MEDAN | Rezky Andi Prataman Ginting yang akrab disapa Kiki, seorang solois asal Medan, resmi merilis single terbarunya yang berjudul "Till My Heart Gives Up" pada 11 September 2026. Single yang mengusung genre dream pop ini tersedia di berbagai platform musik digital, seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube.
Lagu debutnya ini mengangkat cerita tentang seseorang yang dianggap kuat, mandiri, dan mampu menghadapi semuanya sendiri, tetapi tetap memiliki sisi yang masih membutuhkan orang lain.
Gagasan ini ia dapat dari pengalaman pribadinya saat mengagumi seorang wanita di masa sekolah. Melalui lagu ini, ia ingin menyampaikan pesan tentang memahami seseorang tanpa harus selalu berusaha memilikinya. "Lagu ini tentang memahami seseorang tanpa harus selalu berusaha memilikinya. Kita bisa melihat seseorang sebagai pribadi yang kuat, tapi tetap menghargai bahwa dia juga bisa membutuhkan orang lain," ujar Kiki.
Nuansa musik yang lembut dan atmosferik dalam "Till My Heart Gives Up" turut membangun suasana emosional yang sejalan dengan cerita di dalamnya.
Perpaduan tersebut memberi ruang bagi pendengar untuk meresapi perasaan yang disampaikan, sekaligus memahami sisi rentan dari seseorang yang selama ini terlihat kuat dan mandiri.
Melalui karya debutnya ini, Kiki berharap lagunya tidak hanya dinikmati sebagai alunan melodi, melainkan dapat menghadirkan perasaan yang dekat dan dapat dirasakan oleh para pendengar.
"Kalau ada yang merasa pernah berada di posisi seperti yang diceritakan dalam lagu ini, berarti pesan yang Kiki bawa sudah sampai," ungkapnya.
Single "Till My Heart Gives Up" tersedia di berbagai platform musik digital, termasuk Spotify, Apple Music, dan YouTube.
Melalui perilisan single debut ini, Kiki berharap dapat terus mengembangkan identitas bermusiknya dan mengeksplorasi berbagai kemungkinan dalam berkarya. Ia juga ingin menjadikan musik sebagai ruang untuk menyampaikan cerita dan perasaan yang dapat terhubung dengan pengalaman pendengar.
Ke depannya, Kiki berharap karya-karyanya dapat menjangkau lebih banyak orang dan memberikan ruang bagi pendengar untuk menemukan makna yang dekat dengan kehidupan mereka masing-masing.*(SS68)*