Kamis, 17 September 2026

Gubernur Sulteng Nur Alam Dituntut 18 Tahun Penjara

Administrator
Minggu, 11 Maret 2018 12:05 WIB
Gubernur Sulteng Nur Alam Dituntut 18 Tahun Penjara

Jakarta |Jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK menuntut Gubernur nonaktif Sulawesi Tenggara Nur Alam dengan 18 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan. Jaksa berkesimpulan, Nur Alam terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Jaksa meyakini, Nur Alam melawan hukum dalam memberikan Persetujuan Pencadangan Wilayah Pertambangan, Persetujuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi. Selain itu?, Persetujuan Peningkatan IUP Eksplorasi menjadi IUP Operasi Produksi kepada PT Anugerah Harisma Barakah (AHB).

Terdakwa dinilai merugikan negara sebesar Rp 4,3 triliun. Perbuatannya telah memperkaya diri sendiri, orang lain, dan korporasi dalam jabatannya sebagai gubernur.

“Agar Majelis Hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa berupa pidana penjara 18 tahun penjara dan pidana denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan,” kata JPU dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (8/3).

Jaksa melanjutkan, perbuatan terdakwa dianggap telah melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 UU 31 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 sebagaimana telah diubah atas UU No 30 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan Pasal 12B UU 31 Tahun 1999.

Selain kurungan, jaksa juga meminta agar Nur Alam membayar uang pengganti Rp 2,7 miliar. Jika tidak sanggup membayar uang pengganti, jaksa meminta majelis hakim agar terdakwa mengganti dengan penjara selama 1 tahun.

“Dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta yang cukup maka dipidana penjara 1 tahun,” tegas jaksa.

Dalam tuntutannya, jaksa juga meminta agar majelis hakim mencabut hak politik yang bersangkutan. Hak politik terdakwa dicabut setelah menjalani hukuman pidana penjara.

“Mencabut hak politik terdakwa selama 5 tahun setelah selesai jalani hukuman,” ujar jaksa.

Meringankan dan Memberatkan

Sementara itu, jaksa juga memaparkan hal yang meringankan dan memberatkan terdakwa untuk dijadikan pertimbangan. Untuk pertimbangan yang meringankan adalah terdakwa sopan saat menjalani persidangan.

Adapun yang memberatkan terdakwa, adalah tidak mendukung upaya pemerintah yang sedang melakukan upaya pemberantasan korupsi.

Selain itu, perbuatan terdakwa mengakibatkan kerusakan lingkungan. Ketiga, terdakwa sebagai gubernur seharusnya memberikan contoh kepada masyarakatnya dengan tidak bersikap koruptif

“Terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan menyesali perbuatannya,” ujar jaksa. (red)



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Deepa Malik: Membawa Ikon India Shah Rukh Khan & Amitabh Bachchan ke dalam Gerakan 100 CTFP

Deepa Malik: Membawa Ikon India Shah Rukh Khan & Amitabh Bachchan ke dalam Gerakan 100 CTFP

Forum Pimred Serahkan Penghargaan Pena Emas kepada KSP Dudung Abdurahman

Forum Pimred Serahkan Penghargaan Pena Emas kepada KSP Dudung Abdurahman

Jembatan Gantung Bolatan Rampung 100 Persen, Warga Kini Punya Akses Lebih Aman

Jembatan Gantung Bolatan Rampung 100 Persen, Warga Kini Punya Akses Lebih Aman

Shohibul Anshor Siregar Sebut Status Tersangka Anggota DPRD Sumut Belum Alasan Otomatis PAW, Ingatkan Asas Praduga Tak Bersalah

Shohibul Anshor Siregar Sebut Status Tersangka Anggota DPRD Sumut Belum Alasan Otomatis PAW, Ingatkan Asas Praduga Tak Bersalah

Nekat Jual Ganja, Seorang Kakek Dibekuk Polisi di Jalan Bunga Cempaka Medan, 880 Gram Ganja Disita

Nekat Jual Ganja, Seorang Kakek Dibekuk Polisi di Jalan Bunga Cempaka Medan, 880 Gram Ganja Disita

DPW AWI Sumut Minta BKD DPRD Segera Mengambil Sikap Dugaan Oknum Wakil Rakyat Terlibat Judi

DPW AWI Sumut Minta BKD DPRD Segera Mengambil Sikap Dugaan Oknum Wakil Rakyat Terlibat Judi

Komentar
Berita Terbaru