Medan – Suasana khidmat dan penuh haru mewarnai pelaksanaan Khutbatul Wada' dan
Wisuda Angkatan XXXIV Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah Taman Pendidikan Islam, Rabu (6/5).
Kegiatan Khutbatul Wada' dan
Wisuda menjadi momentum penting bagi para santri yang telah menyelesaikan pendidikan, sekaligus refleksi atas peran strategis pesantren dalam mencetak generasi unggul.
Ketua Umum PP TPI, Prof. Dr. Ismet Danial Nasution, drg PH.D, Sp Pros, Subsp, PKIKG(K) menegaskan bahwa kompetensi seseorang lebih efektif dibentuk melalui pembelajaran tatap muka.
"Interaksi offline memberikan ruang yang lebih luas untuk pembinaan karakter, pemahaman mendalam, serta transfer nilai yang tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh metode daring. Ini memiliki bobot paling tinggi dalam menjawab persoalan pendidikan Islam saat ini," jelasnya. Untuk itu mengucapkan selamat kepada santri/ah yang diwisuda hari ini, semoga tetap menjaga etika,karakter dan moral Ditengah-tengah Masyarakat.
Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah Taman Pendidikan Islam, Dr. H. Yose Rizal, mengatakan bahwa Khutbatul Wada' bukan sekadar seremoni perpisahan, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan karakter santri.
"Ini adalah momen penting untuk mengingat kembali perjuangan para santri selama menempuh pendidikan. Kami berharap para alumni dapat menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan dan terus membawa nama baik pesantren di tengah masyarakat," ujarnya.
Baca Juga:
Ketua II TPI, H. Ikrom Helmi Nasution SH, menambahkan bahwa keberhasilan santri tidak terlepas dari sinergi antara pesantren, orang tua, dan masyarakat.
"Pesantren tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan orang tua dan masyarakat sangat penting dalam membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak. Karena itu, kebersamaan ini harus terus dijaga," katanya.
Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Salman Alfarisi, menilai capaian para santri merupakan bukti nyata dedikasi para guru dan ustaz dalam membimbing generasi muda.
"Ini adalah bukti luar biasa dari pengabdian guru-guru dan ustaz kita. Karena itu, saya berpesan agar para santri bersungguh-sungguh dan tidak melupakan jasa orang tua serta guru-guru yang telah membimbing," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Impun Siregar mengingatkan pentingnya semangat belajar yang berkelanjutan serta dukungan orang tua dalam pendidikan anak.
"Tidak ada orang tua yang miskin karena memiliki anak. Justru anak adalah amanah sekaligus sumber keberkahan. Teruslah semangat belajar dan berjuang," katanya.
Tokoh lainnya, Ketua Badan Silaturrahim Pondok Pesantren Sumatera Utara Drs H Yulizar Parlagutan Lubis, menyoroti pentingnya pembinaan serius terhadap pesantren guna menyiapkan generasi masa depan. Ia optimistis dalam 10 hingga 20 tahun ke depan, berbagai posisi strategis akan diisi oleh alumni pesantren.
"Kalau kita serius, ke depan alumni pesantren yang akan mengisi tempat-tempat strategis. Tapi jangan hanya formalitas, pesantren harus benar-benar dibina," tegasnya.
Ia juga mendorong Kementerian Agama untuk menghadirkan langkah konkret, termasuk penyusunan kriteria pesantren unggul sebagai arah pembinaan ke depan.
"Kita ingin melihat apakah ke depan ada standar pesantren unggul yang jelas dari Kementerian Agama. Ini penting," tambahnya.
Baca Juga:
Dalam rangkaian acara tersebut, panitia juga menyerahkan cendera mata kepada sejumlah tokoh yang hadir, di antaranya Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Salman Alfarisi, Ketua Umum TPI, Prof. Dr. Ismed Daniel Nasution, serta Ketua II TPI, H. Ikrom Helmi Nasution. Cendera mata juga diberikan kepada perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Asahan dan para undangan lainnya sebagai bentuk apresiasi.
Selain itu, alumni Angkatan XXXIV turut memberikan hibah berupa kipas angin kepada Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah sebagai wujud kepedulian dan kontribusi terhadap almamater.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan penyerahan buku karya M. Yusuf Sinaga, yang menambah nilai edukatif dalam pelaksanaan acara tersebut.
Acara Khutbatul Wada' ini tidak hanya menjadi seremoni perpisahan, tetapi juga sarat dengan pesan moral dan motivasi. Para wisudawan diharapkan mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh serta menjadi generasi penerus yang berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan agama.red