Jumat, 02 Januari 2026

Direktur Eksekutif Indonesian Hayati Foundation, Marwan Ashari Harahap : Penanganan Sampah di Kota Medan Jalan di Tempat

Administrator
Minggu, 18 Mei 2025 09:11 WIB
Direktur Eksekutif Indonesian Hayati Foundation, Marwan Ashari Harahap : Penanganan Sampah di Kota Medan Jalan di Tempat
Istimewa
Direktur Eksekutif Indonesian Hayati Foundation, Marwan Ashari Harahap,

Medan– Penanganan sampah di Kota Medan dinilai masih stagnan dan belum menunjukkan kemajuan berarti. Pola penanganan yang diterapkan masih konvensional, yakni kumpul, angkut, dan buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tanpa ada inovasi pengelolaan yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan oleh praktisi lingkungan yang juga Direktur Eksekutif Indonesian Hayati Foundation, Marwan Ashari Harahap, kepada wartawan di Medan, Sabtu (18/5).

"Penanganan sampah di Kota Medan belum menunjukkan progres atau peningkatan. Masih menerapkan pola dan kebiasaan lama, menjalankan kebijakan yang terkesan stagnan tanpa terobosan untuk mengurai benang kusut persoalan sampah," tegas Marwan yang juga pernah menjadi tim penilai Adipura untuk Kota Medan.

Menurut Marwan, jika pola lama terus dipertahankan, maka target pengurangan sampah sebesar 30 persen sebagaimana amanat Undang-Undang tidak akan tercapai.

Baca Juga:
"Sudah saatnya Pemko Medan meninggalkan cara lama. Penanganan sampah seharusnya bergeser dari sekadar membuang ke arah pengelolaan, sehingga sampah dapat dimanfaatkan secara ekonomi maupun ekologis," ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi TPA yang masih menerapkan sistem open dumping tanpa proses pengolahan. Fasilitas Pengolahan medan.com/tag/sampah/" target="_blank">Sampah Skala Kota (FPSSK) disebut minim aktivitas, dan Tempat Pengolahan medan.com/tag/sampah/" target="_blank">Sampah 3R (TPS 3R) juga masih sangat terbatas jumlahnya.

"Seyogianya setiap kecamatan memiliki TPS 3R agar sampah dapat disortir, dipilah, dan diolah lebih dulu. Hanya residu yang tidak bermanfaat yang dibuang ke TPA dengan pengolahan agar ramah lingkungan," lanjutnya.

Marwan juga menyayangkan belum optimalnya upaya pengurangan sampah di fasilitas publik seperti kantor pemerintahan, sekolah, pasar, dan permukiman. Meskipun ada fasilitas yang tersedia, namun belum dimanfaatkan maksimal.

Baca Juga:
"Predikat Medan sebagai medan.com/tag/kota/" target="_blank">kota metropolitan yang bersih, teduh, dan berkelanjutan perlu dipertanyakan. Jangan sampai hanya simbolis tanpa sesuai dengan fakta dan kondisi di lapangan," pungkasnya.Rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Laura SIlalahi
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Jaksa Agung Copot Kajari Medan, Publik Soroti Mandeknya Penanganan Kasus Korupsi Zaman eks Walikota Medan

Jaksa Agung Copot Kajari Medan, Publik Soroti Mandeknya Penanganan Kasus Korupsi Zaman eks Walikota Medan

Camat Medan Area Bersama 12 Lurah Silaturahmi ke Sekretariat DPAC Pendawa

Camat Medan Area Bersama 12 Lurah Silaturahmi ke Sekretariat DPAC Pendawa

HDCI Medan–Sumut Kembali Bergerak, Dirikan Pos Layanan Kesehatan Pasca Banjir di Sumut dan Aceh

HDCI Medan–Sumut Kembali Bergerak, Dirikan Pos Layanan Kesehatan Pasca Banjir di Sumut dan Aceh

DPC AWI Medan Ucapkan Selamat Kepada Hasyim SE Untuk Kali Ketiga Sebagai Ketua DPC PDIP Kota Medan 2025 - 2030

DPC AWI Medan Ucapkan Selamat Kepada Hasyim SE Untuk Kali Ketiga Sebagai Ketua DPC PDIP Kota Medan 2025 - 2030

Komitmen Pewarta Polrestabes Medan Terus Berlanjut Menebar Kepedulian di Program Jum'at Barokah

Komitmen Pewarta Polrestabes Medan Terus Berlanjut Menebar Kepedulian di Program Jum'at Barokah

Medan Fight Night Kembali Digelar, Duel Panas Billy Pasulatan vs Sanjaya Hutagaol Siap Guncang Amavi Ultra Lounge

Medan Fight Night Kembali Digelar, Duel Panas Billy Pasulatan vs Sanjaya Hutagaol Siap Guncang Amavi Ultra Lounge

Komentar
Berita Terbaru