Jumat, 30 Januari 2026

Kapolri Beri Mata Kuliah Teroris di Universitas Singapura

Administrator
Rabu, 23 Januari 2019 07:31 WIB
Kapolri Beri Mata Kuliah Teroris di Universitas Singapura

JAKARTA-halomedan.co
Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D., Selasa, 22 Januari 2019, kembali ke almamater tempatnya berkuliah di Nanyang Technological University (NTU) Singapura. Kali ini bukan untuk menuntut ilmu, namun untuk memberikan kuliah tentang penanggulangan terorisme di salah satu universitas terbaik dunia tersebut.

Kapolri memberikan kuliah dengan judul Strategy and Counter Strategy of Terrorist Networks, Case Study Indonesia, kepada para peserta 12th Terrorism Analyst Training Course. Kursus diikuti oleh 50 peserta dengan berbagai latar belakang profesi dari 14 negara, termasuk 6 mahasiswa program magister dan doktoral Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta.

Dalam kuliah berdurasi lebih dari 1,5 jam tersebut, Kapolri menyampaikan berbagai isu terkini terkait strategi penanggulangan terorisme di Indonesia. Mulai dari penjelasan tentang konsep dasar dan bentuk-bentuk terorisme, sejarah perkembangan terorisme di tanah air dan terorisme global, strategi penanggulangan terorisme di Indonesia, sampai dengan analisis mengenai efektivitas strategi penanggulangan terorisme di Indonesia.

Kapolri menilai bahwa penanggulangan terorisme di Indonesia yang mengkombinasikan pendekatan _hard power_ berupa penegakan hukum secara tegas, profesional, dan dengan menunjunjung tinggi nilai-nilai HAM, dengan pendekatan _soft power_ berupa deradikalisasi, kontraradikalisasi, kontraideologi, netralisasi saluran penyebaran ideologi radikal, serta netralisasi situasi kondusif terhadap penyebaran ideologi radikal, sangat efektif dalam upaya penanggulangan terorisme di Indonesia.

Selain itu, pendekatan penegakan hukum juga sangat tepat diterapkan di Indonesia dalam iklim demokrasi yang menjunjung tinggi supremasi hukum dan penghormatan terhadap nilai-nilai HAM. Pendekatan penegakan hukum telah berhasil merebut simpati publik kepada Pemerintah negara dalam upaya penanggulangan terorisme.

Kombinasi antara pendekatan _hard power_ dan _soft power_ tersebut juga dinilai berhasil dan telah menarik berbagai Pemerintah negara asing dan lembaga internasional. Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang dinilai berhasil mengatasi permasalahan terorisme dengan cara-cara terhormat dan bermartabat di mata dunia.

Acara perkuliahan ditutup dengan tanya jawab yang dipandu oleh Deputy Head of International Centre for Political Violence and Terrorism Research pada S. Rajaratnam School of International Studies, NTU, Dr. Jolene Jerard. Para peserta tampak sangat antusias untuk mengajukan pertanyaan kepada Kapolri, sehingga diskusi berlangsung dengan sangat hangat.(res46)



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Head to Head di Musda Golkar Sumut: Hendri Sitorus vs Andar Harahap

Head to Head di Musda Golkar Sumut: Hendri Sitorus vs Andar Harahap

IPI–Pegadaian Sumut Bangun Sinergi Investasi Unik, Sampah Ditukar Jadi Emas

IPI–Pegadaian Sumut Bangun Sinergi Investasi Unik, Sampah Ditukar Jadi Emas

‘Mens Rea’ Membuktikan Humor Tidak Niscaya Lucu

‘Mens Rea’ Membuktikan Humor Tidak Niscaya Lucu

Cegah Banjir Musim Hujan, Babinsa Ngaringan Gotong Royong Bersihkan Gorong-Gorong

Cegah Banjir Musim Hujan, Babinsa Ngaringan Gotong Royong Bersihkan Gorong-Gorong

Ibunda Wartawan  Irvan Rumapea Meninggal Dunia, Ketua Pewarta Polrestabes Medan Berikan Tali Asih

Ibunda Wartawan Irvan Rumapea Meninggal Dunia, Ketua Pewarta Polrestabes Medan Berikan Tali Asih

Yayasan Pendidikan Graha Kirana dan DHD 45 Provsu Teken MoU, Prof. Arif Nasution Terima Lencana Kejuangan 45

Yayasan Pendidikan Graha Kirana dan DHD 45 Provsu Teken MoU, Prof. Arif Nasution Terima Lencana Kejuangan 45

Komentar
Berita Terbaru