Jumat, 30 Januari 2026

Direktur Eksekutif LIPPSU Azhari AM Sinik Minta Gubsu-Choky Berangkulan

Administrator
Selasa, 04 Januari 2022 12:51 WIB
Direktur Eksekutif LIPPSU Azhari AM Sinik Minta Gubsu-Choky Berangkulan

MEDAN, HALOMEDAN.CO
Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU) Azhari AM Sinik (foto) berharap persoalan Gubsu Edy Rahmayadi yang menjewer telinga pelatih biliar Khoirudin (Choki) Aritonang disudahi. Keduanya diminta untuk berangkulan dan mengambil hikmah dari peristiwa ini.

“Kita berharap keduanya berangkulan agar persoalan (jewer telinga) tidak melebar ke mana-mana dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu,” kata Azhari kepada wartawan di Medan, Selasa (4/1).

Azhari menyikapi perkembangan terakhir pasca viralnya aksi jewer telinga yang dilakukan Gubsu Edy Rahmayadi terhadap Choki saat acara pemberian tali asih bagi atlet dan pelatih PON XX di Papua di Aula Tengku Rizal Nurdin, Senin (27/12/2021) siang lalu.

Menurut Azhari, peristiwa tersebut mendapat reaksi beragam, mulai dari pengamat hukum, politisi dari sejumlah partai politik, pemerhati kebijakan publik, pecinta olahraga, praktisi hingga kalangan dewan di Medan bahkan di Jakarta.

Dari berita yang menghiasi laman media cetak hingga media sosial, kedua belah pihak terkesan saling mempertahankan pandangan dan argumentasi terkait peristiwa tersebut.

Terlepas dari itu semua, Azhari mengumpamakan hal itu sebagai balon yang ditiup. “Bila terus ditiup, tentu balonnya semakiin besar bahkan bisa pecah, tapi sebaliknya kalau tak dihembus, balon tersebut dapat kempes,” katanya.

Bertitik tolak dari perumpamaan itu, Azhari meminta semua pihak yang terkait untuk mengenyampingkan pergaduhan dan mendahulukan niat untuk mendikusikan secara arif dan bijaksana permasalahan tersebut.

“Karena, kan kita lihat baik Choky dan Gubsu sudah bertemu dan menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan aksi jewer tersebut. Hal ini saya kira sudah baik, dan diharapkan ditindaklanjuti dengan pemufakatan untuk saling menjaga dan tidak mengulangi perbuatan serupa,” sebut Azhari.

Menurut Azhari, keinginan untuk mengakhiri permasalahan tersebut dapat menghindari kegaduhan lebih luas dan dikhawatirkan akan dimanfaatkan pihak-pihak tertentu, sehingga persoalannya jadi tambah ruwet.

“Saya kira sekarang, marilah berjiwa besar untuk memulai sesuatu yang baru dengan lebih semangat, jauhi permusuhan dan berangkulan lah, akhiri persoalan ini,” kata Azhari, seraya menyebutkan, masih banyak persoalan di Sumut yang harus diselesaikan.

“Apalagi berkaitan dengan olahraga, Sumut dan Aceh akan jadi tuan rumah bersama PON XXI tahun 2024, mari kita lebih fokus membenahi kesiapan kita menghadapi perhelatan akbar tersebut,” pungkas Azhari. (rel)



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Syamsul Arifin dan Politik Kepercayaan: Mengapa Ia Dikenang sebagai “Sahabat Semua Suku” di Sumatera Utara

Syamsul Arifin dan Politik Kepercayaan: Mengapa Ia Dikenang sebagai “Sahabat Semua Suku” di Sumatera Utara

Dinilai Tak Taat Asas, Komisi XIII Diminta Panggil Menteri Imipas Terkait Pemindahan Napi di Sumut

Dinilai Tak Taat Asas, Komisi XIII Diminta Panggil Menteri Imipas Terkait Pemindahan Napi di Sumut

Integritas sebagai Inti Kepemimpinan

Integritas sebagai Inti Kepemimpinan

BAKOPAM Sumut Salurkan Santunan untuk Petugas Kebersihan di Program Jum’at Berkah

BAKOPAM Sumut Salurkan Santunan untuk Petugas Kebersihan di Program Jum’at Berkah

UNPAB Perkuat Budaya Riset Lewat Workshop Internasional Aptisi Sumut

UNPAB Perkuat Budaya Riset Lewat Workshop Internasional Aptisi Sumut

Misteri “Board of Peace” Dibongkar, GREAT Institute: Keputusan Prabowo di Davos Sudah Benar

Misteri “Board of Peace” Dibongkar, GREAT Institute: Keputusan Prabowo di Davos Sudah Benar

Komentar
Berita Terbaru