Burhanuddin SE Ketua LPNU 2014-2019, Hoax Ketua PCNU Tak Pernah Duduk di Banom NU
MEDAN I Halomedan.co
Desas-desus soal Ketua PCNU Kota Medan Burhanuddin SE tak pernah duduk di salah satu Badan Otonom Nahdlatul Ulama Kota Medan. Sebagai perayaratan calon Ketua PCNU Kota Medan terjawab sudah. Katib Syuriah pun angkat bicara.
Katib Syuriah PCNU Kota Medan Hotmatua Paralihan mengatakan, Bahwasanya ada yang menghembuskan bahwa Ketua PCNU Medan tidak pernah duduk disalah satu banom NU adalah salah besar alias hoax tidak benar adanya. Burhanuddin adalah salah seorang penggerak pengorganisir di NU sewaktu PCNU dipimpin oleh Ahmad Firdausi sehingga Burhanuddin sangat aktif saat ini dan dikenal sangat vokal, ucapnya kepada SUMUT24, Rabu (1/5). Menurutnya, Burhanuddin sudah lama aktif di NU dan terpilih menjadi Ketua LPNU masa khitmad 2014- 2019 sehingga tidak ada keraguan dalam SK PCNU 2014-2019 dengan No 58/A.IL04/B/02/2015.
Menurutnya lagi, SK tersebut asli tanda tangan Saya, sekalipun tidak ada pertinggal sama saya tapi seingat saya ada beberapa kali rapat di NU cabang Medan yang dimotori oleh Saudara Burhan dan ketua Lama yakni, Pengorganisasian massa untuk pramuktamar yang diadakan di Pesanteren di Medan, Persiapan Pemberangkatan Muktamar di Jombang dan banyak lagi yang lainnya. Logikanya bagaimana mungkin seseorang yang tidak memiliki hak suara bisa ikut mengorganisir kegiatan internal organisasi dan sebagainya.
Dengan begitu kita tidak boleh ragu bahwa SK banom ada, kegiatan ada, kerjasama dalam mengurus organisasi (priode sebelumnya) antara Ketua Firdaus lama dan ketua Burhan baru (masih di Banom) pernah ada. Lalu jangan karena kebencian satu dengan yang lain semua fakta-fakta di atas di tiadakan, ucapnya.
Sementara itu Sekretaris PCNU Medan Zulkarnain mengatakan, Kalau ada yang menggemboskan bahwa Sahabat Burhanuddin tidak pernahndi banom NU adalah salah besar, karena sesuai SK yang keluarkan PCNU Medan 2014-2019 sewaktu pimpinan Hutasuhut, Burhanuddin adalah sebagai Ketua LPNU Medan sehingga tak terbantahkan.
Sementara itu Ketua PCNU Medan Burhanuddin mengatakan, Sebagai kader Nahdliyin saya sempat memimpin LPNU di Kota medan dan jadi motor di PC NU medan saat itu, dan saya harus tegaskan saya tidak pernah mengundurkan diri secara tertulis, Namun karena perbedaan prinsip dengan ketua PC NU Medan lama, beliau yang mensetting saya mengundurkan diri, sementara program LPNU terus berjalan oleh tim saya dan saya komandoi. Harus kita pahami dan wajib kita rubah reformasi sistem yang lama. Sekarang tertib administrasi dan bisa konsolidasi sampai garis kepengurusan yanig paling terendah saat ini, ucapnya. (W03)