MEDAN – Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) terus memperkuat kualitas pendidikan melalui pembelajaran yang mengintegrasikan teori akademik dengan pengalaman praktik di lapangan. Melalui program Kampus Berdampak, UNPAB menjajaki kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan.
Penjajakan kerja sama ini bertujuan memperluas pengalaman belajar mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta membuka peluang pengabdian kepada masyarakat melalui keterlibatan perguruan tinggi dalam lingkungan pemasyarakatan.
Pertemuan ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, A.Md.IP., S.H., M.Si., dan Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, A.Md.IP., S.H., M.H. Sementara itu, dari pihak UNPAB hadir Rektor Bidang Sumber Daya dan Hubungan Internasional, Assoc. Prof. H. Abdul Razak Nasution, S.H.Int., M.Sc.; Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Siti Anisah, S.T., M.T.; serta Kepala Pusat Riset, Inovasi, dan Kerjasama, Dr. Hasrul Azwar Hasibuan, S.E., M.M.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas, di antaranya peluang supervisi mahasiswa di lingkungan pemasyarakatan, kontribusi perguruan tinggi melalui Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas), serta pengembangan pendidikan lanjutan untuk meningkatkan kualitas SDM.
Baca Juga:
Kolaborasi ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami penerapan ilmu hukum secara langsung, khususnya dalam sistem pemasyarakatan, pembinaan warga binaan, serta berbagai aspek penegakan hukum dalam praktik.
Melalui pengalaman lapangan, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman akademik, tetapi juga berkesempatan mengembangkan keterampilan profesional, kepekaan sosial, dan wawasan mengenai tantangan nyata di bidang hukum dan pemasyarakatan.
Pertemuan tersebut juga menjadi momen istimewa bagi UNPAB dengan hadirnya Jalu Yuswa Panjang, alumnus Sarjana Hukum UNPAB tahun 1998, yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara.
Kehadiran alumnus yang kini menduduki posisi strategis tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia profesional.
Baca Juga:
Jejaring alumni diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi, pertukaran pengalaman, serta pengembangan kompetensi mahasiswa yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
Program Kampus Berdampak merupakan salah satu upaya UNPAB dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia profesional. Melalui sinergi dengan instansi pemerintah dan lembaga pemasyarakatan, ilmu pengetahuan diharapkan tidak hanya berhenti pada penguasaan teori, tetapi juga dapat diterapkan untuk menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.
UNPAB terus mendorong terbentuknya kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan yang aplikatif, meningkatkan kualitas lulusan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan terbukanya peluang kerja sama tersebut, mahasiswa Ilmu Hukum UNPAB diharapkan semakin siap menghadapi tantangan profesional serta mampu memahami peran hukum dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan dan reintegrasi sosial.
Red