Minggu, 10 Mei 2026

Unpab Temukan Tanaman Berpotensi Sebagai Anti-Covid-19

Administrator
Kamis, 09 April 2020 08:26 WIB
Unpab Temukan Tanaman Berpotensi Sebagai Anti-Covid-19

MEDAN , halomedan.co Para peneliti dari Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan telah menemukan tanaman (herbal) yang berpotensi sebagai antivirus alami untuk mencegah virus corona atau Covid-19.

“Beberapa komoditi jika dikonsumsi diduga kuat berpotensi mengatasi covid-19, seperti daun sirih dan daun kari,” kata Rektor Unpab, Dr HM Isa Indrawan SE MM dalam siaran persnya yang diterima wartawan di Medan, Rabu (8/4).

Menurut Isa Indrawan, dari hasil penelitian para peneliti tim Unpab yang dipimpin oleh Najla Lubis, ST MSi menyatakan, di dalam tanaman daun sirih diduga mengandung senyawa metabolit sekunder turunan flavonoid dan saponin yang berpotensi sebagai antivirus, sedangkan daun kari berpotensi sebagai anti bakteri dan anti virus karena mengandung senyawa metabolit sekunder turunan terpenoid.

Peneliti Unpab, tambah rektor, telah melakukan penelitian sebelumnya bahwa ekstrak dan minyak atsiri dari daun kari sebagai anti bakteri (terbukti) mampu menghambat pertumbuhan bakteri gram positif dan bakteri gram negatif dengan cara menyebabkan lisis pada dinding sel bakteri. Hal ini juga dapat berlaku untuk virus, dimana dinding sel dari virus hampir sama dengan bakteri gram negatif, namun sedikit lebih tebal.

“Dan ini juga sudah diuji di laboratorium Unpab dengan kondisi yang menyerupai dinding sel virus, daun kari dapat menyebabkan lisis pada virus, termasuk covid-19. Jadi dapat disimpulkan, bahwa daun kari dan daun sirih, berpotensi sebagai anti bakteri dan juga anti virus corona atau Covid-19,” kata rektor.

Ketua tim Peneliti Unpab Najla Lubis menambahkan, timnya juga sedang melaksanakan penelitian lebih lanjut untuk memastikan pada konsentrasi berapa yang paling efektif dalam mengatasi Covid-19.

Peneliti kimia bahan alam ini yang tengah menempuh pendidikan program doktor Universitas Sumatera Utara (USU) sebelumnya juga telah membuktikan bahwa curcumin pada temulawak sebagai indikator awal adanya kandungan senyawa berbahaya (formalin dan boraks) pada produk olahan pangan.(C04)



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
KORSA Apresiasi Majelis Hakim PN Semarang, Putusan Bebas Babay Faridz Wajdi Dinilai Tegakkan Keadilan Substantif

KORSA Apresiasi Majelis Hakim PN Semarang, Putusan Bebas Babay Faridz Wajdi Dinilai Tegakkan Keadilan Substantif

Kuasa Hukum Sebut Tak Ada Bukti Aliran Dana, PK Kasus APD Sumut Masuki Babak Krusial

Kuasa Hukum Sebut Tak Ada Bukti Aliran Dana, PK Kasus APD Sumut Masuki Babak Krusial

Kajati Sumut Dituding Ogah Jumpa Wartawan, Audensi dan Minta Informasi Forwaka Sumut Ditolak

Kajati Sumut Dituding Ogah Jumpa Wartawan, Audensi dan Minta Informasi Forwaka Sumut Ditolak

S Alias Nino dan Na Oknum Agent Penyalur TKI Ilegal Dilaporkan ke Polda Sumut

S Alias Nino dan Na Oknum Agent Penyalur TKI Ilegal Dilaporkan ke Polda Sumut

KJRI Shanghai dan Diplomasi Pengetahuan untuk Indonesia

KJRI Shanghai dan Diplomasi Pengetahuan untuk Indonesia

Pembukaan Muswil VII KAHMI Sumut,  Abdullah Puteh : KAHMI Harus Tampil Sebagai Kekuatan Moral

Pembukaan Muswil VII KAHMI Sumut, Abdullah Puteh : KAHMI Harus Tampil Sebagai Kekuatan Moral

Komentar
Berita Terbaru