a href="https://www.halomedan.com/tag/hakim/" target="_blank">Hakim</a> pada PN. Pekanbaru Kelas IA menjatuhkan Putusan Judicial Perdon atau Pemaafan <a href="https://www.halomedan.com/tag/hakim/" target="_blank">Hakim</a> sebagaimana diatur dalam dalam perkara nomor 246/Pid.Sus/2026 An. Terdakwa Ardiansyah.<br><br>Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum pada KN. Pekanbaru menyatakan Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana menyewakan benda yang menjadi objek Jaminan Fidusia tanpa persetujuan tertulis dari Penerima Fidusia. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa dengan PIDANA DENDA sebesar Rp20.000.000,- dengan ketentuan jika pidana denda tersebut tidak dibayar dalam jangka waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, maka terhadap Terdakwa dijatuhi Pidana Penjara selama 20 hari Pengganti Denda.<br><br>Ketua Majelis <a href="https://www.halomedan.com/tag/hakim/" target="_blank">Hakim</a> yg dipimpin oleh Asraruddin Anwar dalam putusan dibacakan pada hari Selasa tanggal 7 Juli 2026 menyatakan bahwa menurut Majelis <a href="https://www.halomedan.com/tag/hakim/" target="_blank">Hakim</a>, hukuman yang tepat dan adil bagi Terdakwa adalah.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_3764_PN-Pekanbaru-menjatuhkan-hukuman-Judicial-Perdon-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66221/pn-pekanbaru-menjatuhkan-hukuman-judicial-perdon/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">DSILS Borong 28 Medali di Pariaman Open,Zulkifli:Kado Harlah Deli Sedang ke-80</guid>
            <pubDate>Tue, 07 Jul 2026 22:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[DSILS Borong 28 Medali di Pariaman Open,Zulkifli:Kado Harlah Deli Sedang ke-80]]></title>
            <description><![CDATA[DSILS Borong 28 Medali di Pariaman Open,ZulkifliKado Harlah Deli Sedang ke80]]></description>
            <content><![CDATA[<br>DELISERDANG &ndash; Kontingen Deli Serdang Inline Skate (DSILS) menorehkan prestasi membanggakan dengan membawa pulang 28 medali pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) <a href="https://www.halomedan.com/tag/sepatu/" target="_blank">Sepatu</a> Roda Pariaman Open 2026. Capaian tersebut dipersembahkan sebagai kado istimewa untuk Hari Jadi ke-80 Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.<br><br>Ketua Club DSILS, Zulkifli Saragih, mengatakan perjuangan 26 atlet yang berlaga di kejuaraan nasional tersebut membuahkan hasil membanggakan sekaligus menjadi bukti bahwa atlet-atlet muda Deli Serdang mampu bersaing di tingkat nasional.<br><br>Menurut Zulkifli, keberangkatan kontingen yang sebelumnya dilepas langsung oleh Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, pada 24 Juni 2026, menjadi motivasi besar bagi seluruh atlet, pelatih, dan jajaran pengurus untuk memberikan hasil terbaik di Pariaman.<br><br>&quot;Prestasi ini kami persembahkan sebagai hadiah untuk masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang sedang memperingati hari jadinya ke-80. Walaupun para atlet tidak dapat mengikuti rangkaian perayaan HUT Kabupaten karena harus bertanding, semangat mereka justru semakin besar untuk membawa pulang prestasi,&quot; ujar Zulkifli, Selasa (7/7/2026).<br><br>Ia menjelaskan, saat masyarakat Deli Serdang merayakan HUT ke-80 pada 1 Juli 2026 melalui berbagai kegiatan, mulai dari Sidang Paripurna Istimewa, Pesta Rakyat hingga peringatan HUT APKASI ke-26, para atlet DSILS tengah berjuang mengharumkan nama daerah di arena Kejurnas Pariaman Open 2026.<br><br>Hasilnya, DSILS sukses mengoleksi 28 medali, terdiri dari 12 medali emas, 8 medali perak, dan 8 medali perunggu.<br><br>Zulkifli menegaskan, keberhasilan tersebut bukan semata-mata karena kemampuan individu, melainkan buah dari kerja keras para atlet yang berlatih secara disiplin di bawah bimbingan pelatih Coach Omar dan Coach Razi, serta dukungan penuh dari jajaran pengurus klub dan para orang tua atlet.<br><br>&quot;Prestasi ini lahir dari kekompakan tim, dedikasi para pelatih, semangat juang atlet, serta dukungan luar biasa dari seluruh orang tua. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda Deli Serdang untuk terus berprestasi hingga tingkat internasional,&quot; katanya.<br><br>Berikut rincian perolehan medali DSILS pada Kejurnas Pariaman Open 2026:<br><br>* 12 Medali Emas<br>* 8 Medali Perak<br>* 8 Medali Perunggu<br><br>Peraih Medali DSILS Pariaman Open 2026:<br><br>200 Meter ITT KU A Speed<br><br>* Fathin &ndash; 1 Perunggu<br><br>100 Meter Pemula<br><br>* Dekha &ndash; 1 Emas<br>* Marvin &ndash; 1 Emas<br>* Yasmin &ndash; 1 Perak<br>* Adiva &ndash; 1 Perak<br>* Benz &ndash; 1 Emas<br>* Quen &ndash; 1 Perunggu<br>* Daffa &ndash; 1 Perak<br>* Ghania &ndash; 1 Emas<br>* Ghaisan &ndash; 1 Emas<br>* Farah &ndash; 1 Emas<br>* Caca &ndash; 1 Perunggu<br>* Fatimah &ndash; 1 Emas<br>* Azka &ndash; 1 Perunggu<br>* Alyssa &ndash; 1 Emas<br>* Syabil &ndash; 1 Perak<br>* Fay &ndash; 1 Perunggu<br>* Qonita &ndash; 1 Perak<br>* Rayyan &ndash; 1 Emas<br>* Indira &ndash; 1 Emas<br>* Moza &ndash; 1 Emas<br>* Andin &ndash; 1 Perak<br><br>200 Meter Pemula<br><br>* Dekha &ndash; 1 Emas<br>* Marvin &ndash; 1 Perak<br>* Ghaisan &ndash; 1 Perunggu<br><br>300 Meter Standar KU B<br><br>* Kian &ndash; 1 Perak<br>* Dekha &ndash; 1 Perunggu<br><br>500 Meter Standar KU B<br><br>* Kian &ndash; 1 Perunggu<br><br>Prestasi tersebut semakin menegaskan posisi DSILS sebagai salah satu klub sepatu roda berprestasi di Sumatera Utara yang konsisten melahirkan atlet-atlet potensial dan mampu mengharumkan nama Kabupaten Deli Serdang di tingkat nasional.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_4078_DSILS-Borong-28-Medali-di-Pariaman-Open-Zulkifli-Kado-Harlah-Deli-Sedang-ke-80.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66220/dsils-borong-28-medali-di-pariaman-openzulkiflikado-harlah-deli-sedang-ke80/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bedhaya Ketawang</guid>
            <pubDate>Tue, 07 Jul 2026 21:49:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bedhaya Ketawang]]></title>
            <description><![CDATA[ halomedan.com Bedhaya Ketawang1. MijilAngumandhang dumugi wiyati,Hari Slasa Kliwon, Godhong angin meneng anteng kabeh, Bedhaya Ketawang me]]></description>
            <content><![CDATA[ <b><a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> -Bedhaya Ketawang<br><br>1. Mijil<br><br>Angumandhang dumugi wiyati,<br>Hari Slasa Kliwon, <br>Godhong angin meneng anteng kabeh, <br>Bedhaya Ketawang merbawani, <br>Mangka beksan suci, <br>Praja dadya makmur.<br><br>2. Asmarandanna<br><br>Jeng Ratu Kencanasari, <br>Tedhak Kraton Surakarta, <br>Ndherek mbeksa nabuh nyindhen, <br>Jroning sasana sewaka, <br>Puja puji kekidungan, <br>Sakeh hama musna lunga, <br>Tanah gersang malih subur, <br>Daya Bedhaya Ketawang.<br><br>3. Pangkur<br><br>Abdi dalem ngalap berkah,<br>Lenggah sila mireng suwara langit,<br>Mbrengengeng pujaning kidung, <br>Gamelan lokananta, <br>Ganda arum uba rempe angerurum, <br>Kondhang Bedhaya Ketawang, <br>Bangsal paningrat maligi.<br><br>4. Kinanthi<br><br>Pangastuti saking panggung, <br>Sangga Buwana mas ing ngasepi, <br>Sinuwun manungku kayun, <br>Pepoyan kautaman, <br>Inggil agung misungsung padesan gunung, <br>Tumuruning karaharjan, <br>Panguripan wong sakbumi.<br><br>5. Megatruh<br><br>Unggul pinunjul Ratu Segara Kidul, <br>Ngereh dhasar jalanidhi, <br>Kaswasih raja Matarum, <br>Pinuju Anggara Kasih, <br>Rinengga jroning kedhaton.<br><br>6. Durma<br><br>Panembahan Senapati Ngeksiganda, <br>Narendra gung Mentawis, <br>Sakti mandraguna,<br>Bestari wicaksana, <br>Walas asik kawula dasih, <br>Beksan Bedhaya, <br>Pralampita inganggit.<br><br>7. Pucung<br><br>Saka Dhomas Bale Kencana pinatut, <br>Ing dhasar samudra, <br>Dhatulaya Hadisari, <br>Sung prebawa narendra gung Surakarta.<br><br>8. Gambuh<br><br>Uger muncul thukul, <br>Tandur subur rumambat sempulur, <br>Ambawani Bedhaya Ketawang yekti, <br>Gedruk sampar seblak sampur, <br>Kanugrahan sru gumrojog.<br><br>9. Mas Kumambang<br><br>Wiwit enjing peksi ngoceh weh pepeling, <br>Sasmita ajar kawedhar, <br>Bedhaya Ketawang mardi, <br>Pangreksaning tanah Jawa.<br><br>10. Sinom<br><br>Wanci siyang katon padhang,<br>Sawo kecik sarwa becik, <br>Jajar jajar trang sumunar, <br>Dodot sanggul sampur kuning, <br>Abdi dalem makarti, <br>Kenong kempul mangungkung, <br>Kendhang kethuk kemanak, <br>Cakepan pesindhen aris, <br>Wicara wiraga wirama wirasa.<br><br>11. Dhandhanggula<br><br>Mandhegani Ratu Wandhansari, <br>Waranggana wiyaga  Bedhaya, <br>Solah gendhing bawa sae, <br>Tabuhan sengkut urut, <br>Sekar wangi warna sesaji,<br>Rasamala angganda, <br>Gaharu ingambu, <br>Cipta waskitha sembada, <br>Mahanani awas emut lenging kapti, <br>Karaton Surakarta. <br><br><br>Selasa Kliwon, 7 Juli 2026.<br>Purwadi<br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_7159_Bedhaya-Ketawang.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/wisata/66219/bedhaya-ketawang/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Panggung Songgo Buwono</guid>
            <pubDate>Tue, 07 Jul 2026 21:47:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Panggung Songgo Buwono]]></title>
            <description><![CDATA[ halomedan.com  Panggung Songgo BuwonoPertemuan raja Mataram Surakarta bertempat di Panggung Songgo Buwono. Atas prakarsa Kanjeng Sinuwun P]]></description>
            <content><![CDATA[ <b><a href="https://www.halomedan.com">halomedan.com</a></b> - Panggung Songgo Buwono<br><br>Pertemuan raja Mataram Surakarta bertempat di Panggung Songgo Buwono. Atas prakarsa Kanjeng Sinuwun Paku Buwono III. Narendra gung Surakarta Hadiningrat yang memerintah tahun 1749 - 1788. Piranti lelaku tapa brata memancarkan cahaya wibawa widada.<br><br>Kedatangan Kanjeng Ratu Kidul tiap hari Selasa Kliwon. Bersamaan dengan tata cara ngisis ringgit Kyai Kadung, pukul 9 pagi hingga bedhug dheng. Lantas bersambung dengan beksan Bedhaya  Ketawang. Penghayatan Kejawen meyakini Kanjeng Ratu Kencana Hadisari, yang dinamakan lampor. Angin sumilir penuh aura kewibawaan. Sepanjang perjalanan sawah subur tegalan gembur. <br><br>Nguntarasana sebelah Panggung Songgo Buwono. Tempat seba para abdi dalem berpangkat bupati anom. Paningrat dan Maligi termasuk papan serambi sasana sewaka. Bersambung dengan sana para sedya. Sasana handrawina untuk perjamuan kehormatan. <br><br>Bale Marcukundha berada di timur laut. Bangsal Semarakata untuk memberi ganjaran pangkat. Bale rata berhimpitan dengan kori kamandhungan. Panggung Songgo Buwono dengan sendirinya menempati posisi strategis. Kedipan mata akan membuat renungan. Tatapan netra meengarah pada refleksi spiritual. Itulah sangkan paraning dumadi.<br><br>Bedhaya Ketawang<br><br>1. Mijil<br><br>Angumandhang dumugi wiyati,<br>Hari Slasa Kliwon, <br>Godhong angin meneng anteng kabeh, <br>Bedhaya Ketawang merbawani, <br>Mangka beksan suci, <br>Praja dadya makmur.<br><br>2. Asmarandanna<br><br>Jeng Ratu Kencanasari, <br>Tedhak Kraton Surakarta, <br>Ndherek mbeksa nabuh nyindhen, <br>Jroning sasana sewaka, <br>Puja puji kekidungan, <br>Sakeh hama musna lunga, <br>Tanah gersang malih subur, <br>Daya Bedhaya Ketawang.<br><br>3. Pangkur<br><br>Abdi dalem ngalap berkah,<br>Lenggah sila mireng suwara langit,<br>Mbrengengeng pujaning kidung, <br>Gamelan lokananta, <br>Ganda arum uba rempe angerurum, <br>Kondhang Bedhaya Ketawang, <br>Bangsal paningrat maligi.<br><br>4. Kinanthi<br><br>Pangastuti saking panggung, <br>Sangga Buwana mas ing ngasepi, <br>Sinuwun manungku kayun, <br>Pepoyan kautaman, <br>Inggil agung misungsung padesan gunung, <br>Tumuruning karaharjan, <br>Panguripan wong sakbumi.<br><br>5. Megatruh<br><br>Unggul pinunjul Ratu Segara Kidul, <br>Ngereh dhasar jalanidhi, <br>Kaswasih raja Matarum, <br>Pinuju Anggara Kasih, <br>Rinengga jroning kedhaton.<br><br>6. Durma<br><br>Panembahan Senapati Ngeksiganda, <br>Narendra gung Mentawis, <br>Sakti mandraguna,<br>Bestari wicaksana, <br>Walas asik kawula dasih, <br>Beksan Bedhaya, <br>Pralampita inganggit.<br><br>7. Pucung<br><br>Saka Dhomas Bale Kencana pinatut, <br>Ing dhasar samudra, <br>Dhatulaya Hadisari, <br>Sung prebawa narendra gung Surakarta.<br><br>8. Gambuh<br><br>Uger muncul thukul, <br>Tandur subur rumambat sempulur, <br>Ambawani Bedhaya Ketawang yekti, <br>Gedruk sampar seblak sampur, <br>Kanugrahan sru gumrojog.<br><br>9. Mas Kumambang<br><br>Wiwit enjing peksi ngoceh weh pepeling, <br>Sasmita ajar kawedhar, <br>Bedhaya Ketawang mardi, <br>Pangreksaning tanah Jawa.<br><br>10. Sinom<br><br>Wanci siyang katon padhang,<br>Sawo kecik sarwa becik, <br>Jajar jajar trang sumunar, <br>Dodot sanggul sampur kuning, <br>Abdi dalem makarti, <br>Kenong kempul mangungkung, <br>Kendhang kethuk kemanak, <br>Cakepan pesindhen aris, <br>Wicara wiraga wirama wirasa.<br><br>11. Dhandhanggula<br><br>Mandhegani Ratu Wandhansari, <br>Waranggana wiyaga  Bedhaya, <br>Solah gendhing bawa sae, <br>Tabuhan sengkut urut, <br>Sekar wangi warna sesaji,<br>Rasamala angganda, <br>Gaharu ingambu, <br>Cipta waskitha sembada, <br>Mahanani awas emut lenging kapti, <br>Karaton Surakarta. <br><br>Nama Panggung Songgo Buwono merupakan unsur tontonan dan tuntunan. Sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa, sembah rasa. Puncak rasa jati, sari rasa jati, sarira sajati, manunggaling kawula gusti. <br><br>Jawa jiwa kang kajawi. Perlunya membaca rentang peradaban. Guna membaca perubahan masa depan yang lebih gemilang. Matahari terbit dari timur. Marbabak bang sumirat. <br><br>Selasa Kliwon, 7 Juli 2026.<br>Purwadi<br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_7080_Panggung-Songgo-Buwono.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/info/66218/panggung-songgo-buwono-2/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Lembaga Pemerhati Anti Korupsi Sumut Minta APH Usut Dugaan Korupsi dan Gratifikasi Pengadaan Buku di Disdik Medan</guid>
            <pubDate>Tue, 07 Jul 2026 21:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Lembaga Pemerhati Anti Korupsi Sumut Minta APH Usut Dugaan Korupsi dan Gratifikasi Pengadaan Buku di Disdik Medan]]></title>
            <description><![CDATA[Lembaga Pemerhati Anti Korupsi Sumut Minta APH Usut Dugaan Korupsi dan Gratifikasi Pengadaan Buku di Disdik Medan]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br>MEDAN &ndash; Dugaan pengondisian pembelian buku di lingkungan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Medan terus menuai sorotan. Kali ini, Lembaga Pemerhati Anti Korupsi Sumatera Utara (LPAK Sumut) mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dan gratifikasi yang diduga terjadi dalam proses pengadaan buku tersebut.<br><br>Ketua LPAK Sumut, Sofyan SH, mengatakan dugaan adanya pengarahan kepada sekolah untuk membeli buku dari penerbit tertentu, jika terbukti, merupakan persoalan serius yang harus segera diungkap.<br><br>"Kami meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Polda Sumut, serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dan gratifikasi dalam pengadaan buku SD dan SMP di Dinas Pendidikan Kota Medan. Jangan sampai dunia pendidikan dijadikan ladang mencari keuntungan pribadi maupun kelompok," tegas Sofyan, Kamis (9/7/2026).<br><br>Menurutnya, setiap penggunaan anggaran pendidikan, termasuk Dana BOS, wajib dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi pihak mana pun.<br><br>Sofyan menilai, apabila terdapat dugaan pemberian gratifikasi kepada oknum pejabat atau pihak yang memiliki kewenangan dalam menentukan pengadaan buku, maka peristiwa tersebut harus diusut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.<br><br>"Gratifikasi dalam penyelenggaraan negara merupakan tindak pidana apabila berhubungan dengan jabatan dan bertentangan dengan kewajiban atau tugas penerima. Karena itu, seluruh pihak yang diduga mengetahui peristiwa tersebut harus dimintai keterangan," ujarnya.<br><br>Ia juga meminta Inspektorat Kota Medan dan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) segera melakukan audit terhadap proses penyusunan RKAS serta mekanisme pengadaan buku di seluruh SD dan SMP yang menggunakan Dana BOS.<br><br>"Kami berharap seluruh kepala sekolah yang mengetahui adanya dugaan intervensi tidak takut memberikan keterangan kepada aparat penegak hukum. Bila memang tidak ada pelanggaran, proses hukum akan membuktikannya. Sebaliknya, jika ditemukan unsur korupsi atau gratifikasi, pelakunya harus diproses sesuai hukum," katanya.<br><br>Sebelumnya, beredar informasi mengenai dugaan pengondisian pembelian buku kepada salah satu penerbit melalui mekanisme penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Dugaan tersebut juga dikaitkan dengan adanya kegiatan sosialisasi yang diduga melibatkan penerbit tertentu.<br><br>Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Barli Nasution belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan wartawan terkait dugaan tersebut.red]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_767_Lembaga-Pemerhati-Anti-Korupsi-Sumut-Minta-APH-Usut-Dugaan-Korupsi-dan-Gratifikasi-Pengadaan-Buku-di-Disdik-Medan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66232/lembaga-pemerhati-anti-korupsi-sumut-minta-aph-usut-dugaan-korupsi-dan-gratifikasi-pengadaan-buku-di-disdik-medan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rukun Sembiring Optimistis Rekonsiliasi Perkuat Eksistensi Mada LMP Sumut</guid>
            <pubDate>Tue, 07 Jul 2026 21:44:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rukun Sembiring Optimistis Rekonsiliasi Perkuat Eksistensi Mada LMP Sumut]]></title>
            <description><![CDATA[Rukun Sembiring Optimistis Rekonsiliasi Perkuat Eksistensi Mada LMP Sumut]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br>MEDAN &ndash; Ketua Markas Daerah (Mada) Laskar Merah Putih (LMP) Sumatera Utara, Rukun Sembiring, memimpin kegiatan rekonsiliasi dan revitalisasi kepengurusan Mada LMP Sumut yang digelar di Sekretariat Mada LMP Sumut, Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Selasa (7/7/2026).<br><br><br><br>Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Mada LMP Sumut Bobby O. Zulkarnaen, Ketua Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) Hatta Akhiri, Koordinator Daerah (Korda) Medan, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai Asep Wahyudi, serta sejumlah pengurus dan kader LMP dari berbagai daerah.<br><br><br><br>Dalam sambutannya, Rukun Sembiring menyampaikan apresiasi atas kehadiran para kader dan mengajak seluruh jajaran untuk memperkuat soliditas organisasi. Menurutnya, rekonsiliasi menjadi langkah penting dalam membangun kekompakan demi kemajuan LMP di Sumatera Utara.<br><br><br><br>Sementara itu, Sekretaris Mada LMP Sumut Bobby O. Zulkarnaen menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan melakukan revitalisasi kepengurusan sebagai bagian dari penguatan organisasi. Ia juga menyampaikan rencana pelantikan kepengurusan yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.<br><br><br><br>"Pelantikan direncanakan pada bulan Oktober sesuai arahan pimpinan organisasi dan telah memperoleh izin dari Ketua Umum Mabes LMP, H.M. Arsyad Cannu," ujar Bobby.<br><br><br><br>Pada kesempatan yang sama, Rukun Sembiring mengatakan bahwa seluruh kader diharapkan tetap berada dalam satu komando sesuai arahan Ketua Umum LMP. Ia mengajak seluruh anggota menjaga loyalitas, memperkuat persatuan, dan bersama-sama membesarkan organisasi.<br><br><br><br>"Mari kita bersatu, menjaga kekompakan, dan membangun LMP Sumatera Utara agar cita-cita organisasi dapat terwujud," kata Rukun Sembiring.<br><br><br><br>Ketua OKK Mada LMP Sumut Hatta Akhiri juga menyampaikan bahwa kepengurusan yang dipimpin Rukun Sembiring merupakan kepengurusan yang dijalankan di lingkungan Mada LMP Sumut. Terkait adanya pihak-pihak yang mengklaim sebagai Ketua Mada LMP Sumut, Hatta menyatakan hal tersebut merupakan pandangan organisasinya dan apabila ditemukan pelanggaran, menurutnya penyelesaiannya harus ditempuh sesuai ketentuan hukum yang berlaku.<br><br><br><br>Hingga berita ini diturunkan, pernyataan tersebut merupakan keterangan dari pengurus Mada LMP Sumut dalam kegiatan organisasi. Apabila terdapat pihak lain yang memiliki pandangan atau keterangan berbeda terkait kepengurusan LMP Sumut, redaksi memberikan ruang untuk menggunakan hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.rel<br><br><br><br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_1003_Rukun-Sembiring-Optimistis-Rekonsiliasi-Perkuat-Eksistensi-Mada-LMP-Sumut.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66217/rukun-sembiring-optimistis-rekonsiliasi-perkuat-eksistensi-mada-lmp-sumut/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni &amp; Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi</guid>
            <pubDate>Tue, 07 Jul 2026 19:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni & Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi]]></title>
            <description><![CDATA[Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni &amp Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi]]></description>
            <content><![CDATA[<p>Medan - Dunia teknologi dan rangkaian kode biner mungkin terdengar kaku bagi sebagian orang, namun tidak bagi Bella Olivia Putrisanni dan Fahdi Saidi Lubis. Di balik untaian algoritma komputer yang rumit, takdir sedang menenun sebuah cerita yang jauh lebih indah daripada baris pemrograman mana pun.<br><br>Bella adalah seorang wanita cerdas bergelar Sarjana Komputer (S.Kom.). Sebagai putri sulung dari tiga bersaudara, ia tumbuh dalam kehangatan keluarga Bapak Rianto, S.H., M.H., seorang praktisi hukum yang tegas namun penyayang dan juga tokoh pers terkenal di Sumatera Utara yang juga CEO Sumut 24 Group, dan Ibu Marlina Eliyanti, S.E.<br><br>Bella menjadi teladan bagi kedua adik kandungnya, Gandhis Dwi Febrian SP dan Dimas Dafa Fahreza yang masih kuliah di USU serta juga menyaksika Keluarga diantarnya Drs Sugito ( Pakdeh), Hj Moncowati ( Budehnya). Di mata keluarganya, Bella adalah perpaduan sempurna antara kecerdasan modern dan keanggunan budi pekerti.<br><br>Di seberang takdirnya, berdiri Fahdi Saidi Lubis. Fahdi bukanlah pria biasa; ia adalah seorang akademisi murni yang mendedikasikan hidupnya pada ilmu pengetahuan. Gelar S.Kom. dan M.Kom. telah diraihnya, dan kini ia tengah berjuang menyelesaikan babak akhir pendidikannya sebagai Calon Doktor atau Ph.D. (Cand.)</p><p><img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/a4a042cf4fd6bfb47701cbc8a1653ada_1002627913.png"><br><br>Sebagai anak bungsu dari enam bersaudara dari pasangan H. dr. Asmin Lubis, DAF.Sp.An KAP, KMN. dan Hj. Arneny Abdullah, Fahdi dibesarkan dalam keluarga besar yang penuh dengan pencapaian intelektual tinggi. Abang kandungnya, Dr. dr. Bastian Lubis, Sp.An-TI, serta saudaranya yang lain seperti Muharman Lubis, B.IT., B.Sc., senantiasa mendampingi langkahnya.<br><br>Namun, di balik semua gelar mentereng itu, Fahdi tetaplah sosok pria yang rendah hati, tenang, dan memiliki kesabaran yang luar biasa.<br><br><br>Menenun Rasa dari Meja Kuliah<br><br>Pertemuan awal mereka dimulai dari bangku sekolah SMA Negeri 1 Medan, tapi saat itu benih-benih percintaan belum terajut di hati Bella.<br><br>Benih kasih sayang diantara Bela dan Fahdi tumbuh bersemi di koridor kampus di lingkungan Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi, Fakultas<br>Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Sumatera Utara (USU) bertahun-tahun lalu, saat keduanya sama-sama berstatus sebagai mahasiswa ilmu komputer.<br><br>Pertemuan yang awalnya hanya seputar diskusi tugas, proyek pemrograman, dan ujian akhir, perlahan-lahan berubah warna. Di ruang perpustakaan yang tenang, di antara tumpukan buku tebal dan layar laptop yang menyala hingga larut malam, Fahdi menemukan pesona tersendiri dalam diri Bella.<br><br>Kecepatan berpikir Bella dan senyum manisnya yang selalu hadir saat berhasil memecahkan error pada sistem komputer membuat Fahdi jatuh hati.<br><br>Bagi Bella, Fahdi adalah oasis di tengah kepenatan dunia perkuliahan. Ketika Bella merasa buntu dengan dunianya, Fahdi selalu datang dengan segelas kopi dan kesabaran yang tiada habisnya untuk membantu. Karakter Fahdi yang sangat sabar, penuh pengertian, dan taat dalam ibadah membuat Bella merasa aman. Dari sana, benih-benih cinta tumbuh, bertransformasi dari sekadar teman satu jurusan menjadi sepasang kekasih yang saling mendukung mimpi masing-masing. Fahdi terus melesat hingga ke jenjang S-3, sementara Bella setulus hati mendampingi setiap proses jatuh bangun kekasihnya itu.<br><br><br>Detak Jantung Sabtu Pagi<br><br>Waktu bergulir membawa mereka pada hari Sabtu yang cerah, 4 Juli 2026. Pukul sepuluh pagi, kediaman keluarga besar Bella di daerah kawasan Pasar 5 Tembung, Kabupaten Deli Serdang telah disulap menjadi taman bunga yang indah.<br><br>Tangga melingkar di tengah rumah dihiasi dengan untaian bunga-bunga segar berwarna merah jambu dan kuning cerah yang menjuntai anggun. Udara dipenuhi aroma harum dan ketegangan yang mendebarkan.<br><br>Saat yang ditunggu tiba keluarga besar Fahdi datang membawa seserahan sebagai simbol kesungguhan niat baik mereka untuk melamar Bella sang putri pujaan hati Fahdi.<br><br>Fahdi, sang putra bungsu dari enam bersaudara pasangan Bapak H. dr. Asmin Lubis, DAF.Sp.An KAP, KMN. dan Ibu Hj. Arneny Abdullah, melangkah dengan mantap namun penuh debaran di dada. Ia didampingi oleh kakak-kakaknya tercinta: Dr. dr. Bastian Lubis beserta Dr. dr. Putri Amelia; Muharman Lubis beserta Siti Rahmah; Dr. Arif Ridho Lubis beserta dr. Dira Wahyuni Siregar; Rahmat Yusuf Lubis beserta Miftah; serta sang kakak perempuan dr. Rahmah Evelin Lubis.<br><br>Di ambang pintu rumah, keluarga besar Bella menyambut hangat, Bapak Rianto dan Ibu Marlina, didampingi kedua adik kandung Bella, Gandhis Dwi Febrian dan Dimas Dafa Fahreza, menyapa kehadiran keluarga besar Lubis dengan penuh senyum ketulusan.<br><br>Ketika seluruh tamu telah memenuhi ruangan, pemandu acara (MC) Datuk Afifuddin mengambil mikrofon, memecah keheningan dengan suara yang menggema penuh wibawa:<br><br>_"Bapak, Ibu sekalian, inilah dia anak gadis kita di rumah ini, Bella Olivia Putrisanni, datang dan hadir"_<br><br>Dari lantai atas, Bella perlahan muncul. Ia melangkah menuruni anak tangga dengan sangat anggun, mengenakan kebaya elegan bercorak kuning keemasan yang serasi dengan dekorasi bunga di sekelilingnya. Senyum tipis menghiasi wajahnya yang merona, sementara matanya tertuju pada satu pria yang berdiri tegak di ujung tangga memegang seikat bunga bertuliskan Fahdi.<br></p><p><img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/5fd0b37cd7dbbb00f97ba6ce92bf5add_1002621609.png"><br><br>Untaian Janji Sang Pencinta<br><br>Fahdi berdiri di hadapan Bella, menjabat mikrofon dengan jemari yang sedikit bergetar, namun tatapan matanya memancarkan keyakinan mutlak. Di hadapan kedua orang tua Bella, ia mengutarakan maksud hatinya yang paling dalam:<br><br>_"Dengan izin Allah dan restu kedua orang tua Fahdi, Fahdi ingin melamar Bella sebagai istri. Kepada Om Anti dan Tante Marlina , saya memohon izin dan restunya. Bella, bersediakah Bella menerima lamaran Abang dan melangkah bersama Abang menuju pernikahan?"_<br><br>Suasana mendadak hening seketika. Pertanyaan itu menggantung di udara, melintasi ingatan masa-masa kuliah mereka yang penuh perjuangan, hingga tiba di titik ini.<br><br><br>Jawaban Sang Gadis Pilihan<br><br>Bella memandang pria di hadapannya. Segala rasa syukur buncah di dalam dadanya. Dengan senyuman manis dan nada suara yang penuh ketulusan, ia menjawab pinangan tersebut:<br><br>_"Abang, Bang Fahdi... insya Allah Bella siap menerima lamaran Abang. Terima kasih sudah sayang sama Bella, insya Allah bisa seperti kasih sayang yang kayak Mama dan Papa berikan sama Bella. Terima kasih juga kepada Om dan Tante yang sudah membesarkan Bang Fahdi menjadi laki-laki yang sangat sabar, pengertian, dan insya Allah taat sama Allah, sehingga bisa membimbing Bella ke depannya. Maka dari itu, dengan izin Allah dan restu Mama, Papa, dan keluarga yang hadir di sini, Bella menerima khitbah dan lamaran Abang untuk meniti hidup Abang dunia dan akhirat."_<br><br>Tawa kecil Bella di akhir kalimat mencairkan ketegangan, disusul oleh gemuruh tepuk tangan dan seruan bahagia dari seluruh keluarga besar yang menyaksikan momen sakral tersebut.<br><br><br>Restu, Doa, dan Air Mata Kebahagiaan</p><p><br>Mendengar jawaban dari putri sulungnya, Bapak Rianto, S.H., M.H., tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Sebagai seorang ayah yang mengawal tumbuh kembang Bella sejak kecil, matanya berkaca-kaca saat berbicara:<br><br>_"Alhamdulillah hari ini... Papa teringat kembali kisah kalian saat kuliah dulu. Jadi saat kuliah itu ada cerita beberapa tahun lalu tentang awal mula kedekatan kalian... Dan hari ini, Papa menyaksikan sendiri bagaimana Bella dan Fahdi mengikat janji untuk masa depan..."_<br><br>Di samping Bapak Rianto, sang ibu, Marlina Eliyanti, memandang putrinya dengan tatapan penuh keibuan. Sambil menggenggam jemari Bella, ia membisikkan narasi kalbunya yang penuh kehangatan:<br><br>_"Bella, putri sulung Mama, rasanya baru kemarin Mama menimangmu dan mengantarmu ke sekolah. Hari ini, di ujung tangga ini, Mama melihatmu telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang siap menjadi seorang istri. Melihat ketulusan dan kesabaran Fahdi yang sudah Mama kenal sejak masa kuliah kalian, runtuh sudah kekhawatiran Mama. Perjalanan menjadi istri tidaklah selalu mudah, Nak, tetapi dengan pria sesabar Fahdi di sisimu, Mama ikhlas melepaskanmu. Jadilah pakaian yang meneduhkan bagi suamimu kelak."_<br><br>Dari sisi keluarga pria, H. dr. Asmin Lubis dan Hj. Arneny Abdullah, kedua orang tua Fahdi, menatap putra bungsu mereka dengan rasa bangga yang tak terkira. Sang ibu, Arneny, mewakili rasa syukur suaminya, memberikan petuah indah bagi menantu barunya:<br><br>_"Fahdi anak bungsu kebanggaan Papa dan Ibu. Perjalanan akademikmu telah membawamu melangkah jauh menuntut ilmu, tetapi hari ini, langkahmu menemukan pelabuhan terindahnya di hati Bella.<br><br>_"Kepada Bella, putriku yang kini menjelma menjadi permata baru di hati kami, terima kasih karena telah memilih dan menerima Fahdi dengan segala apa adanya. Mulai hari ini, engkau bukan lagi orang lain, melainkan putri kandung kami sendiri yang akan kami sayangi, kami jaga, dan kami dekap dalam setiap doa. Semoga Allah SWT senantiasa melapangkan jalan kalian berdua, menyatukan langkah kalian hingga hari pernikahan di bulan Oktober nanti. Kami titipkan Fahdi kepadamu, dan kami percayakan dirimu untuk dibimbing olehnya menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah."_<br><br><br>Langkah Baru Menuju Masa Depan Gerbang Ikatan Abadi</p><p><br>​Kebahagiaan yang utuh kian terpancar saat prosesi dilanjutkan dengan pemasangan cincin di jari manis kedua calon mempelai sebagai lambang ikatan yang suci, disusul dengan penyerahan seserahan secara simbolis dari keluarga pria kepada keluarga wanita sebagai tanda keseriusan dan ketulusan niat baik. Pembicaraan hangat seputar persiapan mahar dan kelancaran acara pernikahan suci yang direncanakan pada bulan Oktober pun berlangsung dengan penuh keakraban dan kekeluargaan.<br>​Hari bersejarah yang penuh dengan untaian romansa ini ditutup dengan penuh kekhusyukan melalui doa bersama yang dipimpin oleh KH. Akhmad Khambali, SE., MM.. Semua kepala tertunduk, memohon kepada Sang Pemilik Hati agar seluruh langkah Bella dan Fahdi menuju pelaminan senantiasa dipenuhi kelancaran, keberkahan, dan cinta yang takkan pernah habis dimakan waktu.<br><br>Sesi foto bersama dan ramah tamah menjadi penutup yang manis, menandai awal dari menyatunya dua keluarga besar dalam jalinan kasih yang abadi.<br><br>Acara di hari penuh hikmat tersebut serasa sempurna dan mendapat berkah dan ridho dari Allah SWT dengan kehadiran sanak famili dan keluarga besar Bapak Rianto, SH.,MH dan Ibu Marlina Eliyanti, SE.</p><p><img src="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/140f6969d5213fd0ece03148e62e461e_1002627907.png"><br><br>Kehadiran para tamu penting di acara ini diantaranya dua mantan Walikota Medan; Bapak Abdillah, Ak.,MBA dan Bapak Akhyar Nasution serta Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Bapak Akhmad Munir, Ketua PWI Sumatera Utara Bapak H. Farianda Putra Sinik Tanjung, SE dan Pemimpin Redaksi Waspada.id yang juga menjabat sebagai Manajer Umum Harian Waspada Bapak Hendra DS dan tokoh pers lainnya serta jajaran awak pers Sumut 24 Group juga menambah kebahagian keluarga besar Bapak Rianto (Anto Genk) sebagai salah satu tokoh pers yang diperhitungkan di Sumatera Utara.<br><br>Kemeriahan acara terasa sempurna dengan banyaknya kiriman papan bunga dari tokoh-tokoh publik, tokoh pers, pengusaha, politisi yang memberikan atensi penuh untuk acara yang penuh berkah ini.red/ag</p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_8771_Kisah-Percintaan-Bella-Olivia-Putrisanni--amp--Fahdi-Saidi-Lubis--Dua-Hati--Satu-Frekuensi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/seleb/66216/kisah-percintaan-bella-olivia-putrisanni-amp-fahdi-saidi-lubis-dua-hati-satu-frekuensi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR</guid>
            <pubDate>Tue, 07 Jul 2026 19:15:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR]]></title>
            <description><![CDATA[KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR]]></description>
            <content><![CDATA[<br><br><br>Medan - Persidangan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat tiga orang guru honor MAS Syarif Hidayah kembali digelar pada Selasa, 7 Juli 2026, di Pengadilan Negeri Medan, dengan agenda pembacaan Eksepsi.<br><br>Pengadilan Tipikor Medan dinilai tidak berwenangan mengadili perkara korupsi dana BOS yang dituduhkan kepada 3 guru honor.<br><br>&quot;Kami menilai bahwa Pengadilan Tipikor Medan tidak memiliki kewenangan mengadili perkara klien kami, karena surat dakwaan JPU memperhitungkan kutipan uang ujian dan ekstrakurikuler dari siswa menjadi kerugian negara, padahal Pengadilan Tipikor adalah peradilan khusus memeriksa, mengadili dan memutus perkara korupsi, objeknya adalah uang negara bukan uang siswa. Itu juga mengakibatkan kerugian negara menjadi kabur, pada akhirnya surat dakwaan menjadi tidak cermat&quot; kata Bambang Santoso, S.H., M.H., Kuasa Hukum 3 guru honor.<br><br>&quot;Jika Pengadilan Tipikor Medan dipaksakan untuk mengadili perkara ini maka akan terjadi kekacauan penegakan hukum, sementara pengadilan berfungsi menegakan hukum&quot;. lanjut Bambang.<br><br>Disamping itu, perhitungan kerugian negara dalam surat dakwaan JPU masih memakai Kantor Akuntan Publik (KAP), sementara yang berwenang menghitung dan menetapkan kerugian keuangan negara Adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bukan KAP.<br><br>&quot;Di dalam Eksepsi kami menilai KAP tidak berwenang menghitung dan menetapkan kerugian keuangan negara, karena penghitungannya harus dilakukan oleh lembaga yang berwenang dan memiliki keahlian. BPK lah memenuhi persyaratan itu, yakni memiliki keahlian dan diberikan kewenangan oleh UU No. 15/2006 tentang BPK&quot;. Tambah Bambang.<br>Penahanan terhadap Mesini selaku Pemilik Yayasan<br><br>Dalam wawancara setelah selesai membacakan eksepsi, PH <a href="https://www.halomedan.com/tag/guru/" target="_blank">Guru</a> menyoroti tentang penahanan terhadap Mesini yang sampai saat ini tidak dilakukan oleh penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Labuhan Deli, hal itu dinilai bahwa proses hukum tidak fair atau melanggar prinsip Equality before the law (persamaan di depan hukum).<br><br>&quot;Bahwa setelah kami menelaah isi dakwaan, dinyatakan Dana BOS itu berada di tangan Mesini, dan Mesini menyuruh terdakwa untuk memanipulasi laporan pertanggungjawaban dana BOS, ini jelas dinyatakan di dalam surat dakwaan. Artinya Mesini selaku pemilik Yayasan diduga keras adalah actor intellectual korupsi dana BOS, dan adanya perintah dari Mesini untuk itu, tetapi mengapa Mesini tidak ditahan dan tidak diadili, inikan tidak adil, sementara 3 guru ini sudah ditahan selama 175 hari&quot;. Lanjutnya.<br><br>&quot;Kami menilai penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Labuhan Deli sebagai perwakilan negara tidak berdaya di hadapan Mesini. Kami merasa 3 guru honor ini menjadi tumbal, padahal tidak ada dinyatakan dalam surat dakwaan mereka yang mengelola dana BOS, dan tidak ada dinyatakan mereka menikmati uang hasil korupsi dan BOS&quot;. Ungkap Bambang.<br><br>Tiga guru ini bekerja berdasarkan perintah yayasan, tidak ada maksud jahat dalam diri mereka (mens rea), bahkan dinyatakan ada paksan dan ancaman, karena mereka tidak menikmati uang hasil korupsi dan tidak mengelola dana BOS.<br><br>&quot;Ya, tiga guru ini hanya menjalankan tugas, tidak ada maksud jahat (mens rea) dalam diri mereka, kalau mereka menerima bagian dari uang hasil korupsi, kita setuju untuk dihukum, tetapi mereka sama sekali tidak menikmati, mereka hanya diperalat untuk memenuhi administrasi dana BOS agar bisa cair, setelah dicairkan uang tersebut dikuasai oleh Mesini di dalam rekening pribadinya, bahkan guru honor ini tidak terlibat dalam membelanjakan dan BOS tersebut&quot;. Tutup Bambang.<br>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_2894_KUASA-HUKUM-GURU-HONOR-NILAI-PENGADILAN-TIPIKOR-MEDAN-TAK-BERWENANG-MENGADILI-PERKARA-GURU-HONOR.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/Berita/66215/kuasa-hukum-guru-honor-nilai-pengadilan-tipikor-medan-tak-berwenang-mengadili-perkara-guru-honor/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">DPRD Sumut Kritik Harga Tiket PRSU, Dinilai Tak Ramah Kantong Rakyat</guid>
            <pubDate>Tue, 07 Jul 2026 17:48:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[DPRD Sumut Kritik Harga Tiket PRSU, Dinilai Tak Ramah Kantong Rakyat]]></title>
            <description><![CDATA[DPRD Sumut Kritik Harga Tiket PRSU, Dinilai Tak Ramah Kantong Rakyat]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Medan -Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Hendra Cipta, meminta pihak penyelenggara Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) meninjau kembali kebijakan harga tiket masuk yang dinilai masih terlalu tinggi bagi masyarakat.<br><br>Diketahui, harga tiket masuk PRSU tahun ini dipatok sebesar Rp50.000 pada hari biasa dan Rp75.000 pada akhir pekan. Menurut Hendra, kebijakan tersebut berpotensi mengurangi minat masyarakat untuk berkunjung, sehingga tujuan utama penyelenggaraan PRSU sebagai ajang promosi pembangunan dan potensi daerah dikhawatirkan tidak tercapai secara maksimal.<br><br>Hendra mengatakan, sejak awal PRSU hadir sebagai pesta rakyat yang menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai potensi Sumatera Utara, mulai dari pembangunan, sektor industri, UMKM, kebudayaan hingga pariwisata. Karena itu, akses masyarakat untuk datang seharusnya dibuat semudah mungkin, termasuk melalui harga tiket yang terjangkau.<br><br>"Sebenarnya kita berharap target PRSU ini adalah menjadi pesta rakyat, meningkatkan antusiasme masyarakat untuk melihat potensi pembangunan di seluruh kabupaten dan kota, pembangunan industri, sektor swasta, serta berbagai potensi yang ada di Sumatera Utara. Karena itu, jangan sampai masyarakat justru terbebani dengan harga tiket yang tidak terjangkau. Ini harus menjadi bahan pertimbangan bagi penyelenggara PRSU," kata Hendra saat memberikan keterangan, Selasa (7/6/2026).<br><br>Ia menegaskan, PRSU bukan sekadar tempat hiburan, melainkan etalase pembangunan Sumatera Utara yang menampilkan kekayaan budaya, potensi ekonomi, hingga capaian pembangunan daerah. Oleh sebab itu, semakin banyak masyarakat yang hadir, maka semakin besar pula manfaat yang diperoleh dari penyelenggaraan ajang tahunan tersebut.<br><br>Menurutnya, harga tiket yang terlalu tinggi justru dapat menghambat target jumlah pengunjung yang telah ditetapkan penyelenggara.<br><br>"Kalau terlalu mahal, saya khawatir target pengunjung yang ingin dicapai tidak akan terpenuhi. PRSU ini kan ingin menarik ratusan ribu masyarakat untuk datang. Kalau masyarakat merasa keberatan, tentu itu akan memengaruhi jumlah pengunjung. Kalau masih memungkinkan, sebaiknya tarif tiket ini dipertimbangkan kembali," ujarnya.<br><br>Hendra juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang masih membutuhkan perhatian. Ia menilai besaran tiket sebesar Rp35.000 hingga Rp75.000 akan terasa berat, terutama bagi keluarga yang datang bersama anak-anak.<br><br>Menurutnya, mayoritas pengunjung PRSU tidak datang seorang diri, melainkan bersama anggota keluarga. Akibatnya, biaya yang harus dikeluarkan hanya untuk tiket masuk sudah cukup besar sebelum menikmati berbagai wahana maupun membeli produk yang dijual di dalam area PRSU.<br><br>"Kalau Rp50 ribu sampai Rp75 ribu, menurut saya masih terlalu tinggi. Rata-rata masyarakat datang ke PRSU membawa keluarga. Ada yang datang berlima, bahkan bisa sampai sepuluh orang. Itu tentu menjadi beban tersendiri bagi masyarakat. Jarang ada yang datang sendirian, biasanya bersama istri, anak-anak, atau keluarga besar. Karena itu, kami berharap harga tiket bisa lebih terjangkau," katanya.<br><br>Sebagai anggota DPRD Sumut, Hendra memastikan pihaknya akan mendorong agar penyelenggara melakukan evaluasi terhadap kebijakan tarif tiket tersebut. Menurutnya, DPRD berharap pengelola PRSU bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat mempertimbangkan kembali besaran harga tiket demi meningkatkan partisipasi masyarakat.<br><br>"Yang pasti kami meminta agar harga tiket masuk disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. Harapan kita, semakin banyak masyarakat yang hadir ke PRSU sehingga seluruh potensi yang ditampilkan di arena PRSU dapat dinikmati secara maksimal. Karena itu, kami meminta agar tarif masuk bisa ditinjau ulang menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat," tegasnya.<br><br>Hendra berharap masukan tersebut dapat menjadi perhatian bagi pihak pengelola. Ia menilai keberhasilan PRSU tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan tiket, tetapi juga dari tingginya partisipasi masyarakat dalam menyaksikan potensi pembangunan, budaya, ekonomi kreatif, serta produk unggulan dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara.]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2026/07/_1469_DPRD-Sumut-Kritik-Harga-Tiket-PRSU--Dinilai-Tak-Ramah-Kantong-Rakyat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.halomedan.com/news/66214/dprd-sumut-kritik-harga-tiket-prsu-dinilai-tak-ramah-kantong-rakyat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>