Minggu, 10 Mei 2026

Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Masuk Kurikulum SD

Administrator
Senin, 10 Agustus 2020 07:59 WIB
Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Masuk Kurikulum SD

MEDAN, Halomedan.co

Ketua KPOTI (Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia) Provinsi Sumut, Agustin Sastrawan Harahap, menyebut membumikan pendidikan karakter bisa dilakukan melalui permainan rakyat dan olahraga tradisional.

“Kabupaten Kota di Sumut ini punya potensi untuk membumikan permainan rakyat dan olahraga tradisional sekaligus menghidupkan kembali pendidikan karakter bangsa,” kata Agustin, pada acara webinar sesion II, yang mengambil tema “Membumikan Permainan Rakyat dan olahraga tradisional Sebagai Penguat Pendidikan Karakter, Sabtu (8/8).

Kemudian webinar dimoderatori Agus Salim Samosir S.Si, M.Or, AIFO (Sekretaris Umum KPOTI SUMUT) dan juga diikuti Wakil Ketua KPOTI Sumut Muhammad Asril.

Sekretaris Jenderal KPOTI Pusat, Wiyanto Soehardjo, memaparkan strategi membumikan permainan rakyat dan olahraga tradisional.

Ada sejumlah grand design yang dipaparkannya. Di antaranya bahwa permainan rakyat dan olahraga tradisional akan masuk dalam kurikulum sskolah khususnya tingkat SD.

“Maka diperlukan akselerasi implementasinya dengan pemerintah. Dan kemarin di awal menjabat Presiden Jokowi juga sudah menyampaikan pesan ini,” kata Wiyanto.

Soal masterplan, Wiyanto menjelaskan bahwa akan ada pusat pengembangan dan pelestarian. Dan itu masuk pada wilayah edukasi dan entertainment (pariwisata).

“Sasarannya anak muda, bidang pendidikan dan kesehatan hingga mendirikan pojok bermain di sekitar lingkungan warga,” kata Wiyanto.

Narasumber lainnya, yakni Sekretaris Disdik Sumut Alfian Hutauruk menegaskan bahwa permainan rakyat dan olahraga tradisional merupakan kekayaan bangsa Indonesia.

“Ini sangat relevan dengan karakter budaya bangsa. Jangan sampai malah kita kehilangan karakter bangsa kita sendiri,” tegas Alfian.

Maka ini menjadi tugas generasi tua untuk terus membantu pergerakan dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Sosialisasi ke sekolah termasuk guru-gurunya. Anak muda memang harus memahami permainan rakyat nenek moyangnya terdauhulu,” kata Alfian. (red)



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
MIRA Hadir di Sumut, Siap Jadi Media Inspirasi dan Motivasi

MIRA Hadir di Sumut, Siap Jadi Media Inspirasi dan Motivasi

Belajar dari Sungai Shanghai: Mimpi yang Belum Selesai untuk Jakarta

Belajar dari Sungai Shanghai: Mimpi yang Belum Selesai untuk Jakarta

KORSA Apresiasi Majelis Hakim PN Semarang, Putusan Bebas Babay Faridz Wajdi Dinilai Tegakkan Keadilan Substantif

KORSA Apresiasi Majelis Hakim PN Semarang, Putusan Bebas Babay Faridz Wajdi Dinilai Tegakkan Keadilan Substantif

Kuasa Hukum Sebut Tak Ada Bukti Aliran Dana, PK Kasus APD Sumut Masuki Babak Krusial

Kuasa Hukum Sebut Tak Ada Bukti Aliran Dana, PK Kasus APD Sumut Masuki Babak Krusial

Kajati Sumut Dituding Ogah Jumpa Wartawan, Audensi dan Minta Informasi Forwaka Sumut Ditolak

Kajati Sumut Dituding Ogah Jumpa Wartawan, Audensi dan Minta Informasi Forwaka Sumut Ditolak

S Alias Nino dan Na Oknum Agent Penyalur TKI Ilegal Dilaporkan ke Polda Sumut

S Alias Nino dan Na Oknum Agent Penyalur TKI Ilegal Dilaporkan ke Polda Sumut

Komentar
Berita Terbaru