Sabtu, 19 September 2026

Danau Toba Keruh, Kebakaran, Sampah: Kenapa Semua Mengarah ke Toba Caldera?

Administrator
Sabtu, 19 September 2026 00:23 WIB
Danau Toba Keruh, Kebakaran, Sampah: Kenapa Semua Mengarah ke Toba Caldera?
Tikwan Siregar.ist
MEDAN — Namanya memang terdengar besar: Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark. Karena membawa nama Toba sekaligus identitas UNESCO Global Geopark, lembaga ini seolah menjadi tempat terakhir untuk mengadukan berbagai persoalan yang terjadi di kawasan Danau Toba.

Danau keruh, cari Toba Caldera. Ada kebakaran, panggil Toba Caldera. Gempa bumi terjadi, Toba Caldera kembali disebut. Sampah berserakan, lembaga ini ikut ditanya. Bahkan ketika ikan mati mengambang, Toba Caldera kembali menjadi perhatian.

Kalau anjing tertabrak di jalan pun, jangan-jangan Toba Caldera yang dicari. Yang terakhir ini tentu hanya candaan.

Fenomena tersebut menggambarkan besarnya harapan masyarakat terhadap keberadaan Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark.

Namun, di balik besarnya harapan itu, ada satu hal yang perlu dipahami: Toba Caldera bukan lembaga yang berkuasa atas seluruh persoalan di kawasan Danau Toba.

Baca Juga:
Bukan Pengganti Pemerintah

Tingginya ekspektasi masyarakat menjadi tantangan tersendiri. Dalam persepsi publik, Badan Pengelola Toba Caldera terkadang ditempatkan seolah-olah sebagai lembaga yang harus hadir dalam setiap persoalan di kawasan.

Padahal, fungsi dan kapasitas lembaga ini memiliki batas.

Badan Pengelola Toba Caldera tidak hadir untuk menggantikan pemerintah atau mengambil alih kewenangan perangkat kedinasan yang memiliki tugas masing-masing.

Baca Juga:
Lembaga ini lebih tepat dipahami sebagai mitra dalam memilih dan membangun protokol pengelolaan kawasan geopark.

Toba Caldera UNESCO Global Geopark bukan satu-satunya aktor dalam pengelolaan kawasan. Ia merupakan salah satu mata rantai dari jaringan besar yang terdiri atas pemerintah, masyarakat, komunitas, akademisi, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Posisinya berada di tengah.

Membangun Dialog, Menghimpun Gagasan

Peran tersebut dijalankan melalui dialog, pengumpulan gagasan, serta perumusan formulasi yang dapat dikerjakan secara bersama-sama.

Dengan kata lain, kekuatan Toba Caldera bukan terletak pada kewenangan untuk memerintah semua pihak, tetapi pada kemampuannya membangun jembatan kolaborasi.

Berbagai gagasan kemudian dirumuskan untuk dikerjakan bersama dalam semangat kolaborasi, dengan tujuan yang selaras dengan prinsip pengelolaan taman bumi atau geopark.

Perlahan, masyarakat pun mulai memahami posisi tersebut.

Badan Pengelola Toba Caldera bukan tempat untuk melempar seluruh persoalan Danau Toba. Namun, lembaga ini dapat menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pihak ketika sebuah persoalan membutuhkan dialog dan kerja bersama.

Tantangan untuk Terus Berbenah

Besarnya harapan publik pada akhirnya menjadi tantangan sekaligus kesempatan.

Tantangan, karena ekspektasi masyarakat harus ditempatkan sesuai dengan fungsi dan kapasitas kelembagaan.

Kesempatan, karena tingginya perhatian masyarakat terhadap Toba Caldera menunjukkan bahwa isu pengelolaan kawasan Danau Toba memiliki ruang besar untuk terus dibicarakan secara terbuka.

Karena itu, Badan Pengelola Toba Caldera harus terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya.

Kemampuan membangun komunikasi, mempertemukan kepentingan, menghimpun gagasan, dan merumuskan langkah kolaboratif menjadi bagian penting dari perjalanan lembaga ini.

Sebab, pengelolaan Toba Caldera UNESCO Global Geopark bukan pekerjaan satu lembaga.

Danau Toba terlalu besar untuk dikelola sendirian.

Ia membutuhkan banyak tangan, banyak gagasan, dan terutama kemauan untuk bekerja bersama.rel

Oleh: Tikwan Raya Siregar
Tim Badan Pengelola Toba Caldera

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Pelantikan Eselon II, Bupati Toba Tegaskan Akan Selalu Evaluasi Pejabat

Pelantikan Eselon II, Bupati Toba Tegaskan Akan Selalu Evaluasi Pejabat

Operasi Kancil Toba 2025, Polda Sumut Tunjukkan Komitmen Berantas Curanmor dan Kejahatan Jalanan

Operasi Kancil Toba 2025, Polda Sumut Tunjukkan Komitmen Berantas Curanmor dan Kejahatan Jalanan

Ketua Dewan Hatobangon IKANAS Sumut Serukan Persatuan Menjelang MUSDA 2025 di Parapat

Ketua Dewan Hatobangon IKANAS Sumut Serukan Persatuan Menjelang MUSDA 2025 di Parapat

Jibom Brimob Polda Sumut Sterilisasi Venue, Area VIP, dan Akomodasi Atlet F1 Powerboat 2025

Jibom Brimob Polda Sumut Sterilisasi Venue, Area VIP, dan Akomodasi Atlet F1 Powerboat 2025

Rider Aquabike Sebut Danau Toba Menantang dan Indah

Rider Aquabike Sebut Danau Toba Menantang dan Indah

Komentar
Berita Terbaru