MEDAN — Mengelola sumber daya air di Sumatera Utara bukanlah pekerjaan ringan. Di tengah kondisi alam yang dinamis, curah hujan yang sulit diprediksi, sedimentasi sungai, penyempitan alur, hingga ancaman banjir di berbagai daerah, dibutuhkan kerja keras, koordinasi dan keberanian untuk mengambil langkah di lapangan.
Di tengah tantangan tersebut, Gibson Panjaitan, yang dipercaya Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution sebagai Plt. Kepala Dinas Sumber Daya Air (PSDA) Sumatera Utara, menghadapi pekerjaan yang tidak sederhana.
Baca Juga:
Persoalan sungai dan irigasi tidak cukup diselesaikan hanya dari balik meja. Banyak persoalan membutuhkan pengecekan langsung ke lapangan, koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, pemetaan titik rawan, serta penentuan skala prioritas berdasarkan kondisi masyarakat yang terdampak.
Inilah medan berat yang sedang dihadapi Gibson Panjaitan.
Baca Juga:
Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dan debit air meningkat, masyarakat tentu berharap pemerintah hadir memberikan solusi. Namun, penyelesaian persoalan sumber daya air membutuhkan proses, anggaran, perencanaan teknis dan pekerjaan fisik yang harus dilaksanakan secara tepat.
Karena itu, publik juga perlu melihat persoalan secara objektif. Gibson Panjaitan tidak bekerja sendirian. Ada kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dukungan Gubernur Bobby Nasution, koordinasi lintas instansi, pemerintah daerah, serta keterlibatan masyarakat yang menjadi bagian penting dalam menghadapi persoalan banjir dan pengelolaan sungai.
Kepercayaan yang diberikan kepada Gibson sekaligus menjadi tanggung jawab besar. Tantangannya bukan hanya bagaimana mengatasi persoalan yang sudah terjadi, tetapi juga bagaimana membangun sistem pengelolaan sumber daya air yang lebih terencana dan mampu mengantisipasi persoalan di masa mendatang.
Bagi masyarakat, ukuran keberhasilan tentu bukan sekadar banyaknya kegiatan atau pernyataan, melainkan sejauh mana program tersebut benar-benar memberikan manfaat dan mengurangi risiko bagi masyarakat.
Di sinilah publik menaruh harapan. Gibson Panjaitan dituntut untuk bekerja cepat, tetapi tetap berdasarkan perencanaan dan aturan. Pemerintah juga perlu memastikan setiap penggunaan anggaran untuk penanganan sungai, irigasi dan banjir dilakukan secara transparan, tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
Alam tidak bisa dikendalikan, tetapi dampak bencana dapat diminimalkan melalui tata kelola yang baik.
Karena itu, perjuangan Gibson Panjaitan dalam mengemban amanah di PSDA Sumut patut dilihat sebagai bagian dari pekerjaan besar pemerintah dalam melindungi masyarakat dari ancaman banjir, menjaga infrastruktur sumber daya air, serta memastikan fungsi sungai dan irigasi tetap berjalan.
Kini masyarakat menunggu hasil nyata dari setiap langkah yang dilakukan.
Tantangan alam berat. Yg Tanggung jawab pemerintah juga berat. Dan di tengah kondisi tersebut, kerja nyata di lapangan akan menjadi jawaban yang paling penting.