Medan - Nahdlatul Ulama (NU) dinilai membutuhkan sosok pemimpin yang berintegritas, berakhlak, serta fokus mengurus umat dalam kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ke depan. Hal ini disampaikan oleh Kyai Khambali, Ketua Umum Gema Santri
Nusa.
Menurut Kyai Khambali, NU sebagai organisasi besar yang lahir untuk menjaga agama, bangsa, dan kemaslahatan umat harus dipimpin oleh figur yang memiliki keteladanan moral serta komitmen kuat terhadap pelayanan umat.
"Kepemimpinan PBNU ke depan harus dipegang oleh sosok yang benar-benar hadir untuk mengurus umat, bukan sekadar kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu," ujarnya.
Ia menegaskan, calon Ketua Umum PBNU mendatang diharapkan merupakan figur yang bersih dari persoalan yang dapat merusak marwah organisasi, serta mampu menjadi pemersatu seluruh warga Nahdliyin di Indonesia. Selain itu, pemimpin PBNU juga harus memiliki kedekatan dengan ulama dan santri serta mampu merangkul seluruh elemen masyarakat.
Kyai Khambali yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Kyai Tahlil menambahkan, kepemimpinan PBNU harus kembali meneguhkan khidmah kepada umat melalui sejumlah penguatan, antara lain:
Dakwah Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah
Pendidikan pesantren dan generasi muda NU
Persatuan bangsa dan ukhuwah Islamiyah
Kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat
Keteladanan akhlak serta kebijaksanaan dalam memimpin
Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan pemimpin yang sederhana, amanah, dan istiqamah dalam menjaga kehormatan organisasi.
"NU besar karena ulama dan umatnya. Maka kepemimpinan harus kembali untuk khidmah kepada umat," tutupnya.
Kyai Khambali yang juga dikenal sebagai Pengasuh Majlis Sholawat Akhsa
Nusantara berharap agar Allah SWT memberikan pemimpin terbaik bagi NU, yang mampu menjaga persatuan bangsa sekaligus melayani umat dengan penuh tanggung jawab.