Jumat, 30 Januari 2026

Korban Tewas Dalam Kerusuhan 22 Mei 2019

Administrator
Kamis, 23 Mei 2019 08:41 WIB
Korban Tewas Dalam  Kerusuhan 22 Mei 2019

Jakarta –halomedan.co

Kerusuhan yang terjadi pada 22 Mei 2019 menelan korban jiwa. Salah seorang korban diantaranya bernama Farhan Syahfero yang meninggal dunia dalam insiden tersebut.  Jenazah korban kini disemayamkan di rumah keluarganya di Depok.

Bibi Farhan Syahfero , Anida (67), tahu kalau Farhan tewas dalam kerusuhan 22 Mei setelah dikabarkan pihak RS Budi Kemuliaan sekitar pukul 04.30 WIB. Keluarga Farhan kemudian disuruh menjemput jenazah ke RSCM.

Anida mengatakan keluarga kaget ketika tahu Farhan meninggal karena kerusuhan 22 Mei. Anida juga mengaku tidak tahu kalau Farhan berangkat ikut aksi ke Jakarta.

“Gimana ya? Kagetlah semuanya, tahu-tahu nggak ada kabar dia mau berangkat gitu ya. Tahu-tahu pas dibilang, udah meninggal,” sebut Anida saat ditemui di kediamannya, Jalan Pramuka, RT 3/7, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat, Rabu (22/5/2019).

Farhan meninggalkan dua anaknya yang masih kecil. Soal keseharian Farhan, Anida menyebut sosok almarhum jarang berbicara soal politik.

“Enggak (suka ngomong politik). Dia mah orangnya ini…. Jadi, kerjanya serabutan, kadang-kadang disuruh orang bawa surat-surat buat percetakan gitu, kadang-kadang dia ngojek,” ucap Farhan di lansir dari detik.

Enam orang tewas dalam kerusuhan  dini hari 22 Mei. Masyarakat  dihimbau jangan langsung menarik kesimpulan mereka merupakan korban aparat.

“Saya mendapatkan laporan dari Kabiddokes, ada 6 orang meninggal dunia. Informasinya ada yang kena luka tembak, ada yang kena senjata tumpul,” ujar Kapolri Jenderal  Tito Karnavian  dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Rabu (22/5).

Tito juga mengingatkan masyarakat soal adanya penyelundupan senjata ilegal untuk aksi 22 Mei ini. Dia bahkan menunjukkan senapan serbu M4 yang disita dari pelaku penyelundupan senjata illegal. (Res)



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Syamsul Arifin dan Politik Kepercayaan: Mengapa Ia Dikenang sebagai “Sahabat Semua Suku” di Sumatera Utara

Syamsul Arifin dan Politik Kepercayaan: Mengapa Ia Dikenang sebagai “Sahabat Semua Suku” di Sumatera Utara

Dinilai Tak Taat Asas, Komisi XIII Diminta Panggil Menteri Imipas Terkait Pemindahan Napi di Sumut

Dinilai Tak Taat Asas, Komisi XIII Diminta Panggil Menteri Imipas Terkait Pemindahan Napi di Sumut

Integritas sebagai Inti Kepemimpinan

Integritas sebagai Inti Kepemimpinan

BAKOPAM Sumut Salurkan Santunan untuk Petugas Kebersihan di Program Jum’at Berkah

BAKOPAM Sumut Salurkan Santunan untuk Petugas Kebersihan di Program Jum’at Berkah

UNPAB Perkuat Budaya Riset Lewat Workshop Internasional Aptisi Sumut

UNPAB Perkuat Budaya Riset Lewat Workshop Internasional Aptisi Sumut

Misteri “Board of Peace” Dibongkar, GREAT Institute: Keputusan Prabowo di Davos Sudah Benar

Misteri “Board of Peace” Dibongkar, GREAT Institute: Keputusan Prabowo di Davos Sudah Benar

Komentar
Berita Terbaru