MEDAN | Pengawas dan Pendamping (Wasping) KONI Sumatera Utara,
Novan Efendy Siregar, memberikan motivasi kepada atlet panahan yang tergabung dalam Program Pembinaan Intensif (PPI) saat meninjau latihan dan tes fisik di Komplek Sport Centre Sumut, Jalan Willem Iskandar, Medan, Kamis (14/5/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk pemantauan rutin terhadap perkembangan atlet yang dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Kegiatan itu juga merupakan arahan langsung Ketua Umum KONI Sumut, Hatunggal Siregar.
"Seluruh cabang olahraga yang sudah masuk program PPI wajib dipantau secara rutin. Pak Ketua Umum KONI Sumut ingin persiapan atlet benar-benar maksimal," ujar
Novan.
Dalam arahannya,
Novan meminta para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan melalui latihan yang disiplin dan berkesinambungan. Ia menegaskan persaingan menuju PON akan sangat ketat, terutama pada babak kualifikasi.
"Tingkatkan kemampuan melalui latihan rutin. Sebab sebelum menuju PON, atlet harus menjalani kualifikasi dan persaingannya tidak mudah," katanya.
Novan juga mengingatkan para atlet agar bersyukur karena terpilih menjadi bagian dari program PPI. Menurutnya, kesempatan tersebut tidak dimiliki semua atlet.
"Harus bangga bisa masuk program PPI karena tidak semua atlet mendapat kesempatan ini," ucapnya.
Ia menilai program latihan panahan Sumut saat ini berjalan cukup baik. Bahkan, agenda try out atlet juga sudah mulai dipersiapkan untuk menambah pengalaman bertanding atlet.
"Saya melihat program latihan sudah berjalan baik. Untuk try out juga sudah kita jadwalkan," tambah
Novan.
Sementara itu, Pelatih Panahan Sumut, Budiono, mengatakan saat ini terdapat lima atlet yang masuk program PPI dan menjalani latihan rutin enam hingga sembilan kali dalam sepekan.
"Kendala teknis belum ada. Kendala hanya pada perlengkapan karena anak panah mudah rusak akibat intensitas latihan yang tinggi," ujarnya. Rel