Kapolres Lhokseumawe Dikabarkan Positif Covid-19, AKBP Eko Hartanto : Alhamdulillah Saya Sehat-sehat Saja
LHOKSEUMAWE, Halomedan.co
Beberapa belakangan terakhir, beredar kabar di media sosial (Medsos) menyebutkan sejumlah anggota kepolisian jajaran Polda Aceh positif Covid-19.
Ironisnya, kabar yang dalam dua hari terakhir ini satu di antaranya dikabarkan positif adalah orang nomor satu di Mapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH.
Menyikapi hal itu, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto kepada wartawan saat dikonfirmasi, Minggu (2/8/2020) malam mengatakan dirinya dalam kondisi sehat dan tidak ada tanda-tanda apapun seperti berita yang beredar di medsos.
“Alhamdulillah sampai saat ini dan sejauh ini tentang adanya pandemi Covid-19 saya sehat-sehat aja, tidak ada tanda gejala apapun di diri saya,” tulisnya melalu pesan Whatapp kepada wartawan.
Mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan ini juga menyarankan wartawan agar meminta keterangan resmi dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Aceh. “Tanyakan saja ke Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Aceh,” balasnya singkat.
Sementara informasi lain diterima wartawan, Kamis (23/7/2020) lalu telah dilakukan uji swab bertepatan dengan kedatangan Kapolda Aceh ke Polres Lhokseumawe.
Ditempat terpisah, Puskesmas di Nagan Raya yang ditutup sementara pelayanan medis bertambah menjadi dua unit di kabupaten itu. Sebelumnya Puskesmas Alue Bilie Kecamatan Darul Makmur, kini giliran Puskesmas Suka Mulya ditutup sementara mulai Minggu (2/8/2020). Penutupan layanan medis di Puskesmas Suka Mulya Kecamatan Darul Makmur mulai Minggu hingga 18 Agustus 2020.
Puskesmas tersebut ditutup karena sebelumnya pernah melayani pasien yang saat ini positif dirawat di ruang isolasi RSUD Sultan Iskandar Muda (SIM) Nagan Raya sebanyak 5 orang.
Kepala Puskesmas Suka Mulya, Dini Marlinda dikonfirmasi Serambinews.com, Minggu(2/8/2020) membenarkan bahwa Puskesmas dipimpinnya ditutup sementara pelayanan medis. “Puskesmas kami pernah melayani pasien yang saat ini positif,” kata Dini.
Menurutnya, penutupan sementara hingga tanggal 18 Agustus 2020 dan kepada masyarakat diinformasikan bahwa untuk sementara waktu berobat ke Puskesmas terdekat.
Langkah penutupan sudah dikoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta pihak terkait lainnya. Dikatakannya, petugas medis yang pernah kontak langsung dan tidak sudah dirapid test.
Selain itu juga isolasi mandiri sebagai pencegahan guna memutus mata rantai serta Puskesmas akan disinfektan. Seperti diberitakan, Puskesmas Alue Bilie, Nagan Raya, Kamis (30/7/2020) sore ditutup sementara pelayanan medis.
Pasalnya, Puskesmas tersebut pernah merawat empat pasien yang reaktif hasil rapid test yang saat ini sudah dirujuk ke RSUD Sultan Iskandar Muda (SIM) kabupaten setempat.
Informasi menjelaskan, papan tulisan ditutup sementara dipajangkan di depan pintu Puskesmas. Selain itu sebuah pemberitahuan juga ditempelkan dengan sejumlah poin pemberitahuan yang diteken Plt Kepala Puskesmas (Kapus) Alue Bilie, Hardiansyah SKep Ners.
Plt Kapus Alue Bilie, Hardiansyah ditanyai membenarkan bahwa manajemen pelayanan di Puskesmas ditutup sementara waktu. “Ada sejumlah pertimbangan sehingga ditutup sementara selama 5 hari,” katanya.
Menurutnya, penutupan sementara karena empat pasien yang diketahui reaktif rapid test pernah dirawat selama 3 hari di Puskesmas. Sehingga sejumlah petugas medis pernah kontak dengan pasien tersebut yang saat ini pasien tersebut sudah dirujuk ke RSUD SIM.
Pertimbangan lain hasil rekomendasi dokter spesialis paru sehingga butuh isolasi mandiri petugas medis sambil menunggu hasil swab pasien di RSUD SIM keluar. “Terhadap langkah penutupan juga sudah berkoordinasi dengan Dinkes Nagan Raya,” katanya
Kepala Puskesmas Alue Bilie, Hardiansyah mengatakan, dengan penutupan sementara Puskesmas Alue Bilie maka masyarakat dapat berobat ke Puskesmas terdekat.
“Untuk wilayah Kecamatan Darul Makmur terdapat tiga Puskesmas. Ada dua Puskesmas lain yakni Puskesmas Suka Mulya dan Puskesmas Alue Rambot,” katanya.(red)