Rabu, 23 September 2026

Taliban Berjanji tak Akan Balas Dendam

Administrator
Rabu, 18 Agustus 2021 07:33 WIB
Taliban Berjanji tak Akan Balas Dendam

Afganistan, Taliban berjanji tak akan membalas dendam terhadap lawan-lawan mereka di Afghanistan, setelah mereka berhasil menduduki istana kepresidenan beberapa hari lalu. Tak lama usai Taliban menduduki Kabul, puluhan ribu orang mencoba melarikan diri. Mereka juga takut akan ada aksi pembalasan karena berpihak pada pemerintah yang disokong Barat selama dua dekade.

Namun, Taliban mengklaim bahwa pemerintahan baru akan berbeda dari masa kepemimpinan pada tahun 1996-2001, yang terkenal dengan rajam dan pembatasan super ketat terhadap perempuan.

“Kalau soal ideologi, keyakinan, tidak ada bedanya, tapi kalau kita hitung berdasarkan pengalaman, kedewasaan dan wawasan , pasti banyak perbedaanya, kata juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid dikutip AFP, Selasa (18/8).

“Semua yang berseberangan akan diampuni, dari A sampai Z. Kami tidak akan membalas dendam,” lanjutnya.

Mujahid kemudian mengatakan pemerintahan baru akan segera dibentuk, meski tak memberikan rincian lebih lanjut dan hanya menyebut kelompoknya akan menggandeng seluruh pihak.

Ia juga mengatakan memberi kesempatan kepada perempuan untuk terlibat di pemerintahan.
“(kami) Berkomitmen untuk membiarkan perempuan bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip Islam,” tuturnya.

Taliban disebut berusaha menunjukkan sikap menahan diri dan lebih moderat.”Mereka yang bekerja di bagian atau kementerian pemerintah mana pun harus melanjutkan tugas mereka dengan penuh dan melanjutkan tugas mereka tanpa rasa takut,” kata Taliban dalam pernyataan resmi.

Taliban ketika memegang kekuasaan pada 1996-2002 menetapkan sistem yang ultrakonservatif. Di antaranya perempuan wajib mengenakan burkak, laki-laki harus berjenggot, tak boleh menonton televisi non-keagamaan dan lainnya.

Kali ini, Juru bicara Taliban di Qatar, Doha, mengatakan perempuan tak harus mengenakan burkak, tapi dia juga tak menyebut pakaian apa yang bisa diterima.Terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price turut buka suara soal pendudukan Taliban.”Jika Taliban mengatakan mereka akan menghormati hak-hak warganya, kami akan mengawasi mereka dalam melaksanakan pernyataan,” kata Price.rel



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Ketua SPS: AI Bukan Sekadar Percepat Produksi Konten, tapi Buka Peluang Bisnis Media

Ketua SPS: AI Bukan Sekadar Percepat Produksi Konten, tapi Buka Peluang Bisnis Media

KINERJA KEMENTERIAN IMIPAS YANG BERKUALITAS DAN BERINTEGRITAS

KINERJA KEMENTERIAN IMIPAS YANG BERKUALITAS DAN BERINTEGRITAS

Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia dan Koperasi Jasa Cahaya Kita Bersama Teken PKS Uji Mesin Mobile Grain Dryer di Deli Serdang

Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia dan Koperasi Jasa Cahaya Kita Bersama Teken PKS Uji Mesin Mobile Grain Dryer di Deli Serdang

Ceo Sumut24 Group Anto Genk Apresiasi SPS Workshop Series: AI Jadi Peluang Baru

Ceo Sumut24 Group Anto Genk Apresiasi SPS Workshop Series: AI Jadi Peluang Baru

DARI JERUJI KE REINTEGRASI SOSIAL: MENAGIH JANJI KUHP BARU PADA BAPAS DAN PEMBIMBING KEMASYARAKATAN

DARI JERUJI KE REINTEGRASI SOSIAL: MENAGIH JANJI KUHP BARU PADA BAPAS DAN PEMBIMBING KEMASYARAKATAN

Nasib Naas Abdul Rahman: Lahan Digusur Hingga Jadi Tersangka, Dr. Ramces Pertanyakan Permainan Pasal

Nasib Naas Abdul Rahman: Lahan Digusur Hingga Jadi Tersangka, Dr. Ramces Pertanyakan Permainan Pasal

Komentar
Berita Terbaru