Jumat, 30 Januari 2026

Kapal Nelayan Asing Ditenggelamkan

Administrator
Sabtu, 11 Mei 2019 11:57 WIB
Kapal Nelayan Asing Ditenggelamkan

Medan-halomedan.co

Tiga kapal nelayan berbendera Myanmar, Malaysia dan Thailand yang tertangkap mencuri ikan di perairan laut Indonesia ditenggelamkan di perairan Belawan, Sabtu (11/5).

Penenggelaman tiga kapal itu dilakukan oleh Tim Satgas Anti Ilegal Fishing 115 bersama Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Belawan.

“Penenggelaman tersebut dilakukan di area 14 yang merupakan tempat penguburan kapal, agar tidak mengganggu alur kapal lain yang melintas,” kata Wakil Ketua Satgas Anti Illegal Fishing 115, Yunus Husein.

Tiga kapal yang ditenggelamkan tersebut adalah KM PFKB 443 GT 49,69 berbedera Thailand yang ditangkap PSDKP Belawan pada 13 Agustus 2018 lalu dengan satu orang tersangka bernama Suthar Maumodi warga Thailand.

Kemudian kapal kedua yang berbendera Myanmar dengan nama KM PFKB 600 GT 59,22, kapal ini juga ditangkap PSDKP Belawan pada 5 Oktober 2018 dengan tersangka bernama Ayung Nain Win yang merupakan warga negara Myanmar.

Dan selanjutnya kapal yang ketiga bernama KIA SLFA 4935 GT, 29,17 berbendara Malaysia, kapal ini ditangkap Ditpoloair Polda Sumatera Utara pada 5 Desember 2018.

Husein mengungkapkan bahwa pemusnahan kapal barang bukti tindak pidana perikanan itu akan terus dilakukan sebagai upaya penegakan hukum di bidang perikanan terutama di perairan Indonesia.

“Dari catatan kita pada 2019 ini sudah ada 51 kapal barang bukti perikanan yang perkaranya telah berkekuatan hukum tetap dan diputus untuk dimusnahan. Hingga 9 Mei 2019 tercatat 503 unit kapal barang bukti tindak pidana perikanan yang telah dimusnahkan,” ungkapnya.

Husein menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari keutuhan dan kerjasama antara KKP instansi lain seperti Kejaksaan Republik Indonesia Hakim Peradilan Umum, TNI-AL, Kepolisan dan Bakamla .

“Harapannya ke depan terus mendapatkan dukungan dari seluruh instansi terkait, dengan kerjasama yang baik upaya penuntasan Ilegal, Unreported and Unregulated Fishing, menjadi keniscayaan,” pangkasnya.(Res)

 



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Syamsul Arifin dan Politik Kepercayaan: Mengapa Ia Dikenang sebagai “Sahabat Semua Suku” di Sumatera Utara

Syamsul Arifin dan Politik Kepercayaan: Mengapa Ia Dikenang sebagai “Sahabat Semua Suku” di Sumatera Utara

Dinilai Tak Taat Asas, Komisi XIII Diminta Panggil Menteri Imipas Terkait Pemindahan Napi di Sumut

Dinilai Tak Taat Asas, Komisi XIII Diminta Panggil Menteri Imipas Terkait Pemindahan Napi di Sumut

Integritas sebagai Inti Kepemimpinan

Integritas sebagai Inti Kepemimpinan

BAKOPAM Sumut Salurkan Santunan untuk Petugas Kebersihan di Program Jum’at Berkah

BAKOPAM Sumut Salurkan Santunan untuk Petugas Kebersihan di Program Jum’at Berkah

UNPAB Perkuat Budaya Riset Lewat Workshop Internasional Aptisi Sumut

UNPAB Perkuat Budaya Riset Lewat Workshop Internasional Aptisi Sumut

Misteri “Board of Peace” Dibongkar, GREAT Institute: Keputusan Prabowo di Davos Sudah Benar

Misteri “Board of Peace” Dibongkar, GREAT Institute: Keputusan Prabowo di Davos Sudah Benar

Komentar
Berita Terbaru