Kamis, 18 Juni 2026

Pendiri Tiket.com Bagi-bagi Tips

Administrator
Minggu, 21 Januari 2018 16:55 WIB
Pendiri Tiket.com Bagi-bagi Tips

Jakarta – Dewasa ini, banyak anak muda di Indonesia berlomba mendirikan startup. Bila ingin berhasil, startup yang dibuat harus dapat mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat.

Demikian disampaikan Co-Founder sekaligus CMO Tiket.com Gaery Undarsana saat ditemui usai menjadi pembicara di ajang Creativepreneur Corner 2018 di Yogyakarta.

Dia mengatakan banyak anak muda sangat fokus mencari ide. Namun sayangnya idenya tidak berangkat dari problem. Akibatnya, setelah menemukan ide mereka masih ragu-ragu untuk memulai usahanya.

“Problemnya kalau kita terlalu fokus nyari ide, pada saat kita ketemu ide yang menarik, kita malah bertanya-tanya ‘ide ini kira-kira ada yang mau beli enggak ya?’ atau ‘ide ini kira-kira ada yang mau pakai enggak ya?” kata Gaery kepadadetikINET.

Gaery menyarankan memulai usaha sebaiknya berangkat dari problem. Dia mencontohkan, misalnya di Indonesia masyarakat harus mengantre saat membeli makanan, dari problem itu bisa dihadirkan layanan jasanya.

“Ketika ada problem seperti itu kita coba pikirin solusinya. Ini bukan berarti ide lebih gimana gitu, tapi maksudnya kalau mau melakukan sesuatu coba berangkat dari problem yang benar-benar ada. Kalau dari problem nanti minimal ada orang yang mau pakai,” jelasnya.

Untuk solusi yang ditawarkan, kita tidak melulu harus membuat konsep awal. Cukup melihat apakah sudah ada usaha sejenis di tempat lain. Tetapi konsep usaha tersebut belum ada di tempatnya.

“Kalau misalnya sudah ada yang sukses dengan konsep yang sama di tempat lain, kan sebenarnya kita tinggal bawa itu di tempat kita,” ungkapnya.

“Jadi sebenarnya konsep itu tidak perlu kita pikirin dari nol. Kita cuma perlu lihat apa yang berhasil di sana, kita bawa dan adopsi, kita ubah sesuai dengan keperluan kita. Itu akan lebih cepat prosesnya,” lanjut Gaery.

Kita pun harus bisa memperkecil risiko dan pintar membaca peluang. Menurutnya seorang startup jangan terlalu fokus dengan keunikan dari usaha yang ditawarkan, melainkan juga harus bisa mempetakan peluang usaha di tempatnya.

“Kalau misalnya ada lautan yang sudah kepenuhan, kita mau berenang di sana sudah susah. Tapi kalau misalnya ada tempat yang enggak gede nih, kecil tapi kosong, kenapa enggak kita mainin (usaha) di situ,” pungkasnya.



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Transformasi Mutu Layanan: Pasatama Institute Dorong Peningkatan Kapasitas SDM dan Infrastruktur SPPG Berstandar Internasional

Transformasi Mutu Layanan: Pasatama Institute Dorong Peningkatan Kapasitas SDM dan Infrastruktur SPPG Berstandar Internasional

DPC Pendawa Deli Serdang Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung di Pancur Batu

DPC Pendawa Deli Serdang Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung di Pancur Batu

Program TSM Pertama di MA Sumut, TPI Targetkan Jadi Madrasah Aliyah Unggulan Entrepreneur

Program TSM Pertama di MA Sumut, TPI Targetkan Jadi Madrasah Aliyah Unggulan Entrepreneur

Asta Cita Hijau: Membangun Indonesia Emas Tanpa Merusak Bumi

Asta Cita Hijau: Membangun Indonesia Emas Tanpa Merusak Bumi

Terima Pendataan BPS, Rico Waas Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Terima Pendataan BPS, Rico Waas Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Tiba di Asrama Haji, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Sambut Hangat Kepulangan Jemaah Haji Kloter 14 Asal Kota Medan

Tiba di Asrama Haji, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Sambut Hangat Kepulangan Jemaah Haji Kloter 14 Asal Kota Medan

Komentar
Berita Terbaru