NAGOYA, JEPANG – Asian Para Games Aichi Nagoya 2026 atau Asian Para Games ke-5 akan berlangsung pada 18–24 Oktober 2026 di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Jepang. Ajang ini direncanakan menjadi pesta olahraga disabilitas terbesar di Asia dengan melibatkan sekitar 3.000 atlet difabel dari 45 negara Asia.
Salah satu momen istimewa dalam ajang tersebut adalah diperkenalkannya lagu anthem Asian Paralympic Committee (APC) yang diciptakan oleh Natalia Tjahja dan musiknya oleh Dwiki Dharmawan. Acara ini diperkirakan akan disaksikan oleh sekitar 100.000 orang.
"Dengan izin Tuhan, ribuan kartu 100 CTFP akan hadir di acara ini untuk membawa kebahagiaan bagi atlet-atlet difabel melalui pesan cinta kasih dari para tokoh dunia," ujar Natalia Tjahja, pendiri 100 CTFP.
Apa Itu 100 CTFP?
100 CTFP (100 Celebrities Talk for Para Athletes) merupakan kartu yang berisi tiga pesan inspiratif dari para tokoh dunia untuk atlet difabel di seluruh dunia. Pesan tersebut disampaikan dengan tulus dan berasal dari hati yang terdalam.
Baca Juga:
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 654 tokoh dunia dari berbagai negara telah bergabung dalam gerakan kemanusiaan tersebut.
Program 100 CTFP pertama kali diluncurkan di Ital Auto Singapore pada 11 Juli 2025. Peluncuran tersebut menghadirkan momen unik ketika 14 atlet difabel berparade menggunakan mobil Ferrari bersama 14 pemilik Ferrari.
"Saya meluncurkan 100 CTFP dengan tiga pesan dari Andrew Parsons, Presiden International Paralympic Committee (IPC)," kata Natalia.
Menurut Natalia, Andrew Parsons merupakan sosok yang baik dan rendah hati yang dikirim Tuhan untuk mendukung perjalanan 100 CTFP.
Baca Juga:
Ia juga menyebut sejumlah tokoh dunia lain yang memberikan dukungan luar biasa, di antaranya Putri Euphelma Choden Wangchuck dari Kerajaan Bhutan yang juga menjabat Presiden NPC Bhutan, Naiyanobh Bhirombhakdi selaku Presiden NPC Thailand, Deepa Malik yang merupakan Presiden NPC India yang sebelum ini, sekaligus atlet difabel wanita pertama India peraih medali Paralimpiade, serta Bing Bhirombhakdi, Direktur utama Cavallino Motors Ferrari Thailand.
Dalam waktu lima bulan, 100 CTFP berkembang menjadi gerakan global dengan ratusan pesan dari tokoh-tokoh dunia yang berasal dari berbagai negara. Mereka berasal dari kalangan penyelenggara negara, keluarga kerajaan, pemimpin bisnis, selebriti, penyair ternama, nominasi Nobel, jurnalis, hingga tokoh masyarakat.
Di Indonesia, sejumlah tokoh yang telah bergabung antara lain Raja Sapta Oktohari, Siti Ma'rifah Ma'ruf Amin, Gusti Bhre, Jenny O, Harnoto Darsono, Sylvia Hendarto, Dwiki Dharmawan, Ita Purnamasari, Rita Pusponegoro, Richard Sam Bera, Marcelino Lefrandt, Anita Djajadiningrat, Acha Septriasa, Elang L. Gibran, Samuel Rizal, Ranty Purnamasari, Andrigo, Yoan, dan masih banyak lagi.
Natalia juga mengapresiasi kontribusi Maki Starfield, penyair dan pelukis ternama asal Jepang yang berhasil mengajak sekitar 70 tokoh dunia dari berbagai negara untuk bergabung dalam 100 CTFP.
"Maki Starfield adalah bagian dari tim 100 CTFP Jepang dan menjabat sebagai Lead Women of Influence 100 CTFP Japan 2026," jelas Natalia.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Presiden NPC Singapura, Dr. Teo-Koh Sock Miang.
"Atas nama Singapore National Paralympic Council, saya mengucapkan selamat kepada 100 CTFP. Komitmen 100 CTFP dalam menyatukan komunitas dan bangsa-bangsa mencerminkan semangat keberanian, tekad, dan solidaritas yang menjadi jiwa Gerakan Paralimpik. Semoga 100 CTFP terus sukses di tahun-tahun mendatang," ujarnya.
Saat ini, MMLWF berkolaborasi dengan penyelenggara Asian Para Games Aichi Nagoya 2026 yakni Asian Paralympic Committee (APC) dalam pengembangan program 100 CTFP.
"Terima kasih kepada Tuhan, Saya sedang mengumpulkan 3.000 pesan dari tokoh-tokoh Asia di 45 negara untuk 100 CTFP Asian Para Games Aichi Nagoya 2026," ujar Natalia.
"Saya juga ucapkan selamat kepada Bapak Senny Marbun menjadi Presiden APSF" ujarnya lagi menutup wawancara.rel