Selasa, 22 September 2026

Penduduk Miskin Sumut Bertambah 23.000 Orang Jadi 1,28 Juta

Administrator
Kamis, 16 Juli 2020 05:12 WIB
Penduduk Miskin Sumut Bertambah 23.000 Orang Jadi 1,28 Juta

MEDAN, Halomedan.co

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat, jumlah penduduk miskin di Sumatra Utara (Sumut) pada Maret 2020 bertambah 23.000 orang menjadi 1,28 juta orang dari 1,26. Penambahan ini membuat penduduk miskin kini sekitar 8,75% dari total penduduk Sumut. Padahal di periode September 2019 masih sekitar 8,63% dari total penduduk Sumut.

Kepala Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik BPS Sumut, Fadjar Wahyu Tridjono, mengatakan, jumlah penduduk miskin di Sumut masih lebih tinggi di daerah perdesaan yakni sekitar 8,77% dan di perkotaan sebesar 8,73%. “Tapi penduduk miskin di perkotaan pada Maret 2020 naik sebesar 0,34 poin. Sedangkan di daerah justru turun 0,16 poin dibandingkan September 2019,” ujar Fadjar Wahyu Tridjono, Rabu (15/7/2020).

Fadjar mengatakan, Garis kemiskinan di Sumut pada Maret 2020 tercatat sebesar Rp 502.904/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp 376.790 (74,92%) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp 126.114 (25,08%). Untuk daerah perkotaan, garis kemiskinannya sebesar Rp 518.218/kapita/bulan dan untuk daerah perdesaan sebesar Rp 484.717/kapita/bulan.

Untuk diketahui, Garis Kemiskinan dipergunakan sebagai batas untuk menentukan miskin atau tidaknya seseorang. Jadi mereka yang masuk dalam kategori penduduk miskin adalah yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap Garis Kemiskinan baik di perkotaan maupun di perdesaan pada umumnya hampir sama. Beras masih berperan sebagai penyumbang terbesar Garis Kemiskinan baik di perkotaan (19,85%) maupun di perdesaan (29,74%).

Empat komoditi makanan lainnya penyumbang terbesar Garis Kemiskinan di perkotaan adalah rokok kretek filter (12,95%), tongkol/tuna/cakalang (4,07%), telur ayam ras (3,74%), dan cabai merah (3,06%). Sementara di perdesaan, empat komoditi makanan lainnya penyumbang terbesar adalah rokok kretek filter (9,64%), telur ayam ras (3,22%), tongkol/tuna/cakalang (3,02%), dan gula pasir (2,97%).

Fadjar mengatakan, beberapa faktor yang diduga berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Sumut pada periode September 2019 hingga Maret 2020 diantaranya selama periode tersebut angka inflasi umum tercatat sebesar 0,45%. Kemudian Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2020 turun jadi 4,73% dari Agustus 2019 sebesar 5,41%, pertumbuhan ekonomi cukup stabil meskipun sedikit melambat dari 5,21% pada Triwulan IV-2019 menjadi 4,65% pada Triwulan I-2020.

“Daya beli petani di Sumut selama beberapa periode terakhir juga menunjukkan peningkatan yang cukup berarti, dimana NTP September tahun 2019 sebesar 97,34 meningkat menjadi 109,41 di Maret 2020. Ini juga mempengaruhi tingkat kemiskinan di perdesaan,” kata Fadjar. (red)



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Teguh Santosa: Dukungan Indonesia pada Palestina Berubah!

Teguh Santosa: Dukungan Indonesia pada Palestina Berubah!

Terkait Kasus Tersangka Dhody Thahir, Ketua DPRDSU Diperiksa Polda Sumut

Terkait Kasus Tersangka Dhody Thahir, Ketua DPRDSU Diperiksa Polda Sumut

YARA Soroti Sektor Rawan Dugaan Korupsi Aceh Besar

YARA Soroti Sektor Rawan Dugaan Korupsi Aceh Besar

SMSI Aceh Besar Audiensi dengan Garuda Indonesia, Bahas Peluang Sinergi dan Promosi Aceh

SMSI Aceh Besar Audiensi dengan Garuda Indonesia, Bahas Peluang Sinergi dan Promosi Aceh

DARI EVALUASI MENUJU AKSI: MENGUBAH RAKOR MENJADI MESIN PERBAIKAN KEMENIMIPAS

DARI EVALUASI MENUJU AKSI: MENGUBAH RAKOR MENJADI MESIN PERBAIKAN KEMENIMIPAS

Kejurnas Bridge ke-60 di Mamuju, Sumut Sabet Perak dan Gelar Pasangan Campuran Terbaik

Kejurnas Bridge ke-60 di Mamuju, Sumut Sabet Perak dan Gelar Pasangan Campuran Terbaik

Komentar
Berita Terbaru