Minggu, 20 September 2026

Relawan YAFSI Ikut Pelatihan Bahasa Jepang

Administrator
Sabtu, 29 Juni 2019 07:18 WIB
Relawan YAFSI Ikut Pelatihan Bahasa Jepang

Medan – halomedan.co

Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI) mengikuti relawan dalam pelatihan Pembelajaran Percakapan Bahasa Jepang (Nihongo no Kaiwa) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) yang berlangsung di Sektariat YAFSI, Jalan Menteng Raya Medan, Jumat (29/6).

“Pelatihan Pembelajaran Percakapan Bahasa Jepang ini untuk meningkatkan kualifikasi berbahasa asing para relawan YAFSI yang siap terjun ke masyarakat,” ungkap Ketua YAFSI Badriyah.

Badriyah menjelaskan bahwa kemampuan berbahasa asing menjadi sangat penting dikuasai para relawan mengingat YAFSI sebuah lembaga yang bergerak di bidang pengembangan masyarakat. Disebutkan, YAFSI berfokus pada pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelatihan Pembelajaran Percakapan Bahasa Jepang ini adalah sebagai bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU).

Dia berharap 30 relawan YAFSI serius selama mengikuti pelatihan. Menurutnya hal ini dapat menjadi nilai tambah untuk relawan membuat aktivitas memberikan pelayanan program mensejahterakan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Selama 7 hari ke depan Pembelajaran Percakapan Bahasa Jepang ini dilaksanakan, dipandu oleh dosen Sastra Jepang USU Sensei Muhammad Pujiono,” ujarnya.

Sementara itu Sensei Pujiono mengaku telah melihat sejumlah pengabdian yang dilakukan YAFSI di sejumlah daerah di Kota Medan serta dalam beberapa kesempatan menjalin sinergitas dalam program PKM. Seperti dukungan untuk program Gerakan Mamak-Mamak Merajut (GEMAR) di Kelurahan Aur dan program peduli lingkungan di Kelurahan Belawan Bahari.

“Kita FIB sudah beberapa kali menjalin kemitraan bersama YAFSI dalam program PKM. Dan ini kali ketiga kita bermitra dalam program PKM yakni memberi Pembelajaran Percakapan Bahasa Jepang,” jelasnya.

Menurutnya Pembelajaran Percakapan Bahasa Jepang sangat penting untuk relawan YAFSI dalam menjalankan program PKM. Dikatakannya apalagi kini Indonesia sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan Revolusi Industri 4.0.

“Jadi pelatihan ini tidak hanya untuk komunikasi namun bisa menjadi kemampuan relawan yang dapat diajarkan kepada masyarakat. Sebab kita sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan Revolusi Industri 4.0 di mana kualifikasi berbahasa asing sangat diperlukan,” tegasnya.(Res)



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Memayu Hayuning Bawana

Memayu Hayuning Bawana

Danau Toba Keruh, Kebakaran, Sampah: Kenapa Semua Mengarah ke Toba Caldera?

Danau Toba Keruh, Kebakaran, Sampah: Kenapa Semua Mengarah ke Toba Caldera?

JNE Medan Gelar JLC Member Gathering 2026,Perkuat Kolaborasi dan Pertumbuhan Bisnis Bersama Pelanggan

JNE Medan Gelar JLC Member Gathering 2026,Perkuat Kolaborasi dan Pertumbuhan Bisnis Bersama Pelanggan

Gubernur Bobby Nasution Lantik Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Tekankan Target Pembangunan Terukur

Gubernur Bobby Nasution Lantik Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Tekankan Target Pembangunan Terukur

Gerak Cepat Polsek Medan Area, Dua Terduga Pencuri Rumah Sekretaris ARUN Sumut Diamankan

Gerak Cepat Polsek Medan Area, Dua Terduga Pencuri Rumah Sekretaris ARUN Sumut Diamankan

MBAHU DHENDHA NYAKRAWATI

MBAHU DHENDHA NYAKRAWATI

Komentar
Berita Terbaru