Medan | Halomedan.com
Kehadiran Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Medan (JW Marriot, 24/7/2026) pada akhir pekan lalu tidak hanya menjadi momentum peluncuran buku Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Surya Palohisme.
Tetapi juga dibaca sebagai pesan politik menjelang konsolidasi Partai NasDem menuju Pemilu 2029. Di balik agenda tersebut, perhatian publik juga tertuju kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang kini memegang peran strategis sebagai Wakil Ketua DPW Partai NasDem Sumatera Utara sekaligus Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW Partai NasDem Sumut.
Peluncuran buku karya Ketua DPW Partai NasDem Sumatera Utara Iskandar ST menjadi panggung yang memperlihatkan eratnya hubungan ideologis antara
Surya Paloh dan kader-kadernya. Dalam sambutannya, Rico Waas menyebut buku tersebut bukan sekadar dokumentasi perjalanan hidup
Surya Paloh, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kepemimpinan, keteguhan, dan semangat pengabdian yang menjadi inspirasi bagi banyak orang.
«"Buku ini tidak hanya merekam perjalanan pengabdian seorang tokoh, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kepemimpinan, keteguhan, dan semangat pengabdian yang menjadi inspirasi bagi banyak orang."»
Rico juga menegaskan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari konsistensi dalam berkarya dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat. Pernyataan tersebut dinilai sejalan dengan filosofi yang diangkat dalam buku Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya
Surya Palohisme, yang menempatkan pengabdian kepada bangsa di atas kepentingan politik sesaat.
Secara politik, posisi Rico Waas memang tidak bisa dipisahkan dari
Surya Paloh. Selain merupakan keponakan Ketua Umum NasDem, Rico adalah kader yang telah lama berkiprah di partai dan dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis sebelum akhirnya memenangkan Pilkada Medan 2024 dan dilantik sebagai Wali Kota Medan pada Februari 2025.
Baca Juga:
Dalam berbagai kesempatan,
Surya Paloh berulang kali menekankan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan integritas dan keberpihakan kepada rakyat. Nilai tersebut menjadi fondasi yang kemudian diterjemahkan banyak kader sebagai "
Surya Palohisme", yakni kepemimpinan yang mengutamakan pengabdian, konsistensi, dan keberanian mengambil keputusan demi kepentingan bangsa.
Di tengah konfigurasi politik nasional, Rico Waas menghadapi tantangan yang tidak ringan. Sebagai kepala daerah dari Partai NasDem, ia memimpin Kota Medan pada saat pemerintahan nasional berada di bawah Presiden Prabowo Subianto. Dalam konteks pemerintahan daerah, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada harmonisasi hubungan antara pemerintah kota, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan pemerintah pusat.
Karena itu, sejumlah pengamat menilai kehadiran
Surya Paloh di Medan dapat dimaknai sebagai bentuk penguatan moral dan konsolidasi politik kepada seluruh kader, termasuk Rico Waas, agar tetap fokus menjalankan amanah pemerintahan, menjaga komunikasi yang baik dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta mendukung program-program strategis pemerintah pusat yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Sikap tersebut juga sejalan dengan posisi Partai NasDem yang tetap mendukung stabilitas pemerintahan nasional meskipun memiliki dinamika politiknya sendiri.
Di sisi lain, posisi strategis Rico Waas membuatnya tidak lepas dari berbagai dinamika politik. Dalam situasi seperti itu, soliditas birokrasi dan hubungan yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar roda pemerintahan tidak terganggu oleh konflik internal maupun tarik-menarik kepentingan politik.
Baca Juga:
Bila ditarik pada pesan yang terkandung dalam buku Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya
Surya Palohisme, figur
Surya Paloh dapat dipandang sebagai benteng moral bagi Rico Waas. Benteng yang dimaksud bukan dalam pengertian melindungi dari kritik publik, melainkan menjaga agar kepemimpinan tetap berada pada rel pengabdian, menjunjung etika politik, menghindari konflik yang tidak produktif, serta memastikan amanah rakyat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Dengan peran gandanya sebagai Wali Kota Medan, Wakil Ketua DPW NasDem Sumatera Utara, dan Ketua Bappilu DPW NasDem Sumut, Rico Waas kini memikul tanggung jawab besar. Konsolidasi Partai NasDem menuju 2029 sekaligus menjadi ujian apakah kader-kader yang dibina langsung oleh
Surya Paloh mampu menunjukkan bahwa loyalitas kepada partai dapat berjalan seiring dengan loyalitas kepada konstitusi, kepentingan rakyat, dan keberhasilan program-program pembangunan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. ( Anto Genk )