MEDAN — Suasana khidmat menyelimuti perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMP-SMA Swasta Santo Thomas 3 (Pastoga), Jalan Banteng No. 7, Sei Sikambing C. II, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (17/8/2026).
Upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih berlangsung penuh semangat. Barisan siswa Paskibra tampil disiplin dan teratur, menghadirkan suasana nasionalisme yang terasa kuat di tengah lingkungan sekolah.
Di balik kekhidmatan tersebut, sosok Komandan Peleton (Danton) Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) SMP-SMA Swasta Santo Thomas 3, Darel Tanos Tamba, menjadi salah satu perhatian dalam prosesi pengibaran bendera.
Dengan suara lantang dan penuh semangat, Darel memimpin pasukan yang berjumlah sekitar 30 siswa. Langkah tegap, aba-aba yang tegas, serta kekompakan barisan menjadi bagian dari perjuangan mereka untuk menjalankan tugas pengibaran bendera dengan sebaik-baiknya.
Ketika Sang Merah Putih mulai dikibarkan, suasana berubah menjadi lebih haru. Para siswa Paskibra menjalankan tugas dengan penuh konsentrasi, sementara orang tua, guru, dan keluarga siswa yang menyaksikan dari sekitar lokasi turut merasakan kebanggaan.
Baca Juga:
Bagi Darel, momentum tersebut bukan sekadar bagian dari rangkaian upacara peringatan kemerdekaan. Ada pengalaman dan mimpi yang ingin terus ia bawa ke jenjang berikutnya.
Ia mengaku bersyukur dapat dipercaya memimpin rekan-rekannya dalam pelaksanaan pengibaran bendera pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
"Saya bersyukur bisa bersama 30 teman-teman menjalankan proses pengibaran bendera dengan baik. Ini menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi saya," ujar Darel.
Namun, bagi siswa tingkat SMP tersebut, tugas sebagai Danton Paskibra di sekolah bukanlah akhir dari perjalanan.
Baca Juga:
Darel menyimpan cita-cita yang lebih besar. Ia berharap suatu hari nanti dapat menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional dan mendapat kesempatan mengemban tugas sebagai Danton pada upacara kemerdekaan di Istana Negara.
"Saya berharap bisa menjadi lebih baik lagi dan terpilih menjadi petugas Paskibraka nasional. Saya ingin ikut berkompetisi menjadi Danton Paskibraka di Istana Negara dalam perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia kelak," tuturnya.
Cita-cita itu tentu masih panjang jalannya. Namun, semangat yang ditunjukkan Darel dan rekan-rekannya di lapangan menjadi gambaran bagaimana nilai disiplin, tanggung jawab, keberanian, dan kecintaan terhadap Tanah Air mulai ditanamkan sejak bangku sekolah.
Di Pastoga, pengibaran Merah Putih pada 17 Agustus 2026 bukan hanya menjadi seremoni tahunan. Bagi para siswa, terutama anggota Paskibra, upacara tersebut menjadi ruang untuk belajar tentang tanggung jawab sekaligus menumbuhkan mimpi untuk mengabdi lebih jauh bagi bangsa dan negara.
Dari barisan kecil di halaman sekolah, sebuah cita-cita besar pun mulai tumbuh: suatu hari nanti berdiri tegap di hadapan Merah Putih, bukan lagi sebagai siswa Paskibra sekolah, melainkan sebagai bagian dari putra-putri terbaik bangsa yang mengemban tugas di tingkat nasional.