Rabu, 30 September 2026

Walau Kasus Covid-19 Melandai, Pemprov Sumut Tetap Kejar Vaksinasi Booster

Administrator
Rabu, 29 Juni 2022 12:30 WIB
Walau Kasus Covid-19 Melandai, Pemprov Sumut Tetap Kejar Vaksinasi Booster

MEDAN – Halomedan.co
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengejar vaksinasi booster Covid-19 ke masyarakat. Ini bertujuan untuk memaksimalkan perlindungan dari Covid-19, walau saat ini kasus sedang melandai.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI per 29 Juni 2022 vaksinasi booster Sumut masih di angka 24,67%. Capaian ini masih jauh dibandingkan vaksin pertama 96,34% dan vaksin kedua 82,38%. Salah satu penyebabnya, menurut Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, adalah semakin rendahnya keinginan masyarakat untuk vaksin.

“Kasus kita sudah melandai, sepertinya itu membuat masyarakat kita sudah merasa terlepas dari Covid-19, sehingga enggan vaksin booster. Mencapai 30% saja sulit, tetapi kami akan terus bekerja keras untuk meningkatkan ini,” kata Gubernur Edy Rahmayadi mengikuti rapat virtual perkembangan Covid-19 di luar Jawa dan Bali bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menkes RI Budi Gunadi, dari Rumah Makan di Jalan Jemadi Medan, Rabu (29/6).

Perkembangan kasus Covid-19 di Sumut sendiri tergolong melandai, rata-rata 5 kasus per hari dari tanggal 21-27 Juni, bahkan pada 24 Juni tidak ada penambahan kasus (0). Walau begitu, Pemprov Sumut tetap waspada memantau perkembangan kasus Covid-19.

“Covid-19 masih ada, karena itu kami tetap waspada memantau dengan teliti bila mana ada lonjakan-lonjakan kasus di daerah kami,” ungkap Edy.

Menurut keterangan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto, saat ini terjadi kenaikan kasus Covid-19, terutama Eropa. Karena itu, pemerintah kembali mengingatkan agar setiap daerah waspada.

Data sampai dengan 7 Juni 2022 perkembangan harian kasus Covid-19 di Indonesia di angka 1.445. Hanya saja jumlah kasus tersebut lebih rendah dari negara tetangga India (11.793), Singapura (5.309), Thailand (3.496) dan Malaysia 1.894.

“Terdapat kenaikan kasus Omicron di berbagai negara terutama Eropa, namun di Indonesia masih rendah. Walau begitu, kita tetap harus waspada karena belajar dari yang sebelumnya kasus kita meningkat setelah Eropa mencapai puncaknya,” kata Airlangga.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi mengatakan penambahan kasus Covid-19 sebagian besar disebabkan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Hanya saja tidak terlalu mengkhawatirkan karena perkembangan kasusnya tergolong cepat.rel/ag



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Mantan Wali Kota Sibolga Jadi Tersangka Korupsi Pasar Ikan Modern Rp22,5 Miliar

Mantan Wali Kota Sibolga Jadi Tersangka Korupsi Pasar Ikan Modern Rp22,5 Miliar

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Leriadi Ajak Kader AMPI Perkuat Soliditas dan Kebersamaan Usai Munas X

Leriadi Ajak Kader AMPI Perkuat Soliditas dan Kebersamaan Usai Munas X

Oknum Lurah Kuala Bekala Diduga Bagi Bagi Anggaran Proyek Drainase di Kuala Bekala Medan Johor

Oknum Lurah Kuala Bekala Diduga Bagi Bagi Anggaran Proyek Drainase di Kuala Bekala Medan Johor

Sidang Gugatan Perbuatan Melawan Hukum PT Toba Surimi Industries Terhadap Bank Mandiri di PN Medan Kembali Ditunda

Sidang Gugatan Perbuatan Melawan Hukum PT Toba Surimi Industries Terhadap Bank Mandiri di PN Medan Kembali Ditunda

Festival Seni Budaya Buddhis di Medan Padukan Sun Go Kong dan Hanoman

Festival Seni Budaya Buddhis di Medan Padukan Sun Go Kong dan Hanoman

Komentar
Berita Terbaru