Jumat, 02 Januari 2026

BERANI Ungguli Debat Pertama Pilkada Medan

Administrator
Sabtu, 09 November 2024 06:21 WIB
BERANI Ungguli Debat Pertama Pilkada Medan
Istimewa

Medan - Dilema paslon 1 dan paslon nomor 3 sukar disembunyikan, ketika mereka menginginkan dukungan pemilih kota namun sekaligus dengan tetap memuji Bobby Afif Nasution, Walikota Medan No-aktif.

Disadari atau tidak, tampaknya Rico menyampaikan visi paslon nomr urut 1 ini dengan penekanan kritik yang cukup pedas terhadap walikota Medan dengan konsep pemerataannya.

Pelayanan kesehatan bukan utuk si A atau si B, namun untuk semuanya. Pendidikan bukan utuk si A atau si B, namun untuk semuanya. Pelayanan kesejahteraan bukan hanya untuk si A atau si B, melainkan untuk semuanya. Ini jelas kritik. Rico juga menekankan perhatian atas konsep pemerataan, ramah investasi dan infrastruktur yang humanis dan harmonis untuk pembangunan yang sustainable.

Paslon ini berjanji membangun kota medan untuk semua.

Dalam memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan debat, akhirnya kedua paslon ini berhenti sebatas reaksi-reaksi normatif belaka, tanpa elaborasi dan eksplorasi berbasis logika sehat.

Hidayatullah bahkan kehabisan waktu dalam pemaparan visi karena seakan lebih memerlukan penegasan untuk memuji-muji Bobby Afif Nasution.

Hidayatullah tentu tak menghitung kemanfaatan data yang diungkapkannya dengan mengatakan bahwa tahun lalu Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp 303 triliun. Pendapatan perkapita Rp 120 juta pertahun, atau Rp 10 juta perbulan.

Orang yang faham tentu mencibir, bahwa data agregat ini amat teoritis dan jauh dari kenyataan hidup yang diderita rakyat kebanyakan. Bahkan jika tanpa pemerintahan pun PDRB yang dia ungkapkan juga akan tumbuh sedemikian rupa.

Tetapi sadar bahwa jika terus memuji-muji, ia akan ditinggal pemilih. Karena itu, dalam bagian terakhir ia memaparkan kondisi buruk Medan saat ini dengan jumlah warga miskin cukup besar, 187 ribu jiwa.

Di tangan Ridha Dharmajaya hal-hal yang ingin ditutupi oleh kedua paslon lawannya itu menjadi amat jelas. Banjir, infrastruktur yang kacau, rendahnya daya beli rakyat di tengah melonjaknya harga sembako. Medan butuh pemimpin yang tak akan membiarkan rakyat menderita, bukan pemimpin yang meninggalkan permasalahan besar karena ingin meraih kekuasaan lebih besar.

Untuk debat berikutnya kedua paslon pemuji Bobby Afif Nasution itu perlu memikirkan agar keterancaman nasib keterpilihan paslon sendiri tidak semakin besar hanya karena ingin melindungi Bobby Afif Nasution.

Banyak keuntungan bagi Paslon nomor 2 jika pola yang ditempuh oleh paslon nomor 1 dan 3 tidak dirubah.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Jaksa Agung Copot Kajari Medan, Publik Soroti Mandeknya Penanganan Kasus Korupsi Zaman eks Walikota Medan

Jaksa Agung Copot Kajari Medan, Publik Soroti Mandeknya Penanganan Kasus Korupsi Zaman eks Walikota Medan

Camat Medan Area Bersama 12 Lurah Silaturahmi ke Sekretariat DPAC Pendawa

Camat Medan Area Bersama 12 Lurah Silaturahmi ke Sekretariat DPAC Pendawa

HDCI Medan–Sumut Kembali Bergerak, Dirikan Pos Layanan Kesehatan Pasca Banjir di Sumut dan Aceh

HDCI Medan–Sumut Kembali Bergerak, Dirikan Pos Layanan Kesehatan Pasca Banjir di Sumut dan Aceh

DPC AWI Medan Ucapkan Selamat Kepada Hasyim SE Untuk Kali Ketiga Sebagai Ketua DPC PDIP Kota Medan 2025 - 2030

DPC AWI Medan Ucapkan Selamat Kepada Hasyim SE Untuk Kali Ketiga Sebagai Ketua DPC PDIP Kota Medan 2025 - 2030

Komitmen Pewarta Polrestabes Medan Terus Berlanjut Menebar Kepedulian di Program Jum'at Barokah

Komitmen Pewarta Polrestabes Medan Terus Berlanjut Menebar Kepedulian di Program Jum'at Barokah

Medan Fight Night Kembali Digelar, Duel Panas Billy Pasulatan vs Sanjaya Hutagaol Siap Guncang Amavi Ultra Lounge

Medan Fight Night Kembali Digelar, Duel Panas Billy Pasulatan vs Sanjaya Hutagaol Siap Guncang Amavi Ultra Lounge

Komentar
Berita Terbaru