Medan - Dunia teknologi dan rangkaian kode biner mungkin terdengar kaku bagi sebagian orang, namun tidak bagi Bella Olivia Putrisanni dan Fahdi Saidi Lubis. Di balik untaian algoritma komputer yang rumit, takdir sedang menenun sebuah cerita yang jauh lebih indah daripada baris pemrograman mana pun.
Bella menjadi teladan bagi kedua adik kandungnya, Gandhis Dwi Febrian SP dan Dimas Dafa Fahreza yang masih kuliah di USU serta juga menyaksika Keluarga diantarnya Drs Sugito ( Pakdeh), Hj Moncowati ( Budehnya). Di mata keluarganya, Bella adalah perpaduan sempurna antara kecerdasan modern dan keanggunan budi pekerti.

Sebagai anak bungsu dari enam bersaudara dari pasangan H. dr. Asmin Lubis, DAF.Sp.An KAP, KMN. dan Hj. Arneny Abdullah, Fahdi dibesarkan dalam keluarga besar yang penuh dengan pencapaian intelektual tinggi. Abang kandungnya, Dr. dr. Bastian Lubis, Sp.An-TI, serta saudaranya yang lain seperti Muharman Lubis, B.IT., B.Sc., senantiasa mendampingi langkahnya.
Baca Juga:Namun, di balik semua gelar mentereng itu, Fahdi tetaplah sosok pria yang rendah hati, tenang, dan memiliki kesabaran yang luar biasa.
Menenun Rasa dari Meja Kuliah
Benih kasih sayang diantara Bela dan Fahdi tumbuh bersemi di koridor kampus di lingkungan Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi, Fakultas
Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Sumatera Utara (USU) bertahun-tahun lalu, saat keduanya sama-sama berstatus sebagai mahasiswa ilmu komputer.
Baca Juga:Pertemuan yang awalnya hanya seputar diskusi tugas, proyek pemrograman, dan ujian akhir, perlahan-lahan berubah warna. Di ruang perpustakaan yang tenang, di antara tumpukan buku tebal dan layar laptop yang menyala hingga larut malam, Fahdi menemukan pesona tersendiri dalam diri Bella.
Kecepatan berpikir Bella dan senyum manisnya yang selalu hadir saat berhasil memecahkan error pada sistem komputer membuat Fahdi jatuh hati.
Detak Jantung Sabtu Pagi
Tangga melingkar di tengah rumah dihiasi dengan untaian bunga-bunga segar berwarna merah jambu dan kuning cerah yang menjuntai anggun. Udara dipenuhi aroma harum dan ketegangan yang mendebarkan.
Fahdi, sang putra bungsu dari enam bersaudara pasangan Bapak H. dr. Asmin Lubis, DAF.Sp.An KAP, KMN. dan Ibu Hj. Arneny Abdullah, melangkah dengan mantap namun penuh debaran di dada. Ia didampingi oleh kakak-kakaknya tercinta: Dr. dr. Bastian Lubis beserta Dr. dr. Putri Amelia; Muharman Lubis beserta Siti Rahmah; Dr. Arif Ridho Lubis beserta dr. Dira Wahyuni Siregar; Rahmat Yusuf Lubis beserta Miftah; serta sang kakak perempuan dr. Rahmah Evelin Lubis.
Ketika seluruh tamu telah memenuhi ruangan, pemandu acara (MC) Datuk Afifuddin mengambil mikrofon, memecah keheningan dengan suara yang menggema penuh wibawa:
Dari lantai atas, Bella perlahan muncul. Ia melangkah menuruni anak tangga dengan sangat anggun, mengenakan kebaya elegan bercorak kuning keemasan yang serasi dengan dekorasi bunga di sekelilingnya. Senyum tipis menghiasi wajahnya yang merona, sementara matanya tertuju pada satu pria yang berdiri tegak di ujung tangga memegang seikat bunga bertuliskan Fahdi.

Fahdi berdiri di hadapan Bella, menjabat mikrofon dengan jemari yang sedikit bergetar, namun tatapan matanya memancarkan keyakinan mutlak. Di hadapan kedua orang tua Bella, ia mengutarakan maksud hatinya yang paling dalam:
Suasana mendadak hening seketika. Pertanyaan itu menggantung di udara, melintasi ingatan masa-masa kuliah mereka yang penuh perjuangan, hingga tiba di titik ini.
Jawaban Sang Gadis Pilihan
Bella memandang pria di hadapannya. Segala rasa syukur buncah di dalam dadanya. Dengan senyuman manis dan nada suara yang penuh ketulusan, ia menjawab pinangan tersebut:
Tawa kecil Bella di akhir kalimat mencairkan ketegangan, disusul oleh gemuruh tepuk tangan dan seruan bahagia dari seluruh keluarga besar yang menyaksikan momen sakral tersebut.
Restu, Doa, dan Air Mata Kebahagiaan
Mendengar jawaban dari putri sulungnya, Bapak Rianto, S.H., M.H., tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Sebagai seorang ayah yang mengawal tumbuh kembang Bella sejak kecil, matanya berkaca-kaca saat berbicara:
_"Alhamdulillah hari ini... Papa teringat kembali kisah kalian saat kuliah dulu. Jadi saat kuliah itu ada cerita beberapa tahun lalu tentang awal mula kedekatan kalian... Dan hari ini, Papa menyaksikan sendiri bagaimana Bella dan Fahdi mengikat janji untuk masa depan..."_
_"Bella, putri sulung Mama, rasanya baru kemarin Mama menimangmu dan mengantarmu ke sekolah. Hari ini, di ujung tangga ini, Mama melihatmu telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang siap menjadi seorang istri. Melihat ketulusan dan kesabaran Fahdi yang sudah Mama kenal sejak masa kuliah kalian, runtuh sudah kekhawatiran Mama. Perjalanan menjadi istri tidaklah selalu mudah, Nak, tetapi dengan pria sesabar Fahdi di sisimu, Mama ikhlas melepaskanmu. Jadilah pakaian yang meneduhkan bagi suamimu kelak."_
_"Fahdi anak bungsu kebanggaan Papa dan Ibu. Perjalanan akademikmu telah membawamu melangkah jauh menuntut ilmu, tetapi hari ini, langkahmu menemukan pelabuhan terindahnya di hati Bella.
Langkah Baru Menuju Masa Depan Gerbang Ikatan Abadi
​Kebahagiaan yang utuh kian terpancar saat prosesi dilanjutkan dengan pemasangan cincin di jari manis kedua calon mempelai sebagai lambang ikatan yang suci, disusul dengan penyerahan seserahan secara simbolis dari keluarga pria kepada keluarga wanita sebagai tanda keseriusan dan ketulusan niat baik. Pembicaraan hangat seputar persiapan mahar dan kelancaran acara pernikahan suci yang direncanakan pada bulan Oktober pun berlangsung dengan penuh keakraban dan kekeluargaan.
​Hari bersejarah yang penuh dengan untaian romansa ini ditutup dengan penuh kekhusyukan melalui doa bersama yang dipimpin oleh KH. Akhmad Khambali, SE., MM.. Semua kepala tertunduk, memohon kepada Sang Pemilik Hati agar seluruh langkah Bella dan Fahdi menuju pelaminan senantiasa dipenuhi kelancaran, keberkahan, dan cinta yang takkan pernah habis dimakan waktu.
Acara di hari penuh hikmat tersebut serasa sempurna dan mendapat berkah dan ridho dari Allah SWT dengan kehadiran sanak famili dan keluarga besar Bapak Rianto, SH.,MH dan Ibu Marlina Eliyanti, SE.

Kemeriahan acara terasa sempurna dengan banyaknya kiriman papan bunga dari tokoh-tokoh publik, tokoh pers, pengusaha, politisi yang memberikan atensi penuh untuk acara yang penuh berkah ini.red/ag