Jumat, 18 September 2026

Galeri Perdamaian di Resmikan

Administrator
Kamis, 01 November 2018 04:15 WIB
Galeri Perdamaian di Resmikan

MEDAN,- halomedan.co
Maraknya radikalisme dan aksi terorisme di Indonesia yang dapat merusak dan memecah belah NKRI, Polda Sumatera Utara bergerak cepat, salah satunya dengan mendirikan galeri perdamaian, Kamis (1/11/2018).

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH mengatakan galeri ini didirikan untuk mencegah dan menekan paham radikalis dan bahaya teroris di masyarakat. Di dalam galeri ini terdapat gambaran atas aksi dan pasca aksi paham radikal dan teroris yang dapat merusak dan memecah belah NKRI.

“Saya meresmikan ini untuk mengingatkan kembali generasi muda dan masyarakat akan bahaya paham radikal dan teroris. Agar semua masyarakat sadar, Indonesia ini perlu dijaga dengan kedamaian,” kata Agus.

Ia juga meminta kepada eks pelaku teroris dan paham radikal untuk berkomitmen menjaga NKRI dari perpecahan dan terus mensosialisasikan bahaya paham tersebut kepada masyarakat.

Dalam peresmian galeri perdamaian ini, sejumlah pejabat utama polda sumut hadir yaitu Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, Dirkrimum Kombes Andi Rian, Dir Intelkam Kombes Dedy Kusuma Bakti, Kabid Humas Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.

Pimpinan Ponpes Al Hidayah Sei Mencirim dan Pimpinan Galeri Perdamai Ustaz Khairul Ghazali mengatakan sangat berterimakasih kepada Kapolri, Kapolda Sumut dan jajaran karena sudah membantu mendirikan galeri perdamaian ini. Awalnya, galeri ini hanya didirikan seadanya, berdinding tepas, beralaskan kayu dan beratapkan rumbia, namun sekarang sudah cantik dan berbasis teknologi digital.

“Saya berharap galeri perdamaian ini dapat membantu dan menyadarkan masyarakat yang sekarang ini sedang berada dikegelapan yaitu menjalankan aktifitad radikal untuk memecah belah NKRI,” katanya.

Gazali yang juga eks terorisme atas kasus perampokan bank CIMB di Medan menyatakan pernah berada di dalam kegelapan untuk berperang dengan negara mengatasnamakan agama islam, sehingga membuat dirinya di penjara. Ternyata, aksi masa lalunya tersebut sangatlah salah.

“Saya menyesal melakukan aksi terorisme, dan di penjara saya mengetahui yang saya lakukan salah. Kini saya mendapat hidayah untuk menjaga persatuan dan Indonesia,” ucapnya.(res)



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
WR II UNPAB Ucapkan Terima Kasih, 22 Dosen Lulus 100 Persen Sertifikasi Dosen

WR II UNPAB Ucapkan Terima Kasih, 22 Dosen Lulus 100 Persen Sertifikasi Dosen

Think Better, Work Better, Serve Better! Monthly Upgrade Academy Dorong Budaya Mutu dan Perbaikan Berkelanjutan di UNPAB

Think Better, Work Better, Serve Better! Monthly Upgrade Academy Dorong Budaya Mutu dan Perbaikan Berkelanjutan di UNPAB

Deepa Malik: Membawa Ikon India Shah Rukh Khan & Amitabh Bachchan ke dalam Gerakan 100 CTFP

Deepa Malik: Membawa Ikon India Shah Rukh Khan & Amitabh Bachchan ke dalam Gerakan 100 CTFP

Forum Pimred Serahkan Penghargaan Pena Emas kepada KSP Dudung Abdurahman

Forum Pimred Serahkan Penghargaan Pena Emas kepada KSP Dudung Abdurahman

Jembatan Gantung Bolatan Rampung 100 Persen, Warga Kini Punya Akses Lebih Aman

Jembatan Gantung Bolatan Rampung 100 Persen, Warga Kini Punya Akses Lebih Aman

Shohibul Anshor Siregar Sebut Status Tersangka Anggota DPRD Sumut Belum Alasan Otomatis PAW, Ingatkan Asas Praduga Tak Bersalah

Shohibul Anshor Siregar Sebut Status Tersangka Anggota DPRD Sumut Belum Alasan Otomatis PAW, Ingatkan Asas Praduga Tak Bersalah

Komentar
Berita Terbaru