Selasa, 22 September 2026

Satu Keluarga asal Nias Dapat Identitas Baru "Resmi Jadi Mualaf"

Administrator
Jumat, 10 Juli 2020 07:06 WIB
Satu Keluarga asal Nias Dapat Identitas Baru

TAPAKTUAN, Halomedan.co

Ustaz Musli Pimpinan Pondok Pesantren Mafatihus Sa’adah, Desa Indra Damai, Kecamatan Kluet Selatan membimbing proses pensyahadatan satu keluarga asal dari Nias, Sumatera Utara (Sumut) di Trumon, Aceh Selatan, Kamis (9/7/2020).

Keluarga yang beranggotakan empat orang yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak tersebut selama 1 tahun belakangan ini menetap di Desa Kedai Trumon, Kecamatan Trumon, Aceh Selatan.

Setelah resmi meninggalkan agama nenek moyang mereka dan beralih menjadi muslim, kepada keluarga mualaf ini diberikan nama baru bernuansa Islam.

Sang bapak usai proses pensyahadatan ditabalkan nama baru yakni dari sebelumnya bernama Suda Ali Gulo menjadi baru Muhammad Muhajir. Sedangkan untuk sang ibu dari nama sebelumnya Lasihmani Hia, kini diberi nama Nurul Hidayah.

Kedua anak mereka juga mendapat identitas baru. Masing-masing adalah, dari nama sebelumnya Jhonathan Aldi Gulo Abdul menjadi Hamid dan Dit Bater Bryen diberi nama Abdus Shomad.

Sebelumnya, acara pensyahadatan satu keluarga asal Nias, Sumatera Utara (Sumut) itu turut disaksikan Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran.

Hadir dalam prosesi tersebut, sejumlah tokoh agama, anggota DPRK asal Trumon Amiruddin, Muspika Trumon, dan sejumlah kepala SKPK lingkup Pemkab Aceh Selatan.

Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran dalam arahannya kepada keluarga yang baru memeluk Agama Islam itu semoga mereka tetap teguh dalam keyakinan yang baru yaitu Islam sampai akhir hayat nantinya.

“Kepada saudara kita yang baru masuk Islam tentunya sudah diwajibkan untuk menunaikan shalat. Oleh karenanya, sudah menjadi tanggung jawab bagi kita semua untuk secara bersama-sama mengajarkan ajaran agama sampai Beliau pandai dan bisa,” pesan Bupati Aceh Selatan.

Prosesi pensyahadatan yang dibimbing langsung oleh Ustaz Musli Aldi selaku Pimpinan Pondok Pesantren Mafatihus Sa’adah itu berlangsung khidmat.

Sebelum prosesi pensyahadatan, Ustaz Aldi lebih dulu bertanya apakah dalam memeluk Agama Islam ada paksaan atau ada janji dari pihak tertentu. Sekeluarga asal Nias ini pun mantap menjawab bahwa mereka memeluk Islam karena kesadaran sendiri.

Diakhir acara diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Afifuddin, Pimpinan Pesantren Bustanuddin Trumon Tengah.

Dalam tausiahnya,Ustaz Afifuddin berpesan kepada semua masyarakat bahwa wajib mengajarkan untuk memantapkan aqidah, thaharah, dan terus dibantu ekonominya agar yang bersangkutan bisa fokus belajar agama. Acara diakhiri dengan peusijuk adat oleh Bupati Aceh Selatan dan tokoh masyarakat.(red)



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Teguh Santosa: Dukungan Indonesia pada Palestina Berubah!

Teguh Santosa: Dukungan Indonesia pada Palestina Berubah!

Terkait Kasus Tersangka Dhody Thahir, Ketua DPRDSU Diperiksa Polda Sumut

Terkait Kasus Tersangka Dhody Thahir, Ketua DPRDSU Diperiksa Polda Sumut

YARA Soroti Sektor Rawan Dugaan Korupsi Aceh Besar

YARA Soroti Sektor Rawan Dugaan Korupsi Aceh Besar

SMSI Aceh Besar Audiensi dengan Garuda Indonesia, Bahas Peluang Sinergi dan Promosi Aceh

SMSI Aceh Besar Audiensi dengan Garuda Indonesia, Bahas Peluang Sinergi dan Promosi Aceh

DARI EVALUASI MENUJU AKSI: MENGUBAH RAKOR MENJADI MESIN PERBAIKAN KEMENIMIPAS

DARI EVALUASI MENUJU AKSI: MENGUBAH RAKOR MENJADI MESIN PERBAIKAN KEMENIMIPAS

Kejurnas Bridge ke-60 di Mamuju, Sumut Sabet Perak dan Gelar Pasangan Campuran Terbaik

Kejurnas Bridge ke-60 di Mamuju, Sumut Sabet Perak dan Gelar Pasangan Campuran Terbaik

Komentar
Berita Terbaru