Selasa, 04 Agustus 2026

Ratusan Ekor Bangkai Babi Akan Dikubur Massal

Administrator
Senin, 11 November 2019 12:38 WIB
Ratusan Ekor Bangkai Babi Akan Dikubur Massal

MEDAN, halomedan.co

Rencana pemerintah melalui petugas gabungan untuk mengubur massal ratusan bangkai babi yang mengapung di kawasan Danau Siobak, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan hari ini batal dikarenakan air pasang naik.

Padahal, sejak pagi tadi petugas gabungan dari BPBD, Dinas Kebersihan Pemko Medan, pihak Pemprov Sumut, pihak kecamatan, pihak kepolisian dan masyarakat telah menyisir kawasan Danau Siombak untuk mengevakuasi bangkai-bangkai babi yang mengambang di danau tersebut.

Tidak hanya itu, alat berat berupa ekskavator ampibi juga diturunkan untuk menyisir bangkai-bangkai tersebut. Namun, tidak lama setelah alat berat itu diturunkan air sudah terlihat pasang di Danau Siombak itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Armasyah Lubis mengatakan, proses penguburan yang rencananya dilakukan hari ini batal.

“Tadi, setelah berkoordinasi dengan Camat Medan Marelan, terpaksa penguburan massal bangkai babi hari ini dibatalkan karena air pasang naik,” katanya, Senin (11/11) sore.

“Tadi kita juga sudah koordinasi, kalau kita buatpun lobangnya pasti tertutup dan kalau kita kubur bangkainya akan ngambang lagi. Jadi kita sepakat tadi suapaya dilakukan esok hari,” sambung Armansyah

Armansyah menjelaskan bahwa bangkai babi yang telah dievakuasi di pinggiran danau akan dimasukkan ke dalam lobang sedalam dua meter. Ratusan bangkai babi itu akan dikubur dalam satu lobang besar tidak jauh dari pinggiran danau.

“Jadi dalam lobangnya nanti minimal harus dua meter, karena sudah terjangkit. Dan itu kita kubur massal semua,” jelasnya.

Rencananya, proses penguburan bangkai babi itu akan dilaksanakan Selasa (12/11) besok pagi, dimulai pada pukul 06.00 WIB. Sementara, petugas BPBD masih terus mengumpulkan bangkai babi ke titik penguburan.

Untuk diketahui bahwa di Sumatera Utara beberapa daerah ribuan babi telah mati akibat virus hog cholera atau kolera babi. Bahkan, saat ini kolera babi telah mewabah di 11 kabupaten di Sumut yang menyakibatkan sedikitnya 5.800 ekor babi mati.

Sementara, pihak pemerintahan akan membentuk tim dan posko di setiap kecamatan di kabupaten/kota di Sumatera Utara untuk menekan penyebaran virus hog cholera atau kolera babi dan mengontrol distribusi peredaran ternak babi antar daerah.(Rez)



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Keramahan Bukan Penyerahan Kedaulatan

Keramahan Bukan Penyerahan Kedaulatan

Lima Pekerja Bangunan Dibunuh OPM, Komisi XIII: Negara Harus Jamin Rasa Aman bagi Pekerja Sipil

Lima Pekerja Bangunan Dibunuh OPM, Komisi XIII: Negara Harus Jamin Rasa Aman bagi Pekerja Sipil

Rakercab JMSI Tabagsel 2026 Tetapkan Program Kerja, Perkuat Organisasi, Advokasi, dan Transformasi Digital Media

Rakercab JMSI Tabagsel 2026 Tetapkan Program Kerja, Perkuat Organisasi, Advokasi, dan Transformasi Digital Media

Tuntutan Terhadap Kadri Amin Dinilai Tidak Masuk Akal Banyak, Ini Kata Kuasa Hukum

Tuntutan Terhadap Kadri Amin Dinilai Tidak Masuk Akal Banyak, Ini Kata Kuasa Hukum

Sudahkah Indonesia Memasuki Titik Kulminasi?

Sudahkah Indonesia Memasuki Titik Kulminasi?

Resmi Kantongi SK DPP, Martinu Jaya Halawa Pimpin Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara

Resmi Kantongi SK DPP, Martinu Jaya Halawa Pimpin Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara

Komentar
Berita Terbaru