SUNGGAL — Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, mengapresiasi umat Hindu di Kabupaten Deli Serdang yang terus menjaga tradisi keagamaan, budaya, dan persaudaraan melalui upacara persembayangan Adhi Tiruvilla Maha
Puja Tahun 2026 di Shri Mariamman Kuil, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Minggu (9/8/2026).
Ia menilai keberadaan umat Hindu dan tokoh-tokoh spiritual merupakan bagian dari kekayaan sosial, budaya, dan kehidupan keagamaan di Kabupaten Deli Serdang. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, katanya, terus mendukung kehidupan keagamaan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang sehat secara jasmani maupun spiritual.
Baca Juga:
"Kami merasa sangat bahagia karena Deli Serdang sangat kaya akan tokoh-tokoh spiritual yang memberikan kontribusi terhadap keanekaragaman, baik dari sisi keimanan, budaya maupun persaudaraan yang ada di Indonesia," ujarnya.
Lom Lom juga mengajak seluruh umat beragama untuk terus menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban kepada Tuhan maupun sesama manusia. Menurutnya, nilai-nilai agama dapat menjadi kekuatan dalam membangun kebajikan dan mempererat persatuan.
"Iman adalah sesuatu yang mempersatukan kita dalam doa dan mempersatukan kita dalam kebajikan. Semakin banyak manusia yang mengikuti nilai-nilai agama, maka diharapkan semakin banyak pula manusia yang baik dan benar," katanya.
Wabup turut mengapresiasi umat Hindu yang konsisten merawat tradisi dan nilai keagamaan di Shri Mariamman Kuil. Ia berharap kegiatan keagamaan tersebut terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam merawat keberagaman di Deli Serdang.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu sekalian yang konsisten merawat nilai-nilai agama dan budaya. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berkembang karena ini adalah kekayaan kita, kekayaan dalam keragaman," pungkasnya.
Ketua Kuil Shri Mariamman, Wijai, menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali tradisi dan kegiatan keagamaan Hindu di kuil yang telah berdiri sejak 1881 itu. Setelah sempat vakum selama puluhan tahun, kepengurusan baru dibentuk bersama sejumlah tokoh dan keluarga pendiri kuil.
Menurutnya, kegiatan keagamaan yang kembali aktif turut meningkatkan partisipasi umat. Jika sebelumnya hanya beberapa orang yang beribadah, kini kegiatan rutin pada Jumat dan Minggu dapat diikuti sekitar 80 hingga 150 orang.
"Tujuan kegiatan ini sesuai dengan adat dan budaya Hindu, yaitu untuk menyatukan umat Hindu agar semakin baik, semakin peduli dan bersama-sama menjaga rumah ibadah," ujar Wijai.
Turut hadir, Camat Sunggal, Kapolsek Sunggal, Danramil Sunggal, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta umat Hindu.