Medan– Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448
Hijriah dimaknai sebagai ajakan untuk melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Hal itu disampaikan Asren Nasution dalam tausiah Subuh di Masjid Baiturrahman Medan Johor, Selasa (16/6/2026).
Menurut Asren Nasution, hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan Rasulullah SAW dari Makkah ke Yatsrib yang kemudian dikenal sebagai Madinah. Lebih dari itu, hijrah merupakan strategi besar untuk membangun masyarakat dan peradaban yang maju, produktif, serta berlandaskan nilai-nilai keimanan.
"Hijrah itu juga bermakna perubahan. Karena itu dibutuhkan keteguhan, semangat perjuangan, dan militansi yang tinggi. Memang sulit, tetapi itulah lintasan yang harus dijalani. Allah memberikan apresiasi dan penghormatan yang tinggi terhadap setiap perubahan menuju kebaikan," ujar Asren.
Ia menjelaskan bahwa peristiwa hijrah menjadi tonggak lahirnya peradaban baru yang dibangun atas dasar keesaan Tuhan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, keadilan, dan perdamaian. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan berkemajuan.
Asren menegaskan bahwa hijrah mengajarkan pentingnya menegakkan ideologi ketuhanan yang mendorong semangat kemanusiaan tanpa membedakan suku, etnis, golongan, maupun latar belakang sosial. Menurutnya, masyarakat yang kuat hanya dapat dibangun melalui persatuan yang kokoh dan semangat musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
Baca Juga:
Selain itu, keadilan menjadi syarat utama terciptanya perdamaian dan ketertiban. Sebab, tanpa keadilan, persatuan dan pembangunan tidak akan berjalan secara berkelanjutan.
"Hijrah bukan tentang pamrih dan bukan pula tentang pembagian keuntungan. Hijrah adalah perjuangan membangun masyarakat yang beriman, beradab, adil, produktif, dan manusiawi," tegasnya.
Lebih lanjut, Asren menyebut bahwa Kota Madinah yang dibangun Rasulullah SAW merupakan contoh nyata lahirnya sebuah peradaban baru yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan sekaligus mampu menjawab kebutuhan sosial, politik, ekonomi, dan keamanan masyarakat.
Karena itu, memasuki Tahun Baru Islam 1448
Hijriah, umat Islam diajak menjadikan semangat hijrah sebagai inspirasi untuk memperkuat religiusitas, meningkatkan kepedulian kemanusiaan, menegakkan keadilan, mempererat persatuan, dan membangun peradaban yang membawa manfaat bagi seluruh umat manusia.
"Semangat hijrah harus terus hidup dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu melahirkan masyarakat yang lebih maju, berakhlak, dan berkeadaban," pungkasnya.
(Redaksi)