Selasa, 22 September 2026

Sektor Konsumsi Rumah Tangga dan Pemerintah Perlambat Pertumbuhan Ekonomi Sumut

Administrator
Jumat, 03 Juli 2020 08:09 WIB
Sektor Konsumsi Rumah Tangga dan Pemerintah Perlambat Pertumbuhan Ekonomi Sumut

MEDAN, Halomedan.co

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Wiwiek Sisto Widayat memprediksi bahwa perekonomian Sumatera Utara hingga akhir 2020 mendatang akan terus melambat (tertahan). Penyebabnya ada dua faktor penahanan pertumbuhan ekonomi yakni sektor konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah, di mana kurang optimalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya terkait pajak terkait usaha pariwisata..

Demikian ditegaskan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Wiwiek Sisto Widayat saat melauncing Sumateranomic.com via zoom meeting di Medan, Rabu (1/7/2020).

Wiwiek Sisto Widayat menyampaikan kalau hingga akhir tahun 2020 ini, pertumbuhan ekonomi akan melambat sejalan dengan dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan resesi ekonomi Dunia dan deselerasi domestic demand secara keseluruhan.

Kegiatan terselenggara kerjasama dengan Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Sumut dengan tema “Strategi Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Untuk Mendukung Pemulihan dan Percepatan Pertumbuhan Perekonomian Indonesia Dalam Era New Normal ”.

Sementara kondisi Ekonomi global dan dampak penanggulangan penyebaran Covid-19 menjadi penyebab menurunnya pertumbuhan Ekonomi Indonesia di tahun 2020 yang diprakirakan akan berada di kisaran 0,9 persen- 1,9 persen, dan kembali meningkat pada kisaran 5,0 persen-6,0 persen di tahun 2021 nanti.

“Faktor penahanan pertumbuhan ekonomi tersebut ada di sektor konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah, di mana kurang optimalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya terkait pajak terkait usaha pariwisata. Meski demikian, Pemda akan tetap mengoptimalkan realisasi belanja dalam rangka penanganan Covid-19, sehingga perlambatan tidak semakin dalam. Kemudian di sektor investasi dan Lapangan Usaha (LU) konstruksi, net ekspor, pertanian, tambang, industri pengolahan serta LU perdagangan,”papar Wiwiek.

Sedangkan prospek inflasi tahun 2020, dirinya juga menjelaskan kalau inflasi Sumatera pada akhir tahun 2020 diprakirakan relatif akan melambat dibandingkan dengan tahun 2019. Meski demikian, beberapa komoditas tetap perlu diperhatikan karena tetap akan mengalami kenaikan inflasi terutama rokok dan emas perhiasan.Harga bahan makanan diprakirakan masih mengalami inflasi namun relatif sedikit melambat dibandingkan 2019 seiring kemarau yang normal.

“Risiko terhadap inflasi yakni transmisi kenaikan cukai dan HJE rokok yang melebihi transmisi historis dapat menyebabkan harga berbagai jenis rokok meningkat lebih tinggi lagi. Penyesuaian tarif transportasi online dari penyedia jasa di luar prakiraan sebelumnya dapat menambah tekanan bagi inflasi, Anomali cuaca, khususnya curah hujan dengan intensitas yang lebih tinggi dari historis, berisiko meningkatkan inflasi bahan makanan. Kondisi ekonomi global yang berisiko semakin tidak menentu dapat menambah tekanan pada inflasi emas perhiasan, “tegas Wiwiek. (R03)
===



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Teguh Santosa: Dukungan Indonesia pada Palestina Berubah!

Teguh Santosa: Dukungan Indonesia pada Palestina Berubah!

Terkait Kasus Tersangka Dhody Thahir, Ketua DPRDSU Diperiksa Polda Sumut

Terkait Kasus Tersangka Dhody Thahir, Ketua DPRDSU Diperiksa Polda Sumut

YARA Soroti Sektor Rawan Dugaan Korupsi Aceh Besar

YARA Soroti Sektor Rawan Dugaan Korupsi Aceh Besar

SMSI Aceh Besar Audiensi dengan Garuda Indonesia, Bahas Peluang Sinergi dan Promosi Aceh

SMSI Aceh Besar Audiensi dengan Garuda Indonesia, Bahas Peluang Sinergi dan Promosi Aceh

DARI EVALUASI MENUJU AKSI: MENGUBAH RAKOR MENJADI MESIN PERBAIKAN KEMENIMIPAS

DARI EVALUASI MENUJU AKSI: MENGUBAH RAKOR MENJADI MESIN PERBAIKAN KEMENIMIPAS

Kejurnas Bridge ke-60 di Mamuju, Sumut Sabet Perak dan Gelar Pasangan Campuran Terbaik

Kejurnas Bridge ke-60 di Mamuju, Sumut Sabet Perak dan Gelar Pasangan Campuran Terbaik

Komentar
Berita Terbaru