MEDAN | Dinamika pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan mulai menjadi pembicaraan hangat di kalangan birokrasi maupun pengamat politik pemerintahan. Sejumlah nama mulai dikait-kaitkan sebagai kandidat pengganti Sekda Medan saat ini, Ir H Wiriya Arahman, yang disebut akan memasuki masa pensiun dalam hitungan bulan ke depan.
Dari beberapa nama yang beredar, sosok
Benny Sinomba Siregar SE MAP menjadi salah satu figur yang cukup menarik perhatian.
Birokrat yang kini menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemko Medan itu dinilai memiliki pengalaman dan jam terbang birokrasi yang cukup panjang di lingkungan Pemerintah Kota Medan.
Selain dikenal sebagai ASN senior,
Benny juga bukan sosok baru dalam lingkaran strategis Pemko Medan. Ia bahkan pernah merasakan duduk di kursi Pelaksana Harian (Plh) Sekda Medan saat Wiriya Arahman ditugaskan menjadi Penjabat Bupati Deli Serdang.
Meski hanya sementara, pengalaman itu dianggap menjadi modal penting jika nantinya benar-benar diproyeksikan mengisi jabatan Sekda definitif.
Benny Sinomba Siregar lahir di Medan pada 1 Juni 1973 dan mulai menjadi Pegawai Negeri Sipil sejak Desember 2002.
Kariernya terbilang cukup lengkap. Ia pernah menjabat Kepala Bidang Hotel, Restoran dan Hiburan di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Medan.
Saat Bobby Nasution maju sebagai calon Wali Kota Medan tahun 2020,
Benny dipercaya menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris BP2RD Medan.
Kariernya kemudian terus bergerak naik. Pada Desember 2021, Bobby Nasution melantiknya menjadi Kepala BP2RD Kota Medan.
Tak berhenti di sana,
Benny kemudian dipercaya menduduki jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan pada November 2023 menggantikan Laksamana Putra Siregar.
Lalu pada April 2024, namanya kembali menjadi perhatian setelah ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda Medan.
Belakangan,
Benny kembali digeser menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan. Namun perpindahan itu justru memunculkan berbagai spekulasi politik birokrasi di internal Pemko Medan.
Ada yang menilai dirinya tengah "didinginkan", namun ada pula yang melihat perpindahan itu bukan akhir dari perjalanan karier birokrasi
Benny.
Apalagi,
Benny diketahui merupakan kerabat dekat Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dari garis keluarga ibu, Ade Hanifah Siregar.
Meski namanya ramai dibicarakan,
Benny dikenal cukup tenang menghadapi isu-isu politik jabatan yang berkembang.
Dalam perbincangannya bersama Pimred Sumut24 Group Rianto SH MH atau yang akrab disapa Anto Genk,
Benny sempat menanggapi santai soal peluang dirinya menjadi Sekda Medan.
"Saya lebih tenang di sini bang, tak banyak keinginan macam-macam. Semua itu diserahkan kepada pimpinan," ujarnya singkat.
Pernyataan itu justru membuat banyak pihak menilai
Benny merupakan tipe birokrat yang tidak terlalu ambisius tampil di permukaan.
Sementara itu, saat ditanya terkait pergeseran jabatan pamannya tersebut, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution juga memilih merespons santai.
Menurut Bobby, seluruh keputusan jabatan di lingkungan Pemko Medan merupakan hak dan kewenangan pimpinan daerah, dalam hal ini Wali Kota Medan.
Kini, semua keputusan tentu berada di tangan Wali Kota Medan Rico Waas dan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap sebagai pemegang kendali pemerintahan Kota Medan.
Siapa pun nantinya yang dipercaya menjadi Sekda, publik berharap mampu membantu mewujudkan visi besar "Medan Untuk Semua" sekaligus menjaga stabilitas birokrasi di lingkungan Pemko Medan.
Namun satu hal yang pasti, bursa calon Sekda Medan mulai bergerak dinamis. Dan seperti biasa, politik birokrasi selalu menyimpan kejutan hingga detik terakhir.
(Red/Anto Genk)