Sabtu, 23 Mei 2026

Pelatihan HACCP Dinilai Penting untuk Standar Keamanan Pangan

Administrator
Sabtu, 23 Mei 2026 16:51 WIB
Pelatihan HACCP Dinilai Penting untuk Standar Keamanan Pangan
Istimewa

MEDAN — Direktur Pasatama Institute, Coach Dwi Arsyam, menilai peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang tata boga dan keamanan pangan menjadi syarat penting dalam menjamin kualitas layanan makanan. Menurut dia, tenaga dapur dan penjamah makanan perlu memiliki sertifikasi profesi agar standar keamanan pangan dapat diterapkan secara konsisten.
Pernyataan itu disampaikan Dwi dalam kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Penyusunan Dokumentasi Sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) di Grandhika Stiabudi Hotel Medan, Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan berlangsung hingga 25 Mei dan diikuti sekitar 90 peserta yang terdiri atas tenaga ahli gizi serta relawan MBG/SPPG di Medan dan sekitarnya.
"SDM yang terlibat di dapur harus memiliki kompetensi dan keahlian. Untuk dapur yang ingin diakui memiliki sertifikat HACCP," kata Dwi.
Ia mengatakan, HACCP tidak hanya mengatur proses pengolahan makanan, tetapi juga mencakup seluruh rantai keamanan pangan, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi kepada konsumen.
Menurut Dwi, sertifikasi profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) penting untuk memastikan tenaga kerja di sektor pangan memenuhi standar nasional. "Kalau sudah diakui negara sebagai profesi, tentu ada standarnya," ujarnya.
Ia mencontohkan pengawasan bahan baku sebagai bagian penting dalam sistem keamanan pangan. Beras, misalnya, harus dipastikan bebas dari kontaminasi seperti batu, plastik, kaca, maupun bakteri yang berpotensi membahayakan konsumen.
Pasatama Institute menargetkan pelatihan tersebut dapat melahirkan tenaga tata boga profesional yang memiliki kompetensi dan legalitas kerja. Mereka juga diharapkan mampu mendukung penerapan standar ISO 22000:2018 dan ISO 45001:2018 di sektor industri pangan.
Direktur Pasatama Institute Cabang Medan, Syamsul Adha, mengatakan pengelolaan dapur dan keamanan pangan tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Menurut dia, kompetensi profesi dan sertifikasi HACCP menjadi bagian penting dalam menjamin makanan yang aman dan higienis.
"Dalam sistem HACCP ada banyak kompetensi yang wajib dikuasai, mulai dari penyusunan dokumen, pelaksanaan penjamahan makanan, manajemen praktis dapur, audit internal, hingga strategi keamanan pangan," kata Syamsul.
Kegiatan itu juga menghadirkan akademisi dan praktisi industri kuliner, salah satunya Dr. Rita Patriasih dari Program Studi Pendidikan Tata Boga FPTI Universitas Pendidikan Indonesia.
Dalam pemaparannya, Rita menekankan pentingnya penerapan standar keamanan pangan pada penyelenggaraan makanan massal untuk mencegah keracunan. Ia menjelaskan konsep food chain dan food flow sebagai bagian penting dalam pengawasan HACCP.
"HACCP bertujuan menganalisis titik-titik kritis yang berpotensi menimbulkan bahaya pada makanan, lalu mengendalikannya agar tidak menimbulkan masalah kesehatan," ujar Rita.rel



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru