Jumat, 18 September 2026

Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Level Siaga

Administrator
Kamis, 27 Desember 2018 09:09 WIB
Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Level Siaga

Jakarta I SUMUT24.CO

Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkkan status Gunung Anak Krakatau. Sebelumnya status Gunung Anak Krakatau dari Waspada (Level 2) menjadi Siaga (Level 3), dengan zona berbahaya diperluas dari 2 kilometer menjadi 5 kilometer.

Adapun informasi yang dihimpun melalui Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, menyampaikan masyarakat maupun wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 5 kilometer dari puncak kawah Gunung Anak Krakatau. “Naiknya status Siaga (Level 3) ini berlaku terhitung mulai pukul 06.00 WIB,” ujarnya, Kamis (27/12/2018).

Ia menjelaskan, berdasarkan data PVMBG, Gunung Anak Krakatau aktif kembali dan memasuki fase erupsi mulai Juli 2018. Erupsi selanjutnya berupa letusan-letusan Strombolian, yaitu letusan yang disertai lontaran lava pijar dan aliran lava pijar yang dominan mengarah ke tenggara. “Erupsi yang berlangsung fluktuatif,” katanya.

Masih dikatakan Sutopo, pada 22 Desember 2018 terjadi erupsi, namun tercatat skala kecil, jika dibandingkan dengan erupsi periode September-Oktober 2018. Hasil analisis citra satelit diketahui lereng barat-barat daya longsor (flank collapse) dan longsoran masuk ke laut. “Inilah kemungkinan yang memicu terjadinya tsunami (Selat Sunda)kemarin,” ujarnya.

Akan tetapi, sejak 22 Desember 2018, diamati adanya letusan tipe Surtseyan yaitu alira lava atau magma yang keluar kontak langsung dengan air laut. Hal ini berarti debit volume magma yang dikeluarkan meningkat dan lubang kawah membesar.

“Kemungkinan terdapat lubang kawah baru yang dekat dengan ketinggian air laut. Sejak itulah letusan berlangsung tanpa jeda. Gelegar suara letusan terdengar beberapa kali per menit,” terangnya.

Sementara itu BMKG merekomendasikan, masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di pantai pada radius 500 meter hingga 1 kilometer dari pantai untuk mengantisipasi adanya tsunami susulan.

“Masyarakat diimbau tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaannya. Gunakan selalu informasi dari PVMBG untuk peringatan dini gunung api dan BMKG terkait peringatan dini tsunami. Jangan percaya dari informasi yang menyesatkan yang sumbernya tidak dapat dipertanggung jawabkan,” tandasnya.

Pada Rabu (26/12/2018) terpantau letusan berupa awan panas dan Surtseyan. Awan panas tersebut mengakibatkan adanya hujan abu di Kota Cilegon dan sebagian Serang sekitar pukul 17.15 WIB.

“Ini tidak berbahaya. Abu vulkanik justru menyuburkan tanah. Masyarakat agar mengantisipasi menggunakan masker dan kacamata saat beraktivitas di luar saat hujan abu,” katanya.

Saat ini, sambung Sutopo aktivitas letusan masih berlangsung secara menerus, yaitu berupa letusan Strombolian disertai lontaran lava pijar dan awan panas.

Sutopo melanjutkan, pengamatan Gunung Anak Krakatau sejak pukul 00.00 – 06.00 WIB, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung, tremor menerus dengan amplitude 8-32 milimeter (dominan 25 milimeter), dan terdengar dentuman suara letusan.

Untuk itu, PVMBG merekomendasikan masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 5 km dari puncak kawah karena berbahaya terkena dampak erupsi berupa lontaran batu pijar, awan panas dan abu vulkanik pekat. Kendati di dalam radius 5 km tersebut tidak ada permukiman. (red)



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Buka Akses Karier Global, UNPAB Jajaki Program Magang Mahasiswa di Industri Pariwisata Taiwan

Buka Akses Karier Global, UNPAB Jajaki Program Magang Mahasiswa di Industri Pariwisata Taiwan

Abdi Dalem Kraton Surakarta

Abdi Dalem Kraton Surakarta

UNPAB Medan Raih Kelulusan 100 Persen Serdos Gelombang I 2026, 22 Dosen Resmi Tersertifikasi

UNPAB Medan Raih Kelulusan 100 Persen Serdos Gelombang I 2026, 22 Dosen Resmi Tersertifikasi

WR II UNPAB Ucapkan Terima Kasih, 22 Dosen Lulus 100 Persen Sertifikasi Dosen

WR II UNPAB Ucapkan Terima Kasih, 22 Dosen Lulus 100 Persen Sertifikasi Dosen

Think Better, Work Better, Serve Better! Monthly Upgrade Academy Dorong Budaya Mutu dan Perbaikan Berkelanjutan di UNPAB

Think Better, Work Better, Serve Better! Monthly Upgrade Academy Dorong Budaya Mutu dan Perbaikan Berkelanjutan di UNPAB

Deepa Malik: Membawa Ikon India Shah Rukh Khan & Amitabh Bachchan ke dalam Gerakan 100 CTFP

Deepa Malik: Membawa Ikon India Shah Rukh Khan & Amitabh Bachchan ke dalam Gerakan 100 CTFP

Komentar
Berita Terbaru