TPI Medan Teguhkan Komitmen Meneruskan Warisan Integritas dan Pendidikan KH Rivai Abdul Manap Nasution

Dalam sambutannya, Prof. Ismet menegaskan bahwa perjuangan KH. Rivai Abdul Manap Nasution tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah semata, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk karya nyata untuk memperkuat eksistensi dan kemajuan Taman Pendidikan Islam.
"Kita harus melanjutkan apa yang telah dirintis, didirikan, dan diperjuangkan almarhum semasa hidupnya, khususnya dalam menjaga eksistensi dan kredibilitas Taman Pendidikan Islam. Kita tidak cukup hanya menjadi pengikut, tetapi juga harus menjadi inisiator dan kreator dalam melahirkan berbagai inovasi bagi kemajuan TPI," tegas Prof. Ismet.
Ia berharap seluruh alumni dan keluarga besar TPI terus menjaga komitmen untuk mengembangkan lembaga pendidikan tersebut sesuai dengan cita-cita luhur pendirinya.
Pada kesempatan itu, Prof. Ismet juga memberikan apresiasi kepada Ustaz Rizal Samsudin, M.A. yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan Pondok Pesantren TPI sejak masa-masa awal berdiri. Hingga kini, Rizal Samsudin masih aktif menghadiri berbagai kegiatan TPI, memberikan tausiah, motivasi, serta pembinaan kepada para santri dan alumni.
"Atas nama Pimpinan Pusat dan keluarga besar TPI, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian Ustaz Haji Rizal Samsudin dalam membesarkan Taman Pendidikan Islam," ujarnya.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemutaran dokumentasi perjalanan hidup almarhum KH. Rivai Abdul Manap Nasution yang mengisahkan perjuangan, pengabdian, serta kiprahnya membangun TPI hingga berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam terkemuka di Sumatera Utara.

Sementara itu, Ketua I dan II PP TPI, H. Ikrom Helmi Nasution, SH mengatakan, kegiatan doa dan silaturahmi ini menjadi momentum mempererat ukhuwah keluarga besar TPI sekaligus mengenang jasa-jasa pendirinya yang telah meletakkan fondasi pendidikan Islam sejak berdirinya TPI pada 1 Mei 1950.
Menurutnya, tema "Mutiara Kehidupan dan Integritas" mengandung pesan agar seluruh civitas akademika, alumni, guru, santri, dan masyarakat terus meneladani integritas, keikhlasan, serta semangat pengabdian KH. Rivai Abdul Manap Nasution dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan Islam.
Dalam tausiahnya, Ustaz Rizal Samsudin, M.A. mengusulkan agar 31 Juli, hari wafat almarhum KH. Rivai Abdul Manap Nasution, ditetapkan sebagai hari peringatan resmi dalam kalender Taman Pendidikan Islam. Menurutnya, memperingati hari wafat memiliki makna lebih mendalam dibanding hari kelahiran karena menjadi momentum mengenang keteladanan hidup dan perjuangan seseorang hingga akhir hayatnya.

Acara berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan, sekaligus pemberian santunan dari PP TPI Medan kepada keluarga Almarhum Ali Sati Nasution. Sebelum acara utama dimulai, keluarga besar TPI melaksanakan khataman Al-Qur'an (tahtim), pembacaan Yasin, tahlil, dan doa yang dipersembahkan kepada almarhum KH. Rivai Abdul Manap Nasution sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa besarnya bagi dunia pendidikan, umat, bangsa, dan negara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Pimpinan Pusat Taman Pendidikan Islam (PP TPI) Medan, Prof. Dr. Ismet Danial Nasution, drg., Ph.D., Sp.Pros, Ketua Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Yose Rizal, Ketua II PP TPI H Ikrom Helmi Nasution, Sekretaris MUI Medan Dr. H. Muhammad Amar Adly, Lc., M.A., Kepala SMA TPI Zainal Arifin, Rizal Fahmi Nasution, para guru, alumni, tokoh pendidikan, Keluarga Besar Alm. Drs. KH. Rivai A Manap Nasution, Para Asatis, Alumni beserta Santri / ah Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI serta undangan lainnya.