Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian SH MSi : Bangun Sport Center di Desa Sena Deliserdang
Medan I
Langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara dalam pembinaan olahraga utamanya dalam hadapi PON 2024 mendatang.
“Saat ini Pemprovsu dan Dispora Sumut melalui Gubsu Edy Rahmayadi sedang mengusahakan atau pembebasan lahan baru di Desa Sena, Kualanamu, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang seluas lebih kurang 300 hektar. Di situ akan kita bangun sentra-sentra olahraga. Artinya membangun stadion utama yang kapasitasnya bisa menampung 70 ribu penonton pun sudah bisa,” ujar Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian SH MSi dalam wawancara khusus kepada SUNUT24 di ruang kerjanya, Selasa (29/1/2019).
Lebih lanjut dikatakan Kadispora Sumut ini, Pemprov Sumut sedang mengusahakan lahan tersebut dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara untuk pembangunan pusat olahraga (sport centre) tersebut. Artinya membangun stadion utama yang kapasitasnya bisa menampung 70 ribu penonton.
“Kenapa kita beli Desa Sena, karena lokasinya sangat luas dan dekat akses transaportasinya lancar. Ada dari Kereta Api, jalur tol dan jalan alteri, juga masyarakat banyak dan terbuka akses dan lebih dekat ke Bandara Kualanamu,” ujarnya.
Baharuddin Siagian mengatakan, Dispora Sumut juga berecana membangunan baru dan nantinya di lokasi tersebut akan kita bangun sentra-sentra olahraga.
“Kenapa kita beli Desa Sena, karena lokasinya sangat luas dan dekat akses transaportasinya lancar. Ada dari Kereta Api, jalur tol dan jalan alteri, juga masyarakat banyak dan terbuka akses dan lebih dekat ke Bandara Kualanamu,” ujarnya.
Inilah yang kita harapkan. Saat ini pemerintah sedang giat-giatnya bagaimana sejajarkan antara sport dan tourism untuk mempromosikan pariwisata berbagai daerah di Sumut. Misalnya di sana akan kita bangun sirkuit Motor GP, F1, sirkuit mobil lainnya, atau motor balapan lainnya. Ini akan menjadi destinasi wisata yang menjual.
Alasannya, bila dibuat sirkuit Motor GP di lokasi itu, pasti orang-orang dari negeri jiran seperti Malaysia, Thailand, Singapura dan lainnya khusunya di Asia berdatangan karena dekat hanya 45 menit sampai. “Targetnya 2024 harus selesai,” ujarnya.
“Prosesnya ini sedang negoisasi dengan Menteri BUMN, mudah-mudahan ini berjalan dengan baik. Bila ini sudah berjalan, maen atau nonton di sini F1, penonton-penonton kita sediakan Wisma Atlet tapi kelas bintang 4 dan 5. Penonton nginap di situ saja. Ke Parapat, kita harapkan Pemerintah bangun jalan tol ke Parapat yang saat ini masih Tebingtinggi.
“Inilah singkronisasi antara olahraga dan pariwisata. Sport dan Tourism atau berolahraga sekaligus berwisata. Orang siap nonoton sport langsung ke tempat wisata untuk rekreasi. Kita juga harapkan pemerintah segera bangun jalan tol ke Brastagi dan melanjutkan jalan tol Tebingtinggi-Parapat,” ujarnya.
Inilah sinergitas yang sangat baik. Kita harapkan semua pihak mendukungnya. Para peegiat-pegiat olahraga juga harus mendukung ini. Dananya, tak mesti diharapkan dari APBN, APBD, bisa juga pihak ketiga, dana CSR dan lainnya. Kita buat regulasinya.
“Semua ini merupakan obsesi kita, Sumut punya tempat atau sarana olahraga yang berskala nasional dan internasional. Kok kalah kita dengan daerah lain, padahal kita yang paling besar di Pulau Sumatera ini,” ujar Baharuddin Siagian.
Masih sebut Kadispora Sumut, tugas pokok Dispora itu, melakukan pembinaan olahraga yakni Pertama, Olahraga Pendidikan. Kedua Olahraga Prestasi dan ketiga Olahraga Rekrerasi.
Dalam implementasi yang diamanahkan UU, untuk Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut sudah melakuklan berbagai langkah terkait pembinaan atlet-atlet sejak usia dini sampai dengan berprestasi. Usia dini artinya taklah dimulai dari tingkat selokah dasar (SD), tapi kita melihat dimulai dari jenjang pendidikan SMP.
Usai tammat SMP kita lakukan telespoting diberbagai kabupaten kota sesuai dengan potensi olahraga yang ada di kabupaten/kota tersebut. “Kita lakukan telespoting, untuk kita bina di Pusat Pendikan Pelajar milik Dispora Sumut. Kita asramakan, kita bina di situ,” ujarnya.
Setelah itu, juga sumber-sumber atlet kita tak hanya dari situ. Ada pembinaan dari cabang-cabang olahraga lainnya baik di padepokan-padepokan, di Karate, Inkai, di Shoto-Kai, di Taekwando, di Doju dan lainnya banyak sekali. Setelah mereka bina, kita ikutkan dalam berbagai kejuaraan. Misalnya, ikutkan dalam kejuaraan memperebutkan Piala Gubernur Sumut.
“Inilah yang sudah kita lakukan selama ini. Dan sekarang kita senang, sebab Pak Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto sangat antusias untuk membina olahraga di Sumut. Ini terbukti beberapa hari lalu, Pak Kapoldasu sudah membuka secara resmi Piala Kapoldasu untuk Kejuaaran Sepakbola, voli ball, Karate, Shoto-Kai dan kejuaraan lainnya yang sudah dilaksanakan. Inilah yang menjadi apresiasi kita terkait kegiatan tersebut,” ujarnya.
Satu bulan lalu, Pak Kajatisu buat Piala Kajatisu untuk Sumut. Pemprovsu melakukan hal sama dan cabor-cabor itu melakukan hal yang sama.
Intinya, ujar Baharuddin Siagian, pembinaan diusia dini tentang, keolahragaannya yang kita bina pelajar. Sedangkan pendidikan tetap di pendidikan umum atau dinas pendidikan. Dan setelah SMA, pelajar tersebut tetap kita bina, diserahkan ke Koni ke cabor-cabor yang ada. (R03)