UNIQLO Indonesia Jadi Peritel Pakaian Pertama Gunakan Sertifikat Energi Terbarukan dari PLN Fast Retailing
Jakarta – Halomedan.co
PT Fast Retailing Indonesia (UNIQLO
Indonesia) memantapkan rencana transisi ke model bisnis baru yang
mengusung prinsip-prinsip keberlanjutan dengan membuat komitmen untuk
mendukung upaya pemerintah Indonesia melalui penggunaan sumber listrik
dari pembangkit yang menggunakan energi terbarukan di seluruh toko
UNIQLO Indonesia. Komitmen ini dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama
Jual Beli Sertifikat Energi Terbarukan yang ditandatangani oleh Shigeru
Kumano, CFO Fast Retailing Indonesia dan Edison Sipahutar, Executive
Vice President Pelayanan Pelanggan Korporat dan Institusi Besar PT PLN
(Persero), pada Senin, 13 Desember 2021 di Jakarta. Dengan
penandatanganan Perjanjian Kerjasama tersebut, UNIQLO Indonesia menjadi
perusahaan ritel pertama di industri pakaian Indonesia yang akan
mendapatkan Renewable Energy Certificate (REC) sebagai bukti telah
menggunakan listrik yang berasal dari Pembangkit Energi Terbarukan
PLN, Selasa 14/12/2021.
SIARAN PERS
“Perusahaan kami menekankan kepedulian terhadap lingkungan dalam semua proses
bisnis kami, mulai dari manufaktur hingga distribusi dan penjualan, mengurangi emisi gas
rumah kaca dan limbah dengan menerapkan proses produksi yang ramah lingkungan.
UNIQLO Indonesia mengambil peran melalui salah satu inisiatifnya yakni
mengimplementasikan penggunaan listrik yang dihasilkan dari energi terbarukan di
seluruh toko UNIQLO di Indonesia,” ujar Shigeru Kumano, selaku CFO PT Fast
Retailing Indonesia.
Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN ini dihasilkan dari PLTP Kamojang di Jawa
Barat dan dikirim melalui infrastruktur yang sudah ada. Dengan menggunakan REC,
UNIQLO Indonesia sudah menggunakan sumber energi terbarukan dari PLN.
Executive Vice President Pelayanan Pelanggan Korporat dan Institusi
Besar PT PLN (Persero), Edison Sipahutar mengatakan bahwa pembelian
Renewable Energy Certificate (REC) tersebut dimaksudkan untuk mendorong percepatan
transisi peralihan Indonesia menuju energi terbarukan dengan memastikan kebutuhan
konsumsi listrik dipenuhi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Energi Terbarukan.
“Renewable Energy Certificate (REC) ini merupakan bukti dihasilkannya tenaga MegaWatt-hour (MWh) dari Pembangkit Listrik Tenaga Energi Terbarukan dimana 1 REC
sama dengan 1 MWh dari produksi energi. Saat ini terdapat 70 perusahaan dari berbagai
industri termasuk UNIQLO Indonesia yang mewujudkan industri berkelanjutan melalui
penggunaan listrik dari energi terbarukan. Semakin banyak industri dan perusahaan yang
memiliki REC artinya Indonesia bisa menghemat penggunaan energi yang tidak dapat
diperbaharui sehingga beban lingkungan lebih ringan,” ujar Edison.
Kerjasama antara UNIQLO Indonesia dan PT PLN (Persero) tersebut berlaku selama dua
tahun sejak penandatangan Perjanjian Kerjasama atau berakhir pada 13 Desember 2023.
Komitmen ini juga merupakan dukungan UNIQLO Indonesia untuk mewujudkan tujuan dari
Perjanjian Paris mengenai Perubahan Iklim dalam hal pengurangan emisi gas rumah kaca
pada 2050. UNIQLO Indonesia senantiasa berusaha untuk melanjutkan upaya-upaya
tersebut melalui rantai pasokan dan penggunaan produk-produk UNIQLO untuk
mengurangi emisi gas rumah kaca.
Secara global, Fast Retailing menargetkan 40% dari seluruh toko UNIQLO dan Perusahaan
seinduk UNIQLO yaitu GU menggunakan Energi Terbarukan. Pada Agustus 2021, terdapat
64 toko UNIQLO dari sembilan pasar di Eropa yang telah beralih ke energi terbarukan.
Pada akhir 2021, semua toko di Amerika Utara dan di beberapa negara di Asia Tenggara
akan turut menyelesaikan peralihan ini.
Pada bulan September 2021, Fast Retailing juga mengumumkan target dan rencana aksi
tahun fiskal 2030. Target ini telah disetujui sebagai Target Berbasis Sains oleh inisiatif SBT
(SBTi) untuk bisnis berkelanjutan yang meliputi membuat pakaian yang berkualitas dan
ramah lingkungan, pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 90% dari mulai toko,
kantor hingga rantai pasokan, penghematan konsumsi listrik, peningkatan proporsi bahan
daur ulang menjadi sekitar 50%, inistiatif pengurangan sampah, hingga menciptakan
tempat kerja yang menghormati keberagaman dan inklusi.rel