Selasa, 05 Mei 2026

INKOPASINDO dan KDMP, Jalan Merah Putih Ekonomi Rakyat

Administrator
Selasa, 05 Mei 2026 15:18 WIB
INKOPASINDO dan KDMP, Jalan Merah Putih Ekonomi Rakyat
Istimewa

Oleh: Abdullah Rasyid
*Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan
*Mahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN

Ketika Presiden meluncurkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pesan yang disampaikan jelas: koperasi bukan sekadar wadah ekonomi, melainkan alat perjuangan rakyat kecil. Dalam pidatonya, Presiden menegaskan:

> "Koperasi adalah usaha besar strategis. Koperasi adalah alat perjuangan rakyat kecil untuk menjadi kuat secara ekonomi."

Kutipan ini bukan hanya retorika, melainkan arah kebijakan. KDMP hadir di desa untuk memotong rantai tengkulak, memberantas praktik rentenir, dan memberi rakyat akses pada harga sembako, obat, hingga modal usaha yang lebih adil.


INKOPASINDO: Resonansi KDMP di Pemasyarakatan

Semangat KDMP kini bergema di balik tembok Lapas dan Rutan melalui Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (INKOPASINDO). Diluncurkan Desember 2024, koperasi ini menata ulang sistem kantin dan koperasi di seluruh UPT Pemasyarakatan. Hasilnya nyata: harga barang lebih murah, distribusi transparan, dan pegawai merasakan manfaat lewat pencairan Sisa Hasil Usaha (SHU).

Pada April 2026, INKOPASINDO menyalurkan gerobak usaha kepada keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Gerobak itu bukan sekadar alat dagang, melainkan simbol reintegrasi sosial, bahwa keluarga WBP bisa mandiri, produktif, dan keluar dari lingkaran stigma.


Koperasi Merah Putih: Desa dan Lapas

KDMP di desa dan INKOPASINDO di pemasyarakatan sama-sama mengusung konsep Koperasi Merah Putih. Bedanya hanya pada medan usaha: desa sebagai ruang sosial terbuka, pemasyarakatan sebagai ruang rehabilitasi. Namun keduanya bertemu dalam satu visi: membangun kemandirian ekonomi, memperkuat solidaritas, dan menegakkan keadilan sosial.


Fungsi Sosial dan Kultural

INKOPASINDO juga memasarkan karya warga binaan, sebagaimana KDMP memasarkan produk desa. Di sini, koperasi menjadi jembatan: menghubungkan hasil karya dengan masyarakat luas, sekaligus mengikis stigma bahwa penjara hanya tempat hukuman.


Integrasi dengan 15 Program Aksi Kemenimipas

INKOPASINDO tidak berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari 15 Program Aksi Kemenimipas yang menekankan transformasi pemasyarakatan dan imigrasi. Beberapa relevansi langsung:

1. Pemutusan rantai kemahalan barang di Lapas → sejalan dengan aksi transparansi dan keadilan ekonomi.
2. Pencairan SHU untuk ASN → mendukung program peningkatan kesejahteraan pegawai.
3. Gerobak usaha untuk keluarga WBP → bagian dari program reintegrasi sosial dan pemberdayaan ekonomi.
4. Pemasaran karya warga binaan → mendukung program rehabilitasi berbasis produktivitas.
5. Integrasi koperasi primer ke induk nasional → memperkuat tata kelola kelembagaan sesuai prinsip transparansi.
6. Koperasi Merah Putih di pemasyarakatan → resonansi langsung dengan KDMP di desa, memperluas ekosistem ekonomi rakyat.
7. Ketahanan pangan di lingkungan Lapas → mendukung program aksi kemandirian pangan nasional.
8. Digitalisasi koperasi → bagian dari program Smart Prison dan tata kelola modern.
9. Penguatan solidaritas sosial → sejalan dengan program kontra-stigma terhadap WBP.
10. Koperasi sebagai instrumen rehabilitasi → mendukung program aksi humanisasi pemasyarakatan.

Dengan demikian, INKOPASINDO bukan hanya koperasi internal, melainkan pilar strategis dari 15 Program Aksi Kemenimipas yang menempatkan pemasyarakatan sebagai ruang inovasi sosial.


Penutup

Dengan mengaitkan INKOPASINDO ke KDMP, terlihat bahwa kebijakan Presiden bukan hanya membangun koperasi di desa, tetapi juga menembus ruang pemasyarakatan. Gerobak usaha, harga barang murah, pencairan SHU, semua itu adalah bagian dari gerakan nasional koperasi Merah Putih.

Jika KDMP adalah jalan ekonomi rakyat di desa, maka INKOPASINDO adalah jalan rehabilitasi bangsa di pemasyarakatan. Keduanya bertemu dalam satu visi: Indonesia yang adil, mandiri, dan produktif.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru