Selasa, 24 Maret 2026

MUSDA GOLKAR SUMUT MENAKAR PERTARUNGAN ANTAR WAKIL

Administrator
Selasa, 14 Juli 2020 14:49 WIB
MUSDA GOLKAR SUMUT MENAKAR PERTARUNGAN ANTAR WAKIL

MEDAN,  Halomedan.co

Musda Golkar Sumut yang akan digelar pada Bulan Juli 2020 ini, dipastikan akan mempertemukan dua wakil dari Pemerintah Sumatera Utara, yakni wakil dari eksekutif yaitu Wakil Gubernur akan berhadapan dengan wakil dari legislatif yaitu Wakil Ketua dari DPRD Sumatera Utara, ungkap Wakil Sekretaris Bidang Infrastruktur Sirajuddin Gayo kepada Halomedan, Selasa (14/7). Menurutnya, Gelaran kali ini sangat bernilai positif, karena dapat mempertontonkan jalannya demokrasi yang dimiliki oleh Partai Golkar, dan kembali memperkuat eksistensi Partai Golkar ditengah kehidupan demokrasi bangsa ini. Namun sedikit perlu dipertegas, demokrasi yang dijalankan partai, akan memperkuat eksistensi partai, bila dan hanya bila demokrasi bangsa ini telah sehat dari sakit yang masih berkepanjangan.

Kembali ke topik, menakar pertarungan para wakil di Musda Golkar Sumut, klaim 27 dukungan DPD, disampaikan sebagai dukungan solid karena surat dukungan yang telah ditandatangani.

Sebagai kader yang telah malang melintang di Partai Golkar, pernyataan tersebut dipahaminya sebagai pernyataan yang sedang tidak menginjak bumi. Karena di partai ini sulit menemukan kader fanatisme dengan militansi yang kuat. aApalagi ke 27 dukungan DPD tersebut dibangun secara pragmatis dengan berbagai kepentingan sesaat.

Makanya menjadi wajar saja ketika pada waktu yang bersamaan, ada pemilik suara yang mengantarkan surat dukungannya untuk kedua kubu.

Dan sakitnya praktek tersebut dianggap praktek wajar dan biasa saja. Itulah ironinya berpolitik dalam situasi politik sakit bangsa ini.

Dengan jeroan seperti itu, maka dapat dipastikan bahwa pertarungan antar para wakil itu, tidak lebih dan tidak kurang adalah pertarungan kekuatan sumber daya.

Kedua kubu pada dasarnya memiliki sumber daya yang dapat dipertandingkan dalam satu ring. Bahkan saling timpa pun akan sanggup dilakukan oleh kedua petarung tersebut. Namun secara kasat mata sudah bisa ditebak, siapa yang akan bertahan sampai ronde terakhir. Dukungan sumber daya yang nyaris tak berbatas dengan dukungan sumber daya dalam banyak keterbatasan ditambah berbagai persoalan yang masih tersisa dari Musda gagal yang lalu, sudah bisa diprediksi dengan mudah siapa yang akan menjadi pemenang.

Pertanyaan besarnya, apakah tidak membaca tanda-tanda alam?, Kenapa begitu ngototnya kembali berjuang?, Satu-satunya jawaban yang hampir pasti benar, pertarungan kali ini adalah pertarungan TO BE or NOT TO BE. Menjadi pemenang atau menjadi pecundang dan hilang dari garis kepartaian. Tidak ada pilihan lain, selain harus melawan. Tanda-tanda alam pun diabaikan.

Padahal begitu banyak isyarat yang terbaca secara jelas, diskresi yang diterbitkan sejak dini dan diminta untuk dipublikasikan secara luas, terpilih secara aklamasi dalam Musda berbiaya mahal namun tak mendapat restu, penyelenggaraan Musda yang ditarik ke Jakarta.

Dengan isyarat begitu banyak, seharusnya pilihan tetap bertarung adalah pilihan yang sia-sia. Dan bagi para pendukungnya, dukungan yang diberikan secara terbuka hanya akan sekedar harakiri, membunuh karir politik sendiri.

Tapi disitulah seninya politik pragmatis, kesempatan baik ini tidak akan datang dua kali. Makanya dukungan kesana dan kesini tetap disuarakan, strategi tiarap dan gerilya terus berjalan, membuat pertarungan para wakil ini akan semakin menarik dalam irama tarian dukungan semu yang seolah terus didendangkan.

Sebenarnya ada hal lain yang lebih prinsip, lebih baik mana untuk Golkar Sumut? dipimpin wakil dari eksekutif dengan citra baik yang dimilikinya atau dipimpin wakil dari legislatif yang selama ini telah memimpin partai dengan prestasi partai yang terus menurun.

Ditambahkannya, jelas bagi Golkar dipimpin orang baru akan lebih baik, udara segar harus segera dibawa dalam pengelolaan partai, karena bila tidak, setelah DPRD Kota Medan mengalaminya di 2019, giliran berikutnya Partai Golkar akan kehilangan jatah wakil pimpinan di DPRD Sumut. Bahkan dengan gaya kepemimpinan selama ini, sudah bisa diperkirakan, fraksi golkarpun akan pindah lantai, bahkan boleh jadi akan hilang di DPRD Sumut. Mari sekali-sekali berhitung dengan akal sehat, menakar dengan budi, menguji dengan nurani. SELAMAT BERJUANG PARA PEJUANG, pucuk menanti ulampun akan tiba.(Red)



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Zakiyuddin Harahap Sambut Hangat Tamu Halalbihalal, Pererat Silaturahmi di Kota Medan

Zakiyuddin Harahap Sambut Hangat Tamu Halalbihalal, Pererat Silaturahmi di Kota Medan

Sosok Edy Suranta Sitepu, dari Reserse hingga Brigjen Pol: Ini Profil, Karier, dan Prestasinya

Sosok Edy Suranta Sitepu, dari Reserse hingga Brigjen Pol: Ini Profil, Karier, dan Prestasinya

Puan Maharani dan Megawati Soekarnoputri Rayakan Idul Fitri dengan Suasana Hangat Kebersamaan Keluarga

Puan Maharani dan Megawati Soekarnoputri Rayakan Idul Fitri dengan Suasana Hangat Kebersamaan Keluarga

Makkah, Arab Saudi — Suasana Khidmat Idul Fitri di Masjid Agung

Makkah, Arab Saudi — Suasana Khidmat Idul Fitri di Masjid Agung

Presiden Prabowo Salat Idulfitri dan Gelar Halalbihalal Bersama Warga Aceh Tamiang

Presiden Prabowo Salat Idulfitri dan Gelar Halalbihalal Bersama Warga Aceh Tamiang

Lebaran di New York, Sandiaga Salahuddin Uno Dampingi Anak yang Segera Melahirkan

Lebaran di New York, Sandiaga Salahuddin Uno Dampingi Anak yang Segera Melahirkan

Komentar
Berita Terbaru