Selasa, 23 Juni 2026

150 juta Dana Bumdes Terang Bulan Dibelikan Keyboard Bekas

Administrator
Senin, 04 November 2019 14:46 WIB
150 juta Dana Bumdes Terang Bulan Dibelikan Keyboard Bekas

LABURA | Pemerintah Desa Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) mengalokasi Anggaran pengeluaran pembiayaan untuk penyertaan modal usaha pada BUMdes sebesar Rp.150 juta, pada tahun anggaran 2018 lalu.

Pembiayaan yang menggunakan anggaran Pemerintah Pusat melalui Dana Desa (DD) Terang Bulan, diperuntukkan buat BUMdes di desa tersebut, ternyata banyak kejanggalan.

Informasi dihimpun Sumut24 dari masyarakat, ketidak nyamanan terjadi di BUMdes Terang Bulan. Warga menyebutkan alat musik yang seharusnya disewakan itu kini telah rusak, disebabkan barang yang dibelanjakan ternyata barang bekas.

“Bagaimana tidak cepat rusak, dari anggaran sebesarr Rp. 150 juta, ternyata dibelikan keyboard yang bekas’, ujar sumber yang minta namanya tidak disebutkan baru-baru ini.

Menurutnya, warga sekitar kewalahan untuk menyewa alat musik yang dibiayai dari pemerintah itu, disebabkan kalau menyewa dari luar Desa mungkin biayanya terlalu besar.

“Yang menjadi pertanyaan kita uang sebesar Rp. 150 juta dikemanakan, kenapa harus membeli barang bekas, kan sia-sia uang Pemerintah itu, tidak ada fungsinya bagi masyarakat”, tegasnya.

Sumber itu menyebutkan, yang harus bertanggung jawab dalam masalah ini adalah pengelola atau pengurus BUMdes Terang Bulan.

“Kami berharap pihak terkait dapat melihat persoalan ini, karena sangat disayangkan, dengan anggaran sebesar itu usaha BUMdes Terang Bulan tidak berpungsi lagi”, katanya.

Ketua BUMdes Terang Bulan Abdul Kodir saat ditemui mengakui pembelian keyboard dimaksud memang barang bekas’.

“Iya bang, memang kita beli yang bekas’, tapi untuk alat-alat lainnya semua beli baru, seperti lespeaker kita rakit’ sama orang,”, katanya sembari menunjukkan biaya pembeliannya kepada wartawan, Senin (4/11) diruang kerjanya.

Menurutnya, dana sebesar Rp. 150 juta semua yang terpakai dipotong pajak, begitu juga untuk keyboard yang rusak saat ini belum diperbaiki karena tidak cukupnya biaya operasional.

“Sebenarnya ini tidak skill saya, begitu juga biaya pemasukan dan operasional kita tidak sesuai, jadi belum bisa kita perbaiki”, kata ASN yang bertugas di SMA Negeri 1 Aek Natas tersebut. (Indra).



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Difasilitasi JMSI, Mahkamah Intelektual Jadi Cara Tak Biasa Adili Buku “Peradaban Not Just Civilization”

Difasilitasi JMSI, Mahkamah Intelektual Jadi Cara Tak Biasa Adili Buku “Peradaban Not Just Civilization”

DPP FABEM - SM Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa & Senat Mahasiswa menyoroti Ancaman Blackout Jawa-Bali

DPP FABEM - SM Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa & Senat Mahasiswa menyoroti Ancaman Blackout Jawa-Bali

Penjurian Pemred Award 2026 Masuki Tahap Final*

Penjurian Pemred Award 2026 Masuki Tahap Final*

Wakil Ketua HIKMA Sumut H. Syahrir Nasution Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Ayahanda Muhammad Dasuki Nasution

Wakil Ketua HIKMA Sumut H. Syahrir Nasution Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Ayahanda Muhammad Dasuki Nasution

Pelantikan 18 Pejabat, Sekda Tekankan Amanah dan Profesionalisme ASN

Pelantikan 18 Pejabat, Sekda Tekankan Amanah dan Profesionalisme ASN

Roy Suryo dan dr. Tifa Bebas, Kejari Jaksel Kabulkan Permohonan Penangguhan

Roy Suryo dan dr. Tifa Bebas, Kejari Jaksel Kabulkan Permohonan Penangguhan

Komentar
Berita Terbaru