Senin, 03 Agustus 2026

Tanggulangi Kemiskinan Kemen PUPR Gelontorkan Rp 32,4 Miliar ke Sumut

Administrator
Rabu, 27 Maret 2019 12:35 WIB
Tanggulangi Kemiskinan Kemen PUPR Gelontorkan Rp 32,4 Miliar ke Sumut

Medan-halomedan.co

Untuk menanggulangi pengurangan kemiskinan di pedesaan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menganggarkan Rp 32,4 miliar.

Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA), Cipta Karya dan Tata Ruang Sumut Zonni Waldi mengatakan, dalam pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW) tahun 2019 yang tersebar di 33 propinsi, 206 kabupaten, dan 900 kecamatan, dengan total anggaran Rp 540 miliar.

Sementara untuk provinsi Sumut tersebar di 10 kabupaten, 54 kecamatan dan 120 desa dengan total anggaran Rp 32,4 miliar.

“Hal ini dalam rangka mendukung program padat karya. Tujuan kegiatan PISEW adalah menyediakan atau meningkatkan infrastruktur dengan pendekatan masyarakat dalam skala kawasan untuk meningkatkan sosial ekonomi wilayah,” katanya.

Dalam acara itu Zonni Waldi turut didampingi Tim Pelaksana Pusat PISEW Posma Partogi H Simanjuntak ST, Tim Pelaksana Provinsi Nazaruddin ST MAP, Tim Pelaksana Kabupaten, Trainer PISEW Pusat Suharyanto, Yon Sugiono, dan Ir Suyanto.

Ia mengatakan pengembangan kawasan pedesaan dalam rangka ekonomi wilayah merupakan terjemahan dari nawacita Presiden RI.

“Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa, meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, sehingga Indonesia dapat maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa, dan mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik,” jelasnya.

Jumlah penduduk miskin di Sumut posisi September 2018 turun 0,28% dari Maret menjadi 1,291 juta jiwa.

“Kalau di Maret 2018 angka kemiskinan masih 1,324 juta jiwa, maka di September tinggal 1,291 juta jiwa,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi.

Penurunan angka kemiskinan terjadi di perkotaan dan pedesaan yang didorong banyaknya proyek infrastruktur termasuk terkendalinya inflasi.Di perkotaan, angka kemiskinan posisi September tinggal 8,84% dari Maret 2019 yang 9,15%. Sedangkan di pedesaan turun menjadi 9,05 persen dari 9,30% di Maret 2019.

“Dengan menurunnya jumlah penduduk miskin, maka persentase angka kemisikinan di Sumut menjadi 8,94 persen dari 9,22 persen sebelumnya,” ujarnya. (Iqbal T)



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Sudahkah Indonesia Memasuki Titik Kulminasi?

Sudahkah Indonesia Memasuki Titik Kulminasi?

Resmi Kantongi SK DPP, Martinu Jaya Halawa Pimpin Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara

Resmi Kantongi SK DPP, Martinu Jaya Halawa Pimpin Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara

Pengurus JMSI DKI Jakarta Resmi Dilantik, Teguh Santosa Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Pers Berkualitas

Pengurus JMSI DKI Jakarta Resmi Dilantik, Teguh Santosa Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Pers Berkualitas

Anto Genk Luruskan Makna "Londo Ireng" Presiden Prabowo dalam Rakercab JMSI Tabagsel 2026

Anto Genk Luruskan Makna "Londo Ireng" Presiden Prabowo dalam Rakercab JMSI Tabagsel 2026

Di Balik Predikat WTP, Masih Ada Pekerjaan Rumah Negara

Di Balik Predikat WTP, Masih Ada Pekerjaan Rumah Negara

MENYIKAPI KONDISI GLOBAL, KETUA UMUM PNPI SYAMSUL RIZAL MENDORONG PEMERINTAH MEMPERKUAT SISTEM DAN INFRASTRUKTUR INTELIJEN NEGARA

MENYIKAPI KONDISI GLOBAL, KETUA UMUM PNPI SYAMSUL RIZAL MENDORONG PEMERINTAH MEMPERKUAT SISTEM DAN INFRASTRUKTUR INTELIJEN NEGARA

Komentar
Berita Terbaru