Senin, 17 Agustus 2026

Sumut Duduki Peringkat Ke-2 Pengguna Narkoba Terbesar di Indonesia BNN Gelar Program Desa Bersinar

Administrator
Kamis, 31 Januari 2019 06:41 WIB
Sumut Duduki Peringkat Ke-2 Pengguna Narkoba Terbesar di Indonesia BNN Gelar Program Desa Bersinar

MEDAN|
Berantas peredaran narkoba di Indonesia khususnya Sumatera Utara masih menjadi atensi semua pihak. Tidak hanya dilakukan oleh petugas baik pihak kepolisian, TNI, maupun BNN.

Pemberantasan narkoba juga membutuhkan peran aktif dari masyarakat yang mana dilakukan secara bersama. Permasalahan mendasar narkoba adalah adanya penawaran (suplay) dan permintaan (demand).

Untuk itu harus ada upaya preventif yang dilakukan untuk menciptakan daya tangkal (resistansi) kepada masyarakat untuk menolak bahkan memerangi bahaya narkotika.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut, Drs Marsauli Siregar didampingi Kabid Pemberantasan Narkoba, AKBP Agus Alimuddin saat Ngobrol Santai (Ngobras) dengan Wartawan Unit Polrestabes Medan, Rabu (30/1) di Media Center Polrestabes Medan, Jalan HM Said Medan.

“Carut-marut permasalahan narkoba ada dua kutub. Pertama suplay yang pelakunya adalah para bandar dan mafia narkoba hingga bigbos dan yang kedua demand yang korbannya adalah para pengguna dan pecandu narkotika.

Dalam mengatasi hal ini, tidak cukup kita hanya melakukan penindakan saja. Namun bagaimana menciptakan daya tangkal terhadap masyarakat untuk menolak narkoba bisa menjadi solusi dalam memberantas peredaran narkoba,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Marsauli, saat ini Sumut menduduki ranking ke 2 setelah DKI Jakarta untuk pengguna narkotika.

Penelitian yang pernah dilakukan BNN dan UI menunjukkan angka pengguna narkotika di Sumut mencapai 250 ribu orang dan tersebar di seluruh wilayah Sumut.

Namun berdasarkan data yang telah dilakukan survey tersebut, BNN Sumut tidak tinggal diam, melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Perkusor Narkotika Tahun 2018-2019 saat ini telah mulai.

Hal tersebut yakni melakukan tindak pencegahan melalui program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) di salah satu desa di Kabupaten Deliserdang.

Dalam program tersebut, BNN menggandeng pemangku kepentingan lain seperti aparatur desa untuk bersama-sama mengawasi bahaya peredaran narkoba melalui satgas.

Pencegahan, kata Marsauli jadi langkah strategis dan sangat mendasar. Upaya pencegahan yang dilakukan untuk anak-anak usia dini juga terus dilakukan, melalui kegiatan muatan lokal dan ektrakurikuler.

“Kita sudah memiliki modul yang bisa disampaikan ke sekolah-sekolah melalui muatan lokal atau kegiatan ekstrakurikuler,” kata orang nomor satu di BNNP Sumut ini.

Tidak hanya berkomitmen dalam memberantas peredaran narkoba, Marsauli juga menyampaikan, yang menjadi kendala dan tantangan pihaknya saat ini adalah pengawasan di sepanjang Pantai Timur Pulau Sumatera.

Seperti diketahui, setidaknya sekitar 80persen penyelundupan narkoba berada di pantai timur. Untuk itu, harus ada sinergi lintas sektoral dalam mengawasi pantai timur.(W02)



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Kemerdekaan yang Harus Dirasakan, Kemerdekaan yang Belum Selesai

Kemerdekaan yang Harus Dirasakan, Kemerdekaan yang Belum Selesai

Dwi-Kewarganegaraan dan Gagasan Besar Presiden Prabowo tentang Indonesia Global

Dwi-Kewarganegaraan dan Gagasan Besar Presiden Prabowo tentang Indonesia Global

HUT RI ke-81, TPI Medan Perkuat Komitmen Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak

HUT RI ke-81, TPI Medan Perkuat Komitmen Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak

Agung S Pratama Minta Polres Pelabuhan Belawan Usut Kasus Penggelapan Mobil Miliknya

Agung S Pratama Minta Polres Pelabuhan Belawan Usut Kasus Penggelapan Mobil Miliknya

Kornas KAMAK Azmi Hadly Desak APH Usut Tuntas Dugaan Keracunan MBG di Karo

Kornas KAMAK Azmi Hadly Desak APH Usut Tuntas Dugaan Keracunan MBG di Karo

H. Ikrom Helmi Nasution: Dirgahayu RI ke-81, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

H. Ikrom Helmi Nasution: Dirgahayu RI ke-81, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

Komentar
Berita Terbaru