JAKARTA – Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Kota Medan (PP-HMPPKM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia hari ini. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk tuntutan tegas agar lembaga antirasuah tersebut segera mengusut tuntas dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di lingkungan Bagian Umum Kesekretariatan Pemerintah Kota (Pemko) Medan.KetuaUmum DPP HMPPKM Rahman Sirait menyatakan bahwa indikasi KKN dalam pengerjaan proyek di Bagian Umum Kesekretariatan Pemko Medan sudah dilakukan secara terang-terangan demi memperkaya kelompok tertentu.Berdasarkan data yang dihimpun oleh PP-HMPPKM, dari sekitar 150 paket proyek penunjukan langsung (PL) dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp10 miliar, pengerjaannya hanya dimonopoli oleh 22 perusahaan. Lebih janggal lagi, terdapat satu perusahaan yang berhasil meraup hingga 20 paket proyek sekaligus dengan nilai total mencapai Rp2 miliar."Paket pengerjaan langsung ini kami dapati informasinya hanya dikuasai oleh beberapa orang saja. Ini jelas menunjukkan adanya indikasi monopoli dan tidak adanya transparansi," ujar Ketua Umum DPP HMPPKM dalam orasinya.Selain persoalan paket penunjukan langsung tersebut, PP-HMPPKM juga menyoroti anggaran belanja di Bagian Umum Kesekretariatan Pemko Medan senilai Rp17.111.951.800 yang kini tengah menjadi pusat perhatian masyarakat luas karena diduga kuat sarat akan kecurangan.Sebelumnya, polemik ini telah memicu reaksi keras di tingkat lokal. Tercatat sudah ada puluhan lembaga yang melayangkan surat pemberitahuan unjuk rasa ke Polrestabes Medan, meski aksi-aksi tersebut kemudian berujung pembatalan.Menurut PP-HMPPKM, rangkaian kejanggalan dan gelombang protes yang sempat tertahan di daerah ini sudah menjadi sinyal kuat bagi penegak hukum di tingkat pusat untuk mengambil alih penanganan kasus."Harusnya ini sudah menunjukkan pertanda agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa segera turun tangan dan berbuat. Maka dari itu, kami dari Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Kota Medan melakukan aksi unjuk rasa hari ini langsung di depan Gedung KPK demi terwujudnya pemberantasan korupsi yang bersih di Kota Medan," pungkas Ketua Umum DPP HMPPKM menutup pernyataannya.Melalui aksi ini, PP-HMPPKM secara resmi mendesak KPK untuk:Memeriksa seluruh berkas pengadaan barang dan jasa di Bagian Umum Kesekretariatan Pemko Medan.Memanggil dan memeriksa pejabat pembuat komitmen (PPK) serta kepala bagian terkait atas dugaan monopoli 150 paket proyek.Mengusut tuntas realisasi anggaran belanja senilai Rp17,1 miliar yang dinilai tidak wajar oleh publik.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News