Senin, 13 Juli 2026
halomedan.com - PAKASA TEGAL


Tata cara wisuda abdi dalem di kabupaten Tegal. Terhimpun dalam Paguyuban Kawula Karaton Surakarta Hadiningrat atau PAKASA. Terjadi pada hari Minggu Kliwon, 12 Juli 2026. Rum kuncaraning bangsa dumunung ing luhuring budaya.

Abdi dalem dan sentana siap siaga untuk melakukan gawa gawe. Terlebih dahulu sowan ke Pajimatan Amangkurat Agung di Pekuncen Adiwerna Tegal. Peserta berbusana Kejawen jangkep. Jarik bebedan, blangkon, slop, samir beskap. Putri kebaya sanggulan. Dikawal lengkap bregada prajurit.

Pelantikan ini menjadi sarana pelestarian seni budaya yang bersumber dari Kraton Surakarta. Drg KMT Fitri Pusponagoro dilantik sebagai ketua pakasa Tegal. Disertai KRAT Kusworo. Suasana sigrak semarak. Kantor Pakasa berdiri megah nan indah.

Untuk itu perlu program kerja berkelanjutan. Sejarah masa silam dibaca untuk menambah wawasan. Segenap Pakasa Tegal selalu ngudi ilmu laku.

Ratu Kencono Tegalarum

Baca Juga:
Garwa prameswari Sinuwun Amangkurat Agung bernama Kanjeng Ratu Kencono Tegalarum. Putri Pengeran Radin cucu Pangeran Benawa. Jadi masih keturunan Joko Tingkir. Trah Sultan Hadiwijaya raja Pajang.

Nama Ratu Kencono Tegalarum juga disebut Ratu Wiratsari. Karena bisa mengelola penduduk sepanjang Kali Serayu, maka bergelar Kanjeng Ratu Serayu sejak tahun 1648.

Wanita pengusaha Mataram yang terampil. Punya usaha mebel, tambang emas, minyak bumi, gas, kayu jati, ukir ukiran dan kecap. Untuk wilayah Kebumen Cilacap Purbalingga membina usaha produksi gula kelapa. Emansipasi wanita Mataram yang energik dan inspiratif.

Permaisuri Mataram yang menurunkan Sinuwun Paku Buwana I. Dulu bergelar Gusti Raden Mas Derajad. Lantas menjadi Pangeran Puger. Besar dan terdidik di Banyumanik Semarang.

Perhatian pada dunia maritim sungguh baik sekali. Kota Tegal menjadi pusat pemerintahan Mataram dalam bidang bisnis pelayaran dan maritim. Kerajaan Mataram sungguh agung dan anggun. Kraton yang subur i makmur waras wiris panjang yuswa ber bandha ber bandhu. Rakyat bahagia sejahtera. Negeri gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja.

Istana Mataram berpusat di Plered Kerta Kotagedhe. Amangkurat Agung membangun istana cabang di berbagai daerah. Berkat kemakmuran itu negeri Mataram mampu membangun ibukota yang megah mewah gagah indah. Berturut-turut dari Kotagedhe, Kertas, Plered, Pamase dan Kertanegara. Ibukota Mataram berguna untuk pusat administrasi dan perkantoran. Dalam kancah perdagangan juga menjalankan fungsi bisnis. Diplomasi kenegaraan bersama duta bangsa manca yang mulia. Amangkurat yang bertahta tahun 1645 - 1677 raja Mataram yang bijak bestari.

Wilayah Tegal menjadi ibukota Mataram dalam bidang bisnis. Pelabuhan dibangun Amangkurat pada tahun 1647 . Pelayaran sampai Singapura Tamasek, Ternate, Tidore, Bugis, Makassar, Tondano Minahasa, Bima, Bali, Madura, Banjar, Palembang, Deli Belawan. Hubungan dagang dilakukan oleh pembesar bandar hingga Mesir Turki Persia Yaman. Bahkan punya kantor dagang di Selat Hormuz.

Kawasan Asia Selatan meliputi Srilanka India dan Nepal. Dari kota Tegal pelayaran dilakukan dalam rangka bisnis dan pengembangan budaya. Amangkurat Agung mengirim tim kesenian berupa sendratari Ramayana. Penari waranggana dan wiyaga diberi biaya cukup. Demi suksesnya misi kebudayaan.

Wawasan Amangkurat memang luas. Petugas Istana Tegal Mataram dikirim ke Cambridge University untuk belajar menejemen pemerintahan. Sebagian belajar administrasi keuangan di negara Swiss. Belajar tata kota di Perancis dan teknologi pelayaran di Jerman. Amangkurat Agung memang lama tinggal di Eropa. Maka punya koneksi internasional.

Temayang Bojonegoro juga dijadikan istana Mataram. Berguna untuk mengurusi tambang minyak dan bumi. Untuk itu dibangun pula jejaring dengan pelabuhan tanjung perak Surabaya dan Tanjung Emas Semarang. Usaha migas disadari membawa keuntungan yang berlipat ganda ganda. Dengan keuangan yang cukup Amangkurat sempat mengundang John Locke untuk mengisi pelatihan di Tegal pada tahun 1662.

Tambang emas berpusat di Pancurendang Ajibarang Banyumas. Amangkurat membangun istana kedhaton Pamase Lesmana. Kantor juda dibangun di Bumiayu. Istana bernama kedhaton Kencono. Pengelola yakni Pangeran Lambung Mangkurat dan Pangeran Martapura. Keduanya lantas bertugas di Banjarmasin Kalimantan.

Mataram berkepentingan untuk menjadikan Tegal sebagai ibukota bisnis. Arti penting Tegal sebagai kota bahari atau maritim mendukung status ibukota Mataram cabang. Prestasi gemilang yang layak dikenang. Tepa palupi buat pemimpin masa kini.

Harapan masa depan makin beersinar terang. Mataram mempunyai istana yang tersebar di seluruh penjuru tanah Jawa. Selama di Tegal Sri Susuhunan Amangkurat Agung mewariskan pabrik gula Pagongan, Pejambon, Dukuhringin. Usaha industri gula di Jawa pernah menjadi produsen terbesar dunia. Gedhe obore padhang jagade, ampuh prebawane. Mataram tambah arum kuncara, ngejayeng jagad raya.

Ratu Kencono Tegalarum memang mustikaning putri, tetungguling widodari. Pikiran ucapan dan tindakan pantas untuk tepa palupi.

Wisuda pengurus Pakasa dilakukan oleh Dr KPH Wirabhumi SH. Turut memberi restu GKR Dra Koes Moertiyah Wandansari M.Pd dan GKR Ayu Koes Indriyah SE. PAKASA Tegal ayu hayu rahayu.

Kebudayaan nasional bertumpu dari nilai kearifan lokal. Mangasah mingising budi, memasuh malaning bumi. Dunia ayem tentrem.

Purwadi,
Ketua Lokantara.



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
PAKASA MAGELANG PEWARIS KEPATIHAN MATARAM

PAKASA MAGELANG PEWARIS KEPATIHAN MATARAM

PAKASA MAGELANG MIWAHA SEKAR WIJAYAKUSUMA

PAKASA MAGELANG MIWAHA SEKAR WIJAYAKUSUMA

Komentar