Jumat, 14 Agustus 2026

Makna Berbagi Berkah di Hari Jum’at

Administrator
Jumat, 14 Agustus 2026 13:30 WIB
Makna Berbagi Berkah di Hari Jum’at
Oleh: Rianto, SH., MH (Anto Genk)
CEO Sumut24 Group

Hari Jum'at bukan sekadar pergantian hari dalam kalender. Bagi umat Islam, Jum'at adalah hari yang memiliki kedudukan istimewa. Ia menjadi momentum untuk memperbanyak ibadah, memperkuat silaturahmi, memperbanyak doa, membaca Al-Qur'an, bershalawat, serta menghadirkan kepedulian kepada sesama.

Karena itu, menurut saya, berbagi berkah di hari Jum'at bukan hanya persoalan memberi sesuatu kepada orang lain, tetapi tentang bagaimana kita menghadirkan manfaat dan kebahagiaan di tengah kehidupan yang penuh dengan berbagai persoalan.

Baca Juga:
Berbagi tidak harus menunggu kaya. Tidak harus dalam jumlah besar. Sepiring makanan, segelas minuman, membantu seseorang yang kesulitan, memberikan senyum, menyampaikan kata-kata yang baik, atau membantu pekerjaan orang lain pun dapat menjadi bentuk kebaikan.

*Al-Qur'an Mengajarkan Kita untuk Berbagi*

Allah SWT berfirman:

«يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ»

Baca Juga:
"Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu..."
(QS. Al-Baqarah: 267)

Ayat ini mengajarkan sebuah prinsip penting: ketika kita berbagi, berikanlah sesuatu yang baik. Jangan menjadikan orang lain sebagai tempat membuang sesuatu yang sebenarnya tidak kita sukai.

Dalam kehidupan sosial, pesan ini sangat relevan. Berbagi bukan sekadar memindahkan barang dari tangan kita kepada tangan orang lain. Berbagi adalah penghormatan kepada sesama manusia.

Allah juga menggambarkan besarnya balasan bagi orang yang berinfak:

«"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki."
(QS. Al-Baqarah: 261)»

Ayat ini memberikan gambaran betapa luasnya balasan Allah terhadap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas.

*Mengapa Hari Jum'at?*

Rasulullah SAW bersabda:

"Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jum'at."

Pada hari itu Nabi Adam AS diciptakan, dimasukkan ke surga, dan dikeluarkan darinya. Hari Kiamat juga akan terjadi pada hari Jum'at.
(HR. Muslim No. 854)

Hadis tersebut menunjukkan kemuliaan hari Jum'at. Karena itu, sangat baik apabila momentum tersebut kita isi dengan berbagai amal kebajikan.

Memang, tidak terdapat dalil sahih yang menyatakan bahwa setiap sedekah pada hari Jum'at pasti mendapatkan pahala dengan angka tertentu. Namun, keutamaan umum sedekah telah ditegaskan dalam banyak hadis, sementara Jum'at sendiri merupakan hari yang mulia.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sedekah tidaklah mengurangi harta."

(HR. Muslim No. 2588)

Hadis ini memberikan pelajaran yang sangat dalam. Secara kasat mata, ketika kita memberi, harta memang berkurang. Tetapi dalam perspektif iman, sedekah tidak membuat seseorang menjadi miskin. Allah menjanjikan keberkahan dan balasan bagi kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas.

Rasulullah SAW juga bersabda:

«"Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah."»

Artinya, tangan yang memberi lebih utama daripada tangan yang menerima, dengan tetap memperhatikan kebutuhan diri dan orang-orang yang menjadi tanggungan.
(HR. Bukhari dan Muslim)

*Berbagi Bukan Hanya Tentang Uang*

Sering kali kita mengira bahwa berbagi harus selalu berupa uang.

Padahal, Islam mengajarkan makna sedekah yang jauh lebih luas.

Memberi makan orang yang lapar adalah sedekah. Membantu orang yang kesulitan adalah sedekah. Menolong orang tua menyeberang jalan adalah kebaikan. Menghibur orang yang sedang bersedih adalah kebaikan. Bahkan perkataan yang baik pun memiliki nilai di sisi Allah.

Karena itu, jangan pernah merasa bahwa diri kita tidak memiliki sesuatu untuk dibagikan.

Jika tidak memiliki uang, kita masih memiliki tenaga. Jika tidak memiliki tenaga, kita masih memiliki waktu. Jika waktu pun terbatas, kita masih dapat memberikan senyum, doa dan kata-kata yang menenangkan.

Inilah hakikat berbagi: menghadirkan manfaat sesuai kemampuan.

*Nasihat Para Ulama*

Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan adanya keutamaan sedekah pada hari Jum'at dibandingkan hari-hari lainnya, dengan mengibaratkannya seperti keutamaan sedekah pada bulan Ramadan dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Pandangan tersebut semakin menguatkan semangat kita untuk menjadikan Jum'at sebagai momentum memperbanyak amal saleh.

Namun, yang jauh lebih penting daripada sekadar memilih waktunya adalah keikhlasan, sumber harta yang halal, kualitas pemberian, dan manfaat yang diterima oleh orang yang kita bantu.

Al-Qur'an bahkan mengingatkan bahwa sedekah jangan diikuti dengan menyebut-nyebut pemberian atau menyakiti hati penerimanya. Allah berfirman bahwa orang yang berinfak tanpa mengiringinya dengan celaan dan tindakan menyakiti akan memperoleh pahala di sisi-Nya.
(QS. Al-Baqarah: 262)

Maka, jangan sampai tangan kita memberi tetapi lisan kita melukai.

*Berbagi Membangun Kepedulian Sosial*

Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, semangat berbagi memiliki makna sosial yang sangat besar.

Kita hidup berdampingan dengan orang-orang yang mungkin sedang berjuang menghadapi persoalan ekonomi, kehilangan pekerjaan, sakit, kesepian, atau berbagai persoalan keluarga.

Kadang mereka tidak meminta.

Kadang mereka bahkan tidak mampu mengungkapkan kesulitannya.

Di sinilah kepekaan sosial menjadi penting.

Berbagi berarti belajar melihat kebutuhan orang lain, bukan hanya melihat kebutuhan diri sendiri.

Jika semangat ini tumbuh di tengah masyarakat, maka Jum'at tidak hanya menjadi hari yang penuh ibadah secara personal, tetapi juga menjadi hari tumbuhnya solidaritas sosial.

*Jangan Menunggu Kaya untuk Berbagi*

Menurut saya, salah satu kekeliruan kita adalah sering mengatakan:

"Nanti kalau saya sudah kaya, saya akan banyak bersedekah."

Padahal kita tidak pernah tahu kapan kekayaan itu datang dan kapan kehidupan kita berakhir.

Karena itu, mari membiasakan diri berbagi dari apa yang kita miliki hari ini.

Tidak perlu menunggu sempurna.

Tidak perlu menunggu berlebihan.

Tidak perlu menunggu menjadi orang kaya.

Berbagilah sesuai kemampuan, tetapi lakukan dengan ketulusan.

Sebab boleh jadi, bagi kita nilainya kecil, tetapi bagi seseorang yang sedang membutuhkan, pemberian itu memiliki arti yang sangat besar.

Jum'at Sebagai Momentum Menjadi Manusia yang Bermanfaat

Pada akhirnya, makna berbagi berkah di hari Jum'at bukan hanya tentang berapa banyak yang kita keluarkan.

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

Berapa banyak kebaikan yang lahir dari apa yang kita berikan?

Jika makanan yang kita berikan membuat seseorang kenyang, itu adalah kebaikan.

Jika bantuan kita membuat seseorang mampu bertahan melewati kesulitan, itu adalah kebaikan.

Jika kata-kata kita membuat seseorang kembali memiliki harapan, itu juga kebaikan.

Dan jika sedekah kita menjadi jalan bagi orang lain untuk merasakan bahwa masih ada manusia yang peduli, maka sesungguhnya kita telah menanam benih persaudaraan.

Jum'at mengajarkan kita bahwa keberkahan bukan hanya tentang apa yang kita terima, tetapi juga tentang apa yang mampu kita bagikan.

Mari menjadikan setiap Jum'at sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat kepedulian dan memperbanyak manfaat.

Tidak perlu menunggu kaya untuk berbagi.

Tidak perlu menunggu sempurna untuk berbuat baik.

Sebab bisa jadi, keberkahan hidup justru dimulai dari sesuatu yang kita berikan dengan ikhlas kepada orang lain.

Selamat menjemput keberkahan Jum'at. Semoga setiap kebaikan yang kita tebarkan menjadi amal yang terus mengalir, menjadi sebab hadirnya kebahagiaan bagi sesama, dan menjadi bekal terbaik di hadapan Allah SWT.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Momen Penuh Berkah, Marlina Eliyanti Rayakan Ultah dengan Berbagi dan Doa*

Momen Penuh Berkah, Marlina Eliyanti Rayakan Ultah dengan Berbagi dan Doa*

BAKOPAM Sumut Gelar Berkah Ramadhan 1447 H, Santuni Janda dan Anak Yatim di Medan

BAKOPAM Sumut Gelar Berkah Ramadhan 1447 H, Santuni Janda dan Anak Yatim di Medan

BAKOPAM Sumut Salurkan Santunan untuk Petugas Kebersihan di Program Jum’at Berkah

BAKOPAM Sumut Salurkan Santunan untuk Petugas Kebersihan di Program Jum’at Berkah

BAKOPAM Sumut Gelar Jum’at Berkah, Santuni Petugas Kebersihan dan Penarik Becak Mesin

BAKOPAM Sumut Gelar Jum’at Berkah, Santuni Petugas Kebersihan dan Penarik Becak Mesin

Pagi Berkah Bersama Ketum AMPG Datuk Said Aldi Al Idrus

Pagi Berkah Bersama Ketum AMPG Datuk Said Aldi Al Idrus

BAKOPAM Sumut Gelar Jum’at Berkah, Santuni Anak Yatim dan Anak Asuh

BAKOPAM Sumut Gelar Jum’at Berkah, Santuni Anak Yatim dan Anak Asuh

Komentar
Berita Terbaru