Selasa, 04 Agustus 2026

Unpab Temukan Tanaman Berpotensi Sebagai Anti-Covid-19

Administrator
Kamis, 09 April 2020 08:26 WIB
Unpab Temukan Tanaman Berpotensi Sebagai Anti-Covid-19

MEDAN , halomedan.co Para peneliti dari Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan telah menemukan tanaman (herbal) yang berpotensi sebagai antivirus alami untuk mencegah virus corona atau Covid-19.

“Beberapa komoditi jika dikonsumsi diduga kuat berpotensi mengatasi covid-19, seperti daun sirih dan daun kari,” kata Rektor Unpab, Dr HM Isa Indrawan SE MM dalam siaran persnya yang diterima wartawan di Medan, Rabu (8/4).

Menurut Isa Indrawan, dari hasil penelitian para peneliti tim Unpab yang dipimpin oleh Najla Lubis, ST MSi menyatakan, di dalam tanaman daun sirih diduga mengandung senyawa metabolit sekunder turunan flavonoid dan saponin yang berpotensi sebagai antivirus, sedangkan daun kari berpotensi sebagai anti bakteri dan anti virus karena mengandung senyawa metabolit sekunder turunan terpenoid.

Peneliti Unpab, tambah rektor, telah melakukan penelitian sebelumnya bahwa ekstrak dan minyak atsiri dari daun kari sebagai anti bakteri (terbukti) mampu menghambat pertumbuhan bakteri gram positif dan bakteri gram negatif dengan cara menyebabkan lisis pada dinding sel bakteri. Hal ini juga dapat berlaku untuk virus, dimana dinding sel dari virus hampir sama dengan bakteri gram negatif, namun sedikit lebih tebal.

“Dan ini juga sudah diuji di laboratorium Unpab dengan kondisi yang menyerupai dinding sel virus, daun kari dapat menyebabkan lisis pada virus, termasuk covid-19. Jadi dapat disimpulkan, bahwa daun kari dan daun sirih, berpotensi sebagai anti bakteri dan juga anti virus corona atau Covid-19,” kata rektor.

Ketua tim Peneliti Unpab Najla Lubis menambahkan, timnya juga sedang melaksanakan penelitian lebih lanjut untuk memastikan pada konsentrasi berapa yang paling efektif dalam mengatasi Covid-19.

Peneliti kimia bahan alam ini yang tengah menempuh pendidikan program doktor Universitas Sumatera Utara (USU) sebelumnya juga telah membuktikan bahwa curcumin pada temulawak sebagai indikator awal adanya kandungan senyawa berbahaya (formalin dan boraks) pada produk olahan pangan.(C04)



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Bank Sumut Wujudkan Impian Masyarakat Miliki Rumah melalui Akad Massal KPR Sejahtera FLPP

Bank Sumut Wujudkan Impian Masyarakat Miliki Rumah melalui Akad Massal KPR Sejahtera FLPP

Demo JIPI Guncang Kantor MBG Sumut, Soroti Dugaan Pelanggaran Sanitasi dan Pengelolaan Limbah

Demo JIPI Guncang Kantor MBG Sumut, Soroti Dugaan Pelanggaran Sanitasi dan Pengelolaan Limbah

Keramahan Bukan Penyerahan Kedaulatan

Keramahan Bukan Penyerahan Kedaulatan

Lima Pekerja Bangunan Dibunuh OPM, Komisi XIII: Negara Harus Jamin Rasa Aman bagi Pekerja Sipil

Lima Pekerja Bangunan Dibunuh OPM, Komisi XIII: Negara Harus Jamin Rasa Aman bagi Pekerja Sipil

Rakercab JMSI Tabagsel 2026 Tetapkan Program Kerja, Perkuat Organisasi, Advokasi, dan Transformasi Digital Media

Rakercab JMSI Tabagsel 2026 Tetapkan Program Kerja, Perkuat Organisasi, Advokasi, dan Transformasi Digital Media

Tuntutan Terhadap Kadri Amin Dinilai Tidak Masuk Akal Banyak, Ini Kata Kuasa Hukum

Tuntutan Terhadap Kadri Amin Dinilai Tidak Masuk Akal Banyak, Ini Kata Kuasa Hukum

Komentar
Berita Terbaru