Medan | Persaingan menuju Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara (Sumut) periode 2026-2031 mulai menghangat. Sejumlah nama yang disebut memiliki kans untuk memimpin organisasi profesi wartawan terbesar di Sumatera Utara mulai menunjukkan sikap dan membangun komunikasi menjelang konferensi.
Dari dinamika yang berkembang, nama Ketua PWI Sumut periode 2021-2026 Farianda Putra Sinik, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumut Rianto SH MH alias Anto Genk, serta Pemimpin Redaksi Harian Waspada dan Waspada Online Austin Tumengkol menjadi tiga figur yang mendapat perhatian dalam bursa calon Ketua PWI Sumut.
Selain ketiganya, sejumlah nama lain juga disebut-sebut berpotensi ikut dalam kontestasi. PWI Sumut sendiri telah membentuk kepanitiaan konferensi dan meminta seluruh tahapan dipersiapkan dengan mengedepankan demokrasi, aturan organisasi, serta persaudaraan.
Dinamika persaingan semakin menarik ketika Farianda hadir dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) JMSI Sumatera Utara di Pantai Romantis, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai beberapa waktu lalu.
Dalam forum tersebut, Farianda secara terbuka menyampaikan bahwa persaingan dalam konferensi tidak seharusnya menghilangkan hubungan baik antarsesama insan pers.
Baca Juga:
Kehadirannya di Rakerda JMSI disebut sebagai bentuk penghormatan kepada Rianto yang merupakan Ketua JMSI Sumut sekaligus salah satu figur yang diperkirakan akan menjadi pesaingnya dalam perebutan kursi Ketua PWI Sumut.
Farianda menegaskan, perbedaan pilihan dalam organisasi merupakan sesuatu yang biasa. Menurut dia, kontestasi justru harus menjadi ruang untuk memperlihatkan kedewasaan dalam berdemokrasi.
Ia menyatakan siap bersaing dengan Rianto secara sehat apabila keduanya sama-sama memenuhi persyaratan pencalonan.
"Walaupun nanti kami mungkin akan bertarung di Konferensi PWI Sumut, hubungan persahabatan tetap harus dijaga. Kita siap bersaing secara sehat," ujar Farianda.
Baca Juga:
Sontak, pernyataan tersebut mendapat sambutan peserta Rakerda JMSI Sumut.
Farianda juga mengingatkan agar proses pemilihan Ketua PWI Sumut tidak berubah menjadi arena saling menyerang. Ia meminta seluruh kandidat dan pendukungnya menjaga etika serta menghindari fitnah, intimidasi maupun perundungan.
Menurutnya, siapa pun anggota PWI yang memenuhi persyaratan memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri.
"Jangan ada yang disakiti, jangan fitnah, apalagi bullying. Mari kita ciptakan konferensi yang benar-benar demokratis, jujur, terbuka dan bermartabat," tegasnya.
Sikap tersebut sejalan dengan pesan Farianda saat PWI Sumut membentuk kepanitiaan konferensi. Ia meminta pelaksanaan konferensi nantinya mengedepankan semangat kekeluargaan dan tidak menjadi sumber perpecahan di antara anggota.
*Rianto Masuk Bursa, Siap Adu Gagasan*
Di sisi lain, Rianto SH MH atau yang akrab disapa Anto Genk juga telah menyatakan kesiapan untuk ikut dalam kontestasi Ketua PWI Sumut periode 2026-2031.
Rianto dikenal sebagai Ketua JMSI Sumatera Utara periode 2025–2030 dan selama ini aktif membangun komunikasi lintas organisasi pers serta mendorong penguatan perusahaan media dan profesionalisme jurnalistik di Sumatera Utara.
Kesiapan Rianto maju dalam bursa Ketua PWI Sumut membuat persaingan semakin menarik. Pasalnya, ia tidak hanya memiliki pengalaman dalam organisasi pers, tetapi juga mempunyai jaringan yang cukup luas di kalangan perusahaan media dan insan pers.
Meski berpotensi menjadi rival Farianda, Rianto menegaskan bahwa kontestasi tidak boleh menghilangkan persaudaraan.
Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika organisasi.
"Kontestasi adalah bagian dari dinamika organisasi. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga kebersamaan, sportivitas serta persaudaraan di antara seluruh insan pers Sumatera Utara," ujar Rianto.
Ia berharap siapa pun yang nantinya mendapatkan kepercayaan memimpin PWI Sumut mampu menjaga soliditas organisasi dan membawa PWI menjadi rumah bersama bagi wartawan.
Sikap Farianda dan Rianto yang sama-sama menekankan pentingnya persaingan sehat menjadi salah satu warna tersendiri menjelang konferensi. Keduanya berpotensi menjadi rival dalam perebutan kursi Ketua PWI Sumut, tetapi tetap membuka ruang untuk menjaga hubungan personal dan persaudaraan.
*Austin Tumengkol Resmi Masuk Arena*
Persaingan kemudian semakin dinamis setelah Austin Tumengkol menyatakan diri maju sebagai calon Ketua PWI Sumut periode 2026-2031.
Pemimpin Redaksi Harian Waspada dan Waspada Online tersebut menyampaikan deklarasi pencalonannya di hadapan keluarga besar Waspada Group di Gedung Bumi Warta Waspada, Medan, Senin, 7 September 2026.
Dalam kesempatan itu, Austin meminta dukungan dari jajaran pimpinan, redaksi dan keluarga besar Waspada Group untuk mengikuti proses pencalonan Ketua PWI Sumut.
Austin menegaskan bahwa keputusannya maju bukan semata-mata karena kepentingan pribadi. Ia menyebut pencalonan tersebut sebagai bagian dari upaya memberikan kontribusi terhadap masa depan organisasi profesi wartawan di Sumatera Utara.
"Saya memohon dukungan dari seluruh keluarga besar Waspada Group. Dukungan ini sangat berarti bagi saya dalam mengikuti proses pencalonan sebagai Ketua PWI Sumut nanti," ujar Austin.
Dalam menyampaikan alasannya maju, Austin menyoroti perubahan besar yang terjadi dalam industri media.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah membuat tantangan profesi wartawan semakin kompleks. Wartawan tidak hanya dituntut mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, tetapi juga harus memahami perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi.
Namun, perkembangan tersebut tidak boleh menggeser prinsip dasar jurnalistik.
Kode Etik Jurnalistik, independensi, profesionalisme dan integritas, kata Austin, tetap harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan profesi.
"Ke depan, tantangan wartawan semakin kompleks. Karena itu, organisasi profesi harus mampu menjadi rumah bersama bagi wartawan, tempat untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat profesionalisme sekaligus menjaga independensi dan integritas pers," kata Austin.
Dengan munculnya nama Farianda Putra Sinik, Rianto SH MH alias Anto Genk, dan Austin Tumengkol, peta persaingan menuju Konferensi PWI Sumut 2026 semakin menarik untuk dicermati.
Namun, ketiganya saat ini masih berada pada posisi bakal calon (balon). Artinya, proses pencalonan dan pemenuhan seluruh persyaratan organisasi masih menjadi bagian dari tahapan yang harus dilalui sebelum nantinya ditetapkan secara resmi sebagai calon Ketua PWI Sumut.
Masing-masing bakal calon tentu membawa pengalaman, jaringan serta gagasan yang berbeda. Ketiganya juga memiliki visi dan misi untuk membawa PWI Sumatera Utara menjadi organisasi profesi yang lebih solid, profesional, berintegritas dan mampu menjawab tantangan dunia jurnalistik yang terus berubah.
Di tengah mulai menghangatnya bursa bakal calon, Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik kembali mengingatkan seluruh pihak agar menjaga suasana tetap kondusif dan mengedepankan kepentingan organisasi.
"Prioritaskan kebersamaan dan kekompakan. Saya minta konferensi sebagai pesta demokrasi anggota ini dilaksanakan setransparan mungkin, tidak memihak, dan berjalan sesuai aturan organisasi," tegas Farianda.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah semakin terbukanya persaingan. Sebab, siapa pun yang nantinya ditetapkan sebagai calon dan terpilih memimpin PWI Sumut periode 2026-2031, tantangan terbesar setelah konferensi adalah menyatukan kembali seluruh kekuatan organisasi.